Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rombongan Kirab Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad telah sampai memasuki Kota Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/10) malam. Dari arah Pati, mereka disambut ratusan anggota Banser, CBP IPNU dan KKP IPPNU, santri serta pengurus PCNU di perbatasan kota Pati- Kudus di desa Gindoharum, Jekulo, Kudus. Kemudian mereka mengiringi? hingga perbatasan Kota Kudus-Demak.

Sebelum melanjutkan perjalanan, rombongan yang dipimpin Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad? Aizuddin Abdurrahman terlebih dahulu meziarahi makam pendiri NU KHR Asnawi dan Sunan Kudus di kompleks Makam-Masjid Menara Kudus. Saat tiba di Menara,? acara diawali dengan penyerahan bendera Merah Putih dan NU dari ketua rombongan kepada ketua PCNU Kudus, H Abdul Hadi.

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai

Di makam KHR. Asnawi, mereka membaca tahlil dan doa dengan pimpinan KH Masfui, pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Kudus. Kemudian mereka membaca Ikrar Santri yang dipimpin Aizudin Abdurrahman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Aizudin atau akrab disapa Gus Aiz menjelaskan, kirab resolusi jihad ini telah menempuh perjalanan sejak Ahad (18/10) dari Tugu Pahlawan Surabaya, melewati 30 kabupaten/kota hingga finish nanti di Tugu Proklamasi Jakarta. Di beberapa daerah yang dilewati, pihaknya selalu melakukan ziarah? ke makam wali dan ulama serta sowan ke sejumlah kiai NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sebelum sampai Kudus, kita sowan ke Mbah Maemun Zubair, KH.Musthofa Bisri (Rembang) dan ziarah ke makam Mbah Mutamakin Kajen dan KH Sahal Mahfudz (Kajen, Pati)," terang Gus Aiz kepada awak media.

?

Ia mengatakan, 70 tahun lalu para ulama NU mengobarkan jihad melawan penjajah guna mempertahankan kemerdekaan NKRI. Karenanya, kegiatan kirab ini dimaksudkan untuk meneladani spiritualitas dan semangat perjuangan untuk mengisi Hari Santri 22 oktober.

"KHR Asnawi ini sebagai salah satu menjadi tokoh pendiri NU yang ikut berperan mengobarkan semangat resolusi jihad melawan penjajah. Kita ziarahi sekaligus meneladani spirit perjuangannya,"imbuhnya.

Usai dari Kudus, rombonga melanjutkan perjalanan menuju Demak. Di perbatasan Kudus Demak tepatnya Desa Tanggulangin Kudus, puluhan mobil rombongan menyambut dan mengiringi kirab nasional yang akan transit istirahat di kota wali Demak Jawa Tengah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 06 Februari 2018

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqi Siroj menyatakan salut dan bangga atas kehadiran mantan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jussuf Kalla, Senin (20/10).

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Ia juga menyatakan bangga kepada Jokowi yang menyebut Prabowo dan Hatta sebagai “Rekan dan sahabat baik saya.”

“Bahkan saat menyatakan hal itu, Pak Jokowi mendapatkan applaus yang cukup lama dari para hadirin,” kata Said Aqil di kantor PBNU, usai menghadiri pelantikan di gedung MPR/DPR, Senin (20/10) pagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakannya, para pemimpin negeri ini telah menunjukkan contoh yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga transisi kepemimpinan nasional berlangsung aman dan damai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Said Aqil Siroj juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) yang telah mengawal proses transisi demokrasi Indonesia dengan cukup baik.

“Pak SBY luar biasa, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, beliau juga telah mengawal demokrasi di Indonesia sehingga berwibawa di tingkat internasional. Tidak ada nyawa melayang dalam proses pergantian kepemimpinan,” katanya.

Terkait isi pidato pertama presiden Jokowi yang disampaikan sesaat setelah pelantikan, Said Aqil mengaku tertarik dengan pernyataan yang eksplisit menyebut profesi nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, dan sopir. “Kita berharap Pak Jokowi merealisasikan janji-janjinya selama kampanye,” katanya.

Dalam pidatonya Jokowi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Jokowi juga bertekad mengembalikan kejayaan di laut. ‘Jalesveva Jayamahe. “Perlu diingat Gus Dur yang merintis Departemen Kelautan,” kata Kang Said.

Ditambahkan, NU akan selalu berada di belakang pemerintahan yang sah dan mengawal program-program pemerintah yang pro rakyat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 31 Januari 2018

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ahli Tasawwuf Dr KH Lukmanul Hakim menilai tanda-tanda kewalian ada pada diri Gus Dur, yaitu tidak memiliki rasa takut dan susah. Gus Dur merupakan orang yang dikenal memiliki keberanian dalam menghadapi segala sesuatu, dan tahan dalam menghadapi berbagai penderitaan.

“Semoga yang kita khusnudhonkan benar,” katanya.

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur

Seorang wali, kata pemimpin redaksi majalah Cahaya Sufi ini, merupakan orang yang mengabdikan dirinya kepada Allah. Mereka bukanlah orang yang mencari pahala dengan beribadah kepada manusia agar dicintai Allah. Allah yang menjadi pertimbangan utama dalam hidupnya, bukan kesan dan pendapat manusia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Cintanya kepada Allah mendahului kepeduliannya kepada manusia. Mereka memposisikan Allah sebagai sebab, bukan akibat,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengenai karomah, ia menjelaskan bahwa bagi para wali, munculnya karomah dianggap sebagai haidnya para wali, dan membuat mereka malah takut.

“Karomah dimunculkan kepada seorang wali kepada dirinya sendiri dan kepada orang lain. Salah satu tujuannya agar tetap istikomah,” paparnya.

Ia menjelaskan, ada perbedaan antara karomah dan ilmu hikmah. Kalau karomah bisa muncul kapan saja tanpa perlu dipelajari. Ilmu hikmah bisa dipelajari, misalnya dengan melaksanakan amalan wirid tertentu, dengan jumlah tertentu, maka akan bisa melakukan sesuatu yang terlihat luar biasa.

“Yang tahu itu karomah atau ilmu hikmah, ya Allah, orang itu sendiri, dan orang lain yang diberi tahu oleh Allah,” paparnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, Ubudiyah, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

Mimika, Rohis Tegal - Rohani Islam. Hujan deras mengguyur Bumi Mimika sejak seusai Ashar hingga usai Isya, Sabtu (6/5) tidak menyurutkan semangat warga NU kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kab Mimika, Provinsi Papua untuk mengikuti acara kebanggaan mereka.

Menjaga tradisi leluhur menjadi pokok semangat warga Poumako, Mapuru Jaya dan undangan kampung Wangirja, SP9, Distrik Iwaka, Kab Mimika. Acara tahlil kirim doa dan shalawat merupakan tradisi leluhur yang baik dan harus dirawat

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

"Ini kita harus memperkuat tradisi baik ini agar tidak direcoki aliran yang aneh-aneh," urai H. Taher Rumagesan selalu Wakil Syuriyah PCNU Mimika yang tinggal di Poumako ini menjelaskan latar belakang rutinan ini digalakkan.

Acara malam ini dilakukan di masjid Al-Haq Poumako. Hadir dalam acara tahlil dan kirim doa sambut Ramadhan ini Ketua PCNU Mimika, H Abdul Wahab, Sekretaris Adam Waluyo, Wakil Sekretaris Ibnu Hamid, JQH MWC Tembagapura Ust Hasyim Asyari, wakil ketua PCNU Sugiarso dan segenap jajaran MWC NU Mimika Timur, seperti H Heri Budiono dan yang lain

Ba’da Magrib dan wiridan disambung acara dengan syair NU, dilanjut tawasul dan diperkenalkan juga Shalawat Nahdliyyah dan mars Ya Lal Wathon. Acara dilanjutkan tahlil, diteruskan shalawatan lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ust Hasyim dalam kajian aswajanya mengajak untuk hidup selamat dengan berkumpul dan menjadi bagian ulama yang selamat, yakni rombongannya KH Hasyim Asyari dengan keretanya yang bernama NU

Di akhir acara wakil ketua PCNU Mimika menyerahkan buku amalan NU berupa buku amalan nishfu sya’ban, bilalan Tarawih, dan kaifiyat NU agar bisa diamalkan

Rohis Tegal - Rohani Islam

Acara ditutup dengan shalawat Thariqiyah dan shalat Isya berjamaah dan dilanjutkan menyantap hidangan malam

Acara selanjutnya dijadwalkan 3 Juni dalam acara buka puasa bersama ? (Sugiarso/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Daerah, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 14 Januari 2018

BPBD Barru Apresiasi Advokasi LPBINU soal Penanganan Bencana

Barru, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA) yang dilaksanakan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) bekerja sama dengan Department of Foreign and Trade (DFAT) Australia, Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Barru, Abdul Kadir mengucapkan terima kasih kepada LPBINU dan BPBD Kabupaten Barru merasa terbantu oleh kegiatan-kegiatan terkait penanggulangan bencana (PB) yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan oleh LPBINU.?

Menurut Kadir, penanggulangan bencana seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis. Yang menjadi persoalan utama saat ini adalah bagaimana penyelenggaraan PB dapat berlangsung secara partisipatoris. Para pihak terutama masyarakat mampu mengenali risiko dan memiliki kapasitas untuk melakukan upaya PRB. “Oleh karena itu, diperlukan banyak kegiatan seperti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka,” ujarnya.

BPBD Barru Apresiasi Advokasi LPBINU soal Penanganan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
BPBD Barru Apresiasi Advokasi LPBINU soal Penanganan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

BPBD Barru Apresiasi Advokasi LPBINU soal Penanganan Bencana

Pelatihan PRB dan PDRA akan berlangsung selama 4 (empat) hari, 07-10 September 2016. Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai institusi, diantaranya LPBI NU Kabupaten Barru, Fatayat NU, GP Ansor, Tokoh masyarakat, TP PKK, karang taruna, Lembaga pendidikan, dan Pelaku usaha kecil dan menengah. Mayoritas peserta merupakan masyarakat Desa Lalabata. Desa Lalabata dipilih sebagai lokasi dan praktek pelatihan dengan pertimbangan bahwa desa ini memiliki risiko tinggi terjadi bencana banjir. Hampir setiap tahun Desa Lalabata terjadi banjir akibat curah hujan yang tinggi.?

Dalam Pelatihan PRB dan PDRA ini sedikitnya akan dibahas 7 (tujuh) materi, meliputi: Konsep dasar manajemen risiko bencana; Kebijakan dan sistem Penanggulangan Bencana; Daur bencana dan tahapan dalam penyelenggaraan Penanggulangan Bencana; Kajian risiko partisipatif dan pengorganisian komunitas; Kajian Analisis Bencana (Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, dan Risiko Bencana) dan Tindakan PRB; Pendekatan Kajian/Analisis Pengurangan Risiko Bencana dengan Teknik Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA); dan Menakar risiko bencana partisipatif.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadir sebagai narasumber, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Barru, Abdul Kadir dan ketua PCNU Kabupaten Barru, KH. Irham Djalil, dan PP LPBI NU, Rurid Rudianto. Sedangkan bertindak sebagai trainer Pelatihan PRB dan PDRA adalah Sofyan dari Sangga Buana. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman tentang konsep dan pengertian dasar penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana; mampu menjelaskan upaya PRB secara komprehensif; mampu menyusun kajian risiko bencana dengan teknik PDRA; dan memiliki kemampuan dasar dalam menyusun rencana aksi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Di akhir sesi, peserta didorong untuk membuat rencana aksi komunitas yang diharapkan dapat dilaksanakan secara nyata di tengah masyarakat untuk mewujudkan upaya PB dan PRB yang lebih baik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 05 Januari 2018

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Makkah, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gedung Two Holy Mosques Architecture berdiri di pinggiran Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 10 kilometer ke arah barat dari Masjidil Haram.

Museum yang diresmikan sekitar 20 tahun yang lalu itu menyimpan dokumentasi sejarah dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Miniatur replika Masjidil Haram menyambut para pengunjung museum di ruang penerima tamu, tempat pengunjung dapat melihat kondisi Masjidil Haram sebelum dan sesudah perluasan. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ruangan berikutnya adalah area Masjidil Haram, yang menyimpan benda-benda yang pernah dipasang di masjid tempat Kabah berada itu. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di antara benda-benda yang disimpan di ruangan itu ada tangga kayu ke pintu Ka`bah yang dipergunakan tahun 1240 Hijriyah. 

Ada juga potongan besar marmer berukir yang membentuk mimbar Masjidil Haram pada abad kesepuluh Hijriyah serta pintu Ka`bah yang saat ini sudah tidak digunakan. 

Benda-benda yang berkaitan dengan Ka`bah seperti Kiswah (kain penutup Ka`bah), alat tenun tradisional pembuat Kiswah, pilar Ka`bah dari tahun 65 Hijriyah, dapat ditemukan di ruang Ka`bah Al Musharaf. 

Di ruang foto, pengunjung dapat menyaksikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi di Masjidil Haram dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan foto Masjid Nabawi dan Kota Madinah pada masa lalu.

Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di sana, terutama yang berasal dari abad 13 Hijriyah.

Salah satu koleksi yang paling menarik pengunjung adalah mushaf asli Al Qur`an dari masa Usman bin Affan, yang dipamerkan di ruang Inscription and Manuscript.

Sementara beberapa pintu masjid dan mimbar dipamerkan di ruang Masjid Nabawi, masjid yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW. 

Sebuah sumur berpagar besi berukir lengkap dengan timba dan kerekan menjadi pusat perhatian di ruang sumur Zam Zam. 

Menurut keterangan yang tertera di sana, kerekan itu digunakan untuk menimba air Zam Zam pada akhir abad 14 Hijriyah, sedangkan ember timbanya berasal dari tahun 1299 Hijriyah.

Di area Zam Zam juga ada jam matahari yang digunakan untuk menentukan waktu shalat pada masa lalu, ada pula jam yang pertama dipasang di Masjidil Haram. 

Para pegunjung bisa menikmati benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut secara gratis. Tapi orang yang ingin melihat koleksi museum itu harus meminta izin untuk mengunjungi museum secara berkelompok.

Memotret

Berbeda dengan umumnya museum yang melarang pengunjung mengambil foto, di museum tersebut pengunjung bebas memotret apa saja di seluruh ruang pamer.

Sayangnya, tidak ada pemandu, buku petunjuk, maupun brosur atau selebaran yang menjelaskan perihal museum dan benda-benda koleksinya.

Petugas museum yang ditanya mengenai hal itu hanya menjawab singkat "Cari saja di internet, banyak kok".

Satu-satunya petunjuk bagi pengunjung hanyalah keterangan yang tertera pada setiap benda yang dipajang meskipun keterangannya sangat minim.

Meski demikian sejumlah pengunjung mengaku puas setelah berkeliling museum.

"Bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa datang lagi kalau umroh nanti," kata anggota jemaah haji asal Karangayar, Siti Ngadiroh.

Sementara Maman, yang datang bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Bandung, mendapat banyak keterangan dari Ketua KBIH yang bertindak sebagai pemandu.

Usai mengunjungi museum, biasanya jemaah haji melanjutkan tur ke peternakan Unta di Hudaibiyah, di tengah padang pasir yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari museum.

Selain dapat berfoto bersama unta, pengunjung juga dapat mencicipi susu dan urine unta yang konon berkhasiat obat. 

Satu botol berisi 200 mililiter susu dijual dengan harga lima riyal dan satu botol berisi 200 mililiter urine unta dijual dengan harga 20 riyal. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara

Jombang, NU online. Ratusan muktamirin dan warga rela menggelar tikar di lapangan alun-alun Jombang. Mereka duduk di atas rumput untuk menonton bareng jalannya perhitungan suara pemilihan ketua umum PBNU periode 2015-2020.

Dari pantauan Rohis Tegal - Rohani Islam, perhitungan suara pencalonan Ketua Umum PBNU sendiri dilakukan di dalam tenda besar yang menjadi lokasi pembukaan muktamar Ke-33 NU. Sedangkan di utara tenda besar alun-alun ratusan muktamirin dan “peserta penggembira” menikmati layar lebar yang telah disediakan untuk nonton penghitungan suara.

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara

"Kalau di dalam pengap, di luarkan kan udaranya bebas,” ujar Yusup, salah satu penggembira mengatakan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beberapa kiai juga nampak rela menggelar tikar dan sajadah untuk melihat jalannya penghitungan suara. Bahkan mereka yang telah menunggu lama terlihat bertiduran di atas rerumputan dan beratab langit.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam penghitungan suara yang diikuti sebnyak 417 suara, KH Said Agil siroj mendapatkan sebanyak 287 sura disusul KH AsAd Ali sebanyak 107 suara.? Namun sebelum tahab pemilihan Ketua Umum PBNU dilanjutkan, KH Asad menyatakan mendukung kembali KH Said Agil Siroj sebagai ketua Umum.

"Terimaksih sebelumnya, Saya kalah pinter, kalah pengalamandengan beliau KH Said Agil Siraj. Terimaksih kehadiran saya tetap sebagai warga NU dan siap membantu KH Said Agil," ujar AsAd Ali mengatakan.

Dalam sidang pleno pemilihan ketua Umum PBNU yang dipimpin Profesor Ahmad Muzakky juga menyampaikan surat keberatan KH A Mustofa Bisri untuk dipilih sebagai Rais Aam periode 2015-2020. Atas keberatan ini, Tim Ahwa yang beranggotakan 9 orang akhirnya menetapkan KH Makruf Amin yang sebelumnya ditunjuk sebagai wakil Gus Mus ini menjadi Rais Aam PBNU.

"Karena KH A Mustofa Bisri menyatakan keberatan untuk ditunjuk kembali menjadi Rais Aam. Untuk itu, maka kita tetapkan KH Makruf Amin sebagai Rais Am PBNU periode 2015-2020, Al Fatihah," ujarnya seraya mengetok palu sidang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah, Doa, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock