Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2018

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama H. Arifin Junaidi menegaskan pihaknya memiliki madrasah formal sejumlah 48 ribu. Menurut dia, murid dan guru lembaga tersebut menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Sekolah 5 Hari.?

“Jika kebijakan ini dipaksakan, Prgunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) dan Ma’arif akan datang ke Jakarta,” ungkapnya pada konferensi bersama Pengurus Besar PBNU menyikapi kebijakan Sekolah 5 Hari di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6). ?

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti (Sumber Gambar : Nu Online)
Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti (Sumber Gambar : Nu Online)

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti

Karena, menurut laporan yang diterima dari lembaga-lembaga M’arif di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Makassar, Banjarmasin, Maluku, kebijakan tersebut sangat merasahkan.?

“Saya telah berkomunikasi dengan LP Ma’arif di Makassar, di Banjarmasin; terjadi keresahan yang luar biasa kebijakan Mendikbud ini,” katanya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menambahkan, sebelumnya Mendikbud akan membuat kebijakan Full Day School (FDS). Kemudian diubah menjadi kebijakan Sekolah Lima Hari dengan belajar selama 8 jam sehari. Ini adalah kebijakan yang sama saja, beda nama.?

“Mendikbud telah bikin gaduh. Kami meminta Presiden untuk menggantinya,” tegasnya. ?

Arifin menambahkan, di luar 48 ribu madrasah di bawah LP Ma’arif terdapat 70 ribu Madrasah Diniyah Takmiliyah yang waktu belajarnya sore hari. Dengan demikian, kebijakan tersebut akan 7 juta murid Madrasah Diniyah Takmiliyah tersebut. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, IMNU, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Maret 2018

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan santri Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilatih hypno motivation, Sabtu (22/4). Pelatihan ini diberikan untuk menguatkan jiwa dan mental dengan harapan mereka memiliki ketahanan moral dan spiritual di tengah perkembangan arus globalisasi.

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah ini dihadiri Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari didampingi sejumlah pengasuh dan tokoh agama di Kota Kraksaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan jiwa santri yang sesuai dengan nilai-nilai Islami.

“Terkadang kita lupa, bahwa Islam itu memiliki segala-galanya. Akan tetapi karena kita terlena, maka kita lupa segalanya,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Melalui kegiatan hypno motivation ini Hasan Baharun mengharapkan agar santri memilki kekuatan mental dan spiritual, sehingga akan terbentuk karakter santri yang sesuai dengan harapan masyarakat dan tidak goyah dengan perkembangan Iptek dan modernisasi.

Sementara Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari mengatakan santri harus kembali kepada khittahnya. Dalam artian mereka harus selalu ingat pada sang pencipta di tengah-tengah ikhtiarnya. “Nilai-nilai spiritual santri harus terus dibangkitkan dan dioptimalkan dari banyak sisi, agar santri benar-benar sesuai dengan fitrahnya,” katanya.

Sudah saatnya semangat santri dalam belajar dan menimba ilmu perlu ditata ulang. “Apalagi semangat barokah sekarang sudah mulai tergerus oleh kepentingan-kepentingan yang sangat bervariasi. Belajar sambil beribadah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Santri, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 24 Februari 2018

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU Hari Usmayadi mengatakan, Rohis Tegal - Rohani Islam berpotensi menjadi portal berita sangat besar sekali dengan tema keislaman, kerakyatan, dan kebangsaaan. Tema keislaman maksudanya Ahlussunah wal-Jamaah dengan segala konsep dan aplikasinya. Termasuk di dalamnya pesantren, kiai, dan santri, serta NU dan banom serta lembaganya. Sementara kerakyatan, tema mengusung suara hajat hidup orang banyak. Sedangkan kebangsaan, menyangkut keutuhan bangsa dan negara.?

Misalkan, kata dia, jika tiap hari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di tiap kabupaten menyuarakan tema-tema tersebut, bukan tidak mungkin, akan menjadi arus utama di dunia maya. Bahkan bisa menjadi sebuah gerakan sosial di masyarakat.?

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Ia merinci, jika NU memiliki Cabang sekitar 500 di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dan mereka menuliskan tiga tema tersebut tiap hari, maka akan terkumpul sekitar 500 berita. “Ini jumlah sangat besar sekali,” katanya di kantor Redaksi Rohis Tegal - Rohani Islam gedung PBNU, Jakarta Senin (20/2).?

Itu jika hanya PCNU. Sementara NU sendiri memiliki banom dan lembaga yang sampai di kabupaten-kabupaten. Bahkan ada yang sampai di kecamatan dan ranting.?

Banom NU semisal Gerakan Pemuda Ansor, kata dia, katakanlah ada 500 cabang. Ditambah Muslimat ada 500, Fatayat, PMII, IPNU, IPPNU, serta banom-banom, lain. Ada ribuan berita yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam. “Dengan demikian, Rohis Tegal - Rohani Islam akan menjadi kantor berita yang tiada tandingnya dari sisi jumlah. Ia mengalahkan kantor berita mana pun,” lanjutnya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut dia, dari sisi kemampuan, sebetulnya pengurus cabang NU dan banom serta lembaganya adalah orang yang terdidik di daerah masing-masing. Jika mereka mau belajar menulis berita, itu sangat gampang sekali. Dari sisi cara mengirimkannya, hampir setiap pengurus NU sekarang menggunakan android. Berita bisa dikirim langsung melalui email di ponsel. Bahkan bisa lebih simpel lagi jika menggunakan WatshApp.?

NU, lanjutnya, mau tak mau harus masuk di wilayah itu. Kalau tidak, akan ketinggalan. Jangan sampai gagap digital karena akibatnya syiar dakwah NU tidak sampai ke khalayak netizen yang sekarang jumlahnya puluhan juta. “Jika tidak semua PCNU, ya paling tidak separuhnya. Jika tidak separuhnya, ya seperempatnya.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap besar kepada anak-anak muda NU yang bisa menggerakkan hal itu. “Saya ingat apa yang dikatakan Gus Dur dalam satu artikelnya di tahun 90-an. Aktivis PMII, setelah menjadi alumnus, hendaknya membantu NU. Menurut saya, paling tidak, alumnus PMII bisa membantu dalam menggerakan atau menyuarakan suara Nahdliyin, suara rakyat Indonesia di daerah masing-masing,” jelasnya.?

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika semua PCNU dan lembaga dan banom terkoneksi, berjamaah secara ide, dan berjamaah melakukannya, bisa diarahkan ke pengembangan ekonomi, sebagian urusan negara ini bisa selesai. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Quote, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 06 Februari 2018

Fasilitator Asyik Itu Gus Dur

Bandarlampung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Direktur Pusat Pemberdayaan Komunitas (Pusdakota) Universitas Surabaya Cahyo Suryanto menyarankan fasilitator meniru KH Abdurahman Wahid yang cepat menangkap kebutuhan forum. Menurut Cahyo, Gus Dur dalam forum pelatihan lebih memudahkan peserta melalui penyampaian materinya yang khas.

Fasilitator Asyik Itu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Fasilitator Asyik Itu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Fasilitator Asyik Itu Gus Dur

“Saya diminta berbicara apa?” kata Cahyo menceritakan kalimat pembuka yang dilontarkan Gus Dur dalam mengawali sebuah forum nasional.

Cahyo menjelaskan, kehadiran fasilitator itu mestinya membuat sebuah persoalan menjadi mudah. Pada pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan sipil dan demokrasi, Cahyo menyayangkan gaya fasilitator yang mengawali sebuah forum dengan memberondong para hadirin dengan banyak pernyataan dan sekelumit data menjemukan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Narasumber dan fasilitator hebat justru mengawali pertemuan atau apa yang akan difasilitasinya dengan pertanyaan seperti Gus Dur itu, bukan pernyataan apalagi data-data rumit,” kata Cahyo pada pelatihan Civic Education for Future Indonesia Leaders (CEFIL) digelar Yayasan Satu Nama di Griya Inayah, Bandarlampung, Kamis (8/5).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di hadapan para aktivis, pegiat HAM, pekerja sosial, dan praktisi media Lampung yang mengikuti kegiatan itu, ia menekankan pentingnya kalimat pembuka. Sentuhan pertama kali penting. Fasilitator harus bisa memberikan energi pada setiap kata sehingga kata benar-benar bertenaga di telinga pendengar.

"Fasilitator bukan staf ahli, bukan pula pakar yang membuat persoalan menjadi sukar. Fasilitator itu pemudah cara. Karena itu sederhana saja, ikuti Gus Dur. Untuk mengetahui persoalan, ia masuk dengan sebuah pertanyaan, bukan pernyataan," tandas Cahyo. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Kyai, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Duta Besar Irak Abdullah Hasan mengatakan ada perkara yang sangat ditakutkan dalam beragama, yaitu ulama atau orang alim yang tidak melaksanakan ajaran agamanya. Kedua, orang yang menjadi sumber pengetahuan dan ajaran agama tapi tidak memiliki pemahaman agama yang baik.

Demikian disampaikan Hasan saat diminta memberikan sambutan oleh Ketua JATMAN DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam pada pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN DKI Jakarta masa khidmat 2017-2022 di Hotel Balairung, Matraman, Ahad (19/3).

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Sebelumnya Hasan mengungkapkan ada tiga hal yang sangat penting untuk selalu diingat dan dilakukan oleh umat Islam.

“Pertama, bagaimana umat Islam bisa menepati apa yang ada di dalam Al-Quran yang telah diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kedua, harus mencontoh Rasulullah SAW dalam menjalankan Al-Quran melalui apa yang disebut sebagai sunah rasul,” urainya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal berikutnya adalah menghindari perpecahan. Dalam kehidupan di mana banyak terdapat kelompok, masing-masing-masing kelompok berbeda pemikiran, tetapi merasa paling benar sehingga dapat menjadi sumber perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, tasawuf dan tarekat telah sejak lama berkembang di Irak. Itu terbukti dengan banyaknya para tokoh besar di bidang tasawuf, seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Al-Baghdadi, dan Syekh Rifai.

“Para tokoh tersebut merupakan orang-orang besar dalam pelajaran dan pendidian tasawuf dengan pendekatan akidah dan sunah. Bagi mereka, sealim apapun dan sehebat apapun seseorang kalau tidak sesuai dengan Al-Quran, maka harus ditinggalkan,” terang Hasan.

Tampak hadir pada pelantikan ini Duta Besar Iran Valiollah Mohammadi dan Duta Besar Mesir Ahmed Mohammed Eid. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Perdalam Aswaja Lewat Pendirian IPNU dan IPPNU di Madrasah

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga pendidikan formal adalah sarana efektif dalam memperdalam Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja di kalangan pelajar. Keberadaan NU sebagai organisasi sosial keagamaan juga dapat dikenalkan kepada mereka sejak dini.

Sejumlah hal inilah yang ingin diraih dari pendirian Komisariat Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ulama (IPPNU) di lembaga pendidikan Islam Ar-Risalah, Bataal Barat, Ganding, Sumenep. 

Perdalam Aswaja Lewat Pendirian IPNU dan IPPNU di Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdalam Aswaja Lewat Pendirian IPNU dan IPPNU di Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdalam Aswaja Lewat Pendirian IPNU dan IPPNU di Madrasah

Dalam sambutannya, Khoirul Umam menuturkan rasa syukur dan kegembiraannya atas Kepedulian Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Ganding yang mampu mendekatkan beberapa sekolah kepada NU. “Pihak lembaga merasa senang dengan adanya pemuda NU di Kecamatan Ganding yang dengan konsisten terus bekerja untuk mengenalkan NU ke setiap sekolah,” tutur kepala madrasah Ar-Risalah.

Dengan adanya Komisariat IPNU-IPPNU di lembaga Ar-Risalah diharapkan bisa membantu pihak sekolah dalam mendidik dan mengembangkan potensi para siswa terlebih dalam memperdalam pengetahuan tentang NU. “Sehingga akan tumbuh kecintaan dan kepedulian sejak dini bagi anak didik kami,” imbuhnya.

Program madrasah ber-IPNU-IPPNU memang menjadi fokus utama PAC IPNU-IPPNU Ganding dalam agenda kaderisasi tahun ini. Sebagaimana yang dijelaskan oleh M. Khotib saat memberikan sambutan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Alhamdulillah, Ar-Risalah merupakan lembaga kesepuluh yang sudah terbentuk Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU dari beberapa lembaga yang ada di Kecamatan Ganding,” katanya.  Dia juga menceritakan mengalami sejumlah kendala ketika melakukan proses pengenalan, pembentukan hingga pelantikan di lembaga tersebut. Tetapi hal itu tidak lantas membuat pengurus menghentikan langkah untuk terus melakukan perubahan sebagaimana telah menjadi agenda, lanjutnya.

“Sekalipun kita sudah memiliki 10 komisariat, tidak lantas membuat kami merasa puas,” ungkapnya. Sebab hal ini masih belum seberapa dari rencana besar untuk menyempurnakan kaderisasi dari masa sebelumnya. Ke depan, ia akan memaksimalkan perawatan terhadap komisariat yang sudah terbentuk selain juga terus berupaya agar beberapa madrasah yang ada juga dapat terbentuk komisariat. imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, turut hadir pengurus PAC IPNU-IPPNU Ganding dan pengurus harian PC IPNU-IPPNU Sumenep yang diwakili, tim kaderisasi. (Zainullah/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Aji Prasetyo mulanya adalah seorang musisi. Dengan profesinya semacam itu ia kerap menyaksikan para tokoh masyarakat melakukan pencitraan di depan publik. Ia merasa apes karena punya kesempatan melihat keaslian mereka.?

“Aku jadi tahu siapa saja tokoh masyarakat yang hobi nongkrong di hotel mewah, apa merk whisky favorit mereka, bahkan siapa saja yang hobi main perempuan,” katanya ketika ditanya awal mula banting stir dari musisi ke komik. Penjelasan itu ia tuangkan di sebuah website buku yang menjual beberapa karya komiknya. ?

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)
Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Menurut Aji, awal menerjuni profesi sebagai musisi, pemandangan tokoh masyarakat itu, ia nikmati dengan berbagai pemakluman.?

“Tapi setelah perda larangan live music muncul, mendadak aku jadi sangat muak terhadap mereka. Bulan Ramadhan hanya menjadi ajang pencitraan. Bikin perda untuk mengatur moral, razia sana sini, padahal perilaku mereka sendiri ternyata jauh dari standar moral yang mereka terapkan kepada rakyatnya,” tambahnya.?

Akhirnya, ia memutuskan untuk meluapkan kejengkelan lewat coretan komik dan diupload di medso. Lantas lahirlah komik berjudul Ramadhan penuh Hikmah (2007) dan Setan Menggugat (2008). Dua komik pendek itu, yang kini telah diterbitkan dalam kompilasi Hidup Itu Indah (2010), dibuat di bulan Ramadhan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keduanya menjadi monumen awal mula peria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur 1976 itu menerjuni dunia komik untuk mengkritik berbagai hal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pria yang kini menjadi salah seoran pengurus Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU itu melampiaskan kejengkelan melalui komik terhadap perilaku beragama yang merasa benar sendiri dengan mengkafirkan amaliyah warga NU, misalnya.

Komik itu ia beri judul “Apa Sih Maunya NU?” Komik itu ia sebarkan di media sosial. Kemudian tersebar dari grup satu grup lain di Watshapp dan media sosial lain. Komik itu pun ditanggapi komik juga oleh pihak yang merasa tersindir. Juga di media sosial.?

Komik itu dibuka dengan percakapan seseorang berpeci dan berpakaian putih, tapi mimik muka melotot dan menghujat. Ia berkata, “Ada apa dengan Banser NU?! Gereja dijaga, tapi pengajian dibubarkan. Ngaku Islam kok gitu.”

Perkataan itu ditanggap seseorang berbaju Jawa yang bahunya tersampir udeng-udeng hitam. Rambutnya gondrong dan berkacamata. Ia menanggapinya dengan muka santai sambil merokok. “Nah, opini macam begini harus dilurusin.”

Menurut pria gondrong itu, saat ini ada yang mengaku atau disebut ulama oleh pengikutnya, tapi perilakunya gemar mengkafirkan orang lain. Ulama tersebut menyebut tsunami Aceh karena warganya selalu bermaksiat. Tahlilan, ziarah, juga menjadi sasaran dia dengan menyebutnya bid’ah dan sesat. “Jangankan terhadap umat lain, sama sesama Muslim aja suka bikin sakit ati,” katanya.?

Kejengkelan-kejengkelan pria yang tinggal di Malang, Jawa Timur melalui komik itu telah membuahkan ratusan judul. Ia sebar gratis di media sosial.?

“Saya biasa menggratiskan komik-komik saya, sebagai cara saya menyebarkan propaganda perdamaian,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Habib, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock