Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua baru Ansor Banjardowo Muhammad Achmadi menitikberatkan program kepemimpinannya ke depan pada kerja sosial. Dalam waktu dekat, GP Ansor Banjardowo kecamatan Genuk, Semarang mengagendakan santunan yatim dan amalan Ramadhan.

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Achmadi menginginkan GP Ansor Banjardowo memiliki ciri dan program khusus yang lebih mengutamakan kegiatan berbasis masyarakat. Dengan itu, kegiatan Ansor di desanya tidak terjebak pada kegiatan rutin bulanan.

“Kerja kita harus memiliki efek yang baik terhadap kondisi sosial. Jika kegiatan Ansor Banjardowo secara internal tampak baik dan lancar, namun akan menjadi percuma kalau tidak bisa bermanfaat bagi masyarakat,” terang Achmadi, Selasa (17/6) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Achmadi diamanahkan memimpin GP Ansor Banjardowo setelah Ketua sebelumnya Muslimin terpilih   menjadi Ketua PAC GP Ansor Genuk.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia juga mengajak kadernya menjaga soliditas di tengah kampanye pilpres saat ini. “Segala puji bagi Allah, cukuplah Dia sebagai penolong,” ucap Achmadi pada pertemuan rutin Ansor Banjardowo. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Humor Islam, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 10 Februari 2018

Hasyim Muzadi: Mayoritas Tayangan TV Merusak Akidah Umat

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta berbagai pihak untuk mengawasi tayangan televisi Indonesia yang saat ini didominasi oleh adegan seksual, kekerasan, hura-hura, dan mistik.



Hasyim Muzadi: Mayoritas Tayangan TV Merusak Akidah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Mayoritas Tayangan TV Merusak Akidah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Mayoritas Tayangan TV Merusak Akidah Umat

"Mayoritas tayangan televisi itu merusak, terutama dalam masalah akidah umat," katanya saat memberikan taushiyah dalam acara "Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa" di Halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan, Kamis (28/2) malam.

Dikatakannya, keluarga menjadi faktor terpenting dalam mengatasi pengaruh buruk siaran televisi. Para orangtua harus bisa mengarahkan anak-anaknya untuk memilih tayangan-tayangan yang baik. "Malah lebih baik tidak ada televisi daripada para orangtua tidak bisa menuntun anaknya, katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam itu menyatakan, sejak era reformasi, berbagai pengaruh dan informasi dari layar televisi mudah sekali masuk ke Indonesia tanpa ada filter. Semua itu bisa jadi kebaikan tapi juga bisa berdampak negatif jika umat tidak bisa menggunakannya.

Menurutnya, cara paling efektif yang bisa dilakukan oleh orang-perorang dalam menyaring berbagai pengaruh dan informasi yang masuk adalah dengan kembali kepada ajaran agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada kesempatan itu Kiai Hasyim meminta para tokoh agama dan berdakwah mengubah hal-hal yang batil atau merusak itu menurut kadar kemampuan masing-masing.

PBNU sendiri belum lama ini telah mengumpulkan para pakar, praktisi, pengamat, dan tokoh agama untuk membincang persoalan penting seputar dunia pertelevisian. PBNU juga menjalin kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memberikan koreksi dan arahan terhadap berbagai siaran televisi. (han)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin

Trenggalek, Rohis Tegal - Rohani Islam Sebuah karnaval budaya mengisi rangkaian penutupan pengajian (khataman) kitab Ihya Ulumiddin di Pondok Pesantren Darisulaimaniyyah Kamulan Lor, Kecamatan Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, 20-23 Nopember 2013.

Kegiatan bertajuk “Darisulaimaniyyah Festifval Carnaval” menampilkan aksi para siswa MTs dan SMK Plus Darissulaimaniyyah di berbagai seni, antara lain, wayang orang, marching band, angklung, barongsai, serta seni budaya daerah lainya. Dengan kostum unik, mereka menghibur masyarakat yang menyaksikan.

Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin

Acara khataman ini diawali dengan bahtsu masail pada Rabu pagi. Kemudian dilanjutkan dengan pentas seni musik balasik pada malam harinya.  Hadir dalam kesempatan sekitar 900 orang yang terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat sekitar. 

Kesempatan ini juga dimanfaatkan para alumni pesantren untuk menyelenggarakan forum pertemuan. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan lainnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pesantren Darisulaimaniyyah KH Nur khotib kepada para alumni mengingatkan agar tetap menjaga kepribadian sebagai santri. Ia berpesan agar mereka mengamalkan ilmu yang didapat selama di pesantren karena hal ini merupakan jalan untuk mendapat ilmu berikutnya. (Fathurrohim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang melakukan aksi gerakan antigolput di Wisama Karya Subang, Jl. Ade Irma, Subang, Jawa Barat, Kamis (5/9/2013).

Aksi ini merupakan bentuk seruan moral menjelang pelaksanaan pemilihan bupati (pilbup) dan wakil bupati Subang, 8 September mendatang. Gerakan antigolput dimaksudkan untuk meningkatkan angka partisipasi warga demi kesukseskan pemilihan pemimpin baru itu.

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput

"Masyarakat Subang harus ikut mensukseskan pilbup dengan menggunakan hak seuaranya dan katakan tidak pada golput," kata Korlap Aksi, Asep Fahmi Ihsam dalam orasinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Asep juga meminta kepada pihak-pihak terkait lainnya untuk mengawal penyelenggaraan pilbup, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecurangan dan anarkisme yang akan mengganggu jalannya pilbup tersebut.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Katakan tidak pada golput. Sukseskan pilbup Subang dengan tidak golput dan menolak money politic (politik uang)," ucapnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Persinggahan KH Wahid Hasyim di Turipinggir

Meski telah 62 tahun berlalu, peristiwa itu masih terkenang dan tertanam  di hati sanubari masyarakat Turipinggir dan diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ya, suatu peristiwa, di saat masyarakat desa Turipinggir mendapatkan penghormatan disinggahi dan ditempati seorang tokoh besar bangsa, putra pendiri NU, Pahlawan Nasional, yaitu KH. A. Wahid Hasyim.

Beliau tinggal di desa Turipinggir semasa Perang Kemerdekaan RI (Revolusi Fisik) antara tahun 1945-1950. Zaman Perang Kemerdekaan, disebut sebagai  saat-saat yang sangat sulit, penuh perjuangan dan penderitaan di waktu  usia Republik  Indonesia yang masih sangat muda. Ibukota RI (Yokyakarta) pada 19 Desember 1948 telah  dikuasai Belanda, para pemimpin nasional RI ditangkapi, diantaranya  Presiden dan Wakil Presiden RI yang dibuang ke Pulau Bangka. Tokoh-tokoh nasional yang lain bersembunyi atau mengungsi ke desa dan membaur bersama rakyat biasa. 

Persinggahan KH Wahid Hasyim di Turipinggir (Sumber Gambar : Nu Online)
Persinggahan KH Wahid Hasyim di Turipinggir (Sumber Gambar : Nu Online)

Persinggahan KH Wahid Hasyim di Turipinggir

Beliau, KH. A. Wahid Hasyim, seorang  tokoh muda NU, pernah menjabat sebagai anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), adalah tokoh nasional yang mempunyai jasa besar dalam pendirian Republik ini. Beliau juga menjabat sebagai Menteri Negara dalam  Kabinet Presidentil I (1945), dan  Kabinet Syahrir (1946-1947).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tidak diketahui dengan pasti kenapa beliau memilih pindah   di desa Turipinggir. Mungkin karena lokasi desa tersebut yang berada di ujung barat Kabupaten Jombang,  dan tidak tarlalu jauh dari Tebuireng. Atau juga karena adanya persahabatan yang sudah lama dengan Bapak Munandar (1913 – 1990) dan Bpk. KH. Salamun (1917-2005) yang beliau berdua sering bersilaturrahmi ke rumah para kyai di daerah Jombang. Keduanya juga penganut dan pengamal Tarekat Qodiriyyah wa al-Naqsybandiyyah.

KH. Salamun  adalah santri yang lama mondok  di Ponpes Mambaul Maarif Denanyar, santri generasi kedua KH. Bisri Syansuri, dan menurut penuturannya beliau menyaksikan sendiri peristiwa perkawinan KH. Wahid Hasyim dengan Ibu Solichah Bisri Syansuri. Mungkin sebelumnya, sudah ada perkenalan dengan KH.A. Wahid Hasyim. Dengan demikian, dengan rentang  usian yang hanya tiga tahun lebih muda dari KH A. Wahid Hasyim,  tentu KH Salamun memberikan rasa  hormat dan ta’dhim kepada menantu gurunya, KH Bisri Syansuri . 

Tidak bisa dipastikan, berapa lama KH. A. Wahid Hasyim berdiam di Desa Turipinggir. Menurut beberapa penuturan, cukup lama, apalagi dalam situasi yang masih bergejolak dan keadaan fisik beliau yang kurang sehat (kaki beliau sakit). Ada yang bercerita, sekitar 4-6 bulan tepatnya  masa di antara Agresi Militer Belanda II (19 Desember 1948 sampai waktu penyerahan Kedaulatan RI oleh Pemerintah Belanda yang dilakukan oleh Ratu Yuliana di Belanda, tanggal 27 Desember 1949). 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beliau tinggal di  rumah Bpk. Munandar dan Bpk. KH. Salamun. Masjid Baitussalam (yang berada tepat di depan rumah Bpk. Munandar) adalah tempat beliau bersembahyang,  berdzikir dan berdoa. Beliau bermunajat di masjid ini, memohon perkenan doa  Allah SWT akan keselamatan dan kelangsungan bangsa dan  negara di Republik yang masih baru  diproklamirkan. 

Menurut penuturan Bapak Madaim (Ahmad Daim), 79 tahun, saksi peristiwa yang masih hidup hingga sekarang, KH Wahid Hasyim selalu beri’tikaf dan bertafakkur di masjid Turipinggir.  Beliau menderita luka yang cukup lama di jempol kaki kirinya. Sering sekali Belanda mengadakan patroli sampai ke Desa Turipinggir. Bila pasukan patroli Belanda datang, warga desa berhamburan lari menyelamatkan diri. Kebanyakan ke pinggir kali Brantas, atau menyeberang ke wilayah perbatasan di Kabupaten Nganjuk. KH. Wahid Hasyim sering digendong untuk menyelamatkan diri dari kejaran patroli Belanda. Menurut Bpk. KH. Salamun, bila Belanda datang ke Desa Turipinggir dan tidak mendapati warga, Belanda marah-marah sambil merobohkan lemari buku dan membanting buku-buku agama di rumah Bpk. KH. Salamun. 

Akan hal luka di kaki KH A. Wahid Hasyim, menurut penuturan Bpk. Madaim, sembuhnya lama sekali, sampai infeksi (maaf, mborok). Tak pasti apa sebabnya. Ada yang mengatakan karena tersandung benda keras sewaktu lari. Kalau di zaman sekarang,  mungkin beliau ada gejala diabetes. Apabila masuk waktu shalat, KH. A. Wahid Hasyim, menyuruh seorang atau beberapa orang mencarikan debu untuk bertayammum. Nanti beliau pilih debu yang terbaik. Kadang kalau tidak cocok, beliau menyuruh dicarikan lagi debu yang lebih baik. Sering kali, beliau merasa cocok dengan debu yang dicarikan Bapak Madaim. Debu yang terbaik adalah debu dari lumpur kali dari dusun Pulo di tepian Kali Brantas yang sudah mengering.

Dalam sebuah wawancara antara KH. Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI) dengan KH Salamun pada sekitar pertengahan tahun 2002 di  Jl. Wilis, Jombang, di rumah KH. Hasyim Karim dengan didampingi oleh Dr. Drs. Ali  Sukamtono, Msi, (Ketua MWC NU Kec. Megaluh 1991-2002), Bpk. Chudlori Masrur dan KH. Anas Salamun   terjadilah dialog sebagai berikut : 

Gus Dur: Kiai, Bapak saya (KH.A. Wachid Hasyim) kalau ke Turipinggir naik apa?

KH. Salamun : Kadang naik andong (dokar), sambil membawa mesin ketik, tak jarang sewaktu naik andong, beliau menyempatkan diri menulis dengan menggunakan mesin ketik. Kadang juga beliau dibonceng naik sepeda onthel.

Gus Dur : Kiai, Bapak saya kalau ke Turipinggir pakai sandal apa pakai sepatu?

KH. Salamun : Pakai sepatu, ya pakai jas juga.

Gus Dur : Kiai, yang paling digemari Bapak saya kalau makan sukanya pakai lauk apa?

KH. Salamun : Ini Gus, sukanya kalau makan pakai lauk kepala kambing. 

Gus Dur : Siapa yang menemani Bapak saya waktu di Turipinggir?

KH. Salamun : Yang menemani kalau pas Belanda lagi berpatroli  adalah Bpk.  Munandar. Beliau yang menemani KH. A; Wahid Hasyim dengan dibantu beberapa warga, bersembunyi  ke pinggir Kali Brantas, sampai ke Buntu dan Proko (desa tetangga). Sementara kalau keadaan sudah aman, maka yang menemani adalah KH. Salamun. 

Gus Dur :   Kiai, apakah Bapak saya ’wayuh” lagi di Desa Turipinggir? 

KH. Salamun : Mboten pernah Gus.

Gus Dur : Kiai, apa janji KH. A. Wahid Hasyim kepada Kiai?

KH. Salamun :   Beliau berjanji bahwa akan datang kembali ke  ke Desa Turipinggir dengan menaiki kapal muluk (mungkin yang dimaksud helikopter) bila Indonesia sudah merdeka penuh (sayang niatan dan janji  itu tidak pernah kesampaian karena Beliau lebih dulu dipanggil Sang Kekasih dalam sebuah kecelakaan mobil di Kota Cimahi, Bandung pada tanggal 19 April 1953 dalam usia 38 tahun).

Kelak setelah RI mendapatkan kedaulatan penuh dari pemerintah Belanda, beliau menjabat lagi sebagai Menteri Agama pada Kabinet RIS (1949- 1950), Menteri Agama pada Kabinet Natsir (1950- 1951), dan Menteri Agama pada Kabinet Sukiman (1951-1952).    Pada tanggal  24 Agustus 1964, Presiden Sukarno menganugerahkan beliau sebagai  Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Sebuah dipan sebagai tempat tidur dan beristirahat   KH A. Wahid Hasyim di  desa  Turipinggir masih terawat baik hingga  sekarang. Hubungan kekeluargaan antara  Keluarga KH A. Wahid Hasyim dengan keluarga Bpk. Munandar dan masyarakat Turipinggir terpelihara  dengan baik, yaitu dengan hadirnya  Nyai Solichah binti KH. Bisri Syansuri dan puteranya KH Abdurrahman Wahid  pada tahun 1974 sewaktu diundang oleh Bpk. Munandar yang mengadakan hajatan sunatan cucunya   Saifuddin Zuhri. Foto-foto kedatangan beliau berdua terlampir. Bahkan Gus Dur dan Ibunya Nyai Solichah telah dua kali datang ke Desa Turipinggir.

Mishbahus Shudur

Ketua Ta’mir Masjid Baitussalam Turipinggir Periode 2011-2015, dan Dosen Bahasa Arab Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) IKAHA Tebuireng

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

Mimika, Rohis Tegal - Rohani Islam. Hujan deras mengguyur Bumi Mimika sejak seusai Ashar hingga usai Isya, Sabtu (6/5) tidak menyurutkan semangat warga NU kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kab Mimika, Provinsi Papua untuk mengikuti acara kebanggaan mereka.

Menjaga tradisi leluhur menjadi pokok semangat warga Poumako, Mapuru Jaya dan undangan kampung Wangirja, SP9, Distrik Iwaka, Kab Mimika. Acara tahlil kirim doa dan shalawat merupakan tradisi leluhur yang baik dan harus dirawat

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

"Ini kita harus memperkuat tradisi baik ini agar tidak direcoki aliran yang aneh-aneh," urai H. Taher Rumagesan selalu Wakil Syuriyah PCNU Mimika yang tinggal di Poumako ini menjelaskan latar belakang rutinan ini digalakkan.

Acara malam ini dilakukan di masjid Al-Haq Poumako. Hadir dalam acara tahlil dan kirim doa sambut Ramadhan ini Ketua PCNU Mimika, H Abdul Wahab, Sekretaris Adam Waluyo, Wakil Sekretaris Ibnu Hamid, JQH MWC Tembagapura Ust Hasyim Asyari, wakil ketua PCNU Sugiarso dan segenap jajaran MWC NU Mimika Timur, seperti H Heri Budiono dan yang lain

Ba’da Magrib dan wiridan disambung acara dengan syair NU, dilanjut tawasul dan diperkenalkan juga Shalawat Nahdliyyah dan mars Ya Lal Wathon. Acara dilanjutkan tahlil, diteruskan shalawatan lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ust Hasyim dalam kajian aswajanya mengajak untuk hidup selamat dengan berkumpul dan menjadi bagian ulama yang selamat, yakni rombongannya KH Hasyim Asyari dengan keretanya yang bernama NU

Di akhir acara wakil ketua PCNU Mimika menyerahkan buku amalan NU berupa buku amalan nishfu sya’ban, bilalan Tarawih, dan kaifiyat NU agar bisa diamalkan

Rohis Tegal - Rohani Islam

Acara ditutup dengan shalawat Thariqiyah dan shalat Isya berjamaah dan dilanjutkan menyantap hidangan malam

Acara selanjutnya dijadwalkan 3 Juni dalam acara buka puasa bersama ? (Sugiarso/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Daerah, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 23 Januari 2018

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Rokok Tali Jagat yang dulu diidentikkan dengan rokok milik warga NU dengan logo bola dunianya kini sepenuhnya kepemilikannya sudah beralih tangan. PBNU telah menjual 25 persen saham yang dimilikinya pada PR Jagat Raya Persada, salah satu anak perusahaan PT Bentoel.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan bahwa PT Bintang Bola Dunia, produsen rokoh tersebut membutuhkan tambahan modal untuk mendukung bisnisnya. Namun PBNU tidak memiliki modal yang memadai.

“Daripada kita tidak memiliki hak suara yang memadai, kita putuskan untuk menjual kepemilikan yang kita miliki,” tuturnya di PBNU kemarin.

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat

Hasil penjualan saham senilai sekitar 1.7 M tersebut dimasukkan ke dalam rekening dana abadi PBNU yang menambah jumlah sebelumnya yang sudah mencapai 5 milyar.

Rokok ini diluncurkan pertama kali ke masyarakat pada 2 Januari 2003 lalu dengan fokus pemasaran warga nahdliyyin dan memberdayakan petani tembakau dan cengkeh yang banyak dimiliki warga NU agar hasil perkebunannya terakomodasi.

Kala itu, Kiai Hasyim menjelaskan pendirian pabrik rokok ini tidak untuk mengajak orang yang tidak merokok untuk menjadi perokok, tapi mengakomodasi nahliyyin yang jadi perokok yang sekaligus nantinya diharapkan bisa membantu pemberdayaan ekonomi warga NU. Dipasaran, rokok sigaret kretek tangan (SKT) ini dijual seharga Rp. 3.800 per bungkus. (mkf)

Rohis Tegal - Rohani Islam



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Pertandingan, Jadwal Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock