Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

NU Paciran Sowan ke PBNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sowan ke PBNU di Jakarta, pada Jumat sore, (04/01).

Menurut perwakilan rombongan, Misbahul Munir, tujuan sowan tersebut adalah silaturahim jasadiyah dan bathiniyah. Jasadiyah, ingin melihat gedung PBNU yang selama ini hanya dilihat di TV. Juga ingin bertemu dengan pengurus PBNU secara langsung.

NU Paciran Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Paciran Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Paciran Sowan ke PBNU

“Silaturahim bathiniyah, kami ingin mendapat taushiyah dari PBNU,” kata Misbah yang juga Kepala MTs Tarbiyatu Tholabah tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Taushiyah itu, sambung pria berusia 44 tahun tersebut, adalah bagaimana cara terbaik untuk membentengi warga Nahdliyin di Paciran dari “aliran” Islam garis keras yang mulai berkembang di kecamatan tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mereka datang ke rumah-rumah untuk mengajak kelompok mereka. Satu dua warga Nahdliyin sudah ada yang masuk aliran tersebut. ? “Dengan demikian, meminta PBNU bagaimana cara membentenginya,” tanyanya.

Juga, kami ingin meminta petunjuk bagaimana cara mengelola pendidikan yang baik dan profesional dan meningkatkan mutu SDM. Selama ini, lembaga di bawah Ma’arif masih tertinggal dari sekolah-sekolah lain.

Rombongan berjumlah 27 orang terdiri dari pengurus MWC, Ma’arif dan kepala Madrasah Ibtidaiyah di Paciran tersebut diterima Bendahara PBNU, Nasirul Falah dan Wakil Ketua PP LP Maa’rif, Sri Mulyati, di aula PBNU lantai 5.

Menanggapi permintaan perwakilan rombongan, Nasirul Falah mengatakan, untuk membentengi warga Nahdliyin, sedang diupayakan melalui Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang akan turun ke daerah-daerah.

Selain itu, Nasirul juga menjelaskan, PBNU melalui Lembaga Perekonomian NU mendorong pemberdayaan ekonomi warga Nahdlyin. “Sementara ini baru melalui pasar rakyat yang memasarkan salah satu produk unggulannya minyak goreng bintang sembilan,” katanya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis: Abdulllah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 12 Februari 2018

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap seni dan kebudayaan asli dari Kota Surabaya, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Surabaya memberikan Penghargaan Sapta Wikrama kepada seniman Surabaya, Kartolo dan Ida Lailia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pagelaran berbagai seni di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/5) ini, pukul 18.00 WIB.

?

Ketua Lesbumi PCNU Kota Surabaya M Hasyim Asyari menjelaskan bahwa? kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian NU terhadap kesenian asli Surabaya. Karena, katanya, beberapa kesenian dan kebudayaan tersebut sebagian masih eksis dan hanya segelintir orang dan komunitas yang merawat dan melestarikannya.

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

?

Menurutnya, selain dalam rangka berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan, Lesbumi hadir untuk merawat dan melestarikan tradisi kesenian dan kebudayaan Nusantara khususnya di Surabaya.

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk itu dalam acara tersebut Lesbumi juga akan menampilkan pagelaran seni modern dan dan kesenian khas daerah. “Pada siang hari akan ada pagelaran musik modern dan malam akan ada kentrung dan kidungan, pencak jidor serta penghargaan untuk seniman ludruk,” katanya dalam siaran pers, Ahad (29/5) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Ia menambahkan era digital menjadi tantangan nilai-nilai keluhuran budaya Nusantara. Kondisi ini menjadi tanggung jawab Lesbumi untuk mempertahankan, melestarikan, dan mengolaborasi kesenian.

?

"Kebudayaan tradisional menjadi suguhan yang mempunyai daya tarik bagi seluruh kalangan. Lesbumi diharapkan menggali kembali kesenian dan kebudayaan tradisional, Lesbumi harus menghargai dan mengapresiasi karya seni dan budaya untuk menjadi motivasi generasi muda di masa-masa yang akan datang," tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Pesantren, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 09 Februari 2018

Ulama Besar Syiria dan Mesir Hadir di Muktamar XII JATMAN

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Aam JATMAN Habib Luthfi bin Yahya, Ahad (14/1) malam menyambut kedatangan para tamu dari luar negeri dalam rangka Muktamar ke-12 JATMAN di Pekalongan, Jawa Tengah.

Ulama Besar Syiria dan Mesir Hadir di Muktamar XII JATMAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Besar Syiria dan Mesir Hadir di Muktamar XII JATMAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Besar Syiria dan Mesir Hadir di Muktamar XII JATMAN

Seperti dilansir Fanpage Jatman Event, dalam suasana hangat dan penuh dengan kerinduan, mereka bertemu setelah jenjang waktu cukup lama tidak kunjung ke Indonesia. Mereka adalah para masyayikh, mufti dan ulama dari negeri Syiria dan Mesir.

Bagi Habib Luthfi, para tamu tersebut adalah keluarga dan santri dari seorang guru besar asal Syiria, yakni almarhum DR. Syaikh Rajab Dieb.

Tidak ada masalah yang mereka perbincangkan dalam waktu yang cukup singkat itu kecuali masalah umat, mahabbah kepada Nabi Muhammad, dan pengalaman spiritual mereka dengan Rasulullah, serta pesan orangtua dan guru mereka almarhum DR. Syekh Rajab Dieb tentang Maulana Habib Luthfi.

Keempat ulama asal Syiria tersebut adalah Syekh Umar Rajab Dieb, Syekh Mahmud Syahadah, Syekh Adnan al-Afyuni dan Syekh Muhammad Rajab Dieb.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam waktu yang sama, malam digelarnya acara Muktamar ke-12 JATMAN di kota Batik Pekalongan, Habib Luthfi juga menyambut kedatangan seorang ulama dan guru besar Thariqah Syadziliyah dan Qadiriyah dari negeri Piramid Mesir.

Ia adalah DR Syekh Yusri Rusydi Jabr al-Hasani, seorang guru besar ilmu tasawuf dan thariqah, penulis produktif, imam besar serta khatib di kota Muqatham Mesir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Banyak hal yang dibicarakan oleh keduanya dalam pertemuan yang sangat singkat tersebut terutama masalah sufi, tasawuf dan thariqah.

Syekh Yusri Rusydi al-Hasani berkunjung ke kediaman Habib Luthfi didampingi oleh keluarga dan para santrinya dengan agenda ceramah yang cukup padat di berbagai kota di Indonesia. (Muhdor Ahmad Assegaf/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga

Medan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Munculnya aliran yang dianggap sesat menyedot perhatian warga Kota Medan, khususnya warga di kawasan Belawan dan Marelan, sehingga memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan masyarakat.

"Yang dipegang dalam Islam adalah yang diajarkan dalam Alquran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Jika menyalahi Al-Quran dan Hadist maka dianggap sesat," kata Dr Ramli Abdul Wahid MA dalam ceramahnya pada Diskusi Panel "Aliran Sesat dan Solusi Pemecahannya" di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, Medan, Sumut, Rabu (21/2).

Menurut dia, terhadap ajaran sesat yang merusak iman harus dikenakan hukuman. Ia mengambil contoh pada masa awal kekhalifahan dahulu, setiap orang yang mengaku nabi akan dihukum pancung, karena dalam Islam tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga

Tapi hal itu, katanya, berlaku di negara Islam, sedangkan di Indonesia tidak bisa diterapkan.

Prof Dr Abdullah Syah MA, Ketua MUI Sumut mengatakan, "Kita akan memanggil tokoh atau pemimpin aliran atau keyakinan yang dianggap sesat itu, kita ajak muzakaroh (dialog) tentang ajarannya, setelah itu baru bisa kita fatwakan ajaran itu sesat atau tidak".

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih jauh Abdullah Syah yang juga Guru Besar IAIN Sumut itu mengungkapkan, MUI Sumut sudah banyak mengeluarkan fatwa tentang aliran sesat, seperti Ahmadiyah, Inkarus Sunnah, Islam Jama`ah dan lain-lain.

"Sampai tahun 2003, MUI sudah mengeluarkan delapan fatwa tentang paham keagamaan," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketika disinggung tentang kekuatan fatwa tersebut, ia mengatakan MUI hanya lembaga fatwa, bukan putusan hakim yang bersifat mengikat. (ant/hen)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Doa, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Duta Besar Irak Abdullah Hasan mengatakan ada perkara yang sangat ditakutkan dalam beragama, yaitu ulama atau orang alim yang tidak melaksanakan ajaran agamanya. Kedua, orang yang menjadi sumber pengetahuan dan ajaran agama tapi tidak memiliki pemahaman agama yang baik.

Demikian disampaikan Hasan saat diminta memberikan sambutan oleh Ketua JATMAN DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam pada pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN DKI Jakarta masa khidmat 2017-2022 di Hotel Balairung, Matraman, Ahad (19/3).

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Sebelumnya Hasan mengungkapkan ada tiga hal yang sangat penting untuk selalu diingat dan dilakukan oleh umat Islam.

“Pertama, bagaimana umat Islam bisa menepati apa yang ada di dalam Al-Quran yang telah diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kedua, harus mencontoh Rasulullah SAW dalam menjalankan Al-Quran melalui apa yang disebut sebagai sunah rasul,” urainya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal berikutnya adalah menghindari perpecahan. Dalam kehidupan di mana banyak terdapat kelompok, masing-masing-masing kelompok berbeda pemikiran, tetapi merasa paling benar sehingga dapat menjadi sumber perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, tasawuf dan tarekat telah sejak lama berkembang di Irak. Itu terbukti dengan banyaknya para tokoh besar di bidang tasawuf, seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Al-Baghdadi, dan Syekh Rifai.

“Para tokoh tersebut merupakan orang-orang besar dalam pelajaran dan pendidian tasawuf dengan pendekatan akidah dan sunah. Bagi mereka, sealim apapun dan sehebat apapun seseorang kalau tidak sesuai dengan Al-Quran, maka harus ditinggalkan,” terang Hasan.

Tampak hadir pada pelantikan ini Duta Besar Iran Valiollah Mohammadi dan Duta Besar Mesir Ahmed Mohammed Eid. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

Istri Pria yang Dibakar Massa Berharap Anaknya Bisa Belajar di Pesantren

Bekasi, Rohis Tegal - Rohani Islam. Siti Zubaidah, istri Muhammad Al-Zahra (MA)—pria yang meninggal dunia karena dibakar massa setelah diduga mencuri amplifier dari sebuah mushalla di Bekasi, berharap Alif Saputra, anak mereka bisa mengikuti pendidikan di pondok pesantren. Hal itu agar Alif mengikuti jejak ayahnya yang juga lulusan pondok pesantren.

Istri Pria yang Dibakar Massa Berharap Anaknya Bisa Belajar di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Istri Pria yang Dibakar Massa Berharap Anaknya Bisa Belajar di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Istri Pria yang Dibakar Massa Berharap Anaknya Bisa Belajar di Pesantren

“Harapannya si Alif ingin dipondokin, biar ikuti jejak ayahnya. Dulu pernah mondok di Bogor sebelum (menikah) sama saya,” ujarnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam ? saat ditemui di kediamannya di ? Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/8) siang.

Wanita 25 tahun yang kini tengah mengandung anak kedua usia 6 bulan, menambahkan Alif sering menanyakan di mana ayahnya.

“Kalau Maghrib suka diajak shalat di mushala. Kemarin juga nanyain, ‘Abi kok nggak shalat, enggak Allah Allah (menyebut Allahu Akbar saat melakukan gerakan shalat?’ Saya jawab, abi sudah tidur,” lanjut Zubaidah sambil menahan tangisnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seperti ramai diberitakan, MA yang berprofesi sebagai ahli reparasi alat-alat elektronik dituduh mencuri amplifier di mushalla Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8) pukul 16.30 WIB. Tuduhan itu membuat orang-orang melakukan penyiksaan hingga menyebabkan kematian.

Karena kesedihannya, Zubaidah mengaku tidak enak makan. Siang itu wajahnya tampak sayu menyambut kedatangan sejumlah pihak yang bersimpatik atas musibah yang menimpa keluarganya. Selain NU Online, Zubaidah menerima kunjungan MUI Kabupaten Bekasi, Jawara Jaga Kampung (Jajaka) Bekasi, Karang Taruna, dan NU Care-LAZISNU.

Dari NU Care-LAZISNU, Zubaidah juga menerima uang santunan, satu eksempalar Al-Qur’an, mukena, serta sepeda untuk Alif. Direktur Penyaluran NU Care, Slamet Tuhari mengungkapkan, meninggalnya MA membuat kesedihan mendalam bagi banyak pihak.

Dugaan pencurian yang dilakukan MA yang belum tentu terbukti, namun menyebabkan massa melakukan penyiksaan dan membakar hidup-hidup, sungguh mengusik nilai kemanusiaan.

“NU Care-LAZISNU sebagai lembaga kemanusiaan, sangat tersentuh dengan kejadian ini. Apa pun alasannya, apa yang dilakukan mereka (pelaku pembakaran), sangat tidak manusiawi dan melanggar hukum,” kata Slamet.

Rohis Tegal - Rohani Islam

NU Care juga mengagendakan untuk memberikan biaya persalinan dan modal usaha Zubaidah, serta beasiswa pendidikan bagi Alif. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang beberapa tokoh nasionalis untuk mendiskusikan persoalan-persoalan mendasar seputar amandemen Undang Undang Dasar 1945 yang telah dilakukan empat kali. Sebagai institusi sosial keagamaan terbesar di Indonesia yang punya andil besar dalam mendirikan bangsa ini, PBNU ingin memberikan masukan-masukan dengan terlebih dahulu menyaring beberapa pokok pikiran dari para ahli.

“Pada diskusi ini posisi PBNU bukan untuk bicara tapi untuk mendengar, mencermati buah fikiran dan mutiara-mutiara pendapat dari para bapak-bapak yang sangat kita hormati. Alhamdulillah semua datang ke sini,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat memberikan kata pengantar diskusi di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (19/7).

Para tokoh nasionalis yang hadir antara lain Try Sutrisno, Kwik Kian Gie, dan Tyasno Sudarto, dan Muji Sutrisno. Sebagai pembanding diskusi Wakil Rektor Universitas Paramadina Jakarta Yudi Latif, Budayawan Radhar Panca Dahana, dan Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan Putro. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nadj.

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” itu merupakan diskusi kedua yang diselenggarakan oleh PBNU. Sebelumnya, PBNU mengundang pakar hukum tata negara Ryaas Rasyid dan beberapa pelaku amandemen antara lain Ali Maskur Moesa dari Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Lukman Hakim Saifuddin dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan untuk membicarakan legalitas serta dimensi hukum dan politik amandemen UUD 1945.

Undang undang hasil amandemen dinilai banyak kalangan justru mendatangkan banyak persoalan. Belakangan muncul keinginan untuk melakukan amandemen untuk kelima kalinya. Menurut Hasyim Muzadi, PBNU ingin mendapatkan masukan-masukan yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek dalam amandemen itu, berikut berbagai konsekuensinya. “Harapannya kita kita dapat berbuat lebih banyak untuk bangsa,” katanya.

Try Sutrisno menyatakan, amandemen UUD 1945 justru akan memunculkan masalah besar jika tidak hati-hati. Menurutnya, amandemen yang telah dilakukan empat kali itu tidak dilandasi oleh “naskah akademik” yang jelas dan tidak mengarah pada pencapaian cita-cita bangsa sebagaimana termakstub dalam pembukaan UUD 1945.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tidak ada salahnya, apabila kita perbaiki yang kurang lengkap. Saya berpendapat, lebih tepat jika saya pilih kaji ulang secara jujur dan bertanggung jawab,” kata mantan wakil presiden itu.

Ketidakjelasan dalam naskah amandemen itu juga ditemukan oleh Kwik Kian Gie. Menurut mantan Menko Ekuin di zaman Gus Dur dan Megawati itu, penambahan ayat dalam pasal 33 UUD 1945 berkaitan dengan sistem perekonomian Indonesia tidak disertai alasan apa pun. “Yang jelas sekarang ini kita mengarah pada ekonomi liberal. Dampaknya kemiskinan meningkat, kekayaan menumpuk pada beberapa orang,” katanya.

Mantan KSAD Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto menyatakan, kesimpangsiuran nasib bangsa Indonesia pasca reformasi disebabkan karena ulah para pemimpin yang tidak merawat warisan bangsa dengan benar, termasuk dengan mengamandemen UUD 1945 itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya tak akan uraikan lagi apa yang jadi kesusahan, kekrisisan dan malapetaka, karena kita sudah tahu, karena kita tidak lagi bersyukur nikmat terbesar, yaitu nikmat kemerdekaan dengan segala ugorampenya, kelengkapannya, yaitu UUD 45 yang notabene adalah rahmat dari Allah,” katanya sembari mengutip puisi Jendral Besar Sudirman tentang kedaulatan negara dan kemandirian bangsa.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock