Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menyambut datangnya liburan semester, mahasantri angkatan kedua Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam, Beji, Depok berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar Al-Idrus, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Ahad (17/3).

Perihal itu disampaikan oleh seorang mahasantri STKQ Al-Hikam Zaki Muttaqin kepada Rohis Tegal - Rohani Islam melalui telepon, Kamis (22/3) sore.

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Di makam yang terkenal dengan sebutan makam keramat Luar Batang itu, mahasantri menjalankan adab ziarah sebagaimana mestinya. Mereka membaca surah Yasin, tahlil, selawat Nabi Muhamad, doa dan sejumlah kalimat pujian lainnya.

“Pembacaan rangkaian tahlil dan doa dipimpin oleh guru STKQ Al-Hikam Musthofa,” tambah Zaki.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Zaki menambahkan, Ketua panitia acara Mubarok menyatakan pentingnya tradisi ziarah kubur. Karena, ziarah kubur, lanjut Mubarok, menghadirkan suasana khas religius yang amat dibutuhkan warga kota besar seperti Jakarta.

Tujuan dari ziarah itu selain menyegarkan keimanan, mengingatkan orang pada kematian. Padahal, keduanya merupakan kebutuhan dasar religius  bagi setiap muslim, ungkap Mubarok. 

Dalam melaksanakan ziarah kubur, rombongan mahasantri dikepalai oleh Mubarok. Usai berziarah, rombongan bergerak menuju tempat liburan Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi tidak jauh dari makam keramat Luar Batang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penulis: Alhafiz Kurniawan 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 07 Februari 2018

Cara Mudah Memahami Intisari Al-Qur’an

Bagi sebagian orang, memahami kandungan al-Qur’an masih terasa sulit dan bahkan tidak tahu sama sekali. Islam menganjurkan dan mewajibkan umatnya untuk mengamalkan pesan yang terkandung dalam al-Qur’an, tapi bagaimana cara umatnya untuk menyerap pesan-pesan al-Qur’an, sedang mereka tidak mempunyai kemampuan dan keahlian, tidak pernah mengenal ilmu-ilmu alat (nahwu-sharraf) sebagai pintu masuk untuk membuka pemahaman tentang al-Qur’an.



Untung saja ada terjemahan al-Qur’an versi bahasa Indonesia, sehingga sebagian orang bisa membaca arti al-Qur’an walaupun tidak sampai pada pemahaman secara terperinci. Ahsin Sakho Muhammad, seorang pakar dalam bidang ilmu-ilmu al-Qur’an mencoba membantu para penyuka al-Qur’an agar mereka lebih mengerti dan paham tentang kandungan al-Qur’an lewat bukunya yang berjudul Oase Al-Qur’an: Penyejuk Kehidupan.

Cara Mudah Memahami Intisari Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mudah Memahami Intisari Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mudah Memahami Intisari Al-Qur’an



Dalam buku ini dijelaskan tentang kreteria, kelompok, dan golongan orang-orang yang disayang Allah, benar-benar menjadi hamba-Nya yang memperoleh kebahagiaan dunia-akhirat. Pada surah al-Ahzab ayat 35 misalnya, di sana tertera 10 kelompok yang akan mendapat ampunan dan berhak memegang tiket ke surga. Di antaranya adalah orang yang senang bersedekah kepada yang membutuhkan, ikhlas karena Allah tanpa mengharap pujian dan balasan. Kelompok lain yang mempunyai tiket ke surga adalah mereka yang gemar berpuasa, baik puasa sunnah dan apalagi puasa wajib (halaman 46).



Rohis Tegal - Rohani Islam

Sikap kedua kelompok tersebut selayaknya memang harus tertanam dalam diri setiap Muslim. Keduanya mencakup hubungan horizontal dengan sesama dan hubungan vertikal dengan Allah. Menolong sesama, terutama kepada para kerabat dan tetangga sekitar, merupakan salah satu langkah yang sangat baik untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera.?

Orang-orang yang sering menolong dan membantu tetangga dekatnya akan lebih disenangi dari pada mereka yang enggan mengulurkan tangan. Penilaian dan respons masyarakat pun akan berbeda, sehingga orang yang suka menolong dan hidup bersosial bisa dikatakan mempunyai peluang untuk hidup lebih nyaman di tengah-tengah masyarakat di bandingkan mereka yang hidup secara individualis.



Begitupun dengan orang-orang yang berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya, mereka juga mempunyai peluang untuk hidup bahagia di alam akhirat kelak. Mendekatkan diri kepada Allah bisa ditempuh dengan berbagai hal, salah satunya bisa dengan memperbanyak puasa sunnah seperti yang dilakukan oleh para sufi. Menurut sebagian sufi, puasa yang dilakukan secara terus-menerus pada akhirnya akan dapat menghilangkan nafsu yang jelek, yang ada hanyalah kesucian hati dan kejernihan pikiran. Jika sudah demikian, kebahagiaan itu tidak hanya terjadi di akhirat kelak, tetapi sudah mulai hadir sejak di dunia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua sikap terpuji di atas juga tertera dalam surah al-Baqarah ayat 1-5, di sana dijelaskan tentang lima sifat yang mencakup hubungan kita dengan Allah, dan hubungan kita terhadap sesama. Pertama, aspek akidah (iman terhadap hal-hal gaib, kitab-kitab suci, dan hari akhir); kedua, syariah (hubungan vertikal dengan Allah [shalat] dan hubungan horizontal dengan sesama [infak]).

Aspek akidah dan syariah yang tercantum dalam surah al-Baqarah: 1-5 ini oleh penulis disebut sebagai inti ajaran Islam (halaman 32). Siapapun yang berhasil melaksanakan kedua aspek tersebut dengan baik dan ikhlas, ia mempunyai peluang untuk menjadi hamba Allah yang akan hidup bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam buku ini kita akan menemukan beberapa potongan ayat yang bisa menenteramkan suasana hati, menjernihkan pikiran, serta menyejukkan kehidupan. Kita diajak untuk menjadi seorang mukmin yang cerdas secara mental, sosial, moral, dan spiritual, sehingga bisa menyejukkan hati sendiri maupun orang lain.?

Setiap bab hanya berisi satu pokok bahasan, yang didahului dengan beberapa potongan ayat al-Qur’an dan kemudian diberi poin-poin penting yang dikandung oleh ayat tersebut. Poin-poin tersebut tidak terlalu panjang, ringkas, dan padat, langsung pada inti maksud dari ayat yang bersangkutan, sehingga hal demikian tidak terlalu membingungkan bagi mereka yang awam dalam bidang ilmu-ilmu al-Qur’an.

Data Buku

Judul : Oase Al-Qur’an: Penyejuk Kehidupan

Penulis : Dr KH Ahsin Sakho Muhammad

Penerbit : Qaf

Cetakan : 1, 2016

ISBN : 978-602-1337-35-6

Tebal : 346 Halaman

Peresensi: Saiful Fawait, Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Sumenep, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gusdurian Jakarta kembali menggelar Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) 2 yang diselenggarakan pada Senin (1/4) di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pada KPG 2 ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari pria dan perempuan. Kegiatan ini sendiri rencananya berlangsung selama dua hari (1-2/4).

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Beberapa pembicara dihadirkan untuk menyampaikan materi terkait pemikiran Gus Dur. Seperti Prio Sambadha, Abdul Moqsith Ghozali, Zastrouw Al-Ngatawi, dan lain-lain.

Acara pembukaan sendiri disampaikan langsung oleh Hj Shinta Nuriyah Wahid di kediamannya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pemikiran Gus Dur diantaranya tentang Pluralisme, Kesetaraan Gender, Demokrasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi serta berharap kepada peserta KPG supaya bisa mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Anak-anak muda bagaimana mengisi kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Ia menuturkan, bahwa pelaksanaan KPG pada hari ini momentumnya sangat tepat di tengah keadaan Indonesia yang sedang ramai persoalan hoax dan ujaran kebencian. (Husni Sahal/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Sunnah, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Habib Muhammad Luthfy Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan meminta kepada seluruh umat Islam di Pekalongan untuk menunggu keputusan pemerintah dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H.

Permintaan ini dilakukan mengingat beberapa waktu yang lalu ada salah satu ormas Islam yang telah mengumumkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, padahal puasa masih berlangsung.

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfy kepada perwakilan umat Islam yang hadir pada pertemuan MUI Kota Pekalongan yang berlangsung di rumah Habib Luthfy Jalan dr Wahidin 70, Rabu (16/8).

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kita sebagai rakyat yang memiliki pemerintahan yang sah, maka sudah seharusnya kita mentaati segala apa yang telah diputuskan oleh pemerintah, termasuk dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H yang baru akan diputuskan Sabtu malam besok melalu sidang itsbat," ujarnya.

Dikatakan, sebagai ulil amri, pemerintah tidak saja mengatur masalah masalah kepemerintahan yang bersifat duniawi, akan tetapi juga mengatur masalah ukhrowi seperti mengawali dan mengakhir puasa Ramadhan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam musyawarah yang dihadiri jajaran pengurus cabang NU Kota Pekalongan, perwakilan dari Al Irsyad, STAIN Pekalongan, pengurus thariqah dan ratusan undangan lainnya bersepakat untuk mengakhiri puasa menunggu keputusan pemerintah. 

Meski diprediksi awal Idul Fitri 1433 H akan sama dengan pengumuman salah satu ormas Islam, forum sepakat tetap akan menunggu hasil rukyat sebagai rujukan kepastian bahwa memang telah terjadi bulan baru yang bisa dilihat dengan mata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 29 Januari 2018

Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam. KH. Sa’dulloh terpilih kembali sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Sumedang, Jawa Barat, periode 2014-2019 dalam Konfercab NU Sumedang XII yang digelar Sabtu (30/8), di lingkungan Islamic Centre Sumedang. KH.

Sekretaris panitia pengarah Cucu Suhayat menyebutkan, KH. Sa’dulloh menang mutlak dalam sidang pemilihan ketua pada Konfercab NU Sumedang XII. “Alhamdulillah, Kang Haji (KH. Sa’dulloh, red) terpilih kembali. Kang Haji terpilih secara aklamasi, kang haji meraih dulangan suara paling besar (dari dua calon lainnya) yakni 20 suara,” kata Cucu kemarin.

Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang

Berikut raihan suara dalam sidang pemilihan Konfercab. Untuk raihan tahap pencalonan Rais Syuriah, KH A Furqon meraih 17 suara, KH Adam Malik Ibrahim (4 suara), dan KH Muh Nuh (2 suara) dengan total 27 suara. Sementara pada tahap pemilihan Ketua Tanfidziah, KH. Sa’dulloh meraih 20 suara, KH. M. Firdaus (4 suara) dan K. Ade Masluh Sodiq hanya satu suara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Karena menurut tatib pada tahap pemilihan Ketua Tanfidziah ini dilakukan secara aklamasi dengan syarat minimal 9 suara, karena suara paling besar diraih KH Sa’dulloh maka beliau lah yang terpilih sebagai Ketua Tanfidziah PCNU Sumedang periode 2014-2019,” terang cucu.

Sementara itu, sebelumnya, dalam sambutan pembukaan Konfercab NU XII, KH. Sa’dulloh di hadapan 400 hadirin mengatakan, berkat pertolongan Allah SWT, PCNU akhirnya sampai di penghujung kepengurusan menjalankan amanah pada Konfercab NU XI lalu. “Dalam Konfercab XII ini kami akan menyampaikan laporan-laporan pertanggungjawaban amanat peserta Konfercab NU Sumedang XI yang saat itu digelar di Ponpes An-Nuur,” ujar Sa’dulloh.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai kharismatik ini juga sedikit mengulas keberadaan Kantor Sekretariat PCNU Sumedang yang sempat berpindah-pindah tempat. “Dalam perjuangannya Kantor PCNU Sumedang sempat berpindah-pindah kantor sempat di Jalan Pangeran Geueusan Ulun, pindah ke Jalan Prabu Gajah Agung, dan hingga hari ini alhamdulillah PCNU Sumedang memiliki gedung sendiri tidak mengontrak lagi,” tandasnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Di gedung sekretariat yang baru itu, yang berada di lingklungan Islamic Centre Sumedang, lanjut KH. Sa’dulloh, seluruh struktur pengurus, badan otonom, lembaga dan lajnah mulai menapaki kepengurusan yang baru. “Kami akan memulai dengan organisasi yang rapi yang lebih baik sehingga tidak ada lagi dokumen yang tercecer seperti dalam kepengurusan sebelumnya,” terangnya.

Diakui, Pimpinan Ponpes Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta ini, selama kepemimpinan periode sebelumnya masih banyak program kerja yang belum selesai, karena segala keterbatasan termasuk dana yang terbatas.

“Maka, mudah-mudahan pada periode selanjutnya program-program itu bisa terlaksana dengan baik, termasuk dengan agenda pembangunan gedung PCNU Sumedang hingga dua lantai. Dengan begitu, nanti pada Konfercab NU XIII pada 2019 nanti bisa digelar di aula PCNU milik sendiri,” katanya.

Hadir dalam Konfercab PCNU Sumedang XII ini para pengurus NU setempat baik dari PCNU, MWCNU, Pengurus Ranting NU.  Wakil Ketua Umum PBNU H. Asad Said Ali dan Ketua PWNU Jawa Barat H. Eman Suryaman juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Bupati Sumedang H. Ade Irawan berhalangan hadir dan diwakilkan kepada Asda Pembangunan Dede Hermansyah.

Dalam sambutan Bupati Sumedang yang dibacakan Asda Pembangunan Dede Hermansyah mengatakan Bupati berharap pelaksanaan Konfercab NU Sumedang XII berjalan demokratis. “Agar seluruh harapan kader-kader PCNU Sumedang bisa terakomodir seluruhnya,”,sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU Dr. KH. Asad Said Ali dalam sambutannya lebih memberikan pencerahan terkait bahaya paham radikal ISIS (Negara Islam Irak dan Syiria). Menurut KH. Asad ISIS tidak sesuai dengan Negara Indonesia yang berkeragaman dengan empat pilar kebangsaannya.

“Masalah ISIS semata-mata masalah politik bukan agama, ISIS bisa besar karena ada yang mem-back-up-nya, seperti halnya Taliban besar karena didukung Amerika Serikat,” jelas Asad. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Ketika Manusia Berharap Syafa’at dari Nabi-nabi

Di dalam kitab Tanbihul Ghafilin karya Imam Abi Laits as-Samarqandi, dikisahkan pada Hari Kiamat nanti, sekelompok manusia ada yang merasa sangat kesusahan dengan keadaan yang dialaminya.

Mereka kemudian mendatangi Nabi Adam a.s. berharap sang “Abal Basyar” dapat memberikan pertolongan. “Isyfa’ lana (syafa’atilah kami)!” teriak mereka.

Ketika Manusia Berharap Syafa’at dari Nabi-nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Manusia Berharap Syafa’at dari Nabi-nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Manusia Berharap Syafa’at dari Nabi-nabi

Namun, sayangnya jawaban yang keluar tidak sesuai harapan mereka, “Aku tidak berani menempati maqam memberikan syafa’at kepada kalian! Aku pernah dikeluarkan dari Surga, sebab kesalahanku,” ungkap Nabi Adam a.s.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pada hari ini, tidak ada hal yang lebih menyusahkan dibanding diriku sendiri. Pergilah kalian kepada Nabi Ibrahim!”

Kemudian mereka beralih, menuju kepada Nabi Ibrahim a.s, sang Khalilullah (kekasih Allah). Jawaban serupa didapatkan mereka setelah menemui Nabi Ibrahim a.s.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Aku tidak berani. Aku pernah berbohong tiga kali!*

“Pergilah engkau kepada Nabi Musa!”

Kepada Nabi Musa, mereka kembali menitipkan harapan. “Mintakan kami syafa’at dari Allah, agar Allah segera memberikan keputusan kepada kami,” pinta mereka.

Namun, kembali kekecewaan yang mereka dapatkan. “Sewaktu di dunia, aku pernah membunuh seseorang. Maka, pada hari ini, tidak ada hal yang paling kupikirkan dibanding diriku sendiri. Pergilah kalian kepada Nabi Isa!”

Untuk ke sekian kali, mereka belum jua mendapat jawaban. Tibalah kepada Nabi Isa a.s.

“Wahai, Isa! Sudikah anda memintakan syafa’at untuk kami?”

“Aku dan ibuku dijadikan sesembahan, dianggap sebagai Tuhan selain Allah. Maka, pada hari ini, tidak ada hal yang paling kupikirkan, dibanding diriku sendiri. Pergilah kalian kepada Nabi Muhammad, sang penutup para nabi!”

Kemudian mereka mendatangi Nabi Muhammad saw. untuk meminta syafa’at.

Na’am, ana laha! Akulah yang memiliki hak untuk memberikan syafa’at, sehingga Allah memberikan izin dan ridha kepada orang yang kuberikan syafa’at,” jawab Rasulullah saw.

Maka, kepada siapa lagi kita menggantungkan harapan untuk mendapat syafa’at di Hari Akhir nanti? Sudah semestinya pula, kita berharap untuk mendapatkan syafa’at dari al-musthofa, sembari mendendangkan syair pujian untuk beliau: Isyfa’ lana/ Ya habibana/ Laka syafa’at/ wa hadza mathlabi/ Ya Nabi//. (Ajie Najmuddin)

*Nabi Ibrahim pernah ‘berbohong’ tiga kali : 1. Ketika diajak untuk pergi ke kuil, kemudian ia berbohong bisa sakit kalau berangkat ke kuil. 2. Usai menghancurkan berhala, kemudian ditanya raja Namrud, siapa yang menghacurkan berhala, dijawab : yang menjawab berhala adalah berhala yang laing besar. 3. Ketika ditanya raja Namrud, perihal istrinya, dijawab : ini saudara perempuan saya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 06 Januari 2018

KH Masdar: Penegak Negara Khilafah, Salah Pahami Konsep

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi memandang para pegiat kekuasaan Islam gagal memahami konsep khilafah itu sendiri. Ciri global dan eksklusif dari mereka, menandai kekeliruan paham secara serius.

KH Masdar: Penegak Negara Khilafah, Salah Pahami Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar: Penegak Negara Khilafah, Salah Pahami Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar: Penegak Negara Khilafah, Salah Pahami Konsep

“Dikiranya khilafah itu konsep kekuasaan politik global di satu pihak dan sektarian di pihak lain,” kata Kiai Masdar pada rapat persiapan Munas-Konbes NU 2014 di Gedung PBNU, Selasa (14/10) sore.

Padahal kalau melihat surat Al-Baqarah ayat 30, “khalifah” lebih merujuk pada posisi dan peran yang dimandatkan Allah SWT kepada Nabi Adam dan anak cucunya untuk meneruskan karya-karya-Nya di muka bumi baik yang menyangkut material, sosial, maupun etika-moral.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Khilafah sosial-politik, kata Kiai Masdar, sama sekali tidak mempersyaratkan hadirnya negara dunia yang mewadahi kekhalifahan tunggal sebagaimana doktrin politik yang diusung pegiat khilafah belakangan ini. 

Sementara peran kekhilfahan Allah secara individu atau secara sosial menuntut manusia bergaul dengan setara tanpa melihat unsur-unsur SARA di dalamnya. Artinya, siapa yang jujur, cerdas, dan bertanggung jawab pasti akan dianugerahkan kesuksesan oleh Allah, tandas Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 28 Desember 2017

Respon Cepat, Banser Bergerak Bantu Korban Banjir dan Longsor di Pacitan

Pacitan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa Kabupaten Pacitan pada 28 November 2017 mendapat respon cepat dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Sebagai wujud kepedulian atas penderitaan sesama, Banser Tanggap Bencana atau Bagana segera memberikan bantuan untuk para korban.

Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jawa Timur HM Syafiq Syauqi mengatakan, aparat kepolisian, TNI, relawan bencana, dan Banser ikut serta bergerak membantu evakuasi warga terdampak bencana Pacitan.

Respon Cepat, Banser Bergerak Bantu Korban Banjir dan Longsor di Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)
Respon Cepat, Banser Bergerak Bantu Korban Banjir dan Longsor di Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)

Respon Cepat, Banser Bergerak Bantu Korban Banjir dan Longsor di Pacitan

“Sejak terjadi longsor, Banser Tanggap Bencana (Bagana) dan Ansor Pacitan sebanyak 75 personel sudah bergerak dan tersebar di semua titik lokasi bencana,” kata Syafiq, Sabtu (2/12).

"Jumat sore personel tambahan juga telah berangkat dengan membawa peralatan dan dua truk bantuan untuk korban bencana, siang ini tim Banser Husada/kesehatan (Basada) akan berangkat ke Pacitan guna men-support tenaga medis di posko-posko yang ada," terangnya pada wartawan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Komandan Banser Jatim ini, bersama aparat setempat dan relawan lain, Banser melakukan koordinasi serta pembagian tugas. “Di antaranya membantu mengatur lalu lintas, mengevakusi korban, serta membantu mendirikan posko dan pos pengungsian,” jelasnya. 

"Kami siagakan tim khusus Banser di sekitar Pacitan (Ponorogo, Magetan, Trenggalek, Ngawi dan Tulungagung) untuk selalu stand-by  untuk siap sedia bila sewaktu-waktu diperlukan untuk mensupport pasukan di Pacitan dan daerah lain," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumlah korban banjir, berdasarkan keterangan Komandan Tanggap Darurat Bencana Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, meningkat. Hingga Jumat (1/12), data korban banjir  yang disebabkan oleh Siklon Tropis Cempaka ini dan longsor  di Pacitan bertambah menjadi 25 orang.

Memasuki hari keempat, 10 korban belum ditemukan. Ke-25 korban tersebut, terdiri dari enam korban banjir dan 19 korban tanah longsor. Sedangkan, korban yang sudah ditemukan mencapai 15 orang, lima korban banjir dan 10 korban tanah longsor.

Proses pencarian terkendala kondisi alam yang tak mendukung, termasuk medan dan jaringan komunikasi yang masih terputus. Akses menuju lokasi yang tidak dapat diakses oleh alat berat juga menyebabkan pencarian dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan menyemprotkan air. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 25 Desember 2017

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Liga Santri Nusantara (LSN) Region Sulawesi I menggelar laga final, Rabu (31/8) ini, pukul 15.00 WITA, di Lapanham PP DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. Region Sulawesi I meliputi Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat.

Di hari yang sama, final LSN Region Jatim II juga digelar di Stadion Brawijaya Kediri. LSN Region Jatim II yang bakal berlangsung pada pukul 15.30 WIB meliputi Kabupaten Kediri, Jombang, Malang, Batu, Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung.

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II

Menurut Koordinator LSN Region Sulawesi I Alimuddin Budung, laga final tersebut akan mempertemukan Pondok Pesantren DDI Kaballangang Pinrang versus Pondok Pesantren Al-Ihsan Kanang, Sulbar.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Alhamdulillah kita sudah memasuki babak final. Saya mengundang kepada seluruh masyarakat untuk menyaksikan laga final ini. Ini merupakan tontonan yang menarik," tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu, laga final LSN Jatim II mempertemukan antara Pondok Pesantren An Nur 2 Malang versus Pondok Pesantren Darut Taibin Tulungagung. Sedangkan, pertandingan untuk merebut juara ketiga mempertemukan antara Pesantren Queen Al Falah Ploso Kediri versus Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang pada pukul 13.30 WIB.

Untuk sementara, LSN di Jatim yang baru memastikan tiket ke babak 32 besar seri nasional adalah Pesantren Darul Huda Mayak. Darul Huda merupakan wakil dari LSN Region Jatim I. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Jelang Pileg, NU Jombang Sosialisasikan Sikap Politik

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menjelang pemilihan calon anggota legislatif pada 9 April mendatang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur memanfaatkan forum Lailatul Ijtima’ sebagai ajang sosialisasi sejumlah keputusan Musyawarah Kerja PCNU yang berkenaan dengan politik.

Jelang Pileg, NU Jombang Sosialisasikan Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pileg, NU Jombang Sosialisasikan Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pileg, NU Jombang Sosialisasikan Sikap Politik

Ketua PCNU Jombang KH Dr Isrofil Amar mengingatkan para fungsionaris NU di Kota Santri untuk ekstra hati-hati dalam mengambil sikap politik yang membawa nama organisasi. “Sebagai sebuah jam’iyah (organisasi), NU harus netral,” tandasnya.

Penegasan ini disampaikan Kiai Isrofil, sapaan akrabnya, saat memberikan taushiyah dalam forum Lailatul Ijtima’ di Masjid Ulul Albab Tebuireng, Diwek, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (22/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagi dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ini, panduan terhadap ketidakberpihakan NU dalam politik praktis sudah sangat jelas. Secara khusus, ia mengaku akan menuliskan panduan tersebut dalam sebuah tulisan di Majalah Nahdlah yang merupakan media resmi milik PCNU Jombang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Silahkan bapak dan ibu baca tulisan tersebut pada edisi majalah bulan Maret,” kata Kiai Isrofil berpromosi. “Semoga bisa memberikan arahan yang lebih jelas,” lanjutnya.

Pada kegiatan yang diikuti 7 MWC NU ini juga diisi dengan pemaparan soal keorganisasian dari mulai hasil musyawarah kerja serta materi pendalaman keaswajaan. Forum itu juga menyosialisasikan keputusan musyawarah kerja lainnya, seperti pelarangan penggunaan atribut NU sebagai alat peraga kampanye (APK) bagi seluruh partai dan caleg, keharusan untuk menjaga akhlaqul karimah, dan imbuan lain.

Kendati demikian, alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini tidak menutup mata dengan sejumlah calon yang berlatar belakang aktivis NU. “Kita hanya bisa mendoakan bahwa para kader NU yang merebut suara rakyat akan sukses,” terangnya. “Karena bila mereka sukses, tentunya akan bisa menguntungkan bagi NU dalam menyalurkan aspirasi perjuangan,” lanjutnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Nusantara, Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 07 Desember 2017

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) memandang doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai teguran moral untuk para penegak hukum di Indonesia. Menurut Kang Said, pemerintah dan terutama aparat penegak hukum perlu melakukan reformasi kelembagaan terutama berkaitan dengan upaya penegakan hukum di Indonesia.

Demikian disampaikan Kang Said kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

“Ini menunjukkan masyarakat masih belum percaya dengan sikap lembaga hukum,” kata Kang Said.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Aparat penegak hukum dan lembaga peradilan, menurutnya, harus menangkap aspirasi doa bersama yang dilakukan masyarakat di Monas, Jumat lalu. Mereka diharapkan melakukan pembenahan dan menunjukkan kerja-kerja konkret terkait penguatan kelembagaan.

“Jelas ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan lembaga hukum untuk membangun kepercayaan publik.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan pemerintah terutama aparat hukum dan lembaga peradilan untuk bekerja sesuai kode etik penegak hukum yang berlaku. Pasalnya kerja mereka selama ini mendapat pantauan dan sorotan publik.

“Ini akumulasi kekecewaan atas lemahnya penegakan hukum untuk kasus apapun di Indonesia selama ini,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam IMNU, PonPes, Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 28 November 2017

Akhirnya, PCINU Hongkong Diresmikan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Harapan warga Nahdlatul Ulama di Hongkong untuk memiliki wadah resmi akhirnya terkabul. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mendelegasikan dua utusan ke daerah tersebut untuk meresmikan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Hongkong, Ahad (22/6).

Akhirnya, PCINU Hongkong Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhirnya, PCINU Hongkong Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhirnya, PCINU Hongkong Diresmikan

Katib Aam PBNU KH Malik Madani mewakili Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan melantik kepengurusan pertama PCINU Hongkong di Masjid Tsim Sha Tsui, Kwoloon, Hongkong, pada pukul 10.00 waktu setempat.

KH Malik Madani hadir ke sana bersama Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) KH Masyhuri Malik yang akan memberi pengarahan seputar zakat, infaq, dan shadaqah seusai pengukuhan berlangsung.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pengarahan soal zakat oleh KH Masyhuri Malik ini kami rasa relevan karena kita sedang akan memasuki bulan suci Ramadhan,” kata Mustasyar PCINU Hongkong Hafid Ismail melalui sambungan telepon, Sabtu (21/6) malam.

Hafid mengatakan, pihaknya telah mengundang sejumlah pejabat dari lembaga tinggi di sana, seperti Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Hongkong dan Makau, Islamic Union Hongkong, serta ormas Islam dan para buruh asal Indonesia di sana.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Prosesi pelantikan ini sekaligus menjadi rangkaian acara menyongsong bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi. PCINU Hongkong telah melalui proses rintisan yang cukup lama hingga akhirnya diresmikan. Sebelumnya, warga Indonesia di Hongkong cukup aktif menggelar kegiatan kultural ke-NU-an, pengajian, dan mendapat kunjungan sejumlah pengurus NU. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Nusantara Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 09 November 2017

STISNU Adakan KKM Produktif

Tangerang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) akan segera dilaksanakan. KKM yang dilaksanakan 6 Agustus mendatang ini mengusung tiga kompetensi, meliputi ekonomi, pendidikan dan penelitian. Demikian disampaikan H Muhammad Qustulani, Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Nusantara Tangerang, Kamis (3/8) siang.

“Aspek ekonomi, kita akan menanam pohon dua ribu pohon mangga. Bayangkan, jika dari dua ribu pohon itu berbuah semua, maka akan menjadi penghasilan bagi masyarakat. Sehingga kampung itu bisa menjadi salah satu penghasil mangga di Tangerang,” jelas Qustulani yang juga pengasuh Pesantren Al-Hasaniyah.

Sisi penelitiannya, tambahnya, para mahasiswa yang melakukan KKM melakukan identifikasi gerakan radikalisme agama. Kegiatan ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap maraknya radikalisme di beberapa daerah belakangan ini. Mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi radikalisme dari desa-desa.?

STISNU Adakan KKM Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Adakan KKM Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Adakan KKM Produktif

“Kalau sisi pendidikannya, kita melakukan pelatihan kepada para guru ngaji. Harapannya, mereka mendapatkan keterampilan tambahan dalam mengajar. Salah satunya metode khusus dalam membaca Al-Quran yang diinisiasi oleh KH Arif. Dengan program itu diharapkan ada efeknya ke lembaga pendidikan NU bagi masyarakat,” tambah alumnus Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah tersebut .

Sebagai wujud kepeduliaan pendidikan, STISNU juga memberikan beasiswa bagi pengajar maupun alumni pesantren dan kader NU. Mereka cukup membawa rekomendasi dari pengasuh pesantren atau ketua NU setempat. Maka kader NU cukup membayar 25 persennya saja dari biaya pendidikan.

Qustulani menambahkan, lembaga NU harus peduli dalam peningkatan kualitas kader-kader NU. Untuk menjawab tantangan MEA kedepan, kader-kader NU harus mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.? (Suhendra/Zunus)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 02 Oktober 2017

Kesebelasan Pesantren Nurul Jadid Terima Trofi Juara LSN Regional III Jatim

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Setelah dipastikan sebagai juara Liga Santri Nasional (LSN) Regional III Jawa Timur, Persatuan Sepakbola (PS) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo menerima trofi piala penghargaan, Ahad (17/9).

Piala pengharaan juara LSN Regional III Jawa Timur ini diserahkan langsung oleh Ketua BKOS KHM Makki Maimun Wafi kepada Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Abdul Hamid Wahid. Penyerahan yang diadakan di aula pesantren ini dihadiri pengasuh dan guru pesantren serta santri.

Kesebelasan Pesantren Nurul Jadid Terima Trofi Juara LSN Regional III Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Pesantren Nurul Jadid Terima Trofi Juara LSN Regional III Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Pesantren Nurul Jadid Terima Trofi Juara LSN Regional III Jatim

“Saya menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih oleh para santri PP Nurul Jadid Paiton yang telah mampu meraih juara LSN Regional III Jawa Timur. Tentunya saat ini PS PP Nurul Jadid harus mempersiapkan untuk untuk mengikuti LSN tingkat Jawa Timur. Semoga prestasi ini mampu menjadi motivasi bagi santri dan pengasuh untuk terus tampil sebagai yang terbaik,” kata Ketua BKOS KHM Makki Maimun Wafi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid mengaku sangat bersyukur atas prestasi sepakbola yang diraih oleh para santri PP Nurul Jadid di mana dalam usianya yang masih seumur jagung dapat menorehkan prestasi.

“Semoga prestasi ini menjadi rangsangan untuk terus berprestasi dan mendorong kegairahan olahraga. Bukan saja olahraga prestasi tapi juga termasuk olahraga kesehatan untuk santri,” ungkapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam acara ini, kepala pesantren juga memberikan penghargaan kepada para pemain PSSNJ berupa beasiswa pendidikan bagi pemain terbaik dan top skor yang telah mengharumkan nama pesantren. “Jangan pernah berhenti untuk berprestasi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 September 2017

Larangan Debat Berkepanjangan

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefisinikan debat sebagai “Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.” Debat semacam ini positif selama kedua belah pihak masih bisa beragumentasi dengan baik. Akan tetapi ketika keduanya sudah dikuasai emosi dan bahkan saling serang pribadi masing-masing, maka perdebatan seamcam ini bisa berkepanjangan dan berpotensi menimbulkan madharat. 

Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah (Dar Al-Hawi, 1994, halaman 147) menjelaskan larangan debat berkepanjangan sebagai berikut:

Larangan Debat Berkepanjangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Larangan Debat Berkepanjangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Larangan Debat Berkepanjangan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?: "? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Artinya: “Jangan sekali-kali melibatkan dirimu dalam perdebatan berkepanjangan, sebab hal itu akan mengobarkan kemarahan, merusak hati, menimbulkan permusuhan, dan membangkitkan kebencian. Apabila seseorang mendebatmu dengan suatu kebenaran, terimalah, sebab kebenaran selalu lebih patut diikuti. Apabila ia terus mendebatmu dengan suatu kebatilan, berpalinglah dan tinggalkan orang itu, sebab ia adalah seorang jahil, sedangkan Allah SWT telah berfirman, “Berpalingklah dari orang-orang jahil.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari kutipan diatas dapat diuraikan larangan debat berkepanjangan disebabkan berpotensi menimbulkan hal-hal negatif seperti berikut:

Pertama, mengobarkan kemarahan di salah satu atau kedua belah pihak. Hal ini bisa terjadi jika salah satu pihak mulai tidak fokus pada topik pembicaraan tetapi sudah menyerang secara verbal pada pribadi pihak lainnya. Sikap marah dari salah satu pihak biasa dibalas dengan sikap yang sama oleh pihak lainnya.   

Kedua, merusak hati kedua belah pihak karena masing-masing terbakar emosinya. Emosi yang tak terkendali pada akhirnya akan menghilangkan akal masing-masing. Keadaan makin parah ketika masing-masing pihak mulai menggunakan okol (otot) dari pada akal sehingga yang terjadi kemudian adalah adu kekuatan fisik dan bukannya adu mulut. 

Ketiga, menimbulkan permusuhan di antara kedua belah pihak karena pihak yang awalnya merasa menang secara retoris bisa jadi pada akhirnya mengalami kekalahan secara fisik. Hal ini terjadi ketika pihak yang kalah secara retoris ternyata memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat. Permusuhan bisa makin melebar jika pihak-pihak yang berdebat merupakan representasi dari suatu kelompok tertentu sehingga menyulut solidaritas kelompok. 

Keempat, menumbuhkan kebencian di antara kedua belah pihak yang sewaktu-waktu dapat membakar emosi mereka. Kebencian yang tak bisa dipadamkan pada akhirnya akan menjadi bara dendam kesumat dan berpotensi melanggengkan permusuhan baik di antara individu yang berdebat maupun anggota kelompoknya. 

Untuk menghindari hal-hal negatif diatas, Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad sangat menekankan agar kita memiliki sportivitas dalam berdebat, yakni bersikap jujur terhadap suatu kebenaran dari pihak lain. Artinya jika pihak lain itu ternyata pendapatnya memang benar, maka secara jujur kita harus bersedia mengakui dan menerimanya. Sikap semacam ini sangat terpuji karena kebenaran dari manapun asalnya harus diterima dan diikuti tanpa memandang siapa yang menyatakannya.  

Sebaliknya, apabila kita menyakini bahwa pendapat kita benar dan pihak lawan bicara pendapatnya salah karena kejahilannya, maka sebaiknya kita segera meninggalkan orang itu karena tidak sepatutnya kebenaran dikaburkan oleh kejahilan dan apalagi dikalahkan oleh kebatilan. Dengan cara seperti ini, maka debat berkepanjangan dapat dihindari sehingga tidak menimbulkan hal-hal negatif sebagaimana disebutkan di atas. Anjuran meninggalkan pihak yang jahil ini sejalan dengan perintah Allah SWT di dalam Al-Qur’an, surah Al-A’raf, ayat 199, “Waa’ridh ‘anil jahilin (Berpalinglah dari orang-orang jahil)." 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Univeristas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 15 Agustus 2017

Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado

Manado, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kementerian Agama RI menggelar konferensi tahunan ilmiah internasional atau Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) di Manado. Kegiatan bertema “Harmoni in Diversity: Promoting Moderation and Preventing Conflicts in Socio-Religious Life” tersebut berlangsung dari Kamis (3/9) sampai Ahad (6/9).

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, AICIS di-set up untuk menjadi media saling belajar di kalangan ilmuwan. “Ini merupakan salah satu tujuan dari penyelenggaraan AICIS,” katanya.

Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado

Lewat AICIS, lanjut dia, berbagai hasil penelitian dapat dibahas dan dibagi kepada ilmuwan lain. Para akademisi bisa bertukar gagasan, pikiran dan temuan-temuan terbarunya untuk didebat dan diuji oleh komunitas akademik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dengan begitu, lewat perhelatan ini, mereka dapat saling memperkaya gagasan, dan saling menyapa. Tidak seperti dulu-dulu, meneliti sendiri, membaca sendiri, dan menerbitkan sendiri,” ujarnya seraya menambahkan bahwa model penelitian di masa lalu harus ditinggalkan.

Dulu, ujarnya, hasil-hasil penelitian disimpan rapi dalam ruang-ruang pengap dan sunyi, tidak dibaca dan tidak dikritik, tidak pula didialogkan. Selanjutnya dia berharap, AICIS juga akan mampu memperkuat konsorsium ilmu terutama untuk penguatan dan pengembangan integrasi ilmu yang sangat penting dan merupakan amanah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

AICIS, menurut Kamaruddin, juga dimaksudkan untuk membangun jejaring intelektual bagi dosen, untuk penguatan lembaga maupun untuk peningkatan kapasitas intelektual. AICIS membuka kesempatan bagi para dosen dan peminat kajian Islam untuk melakukan joint research dengan para peneliti dalam dan luar negeri.

Dia berharap, semua paper yang dibahas dalam AICIS dapat dicetak, diterbitkan, serta disebarluaskan melalui media agar masyarakat dunia dapat ikut mengambil manfaat dari kegiatan internasional ini. “Dunia sekarang ini sedang belajar pada Indonesia yang berhasil menjalankan perikehidupan damai meski masyarakatnya plural dan majemuk. Kita berharap, hasil-hasil dari AICIS ke-15 ini sekaligus akan menjadi sumbangan bangsa Indonesia untuk dunia internasional,” kata Kamaruddin.

Sementara Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI Amsal Bakhtiar mengatakan, realitas keindonesiaan yang majemuk itu adalah sebuah keniscayaan. Bahkan menjadi rahmat dan seharusnya kita pandai-pandai mengelola Indonesia.

“Harmony in diversity. Hidup damai dalam perbedaan adalah dambaan kita semua. Hidup dengan penuh warna-warni juga sesuatu yang sangat indah,“ katanya.

Ia menambahkan, untuk penyelenggaraan AICIS tahun ini, Kementerian Agama memberikan kepercayaan kepada IAIN Manado sebagai tuan rumah. “Pemilihan Manado sebagai tempat penyelenggaraan AICIS tentulah didasari pada pemikiran bahwa Manado dalam aspek historis dan geografis memiliki keragaman budaya, agama, dan etnis,” ujarnya.

Kota Manado, lanjut dia, sejak lama dikenal sebagai kota multikultural dan multietnik namun masyarakatnya mampu menunjukkan semangat untuk selalu hidup berdampingan dalam damai.? “Bingkai kebhinnekaan terajut dengan apik di Negeri Nyiur Melambai. Torang Samua Basudara,” tambah Amsal.

Dalam pertemuan ilmiah ini, Dr. (HC) K.H. Hasyim Muzadi (anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Prof. Dr. Barney Glover (Vice Chancellor di University of Western Sidney) akan tampil sebagai keynote speaker. Selain menyimak pandangan dari kedua tokoh ini, para peserta juga akan mengikuti 4 sesi pleno dan 8 sesi paralel yang masing-masing membahas topik menarik.

Pleno pertama bertajuk “Harmony in Diversity: Contemporary Thought on Inter-Religious Dialogue” dan akan menghadirkan lima orang pembicara, yakni Prof. Dr. Phillip Buckley (McGill University), Dr. Richard Siwu (Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon), Prof. Dr. Nadirsyah Hosen (Monash University), Kevin Fogg, Ph.D (Oxford University), dan Dr. Haidar Bagir, penggagas Gerakan Islam Cinta.

Pada pleno kedua yang bertajuk “Cross Cultural Comparisons of Peace Building”, ditampilkan Prof. Dr. Riaz Hasan (Direktur International Center for Muslim and and Non- Muslim, UNISA Australia), Prof. Dr.? Kevin Dunn (Dekan School Social Science and Psychology, University of Western Sydney), Sulaiman Mapiasse, Ph.D (IAIN Manado), dan Syamsul Maarif, Ph.D (CRCS UGM).

Lantas, pada pleno ketiga, yang bertajuk “Harmony in Diversity: Social and Political Dimension of Religion and Modernity”, akan tampil Prof. Dr. Robert W. Hefner (Boston University, USA), Prof. Dr. Nawal (Canberra University), Ali Munhanif, Ph. D (UIN Jakarta), dan Prof. Dr. Karel Steenbrink (Netherland).

Terakhir, pleno ke-4 yang mengangkat bahasan mengenai “Building Sustainable Future for Islamic Higher Education”, akan menghadirkan Prof. Dr.? Imam Suprayogo, MA (UIN Malang), Prof. Dr. Kadarsyah Suryadi (Rektor ITB), Prof. Dr. Jamhari, MA (UIN Jakarta), dan Madjid Fauzi Abu Gazali, Ph.D (Yordania) sebagai pembicara.

Konferensi juga akan membahas ratusan paper yang dibawa peserta yang berkaitan dengan tema pendidikan, kewarganegaraan, dan perdamaian. Turut dibahas pula aspek syariah dalam mewujudkan moderasi Islam, teologi dalam dinamika pluralisme religius, dimensi sosial dan politik dari agama dan modernitas, serta dimensi ekonomi dalam perdamaian dan keharmonisan. Tema berikutnya adalah aspek psikologis kehidupan beragama, peran ilmu pengetahuan dalam perdamaian, serta aktivitas komunikasi dan jangkauan informasi untuk perdamaian. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Sholawat, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 26 Juli 2017

Benarkah Lindsay Lohan Jadi Mualaf?

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam



Mantan bintang Disney Lindsay Lohan dikabarkan menjadi mualaf setelah memeluk agama Islam. Ahad lalu, pemeran Cady Heron dalam film "Mean Girls" (2004) itu menghapus semua unggahan di media sosialnya; Instagram dan Twitter.

Akhir pekan ini rumor pun beredar Lohan sudah berubah keyakinan menjadi seorang Muslim karena salam berbahasa Arab di laman Instagram miliknya, "Alaikum salam" yang kurang lebih berarti semoga kedamaian selalu menyertaimu, salam yang umum digunakan kaum Muslim.

Benarkah Lindsay Lohan Jadi Mualaf? (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Lindsay Lohan Jadi Mualaf? (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Lindsay Lohan Jadi Mualaf?

Aktris berusia 30 tahun itu sebelumnya membuat heboh dengan menenteng Al-Quran pada hari pertama saat memberikan layanan sosial di New York musim panas tahun lalu.

Lohan mengatakan dia baru saja jatuh cinta kepada Islam dan dia mengungkapkan kalau dia sudah mempelajari agama untuk memuaskan rasa penasaran intelektual dan spiritualitasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dia mengatakan kepada The Sun: "Saya orang yang sangat spiritual dan sangat terbuka untuk belajar,"?

Lohan yang terlahir Katolik itu juga mengungkapkan bahwa adik perempuannya Ali juga sedang menjelajahi sisi spiritualnya dan sudah beralih menganut Budha.

Selain itu, Lohan juga menjelaskan bahwa dia mempraktikan sebuah bentuk meditasi yang disebut "tapping", yang meliputi mengosongkan diri untuk mencapai ketenangan jiwa.

Itu jauh dari awal dia menunjukkan ketertarikannya kepada agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selama masa kejayaannya menjadi bintang remaja, dia mengenakan gelang merang Kabbalah yang dipercaya menangkal nasib buruk yang diakibatkan oleh "si mata jahat".

Dia juga dikabarkan menghadiri sejumlah kelas Kabbalah dan pada 2012 dia bergabung dengan grup Budha-nya Courtney Love. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 18 Juni 2017

Lazisnu Banyuwangi Siapkan Amil Hingga ke Tingkat Ranting

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Banyuwangi, Jawa Timur menyiapkan para pengumpul zakat (amil) hingga ke tingkat Ranting. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Kantor PCNU Banyuwangi di bilangan Ahmad Yani, Jumat (10/6) pagi, Lazisnu Banyuwangi mengumpulkan para Unit Pengelola Zakat Infaq Shadaqah (UPZIS) yang berada di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWCNU).

Lazisnu Banyuwangi Siapkan Amil Hingga ke Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazisnu Banyuwangi Siapkan Amil Hingga ke Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazisnu Banyuwangi Siapkan Amil Hingga ke Tingkat Ranting

Dalam Rakor tersebut, selain menyosialisasikan tentang Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Zakat, Infaq, dan Shadaqah, juga menyampaikan hasil Rapat Koordinasi Nasional Lazisnu di Jakarta pada beberapa hari sebelumnya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua lazisnu Banyuwangi Irfan Affandi menjelaskan tentang perubahan beberapa nomenklatur yang menyangkut pengelolaan zakat. “Jika tahun kemarin ditingkat kecamatan disebut UPZ, sekarang disebut UPZIS. Hal ini untuk membedakan nama dengan unitnya Baznas. Perbedaan ini diharuskan karena diatur dalam undang-undang,” tutur Irfan di hadapan para peserta Rakor.

Pada kesempatan Rakor tersebut, Lazisnu Banyuwangi juga menyiapkan para pengumpul zakat, infaq dan shadaqah hingga tingkat ranting. Masing-masing UPZIS tingkat MWC/kecamatan menyetorkan nama-nama pengelola UPZIS di masing-masing rantingnya. “Ada sekitar 547 ranting NU di seluruh Banyuwangi. Berarti ada 547 UPZIS tingkat Ranting pula yang kami siapkan di 24 UPZIS tingkat kecamatan,” papar Irfan yang juga Wakil Rektor IAI Ibrahimy Genteng.

Para UPZIS tersebut juga dilengkapi dengan Surat Keputusan (SK) yang memberikan kewenangan kepada masing-masing UPZIS untuk mengumpulkan zakat, infaq dan shadaqah di masing-masing tingkatannya. “Lazisnu telah mengantongi izin berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 255 Tahun 2016 tentang Lembaga Amil Zakat,” tegas Irfan.

Dalam kesempatan yang juga hadir para komisioner Baznas Banyuwangi itu, Irfan juga menegaskan bahwasannya warga nahdliyin sudah seharusnya membayar zakat melalui Lazisnu. “Wong NU kudune mbayar zakat, infaq, lan shadaqah lewat Lazisnu (warga NU harusnya membayar zakat, infaq, dan shadaqah lewat Lazisnu). Insyallah amanah dan sesuai dengan dakwah Nahdliyin,” pungkas Irfan. (Anang Lukman Afandi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 15 Desember 2015

Mari Ulurkan Tangan untuk Penderita Tumor Ini

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Penjabat Bupati Way Kanan Provinsi Lampung Albar Hasan Tanjung pada Musyawarah Besar Kelompok Kerja Wartawan (Mubes Pokjawan) V di Blambangan Umpu, Rabu (10/2) mengapresiasi kinerja insan pers sebagai ujung tombak informasi sehingga dirinya mengetahui warganya yang menderita penyakit tumor tulang rahang.

Mari Ulurkan Tangan untuk Penderita Tumor Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Mari Ulurkan Tangan untuk Penderita Tumor Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Mari Ulurkan Tangan untuk Penderita Tumor Ini

"Beberapa waktu lalu saya diajak wartawan ke rumah Tasrini di Kampung Panengahan Kecamatan Negeri Agung, itu penegasan tugas jurnalis memang penting," ujar Albar.

Tasrini (39), istri dari Samidi, buruh serabutan tanpa penghasilan tetap yang memiliki tiga anak, Agus Prastio kelas 1 SMPN Negeri Agung, Titin Indriani kelas IV SDN Panengahan dan yang bungsu Wahyu berusia 2,5 tahun, belum sekolah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ibu penderita tumor tulang rahang itu telah 8 kali berobat jalan, dan hanya 2 kali diberikan obat, yaitu pada pertama kali datang bulan Agustus 2015 dan terakhir kali pada 18 Januari 2016 lalu. Namun obat yang diberikan hanya ala kadarnya, yaitu vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12 dan paracetamol yang bisa didapat dari bidan desa setempat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tasrini butuh bantuan kita semua untuk mengobatinya, seluruh komponen anak bangsa seperti Pokjawan, Persatuan Wartawan Indonesia juga GP Ansor perlu terlibat," kata Albar saat membuka acara empat tahunan Pokjawan itu lagi.

Berkaitan dengan pengobatan Tasrini, anggota Pokjawan Dian Firasta menyampaikan uneg-unegnya melalui akun facebooknya ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat Farida Aryani.

"Kepala Puskesmas Negeri Agung hanya mampu menyedikan bensin dan sopir. Untuk penyeberangan ke Jakarta dan biaya hidup sopir ditanggung oleh pasien. Kenapa saat kunjungan Pj Bupati Albar Hasan Tanjung dan Kepala Dinas Kesehatan ibu di rumah Tasrini dirinya berjanji menyanggupi dan menggratiskan untuk mengantar Tasrini ke rumah sakit di manapun hendak dituju?" ujar Dian.

PC GP Ansor Way Kanan terpanggil menggalang dana sosial untuk Tasrini melalui kitabisa.com, website untuk menggalang dana (fundraising) secara online. Calon dermawan bisa mengunjungi link https://kitabisa.com/tumortulangrahang# sebagai bahan pertimbangan untuk membantu ibu yang masih mengurus tiga anaknya dalam kondisi sakit itu.

Hingga saat ini, penggalangan dana terkumpul dilakukan PC GP Ansor telah mencapai Rp4.932.543 dari target Rp100 juta untuk 19 hari kedepan. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 06 Oktober 2014

Perkembangan Islam dalam Bentuk Kebudayaan Nusantara

Sukoharjo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Islam berkembang dalam berbagai bentuk kebudayaan dengan karakter khas antara satu dengan lainnya tanpa mengurangi orisinalitas Islam. Demikian halnya kebudayaan Islam Jawa yang juga merupakan bagian dari kebudayaan Islam Nusantara.

Demikian diterangkan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Klaten, Syamsul Bakri dalam seminar bertajuk “Transformasi Islam dan Budaya” di kampus Institut Agama Islam Negeri Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (13/5) lalu.

Perkembangan Islam dalam Bentuk Kebudayaan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkembangan Islam dalam Bentuk Kebudayaan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkembangan Islam dalam Bentuk Kebudayaan Nusantara

Menurut Syamsul, bentuk-bentuk akulturasi Islam dengan kebudayaan Jawa mengambil bentuk tradisi Jawa seperti Sekaten, Grebeg Syawal, Grebeg Mulud, dan lain-lain. “Ini membuktikan Islam masuk di masyarakat Jawa, menggunakan pola adaptif dan kompromis,” ungkap Syamsul.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Syamsul menambahkan, kala itu para Walisongo yang menjadi penyebar Islam di Nusantara menyelami kebudayaan masyarakat untuk melakukan dakwah. Misal dengan penggubahan dan pemberian nama-nama Islam dalam pewayangan, seperti Arjuna menjadi Janaka, Bima menjadi Werkudara, dan lain sebagainya.

“Islam beradaptasi dengan kebudayaan Jawa, dan tidak berkonfrontasi,” terang dosen IAIN Surakarta itu. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock