Senin, 02 Februari 2009

KPK Ajak Para Dai Tanamkan Anti-Korupsi kepada Umat

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam



Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menjelaskan, korupsi bukan hanya tindakan yang merugikan negara, tetapi juga swasta. Maka, ia mengajak kepada para dai untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman tentang korupsi kepada masyarakat agar mereka tidak melakukannya.?

“Sebagai dai, kita harus mempersiapkan dan memberikan pemahaman bahwa yang namanya korupsi itu bukan hanya yang merugikan negara. Itu yang harus disosialisasikan,” kata Agus saat menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 pada hari kedua yang diselenggarakan atas kerjasama LD PBNU dengan Hidmat Muslimat NU di lantai 8 Gedung PBNU, Selasa (30/5).

KPK Ajak Para Dai Tanamkan Anti-Korupsi kepada Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Ajak Para Dai Tanamkan Anti-Korupsi kepada Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Ajak Para Dai Tanamkan Anti-Korupsi kepada Umat

Saat ini Indonesia belum memiliki Undang-Undang korupsi di sektor swasta sebagaimana yang dimiliki oleh Singapura. Namun demikian, ia berharap ke depan itu akan terwujud agar korupsi bisa benar-benar bisa diberantas dari Indonesia.?

Ia mencontohkan, korupsi di bidang swasta itu seperti seseorang yang memiliki kepentingan kepada orang lain. Lalu ia memberikan sesuatu atau menjual pengaruh kepada orang lain tersebut agar kepentingan yang diinginkan bisa terkabul.

“Seperti seorang guru yang membuka bimbel setelah mengajar. Anak-anak yang belajar bimbel di rumahnya dikasih nilai yang baik saat di sekolah. Itu kena (jerat korupsi),” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia mengaku bahwa masyarakat masih belum memberikan sanksi sosial yang berat kepada para pelaku korupsi. Mereka masih merasa biasa saja dengan koruptor.?

Kalau ada yang korupsi kemudian keluar penjara dan kaya, masih kita hormati. Biasa-biasa saja. “Bagaimana membuat yang korupsi merasakan hukuman sosial seperti membersihkan pasar,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menyatakan, kerugian dari korupsi itu bukan pada besarnya uang yang dikorupso, tetapi lebih kepada dampak dari korupsi itu seperti terbengkalainya pembangunan saran-prasarana dan infrastruktur publik. Selain itu, dampak dari korupsi adalah terjadinya pemborosan keuangan negara dan terkikisnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Anak-anak pergi ke sekolah masih bergelantungan (karena tidak ada jembatan), sekolah yang mau ambruk, dan lainnya,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam. KPK Ajak Para Dai Tanamkan Anti-Korupsi kepada Umat di Rohis Tegal - Rohani Islam ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock