Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua baru Ansor Banjardowo Muhammad Achmadi menitikberatkan program kepemimpinannya ke depan pada kerja sosial. Dalam waktu dekat, GP Ansor Banjardowo kecamatan Genuk, Semarang mengagendakan santunan yatim dan amalan Ramadhan.

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Achmadi menginginkan GP Ansor Banjardowo memiliki ciri dan program khusus yang lebih mengutamakan kegiatan berbasis masyarakat. Dengan itu, kegiatan Ansor di desanya tidak terjebak pada kegiatan rutin bulanan.

“Kerja kita harus memiliki efek yang baik terhadap kondisi sosial. Jika kegiatan Ansor Banjardowo secara internal tampak baik dan lancar, namun akan menjadi percuma kalau tidak bisa bermanfaat bagi masyarakat,” terang Achmadi, Selasa (17/6) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Achmadi diamanahkan memimpin GP Ansor Banjardowo setelah Ketua sebelumnya Muslimin terpilih   menjadi Ketua PAC GP Ansor Genuk.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia juga mengajak kadernya menjaga soliditas di tengah kampanye pilpres saat ini. “Segala puji bagi Allah, cukuplah Dia sebagai penolong,” ucap Achmadi pada pertemuan rutin Ansor Banjardowo. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Humor Islam, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia

Malang, Rohis Tegal - Rohani Islam

UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menggelar sidang senat terbuka dalam rangka penganugerahan doktor Honoris Causa (HC) kepada Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Mohammad Ahmad al-Tayyeb, Rabu (24/2). Gelar kehormatan ini diberikan UIN sebagai apresiasi atas jasa Grand Syekh dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya di Al-Azhar.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap metode pendidikan dakwah di Universitas Al-Azhar yang moderat dan toleran bisa dikembangkan pada lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Harapan itu disuarakan Menag saat memberikan sambutan di hadapan 500 civitas akademika UIN Maliki Malang dan tamu undangan pada acara penganugerahan doktor kehormatan kepada Syekh Ahmad ath-Tayyeb di UIN Malang, Rabu (24/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia

Menag menilai, Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama al-Muslimin adalah sosok ulama par-excellence dan intelektual Muslim dunia penebar kedamaian. Sikap demikian itu ditunjukkan selama masa transisi politik di Mesir, di mana Syekh Ahmad ath-Tayyeb mengedepankan ishlah dan berusaha memediasi pihak-pihak yang berkonflik agar bersatu kembali demi kejayaan Mesir dan Islam. Hal ini dikatakan Menag, sesuai pernyataan Grand Syeikh pada saat terjadi konflik di Mesir. Ia mengatakan, “Perbedaan merupakan sebuah keniscayaan dan saya himbau agar anda semua membuka pintu untuk perdamaian demi persatuan bangsa Mesir!”

“Sosok Syekh Ahmad ath-Thayyib boleh jadi tidak membutuhkan penganugerahan Dr HC, karena reputasinya sudah diakui dunia internasional. Kita justru yang berkepentingan menganugerahkan gelar kehormatan,” tambahnya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain itu, metode pendidikan dakwah Al-Azhar yang moderat dan toleran juga relevan dengan konteks Indonesia sebagai negara yang majemuk dan plural. Apalagi. Al-Azhar merupakan ikon institusi keislaman dunia dan namanya harum di kalangan Muslim Indonesia. 

“Studi di Al-Azhar asy-Syarif ibarat ‘menimba air’ dari sumber aslinya,” papar Menag.

“Al-Azhar secara konsisten mengembangkan faham sunni dan mengamalkannya dalam tindakan keberagamaan. Syekh Ahmad al-Tayyeb sebagai ulama moderat dan selalu menyerukan pentingnya ukhuwwah dan perdamaian,” tambahnya.

Menag berharap, kehadiran Grand Syekh Al-Azhar ke Indonesia selain memperkuat hubungan bilateral antara dua negara, juga menjadi simbol kedekatan masyarakat Muslim Mesir dan Indonesia, serta bisa memperkuat kajian Islam di Indonesia. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan Menag,  awal kemunculan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia pada tahun 1960-an juga mengacu pada model kajian Islam Al-Azhar. Saat sejumlah IAIN bertransformasi menjadi UIN (Universitas Islam Negeri), gagasan integrasi ilmu yang dikembangkan sedikit banyak juga diinspirasi oleh modernisasi pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar. 

Selain itu, hubungan Mesir dan Indonesia juga memiliki sejarah yang panjang. Para ulama dari kedua negara pernah terjalin jaringan intelektual yang intensif dalam hubungan guru-murid sejak abad ke-19. Bahkan, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1945, di saat negara-negara Eropa mengingkari kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. 

Surat Keputusan Rektor tentang Penganugerahan Doktor Honoris Causa Bidang Pendidikan Islam kepada Grand Syeikh Prof Dr Ahmad Mohammad Ahmad al-Tayyeb dibacakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Maliki Malang Muhammad Zainuddin. Sementara itu, Rektor UIN  Malang Mudjia Raharja dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grand Syeikh Al-Azhar merupakan sosok yang menginspirasi dalam tugas mengembangkan dan merawat cendekiawan muslim. Selain itu, Syekh Ath-Tahyeb juga merupakan ulama besar yang disegani, intelektual Muslim yang diakui dunia, serta tokoh yang selalu menyerukan kebenaran dan menebarkan kedamaian dunia. 

“Al-Azhar menjadi rujukan kami dalam mengembangkan UIN Malang, suatu saat nanti UIN Malang akan menjadi seperti Universitas Al-Azhar, yang mengembangkan ajaran Islam Rahmatan lil Alamin,” tutup Mudjia Raharja. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 07 Februari 2018

Cinta Tanah Air adalah Ajaran Nabi Muhammad

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Anak Cabang Muslimat Nadlatul Ulama Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah mengadakan pengajian dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 71 Kemerdekaan RI, Ahad (28/8). Kegiatan yang bertempat di Aula Hotel Graha Muria Desa Colo Dawe ini menghadirkan pembicara Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Ahmad Nadhif Mujib.

Pada kesempatan itu, KH Ahmad Nadhif mengajak warga Muslimat selalu teguh menjaga rasa cinta kepada Tanah Air Indonesia. Sebab, cinta tanah air merupakan perintah ajaran dari Nabi Muhammad.

Cinta Tanah Air adalah Ajaran Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Tanah Air adalah Ajaran Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Tanah Air adalah Ajaran Nabi Muhammad

"Bukan lantaran sering mendengarkan uraian para pejabat cinta tanah air harus dijaga melainkan ada anjuran dari kanjeng Nabi," tegasnya.

Kiai yang disapa Gus Nadhif ini mengutarakan fakta sejarah bahwa diantara yang berada di garis depan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah para ulama NU. Namun, belakangan fakta tersebut dikaburkan bahkan dibelokkan sehingga generasi sekarang tidak lagi mengerti sejarah tersebut.

"Banyak informasi di internet yang menghilangkan peran para ulama ? memperjuangkan Indonesia. Akibatnya banyak yang tidak mengenal dan tidak mau upacara bendera," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Akhir-akhir ini, kata Gus Nadhif, ada upaya menggerogoti rasa nasionalisme yang tertanam dalam jiwa masyarakat. Ia menilai tumbuh berkembangnya gerakan radikalisme dan maraknya penyakit masyarakat seperti peredaran narkoba tujuan utamanya ingin merongrong cinta tanah air.

"Semua kejadian radikalisme seperti munculnya ISIS dan narkoba tidak lain merusak bangsa Indonesia," ungkapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengajian PAC Muslimat NU Dawe ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap Ahad akhir bulan. Karena momentum Agustusan ini, pengajian dikemas ? memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Turut menyemarakkan suasana, grup Rebana Muslimat NU desa Kajar tampi membawakan sholawat yang diiringi irama terbang zippin. Hadir pada acara itu, ratusan anggota Muslimat NU dari 18 ranting se kecamatan Dawe dan tamu undangan pengurus NU dan badan otonom setempat. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Niat untuk berhaji jangan ditunda-tunda. Itulah pula yang dipesankan almarhum KH Bisri Musthofa, ayahanda KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), ketika bersama para santri mengaji sebuah kitab dan sampai pada penjelasan ibadah haji.

"Mbah Bisri pernah memerintahkan (para santri) untuk menyegerakan niat haji saat ngaji bab haji,” kata KH Syarofudin, salah satu santrinya di hadapan jamaah ngaji Selasa-Jumat di aula Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (2/8).

Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji

Menurut Mbah Bisri, lanjut Kiai Syarofudin, niat bisa membawa kita menuju Makkah untuk berhaji. Karena niat dapat berubah menjadi doa dan Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam meminta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam pengajian rutin tersebut, Kiai Syarof juga mengingatkan pelajaran Mbah Bisri soal doa. Mbah Bisri, imbuhnya, mengajarkan jika berdoa meminta panjang umur, mintalah setahun saja. Jika umur dirasa masih bisa beribadah, tahun depan baru berdoa meminta panjang umur lagi kepada Allah SWT dan seterusnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal ini soal keberkahan umur. Menurut Kiai Syarof, umur panjang bila tidak digunakan untuk taat beribadah, akan membawa pemiliknya masuk ke dalam golongan orang yang merugi.? (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 23 Januari 2018

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Menteri Sosial Hj Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan berupa uang senilai Rp.15 juta yang diberikan kepada 8 orang keluarga korban bencana perahu terbalik yang menelan korban jiwa, yang terjadi di Desa Bogem Pinggir Kecamatan Balongbendo Sidoarjo, 13 April lalu.

Bantuan ini diberikan oleh Khofifah kepada keluarga korban bencana di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Jumat (23/6) malam dengan didampingi Bupati Sidoarjo, Wakil Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial Gresik dan Kepala Dinas Sosial Mojokerta serta jajaran Dinas Sosial Sidoarjo.

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik

"Dengan waktu yang sangat singkat, akhirnya bantuan ini segera cair sehingga bisa kami bagikan. Awalnya memang Bupati Sidoarjo cerita kalau keluarga korban mendapatkan bantuan uang senilai Rp.3 juta dari APBD dan harus SK Bupati," kata Hj Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu menirukan cerita Bupati.

Para keluarga korban yang menerima bantuan itu di antaranya Kusnari warga Gagang Kepuhsari Balongbendo, Nur Kholis dan Choirun Nisa warga Desa Bangkalan Wringinpitu Kecamatan Balongbendo, Suriasih dan Misah warga Kalimati Kecamatan Tarik. Selain itu, ada dua orang lainnya, yaitu Ujang warga Desa Wringin Anom Gresik dan Rozikin warga Mojosari Mojokerto.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bantuan uang total sebesar Rp.120 juta diberikan kepada delapan orang. Masing-masing dari mereka menerima sebesar Rp.15 juta.

Insiden perahu penyeberangan yang terbalik diduga kelebihan muatan itu terjadi di Desa Bogem Pinggir Kecamatan Balongbendo Sidoarjo pada 13 April lalu. Saat itu, perahu sedang menyeberangkan 11 hingga 12 orang dan 7 motor. Diduga kelebihan muatan, akhirnya perahu terbalik dan menelan korban jiwa. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Ubudiyah, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan

London, Rohis Tegal - Rohani Islam. Saat ribuan Muslim Inggris menyiapkan diri untuk perjalanan haji, otoritas Inggris mengeluarkan peringatan tentang peningkatan jumlah penipuan perjalanan haji ke Makkah.

“Sebuah kejahatan yang menghancurkan terjadi setiap tahun dengan merampok Muslim dalam kesempatan seumur hidup untuk perjalanan haji ke Makkah, kata komandan Steve Head, yang menggambarkan penipuan haji yang dipublikasikan oleh polisi kota London, dan disebutkan oleh Al Arabiya.

Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan

Sebagai perhatian terhadap peningkatan jumlah penipuan tersebut, Dewan Haji Inggris dan polisi kota London mengumumkan untuk meluncurkan “Kampanye kesadaran penipuan haji” minggu ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dewan Haji meminta jamaah melaporkan kasus penipuan yang mereka alami, terlepas dari konsekuensi untuk menghilangkannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Masalahnya adalah, orang seringkali tidak melaporkan karena malu atau akibat dari operator tur. Orang seringkali takut konsekusni lebih lanjut,” kata Kepala Dewan Haji Rashid Mogradia.

“Orang tahu siapa peniput itu, dan mereka tidak mau mengambil tindakan lebih lanjut, sehingga mereka hanya bisa menderita dalam kesunyian,” tambahnya.

Menurut biro perjalanan haji, kediaman jamaah haji mendorong peningkatan biaya perjalanan haji.?

“Perusahaan penipu mengenakan biaya yang sama (untuk melegitimasi biro perjalanan haji), anda tidak dapat membedakannya dari harga yang dikenalkan,” kata Juel Choudhury, direktur British company Premier Hajj.

Menghindari penipuan

Untuk memberi petunjuk jamaah dalam menghadapi penipuan haji, Dewan Haji Inggris menawarkan satu tips kepada para jamaah seperti mengecek legalitas biro perjalanan haji, kepemilikan izin dari kementerian haji Saudi Arabia, legitimasi perusahaan tersebut dengan mengunjungi kantor perusahaan, mencari tahu rekomendasi personal serta membayar dengan kartu kredit.

Meskipun kuota haji Inggris dikurangi dari 25 ribu menjadi 20 ribu jamaah, Dewan Haji memperkirakan terjadinya peningkatan penipuan.

Tahun lalu, polisi Inggris menerima 44 laporan penipuan haji, satu persentase yang lebih kecil dari angka yang sebenarnya.?

Inggris merupakan tempat tinggal bagi minoritas Muslim, dengan jumlah sekitar 2.7 juta. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Peran Perguruan Tinggi dalam Memantapkan Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi Negara

Indonesia merupakan negara yang besar terdiri dari ribuan kepulauaan yang terpencar sepanjang Nusantara, itupun diperkaya dengan suku, bahasa, agama dan budaya yang sangat beraneka ragam. Meskipun kita ini beraneka ragam tetapi bangsa ini juga dibekali dengan falsafah pemersatunya yaitu Pancasila, yang terbukti mampu menyatukan bangsa bhineka atau majemuk ini di tengah badai disintegrasi yang sering dihadapi bangsa ini.

Tidak semua bangsa memiliki falsafah dalam berbangsa dan bernegara seperti Indonesia. Falsafah ini begitu mendasar dan komprehensif, sehingga kemudian bisa dikukuhkan sebagai dasar dan ideologi negara. Indonesia mampu melahirkan ideologi tesendiri di tengah kuatnya dominasi ideologi Marxisme-Komunisme dan Kapitalisme-Imperialisme yang berkembang saat itu. Ini merupakan prestasi bangsa yang sangat berharga. Bangsa lain menaruh hormat dan segan pada kita, karena mampu membangun prestasi besar ini. Tetapi banyak di anatara kita sendiri yang tidak bisa menghargai prestasi ini, sehingga Pancasila disia-siakan, dianggap tidak relevan kemudian ditinggalkan. Sementara banyak bangsa lain iri hati dengan kita yang memiliki Pancasila, ada yang ingin belajar dengan sungguh-sungguh. Tetapi ada yang ingin melenyapkannya secara diam-diam   menggantinya dengan ideologi lain.

Saat ini kita dihadapkan pada kenyataan Pancasila akan diambil dan diadopsi bangsa lain menjadi falsafah hidup mereka, dan ada pula yang berusaha  menghancurkannya. Di sinilah kita perlu bersikap dan sekaligus bertindak memelihara dan menyelamatkan falsafah bangsa dan ideologi negara ini yaitu Pancasila. Saat ini Pancasila mulai digerogoti oleh ideologi lain baik dari kalangan Islam radikal maupun dari kelompok liberal. Keduanya manawarkan ideloginya sendiri baik ideologi Islam maupun ideologi liberal kapitalistik. Mereka berusaha pelan-pelan agar Pancasila tersingkir dari sistem politik, ekonomi dan budaya kita. Hal itu terbukti bahwa saat ini banyak undang-undang  tidak lagi merujuk pada nilai-nilai Pancasila. Di sini kita perlu membangun kekuatan baru untuk menegaskan kembali Pancasila baik sebagai falsafah bangsa maupun sebagai ideologi negara. Sebagaimana kekayaan nasional yang lain, Pancasila perlu dibentengi, dipelihara dan diselamatkan dan dikembangkan agar terus relevan, sebagai pegangan hidup bersama.

Peran Perguruan Tinggi dalam Memantapkan Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Perguruan Tinggi dalam Memantapkan Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Perguruan Tinggi dalam Memantapkan Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi Negara

Benteng Pancasila

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pancasila sebagai kekayaan bangsa yang sangat berharga  dan terbukti sangat relevan dalam menyatukan dan menjadi pegangan bagi bangsa ini. Karena itu ideologi negara ini perlu dijaga digali kembali maknanya dan dikembangkan. Lembaga negara tentunya paling bertanggung jawab untuk hal ini, tetapi dalam kenyataannya saat ini lembaga negara belum cukup peduli dengan masalah ini, maka perguruan tinggi harus berdiri di depan, begitu pula ormas-ormas yang ada seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini sudah gigih mempertahankan dan mengembangkan Pancasila.

Sebagai perguruan tinggi yang menyandang nama besar Pancasila, maka Universitas Pancasila sesuai dengan namanya dan tujuan didirikannya, tentu saja paling bertanggung jawab dalam melestarikan, menyelamatkan, menggali dan mengembangkan Pancasila, agar universitas ini tidak mengalami ironi seperti universitas yang lain. Banyak universitas yang namannyya menggunakan nama tokoh bersejarah seperti nama-nama Walisongo, tetapi tidak memiliki kajian yang mendalam tentang wali yang bersangkutan misalnya kajian terhadap strategi budaya Sunan Kalijaga, Sunan Ampel dan sebagainya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Begitu juga Universitas Gadjah Mada belum memiliki kajian yang mendalam tentang sistem ketatanegaraan yang dibangun oleh tokoh besar di zaman Majapahit tersebut. Begitu pula Universitas Diponegoro juga belum memiliki kajian terhadap sistem dan strategi pertahanan Diponegoro, justeru buku tentang Diponegoro ditulis oleh sarjana lain bahkan bangsa lain. Ini dialami oleh hampir seluruh universitas yang menggunakan nama tokoh nasional. Untuk itu  jangan sampai Universitas pancasila menambah ironi-ironi semacam ini, namanya Universitas Pancasila tapi belum menjadi Pusat kajian Pancasila. Buku Negara Pancasila tulisan Dr. KH. As’ad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU itu mestinya mendapat apresiasi serius dari Universitas ini, karena ini merupakan kajian Pancasila pasca Orde Baru, dengan cara pandang baru sesuai dengan era keterbukaan pasca reformasi.

Pancasila sebuah konsep yang dirumuskan secara singkat dan padat tetapi serba melingkupi, karena itu mudah diterima oleh semua pihak. Kalangan agama terutama NU memandang bahwa pancasila sejalan dengan ajaran Islam sebagaimana ditegaskan dalam Munas NU tahun 1983 bahwa Sila Ketuhanan Yang  Maha Esa  sebagai dasar negara Republik Indonesia mencerminkan  tauhid menurut pengertian keimanan Islam. Ditegaskan pula bahwa penerimaan dan Pengamalan Pancasila merupakan perwujudan  dari upaya Umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya. Karena itulah bahwa Penerimaan NU terhadap Pancasila itu tidak bersifat politis dan teknis, tetapi lebih bersifat syar’i. Begitu juga agama yang lain menerima Pancasila karena sejalan  dan tidak bertentangan dengan keyakinan mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila memiliki relevansi bagi kehidupan bangsa ini, pertama relevansi religius, yaitu sejalan dengan agama  yang ada di Indonesia. Kedua memiliki relevansi filosofis, yaitu merupakan sumber tata-nilai dalam menjalin hubungan antar manusia. Ketiga memiliki relevansi politik, yaitu berfungsi sebagai faktor integratif yang mampu menyatukan bangsa yang berbeda aliran dan ideologi politiknya. 

Nilai-nilai dasar Pancasila baik yang bersifat religius, nilai filosofis dan nilai politis, serta budaya itu yang perlu terus dikaji dan dikembangkan. Dan kalangan universitas-lah yang mestinya serius melakukan kajian yang mendalam seperti itu. Dengan demikian Pancasila akan menjadi falsafah hidup yang menarik bagi generasi muda dan sekaligus sebagai ideologi politik yang benar-benar operasional, sehingga terlaksana dalam kehidupan nyata. Selain itu banyak hal-hal yang perlu dikaji mulai dari sejarah kelahiran Pancasila itu sendiri, hingga upaya penggalian maknanya serta strategi penerapannya.

Beberapa Langkah Penting

Penegasan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi ini juga merupakan penegasan untuk menjaga semangat Bhineka Tunggal Ika bangsa ini. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu ditegaskan kembali bahwa: Untuk menjaga  posisi Pancasila sebagai dasar dan falsasah negara yang merupakan sumber hukum tertinggi, maka segala bentuk hukum dan perundang-undangan yang ada di Republik Indonesia baik UUD 1945 ataupun undang-undang lainnya haruslah merujuk pada Pancasila. Segala bentuk hukum yang tidak sejalan dengan Pancasila apalagi bertentangan, harus dinyatakan batal demi hukum itu sendiri. Saat ini banyak hukum dan Undang-undang yang bertentangan dengan Pancasila karena itu harus segera direview karena ini jelas-jelas telah merugikan negara dan menyengsarakan rakyat Indonesia.  Padahal jelas tujuan Pancasila adalah untuk menciptakan persatuan, gotong royong serta Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.

Dengan penegasan ini diharapkan Pancasila ditempatkan kembali pada posisinya semula yaitu: sebagai dasar dan ideologi negara serta falsafat bagi seluruh masyarakat dan bangsa, sehingga akan melahirkan masyarakat Pancasila yang hidup guyub, gotong royong, bersatu padu dalam membangun bangsa Inddonesia. Sistem hidup kekeluargaan sebagaimana diajarkan dalam Pancasila itulah yang semestinya diterapkan saat ini untuk mengembalikan solidaritsa sosial dan untuk menghindarkan terjadinya berbagai konflik kepentingan yang berkembang di masyarakat kita dewasa ini. Jaminan kerukunan sosial dan keamanan nasional merupakan prasyarat bagi terwujudnya masyarakat Adil dan Makmur yang dicitaa-citakan Pancasila.

Ini merupakan agenda besar yang harus dipikirkan dan  dipikul oleh segenap bangsa ini. Karena itu dalam Munas NU di Cirebon bulan September 2012 baru-baru ini mengajak bangsa ini agar Kembali Ke Khittah Indonesia 1945, yaitu kembali pada semangat Proklamasi membangun negara yang merdeka dan Berdaulat. Kembali pada nilai-nilai Luhur Pancasila dan kembali pada amanat Mukadimah UUD 1945. Hal itu perlu ditegaskan kembali karena bangsa mengalami keterpurukan dan kehilangan jati diri ketika jauh meningalkan semangat Proklamasi dan tujuan didirikannya negeri ini, menyimpang dari falsafah Pancasila dan mengingkari amanat Mukadimah UUD 1945. 

Sebagaimana sering saya tegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya dipahami secara politik atau secara instrumental, sebagai alat pemersatu bangsa belaka. Tetapi lebih dari itu Pancasila harus dipahami secara substantif yaitu sebagai sumber tata nila, yang  merupakan falsafah dalam berbangsa dan bernegara, sehingga perlu terus-menerus dihayati dan dirujuk dalam setiap menata kehidupan. Dengan pendirian semacam itu, walaupun banyaknya Konvensi Internasional, baik yang sudah diratifikasi maupun belum diratifikasi oleh Pemerintah RI, sama sekali tidak boleh menggeser sedikitpun kedudukan Pancasila sebagai sumber tertinggi  hukum dan tatanilai bangsa Indonesia.

Perlu diperhatikan juga bahwa ikhtilaf atau polemik mengenai hari lahir Pancasila yang sengaja dimunculkan kembali  belakangan ini harus segera diatasi melalui kajian sejarah yang komprehensif. Bagaimanapun Pemunculan ikhtilaf ini, sangat membahayakan keberadaan dan kewibawaan Pancasila. Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara terutama pemerintah harus tegas menetapkan bahwa Pancasila lahir 1 Juni 1945. Ini dinyatakan oleh Penggalinya sendiri yaiutu Bung Karno, dan diakui oleh Penggali yang lain yaitu Mr. Muhammad Yamin serta  dibenarkan Para Ulama seperti KH Wahab Hasbullah dan KH Saifuddin Zuhri. Dengan penegasan ini diharapkan tidak akan terjadi penggeseran terhadap sejarah dan status Pancasila sebagai dasar negara Republik Indponesia.

Sebagai langkah penting untuk membentengi Pancasila sebagai  keputusan yang telah ditetapakan oleh para pendiri bangsa ini yang mewakili seluruh elemen masyarakat, elemen agama dan elemen golongan, bahwa Pancasila sebagai dasar dan falsafah dalam bernegara. Dengan demikian, maka siapa saja dan organisasi apa saja  yang terang-terangan bertentangan apalagi melawan  ideologi Pancasila haruslah ditetapkan sebagai organisasi kriminal bahkan subversif yang tidak boleh leluasa mengembangkan ajarannya di negara Pancasila ini. 

Sebagai langakah mendasar yang perlu dilalui adalah mengajarkan Pancasila baik di sekolah maupun organaisai sejak mulai usia dini. Karena Pancasila merupakan falasafah hidup yang mengajarkan dan memberi tuntunan tentang pergaulan hidup sehari-hari yang penuh teposeliro, tolong menolong dan saling menghargai. Falsafah hidup ini yang perlu ditanamkan sejak dini, karena ini merupakan ajaran leluhur bangsa ini, sehingga mudah diterima dan bisa diinternalisasi menjadi kesadaran yanag melekat pada setiap orang.

Penutup

Kajian yanag serius dan mendalam terhadap pancasila perlu dilakukan oleh perguruan tinggi, agar kajian yang dilakukan memiliki kwalifikasi ilmiah sebagaimana yang banyak dituntut saat ini, sehingga bisa dibandingkan dengan teori  ilmiah yang lain. Langkah kretif yang sudah dirintis oleh Prof Mubyarto dari UGM dalam memperkenalkan sistem ekonomi Pancasila perlu diteruskan oleh universitas yang lain, terutama Universitas Pancasila. Saat ini sangat diperlukan adanya rumusan yang komprehensif mengenai sistem politik Pancasila atau rumusan dasar tentang demokrasi Pancasila, atau rumusan tentang sistem kebudayaan Pancasila dan seterusnya. Sebagai pendukung Pancasila, maka NU siap membantu pikiran dan tenaga pada Universitas Pancasila untuk melakuakan kajian Pancasila, karena NU telah memiliki banyak ulama dan sarjana yang serius mengkaji Pancasila secara sukarela.

Kenapa Marxisme begitu luas dikaji dan dijadikan sebagai pisau analisa membedah situasi. Kenapa sistem liberalisme-kapitalisme begitu mendalam mempengaruhi para intelektual dan politisi serta aktivis kita. Tidak lain karena ajaran dan ideologi mereka dirumuskan secara ilmiah dan diturunkan menjadi strategi dan teknik secara operasional. Maka falsafah pancasila ini juga perlu mendapatkan kajian yang sama sehingga bisa dirumuskan menjadi teori ilmiah yang valid dan meyakinkan sehingga layak dijadikan rujukan bahkan pegangan. Semuanya ini tugas besar yang menunggu sentuhan para ilmuwan di perguruan tinggi seperti universitas yang menyandang nama besar yaitu Universitas Pancasila ini.

Jakarta, 18 Oktober 2012

KH Said Aqil Siroj

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

*Makalah disampaiakan pada Stadium General di Universitas Pancasila Jakarta, Jakarta Convention Center (JCC), 23 Oktober 2012.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 10 Januari 2018

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak

Lebak, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care Lazisnu melakukan silaturahmi dengan warga terdampak tanah longsor di Desa Gunungsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (21/2). Sebanyak 72 rumah warga di desa tersebut mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor, Rabu 18 Januari 2017.

Wakil Ketua PCNU Lebak Saepudin As-Syadzily mengatakan, silaturahmi ini diharapkan dapat menyemangati warga terdampak bencana.

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak

“Mudah-mudahan? silaturahmi ini dapat diterima oleh bapak dan ibu sehingga bapak dan ibu merasa ada keluarga, kita semua bersaudara dan saling peduli,” kata Ustadz Aep, sapaan akrabnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengutip Syekh Abdul Qadir Al-Jailany, ia berpesan, bila bencana yang datang sebagai ujian dari Allah, kita harus mengucapkan “alhamdulillah”, karena itu membuktikan bahwa Allah SWT masih menyayangi kita. Semua nabi dan rasul juga diuji oleh Allah.

“Tetapi kalau memang bencana ini sebagai teguran, maka itu adalah kritik dari Allah, karena kita bisa introspeksi, bahwa ada kekurangan di diri kita sehingga datang teguran dengan musibah,” lanjut Ustad Aep.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih penting lagi, di balik ujian kita harus tetap bersyukur, karena banyak saudara yang peduli. Akan tetapi, kepedulian tersebut bukan berarti memanfaatkan adanya musibah yang terjadi.

“Bersyukur di balik musibah akan mendapat kemuliaan dari Allah. Sebab Allah SWT mengangkat derajat manusia dengan musibah,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan 85 paket bantuan. Bantuan berisi beras, mie instan, peralatan mandi, pakaian, dan mukena. Direktur NU Care Slamet Tuhari mengatakan, bantuan kebencanaan menjadi salah satu wujud kepedulian NU Care Lazisnu.

Bantuan kepada warga di Gunungsari menjadi titik pertama dari pembagian 200 paket bantuan kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak. Selain Desa Gunungsari, bantuan juga diserahkan kepada warga terdampak banjir di Lebakkeusik, Damar, dan Muara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 06 Januari 2018

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Sebagai upaya memberikan motivasi kepada seluruh anggota, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo rutin memberikan pembinaan kepada para pengurus ranting secara bergantian.

Pembinaan dilaksanakan di pengurus Pimpinan Ranting Muslimat NU Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto, Rabu (15/3). Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurhayati. Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang anggota Muslimat NU se-Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto. ?

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Dalam kegiatan ini Hj Nurhayati menyampaikan ucapan terima kasih karena kegiatan yang sudah ada ini harus didukung sepenuhnya oleh anggota Muslimat Ranting dengan harapan dari kegiatan ini memotivasi anggota untuk lebih giat dan semangat.

“Melalui kegiatan ini kita dapat menyampaikan informasi kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi serta sektor yang lainnya. Sehingga anggota bisa mengetahui semua program Muslimat NU,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan demikian jelas Hj Nurhayati, paling tidak perubahan tingkat kesadaran ini harus digerakkan oleh semua elemen masyarakat mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran yang semakin tinggi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada anggota yang sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Jarak rumah anggota dari rumah yang lainnya sangat berjauhan akan tetapi tetap semangat. Luar biasa patut untuk kita acung jempol dengan akses jalan kurang memadai. Mudah-mudahan ini menambah semangat dalam berorganisasi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Amalan, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di bawah komando GP Ansor Kabupaten Probolinggo menemukan spanduk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terpasang di kilometer 40,41 Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Mereka kemudian mencopot dua spanduk yang terpasang di jalur lingkar selatan.

Penurunan spanduk HTI ini dipimpin langsung oleh Ketua Satkorcab Banser Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya.

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI

“Sesuai instruksi Ketua Umum GP Ansor dan Komandan Satkornas Banser kami akan mencopot apapun bentuknya, baik spanduk, baliho, dan sejenisnya yang terkait dengan khilafah,” kata Adimas, Kamis (12/5) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Adimas, sebelum pencopotan spanduk HTI tersebut mereka terlebih dahulu melaporkannya kepada Polres Probolinggo, dalam hal ini Polsek Leces. Sehingga penurunan spanduk tersebut juga dikawal oleh personil dari Polsek Leces.

“Pencopotan atribut HTI ini dilakukan karena mereka sudah makar dan mau mendirikan negara Islam di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan penurunan atribut HTI ini, jelas Adimas, secara tegas Banser Probolinggo menolak dengan keras semua tindakan yang selama ini dilakukan oleh HTI. Bahkan tidak sepatutnya HTI hadir dan menyuarakan Pemerintahan Islam di Indonesia, karena dasar negara  Indonesia adalah  Pancasila. “NKRI harga mati bagi kami,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Sejarah, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 29 Desember 2017

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kerisauan? masyarakat? tentang darurat seksual yang sekarang tengah mengemuka sebenarnya tak perlu terjadi jika pembelajaran Al-Quran ditanamkan sejak dini pada diri anak. Sebab, nilai-nilai dalam Al-Quran akan memberi pagar terhadap anak dalam berperilaku.

Demikian diungkapkan Ketua LP Maarif Kabupaten Jember Hobri Ali Wafa kepada Rohis Tegal - Rohani Islam usai menyampaikan? sambutan dalam acara Khotmil Quran dan Wisuda Santri TPQ LP Maarif? di GOR Pemuda Kaliwates, Jember, Ahad (22/5).

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Menurut Hobri, selain nilai-nilai agama dari sisi psikologis anak-anak yang akrab dengan Al-Quran akan memberi pengaruh positif bagi pembentukan karakter anak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Nuansa batinnya akan membimbing prilaku sang anak untuk menjadi orang baik. Jadi kalau sekarang ribut-ribut soal kejahatan seksual anak, itu sesugguhnya bisa diantisipasi melalui pengenalan Al-Quran sejak dini," ujar Ketua Program Studi Pascasarjana Matematika Universitas Jember itu di hadapan 2.373 wisudawan TPQ Maarif Jember.

Doktor pendidikan matematika ini menegaskan bahwa kegiatan TPQ juga secara tidak langsung membantu para orang tua dalam menangani kenakalan remaja. Sebab, sejak dini anak telah dibiasakan berprilaku religius. Ini akan terus melekat dalam tindakannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dengan memasrahkan anaknya pada TPQ, waktu-waktu di mana orang tua teledor dalam menjaga anaknya, itu akan tereliminasi. Walaupun peran orang tua masih tetap nomor satu," jelasnya.

Senada dengan Hobri, salah seorang panitia wisuda Suroto Bawani berharap agar pembinaan Al-Quran terhadap wisudawan TPQ tetap berlanjut di lingkungan masing-masing. Sebab TPQ hanya pondasi awal dari sebuah bangunan.

"Kalau tidak diarahkan, bangunannya bisa melenceng. Kita berharap mereka kelak menjadi generasi Qurani sekaligus menjadi ujung tombak Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya.

Bupati Jember dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LP Maarif Jember, dalam hal ini Mabin TPQ. Menurutnya, hal ini sangat positif bagi pencetakan kader bangsa yang? berakhlaqul karimah. Selain itu, ia juga menyatakan siap mendukung program peningkatan kualitas TPQ Ma’arif NU. (Aryudi AR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Humor Islam, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 28 Desember 2017

Muslimat NU Mesti Kerja Keras, Tuntas, dan Ikhlas

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Camat Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Hendro Martoyo mengatakan, mengurusi organisasi seperti Muslimat NU tergolong tidak mudah. Tanpa keikhlasan, kita tidak bisa mencapai cita-cita organisasi. Muslimat NU adalah organisasi yang bersifat sosial, bukan semata-mata mencari keuntungan.

Muslimat NU Mesti Kerja Keras, Tuntas, dan Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Mesti Kerja Keras, Tuntas, dan Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Mesti Kerja Keras, Tuntas, dan Ikhlas

“Ada tiga pesan dari saya untuk Muslimat NU Kecamatan Jati maupun Muslimat NU se-Kecamatan ke depan. Mari kita berkerja keras, mari kita berkerja tuntas, dan mari kita berkerja ikhlas, besarkan organisasi yang kita punya, seperti dari tujuan Nahdlatul Ulama (NU) bahwa NKRI harga mati. Semoga Allah SWT memberi berkah bagi kita semua,” ujarnya.

Hendro menyampaikan hal itu dalam acara  pelantikan Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Jati, Jumat (13/02), di Gedung Muslimat NU Ranting Tanjungkarang, Kecamatan Jati. Menurutnya, pengurus NU harus merupakan pilihan orang-orang yang benar-benar loyal, karena selain mengurus keluarga, ibu-ibu Muslimat mesti meluangkan waktu untuk organisasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengurus baru PAC Muslimat NU Jati secara resmi dilantik Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Kudus dan disaksikan ratusan peserta dari Pimpinan Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Jati. . Prosesi pengukuhan kemudian dilanjutkan dengan pelantikan 12 Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU di kecamatan setempat.

Kedua belas ketua pimpinan ranting tersebut dipilih di desa atau kelurahan masing-masing. Pimpinan ranting yang dimaksud di antaranya PR Muslimat NU Tanjung Karang, PR Muslimat NU Tumpang Krasak, PR Muslimat NU Ngembal Kulon, PR Muslimat NU Jepang Pakis, PR Muslimat NU Loram Wetan, PR Muslimat NU Loram Kulon, PR Muslimat NU Getas Pejaten,  PR Muslimat NU Jati Wetan, PR Muslimat NU Jati Kulon, PR Muslimat NU Ploso, PR Muslimat NU Pasuruhan Lor, dan PR Muslimat NU Pasuruhan Kidul. (Dedi Hermanto/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pertandingan, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 20 Desember 2017

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus dapat akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) pada Senin (13/5) lalu. BANPT mengadakan visiting ke kampus yang terletak di Jl. Lambao Karangsambung Bae Kudus, Jawa Tengah tersebut.

BANPT yang menugaskan dua orang asesor itu melakukan penilaian langsung mulai fisik bangunan atau sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM) dan kurikulum yang diajarkan.

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Pembantu Direktur II Saiful  Anas menginformasikan, Tim Asesor sangat apresiatif akan potensi Akbid Muslimat NU Kudus. Lembaga berusia 4-5 tahun sudah mampu memiliki sarana prasarana pembelajaran yang lengkap.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kurikulum fiqh terapan yang dikembangkan dalam pengajaran kebidanan mendapat penilaian (apresiatif) tersendiri dari Tim Asesor. Sedangkan SDM Akbid seperti tenaga dosen diminta untuk ditingkatkan,” tutur Anas kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus, Kamis (16/5).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Anas menyatakan secara fisik bangunan termasuk sarprasnya sudah diakui oleh tim Asesor, sedangkan penilaian terkait kualitas SDM-nya masih harus menunggu pleno BNPT, “Memang persoalan SDM telah menjadi perhatian utama Akbid akan terus berusaha ditingkatkan kualitasnya.”kataya.

Dalam pengembangan ke depan, tandas dia, sumber daya manusia (dosen) Akbid Muslimat NU Kudus akan diarahkan penjurusannya pada Magister Kebidanan. Upaya ini menghadapi  akreditasi tahun 2014 yang salah satu instrumennya adalah SDM sesuai dengan kompetensi ilmu kebidanan.

Meskipun begitu, dosen S-2 non-kebidanan tidak perlu berkecil hati karena tetap akan diposisikan mengampu program studi. Namun pengampu khusus Prodi Kebidanan, kita arahkan yang Magister Kebidanan.

Mengenai hasil peniliaian, imbuh Anas, pihak Yayasan hanya berharap mendapat nilai maksimal yang memuaskan.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor     : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 12 Desember 2017

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Sukabumi, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan Pelatihan peningkatan keterampilan pengolahan potensi lokal berbasis pepaya di wilayah daerah tertinggal Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dimulai Sabtu (19/7) akan berlangsung hingga Senin (21/7).

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Agusta Jl. Cikukulu Sukabumi ini? merupakan kerja sama Asisten Deputi Pendidikandan Keterampilan (Asdep Diktram) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Pengurus bersama PCNU Kabupaten Sukabumi dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH Abdul Basith, kegiatan tersebut merupakan upaya penggalian potensi lokal sebagai nilai kekuatan untuk dijadikan produk inovatif. “Dengan menumbuhkan keterampilan masyarakat yang bisa menghasilkan nilai tambah yang tinggi d bisa meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di daerah tertinggal,” katanya melalui siaran pers Sabtu (19/7).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun, kata dia, salah satu kendalanya, selain sarana dan prasarana yang tersedia minim, juga kurang optimalnya peran kelembagaan yang ada di daerah tertinggal.

Menurut Sekretaris PCNU Kabupaten Sukabumi D. Suparman Ash-Shiddieq, program tersebut bertujuan mengembangkan karakter kewirausahaan dalam mengembangkan usaha berbasis pepaya. Serta Mengenal teknologi terbarukan pengolahan produk berbasis pepaya secara terpadu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Juga yang paling penting, kata dia, mengembangkan sentra usaha rakyat berbasis papaya dengan ketersediaan teknologi terpadu dan kemampuan sumber daya manusia yang unggul. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Amalan, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 07 Desember 2017

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengingatkan kehadiran digital yang masuk ke semua lini kehidupan.

“Digital tidak pandang bulu. Agama apapun, agama Islam sekalipun,” katanya saat menghadiri Peluncuran Aplikasi NU Mobile, Televisi NU Channel, Data Center, Arab Pegon, dan Mobil Halal Investigasi di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (17/11) malam.

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone

Menurutnya, kehadiran digital menimbulkan banyak perubahan pada kehidupan. Dulu, katanya, qari dalam membaca Al-Qur’an itu membaca Al-Qur’an cetak, tapi sekarang qari tidak membawa Al-Qur’an cetak melainkan membacanya melalui ponsel.

Hal itu, menurutnya, sesuai dengan data yang menunjukkan bahwa penggunaan smartphone tidak terjadi perubahan. Dengan kata lain, aktivitas penggunaannya tetap tinggi, dari bangun sampai mau tidur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Jadi ini betul-betul merasuk ke kehidupan kita,” ujar pria kelahiran Bogor, Jawa Barat ini.

Oleh karena penggunaan yang sudah tak terbendung itu, Rudi pun mengingatkan tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan smartphone.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadir pada peluncuran aplikasi ini Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Ing Bina Suhendra, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Ubudiyah, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Digandeng KPK, GP Ansor Jabar Jadi Jubir Antikorupsi

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng GP Ansor Jawa Barat untuk sama-sama melakukan kampanye antikorupsi. Kerja sama ini ditandai dengan kunjungan dan silaturahmi Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK RI Sujarnako ke kantor GP Ansor Jabar di Jalan Pasirjaya, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Selasa (27/12).

Sujarnako mengatakan, upaya-upaya pencegahan korupsi perlu melibatkan kelompok-kelompok masyarakat untuk memberi penyadaran.

Digandeng KPK, GP Ansor Jabar Jadi Jubir Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Digandeng KPK, GP Ansor Jabar Jadi Jubir Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Digandeng KPK, GP Ansor Jabar Jadi Jubir Antikorupsi

"Korupsi belum hilang karena di samping memang banyak pelaku korupsi, juga banyak yang tidak sadar bahwa beberapa perilakunya adalah bentuk korupsi," kata Sujanarko.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketidaksadaran itu bisa disebabkan oleh sebuah prasangka, baik terhadap bantuan atau kurangnya kompetensi administratif.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Untuk itulah kami menggandeng sahabat-sahabat untuk bisa menjadi juru bicara antikorupsi dan mengampanyekan pencegahan korupsi sejak dini," jelasnya.

Ketua GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar menyambut baik ajakan ini. Ia akan menyiapkan kader-kader terbaik untuk dilatih dan diberi pengetahuan khusus tentang korupsi.

"Pengetahuan antikorupsi ini penting bukan hanya untuk masyarakat luas, tetapi juga untuk sahabat-sahabat Ansor yang menduduki jabatan publik," terang Deni. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 26 November 2017

Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren

Oleh Aswab Mahasin

Coba Anda ingat, Kapan terakhir kali Anda mencium tangan Kiai? Kapan terkahir kali Anda menginjakkan kaki di Pesantren? Dan kapan terkahir kali Anda merasa bahwa diri Anda adalah santri? Kiai, Pesantren, dan Santri adalah tiga dimensi yang tidak bisa dipisahkan. Pesantren sebagai rumah peradaban, sedangkan kiai dan santri adalah pengusung peradaban. Hal tersebutmerupakan satu kesatuan yang tunggal (kepaduan yang ideal).

“Kemanunggalan” ketiga pranata kebudayaan/agama tersebut mempunyai unsur geneologis, yakni; kiai sebelumnya adalah santri, dan santri ialah orang yang tinggal dan menetap di pesantren. Begitupun kiai, mempunyai santri dan pesantren, dan samahalnya dengan santri, tinggal di pesantren dan diasuh oleh Kiai.

Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren

Namun, dalam realitasnya ada kiai tanpa pesantren, disebut “kiai langgar atau kiai masjid” dan ada santri yang tidak mesantren, disebut “santri kalong”. Apakah proses “kemanunggalan” itu masih terjadi? Jawabannya, masih—karena yang diajarkan oleh kiai langgar/masjid adalah pengajaran yang diajarkan di pesantren, tidak ada keterpisahan dari mulai model mengajar, bahan ajar, dan tradisi komunikasi. 

Jika diperluas lagi, maksud dari “kemanunggalan kiai, santri, dan pesantren” adalah seseorang yang selalu memegang prinsip kemandirian, kemanusiaan, kebersamaan, kesatuan, etos kerja, nasionalisme, dan keIslaman. Dengan itu, adanya kesatuan yang menginternal kedalam dirinya, ia mengikuti nasihat kiai dan ia berprilaku seperti santri. Nilai-nilai itulah yang selalu diajarkan oleh kiai, selalu diterima oleh santri, dan selalu hadir dalam lingkungan pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekarang coba kita lihat bagaimana para ahli menguraikan makna dari kiai, santri, dan pesantren, Secara etimologis, menurut Ahmad Adaby Darban “kiai” berasal dari bahasa jawa kuno “kiya-kiya”, artinya orang yang dihormati. Sedangkan, Menurut Manfred Ziemek,kiai adalah pendiri dan pemimpin sebuah pesantren sebagai “muslim terpelajar” telah membaktikan hidupnya “demi Allah” serta menyebarluaskan dan mendalami ajaran-ajaran dan pandangan Islam melalui kegiatan pendidikan Islam. Dalam pemikiran masyarakat, kiai diidentikan dengan ulama sebagai pewaris para Nabi (al-‘ulama waratsah al-anbiya). (Moch. Eksan, Kiai Kelana: Biografi Kiai Muchit Muzadi, 2000.Hlm. 2-4)

Santri menurut Nurcholis Madjid ada dua pengertian, pertama, berasal dari bahasa Sangsekerta yaitu “sastri” berarti orang yang melek huruf, dan kedua, berasal dari bahasa jawa “cantrik” seorang yang mengikuti kiai dimanapun untuk menguasai suatu keahlian sendiri. Berbeda dengan KH. Sahal Mahfudh, santri dimaknai sebagai bahasa Arab, dari kata santaro yang mempunyai jamak (plural) sanaatiir (beberapa santri). Dibalik kata santri tersebut mempunyai 4 huruf arab (sin, nun, ta’, ra’), oleh KH Abdullah Dimyathy dari Pandeglang, Banten mengimplementasikan kata santri dari 4 fungsi manusia. Adapun 4 huruf tersebut, yaitu; Pertama, “Sin” yang artinya “satrul al-aurah” (menutup aurat), Kedua, “Nun” yang berarti “na’ibul ulama” (wakil dari ulama), ketiga, “Ta” yang artinya “tarku al-Ma’shi” (meninggalkan kemaksiatan), dan keempat, “Ra” yang berarti “raisul ummah” (pemimpin umat). (Buku Kumpulan Tanya Jawab dan Diskusi Keagamaan: Hasil Bahtsul Masail dan Tanya Jawab Agama Islam, PISS-KTB, 2013. Hlm. 1626-1628)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sedangkan Pesantren, menurut pengertian dasar ialah tempat belajar para santri. Sedangkan “pondok” berasal dari bahasa arab “funduq” yang artinya asrama. Secara etimologi pesantren berasal dari kata “santri” yang mendapat awalan “pe” dan akhiran “an” yang berarti tempat tinggal santri. (Zamakhsyari Dhofir: 1982: 18)

Dari berbagai paparan tersebut, menggambarkan, kuatnya keterikatan antara Kiai, Santri, dan Pesantren.Pesantren didirikan kiai sebagai transmisi nilai-nilai keIslaman. Dalam perkembangannya,proses transmisi keIslaman di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran kemanunggalan itu.

Pesantren dan transmisi nilai keislaman Indonesia

Menjadi penting terlebih dulu mengetahui keterikatan sejarah antara kajian Islam di Indonesia dengan ulama Timur Tengah, seperti Mekah, Madinah, dan Kairo. Martin van Bruinessen menuliskan, “Teks yang paling populer diseluruh Nusantara adalah karya yang dikenal sebagai Barzanji di tulis oleh Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Dinamakan “barzanji” karena merujuk pada nama desa pengarangnya yang terletak di Barzanjiyah kawasan Akrad (kurdistan). Selain itu teks-teks arab yang paling banyak dijual di toko buku adalah Tanwirul al-Qulub, ditulis oleh Muhammad Amin Al-Kurdi.”

Hal tersebut menggambarkan ada proses transmisi epistimologi. Proses itu sebenarnya tidak hanya melalui produk intelektualitas, melainkan banyak juga ulama-ulama Nusantara pergi ke sana untuk menuntut ilmu, seperti ‘Abd al-Rauf Singkel menghabiskan tidak kurang dari 19 tahun waktunya di Makkah dan Madinah, ada juga Syekh Yusuf Makasar, begitupun dengan KH Muhammad Hasyim Asy’ari. 

Walaupun Indonesia memiliki kedekatakan hubungan intelektual dengan tradisi keagamaan di Arab, terutama Mekkah dan Madinah. Tidak serta-merta Islam di Indonesia lantas dianggap sebagai replika Islam Arab. Proses masuknya Islam di Indonesia sangat dinamis, unik, dan kompleks, menyesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya yang berkembang saat itu. 

Peristiwa tersebut menjadi sejarah tidak mandek, khususnya di pesantren—hingga sekarang terusmengkaji karya-karya ulama Timur Tengah, kajian yang diusung tentu tidak berafiliasi dengan kitab-kitab yang telah direduksi atau ditambahkan isinya olehkelompok tertentu, melainkan kitab-kitab yang tidak bertentangan dengan ide-ide ahlussunnah wal jamaah (Aswaja).

Dengan demikian, karakter Islam di Indonesia yang berkembang sekarang, tidak lepas dari matriks kiai, santri dan pesantren, sebagai penerjemah dan wadah wacana keIslaman. Proses transmisi keIslaman ini berlangsung di pesantren yang tampil dengan model paradigma pengajaran yang unik. Melalui kajian kitab kuning, didukung dengan model penulisan “arab jawa pegon” sebagai sarana untuk memahami teks-teks kitab kuning yang berbahasa Arab. Hal ini tidak ditemukan dalam tradisi Islam di Timur Tengah. Tradisi keIslaman di Indonesia berkembang melalui karakternya sendiri dengan tidak meninggalkan identitas Islam yang terlahir dengan “huruf Arab”.

Selain itu, disemua pesantren yang berbasis klasik ataupun modern, selalu ada pengajaran Nahwu dan Shorof (untuk memahami teks Arab). Dan pesantren menganggap belajar kaidah-kadaiah bahasa Arab tersebut sebagai alat untuk memahami teks-teks Arab, dengan tujuan agar para santri mampu mempelajari wacana keIslaman yang begitu luas.

Seiring dengan proses transformasi dan modernisasi di pesantren, dari mulai masa kolonial, sampai terlahirnya Madrasah Diniah, dan kemudian masuk dalam dunia global. Pada gilirannya pesantren tetap menjadi standar wajah keIslaman Indonesia, karena pesantren turut membentuk tradisi kajian Islam di Indonesia secara keseluruhan.

 

Pembentukan tersebut oleh pesantren melalui jalur pendidikan, yang terus menerus dilakukan pesantren, dari dulu sebelum nama Indonesia ada sampai sekarang. Ahmad Baso dalam Pesantren Studies 2a: Buku II: Kosmopolitanisme Peradaban Kaum Santri di Masa Kolonial berkomentar, “pendidikan pesantren adalah pendidikan seumur hidup, seumur dengan kehidupan tradisi keagamaan Aswaja dan juga sepanjang usia kehidupan nusa-bangsa ini. 

Oleh karena itu, orientasinya adalah untuk menjaga keselamatan dan kesinambungan kehidupan berbangsa itu sendiri. Dengan kata lain, seberapa panjang usia kehidupan kebagsaan ini, demikian pula usia tradisi keulamaan Aswaja. Dan pendidikan pesantren adalah bentangan garis lurus yang menjangkau dan menghubungkan kedua sisi kehidupan tersebut hingga penghujung akhir hayatnya.”

Cuplikan dari Ahmad Baso tersebut menjelaskan bahwa kemanungggalan hakikatnya tidak hanya ada pada kiai, santri, dan pesantren saja, melainkan bangsa ini sudah menjadi satu kesatuan (termanunggalkan) bersama pendidikan pesantren dan tradisi pesantren itu sendiri.

Indonesia tidak akan bisa melepaskan diri dari pesantren, dari masa ke masa dan dari presiden pertama sampai presiden sekarang, pesantren selalu mengiringi sejarah Indonesia. Entah itu dikebiri pada saat zaman Orba, di mana para kiai hanya mendapatkan jatah doa, dan pada masa Gus Dur, seorang kiai menjadi presiden, dan di era sekarang, pesantren, kiai dan santri menjadi “rebutan” aktivitas politik praktis, dengan tujuan mendapatkan legitimasi dukungan seorang kiai.

Pesantren dan kemanunggalan produktif

Beranjak dari itu semua, (saya akan meloncat ke dalam kajian yang lebih kompleks dan nyata)setelah tadi kita berlama-lamaan memetakan pesantren dan membincangkan pesantren sebagai transmisi nilai-nilai keIslaman Indonesia, sesunggugnya belum lengkap jika kita tidak mengkaji objek dari nilai keIsalaman itu sendiri, yaitu realitas yang menanti di depan mata para santi.

Dengan demikian, yang wajib kita kaji sekarang ini, poinnya adalah kemanunggalan terkesan belum sempurna pada pendidikan pesantren—di mana tidak sedikit pesantren menutup diri dari masyarakat dan menutup diri dari realitas kehidupan. Pesantren menurut Gus Dur awalnya bukan hanya lembaga pendidikan agama semata, tapi lembaga pendidikan yang bercakrawala dari berbagai penjuru pengetahuan, teoritis maupun praksis. Kesan sekarang adalah pesantren seakan-akan difungsikan sebagai pabrik “ulama”. Padahal pesantren spektrumnya lebih dari itu. Jika demikian, akan terjadi penyempitan dari fungsi pesantren itu sendiri. 

Menurut Gus Dur, terjadi penyempitan kriterium dengan sendirinya bergerak menuju lapangan bagi orang yang akan dikirim ke pesantren yaitu orang-orang yang merasa dirinya santri dan memiliki komitmen kepada Islam sebagai ideologi. Dengan mempertahankan kriterium semacam ini maka bisa dilihat bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan di mana tingkat droup-out cukup besar. (Abdurrahman Wahid, Prisma Pemikiran Gus Dur, 1999. hlm. 111-116). Kemanunggalan ini oleh lembaga pendidikan pesantren seharusnya dibarengi juga dengan produktifitas santri. 

Menurut Gus Dur dalam tulisannya yang bertajuk Pesantren, Penddikan Elitis atau Populis?, menuliskan, “Pesantren dulu sebagai pembanding dari sekolah keraton yang hanya menampung golongan elitis saja, sekarang nampaknya pesantren telah berubah, ketika berbicara pesantren kesan yang muncul adalah sebagai lembaga keagamaan. Dulunya, pesantren menampung semua lapisan masyarakat (kemanunggalan dengan semua orang) yang tidak ditampung dalam lembaga pendidikan keraton. Karena itu dimasa awalnya pesantren sebagai lembaga pendidikan adalah sebuah lembaga pendidikan umum; di dalamnya tidak hanya diajarkan agama. Dalam perkembangannya, akhir-akhir ini tampak kecenderungan untuk menciptkan pesantren sebagai lembaga pencetakan para ulama.” (Abdurrahman Wahid, Prisma Pemikiran Gus Dur, 1999. Hlm. 111-116)

Saya sepakat, bukannya hal yang buruk, dalam pesantren membuat spesialisasi yang tidak hanya fokus pada bidang keagamaan. Fakta dilapangan harus kita akui, tidak semua santri ahli dalam ilmu agama, tidak semua santri jadi pendakwah, dan tidak semua santri jadi ulama. Kalau saja pesantren hanya menutut santrinya memiliki kecerdasan dan kepintaran dalam pengetahuan keagamaan, tidak ada bedanya pesantren dengan pendidikan umum lainnya, hanya mengedepankan sisi kognitif belaka, bedanya hanya dalam ranah kajian keagamaan semata.

Menurut Gus Dur, “sudah hebat sekali dari total 10.000 santri jika lulusannya 50% ahli agama.” Dalam realitasnya itu susah dilakukan, kalau kita lihat lebih jauh lagi alumni pesantren, tidak sedikit mereka yang kebingungan setelah keluar dari pesantren, tidak sedikit yang berprofesi serabutan, tidak sedikit yang berprofesi sebagai tukang ojek, dan sejenisnya. Kalaupun diantara alumni pesantrentersebut ada yang sukses menjadi pengusaha, pejabat, atau pun pemikir, jumlahnya lebih sedikit dari yang biasa-biasa saja itu. 

“Kemangunggalan” pesantren seharusnya dimaknai sebagai institusi yang terbuka, menerima segala hal, tidak ada yang keliru jika pesantren dalam salah satu kajiannya menekankan pendidikan kewirausahaan, menekankan pendidikan pertanian, menekankan pendidikan arsitektur, menekanakan pendidikan peternakan, dan sebagainya. Kata Gus Dur, dalam hal ini bukanlah pelajaran agama yang diberikan di sana, tetapi ilmu untuk menyadari pentingnya arti agama.

Di sini pesantren harus membangun kerangka yang ideal. Tidak bisa dipungkiri juga, sekarang sudah ada beberapa pesantren mencoba merubah dirinya, siap memberikan terobosan-terobosan untukmenjawabcita-cita santri dan masyarakat. Dengan ini, makna “kemanunggalan/kepaduan” akan menjadi utuh dan produktif, tanpa tabir yang menghalangi santri dan pesantren berkembang.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Pertandingan, Fragmen Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 22 November 2017

PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka menguatkan kemandirian ekonomi jamiyah dan jamaah NU, PCNU Kabupaten Subang berencana akan mendirikan lembaga ekonomi dalam bentuk koperasi atau Baitul Mal wat Tamwil (BMT), diantara manfaatnya adalah agar dalam melaksanakan program dan kegiatan NU tidak perlu mengandalkan bantuan donatur melalui proposal.

PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi

Demikian disampaikan KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang dalam rapat reboan di Kantor PCNU Subang, Jln Darmoharjo Nomor 4, Sukamelang, Subang, Rabu (1/11).

Dalam rapat yang dihadiri praktisi ekonomi tersebut, Kiai Musyfiq mengatakan bahwa selama ini wacana kemandirian ekonomi dalam tubuh NU sudah lama digulirkan namun selalu terkendala dalam tataran teknis.

"Masalah klasik dalam kegiatan-kegiatan kita ini lagi-lagi di dana, kita ingin ke depan masalah tersebut bisa segera teratasi dengan didirikannya mesin ekonomi organisasi yang mapan," tambah Pengasuh Pesantren Attawazun ini.

Ditambahkannya, potensi warga NU sangat luar biasa karena jumlah warga NU cukup banyak, namun sayangnya potensi ini tidak tergali dan belum terakomodir dengan maksimal sehingga permasalahan ekonomi warga NU ini masih belum mendapatkan solusi yang pasti.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Langkah selanjutnya kita akan segera membentuk tim khusus yang bertugas mendirikan koperasi atau BMT NU Subang," tandasnya.

Dikatakannya, periode kepengurusan PCNU Subang saat ini tinggal satu tahun lagi dan karena Lembaga Perekonomian NU yang bertugas menangani pendirian koperasi atau BMT ini dinyatakan vakum maka sekaligus akan ada peremajaan kepengurusan LPNU Subang.

"Insyaallah sebelum periode kepengurusan kita habis, koperasi atau BMT NU Subang sudah berdiri," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Hikmah, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 21 November 2017

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Jakarta,Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan anak muda pengagum dan pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gusdurian) berkumpul di beranda gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, selepas magrib Ahad (1/2). Mereka berdoa dengan membacakan Hizb Nashar dan istigotsah.  

Hizb dan istigotsah itu merupakan doa yang dikeluarkan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PBNU. Hal itu terlihat pada logo tiap lembar HVS yang dibaca tiap peserta.

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Menurut salah seorang Gusdurian, Abdul Moqsith Ghazali, hal itu dilakukan untuk mendoakan supaya KPK selamat dari upaya kalangan tertentu yang akan melemahkan lembaga pemberantas korupsi tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sengaja, kata dia, para Gusdurian berdoa dengan panjang karena tidak tahu bagian mana yang akan dikabulkan Allah. Tapi yakin, di antara doa itu ada yang dikabulkan. Berbeda dengan wali  yang berdoa dengan pendek karena sudah tahu doa mana yang akan diterima.

Ia menambahkan, para pengagum dan pecinta Gus Dur tersebut adalah para santri yang tinggal di Jakarta. Jangan diragukan lagi bahwa mereka orang-orang yang fanatik cinta tanah air. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Berita, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 14 November 2017

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejumlah alim ulama se-Surabaya mengadakan halaqoh membangun gerakan pesantren anti korupsi, Ahad (30/8). Kegiatan dipungkasi dengan deklarasi sebagai komitmen mereka mengawal perbaikan di negeri ini lewat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dalam pandangan Wuryono Prakoso, Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat luar biasa. Bahkan dalam pandangan devisi pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, banyak hal yang membuat Indonesia sebenarnya bisa lebih unggul dari negara manapun di dunia.?

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

"Tapi mengapa kita tertinggal? Tidak lain karena korupsi telah menggerogoti negeri ini," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun demikian, ada potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali korupsi di negeri ini yakni dengan tersebarnya ribuan pesantren. "Ada sekitar 27 ribu pesantren di Indonesia," katanya. Kalau setiap pesantren memiliki 300 santri saja, maka akan tersedia 8 juta lebih elemen yang bisa digerakkan untuk tujuan pemberantasan korupsi tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pandangan lain disampaikan Laode M Syarif dari Partnership. Tahun 1961, Mohammad Hatta telah mengingatkan korupsi jangan sampai dibiarkan menjadi budaya di Indonesia. Karena itu sejumlah ikhtiar harus dilakukan agar kejahatan ini tidak merusak pembangunan dan capaian yang harus diraih bangsa.

"Kita masih memiliki harapan karena dalam pandangan masyarakat, ada beberapa elemen yang dipercaya masih bersih dari tidakan korupsi," kata salah seorang kandidat komisioner KPK ini. Secara rinci, ia menyebutkan masjid, gereja, pura, kantor pos, media dan lembaga swadaya masyarakat sebagai pihak yang bersih.?

Kondisi ini sangat berbalik dengan keberadaan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, kantor imigrasi, kantor pajak, dan partai politik yang sudah dianggap sebagai sarang tindakan korupsi.

Baginya, keberadaan pesantren masih dipercaya masyarakat untuk bisa melakukan perbaikan di negeri ini dari tindakan korupsi. "Karena itu, pesantren harus berani mempertanyakan sejumlah bantuan yang akan diterima dari berbagai kalangan," terangnya.

Narasumber lain yakni Kiai Maruf Khozin mengemukakan hasil keputusan pertemuan sejumlah kiai dan ulama di Yogyakarta serta Muktamar Ke-33 NU yang memberikan perhatian kepada tindakan korupsi. "Bahkan NU telah menyepakati, dalam kondisi negeri yang sedang genting, maka para koruptor dan pelaku pencucian uang layak mendapat hukuman mati," kata aktivis bahtsul masail ini.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama gerakan pesantren anti-korupsi. Tampak bergabung Ahmad Suaedy dari Gusdurian, sejumlah pengasuh pesantren serta alim ulama dari Sidoarjo dan Surabaya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Kyai, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock