Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

NU Paciran Sowan ke PBNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sowan ke PBNU di Jakarta, pada Jumat sore, (04/01).

Menurut perwakilan rombongan, Misbahul Munir, tujuan sowan tersebut adalah silaturahim jasadiyah dan bathiniyah. Jasadiyah, ingin melihat gedung PBNU yang selama ini hanya dilihat di TV. Juga ingin bertemu dengan pengurus PBNU secara langsung.

NU Paciran Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Paciran Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Paciran Sowan ke PBNU

“Silaturahim bathiniyah, kami ingin mendapat taushiyah dari PBNU,” kata Misbah yang juga Kepala MTs Tarbiyatu Tholabah tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Taushiyah itu, sambung pria berusia 44 tahun tersebut, adalah bagaimana cara terbaik untuk membentengi warga Nahdliyin di Paciran dari “aliran” Islam garis keras yang mulai berkembang di kecamatan tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mereka datang ke rumah-rumah untuk mengajak kelompok mereka. Satu dua warga Nahdliyin sudah ada yang masuk aliran tersebut. ? “Dengan demikian, meminta PBNU bagaimana cara membentenginya,” tanyanya.

Juga, kami ingin meminta petunjuk bagaimana cara mengelola pendidikan yang baik dan profesional dan meningkatkan mutu SDM. Selama ini, lembaga di bawah Ma’arif masih tertinggal dari sekolah-sekolah lain.

Rombongan berjumlah 27 orang terdiri dari pengurus MWC, Ma’arif dan kepala Madrasah Ibtidaiyah di Paciran tersebut diterima Bendahara PBNU, Nasirul Falah dan Wakil Ketua PP LP Maa’rif, Sri Mulyati, di aula PBNU lantai 5.

Menanggapi permintaan perwakilan rombongan, Nasirul Falah mengatakan, untuk membentengi warga Nahdliyin, sedang diupayakan melalui Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang akan turun ke daerah-daerah.

Selain itu, Nasirul juga menjelaskan, PBNU melalui Lembaga Perekonomian NU mendorong pemberdayaan ekonomi warga Nahdlyin. “Sementara ini baru melalui pasar rakyat yang memasarkan salah satu produk unggulannya minyak goreng bintang sembilan,” katanya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis: Abdulllah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 12 Februari 2018

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap seni dan kebudayaan asli dari Kota Surabaya, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Surabaya memberikan Penghargaan Sapta Wikrama kepada seniman Surabaya, Kartolo dan Ida Lailia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pagelaran berbagai seni di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/5) ini, pukul 18.00 WIB.

?

Ketua Lesbumi PCNU Kota Surabaya M Hasyim Asyari menjelaskan bahwa? kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian NU terhadap kesenian asli Surabaya. Karena, katanya, beberapa kesenian dan kebudayaan tersebut sebagian masih eksis dan hanya segelintir orang dan komunitas yang merawat dan melestarikannya.

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

?

Menurutnya, selain dalam rangka berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan, Lesbumi hadir untuk merawat dan melestarikan tradisi kesenian dan kebudayaan Nusantara khususnya di Surabaya.

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk itu dalam acara tersebut Lesbumi juga akan menampilkan pagelaran seni modern dan dan kesenian khas daerah. “Pada siang hari akan ada pagelaran musik modern dan malam akan ada kentrung dan kidungan, pencak jidor serta penghargaan untuk seniman ludruk,” katanya dalam siaran pers, Ahad (29/5) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Ia menambahkan era digital menjadi tantangan nilai-nilai keluhuran budaya Nusantara. Kondisi ini menjadi tanggung jawab Lesbumi untuk mempertahankan, melestarikan, dan mengolaborasi kesenian.

?

"Kebudayaan tradisional menjadi suguhan yang mempunyai daya tarik bagi seluruh kalangan. Lesbumi diharapkan menggali kembali kesenian dan kebudayaan tradisional, Lesbumi harus menghargai dan mengapresiasi karya seni dan budaya untuk menjadi motivasi generasi muda di masa-masa yang akan datang," tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Pesantren, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 09 Februari 2018

Ulama Besar Syiria dan Mesir Hadir di Muktamar XII JATMAN

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Aam JATMAN Habib Luthfi bin Yahya, Ahad (14/1) malam menyambut kedatangan para tamu dari luar negeri dalam rangka Muktamar ke-12 JATMAN di Pekalongan, Jawa Tengah.

Ulama Besar Syiria dan Mesir Hadir di Muktamar XII JATMAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Besar Syiria dan Mesir Hadir di Muktamar XII JATMAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Besar Syiria dan Mesir Hadir di Muktamar XII JATMAN

Seperti dilansir Fanpage Jatman Event, dalam suasana hangat dan penuh dengan kerinduan, mereka bertemu setelah jenjang waktu cukup lama tidak kunjung ke Indonesia. Mereka adalah para masyayikh, mufti dan ulama dari negeri Syiria dan Mesir.

Bagi Habib Luthfi, para tamu tersebut adalah keluarga dan santri dari seorang guru besar asal Syiria, yakni almarhum DR. Syaikh Rajab Dieb.

Tidak ada masalah yang mereka perbincangkan dalam waktu yang cukup singkat itu kecuali masalah umat, mahabbah kepada Nabi Muhammad, dan pengalaman spiritual mereka dengan Rasulullah, serta pesan orangtua dan guru mereka almarhum DR. Syekh Rajab Dieb tentang Maulana Habib Luthfi.

Keempat ulama asal Syiria tersebut adalah Syekh Umar Rajab Dieb, Syekh Mahmud Syahadah, Syekh Adnan al-Afyuni dan Syekh Muhammad Rajab Dieb.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam waktu yang sama, malam digelarnya acara Muktamar ke-12 JATMAN di kota Batik Pekalongan, Habib Luthfi juga menyambut kedatangan seorang ulama dan guru besar Thariqah Syadziliyah dan Qadiriyah dari negeri Piramid Mesir.

Ia adalah DR Syekh Yusri Rusydi Jabr al-Hasani, seorang guru besar ilmu tasawuf dan thariqah, penulis produktif, imam besar serta khatib di kota Muqatham Mesir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Banyak hal yang dibicarakan oleh keduanya dalam pertemuan yang sangat singkat tersebut terutama masalah sufi, tasawuf dan thariqah.

Syekh Yusri Rusydi al-Hasani berkunjung ke kediaman Habib Luthfi didampingi oleh keluarga dan para santrinya dengan agenda ceramah yang cukup padat di berbagai kota di Indonesia. (Muhdor Ahmad Assegaf/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga

Medan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Munculnya aliran yang dianggap sesat menyedot perhatian warga Kota Medan, khususnya warga di kawasan Belawan dan Marelan, sehingga memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan masyarakat.

"Yang dipegang dalam Islam adalah yang diajarkan dalam Alquran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Jika menyalahi Al-Quran dan Hadist maka dianggap sesat," kata Dr Ramli Abdul Wahid MA dalam ceramahnya pada Diskusi Panel "Aliran Sesat dan Solusi Pemecahannya" di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, Medan, Sumut, Rabu (21/2).

Menurut dia, terhadap ajaran sesat yang merusak iman harus dikenakan hukuman. Ia mengambil contoh pada masa awal kekhalifahan dahulu, setiap orang yang mengaku nabi akan dihukum pancung, karena dalam Islam tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga

Tapi hal itu, katanya, berlaku di negara Islam, sedangkan di Indonesia tidak bisa diterapkan.

Prof Dr Abdullah Syah MA, Ketua MUI Sumut mengatakan, "Kita akan memanggil tokoh atau pemimpin aliran atau keyakinan yang dianggap sesat itu, kita ajak muzakaroh (dialog) tentang ajarannya, setelah itu baru bisa kita fatwakan ajaran itu sesat atau tidak".

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih jauh Abdullah Syah yang juga Guru Besar IAIN Sumut itu mengungkapkan, MUI Sumut sudah banyak mengeluarkan fatwa tentang aliran sesat, seperti Ahmadiyah, Inkarus Sunnah, Islam Jama`ah dan lain-lain.

"Sampai tahun 2003, MUI sudah mengeluarkan delapan fatwa tentang paham keagamaan," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketika disinggung tentang kekuatan fatwa tersebut, ia mengatakan MUI hanya lembaga fatwa, bukan putusan hakim yang bersifat mengikat. (ant/hen)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Doa, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Duta Besar Irak Abdullah Hasan mengatakan ada perkara yang sangat ditakutkan dalam beragama, yaitu ulama atau orang alim yang tidak melaksanakan ajaran agamanya. Kedua, orang yang menjadi sumber pengetahuan dan ajaran agama tapi tidak memiliki pemahaman agama yang baik.

Demikian disampaikan Hasan saat diminta memberikan sambutan oleh Ketua JATMAN DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam pada pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN DKI Jakarta masa khidmat 2017-2022 di Hotel Balairung, Matraman, Ahad (19/3).

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Sebelumnya Hasan mengungkapkan ada tiga hal yang sangat penting untuk selalu diingat dan dilakukan oleh umat Islam.

“Pertama, bagaimana umat Islam bisa menepati apa yang ada di dalam Al-Quran yang telah diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kedua, harus mencontoh Rasulullah SAW dalam menjalankan Al-Quran melalui apa yang disebut sebagai sunah rasul,” urainya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal berikutnya adalah menghindari perpecahan. Dalam kehidupan di mana banyak terdapat kelompok, masing-masing-masing kelompok berbeda pemikiran, tetapi merasa paling benar sehingga dapat menjadi sumber perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, tasawuf dan tarekat telah sejak lama berkembang di Irak. Itu terbukti dengan banyaknya para tokoh besar di bidang tasawuf, seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Al-Baghdadi, dan Syekh Rifai.

“Para tokoh tersebut merupakan orang-orang besar dalam pelajaran dan pendidian tasawuf dengan pendekatan akidah dan sunah. Bagi mereka, sealim apapun dan sehebat apapun seseorang kalau tidak sesuai dengan Al-Quran, maka harus ditinggalkan,” terang Hasan.

Tampak hadir pada pelantikan ini Duta Besar Iran Valiollah Mohammadi dan Duta Besar Mesir Ahmed Mohammed Eid. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

Istri Pria yang Dibakar Massa Berharap Anaknya Bisa Belajar di Pesantren

Bekasi, Rohis Tegal - Rohani Islam. Siti Zubaidah, istri Muhammad Al-Zahra (MA)—pria yang meninggal dunia karena dibakar massa setelah diduga mencuri amplifier dari sebuah mushalla di Bekasi, berharap Alif Saputra, anak mereka bisa mengikuti pendidikan di pondok pesantren. Hal itu agar Alif mengikuti jejak ayahnya yang juga lulusan pondok pesantren.

Istri Pria yang Dibakar Massa Berharap Anaknya Bisa Belajar di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Istri Pria yang Dibakar Massa Berharap Anaknya Bisa Belajar di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Istri Pria yang Dibakar Massa Berharap Anaknya Bisa Belajar di Pesantren

“Harapannya si Alif ingin dipondokin, biar ikuti jejak ayahnya. Dulu pernah mondok di Bogor sebelum (menikah) sama saya,” ujarnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam ? saat ditemui di kediamannya di ? Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/8) siang.

Wanita 25 tahun yang kini tengah mengandung anak kedua usia 6 bulan, menambahkan Alif sering menanyakan di mana ayahnya.

“Kalau Maghrib suka diajak shalat di mushala. Kemarin juga nanyain, ‘Abi kok nggak shalat, enggak Allah Allah (menyebut Allahu Akbar saat melakukan gerakan shalat?’ Saya jawab, abi sudah tidur,” lanjut Zubaidah sambil menahan tangisnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seperti ramai diberitakan, MA yang berprofesi sebagai ahli reparasi alat-alat elektronik dituduh mencuri amplifier di mushalla Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8) pukul 16.30 WIB. Tuduhan itu membuat orang-orang melakukan penyiksaan hingga menyebabkan kematian.

Karena kesedihannya, Zubaidah mengaku tidak enak makan. Siang itu wajahnya tampak sayu menyambut kedatangan sejumlah pihak yang bersimpatik atas musibah yang menimpa keluarganya. Selain NU Online, Zubaidah menerima kunjungan MUI Kabupaten Bekasi, Jawara Jaga Kampung (Jajaka) Bekasi, Karang Taruna, dan NU Care-LAZISNU.

Dari NU Care-LAZISNU, Zubaidah juga menerima uang santunan, satu eksempalar Al-Qur’an, mukena, serta sepeda untuk Alif. Direktur Penyaluran NU Care, Slamet Tuhari mengungkapkan, meninggalnya MA membuat kesedihan mendalam bagi banyak pihak.

Dugaan pencurian yang dilakukan MA yang belum tentu terbukti, namun menyebabkan massa melakukan penyiksaan dan membakar hidup-hidup, sungguh mengusik nilai kemanusiaan.

“NU Care-LAZISNU sebagai lembaga kemanusiaan, sangat tersentuh dengan kejadian ini. Apa pun alasannya, apa yang dilakukan mereka (pelaku pembakaran), sangat tidak manusiawi dan melanggar hukum,” kata Slamet.

Rohis Tegal - Rohani Islam

NU Care juga mengagendakan untuk memberikan biaya persalinan dan modal usaha Zubaidah, serta beasiswa pendidikan bagi Alif. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang beberapa tokoh nasionalis untuk mendiskusikan persoalan-persoalan mendasar seputar amandemen Undang Undang Dasar 1945 yang telah dilakukan empat kali. Sebagai institusi sosial keagamaan terbesar di Indonesia yang punya andil besar dalam mendirikan bangsa ini, PBNU ingin memberikan masukan-masukan dengan terlebih dahulu menyaring beberapa pokok pikiran dari para ahli.

“Pada diskusi ini posisi PBNU bukan untuk bicara tapi untuk mendengar, mencermati buah fikiran dan mutiara-mutiara pendapat dari para bapak-bapak yang sangat kita hormati. Alhamdulillah semua datang ke sini,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat memberikan kata pengantar diskusi di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (19/7).

Para tokoh nasionalis yang hadir antara lain Try Sutrisno, Kwik Kian Gie, dan Tyasno Sudarto, dan Muji Sutrisno. Sebagai pembanding diskusi Wakil Rektor Universitas Paramadina Jakarta Yudi Latif, Budayawan Radhar Panca Dahana, dan Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan Putro. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nadj.

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” itu merupakan diskusi kedua yang diselenggarakan oleh PBNU. Sebelumnya, PBNU mengundang pakar hukum tata negara Ryaas Rasyid dan beberapa pelaku amandemen antara lain Ali Maskur Moesa dari Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Lukman Hakim Saifuddin dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan untuk membicarakan legalitas serta dimensi hukum dan politik amandemen UUD 1945.

Undang undang hasil amandemen dinilai banyak kalangan justru mendatangkan banyak persoalan. Belakangan muncul keinginan untuk melakukan amandemen untuk kelima kalinya. Menurut Hasyim Muzadi, PBNU ingin mendapatkan masukan-masukan yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek dalam amandemen itu, berikut berbagai konsekuensinya. “Harapannya kita kita dapat berbuat lebih banyak untuk bangsa,” katanya.

Try Sutrisno menyatakan, amandemen UUD 1945 justru akan memunculkan masalah besar jika tidak hati-hati. Menurutnya, amandemen yang telah dilakukan empat kali itu tidak dilandasi oleh “naskah akademik” yang jelas dan tidak mengarah pada pencapaian cita-cita bangsa sebagaimana termakstub dalam pembukaan UUD 1945.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tidak ada salahnya, apabila kita perbaiki yang kurang lengkap. Saya berpendapat, lebih tepat jika saya pilih kaji ulang secara jujur dan bertanggung jawab,” kata mantan wakil presiden itu.

Ketidakjelasan dalam naskah amandemen itu juga ditemukan oleh Kwik Kian Gie. Menurut mantan Menko Ekuin di zaman Gus Dur dan Megawati itu, penambahan ayat dalam pasal 33 UUD 1945 berkaitan dengan sistem perekonomian Indonesia tidak disertai alasan apa pun. “Yang jelas sekarang ini kita mengarah pada ekonomi liberal. Dampaknya kemiskinan meningkat, kekayaan menumpuk pada beberapa orang,” katanya.

Mantan KSAD Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto menyatakan, kesimpangsiuran nasib bangsa Indonesia pasca reformasi disebabkan karena ulah para pemimpin yang tidak merawat warisan bangsa dengan benar, termasuk dengan mengamandemen UUD 1945 itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya tak akan uraikan lagi apa yang jadi kesusahan, kekrisisan dan malapetaka, karena kita sudah tahu, karena kita tidak lagi bersyukur nikmat terbesar, yaitu nikmat kemerdekaan dengan segala ugorampenya, kelengkapannya, yaitu UUD 45 yang notabene adalah rahmat dari Allah,” katanya sembari mengutip puisi Jendral Besar Sudirman tentang kedaulatan negara dan kemandirian bangsa.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan kebebasan warga NU menentukan pilhannya pada Pemilu 2014 mendatang. PBNU mengimbau warga menggunakan hak pilih alias tidak golput agar bisa memengangkan calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan NU.

Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Rohis Tegal - Rohani Islam usai memberikan taushiyah dalam acara pengajian maulidur rasul dan Haul Syech abi Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli (Muallif Dalailul khairat) di Pesantren Darul  Falah Jekulo Kudus, Jum’at (17/1) lalu.

Kiai yang biasa disapa Kang Said ini menekankan warga NU harus menyukseskan pemilihan umum 9 April mendatang dengan menggunakan hak pilihnya. “Pemilu harus sukses, warga NU jangan golput,” tegasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam ceramahnya, ia menegaskan perjuangan melalui politik harus menggunakan kekuatan yang cukup sehingga bisa menang dan meraih kekuasaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Meskipun bagi NU perjuangan siyasah (politik) bukan yang utama, namun orang NU terutama yang jadi caleg harus menang,” ujar Kang Said sambil menyebut salah seorang caleg yang hadir.

Kegiatan yang diadakan pesantren Darul Falah ini diikuti santri putra-putri dan alumni pesantren setempat. Diantara tokoh dan kiai yang hadir, Pengasuh pesantren API Magelang KH Yusuf chudhori, Pengurus RMI bidang Media Wakil Mahfud dan sejumlah caleg partai politik baik pusat maupun daerah. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Ubudiyah, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 21 Desember 2017

Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji

Boyolali, Rohis Tegal - Rohani Islam. Untuk menghindari keruwetan ganti pakaian saat tiba di Arab Saudi, sebagian dari calon haji (calhaj) yang berangkat dari Embarkasi Solo, Jawa Tengah, mengenakan pakaian ihram sejak dari Asrama Haji Donohudan atau sesaat sebelum mereka terbang ke Tanah Suci.

Hal tersebut diinstrusikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo 2013. Menurut Kasubbag Humas PPIH, Badrus Salam, pihaknya menyarankan agar mengenakan pakaian ihram di asrama haji, jika calhaj mengambil miqat umrah wajib saat berada di pesawat terbang.

Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji

“Kami menyarankan hal tersebut karena ganti pakaian di dalam pesawat itu tidak mudah,” ucapnya, Senin (30/9).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain itu, jamaah yang mengambil miqat di Jeddah akan mengalami kerepotan jika mereka berganti pakaian ihram setelah tiba di Jeddah. Pasalnya, kebijakan baru untuk pemeriksaan hanya dilakukan selama dua jam, berbeda dengan tahun sebelumnya yakni empat jam.

“Karena waktu pemeriksaannya singkat, jamaah yang akan berganti pakaian ihram bisa kerepotan mencari tempat ganti pakaian,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun, beberapa kendala mungkin akan dialami calhaj manakala memakai pakaian ihram sejak dari tanah air. Di antaranya kemungkinan tidak kuat untuk menahan hawa dingin di dalam pesawat terbang. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Tangerang Selatan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menyambut dan memperingati Hari Pahlawan 10 November, NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan menggelar acara “Santunan dan Makan Bersama dengan Anak Yatim”. Kegiatan dijadwalkan dilaksanakan pada Ahad, 13 November 2016 di Restauran McD Perempatan Duren, Tangerang Selatan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa dan peran para pahlawan dengan semangat berbagi, beramal dan berbahagia bersama anak yatim,” tutur Ketua Panitia Rizky Subagia, saat dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam, Selasa (2/11) malam.

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Rizky menambahkan sasaran peserta kegiatan ini adalah anak yatim berusia di bawah 12 tahun atau mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Rizky menyampaikan, untuk para Donatur yang ingin ikut berbagi kebahagian bersama dalam kegiatan tersebut, Panitia menyediakan Paket Infaq sekaligus undangan menghadiri kegiatan.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ada tiga Paket Infaq yang disediakan Panitia. Para Donatur dapat memilih salah satu dari Paket-paket Infaq yang kami sediakan,” lanjut Rizky.

Ada pun Paket Infaq yang dapat dipilih adalah:

Paket Infaq 1 dengan menyumbang senilai Rp. 75.000 (Tujuh puluh lima ribu rupiah). Dengan mengambil paket ini, donatur dapat mengikuti kegiatan makan bersama dengan anak yatim di lokasi kegiatan.

Paket Infaq 2 senilai Rp. 125. 000 (Seratus dua puluh lima ribu rupiah), yang akan memungkinkan para Donatur makan bersama dengan anak yatim, dan pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis untuk anak yatim.?

Paket Infaq 3 senilai Rp. 200.000 (Dua ratus ribu rupiah). Donatur akan makan bersama dengan anak yatim, pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis, dan pemberian uang santunan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebanyak minimal 100 anak yatim ditargetkan akan terlibat dalam kegiatan ini. Paniti membuka layanan informasi dan pendaftaran Donatur melalui Kantor NU-Care Tangerang Selatan di nomor 081313165757 dan Rizky Subagia di nomor kontak 085730449167. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kebangkitan Desa, buku yang diluncurkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengangkat desa pada kedudukan tertinggi. Buku ini adalah cerminan dari visi dan misi Kemendesa PDTT yang berkomitmen membangun desa untuk negeri.

"Buku ini adalah cerminan dari kementerian ini (Kemendesa PDTT). Kita melihat desa dari potret yang utuh. Ada budayawan, akademisi, musisi, kiai dan semua elemen masyarakat. Kita perjuangkan, bagaimana desa kita letakkan pada maqam yang setinggi-tingginya," ungkap Sekjend Kemendesa PDTT Anwar Sanusi pada peluncuran buku Kebangkitan Desa di Jakarta, Kamis (25/2).

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Buku ini, lanjut Anwar, mencoba memotret perjalanan waktu sejak terbentuknya Kementerian Desa PDTT yang menjalankan tugas dengan spirit membangun Indonesia melalui desa. Menurutnya, buku Kebangkitan Desa menekankan bahwa sudah saatnya desa berbicara.

"Semoga peluncuran buku ini akan menjadi awal baru bagi kita, untuk bersama-sama melihat desa yang akan tumbuh berkembang. Sudah saatnya desa turut serta dan bicara," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Anwar Sanusi mengatakan, Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah era baru sebagaimana diangkat dalam buku ini sebagai kebangkitan desa. Kemendesa PDTT dalam hal ini mencoba menyusun semangat baru dengan slogan desa membangun Indonesia.

"Buku dengan 500 halaman ini mengupas UU Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Desa. Dengan demikian desa semakin kuat, desa diharapkan mampu menjadi posisi terbesar di negeri ini," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengatakan, hadirnya Kemendesa PDTT adalah gagasan, terobosan, dan gerakan baru untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Sebagai pimpinan dari kementerian baru, Marwan berkomitmen untuk memperjuangkan desa dengan penuh kerja keras.

"Buku ini adalah potret dari kementerian yang baru, yakni gabungan dari 3 kementerian. Alhamdulillah, bisa kita lewati dengan baik," ujar Marwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Tokoh, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Peringatan Maulid Merujuk pada Perintah Al-Quran

Grobogan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Peringatan maulid Rasulullah SAW merupakan perintah Allah dalam surat Yunus ayat 58. Dengan lafal faraha, ayat itu menganjurkan umat Islam untuk menyatakan kebahagiaan dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Demikian disampaikan cucu Kiai Maemun Zubair, Gus Rojih Ubab dalam peringatan haul Kiai Ahmad Midkhol dan haflah khotmil Qur’an pesantren Al-Faqih desa Selo kecamatan Tawangharjo kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (10/2) malam.

Peringatan Maulid Merujuk pada Perintah Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Maulid Merujuk pada Perintah Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Maulid Merujuk pada Perintah Al-Quran

Setiap kata dalam Al-Qur’an memiliki praktik berbeda kendati makna lafalnya sama. “Lafal faraha berarti gembira, surur juga bermakna gembira. Namun praktiknya berbeda. Faraha itu gembira yang diperlihatkan, sedangkan surur menyikapi kegembiraan tanpa diperlihatkan,” jelas Gus Rojih Ubab.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Diutusnya Nabi Muhammad SAW, lanjut Gus Rojih, kita diperintahkan untuk bergembira. Itulah mengapa orang NU memperlihatkan kegembiraannya dengan membaca Al-Barzanji dan berkumpul bareng di majelis, “Dan tidak membaca sendiri-sendiri di kamar,” tuturnya. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Kiai, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 21 November 2017

Selamat Jalan, Kiai Nyentrik yang Inklusif

Oleh M.N. Harisudin

Kabar duka menyelimuti warga Nahdlatul Ulama khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. KH. Abd. Muchit Muzadi, seorang “kamus berjalan”, “laboratorium” atau bahkan “begawan” Nahdlatul Ulama meninggal dunia, pagi Ahad, 6 September 2015 di Malang. Meski meninggal di Malang, seperti wasiatnya ke keluarga, beliau ingin dimakamkan di Jember, bersebelahan dengan istri beliau, almarhumah Hj. Faridah, di pemakaman umum Jember. Kiai yang meninggal di usia hampir 90 tahun ini telah banyak memberikan andil baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah air tercinta. Kiai Muchit sendiri termasuk santri terakhir Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, seorang ulama yang sangat dihormati di kalangan Nahdlatul Ulama.

Dalam tulisannya di Majalah Tempo, pada 5 April 1980, dulu Gus Dur pernah menggambarkan sosok unik kiai Muchit ini dengan sangat menarik. “Orangnya peramah, tapi lucu. Raut wajahnya sepenuhnya membayangkan ke-kiai-an yang sudah mengalami akulturasi dengan “dunia luar”. Pandangan matanya penuh selidik, tetapi kewaspadaan itu dilembutkan oleh senyum yang khas. Gaya hidupnya juga begitu. Walaupun sudah tinggal di kompleks universitas negeri, masih bernafaskan moralitas keagamaan...”. Gus Dur menyebut Kiai Muchit dengan Kiai Nyentrik karena beliau berani menyuarakan kebenaran, meskipun harus dicaci maki oleh kaumnya sendiri. Gus Dur juga menyebutnya ulama-intelektual karena selain alim agama, juga karena Kiai Muchit mengajar di beberapa perguruan tinggi umum.      

Kiai Muchit memang tidak pernah tampil di muka. Kiai Muchit selalu menjadi tokoh di balik layar berbagai peristiwa penting. Misalnya ketika Nahdaltul Ulama memutuskan untuk kembali ke Khittah 1984, beliau adalah aktor yang sangat berperan menyusun rumusan naskah Khittah NU. Tanpa urun-rembug naskah tersebut, dapat dibayangkan betapa sulitnya memberikan pemahaman pada muktamirin di Situbondo tersebut. Demikian juga dengan rumusan penerimaan Pancasila, beliau juga ikut terlibat aktif di Muktamar NU 1984 yang berujung pada terpilihnya KH. Abdurrahman Wahid dan KH. Ahmad Shidiq sebagai Ketua Tanfidziyah dan Rois ‘Am Syuriyah PBNU masa bakti 1984-1989.

Selamat Jalan, Kiai Nyentrik yang Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat Jalan, Kiai Nyentrik yang Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat Jalan, Kiai Nyentrik yang Inklusif

“Kiai”-nya Anak Muda           

Kiai Muchit termasuk tokoh idola anak muda NU. Ketika arus pembaruan terjadi besar-besaran di tahun 80-an, bersama Gus Dur Kiai Muchit adalah kiai yang ada di garda terdepan membela pikiran anak-anak muda NU. Pikiran liar dan nakal anak-anak muda NU seperti tercermin dalam berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat seperti LKiS Yogyakarta, eLSAD Surabaya dan PP Lakpesdam NU di Jakarta ‘tetap diakomodasi’ oleh Kiai Muchit, meski kerapkali pikiran liberal anak-anak muda ini telah “memerahkan” telinga banyak para kiai NU. Kiai Muchit harus vis a vis menjelaskan pada para kiai bahwa anak-anak muda ini kelak juga akan “kembali baik” lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Muchit juga menunjukkan perhatian yang lebih terhadap anak muda di atas rata-rata umumnya kiai. Tak heran jika di usia yang sudah 70-an lebih, beliau masih bersemangat memberi “arahan” dengan berbagai pelatihan, halaqah, workshop, sekolah atau apalah namanya terhadap anak-anak muda NU. Seperti tidak kenal lelah, kalau yang mengundang anak-anak muda NU, Kiai Muchit siap hadir kapan saja dan dimana saja. Di level paling rendah pun tingkat desa, Kiai Muchit selalu menyatakan siap hadir menemani anak-anak muda itu. Sekalipun hanya duduk sebentar, Kiai Muchit selalu menyempatkan untuk hadir sebagai bentuk support terhadap berbagai aktivitas anak muda ini.

Menjadi sebuah kewajaran jika kemudian, diantara tokoh yang sering disebut-sebut namanya oleh anak muda NU, adalah Kiai Muchit. Di berbagai pertemuan, nama Kiai Muchit masih sering menjadi main of reference anak muda. Anak-anak muda NU yang kadang hanya ingin bersilaturrahim juga sangat mudah bertemu beliau di kediamannya di Jember ataupun Malang menerima wejangan-wejangannya yang teduh dan menyejukkan. Tidak salah, jika darah anak muda terkena energi positif Kiai Muchit. Kendati sering diidolakan anak muda, Kiai Muchit juga dikenal mudah diterima oleh semua kalangan: bapak-bapak, ibu-ibu muslimat, dan sebagainya karena komunikasi Kiai Muchit yang mengalir dan mengucur deras sesuai dengan alam pikir mereka.  

“Melampaui” NU-Muhammadiyah

Lebih dari itu, Kiai Muchit adalah tokoh NU yang bisa diterima oleh kalangan apapun, termasuk Muhammadiyah. Demikian ini karena beliau memiliki pemahaman yang utuh dan komprehensif tentang Muhammadiyah yang menyebabkan pemikiran beliau cenderung bersikap inklusif dan juga toleran. Dalam sebuah acara seminar dengan Prof. Amin Rais, MA di Surabaya, Kiai Muchit sembari gurau pernah berkelakar sedikit menantang Mantan Ketua MPR RI tersebut: “Pak Amien. Ayo, lebih banyak mana buku tentang Muhammadiyah yang saya miliki dengan buku tentang Nahdlatul Ulama yang bapak miliki”.  

Rohis Tegal - Rohani Islam

Memang, sepengetahuan penulis, kiai NU yang memiliki banyak buku Muhammadiyah adalah Kiai Muchit. Hampir semua buku tentang Muhammadiyah, beliau punya dan beliau baca. Buku-buku yang lain seperti Persis, al-Irsyad, Perti dan sebagainya juga beliau baca. Bahkan, ketika ada seorang kiai memprotes beliau karena buku Syiah yang dibacanya, dengan mudahnya beliau menjawab: “Bahkan komik Jepang pun saya baca. Anda tahu kan, kalau orang Jepang beragama Shinto yang menyembah matahari”. Walhasil, hampir semua buku, beliau baca karena bagi beliau, dengan membaca, kita akan terbuka cakrawala berpikir, serta menjadi luas, luwes dan juga memiliki kepribadian yang inklusif.      

Jauh sebelum KH. Ahmad Shidiq (Rais ‘Am PBNU 1984-1991) mengusulkan Trilogi Ukhuwah: Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariyah, Kiai Muchit sudah melaksanakan ‘ukhuwah Islamiyah’ itu sendiri. Tak pernah sedikit pun, Kiai Muchit secara ofensif  menyerang paham keagamaan yang kebetulan berbeda aliran dengan Kiai Muchit. Bahkan, khusus tentang Muhammadiyah, Kiai Muchit lebih sangat hati-hati karena beliau juga tidak mau “menyakiti” perasaan istri beliau yang berasal dari keluarga Muhammadiyah. Meskipun pada akhirnya, Ibu Hj. Faridah Muchit sendiri memilih menjadi bagian keluarga besar Nahdlatul Ulama dan bahkan pernah menjadi Pengurus Cabang Muslimat NU Jember.               

***

Kepergian Kiai Muchit adalah duka bagi bangsa ini. Bangsa ini kehilangan tokoh besar dan panutan yang kaya dengan keteladanan. Seorang kiai yang sangat berjasa dengan mempromosikan secara tidak langsung slogan “Menjadi NU, Menjadi Indonesia” ini. Di tengah-tengah koyakan NKRI dan Pancasila, NU hadir menjadi penguat dan juga pengokoh bagi Indonesia. Merobohkan Indonesia sama dengan menghancurkan NU. Nahdlatul Ulama, telah built in dalam diri dan kepribadian Kiai Muchit setara dengan Indonesia yang mendarah daging dalam tubuh beliau. NU dan Indonesia, tidak bisa dipisahkan dari dan dalam kepribadian beliau yang hidup penuh sederhana.   

Selamat jalan orang tua, guru, kiai dan bapak bangsa kami. Kami hanya bisa berdoa. Semoga arwah kiai, diterima di sisi Allah Swt. Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah. Irji’i ila raadliyatan mardliyatan. Fadkhuli fi ibaadi. Wadkhulii jannati. Semoga pula kami bisa meneruskan keteladanan-mu. Amien ya rabbal alamien**   

 

 

*) Penulis adalah Dosen Pascasarjana IAIN Jember, Katib Syuriyah PCNU Jember, dan Penulis Buku “Kiai Nyentrik Menggugat Feminisme”.

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 13 November 2017

Romo Magnis Tegaskan Gus Dur Tokoh Pelindung Umat Beragama

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Direktur Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya Romo Franz Magnis Suseno mengaku senang terhadap ajaran rahmatan lil alamin yang dibawa Nabi Muhammad di dalam agama Islam.

Menurutnya, agama memang semestinya menjadi rahmat, yakni sebagai dukungan terhadap yang baik, dan bukan membuat takut. 

Romo Magnis Tegaskan Gus Dur Tokoh Pelindung Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Romo Magnis Tegaskan Gus Dur Tokoh Pelindung Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Romo Magnis Tegaskan Gus Dur Tokoh Pelindung Umat Beragama

“Agama mesti punya healing power, jadi kekuatan untuk menyembuhkan luka-luka,” kata Romo Magnis saat mengisi kegiatan Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) Dawrah II yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Pria yang pernah dianugerahi Bintang Mahaputra Utama pada 13 Agustus 2015 oleh Presiden Jokowi ini mengharapkan semua orang yang beragama bisa menjalankan keagamaannya dengan aman dan terlindungi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Bukan hanya agama kita sendiri tetapi juga orang dari agama lain,” jelas pria berusia 81 tahun ini yang telah menulis banyak buku tentang Filsafat ini.

Pada acara yang bertemakan Fiqih Tawassuth dan Tasamuh dalam Membangun Perdamaian dan Indonesia Bebas Korupsi ini, Franz Magnis Suseno menyebut  KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai tokoh yang bisa mengayomi semua pemeluk agama.

“Itu tentu contoh yang mencolok dulu hebat itu Gus Dur. Semua lari ke Gus Dur karena merasa terlindung pada Gus Dur. dan Gus Dur itu mewujudkan rahmatan bagi kami semua sebetulnya,” terang pria kelahiran Eckersdorft, Jerman ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Acara yang dilaksanakan selama lima hari (9-13/10) ini diikuti pengurus syuriyah NU dari 7 provinsi dan sejumlah mahasiswi Unusia Jakarta. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 22 Agustus 2017

Evaluasi Sistem Perlindungan dan Pengawasan Kesehatan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Indikasi ditemukannya sindikat dalam jual beli organ tubuh oleh aparat adalah berita yang sangat mengejutkan. Tak hanya melanggar UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan kususnya pasal 64 ayat 3, tetapi jual beli organ tubuh manusia tersebut juga telah membuka mata kita tentang rapuhnya sistem perlindungan kesehatan pada warga negara.

Evaluasi Sistem Perlindungan dan Pengawasan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Evaluasi Sistem Perlindungan dan Pengawasan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Evaluasi Sistem Perlindungan dan Pengawasan Kesehatan

"Ini sungguh memprihatinkan. Saya syok berat dengan berita tersebut. Bayangkan, orang menjual organ manusia kayak menjual baju saja. Pertimbangannya pun murni ekonomis. Saya minta aparat agar menemukan dan menjerat pelaku penjual organ seluruhnya, jangan sampai hanya masyarakat biasa, para oknum medis dan rumah sakit yang menjadi tempat operasi juga harus dihukum," kata Nihayatul Wafiroh, anggota Komisi IX, yang salah satu mitra kerjanya adalah Kementerian Kesehatan.?

Seperti yang diberitakan beberapa media, pihak kepolisian telah menemukan adanya indikasi sindikat jual beli ginjal di Jawa Barat. Para korban adalah warga yang terpaksa menjual organnya karena himpitan ekonomi. Sedangkan pelaku pertama penjual ginjal itu diketahui adalah warga biasa, yang nota bene tetangga korban. Sayangnya, hingga sekarang belum dapat ditemukan dan diungkapkan ke publik rumah sakit mana serta dokter siapa yang melakukannya.?

"Saya mendukung langkah kepolisian mengusut ? tuntas kejahatan kemanusiaan ini. Sambil menunggu hasil investigasi kepolisian, Kementerian Kesehatan tidak boleh diam. Harus melakukan langkah-langkah konkrit untuk mengevaluasi kinerja, terutama terkait kinerja pengawasan terhadap para dokter dan rumah sakit. Evaluasi terhadap sistem pengawasan harus segera dilakukan. Supaya tidak terjadi lagi kekejaman ini," tegas Nihayah.?

Lebih lanjut, Ninik sapaan NIihayatul Wafiroh mengungkapkan bahwa, lemahnya sistem pengawasan dunia kesehatan, memberi ruang kepada para dokter dan rumah sakit untuk menyeleweng.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini tentu tamparan keras bagi dunia medis. Saya kira ini perbuatan yang sungguh kejam. Kementerian Kesehatan harus menjadikan momen ini untuk mengevaluasi sistem perlindungan kesehatan pada masyarakat dengan memperbaiki sistem pengawasan pada ? para medis dan institusi kesehatan," tegas Nihayah.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini juga berjanji akan segera mengevaluasi kinerja Kementerian Kesehatan terhadap sistem pengawasan pada para dokter dan rumah sakit, baik melalui rapat kerja di Komisi IX maupun melalui komunikasi langsung dengan pihak Kementerian. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Berita, Nahdlatul Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 27 April 2017

Rakerwil, IPNU Jatim Kuatkan Sinergitas dan Integritas Organisasi

Malang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Sejak dilantik pada November 2015 lalu, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur terus memacu kinerjanya. Sabtu (31/1), PW IPNU Jatim menggelar rapat kerja wilayah (rakerwil) yang fokus mengoptimalkan aspek sinergitas dan integritas organisasi.

Rakerwil, IPNU Jatim Kuatkan Sinergitas dan Integritas Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakerwil, IPNU Jatim Kuatkan Sinergitas dan Integritas Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakerwil, IPNU Jatim Kuatkan Sinergitas dan Integritas Organisasi

Ketua PW IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami mengatakan, sinergitas dan integritas merupakan dua nilai penting yang menjadi modal utama untuk menggerakkan roda organisasi. Pengurus dari tingkat pimpinan wilayah hingga pimpinan anak cabang (PAC) harus sinkron, terutama dalam menerjemahkan visi dan misi organisasi menjadi sebuah program kerja yang bermanfaat.

“Sebagai organisasi terdepan kaderisasi di tubuh NU, IPNU berkomitmen untuk memfasilitasi sekaligus menjadi wadah bagi pengembangan potensi individu kader. Selain itu, tidak hanya unggul di satu bidang, namun juga dapat mengabdikan diri di berbagai lini,” tuturnya usai Pembukaan Rakerwil IPNU Jatim di Aula Pondok Pesantren Teknologi Ma’arif Singosari, Malang, Jawa Timur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih lanjut ia menjelaskan, merujuk pada visi dan misi organisasi IPNU, tugas utama IPNU adalah mampu menjadi organisasi pembelajar. Artinya, IPNU harus mampu menjadi pusat pembelajaran bagi segmen garapnya, yaitu santri, pelajar dan mahasiswa dalam mengembangkan segenap potensinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Haikal tidak menampik bahwa kondisi objektif IPNU dewasa ini memang belum sepenuhnya optimal. Hal ini ditandai dengan belum sinergisnya gerak organisasi yang masih cenderung linear, maka kreativitas dan inovasi menjadi hal yang wajib dilakukan dalam mengarungi masa bakti dua tahun ke depan.

“Bila dibiarkan berlarut hal ini akan berdampak pada stagnasi gerakan. Di sisi lain, modal gerakan IPNU masih sangatlah memadai,” terang Haikal yang juga aktif sebagai peneliti di The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).

Rakerwil yang mengangkat tema “Meningkatkan Sinergitas Menuju Tata Kelola Organisasi Berintegritas”, sambung Haikal, harus menjadi momentum seluruh jajaran pengurus untuk memeras pikiran guna menjawab problem tersebut. Salah satu langkah awal adalah membingkai ulang pola pikir. Hal ini dinilai penting untuk menakar formulasi gerakan yang tepat sehingga dapat terbangun sebuah ritme gerakan yang strategis dan terukur.

Menurutnya, tugas IPNU ke depan tidak ringan. Problem radikalisasi dan narkoba adalah dua isu utama yang membutuhkan peran serta IPNU untuk membentengi generasi muda. Apalagi dewasa ini  kedua masalah tersebut telah banyak menyasar pelajar, santri dan mahasiswa. Maka gerakan yang sinergis, inovatif, dan mampu cepat berdaptasi dengan perubahan adalah hal yang tak bisa ditawar.

Ia menegaskan gerakan IPNU harus senapas dengan kegigihan komitmen dan loyalitas pada lingkup gerakan moral yang berlandas pada Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Sehingga terbentuknya kader pelajar, santri, dan mahasiswa yang memeiliki keteguhan prinsip dan moral, beraklaqul karimah, serta memiliki ketajaman nalar dan kesadaran sekaligus tanggung jawab yang tinggi akan tugas membentuk tatanan mayarakat madani bukan lagi sekedar mimipi.

Rakerwil dibuka tokoh NU Prof KH Muhammad Tolhah Hasan yang juga Menteri Agama era Presiden Abdurahman Wahid. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Quote, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 17 Februari 2017

Kemendag Gelar Pasar Murah di 300 Pesantren

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi penyelenggaraan Pasar Murah Ramadan 2017 di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang, Rabu (14/06). Sebanyak 500 paket disediakan bagi warga sekitar pesantren.?

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana mengatakan pasar murah yang digelar Kemendag pada tahun 2017 ini ditempatkan di 300 pesantren seluruh Indonesia. Dengan jumlah paket di setiap Ponpes sebanyak 500 sembako.?

“Kita pilih pesantren karena pesantren adalah salah satu pintu masyarakat yang menjadi agen dari semuanya. Agen kultur, dan juga agen pendidikan” katanya ditemui disela sela kegiatan yang di gelar di halaman Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang.

Kemendag Gelar Pasar Murah di 300 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendag Gelar Pasar Murah di 300 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendag Gelar Pasar Murah di 300 Pesantren

Diakatakannya, pasar murah ini sebagai bentuk penyediaan bahan pokok menjelang lebaran bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah oleh Kemendag. Dalam kegiatan pasar murah ini, Eva Yuliana mengatakan pihaknya menggandeng perusahan swasta turut serta dalam ? pasar murah Ramadhan yang digelar tahun ini.?

“ Kita menggandeng beberapa pelaku usaha swasta untuk ikut berperan dalam pasar murah ini. Kami ingin sampaikan bahwa pemerintah dan swasta hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang lebaran,” kata Eva Yuliana disela sela kegiatan.

Masih menurut Eva, satu paket sembako senilai Rp 100 ribu, sementara dalam pasar murah ini dijual seharga Rp 50 ribu. Adapun isi setiap paket sembako yakni beras 2 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, tepung terigu 2 kilogram, dan sirup satu botol.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Biar lebih bertambah manfaatnya, maka hasil penjualannya disedekahkan ke Ponpes tempat kegiatan di laksanakan. Kalau disini kita berikan kepada Ponpes Mamba’ul Ma’arif,” tambah perempuan berjilbab ini menandaskan.

Salah seorang warga pemanfaat kegiatan ini, Rubiah (60), mengaku bersyukur bisa mendapatkan kebutuhan pokok harga murah. Rubiah menilai, harga yang disediakan Kemendag lebih murah separoh dari harga pasaran.

“Alhamdulillah, sebentar lagi lebaran pas ada sembako murah. Kalau begini terus ya enak, kita ringan belinya, sangat membantu kita,” ujarnya. (Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 20 Desember 2016

Cak Anam Tak akan Minta Dukungan PBNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pasca Deklarasi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di Ponpes Langitan, Tuban, 31 Maret lalu, konsolidasi partai terus dilakukan dengan menggelar pelantikan DPW-DPC se DKI Jakarta yang dilaksanakan di Monas.

Meskipun target massa yang akan diraih oleh PKNU adalah warga Nahdliyyin, namun ketua tanfidz PKNU Khoirul Anam menyatakan tak akan sowan atau meminta dukungan PBNU terhadap partai yang sebelumnya merupakan PKB versi Muktamar Surabaya ini.

“Tak perlu ke PBNU, nanti malah salah, PBNU kan non partai,” tuturnya disela-sela acara.

Cak Anam Tak akan Minta Dukungan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Anam Tak akan Minta Dukungan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Anam Tak akan Minta Dukungan PBNU

Menurut catatan Rohis Tegal - Rohani Islam, beberapa petinggi partai dengan basis massa nahdliyyin seperti Ketua tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar melakukan kunjungan ke PBNU setelah terpilih. Hal yang sama dilakukan oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali.

PKNU menargetkan untuk mengembalikan aswaja di ibukota dalam pemilu legislatif tahun 2009 mendatang. Pada pemilu 2004 lalu PKS menjadi pemenang. PPP juga pernah berjaya di ibukota.

Sekitar 5000 massa PKNU memadati monas dengan pakaian putih-putih mulai pukul 09.00 WIB. Sebelum acara pelantikan, massa mengikuti istighotsah yang dipimpin oleh seorang habaib.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Syuro KH Abdurrahman Chudori, Ketua Umum Tanfidz Khoirul Anam, Alwi Syihab dan sejumlah habaib dari Jakarta dan sekitarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Cak Anam menyatakan konsolidasi ini akan terus dilakukan ke seluruh Indonesia dengan melantik pengurus partai setempat. Ditargetkan sampai Agustus 2007 mendatang, seluruh kepengurusan partai di Indonesia sudah dilantik. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 19 Juni 2016

Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. KH Maimoen Zubair, ulama sepuh dan kharismatik dari Rembang, Jawa Tengah menyampaikan bahwa sudah semestinya umat Islam berpandangan luas dan terbuka, tidak sempit mengingat keberagaman dan kemajemukan bangsa Indonesia. Sebab itu menurutnya, bangsa Indonesia harus lepas dari tindakan teror dan aliran keras.

Hal ini Mbah Moen sampaikan di sela-sela perhelatan Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam yang diselenggarakan oleh Jamiyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) pada Kamis (28/7) di Pekalongan, Jawa Tengah. Mbah Moen bersama 300 ulama thariqah dunia berupaya memberikan sumbangsih nyata bagi persatuan umat Islam di dunia.

Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras

“Saya mengharapkan agar tidak terjadi apa yang disebut dengan fanatik ashabiyyah (kesukuan, red). Tetapi Islam bangkit dari hal-hal yang kadang menimbulkan pertentangan. Nabi lahir didukung oleh Bani Hasyim dan Bani Mutthalib, tetapi kebangkitan Islam (secara meluas ke berbagai negeri) terjadi di masa sahabat, ada Muhajirin dan ada Anshar,” urainya.

Padahal, lanjut Mbah Moen, para sahabat Muhajirin dan Anshar dengan Bani Hasyim kadang timbul perselisihan. “Untuk itulah Islam membutuhkan pandangan yang luas, tidak sempit. Lebih-lebih di Indonesia, harus lepas dari teroris dan aliran-aliran keras,” jelas Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Keamanan itu penting, kalau di dalam al-Quran, Wattiini wazzaytuuni wa thuuri siiniina wa haadzal BALADIL AMIIN. Barangkali dengan ini para ulama bisa mengamankan, bersama pemerintah, menyatukan kekuatan lahir dan batin,” imbuh salah satu Mustasyar PBNU ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 07 Februari 2016

Gus Sholah Dirikan Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kepercayaan masyarakat kepada pesantren semakin menggembirakan. Hal tersebut dibuktikan dengan kian banyaknya masyarakat yang mengirimkan anaknya untuk ditempa di pesantren. Momentum ini hendaknya dijadikan kesempatan bagi pesantren untuk terus berbenah.

Harapan ini disampaikan Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid, Kamis (9/3).? "Ini adalah sebuah momentum yang tepat, supaya pesantren-pesantren dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan masyarakat," kata Gus Sholah di hadapan sejumlah wartawan. Sebab, pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia, lanjutnya.

Gus Sholah Dirikan Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Dirikan Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Dirikan Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia

?

Menurut adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, guna mengoptimalkan fungsi dan peran pesantren, ia bersama sejumlah kalangan telah mendirikan Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I). Rencananya, lembaga yang dirintis oleh beberapa pengasuh pesantren, cendekiawan lintas profesi dan beberapa pengusaha itu akan diresmikan di Pesantren Tebuireng pada 18 Maret 2017 mendatang.

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"KH Salahuddin Wahid telah diminta secara resmi dan bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina YP3I," kata KH Imam Mawardi, salah satu pengurus YP3I. Mereka berharap di bawah bimbingan Gus Sholah, pesantren dapat menjadi garda terdepan pembangunan bangsa, lanjutnya.

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Mawardi menambahkan, YP3I akan mengayomi seluruh pesantren dari berbagai madzhab dalam kelompok Ahlussunnah wal Jamaah. "Pengurus kami juga ada yang berasal dari Gontor, Darunnajah, dan beberapa pesantren lain," tegasnya.

?

Dalam agenda peresmian itu, ujar Kiai Mawardi, juga akan diadakan seminar dengan tiga topik. Pertama, penguatan peran pesantren sebagai benteng pendidikan karakter. Kedua, mensinergikan kekuatan pesantren dalam pembangunan ekonomi umat. Dan ketiga, menempatkan pesantren sebagai salah satu kekuatan kepemimpinan bangsa.

?

"Kita melihat pesantren sebagai potensi yang dapat kita kembangkan dan melalui YP3I kita berharap dapat melakukan hal itu," imbuh Gus Sholah.

?

Ditanya tentang agenda terdekat setelah peresmian, mantan anggota Komnas HAM ini menegaskan, salah satu agenda prioritas adalah pelatihan terhadap guru. "Karena, problem utama pesantren salah satunya terletak pada guru," tandasnya.

?

Gus Sholah juga berharap, kehadiran YP3I bisa dimanfaatkan untuk mendorong pemerintah dan sektor swasta lebih peduli kepada pesantren. "Kami juga bermimpi bisa mencetak wirausahawan yang lahir dari pesantren," ungkapnya.

?

Hal lain yang juga perlu dilakukan adalah memajukan pesantren di luar Jawa, yang sangat tertinggal. "Jumlah pesantren di luar Jawa juga masih jauh di bawah (jumlah) yang seharusnya," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock