Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pembukaan "Saptawikrama Membumi" yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan Jawa Timur, Jumat (18/3) berlangsung meriah dan disaksikan ribuan santri dari berbagai pesantren.

?

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Acara yang dibuka Wakil Ketua Lesbumi PBNU, Candra Malik ini menampilkan ragam kesenian, mulai dari pentas teater, pertunjukan tari-tarian dan pembacaan puisi, yang semuanya mengacu pada nilai-nilai islami yang mengandung kekhasan budaya Nusantara.

“Saptawikrama Membumi diadakan untuk mengenalkan tujuh strategi kebudayaan Lesbumi sebagai bagian dari Islam Nusantara,” tutur Wakil Sekretaris Lesbumi PBNU, Sastro Adi saat dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam pada Jumat malam (18/3).

Sastro menambahkan, Pondok Pesantren Sunan Drajat dipilih sebagai lokasi acara karena pesantren tersebut masih terkait dengan Walisongo sebagai penyebar agama Islam di Nusantara. Seperti diketahui para Walisongo dalam berdakwah tidak mengabaikan kearifan lokal dan seni budaya yang sebelumnya telah ada di Nusantara.

Selain pertunjukan ragam kesenian, acara Saptawikrama Membumi ini juga diisi dengan diskusi dan seminar sejarah, pameran lukisan, naskah kuno dan pusaka nusantara. Acara ini berlangsung dari 18-19 Maret dan dihadiri perwakilan dari PWNU seluruh Indonesia.? (Kendi Setiawan/Zunus)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Februari 2018

Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat

Saya bertemu Sides Sudyarto DS tanggal 9 bulan Juni tahun lalu. Pertemuan pertama itu rupanya yang terakhir pula. Pertemuan tersebut berlangsung saat Lesbumi meluncurkan buku antologi puisi Negeri Cincin Api, di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Sides didaulat sebagai salah seorang pembedah. Sayangnya saya datang terlambat, jadi tak menyimak dari awal. Tapi saya sempat melihat dia menyampaikan bahasa dan manusia sambil berdiri. Nada suaranya tinggi. Padahal usianya tak muda lagi.

Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat

Kendati demikian, saya bisa mendengar ia mengutip Richard Rorty bahwa peran filsuf sekarang digantikan sastrawan. Kemudian ia mempertanyakannya, apakah pernyataan filsuf posmodern itu masih berlaku sekarang ini?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bisa iya, bisa tidak. Bisa iya dengan dua sayarat. Pertama, sastrawan harus mengenal filsafat secara signifikan. Kedua, sastrawan harus memiliki integritas moral tinggi terhadap manusia dan dunianya.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan sastrawan di Indonesia? Apakah sesuai dengan yang dikatakan Rorty?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sides menjelaskan sendiri dengan menyatakan, “Seandainya Rorty sempat mendengar nasib sastra Indonesia, pastilah ia bakal kecewa. Atau sambil senyum getir, ia akan merevisi ucapannya sendiri. Sastra Indonesia modern mengalami khaos berkepanjangan. Karya sastra mengalami khaos karena kritik sastra sudah mengalami khaos terlebihdahulu. Akibatnya, sekarang ini terlampau banyak puisi yang juga mengalami khaos,” katanya.

Menurut Sides, sastrawan kita tidak bisa mungkin menggantikan peran fillsuf karena umunya menganggap bahwa filsafat berada di luar areal pemikiran filosofis. Anehnya pula, filsafat masih merupakan barang lux bagi kebanyakan sastrawan kita.

Tidak hanya itu, sastrawan kita tidak memiliki spirit untuk mendorong masyarakat berevolusi menjadi makhluk budaya, makhluk yang bermoral. Sudah lama puisi-puisi lahir hanya untuk menunjukkan kedangkalan makna yang jauh dari etika dan estetika.

Selepas acara, saya mendatanginya. Saya bertanya, apa yang mesti dilakukan Nahdlatul Ulama terkait kebudayaan.

“Garis perjuangan NU sudah tepat. Tinggal praktiknya. Dulu, ketika NU jadi parpol, berperan banyak untuk bangsa. Peran NU sekarang harus memperkuat kebudayaan. Memperkuat berarti menyelamatkan. Menyelamatkan kebudayaan berarti menyelamatkan manusianya itu sendiri dari bahaya dan ancaman yang bisa memusnahkan manusia dan kemanusiaan.”

Baginya, NU punya potensi besar untuk menjalankan pendapatnya itu. Makanya, ia tak ragu menjadi salah seorang pengurus di Lesbumi, sebuah organisasi kebudayaan NU yang lahir tahun 1962.

“Saya orang Lesbumi, kalau tidak percaya, saya tunjukkan SK-nya,” katanya tegas.

Sejak pertemuan itu, saya tidak pernah komunikasi dengan sastrawan kelahiran Tegal, Jawa Tengah, tanggal 14 Juli 1942. Jangankan saya, Lesbumi saja tidak banyak mengingat Sides yang notebene adalah aktivisnya. Ini tentu kesedihan Sides, kesedihan kita semua.

***

Beberapa bulan lalu, saya melihat akun Facebook Naning Pranoto memosting buku terbaru Sides. Langsung saya kirim inbox, menanyakan bagaimana cara mendapatkan buku itu. Ia tak menjawab.

Hingga suatu waktu dia menanyakan, kenapa kamu menginginkan buku itu? Kemudian saya bercerita.

Saya mengetahui Sides ketika di sekolah Madrasah Diniyah Awaliyah (sekarang Madrasah Diniyah Takmiliyah) Miftahul Aulad, di kampung saya. Ketika samenan atau kenaikan kelas, salah seorang teman membacakan puisi. Pada pembacaan puisi itu dia menyebut nama pahlawan sebagai judul dan nama penulis Sides Sudyarto DS. Di kemudian hari, teman saya tahu ternyata bersumber dari Pahlawan dalam Puisi.

Kemudian akun itu off. Di lain kesempatan, akun itu menanyakan, alamat dan nomor kontak saya. Kemudian saya kirim alamat Rohis Tegal - Rohani Islam.

***

Tanggal 27 September siang, saya ditelepon nomor tak dikenal. Ternyata Sides Sudyarto DS. Ia mengatakan, jika ingin buku Kritik Atas Puisi Indonesia, segeralah main ke rumahnya. Saya mengiyakan, tapi menunda-nunda.

Hari Selasa tanggal 9 Oktober lalu, Hamzah Sahal melemparkan dua bungkusan. Satu ditujukan untuk saya, sisanya untuk teman. Saya timang bungkusan untuk saya. Di amplop itu terdapat nama Naning Pranoto sebagai pengirim. Saya langsung ingat, janji silaturahim ke Pak Sides belum dipenuhi.

Ketika dibuka, bungkusan berisi buku Kritik Atas Puisi Indonesia. Lima belas menit kemudian, ponsel saya bergetar, seorang sahabat menanyakan, apa betul Pak Sides wafat? 

Betul, ia sudah wafat. Dan saya langsung ingat satu kalimat darinya, yang sepertinya jadi wasiat (buat aktivis NU), "Peran NU sekarang harus memperkuat kebudayaan." (Abdullah Alawi, Wartawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Yayasan Manggala Putera Pondok Pesantren Al-Istiqomah akan menggelar haul ke-13 KH Ali Imronn bin Mama KH Muhamad Faqih dengan tajuk “Sepekan Tahlil Istiighotsah, dan Tabligh Akbar” di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Rabu-Selasa (10-16/1).

Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan

(Baca: KH Ali Imron, Mustasyar PWNU Jawa Barat Wafat)



Pamplet pengumuman tentang haul tersebut telah tersebar di pinggir jalan sekitar di daerah pesantren itu berada. Di dalam pamplet itu juga disebutkan bahwa setiap malam haul akan ada sekitar tiga muballig yang akan berceramah. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Ali Imron di masa akhir hayatnya merupakan salah seorang Mustasyar PWNU Jawa Barat. Selain itu, ia merupakan salah seorang pengasuh pondok pesantren Baitul Arqom Al-Islami dan pendiri pondok pesantren Al-Istiqomah. 

(Baca: Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi)



Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam laman baitularqom.or.id diterangkan, KH Ali Imron merupakan sosok pemimpin yang kharismatik dan bijaksana. Ia adalah putera keempat dari Mama KH Muhammad Faqih (pendiri Baitul Arqom).

Saat mengasuh pesantren, KH Ali Imron dibantu oleh saudara dan keponakanya, yaitu KH Taufiq Abdul Hakim, KH Yusuf Salim, KH Madani Sulaiman, KH Sulaeman Ma’ruf, KH Abdul Khobir Hasan, KH Fuad Musthofa Hanan, dan para Asatidz lainya. (Abdullah Alawi)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan semua elemen NU Jombang agar turut memikirkan arah perjuangan organisasi Islam terbesar ini ke depan. Nilai-nilai perjuangan NU harus senantiasa dijaga dengan teguh, tidak boleh tersusupi ideologi lain yang bisa merusak organisasi.

Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU

"Saya datang bukan karena ingin memperoleh dukungan untuk menduduki jabatan tertentu di kepengurusan NU, ini karena menjalankan amanah sebagai perwujudan komitmennya menjadi kader NU," paparnya.

Kiai Hasyim menyampaikan hal itu pada acara halaqah "Tantangan Masa Depan Ideologi Aswaja Annahdliyah” oleh kader muda NU yang tergabung dalam Kampoeng Nahdliyin, di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Sabtu (31/1).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di hadapan sekitar 100 peserta yang memenuhi Aula Pesantren Darul Ulum, mantan ketua umum PBNU ini mengatakan, NU membutuhkan pikiran bersama. Kemajuan NU menjadi tanggung jawab semua kader-kader muda NU. Apalagi, katanya, banyak gerakan yang tidak rela NU menjadi besar. Upaya-upaya pelemahan baik dari dalam maupun dari luar harus benar-benar diwaspadai.

"Jangan sampai NU disusupi oleh orang-orang yang nyata-nyata tidak sepaham dengan nilai-nilai ideologi NU," tambahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hasyim yang juga anggota Watimpres ini menambahkan,  sekarang sudah banyak ideologi-ideologi dari luar telah masuk ke Indonesia, tak terkecuali di Jombang. Ancaman tersebut, menurutnya, di antaranya adalah fundamaentalisme, radikalisme, serta kapitalisme.

“Karenanya, ideologi Aswaja Annahdiiyah harus menjadi benteng dalam meng-counter masuknya budaya-budaya dari luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia," tandasnya.

Selain itu, ia menegaskan sebentar lagi Jombang akan menjadi tuan rumah pagelaran akbar Muktamar ke-33 NU. Ia berharap khususnya pada generasi muda NU untuk senantiasa teguh mengawal komitmen nilai-nilai perjuangan organisasi.

"Di sini ada kelompok Gawagis, perkumpulan gus gus pesantren, kalian semua yang akan melanjutkan perjuangan kami setelahnya nanti," pungkasnya, sembari berpesan, menjelang muktamar kaum muda harus bisa menjaga diri dari politik uang dan kecurangan, karena KPK juga sudah memantau Jawa Timur.

Sementara itu, Sholahul Am Notobuwono, ketua Kampoeng Nahdliyin, mengatakan, sarasehan Kampoeng Nahdliyin tidak hanya digelar di Jombang, tapi juga akan bersambung di beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

"Selain di Jombang, kegiatan seperti ini akan diadakan juga di Pasuruan, Pacitan mungkin juga di Sidoarjo, karena kaum muda sekarang yang akan memimpin NU masa depan," ujarnya seraya mengatakan kaum muda harus paham tantangan dan misi NU ke depan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Kiai, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Jombang Jawa Timur atau Pesantren Tambakberas akan menggelar sejumlah kegiatan. Hal itu sebagai rangkaian dari peringatan satu abad keberadaan madrasah serta hari ulang tahun pesantren yang ke-191.

Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas

"Sejumlah kegiatan dalam rangkaian harlah dan peringatan satu abad madrasah tersebut terhimpun dalam ushbuul maahid atau pekan pesantren 2016," kata H Abdul Latif Malik, Selasa (29/3). Kegiatan yang akan berlangsung sejak tanggal 10 hingga 17 April tersebut akan diikuti masyarakat sekitar dan juga sejumlah pesantren di Jawa Timur, lanjut ketua devisi ushbuul maahid ini.

Secara lebih rinci, Gus Latif, sapaan akrabnya menyebutkan aneka lomba yang akan diselenggarakan tersebut. "Ada lomba dai muda se-Jawa Timur yang juga menjadi pembuka ushbuul maahid yakni tanggal 10 April," terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan berikutnya adalah musabaqah qiraatil kitab juga se-Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana islami tingkat Taman Kanak-kanak atau Raudlatul Athfal se-Jombang dan mewarnai.

"Ada juga cerdas cermat Nahdlatul Ulama bagi kalangan IPNU dan IPPNU, musabaqah tilawatil quran, festival al-Banjari yang semuanya se-Jatim," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dan sebelum pelaksanaan seluruh kegiatan harlah pesantren dan madrasah tersebut diselenggarakan book fair atau pameran buku keislaman dan kepesantrenan. "Rangkaian lomba tersebut sebagai bagian dari syiar sekaligus khidmat pesantren," ungkap Gus Latif.

Bagi para santri dapat mengikuti aneka lomba tersebut dengan menghubungi panitia. Tersedia website yang dapat dibuka di: humaponkece.blogspot.co.id atau bisa langsung datang ke sekretariat lomba di aula pesantren setempat.

PPBU didirikan tahun 1825 yang lebih dikenal dengan sebutan Pesantren Tambakberas karena berada di dusun Tambakberas, desa Tambakrejo Jombang. Dengan demikian, usia pesantren sudah memasuki 191 tahun.

Dikenalkannya model madrasah secara klasikal di pesantren ini tercatat sejak tahun 1915. "Momentum dikenalkannya sistem madrasah di pesantren ini akhirnya yang menginspirasi untuk diselenggarakan peringatan satu abad," kata KHM Fadlullah Malik.

Ketua panitia hari lahir pesantren PPBU dan satu abad madrasah ini mengemukakan sejumlah tokoh nasional akan turut hadir dan memeriahkan kegiatan. "Ada Menpora, H Imam Nahrawi, Ketua DPRD Jatim, H Halim Iskandar dan para kiai serta ulama dari berbagai pesantren," terang Gus Fadl, sapaan akrabnya.

Panitia menyiapkan rangkaian acara diantaranya bedah buku, wayang wali, musabaqah santri, festival bonsai, seminar, gowes, expo dan kontes burung, lailatus shalawat, khatmil Quran bilghaib, khitanan massal serta pengajian umum.? (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Riyadh, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dikenal sebagai seorang moderat yang memahami tuntutan ulama konservatif, suku yang berkuasa dan populasi muda yang terus meningkat, Raja Salman bin Abdul Aziz akan melanjutkan reformasi sosial dan ekonomi yang dimulai Raja Abdullah, yang mangkat pada Jumat dini hari.

"Menurut saya dia bisa dengan baik menjaga keseimbangan rumit yang harus dia lakukan untuk menggerakkan masyarakat ke depan dengan tetap menghargai tradidi dan cara konservatif," kata Robert Jordan, yang menjadi duta besar Amerika Serikat di Riyadh tahun 2001 sampai 2003.

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Salman mengendalikan salah satu media terbesar di dunia Arab. Dia yakin demokrasi tidak cocok dengan kerajaan konservatif dan mendukung kehati-hatian dalam reformasi sosial dan budaya menurut kawat diplomatik Amerika Serikat tahun 2007 yang disiarkan oleh WikiLeaks.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selama hampir 50 tahun Salman menjabat sebagai gubernur Provinsi Riyadh, satu peran yang melibatkan kerja dekat dengan konservatif tradisional dan teknokrat liberal dalam membangun ibu kota Arab Saudi dari kota gurun kecil menjadi metropolis utama.

Ketika kedua kakak, putra mahkota Sultan dan Nayef, wafat, Salman ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan pertama dan ahli waris.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Portofolio pertahanan melibatkan penyelenggaraan kementerian dengan pengeluaran terbesar itu, yang melakukan pembelian senjata masif untuk memperkuat ikatan dengan sekutu seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

Dia telah menjadi bagian dari lingkaran dalam keluarga penguasa al-Saud, yang membentuk dan masih mendominasi kerajaan gurun itu bersama dengan ulama selama berpuluh tahun.

Dalam keluarga kerajaan yang menjadikan hak untuk menjaga dua tempat suci umat Islam, Makkah dan Madinah, sebagai landasan, Salman punya reputasi sebagai sosok yang saleh dan berpandangan ke depan.

"Dia pandai, politis, berhubungan dengan basis konservatif tapi juga berpikiran cukup modern," kata bekas diplomat di Riyadh itu dalam wawancara tentang proses suksesi kerajaan dengan kantor berita Reuters.

Gubernur Riyadh

Sebagai gubernur Riyadh dari tahun 1962 sampai 2011, Salman melakukan lebih banyak kerja sama dengan pemerintah asing dibandingkan dengan kebanyakan senior kerajaan.

Peran itu juga memberi dia tanggung jawab untuk menengahi sengketa antar anggota keluarga kerajaan yang bertikai, menempatkan dia di pusat struktur kekuasaan paling penting dalam kerajaan.

Dalam pertemuan dengan duta besar Amerika Serikat pada Maret 2007, kawat yang disiarkan oleh WikiLeaks menyebutkan bahwa Salman mengatakan reformasi sosial dan budaya yang dimulai Raja Abdullah mesti bergerak perlahan karena dikhawatirkan menimbulkan reaksi dari kelompok konservatif.

Dia juga menentang pengenalan demokrasi di kerajaan, menyitir pembagian kawasan dan kesukuan, dan mengatakan kepada duta besar bahwa solusi konflik Palestina-Israel penting untuk stabilitas Timur Tengah.

Jordan mengatakan Pangeran Salman semula tidak mempercayai keikutsertaan warga Saudi dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat tapi sikapnya kemudian berubah setelah melihat bukti kuat bahwa 15 dari 19 pembajak pesawat adalah warga negaranya.

"Dia tidak begitu saja menerima semua yang dikatakan Amerika Serikat, tapi pada waktu yang sama dia memahami pentingnya hubungan, yang melampaui minyak," kata Jordan.

Kekuasaan Kerajaan

Dengan sosok yang kuat dan berjenggot, Salman adalah pangeran yang dikatakan lebih mirip dengan sang ayah, Raja Abdul Aziz Ibn Saud, dibandingkan saudaranya yang lain.

Sebagai salah satu dari apa yang disebut "tujuh Sudairi" - saudara yang lahir dari istri kesayangan Ibn Saud, Hassa bint Ahmed al-Sudairi - Salman telah berada di pusat kekuasaan kerajaan selama puluhan tahun.

Saudara kandungnya dalam keluarga dengan lebih dari 30 saudara tiri itu termasuk mendiang Raja Fahd serta Putra Mahkota Sultan dan Nayef, dan bekas menteri dalam negeri Pangeran Ahmed.

Salman lahir tahun 1936 di Riyadh, yang dulu merupakan kota oasis dengan bangunan batu bata dari lumpur di dalam kerajaan baru yang belum menemukan sumber minyak serta menggantungkan pendapatan dari peziarah yang mengunjungi Makkah dan Madinah, perkebunan kurma dan penggembalaan unta.

Salah satu putranya, Pangeran Sultan bin Salman, menjadi astronot Arab pertama, terbang menggunakan pesawat antariksa Amerika Serikat, Discovery, pada 1985.

Pangeran Sultan sekarang menjadi menteri pariwisata, sementara putra yang lain, Pangeran Abdul Aziz, menjadi wakil menteri perminyakan.

Dalam lima dekadenya memerintah Riyadh dan sekitarnya, Salman mengawasi pembangunan ibu kota dari kota gurun besar menjadi metropolis berpenduduk 4,6 juta jiwa.

Pangeran Salman belajar di "sekolah pangeran" di istana Ibn Saud dari imam Masjidil Haram di Makkah, menandakan pentingnya Ibn Saud melekat pada keyakinan Islam murni, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, PonPes, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebuah laporan terobosan meneliti pengalaman hampir 50 perempuan Inggris dengan melihat aspek umur, etnis, latar belakang dan keyakinan (termasuk penganut ateis) yang menjadi pemeluk Islam diluncurkan oleh Universitas Cambridge beberapa waktu lalu.

Laporan yang dihasilkan oleh Centre of Islamic Studies (CIS) Cambridge ini bekerjasama dengan New Muslims Project, Markfield, menghasilkan temuan menarik tentang pengalaman menjadi pemeluk Islam perempuan Inggris pada abad 21.

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah

Temuan tersebut memberikan sejumlah rekomendasi bagi muallaf sendiri, umat Islam, dan komunitas Inggris secara umum. Laporan setebal 129 halaman ini juga menggarisbawahi adanya masalah sosial, emosional dan kadangkala masalah ekonomi. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pemimpin proyek dan direktur CIS Yasir Suleiman mengatakan “Tema yang selalu muncul dalam laporan adalah kebutuhan untuk peningkatan dukungan bagi para muallaf dan potensi yang mereka miliki agar menjadi kuat dan memiliki pengaruh transformatif pada komunitas Muslim dan masyarakat Inggris secara luas.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tema yang selalu berulang adalah penolakan secara negatif pada Muslim dan Islam di media Inggris dan apa peran dari komunitas muallaf yang bisa dilakukan dalam membantu memberi keseimbangan.”

Laporan itu berusaha menghilangkan kesalahpahaman dan kekeliruan muallaf perempuan.

Kunci dari penelitian ini adalah perhatian yang tidak proporsional terhadap sejumlah kasus, khususnya perempuan kulit putih yang berpindah menjadi Islam, baik oleh komunitas Muslim maupun non Muslim. 

Sementara itu, muallaf dari Afrika asal Karibia, meskipun merupakan kelompok etnis muallaf terbesar, seringkali diabaikan dan merasa diisolasi, baik oleh kelompok Muslim maupun non-Muslim. 

Suleiman mengatakan, “Muallaf kulit putih seringkali diperlakukan sebagai “piala” bagi Muslim dan sering dimunculkan dalam berbagai komunitas, termasuk di media. Kelompok asal Afrika-Karibia yang menjadi muallaf sebagian besar tak terlihat, tak ada selebrasi dan seringkali tidak diketahui. Mereka merasa seperti minoritas dalam minoritas dan ini harus diatasi. Saya menemukan, bagian ini yang paling sulit.”

Penelitian ini juga mengungkapkan adanya hubungan kompleks antara wanita yang berpindah agama menjadi Islam dan keluarga mereka, mulai dari pengasingan, ketidakpercayaan dan penolakan sampai dengan penerimaan penuh atas keyakinan mereka. Hal ini juga terkait dengan isu seksualitas dan gender, termasuk homoseksualitas, peran tradisional perempuan dan transjender.

Manajer proyek Shahla Suleiman mengatakan “Dengan mempertimbangkan munculnya stereotype dan besarnya gambaran negatif tentang Islam di media dan masyarakat secara umum, dan mempertimbangkan posisi wanita dalam Islam, kami ingin memahami isu paradoks bagaimana perempuan Barat dengan pendidikan tinggi dan sukses secara profesional menjadi Islam.” 

“Basis dari masuknya mereka dalam Islam adalah keyakinan dan spiritualitas –tetapi perpindahan ini juga fenomena sosial yang menjadi politis. Dalam hal ini, perpindahan agama menjadi perhatian siapa saja dalam komunitas.”

“Perdebatan ini baru dimulai dan kami menginginkan memiliki informasi hasil penelitian lebih banyak tentang perpindahan ke Islam yang secara langsung menarik perhatian publik. Perjuangan untuk masa depan yang lebih baik tergantung pada bagaimana mengatasi pengasingan dan perbedaan secara absolut yang didasarkan pada ketidaksukaan ideologis untuk multikulturalitas, bukan hanya multikulturalisme. Ketakutan pada imigran, Islam dan perpindahan agama mewakili prasangka, kekhawatiran, dan ketakutan ras.”

Perpindahan agama ini menimbulkan isu seperti hak-hak perempuan, etika berpakaian dengan isu penggunaan hijab yang didiskusikan dengan sengit. Pandangan umum diantara para muallaf adalah adaptasi bentuk pakaian Barat untuk mengakomodasi nilai-nilai kesopanan dan kesusilaan Islam.

Hak-hak perempuan juga menjadi isu politik dalam komunitas Muslim, sementara para peserta tidak dengan bulat mendukung konsep feminisme sebagaimana didefinisikan oleh Barat, kebutuhan untuk meningkatkan status wanita dalam komunitas Muslim sepenuhnya disadari. Upaya untuk merealisasikan hak-hak tersebut terbukti lebih sulit untuk dicapai. Para peserta sangat kritis terhadap konsep peradilan syariah yang beroperasi di Inggris, terkait adanya potensi yang merugikan hak perempuan. 

Laporan ini mengatakan, “Perpindahan agama ini menantang pandangan rasis yang digambarkan di media tentang Islam karena budaya dan warisan mereka secara intrinsik mencerminkan budaya Inggris.”

“Tetapi kami juga menemukan bahwa tidak seluruh muallaf diterima secara sosial sama di mata Muslim. Muallaf kulit putih diperlakukan lebih baik secara sosial daripada wanita asal Afrika. Juga terdapat persoalan hijab yang menjadi perhatian antara Muslim dan non-Muslim. Terdapat perbedaan antara memakai dengan sukarela dan diwajibkan memakainya, yang menempatkan muallaf dalam kontrol. Hijab merupakan sinyal kesopanan, tetapi tidak dimaksudkan untuk menyembunyikan kecantikan.” (phsy.org/mukafi niam)

Foto: phsy.org

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Anti Hoax, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Dua Siswa Ma’arif Keputran Juarai Lomba Lari Pringsewu

Pringsewu,Rohis Tegal - Rohani Islam

Siswa Madrasah Aliyah Ma’arif Keputran Pringsewu, Lampung, atas nama Tasrib dan Gilang Ramadhan berhasil mengharumkan sekolahnya pada ajang lari tingkat kabupaten yang digelar oleh Dinas Pendidikan Olahraga (Dispora) Pringsewu.

Keduanya berhasil menjadi juara I dan III untuk kategori pelajar SMA pada lomba lari yang menempuh jarak 7 kilometer, pada Ahad (20/3).

Dua Siswa Ma’arif Keputran Juarai Lomba Lari Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Siswa Ma’arif Keputran Juarai Lomba Lari Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Siswa Ma’arif Keputran Juarai Lomba Lari Pringsewu

Lomba yang dilaksanakan dalam rangka 7 tahun Kabupaten Pringsewu ini, kedua siswa tersebut berhasil membawa pulang tropi dan hadiah lainnya yang diserahkan langsung Bupati Pringsewu H. Sujadi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Prestasi gemilang merupakan hasil jerih-payah seleksi dan latihan yang sebelumnya dilakukan oleh guru olahraga MA Ma’arif Keputran.

Menurut Kepala MA Maarif Keputran Irsadul Ibad, duta atlet lari yang dikirimkan madrasahnya memang memiliki bakat dalam atletik, khususnya lari.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Mereka sebelumnya sudah dilatih dan melakukan test run lokasi lomba lari yang mengambil start di Jln. Jendral Sudirman depan Pendopo Pringsewu dan finish di kompleks perkantoran Pemkab Pringsewu," jelasnya.

Alhasil, lanjutnya, selain Tasrib dan Gilang ada beberapa siswa yang berhasil mencapai garis finish di bagian depan. Mereka di antaranya Nurrohim di posisi 7 dan Rizki di posisi 8.

Sementara di Kategori SMA untuk Putri siswi MA Ma’arif Keputran atas nama Fina Malinda dan Ulfatun Hasanah masing masing berhasil menyentuh garis finish di posisi 4 dan 8.

"Prestasi ini akan terus kami pupuk dalam bentuk mengikutkan mereka pada ajang-ajang lomba maraton lainnya baik di level kabupaten maupun provinsi," terang Irsad yang juga Sekretaris LP Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu ini.

Ia berharap para siswa yang memiliki bakat atletik ini dapat terus melatih kemampuan mereka dalam olahraga sebagai modal untuk meraih masa depan yang cerah.

"Sukses prestasi bukan cuma pintar dalam pelajaran. Namun memiliki kemampuan olahraga dan berprestasi juga bisa menghantarkan kita menuju kesuksesan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 25 Desember 2017

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Oleh M. Alim Khoiri

--Menjelang muktamar ke-33 NU yang rencananya akan dilaksanakan di kota Jombang, 1-5 Agustur 2015, sudah banyak pekerjaan rumah yang menanti. Dengan jargon “NKRI harga mati”, NU tak hanya dituntut untuk mampu mengawal keutuhan dan kesatuan negeri tercinta, tetapi juga harus mampu mengatasi persoalan-persoalan kecil ‘rumah tangga’ yang jika terus menerus diabaikan justeru akan merusak kesatuan dan keutuhan internal NU.

‘Kerikil’ terbaru NU saat ini adalah munculnya fenomena “NU Garis Lurus”. Ini mengesankan bahwa ternyata ada juga NU yang tidak lurus. Mirisnya, kelompok yang mengatasnamakan “NU Garis Lurus” ini tak segan-segan mencaci kelompok NU lain yang tak sependapat dengan mereka. Tokoh-tokoh besar NU macam Gus Dur, Profesor Quraish Shihab dan Kang Said pun tak lepas dari serangan mereka.

Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)
Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Di dunia maya, “NU Garis Lurus” ini populer melalui media sosial facebook dan jejaring sosial twitter dengan nama akun “NU GARIS LURUS”. Mereka juga terkenal lewat situs pejuangislam.com yang diasuh oleh ust. Luthfi Bashori. Tak hanya mendaku sebagai pejuang Islam atau NU Garis Lurus, kelompok ini juga mengklaim sebagai etafet pemikiran dakwah Sunan Giri. Gerakan ini, boleh jadi merupakan semacam bentuk tandingan atau perlawanan terhadap faham-faham pemikiran yang mereka anggap sesat macam pluralisme, sekularisme, liberalisme atau faham “Syi’ahisme”. Menurut mereka, faham-faham tersebut tak boleh ada dalam NU, tokoh-tokoh NU yang dianggap memiliki prinsip-prinsip ‘terlarang’ itu tak layak dan tak boleh ada dalam NU.

Paradigma “NU Garis Lurus” yang berusaha untuk ‘meluruskan’ NU dari faham-faham yang mereka anggap bengkok ini, sebetulnya sah-sah saja. Hanya, masalahnya ada pada cara berdakwah. Jika kelompok “NU Garis Lurus” ini mengaku sebagai pewaris perjuangan dakwah Sunan Giri, maka mestinya mereka berkaca pada beliau dalam beberapa hal;

Pertama, sejarah mencatat bahwa, dakwah Sunan Giri banyak melalui berbagai metode, mulai dari pendidikan, budaya sampai pada politik. Dalam bidang pendidikan misalnya, beliau tak segan mendatangi masyarakat secara langsung dan menyampaikan ajaran Islam. Setelah kondisi dianggap memungkinkan beliau mengumpulkannya melalui acara-acara seperti selametan atau yang lainnya, baru kemudian ajaran Islam disisipkan dengan bacaan-bacaan tahlil maupun dzikir. Dengan begitu, masyarakat melunak hingga pada akhirnya mereka memeluk Islam. Kanjeng Sunan Giri tidak mengenal metode dakwah dengan cara mencela atau bahkan menghina.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua, dalam bidang budaya kanjeng Sunan Giri juga memanfaatkan seni pertunjukan yang menarik minat masyarakat. Beliau juga dikenal sebagai pencipta tembang Asmaradhana, Pucung, Cublak-cublak suweng dan Padhang bulan. Lalu tentu saja beliau masukkan nilai-nilai keislaman di dalamnya. Itu semua dilakukan kanjeng Sunan demi tersebarnya ajaran Islam yang damai. Kanjeng Sunan -sekali lagi- tidak mengajarkan metode berdakwah dengan saling mencemooh atau menghujat mereka yang tak sependapat.

Ketiga, di bidang politik, kanjeng Sunan Giri dikenal sebagai seorang raja. Dalam menjalankan kekuasaannya, beliau tak pernah berlaku otoriter dan semaunya sendiri. Beliau selalu menggunakan cara-cara persuasif untuk menarik minat masyarakat terhadap ajaran Islam. Beliau tidak mencontohkan strategi dakwah dengan cara mencaci maki mereka yang tidak sefaham.

Wa ba’du, Terlepas dari apakah “NU Garis Lurus” ini memang betul-betul berasal dari kalangan nahdliyyin ataukah sekedar ulah oknum yang tak bertanggung jawab, yang jelas supaya betul-betul lurus, “NU Garis Lurus” mesti mengubah gaya dakwahnya yang cenderung ekstrim itu. “NU Garis Lurus” juga harus bisa memahami bahwa di dalam tubuh NU selalu penuh dinamika. Perbedaan pendapat menjadi sesuatu yang biasa dan berbeda jalan pemikiran adalah hal yang niscaya. Jika “NU Garis Lurus” terus bersikukuh dengan strategi kerasnya, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Alih-alih mendaku sebagai kelompok “NU Garis Lurus”, yang ada mereka justeru menjadi “NU Garis Keras”. Wallahu a’lam.

M. Alim Khoiri, warga NU tinggal di Kediri

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 23 Desember 2017

PC Muslimat NU Subang Resmi Dilantik

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Subang, Jawa Barat Periode 2015-2020 hasil konferensi yang digelar di Kantor PCNU Subang pada bulan April lalu resmi dilantik.

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Dra.Euis Badriyah,M.Pd, Ketua III Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Barat, di Gedung Islamic Center Subang, Jln. Arif Rahman Hakim No. 8 Subang. Sabtu (8/8)

PC Muslimat NU Subang Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC Muslimat NU Subang Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC Muslimat NU Subang Resmi Dilantik

Dalam kesempatan itu, Hj. Iis Salamah selaku Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Subang menyatakan bahwa Muslimat NU adalah wadah perjuangan organisasi yang harus maju baik jamaahnya maupun jamiyahnya, ia pun berjanji tetap tidak akan membawa Muslimat NU Subang ke ranah politik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Organisasi Muslimat NU bukan organisasi politik dan bukan juga organisasi profit!" tegasnya.

Muslimat NU, kata dia, adalah organisasi jihad untuk memperkuat paham ahlussunnah waljamaah dan dalam rangka menjadi muslimat yang menjadi teladan bagi umat dan dicintai masyarakat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ditambahkannya, program utama PC Muslimat NU Subang periode kepemimpinannya adalah pemantapan jamiyah dan penguatan jamaah dengan paham ahlussunah wal jamaah melalui program pengajian bulanan.

"Program utama kita adalah peningkatan kualitas jamaah dalam menjalankan sunah wal jamaah," katanya usai kegiatan.

Dalam kegiatan pelantikan ini, selain dihadiri ibu-ibu Muslimat NU se-Kabupaten Subang, juga dihadiri KH Musyfiq Amrullah (Ketua PCNU Subang) beserta jajarannya, H Ojang Sohandi (Bupati Subang), KH Maman Imanulhaq, (Anggota DPR RI) dan beberapa pejabat daerah setempat. (Aiz Luthfi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Hukum Puasa Hari Jumat

Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, Islam juga menganjurkan puasa sunah bagi umatnya. Berbeda dengan puasa wajib, puasa sunah ada yang ditentukan waktunya dan ada pula yang boleh dilakukan kapanpun selama tidak dilakukan di hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, hari Tasyriq, dan lain-lain.

Bagaimana dengan hari Jumat? Apakah boleh mengerjakan puasa pada hari tersebut atau tidak? Pasalnya, selain Idul Fitri dan Idul Adha, Allah SWT juga menjadikan hari Jumat sebagai hari spesial bagi umat Islam. Dalam hadits riwayat Ibnu Abbas dijelaskan, Rasulullah SAW berkata, “Ini (Jumat) adalah hari Id yang dijadikan Allah SWT untuk kaum Muslimin,” (HR Al-Thabarani).

Hukum Puasa Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Puasa Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Puasa Hari Jumat

Sebab itu, menurut sebagian ulama, puasa hari Jumat dimakruhkan karena hari tersebut dianggap sebagai hari raya. Kemakruhan puasa di hari Jumat ini berlaku bila sebelum atau sesudahnya tidak puasa. Pendapat ini merujuk pada hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Artinya, “Janganlah kalian puasa hari Jumat melainkan puasa sebelum atau sesudahnya,” (HR Al-Bukhari).

Sebetulnya ulama masih berbeda pendapat terkait kemakruhan puasa hari Jumat. Perbedaan ulama ini dijelaskan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashaishil Jum’ah. Dalam kitab ini, Imam An-Nawawi, sebagaimana dikutip As-Suyuthi, menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pendapat yang paling shahih menurut madzhab kami dan ini termasuk pendapat jumhur ulama bahwa puasa hari Jumat makruh kalau tidak puasa sebelum dan sesudahnya. Sebagian pendapat mengatakan tidak makruh kecuali bagi orang yang terhalang ibadahnya lantaran puasa dan tubuhnya lemah.”

Berdasarkan pendapat di atas, jumhur ulama mengatakan makruh puasa hari Jumat bila tidak dibarengi puasa hari Kamis atau hari Sabtu. Ada juga pendapat yang mengatakan puasa tidak makruh kecuali bagi orang yang fisiknya lemah dan dikhawatirkan puasa membuatnya malas ibadah.

Selain perbedaan dalil, perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hukum puasa hari Jumat disebabkan oleh perbedaan mereka dalam memahami larangan puasa hari Jumat.

Ada yang mengatakan puasa dimakruhkan pada hari itu karena hari raya; ada pula yang mengatakan puasa dimakruhkan karena hari Jum’at dianjurkan memperbanyak ibadah. Ini disamakan dengan wukuf di Arafah; ada juga yang mengatakan puasa dimakruhkan karena untuk berbeda dengan kaum Yahudi. Orang Yahudi puasa pada hari raya mereka, sementara umat Islam dianjurkan untuk tidak puasa pada hari raya. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Nahdlatul, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 13 Desember 2017

Pemuda-pemuda NU Berlatih Melek Digital Marketing

Malang, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Sejumlah pemuda NU menggagas pelatihan digital marketing sebagai pemanfaatan dunia siber yang kian berkembang untuk desa-desa binaan yang sudah memiliki produk unggulan khas daerah masing-masing, Selasa (9/1) di Hotel Tidar Malang. 

Adalah Saiful Arif, yang sudah malang melintang jualan online dengan omset puluhan juta, menjadi penyaji materi “Digital Marketing” untuk 30 peserta yang hadir. Peserta mewakili desa Jatiarjo, Jatisari, Jarangan, Kalipucang (Lereng gunung Bromo), Podokoyo dan Wonosari. 

Pemuda-pemuda NU Berlatih Melek Digital Marketing (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda-pemuda NU Berlatih Melek Digital Marketing (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda-pemuda NU Berlatih Melek Digital Marketing

Desa-desa yang berada di Kabupaten Pasuruan itu sedang mengembangkan desa wisata dan olahan jajanan lokal hingga kopi yang didampingi langsung oleh sejumlah pemuda NU yang tergabung dalam Averrous Community.

Menurut Saiful, setiap dari pemilik toko online harus menentukan pembeli atau audience produk sebelum memasarkan. Ketika, pasar sudah ditentukan barulah strategi lain seperti kemasan, foto hingga harga menjadi penentu tampilan produk. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tak serumit rumus matematika untuk bisa sukses jualan online, cukup memanfaatkan tampilan menarik, copy writer yang tertata, nama barang yang marketable dan memanfaatkan market place yang sudah tersedia dengan baik dan benar. Selebihnya, harus terus dijaga secara berkelanjutan. 

Ketika konsep tersebut sudah tertata, maka langkah selanjutnya adalah memanfaatkan media sosial berupa akun pribadi di Facebook, Instagram, website, dan YouTube untuk pengoptimalisasian dengan terus up-date produk dan menyapa teman agar tidak monoton jualan. 

“Strategi ini sudah saya jalankan, kuncinya ada pada istiqomah uploud dan berinteraksi dengan calon pembeli,” ujarnya di Aula Hotel Tidar, Jl. Puncak Tidar No.1, Karangwidoro, Dau, Malang.   

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rencananya, setiap lima dari perwakilan desa dampingan ini nantinya akan menjadi steakholder yang memegang online marketing produk unggulan desa masing-masing. Seperti Jatiarjo dan Kalipucang yang memiliki produk unggulan kopi robusta terbaik di kelasnya, maka Kopi ini nantinya akan dijual secara online oleh alumni pelatihan Digital Marketing yang digagas oleh sejumlah pemuda NU Kota Malang ini, begitupun dengan produk unggulan desa-desa lainnya. (Diana Manzila/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 Desember 2017

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten

Klaten, Rohis Tegal - Rohani Islam - Komunitas Gusdurian Klaten memperingati wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ketujuh dengan serangkaian acara dipusatkan di alun-alun Kota Klaten, Jawa Tengah, Jumat (10/2) sore.

Acara tersebut tak hanya diprakarsai Gusdurian Klaten, tetapi juga didukung bersama FKUB Kebersamaan dan komunitas multikultur.

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten

Menurut Koordinator Jaringan Gusdurian Klaten, Marzuki, acara kali ini bersamaan dengan perayaan Cap Go Meh di Kota Klaten. “Konsep acaranya peringatan Haul Gus Dur, doa kebangsaan lintas iman, dan Cap Go Meh,” ujar Marzuki, di sela acara.

Dipaparkan Marzuki, dalam acara ini ditampilkan aksi seni budaya asli warga Klaten. “Dengan mengkolaborasikan karya-karya seni dan budaya dari seluruh pelosok wilayah Klaten menjadi pertunjukan yang mendidik dan menginspirasi” kata dia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia juga berharap agar acara ini dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda, tentang arti dari sebuah kebersamaan dalam keragaman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Turut hadir dalam kesempatan ini, salah satu puteri Gus Dur, Yenny Wahid beserta sejumlah tokoh dari Kota Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo menitipkan beberapa pesan kepada generasi muda penerus bangsa. Ia meminta kepada pemuda untuk memiliki mimpi besar. Baginya, mimpi besar ini bisa terwujud jika dibarengi dengan usaha yang maksimal, mewujudkannya dengan sepenuh hati, dan berdoa kepada Tuhan. ?

“Misalnya kalau sekolah dokter itu jangan hanya ingin menjadi dokter umum. Seharusnya mimpinya memiliki rumah sakit,” kata Jenderal Gatot di hadapan Ketua Osis SMA Jakarta dan Ketua Gerakan Pemuda serta hadirin peserta Simposium Nasional di Balai Kartini Jakarta, Senin (14/8).

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia

Selain itu, lulusan Akademi Militer 1982 itu juga berpesan kepada pemuda untuk jangan takut mencoba hal baru dan jangan takut untuk gagal. Kalau seandainya suatu saat seseorang tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, maka ia harus meningkatkan kualitas diri.

“Kalau nilainya jelak, maka waktu belajarnya harus ditambah. Kalau sebelumnya cuma dua jam, jadi empat jam,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selanjutnya, ia beramanat agar pemuda Indonesia untuk hidup dan berjuang untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Terakhir, ia menaruh pesan bahwa pemuda Indonesia harus percaya kepada kemampuannya sendiri.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Berpikir secara global, menang secara lokal. Satu lagi saya minta tolong sampaikan kepada ibu-ibu muda. Kalau mengantarkan anaknya ke PAUD atau ke TK atau ke SD, ketika sampai di depan pintu tolong bisikkan di telinga anak untuk rajin belajar untuk menjaga Indonesia ini,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Anti Hoax, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Olahraga, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 30 November 2017

Peserta 16 Besar Liga Santri asal NTB Tiba di Jakarta

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Peserta Liga Santri Nusantara (LSN) asal NTB tiba di Wisma Atlit Cibubur, Jakarta Timur pukul 21. 00 WIB kamis (29/10) malam. Grup sepak bola pesantren Bayyinul Ulum yang merupakan peraih juara 1 zona NTB, bertolak dari Bandara Internasional Lombok tujuan Bandara Sukarno-Hatta dengan durasi 1.45 menit.

Peserta 16 Besar Liga Santri asal NTB Tiba di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta 16 Besar Liga Santri asal NTB Tiba di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta 16 Besar Liga Santri asal NTB Tiba di Jakarta

Mereka akan bertanding Jumat (30/10) sore melawan pesantren Darunnajah Garut di lapangan Danlanud Halim, Jakarta Timur.

Tim ini yang terdiri atas 26 orang ini meliputi 20 pemain 5 official dan 1 koordinator zona.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami karena belum pernah terpikirkan dari sebelumnya bahwa kami akan lolos di 16 besar dan membawa santri," kata manajer klub Ustadz Mahmud Bachri.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mahmud menambahkan, pihaknya tidak menargetkan yang tinggi-tinggi dalam pertandingan yang akan merebut tiket 8 besar.

"Akan tetapi kehadiran pihaknya adalah bertujuan agar pesantrennya terkenal dan pesantren menjadi pilihan bagi anak-anak ke depan sebagai tempat menimba ilmu," kata Mahmud. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, IMNU, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 29 November 2017

UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor

Bogor, Rohis Tegal - Rohani Islam. Usai diresmikan Oktober lalu, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur melakukan sosialisasi penjaringan tenaga pengajar. Pasalnya, kampus baru ini memerlukan banyak dosen tetap menyusul diterimanya 80 mahasiswa baru sebagai angkatan pertama pada 2014.

UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor

"UNU Kaltim membutuhkan 60 dosen. Kita tawarkan (kepada santri-santri) untuk menjadi dosen tetap," kata Ahmad Baequni, ketua Bidang Pengelola UNU Kaltim, di hadapan puluhan mahasiswa Program Beasiswa Santri Berpretasi (PBSB) di Pondok Pesantren Entrepreneurship Pemuda dan Mahasiswa (Pandawa), Sabtu (20/12).

Baequni menerangkan bahwa mahasiswa PBSB yang sudah lulus sarjana dapat menjadi dosen tetap di UNU Kaltim, tapi sambil melanjutkan kuliah S2 yang linier (sesuai) dengan jurusan ketika studi S1. Untuk masalah seleksi, pihaknya sudah menyiapkan mekanisme yang sesuai dengan aturan penerimaan dosen.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk itu, ia berharap kepada para mahasiswa yang hadir dalam workshop yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama itu supaya siap-siap menjadi bagian dari generasi yang membangun Indonesia. "Kita sama-sama sebagai santri, mudah-mudahan semakin cerdas mewarnai pembangunan di Indonesia," pintanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Baequni menilai mahasiswa PBSB mempunyai kelebihan dengan mahasiswa lainnya. Di samping berlatar belakang santri, mereka juga studi di berbagai jurusan di perguruan tinggi bonafit yang berada di Indonesia. "Sebagai keluarga Nahdliyyin, alangkah baiknya kita untuk bekerja sama, tandasnya.

Selain sosialisasi penjaringan dosen, Baequni juga memaparkan visi yang dimiliki oleh UNU Kaltim, "Transforming Islamic Values for Sustainable Future". Ia menerangkan visi tersebut merupakan bentuk nilai-nilai keislaman ke dalam studi serta bisa mewarnai pembangunan di Indonesia. Apalagi UNU Kaltim kini sudah membuka jurusan Teknik Informatika, Desain Interior, Teknologi Industri Pertanian, Akuntansi, Farmasi, Teknik Energi Terbarukan, Teknik Arsitekrur, Pendidikan Anak Usia Dini, Komunikasi dan Hubungan Internasional. (Muhammad Zidni Nafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Halaqoh, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf

Palu, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf memberikan apresiasi kepada ketua umum terpilih M Agus Mulyono Herlambang di akhir penutupan kongres XIX, Senin (22/05), Masjid Agung Darussalam Palu Sulawesi Tengah,

Dalam kegiatan yang diberi tema Meneguhkan Konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadaban Aminuddin Maruf mengajak kepada kader-kader PMII se-Indonesia untuk berpegang teguh menjaga NKRI, menjaga Nahdlatul Ulama dan menjaga PMII.

Masih dalam forum yang sama, Ketum PB PMII asal Jakarta itu memberikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap kader-kader PMII yang dapat menyelesaikan Kongres XIX ini dengan baik dan lancar.

Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf

"Target kami kongres maksimal dilaksanakan selama 1 minggu, dan Alhamdulillah kongres XIX ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada insiden yang mengganggu." ungkap Ketum PB PMII Demisioner.

Lanjutnya, "Hari ini kita buktikan bahwa kita kompak di bawah kepemimpinan Muhammad Agus Mulyono Herlambang Ketua Umum PB PMII terpilih."

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di akhir sambutan, Aminuddin Maruf sampaikan permohonan maafnya kepada seluruh kader-kader PMII.

"Atas nama pribadi, atas nama pimpinan, saya memohon pintu keikhlasan apabila selama kepengurusan kami ada sesuatu yang seharusnya tidak kami lakukan, ada sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi kalian, karena sesungguhnya kami telah bekerja keras. Terakhir, kami bangga menjadi PMII," tegas Ketum PB PMII 2014-2017.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penutupan kongres ini, juga di isi sambutan oleh Ketua Umum PB PMII terpilih M. Agus Mulyono Herlambang.

"Amanah yang telah diberikan ini adalah amanah yang berat bila saya tanggung sendiri. Tapi apabila tangan kader-kader PMII se-Indonesia mau membantu, maka kita mampu maju dan besar bersama," ucap M. Agus Mulyono Herlambang.

Keberhasilan organisasi adalah bagaimana organisasi dapat menyelesaikan dengan dialektis, dan melanjutkan program-program yang lama.

"Perubahan yang akan kita lakukan ke depan bersifat dialektis, mari bersama-sama menyongsong PMII," tegas Ketum PB PMII terpilih.

Ketum PB PMII terpilih asal Jombang ini menerangkan bahwa dirinya adalah seorang akademisi sastra Inggris dan juga Septi Rahmayati Ketua Umum PB Kopri terpilih seorang akademisi pendidikan bahasa Inggris.

Di akhir sambutannya, Ketum PB PMII terpilih menegaskan, "Kongres ini adalah awal menjadikan PMII menjadi lebih baik lagi". (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Doa, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jelang Muktamar ke-33 NU 1-5 Agustus 2015 mendatang, wacana muktamar semakin penuh dinamika. Setelah Musyawarah Nasional di Jakarta 14 Juni 2015 lalu menghasilkan model pemilihan Rais Aam Syuriyah dan Ketua Umum Tanfidziah, juga beberapa rekomendasi organisasi lainnya.

PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWNU Jawa Barat, Dr KH Eman Suryaman menilai, bahwa isu-isu negatif tidak perlu terjadi di NU. Menurutnya, konsentrasi para pengurus NU baik dari cabang maupun pusat seyogyanya lebih difokuskan untuk berpikir tentang pembangunan organisasi.

"Saya kira penyebaran isu-isu negatif jelang muktamar tidak perlu muncul. Ini adalah Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi yang kulturnya dibangung dari adab, akhlak, dan tujuannya untuk membangun peradaban,” ujarnya di Kantor PWNU Jawa Barat, Rabu (24/6).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain tidak etis, tambahnya, juga tidak produktif bagi sebuah pengembangan organisasi.  Warga dan pengurus NU jangan larut urusan isu-isu tersebut karena itu tidak produktif.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam pandangan Eman, energi pengurus dan warga NU dalam muktamar tahun ini harus dicurahkan untuk kepentingan umat, bangsa, dan dari organisasi NU.

"Isu ekonomi kerakyatan, pengembangan koperasi pesantren, memajukan himpunan pengusaha NU, kaderisasi di masing-masing badan otomon, dan juga kreativitas pemikiran dalam diskursus keislaman dan keindonesian adalah hal yang lebih utama ketimbang sekadar urusan siapa yang jadi pemimpin," terangnya.

Menurut Eman, sebuah organisasi jangan terjebak sekadar berpikir siapa yang akan jadi ketua dan siapa sekretarisnya. Ini pasti akan dapat, dan pasti akan terealisasi karena memang agenda muktamar. 

“Tetapi muktamar bukan sekedar urusan memilih ketua umum, melainkan juga mengurus banyak rekomendasi yang sifatnya amanah dan maslahat umat,” tandasnya. (Yus Makmun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Tokoh, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 10 November 2017

Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Hari lahir (harlah) Majelis Ta’lim Al-Ahadi ke-64 digelar di halaman Pondok Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong, Ahad (10/1) siang bertepatan dengan 30 Rabiul Awal 1437 hijriah.

Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan

Perayaan harlah tahun ini terasa cukup istimewa. Sebab 23 raja dan sultan yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara turut memeriahkan perayaan harlah. Apalagi, para raja dan sultan tersebut berkunjung untuk pertama kalinya ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Para pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong hadir menyambut para raja dan sultan. Tampak hadir KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, KH Moh Hasan Saiful Islam, Nyai Hj Diana Susilowaty, serta tuan rumah lainnya Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kunjungan tersebut, para raja dan sultan yang tergabung dalam Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan Indonesia (AKKI) itu berkesempatan bertatap muka dengan para jamaah Majelis Ta’lim Al-Ahadi. Para raja dan sultan memanfaatkan pertemuan tersebut untuk bersilaturahim dengan ulama dan masyarakat.

Selain itu, para raja dan sultan juga memberikan sejumlah penghormatan dan penghargaan kepada para pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Secara bergantian, penghargaan berupa cendera mata, tali asih dan tali hati itu disematkan kepada KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, KH Moh Hasan Saiful Islam, dan Nyai Hj Diana Susilowaty.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penyematan penghargaan tersebut dilakukan bersamaan dengan penganugerahan gelar kebangsawanan kepada tiga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan tersebut. Penobatan dipandu oleh Ketua AKKI Yang Mulia Lulu Gede Parma.

KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah dianugerahi gelar Sri Raja Niti Nata Kusuma. Nyai Hj Diana Susilowaty dianugerahi gelar Ratu Ayu Sekartaji. Sementara KH Moh Hasan Saiful Islam dianugerahi gelar Dipertuan Blambangan Whre Wirabumi.

Penganugerahan gelar kebangsawanan tersebut diharapkan menjadi salah satu momentum yang baik untuk menjalin silaturahim yang abadi antara ulama dan raja-sultan. Lebih-lebih, penganugerahan ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak berpuluh-puluh tahun terakhir.

Ketua AKKI Yang Mulia Lulu Gede Parma menuturkan, gelar kebangsawanan itu diberikan sebagai bentuk ucapan terima kasih para raja sultan kepada Ulama. “Para ulama sejak dahulu telah sering mengarahkan dan membimbing raja dan sultan, bahkan hingga sampai mengislamkan mereka para raja dan sultan,” katanya.

“Kami ucapkan selamat atas gelar yang telah dianugerahkan. Semoga bisa membawa kekuatan baru. Kerajaan dan Pesantren makin kuat dan kokoh untuk membentengi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dari kejahatan orang-orang yang ingin memecah belah ummat. Aamiiin,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock