Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam ?

Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengomentari pameran lukisan Nabila Dewi Gayatri dengan menunkil sebuah hadits “Innallaha jamil yuhiibul jamal”. Artinya Allah itu Maha Indah menyukai keindahan. Ciptaan-ciptaan Allah yang serba indah menginspirasi makhluknya, manusia, untuk menirunya. Atau dengan istilah lain, berkesenian.

?

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai

“Angin dengan tinggi rendah temponya menggesek daun-daun cemara, ditingkahi irama alunan ombak laut dan rintik hujan, menginspirasi manusia untuk melahirkan seni musik,” kata kiai yang akrab disapa Gus Mus tersebut pada katalog pameran bertajuk Sang Kekasih yang akan dibuka Ketua Umum PBNU di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5). ?

Sementara keindahan laut, lanjut kiai yang penyair dan pelukis itu, dengan riak-riak ombak gelombang dan ikan-ikannya, hingga cakrawala dan langit biru dengan awan-awannya yang berarak di atasnya; gunung-gunung, kelok-kelok sungai dan gemericik airnya; pepohonan, belukar, gelaran hijau sawah, dan rerumputan; bahkan berbagai bentuk dan rona wajah manusia itu sendiri; menginspirasi manusia untuk melahirkan seni rupa.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Lihatlah pameran berjudul Sang Kekasih yang digelar oleh pelukis perempuan, Nabila Dewi Gayatri ini. Sebagai pelukis yang mecintai para kiai, alias ulama Nusantara, Nabila yang sebanrnya pelukis surealis mencoba menghadirkan sosok idolanya dalam lukisan realis, naturalis,” jelas Gus Mus.?

Dengan pameran itu, lanjut Gus Mus, sang pelukis mengajak bernostalgia, berharap orang-orang terutama para santri sekarang dapat mengenang bukan hanya kedalaman ilmu dari para ulama pendahulu tersebut, tapi terutama juga mengingat kearifan dan perjuangan mereka dalam berkhidmah kepada agama, umat, bangsa dan negara.

“Dengan kata lain, Nabila ingin lukisan-lukisan ini dapat menjadi obat kangen yang pada gilirannya dapat mengobarkan semangat penghormatan kepada ulama Nusantara yang teduh mengayomi, yang tidak hanya alim, tapi arif dan penuh dedikasi bagi agama, umat, dan tanah air mereka.”?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Gus Mus, Nabila yang putri seorang kiai itu, dengan lukisannya yang khusus menampilkan wajah-wajah kiai yang merupakan ahli agama (Islam) juga menghapuskan kesan keterpisahan agama (kebenaran) dengan seni (keindahan) yang dikesankan oleh sementara orang.?

Pameran dengan kurator Yaksa Agus itu menampilkan kiai-kiai Nusantara dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari hingga KH Said Aqil Siroj. hingga 14 Mei. Tak kurang 50 wajah kiai dipajang di pameran yang akan berakhir 14 Mei itu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Halaqoh, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 24 Januari 2018

PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan setuju jika ada reshuffle terhadap menteri-menteri yang kinerjanya lamban untuk meningkatkan kinerja pemerintahan yang dalam sektor tersebut.

“Kalau menurut presiden ada menteri yang kinerjanya lamban, kendor setelah delapan bulan dilantik, kita sih sebagai ormas oke saja atas apa yang akan dilakukan presiden,” katanya di gedung PBNU, Kamis.

PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban

Menurutnya, sektor yang selama ini kinerjanya kurang menggembirakan adalah sektor ekonomi seperti terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, utamanya beras, nilai tukar rupiah dan dolar yang masih diatas 13.000, pengangguran, dan lainnya yang memberatkan masyarakat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini menandakan tim ekonomi presiden kurang berhasil selama enam bulan ini,” tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sektor lain seperti keamanan menurutnya mampu menunjukkan stabilitas yang baik dan bisa dirasakan, begal ditindak atau penangkapan gembong narkoba. “Kalau ekonomi, stagnan betul.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Budaya, Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mochammad Maksum Machfoedz menyebut pemerintah lebih memerhatikan impor sebagai model pembangunan ekonomi nasional. Semestinya pemerintah lebih memerhatikan model perekonomian berbasis industri domestik.

“Keliru model pembangunan nasional. Karena kita mengandalkan impor sebagai landasan industri nasional,” kata Prof Maksum dalam seminar perekonomian di tengah rangkaian Rakernas PBNU di Jakarta, Sabtu (19/11) sore.

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik

Menurut Prof Maksum, kebijakan perekonomian yang berbasis industri domestik akan memberikan banyak nilai lebih. “Kalau industri domestik, maka ini akan memberikan banyak nilai tambah. Sumber daya manusia terpakai.”

Di samping itu kebijakan perekonomian nasional berbasis industri domestik dapat mendorong pemeretaan perekonomian, kata Prof Maksum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Menteri Keuangan RI Sri Mulyani yang hadir dalam seminar ini menjelaskan kenapa negara tidak mengandalkan sumber daya alam sebagai sumber pendapatan nasional. Menurutnya, sumber daya alam membuat masyarakat tidak produktif.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Yang terjadi hanya konflik, perang, atau korupsi. Tiga hal ini yang hadir di negara kaya dengan sumber daya alam, tetapi tidak mampu mengelolanya dengan baik,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani melirik sektor jasa. Menurutnya, sektor jasa cukup penting. Banyak orang melakukan investasi di bidang kesehatan, ruma sakit, dan asuransi misalnya. “Sektor ini tidak memerlukan banyak sumber daya alam. Sektor ini jelas membutuhkan orang baik dan manajemen yang baik.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Halaqoh, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 06 Januari 2018

NU Kraksaan Istiqomah Gelar Istighotsah Selama 10 Tahun

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo tiap hari Jum’at malam rutin menggelar kegiatan istighotsah. 

Kegiatan yang sudah berlangsung secara istiqomah selama 10 tahun ini diikuti oleh seluruh pengurus ranting NU, lembaga, lajnah dan badan otonom.

NU Kraksaan Istiqomah Gelar Istighotsah Selama 10 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan Istiqomah Gelar Istighotsah Selama 10 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan Istiqomah Gelar Istighotsah Selama 10 Tahun

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kraksaan Moch. Siddiq Hasan kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (10/2) mengatakan selain merupakan instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), istighotsah ini juga bertujuan untuk mengamalkan ajaran tradisi NU Ahlussunnah wal Jamaah dan mendoakan masyarakat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Dalam istighotsah ini kami berdoa bersama-sama dan memohon kepada Allah agar Kabupaten Probolinggo, khususnya Kraksaan menjadi daerah yang aman dan kondusif baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Selain itu diberikan kemudahan dalam segala hal sehingga dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan baik kepada ranting dalam melaksanakan program kerja,” ungkapnya.

Menurut Hasan, biasanya setelah istighotsah dilanjutkan dengan diskusi dengan seluruh pengurus ranting untuk membahas program kerja yang akan dijalankan baik di MWC maupun ranting NU. Usulan-usulan tersebut kemudian ditampung untuk diambil sebuah keputusan membuat usulan prioritas yang selanjutnya akan dijadikan sebagai program kerja.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Dalam kesempatan tersebut kami juga menyerap aspirasi warga nahdliyin dari masing-masing ranting. Kesulitan-kesulitan yang disampaikan warga nahdliyin selanjutnya kami bicarakan bersama untuk dicarikan solusi dan jalan keluarnya. Seperti pada saat adanya aliran sehat yang sangat meresahkan warga Nahdliyin karena ajaran yang disampaikan menyimpang dari akidah ahlussunnah wal jamaah,” jelasnya.

Dikatakan Hasan, melalui kegiatan istighotsah tersebut akhirnya tercipta sebuah ikatan silaturahim yang sangat kuat diantara sesama pengurus NU. Apalagi istighotsah ini merupakan salah satu tradisi ulama NU yang harus terus dilestarikan.

“Istighosah ini merupakan salah satu tradisi NU. Oleh karena itu saya berpesan kepada segenap masyarakat agar tidak meninggalkan tradisi-tradisi yang ada serta tetap berpedoman pada hal-hal yang telah dirumuskan oleh para ulama-ulama NU,” pintanya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 05 Januari 2018

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Makkah, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gedung Two Holy Mosques Architecture berdiri di pinggiran Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 10 kilometer ke arah barat dari Masjidil Haram.

Museum yang diresmikan sekitar 20 tahun yang lalu itu menyimpan dokumentasi sejarah dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Miniatur replika Masjidil Haram menyambut para pengunjung museum di ruang penerima tamu, tempat pengunjung dapat melihat kondisi Masjidil Haram sebelum dan sesudah perluasan. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ruangan berikutnya adalah area Masjidil Haram, yang menyimpan benda-benda yang pernah dipasang di masjid tempat Kabah berada itu. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di antara benda-benda yang disimpan di ruangan itu ada tangga kayu ke pintu Ka`bah yang dipergunakan tahun 1240 Hijriyah. 

Ada juga potongan besar marmer berukir yang membentuk mimbar Masjidil Haram pada abad kesepuluh Hijriyah serta pintu Ka`bah yang saat ini sudah tidak digunakan. 

Benda-benda yang berkaitan dengan Ka`bah seperti Kiswah (kain penutup Ka`bah), alat tenun tradisional pembuat Kiswah, pilar Ka`bah dari tahun 65 Hijriyah, dapat ditemukan di ruang Ka`bah Al Musharaf. 

Di ruang foto, pengunjung dapat menyaksikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi di Masjidil Haram dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan foto Masjid Nabawi dan Kota Madinah pada masa lalu.

Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di sana, terutama yang berasal dari abad 13 Hijriyah.

Salah satu koleksi yang paling menarik pengunjung adalah mushaf asli Al Qur`an dari masa Usman bin Affan, yang dipamerkan di ruang Inscription and Manuscript.

Sementara beberapa pintu masjid dan mimbar dipamerkan di ruang Masjid Nabawi, masjid yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW. 

Sebuah sumur berpagar besi berukir lengkap dengan timba dan kerekan menjadi pusat perhatian di ruang sumur Zam Zam. 

Menurut keterangan yang tertera di sana, kerekan itu digunakan untuk menimba air Zam Zam pada akhir abad 14 Hijriyah, sedangkan ember timbanya berasal dari tahun 1299 Hijriyah.

Di area Zam Zam juga ada jam matahari yang digunakan untuk menentukan waktu shalat pada masa lalu, ada pula jam yang pertama dipasang di Masjidil Haram. 

Para pegunjung bisa menikmati benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut secara gratis. Tapi orang yang ingin melihat koleksi museum itu harus meminta izin untuk mengunjungi museum secara berkelompok.

Memotret

Berbeda dengan umumnya museum yang melarang pengunjung mengambil foto, di museum tersebut pengunjung bebas memotret apa saja di seluruh ruang pamer.

Sayangnya, tidak ada pemandu, buku petunjuk, maupun brosur atau selebaran yang menjelaskan perihal museum dan benda-benda koleksinya.

Petugas museum yang ditanya mengenai hal itu hanya menjawab singkat "Cari saja di internet, banyak kok".

Satu-satunya petunjuk bagi pengunjung hanyalah keterangan yang tertera pada setiap benda yang dipajang meskipun keterangannya sangat minim.

Meski demikian sejumlah pengunjung mengaku puas setelah berkeliling museum.

"Bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa datang lagi kalau umroh nanti," kata anggota jemaah haji asal Karangayar, Siti Ngadiroh.

Sementara Maman, yang datang bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Bandung, mendapat banyak keterangan dari Ketua KBIH yang bertindak sebagai pemandu.

Usai mengunjungi museum, biasanya jemaah haji melanjutkan tur ke peternakan Unta di Hudaibiyah, di tengah padang pasir yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari museum.

Selain dapat berfoto bersama unta, pengunjung juga dapat mencicipi susu dan urine unta yang konon berkhasiat obat. 

Satu botol berisi 200 mililiter susu dijual dengan harga lima riyal dan satu botol berisi 200 mililiter urine unta dijual dengan harga 20 riyal. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI

Makassar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pada pertengahan Mei 2016 ini, Subdit PAI pada SMP kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan pembelajaran dan penilaian serta Workshop Tuntas Baca Tulis al-Qur`an (TBTQ) selama 3 (tiga) hari, 12 s/d. 14 Mei 2016. Pembukaan dihadiri oleh Direktur PAI Kemenag RI H Amin Haedari, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Kabid PAIS, dan Kasubdit PAI SMP.?

Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI

Dalam penuturannya sebagai Ketua Panitia, Nifasri M. Nir, Kamis (12/5) seperti dilansir pendis.kemenag.go.id menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam pengembangan kompetensi guru PAI. Khusus untuk TBTQ, kegiatan mengarah pada pengembangan penerapan metode BTQ untuk siswa di sekolah. Peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menyebarluaskan kembali pengetahuan yang diperoleh untuk wilayah masing-masing.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Harapan untuk kemajuan PAI berawal dari perhatian hal-hal yang kecil. Mulai dari kebersihan, kedisiplinan, kerapian, dan sebagainya. Guru PAI dapat menjadi personal penting dalam mengawalinya. Nifasri berharap guru PAI dapat mendorong semua warga sekolah untuk pembiasaan keislaman dan Islam yang rahmatan lil alamin.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekolah dapat mengembangan budaya-budaya yang baik, sehat, jujur, dengan berkolaborasi dengan guru PAI. Guru PAI dalam pandangannya harus mampu mengembangkan kompetensi siswa sehingga mereka dapat hidup bermasyarakat lebih baik.

H Abdul Walid Tahir, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan pernyataan bahwa peserta harus dapat memanfaatkan momentum baik ini dalam pengembangan kompetensi. Beliau menyiratkan bahwa terdapat tahapan dalam pengembangan kompetensi al-Qur`an ini mulai dari mengenal, gemar, mengetahui aturan baca, dan mengamalkannya. Ini menjadi acuan penting bagi guru PAI.

Sementara itu, Direktur PAI Amin Haedari mengharapkan peserta TBTQ dapat menjadi duta bagi masing-masing provinsi untuk menuntaskan BTQ. Tema yang diusung oleh metode yang cepat, tepat, menyenangkan, bertahap, dan lebih cepat tuntas. Sudah usang, jika hanya membicarakan BTQ.?

“Masih ada permasalahan yang lebih krusial, seperti ketertinggalan pendidikan dibandingkan dengan negara lain. Pembelajaran sangat berhubungan dengan cara mengejar ketertinggalan tersebut dan membutuhkan terobosan yang lebih cepat lagi,” ujar Amin Haedari. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Halaqoh, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 01 Januari 2018

1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. PMII Kota Banjar merilis hasil kajian perihal wajah APBD Kota Banjar tahun Anggaran 2014. Ketua Kajian Kebujakan Publik PMII Kota Banjar Wahidan melihat Walikota Ade dengan Wakilnya Darmaji melakukan pemborosan pada tahun 2014 terutama penganggaran yang terlalu besar untuk pengadaan dan pemeliharaan kendaraan dinas kota dibandingkan aliran untuk sektor pertanian.

Wahidan menyampaikan sejumlah perbandingan angka penganggaran APBD Kota Banjar dalam diskusi bertajuk "Mengupas Satu Tahun Kepemimpinan Ade-Darmaji" di Sekretariat PMII jalan Cibeureum, Sukamaju, desa Mulyasari, Selasa (2/12).

1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran

Pemerintah Kota Banjar menganggarkan 8.486.757.350 untuk 57 unit pengadaan kendaraan dinas dari seluruh SKPD, dengan rincian antara lain DPRD sebesar 1.035.000.000, sekretariat daerah 5.043.200.000, dinas PU 570.000.000, DCKLH 600.000.000, termasuk pengadaan kendaraan dinas 1 unit untuk institusi KORPRI sebesar 179.235.000.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sedangkan untuk total belanja langsung yang menyangkut publik di sektor pertanian hanya sebesar 7.712.616.362.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Perbandingan ini cukup menyakitkan. Banjar menjadi kota agropolitan tampak hanya isapan jempol. Jika kendaraan dinas yang sudah ada masih layak pakai seperti mobdin untuk pimpinan DPRD, kenapa mesti beli yang baru? Pemborosan. Ini akan berdampak pada pembengkakan biaya pemeliharaan kendaraan dinas di anggaran tahun berikutnya,” kata Wahidin yang kini diamanahkan sebagai Bendahara PMII Banjar.

Meskipun secara aturan tidak bermasalah, tetapi secara moral ini patut dipertanyakan, kata Wahidan.

Belum lagi besaran pos anggaran pemeliharaan rutin kendaraan dinas yang mencapai 6.067.661.071. jumlah itu jauh melampaui anggaran pengadaan obat dan perbekalan kesehatan yang hanya dianggarkan sebesar 2.151.700.496.

"Ini menggambarkan pemkot lebih mementingkan kepentingannya sendiri daripada kepentingan di sektor pertanian maupun kesehatan," kata Wahidan dalam rilisnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam.

PMII Kota Banjar meminta Pemkot Banjar untuk memangkas secara signifikan anggaran pemeliharaan kendaraan dinas pada APBD ? tahun anggaran berikutnya. PMII juga mendesak Pemkot untuk mengurangi anggaran-anggara yang irasional.

Program yang bersifat seremonial harus dialihkan untuk kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Pemkot harus memahami cara penggunaan APBD yang efisien, efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan rakyat. Jangan terlalu memanjakan pejabat dengan memberikan kenadaraan dinas tiap tahun, prinsip transparansi juga kewajiban mutlak pemkot," tutupnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nusantara, Tegal, Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam. Meski berusia tidak lagi muda, para ibu Muslimat NU dengan menggunakan fasilitas gadget mampu menggaet pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Lewat program Pilihanku, selama setahun ini Mereka berhasil mengajak ribuan PUS di Kabupaten Brebes untuk memasang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Progresnya bagus banget, para motivator Muslimat NU dalam perkembangannya tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjadi pengantar, penjemput bahkan hingga menunggui sampai selesainya pemasangan alat kontrasepsi,” tutur Ketua Pelaksana Program Pilihanku PP Muslimat NU Hj Kusnia Nasser di sela Refresh Training Motivator KB Muslimat NU di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (9/5).

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Dalam refresh ini, kata Nia, dimaksudkan untuk menggali pengalaman motivator, kendali dan kendali, serta berbagai pengalaman bagus sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan langkah berikutnya.

Nia mengaku bangga dengan capaian yang telah dilakukan oleh para motivator Muslimat NU Brebes. Tidak harus dengan dana yang besar, ternyata ajakan dari para motivator mampu merubah perilaku PUS. Yang tidak peduli jadi peduli, yang acuh jadi semangat.?

“Muslimat bisa menjadi penangkal hoaks tentang KB,” pujinya.

Sebanyak 60 motivator Muslimat NU dalam praktiknya tidak sekadar memberi saran, mengajak atau memotivasi PUS saja tetapi juga aksi turun ke lapangan dengan semangat membara.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kusnia yang juga Ketua 2 Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat mengatakan program ini akan berakhir pada Oktober 2017. Untuk itu kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dipersilahkan untuk memanfaatkan keberadaan motivator KB Muslimat NU untuk mensukseskan program KB.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebab, BKKBN Pusat, lanjutnya, Indonesia membutuhkan 85.000 Penyuluh Lapangan KB. Sedangkan PLKB yang dimiliki pemerintah berkisar antara 15-20 ribu orang penyuluh, sehingga kekurang 65 ribu PLKB. “Kehadiran Motivator di tengah-tengan masyarakat perlu dirawat dan dijaga keberlanjutan kerjanya,” tandasnya.

Selain di Brebes para motivator KB Muslimat NU yang dibekali tablet ini, juga tersebar di Cilacap, Klaten, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.?

Kepala DP3KB Khambali mengaku bangga dengan adanya motivator Muslimat NU, karena bisa membantu PLKB dalam menyukseskan program KB. Terbukti, Muslimat NU selalu menjadi juara 1 dalam perolehan akseptor KB tingkat Provinsi Jawa Tengah.?

Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, 60 motivator direkrut dari anggota PC Muslimat NU yang tersebar di 17 Kecamatan Brebes. Tugas pokok utama hanya mensosialisasikan dan mengajak akseptor untuk ber-KB. Mereka dibekali tablet yang sudah diisi aplikasi tertentu.

Sehingga motivator bisa menggunakannya secara intensive. Selain itu, metode ceramah di pengajian, perkumpulan PKK dan dasa wisma menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu Muslimat untuk melakukan ajakan ber KB. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Jadwal Kajian, Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 20 Desember 2017

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah

Ketika Almarhum Kiai Masduqie Machfudh masih kuliah di Jogja, ada salah satu dosennya yang anti terhadap ziarah kubur. Dosen tersebut menyatakan secara terang-terangan bahwa hukum ziarah kubur adalah haram.

Suatu saat Kiai Masduqie Machfudh mendapatkan kesempatan untuk berdialog dengan dosen itu seputar hukum ziarah yang hingga kini masih diperdebatkan itu.

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah

“Kalau ada ‘amr jatuh setelah nahyi itu hukumnya apa, Pak?” Abah membuka dialog dengan pertanyaan. Dalam kaidah usuhul fiqih, redaksi perintah (‘amr) yang datang setelah adanya larangan (nahy) membuat status hukum suatu perbuatan menjadi boleh.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sang dosen mengerti tentang kaidah ini dan menjawab, “Mubah.”

“Kalau amr-nya ada qarinah-nya bagaimana, Pak?” Qarinah merupakan keterangan nash yang memperjelas status hukum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ya, sunnah.”

“Pak, mengharamkan suatu hal yang sunah itu hukumnya bagaimana?”

“Ya kufur, dong.”

“Sekarang saya tanya, bagaimana hukumnya ziarah kubur, Pak?”

“Haram.”

Kiai Masduqie lantas menunjukkan bahwa sang dosen sedang mengharamkan perbuatan yang berstatus sunnah. Dengan logika itu, dosen ini secara otomatis masuk dalam kategori orang yang kufur.

Mendengar kata-kata tersebut, sang dosen bertanya keheranan, “Lho, kok gitu?”

Kiai Masduqie lalu menyodorkan hadits shahih yang menunjukan bahwa ziarah kubur itu adalah sunnah, alias mendapat pahala bagi yang mengamalkannya. Dalam hadits tersebut termuat amr yang jatuh setelah nahyi dan amr tersebut juga disertai qarinah yang memberi kesan bahwa perbuatan bersifat positif.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku (Nabi SAW) dulu melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena yang demikian itu mengingatkan akan kehidupan akhirat.”

Ternyata sang dosen tidak mengetahui keberadaan hadits ini. Sehingga ketika Kiai Masduqie menyodorkan hadits tersebut, sang dosen hanya diam.

Tak semua perbedaan pendapat disebabkan perilaku “asal beda”, atau karena hasrat ingin memusuhi. Seringkali perbedaan dipicu oleh ketakseragaman cara persepsi atau lantaran tidak tahu. Di sinilah pentingnya kemauan untuk terus belajar, berdialog dan tabayun (klarifikasi), sehingga perbedaan yang merupakan rahmat menjadi kian indah karena disikapi secara dewasa tanpa saling membenci.

Indirijal Lutofa, Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono Malang asuhan Almarhum Kiai Masduqie Machfudh;? mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Malang



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Halaqoh, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 13 Desember 2017

Dana Muktamar NU akan Dikelola Transparan dan Dapat Dipertanggungjawabkan

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Untuk bisa menyukseskan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, memang dibutuhkan biaya. Namun tidak seperti yang dituduhkan sebagian kalangan bahwa permusyawarahan tertinggi di NU ini memerlukan biaya sangat besar tetapi seluruh dana dikelola secara transparan dana dapat dipertanggungjawabkan.

Dana Muktamar NU akan Dikelola Transparan dan Dapat Dipertanggungjawabkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Muktamar NU akan Dikelola Transparan dan Dapat Dipertanggungjawabkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Muktamar NU akan Dikelola Transparan dan Dapat Dipertanggungjawabkan

Bantahan disampaikan Sekretaris Panitia Daerah (Panda) Muktamar NU Jawa Timur, H Thoriqul Haq. Kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Gus Thoriq, sapaan akrabnya memastikan bahwa seluruh biaya yang dibutuhkan dalam jumlah yang wajar serta bisa dipertanggungjawabkan.

"Kami tandaskan bahwa Muktamar ke-33 NU yang akan berlangsung di Jombang dari tanggal 1 hingga 5 Agustus memang memerlukan biaya yang tidak sedikit," katanya saat dikonfirmasi usai rapat Panda Muktamar, Selasa (24/2) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Melayani kebutuhan peserta muktamar dari seantero Nusantara dan ditambah utusan dari luar negeri tentu harus menggunakan pembiayaan yang tidak kecil. "Namun dapat dipastikan seluruh anggaran yang digunakan demi kelancaran muktamar dapat dipertanggungjawabkan," tandas Ketua Komisi C DPRD Jatim ini.

Sejumlah kebutuhan peserta selama muktamar memang telah dibahas secara teknis. Penjemputan peserta dari bandara Juanda Sidoarjo, demikian juga kendaraan untuk mengangkut peserta demi keperluan persidangan telah disiapkan dengan seksama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Belum lagi tambahan fasilitas seperti kamar mandi baru yang harus dibangun lantaran keberadaan fasilitas tersebut di pesantren yang bersangkutan tidak memadai," kata mantan Presiden BEM Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Fasilitas baru yang akan diterima masing-masing pesantren selaku tuan rumah muktamar disamping toilet baru, juga karpet dan bantal berlogo muktamar. "Semua nantinya akan kembali ke pesantren setempat sebagai kenang-kenangan dari muktamar," tandas bapak tiga anak ini.

"Apa yang disampaikanj pihak luar bahwa muktamar akan menghabiskan biaya hingga 15 Milyar adalah tuduhan tidak berdasar," tandas Gus Thoriq. Apalagi mereka tidak mengetahui secara detail kebutuhan panitia muktamar, lanjut alumnus pasca sarjana Universitas of Malaya Malaysia ini.

Karena itu baik H Saifullah Yusuf selaku Ketua Panda dan dirinya tidak terlampau menanggapi tuduhan berbagai kalangan tersebut. "Fokus kami selaku Panda adalah berkoordinasi dengan Panitia Pusat dan Panitia Lokal demi melayani para muktamirin, sehingga kegiatan berjalan khidmat dan sukses," ungkapnya.

Seperti diketahui, seluruh peserta Muktamar ke-33 NU akan ditampung di 4 pesantren besar di Jombang. Yakni Pesantren Tebuireng (Diwek), Pondok Pesantren Bahrul Ulum (Tambakberas), Pondok Pesantren Mambaul Maarif (Denanyar) serta Pondok Pesantren Darul Ulum (Peterongan).

Di 4 pesantren tersebut juga akan berlangsung sidang komisi dari mulai program, organisasi dan rekomendasi. Di salah satu pesantren juga akan dilangsungkan bahtsul masail yang dibagi menjadi masalah waqiiyah, maudluiyah serta qanuniyah.

Khusus untuk sidang pembukaan dan penutupan muktamar, termasuk sidang pleno pemilihan rais am dan ketua umum akan dilangsungkan di Alon-alon Jombang yang dipermak menjadi bangunan semi permanen. (syaifullah/mukafi niam)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kebangkitan Desa, buku yang diluncurkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengangkat desa pada kedudukan tertinggi. Buku ini adalah cerminan dari visi dan misi Kemendesa PDTT yang berkomitmen membangun desa untuk negeri.

"Buku ini adalah cerminan dari kementerian ini (Kemendesa PDTT). Kita melihat desa dari potret yang utuh. Ada budayawan, akademisi, musisi, kiai dan semua elemen masyarakat. Kita perjuangkan, bagaimana desa kita letakkan pada maqam yang setinggi-tingginya," ungkap Sekjend Kemendesa PDTT Anwar Sanusi pada peluncuran buku Kebangkitan Desa di Jakarta, Kamis (25/2).

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Buku ini, lanjut Anwar, mencoba memotret perjalanan waktu sejak terbentuknya Kementerian Desa PDTT yang menjalankan tugas dengan spirit membangun Indonesia melalui desa. Menurutnya, buku Kebangkitan Desa menekankan bahwa sudah saatnya desa berbicara.

"Semoga peluncuran buku ini akan menjadi awal baru bagi kita, untuk bersama-sama melihat desa yang akan tumbuh berkembang. Sudah saatnya desa turut serta dan bicara," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Anwar Sanusi mengatakan, Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah era baru sebagaimana diangkat dalam buku ini sebagai kebangkitan desa. Kemendesa PDTT dalam hal ini mencoba menyusun semangat baru dengan slogan desa membangun Indonesia.

"Buku dengan 500 halaman ini mengupas UU Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Desa. Dengan demikian desa semakin kuat, desa diharapkan mampu menjadi posisi terbesar di negeri ini," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengatakan, hadirnya Kemendesa PDTT adalah gagasan, terobosan, dan gerakan baru untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Sebagai pimpinan dari kementerian baru, Marwan berkomitmen untuk memperjuangkan desa dengan penuh kerja keras.

"Buku ini adalah potret dari kementerian yang baru, yakni gabungan dari 3 kementerian. Alhamdulillah, bisa kita lewati dengan baik," ujar Marwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Tokoh, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 29 November 2017

UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor

Bogor, Rohis Tegal - Rohani Islam. Usai diresmikan Oktober lalu, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur melakukan sosialisasi penjaringan tenaga pengajar. Pasalnya, kampus baru ini memerlukan banyak dosen tetap menyusul diterimanya 80 mahasiswa baru sebagai angkatan pertama pada 2014.

UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor

"UNU Kaltim membutuhkan 60 dosen. Kita tawarkan (kepada santri-santri) untuk menjadi dosen tetap," kata Ahmad Baequni, ketua Bidang Pengelola UNU Kaltim, di hadapan puluhan mahasiswa Program Beasiswa Santri Berpretasi (PBSB) di Pondok Pesantren Entrepreneurship Pemuda dan Mahasiswa (Pandawa), Sabtu (20/12).

Baequni menerangkan bahwa mahasiswa PBSB yang sudah lulus sarjana dapat menjadi dosen tetap di UNU Kaltim, tapi sambil melanjutkan kuliah S2 yang linier (sesuai) dengan jurusan ketika studi S1. Untuk masalah seleksi, pihaknya sudah menyiapkan mekanisme yang sesuai dengan aturan penerimaan dosen.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk itu, ia berharap kepada para mahasiswa yang hadir dalam workshop yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama itu supaya siap-siap menjadi bagian dari generasi yang membangun Indonesia. "Kita sama-sama sebagai santri, mudah-mudahan semakin cerdas mewarnai pembangunan di Indonesia," pintanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Baequni menilai mahasiswa PBSB mempunyai kelebihan dengan mahasiswa lainnya. Di samping berlatar belakang santri, mereka juga studi di berbagai jurusan di perguruan tinggi bonafit yang berada di Indonesia. "Sebagai keluarga Nahdliyyin, alangkah baiknya kita untuk bekerja sama, tandasnya.

Selain sosialisasi penjaringan dosen, Baequni juga memaparkan visi yang dimiliki oleh UNU Kaltim, "Transforming Islamic Values for Sustainable Future". Ia menerangkan visi tersebut merupakan bentuk nilai-nilai keislaman ke dalam studi serta bisa mewarnai pembangunan di Indonesia. Apalagi UNU Kaltim kini sudah membuka jurusan Teknik Informatika, Desain Interior, Teknologi Industri Pertanian, Akuntansi, Farmasi, Teknik Energi Terbarukan, Teknik Arsitekrur, Pendidikan Anak Usia Dini, Komunikasi dan Hubungan Internasional. (Muhammad Zidni Nafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Halaqoh, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 27 November 2017

Ketika Istri Minta Pahala di Dunia

Alkisah, hiduplah sepasang suami istri dengan kehidupan yang memprihatinkan. Sang suami, hanyalah seorang pengangguran. Sedangkan istri, pekerjaannya hanya satu, menjadi ibu rumah tangga.

Namun, sisi keagamaan mereka pantas diacungi jempol. Rumahnya yang berdekatan masjid, semakin mendukung proses beribadah kepada Allah Ta’ala. Shalat wajib lima waktu, shalat rawatib yang menggiringnya, pun dengan shalat mustahab yang lainnya, shalat-shalat yang disunahkan mereka lakukan juga.

Apalagi dengan sang suami, dengan pekerjaannya sebagai “pengangguran saleh”. Intensitas pertemuannya dengan Sang Maha Esa semakin padat. Sepanjang waktu hanya ia gunakan untuk beribadah kepadaNya. Selesai subuh, ia tak akan beranjak dari masjid sebelum mentari terbit. Pun setelahnya, ketika tiba waktu dhuha maka ia bergegas untuk kembali shalat sunah. Begitu seterusnya dengan ashar, maghrib, dan isya’. Ia habiskan untuk beribadah kepada Allah.

Tapi inilah dunia, segalanya harus berperantara perkara dunia pula. Kita beribadah, maka kita perlu makan sebagai sumber kekuatan. Kita shalat, maka kita butuh pakaian sebagai penutup aurat. Ya, namanya saja makhluk dunia, ya pasti akan membutuhkan sarana dan prasarana ? dunia.?

Ketika Istri Minta Pahala di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Istri Minta Pahala di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Istri Minta Pahala di Dunia

Kira-kira, begitulah isi benak sang istri. Hingga suatu saat ia merajuk pada sang suami,

“Wahai suamiku, engkau begitu taat terhadap Tuhanmu. Hari-hari engkau habiskan untuk beribadah kepadaNya. Dari pagi hingga malam, bahkan hingga terbit fajar lagi, engkau persembahkan hanya untukNya. Hingga aku pun, terkadang merasa terabaikan,”

“Wahai istriku, ada maksud apakah engkau berkata seperti itu. Bukankah manusia memang diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Gerangan apa yang membuatmu bersedu-sedan seperti demikian?” tanya suami keheranan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Bukan apa suamiku, namun lihatlah baju gamisku yang mulai lapuk ini. Tidakkah engkau sadar, dari hari pertama perkawinan kita, tak sehelaipun kain lagi yang mampu kau berikan melainkan gamis yang mulai lapuk ini. Tak pernah sekalipun aku meminta sesuatu darimu salama ini. Namun, tegakah engkau melihat istrimu hanya berbalut sehelai kain lapuk yang telah usang?” adu sang istri pada suaminya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Merasa iba, sang suami balik bertanya, “Lalu apakah yang kau inginkan wahai istriku?”

“Wahai suamiku, kita telah begitu taat kepada Allah subhanahu wata’ala. Seluruh perintahnya, telah kita usahakan utuk ditunaikan. Segala larangan pun juga sekuat tenaga telah kita jauhi. Oleh karena itu, kiranya engkau sudi memintakan ganjaran, pahala balasan kepada Tuhanmu atas ketaatan kita selama ini,” pinta sang istri.

Lantas, sang suami pun berbalik arah menuju ambang pintu rumah mereka. Melangkahkan kaki menapaki jalan setapak menuju masjid yang biasa ia gunakan untuk beribadah. Sesampainya di sana, sang suami pun mulai bermunajat kepada Allah,

“Ya Allah, sungguh… hamba ikhlas akan segala takdirmu. Selama bertahun-tahun hamba dirundung kefakiran, hamba tetap berusaha taat kepadaMu. Karena hamba yakin, segala qadha dan qadarMu adalah yang terbaik. Namun, izinkan hamba untuk mengadu kepadamu ya Allah. Bahwasannya istri hamba meminta sedikit saja harta sebagai pahala balasan bagi kami untuk kami jadikan bekal di dunia ini.”

Syahdan, tiba-tiba terdengar suara berdebam dari arah belakang. Mendengar suara itu, sang suami lantas keheranan dan mencoba untuk menengok suara apakah itu.?

Ternyata, itu adalah sebuah sandal. Ya, hanya sebelah saja. “Sandal siapakah ini?” batin sang suami keheranan.?

Setelah dilihat secara seksama, keheranannya semakin menjadi-jadi. Betapa tidak, sandal yang hanya sebelah saja itu ternyata terbuat dari emas bertabur berlian di bagian atasnya. Ia heran, siapakah pemilik sandal ini. Ia merasa, tak mungkin tetangganya memiliki sandal semewah ini. Kalaupun ada, pastilah itu milik orang yang sangat kaya raya.

Ia lalu bergumam, “Ya Allah, sandal siapakah ini?”

Sontak terdengar hatif (suara tanpa rupa) berujar kepadanya, ?

“Wahai fulan, sesungguhnya itu adalah sandal istrimu kelak di surga. Tuhanmu telah menyegerakannya di dunia sebagai pahala balasan akan ketaatanmu. Dan akitbat itu pula, tak kan ada lagi sandal pengganti bagi istrimu kelak di surga. Itu disebabkan karena engkau telah memintanya di dunia.”

Mendengar suara tersebut, sang suami lalu tertegun. Membayangkan tentang betapa anehnya istrinya kelak di surga dengan memakai sandal ghanya sebelah saja.?

Menyadari hal itu, sang suami pun berujar, “Ya Allah, ampunilah hambamu yang tak sabar akan pahala balasan ini ya Allah. Hamba terlalu gegabah akan perkara duniawi. Hamba tidak ikhlas dalam beribadah. Seakan, hamba adalah pekerja yang meminta gaji dalam hal beribadah. Ampuni hamba ya Allah.”

Seketika ia lalu melemparkan sandal emas tersebut ke langit. Dan benar, sandal tersebut hilang dan tak jatuh kembali. Ia pun pulang dengan wajah tertunduk.

Sesampainya di rumah, sang suamipun mulai bercerita tentang kejadian yang baru saja ia alami. Tentang munajatnya, tentang sandal emas, pun dengan hatif yang menerangkan ihwal jatuhnya sandal emas.?

Mendengar hal tersebut, pasutri ini kemudian menangis tersipu malu. Mereka lalu tersadar betapa hinanya seorang hamba yang meminta pahala di dunia atas ibadahnya yang tak seberapa. Sungguh, tanpa mereka sadari pun ibadah yang mereka lakukan tak lain adalah sebab rahmat yang diberikan Allah. (Ulin Nuha Karim)

Disarikan dari tausiah KH Munif Zuhri Girikusumo dalam acara pembacaan Maulid ad diba’I ? di Dalem Ageng, Girikusumo, Mranggen, Demak.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 26 November 2017

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Menteri Sosial Hj Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan berupa uang senilai Rp.15 juta yang diberikan kepada 8 orang keluarga korban bencana perahu terbalik yang menelan korban jiwa, yang terjadi di Desa Bogem Pinggir Kecamatan Balongbendo Sidoarjo, 13 April lalu.

Bantuan ini diberikan oleh Khofifah kepada keluarga korban bencana di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Jumat (23/6) malam dengan didampingi Bupati Sidoarjo, Wakil Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial Gresik dan Kepala Dinas Sosial Mojokerta serta jajaran Dinas Sosial Sidoarjo.

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik

"Dengan waktu yang sangat singkat, akhirnya bantuan ini segera cair sehingga bisa kami bagikan. Awalnya memang Bupati Sidoarjo cerita kalau keluarga korban mendapatkan bantuan uang senilai Rp.3 juta dari APBD dan harus SK Bupati," kata Hj Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu menirukan cerita Bupati.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para keluarga korban yang menerima bantuan itu di antaranya Kusnari warga Gagang Kepuhsari Balongbendo, Nur Kholis dan Choirun Nisa warga Desa Bangkalan Wringinpitu Kecamatan Balongbendo, Suriasih dan Misah warga Kalimati Kecamatan Tarik. Selain itu, ada dua orang lainnya, yaitu Ujang warga Desa Wringin Anom Gresik dan Rozikin warga Mojosari Mojokerto.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bantuan uang total sebesar Rp.120 juta diberikan kepada delapan orang. Masing-masing dari mereka menerima sebesar Rp.15 juta.

Insiden perahu penyeberangan yang terbalik diduga kelebihan muatan itu terjadi di Desa Bogem Pinggir Kecamatan Balongbendo Sidoarjo pada 13 April lalu. Saat itu, perahu sedang menyeberangkan 11 hingga 12 orang dan 7 motor. Diduga kelebihan muatan, akhirnya perahu terbalik dan menelan korban jiwa. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 24 November 2017

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak

Apakah kita boleh menghadiahkan pahala bacaan dan shadaqah kepada mayit? Apakah hadiah tersebut sampai? Menurut KH Ali Masum, Rais Aam PBNU 1981-1984, masalah semacam ini merupakan masalah furu’ khilafiyah yang seharusnya tidak mendorong terjadinya fitnah, pertengkaran, perdebatan, dan sikap antipati baik terhadap orang yang setuju ataupun yang menolaknya. Walaupun berbeda pendapat, kedua belah pihak seharusnya tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh sesama saudara Muslim. Masing-masing pihak tentu memiliki dasar yang diyakini.

Meski demikian, santri dan warga NU penting mengetahui dasar setiap amal ibadahnya. Oleh karena itu KH Ali Ma’sum merasa perlu menyusun kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah ini, khususnya untuk para santri Pondok Pesantren Krapyak Yogjakarta. Dengan mengetahui dasar amal ibadah yang kita lakukan, diharapkan kita tidak ragu, was-was, salah sangka, tertipu dan tergoda oleh setan sehingga tersesat pada kelompok ahli hawa nafsu.

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)
Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak

Hadirnya kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jam’ah ini diharapkan dapat membuat pembaca mengetahui dan yakin bahwa apa yang telah dilakukan oleh ulama kuno yang saleh (salafus shalih) merupakan kebenaran yang perlu diikuti. Hadirnya kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jam’ah ini tidak diharapkan sebagai bahan untuk berdebat dengan pihak yang berbeda pendapat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan tawadhu’ KH Ali Ma’shum menyatakan bahwa, dalam kitab ini beliau hanya mampu mengumpulkan dan menukil pendapat-pendapat dari para ulama’. Kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah merupakan kumpulan dari beberapa pendapat para tokoh tentang beberapa amalan Aswaja seperti shalat qabliyah Jumat dan talqin mayit setelah dikubur.

Salah satu keistimewaan kitab ini adalah KH Ali Masum mengawali uraian tentang amaliyah-amaliyah nahdhiyah seperti hadiah pahala kepada mayit dengan mengutip pendapat Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim, baru kemudian mengutip beberapa pendapat ulama dari empat madzhab Aswaja.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Mayit dapat mengambil manfaat dari pahala bacaan ayat Al-Qur`an orang lain yang dihadiahkan kepadanya, sebagaimana ia juga dapat mengambil manfaat dari pahala ibadah amaliyah seperti shadaqah dan sejenisnya.

Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan, “Sebaik-baik pahala yang dihadiahkan kepada mayit adalah pahala shadaqah, istighfar, doa untuk kebaikan mayit, dan ibadah haji atas nama mayit. Adapun pahala bacaan ayat Al-Qur`an yang dihadiahkan kepada mayit secara sukarela (bukan karena dibayar), dapat sampai seperti juga pahala puasa dan haji untuk mayit.

Menurut pendapat ulama madzhab Hanafi, orang yang melakukan amal ibadah, shadaqah, bacaan ayat Al-Qur`an, atau amal saleh lainnya, boleh menghadiahkan pahalanya kepada orang lain dan kiriman pahala tersebut sampai.

Ulama syafi’iyah sepakat bahwa pahala shadaqah dapat sampai kepada mayit.

Di kalangan ulama madzhab Maliki pada umumnya tidak ada perselisihan pendapat dalam hal sampainya pahala shadaqah kepada mayit. Namun pada prinsipnya, madzhab Maliki memakruhkan menghadiahkan pahala bacaan (Qur`an dan kalimat thayyibah lainnya) kepada mayit.

Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar menukil pendapat dari sekelompok ashabus-syafi’iy (para ulama madzhab Syafi’i), bahwa pahala bacaan (Al-Qur`an dan kalimat thayyibah lainnya) dapat sampai kepada si mayit, sama seperti pendapat yang dikemukakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan sekelompok ulama lainnya.

Menurut KH Ahmad Subki Masyhadi dari Pekalongan, kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah sangat penting bagi kaum Muslimin Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu kaum Muslimin yang aqidahnya mengikuti imam Abil Hasan Al-Asy’ari atau imam Abu Manshur Al-Maturidi, dan fiqihnya mengikuti salah satu dari empat madhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad ibnu Hambal). Oleh karena itu, ketika Syekh KH Ali Ma’sum bersilaturrahmim ke kediaman KH Ahmad Fauzi Masyhadi Sampangan Pekalongan, KH Ahmad Subki Masyhadi ikut menemui sang tamu mulia dari Yogjakarta tersebut dan memohon izin untuk mencetak kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah beserta terjemahan dan tambahan-tambahan yang diperlukan.

KH Ahmad Subki menerjemahkan kitab berbahasa Arab ini ke dalam bahasa Jawa dengan model makna gandul dilengkapi dengan terjemah singkat dalam bentuk uraian dan kadang ditambah dengan beberapa keterangan. Kitab terjemah ini diberi nama Ad-Durratul Lami’ah.

Pada sela-sela terjemahan, seperti pada bahasan tentang hadiah pahala terhadap mayit, KH Ahmad Subkhi menambahkan beberapa pendapat ulama tentang tata cara membayar utang mayit yang berupa shalat dan puasa.

"Bila ada mayit Muslim mempunyai hutang shalat, maka sebaiknya di-qadha dengan niat shalat untuk mayit tersebut. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah, bila si mayit wasiat maka setiap hutang satu shalat dibayar dengan fidyah satu mud. Bila ada mayit Muslim mempunyai hutang puasa Ramadhan, maka keluarganya dapat membayarkannya dengan puasa qadha. Hal ini berdasarkan suatu hadits muttafaqun alaihi..."

Ada sembilan bahasan yang dapat kita ikuti dalam kitab Ad-Durratul Lami’ah yang biasanya dijual dengan harga hanya sepuluh ribu rupiah ini: (1) pengiriman pahala untuk mayit, (2) shalat sunah qabliyah jum’at, (3) talqin mayit setelah dikubur, (4) shalat tarawih, (5) penetapan bulan Ramadhan dan Syawal, (6) ziarah kubur, (7) nikmat dan siksa kubur, (8) ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw, dan (9) tawasul.



Data Buku


Judul? ? ? ? ? ? ? ? : Ad-Durratul Lami’ah, Tarjamah Hujjah Ahlis Sunnah? wal Jama’ah karya Syekh Al-‘Allamah KH Ali Ma’sum al-Jogjawi

Penerjemah : KH Ahmad Subki Masyhadi

Khath? ? ? ? ? ? : Ma’mun Muhammad bin Badawi

Penerbit? ? ? ? : Ibnu Masyhadi Pekalongan

Ukuran? ? ? ? : 14,5 x 20,5 cm, 228 halaman

Peresensi? : Faiq Aminuddin, Kepala MTs NU Irsyaduth Thullab, Tedunan, Wedung, Demak

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 14 November 2017

PCINU Korsel Bentengi TKI dari Radikalisme

Korsel, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan terus berusaha membentengi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari paham radikalisme. Dalam berbagai kesempatan, PCINU selalu memberikan pemahaman terkait paham radikalisme dan aqidah Islam yang benar sesuai Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

PCINU Korsel Bentengi TKI dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korsel Bentengi TKI dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korsel Bentengi TKI dari Radikalisme

Ketua PCINU Korsel Zaenal Abidin mengatakan, sebagian besar TKI masih awam pemahaman terkait aliran-aliran radikalisme maupun ibadah syariat. Akibatnya, banyak para TKI terlibat dalam Jabhal an Nusro (kelompok) radikal yang berafiliasi dengan ISIS.

"Nama muslim Indonesia di Korsel sedang buruk gara-gara ada beberapa TKI menjadi militan Jabhal an Nusro. Termasuk pula banyak ustad yang berdakwah di sini," ujarnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam melalui Massanger pribadinya, Rabu (22/6).

Zaenal menambahkan PCINU terus mempererat silaturrahim dan kajian-kajian keislaman di mushola-musholla. Seperti bula puasa ini, pihaknya menghadirkan da-dai dari Indonesia untuk mengisi kegiatan safari Ramadhan guna menyampaikan pencerahan kepada TKI yang ada di Korsel mengenai berbagai macam aliran/paham dalam Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Pada acara tersebut, kami juga memberikan jawaban penyelesaian atas permasalahan ibadah yang dialami TKI," imbuhnya.

Mengenai kegiatan-kegiatan PCINU Korsel, kata dia, masih terkendala pada jarak dan waktu. Sebab, mayoritas pekerja waktunya sangat terbatas sehingga untuk bisa berkumpul hanya pada waktu libur saja.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Seperti kegiatan safari ramadhan ini misalnya, TKI di Korea sangat antusias. Bahkan banyak permintaan dai di berbagai wilayah namun belum bisa melayani karena terbatasnya teman-teman Dai disini," kata Zaenal.

PCINU Korsel berencana mengundang ustadz dari Indonesia guna memenuhi kebutuhan tersebut. "Mungkin nanti kita akan mencoba menjalin kerjasama dengan pondok pesantren di Indonesia terkait pengadaan dai di sini," ungkap Zaenal. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 07 November 2017

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016

Sleman, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pemilihan Duta Santri Nasional 2016 sebagai bagian dari Pegelaran Hari Santri Nasional baru saja usai digelar. Ajang ini melibatkan 20 kontestan santri dan santriwati dari seluruh Indonesia, hasil seleksi dari ratusan pendaftar yang ada.

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016

Acara yang digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta pada 24-26 Oktober 2016 oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) ini memilih Nurul Aula yang mewakili Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sebagai Juara Kategori Favorit Santriwan Santriwati Duta Santri Nasional 2016.

Aula mengaku tidak mengira kalau dirinya akan menang dalam kategori ini karena menurutnya banyak kontestan lain yang lebih bagus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dara kelahiran Paya Bakong Aceh Utara ini mempunyai segudang prestasi di antaranya pernah jadi Juara MHQ 1 Juz Se-Aceh Utara, Juara 1 Sari Tilawah Antar Dayah se-Aceh Utara, Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia Tingkat SMP, Santri Berpestasi di Dayah Terpadu Ruhul Islam Aceh Utara.

Di samping itu banyak kegiatan yang dia rintis untuk memajukan minat belajar para santri, khususnya belajar Al-Quran, salah satunya dengan Gerakan Menghafal Al-Quran 300 Hari "One Day One Page" sekaligus sebagai Koordinator.? Uniknya lagi,? dia juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama (IPPNU)? Dayah Terpadu Ruhul Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saya sangat bersyukur mendapat Juara Favorit. Ini menunjukkan kalau banyak orang yang suka dengan program yg saya presentasikan, semoga ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi saya dan semoga bermanfaat bagi semua orang," ungkap Aula saat ditemui selepas acara.

Untuk informasi,? sebelum Grand Final Kontestan dikarantina selama 2 hari untuk memaparkan prestasi dan program yang dilakukan selama ini, dan diselingi dengan materi oleh para pembimbing acara. (Zaki MuttaQien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 03 November 2017

Muslimat NU Kudus Model Cabang Terbaik di Jawa Tengah

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagai kota industri, Kudus tampak lebih maju dibanding daerah lain di sekitarnya. Hal ini menjelma peluang sekaligus tantangan bagi para ibu pegiat Muslimat NU di Kota Kretek ini. Di balik segenap daya dukung fasilitas yang memadai, terdapat serangan budaya pop sekuler yang kian menjangkit tak hanya anak muda, tetapi juga orang tua. Di tengah tantangan inilah mereka berjuang sebagai wanita perkasa pengabdi umat.

Muslimat NU Kudus Model Cabang Terbaik di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kudus Model Cabang Terbaik di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kudus Model Cabang Terbaik di Jawa Tengah

Selasa (29/3) lalu ribuan ibu berseragam batik hijau muda memenuhi auditorium gedung JHK, Kudus. Mereka yang datang dari pelbagai penjuru desa se-Kabupaten Kudus itu datang untuk melantunkan istighotsah akbar dalam rangka perayaan Harlah organisasi tercintanya, Muslimat NU.

Istighotsah berlanjut dengan pelantikan pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kudus periode 2015-2020 yang dinahkodai oleh Hj Chumaidah Chamim. Hj Ida Noor Sa’adah, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Jawa Tengah hadir sekaligus melantik.

“Muslimat NU Kudus ini menjadi model untuk Jawa Tengah, karena memiliki aset yang paling banyak. Ada lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan juga. Apalagi sekarang malah mau membuat gedung serbaguna. Tampak jelas kesadaran nguri-nguri organisasinya,” ujar Ida setelah pelantikan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ida mengatakan bahwa satu-satunya cabang Muslimat NU di Jawa Tengah yang memiliki Akademi Kebidanan adalah Kudus. “Akbid Muslimat NU, baru ada di Kudus,” lanjut Ida yang asli Demak.

Tingginya kemandirian dan semangat berorganisasi Muslimat NU Kudus bukan tanpa proses. Menurut Chumaidah, masing-masing pengurus mesti berangkat dari bawah sehingga mengerti organisasi yang digelutinya. Dengan demikian kemandirian menjadi keniscayaan yang melekat di jiwa pengurus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Rata-rata pengurus cabang berangkat dari bawah, jadi sudah benar-benar ditempa. Di cabang mereka sudah mapan. Maka iuran pun sudah terbiasa,” papar Chumaidah.

Kata Chumaidah, sebenarnya finansial bukanlah masalah berat. Namun yang terpenting adalah memberi teladan dan bukti kerja nyata kepada anggota dan masyarakat. “Orang kita kalau dikasih pemahaman itu cepat tangkap dan bisa mengikuti. Maka uang pun tak jadi masalah, berapa pun. Tinggal kita pandai-pandai memotivasi mereka, membari teladan. Mereka akan mengerti,” jelas Chumaidah.

“Apalagi anggota organisasi kita ini kan sudah merdeka. Yang namanya ibu-ibu sudah tua, punya tanggungan apa. Anak-anak kan sudah pada berrumah tangga, cucu juga mereka yang merawat. Artinya di usia kita ini sudah bebas tanggungan,” lanjutnya.

Acara yang dihadiri pula oleh KH Amin Yasin itu merupakan puncak dari serangkaian peringatan Harlah ke-70 Muslimat NU. Sebelumnya, diadakan ziarah dan sowan ke tokoh-tokoh Muslimat NU Kudus, Khotmil Qur’an, bakti sosial Keluarga Berencana, hingga penguatan ke-NU-an dan Aswaja.

Di gedung JHK sendiri, telah digelar perlombaan dan santunan pada hari yang sama ketika terjadi gerhana matahari lalu (9/3). Sejumlah 3000 anak usia RA/PAUD mengikuti lomba tari Islami. Digelar juga lomba rebana untuk PAC, bazar, pengobatan gratis, serta santunan untuk 250 yatim dan 280 ibu lanjut usia. (Istahiyyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 14 Oktober 2017

Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menjelang Ramadhan 1433, komplek pemakaman Pesantren Tebuiteng di Jombang dibanjiri peziarah. Para peziarah berjubel di tempat dimana KH Hasyim Asyari, KH A. Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid dikebumikan.

"Makam Gus Dur dan tokoh-tokoh NU sangat sederhana. Hanya gundukan tanah, batu nisan, serta bunga yang menghiasinya. Ini berbeda dengan makam makam presiden lainnya," kata Mirawati (32), peziarah asal Makassar, Sulawesi Selatan yang melakukan kunjungan, Rabu (18/7).

Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah

Saat berkunjung, perempuan berjilbab ini mengku  cukup kaget ketika sampai di makam yang tidak pernah sepi tersebut. 

"Saya sudah ziarah ke makam Presdien Soekarno, Soeharto, serta GusDur. Dan makam Gus Dur inilah yang paling sederhana. Padahal almarhumjuga seorang presiden. Saya tidak menyangka, makam mantan presidensangat sederhana, seperti ini," cerita Mirawati. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu, pantauan Rohis Tegal - Rohani Islam, menjelang sore kemarin, rombongan peziarah nampak silih berganti, datang dan pergi. Mereka datang dari berbagai daerah melakukan ziarah ke Makam Gus Dur yang kini dikenal dengan Wali kesepuluh ini.

Salah satu peziarah, Ahmad Husain (45) mengatakan, dirinya tidak hanya berziarah ke makam Gus Dur saja akan tetapi juga ziarah ke makam kiai pendiri NU KH Hasyim Asyari, termasuk makam KH Wahab Hasbulloh di Tambakberas Jombang. 

"Menjelang bulan Ramadan kita selalu berziarah kemakam para Auliya Allah, termasuk ke sini," ujar Husain yang mengaku mengaku ketua rombongan peziarah asal Pemalang, Jawa Tengah.

Teuku Azwani, salah satu pengurus Pesantren Tebuireng, mengatakan bahwa kunjungan peziarah menjelang puasa mengalami peningkatan tajam.  

"Sejak sepekan terakhir ini jumlah peziarah di makam Gus Dur mengalami peningkatan. Dalam sehari rata-rata 8 ribu orang yang datang. Ini seperti tahun tahun sebelumnya terutama  menjelang datangnya bulan puasa Ramadhon,"terang Teuku Azwani.

Dikatakannya, dalam sehari peziarah tidak kurang antara 7 hingga 8 ribu peziarah  yang datang.  Padahal pada hari biasa jumlah peziarah hanya berkisar 3 ribu orang per hari.

"Mereka datang dari berbagai daerah, Bahkan banyak yang berasal dari luar Propinsi serta luar pulau. Semisal, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sulawesi. Mereka kebanyakan datang secara rombongan dengan bus," pungkasnya.

 

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslim Abdurrahman 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Pendidikan, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 02 Oktober 2017

Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Masjid Jami’ al-Munawwarah yang terletak di kompleks kediaman KH Abdurrahamn Wahid (Gus Dur) Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kembali menjadi tempat pengucapan dua kalimat syahadat seorang muallaf, Sabtu (19/1) siang.

Seorang perempuan bernama Stephanie Ade Irawan hari ini berketetapan hati masuk Islam. Turut hadir menjadi saksi istri mendiang Gus Dur Ny H Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Wasekjen PP LDNU H Syaifullah Amin, Habib Hasan Dalil Alaydrus, dan sejumlah jajaran pengurus Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim.

Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf

”Apakah ada yang memaksa?” tanya Habib Hasan sebelum membimbing syahadat. ”Tidak,” jawab Stephanie.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Berarti dari hati?” sambung Habib Hasan.”Ya, dari hati,” Stephanie menganggukkan kepala.

Sebelum menuntun syahadat, Habib Hasan menjelaskan bahwa Islam bersifat rasional dan menentang unsur pemaksaan dalam beragama. Selain menyinggung kearifan dakwah Rasulullah, ia juga menjabarkan secara singkat lima rukun Islam yang meliputi syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Stephanie yang cukup lancar melafalkan dua kalimat syahadat dan terjemahannya itu disambut haru oleh kerabat dan tamu yang hadir. Karena bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi, prosesi masuk Islam ditutup dengan doa dan shalawat.

Menurut Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid Syaifullah, ini merupakan kali keempat Masjid al-Munawwarah menyelenggarakan kegiatan serupa. Bahkan, katanya, sudah tiga kali pelafalan dua kalimat syahadat dituntun langsung oleh Gus Dur.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Mahbib Khoiron:

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock