Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Buku Terbitan LTNNU Boyolali Diserbu Warga Sambi

Boyolali, Rohis Tegal - Rohani Islam. Setelah sukses menggelar acara bedah buku “Mengapa Harus NU?” di dua tempat, Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggelar kegiatan serupa yang bertempat di Kecamatan Sambi Boyolali.

Buku Terbitan LTNNU Boyolali Diserbu Warga Sambi (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Terbitan LTNNU Boyolali Diserbu Warga Sambi (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Terbitan LTNNU Boyolali Diserbu Warga Sambi

Ketua PC LTNNU Boyolali Imam Fajarudin acara pada Jumat (29/3) sore hari itu terbilang sukses. “Kami membawa buku dalam dua kardus besar penuh, alhamdulillah langsung diserbu warga yang hadir, bahkan tadi ada yang tidak kebagian,” ungkapnya.

“Mengapa Harus NU?” merupakan buku terbitan PC LTNU Boyolali. Puluhan peserta yang terdiri dari anggota dan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sambi, tampak antusias mengikuti pemaparan dari empat narasumber, yang merupakan para penulis buku.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekretaris MWCNU Sambi, Wan Nurjadi, menungkapkan pihaknya merasa senang dengan acara bedah buku yang digelar ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kebetulan kepengurusan ini baru terbentuk beberapa bulan lalu, tentunya kami senang dengan adanya kegiatan bedah buku ini, di samping memberikan pemahaman kepada warga juga memberikan semangat kepada mereka,” terangnya.

Rencananya acara bedah buku akan terus diselenggarakan keliling ke tiap MWC di Boyolali. Harapannya melalui kegiatan ini, warga menjadi lebih sadar akan pemahaman terhadap ke-NU-an. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengutuk tindakan anarkis, represif, intimidatif dan kriminalisasi yang dilakukan oleh pemerintah maupun aparat keamanan kepada warga Desa Sukamulya, Majalengka, Jawa Barat.?

Seperti diberitakan sebelumnya telah terjadi situasi dan ketegangan di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka akibat pengukuran dan penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Penggusuran dilakukan terkait dengan rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog

“PB PMII mendesak Pemprov Jabar tidak menggunakan jalan pintas untuk penggusuran dengan menurunkan aparat bersenjata. Segera hentikan upaya pengukuran tanah dan penggusuran dengan cara-cara yang tidak manusiawi,” ungkap Wasekjend PB PMII Athik Hidayatul Ummah melalui rilis yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (20/11).

Athik menyebutkan, PB PMII mendorong pemerintah untuk mengkaji kembali upaya ganti rugi dan relokasi untuk warga. Program pemerintah harus pro-rakyat dan membela kaum miskin.

“Selama ini dalam pengamatan kami, banyak program pembangunan yang hanya menguntungkan para pemilik modal dan elit penguasa. Pemerintah hendaknya memikirkan dampak-dampak yang akan ditanggung oleh warga, jangan biarkan rakta semakin menderita dan sengsara,” tambah Athik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karena itu, PB PMII mendesak Pemprov Jabar untuk bertanggungjawab atas trauma yang dialami oleh ibu-ibu, prempuan dan anak-anak akibat upaya penggusuran. PB PMMI mendorong pemerinta untuk segera menurunkan tim trauma healing untuk membantu mereka.

PB PMII juga mendesak baik kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk tidak melakukan tindakan semen-mena kepada warga dalam upaya pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur.?

“Warga akan menerima dengan lapang jika proses musyawarah, komunikasi, dan sosialiasi dilakukan derngan prosedur yang benar. Jadi pembebasan lahan harus mengedepankan dialog,” tegas Athik. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah, Nusantara, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 23 Januari 2018

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Assalamu’alaikum wr. wb. Pak Ustad yang terhormat, saya pernah mendengar ada orang yang pernah menikah dengan jin. Bahkan ada juga dalam sinetron yang saya lihat di salah satu televisi swasta, terlepas apakah itu cerita fiktif atau bukan yang jelas ada cerita pernikahan dengan jin meskipun tidak dijelaskan bagaimana proses akadnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukum menikah dengan jin. Dan atas jawabannya, kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Yunus/Jakarta)

***

Assalamu’alaikum wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mengenai pernikahan manusia dengan jin sebenarnya bukan soal baru. Kami juga pernah mendengar cerita pernikahan manusia dan jin, yang notabenenya adalah dua makhluk yang berlainan alam dan berbeda materi penciptaannya. Namun kami belum pernah menyaksikan bagaimana pernikahan manusia dengan jin bisa berlangsung. Hanya saja dalam benak kami, jin merubah dirinya menjadi wujud manusia seperti kita.

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Para ulama juga sebenarnya juga jauh-jauh hari sudah membincang tentang pernikahan manusia dengan jin, bahkan sampai ada yang mempuyai anak dari hasil pernikahan tersebut. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan tersebut. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Bahwa merasukinya jin pada manusia bisa jadi karena dorongan syahwat, hawa nafsu, atau jatuh cinta sebagaimana yang terjadi antara manusia dengan manusia lainnya. Dan terkadang antara manusia dengan jin terjadi pernikahan sampai melahirkan anak. Hal ini banyak terjadi dan sudah diketahui secara umum. Sungguh, para ulama telah menyebutkan hal tersebut dan membicarakannya. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan (manusia) dengan jin” (Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatwa, Mesir-Dar al-Wafa`, cet ke-3, 1426 H/2005 M, juz, 19, h. 39)      

Di antara barisan para pakar hukum Islam yang memakruhkan pernikahan manusia dengan jin adalah imam Malik pendiri madzhab maliki.  Alasannya adalah adanya kekhawatiran nanti kalau ada perempuan hamil akibat melakukan zina bisa saja mengaku bahwa ia dihamili jin.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dan terdapat riwayat dari imam Malik ra bahwa beliau membolehkan pernikahan manusia dengan jin, akan tetapi beliau memakruhkannya karena (khawatir) perempuan-perempuan yang hamil sebab zina mengaku-aku bahwa kehamilannya itu dari jin” (Lihat Ibnu Hajar al-Haitsami, al-Fatawi al-Haditsiyyah, Bairut-Dar al-Fikr, tt, h. 50)

Di kalangan madzhab syafii sendiri juga terjadi perselisihan pendapat. Ada yang memperbolehkan, dan ada yang tidak. Di antara pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan manusia dengan jin adalah al-Bariji dan Ibnu Yunus. Alasan yang dikemukakan adalah adanya perbedaan jenis antara bangsa manusia dan jin. Ini artinya manusia hanya boleh menikah dengan manusia. Hal ini didasarkan atas firman Allah swt berikut ini;

? ? ? ? ? ?. “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri” (Q.S. An-Nahl [16]: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?. “Ibnu Yunus berpendapat bahwa di antara yang menjadi penghalang pernikahan adalah perbedaan jenis. Karenanya maka tidak boleh bangsa manusia menikah dengan bangsa jin. Dan pendapat inilah yang difatwakan al-Bariji karena didasarkan kepada firman Allah swt, ‘Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri’ (Q.S. An-Nahl [16]: 72]” (Lihat Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarhu Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 3, h. 162)

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam soal pernikahan manusia dengan jin ternyata terjadi perbedaan di antara para ulama. Dan kami lebih memilih pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan tersebut.

Pertimbangan kami memilih pendapat yang tidak memperbolehkan di samping alasan yang dikemukakan oleh ulama di atas adalah, ketiadaan aturan teknis yang memadai yang menjelaskan mengenai pernikahan manusia dengan jin.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Sejarah, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 20 Januari 2018

STAINU Pacitan Siapkan 50 Kader Penggerak Pelajar NU

Pacitan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU STAINU Pacitan fokus menyiapkan benih-benih penerus dan penggerak NU. Mereka menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang melibatkan sebanyak 50 peserta yang terdiri atas santri pondok, pelajar SLTA, dan mahasiswa di Pacitan, Sabtu-Ahad (28-29/11).

STAINU Pacitan Siapkan 50 Kader Penggerak Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Pacitan Siapkan 50 Kader Penggerak Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Pacitan Siapkan 50 Kader Penggerak Pelajar NU

Makesta yang bertema “Membudayakan Organisasi Menuju Perubahan Paradigma Berpikir“ ini dibuka oleh Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud.

Ketua IPNU Pacitan Amrudin mengatakan, IPNU-IPPNU sebagai bagian dari keluarga besar organisasi NU penting melakukan proses pengkaderan secara berkala kepada pelajar NU sehingga ke depan akan muncul banyak kader penggerak yang siap melanjutkan perjuangan para alim ulama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Makesta merupakan rekrutmen awal para pelajar NU yang kemudian dibai’at menjadi kader baru di IPNU- IPPNU,” katanya di Gedung MUI Pacitan, Ahad (29/11).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Makna pelajar NU, kata Amrudin, bukan suatu hal yang menghalangi para pelajar tingkat mahasiswa untuk turut berproses dalam kaderisasi di tubuh IPNU-IPPNU ini. “Siapa pun yang sedang belajar bisa disebut pelajar, termasuk para mahasiswa yang tak pernah berhenti belajar untuk dirinya, bangsa, dan agamanya,” imbuhnya.

Pada kegiatan makesta kali ini, peserta mendapatkan materi tentang ke-IPNUan dan ke-IPPNUan yang terdiri dari sifat, fungsi, asas, aqidah, tujuan organisasi, struktur organisasi dan hubungan IPNU-IPPNU dengan NU beserta banom-banomnya dan maupun ormas lain.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan materi ke-NUan dan ke-Aswajaan sehingga mereka mampu memahami tentang organisasi dan amaliyah NU secara komprehensif. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 16 Januari 2018

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Aam PBNU, Dr KH Ma’ruf Amin memaparkan tiga rumusan yang perlu dipahami oleh masyarakat terkait Islam Nusantara. Hal ini dia kemukakan di Halaqah Kebangsaan bertajuk Islam Nusantara yang digelar oleh Fraksi PKB DPR RI, Rabu (19/8) di Kantor FPKB Gedung Nusantara I lantai 18 Senayan, Jakarta.

Kiai Ma’ruf menyatakan, bahwa Islam Nusantara merupakan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Aswaja NU ini mempunyai kekhususan (khasais) tersendiri. Sebab terkait hal ini menurut Kiai Ma’ruf, kelompok-kelompok lain juga menamakan dirinya sebagai pengamal Aswaja.

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU

“Tiga aspek rumusan Islam Nusantara, yaitu bahwa Islam Nusantara disamping sebuah pemikiran (fikrah), juga sebuah gerakan (harakah), dan amaliyah,” jelas Kiai Ma’ruf di hadapan para audiens yang memadati ruang rapat Fraksi PKB.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Ma’ruf menjelaskan, pertama aspek fikrah, yaitu cara berfikir yang moderat, artinya tidak tekstual, tetapi juga tidak liberal. Tekstual hanya berpegang pada nash. Cara berfikir seperti ini menurut Qaraafi, al-Jumud alal manqullat abadan dholalun fiddin, wajahlun bi maqhosidi ulama amilin.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Islam Nusantara tidak tekstual. Tidak hanya pada aspek tertulis, namun juga aspek yang bersifat ijtihadiyah. Ketika kita meghadapi masalah yang tidak ada teks, mereka menganggap seudah selesai. Kalau NU, melihat dulu, ia bertentangan dengan nash atau tidak. Karena selain nash al-Qur’an dan Hadits, ulama NU juga menggunakan metode istihsan atau maslahah,” terangnya yang juga diampingi narasumber lain, Syafiq Hasyim PhD dan Akhmad Sahal.

Dia menjelaskan, jika sebuah amalan tak ada di nash, tetapi ia membawa kebaikan di tengah masyarakat, maka hal itu justru harus dilestarikan. “Idza wujida nash fatsamma maslahah. Idza wujidal maslahah fasyar’ullah, sesuatu yang baik dan tidak menyimpang dari agama, tidak apa-apa. Kalau menurut muslim baik, Insya Allah menurut Allah juga baik,” paparnya.

Kedua, lanjutnya, aspek harakah, dalam aspek ini terdapat upaya ishlahiyyah dalam diri Islam Nusantara, yaitu melakukan perbaikan. NU jamiyyah perbaikan dan reformasi. Karena itu, ada paradigma menjaga tradisi dan mengembangkan inovasi. “Jangan cuma mengambil hal baik, karena itu pasif, tidak inovatif, Al-Islah ila ma hual ashlah wah ashlah. Inovatif, aktif, kritis,” tegasnya.

Aspek Islam Nusantara sebagai sebuah gerakan ini, menurut Kiai Ma’ruf harus bersifat harakah tawazuniyyah, yaitu seimbang di segala bidang. Selain itu, Tathowwiiyyan, sukarela. Tidak ada pemaksaan, namun bukan tidak berbuat apa-apa. Kemudian santun dan toleran, sepakat untuk tidak sepakat. Karena menurutnya, memang pasti ada masalah ketika proses menyosialisasikannya.

“Oleh sebab itu, ada dua yang harus diperjuangkan, yaitu tatbiqiyyan (ajaran agama menjadi sumber inspirasi, kaidah berfikir) dan taqririyyan (ada yang hanya substansi, ada yang harus formal). Kalau saya silahkan saja kedua-duanya, sepanjang tidak menimbulkan konflik. Kalau dibutuhkan formal ya boleh, sepanjang tidak menyebabkan konflik,” jelasnya.

Yang ketiga, tandasnya, yakni aspek amaliyyah. Amaliyah yang dilakukan oleh NU lahir dari dasar pemikirannya yang melandaskan diri ushul fiqh dan fiqh. Seperti tradisi-tradisi dan budaya yang telah berlangsung sejak lama di tengah masyarakat, tidak begitu saja diberangus, namun dirawat sepanjang tidak menyimpang dari nilai-nilai ajaran Islam.

“Islam Nusantara harus lebih digali lagi sebagai perilaku bangsa. Supaya tidak ada lagi Islam radikal,” pungkasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang H Sadulloh mendoakan pengurus NU yang akan menjadi jamaah haji tahun ini. Ia berpesan kepada calon jamaah haji agar tidak terbebani dengan doa-doa panjang di setiap rukun atau sunah haji.

Demikian disampaikan H Sa’dulloh pada kegiatan yaumul ijtima’ yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tanjungkerta, Selasa (9/8).

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah

Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah di daerah Cikalong Budiasih Tanjungkerta ini diisi juga dengan syukuran beberapa pengurus MWCNU Tanjungkerta yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut H Sadulloh, bacaan doa yang paling utama adalah doa yang ada dalam Al-Quran, setelah itu di hadist, terakhir bacaan doa karangan para ulama.

“Dalam prosesi ibadah haji tidak mungkin seorang calon ibadah haji ke mana-mana harus membawa buku kumpulan doa-doa. Ribet rasanya kalau sedang berdesak-desakan beribadah, terus harus mengeluarkan buku kumpulan doa-doa. Solusinya doa-doa tersebut harus dihafal,” kata H Sadulloh.

Kalau seandainya masih banyak doa yang belum dihafal, cukup setiap berdoa baca doa sapu jagat yang ada dalam Al-Quran, "Rabbana atina fid duniya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina adzaban nar".

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Semoga semua calon jamaah haji Indonesia bisa selamat dan disukseskan dalam setiap melewati prosesi ibadah haji. Manfaatkanlah waktu selama di sana dengan benar-benar untuk beribadah dan bisa pulang lagi ke tanah air dengan mendapat gelar haji yang mabrur,” tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Sejarah, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional

Tegal, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional Jawa Tengah III resmi bergulir di GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (6/9). Peresmian pembukaan ditandai dengan tendangan bola oleh Pembina LSN yang juga anggota DPR RI Abdul Kadir Karding.

Turut hadir dalam pembukaan anggota DPR RI Bachrudin Nasori, Bupati Tegal Ki Enthus Susmono, Ketua PCNU Tegal H Akhmad Wasyari, Ketua DPRD Tegal A. Firdaus Asyaerozi, Koordinator LSN Regional Jateng III H Rafiq Abdillah dan sejumlah tokoh lain.

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional

Menurut Karding, LSN menjadi ajang santri untuk tampil ke depan. Tidak hanya dari sisi keilmuan, seni dan budaya, santri juga harus maju olahraganya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"LSN diharapkan bisa menciptakan kader dari santri menjadi pemain bola profesional," harapnya.

Sementara itu Bupati Tegal Ki Enthus Susmono berharap, Liga Santri Nusantara menjadi sarana pendekatan silaturahmi generasi NU dari semua sarana termasuk olahraga.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"LSN menjadi momentum untuk mempererat jalinan silaturahmi dan memperkuat persatuan generasi muda NU," ujarnya

Koordinator LSN Regional Jateng III H Rafiq Abdillah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Pemkab Tegal dalam mendukung kegiatan LSN 2017 dengan sangat baik.

"Alhamdulillah berkat komunikasi yang baik dengan RMI, tim tahun ini naik 100 persen dari tahun kemarin. Selain itu juga berkat support dari pemda, yang bupatinya NU dan santri, pelaksanaan pun sangat baik," ungkapnya.

Sementara itu, LSN Regional Jateng III diikuti 30 tim dari berbagai pondok pesantren di wilayah eks-karesidenan Pekalongan dan eks-karesidenan Banyumas.

Pada laga perdana tim sepakbola Mahadut Tholabah FC Lebaksiu Kabupaten Tegal berhasil unggul dari lawannya Bustan FC Ketanggungan Brebes dengan skor 4-3. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, PonPes, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock