Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika…

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi dan kepentingan bangsa. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.

Demikian penjelasan Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Provinsi Lampung KH Munawir saat ditanya terkait penggunaan hak pilih masyarakat dalam pemilihan umum ataupun Pemilihan Kepala Daerah, Selasa (16/1).

Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika… (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika… (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika…

Imamah dan Imarah dalam Islam, lanjutnya, harus sesuai dengan  syarat-syarat sesuai ketentuan agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.

"Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib," tegasnya.

Menurutnya, memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut atau tidak memilih sama sekali, padahal ada calon yang memenuhi syarat, maka hukumnya haram.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mampu mengemban tugas amar ma’ruf nahi munkar. Umat islam tidak benarkan untuk golput atau tidak menggunakan hak pilih," tegasnya.

Jika golput akan berdampak pada gagalnya pemilihan umum dan rusaknya tatanan pemerintahan, maka hukumnya haram.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karenanya, Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk dapat menyalurkan hak politiknya dengan memilih pemimpin pada pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 ini.

"Pilihlah pemimpin yang akan memimpin daerahnya masing-masing dengan pemikiran jernih dan menata niat untuk mendapatkan ridho Allah SWT," imbaunya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Maret 2018

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat”

Padang Pariaman, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebanyak 230  orang santri  baru Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-ringan Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat, selesai mengikuti Taqarrubun Nafsiyah (masa pengenalan diri), Ahad (14/9). Kegiatan yang dimulai sejak Jumat ini merupakan ajang pengenalan santri terhadap proses belajar mengajar di pesantren setempat.

Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Drs Idarussalam Tuanku Sutan menyebutkan,  kegiatan Nafsiyah penting dilakukan agar santri baru memahami proses belajar mengajar yang dilakukan di Pesantren Nurul Yaqin. Selain itu, santri juga dibekali pengetahuan kedisiplinan,  pengembangan minat dan bakat.

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat”

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo menambahkan, saat penutupan terungkap ada santri yang sudah hafal 5 juz Al Quran. Beberapa santri baru tersebut juga ada hafal 1 juz.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tahun ini Nurul Yaqin mencoba menerapkan kepada santri one day one ayat. Artinya masing-masing santri menghafal 1 ayat, setiap hari," kata Anam yang juga mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Padangpariaman ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan Anam, selama ini Nurul Yaqin memprioritaskan pemahaman dan membaca kitab bagi santrinya. Sehingga hafalan ayat Al Quran kurang diprioritaskan. Program one day one ayat, salah satu upaya meningkatkan hafalan santri. Program ini dikhususkan pada tingkat tsanawiyah. Sedangkan di tingkat aliyah, lebih difokuskan hafalan syair.  Syair merupakan  dasar kajian ilmu alat dalam memahami kitab-kitab kuning.

Selama Nafsiyah berlangsung peserta diberikan materi  Peraturan Baris-Baris (PBB),  Sosialisasi Berkendaraan di Jalan Raya dan Penanaman Sadar Hukum dari Polres Padangpariaman, Peran Santri Dalam Pergeseran Zaman dan Pembangunan Daerah oleh Rahmat Tuanku Sulaiaman, PP Nurul Yaqin dari berbagai aspek oleh M. Rais Tk. Labai Nan Basa, Asrama Media Implementasi  Imtaq dan Kebudayaan oleh Almunawir, Rahasia santri Sukses dalam Menggali Potensi oleh Ima Latunil, Kesantrian dan Penguatan Nilai-Nilai Ahlussunnah oleh Zulhamdi Tk. Kerajaan Nan Saleh.

Nafsiyah tahun ini terpilih sebagai Buya (Raja) Ahmad Fadli dan Umi (Ratu) Agustin. Keduanya terpilih dari penilaian 5 aspek, yakni kedisiplin PBB, bacaan Al-Quran, dakwah, bakat dan hobi. Nilai tertingginya dari aspek PBB, dakwah dan bakat. Sedangkan Agustin lebih menonjol PBB, tilawah dan dakwah. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Foto: Peserta Taqarrubun Nafsiyah sedang berbaris di halaman Pesantren Nurul Yaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Sholawat, Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Maret 2018

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh Nadlatul Ulama (JQHNU) menggelar seminar nasional bertajuk “Kontroversi Tilawah Langgam Nusantara”, Selasa (16/6) petang, di aula PBNU, Jakarta. Salah satu narasumber hadir dari Universitas Internasional al-Mustafa, Qum, Iran.

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Ketua Umum PP JQHNU KH Abdul Muhaimin Zain mengatakan, seminar ini diselenggarakan atas permintaan masyarakat, menyusul polemik tentang kebolehan melantunkan al-Qur’an dengan langgam Jawa sebagaimana terjadi pada peringatan Isra’ dan Mi’raj pertengahan Mei lalu di Istana Negara, Jakarta. Pihaknya sengaja mengundang pakar qira’ah asal Iran lantaran langgam qira’ah yang lazim dibaca para qari’ mayoritas berasal dari Persia atau Iran.

Sayyid Ali Rabbani, ulama Iran itu, di hadapan forum yang terdiri para mahasiswa, dosen, dan para pegiat al-Qur’an, mengatakan kontroversi ini juga pernah terjadi di negaranya, Iran. Pembacaan al-Qur’an dengan lagu bersyair mendapat simpati dari sebagian kecil ulama, meski ditolak oleh kebanyakan ulama qira’ah di sana.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Soal tilawah di luar langgam Arab, katanya, secara akal bahasa Arab atau bahasa Inggris seyogianya diekspresikan menurut bahasa Arab atau Inggris. Namun ia menggarisbawahi bahwa seorang qari sebaiknya tidak terlalu fokus pada lagu, melainkan perenungan makna dan sampainya pesan al-Qur’an kepada para pendengar.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ali Rabbani mengisi seminar bersama Kepala Lajnah Pentashih al-Qur’an Kemenag Muchlis M Hanafi, Rais Majelis Ilmi PP JQHNU KH Ahsin Sakho, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Peserta yang berpartisipasi antara lain dari qari internasional Ustadzah Maria Ulfa, serta akademisi dari Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) Jakarta, Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, dan Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran "Al-Hikam" Depok.

Menurut hasil penelitiannya dari berbagai kitab klasik, Muchlis berpendapat bahwa tidak ada contoh valid pada zaman Rasulullah tentang lagu tertentu yang harus digunakan saat membaca al-Qur’an. Dengan demikian, ia meyakini langgam (nagham) datang atas kreasi umat Islam setelahnya atau bersifat ijtihadi.

Sebagaimana Muchlis, KH Ahsin Sakho setuju dengan adanya kebebasan dalam memilih lagu selama tidak menyalahi tajwid, makharijul huruf, dan kekhidmatan dalam pembacaan al-Qur’an. Baginya ini masalah sekunder karena menyangkut budaya manusia yang beragam. Yang primer dan masuk kategori ibadah adalah pembacaan al-Qur’an sesuai kaidah dan makna.

“Jadi menurut saya sah-sah saja (menggunakan langgam Nusantara), sejauh tidak ada mawani’ (penghalang) yang menyebabkan ia makruh atau haram,” ujarnya usai menayangkan video pembacaan al-Quran dari Afrika dan Saudi Arabia yang berbeda dari tujuh lagu yang lazim dibaca, yakni Bayati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rost, Jiharkah, dan Sikah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nusantara, Nasional, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 16 Februari 2018

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha

Malang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lemahnya jiwa wirausaha ditengarai menjadi salah satu penyebab maraknya korupsi di Indonesia. Saat ini Indonesia berada pada rangking ke 124 dengan nilai produktifitas kurang dari 5 %.

Demikian salah satu poin kesimpulan dalam workshop kewirausahaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Indonesia di Malang, Sabtu (22/12) lalu.

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha

Nur Shodiq Ask, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi salah satu pembicara dalam acara workshop kewirausahaan yang digelar di kaki gunung semeru, tepatnya  di Aula SMK NU Sunan Ampel desar Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam paparannya, Nur Sodiq mengambil asal muasal keterpurukan Indonesia. Posisi peringkat korupsi Indonesia jauh di dibawah Singapura (peringkat 5), Brunei Darussalam (46), Malaysia (54) dan Thailand (88). Sedang Indonesia saat ini berada pada posisi 118, dan hanya lebih baik bila dibandingkan  Laos (160) dan Myanmar (172).  

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, keterpurukan dan rendahnya moralitas itu salah satunya karena kurangnya bangsa Indonesia yang menjadi wirausaha.

“Maka perlu dibangun kebanggaan menjadi wirausaha dan pasti akan banyak memberikan nilai tambah yang bisa diciptakan dan akan berpengaruh langsung terhadap tingkat kesejahteraan rakyat,” katanya.

Yang perlu dibangun diantaranya, mengembangkan potensi lokal menjadi produk unggulan, sehingga kecintaan akan produk dalam negeri semakin meningkat. Dalam hal ini NU, dalam membangun dan mengembangkan wirausaha harus berbasis pada potensi anggota, agar pengembangannya dapat berpengaruh pada perkembangan organisasi, pengelola dan masyarakat.

Ditambahkan, jaringan organisasi NU yang sudah mengakar sampai di pelosok desa adalah potensi yang sangat besar jika dikelola dengan baik. Jaringan ini dapat dipergunakan sebagai jalur distribusi yang sangat cepat dan efektif dalam mendistribusikan produk dan jasa ke pelanggan.

Ketua Panitia Wokrshop dan Pasar Rakyat H Abdul Mujib Syadzili di sela berlangsungnya kegiatan menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk munculkan energi positif para peserta yang umumnya berasal dari kalangan muda NU agar terbentuk mental pengusaha sejati yang pantang menyerah.

“Diharapkan pertumbuhan dan perkembangan wirausahawan-wirausahawan NU kian hari akan semakin meningkat sehingga lebih membawa manfaat bagi jam’iyah,” tandasnya.

Workshop kewirausahaan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari pengurus MWCNU se Kabupaten Malang dan Ranting NU se Kecamatan Poncokusumo. Juga tampak memadati ruangan, para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Malang.  

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Sekretariat NU Kab. Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Ngawi, Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi ddigembleng ilmu kanuragan. Penggemblengan dirangkai pada Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser di aula Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Teguhan,

Agus Wahyudi, Panitia Penylenggara kegiatan yang berlangsung Selasa (27-28/5) tersebut mengatakan, penggemblengan ini dilaksanakan dalam rangka merespon munculnya gerakan-gerakan radikal yang berusaha merongrong NKRI.

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Penggemblengan dilaksanan di akhir rangakaian Diklat, setelah digelar pengajian akbar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj di lapangan besar Kerten Paron. “Gemblengan kanuragan dipimpin Kiai Dumami, agar Banser kuat dan tangguh dalam membela NKRI,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Agus menambahkan, dalam Diklat Banser kali ini, sebelumnya peserta dilatih Peraturan Lalu Lintas, Keorganisasian, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan materi ke-Nu-an/keAswajaan.

“Dalam Diklat kali ini, peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat,” kata Agus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk tujuan itu, Diklat Banser tersebut mengundang Satuan Kepolisian Sektor Kecamatan dan Koramil Kecamatan Paron. (Agus Susanto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 07 Februari 2018

Cinta Tanah Air adalah Ajaran Nabi Muhammad

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Anak Cabang Muslimat Nadlatul Ulama Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah mengadakan pengajian dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 71 Kemerdekaan RI, Ahad (28/8). Kegiatan yang bertempat di Aula Hotel Graha Muria Desa Colo Dawe ini menghadirkan pembicara Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Ahmad Nadhif Mujib.

Pada kesempatan itu, KH Ahmad Nadhif mengajak warga Muslimat selalu teguh menjaga rasa cinta kepada Tanah Air Indonesia. Sebab, cinta tanah air merupakan perintah ajaran dari Nabi Muhammad.

Cinta Tanah Air adalah Ajaran Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Tanah Air adalah Ajaran Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Tanah Air adalah Ajaran Nabi Muhammad

"Bukan lantaran sering mendengarkan uraian para pejabat cinta tanah air harus dijaga melainkan ada anjuran dari kanjeng Nabi," tegasnya.

Kiai yang disapa Gus Nadhif ini mengutarakan fakta sejarah bahwa diantara yang berada di garis depan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah para ulama NU. Namun, belakangan fakta tersebut dikaburkan bahkan dibelokkan sehingga generasi sekarang tidak lagi mengerti sejarah tersebut.

"Banyak informasi di internet yang menghilangkan peran para ulama ? memperjuangkan Indonesia. Akibatnya banyak yang tidak mengenal dan tidak mau upacara bendera," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Akhir-akhir ini, kata Gus Nadhif, ada upaya menggerogoti rasa nasionalisme yang tertanam dalam jiwa masyarakat. Ia menilai tumbuh berkembangnya gerakan radikalisme dan maraknya penyakit masyarakat seperti peredaran narkoba tujuan utamanya ingin merongrong cinta tanah air.

"Semua kejadian radikalisme seperti munculnya ISIS dan narkoba tidak lain merusak bangsa Indonesia," ungkapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengajian PAC Muslimat NU Dawe ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap Ahad akhir bulan. Karena momentum Agustusan ini, pengajian dikemas ? memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Turut menyemarakkan suasana, grup Rebana Muslimat NU desa Kajar tampi membawakan sholawat yang diiringi irama terbang zippin. Hadir pada acara itu, ratusan anggota Muslimat NU dari 18 ranting se kecamatan Dawe dan tamu undangan pengurus NU dan badan otonom setempat. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Persoalan sampah tidak akan pernah habis karena manusia setiap hari memproduksinya. Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini, berbagai bencana pun sering terjadi. Untuk mengurai persoalan ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berupaya melakukan berbagai langkah konkret terkait penanganan sampah.?

Berikut wawancara Rohis Tegal - Rohani Islam dengan Ketua Pengurus Pusat LPBINU, M Ali Yusuf, Selasa (23/2/2016) di halaman Gedung PBNU Jakarta dalam peluncuran program Gerakan Nasional “Ubah Sampah Jadi Berkah” yang juga untuk memperingati Hari Sampah Nasioanl 21 Februari.

Pak Ali, bagaimana kondisi sampah di Indonesia saat ini?

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia juga penghasil sampah laut terbanyak di dunia setelah Filipina.

Sebenarnya seperti apa sih langkah pemerintah selama ini terkait sampah?

Kami di LPBINU terus berupaya melakukan sinergi dengan pemerintah. Saya pikir, jika pemerintah tak mampu mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah, maka program tahun 2020 bebas akan sulit tercapai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagaimana langkah LPBINU sendiri untuk mengubah pola pikir masyarakat tersebut?

Dari tahun 2009, LPBINU sudah melakukan berbagai langkah terkait penanganan dan pemanfaatan sampah. Karena walau bagaimana pun, sampah merupakan sumber bencana dan penyakit. Sampah yang juga mengandung gas metana akan mempengaruhi iklim dan cuaca, hingga pemanasan global. Nah, Gerakan Nasional Ubah Sampah jadi Berkah ini merupakan salah satu langkah PBNU dan LPBINU untuk mengedukasi masyarakat, bahwa sampah dapat menimbulkan masalah sehingga perlu dikurangi, ditangani, bahkan dimanfaatkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Baca:? LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah)

Gerakan ini terdiri dari berbagai program, seperti apa teknis perwujudannya?

Ya, dalam gerakan ini, LPBINU mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program gerakan nasional ini, seperti Bank Sampah, Daur Ulang, Komposting, Shodaqoh Sampah, Urban Farming, dan Biopori, kami menggandeng lembaga-lembaga lain di NU yang mempunyai fokus ke sampah. Seperti LTMNU dengan ‘Bersih-bersih Masjid’-nya dan RMINU dengan program ‘Pesantren Hijau’-nya. Di Pesantren, kami sudah beberapa kali memberikan pendampingan seperti di Pesantren Gedongan, Cirebon. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, pesantren tersebut sudah mampu menangani dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Lalu, sosialisasi gerakan nasional ini kepada masyarakat sendiri seperti apa?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tentu kami melakukan koordinasi dengan LPBINU di berbagai daerah dan wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menangani dan memanfaatkan sampah melalui program-program yang kami canangkan.

Menarik terkait mengubah pola pikir masyarakat tadi, memang selama ini pikiran masyarakat seperti apa terkait sampah?

Mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa sampah adalah barang tidak terpakai yang harus dibuang begitu saja. Sedikit masyarakat yang mempunyai kesadaran bahwa sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan bencana. Sebab itu, di setiap tempat, kami bertanya dahulu ke meraka, sampah di sini menimbulkan masalah atau tidak? Kalau iya, mari tangani bersama dengan benar. Susah jika masyarakat masih menganggap bahwa keberadaan sampah tidak menimbulkan masalah. Setidaknya hal ini yang kita sadarkan dulu.

Kami juga tidak ingin hanya mengadakan kegiatan-kegiatan dan seminar-seminar. Kami terus berupaya melakukan edukasi dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan, pupuk kompos, biogas, dan lain-lain. Sumber daya manusia sudah ada untuk mendampingi dan melatih. Jika kesadaran masyarakat sudah mengakar, mereka akan jalan secara mandiri. (Baca:? Komitmen Jaga Lingkungan, LPBINU Ajak Masyarakat Olah Sampah)

Oke Pak Ali, optimis bebas sampah tahun 2020?

Sebetulnya bebas sampah sih nggak, minimal dengan langkah dan program yang kami canangkan, setidaknya bisa mengurangi sampah dengan menanganinya secara baik dan benar serta berkelanjutan. Menurut saya, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat terlebih dahulu sehingga program-program penanganan sampah akan jalan sendiri.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Cerita, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 25 Januari 2018

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC. IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU) Kab. Cirebon menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), Sabtu 09 Januari 2016 di Sekretariat PC. IPNU-IPPNU Kab. Cirebon.?

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Acara tersebut dihadiri lebih dari seratus orang yang terdiri dari perwakilan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Ranting (PR) dan pengurus Pimpinan Cabang.?

Seperti biasanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lain adalah Marhabanan (pembacaan shalawat dan Barzanji). Hal ini yang membuat ramai dan lebih semangat serta antusias yang diiringi oleh group hadrah dari Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMAN 1 Plumbon Cirebon.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah Marhabanan itu selesai dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan-makan. Baru kemudian agenda beralih pada Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Moehammad Mu’min sebagai ketua pelaksana acara tersebut, menyatakan sangat senang karena acara ini bisa berjalan dengan lancar dan memuaskan. “Terlebih, saya sedikit kaget serta tidak menyangka bahwa acara ini didatangi lebih dari seratus orang, yang sebelumnya diperkirakan hanya kurang dari seratus orang,” kata Mu’min.?

Sementara, Nur Aida Fajriyanti sebagai ketua PC. IPPNU Kab. Cirebon berkata, “Kami sebagai umat Nabi Muhammad Saw, sudah seharusnya memperingati maulidnya. Walaupun acaranya hanya sederhana, yang terpenting adalah cara memakanainya. Terlebih saya berharap kegiatan marhabanan ini tidak hanya dilakukan pada peringatan Maulid saja, tapi dilakukan rutin ? setiap minggunya,” tandas Aida. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 25 Desember 2017

Indonesia Belum Berdaulat Ekonomi Aplikasi Digital

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Wakil Sekretaris Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia M Andi Zaky menilai bahwa Indonesia belum berdaulat secara ekonomi terkait dengan aplikasi media sosial.

"Secara nilai ekonomi pun kita tidak berdaulat," kata Andi Zaky saat menyampaikan pada diskusi publik yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) di lantai lima, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Indonesia Belum Berdaulat Ekonomi Aplikasi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Belum Berdaulat Ekonomi Aplikasi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Belum Berdaulat Ekonomi Aplikasi Digital

Hal tersebut bisa di lihat dari pendapatan. Menurutnya, produk yang kita pakai seperti Facebook, Twitter atau instagram itu gratis.

Namun, katanya, sebetulnya kita semua adalah konsumen. Baik nahdiyin maupun masyarakat Indonesia secara lebih luas. Media sosial seperti di atas mempunyai nilai bisnis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini pendapatan mereka dari iklan di Facebook, Twitter," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Andi, para pengusaha aplikasi media sosial itu setidaknya bisa menghasilkan dari Indonesia senilai $500juta.

"Kalau saja nilai ekonomi ini muter di Indonesia, ini nilai yang sangat besar," kata Andi.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang berbagai aplikasi lokal Indonesia seperti Gojek, Bukalapak yang bukan punya Indonesia lagi tapi punya perusahaan  asing seperti Alibaba, dan Expedia.

"Sayangnya itu bukan punya kita lagi," katanya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 Desember 2017

Liga Santri Nusantara dan Pelajaran dari Sepak bola Jerman

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam

Saban mendengar pejabat yang berurusan dengan sepak bola mengatakan ingin membawa Indonesia tembus Piala Dunia, atau kepingin mengontrak pelatih kelas dunia, saya selalu refleks nyengir kecut buat meredakan ambruknya harapan terhadap kemajuan sepak bola nasional. Perkataan besar dan muluk tanpa melihat kondisi nyata buat saya seperti upaya buat menutupi kemiskinan visi yang detail dan rapi.

Perkara masuk Piala Dunia, semua penggemar sepak bola tanah air pasti gembira kalau bisa terwujud. Tapi melihat kenyataan manajemen sepak bola nasional yang masih amburadul, menjanjikan lolos Piala Dunia tak ubahnya menyanyikan lagu Nina Bobo buat orang yang kelaparan. Sama sekali bukan solusi.

Liga Santri Nusantara dan Pelajaran dari Sepak bola Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara dan Pelajaran dari Sepak bola Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara dan Pelajaran dari Sepak bola Jerman

Perkara pelatih, memang ada masa dan kasus-kasus khusus ketika figur pelatih seperti menjadi juru selamat. Sebagai contoh, Bela Guttman yang jauh-jauh “kesasar” dari Hungaria ke Brazil pada dekade 1950-an, lalu pergi dengan meninggalkan warisan hebat bagi sepak bola negara Amerika Latin tersebut. Ia memberikan tujuan bermain kepada para pesepak bola Brazil yang doyan berakrobat dengan bola tanpa peduli hasil. Sejarawan sepak bola Jonathan Wilson dalam Inverting the Pyramid menggambarkan dengan asyik bagaimana permainan operan yang diwariskan Guttman mengubah Brazil dari sekadar “tim sirkus” yang skill individunya mencolok tapi gampang kalah, menjadi kampiun Piala Dunia tahun 1958.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tapi sepak bola modern sudah melampaui fase naif seperti itu. Begitu banyak variabel yang ikut menentukan kesuksesan sebuah tim. Mustahil bergantung kepada seorang pelatih belaka buat menjamin Dalam sepak bola modern, pelatih super seperti Jose Mourinho dan Pep Guardiola pun tak mungkin berjaya dengan modal kosong.

Memang ada kasus mengagetkan seperti kejayaan Leicester City di Liga Primer Inggris musim 2015-2016. Kredit besar mesti dialamatkan kepada Pelatih Claudio Ranieri buat kesuksesan tersebut. Tapi kondisi Leicester saat ini mengajarkan bahwa kesuksesan sepak bola mustahil bisa dipertahankan dengan hanya mengandalkan satu figur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kejayaan sepak bola yang konsisten dibangun di atas landasan yang kompleks dan terencana dengan baik. Landasan ini di antaranya meliputi kompetisi yang baik, regulasi kuat dan konsisten, sampai pembinaan pemain muda sejak usia belasan tahun. Melalui gambaran umum dan melihat landasan persepak bolaan nasional sejauh ini, kita bisa meraba bahwa lolos ke Piala Dunia dalam waktu dekat ini masih jadi mimpi yang kelewat jauh.

Kita bisa menengok pengalaman Jerman yang sempat merasakan pengalaman hancur-lebur ketika tersingkir di babak awal Piala Eropa 2000. Semua orang kaget melihat sepak bola Jerman jatuh sampai titik terendah untuk ukuran mereka. Pada kenyataannya krisis tersebut bisa dirunut cukup jauh dari dua dekade sebelumnya. Uli Hesse dalam Tor menjelaskan bahwa pembinaan pemain muda yang payah dan infrastruktur sepak bola yang ketinggalan zaman, memberi saham besar dalam persoalan regenerasi pemain Jerman.

Penunjukkan Franz “Der Kaiser” Beckenbauer, anak emas dan Kaisar sepak bola Jerman, sebagai pelatih timnas Jerman adalah semacam langkah panik Deutscher Fussball-Bund (DFB), federasi sepak bola Jerman, untuk menutupi kerapuhan sepak bola Jerman. Meskipun Beckenbauer berhasil menambah koleksi Piala Dunia Jerman, tapi kanker yang menggerogoti sepak bola negerinya Wolfgang Goethe itu tinggal menunggu waktu untuk muncul.

Tahun 2000, ketika masalah terbuka secara telanjang, DFB akhirnya mengambil langkah pembenahan besar-besaran. Klub-klub profesional diberi pilihan, membangun akademi pemain muda yang berkualitas atau ditendang dari liga. Biaya besar dikucurkan untuk melakukan pembenahan infrastruktur. Hasilnya, trofi Piala Dunia 2014 digondol dengan meyakinkan. Yang mutakhir, kesuksesan menjuarai Piala Konfederasi FIFA 2017 tanpa satu pun pemain yang berusia 30 tahun atau lebih. Selain itu Jerman saat ini dikenal sebagai salah satu penghasil bakat muda terbaik. Klub-klub Jerman juga diketahui sebagai pelopor penggunaan teknologi sepak bola mutakhir belakangan ini.

Level sepak bola kita saat ini tentu terpaut jauh dari Jerman. Tapi pengalaman Jerman dalam membenahi sepak bola bisa jadi tempat kita berkaca. Jerman pernah mengambil solusi instan yang beracun, menyamarkan persoalan dengan figur populer. Kita bisa kejeblos di lubang yang sama kalau belum apa-apa sudah ngomong Piala Dunia dan pelatih kelas dunia. Akan lebih realistis kalau pemegang kebijakan menaruh perhatian pada detail-detail terkait pembinaan usia muda, pembenahan infrastruktur, sambil membereskan liga nasional.

Dalam konteks sepak bola usia muda, kehadiran Liga Santri Nusantara (LSN) yang sudah digelar berturut-turut tiga tahun belakangan ini, bisa menjadi salah satu alternatif bagi pembinaan usia di bawah 17 tahun berskala nasional. Capaian paling ikonik sampai saat ini adalah dipanggilnya alumnus LSN M. Rafli ke dalam skuad timnas usia 19 tahun. Meskipun masih bisa dibilang kasuistik, tapi fenomena ini menunjukkan bahwa kalangan santri bisa menjadi alternatif lumbung bakat sepak bola. Apalagi di tengah kembang-kempisnya penyelenggaraan Piala Soeratin, yang baru kembali digelar tahun ini setelah hiatus beberapa tahun.

Sebagai kompetisi baru, masalah di sana-sini pasti masih terjadi di LSN. Yang cukup mencolok di antaranya adalah standar kualitas tim-tim kontestan yang kurang merata. Tapi seperti sempat ditunjukkan Direktur Kompetisi LSN, M. Kusnaeni, seiring semakin ketatnya regulasi pemain, pemerataan standar kian membaik. Pesantren-pesantren di berbagai daerah juga tergerak membenahi kualitas sepak bola santrinya masing-masing. DDI Kaballangan, misalnya, mengaku bahwa mereka mempersiapkan skuad selama setahun untuk LSN 2017. Hasilnya tiga laga grup mereka sapu bersih dengan rekor mencetak 16 gol.

Selain memacu kalangan pesantren untuk memompa kualitas sepak bola, LSN juga berpotensi menggerakkan elemen sepak bola di luar lingkungan pesantren. Seperti dikatakan Sekertaris LSN Jibril FM, di beberapa regional dan subregional terjadi fusi antara kualifikasi LSN dengan kompetisi sepak bola setempat. Pemenangnya mendapat gelar juara, sekaligus berhak mewakili wilayahnya berpartisipasi di LSN babak selanjutnya.

Upaya pembinaan usia muda semacam ini mesti menempati skala prioritas yang tinggi. Jika kompetisi semacam LSN terus digulirkan secara rutin dan dibenahi secara konsisten, bukan mustahil Rafli-Rafli selanjutnya akan menyusul mentas ke level lebih tinggi. Setidaknya mimpi seperti itu buat sekarang lebih realistis, dibanding slogan kosong lolos Piala Dunia dan pelatih kelas dunia. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 21 Desember 2017

Banser Jombang Ikuti Diklat Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengadakan Diklat Banser Lantas "Pelopor Keselamatan Berlalu lintas" di Auditorium Polres Jombang, Selasa (24/10/2017) siang.

Banser Jombang Ikuti Diklat Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jombang Ikuti Diklat Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jombang Ikuti Diklat Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto mengaku sangat membutuhkan Banser dalam setiap kegiatan dan menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Jombang. Hal ini mengingat keterbatasan personil yang dimiliki Polres Jombang.

"Kita sangat berterimakasih kepada rekan-rekan Banser yang datang kesini untuk belajar dan didanai sendiri," katanya.

Agung mengingatkan betapa pentingnya tertib berlalu lintas karena jalan raya menjadi pembunuh terbesar setelah perang dan bencana alam. Kesadaran berlalu lintas akan berjalan lurus dengan korban yang jatuh secara sia-sia.

Ditambahkan, puluhan peserta diklat ini akan diajarkan pencegahan kecelakaan, rambu-rambu lalu lintas, pengetahuan dasar lalu lintas dari anggota Satlantas Polres Jombang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Salah satu ukuran kemajuan suatu daerah yaitu kelancaran berlalu lintas yang aman dan tertib," tambahnya.

Setelah diklat ini, anggota Banser akan dijadikan pasukan cadangan Satlantas Polres Jombang dalam mengamankan jalan dan berlalu lintas.

Agung menambahkan, negara Cina bisa maju karena memiliki tiga hal yaitu berhenti bertengkar, nasionalisme, belajar melayani. Ketiga hal ini sudah menjadi keseharian anggota Banser.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saya tekan kan kepada anggota untuk belajar melayani bawahan, rekan kerja DN masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Zulfikar Damam Ikhwanto menyebutkan, diklat ini bertujuan untuk membuka wawasan baru anggotanya. Hal ini dikarenakan untuk melebarkan manfaat dari Banser untuk masa depan.

"Selama ini Banser hanya jaga parkir dan pengajian, setelah selesai diklat ini maka tugasnya bertambah lagi," paparnya.

Zulfikar mengingatkan bahwa tujuan Banser didirikan yaitu mengawal semua program GP Ansor, NU dan hal yang berkaitan dengan kebutuhan orang banyak. Ia juga menambahkan jika Banser dituntut aktif dalam setiap kegiatan masyarakat dan tanggap dengan keadaan sekitar.

"Ke depan kita akan buat banyak pelatihan dan diklat lagi buat anggota, kalau perlu kita bentuk Densus 99 pengusir terorisme," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Fiqih Islam Berbahasa Melayu Karya Syaikh Dawud Pattani

Ini adalah halaman sampul dari kitab “Sullamul Mubtadî fî Ma’rifah Tharîqatil-Muhtadî” karangan seorang ulama besar Nusantara dari Kesultanan Melayu Pattani (kini Thailand Selatan), yaitu Syaikh Dâwûd ibn ‘Abdullâh al-Fathânî (dikenal dengan Syaikh Dawud Pattanil, w. 1847 M).

Kitab “Sullamul Mubtadî” berisi kajian fiqih Islam bagian ibadah dan mu’amalah secara lengkap dan ringkas yang ditulis dalam bahasa Melayu beraksara Arab (Jawi). Saya mendapatkan versi cetak dari kitab ini edisi terbitan Maktabah Musthafâ al-Bâbî al-Halabî, Kairo, dengan tahun cetak 1354 Hijri (1935 Masehi), dengan tebal 52 halaman.

Kitab ini sangat populer keberadaannya di kawasan Melayu Semenanjung (kini Malaysia dan Thailand Selatan), serta di beberapa kawasan di Aceh, Palembang, Medan, dan sebagian kawasan Melayu Sumatra lainnya. Di beberapa pesantren dan instutusi pendidikan Islam di kawasan tersebut, kitab “Sullamul Mubtadî” masih lestari dikaji dan diajarkan hingga saat sekarang ini.

Fiqih Islam Berbahasa Melayu Karya Syaikh Dawud Pattani (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Islam Berbahasa Melayu Karya Syaikh Dawud Pattani (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Islam Berbahasa Melayu Karya Syaikh Dawud Pattani

Dalam kata pengantarnya, Syaikh Dawud Pattani menjelaskan jika kitab ini ditulis untuk merangkum pengetahuan hukum Islam secara ringkas. Beliau menulis;

Rohis Tegal - Rohani Islam

?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

(Maka ini adalah sebuah risalah yang kecil ukurannya namun banyak faedahnya dan agung manfaatnya, sekaligus mencukupi bagi orang-orang awam dari umat Muslim untuk mengetahui apa-apa yang wajib atas mereka dari kewajiban-kewajiban agama. Aku menamakannya “Sullamul Mubtadî fî Ma’rifah Tharîqatil Muhtadî”).

Pada halaman sampul, judul kitab ini dilengkapi dengan sub-judul yang menegaskan jika isi kajian kitab ini berdasarkan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Tertulis di sana: “Sullamul Mubtadî fî Ma’rifah Tharîqatil Muhtadî” … “Pada Bicara Ushûluddîn Atas Jalan Ahlussunnah wal Jamâ’ah dan Hukum Fiqih”.

Penegasan ini tampaknya perlu disampaikan oleh Syaikh Dawud Pattani, mengingat pada masa kitab ini ditulis, tengah muncul sebuah aliran baru dalam sejarah pemikiran Islam, yaitu kelompok Wahhabisme yang diprakarsai oleh Muhammad ibn ‘Abdul Wahhâb dari Nejd (w. 1793 M) yang berhaluan puritan dan berseberangan dengan ulama mayoritas (sawâd a’zham) yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah. Kelompok Wahhabisme tidak mengakui madzhab fiqih dalam Islam, cenderung mengkafirkan, membid’ahkan, dan memusyrikkan ajaran dan amalan kelompok Muslim lain yang tidak sealiran dengan mereka. Meski demikian, kelompok ini gemar mengusung jargon kamuflatif, yaitu “ajaran Sunnah, ajaran Salaf, ajaran Islam yang murni yang paling sesuai Alqur’an dan hadits”. Kelompok ini pada masa-masa awal kemunculannya mendapat reaksi penolakan dari jumhur ulama Muslim di hampir seluruh belahan dunia Islam.

Adapun isi kitab “Sullam al-Mubrtadî”, maka ia dibagi ke dalam satu (1) bab dan enam belas (16) kitab (sub-kajian). Satu bab tersebut mengkaji khusus tentang masalah keimanan (aqidah atau theology), sementara ke-16 sub-kajian tersebut mencakup; (1) hukum shalat, (2) hukum zakat, (3) hukum puasa, (4) hukum haji [nusuk], (5) hukum hewan sembelihan dan akekah, (6) hukum jual beli, (7) hukum waris dan wasiat, (8) hukum nikah, (9) hukum rujuk dan iddah, (10) hukum jinayat [pidana], (11) hukum hudud, (12) hukum jihad, (13) hukum pacuan kuda dan memanah, (14) hukum sumpah dan nazar, (15) hukum saksi dan kehakiman, dan (16) hukum membebaskan perbudakan.

Kitab “Sullam al-Muhtadî” ini kemudian di-syarh (penjelasan dan komentar) oleh cucu sang pengarang dari jalur ibu, yaitu Syaikh Muhammad Nûr ibn Muhammad ibn Ismâ’îl al-Fathhânî al-Makkî (dikenal dengan Syaikh Nur Pattani, w. 1363 H/ 1943 M). Syarh tersebut berjudul “Kifâyatul Muhtadî fî Syarhi Sullamil Mubtadî” yang ditulis di Makkah pada tahun 1351 H/ 1932 M.

Dalam kolofon, diterangkan bahwa kitab ini diselesaikan pada hari Senin, tanggal 13 Rajab tahun 1252 Hijri (bertepatan dengan 20 Oktober 1836 M). Melihat titimangsa ini, penulisan karya “Sullamul Mubtadî” menjadi estafet penerus penulisan kitab fiqih Islam dalam bahasa Melayu yang ditulis sebelumnya, yaitu “Sabîl al-Muhtadîn fî al-Tafaqquh bi Amr al-Dîn” karangan Syaikh Muhammad Arsyad Banjar (selesai ditulis pada tahun 1193 Hijri/ 1779 Masehi).

Syaikh Dawud Pattani menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Telah sempurnalah maksud hamba yang fakir kepada Allah Ta’ala Dâwûd ibn ‘Abdullâh al-Fathânî daripada meterjemahkan risalah yang bernama “Sullamul Mubtadî fî Bayân Tharîqil-Muhtadî [ ………. ] pada hari Isnin 13 hari bulan Syawwal al-Asham pada Hijrah Nabi 1252).

Data kolofon di atas adalah data yang terdapat pada cetakan al-Halabi Kairo (1354 H/ 1935 M). Ketika saya membandingkan data ini dengan data yang terdapat pada versi cetakan al-Hidayah House, Kuala Lumpur (2012), tampaknya ada kesalahan penulisan nama bulan pada data versi cetaka al-Halabi Kairo tersebut. Yang benar, data seharusnya seharusnya adalah bulan “Rajab”, bukan “Syawwal”, karena (1) julukan “al-Asham” untuk bulan Hijri adalah “Rajab” dan bukan “Syawwal”, dan (2) ketika dilihat kalender Hijri pada 13 Syawwal 1252 Hijri, didapati harinya adalah “Jum’at”. Sementara Syaikh Dawud mengatakan selesai penulisannya hari “Senin”. Sementara tanggal 13 Rajab 1252 sama dengan hari “Senin”.

Pengarang kitab ini, yaitu Syaikh Dawud Pattani, tercatat sebagai ulama Nusantara dari Pattani terbesar sepanjang sejarahnya. Beliau lahir di Kampung Kerisik, Pattani, sebuah perkampungan tua yang dipercaya sebagai titik tolak berkembangnya agama Islam di wilayah itu. Syaikh Maulana Malik Ibrahim, salah satu tokoh Wali Songo dikabarkan lebih dulu berdakwah di Kerisik sebelum akhirnya pindah ke Gresik di Jawa Timur.

Tahun kelahiran Syaikh Dawud Pattani belum terlacak, tetapi diperkirakan pada paruh kedua abad ke-18 M. Jejak langkah dan pemikiran Syaikh Dawud mulai terlacak dengan jelas setelah beliau berada di Haramain (Makkah dan Madinah). Syaikh Dawud berada di Kota Suci itu satu angkatan (meski lebih yunior) dengan Syaikh Abdul Shamad Palembang, Syaikh Arsyad Banjar, Syaikh Nafis Banjar, dan Syaikh Abdul Rahman Betawi. Hanya saja, ketika nama-nama yang disebut itu kembali pulang ke Nusantara, Syaik Dawud Pattani tetap berada di Haramain dan mengajar di Masjidil Haram hingga akhir hayatnya.

Syaikh Dawud Pattani tercatat sangat produktif menulis. Di antara karya tulis beliau adalah; (1) Nahjur Râghibîn wa Subulul Muttaqîn, ditulis tahun 1234 H/ 1818 M, (2) Hidâyaul Muta’allimîn wa ‘Umdatul Mu’allimîn, ditulis tahun 1244 H/ 1828 M, (3) Fathul Mannân li Shafwah Zubad Ibn Ruslân, ditulis tahun 1249 H/ 1832 M, (4) Bughyah al-Thullâb yang merupakan ringkasan dari “Sabîlul Muhtadîn” karya Syaikh Arsyad Banjar, (5) Sullamul Mubtadî yang kita bicarakan ini, selesai ditulis tahun 1252 H/ 1836 M, (6) al-Jawâhirus Saniyyah, ditulis tahun 1252 H/ 1836 M, (7) Furû’ul Masâ’il wa Ushûlul Wasâ’il, ditulis tahun 1254 H/ 1838 M, dan lain-lain. Karya-karya Syaikh Dawud diterbitkan di Timur Tengah (Makkah dan Kairo) dan tentu saja di Nusantara (Pattani, Malaysia, dan Indonesia).

Syaikh Dawud wafat di Thaif pada 1264 H/ 1847 M. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Mauludan di PRJ Berlangsung Semarak

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Penyelenggaraan acara maulid akbar nasional dan doa untuk bangsa yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama bersama Jamiyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah An Nahdliyyah berlangsung semarak. Lebih dari 7000 jamaah menghadiri acara ini.

Sejumlah ibu-ibu jamaah majelis taklim yang membawa anaknya terpaksa lesehan karena tidak kebagian tempat. Namun mereka tampak khusu mengikuti acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.

Mauludan di PRJ Berlangsung Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Mauludan di PRJ Berlangsung Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Mauludan di PRJ Berlangsung Semarak

Acara dimulai dengan pembagian santunan kepada anak yatim piatu, fakir miskin, dhuafa yang dilakukan oleh Direktur Utama PT PLN Ir. Eddie Widiono. Sebanyak 600 paket bantuan menyertai doa untuk bangsa.

Selanjutnya kelompok hadrah Yayasan Cahaya Untaian Mutiara membacakan maulid atau sejarah kehidupan rasul diiringi dengan musik hadrah yang dimainkan dengan rancak.

Budayawan asal Jombang, Emha Ainun Najib bersama kelompok musik Kiai Kanjeng selanjutnya memainkan lagu-lagu Islami. Berbagai tempang mengalun merdu menghibur para jamaah yang datang dari berbagai majelis taklim di Jakarta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selanjutnya, acara diisi dengan beberapa ceramah diantaranya oleh Ketua LDNU KH Nuril Huda, Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj. Acara diakhiri dengan doa oleh Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Saifudin Amsir. Hujan deras berlangsung ditengh-tengah acara, untungnya acara dilaksanakan digedung tertutup sehingga tak mengganggu rangkaian kegiatan.(mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 05 Desember 2017

Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Way Kanan M Thohir di Blambangan Umpu, Lampung, mengaku bangga dengan salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor, yang mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU

"Saya bangga dengan kalian Ansor dan juga Banser. Kalian benteng terakhir NKRI. Kami berterima kasih kalian hingga saat ini masih aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan," ujar M Thohir pada kegiatan "Riungan (kumpulan) Kebangsaan", Senin (27/7), bertema "Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan" di aula Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Thohir mengapresiasi kegiatan berisi donor darah dan diskusi kebangsaan dengan topik "Masih Perlukah Indonesia Dengan Pancasila?" yang menghadirkan pembicara I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda Katolik Way Kanan, dan Ketua PC Lakpesdam Supri Iswan yang dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ke depan kegiatan semacam ini harus ada lagi, kita buat lagi dan kita berdoa agar semakin baik. Tidak menjadi persoalan saya di matahari (Muhammadiyah) dan kalian di bintang (Nahdlatul Ulama). Kita bisa ha ha hi hi (bercengkerama-red) dan bergandengan tangan untuk bangsa," ujar dia lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senada Thohir, Ketua Komisariat Pemuda Katolik Kabupaten Way Kanan Andreas Sugiman mengapresiasi kegiatan yang merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut.

"Ini acara positif. Ini kegiatan yang bermanfaat untuk kita semua. Kami warga gereja menolak kekerasan atas nama agama seperti terjadi beberapa pekan lalu. Pemaknaan Pancasila tidak bisa ditawar-tawar lagi," ujar Kepala Kampung Sriwijaya Kecamatan Blambangan Umpu itu lagi.

Pada kegiatan dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Way Kanan Farida Aryani, Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, Ketua Pergunu Ali Tahan Uji, alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 dan Kasatkorcab Banser Alex Almukmin beserta jajaran, OSIS dari SMKN1 Blambangan Umpu dan SMAN2 Blambangan Umpu, alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Baradatu, sejumlah anggota Darma Wanita Persatuan Way Kanan, Sugiman membacakan pantun: "Pergi ke pasar bersama dia, jangan lupa membeli pala, kalau bangga sebagai warga negara Indonesia, kita wujudkan nilai-nilai Pancasila," ujar Sugiman yang tercatat sebagai Bendahara Pejuang Siliwangi Kabupaten Way Kanan itu. (Tegar Inartsa Tantra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Nasional, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 20 November 2017

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru

Nasruddin Latif, Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlatus Syubban ini awalnya hanya sekedar menyalurkan hobi berselancar di dunia maya via. Namun kemudian blog yang dibuatnya dirujuk banyak orang. Khususnya sesama guru MI di berbgai daerah.

MI Raudlatus Syubban berada di Desa Wegil Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, cukup jauh dari pusat kota, sekitar 35 Km. Nasruddin Latif (36), mengaku saat pertama kali bertugas di MI Wegil pada 2006 ia menempuh perjalanan 40 menit dengan kendaraan roda dua dari kampung halamannya di Desa Kunir, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.

Nasruddin prihatin saat awal bertugas di MI Wegil. Letak geografisnya jauh sekali dari kota kecamatan. “Informasi pun sering kali lebih banyak terlambatnya. Mungkin karena akses dan banyak hal lain,” ujar Nasruddin.

Ia mencontohkan, tiap tahun ajaran baru para guru harus merencanakan program madrasah ke depan. Senjata utamanya pakai kalender pendidikan (kaldik). Sementara jika kaldik tersebut tidak segera sampai ke madrasah, tentu menjadi persoalan tersendiri. Dari Kemenag tingkat provinsi, Kaldik turun ke kabupaten/kota, baru ke pengawas kecamatan, diteruskan ke KKM. “Terakhir para kepala madrasah diundang. Nah, baru masuk ke madrasah sini. Zaman dulu begitu,” ungkap Nasruddin.

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru

Karena panjangnya birokrasi yang musti melewati beberapa pintu, belum lagi jika ada keterlambatan di salah satu pintu tersebut, kata dia, dapat dibayangkan bisa jadi sebulan kemudian pihaknya baru mempunyai kaldik.

“Padahal Juli sudah mulai kegiatan. Itu cuman sekedar salah satunya. Belum lagi informasi yang lain, misalnya tentang peraturan. Kan perlu kami ketahui juga agar selalu up to date,” ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Karena merasa informasi di tempatnya mengajar sering terlambat, maka Nasruddin mencoba mencari alternatif informasi lain. Yakni menggunakan media online. Kurang lebih dua tahun ia berlangganan informasi melalui e-mail dari salah satu blog yang senantiasa memberikan informasi tentang pendidikan. Blog tersebut dikelola oleh seorang Guru Sekolah Dasar.

“Dari blog tersebut saya senantiasa mendapatkan informasi tentang pendidikan yang banyak saya butuhkan. Meski demikian, saya masih merasa kurang karena blog tersebut yang mengelola adalah seorang guru SD. Jadi, informasi-informasi yang diberikan proporsinya lebih banyak informasi yang dibutuhkan para guru SD. Padahal saya guru MI,” ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagai guru MI, Nasruddin tidak hanya membutuhkan informasi terkait pendidikan yang bersifat umum melainkan juga yang khusus berhubungan dengan madrasah. “Kalau ada pendataan yang online kadang-kadang saya kerjakan di rumah. Karena di sekolah kan nggak mungkin. Sebab sinyal internet susah sekali di sini,” kata Nasruddin.

Dari kondisi yang ia alami, ia kemudian berfikir, bisa jadi ada sebagian atau bahkan banyak juga rekan guru madrasah yang bernasib seperti dirinya yang butuh informasi up to date tentang pendidikan. Dalam rangka menunjang tugas-tugas sebagai guru madrasah, info terkini pendidikan menjadi hal penting. Nasruddin lalu membuat akun Facebook. Harapannya dapat berbagi informasi lewat update status di media sosial karya Mark Zukernberg ini.

“Saya bahkan sampai membuat sebuah laman Fanspage Facebook yang saya beri nama Mutiara Pendidikan hingga beberapa waktu. Melalui Fanspage Mutiara Pendidikan ini saya berbagi info dan terkadang berbagi tautan tentang pendidikan,” ungkap sarjana pendidikan Islam lulusan Universitas Wahid Hasyim Semarang ini.

Seiring berjalannya waktu, Nasruddin merasa berbagi informasi melalui Fandpage Facebook masih kurang efektif. Pasalnya, sulit mencari arsip-arsip informasi yang pernah di-update. Selain itu, ia juga berfikir mungkin akan lebih baik jika dia tidak hanya berbagi tautan web atau blog orang lain melainkan dapat berbagi tautan dari web/blog miliknya sendiri.

Mulailah ia belajar membuat blog secara otodidak dengan mengandalkan informasi dari hasil pencarian di google. Membuat blog ternyata tidak sesulit yang ia bayangkan. Hanya dengan modal gmail dan petunjuk cara membuat blog dari hasil pencarian google, ia pun punya blog. Nasruddin makin keranjingan blogging sehingga dalam sepekan ia betah hingga dua jam di warnet sepulang mengajar. Ia lalu belajar mengganti template blog, posting artikel, memasang wedget, dan lain sebagainya.

“Sampai di sini saya masih belum berani untuk share. Karena ini baru blog percobaan. Setelah sekitar empat blog saya buat hanya sekedar latihan. Lalu, sekiranya kemampuan dasar blog sudah lumayan terkuasai, maka mulailah saya buat blog yang nantinya siap dipublikasikan,” ujar Nasruddin.

Menurut dia, menentukan nama blog ternyata lebih sulit ketimbang membuat blog itu sendiri. Awalnya karena ia sudah memiliki Fanspage Mutiara Pendidikan, ia pun ingin menggunakan nama yang sama. “Tetapi sebagai guru madrasah, saya ingin memperlihatkan kemadrasahan saya. Lalu, muncul ide nama blog Guru Madrasah. Ternyata sudah ada. Blog Guru Madrasah Ibtidaiyah juga sudah ada meski blog-blog tersebut jarang posting,” paparnya.

Di tengah kegalauan tersebut, terbersit dalam benak adanya kata “Abdi Negara”, dan “Abdi Masyarakat”. Akhirnya, ia memilih nama “Abdi Madrasah” yang disingkat “Abdima”. Hal yang lebih menguatkan Nasruddin memilih nama tersebut lantaran adanya kesadaran betapa pentingnya peran madrasah dalam kehidupan dirinya.

“Sebab, dari madrasah lah saya mulai dikenalkan dengan huruf dan angka. Dari madrasah lah saya belajar membaca, menulis, dan berhitung. Yakni di MI kemudian melanjutkan ke MTs, terakhir di MA. Jadi, karena merasa dicetak oleh madrasah, maka sedikit banyak ingin bermanfaat bagi madrasah. Tentu, sebatas kapasitas dan kemampuan yang saya miliki,” ujarnya merendah.

Tanpa menunggu lama, pada 19 Desember 2012 secara resmi Nasruddin memiliki blog bernama “Abdi Madrasah” yang beralamat di http://abdima.blogspot.com/. Setelah beberapa hari melengkapi blog dengan berbagai tulisan termasuk wedget dan lain sebagainya, terpublishlah posting perdana pada 31 Desember 2012.

Sejak ia mempunyai blog, baik Mutiara Pendidikan maupun Abdi Madrasah, ia mulai mem-posting tulisan pada 30 Desember 2012. “Otomatis fanspage saya di Facebook saya ubah menjadi Abdi Madrasah karena menyesuaikan blog tadi itu,” kata dia.

Ia berprinsip hanya ingin berbagi tanpa orang lain mengetahui jati dirinya. Ia berharap bisa berbagi tanpa diiringi rasa sombong. “Saya pernah dengar, kalau bisa tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Yang penting tujuan saya main blog itu kan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya mantap.

Nasruddin menuturkan, dalam blognya tertulis ‘membagi informasi kepada para sahabat agar hidup ini lebih bermanfaat.’ Makanya, dalam admin itu ia tidak menuliskan database-nya. “Saya hanya menulis sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah yang mulai mengenal huruf dan angka dari madrasah. Oleh karena itu, harus berbuat yang terbaik untuk madrasah,” tegasnya.

Sebagai guru saya ia butuh informasi terbaru, jadi sederhananya Butuh Cari Dapat Bagi (BCDB). Jika ia butuh info, maka ia pun segera mencarinya. Setelah mendapatkannya, lalu ia membagikannya kepada siapa saja. Pada saat Facebook-an, Nasruddin mengaku seringkali melihat sebagian temannya membagikan berita tentang madrasah.

“Saya pun ikut nge-share. Tapi sebelumnya saya buat postingannya. Yang penting di google itu kan nggak boleh copas. Kalau sekedar mengulas kan boleh. Meski ada juga yang copas, tapi saya cantumkan sumber dan link-nya. Misal, dari website direktorat madrasah tentang prestasi atau program apa gitu,” akunya.

Menurut Nasruddin, website Abdima banyak dikunjungi orang lantaran mereka mendapatkan berbagai informasi mengenai madrasah. (Ali Musthofa Asrori)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Ahlussunnah, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 12 November 2017

Warga Indonesia di Hadhramaut Gelar Tahlil 7 Hari Mbah Muchit

Tarim, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebanyak 46 warga Indonesia di Hadhramaut yang sebagian tergabung dalam perkumpulan “Keramat Jatim” mengadakan tahlilan dan memanjatkan doa bersama untuk 7 hari almarhum KH Muchit Muzadi di area kolam renang Mahsun lama, Tarim, Ahad (13/9). Tahlilan berlangsung khidmat dipimpin oleh alumnus Universitas Al-Ahgaf Yaman ustadz Aly Burhan.

Warga Indonesia di Hadhramaut Gelar Tahlil 7 Hari Mbah Muchit (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Indonesia di Hadhramaut Gelar Tahlil 7 Hari Mbah Muchit (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Indonesia di Hadhramaut Gelar Tahlil 7 Hari Mbah Muchit

Mereka melihat sosok Mbah Muchit yang terlahir di Jawa Timur memiliki jasa besar untuk NU. Perjuangan dan pengabdiannya dalam organisasi NU, sedikit banyak membentuk Indonesia terlebih Jawa Timur menjadi wilayah dengan nuansa Islam berciri khas Nusantara yang kental.

“Beliau adalah sosok yang sangat berjasa bagi Indonesia. karena murni putra Jawa Timur, sudah selayaknya kita memberikan hadiah tahlil dan doa di hari ke-7 wafatnya. Sebagai wujud rasa cinta dan rasa bangga kita terhadap perjuangan dan jasa yang beliau torehkan,” kata Ketua Keramat Jatim Wafda Muhammad.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rangkaian acara dimulai pukul 11.00 dengan tahlil dan doa bersama 7 hari wafatnya Mbah Muchit yang sebenarnya jatuh pada Sabtu kemarin.

Setelah tahlil bersama, mereka melanjutkan dengan agenda internal Keramat Jatim mulai dari laporan pertanggungjawaban hingga pergantian pengurus baru. Tepat pukul 13.15, rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin Habib Umar Aseggaf. (Adly/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Fragmen Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 09 November 2017

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang hidup dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?..? ?

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)
Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

?

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita. Sesungguhnya hanya taqwalah yang dapat menylematkan kita dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat nanti. Diatara jalan yang akan menuntun kita meraih ketaqwaan adalah jalan taubat. Barang siapa bertaubat dari segalam macam tindak keburukan pastilah dia akan meraih ketaqwaan. Karena ketaqwaan itu? menuntut diri menghindar dari kemaksiatan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang bergelimang dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

Memang demikianlah makna taubat secara bahasa yaitu kembali. Artinya, kembali meinggalkan perkara yang tercela dalam pandangan agama. Perkara yang tercela sangat banyak ragam dan tingkatannya. Bagi mereka yang berkecimpung dalam kehidupan yang sarat akan kemaksiatan maka taubat itu harus dilakukan untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan tersebut. Bagi mereka yang keseharainnya selalu mengerjakan dosa-dosa kecil, maka taubatnya adalah menghindar dari dosa-dosa kecil tersebut. Karena jika ditumpuk, maka yang kecil akan menjadi besar juga. Demikian juga bagi mereka yang hiruk-pikuknya dalam kubangan kemakruhan (perkara yang dibenci agama) maka pertaubatannya dengan menghindar dari kemakruhan. Setiap pribadi harus selalu bertaubat menurut kapasitas masing-masing.

Abdul Wahhab As-Sya’roni menjabarkan berbagai tingkatan taubat. Taubat paling dasar adalah taubat yang harus dilakukan untuk kembali dari dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, kemakruhan dan dari perkara yang tidak diutamakan.

Tingkatan kedua adalah bertaubat dari merasa diri sebagai orang baik, merasa dirinya telah dikasihi Allah dan bertobat dari merasa dirinya telah mampu bertaubat kepada Allah swt. Sesungguhnya berbagai macam perasaan ini aalah sebuah kesalahan yang lahir dari penyakit hati manusia yang sangat halus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dan puncak taubat adalah kembali mengingat Allah swt dari kelalaian mengingatnya waluapun sekejap saja. Karena melupakan-Nya adalah sebuah dosa.

Ma’asyiral Muslimin Rahimkumullah

Demikianlah tiga tingkatan taubat yang dijabarkan oleh As-Sya’roni. Selanjutnya tinggal kita meraba diri masing-masing dimanakan posisi kita berada dalam tiga tingkatan taubat tersebut. Andaikata kita masih berada dalam tingkat dasar, hendaklah kita pertahankan taubat kita sambil berusaha belajar menginjak taubat tingkat kedua. Dan apabila kita telah berada di tingkat kedua, maka berhati-hatilah sesungguhnya syaitan selalu mengintai kelengahan agar kita kembali terjerembab dalam kubangan dosa.

Oleh karena itu, Allah swt berfirman dalam surat Hud ayat 112

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Bertaubat tidaklah harus menunggu perbuatan dosa terlebih dahulu, tetapi setiap dosa harus segera ditaubati. Karena pada dasarnya manusia yang hidup di dunia ini berada dalam kubangan kesalahan. Baik kesalahan dhahir yang kasat mata maupun kesalahan bathin yang dilakukan hati. Sebagaimana Rasulullah saw pernah menerangkan hal ini kepada Abdillah bin Mas’ud “Barang siapa bertaubat tetapi tidak meninggalkan kesombongan dan kecongkakannya, berarti dia belum bertaubat”

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Taubat merupakan kesempatan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya yang telah melakukan kesalahan. Taubat adalah peluang emas bagi manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Oleh karena itulah jika kita ingin disayang olehnya segeralah bertaubat.

? ? ? ? ? ?

Allah swt sungguh mengistimewakan para pertaubat, apalagi jika mereka adalah orang-orang muda. Sungguh Allah swt. akan mengganti segala keburukannya menjadi kebaikan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. ?

Jama’ah Jum’ah yang Dimuliakan Allah

Demikianlah Allah swt benar-benar mengistimewakan mereka yang bertaubat sebagaimana kisah seorang pemabuk ketika berjumpa degan Umar bin Khattab, sedangkan dia sedang membawa botol berisi menuman keras. Diceritakan pada sebuah lorong kota Madinah, Umar bin Khattab tak sengaja berjumpa dengan seorang pemuda yang sedang berjalan dengan menenteng minuman keras. Begitu pemuda itu sadar sosok yang berpapasan dengannya adalah Umar, seketika itu pula secara reflek ia sembunyikan minuman keras dibalik jubahnya.

Lalu Umar bertanya tentang botol apakah gerangan yang berada dibalik jubahnya tersebut. Begitu malunya pemuda itu akan tingkah lakunya sehingga ia berdo’a dalam hati “Ya Allah janganlah Engkau membuka rahasia –keburukan-ku. Dan janganlah Engkau permalukan diriku di hadapan Umar bin Khattab, tutuplah semua itu dan aku berjanji tidak akan minum-minuman keras lagi selamanya”.

Kemudian pemuda itupun berbohong dan menjawab bahwa yang ada di balik jubahnya adalah cukak “Ya Amiral Mukminin yang aku bawa ini adalah cukak”. Umarpun menuntut lebih jauh “bukalah sehingga aku mengetahui apa yang sebenarnya kau sembunyikan dibalik jubahmu itu”.

Maka pemuda itupun mengeluarkan botol yang berada di balik jubahnya dan masyaallah minuman keras itu telah berubah menjadi cukak yang nikmat dan segar.

Inilah bukti betapa Allah swt memang mengistimewakan para pertaubat. Mereka yang telah bertekad bulat meninggalkan keburukan pasti Allah swt ganti dengan kebaikan ‘yubaddilullahu sayyiatihim hasanatin’

Jama’ah Jumah yang Berbahagia

Kisah di atas menjadi petunjuk bagi kita semua bahwa modal bertaubat bukanlah baju koko, peci ataupun sorban dan sajadah, tetapi dengan tekad bulat dan niat yang mantab dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, serta kesadaran bahwa hanya Allahlah yang memberi petunjuk sekaligus Sang Maha Penerima Taubat.

Bukankah pengakuan akan kesalahan dan kebulatan tekad dari Nabi Adam as. sehingga Allah swt menerima pertaubatannya setelah Nabi Adam as. terbujuk syaitan memakan buah khuldi di surga.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Jama’ah Jum’ah yang Mulia

Demikianlah khutbah jum’ah kali ini semoga kita semua tergolong orang yang bertaubat. Sesungguhnya mereka yang bertaubat akan diselamatkan Allah swt dari perbuatan-perbuatan yang buruk.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Barang siapa memperkuat taubatnya, pasti dijaga Allah dari segala hal yang merusak keikhlasan dalam beramal.

? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

(Pen/Red Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 05 November 2017

Pascapilkada, PCNU Depok Ambil Sikap Kritis terhadap Pemkot

Depok, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menggelar rapat kerja (Raker) di Asrama Haji, Bekasi, Ahad (24/1). Forum rapat ini menghasilkan rekomendasi tentang posisi PCNU Depok yang mengambil sikap kritis terhadap Pemerintah Kota Depok pascapilkada.

"PCNU Depok akan memosisikan diri sebagai organisasi massa yang kritis konstruktif pada Pemerintah Kota Depok. Sikap ini diambil karena pengawasan DPRD lemah. Kita ikut berperan di situ," ujar Ketua PCNU Kota Depok Ustadz Raden Salamun Adiningrat di sela rapat, Ahad (24/1).

Pascapilkada, PCNU Depok Ambil Sikap Kritis terhadap Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascapilkada, PCNU Depok Ambil Sikap Kritis terhadap Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascapilkada, PCNU Depok Ambil Sikap Kritis terhadap Pemkot

Menurutnya, posisi sebagai ormas yang kritis konstruktif pada Pemkot Depok berangkat dari kegelisahan yang dirasakan umat. Ia menambahkan, dalam keputusan tersebut hasil rapat akan dilaksanakan secara bersama dari pengurus NU tingkat kecamatan dan badan otonomnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Terkait lemahnya peran pengawasan DPRD, silakan anggota dewan boleh bantah. Kita tidak melakukan pengawasan pada anggaran saja, tapi juga pada program yang macet dan nantinya? kita kritisi secara konstruktif. Tentunya, tidak kritik terus, tapi kita juga akan memberikan apresiasi bila benar dan berprestasi," ujar Raden Salamun.

Ketua penyelenggara rapat Ustadz Nasihun Syahroni mengatakan, posisi NU akan dibahas dalam komisi rekomendasi. Menurutnya, posisi NU di sini adalah sebagai pengkritisi konstruktif di Pemkot Depok.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Di sidang rekomendasi akan gali oleh teman pengurus MWCNU di mana PCNU sebagai penyeimbang atau pihak yang mengawasi jalannya pemerintahan," kata Nasihun.

Kepala Bapeda Depok Drg Hardiono yang menjadi salah satu narasumber rapat kerja berharap PCNU Depok bisa memberikan warna dalam pembangunan. Pasalnya, banyak potensi yang bisa disinergikan dengan pemerintah.

"Kita berharap NU bisa mewarnai pembangunan. Tentunya, NU melalui lembaga dan badan otonomnya bisa bersinergi dengan dinas-dinas Pemkot Depok," kata Hardiono.

Dalam kesempatan itu, Rais Syuriyah PBNU juga memberikan pembekalan kepada peserta raker. Tampak hadir Kepala Kanwil Kemenag Jabar H Bukhori, Direktur PNJ Abdillah, H Yuyun Wirasaputra, dan lainnya. (Aan Humaidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 04 November 2017

Abah Afandi, Santri Kepercayaan Mbah Wahab Chasbullah

KH Afandi Abdul Muin Syafi’i yang akrab disapa Abah Afandi berpulang ke Rahmatullah, Rabu (13/7) dalam usia 78. Pengasuh Pesantren Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat itu pernah menuntut ilmu di sejumlah pesantren besar, salah satunya di Pesantren Tambakberas Jombang.? Sebelum wafat, Abah Afandi merupakan Pengasuh Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat.

Beliau menuntut ilmu di pesantren Tambakberas mulai tahun 1953 sampai tahun 1962. ? Selama mondok, beliau termasuk salah satu santri berprestasi serta dekat dengan para guru dan kiainya, tidak terkecuali dengan Mbah KH Abdul Wahab Chasbullah dan KH Abdul Fattah Hasyim Idris (dua kiai sepuh Pesantren Tambakberas kala itu).

Abah Afandi, Santri Kepercayaan Mbah Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Abah Afandi, Santri Kepercayaan Mbah Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Abah Afandi, Santri Kepercayaan Mbah Wahab Chasbullah

Karena dekat dan dipercaya oleh kiai, tidak jarang beliau diminta untuk mbadali atau menjadi pengganti jika kiainya ada udzur (halangan). Sehingga saat itu, di kalangan para santri, beliau (Afandi muda) dikenal dan mendapat laqob atau julukan Qori.?

Demikian, kata KH Moh. Faiq Hasyim Idris Pondok Pesantren Kedunglo Kediri Jawa Timur. Disamping mbadali ngaji di masyarakat jika kiai-nya ada udzur, beliau juga mempunyai rutinitas mengajar santri-santri junior.?

Suatu tugas dan kepercayaan yang jarang didapat oleh santri-santri senior yang lain, meskipun telah lama nyantri. Kecuali santri yang mempunyai kelebihan dibanding santri-santri lain dan telah dianggap mampu oleh kiai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bahkan oleh Mbah Kiai Wahab, sering pula Afandi muda diamanati untuk menjadi imam shalat berjamaah di masjid Pesantren Tambakberas Jombang setiap Mbah Wahab akan bepergian.

Bahkan Abah Afandi pernah bercerita, ketika boyong terakhir dari Pesantren Tambakberas Jombang, dia diantar langsung oleh Mbah Wahab dengan menggunakan mobil pribadi Mbah Wahab sampai Indramayu Jawa Barat. Kebetulan waktu itu, Mbah Wahab ada keperluan ke arah Barat, tepatnya menuju Jakarta. Sehingga melarang santri kesayangannya itu boyong dari Pesantren Tambakberas dengan naik transportasi umum.

Dalam perjalanan dari Jombang menuju Jawa Barat itu, Afandi muda oleh Mbah Wahab banyak dikenalkan kepada sejumlah kiai dan tokoh terkemuka di daerah Jawa Tengah, termasuk dikenalkan dengan Sultan Yogya waktu itu.***

Ditulis oleh KH Abdul Nashir Fattah, Rais PCNU Jombang, Pengasuh Pesantren Al-Fathimiyah Tambakberas.

(Red: Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 11 Oktober 2017

Ketika Mendes Jajal Jembatan Reot di Pandeglang

Pandeglang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo mengungkapkan kegelisahannya saat meninjau kondisi infrastruktur di Desa Kadubera Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang, Senin (12/9). Ia melintasi jalan tanah berlubang bahkan jembatan reot dari bambu tua di salah satu aliran sungai desa. Di sanalah, anak sekolah dan petani beraktifitas setiap harinya.

Ketika Mendes Jajal Jembatan Reot di Pandeglang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Mendes Jajal Jembatan Reot di Pandeglang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Mendes Jajal Jembatan Reot di Pandeglang

"Tadi waktu jalan ke sini memang saya merasakan banyak goyang-goyang. Tapi mudah-mudahan dengan dana desa, perlahan jalan-jalan di desa ini bisa segera diperbaiki," ujarnya bersama warga.

Desa Kadubera adalah salah satu dari 75 desa tertinggal di kabupaten Pandeglang. Tahun ini, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memberikan bantuan berupa 2 unit jembatan penghubung antar desa. Dengan jembatan tersebut, diharapkan dapat mempermudah masyarakat setempat untuk beraktivitas.

"Kementerian-kementerian lain nanti juga bisa bantu sesuai tupoksinya. Kalau dana desa awalnya dipakai untuk infrastruktur desa, selain itu diselingkan juga untuk pengembangan ekonomi misalnya lewat BUMDes," ujarnya usai menyerahkan hewan kurban.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain itu, Menteri Eko juga mengatakan pentingnya peran kepolisian dan TNI dalam mensukseskan pembangunan desa. "Kalau desa tidak aman, pembangunan di desa tidak akan bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, dari 326 desa di pandeglang 75 desa di antaranya masih kategori tertinggal. Ia berharap, Kemendes PDTT dapat membantu daerahnya agar terlepas dari kategori tertinggal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saya berterimakasih sekali kepada pak Eko (Mendes PDTT) yang di sela-sela hari raya idul adha masih menyempatkan diri untuk berkunjung di desa-desa kami," ujarnya.

Irna mengakui, kabupaten yang ia pimpin saat ini telah banyak mendapatkan dorongan dari pemerintah pusat untuk menjadi daerah maju. Bantuan 2 jembatan penghubung yang diberikan Kementerian desa misalnya, diyakini berpengaruh pada aktifitas ekonomi petani.?

"Untuk dua jembatan ini bantuan yang diberikan Kementerian Desa hampir Rp1 Miliar. Satu untuk menghubungkan desa Sukalangu dan Kadubera, juga untuk menghubungkan antar kecamatan," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah, Warta, Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock