Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap seni dan kebudayaan asli dari Kota Surabaya, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Surabaya memberikan Penghargaan Sapta Wikrama kepada seniman Surabaya, Kartolo dan Ida Lailia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pagelaran berbagai seni di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/5) ini, pukul 18.00 WIB.

?

Ketua Lesbumi PCNU Kota Surabaya M Hasyim Asyari menjelaskan bahwa? kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian NU terhadap kesenian asli Surabaya. Karena, katanya, beberapa kesenian dan kebudayaan tersebut sebagian masih eksis dan hanya segelintir orang dan komunitas yang merawat dan melestarikannya.

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

?

Menurutnya, selain dalam rangka berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan, Lesbumi hadir untuk merawat dan melestarikan tradisi kesenian dan kebudayaan Nusantara khususnya di Surabaya.

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk itu dalam acara tersebut Lesbumi juga akan menampilkan pagelaran seni modern dan dan kesenian khas daerah. “Pada siang hari akan ada pagelaran musik modern dan malam akan ada kentrung dan kidungan, pencak jidor serta penghargaan untuk seniman ludruk,” katanya dalam siaran pers, Ahad (29/5) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Ia menambahkan era digital menjadi tantangan nilai-nilai keluhuran budaya Nusantara. Kondisi ini menjadi tanggung jawab Lesbumi untuk mempertahankan, melestarikan, dan mengolaborasi kesenian.

?

"Kebudayaan tradisional menjadi suguhan yang mempunyai daya tarik bagi seluruh kalangan. Lesbumi diharapkan menggali kembali kesenian dan kebudayaan tradisional, Lesbumi harus menghargai dan mengapresiasi karya seni dan budaya untuk menjadi motivasi generasi muda di masa-masa yang akan datang," tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Pesantren, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim Dilantik di Situbondo

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebanyak 85 Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa masa khidmat 2014-2018, Sabtu (1/3) kemarin resmi dilantik di Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo, yang diasuh oleh KH Raden Mas Cholil As’ad Samsul Arifin.

Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim Dilantik di Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim Dilantik di Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim Dilantik di Situbondo

Prosesi pelantikan diramaikan dengan berbagai atraksi pencak silat yang terdiri dari seni beladiri tunggal, ganda dan campuran. PW Pagar Nusa juga menampilkan berbagai jurus atau pola teknis yang dimiliki oleh Pagar Nusa.

Para Pimpinan Wilayah Pagar Nusa yang dilantik terdiri dari Majelis Pendekar, Dewan Khos, Pengurus Harian serta departemen-departemen. H. Faidhul Mannan dilantik sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Timur, dan Fathurrahman sebagai sekretaris wilayah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami akan berikhtiyar memajukan Pagar Nusa dari sisi managemen keorganisasian. Kami juga akan terus mencari dan mengembangkan bibit-bibit potensi atlet untuk berlaga di level wilayah sampai nasional,” kata Fathurrahman atau Gus Amang dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (2/3).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sehari setelah pelantikan, Ahad PW Pagar Nusa Jatim mengirimkan sebelas perwakilan untuk mengikuti Pelatihan Pelatih Tingkat Nasional Pagar Nusa yang diselenggarakan di Yogyakarta mulai Senin (3/3). Pelatihan yang akan berlangsung hingga satu pekan tidak hanya akan diisi dengan latihan pencak silat. Para guru silat juga akan dibekali dengan materi ke-NU-an dan kepemimpinan. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Jadwal Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 26 Januari 2018

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh

Sampang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tim relawan NU di Sampang kembali menyalurkan bantuan kepada para korban banjir. Kali ini tim relawan yang didampingi salah seorang pengurus NU Kabupaten Sampang, Ust H. Nuruddin Jc, kembali melanjutkan perjalanannya ke desa Tanggumung untuk meninjau dan sekaligus menyalurkan bantuan untuk pembangunan sebuah jembatan yang runtuh diterjang arus banjir.

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh

"Jembatan ini merupakan penghubung antar dusun kami dan dusun sebelah, sejak runtuhnya jembatan itu, para warga tentunya kesulitan untuk melakukan aktifitas, termasuk anak-anak kami yang masih dalam bangku sekolah juga menjadi terhambat, akhirnya kami berinisatif untuk membuat pelampung dari bambu untuk akses penyeberangan sementara," ujar Choirurroziqin, salah satu warga dusun tersebut, Jumat (26/4).

Menurut tokoh masyarakat ini, berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk melaporkan ke pihak pemerintah terkait, namun hingga kini belum ada penanganan, sehingga para warga berinesatif untuk menggalang bantuan sendiri, " Ini termasuk kebutuhan mendesak, ini akses utama warga untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, sehari-hari tak kurang dari 500 KK yang melewati jembatan ini," tambahnya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tadi kami lihat sendiri, bagaimana warga harus menyeberang sungai dengan bambu pengapung dan menarik tali, ini emergency, sudah seharusnya ada penanganan serius dari pemerintah terkait, dan NU Sampang dalam hal ini, hanya bisa bantu sekedarnya, paling tidak sebagai modal awal untuk bangun jembatan, dan Insyaallah kami akan coba galang donasi untuk pembangunan jembatan ini," sambung Moch Syamsuddin Abd Muin, salah satu tim relawan NU, seusai menyerahkan bantuan uang tunai yang diterima oleh salah satu tokoh masyarakat setempat. 

Seperti diwartakan, setelah dalam beberapa kali kesempatan sejak awal terjadinya banjir pada Senin (9/4) lalu, dengan dimotori oleh kaum muda NU, penyaluan bantuan terus dilakukan, mulai dari 1800 paket makanan/minuman dan 640 paket alat tulis sekolah sudah disalurkan ke berbagai titik banjir yang selama ini belum terjangkau. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk penyaluran bantuan kali ini, Jumat (26/4), NU Sampang memfokuskan pada 2 hal, yang pertama adalah menyalurkan santunan kepada keluarga korban banjir yang meninggal, dalam penelusuran tim relawan NU, ada 4 korban meninggal, yaitu Ibu Hindun (80 Tahun, warga Jl, Imam Bonjol), Moch Farhan (23 Tahun, warga kelurahan Polagan),  Moch Syafi (43 Tahun, warga desa Pasiyan) dan Moch Faruq (22 Tahun, Warga desa Pangilen). 

"Bantuan kali ini, kami khususkan kepada keluarga korban yang meninggal, bantuan yang kami salurkan kepada setiap keluarga berupa ; 25 Kg beras, 3 Kg gula, 1 kardus mie instant, 3 paket minyak goreng dan uang tunai" kata Faisol Romadhan, salah satu tim relawan NU Sampang.  

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Moch Syamsuddin Abd muin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

Kader Muda NU Bogor Kenalkan Moderasi di Bahrain

Bogor, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kader muda NU Kabupaten Bogor Ahmad Zulfiqor menegaskan bahwa nilai-nilai moderasi dan toleransi yang dianut oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia bisa menjadi prinsip acuan dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Akar permasalahan konflik di berbagai negara adalah ketiadaan ruang dialogis untuk menerima perbedaan. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi massa Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia bisa menjadi contoh pergerakan dalam mewujudkan perdamaian yang dicita-citakan oleh seluruh bangsa,” katanya di hadapan ratusan delegasi dari berbagai Negara pada forum “International Youth Conference for Peace” yang dihelat di Gulf Convention Centre Manama Kerajaan Bahrain.

“Di dalam NU nilai-nilai tawazun, tawasuth, tasamuh dan i’tidal sangat dijunjung tinggi dan sudah menjadi prinsip perjuangan NU, sehingga tidak heran jika NU banyak dikenal sebagai organisasi yang sangat moderat dan sangat menghargai perbedaan,” tambah mantan Ketua PC IPNU itu.

Kader Muda NU Bogor Kenalkan Moderasi di Bahrain (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Bogor Kenalkan Moderasi di Bahrain (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Bogor Kenalkan Moderasi di Bahrain

Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 20-24 September 2013 digagas dan difasilitasi oleh Kerajaan Bahrain bekerjasama dengan PBB. Lima tema utama yang dibahas di forum ini yaitu Youth, Peace and economic development, Youth, peace and modern technology, Peace and Social Justice, Peace and Sportsmanship, Peace and Experiments Made on Peaceworldwide.

Hal yang paling disorot pada kegiatan konferensi ini adalah isu ‘Arab Springs’ dan Konflik antara Palestina dan Israel. Selain kedua isu tadi, para peserta konferensi juga menghujani forum dengan kritikan pedas atas kebijakan Amerika Serikat yang seringkali mengatasnamakan misi perdamaian pada beberapa invasi di Timur Tengah maupun kawasan lain, yang sejatinya aktifitas tersebut adalah sebuah peperangan dan sangat bertolak belakang dengan misi perdamaian dunia.

Konferensi yang dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Kerajaan Bahrain Syeikh Nasser bin Hamad Al Khalifa ini diharapkan menjadi ajang inisiasi dan penyatuan persepsi tentang hakikat perdamaian secara universal kepada para pemuda di seluruh dunia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Diharapkan setelah kegiatan ini, para delegasi bisa menjadi duta-duta perdamaian serta mengkampanyekan nilai-nilai kebaikan di negaranya masing-masing.

Indonesia sendiri turut andil dalam kegiatan prestisius ini dengan mengirimkan dua orang delegasi. Pertama adalah Ahmad Zulfiqor  yang merepresentasikan NU dan Beni Pramula dari aktivis muda Muhammadiyah. (Akhsan Ustadhi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 10 Januari 2018

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rangkaian "10 Tahun Rohis Tegal - Rohani Islam" secara resmi akan dibuka Kamis (28/3) nanti malam di lantai delapan gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pukul 19.30-22.00. Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj atau yang mewakili memberikan sambutan.



Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Sebelum itu, Pemimpin Redaksi Rohis Tegal - Rohani Islam Syafi Alielha akan mengucapkan selamat datang dan akan membacakan agenda "10 Tahun Rohis Tegal - Rohani Islam" yang akan dilaksanakan selama empat bulan berturut-turut, Maret hingga Juni 2013.

Pada malam itu, Asrul Sani Award akan diserahkan oleh keluarga almarhum Asrul Sani, Mutiara Sani, kepada lima orang terpilih, dengan kategori Kesetiaan Berkarya, Sineas Berbakti, Penulis Serba Bisa, Tokoh Legendaris dan Pelestari Karya.

Pidato Kebudayaan oleh M. Jadul Maula akan memuncaki acara malam nanti. Sementara D. Zawawi Imron (penyair), Ahmad Tohari (novelis), Sagaf Faozata (violis) dan Faisal Kamandobat (penyair), akan turut mendukung acara tersebut. "Biar berkah," kata Faisal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 06 Januari 2018

Akbid Muslimat NU Kudus Tunggu Proses Akreditasi

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Akademi Kebidanan Muslimat NU Kudus tengah menunggu proses akreditasi dari tim Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN PT). Pada bulan Mei 2012 lalu, seluruh berkas borang akreditasi sudah dikirim ke kantor BAN PT di Jakarta.

Akbid Muslimat NU Kudus Tunggu  Proses Akreditasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Tunggu Proses Akreditasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Tunggu Proses Akreditasi

Pembantu Direktur II  Saiful Anas menjelaskan  pelaksanaannya masih menunggu jadwal visitasi (kunjungan) tim asesor ke kampus Jalan Lambao Bae Kudus. Dari informasi yang diterimanya, penilaian akreditasi Akbid Muslimat NU ini setelah empat ribu program studi lainnya se Indonesia selesai melakukan proses akreditasi.

"Sementara belum ada kepastian kapan tim asesor datang, kita masih daftar tunggu empat ribu program studi se Indonesia. Yang jelas, semua borang sudah kita kirim tinggal pengecekan dan penilaian  dari tim," katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam Rabu (17/10).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Anas, akreditasi sangat penting sebagai bukti legalitas Akbid Muslimat NU  setara dengan perguruan tinggi lainnya baik swasta maupun negeri.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Bila sudah terakrediatasi legalitas ijazahnya akan lebih mendapat kepercayaan dan berhak menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat," terang pria yang juga pengurus pusat IPNU ini.

Ia berharap Akademi kebidanan di bawah naungan Badan Pelaksana Muslimat Nahdlatul Ulama Az-Zahra ini meraih hasil maksimal sesuai target yang diinginkan. “Mengingat kondisi yang ada, kita semaksimal mungkin menata agar meraih hasil  menggembirakan,” harapnya.

Sementara Ketua PP Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) H. Noor Ahmad menegaskan sebanyak 215 perguruan tinggi NU sudah dalam proses akreditasi.

"Oleh karenanya, semua lulusan PT yang sudah melakukan proses akreditasi, menurut ketua BAN PT ijazahnya tetap sah dan bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan," tandasnya saat menghadiri wisuda perdana mahasiswa Akbid Muslimat NU Kudus akhir Septermber lalu. 

Akbid Muslimat NU yang berdiri tahun 2009 ini,  terus berupaya melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas mulai kurikulum hingga sarana prasarananya. Kampus yang terletak di tengah persawahan ini telah memiliki 4 ruang kelas , 2 laboratorium untuk praktek,1 ruang perpustakaan,1 ruang yayasan dan 1 ruang direktur dan ruang dosen. 

“Insya Allah pada bulan Januari akan diresmikan laboratorium kebidanan dan pusat kesehatan pesantren Akbid Musliman sekaligus acara caping day,” tambahnya.

Akhir September 2012 lalu, Akbid Muslimat NU ini telah meluluskan sarjana Diploma III kebidanan sebanyak 55 Mahasiswa. Ke depan, Akbid ini bertekad merubah statusnya menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan.  

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh

Dhaka, Rohis Tegal - Rohani Islam

Tim Delegasi Nahdlatul Ulama (NU) untuk pengungsi Rohingya diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (23/9) pagi. Tim tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia Pukul 09.30 waktu setempat dan transit selama satu jam. Rombongan melanjutkan perjalanan dan tiba di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh pukul 13.00 waktu Bangladesh.



Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh

Koordinator Delegasi Nahdlatul Ulama, Muhammad Wahib mengatakan, pada hari pertama tim akan bertolak ke Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk melakukan koordinasi dengan KBRI. 

“Koordinasi juga dilakukan dengan tim lainnya yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM),” kata Wahib.

Selain itu, agenda hari ini adalah mendengarkan laporan dari tim advance yang sudah tiba di Bangladesh minggu lalu. Dari laporan tersebut, tim akan membuat perencanaan terkait dengan pembelian dan penyaluran bantuan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Delegasi yang dikirim ke Bangladesh dibagi menjadi tiga tim. Pertama, tim advance yang bertugas mengecek keadaan yang ada di lapangan. Kedua, tim medis yang bertugas untuk memberikan pengobatan kepada pengungsi. Dan terakhir, tim relief yang bertindak mempersiapkan dan menyalurkan bantuan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keberangkatan Tim Delegasi Nahdlatul Ulama untuk Rohingya dilaksanakan atas bantuan seluruh komponen NU melalui NU Peduli Rohingya. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan bagi pengungsi Rohingya dapat mengirimkan melalui rekening NU Care-LAZISNU di nomor rekening BCA 0680 1926 77; BRI 0335 01 000 735 303; BNI 010 857 56 48; Mandiri 123 000 777 1910; atau Mega Syariah 10 000 333 62. Masyarakat juga dapat memantau nominal bantuan yang terkumpul di situs Rohis Tegal - Rohani Islam(Muchlishon Rochmat/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 29 Desember 2017

GP Ansor Gerokgak Bersihkan Setengah Ton Sampah di Pulau Menjangan

Buleleng, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Sebanyak 50 anggota Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gerokgak Buleleng berhasil membersihkan sampah di pulau Menjangan. Setelah dikumpulkan, sampah yang mereka bersihkan seberat setengah ton sampah plastik pada Ahad, 5 maret lalu.

Ketua GP Ansor Kecamatan Gerokgak Abdul Karim Abraham mengatakan, aksi ini bagian dari kepedulian GP Ansor terhadap masih banyaknya sampah di kawasan Taman Nasional Bali Barat ini.

GP Ansor Gerokgak Bersihkan Setengah Ton Sampah di Pulau Menjangan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gerokgak Bersihkan Setengah Ton Sampah di Pulau Menjangan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gerokgak Bersihkan Setengah Ton Sampah di Pulau Menjangan

Menurut dia, pulau Menjangan saat ini menjadi ikon pariwisata bawah laut Bali. Sehingga semakin bersih pantai dan lingkungannya, semakin banyak kunjungan yang akan ke pulau itu.

“Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada pariwisata di pulau Menjangan. Jika wisatawan nyaman karena pantainya bersih, maka yang kena dampaknya adalah pendapatan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Selain itu, Karim juga mengingatkan kepada anggota GP Ansor untuk terus terlibat dalam penjagaan kebersihan di lingkungannya masing-masing. “Karena jika bersih, semua orang akan nyaman dan sehat,” ungkapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah 3 TNBB, Septi, mengapresiasi kepedulian GP Ansor terhadap lingkungan di kawasan Taman Nasional Bali Barat, terutama pulau Menjangan.?

Ia menjelaskan, pulau Menjangan ini selalu disorot dunia, terutama soal kebersihannya. “Kita selalu dipantau oleh pihak luar karena wisatawan asing lebih banyak yang berkunjung ketimbang domestik,” paparnya di hadapan anggota Ansor sebelum menyeberang ke pulau Menjangan.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari data yang ada, lanjut Septi, dalam setahun ada 42 ribu wisatawan asing, dan 16 ribu wisatawan domestik.

Untuk diketahui, bersih-bersih pesisir pantai itu terlaksana berkat kerja sama GP Ansor Kecamatan Gerokgak dengan Pemerintah Desa Sumberklampok dan Kinaara Resort Pemuteran. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Cara Melaporkan Akun dan Situs Radikal di Internet agar Diblokir

Kementerian Komunikasi dan Informatika baru-baru ini memblokir beberapa akun dan situs online setelah melakukan pengawasan dan menerima laporan dari masyarakat. Laporan terkait dengan konten media tersebut yang terindikasi mendukung secara jelas aksi teror, khususnya yang terjadi di Jalan MH Thamrin, 14 Januari 2016 kemarin lalu.

Sebagaimana dilaporkan dalam laman resminya, untuk kategori media sosial Kementerian Kominfo telah memblokir tiga akun Facebook, dua akun Twitter, dan sebuah telegram yang sudah terang pro terhadap aksi bom di sekitar Gedung Sarinah tersebut. Kementerian Kominfo juga telah memblokir sedikitnya 11 website berkenaan dengan tragedi itu.

Cara Melaporkan Akun dan Situs Radikal di Internet agar Diblokir (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Melaporkan Akun dan Situs Radikal di Internet agar Diblokir (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Melaporkan Akun dan Situs Radikal di Internet agar Diblokir

Kementerian Kominfo mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penanganan akun-akun media sosial juga situs-situs di internet yang terbukti mendukung aksi kekerasan atau terorisme. Caranya cukup mudah, hanya dengan malaporkannya melalui email aduankonten@mail.kominfo.go.id, dan pihak Kementerian Kominfo akan menindaklanjuti.

Laporan akan lebih efektif bila mencantumkan link, serta sejumlah bukti data secara terperinci yang benar-benar menjadi keberatan pelapor dan diperkirakan berdampak buruk bagi kepentingan publik. Data bisa berupa rekaman tampilan layar (screenshot) atau keterangan yang padat dan jelas.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain situs dan akun radikal di internet, Kementerian Kominfo juga bertanggung jawab terhadap pemblokiran situs-situs pornografi, perjudian, perdagangan orang, transaksi narkoba, dan situs-situs merugikan lain yang disalahgunakan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 26 Desember 2017

PBNU Tak Menolak RUU Ormas

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak menolak RUU Ormas yang segera disahkan oleh DPR RI. Namun karena terdapat sejumlah pasal yang dinilai harus dirumuskan ulang, PBNU meminta pengesahan RUU ini ditunda.

PBNU Tak Menolak RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Menolak RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Menolak RUU Ormas

Demikian ditegaskan Wakil Sekjen PBNU Abdul Munim DZ kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Jum’at (5/3) terkait beredarnya isu yang menyebutkan PBNU menolak RUU Ormas.

Menurutnya, dalam konferensi pers di kantor PBNU Kamis (4/3) kemarin PBNU hanya meminta pengesahan RUU Ormas oleh DPR RI yang sebelumnya dijadwalkan pekan depan, untuk segera ditunda.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dalam hal ini PBNU telah menyampaikan sejumlah catatan dan meminta beberapa poin dalam RUU Ormas itu dirumuskan ulang terlebih dahulu,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali dalam konferensi pers kemarin mengatakan, NU menginginkan substansi RUU ini ditinjau kembali. Pengesahan RUU Ormas menjadi UU Ormas bila dipaksakan sesuai jadwal semula, dikhawatirkan akan menimbulkan sejumlah dampak negatif.

"Permintaan ini kami sampaikan untuk menghindari berbagai dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari pengesahan RUU tersebut," kata Asad didampingi Sekjen PBNU H. Marsudi Syuhud, Ketua PBNU Imam Azis, Wakil Sekjend PBNU H Abdul Munim DZ, dan Adnan Anwar.

PBNU tetap menghargai langkah Pemerintah dan DPR yang telah menyempurnakan UU No 8 tahun 1985 tentang Ormas. Tapi ada sejumlah pasal yang harus dirumuskan ulang, seperti pengertian Ormas dalam RUU yang masih general.

"RUU ini belum melihat sejarah, peran, dan kontribusi Ormas seperti NU, Muhammadiyah, Perti, Nahdlatul Waton, Alkhairat, Syarikat Islam, dan masih banyak lainnya yang ada sebelum negara ini berdiri," tegas Asad.

Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud menambahkan, Ormas-ormas di Indonesia merupakan jangkar negara Kesatuan Republik Indponesia (NKRI). “Banyak negara yang hancur karena tidak ditopang ormas,” katanya.

Selain pasal substansi Ormas, yang juga harus dirumuskan ulang terkait pembedaan antara yayasan, perkumpulkan dan Ormas yang sudah lama berdiri, yang kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak ditemukan selain di Indonesia.

Lebih jauh PBNU juga keberatan dengan beberapa pasal dalam RUU tersebut yang mengatur keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing, terlebih dengan cara menyamakan aturan dan persyaratan yang dikenakan kepada Ormas. Jika LSM asing diberi landasan hukum, maka harus diatur dalam Undang-undang tersendiri.

As’ad Ali menambahkan, PBNU berharap pemerintah dan DPR mempertimbangkan aspirasi yang disampaikan oleh NU. “Kalau pemerintah tetap ingin mengesahkan ya kita serahkan ke pemerintah saja, tapi kita punya umat,” katanya. “Kita tidak pernah menjadi oposisi, maka kami percaya pemerintah akan menerima pemikiran NU,” pungkasnya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Para pecinta Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menamakan diri Gusdurian di wilayah Cirebon, Jawa Barat, menggelar acara pertemuan di Pesantren Majelis Tarbiyah Hidayatul Mubtadiin (MTHM) Ketitang, Cirebon Kamis (7/7) kemarin. ? Pertemuan mengangkat tema “Implementasi Pemikiran Gus Dur dalam Mengawal moral Remaja Indonesia”.

Di hadapan para Gusdurian yang terdiri dari aktifis muda NU dan pesantren, mahasiswa, dan masyarakat Cirebon dan sekitarnya, Koordinator Gusdurian Alissa Qotrunnada Wahid yang hadir dalam acara ini mengatakan, semua gagasan Gus Dur, bersumber dari ajaran Aswaja atau Ahlussunnah wal jama’ah.

Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja

“Segala apa yang telah digagas oleh seorang Gus Dur semenjak awalnya, baik tentang keIslaman ala pesantren, kemanusiaan, kesetaraan, pembebasan, keadilan, dan lain-lain sebenarnya hanya mengembangkan dari ? apa yang telah menjadi prinsip pokok dari ajaran Ahlus-sunnah wal Jamaah dan NU,” papar Alissa Qotrunnada Wahid dalam acara temu Gusdurian Cirebon di Pesantren Majelis Tarbiyah Hidayatul Mubtadiin (MTHM) Ketitang, Cirebon, Kamis (7/7).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Remaja dipilih sebagai topik khusus pada diskusi kali ini karena dipandang perlu untuk mengawal ke-Aswaja-an sebagai prinsip kebangsaan ? sejak dini, yakni semenjak ? masa remaja.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Seorang remaja harus disiapkan dengan prinsip-prinsip Aswaja yang kuat sebelum mereka memasuki tataran luar yang lebih beragam, karena setelah ini mereka akan menemui beberapa pilihan corak keagamaan Islam yang sesuai dengan konteks keIndonesiaan, adapula yang sebenarnya kurang pas untuk diterapkan di negeri seberagam Indonesia ini,” tambah puteri sulung Gus Dur ini yang berkesempatan menjadi pembicara pertama.

Hal senada disampaikan Marzuki Wahid dari Fahmina Institute. Menurutnya, penting sekali untuk mengawal para generasi remaja dengan prinsip-prinsip keIndonesiaan yang telah digariskan NU dan Gus Dur.?

“Para remaja harus ditanamkan dengan kuat prinsip-prinsip luhur yang diamanatkan oleh NU, Pesantren, dan Gus Dur sendiri. Sehingga dalam satu sisi mereka akan siap untuk membaca berbagai corak yang terdapat di dunia luar, akan tetapi mereka akan tetap berbangga dan kuat memegang teguh tradisi dan prinsip kepesantrenan," kata Marzuki yang juga pengurus pusat Lakpesdam NU.

Diskusi kebangsaan yang dimoderatori oleh Sobih Adnan (ISIF Cirebon) ini termasuk dalam rangkaian peringatan haul al-marhumin KH Salwa Yasin, KH Asror Hasan, dan KM Adnan Asror serta Imtihan ke-34 Pesantren MTHM Ketitang, Japurabakti, Cirebon.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Pertandingan, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 Desember 2017

Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jeju memiliki tiga hal yang melimpah, yaitu angin, bebatuan dan wanita. Pulau ini anginnya sangat kencang dan saat ini energinya dimanfaatkan untuk memutar kincir angin. Bebatuan juga tampak dimana-mana karena Jeju merupakan pulau vulkanik. Dalam tradisi Konfusius, wanita lebih banyak tinggal di rumah, tetapi tidak demikian di Jeju, mereka aktif dalam kehidupan publik sehingga muncul dimana-mana, salah satunya menjadi penyelam yang tangguh.

Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder

Ada tiga hal yang tidak terdapat di pulau ini, yaitu tidak ada pencuri, tidak ada pengemis dan tidak ada pagar yang membatasi rumah dan jalanan. Di semua lokasi wisata yang kami kunjungi, tidak ada pengemis atau pengasong sehingga para turis bisa menikmati acara wisatanya dengan nikmat.

Pada hari kedua di Jeju, rombongan Muslim Tur Korea yang diprakarsasi oleh Garuda Indonesia dan Korean Tourism Organization mengunjungi beberapa tempat yang mengesankan. Setelah sarapan di hotel, kami berangkat menuju Gua Manjanggul, yang merupakan salah satu goa paling indah di dunia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gua ini terbentuk akibat aliran lava yang mengalir menuju ke permukaan dan akhirnya membentuk sebuah gua yang sangat indah. Memiliki panjang 13,442 m, namun yang terbuka untuk umum hanya 1 km (1000 m) saja. Dengan berjalan kaki, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit, masing-masing 20 menit pergi-pulang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gua ini sudah masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO. Untuk masuk dalam gua ini, tiketnya cukup murah, hanya 2000 won, sekitar 20-22 ribu rupiah, tergantung kurs, untuk individual sementara untuk rombongan per orang dikenakan 1.800 won. Jalanan di dalam gua diberi penerangan yang cukup, tetapi cahayanya tidak sangat terang. Untuk berjalan didalamnya harus sedikit berhati-hati karena di beberapa lokasi ada sedikit genangan air. Meskipun masuk dalam gua sampai dalam, sirkulasi udara berjalan dengan baik sehingga bisa bernafas dengan lega. Dengan langit-langit sekitar 7 meter dan luas 5 meter kami bisa berjalan dengan nyaman, apalagi dengan kebersihan yang sangat terjaga. Terdapat banyak stalaktit yang menggantun di langit-langit gua dan tidak ada kelelawar yang biasanya menjadi penghuni gua. Kami berhenti di sebuah batu berbentuk kura-kura, yang jaraknya sekitar 500 meter dari pintu masuk sebelum kembali lagi.?

Setelah puas menikmati keindahan alam ini, rombongan bergerak menuju Museum Masyarakat Tradisional Jeju. Disini kita bisa mempelajari bagaimana cara hidup orang Korea zaman dahulu. Konsepnya mirip dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menggambarkan kehidupan masyarakat adat. Didalamnya berisi berbagai bentuk rumah tradisional yang terbuat dari batu dan tanah liat dengan atap jerami. Suasana kehidupan pertanian kuno digambarkan dalam bentuk jagung dan padi-padian yang digantung di depan rumah. Juga digambarkan bagaimana kehidupan nelayan pada zaman dahulu. Setiap rumah memiliki pagar yang khas setinggi lutut orang dewasa dengan tiga buah palang pintu. Jika hanya satu palang yang dipasang, maka menunjukkan penghuni sedang di rumah, jika dua, berarti sedang bekerja di luar dan jika tiga palang dipasang, maka sedang pergi jauh, sehingga tetangga tahu dan membantu mengawasi. Pagar pendek ini bukan untuk mencegah pencuri masuk, karena disini tidak ada pencuri, melainkan untuk mencegah hewan masuk dalam rumah.?

Juga digambarkan bagaimana aktifitas peribadatan masyarakat kuno Jeju. Ada satu patung sedang menunjukkan seorang laki-laki sedang bersujud. Kiai Masdar langsung meminta difoto. “Wah ini penting.”

Dilengkapi dengan jalan setapak yang enak dan dipinggirnya ditanami dengan bunga-bungaan, membuat pemandangan terasa sangat indah, apalagi ditambah dengan adanya air terjun, membuat museum yang berada di kaki gunung Halla ini terasa sempurna. Kantor gubernur zaman dahulu juga berada di lokasi ini. Bagi yang tidak menginginkan pemandu, tersedia audio tur dalam bahasa Inggris dengan sewa 2.000 won.

Untuk tiket masuk individual dikenakan biaya 8.000 won, sedangkan untuk grup, lebih dari 20 orang, dikenakan tiket 5.000 won.

Lokasi ini menjadi tempat shooting drama Korea terkenal Daejanggem, Tamra-the Island, Chuno, dan the Great Merchant.

Selanjutnya kami makan siang dengan daging kambing disembelih secara halal di Wagengi, Korea Traditional Culture Center. Kami disambut dengan bendera merah putih di pintu masuk. Pemiliknya Rose Lee pintar berbahasa Indonesia karena pernah tinggal di Bandung selama tiga tahun.?

Ditempat ini, disediakan musholla dengan tempat wudhu khusus yang nyaman khas Indonesia, beberapa kran dengan saluran air dibawahnya yang terletak di dekat tempat sholat. Pemiliknya bahkan membuat dua ruangan untuk sholat, satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. Angin bertiup sangat kencang sehingga udara terasa dingin menggigil.

Setelah makan siang dan sholat, energi kembali pulih, kami bisa terlelap sejenak dalam perjalanan menuju Aqua Planet Jeju, yang merupakan aquarium terbesar di Asia. Terdapat tiga seksi dalam gedung tersebut, yang terdiri dari aquarium, ocean arena (seperti gelanggang samudra dengan pertunjukan lumba-lumba dan singa laut) dan marine science. Lokasi ini cocok untuk hiburan keluarga dan anak-anak yang ingin belajar tentang kehidupan laut. Harga tiketnya lumayan, 38,400 won (hampir 400 ribu rupiah) untuk individual dan 32,600 untuk grup. Disini juga ditampilkan untuk pertama kalinya di Korea, hiu paus, binatang laut paling besar di dunia.?

Lokasi terakhir yang kami kunjungi adalah Seongsan Illchulbong, yang hanya memerlukan waktu sepuluh menit dari lokasi sebelumnya. Sebuah bukit kecil yang muncul dari tengah laut, berbentuk melingkar dan diatasnya berbentuk cekung. Lokasi ini terbentuk lima ribu tahun yang lalu karena erupsi bawah laut dengan tinggi 182 meter.?

Untuk masuk lokasi ini, hanya perlu tiket 2.000 won untuk individual dan rombongan dikenakan 1.200 won.

Inilah lokasi terindah di Jeju, dengan pemandangan laut dan lampu-lampu di perkotaan ketika kami mendaki di lerengnya menuju puncak. Sayang kami mencapai lokasi ini sudah pukul 04.30 sore, sudah menjelang gelap saat musim dingin. Lokasi ini menjadi favorit untuk melihat matahari terbit, terutama di tahun baru karena posisinya di pantai timur Jeju.?

Udara yang cerah, tidak ada hujan menjadikan suasana yang romantis. Langit sudah mulai gelap, tetapi saya bertekad untuk naik ke puncak bersama beberapa teman. Belum tentu seumur hidup akan ke sini lagi. Semakin ke atas, pemandangan semakin indah. Bagi yang lelah, disediakan tempat istirahat di lereng. Saya lihat Prof Suwito sedang duduk istirahat di sebuah lereng, tampaknya ingin naik ke atas tetapi terlalu berat. Saya hanya say hello karena buru-buru ke atas agar tidak kegelapan untuk ambil gambar karena jika gelap, cahaya kamera tidak maksimal. Keringat yang mengalir menyebabkan tubuh menjadi lebih hangat sehingga udara dingin menjadi tidak terasa. Akhirnya sampai juga di atas. Susul-menyusul, hanya 8 orang yang sampai di atas, 6 laki-laki dan dua perempuan. Ada kepuasan maksimal dengan melihat dari atas karena bisa melihat pemandangan dari atas secara penuh ke semua lokasi. Keindahannya tak bisa digambarkan, hanya bisa disaksikan dan dirasakan sendiri dan menjadi pengalaman yang takkan terlupakan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Lomba, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 09 Desember 2017

NU dan Muhammadiyah di Sumbawa: Sebuah Harmoni

Oleh Poetra Adi Soerjo

 

NU dan Muhammadiyah di Sumbawa: Sebuah Harmoni (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Muhammadiyah di Sumbawa: Sebuah Harmoni (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Muhammadiyah di Sumbawa: Sebuah Harmoni

Yang membawa NU pertama kali ke Sumbawa adalah seorang anak muda yang lahir dari rahim kandung Muhammadiyah, dan yang membawa Muhammadiyah melejit ke panggung dunia internasional adalah anak muda Sumbawa yang lahir dari rahim kandung NU.

Adalah Abdul Majid seorang pemuda Sumbawa yang masih berusia 15 tahun pada tahun 1934, pulang ke Sumbawa melihat kegiatan yang dikembangkan oleh Badan Tablig sebuah wadah organisasi ulama yang sudah terlebih dahulu eksis di Sumbawa. Kegiatan Badan Tablig ini mendapat sokongan restu dari Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin III dan mengirimkan para mubalignya keliling ke seluruh daerah di Sumbawa.

Abdul Majid sendiri adalah seorang pemuda asal Sumbawa yang kecil dan besar dalam pengasuhan KH Agus Salim seorang tokoh sentral Muhammadiyah di Jakarta. Kepada Badan Tablig, Abdul Majid menjelaskan tentang perkembangan oraganisasi kebangkitan ulama di tingkat nasional yang merupakatan geneologi dari komite Hijaz yang dikirimkan oleh ulama ulama Nusantara untuk memprotes kebijakan Raja Najed di Saudi.

Melihat begitu semangatnya dakwah Badan Tablig, Abdul Majid kemudian memperkenalkan organisasi nasional Nahdhatul Ulama (NU) yang memang secara tradisi ibadah sangat dekat dengan tradisi ibadah orang Sumbawa pada umumnya saat itu. Pembacaan Barzanji, Sarakalan, Yasinan, Gendang Tabuh Ratib Rabana Ode dan Rabana Rea, Ratib Munid yang datang dari Banjar dan lain sebagainya telah mendarah daging dalam amaliah ibadah orang Sumbawa. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sultan Sumbawa sendiri memiliki garis keturunan yang langsung dari kesultanan Banjar di kalimantan Selatan tempat di mana tradisi awal Ratib berkembang. Maka tak butuh waktu dan perdebatan yang lama untuk menjelaskan kitab Qanun Asasi (prinsip dasar) dan juga kitab Itiqad Ahlussunnah wal Jama’ah yang disusun oleh KH Hasyim Asyari sebagai khittah NU. Karena paham aqidah Asyariyah al-Maturidiyah sendiri telah menjadi amaliah hari-hari orang Sumbawa. Hal tersebut dibuktikan dengan hafalan sifat dua puluh karya Imam Abul Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi yang sudah umum dikenal masyarakat Sumbawa dan diajarkan di tempat-tempat mengaji.

Adalah M. Sirajudin Syamsuddin yang pidatonya hingga kini terus menggelegar di seluruh penjuru bumi dan dinanti oleh tokoh-tokoh dunia. Bagi saya pribadi, ada aura wibawa yang sangat kuat dalam pidato M. Sirajudin Syamsuddin yang kita kenal dengan nama Prof. Din Syamsuddin sejak mulai membuka salam. Seriuh apa pun audiens, nada salam pembuka dalam pidato Din selalu membuat dunia berhenti dan menoleh, Din selalu mampu mencuri perhatian audiens sejak salam pembuka, dan terus dengan tutur yang sistematis, konten yang berisi, argumentasi dalil yang kuat disertai irama nada dan retorika pidatonya membuat pendengar terkunci tak beranjak dari kursinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di umur 12 tahun, sebagai peserta termuda dalam lomba pidato tingkat kabupaten di Sumbawa, Din telah menjadi juara dan mengalahkan peserta lain yang bahkan ada yang sudah menjadi mahasiswa. Pidato Din kala itu sekelas dengan pidato Idham Kholid (tokoh NU) dan M. Natsir (Masyumi) yang terkenal sebagai macan panggung. Kemenangan Din sang kader cilik NU dalam lomba pidato tersebut membuat Sumbawa tercengang, dan inilah pemantik awal karir Din hingga menjadi ulama dunia sampai hari ini.

Adalah Khudori HS, Orang Madura yang menjadi Kepala Depag Sumbawa dan sekaligus Ketua Pimpinan Cabang NU Sumbawa yang menempa dan mengolah teknik dan retorika pidato Din. Ayah Din adalah seorang tokoh dan pengurus NU di Sumbawa. Din mulai dari Ibtadiyah hingga Tsanawiyah menimba pendidikan di sekolah NU di Sumbawa hingga menjadi ketua IPNU. Kembali ke masalah pidato, maka terkait gaya bahasa dan olah kata, Din di bawa oleh sang ayah untuk ditempa oleh seorang punggawa penyair dan sastrawan Sumbawa yaitu Dinullah Rayes yang kini juga dikenal sebagai sastrawan nasional. Dinullah Rayes diusianya yang tak lagi muda menikahi adik dari sahabatnya sesasama penyair yaitu KH Zawawi Imron.

Di umur yang masih begitu belia, Din sudah menjadi mubalig cilik yang berkeliling ke berbagai daerah di Sumbawa untuk memberikan ceramah. Din belia telah menjadi kebanggaan tokoh tokoh NU Sumbawa. Oleh seorang tokoh NU Sumbawa bernama Muchtar Anwar kemampuan piadato dan ceramah Din kembali digembleng. Muchtar Anwar menaikkan Din ke atas kuda untuk dijadikan fodium latihan pidato. Dan oleh Muchtar Anwar, Din dibawa keliling ke berbagai daerah di Sumbawa untuk keliling berceramah sebagai mubalig cilik. Bintang ketokohan seorang Din Syamsuddin mulai menyala dan dijadikan sebagai vote getter oleh partai NU Sumbawa untuk berkampanye meraup suara dalam pemilu. 

Ada cerita menarik Din di masa kecil. Alkisah diadakan sebuah rapat rahasia para tokoh tokoh NU di rumah Ayahnya untuk membahas strategi politik Partai NU dalam Pemilu. Hasil rapat diketikkan dalam beberapa lembar kertas. Din kecil yang suka bermain layang layang tanpa dosa mengambil kertas tersebut sebagai bahan untuk membuat layang layang. Dengan riang gembira Din yang paling suka bermain dan mandi di Kali Tiu Baru memainkan layangannya. Betapa kaget sang Ayah karena tak lagi menemukan berkas rapat penting para tokoh NU di rumahnya. Dan diketahuilah bahwa ternyata kertas tersebut tak lagi berbentuk karena sudah dijadikan layangan oleh Din. Al hasil, sebagaimana orang Sumbawa pada umumnya, Din dilebak sang Ayah yang sedang asik bermain layangan di Tiu Baru. Namun Din yang karena prestasinya yang cemerlang sejak kecil tetaplah menjadi kebanggaan tokoh tokoh NU Sumbawa. Din selalu menjadi bintang dalam kampanye kampanye partai NU Sumbawa. Melihat Din yang terlalu muda dilibatkan dalam panggung politik, maka sang paman yang merupakan tokoh Muhammadiyah mengirimkan Din ke Pondok Modern Gontor, hingga Din bertemu Muhammadiyah dan mencapai puncak tertinggi karirnya dalam organisasi Muhammadiyah sebagai Ketua Pimpinan Pusat.

Maka lihatlah bagaimana investasi Muhammadiyah bagi NU Sumbawa dan demikian pula investasi NU bagi Muhammadiyah. Abdul Majid yang lahir dari rahim Muhammadiyah, anak asuh KH Agus Salim membawa NU untuk pertama kali ke Sumbawa, dan Din Syamsuddin yang lahir dari rahim NU membalas budinya dengan membawa nama besar Muhammadiyah semakin besar lagi ke pentas dunia.

Penulis adalah Sekretaris Bidang Akademik Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Pesantren, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Anggota MPR RI H Syaikhul? Islam M. Sosio atau yang kerap disapa Gus Syaikhul menggelar rapat dengar pendapat dan bernegara bersama ratusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Gus Syaikhul, pada pertemuan di Gedung Kesehatan Jalan Raya Modong Tulangan Sidoarjo, Kamis (5/3) malam, mengatakan, perlu adanya pemantapan kesadaran berbangsa dan negara kepada masyarakat secara umum dan kepada kader NU, khususnya Gerakan Pemuda Ansor.

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan

Kegiatan ini, kata kata anggota Komisi VII yang membidangi energi, sumber daya mineral, ristek dan dikti, bertujuan untuk menegaskan komitmen NU dan Gerakan Pemuda Ansor sebagai badan otonom NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Komitmen tersebut menurut putra pemangku Pondok Pesantren Bumi Sholawat KH Agoes Ali Mashuri, itu adalah menjalankan Islam Ahlussunah wal-Jama’ah dan kebangsaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masih menurutnya, beberapa dasar berbangsa dan bernegara yang harus diketahui serta diterapkan masyarakat, khususnya warga nahdliyin, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 merupakan konstitusi negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, dan NKRI sebagai bentuk negara.

"Keempat pilar kebangsaan itu harus ditancapkan dan direalisasikan oleh setiap masyarakat Indonesia pada umumnya serta khususnya kepada kader Nahdliyin," jelasnya.

Acara yang diikuti sekitar 150 peserta dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo berjalan lancar dan khidmat. Meskipun cuaca saat itu sedang hujan, namun tidak menyurutkan semangat para kader NU tersebut. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Pesantren, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 20 November 2017

Atasi Kemarau Panjang dengan Taubat Nasuha dan Hindari Maksiat

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kemaksiatan yang diperbuat oleh seseorang akan berdampak kepada orang lain. Ibarat banjir, maka yang lain ikut terseret ke dalamnya. Termasuk orang-orang yang tidak berdosa, anak-anak yang belum tahu apa-apa menerima juga imbasnya. Maka memohon ampun atau taubat adalah jalan terbaik yang harus dilakukan manusia agar tidak terjadi banjir bencana.

Atasi Kemarau Panjang dengan Taubat Nasuha dan Hindari Maksiat (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Kemarau Panjang dengan Taubat Nasuha dan Hindari Maksiat (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Kemarau Panjang dengan Taubat Nasuha dan Hindari Maksiat

Demikian antara lain isi Khutbah Sholat Istisqo yang diungkapkan oleh Mustasyar PCNU Brebes yang juga? Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Brebes KH Said Basalamah, pada sholat Istisqo di halaman SMP N 2 Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (27/10).

Bertaubat, lanjutnya, taubatan nasuha, harus kita lakukan terus menerus tanpa henti. Barangkali kekeringan dan kemarau panjang yang melanda bumi Indonesia merupakan ujian bahkan azab dari Allah SWT atas kelalaian kita. “Muhasabah, berserah diri kepada Allah SWT, memohon ampun, merupakan jalan terbaik yang harus kita lakukan,” ajak Kiai Said.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kepala SMP N 2 Jatibarang Brebes Drs Idi Fitriyadi MM menjelaskan, sholat Istisqo diikuti 967 dan 53 guru serta 17 karyawan. Sebelum sholat, mereka melakukan istighotsah yang dipimpin KH Said Basalamah.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Idi mengatakan, sholat istisqo dikandung maksud untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. Termasuk untuk memberikan pembelajaran secara nyata tentang pertaubatan nasukha kepada Yang Maha Kuasa. “Ada campur tangan Allah SWT atas segala yang terjadi dimuka bumi ini. Daun yang jatuh ke bumi pun, atas kehendak-Nya,” kata Idi.

Sholat berlangsung di halaman sekolah mulai pukul 08.00 hingga pukul 09.00 WIB. Dibawah sengatan terik matahari, mereka dengan khusyu melaksanakan sholat dua rokaat, dengan khotib dan imam KH Said Basalamah. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Khutbah, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 12 November 2017

Lupa Belum Shalat, Apa yang Harus Segera Dilakukan?

Shalat adalah perkara wajib. Shalat tidak boleh ditinggalkan hanya karena satu alasan tertentu. Akan tetapi bukanlah manusia jika selalu benar. Dinamakan manusia karena terkadang dia salah dan lupa. Maka, bagaimanakah jika seorang muslim lupa dan melewatkan kewajiban shalatnya?.

Melewatkan shalat karena kesibukan tidaklah dibenarkan. Karena kewajiban tidak lantas bisa gugur karena kesibukan bahkan juga keteledoran. Sebagaimana hutang yang harus dibayar. Oleh karena itu siapapun yang meninggalkan shalat baik dengan sengaja ataupun tidak, sebaiknya segera melaksanakannya ketika ingat dan memungkinkan. Walaupun ia telah berada di luar waktu shalat yang ditetapkan. Itulah yang disebut dengn qadha’.

Sebuah hadits riwayat Anas bin Malik menjelaskan:

Lupa Belum Shalat, Apa yang Harus Segera Dilakukan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Lupa Belum Shalat, Apa yang Harus Segera Dilakukan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Lupa Belum Shalat, Apa yang Harus Segera Dilakukan?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Apabila engkau tidur hingga meninggalkan shalat atau lupa mengerjakannya. Hendaklah segera mendirikan shalat ketika telah teringat. Sesungguhnya Allah berfirman “Dirikanlah Shalat untuk mengingatku.

Hadits di atas menunjukkan bahwa mengqadha shalat (membayar hutang shalat pada waktu yang telah dilewatkan) hukumnya adalah wajib. Sedangkan menyegerakan dalam melaksanakannya hukumknya sunnah. Oleh karena itu jam berapapun kita terbangun di pagi hari, hendaklah segera mengambil air wudhu untuk shalat Subuh walaupun jelas telah lewat waktunya (misalnya dan delapan). Karena mengqadha shalat subuh adalah wajib, dan menyegerakannya adalah sunnah. Sebuah hadits menerangkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para sahabat bercerita kepada Rasulullah saw tentang ketiduran mereka hingga lewat waktu shalatnya. Maka sabdanya “tidaklah karena tidur dianggap teledor, karena teledor itu diwaktu jaga. Maka jika salah seorang kamu lupa shalat atau ketiduran hingga meninggalkan shalat, maka hendaklah segera shalat ketika ingat. ?

Kedua hadits di atas menegaskan bahwa hukum men-qadha (melakukan shalat di luar waktu yang ditetapkan) shalat adalah wajib. Dan bersegera melaksanakannya adalah sunnah. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Meme Islam, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 11 November 2017

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong?

Assalamualaikum ustadz. Duh ribet nih mau darimana nyampeinya. Saya memang muslim tapi sering ninggalin shalat 5 waktu dan saat Ramadhan saya juga banyakan bolongnya. Pertanyaan saya gmn cara mengganti sholat fardu yang tertinggal ataupun puasa Ramadhan terhitung dari baligh sedang sekarang usia saya sudah seperempat abad lebih dikit. Apa ada kafaratnya juga. Mohon banget jawabanya ustadz.

?

Dido (Nama disamarkan)

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong?

---

?

Jawaban

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penanya yang budiman, semoga selalu mendapatkan rahmat dan hidayah Allah swt. Kami yakin bahwa pertanyaan yang Anda ajukan lahir dari kesadaran keimanan yang mendalam. Ada dua pertanyaan yang Anda ajukan di sini, dan kami akan memulai dengan menjawab dan menjelaskan pertanyaan yang pertama.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa shalat lima waktu adalah kewajiban bagi setiap orang muslim yang sudah mukallaf. Dan termasuk salah satu rukun Islam seperti halnya puasa.

Meninggalkan shalat sama halnya dengan merusak agama. Dalam sebuah hadits dikatakan: “Bahwa shalat adalah tiang agama, barang siapa yang menegakkannya sungguh ia telah menengakkan agama, dan barang siapa yang merusaknya sungguh ia telah merusak agama”. Karenanya kelak di akhirat amal pertama seorang hamba yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah swt adalah shalat.

Shalat lima waktu sebagai kewajiban seorang muslim yang mukallaf jika karena udzur seperti lupa atau ketiduran ditinggalkan maka harus diqadla. Namun bagaimana jika dengan sengaja meninggalkan shalat tanpa adanya alasan yang dapat dibenarkan secara syara` (‘udzur syar’i) dan itu dilakukan selama bertahun-tahun? Apakah wajib meng-qadla?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kasus seperti ini para ulama berbeda pendapat. Pendapat pertama dari kalangan madzhab hanafi menyatakan bahwa jika seseorang yang shalatnya banyak yang bolong dan tidak tahu secara pasti berapa jumlah shalat yang ditinggalkan maka ia tetap wajib meng-qadla`-nya sampai ia yakin bahwa bahwa ia telah terbebas dari tanggungjawabnya. Lantas ia wajib menentukan waktu yang pernah ditinggalkannya. Dan dimulai dengan men-qadla` shalat dhuhur yang pertama kali atau yang terakhir kali ditinggalkan. Hal ini untuk memberikan kemudahan.?

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405 ?/1985 ? ? 2? ?. 143)

“Para ulama dari kalangan madzhab hanafi berpendapat bahwa seseorang yang shalatnya banyak ditinggalkan hingga dia sendiri tidak tahu berapa jumlah yang ditinggalkannya wajib meng-qadla-nya sampai ia yakin terbebas dari kewajiban itu. Dan ia wajib menentukan waktunya (waktu yang selama itu tidak menjalankan shalat). Lantas ia berniat (meng-qadla`) shalat dhuhur yang pertama kali atau yang terakhir ia tinggalkan untuk memberi kemudahan baginya”. ? (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut-Dar al-Fikr, cet ke-3, 1405 H/1985 M. juz, 2, h. 143)

Sedang menurut kalangan madzhab Maliki, Syafii, dan Hanbali orang yang meninggalkan shalat dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga ia tidak ingat lagi berapa jumlah yang ditinggalkan maka ia wajib meng-qadla` sampai ia yakin ia terlepas dari kewajibannya dan tidak harus menentukan waktunya. Tetapi cukup baginya untuk menentukan shalat yang pernah ditinggalkan, seperti dhuhur atau ashar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405 ?/1985 ? ? 2? ?. 143)

“Ulama dari kalangan madzhab Maliki, Syafii, dan Hanbali berpendapat, wajib baginya untuk meng-qadla shalat yang pernah ditinggalkan sampai ia yakin bebas dari kewajibannya berupa shalat-shalat fardlu (yang pernah ditinggalkan), dan tidak harus menentukan waktunya, tetapi cukup dengan menentukan yang diniati (shalat yang pernah ditinggalkan) seperti dhuhur atau ashar”. (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut-Dar al-Fikr, cet ke-3, 1405 H/1985 M. juz, 2, h. 143)

Sedangkan menurut Ibnu Qudamah, peng-qadla`-an terhadap shalat yang pernah ditinggalkan dilakukan sesuai kemampuan pelakunya dan jangan sampai menimbulkan masaqqah atau memberatkan terhadap badan atau hartanya. Misalnya jangan sampai membuat ia sakit, atau menyebabkan kehilangan mata pencariannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405? ? 1? 681)

“Apabila banyak sekali shalat yang ditinggalkan maka ia (orang yang meninggalkan shalat) wajib menyibukkan dirinya dengan qadla` sepanjang hal itu tidak menimbulkan masyaqqah pada badan atau hartanya. Adapun masyaqqah badannya adalah menjadi lemah fisik atau khawatir sakit. Sedang masyaqqah harta adalah ia terhenti dari men-tasharruf-kan hartanya sekiranya ia terputus mata pencariannya”. (Ibnu Qudamah al-Maqdisi, al-Mughni, Bairut-Dar al-Fikr, cet ke-1, 1405 H, juz, 1, h. 681)

Dari kedua pendapat yang telah kami paparkan, maka dalam pandangan kami pendapat yang kedua terasa lebih mudah untuk dilakukan. Sebab untuk menentukankan waktu bukanlah perkara yang mudah karena biasanya orang lupa kapan waktu awal atau akhir meninggalkan shalat.

Namun dalam kasus ini juga sebenarnya ada pilihan pendapat yang ketiga yang dikemukakan oleh para ulama seperti Ibnu Taimiyyah. Menurutnya, orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tidak disyariatkan untuk meng-qadla’ shalat yang pernah ditinggalkan karenanya qadla-nya tidak sah. Tetapi sebaiknya ia memperbanyak shalat dan puasa sunnah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? ? ? 1408?/1987 ? ?. ? 5? ?. 320)

“Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja itu tidak disyariatkan untuk meng-qadla` shalat yang telah ia tinggalkan dan tidak sah pula qadla`-nya, tetapi sebaiknya ia memperbanyak shalat sunnah begitu juga memperbanyak puasa. Demikian ini adalah pandangan sekelompok dari para ulama salaf seperti Abi Abdirrahman seorang pengikut setia Imam Syafii dan Imam Dawud azh-Zhahiri beserta para pengikutnya. Dalam hal ini tidak ada satu pun dalil yang bertentangan dengan pandangan ini”. (Ibnu Taimiyyah, al-Fatawa al-Kubra, Beirut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1408 H/1987 M, juz, 5, h. 320) ? ? ?

Pandangan Ibnu Taimiyyah ini pada dasarnya bukanlah pandangan yang baru sebagaimana pengakuannya sendiri. Tetapi sudah dikemukakan oleh para ulama terdahulu seperti Imam Dawud azh-Zhahiri yang pandangannya fiqh didokumentasikan oleh muridnya yaitu Ibnu Hazm. Dalam kasus ini Ibnu Hazm lebih lanjut menyatakan bahwa orang tersebut sebaiknya memperbanyak perbuatan baik, shalat sunnah untuk memperberat timbangan amal kebajikannya kelak pada hari kiamat, taubat, dan istighfar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ? ? 1? ?. 196)

“Adapun orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat sampai keluar waktunya, maka ia selamanya ia tidak akan mampu meng-qadla`-nya selamanya. Karenanya, sebaiknya ia memperbanyak perbuatan baik dan shalat sunnah agar timbangan kebaikannya kelak pada hari kiamat menjadi berat, taubat, dan meminta ampun kepada Allah ‘azza wajalla”. (lihat as-Sayyid as-Sabiq, Fiqh as-Sunnah, Kairo-Fath al-I’lam al-‘Arabi, juz, 1, h. 196)?

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang meninggalkan shalat secara sengaja selama bertahun-tahun sampai ia tidak ingat berapa jumlah shalat yang pernah ditinggalkan maka ia harus meng-qadla` shalat menurut pendapat mayoritas ulama dan tidak ada kafarat baginya. Namun dengan mengacu kepada pandangan Ibnu Qudamah, maka qadla’ tersebut dilakukan sesuai dengan kemampuannya. Di samping itu juga orang tersebut agar memperbanyak kebajikan, shalat sunnah, bertaubat, dan memperbanyak istighfar. Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Ulama, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 08 November 2017

Jadikan Puasa untuk Perbaikan Karakter

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam?



Imam Besar Masjid Agung Brebes KH Rosyidi mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai ladang perbaikan karakter secara menyeluruh. Perbaikan karakter tersebut, bisa dicapai melalui tahapan-tahapan puasa dalam sebulan, yang tentunya harus diikuti dengan penuh semangat dan ikhlas karena Allah SWT.?

Jadikan Puasa untuk Perbaikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadikan Puasa untuk Perbaikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadikan Puasa untuk Perbaikan Karakter

“Puasa diharapkan bisa menjadi perbaikan karakter secara menyeluruh,” ujar Kiai Rosyidi ketika ditemui Rohis Tegal - Rohani Islam di kediamannya, jalan Kiai Kholid Barat Pasarbatang Brebes, Selasa (6/6).

Karakter itu bisa terwujud, bila manusia makin menyadari akan peningkatan persaudaraan di antara kita. Meliputi memperkuat ukuhwah islamiyah, ukhuwah ? wathoniyah, dan ukhuwah basariyah, sehingga persatuan dan kesatuan umat islam makin kuat.?

Tindakan-tindakan kekerasan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam, justru kurang memberikan arti bagi perkembangan agama Islam, malah merugikan. “Bulan puasa kok melakukan terror, ini malah merugikan orang lain,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalih jihad itu tidak betul, kalau mau jihad benar-benar berada di medan perang yang sesungguhnya. Bukan menjadi pecundang seperti yang dilakukan para teroris itu. Teroris cuma mengacaukan dan memperburuk serta merusak nama Islam. Kejadian terakhir di Inggris sangat mencoreng umat Islam karena dilakukan pada bulan suci Ramadhan.?

Pun teror di Kampung Melayu, ? korbannya malah umat Islam, bahkan salah satu korbannya anak Brebes, anggota pelajar NU. “Bunuh diri dengan cara apa pun itu tidak dibenarkan dalam Islam, apalagi bunuh diri dengan membawa korban orang lain,” tegasnya.

Puasa Ramadhan, sambung Kiai Rosyidi, telah mendidik kita bersikap jujur, kepedulian sosial, saling ukhuwah, menegaskan diri sebagai pribadi yang saleh saleha dengan karakter yang hebat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ramadhan, menjadi perekat benang benang persatuan dan kesatuan umat. Keharmonisan di dalam keluarga bisa terbangun lewat saur dan buka puasa bersama. Ayah dan Ibu saling memperhatikan dan gendu-gendu rasa menyampaikan keluhan dan problematika masing-masing secara asyik. Jamaah shalat tarawih di mushola dan masjid mewujudkan arti sesungguhnya persatuan dan kesatuan umat.?

Ada takjil yang disediakan oleh kaum aghnia, ada doa-doa yang dilantunkan para kaum dhuafa. Ada tadarus yang memperhalus perkataan dan ada juga siraman rohani dari pemuka-pemuka agama yang menentramkan hati. “Rajutan benang keikhlasan dan kebersamaan di bulan puasa, amat teramat kuat bagi kekokohan dan kejayaan bangsa Indonesia, termasuk perputaran roda ekonomi yang sangat dinamis,” tandas mantan kepala Kemenag Brebes itu.

Kiai Rosyidi menambahkan, untuk kegiatan Masjid Agung di bulan Ramadhan antara lain pembahasan Tafsir Qur’an oleh KH Jaerukhi setiap hari bakda ashar berikut bacaan tahfidz serta tadarus Al-Qur’an saat bakda isya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 07 November 2017

JPPR Sarankan Muktamirin Bahas Soal Kampanye Hitam

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) melaporkan lonjakan penyebaran isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) di masa kampanye. Belakangan ini penggunaan isu SARA ini menampakkan peningkatan signifikan terutama dalam memengaruhi para pemilih. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, pihak JPPR mengusulkan, seyogianya membahas isu krusial ini di forum Muktamar ke-33 NU.

JPPR Sarankan Muktamirin Bahas Soal Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
JPPR Sarankan Muktamirin Bahas Soal Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

JPPR Sarankan Muktamirin Bahas Soal Kampanye Hitam

Demikian saran Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz kepada Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz di Jakarta, Selasa (26/5) sore.

Menurut Masykur, perundang-undangan sebenarnya sudah menyebutkan rinci soal penggunaan isu SARA seperti penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan pasangan cagub, pasangan cabup, pasangan cawalkot, dan partai politik tertentu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penggunaan isu SARA dalam konteks kampanye, kata Masykur, berwujud pada hasutan, penyebaran fitnah, adu domba parpol, perseorangan, atau kelompok masyarakat.

Ironinya, isu SARA tidak hanya untuk menjatuhkan pasangan calon lawan, tetapi juga untuk mengangkat citra pasangan calon itu sendiri. Dengan kata lain, praktik kampanye dengan segala bentuknya, berlaku dua arah yaitu secara negatif (menjatuhkan pihak lain) dan positif (meningkatkan citra sendiri).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masykur menilai cara kampanye begini tidak mendidik politik masyakarat, bahkan tidak bermutu. Setiap calon sibuk menanggapi isu yang dihembuskan lawan politiknya. Dalam kondisi seperti ini, subtansi kampanye berupa dialog visi, misi, dan program untuk kemajuan daerahnya menjadi terabaikan.

Apalagi pada 2015 KPU akan menyelenggarakan Pilkada serentak di 9 propinsi dan 269 kabupaten atau kota se-Indonesia. Keadaan kampanye yang sudah-sudah, perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan ke depan.?

“JPPR melihat pentingnya peran tokoh dan kiai setempat wa bil khusus di lingkungan NU untuk mengantisipasi isu SARA saat kampanye. Kalau isu ini dibahas di muktamar, NU secara langsung menciptakan kampanye damai, toleran, dan aman di masa-masa mendatang,” kata Masykur kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Jakarta, Selasa (26/5) sore.

Sementara H Imam Aziz mengatakan, sebenarnya ini merupakan keresahan bersama. “Kita tidak ingin cara-cara kotor begitu terjadi lagi di masa-masa kampanye ke depan. Yang jelas, kita akan bawa masukan ini ke dalam forum panitia,” kata Mas Imam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Cerita, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 06 November 2017

Pekan Depan, Mahasiswa Bahasa Arab UIN Ciputat Bedah Atlas Walisongo

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Himpunan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah (Syahid) Ciputat, mempersilakan umum untuk mendiskusikan masuknya Islam di Nusantara. Diskusi publik ini diadakan dalam rangka menelusuri kembali proses Islamisasi penduduk di Nusantara dengan segala dinamikanya.

Pekan Depan, Mahasiswa Bahasa Arab UIN Ciputat Bedah Atlas Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, Mahasiswa Bahasa Arab UIN Ciputat Bedah Atlas Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, Mahasiswa Bahasa Arab UIN Ciputat Bedah Atlas Walisongo

Diskusi ini rencananya diadakan pukul 08.00 di auditorium utama Harun Nasution UIN Syahid Ciputat pada Senin 14 September 2015. Pada forum terbuka ini, pihak penyelenggara menghadirkan narasumber antara lain penulis Atlas Walisongo H Agus Sunyoto, guru besar UIN Ciputat Prof DR Azyumardi Azra, dan Guru Besar Bahasa Arab UIN Ciputat Prof DR Aziz Fachrurrozi.

Bedah buku Atlas Walisongo ini masuk dalam rangkaian acara Al-Arabiyah Lil Funun (ALF) yang diadakan jurusan HMJ Bahasa Arab UIN Ciputat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan lain yang masuk dalam acara ini antara lain karnaval, pentas seni, bazaar, dan banyak perlombaan yang pesertanya dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan umum.

Ketua panitia ALF Fajar Pinastia menuturkan, "Acara ini dikemas untuk menggali sejarah pemikiran progresif dan konstruktif dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab oleh Walisongo. Kecuali itu, kita ingin bersama-sama menumbuhkan sikap apresiatif terhadap keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia masa lalu.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jelasnya, kita ingin mengetahui buah pemikiran Walisongo di bidang pendidikan, tandas Fajar. (Alfaiz Irsyad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pahlawan, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock