Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Sejumlah Dampak Full Day School Menurut Persatuan Guru NU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Baru saja pelaksana pendidikan di Indonesia dibuat ribet dengan perubahan kurikulum. Nasib guru yang selalu terombang-ambing karena perubahan kebijakan yang tidak jelas arahnya. Belum lagi perlakuan yang tidak pantas untuk guru dari murid dan orang tuanya. Kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendy mewacanakan program full day school, anak harus ada di sekolah dari pagi hingga sore.

Soal full day school, Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Aris Adi Leksono menjelaskan, sesungguhnya program itu bukan hal yang baru. Bagi kalangan pesantren dan basis Nahdliyin mendidik anak dengan totalitas waktu dan daya dukung lainnya sudah ada sejak zaman dulu.?

Sejumlah Dampak Full Day School Menurut Persatuan Guru NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Dampak Full Day School Menurut Persatuan Guru NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Dampak Full Day School Menurut Persatuan Guru NU

“Pesantren bukan sekedar full day, tapi thuluz zaman atau belajar sepanjang hayat sehingga karakter dan pengetahuan yang didapat menjadi matang dan tuntas (mastery learning),” ujar Aris.

Lebih lanjut, Aris menuturkan jika program menteri tersebut jadi dilakukan, pihaknya yakin akan menambah daftar trial and error sistem pendidikan nasional. Alasannya, kondisi sekolah kita masih banyak yang belum siap, sarana belum memadai, sistem pendidikan yang belum siap, sistem pembelajaran, dan masih banyak kendala teknis lainnya.

"Lebih baik memperkuat sistem yang ada, sudah jelas pesantren adalah sistem pendidikan khas Nusantara. Full day di pesantren lebih bermakna daripada di sekolah, mending Kemdikbud ikut kampanye Ayo Mondok,” terang Guru di MTsN 34 Jakarta itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Aris, Mendikbud harusnya lebih fokus pada pengembangan kurikulum dan pemerataan kompetensi guru, sehingga pelayanan standar? pendidikan? nasional dapat dirasakan seluruh pelosok negeri. Menurutnya, pemerintah harus mulai taubat dari program pencitraan yang justru meresahkan masyarakat dan tidak jelas arahnya.

Belum lagi irisan akibat pelaksanaan program tersebut, karena tidak sedikit anak yang harus belajar agama di Madrasah Diniyah usai pulang sekolah. Madrasah Diniyah memiliki peran strategis untuk penanaman nilai agama bagi anak dan usia remaja. Belum lagi interaksi sosial anak menjadi terbatas, terutama dalam upaya pengembangan minat dan bakat anak di luar sekolah.

Dalam hal ini, Pergunu DKI Jakarta sebagaimana tradisi pesantren berharap Mendikbud istikhoroh dulu. Selain itu, sebuah program lebih baik melalui riset terlebih dahulu sebelum wacana itu menjadi kebijakan. Bukan serta merta langsung diterapkan, apalagi dijadikan pilot project.?

“Jika hasilnya baik, tidak masalah mengadopsi sistem pesantren yang sudah menjadi keunggulan sistem pendidikan Indonesia sejak dulu,” pungkas Wakil Ketua STAINU Jakarta ini. (Red: Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 13 Februari 2018

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam - Jenazah KH Ahmad Basyir AS dan KH Mannan Fadhaly bakal dikebumikan secara bersamaan. Keduanya akan dimakamkan pada pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang, Sabtu (15/7). Kendati demikian, dua kiai yang sama-sama Rais Syuriyah PCNU Sumenep dan PCNU Pamekasan ini dikebumikan di lokasi yang berbeda.

Kiai Basyir dimakamkan di pasarean keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Sementara Kiai Mannan dimakamkan di area Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan.

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

"Semula Kiai Basyir direncanakan bakal dikebumikan usai Ashar. Tapi ada perubahan rencana, yakni dimajukan ke pukul 14.00 WIB," KH Muhammad Mushthafa selaku bagian dari keluarga besar Annuqayah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya diberitakan, Kiai Basyir dan Kiai Mannan wafat Sabtu (15/7) pagi. Kiai Mannan mengembuskan nafas terakhir di RSUD Pamekasan. Sedangkan Kiai Basyir wafat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya setelah sebelumnya menjalani perawatan sejak Selasa (4/7) lalu.

Saat ini, ribuan alumni sudah memadati kompleks Pesantren Annuqayah. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, Habib, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kementrian Sosial memberikan apresiasi terhadap kegiatan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Pekalongan. Hal ini karena Muslimat NU Pekalongan dinilai peduli melakukan gerakan terhadap pencegahan penanggulangan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) salah satunya dengan mendirikan Rumah Pintar Adiksi.?

Rumah Pintar Adiksi yang didirikan Muslimat NU Pekalongan menempati eks Gedung PCNU Jalan Dr Sutomo Kota Pekalongan yang dalam pelaksanaanya rumah pintar terebut akan menjadi pusat rehabilitasi berbasis agama, juga menjadi pilot projek di Kementrian Sosial RI.

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi

Direktorat Jendral Rahabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Waskito Budi Kusumo mengatakan, Kemensos sangat mengapresiasi terhadap Muslimat NU Kota Pekalongan ini, karena gagasanya untuk mendirikan rumah rehabilitasi narkoba.?

“Rumah Pintar Adiksi di Pekalongan ini dalam waktu dekat akan segera dilakukan bimtek, diharapkan agar langkah yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, jangan sampai ada salah langkah dan lain sebagainya,” tandasnya, saat peresmian Rumah Pintar Sahabat Adiksi dan Kampung Pelopor Indonesia Tanpa Narkoba, Muslimat NU Kota Pekalongan, Sabtu (17/6)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakannya, peran dan kiprah Muslimat NU begitu sangat strategis dalam membina keluarga, kedekatannya terhadap anak-anak dalam setiap hari menjadi penentu dalam pencegahan dan penyalahgunaan terhadap narkoba.?

“ Kemensos RI, sangat menginginkan di daerah lain pun seperti di Pekalongan ini, karena narkoba di seluruh Indonesia telah menjarah kehidupan banyak kalangan,”tandasnya.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Pekalongan Hj Nur Khikmah kepada Rohis Tegal - Rohani Islam menjelaskan bahwa pendirian Rumah Pintar Adiksi tersebut tidak lepas dari dorongan oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU, yang dilatarbelakangi dengan dibentuknya Laskar Anti Narkoba.?

"Awalnya ide untuk membuat Rumah Pintar Adiksi ini muncul sepulang dari bimtek, yang diadakan oleh pimpinan pusat di Bekasi Jawa Barat. Sepulangnya langsung kita sikapi dengan melakukan audiensi pemerintah daerah, yang saat itu wakil walikota mendukung sepenuhnya," ungkapnya.

lebih Lanjut ? Nur Khikmah mengatakan, para ibu-ibu muslimat sangat khawatir melihat fakta di lapangan. Banyak di desa-desa yang sudah menjadi korban dan bahkan ada yang menjadi bandar, padahal anak-anak tersebut dari segi pengetahuan agama dan pendidikan lumayan cukup.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Sebagai gerakan awal di setiap pengajian rutin hari jumat di masing-masing kelurahan se Kota Pekalongan, selalu disampaikan tentang bahaya narkoba dan juga dilakukan seminar di kalangan pengurus,”imbuhnya.

Nur Khikmah menambahkan, kerja keras yang dilakukan Muslimat NU sekarang mendapat titik terang, sebab gagasan untuk mendirikan rumah pintar adiksi akhirnya terwujud, setelah berkerjasama dengan Institusi Penerima Wajib Lapor ( IPWL) Al Malaa. Bahkan rumah rehabilitasi berbasis psikologi dan agama diresmikan Langsung oleh Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial Kemesnsos RI, sekaligus sebagai pilot project.

Dalam pelaksanaan Rumah Pintar Adiktif yang dikelola Muslimat NU nantinya akan mendapat banyak dukungan, baik dari instansi terkait, dan juga dari internal di Nahdlatul ulama, seperti GP Ansor, Fatayat NU, IPNU IPPNU dan lembaga di lingkungan NU yang salama ini juga telah melakukan kegiatan preventif melalui penyuluhan tentang bahaya narkoba. ( Nafi / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 12 Februari 2018

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua baru Ansor Banjardowo Muhammad Achmadi menitikberatkan program kepemimpinannya ke depan pada kerja sosial. Dalam waktu dekat, GP Ansor Banjardowo kecamatan Genuk, Semarang mengagendakan santunan yatim dan amalan Ramadhan.

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Achmadi menginginkan GP Ansor Banjardowo memiliki ciri dan program khusus yang lebih mengutamakan kegiatan berbasis masyarakat. Dengan itu, kegiatan Ansor di desanya tidak terjebak pada kegiatan rutin bulanan.

“Kerja kita harus memiliki efek yang baik terhadap kondisi sosial. Jika kegiatan Ansor Banjardowo secara internal tampak baik dan lancar, namun akan menjadi percuma kalau tidak bisa bermanfaat bagi masyarakat,” terang Achmadi, Selasa (17/6) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Achmadi diamanahkan memimpin GP Ansor Banjardowo setelah Ketua sebelumnya Muslimin terpilih   menjadi Ketua PAC GP Ansor Genuk.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia juga mengajak kadernya menjaga soliditas di tengah kampanye pilpres saat ini. “Segala puji bagi Allah, cukuplah Dia sebagai penolong,” ucap Achmadi pada pertemuan rutin Ansor Banjardowo. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Humor Islam, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 09 Februari 2018

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Selama tiga minggu, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri Jawa Timur meneliti pengelolaan keuangan di Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT Jombang. Mereka yang berjumlah lima orang ini ingin mempraktikkan sejumlah pengetahuan yang telah diraih selama berada di kampus.

"Kami dari Fakultas Syariah Program Studi Ekonomi Syariah," kata Krisna Winata Putra, pimpinan kelompok tersebut saat dikonfirmasi Rohis Tegal - Rohani Islam, Rabu (11/2).

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Para mahasiswa sejak tanggal 9 hingga 28 Februari mendatang akan meneliti lebih dekat bagaimana LSPT mendapatkan dana sosial dari para donatur, pengadministrasian, penyaluran dana untuk kegiatan sosial, hingga pelaporan kepada khalayak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Para peserta juga terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan LSPT, khususnya saat memberikan santunan kepada sejumlah kalangan," kata Krisna, sapaan akrabnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seperti pada kegiatan penyaluran bantuan. Bersama salah seorang pengurus, mereka diikutkan kegiatan penyaluran paket susu formula kepada masyarakat. "Kami menyaksikan, bantuan ini tidak semata diberikan kepada kalangan muslim, juga masyarakat yang beragama lain," tandas mahasiswa kelahiran Kediri ini. Bagi para mahasiswa, apa yang dilakukan LSPT adalah cerminan rasa solidaritas membantu masyarakat kurang mampu dengan tanpa membedakan agama dan keyakinan, lanjutnya.

Keterlibatan dengan kegiatan LSPT juga mereka rasakan saat pemberian santunan kepada para 200 fakir miskin dan kaum dluafa di Masjid Ulul Albab yang berada di lingkungan Pesantren Tebuireng. Selama acara berlangsung, para mahasiswa ikut dalam kegiatan shalat dhuha berjamaah, mendengarkan mauidhah hasanah, pemberian santunan dan layanan kesehatan secara gratis.

Bagi mahasiswa semester 6 ini, pengalaman mengikuti sejumlah kegiatan LSPT merupakan hal menarik dan berharga. "Hal ini juga menjadi pembanding dengan ilmu yang selama ini kami peroleh di kampus," ungkapnya.

Meskipun belum genap semingu terlibat dalam kegiatan LSPT, para mahasiswa merasa bahwa secara umum pengelolaan keuangan di lembaga sosial ini lumayan baik. "Apalagi kami dibantu dengan keterbukaan informasi yang disampaikan pengurus," katanya. Keberadaan majalah dan website juga menjadi sarana dalam menyampaikan informasi keadaan keuangan yang masuk serta digunakan sejumlah kegiatan, lanjutnya.

Waktu 3 minggu akan benar-benar dioptimalkan para mahasiswa untuk mendapatkan gambaran pengelolaan administrasi dan keuangan LSPT. "Kami juga akan memberikan saran serta masukan kepada lembaga ini sesuai dengan ilmu yang telah kami dapatkan selama kuliah," pungkas Krisna. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Humor Islam, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 06 Februari 2018

Kepada IKA PMII, Bupati Banyumas: Kalian adalah Emas bukan Tanah

Banyumas, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebuah emas tidak bisa muncul begitu saja dari tanah, tapi harus melalui beberapa proses yang panjang dan berat. Tahap demi tahap harus dilaluinya, setelah itu baru terbentuklah sebuah emas.?

Demikian disampikan Bupati Banyumas, Ahmad Husein pada saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Ikatan Keluarga Alumni Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Cabang Kabupaten Banyumas periode 2017-2022, Sabtu malam (13/5) di Pendopo Kabupaten Banyumas.?

Husain menggambarkan, semua kader IKA PMII adalah tanah yang nantinya akan menjadi emas. Emas yang dimaksudkan Husain adalah kesuksesan.

Kepada IKA PMII, Bupati Banyumas: Kalian adalah Emas bukan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada IKA PMII, Bupati Banyumas: Kalian adalah Emas bukan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada IKA PMII, Bupati Banyumas: Kalian adalah Emas bukan Tanah

"Namun tidak mudah untuk menjadi emas, harus malaui ujian yang panjang, kader-kader IKA-PMII harus kuat menghadapi ujian demi ujian tersebut," katanya.?

Husain juga menjelaskan, tidak semua tanah bisa menjadi emas. Ada yang menjadi tembaga, aluminium, besi dan sebagiannya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Hanya tanah yang bagus yang bisa menjadi emas, hanya kader yang kuat dan cerdas yang bisa sukses," lanjutnya.

Selain itu, Husain juga berharap kepada kader IKA-PMII yang telah dilantik untuk bisa berperan aktif memajukan perekonomian desa tempat tinggalnya. "Kembangkan ide-ide kemajuan ekonomi kalian didalam lingkungan masyarakat," jelasnya.

"Tunjukan bahwa kalian adalah emas, bukan tanah," tegas Husain.? (Kifayatul Ahyar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Humor Islam, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

GP Ansor Surabaya Kecam Keras Tindakan Zionis Israel di Palestina

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam - Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap kaum Muslimin di Palestina, tepatnya di Kompleks Masjid Al-Aqsha pada Jumat (21/7) kemarin.

Menurut Ketua GP Ansor Surabaya M Farid Afif, tindakan Israel ini merupakan tindakan keji yang harus dilawan dan tindakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), termasuk pembunuhan terhadap jamaah yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al-Aqsa.

GP Ansor Surabaya Kecam Keras Tindakan Zionis Israel di Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Surabaya Kecam Keras Tindakan Zionis Israel di Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Surabaya Kecam Keras Tindakan Zionis Israel di Palestina

"Ini merupakan tindakan keji yang harus dilawan. Mereka membunuh umat Islam yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al-Aqsha," tegas Afif.

Rohis Tegal - Rohani Islam

GP Ansor Surabaya juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk meminta Dewan Keamanan PBB agar mengusut tuntas tindak kekerasan terorisme di wilayah Al-Quds.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Organisasi Kerja sama Islam (OKI) juga perlu dilibatkan agar dapat segera melakukan pertemuan darurat membahas situasi di kompleks Al-Aqsa," lanjut pria yang kerap di sapa Gus Afif.

GP Ansor Kota Surabaya mengajak semua pihak untuk menahan diri agar situasi tidak memburuk. Gus Afif menyerukan kader Ansor di Surabaya untuk mendoakan keluarga dan korban agar diberi kemenangan dalam menghadapi Israel.

"Kami mengimbau seluruh kader Ansor Surabaya untuk berdoa demi keselamatan dan kemenangan umat Islam di Palestina," kata Ketua GP Ansor Surabaya masa khidmat 2017-2021.

Perlu diketahui, aksi brutal Israel ini setidaknya menewaskan tiga orang jamaah dan ratusan lainnya luka-luka ketika sedang melaksanakan shalat Jumat di masjid yang kali pertama menjadi kiblat bagi umat Islam di dunia. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Humor Islam, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Isomil NU Dorong Perdamaian Dunia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Agenda International Summit of the Moderate Islamic Leaders (Isomil) yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), berusaha mendorong perdamaian di dunia internasional. Agenda ini, yang dihelat di Gedung Jakarta Convention Hall (JCC), pada 9-11 Mei 2016 ini, diikuti oleh sekitar 400 peserta, dari berbagai negara, terutama Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia, perwakilan negara-negara Asia, dan kiai-kiai Indonesia.

Isomil NU Dorong Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil NU Dorong Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil NU Dorong Perdamaian Dunia

Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, mengungkapkan bahwa sudah saatnya ulama bersatu untuk menghadirkan inspirasi dan solusi penyelesaian konflik yang terjadi dunia. "Kita duduk bersama pada forum ini, dengan tujuan untuk mencari solusi perdamaian di dunia," ungkap Kalla, pada pembukaan Isomil NU, Senin (9/5). Hadir pula dalam pembukaan ini, KH Maruf Amin (Rais Aam NU), Presiden Ri ke-5 Megawati Soekarnoputri, A. Muhamin Iskandar (Ketua Umum PKB), dan ulama dari penjuru Nusantara.   

Wapres menegaskan bahwa masalah tidak dapat diselesaikan hanya dengan konferensi atau seminar. Para ulama harus terjun langsung ke tengah masyarakat untuk memberi inspirasi atas perdamaian, mencegah konflik dan pertikaian di berbagai negara. Pada kesempatan ini, Wapres juga menelisik akar konflik bernuansa agama yang terjadi di berbagai negara. Wapres mencontohkan radikalisme yang berujung teror di Prancis, Belgia dan beberapa negara Eropa justru dipicu oleh mereka yang tidak punya pemahaman agama mendalam. Kelompok anak-anak muda yang radikal, tidak memahami masjid, dan kemudian memberontak dengan mengahdirkan kekerasan.

Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Islam Nusantara, Islam ala ulama Indonesia mengajarkan kedamaian, bukan kekerasan. Kiai Said mencontohkan peran Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari yang berhasil menyatukan Islam dengan nasionalisme. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kiai Hasyim Asyari menegaskan prinsip hubbul wathan minal iman (cinta tanah air merupakan sebagian dari iman). Kiai Hasyim mendialogkan agama dan negara, Islam dan prinsip kebangsaan," terang Kiai Said.   

Kiai Said menegaskan betapa kiai-kiai pesantren Indonesia, berhasil membangun jembatan antara prinsip agama dan negara. "Konflik yang terjadi di Timur Tengah, tidak akan selesai jika belum ada titik temu antara prinsip agama dan prinsip negara," ungkap Kiai Said. Ia menambahkan bahwa beberapa ulama Timur Tengah, tidak memiliki konsep titik temu antara agama dan negara, antara Islam dan prinsip kebangsaan.

Melalui agenda Isomil, Kiai Said  menyatakan bahwa PBNU berusaha menawarkan Islam Nusantara sebagai inspirasi peradaban dunia. Islam Nusantara itu bukan madzhab. Prinsip Islam Nusantara itu mengajarkan kedamaian, rahmat, kesejahteraan dan memberi ruang bagi kearifan lokal. Sudah saatnya kita mengekspor pemikiran Islam Nusantara, pemikiran Kiai Hasyim Asyari dan kiai-kiai lain ke level internasional," terang Kiai Said. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 25 Januari 2018

Lomba Penulisan Opini PMII Unila Diperpanjang

Bandar Lampung, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Lampung saat ini tengah menggelar lomba penulisan opini dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Rencananya, lomba tersebut dimulai dari tanggal 30 April 2016 dan berakhir pada 7 Juni 2016.

Seiring berjalannya waktu, peminat lomba ini mencapai ratusan peserta sampai pada tanggal 31 Mei 2016, yang juga merupakan tanggal terakhir pengumpulan berkas dan pendaftaran.

Lomba Penulisan Opini PMII Unila Diperpanjang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Penulisan Opini PMII Unila Diperpanjang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Penulisan Opini PMII Unila Diperpanjang

(Baca: Sambut Harlah Pancasila, PMII Unila Gelar Lomba Penulisan Opini)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun, karena banyaknya permintaan dari peserta untuk memberikan tenggang waktu pendaftaran dan pengumpulan berkas, panitia pelaksana lomba penulisan opini memberikan toleransi massa pendaftaran dan pengumpulan berkas selama 5 hari, yaitu dari tanggal 1 Juni 2016 sampai 5 Juni 2016.

Batas akhir lomba penulisan opini pun kini berubah, yaitu dari tanggal 1–5 Juni 2016 perpanjangan pendaftaran dan pengumpulan berkas, tanggal 6 – 10 Juni 2016 tahap penjurian, dan tanggal 11 Juni 2016 pengumuman pemenang lomba penulisan opini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

? “Perpanjangan ini dilakukan karena banyaknya permintaan dari peserta lomba,” ujar Bandung Setiawan selaku ketua pelaksana. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Umat Islam di Indonesia berduka atas wafatnya Rais Syariyah PBNU periode 2010-2015 dan mantan Imam Besar Masjid Istiqlal pada Kamis (28/4) pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina Jakarta.

Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)
Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)

Biografi Singkat KH Ali Mustafa Ya’qub

Semasa hidup, ulama ahli hadits ini telah banyak menelurkan karya monumental, baik dalam bahasa Arab, Inggris maupun Indonesia. Keahliannya dalam bidang ilmu hadits ini ia wujudkan dengan mendirikan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darussunnah di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan.?

Hingga sekarang, pesantren tersebut telah banyak mencetak para ilmuwan di bidang Ilmu Hadits maupun Tafsir. Bahkan perjuangan KH Ali Mustafa Yaqub untuk mengembangkan ilmu Hadits tidak berhenti hanya di Indonesia, tetapi juga berbagai negara seperti Malaysia dengan mendirikan pondok pesantren serupa di sana.

Berikut riwayat hidup (biografi) singkat KH Ali Mustafa Yaqub yang berhasil dihimpun Rohis Tegal - Rohani Islam:

Rohis Tegal - Rohani Islam

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 Maret 1952. Saat ini, domisili beliau di Jalan SD Inpres No. 11 RT. 002 RW. 09 Pisangan-Barat Ciputat 15419 Tangerang Selatan, Banten.

Pendidikan KH Ali Mustafa Yaqub mulai dari SD sampai SMP, semua dijalani di Batang kota kelahirannya. Setelah tamat SMP minatnya untuk belajar agama mulai tumbuh, Ali Mustafa kecil bertandang ke sebuah pesantren di Seblak, Jombang untuk belajar agama sampai tahun 1969.

Kemudian beliau nyantri lagi di pesantren Tebuireng, Jombang sampai tingkat Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari sampai awal tahun 1976. Dan pada tahun itu juga ia masuk Fakultas Syariah Universitas Muhammad ibnu Saud sampai tahun 1985 kemudian mengambil Master di Universitas yang sama pada Jurusan Tafsir dan Ilmu Hadits.

Secara garis besar, pendidikan KH Ali Mustafa Yaqub adalah sebagai berikut:

Pondok Pesantren Seblak Jombang (1966–1969).Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1969–1971). Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari, Jombang (1972–1975). Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia (S1, 1976–1980). Fakultas Pascasarjana Universitas King Saud, Riyadh, Saudi Arabia, Spesialisasi Tafsir Hadits (S2, 1980–1985). Universitas Nizamia, Hyderabad, India, Spesialisasi Hukum Islam (S3, 2005–2008).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Guna memperoleh gelar doktornya, Prof. Ali Mustafa Yaqub ahli hadits Indonesia yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat diuji para ulama Timur Tengah. “Masalah halal-haram merupakan sesuatu yang sangat penting bagi umat Islam di manapun berada, karena mengonsumsi produk yang haram disamping berbahaya bagi tubuh, juga menjadi sebab penolakan amal ibadah seorang Muslim oleh Sang Khaliq,” prinsipnya.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Peran Perguruan Tinggi dalam Memantapkan Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi Negara

Indonesia merupakan negara yang besar terdiri dari ribuan kepulauaan yang terpencar sepanjang Nusantara, itupun diperkaya dengan suku, bahasa, agama dan budaya yang sangat beraneka ragam. Meskipun kita ini beraneka ragam tetapi bangsa ini juga dibekali dengan falsafah pemersatunya yaitu Pancasila, yang terbukti mampu menyatukan bangsa bhineka atau majemuk ini di tengah badai disintegrasi yang sering dihadapi bangsa ini.

Tidak semua bangsa memiliki falsafah dalam berbangsa dan bernegara seperti Indonesia. Falsafah ini begitu mendasar dan komprehensif, sehingga kemudian bisa dikukuhkan sebagai dasar dan ideologi negara. Indonesia mampu melahirkan ideologi tesendiri di tengah kuatnya dominasi ideologi Marxisme-Komunisme dan Kapitalisme-Imperialisme yang berkembang saat itu. Ini merupakan prestasi bangsa yang sangat berharga. Bangsa lain menaruh hormat dan segan pada kita, karena mampu membangun prestasi besar ini. Tetapi banyak di anatara kita sendiri yang tidak bisa menghargai prestasi ini, sehingga Pancasila disia-siakan, dianggap tidak relevan kemudian ditinggalkan. Sementara banyak bangsa lain iri hati dengan kita yang memiliki Pancasila, ada yang ingin belajar dengan sungguh-sungguh. Tetapi ada yang ingin melenyapkannya secara diam-diam   menggantinya dengan ideologi lain.

Saat ini kita dihadapkan pada kenyataan Pancasila akan diambil dan diadopsi bangsa lain menjadi falsafah hidup mereka, dan ada pula yang berusaha  menghancurkannya. Di sinilah kita perlu bersikap dan sekaligus bertindak memelihara dan menyelamatkan falsafah bangsa dan ideologi negara ini yaitu Pancasila. Saat ini Pancasila mulai digerogoti oleh ideologi lain baik dari kalangan Islam radikal maupun dari kelompok liberal. Keduanya manawarkan ideloginya sendiri baik ideologi Islam maupun ideologi liberal kapitalistik. Mereka berusaha pelan-pelan agar Pancasila tersingkir dari sistem politik, ekonomi dan budaya kita. Hal itu terbukti bahwa saat ini banyak undang-undang  tidak lagi merujuk pada nilai-nilai Pancasila. Di sini kita perlu membangun kekuatan baru untuk menegaskan kembali Pancasila baik sebagai falsafah bangsa maupun sebagai ideologi negara. Sebagaimana kekayaan nasional yang lain, Pancasila perlu dibentengi, dipelihara dan diselamatkan dan dikembangkan agar terus relevan, sebagai pegangan hidup bersama.

Peran Perguruan Tinggi dalam Memantapkan Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Perguruan Tinggi dalam Memantapkan Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Perguruan Tinggi dalam Memantapkan Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi Negara

Benteng Pancasila

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pancasila sebagai kekayaan bangsa yang sangat berharga  dan terbukti sangat relevan dalam menyatukan dan menjadi pegangan bagi bangsa ini. Karena itu ideologi negara ini perlu dijaga digali kembali maknanya dan dikembangkan. Lembaga negara tentunya paling bertanggung jawab untuk hal ini, tetapi dalam kenyataannya saat ini lembaga negara belum cukup peduli dengan masalah ini, maka perguruan tinggi harus berdiri di depan, begitu pula ormas-ormas yang ada seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini sudah gigih mempertahankan dan mengembangkan Pancasila.

Sebagai perguruan tinggi yang menyandang nama besar Pancasila, maka Universitas Pancasila sesuai dengan namanya dan tujuan didirikannya, tentu saja paling bertanggung jawab dalam melestarikan, menyelamatkan, menggali dan mengembangkan Pancasila, agar universitas ini tidak mengalami ironi seperti universitas yang lain. Banyak universitas yang namannyya menggunakan nama tokoh bersejarah seperti nama-nama Walisongo, tetapi tidak memiliki kajian yang mendalam tentang wali yang bersangkutan misalnya kajian terhadap strategi budaya Sunan Kalijaga, Sunan Ampel dan sebagainya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Begitu juga Universitas Gadjah Mada belum memiliki kajian yang mendalam tentang sistem ketatanegaraan yang dibangun oleh tokoh besar di zaman Majapahit tersebut. Begitu pula Universitas Diponegoro juga belum memiliki kajian terhadap sistem dan strategi pertahanan Diponegoro, justeru buku tentang Diponegoro ditulis oleh sarjana lain bahkan bangsa lain. Ini dialami oleh hampir seluruh universitas yang menggunakan nama tokoh nasional. Untuk itu  jangan sampai Universitas pancasila menambah ironi-ironi semacam ini, namanya Universitas Pancasila tapi belum menjadi Pusat kajian Pancasila. Buku Negara Pancasila tulisan Dr. KH. As’ad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU itu mestinya mendapat apresiasi serius dari Universitas ini, karena ini merupakan kajian Pancasila pasca Orde Baru, dengan cara pandang baru sesuai dengan era keterbukaan pasca reformasi.

Pancasila sebuah konsep yang dirumuskan secara singkat dan padat tetapi serba melingkupi, karena itu mudah diterima oleh semua pihak. Kalangan agama terutama NU memandang bahwa pancasila sejalan dengan ajaran Islam sebagaimana ditegaskan dalam Munas NU tahun 1983 bahwa Sila Ketuhanan Yang  Maha Esa  sebagai dasar negara Republik Indonesia mencerminkan  tauhid menurut pengertian keimanan Islam. Ditegaskan pula bahwa penerimaan dan Pengamalan Pancasila merupakan perwujudan  dari upaya Umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya. Karena itulah bahwa Penerimaan NU terhadap Pancasila itu tidak bersifat politis dan teknis, tetapi lebih bersifat syar’i. Begitu juga agama yang lain menerima Pancasila karena sejalan  dan tidak bertentangan dengan keyakinan mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila memiliki relevansi bagi kehidupan bangsa ini, pertama relevansi religius, yaitu sejalan dengan agama  yang ada di Indonesia. Kedua memiliki relevansi filosofis, yaitu merupakan sumber tata-nilai dalam menjalin hubungan antar manusia. Ketiga memiliki relevansi politik, yaitu berfungsi sebagai faktor integratif yang mampu menyatukan bangsa yang berbeda aliran dan ideologi politiknya. 

Nilai-nilai dasar Pancasila baik yang bersifat religius, nilai filosofis dan nilai politis, serta budaya itu yang perlu terus dikaji dan dikembangkan. Dan kalangan universitas-lah yang mestinya serius melakukan kajian yang mendalam seperti itu. Dengan demikian Pancasila akan menjadi falsafah hidup yang menarik bagi generasi muda dan sekaligus sebagai ideologi politik yang benar-benar operasional, sehingga terlaksana dalam kehidupan nyata. Selain itu banyak hal-hal yang perlu dikaji mulai dari sejarah kelahiran Pancasila itu sendiri, hingga upaya penggalian maknanya serta strategi penerapannya.

Beberapa Langkah Penting

Penegasan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi ini juga merupakan penegasan untuk menjaga semangat Bhineka Tunggal Ika bangsa ini. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu ditegaskan kembali bahwa: Untuk menjaga  posisi Pancasila sebagai dasar dan falsasah negara yang merupakan sumber hukum tertinggi, maka segala bentuk hukum dan perundang-undangan yang ada di Republik Indonesia baik UUD 1945 ataupun undang-undang lainnya haruslah merujuk pada Pancasila. Segala bentuk hukum yang tidak sejalan dengan Pancasila apalagi bertentangan, harus dinyatakan batal demi hukum itu sendiri. Saat ini banyak hukum dan Undang-undang yang bertentangan dengan Pancasila karena itu harus segera direview karena ini jelas-jelas telah merugikan negara dan menyengsarakan rakyat Indonesia.  Padahal jelas tujuan Pancasila adalah untuk menciptakan persatuan, gotong royong serta Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.

Dengan penegasan ini diharapkan Pancasila ditempatkan kembali pada posisinya semula yaitu: sebagai dasar dan ideologi negara serta falsafat bagi seluruh masyarakat dan bangsa, sehingga akan melahirkan masyarakat Pancasila yang hidup guyub, gotong royong, bersatu padu dalam membangun bangsa Inddonesia. Sistem hidup kekeluargaan sebagaimana diajarkan dalam Pancasila itulah yang semestinya diterapkan saat ini untuk mengembalikan solidaritsa sosial dan untuk menghindarkan terjadinya berbagai konflik kepentingan yang berkembang di masyarakat kita dewasa ini. Jaminan kerukunan sosial dan keamanan nasional merupakan prasyarat bagi terwujudnya masyarakat Adil dan Makmur yang dicitaa-citakan Pancasila.

Ini merupakan agenda besar yang harus dipikirkan dan  dipikul oleh segenap bangsa ini. Karena itu dalam Munas NU di Cirebon bulan September 2012 baru-baru ini mengajak bangsa ini agar Kembali Ke Khittah Indonesia 1945, yaitu kembali pada semangat Proklamasi membangun negara yang merdeka dan Berdaulat. Kembali pada nilai-nilai Luhur Pancasila dan kembali pada amanat Mukadimah UUD 1945. Hal itu perlu ditegaskan kembali karena bangsa mengalami keterpurukan dan kehilangan jati diri ketika jauh meningalkan semangat Proklamasi dan tujuan didirikannya negeri ini, menyimpang dari falsafah Pancasila dan mengingkari amanat Mukadimah UUD 1945. 

Sebagaimana sering saya tegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya dipahami secara politik atau secara instrumental, sebagai alat pemersatu bangsa belaka. Tetapi lebih dari itu Pancasila harus dipahami secara substantif yaitu sebagai sumber tata nila, yang  merupakan falsafah dalam berbangsa dan bernegara, sehingga perlu terus-menerus dihayati dan dirujuk dalam setiap menata kehidupan. Dengan pendirian semacam itu, walaupun banyaknya Konvensi Internasional, baik yang sudah diratifikasi maupun belum diratifikasi oleh Pemerintah RI, sama sekali tidak boleh menggeser sedikitpun kedudukan Pancasila sebagai sumber tertinggi  hukum dan tatanilai bangsa Indonesia.

Perlu diperhatikan juga bahwa ikhtilaf atau polemik mengenai hari lahir Pancasila yang sengaja dimunculkan kembali  belakangan ini harus segera diatasi melalui kajian sejarah yang komprehensif. Bagaimanapun Pemunculan ikhtilaf ini, sangat membahayakan keberadaan dan kewibawaan Pancasila. Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara terutama pemerintah harus tegas menetapkan bahwa Pancasila lahir 1 Juni 1945. Ini dinyatakan oleh Penggalinya sendiri yaiutu Bung Karno, dan diakui oleh Penggali yang lain yaitu Mr. Muhammad Yamin serta  dibenarkan Para Ulama seperti KH Wahab Hasbullah dan KH Saifuddin Zuhri. Dengan penegasan ini diharapkan tidak akan terjadi penggeseran terhadap sejarah dan status Pancasila sebagai dasar negara Republik Indponesia.

Sebagai langkah penting untuk membentengi Pancasila sebagai  keputusan yang telah ditetapakan oleh para pendiri bangsa ini yang mewakili seluruh elemen masyarakat, elemen agama dan elemen golongan, bahwa Pancasila sebagai dasar dan falsafah dalam bernegara. Dengan demikian, maka siapa saja dan organisasi apa saja  yang terang-terangan bertentangan apalagi melawan  ideologi Pancasila haruslah ditetapkan sebagai organisasi kriminal bahkan subversif yang tidak boleh leluasa mengembangkan ajarannya di negara Pancasila ini. 

Sebagai langakah mendasar yang perlu dilalui adalah mengajarkan Pancasila baik di sekolah maupun organaisai sejak mulai usia dini. Karena Pancasila merupakan falasafah hidup yang mengajarkan dan memberi tuntunan tentang pergaulan hidup sehari-hari yang penuh teposeliro, tolong menolong dan saling menghargai. Falsafah hidup ini yang perlu ditanamkan sejak dini, karena ini merupakan ajaran leluhur bangsa ini, sehingga mudah diterima dan bisa diinternalisasi menjadi kesadaran yanag melekat pada setiap orang.

Penutup

Kajian yanag serius dan mendalam terhadap pancasila perlu dilakukan oleh perguruan tinggi, agar kajian yang dilakukan memiliki kwalifikasi ilmiah sebagaimana yang banyak dituntut saat ini, sehingga bisa dibandingkan dengan teori  ilmiah yang lain. Langkah kretif yang sudah dirintis oleh Prof Mubyarto dari UGM dalam memperkenalkan sistem ekonomi Pancasila perlu diteruskan oleh universitas yang lain, terutama Universitas Pancasila. Saat ini sangat diperlukan adanya rumusan yang komprehensif mengenai sistem politik Pancasila atau rumusan dasar tentang demokrasi Pancasila, atau rumusan tentang sistem kebudayaan Pancasila dan seterusnya. Sebagai pendukung Pancasila, maka NU siap membantu pikiran dan tenaga pada Universitas Pancasila untuk melakuakan kajian Pancasila, karena NU telah memiliki banyak ulama dan sarjana yang serius mengkaji Pancasila secara sukarela.

Kenapa Marxisme begitu luas dikaji dan dijadikan sebagai pisau analisa membedah situasi. Kenapa sistem liberalisme-kapitalisme begitu mendalam mempengaruhi para intelektual dan politisi serta aktivis kita. Tidak lain karena ajaran dan ideologi mereka dirumuskan secara ilmiah dan diturunkan menjadi strategi dan teknik secara operasional. Maka falsafah pancasila ini juga perlu mendapatkan kajian yang sama sehingga bisa dirumuskan menjadi teori ilmiah yang valid dan meyakinkan sehingga layak dijadikan rujukan bahkan pegangan. Semuanya ini tugas besar yang menunggu sentuhan para ilmuwan di perguruan tinggi seperti universitas yang menyandang nama besar yaitu Universitas Pancasila ini.

Jakarta, 18 Oktober 2012

KH Said Aqil Siroj

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

*Makalah disampaiakan pada Stadium General di Universitas Pancasila Jakarta, Jakarta Convention Center (JCC), 23 Oktober 2012.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

PBNU Minta BPJS Tanggung Semua Jenis Penyakit, Termasuk Akibat Rokok

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Bendahara PBNU H Bina Suhendra meminta agar pemerintah menanggung semua jenis penyakit yang diderita oleh masyarakat yang ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), termasuk yang diindikasi akibat merokok.

PBNU Minta BPJS Tanggung Semua Jenis Penyakit, Termasuk Akibat Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta BPJS Tanggung Semua Jenis Penyakit, Termasuk Akibat Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta BPJS Tanggung Semua Jenis Penyakit, Termasuk Akibat Rokok

“Penyakit itu tidak ada yang tunggal penyebabnya, sangat kompleks sehingga tidak adil jika masyarakat yang sudah membayar asuransi ini tidak mendapat jaminan,” kata Bina dalam diskusi Kampenye Kondom dan Anti Rokok, Indah tapi Manipulatif? yang diselenggarakan di gedung PBNU, Senin, (16/12).

Sebelumnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) akan bangkrut bila harus menanggung biaya kesehatan perokok. Perokok dinilai tahu bakal sakit karena kebiasaan yang dilakukannya sendiri secara sadar.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bina, yang merupakan mantan direktur utama perusahaan obat Phapros ini menambahkan, banyak sekali zat yang lebih berbahaya yang dihirup oleh manusia, seperti asap kendaraan, makanan junk food, MSG dan lainnya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kalau mau dibatasi, ya banyak sekali. Bagaimana dengan orang yang obesitas yang lebih rentan terkena penyakit, bagaimana yang sudah memiliki diabetes,” tanyanya.

KH Arwani Faishal dari Lembaga Bahtsul Masail NU juga menegaskan, prinsip keadilan harus menjadi pegangan pemerintah dalam kebijakan kepada masyarakat. Ia mengungkapkan adanya kaidah fikih Tasharruful imam ala -roiyyah manuthun bil mashlahah, yaitu kebijakan pemerintah harus didasarkan atas prinsip kemaslahatan umum.

“Penderita HIV/AIDS, pengguna Narkoba dan alkohol yang disengaja saja mendapat jaminan kesehatan, apalagi perokok,” tegasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing

Berangkat dengan segala keterbatasan dan keprihatinan, SMK Ma’arif 1 Wates menjelma menjadi sekolah swasta pertama di Kulonprogo yang meraih sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008.

Komitmen dalam mencetak lulusan yang handal dan profesional serta memegang teguh aqidah Ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja) menjadi modal melaksanakan amanah menjalankan sekolah yang menjadi kebanggaan warga Nahdliyin ini.

Murid setiap hari diberikan pendidikan moral dan rohani yang dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai. Materi baca tulis Al-Qur’an dengan metode qiroati serta amaliah-amaliah Ahlussunnah Waljama’ah, seperti shalawat, tahlil dan barzanji, menjadi menu wajib bagi setiap siswa SMK Ma’arif 1 Wates Kulonprogo.

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing

“Amanah masyarakat ini kami jaga dengan terus meningkatkan kualitas secara menyeluruh, baik sumber daya guru-karyawan, akademik, dan sekolah. Karena masyarakatlah yang paling bisa menilai kualitas kami. Alhamdulillah sudah banyak prestasi yang kami raih,” ujar Kepala Sekolah SMK Ma’arif 1 Wates, H Rahmat Raharja, S.Pd, M.PdI, kepada BANGKIT beberapa waktu lalu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berdiri sejak tahun 1985, SMK Ma’arif 1 Wates telah mengukir berbagai prestasi, baik akademik maupun non-akademik, yang membanggakan. Tercatat selama 3 tahun terakhir, SMK Ma’arif 1 Wates selalu meluluskan seluruh siswa dalam UN dengan persentase kelulusan 100 %.

Sekolah yang memiliki moto “Terbesar dan Terbaik” ini menjadi nominasi Sekolah Standar Nasional (SSN) pertama bagi sekolah swasta di Kulonprogo pada tahun 2005. SMK Ma’arif 1 Wates juga tak pernah absen menjadi juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi DIY sejak tahun 2003.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Keterbatasan dan keprihatinan itulah yang memacu sekolah ini untuk menjadi lebih besar, dan sekarang ya seperti anda lihat. Alhamdulillah kami sudah bisa mandiri dan memiliki gedung yang representatif dan sederet prestasi yang membanggakan,” lanjut Rahmat.

Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua PCNU Kulonprogo ini menambahkan, SMK Ma’arif 1 Wates di awal berdirinya masih menumpang di SMA Ma’arif untuk proses belajar mengajar. Baru pada tahun 2000, SMK ini mampu mandiri dan berkembang pesat hingga sekarang.

Gedung megah berlantai tiga dengan berbagai fasilitas penunjang belajar sudah tersedia lengkap di sekolah ini. SMK Ma’arif 1 Wates memiliki lima jurusan, teknik otomotif, teknik sepeda motor, teknik audio video, teknik instalasi tenaga listrik, dan teknik komputer jaringan, yang kesemuanya diminati oleh siswa pendaftar dan dibuktikan dengan jumlah murid baru tahun 2012 sebanyak 396 anak.

Bahkan rata-rata setiap tahun ajaran baru, SMK Ma’arif 1 Wates ini dengan berat hati harus menolak pendaftar akibat sudah melebihi kuota kelas yang dimiliki. Tingginya animo pendaftar yang ingin menyekolahkan putra-putrinya di sekolah ini masih tidak sebanding dengan kapasitas kursi yang dimiliki sekolah.

Promosi Sepanjang Masa

Rahasia dari kesuksesan SMK Ma’arif 1 Wates ini adalah keberadaan program promosi sepanjang masa yang terus-menerus dilakukan, tidak hanya saat tahun ajaran baru. Selain itu sistem manajerial sekolah yang baik dan profesional membuat sekolah ini terus berkembang pesat.

“Saya selalu selalu berusaha agar sekolah ini menjadi yang pertama, tentunya dalam hal prestasi, karenanya kami menerapkan pola disiplin ketat. Selain itu, kesungguhan mengelola sekolah ini juga menjadi kuncinya. Hal tersebut selalu kami tanamkan kepada setiap guru dan karyawan,” tambah Rahmat.

SMK Ma’arif 1 Wates sekarang telah berdiri di atas tanah seluas 6500 meter persegi yang terlihat sangat jelas dari perlimaan Karangnongko dimana terdapat patung Nyi Ageng Serang. Fasilitas laboratorium praktek juga tersedia lengkap di sekolah ini sebagai penunjang belajar siswa.

“Kami juga menerapkan pendidikan sistem ganda atau praktik kerja industri, yaitu agar proses pendidikan yang kami terapkan match atau sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri. Metodenya dengan melibatkan secara langsung pihak industri dalam mendidik siswa,” tegasnya.

Kerjasama dengan institusi untuk menjaring tamatan SMK Ma’arif 1 Wates ini juga telah berjalan harmonis. Tak kurang 50 perusahaan skala nasional maupun internasional bekerjasama dengan pihak sekolah untuk merekrut alumni menjadi teknisi handal di tempat kerja masing-masing.

Di Kulonprogo, hampir setiap bengkel motor mempunyai teknisi yang merupakan alumni SMK Ma’arif 1 Wates, bahkan banyak teknisi PLN Wates yang berasal dari para tamatan sekolah ini. Namun tak sedikit pula yang menjadi PNS maupun memilih melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. 

Dalam rangka mendukung program kerja PCNU Kulonprogo maupun PWNU DIY, SMK Ma’arif 1 Wates selalu melibatkan diri, baik rutin maupun insidentil, karena memang bagian dari NU. Pengurus PCNU maupun PWNU terkadang juga dilibatkan dalam pembelajaran Islam intensif dan kegiatan lainnya. (Rokhim Bangkit dan Rois)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 10 Januari 2018

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak

Lebak, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care Lazisnu melakukan silaturahmi dengan warga terdampak tanah longsor di Desa Gunungsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (21/2). Sebanyak 72 rumah warga di desa tersebut mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor, Rabu 18 Januari 2017.

Wakil Ketua PCNU Lebak Saepudin As-Syadzily mengatakan, silaturahmi ini diharapkan dapat menyemangati warga terdampak bencana.

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak

“Mudah-mudahan? silaturahmi ini dapat diterima oleh bapak dan ibu sehingga bapak dan ibu merasa ada keluarga, kita semua bersaudara dan saling peduli,” kata Ustadz Aep, sapaan akrabnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengutip Syekh Abdul Qadir Al-Jailany, ia berpesan, bila bencana yang datang sebagai ujian dari Allah, kita harus mengucapkan “alhamdulillah”, karena itu membuktikan bahwa Allah SWT masih menyayangi kita. Semua nabi dan rasul juga diuji oleh Allah.

“Tetapi kalau memang bencana ini sebagai teguran, maka itu adalah kritik dari Allah, karena kita bisa introspeksi, bahwa ada kekurangan di diri kita sehingga datang teguran dengan musibah,” lanjut Ustad Aep.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih penting lagi, di balik ujian kita harus tetap bersyukur, karena banyak saudara yang peduli. Akan tetapi, kepedulian tersebut bukan berarti memanfaatkan adanya musibah yang terjadi.

“Bersyukur di balik musibah akan mendapat kemuliaan dari Allah. Sebab Allah SWT mengangkat derajat manusia dengan musibah,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan 85 paket bantuan. Bantuan berisi beras, mie instan, peralatan mandi, pakaian, dan mukena. Direktur NU Care Slamet Tuhari mengatakan, bantuan kebencanaan menjadi salah satu wujud kepedulian NU Care Lazisnu.

Bantuan kepada warga di Gunungsari menjadi titik pertama dari pembagian 200 paket bantuan kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak. Selain Desa Gunungsari, bantuan juga diserahkan kepada warga terdampak banjir di Lebakkeusik, Damar, dan Muara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Pesantren Nurul Jadid Gelar Sholat Ghaib Untuk Korban di Gaza

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Usai sembahyang Jumat, ratusan santri pesantren Nurul Jadid dan warga sekitar melangsungkan sholat ghaib di masjid jamik Nurul Jadid kabupaten Probolinggo, Jumat (11/7) siang. Prihatin atas serangan militer Israel ke jalur Gaza sejak Selasa (8/7) yang merenggut korban di kalangan sipil, mereka berdoa bersama.

Di pesantren yang diasuh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Zuhri Zaini ini, sholat ghaib diimami langsung pengasuh pesantren Nurul Jadid KH Najiburrahman Wahid.

Pesantren Nurul Jadid Gelar Sholat Ghaib Untuk Korban di Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Jadid Gelar Sholat Ghaib Untuk Korban di Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Jadid Gelar Sholat Ghaib Untuk Korban di Gaza

“Sholat ghaib untuk korban yang gugur di Palestina,” kata KH Najib diikuti jamaah yang langsung berdiri untuk melangsungkan sholat ghaib bersama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu santri Nurul Jadid M Faid mengatakan, yang bisa dilakukan di sini ialah berdoa. “Ya mau bantu dengan fisik ke sana kita tidak bisa. Kita hanya bisa berdo’a untuk saudara kita yang di sana,” katanya.

Sebelumnya, Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj juga tidak sepakat jika warga Indonesia  pergi berjihad ke Palestina. Hal itu hanya akan membuat suasana semakin tidak kondusif. Menurut Kiai Said, kontribusi warga Indonesia bisa diwujudkan dengan berdoa dan penggalangan bantuan kemanusiaan. (Beny/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 29 Desember 2017

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kerisauan? masyarakat? tentang darurat seksual yang sekarang tengah mengemuka sebenarnya tak perlu terjadi jika pembelajaran Al-Quran ditanamkan sejak dini pada diri anak. Sebab, nilai-nilai dalam Al-Quran akan memberi pagar terhadap anak dalam berperilaku.

Demikian diungkapkan Ketua LP Maarif Kabupaten Jember Hobri Ali Wafa kepada Rohis Tegal - Rohani Islam usai menyampaikan? sambutan dalam acara Khotmil Quran dan Wisuda Santri TPQ LP Maarif? di GOR Pemuda Kaliwates, Jember, Ahad (22/5).

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Menurut Hobri, selain nilai-nilai agama dari sisi psikologis anak-anak yang akrab dengan Al-Quran akan memberi pengaruh positif bagi pembentukan karakter anak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Nuansa batinnya akan membimbing prilaku sang anak untuk menjadi orang baik. Jadi kalau sekarang ribut-ribut soal kejahatan seksual anak, itu sesugguhnya bisa diantisipasi melalui pengenalan Al-Quran sejak dini," ujar Ketua Program Studi Pascasarjana Matematika Universitas Jember itu di hadapan 2.373 wisudawan TPQ Maarif Jember.

Doktor pendidikan matematika ini menegaskan bahwa kegiatan TPQ juga secara tidak langsung membantu para orang tua dalam menangani kenakalan remaja. Sebab, sejak dini anak telah dibiasakan berprilaku religius. Ini akan terus melekat dalam tindakannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dengan memasrahkan anaknya pada TPQ, waktu-waktu di mana orang tua teledor dalam menjaga anaknya, itu akan tereliminasi. Walaupun peran orang tua masih tetap nomor satu," jelasnya.

Senada dengan Hobri, salah seorang panitia wisuda Suroto Bawani berharap agar pembinaan Al-Quran terhadap wisudawan TPQ tetap berlanjut di lingkungan masing-masing. Sebab TPQ hanya pondasi awal dari sebuah bangunan.

"Kalau tidak diarahkan, bangunannya bisa melenceng. Kita berharap mereka kelak menjadi generasi Qurani sekaligus menjadi ujung tombak Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya.

Bupati Jember dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LP Maarif Jember, dalam hal ini Mabin TPQ. Menurutnya, hal ini sangat positif bagi pencetakan kader bangsa yang? berakhlaqul karimah. Selain itu, ia juga menyatakan siap mendukung program peningkatan kualitas TPQ Ma’arif NU. (Aryudi AR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Humor Islam, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 07 Desember 2017

Apa Manfaat Keanggotaan Dewan Keamanan PBB bagi Saudi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Untuk pertama kalinya, Saudi Arabia pada Kamis lalu menduduki anggota non permanen Dewan Keamanan PBB bersama dengan Chad, Chile, Lithuania dan Nigeria yang memperoleh kursi melalui sebuah pemilihan.

Namun demikian, hanya beberapa jam setelah kemenangan tersebut, Menlu Arab Saudi mengumumkan bahwa pemerintah Arab Saudi tidak akan menerima keanggotaan Dewan Keamanan selama dua tahun tersebut, sambil menyebutkan kegagalan badan PBB ini dalam mengatasi sejumlah permasalahan regional seperti pembunuhan massal di Suriah dan ketidakmampuan untuk membersihkan wilayah ini dari senjata pemusnah massal.

Apa Manfaat Keanggotaan Dewan Keamanan PBB bagi Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Manfaat Keanggotaan Dewan Keamanan PBB bagi Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Manfaat Keanggotaan Dewan Keamanan PBB bagi Saudi

Bahkan sebelum pengumuman dari pemerintah Saudi, seorang pakar yang berbicara pada Al Arabiya News ? menyebutkan, bahwa meskipun memiliki pengaruh besar dalam bidang agama dan ekonomi, Saudi akan menghadapi banyak hambatan di Dewan Keamanan. Semua dari lima anggota sementara hanya memiliki kekuatan terbatas karena tidak memiliki hak veto, yang secara eksklusif hanya dimiliki oleh lima anggota Dewan Keamanan yang permanen, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan China.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Afshin Molavi, seorang peneliti di the New America Foundation, sebuah lembaga pemikiran dan kebijakan publik yang berbasis di Washington mengatakan “Dalam berbagai isu besar seperti masalah Iran, Suriah dan senjata kimia, saya pikir lima besar masih dapat bertindak dalam berbagai cara.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Meskipun demikian, kursi dari 15 anggota dewan masih dinilai berharga karena para anggota dapat mempengaruhi perdebatan dalam masalah internasional seperti krisis Suriah dan sanksi pada Iran dan Korea Utara.

“Pengaruh Saudi masih dapat dipertimbangkan karena pertimbangan ekonomi dan politik di Timur Tengah dan isu ekonomi di dunia,” kata David Ottoway, ilmuwan senior di Woodrow Wilson Center di Washington, D.C pada Al Arabiya News.

Pengaruh terbatas

Namun demikian, seberapa besar pengaruh yang didapat Saudi Arabia, jika dia tetap bertahan di Dewan Keamanan- jika mempertimbangkan hanya memiliki satu kursi diantara 15 anggota lainnya.

Untuk meloloskan sebuah resolusi, Dewan Keamanan harus memperoleh persetujuan dari sembilan anggota, termasuk lima anggota permanen.

Ottoway menegaskan bahwa kekuatan dari anggota non permanen seperti Saudi Arabi “benar-benar terbatas”.

“Setiap anggota Dewan Keamanan dapat memunculkan isu-isu yang spesifik tetapi harus mendapat persetujuan dari seluruh anggota tetap dan ini tidaklah mudah,” tambahnya.

Lippman memberi catatan bahwa lima anggota tetap berusaha “mendominasi” atas anggota lainnya.? “Jika 14 anggota setuju, tetapi Rusia tidak, tak akan berarti apa-apa,” kata Lippman.

Alon Ben-Meir, seorang professor di Center for Global Affairs New York University percaya bahwa kekuatan Saudi di Dewan Keamanan mungkin dari kemampuannya membentuk aliansi dengan negara-negara lain yang terpilih.

Empat negara lain, Nigeria, Lithuania dan Chile “Dapat saling bekerjasama dengan Saudi,” kata Ben-Meir pada Al Arabiya News.

“Sehingga mereka dapat membentuk sebuah kelompok dan sebagai satu kelompok, mereka dapat memiliki penaruh yang lebih besar pada musyawarah di Dewan Keamanan,” kata Ben-Meir. (mukafi niam)

Foto: Huffingtonpost

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

Maarif NU, Jembatan Sekolah dengan Pemerintah

Kondisi pendidikan di Tanah Air masih menyiratkan banyak pertanyaan. Sejumlah gugatan teralamat kepada beragam persoalan, mulai dari ideologi nasional, pemerataan kebijakan, penataan kurikulum, penerapan standar kelulusan, hingga kesejahteraan guru dan kelayakan gedung sekolah.

Sebagai ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) adalah unsur signifikan yang perlu mendapat sorotan. Populasi warganya yang membludak dan mayoritas dinilai cukup menentukan sekaligus menjadi alat ukur untuk membaca kondisi umum pendidikan nasional, utamanya yang menimpa pendidikan berlembaga swasta dan berbasis keagamaan. Bagaimana sesungguhnya kondisi lembaga pendidikan (dasar) NU di tengah pusaran kebijakan nasional? Berikut hasil wawancara Mahbib Khoiron dari Rohis Tegal - Rohani Islam dengan Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LP Ma’arif NU) Masduki Baidlawi.

Maarif NU, Jembatan Sekolah dengan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU, Jembatan Sekolah dengan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU, Jembatan Sekolah dengan Pemerintah

Posisi LP Ma’arif NU dalam Sistem Pendidikan Nasional seperti apa?.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Posisi Ma’arif (baca: LP Ma’arif NU, red) dengan 12.000 lembaga pendidikan yang dimiliki dalam sistem pendidikan nasional masih sangat inferior. Posisinya ada di pinggir. Kalau kita berbicara di pinggir itu bukan dalam konteks kuantitas atau jumlah lembaga pendidikan, tetapi kita berbicara dalam konteks mutu pendidikan.

Mengapa saya katakan di pinggir? Karena data terakhir dari penelitian perwakilan UNESCO yang ada di Jakarta pada tahun 2011 lalu menyatakan bahwa output pendidikan nasional kita secara keseluruhan itu hanya ada 6 % yang mampu bersaing secara internasional atau global. Mereka adalah hasil lulusan sekolah-sekolah yang memang dirancang untuk go internasional. Mereka adalah yang sering diwacanakan dengan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) atau sekolah-sekolah internasional yang diselenggarakan atas kerjasama dengan asing. Sekolah-sekolah itu sengaja didesain untuk go global dan tentu biayanya sangat mahal. Dan itu bukan Ma’arif saya kira karena Ma’arif secara akses pendanaan tidak memadai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kemudian, ada 24 % dari output pendidikan nasional kita itu sesuai dengan standar nasional pendidikan (SNP), sebagaimana dituangkan pada PP No.19 tahun 2005. Di situ ada delapan standar (isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan pengelolaan pendidikan, red). SNP itu merupakan satu ukuran pencapain mutu yang paling bawah. Jadi seumpama tingkat pendidikan itu 10, maka SNP itu baru tingkat 1. Maka sebenarnya, ketika kita berbicara yang 6 % itu, berarti grade-nya di atas SNP ini. Seluruh siswa diharapkan memenuhi SNP yang ditetapkan ini.

Lalu, sisanya 70 % adalah masih berada di SPM (Standar Pelayanan Minimal). Itu adalah sebuah konsep yang jauh dari SNP. Kalau kita tadi membahas output pendidikan paling bawah adalah SNP, maka SPM ini lebih parah lagi, yakni di bawah SNP.

Kalau ditanyakan di mana posisi Ma’arif itu? Ya di yang 70 % ini. Artinya, pemerintah perlu segera memberikan afirmasi pemihakan kepada yang 70 % ini. Kalau tidak, pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) ini gagal menyelenggarakan pendidikan nasional karena hasilnya yang masih jauh dari SNP.

Kedua, hasil penelitian Dikbud sendiri terhadap mutu guru. Ternyata grade rata-rata guru kita itu di bawah 5, bahkan ada yang 3 atau 2. Yang terbaik dari guru-guru kita adalah guru-guru TK (Taman Kanak-Kanak). Ini untuk kemampuan guru dalam hal belajar-mengajar. Jadi kita itu prihatin. Dari sisi guru, kita di bawah standar, dari sisi murid juga di bawah standar.

Sekali lagi, kalau ditanya, di mana posisi Ma’arif, ya di situ. Terdapat 12.000 lembaga pendidikan yang posisinya di bawah standar minimal itu!

Perhatian pemerintah sejauh ini sampai mana?. Kalau pemihakan dalam artian good will saya kira ada. Cuma pemerintah banyak salah kaprah dalam penerapan kebijakan. Contohnya, UN (Ujian Nasional). UN itu mubazir. Bagaimana mau dilaksanakan UN kalau kondisinya seperti tadi. Gurunya nggak bermutu, murid-muridnya outputnya seperti itu. Mau dilaksanakan UN seperti apa, itu nggak ada gunanya. Karena, UN itu adalah kebijakan yang berorientasi pada hasil akhir dalam pendidikan. Padahal, dalam teori pendidikan itu kan ada input, proses, output, outcome dan seterusnya.

Yang terpenting dalam pendidikan adalah pendidikan sebagai proses. Sementara UN itu berada pada posisi output, hasil akhir. UN telah banyak menghabiskan ratusan miliar per tahun. Padahal posisi guru kayak gini, kondisi pendidikan kita seperti itu. Jadi, sebenarnya orientasi UN itu mubazir, nggak ada gunanya. Dan banyak sekali dana-dana mubazir kaya gitu, kurang tepat sasaran. Itu penglihatan dari segi dana pendidikan kita. Dan masih banyak lagi penggunaan dana-dana yang tidak efisien.

Terus  upaya LP Ma’arif sendiri menghadapi kondisi ini?. Lembaga Pendidikan Ma’arif dalam konteks hubungannya dengan pemerintah itu kan ada dua, yang satu ke Dikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, red) dan yang kedua ke Depag (Departemen Agama). Posisi Ma’arif itu kan sebenarnya jembatan. Jembatan antara sekolah yang ada dengan pemerintah. Posisi jembatan ini kita lakukan terus, tetapi belum maksimal. Sebab, baik Depag maupun Dikbud sampai saat ini belum menjadikan Ma’arif sebagai prioritas meskipun yang jadi menteri sekarang adalah kader-kader NU. Katanya, Pak Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, red) itu NU, katanya Menteri Agama Suryadarma Ali itu NU, tetapi saya melihat beliau-beliau ini belum melihat Ma’arif sebagai lembaga pendidikan yang perlu mendapatkan pemihakan-pemihakan. Padahal, sudah selayaknya bahwa Ma’arif menjadi bagian dari pemihakan, karena selama ini kan yang dizalimi oleh negara adalah pendidikan swasta yang miskin seperti Ma’arif ini. 

Dengan adanya kader NU menjadi menteri, pemihakan itu seharusnya menjadi pasti kepada lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif. Pak Nuh kalau berpidato di depan kalangan NU selalu menunjukkan komitmennya tentang utang pemerintah kepada NU, dan seterusnya. Tetapi dalam realisasinya tidak terjadi sebagaimana pidato-pidato yang beliau kemukakan di depan ulama-ulama NU. Kita berharap, pidato yang meluap-luap di depan para ulama itu dapat direalisasikan dalam bentuk pemihakan yang lebih konkret gitu. 

Sebagai lembaga pendidikan milik NU, apa yang dikembangkan secara khas oleh LP Ma’arif?. Kalau kita tadi bicara soal SNP sebagai “obat generik”, yang sama antara satu dengan yang lain, Ma’arif itu menginginkan di samping SNP itu harus ada kekhasan yang dimiliki. Makanya, inilah prioritas program yang hendak dirumuskan sebagai Standar Mutu Ma’arif. Standar Mutu Ma’arif itu, ya “SNP Plus”. “Plus” itu adalah kearifan-kearifan lokal NU. Salah satu kearifan itu, misalnya, ke-Aswaja-an dalam bentuk-bentuk yang sifatnya best practice. Kita sudah punya beberapa contoh, misalnya, RSBI Sekolah Menengah Kejuruan di Kebumen sudah mempunyai kekhasan-kekhasan seperti itu. Jadi pendidikannya unggul di satu sisi—artinya merupakan SMK-SMK terbaik di Jawa Tengah—tetapi di sisi lain punya kekhasan, di mana Aswaja diajarkan dalam bentuk praktikum, tidak hanya pengajaran Aswaja dalam bentuk teks atau yang diomongkan. Misalnya, guru-guru itu kalau mengajar mengaji harus secara fasih sehingga lulusan dari sekolah itu rata-rata mampu membaca al-Qur’an dengan fasih, bertajwid, dan lain sebagainya. 

Yang lainnya, upaya bagaimana siswa mengenal kesejarahan Aswaja dalam konteks kesejarahan nasional. Termasuk otomatis nilai-nilai ke-NU-an seperti tasamuh (toleransi), tawasuth (moderat) tawazun (seimbang), dan i’tidal (tegak) karena kita fokusnya pada pendidikan karakter. SNP Plus kekhasannya terletak di situ. 

Bagaimana Bapak melihat perkembangan pesantren yang terseret arus sistem pendidikan nasional sehingga mengalami penggerusan nilai dan materi kepesantrenan?. Salah satu kesalahan terbesar dari sistem pendidikan nasional kita itu bermula dari SKB (Surat Keputusan Bersama) Tiga Menteri. Itu terjadi waktu Mu’ti Ali sebagai Menteri Agama, Syarif Tayeb sebagai Menteri Pendidikan Nasional, dan Amir Mahmud sebagai Menteri Dalam Negeri di zaman Orde Baru. Jadi itu yang memaksa sekolah agama seperti Madrasah Aliyah dan pendidikan pesantren zaman Orde Baru mengkuti kurikulum nasional.

Kurikulum nasional itu sebenarnya adalah kurikulum yang dirumuskan secara sekuler. Setelah itu, mau nggak mau pesantren-pesantren harus merespon SKB Tiga Menteri itu. Dan kelemahan mendasar lain dari kurikulum nasional sejak dulu hingga sekarang bahwa watak kurikulum nasional itu tidak mampu menciptakan semangat entrepreneurship dari lulusannya. Lulusan-lulusan yang dihasilkan kurikulum nasional rata-rata mengarah pada keinginan menjadi pegawai negeri. Ia tidak menciptakan lulusan bagaimana menjadi kader bangsa dan bisa menjadi entrepreneur. Mengapa para entrepreneur kebanyakan dari kalangan China? Karena mereka tidak tergantung pada kurikulum kita. Kalaupun sekolah dengan kurikulum kita, keluarganya itu menciptakan suatu mental kewirausahaan yang baik dengan berbagai cara. Watak kurikulum kita dari dulu seperti itu. Nah, banyak lulusan pesantren sekarang juga sama, orientasinya ingin menjadi pegawai.

Nah, sekarang mampukah bersaing seorang yang dicetak oleh kurikulum nasional? Bisa anda bayangkan, antara lulusan pesantren dengan lulusan sekolah negeri, yang satu dari MA dan yang satunya SMA, lebih besar mana diterimanya sebagai pegawai negeri? Pasti orang dari sekolah umum yang lebih memiliki kans untuk diterima sebagai pegawai negeri daripada orang dari pesantren. 

Penggerusan nilai-nilai pesantren lewat kurikulum itu sudah terjadi. Itu sebenarnya kerugian yang tidak disadari oleh pimpinan-pimpinan pesantren dari kurikulum itu. Dan baru setelah reformasi kita mengenal yang namanya KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Itu pun sampai sekarang realisasinya tidak mampu menciptakan  kurikulum berbasis lokal, yang bisa dihayati oleh sekolah sehingga menjadi ciri khas yang bisa digali betul. Kekhasan-kekhasan lokal yang dimiliki pesantren, misalnya.

Jadi, KTSP realisasi di bawah belum ada karena tidak ada semangat dari pemerintah untuk menjadi jembatan bagaimana agar sekolah-sekolah itu memunculkan semangat KTSP itu. Artinya, KTSP itu baru sebuah konsep yang nihil pelaksanaanya di daerah. Dengan demikian, Ma’arif dan pesantren sampai sekarang masih dalam posisi yang sedang terintervensi oleh negara dan belum bisa bangkit. 

Kalau mau diadakan perubahan kira-kira dari mana pintu masuknya?. Kalau mau diadakan perubahan, pertama yang harus dilakukan adalah mengoreksi sebenarnya apa itu ideologi pendidikan nasional. Jadi perubahan bersifat makro. Ideologi nasional itu kan kita harus mengacu pada dua dasar, pertama Pancasila, kedua UUD ‘45. Di Pancasila jelas diterangkan tentang dasar religiusitas sebagai satu sistem nilai yang mewakili sila-sila lainnya. Dan yang paling pokok, Pancasila itu anti-neoliberal. Sekarang pendidikan kita kan arus utamanya mengarah ke neolib. Watak dari neolib adalah siapa yang punya uang, dia yang mendapatkan pendidikan bermutu, dan siapa yang tidak punya uang, dia tidak mendapatkan pendidikan bermutu. 

Nah, ideologi pendidikan nasional tidak seperti itu. Karena Undang-Undang Dasar ’45 dalam preambule menyatakan bahwa tugas pendirian negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tidak boleh pilih kasih: miskin juga bangsa, kaya juga bangsa. Keduanya sama-sama layak dicerdaskan. Kalau mau mengadakan perubahan, ya ubah orientasi pendidikan neoliberal ini kepada pendidikan yang berorientasi ideologi nasional. 

Salah satu kunci pokok pendidikan nasiona itu apa? Konstitusi kita menyatakan telah menjamin pendidikan dasar, yakni tingkat Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar dan SMP/Madrasah Tsanawiyah. Pendidikan dasar ini ditanggung oleh negara. Gratis. Gratis itu bukan berarti tidak bermutu. Sekarang ini kan gratis identik dengan pendidikan tidak bermutu. Kalau merujuk pada preambule UUD, berarti ya gratis dan bermutu baik SMP/MTs atau SD/MTs. Itu adalah kewajiban negara. Bahkan untuk SMA hingga perguruan tinggi. Tentu kewajiban negara itu makin terbagi. Kalau untuk pendidikan dasar menjadi sepenuhnya tanggung jawab negara, maka untuk SMA/MA/SMK tidak hanya menjadi kewajiban negara tapi juga kewajiban keluarga. Perguruan tinggi juga seperti itu. Tapi kata-kata mencerdaskan kehidupan bangsa itu tetap menjadi aliran utama dari tanggung jawab pendidikan di semua tingkatan karena ia merupakan ideologi pendidikan nasional. Nah, perubahan dimulai dari sini. Ini untuk perubahan di tingkat negara. Lalu bagaimana perubahan ditingkat masyarakat?

Masyarakat juga harus mengalami perubahan. Bagaimana? Sebenarnya kita kan sudah punya konsep yang sudah lama dilaksanakan oleh pemerintah setidak-tidaknya secara normatif, yaitu Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS menjelaskan bahwa pihak sekolah lah penentu kelulusan siswa. Sekolah lah yang sebenarnya menentukan segalanya baik kurikulum maupun ukuran keberhasilan seseorang. Tidak ditentukan oleh negara atau pemerintah baik pemerintah pusat, propinsi atau kabupaten/kota.

Manajemen Berbasis Sekolah memiliki watak bottom up. Tidak top down, tapi benar-benar tumbuh dari masyarakat. Contohnya ya pesantren itu. Pesantren kan tidak ditentukan oleh siapa-siapa. Semua apa kata kiai, apa kata santri, apa kata guru, berdasarkan pertimbangan musyawarah. Nah, itulah yang mestinya dilakukan kalau kita menginginkan output pendidikan nasional kita itu baik. Tidak menghasilkan lulusan yang melulu bermental pegawai, tapi lebih bermental wirausaha. 

Jadi di satu sisi secara nasional di puncaknya ada ideologi nasional yang diterapkan; tidak berbasiskan neoliberal melainkan berbasiskan konstitusi kita. Tapi di sisi lain harus diterapkan Manajemen Berbasis Sekolah yang berwatak buttom up itu. Kalau itu bisa dilaksanakan, saya kira itu akan baik. Dan pemerintah harusnya mendorong itu. Ma’arif sebagai jembatan juga bisa mendorong itu bila ada good will dari pemerintah dan lainnya. Kalau tidak, gimana, lha wong berbagai kebijakan itu mengandung dana dan dananya sangat besar.

Untuk menghadapi realitas kebijakan yang sudah terlanjur ada dan tetap dilaksanakan, seperti Ujian Nasional, himbauan LP Ma’arif apa?. UN itu memang nggak bisa nggak masih tetap dilaksanakan. Pemerintah sudah dikritik kayak apa juga tetap bandel. Ma’arif sudah menyatakan tidak setuju juga masih dilaksanakan. Ya udah, tapi setidak-tidaknya harus ada imbangan kebijakan bahwa akses dan kesenjangan pendidikan kita harus segera diterobos dong. Gap mutu sekolah itu luar biasa, gap mutu guru itu juga luar biasa antara satu daerah dengan yang lain, seperti gap antara sekolah yang ada di Jawa dengan sekolah yang ada di luar Jawa. Pemerintah mesti segera menembus itu semua. Mutu sebenarnya yang lebih prioritas dari sekadar melaksanakan UN. Mutu itu apa? Seperti yang saya katakan tadi, mutu terletak di proses. Artinya, kalau belajar Matermatika, Kimia, dan Fisika, ya pemerintah harus memfasilitasi. Jangan uangnya dimubazirkan untuk UN dan segala macem itu, sementara ada sekolah-sekolah di berbagai daerah yang kekurangan laboratorium, misalnya. 

Bagaimana kesiapan Ma’arif terhadap UN yang diselenggarakan oleh pemerintah?. Nggak ada sekolah yang tidak siap karena memang dipaksa siap. Tapi itu kan akhirnya sekolah-sekolah hanya menjadi lembaga kursus, bukan lembaga pendidikan. Kalau lembaga kursus itu kan yang terpenting bisa menjawab ujian. Tidak memanusiakan manusia. Padahal sekolah itu kan intinya memanusiakan manusia. Membudayakan orang yang tak berbudaya. Bukan sekedar menjawab soal. Kalau cuma itu ya laksanakan UN. Tapi kalau pendidikan ingin memanusiakan manusia, ya jangan seperti itu. Itu berbahaya sekali.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 02 Desember 2017

Prof Aom: Hanya Islam Moderat yang Bisa Menyelamatkan Indonesia

Bandar Lampung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung, Prof. Aom Karomani mengatakan bahwa kondisi Indonesia saat ini sudah tidak sama lagi dengan Indonesia dimasa dulu. Saat ini berbagai kelompok memanfaatkan perkembangan teknologi khususnya media sosial untuk menyebarkan pemikiran mereka guna memecah belah dan merongrong keutuhan NKRI.

Kelompok ini juga memanfaatkan lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi untuk mengembangkan misi mereka dengan harapan para generasi muda kedepan dapat menjadi penerus kelompok mereka. Kondisi ini memerlukan perhatian yang serius dari berbagai pihak agar keutuhan Indonesia dapat dipertahankan.

Ia menilai, pemikiran keagamaan yang radikal mengarah kepada tindakan terorisme ataupun liberal kebarat-baratan tidak cocok berada di Indonesia yang memegang ideologi Pancasila ditengah kebhinekaan yang ada.

Prof Aom: Hanya Islam Moderat yang Bisa Menyelamatkan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Aom: Hanya Islam Moderat yang Bisa Menyelamatkan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Aom: Hanya Islam Moderat yang Bisa Menyelamatkan Indonesia

"Hanya Islam Moderat yang bisa menyelamatkan Indonesia," tegasnya saat menyampaikan materi di depan peserta Dialog Ormas Islam yang diselenggarakan MUI Provinsi Lampung, Kamis (20/7) di Aula Universitas Malahayati Bandar Lampung.

Prof. Aom juga mengingatkan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang paling tepat di Indonesia dan tidak perlu dipertanyakan lagi. "Pancasila sudah final. Pancasila adalah satu-satunya yang bisa menyatukan keberagamaan di Indonesia. Tidak perlu dipertanyakan lagi," tegas Wakil Rektor Universitas Lampung ini.

Oleh karenanya ia sepakat atas dikeluarkannya Perpu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang dapat menyelamatkan ideologi Pancasila dari rongrongan kelompok yang bernafsu menggantinya dengan ideologi lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ada yang reaktif dan menggugat terbitnya Perpu ini. Perpu ini bukan hanya untuk HTI tapi untuk seluruh Ormas apapun yang mengancam Pancasila dan NKRI," tegasnya.

Hal ini diamini ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung yang hadir juga pada dialog bertemakan Mengembangkan Islam Washatiyyah untuk Meneguhkan Komitmen Bersama Terhadap Pancasila dan NKRI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Penerbitan Perpu No. 2 tahun 2017 ini adalah itikad bagus dari pemerintah. Kalau ada yang dirasa kurang dapat diperbaiki dan kalau ada yang tidak setuju dapat menyampaikan melalui jalur yang ada," katanya. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 28 November 2017

PBNU: Tugas Pengurus Ranting NU Kawal Kepentingan Rakyat Kecil

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menegaskan bahwa keterlibatan dalam gerakan perlawanan terhadap ketidakadilan sebagai tugas utama pengurus ranting NU. Karena pada prinsipnya pengurus ranting NU bertugas mengayomi, melindungi, dan mengatasi masalah jamaah di daerahnya masing-masing.

Demikian disampaikan Kang Said dalam pertemuan silaturahmi dan sarapan pagi PBNU dan pengurus ranting NU se-DKI Jakarta di halaman Gedung PBNU, Ahad (27/11) pagi.

PBNU: Tugas Pengurus Ranting NU Kawal Kepentingan Rakyat Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Tugas Pengurus Ranting NU Kawal Kepentingan Rakyat Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Tugas Pengurus Ranting NU Kawal Kepentingan Rakyat Kecil

Menurut Kang Said, pengurus ranting NU adalah mengorganisasi. Masyarakat atau rakyat yang diorganisir sangat berharap mengalami perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Perubahan ini terkait dengan pemenuhan kebutuhan atas hak dasar mereka dari ancaman maupun tantangan yang mereka hadapi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ada ketidakadilan, penindasan, dan sebagainya. Karena itu seorang pengurus NU, yang berarti adalah pengorganisir warga, memang harus memiliki keberpihakan kepada masyarakat atau rakyat,” kata Kang Said di hadapan ribuan pengurus ranting NU se-DKI Jakarta.

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini mengatakan, masalah di setiap desa kadang dipahami melalui pendekatan dan rumus tertentu. Tetapi pengorganisasian itu sesungguhnya bukan teori atau rumus ilmiah. Karena setiap masalah, ancaman, ketidakadilan, di tiap tempat memiliki pengertian dan nuansa yang khas lokal sesuai konteks masing-masing.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tidak bisa tidak, untuk menjawab hal-hal tersebut seorang pengorganisir harus terlibat di dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan,” kata Kang Said dalam pertemuan silaturahmi yang juga dihadiri Kapolri dan jajarannya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock