Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Bogor, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurrahman Mas’ud mengatakan, akhir-akhir ini dunia tulis-menulis di kalangan pesantren cenderung menurun. Para kiai di pesantren jarang menulis buku atau karya tulis lainnya. Ini jauh berbeda dengan kondisi para ulama pada sekitar abad ke-19.

“Ketika itu, karya-karya tulis para ulama banyak diterbitkan di Saudi dan Turki, selain di Indonesia sendiri. Karya ulama zaman dulu yang monumental antara lain Tafsir al-Munir li Ma’alim at-Tanzil atau Tafsir Marah Labid (Syekh Nawawi al-Bantani) dan Manhaj Zhawi an Nazhar (Syekh Mahfudz al-Tirmasi), sebuah tafsir atas Manzhumat ‘Ilm al Atsar karya Abdurrahman al-Suyuthi,” paparnya.

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Mas’ud menyampaikan hal itu saat memberi pengarahan dalam seminar “Hasil Pengembangan Karya Tulis Ilmiah Santri” di Hotel M-One Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 49,5 Cimandala Sukaraja Bogor, Kamis (20/11), yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mas’ud menambahkan, sekarang ini belum ada lagi penulis produktif dari kalangan ulama setelah Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. “Yang menarik, adalah kitab Thariqatul Hushul ala Ghayatil Wushul karya Kiai Sahal Mahfudh, sebuah penjelasan dari kitab Ghoyatul Wushul karya Syekh Abu Zakariya al-Anshori,” tegasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, pemeliharaan tradisi keilmuan meliputi menulis dan membaca kitab kuning sebagai salah satu fungsi pesantren diwujudkan dalam bentuk aneka karya tulis. Sebagai penulis produktif, ulama zaman dahulu melahirkan karya besar. Sayangnya, masih banyak yang belum dibukukan sebagai warisan kepada generasi penerus. Bagi Mas’ud, kaderisasi penulisan yang dilakukan Puspenda sangat penting untuk melahirkan penulis baru yang handal.

Mas’ud secara khusus memberikan selamat dan apresiasi kepada para santri yang terpilih dalam 10 besar. Ia berharap mereka makin berkembang kemampuan menulisnya. “Saya berharap adik-adik santri yang terpilih ini menjadi penulis handal di masa depan. Saya tahu, tidak mudah dalam proses penulisan tersebut. Yang jelas, all beginning is difficult. Banyak pemula yang sampai berdarah-darah saking sulitnya,” seloroh Mas’ud. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Internasional, Pertandingan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 24 Februari 2018

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU Hari Usmayadi mengatakan, Rohis Tegal - Rohani Islam berpotensi menjadi portal berita sangat besar sekali dengan tema keislaman, kerakyatan, dan kebangsaaan. Tema keislaman maksudanya Ahlussunah wal-Jamaah dengan segala konsep dan aplikasinya. Termasuk di dalamnya pesantren, kiai, dan santri, serta NU dan banom serta lembaganya. Sementara kerakyatan, tema mengusung suara hajat hidup orang banyak. Sedangkan kebangsaan, menyangkut keutuhan bangsa dan negara.?

Misalkan, kata dia, jika tiap hari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di tiap kabupaten menyuarakan tema-tema tersebut, bukan tidak mungkin, akan menjadi arus utama di dunia maya. Bahkan bisa menjadi sebuah gerakan sosial di masyarakat.?

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Ia merinci, jika NU memiliki Cabang sekitar 500 di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dan mereka menuliskan tiga tema tersebut tiap hari, maka akan terkumpul sekitar 500 berita. “Ini jumlah sangat besar sekali,” katanya di kantor Redaksi Rohis Tegal - Rohani Islam gedung PBNU, Jakarta Senin (20/2).?

Itu jika hanya PCNU. Sementara NU sendiri memiliki banom dan lembaga yang sampai di kabupaten-kabupaten. Bahkan ada yang sampai di kecamatan dan ranting.?

Banom NU semisal Gerakan Pemuda Ansor, kata dia, katakanlah ada 500 cabang. Ditambah Muslimat ada 500, Fatayat, PMII, IPNU, IPPNU, serta banom-banom, lain. Ada ribuan berita yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam. “Dengan demikian, Rohis Tegal - Rohani Islam akan menjadi kantor berita yang tiada tandingnya dari sisi jumlah. Ia mengalahkan kantor berita mana pun,” lanjutnya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut dia, dari sisi kemampuan, sebetulnya pengurus cabang NU dan banom serta lembaganya adalah orang yang terdidik di daerah masing-masing. Jika mereka mau belajar menulis berita, itu sangat gampang sekali. Dari sisi cara mengirimkannya, hampir setiap pengurus NU sekarang menggunakan android. Berita bisa dikirim langsung melalui email di ponsel. Bahkan bisa lebih simpel lagi jika menggunakan WatshApp.?

NU, lanjutnya, mau tak mau harus masuk di wilayah itu. Kalau tidak, akan ketinggalan. Jangan sampai gagap digital karena akibatnya syiar dakwah NU tidak sampai ke khalayak netizen yang sekarang jumlahnya puluhan juta. “Jika tidak semua PCNU, ya paling tidak separuhnya. Jika tidak separuhnya, ya seperempatnya.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap besar kepada anak-anak muda NU yang bisa menggerakkan hal itu. “Saya ingat apa yang dikatakan Gus Dur dalam satu artikelnya di tahun 90-an. Aktivis PMII, setelah menjadi alumnus, hendaknya membantu NU. Menurut saya, paling tidak, alumnus PMII bisa membantu dalam menggerakan atau menyuarakan suara Nahdliyin, suara rakyat Indonesia di daerah masing-masing,” jelasnya.?

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika semua PCNU dan lembaga dan banom terkoneksi, berjamaah secara ide, dan berjamaah melakukannya, bisa diarahkan ke pengembangan ekonomi, sebagian urusan negara ini bisa selesai. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Quote, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 26 Januari 2018

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh

Sampang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tim relawan NU di Sampang kembali menyalurkan bantuan kepada para korban banjir. Kali ini tim relawan yang didampingi salah seorang pengurus NU Kabupaten Sampang, Ust H. Nuruddin Jc, kembali melanjutkan perjalanannya ke desa Tanggumung untuk meninjau dan sekaligus menyalurkan bantuan untuk pembangunan sebuah jembatan yang runtuh diterjang arus banjir.

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh

"Jembatan ini merupakan penghubung antar dusun kami dan dusun sebelah, sejak runtuhnya jembatan itu, para warga tentunya kesulitan untuk melakukan aktifitas, termasuk anak-anak kami yang masih dalam bangku sekolah juga menjadi terhambat, akhirnya kami berinisatif untuk membuat pelampung dari bambu untuk akses penyeberangan sementara," ujar Choirurroziqin, salah satu warga dusun tersebut, Jumat (26/4).

Menurut tokoh masyarakat ini, berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk melaporkan ke pihak pemerintah terkait, namun hingga kini belum ada penanganan, sehingga para warga berinesatif untuk menggalang bantuan sendiri, " Ini termasuk kebutuhan mendesak, ini akses utama warga untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, sehari-hari tak kurang dari 500 KK yang melewati jembatan ini," tambahnya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tadi kami lihat sendiri, bagaimana warga harus menyeberang sungai dengan bambu pengapung dan menarik tali, ini emergency, sudah seharusnya ada penanganan serius dari pemerintah terkait, dan NU Sampang dalam hal ini, hanya bisa bantu sekedarnya, paling tidak sebagai modal awal untuk bangun jembatan, dan Insyaallah kami akan coba galang donasi untuk pembangunan jembatan ini," sambung Moch Syamsuddin Abd Muin, salah satu tim relawan NU, seusai menyerahkan bantuan uang tunai yang diterima oleh salah satu tokoh masyarakat setempat. 

Seperti diwartakan, setelah dalam beberapa kali kesempatan sejak awal terjadinya banjir pada Senin (9/4) lalu, dengan dimotori oleh kaum muda NU, penyaluan bantuan terus dilakukan, mulai dari 1800 paket makanan/minuman dan 640 paket alat tulis sekolah sudah disalurkan ke berbagai titik banjir yang selama ini belum terjangkau. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk penyaluran bantuan kali ini, Jumat (26/4), NU Sampang memfokuskan pada 2 hal, yang pertama adalah menyalurkan santunan kepada keluarga korban banjir yang meninggal, dalam penelusuran tim relawan NU, ada 4 korban meninggal, yaitu Ibu Hindun (80 Tahun, warga Jl, Imam Bonjol), Moch Farhan (23 Tahun, warga kelurahan Polagan),  Moch Syafi (43 Tahun, warga desa Pasiyan) dan Moch Faruq (22 Tahun, Warga desa Pangilen). 

"Bantuan kali ini, kami khususkan kepada keluarga korban yang meninggal, bantuan yang kami salurkan kepada setiap keluarga berupa ; 25 Kg beras, 3 Kg gula, 1 kardus mie instant, 3 paket minyak goreng dan uang tunai" kata Faisol Romadhan, salah satu tim relawan NU Sampang.  

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Moch Syamsuddin Abd muin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Nilai hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 27 November 2015 jauh dari harapan. Dari hasil UKG mata pelajaran matematika di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diperoleh nilai rata-rata mereka 63,57.? Sementara rata-rata kompetensi pendagogik 60,65 dan rata-rata kompetensi profesional 64,85.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh, pada kegiatan Focus Gruop Discussion Analisis Hasil Uji Kompetensi Guru Matematika SMP Kabupaten Bandung di Ruang Rapat PWNU Jawa Barat, Kamis (17/12).

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Hasil UKG tersebut menggambarkan penguasan kompetensi pendagogik dan profesional guru matematika SMP di Kabupaten Bandung masih rendah. Kompetensi pendagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, kemampuan merancang dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik akan potensi yang dimilikinya. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut H. Saepuloh, hasil UKG ini merupakan sebuah fakta yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam hal pengembangan dan pembinaan kompetensi guru secara berkelanjutan. Dengan memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kompetensi masing-masing guru agar efektif dan tepat sasaran

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pasca UKG, kami berharap pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan latihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru berdasarkan kompetensi yang dimilikinya” tutur H. Saepuloh. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Salah satu program Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adalah gencar melakukan kaderisasi di antaranya melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA).

PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi

Untuk itu, PK PMII Unswagati Cirebon mengadakan Mapaba pada Sabtu – Ahad (20-21/12) di Jepun Bistro Jl. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai fakultas, seperti fakultas Hukum, FKIP, dan Fakultas Kedokteran Unswagati yang rata-rata semester 1 dan 3.

Menurut Nanang Fauzi, salah satu panitia Mapaba, Mapaba merupakan pengenalan sekaligus pelatihan pengkaderan awal di PMII. Ditambahkannya Mapaba adalah pelatihan yang menekankan pada doktrinasi, motivasi pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Melalui kegiatan ini, peserta Mapaba PMII dituntut untuk berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap organisasi yaitu PMII,” terangnya

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal serupa disampaikan Ketua PK PMII Unswagati Cirebon, Faiz Habibi yang menjelaskan para peserta Mapaba dilatih untuk memiliki pengetahuan dasar ke-PMII-an dan sikap loyalitas yang tinggi terhadap organisasi.

“Dengan pembekalan materi-materi Mapaba seperti Aswaja, NDP, Paradigma PMII, Sejarah PMII, Antropologi kampus dan Keperempuanan/Gender diharapkan peserta Mapaba menjadi anggota PMII yang berideologi dan loyal terhadap organisasi,” ungkap Faiz.

Hal senada disampaikan Ketua PC PMII Cirebon, M. Yazidul Ulum, Unswagati merupakan kampus umum di Cirebon sehingga harus selalu melakukan kerja-kerja kaderisasi. “PK PMII Unswagati merupakan komisariat kampus umum sehingga penguatan kaderisasi harus lebih massif lagi. Mapaba minimal 2 bulan sekali,” tandas Yazid. (Ayub Al Ansori/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pertandingan, Pahlawan, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang H Sadulloh mendoakan pengurus NU yang akan menjadi jamaah haji tahun ini. Ia berpesan kepada calon jamaah haji agar tidak terbebani dengan doa-doa panjang di setiap rukun atau sunah haji.

Demikian disampaikan H Sa’dulloh pada kegiatan yaumul ijtima’ yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tanjungkerta, Selasa (9/8).

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah

Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah di daerah Cikalong Budiasih Tanjungkerta ini diisi juga dengan syukuran beberapa pengurus MWCNU Tanjungkerta yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut H Sadulloh, bacaan doa yang paling utama adalah doa yang ada dalam Al-Quran, setelah itu di hadist, terakhir bacaan doa karangan para ulama.

“Dalam prosesi ibadah haji tidak mungkin seorang calon ibadah haji ke mana-mana harus membawa buku kumpulan doa-doa. Ribet rasanya kalau sedang berdesak-desakan beribadah, terus harus mengeluarkan buku kumpulan doa-doa. Solusinya doa-doa tersebut harus dihafal,” kata H Sadulloh.

Kalau seandainya masih banyak doa yang belum dihafal, cukup setiap berdoa baca doa sapu jagat yang ada dalam Al-Quran, "Rabbana atina fid duniya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina adzaban nar".

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Semoga semua calon jamaah haji Indonesia bisa selamat dan disukseskan dalam setiap melewati prosesi ibadah haji. Manfaatkanlah waktu selama di sana dengan benar-benar untuk beribadah dan bisa pulang lagi ke tanah air dengan mendapat gelar haji yang mabrur,” tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Sejarah, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebelum Nahdlatul Ulama (NU) berdiri, beberapa ulama di Nusantara melakukan syiar Islam melalui kelembagaan keraton, lebih tepatnya kesultanan. Sejumlah ulama dan kesultanan berupaya mensyiarkan agama Islam sekaligus mempertahankan budaya masyarakat.

Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU

Demikian disampaikan Pangeran Patih Keraton Kanoman Cirebon Pangeran Raja M Khodiran saat ditemui Rohis Tegal - Rohani Islam di sela-sela acara pelatihan membatik yang digelar Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Cirebon di Keraton Kanoman, Cirebon Jawa Barat, Selasa (8/10) siang.

Di antara ulama itu, tambah Patih M Khodiran, adalah Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon. Maka tidak heran jika sampai kini keraton memiliki tradisi keagamaan yang sama dengan NU dan pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“NU, Pesantren dan Keraton memang memiliki hubungan persaudaraan yang dekat. Terutama sekali jika dibahas dari sisi sejarah dan garis keturunan, banyak di antara penyebar agama Islam di Jawa berasal dari lingkungan keraton,” ungkap Patih M Khodiran.

Lebih lanjut Pangeran Patih Khodiran menambahkan, kesamaan dan ikatan persaudaraan itu tidak hanya sebatas dari sisi sejarah dan tradisi, melainkan tugas yang diemban hinga sekarang pun memiliki kesamaan, yakni syiar agama dan budaya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Keraton tidak hanya menjalankan amanat dari Kanjeng Sunan Gunung Jati untuk tetap melakukan syiar Islam, tetapi juga sama seperti NU, melakukan syiar budaya dan mempertahankan tradisi. Betapa senang sekali karena hari ini anak-anakku dari IPPNU dan IPNU Cirebon turut berupaya mempertahankan tradisi membatik di sini,” tambah Pangeran Patih.

Kanoman merupakan salah satu keraton warisan kesultanan Cirebon yang pernah dipimpin Sunan Gunung Jati. Kanoman dibangun pada tahun 1678 Masehi oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya yang bergelar Sultan Anom I. Selain Keraton Kanoman, terdapat tiga keraton lain di Cirebon, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabonan. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock