Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih

Kutai Kartanegara, Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan mahasiswa PMII Kutai Kartanegara Kalimantan Timur  berencana menggelar aksi damai menjelang pemilu di bundaran Jembatan Bongkok, Kamis (3/4).  Aksi damai yang dimulai pukul 14.00 akan mengusung isu tentang pemilu bersih, jujur dan adil untuk Kutai Kartanegara.

Dalam aksi ini PMII Kutai Kartanegara berencana membagikan brosur yang berisi tentang masalah yang dihadapi dalam pemilu kali ini.

PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih

Koorlap aksi M Ali Akbar menjelaskan, apabila proses kampanye dan pencoblosan terdapat kecurangan atau tindakan buruk, maka pemilu akan menghasilkan anggota DPR yang hanya memikirkan kepentingan pribadi atau golongan saja.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Apabila ada caleg yang menjanjikan uang, tolak uangnya, jangan pilih orangnya, dan laporkan!” tutur M Ali Akbar.

Sedangkan Ketua PC PMII Kutai Kartanegara Muhammad Sulaiman dalam orasi nanti akan memaparkan masalah-masalah pemilu yang dihadapi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pemilu kali ini tidak akan jauh berbeda permasalahanya dari pemilu-pemilu sebelumnya, yakni masalah golput yang tinggi, kampanye hitam yang makin marak, jumlah DPT bermasalah dan politik uang yang seakan sudah melekat pada proses pemilu di Indonesia,” kata Sulaiman dalam pers rilisnya.

PMII Kutai Kartanegara juga mengimbau warga untuk tidak golput, menolak politik uang, dan meminta KPU dan aparatur Negara (PNS) untuk tetap menjaga netralitas dalam pemilu kali ini.

“Kita juga mengingatkan masyarakat, ketika sudah mencoblos dan mendapati wakil mereka duduk di kursi DPR untuk jangan melupakan janjijanji caleg saat kampanye. Kita tagih janji mereka ketika mereka terpilih!” tegas Sulaiman.

PMII Kutai Kartenegara juga menegaskan akan mengawasi dan memantau pileg kali ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Pengobatan Gratis Diserbu Pasien

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan sosial yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan berupa pengobatan gratis massal kerjasama dengan Pemkot setempat, Ahad (20/1), diserbu ratusan pasien dari berbagai kelurahan di Kota Pekalongan.



Pengobatan Gratis Diserbu Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis Diserbu Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis Diserbu Pasien

Pasalnya, pengobatan gratis yang dilakukan dalam rangka Peringatan Harlah ke-82 NU dilakukan di saat yang tepat. Masyarakat, khususnya di wilayah yang baru saja dilanda banjir sangat memerlukan pengobatan segera.

Bahkan sejak jam 06.30 wib kegiatan yang dipusatkan di dua tempat dari empat tempat yang diagendakan yakni di Ranting Krapyak Kidul dan Pasirsari pasien sudah mulai mengantri untuk mendapatkan nomor urut pemeriksaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Meski panitia mengalami sedikit kewalahan, tapi semua dapat diatasi apalagi pengobatan ditangani oleh dokter dan perawat Nahdlatul Ulama yang cukup berpengalaman. Hingga akhir kegiatan tercatat 455 pasien yang tertangani dari target 400 orang di dua tempat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sutarno salah seorang pasien kepada Rohis Tegal - Rohani Islam mengatakan, sangat berterima kasih atas upaya NU menggelar pengobatan gratis di acara harlahnya, dirinya mengikuti kegiatan ini karena di pengobatan ini disamping dapat obat gratis juga berharap ada tambahan doa dari para kiai sehingga dapat mempercepat kesembuhan. Dirinya berharap kegiatan serupa agar dapat diadakan secara berkala, mengingat masih banyak masyarakat yang belum terjangkau dengan pengobatan ini, ujarnya

Bahkan Walikota Pekalongan HM Basyir Ahmad yang juga seorang dokter secara pribadi hadir diacara pengobatan gratis dan turut melakukan pemeriksaan perdana kepada pasien di Ranting Krapyak Kidul, Kota Pekalongan.

Dalam sambutannya Walikota berharap, langkah nyata Nahdlatul Ulama ini dapat disinergikan dengan program pemerintah dalam penanganan kemiskinan, kesehatan dan pendidikan melalui Nahdliyyin Center milik NU, sehingga ke depan masyarakat Kota Pekalongan yang mayoritas warga NU dapat tertangani dengan baik.

“Saya menyambut baik langkah-langkah Nahdlatul Ulama membantu pemerintah dalam upaya menyehatkan masyarakat melalui program pengobatan gratis ini, dan saya siap mengucurkan dana untuk keperluan ini”.

Sementara itu Ketua Panitia Harlah NU Kota Pekalongan, Abdul Basir, SH menjelaskan, kegiatan serupa masih akan dilaksanakan pada tanggal 27 mendatang di Ranting Sokorejo Pekalongan Timur dan Banyurip Ageng Pekalongan Selatan, kemudian kegiatan donor darah akan dilakukan tanggal 25 Januari di Alma Swalayan Kota Pekalongan dan malam tasyakuran 82 tahun Nahdlatul Ulama tanggal 31 Januari 2008 di PCNU seluruh MWC dan Ranting NU se Kota Pekalongan.

Sedangkan kegiatan puncak Harlah akan dilakukan istighotsah kubro tanggal 1 Pebruari 2008 bertempat di Masjid Agung Al Jami’ Kota Pekalongan bersama Habib Muhammad Luthfiy bin Ali bin Hasyim bin Yahya dan Habib Abdullah Baqir bin Ahmad Alatas yang pada pagi harinya didahului dengan acara ziarah ke makam ulama dan kiai pejuang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan. (amz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Ubudiyah, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang?

Oleh Badrul Munir

Hari raya Idul Adha sudah di depan mata kita, hari suci di mana umat Islam sedunia di tanah suci Mekkah melaksanan puncak ibadah haji. Sebuah ritual internasional yang diikuti jutaan umat Islam dari seluruh dunia dalam rangka memperingati “napak tilas” Nabi Ibrahim yang mempertunjukan kepada kita semua tentang arti sebuah ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Bagi kita yang tidak berhaji disyariatkan untuk merayakan Idul Qurban dengan beberapa ritual mulai puasa Arofah, shalat Idul adha dan penyembelihan hewan Qurban dan lainnya

Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang? (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang? (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang?

Penyembelihan qurban pada hakikatnya mengandung nilai pendidikan anak yang luar biasa, sebuah pendidikan kepada anak yang dicatat dengan tinta emas sebagai pendidikan ideal untuk membentuk anak yang shalih.

Beberapa poin penting dalam pendidikan Nabi Ibrahim kepada anaknya mencakup visi, misi, kurikulum dan lingkungan dalam pendidikan anak:

Pertama: visi pendidikan Ibrahim adalah mencetak generasi saleh yang menyembah hanya kepada Allah SWT. Dalam penantian panjang beliau berdoa agar diberi generasi saleh yang dapat melanjutkan perjuangan agama tauhid. Visi Ibrahim ini diabadikan Allah SWT dalam al-Qur’an: "Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh." (Q.S. Ash Shaaffaat: 100)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua, misi pendidikan Ibrahim adalah mengantar Ismail dan putra-putranya mengikuti ajaran Islam secara totalitas. Ketaatan ini dimaksudkan sebagai proteksi agar tidak terkontaminasi dengan ajaran berhala yang telah ada di sekitarnya.

Ketiga, kurikulum pendidikan Ibrahim juga sangat lengkap. Muatannya telah menyentuh kebutuhan dasar manusia. Aspek yang dikembangkan meliputi: Tilawah untuk pencerahan intelektual, Tazkiyah untuk penguatan spiritual, Taklim untuk pengembangan keilmuan dan Hikmah sebagai panduan operasional dalam amal-amal kebajikan. Muatan-muatan strategis pendidikan Ibrahim tersebut, Allah SWT telah jelaskan secara terperinci dalam firman-Nya:

Keempat Lingkungan pendidikan Ibrahim untuk putranya bersih dari virus aqidah dan akhlaq. Beliau dijauhkan dari berhala dunia, pikiran sesat, budaya jahiliyah dan prilaku sosial yang tercela. Hal ini dipilih agar fikiran dan jiwanya terhindar dari kebiasaan buruk di sekitarnya.

Selain jauh dari perilaku yang tercelah, tempat pendidikan Ismail juga dirancang menjadi satu kesatuan dengan pusat ibadah ‘Baitullah’. Hal ini dipilih agar Ismail tumbuh dalam suasana spritual, beribadah (shalat) hanya untuk Allah SWT. Kiat ini sangat strategis karena faktor lingkungan sangat berpengaruh kepada perkembangan kejiwaan anak di sekitarnya.

Pemilihan tempat (bi’ah) yang strategis untuk pendidikan Ismail secara khusus Allah SWT abadikan dalam al-Qur’an.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Larangan dan Keresahan

Namun menjelang hari raya Idul Adha seperti saat ini ada beberapa isu yang menyeruak di masyarakat di Indonesia, yang pertama idul adha jatuh pada hari apa (ada perbedaan atau tidak) dan yang kedua (khusus untuk warga Jakarta) masih bolehkah menyembelih hewan kurban di sekolah?

Hal ini merujuk pada Instruksi Gubernur No 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan dan Pemotongan Hewan. Di dalamnya termasuk ada larangan menyembelih hewan kurban di sekolah. Beberapa alasan yang dipakai oleh Pempov Jakarta tentang aturan ini yakni kekhawatiran menyebarnya penyakit dari hewan ke manusia (dalam istilah medis zoonosis) dan juga menghindari dampak psiologis berupa traumatik terhadap anak akibat proses pemotongan hewan kurban tersebut. Sebagai solusinya pemerintah provinsi Jakarta menyiapkan rumah pemotongan hewan (RPH) untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam penyembelihan kurban.

Sebagai seorang pemimpin daerah maka tugas utama bagi seorang gubernur adalah mengatur segala hal yang berada di wilayah kerjanya. Dalam hal berkurban instruksi Gubernur sangat tepat, terutama mengatur tempat penjualan hewan kurban. Sudah lazim di kota-kota bahkan di seluruh daerah menjelang hari raya kurban, banyak fasilitas umum yang di sulap menjadi pasar hewan, hal ini berakibat kumuh dan bau tidak sedap menyebar kemana-mana, belum lagi masalah kesehatan hewan yang belum terkontrol yang berakibat menyebarnya penyakit hewan ke manusia (zoonosis).

Namun dalam hal pelarangan penyembelihan kurban di sekolah perlu dikaji lebih dalam karena bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Sebagai seorang pemimpin Gubernur Basuki Cahaya Purnama harus mendapat pemahaman yang utuh tentang ritual ibadah kurban, sebuah ibadah yang mengandung unsur pendidikan moral sosial dan sangat kental dengan tradisi masyarakat Indonesia. Berbeda dengan ibadah shalat, puasa atau bersedekah misalnya dimana ibadah tersebut harus disamarkan dan lebih utama tanpa dilihat orang lain, tetapi ibadah penyembelihan hewan kurban harus ditampakkan sebagai syiar ritual keagamaan karena memang tuntutan ajaran agama Islam demikian.

Satu hal lagi yang perlu diketahui oleh gubernur Ahok di dalam penyembelihan kurban juga sangat kental dengan kearifan lokal yang terus dijaga dan akan diwariskan terhadap anak keturunan masyarakat Islam, kearifan lokal tersebut pemahaman berupa nilai keikhlasan, pengorbanan, kerja sama, sifat saling membantu dan lainnya yang semua bermuara keteladalan Nabi Ibrahim kepada murid sekolah tersebut.

Beberapa komentar gubernur Ahok yang mengatakan di arab saudi tidak ada penyembelihan hewan kurban di masjid dan sekolah dan semua dilakukan di pusat penyembelihan kurban semakin menunjukan betapa sang gubernur DKI ini belum memahami secara utuh makna sebuah ibadah kurban dan haji. Pernyataan diatas sama dengan mengapa di Jakarta masih sering banjir, macet dan kriminal sedangkan di Singapura tidak?

Trauma psikologi. Alasan lain adalah kekhawatiran dampak trauma psikologi akibat prosesi pemotongan hewan kurban yang disaksikan secara langsung oleh anak-anak sekolah dasar.

Ilmu neurobehavior menerangkan usia sekolah dasar (7-12 tahun) saat perkembangan otak di lobus frontalis dan parietalis (dahi dan pelipis), satu hal yag menonjol adalah mulai berkembangnya fungsi kognisi (berfikir, logika, analisis), kreatifitas dan kemampuan berbahasa.

Di bagian otak pelipis atau sistem emosi anak SD sudah mulai menunjukkan hal yang berperan, kegemaran meniru apa yang dilihat dan didengar sangat dominan apalagi sifat imajinatif sebagai seorang anak yang dibawa dari kecil masih terbawa.

Bagian otak yang mengatur psikomotor juga berkembang secara maksimal sehingga anak SD cenderung senang bergerak, bermain mengerjakan sesuatu secara langsung dan senang bekerja dalam suatu kelompok.

Apapun stimulus atau paparan yang masuk ke otak sangat mempengaruhi perilaku anak (termasuk siswa SD), setiap stimulus akan terekam kuat di area memori (sistem limbik), apalagi bila saat kejadian ada nuansa emosi yang menyertainya maka memori akan terpatri kuat , maka paparan yang diterima anakharus paparan yang positif sehingga kelak akan menjadi dasar perilaku positif

Prosesi penyembelihan hewan kurban yang disaksikan secara langsung oleh ratusan mata anak SD dikhawatirkan mempengaruhi psikologis mereka yakni timbul rasa takut berlebihan (fobia) atau justru timbul sifat atau perilaku kekerasan(agresifitas).

Hal tersebut secara teori bisa terjadi manakala kejadian penyembelihan hewan kurban berulang dan anak didik tidak memiliki pemahaman kognisi tentang syariat kurban, tatacara penyembelihan kurban secara islami dan manfaat berkurban untuk meningkatkan jiwa sosial anak kepada lingkungan sekitarnya. Dan di sinilah tantangan pihak sekolah (guru dan pengajar) dan orang tua untuk memberi pemahaman yang utuh tentang syariat berkurban kepada anak secara runtut dan utuh.

Seperti yang saya jabarkan di atas saat usia SD adalah saat perkembangan sel saraf lobus frontalis sangat optimal sehingga kemampuan kognisi dan kemampuan bahasa sangat maksimal.Guru dihadapan siswa SD merupakan sosok “idola” bagi dia, guru adalah sumber ilmu, segala ucapannya akan merasuk dengan kuat di pikiran mereka, hal ini berbeda dengan siswa SMP SMA dimana daya kritisnya sudah sangat terasa dan tidak menjadikan ucapan guru sebagai satu satunya sumber ilmu.

Bila paparan tentang keutamaan kurban sudah terekam dengan kuat di pikiran anak didik, maka pada saat prosesi penyembelihan hewan kurban maka yang terbentuk di pikiran anak bukan “pembantaian hewan kurban” akan tetapi lebih dari itu adalah suatu ajaran yang luhur tentang pengorbanan ketaatan hamba kepada perintah Tuhannya, dan ini lebih terekam kuat dalam perilaku dibanding rasa “kasihan” hewan tidak bersalah dipotong lehernya(fobia) atau “suka cita” melihat hewan kurban tergelepar tidak berdaya sesaat setelah dipotong lehernya (agresifitas).

Jadi pelarangan pemotongan hewan kurban di lingkungan sekolah yang dikhawatirkan menjadikan dampak psikologis negatif berupa fobia atau agresif menurut hemat kami berlebihan dan tidak ada dasar ilmiahnya yang kuat , justru sebaliknya suatu proses pembelajaran langsung (hand on) untuk membentuk peribadi dengan kesalehan ritual dan sosial.

Sebagai langkah cerdas pemerintah daerah harus lebih memberi pelayanan berupa pemeriksaan hewan kurban dan memberi bantuan teknis lainnya agar prosesi penyembelihan kurban di masyarakat dan sekolah berjalan dengan aman dan hikmat tanpa harus mengorbankan makna sebuah penyembelihan kurban

Semoga pemerintah atau pemerintah daerah tidak merivisi aturan larangan berkurban di sekolah yang kontra produktif dan bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat. Satu hal lain adalah kemungkinan melanggar undang-undang dasar 1945 tentang “kebebasan beragama dan tentang hak mendapat pendidikan”

Sebaliknya pemerintah dan pemerintah daerah harus lebih fokus meningkatkan kesejahteraan seperti menstabilkan harga, menciptakan lapangan kerja, menurunkan penggangguran, meningkatkan ekonomi dan lainnya yang semakin hari semakin mengkhawatirkan

Semoga intruksi gubernur ini segera direvisis khususnya tentang larangan kurban, dan tidak ada lagi pemimpin daerah yang mengeluarkan intrusksi tidak edukatif seperti itu, kalaupun dipaksa diterapkan maka sungguh intruksi itu tidak layak dan tidak perlu dilaksanakan khususnya larangan meyembelih kurban di sekolah dan masjid. Selamat berkurban (di sekolah dan masjid)...

*) Penulis adalah dokter spesialis saraf  RS Saiful Anwar; Dosen Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 31 Januari 2018

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ahli Tasawwuf Dr KH Lukmanul Hakim menilai tanda-tanda kewalian ada pada diri Gus Dur, yaitu tidak memiliki rasa takut dan susah. Gus Dur merupakan orang yang dikenal memiliki keberanian dalam menghadapi segala sesuatu, dan tahan dalam menghadapi berbagai penderitaan.

“Semoga yang kita khusnudhonkan benar,” katanya.

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur

Seorang wali, kata pemimpin redaksi majalah Cahaya Sufi ini, merupakan orang yang mengabdikan dirinya kepada Allah. Mereka bukanlah orang yang mencari pahala dengan beribadah kepada manusia agar dicintai Allah. Allah yang menjadi pertimbangan utama dalam hidupnya, bukan kesan dan pendapat manusia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Cintanya kepada Allah mendahului kepeduliannya kepada manusia. Mereka memposisikan Allah sebagai sebab, bukan akibat,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengenai karomah, ia menjelaskan bahwa bagi para wali, munculnya karomah dianggap sebagai haidnya para wali, dan membuat mereka malah takut.

“Karomah dimunculkan kepada seorang wali kepada dirinya sendiri dan kepada orang lain. Salah satu tujuannya agar tetap istikomah,” paparnya.

Ia menjelaskan, ada perbedaan antara karomah dan ilmu hikmah. Kalau karomah bisa muncul kapan saja tanpa perlu dipelajari. Ilmu hikmah bisa dipelajari, misalnya dengan melaksanakan amalan wirid tertentu, dengan jumlah tertentu, maka akan bisa melakukan sesuatu yang terlihat luar biasa.

“Yang tahu itu karomah atau ilmu hikmah, ya Allah, orang itu sendiri, dan orang lain yang diberi tahu oleh Allah,” paparnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, Ubudiyah, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (Asbihu NU) bakal membuka stan di NU Expo Surabaya pada tanggal 21-24 Desember 2016.

Direktur ASBIHU Tour and Travel, H Hafidz Taftazani berharap para pengurus NU, baik tingkat Wilayah maupun Cabang untuk hadir dan mendatangi stan yang telah disiapkan.

Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan

"Di sana kita akan buka stan. Pengurus NU bisa bertanya langsung bagaimana cara mendirikan kantor perwakilan Asbihu di masing-masing daerah," kata Hafidz di Jakarta, Jumat (16/12).

Hafidz menegaskan, setiap cabang yang mendirikan kantor perwakilan bakal mendapatkan pelatihan manajemen dari pengurus pusat.

? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Asbihu sudah mengembangkan profesionalisme, termasuk mendatangkan motivator-motivator ke beberapa wilayah seperti Jawa Tengah, Jatim, Jabar dan Lampung," katanya.

Asbihu memberikan insentif kepada wilayah dan cabang NU di setiap daerah yang memiliki perwakilan Asbihu. Besarnya insentif adalah senilai US$10 per jamaah di tingkat wilayah, dan US$20 per jamaah di tingkat cabang.

“Namanya ibadah umrah, jamaahnya berada di wilayah dan cabang. Insentif diberikan karena cabang dan wilayah memiliki jamaah atau warga yang berangkat umrah melalui ASBIHU. Dengan adanya insentif kepada cabang dan wilayah, perwakilan sudah melakukan imbal balik kepada cabang dan wilayah,” kata pria yang juga menjabat Bendahara PBNU ini.

Pemberian insentif dilakukan pada akhir tahun dengan mengakumulasi banyaknya jamaah yang melakukan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel. Pihaknya berharap dengan pemberian insentif ini akan memotivasi setiap cabang dan wilayah serta setiap perwakilan untuk menjadi mitra ASBIHU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami harapkan PWNU dan PCNU mulai tahun ini mendapatkan insentif atau fee tersebut,” kata Hafidz seraya menambahkan bahwa sementara ini sistem pemberian insentif yang sudah berjalan kebanyakan adalah di Jawa Tengah.

Saat ini, ASBIHU Tour and Travel telah memiliki 60 perwakilan di seluruh Indonesia. “Selain di Jawa Tengah, perwakilan juga tersebar di Bekasi, Sukabumi, Lampung, Malang, Banjarmasin,” kata Hafidz. (Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam IMNU, Ubudiyah, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 23 Januari 2018

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Menteri Sosial Hj Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan berupa uang senilai Rp.15 juta yang diberikan kepada 8 orang keluarga korban bencana perahu terbalik yang menelan korban jiwa, yang terjadi di Desa Bogem Pinggir Kecamatan Balongbendo Sidoarjo, 13 April lalu.

Bantuan ini diberikan oleh Khofifah kepada keluarga korban bencana di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Jumat (23/6) malam dengan didampingi Bupati Sidoarjo, Wakil Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial Gresik dan Kepala Dinas Sosial Mojokerta serta jajaran Dinas Sosial Sidoarjo.

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik

"Dengan waktu yang sangat singkat, akhirnya bantuan ini segera cair sehingga bisa kami bagikan. Awalnya memang Bupati Sidoarjo cerita kalau keluarga korban mendapatkan bantuan uang senilai Rp.3 juta dari APBD dan harus SK Bupati," kata Hj Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu menirukan cerita Bupati.

Para keluarga korban yang menerima bantuan itu di antaranya Kusnari warga Gagang Kepuhsari Balongbendo, Nur Kholis dan Choirun Nisa warga Desa Bangkalan Wringinpitu Kecamatan Balongbendo, Suriasih dan Misah warga Kalimati Kecamatan Tarik. Selain itu, ada dua orang lainnya, yaitu Ujang warga Desa Wringin Anom Gresik dan Rozikin warga Mojosari Mojokerto.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bantuan uang total sebesar Rp.120 juta diberikan kepada delapan orang. Masing-masing dari mereka menerima sebesar Rp.15 juta.

Insiden perahu penyeberangan yang terbalik diduga kelebihan muatan itu terjadi di Desa Bogem Pinggir Kecamatan Balongbendo Sidoarjo pada 13 April lalu. Saat itu, perahu sedang menyeberangkan 11 hingga 12 orang dan 7 motor. Diduga kelebihan muatan, akhirnya perahu terbalik dan menelan korban jiwa. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Ubudiyah, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Oleh Nadirsyah Hosen



Prof Ahmad Chatib (Allah yarham) pernah bercerita beliau baru saja membeli sebuah buku dalam perjalanan di luar negeri. Kemudian beliau berpapasan di pintu dengan Gus Dur yang segera melihat buku bagus di tangan Prof Ahmad Chatib. Gus Dur bergegas ke dalam toko buku hendak membeli buku yang sama, tapi ternyata itu stok buku terakhir yang ada. Gus Dur kemudian cepat-cepat mengejar Prof Ahmad Chatib dan meminta beliau untuk meminjamkan buku tersebut.

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Prof Ahmad Chatib, yang menceritakan kisah ini di kelas mata kuliah Filsafat Hukum Islam tahun 1994 di IAIN Jakarta, berkata: "Terpaksa saya sodorkan buku itu kepada Gus Dur yang ingin sekali membaca buku tersebut". Selang beberapa lama setiap bertemu di Jakarta, Prof Ahmad Chatib selalu menanyakan nasib bukunya yang dipinjam Gus Dur itu. Akhirnya Gus Dur mengembalikan buku itu. Prof Ahmad Chatib terkejut setelah membukanya, "Wah buku saya sudah penuh dengan catatan Gus Dur di sana-sini". Rupanya begitulah kesungguhan Gus Dur dalam menelaah sebuah kitab: sampai buku pinjaman pun dicoret-coreti.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kisah kedua yang hendak saya ceritakan ini mengenai Kiai Abbas dari Buntet Pesantren. Saat Abah saya hendak mengaji kepada Kiai Abbas dengan membawa kitab Jamul Jawami, Kiai Abbas mengaku belum terlalu menguasai kitab itu, dan meminta Abah saya datang kembali membawa kitab tersebut beberapa hari ke depan. Rupanya Kiai Abbas menyimak dulu isi kitab ushul al-fiqh karya Imam al-Subki tersebut, dan kemudian setelah itu Abah saya dipanggil kembali dan Kiai Abbas dengan lancar mengajarkan isi kitab tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dua kisah di atas saya ceritakan untuk menunjukkan kesungguhan para kiai itu menuntut ilmu. Para kiai itu membaca, menyimak dan memberi catatan isi kitab. Mereka menjadi alim bukan terjadi begitu saja. Sengaja diambil kisah dua kiai, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Kiai Abbas. Kedua tokoh hebat pada masanya masing-masing ini lebih sering dibahas karomah beliau berdua ketimbang dikisahkan kesungguhan beliau berdua belajar menuntut ilmu.

Kiai Abbas, menurut penuturan Abah saya yang menjadi santri khususnya, sangat menguasai ushul al-fiqh dan ilmu fiqh perbandingan mazhab. Pengakuan Abah: "Kuliah saya di al-Azhar Cairo terasa mudah dengan bekal ilmu yang sudah diajarkan Kiai Abbas". Yang terkenal kemana-mana itu adalah peristiwa heroik 10 November dimana Kiai Abbas merontokkan pesawat sekutu dengan lemparan biji tasbih dan bakiaknya. Tentu saja Abah saya juga menceritakan berbagai karomah gurunya ini, namun setiap saya tanya apa wiridnya, Abah cuma berpesan: "Belajar yang rajin saja Nak, belum waktunya membaca wirid macam-macam, nanti kalau kamu sudah jadi kiai, kamu akan mengerti sendiri hal-hal gaib dan ajaib yang kamu tanyakan itu. Sekarang baca buku lagi!"

Dan kini kalau saya ceritakan kepada para santri bahwa saya meraih dua gelar PhD di dua bidang berbeda, di dua negara berbeda, dan saya selesaikan pada waktu yang bersamaan, spontan yang mereka tanya: "Wiridnya apa sehingga bisa seperti itu?" Jarang yang tertarik bertanya bagaimana kesungguhan saya belajar sehingga bisa menyelesaikan dua program PhD tersebut. Lebih menarik bertanya doa dan wiridnya. Mungkin disangkanya lebih mudah wiridan ketimbang membaca buku.

Pesantren itu sejatinya lembaga pendidikan, bukan semata tempat orang belajar mistik apalagi klenik. Ini yang harus ditegaskan karena banyak kesalahpahaman. Selain kesannya ndeso, pesantren itu dikesankan tempat untuk belajar ilmu gaib. Orang tua menjadi takut mengirim anaknya ke pondok. Pulang dari pondok hobinya nanti menangkap jin. Sementara para santri ada sebagian yang bukannya belajar dengan tekun tapi malah sibuk mau jadi waliyullah dengan berharap mendapat ilmu laduni. Bahwa Gus Dur dan Kiai Abbas memiliki karomah, tentu kita yakini itu. Tetapi karomah itu hanya bonus saja, hasil dari istiqamah para kiai yang luar biasa. Istiqamah menuntut ilmu dengan terus rajin belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis --ini yang harus kita warisi dari para masyayikh dan guru-guru kita.

Ceritakanlah kepada khalayak bagaimana Mbah Sahal Mahfud membaca dengan tekun dan karenanya menulis berbagai kitab yang luar biasa. Di ruang tamu beliau berjejer kitab fiqh dari mazhab selain mazhab Syafii. Kitab dari mazhab Syafii malah ditaruh di bagian belakang. "Kenapa?" tanya Prof Martin van Bruinessen. Jawab Mbah Sahal kalem, "karena kitab dari mazhab Syafii sudah saya hafal semua."

Kisahkanlah di medsos bagaimana Kiai Ihsan Jampes mengarang kitab yang kemudian dijadikan rujukan di mancanegara. Atau tolong mintakan kepada KH Ahmad Mustofa Bisri untuk berkenan bercerita proses kreatif beliau sehingga tercipta berbagai tulisan dan barisan puisi yang menyentuh jiwa dan mengundang kita untuk merenunginya.

Jikalau ini yang kita ceritakan, tidak semata soal karomah para kiai, baru kemudian umat akan memahami bahwa pesantren itu juga gudangnya dunia ilmu pengetahuan. Dan mereka akan lebih apresiatif saat mengetahui bahwa zikir dan pikir telah menjadi satu tarikan nafas keseharian para kiai.

Penulis adalah Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara

Jombang, NU online. Ratusan muktamirin dan warga rela menggelar tikar di lapangan alun-alun Jombang. Mereka duduk di atas rumput untuk menonton bareng jalannya perhitungan suara pemilihan ketua umum PBNU periode 2015-2020.

Dari pantauan Rohis Tegal - Rohani Islam, perhitungan suara pencalonan Ketua Umum PBNU sendiri dilakukan di dalam tenda besar yang menjadi lokasi pembukaan muktamar Ke-33 NU. Sedangkan di utara tenda besar alun-alun ratusan muktamirin dan “peserta penggembira” menikmati layar lebar yang telah disediakan untuk nonton penghitungan suara.

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara

"Kalau di dalam pengap, di luarkan kan udaranya bebas,” ujar Yusup, salah satu penggembira mengatakan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beberapa kiai juga nampak rela menggelar tikar dan sajadah untuk melihat jalannya penghitungan suara. Bahkan mereka yang telah menunggu lama terlihat bertiduran di atas rerumputan dan beratab langit.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam penghitungan suara yang diikuti sebnyak 417 suara, KH Said Agil siroj mendapatkan sebanyak 287 sura disusul KH AsAd Ali sebanyak 107 suara.? Namun sebelum tahab pemilihan Ketua Umum PBNU dilanjutkan, KH Asad menyatakan mendukung kembali KH Said Agil Siroj sebagai ketua Umum.

"Terimaksih sebelumnya, Saya kalah pinter, kalah pengalamandengan beliau KH Said Agil Siraj. Terimaksih kehadiran saya tetap sebagai warga NU dan siap membantu KH Said Agil," ujar AsAd Ali mengatakan.

Dalam sidang pleno pemilihan ketua Umum PBNU yang dipimpin Profesor Ahmad Muzakky juga menyampaikan surat keberatan KH A Mustofa Bisri untuk dipilih sebagai Rais Aam periode 2015-2020. Atas keberatan ini, Tim Ahwa yang beranggotakan 9 orang akhirnya menetapkan KH Makruf Amin yang sebelumnya ditunjuk sebagai wakil Gus Mus ini menjadi Rais Aam PBNU.

"Karena KH A Mustofa Bisri menyatakan keberatan untuk ditunjuk kembali menjadi Rais Aam. Untuk itu, maka kita tetapkan KH Makruf Amin sebagai Rais Am PBNU periode 2015-2020, Al Fatihah," ujarnya seraya mengetok palu sidang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah, Doa, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan kebebasan warga NU menentukan pilhannya pada Pemilu 2014 mendatang. PBNU mengimbau warga menggunakan hak pilih alias tidak golput agar bisa memengangkan calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan NU.

Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Rohis Tegal - Rohani Islam usai memberikan taushiyah dalam acara pengajian maulidur rasul dan Haul Syech abi Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli (Muallif Dalailul khairat) di Pesantren Darul  Falah Jekulo Kudus, Jum’at (17/1) lalu.

Kiai yang biasa disapa Kang Said ini menekankan warga NU harus menyukseskan pemilihan umum 9 April mendatang dengan menggunakan hak pilihnya. “Pemilu harus sukses, warga NU jangan golput,” tegasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam ceramahnya, ia menegaskan perjuangan melalui politik harus menggunakan kekuatan yang cukup sehingga bisa menang dan meraih kekuasaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Meskipun bagi NU perjuangan siyasah (politik) bukan yang utama, namun orang NU terutama yang jadi caleg harus menang,” ujar Kang Said sambil menyebut salah seorang caleg yang hadir.

Kegiatan yang diadakan pesantren Darul Falah ini diikuti santri putra-putri dan alumni pesantren setempat. Diantara tokoh dan kiai yang hadir, Pengasuh pesantren API Magelang KH Yusuf chudhori, Pengurus RMI bidang Media Wakil Mahfud dan sejumlah caleg partai politik baik pusat maupun daerah. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Ubudiyah, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 26 Desember 2017

PBNU Tak Menolak RUU Ormas

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak menolak RUU Ormas yang segera disahkan oleh DPR RI. Namun karena terdapat sejumlah pasal yang dinilai harus dirumuskan ulang, PBNU meminta pengesahan RUU ini ditunda.

PBNU Tak Menolak RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Menolak RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Menolak RUU Ormas

Demikian ditegaskan Wakil Sekjen PBNU Abdul Munim DZ kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Jum’at (5/3) terkait beredarnya isu yang menyebutkan PBNU menolak RUU Ormas.

Menurutnya, dalam konferensi pers di kantor PBNU Kamis (4/3) kemarin PBNU hanya meminta pengesahan RUU Ormas oleh DPR RI yang sebelumnya dijadwalkan pekan depan, untuk segera ditunda.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dalam hal ini PBNU telah menyampaikan sejumlah catatan dan meminta beberapa poin dalam RUU Ormas itu dirumuskan ulang terlebih dahulu,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali dalam konferensi pers kemarin mengatakan, NU menginginkan substansi RUU ini ditinjau kembali. Pengesahan RUU Ormas menjadi UU Ormas bila dipaksakan sesuai jadwal semula, dikhawatirkan akan menimbulkan sejumlah dampak negatif.

"Permintaan ini kami sampaikan untuk menghindari berbagai dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari pengesahan RUU tersebut," kata Asad didampingi Sekjen PBNU H. Marsudi Syuhud, Ketua PBNU Imam Azis, Wakil Sekjend PBNU H Abdul Munim DZ, dan Adnan Anwar.

PBNU tetap menghargai langkah Pemerintah dan DPR yang telah menyempurnakan UU No 8 tahun 1985 tentang Ormas. Tapi ada sejumlah pasal yang harus dirumuskan ulang, seperti pengertian Ormas dalam RUU yang masih general.

"RUU ini belum melihat sejarah, peran, dan kontribusi Ormas seperti NU, Muhammadiyah, Perti, Nahdlatul Waton, Alkhairat, Syarikat Islam, dan masih banyak lainnya yang ada sebelum negara ini berdiri," tegas Asad.

Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud menambahkan, Ormas-ormas di Indonesia merupakan jangkar negara Kesatuan Republik Indponesia (NKRI). “Banyak negara yang hancur karena tidak ditopang ormas,” katanya.

Selain pasal substansi Ormas, yang juga harus dirumuskan ulang terkait pembedaan antara yayasan, perkumpulkan dan Ormas yang sudah lama berdiri, yang kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak ditemukan selain di Indonesia.

Lebih jauh PBNU juga keberatan dengan beberapa pasal dalam RUU tersebut yang mengatur keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing, terlebih dengan cara menyamakan aturan dan persyaratan yang dikenakan kepada Ormas. Jika LSM asing diberi landasan hukum, maka harus diatur dalam Undang-undang tersendiri.

As’ad Ali menambahkan, PBNU berharap pemerintah dan DPR mempertimbangkan aspirasi yang disampaikan oleh NU. “Kalau pemerintah tetap ingin mengesahkan ya kita serahkan ke pemerintah saja, tapi kita punya umat,” katanya. “Kita tidak pernah menjadi oposisi, maka kami percaya pemerintah akan menerima pemikiran NU,” pungkasnya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 24 Desember 2017

Tahun Ini, GP Ansor Rembang Fokus pada Kemandirian Ekonomi

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Rapat Kerja Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Rembang yang digelar di lantai 2 kantor PCNU Rembang, Jalan Pemuda nomor 78, Sabtu (7/1) sore menitikberatkan pada permasalahan kemandirian ekonomi baik secara personal maupun organisasi. Peserta rapat menyusun program konkret perihal kemandirian ekonomi.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro menjelaskan, ada tiga hal yang akan menjadi fokus Ansor Rembang pada 2017 seperti pola dakwah guna menangkal radikalisme dan terorisme, serta memajukan ekonomi.

Tahun Ini, GP Ansor Rembang Fokus pada Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ini, GP Ansor Rembang Fokus pada Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ini, GP Ansor Rembang Fokus pada Kemandirian Ekonomi

Menururt Hanies, program perekonomian memang sudah saatnya dijalankan di Kabupaten Rembang. Apalagi, menurut Hanies, GP Ansor Rembang digadang menjadi pilot project Pimpinan Pusat GP Ansor terkait program kemandirian ekonomi GP Ansor.

"Targetnya kerja yang terencana, dan tertata dengan baik. Perekonomian dan kebanseran yang akan kami galakkan, tanpa menafikan ekonomi yang lain, kemandirian ekonomi kader dan juga organisasi," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hanies mengakui, pada tahun pertama pihaknya tidak mempunyai program terstruktur melalui rapat kerja. Di tahun pertama GP Ansor Rembang lebih fokus pada pengkaderan, dengan menggenjot Diklatsar dan PKD. Di tahun kedua ini, Hanies mengaku tak ingin seperti tahun pertama ia memimpin.

Pada 2017 ia berharap, sejumlah program kerja yang tersusun melalui rapat kerja. Rapat yang dimulai pada pukul 14.00 wib samapai jam 00.00 dini hari, terbagi menjadi empat komisi. Forum ini diikuti oleh empat perwakilan dari setiap PAC dan perwakilan pengurus Cabang Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah, Jadwal Kajian, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 19 Desember 2017

Abuya Muhtadi: NKRI Bukan Harga Mati

Cilegon, Rohis Tegal - Rohani Islam - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abuya Muhtadi bin Abuya Dimyati mengimbau seluruh masyarakat Cilegon untuk waspada atas propaganda gerakan kelompok-kelompok radikal anti-Pancasila. Menurutnya, sekarang ini banyak kelompok yang memaksakan pengaruhnya di tengah masyarakat untuk menolak dasar negara Indonesia melalui berbagai media.

Imbauan ini disampaikan Abuya Muhtadi dalam seminar kebangsaan yang diinisiasi PMII dan PCNU Cilegon di aula DPRD Kota Cilegon, Senin (31/7).

Abuya Muhtadi: NKRI Bukan Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Abuya Muhtadi: NKRI Bukan Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Abuya Muhtadi: NKRI Bukan Harga Mati

Abuya Muhtadi mengimbau seluruh masyarakat Cilegon untuk tidak ikut-ikutan organisasi dengan paham luar negeri dan ideologi imporan seperti HTI yang menentang Pancasila.

Ia berpesan kepada semua yang hadir untuk tetap setia dan turut menjaga NKRI dan Pancasila. Menurutnya, NKRI bukan harga mati tetapi harga hidup untuk dunia dan akhirat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Abuya juga menyanyikan lagu Garuda Pancasila bersama para peserta seminar yang hadir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tampak ratusan peserta dari perwakilan pimpinan pondok pesantren, wakil walikota, Ketua DPRD, Kasdim Kodim 0623/Cilegon, dan Rais Syuriyah PCINU Federasi Rusia juga Dosen di kampus FT. Untirta Cilegon, Agus Pramono.

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan deklarasi “Kami Indonesia, Kami Pancasila,” dan dibubuhi tanda tangan Abuya beserta unsur pimpinan daerah, NU, PMII dan unsur pimpinan pondok pesantren di sekitar Kota Cilegon.

Selain diskusi, mereka juga menggelar istighotsah untuk keselamatan bangsa Indonesia. (Andra Imam Putra/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pemerintah Jepang melalui kedutaan besarnya kembali menggelar pertukaran pelajar dalam Program Jenesys 2017. Program serupa sebelumnya dilakukan tahun 2016 lalu.

Para pelajar dan pemuda NU kembali mendapatkan kesempatan program yang bertujuan memperkuat kebudayaan masing-masing negara selain hubungan diplomatik di bidang pendidikan.

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini melapas perwakilan atau delegasi NU untuk mengikuti program tersebut. Helmy berharap, anal-anak muda NU dapat mengambil banyak ilmu dan pengalaman selama sepekan di Jepang.

“Saya berharap delegasi yang berangkat mendapatkan banyak ilmu dan belajar dari cara Jepang memajukan negara, baik dari sisi kedisiplinan, perkembangan teknologi, dan transportasi umum di sana,” ujar Helmy, Senin (2/10) saat melepas delegasi NU di Gedung PBNU Jakarta.

Helmy menjelaskan, program pertukaran ini sebetulnya sudah dirintis ketika dirinya aktif sebagai pelajar NU tahun 1997 silam. Setelah itu program ini belum berlanjut lagi untuk perwakilan pelajar dan anak muda NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Sebagai calon para pemimpin, anak-anak muda NU harus mempunyai wawasan yang luas, baik nasional maupun internasional. Program ini sangat baik sebagai langkah meningkatkan kapasitas diri dari people to people dengan negara lain,” jelas pria kelahiran Cirebon ini.

Di antara pihak-pihak yang mengikuti program Jenesys 2017 ini yaitu dari unsur IPNU dan IPPNU, pesantren, dan para dai muda. Rombongan delegasi NU dipimpin oleh Ustadz Bukhori Muslim, salah satu pengurus di LDNU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam sepekan menjalani program tersebut, para delegasi NU akan mengunjungi tiga kota di Jepang salah satunya Tokyo. Mereka mulai berangkat pada Senin (2/10) hingga pada akhir kegiatan pada Selasa (10/10). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Warta, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 07 Desember 2017

Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Sejak 14 Mei 2013 lalu, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama (IPPNU) kabupaten Cirebon telah meluncurkan “Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Kaum Dhu’afa”.

Panitia “Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Kaum Dhu’afa” telah melakukan sosialisasi dan menerima sumbangan berupa buku tulis dari masyarakat umum, penerimaan donasi dilakukan baik melalui penjemputan maupun penerimaan secara langsung di sekretariat PC IPNU-IPPNU kabupaten Cirebon. 

Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis

Adapun pendistribusian hasil donasi ini  dilakuakan secara bertahap dan mulai dijadwalkan besok hari melalui pengurus tingkat  PAC maupun Komisariat yang masing-masing telah  memiliki daftar nama-nama calon penerima. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hingga Sabtu 15 Mei 2013 telah terkumpul sebanyak  5.270 buah buku yang akan segera didistribusikan, panitia masih  membuka dan menerima sumbangan buku tulis hingga tangga 30 Juni 2013. Berikut nama-nama donatur buku tulis dalam “Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Kaum Dhu’afa”:

Rohis Tegal - Rohani Islam

1. Pdt. Sugeng Daryadi (Cirebon)

2. Zaenal  Arifin W. (Ciwaringin)

3. Khadijah (Yayasan Al Kadzim, Cirebon)

4. PAC. IPNU-IPPNU Depok

5. LP. Ma’arif NU Kab. Cirebon)

6. Rahul  El-Rozi (Kecamatan Kapetakan)

7. H. Khumedi MAN I Cirebon

8. H. Kurdi Mufrodi (Depok)

9. Prof. Wahidin (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

10. Prof. Maksum (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

11. KH. Bisyri Imam (Pesantren Gedongan)

12. Jaelani (Kecamatan Lemah Abang)

13. HM. Nuruzzaman (Pesantren Babakan Ciwaringin)

14. Asep Saefuddin Jazuli (Kecamatan Talun)

15. Prof. Jamali (Majasem)

16. Subhan Baihaqi (Radar Cirebon Televisi / RCTV)

17. SMAK BPK Penabur (Jl. Ciptomangunkusumo)

18. Mumtaz (Kecamatan Plered)

19. PK. IPNU-IPPNU Buntet Pesantren

20. Nukhbatul Mankhub (Kecamatan Plumbon)

21. PC. Fatayat NU Kab. Cirebon Kecamatan Sumber

22. Gita (Kecamatan Sumber)

23. SMK Nusantara Weru (Kecamatan Weru)

24. Farihin Nur (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

25. Sobih Adnan (JINGGA Media)

26. H. Abudin (Kecamatan Astanajapura)

27. Muntaqoul Fuad (Kecamatan Plumbon)

28. KH. Wawan Arwani (Pesantren Buntet)

29. KH. Fariz Elt Haque Pesantren Buntet Cirebon

30. Cici (Pesantren Gedongan)

31. Mamang M. Haerudin (Kecamatan Ciwaringin)

Redaktur    : A. Khirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Ubudiyah, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengingatkan kehadiran digital yang masuk ke semua lini kehidupan.

“Digital tidak pandang bulu. Agama apapun, agama Islam sekalipun,” katanya saat menghadiri Peluncuran Aplikasi NU Mobile, Televisi NU Channel, Data Center, Arab Pegon, dan Mobil Halal Investigasi di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (17/11) malam.

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone

Menurutnya, kehadiran digital menimbulkan banyak perubahan pada kehidupan. Dulu, katanya, qari dalam membaca Al-Qur’an itu membaca Al-Qur’an cetak, tapi sekarang qari tidak membawa Al-Qur’an cetak melainkan membacanya melalui ponsel.

Hal itu, menurutnya, sesuai dengan data yang menunjukkan bahwa penggunaan smartphone tidak terjadi perubahan. Dengan kata lain, aktivitas penggunaannya tetap tinggi, dari bangun sampai mau tidur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Jadi ini betul-betul merasuk ke kehidupan kita,” ujar pria kelahiran Bogor, Jawa Barat ini.

Oleh karena penggunaan yang sudah tak terbendung itu, Rudi pun mengingatkan tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan smartphone.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadir pada peluncuran aplikasi ini Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Ing Bina Suhendra, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Ubudiyah, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 06 Desember 2017

Galang Konsolidasi, PMII Bojonegoro Temukan Seluruh Kader

Bojonegoro, Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagai organisasi mahasiswa ekstra kampus (Omek), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kabupaten Bojonegoro sudah melahirkan ribuan kader yang militan. Termasuk mempersiapkan diri, menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Ledre yang direncakan tahun 2018 mendatang.

Hal itu yang disampaikan ketua umum pertama PC PMII Bojonegoro, Irsyadul Ibad diacara konsolidasi internal Keluarga Besar Ikatan Alumni (IKA) PMII dengan PC PMII Bojonegoro sekarang, di rumah makan joglo Jalan Kolonel Sugiyono Bojonegoro, Ahad (24/4).

Galang Konsolidasi, PMII Bojonegoro Temukan Seluruh Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Galang Konsolidasi, PMII Bojonegoro Temukan Seluruh Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Galang Konsolidasi, PMII Bojonegoro Temukan Seluruh Kader

Menurut, Irsyadul Ibad bahwa PMII sudah didirikan sejak tahun 1986 sampai tahun 2016 ini sudah melahirkan ribuan kader PMII di Kabupaten Bojonegoro, sehinga jangan sampai para kader PMII terpecah tanpa arah yang jelas.

"Untuk Bojonegoro sendiri, sudah saatnya mempunyai bupati atau wakil bupati Bojonegoro, konsen dalam konsolidasi ini adalah, membangun kantor PC PMII Bojonegoro yang baru dan menyiapkan Pilkada 2018," ujar pendiri PC PMII Bojonegoro dan juga pengasuh Pondok Pesantren Bumi Aswaja Gresik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sedangkan Ketua IKA PMII, KH Abdulloh Nasihudin mengungkapkan, bahwasanya forum silaturrahim ini harus selalu dikawal bersama dan berkelanjutan. Sehingga PMII Bojonegoro mampu menjadi trend center gerakan mahasiswa di Bojonegoro.

"Gerakan literasi dan peningkatan intelektual kader menjadi sarat mutlak yang harus dibangun PMII di struktural. Sedangkan IKA PMII akan berkontribusi dan mendistribusikan kader-kader dan alumni terbaiknya untuk masa depan Bojonegoro kedepanya," terangnya.

Sementara itu, lketua mum PC PMII BoJonegoro, A Syahid menjelaskan, digagasnya acara temu alumni PMII ini, adalah dalam rangka harlah PMII ke-56 Tahun, serta bagaimana dari hasil pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi untuk Bojonegoro kedepan baik untuk internal PMII maupun eksternal. Serta menyiapkan bagaimana kesiapan para alumni dalam Pilkada tahun 2018 mendatang.

"Acara konsolidasi yang dikemas dengan temu alumni ini untuk memikirkan bagaimana nantinya PMII kedepannya agar lebih meningkatkan kualitas kader dan kedekatan emosional keluarga besar PMII se-Bojonegoro. Serta untuk para alumni agar didorong mampu berpartisipasi dalam Pilkada Bojonegoro 2018, kalau PMII harus tetap netral dan independent, tetapi kalau alumni kan sudah saatnya berkontribusi di dalam sistem," tandasnya.

Tampak dalam temu kangen Keluarga Besar PMII ini dari zaman ketua umum PMII pertama pada tahun 1986 sampai pada tahun periode 2016, berlangsung harmonis. Pasalnya selain bertemu dengan sahabat seperjuangannya, para alumni PMII juga menceritakan perjalanan PMII dari masa kemasa. (M. Yazid/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, News, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 27 November 2017

Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi

Medan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengungkapkan harapannya agar Pra-Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) Zona Sumatera yang akan digelar pada 17-18 Mei di Medan menghasilkan rekomendasi mambantu pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Gatot menyampaikan hal itu kepada Panitia Pelaksana Pra-Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera saat silaturahim di Rumah Dinas Guberur Sumut, Jalan Sudirman No 41, Medan, Jumat (8/5). Rombongan panitia dipimpin Ketua PWNU Sumut Afifuddin Lubis didampingi Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumut Imron Hasibuan dan Ketua Panitia Pra Muktamar Adlin Damanik.

Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi

Gubernur Sumut dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas kepercayaan yang diberikan kepada Medan, untuk menjadi lokasi pelaksanaan Pra-Muktamar, menyongsong perhelatan akbar Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, pada Agustus mendatang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk itu, Gatot berharap pelaksanaan Pra-Mukatamar menghasilkan sebuah rekomendasi untuk mengingatkan kembali pemerintah tentang kedaulatan dan pemerataan ekonomi sesuai tema yang diusung Pra-Muktamar ke-33 ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Bahwa yang saya tahu amanah konsitusi bagaimana membangun ekonomi bangsa ini adalah dengan ekonomi kerakyatan, ekonomi gotong royong. Sebagaimana yang diamanahkan oleh konstitusi dan hari ini diamanahkan oleh Bapak Presiden dengan konsep gotong royongnya," ujar Gubernur Sumut.

Sementara itu Ketua PWNU Sumut Afifuddin Lubis mengatakan, tujuan kedatangan pihaknya adalah selain bersilaturahim juga ingin mengundang Gubernur Sumut untuk memberi sambutan dalam acara tersebut. "Kami mohon Pak Gubernur dapat hadir untuk memberi arahan dan sambutan," ujarnya.

Gubernur Sumut dalam kesempatan itu didampingi Asisten III Zulkarnain dan Kepala Biro Binkessos M Yusuf. Turut hadir pula Wakil Ketua PWNU Sumut M Hatta Siregar, Wakil Bendahara PWNU Baharuddin Berutu, Wakil Rais Syuriah Katimin, Sekretaris Panitia Abrar M Dawud Faza, Katua LDNU Sumut A Sori Monang, Wakil Ketua PWNU Enda Mora Lubis, Bendahara Panitia Pasiruddin Daulay, Wakil Sekretaris PWNU Sumut Khairuddin Hutasuhut, Wakil Sekretaris PWNU Upar Pulungan dan Wakil Keta PWNU Sumut Marahalim Harahap.

Sebelumnya, acara Pra-Muktamar ke-33 NU digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan materi pembahasan seputar konsep “Ahlul Halli wal Aqdi; serta di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mengusung tema tentang Islam Nusantara. Medan kali ini bakal menjadi tuan rumah bagi pembahasan ekonomi kerakyatan. (Suwardi Sinaga/Mahbib)

Foto: Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho foto bersama Panitia Pra Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Ubudiyah, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 25 November 2017

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat

Denpasar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kondisi perekonomian dan kependudukan di Indonesia adalah dua hal yang saling berlawanan. Perkembangan dua bidang tersebut seakan berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling mendukung.

“Kita ini seperti lari di eskalator (tangga berjalan, Red), karena ekonomi lambat dan laju pertembuhan penduduk cepat. Karena itu jadi tidak seimbang," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rozy Munir.

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat

Hal itu disampaikan Rozy di sela-sela Konferensi Internasional Pemimpin Muslim untuk Mendukung Program Kependudukan dan Pembangunan, di Inna Grand Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Selasa (13/2).

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia, menurutnya, adalah 1,35 persen. Angka tersebut patut diwaspadai. "Yang laju pertumbuhan penduduknya 1 persen bakal jadi 2 kali lipat dalam 70 tahun, jadi kita harus waspada juga,” imbuh Rozy, demikian panggilan akrabnya.

Sementara itu, menurut Direktur UNFPA Asia Pasifik Sultan Azis, Indonesia telah sukses melaksanakan program Keluarga Berencana (KB). Meski demikian, kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.

“Jumlah penduduk muda di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar. Jadi kualitasnya harus ditingkatkan karena Indonesia harus bersaing dengan Korea dan Jepang," ujar Azis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut dia, dalam program KB, pengendalaian jumlah penduduk bukan satu-satunya hal yang penting, namun juga kualitas hidup manusia. Kini jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta. Artinya, dengan KB Indonesia berhasil menghemat 8 juta penduduk.

Pembatasan Kelahiran dalam Islam

Pengaturan kelahiran diperbolehkan dalam Islam. Namun pembatasan kelahiran hanya boleh dilakukan bila situasinya mendesak atau force majeure.

"KB di Islam harus dijalankan dengan nilai ke-Islam-an. Dan ini dipengaruhi

Rohis Tegal - Rohani Islam

kultur dan sistem pemerintahan negara. Pembatasan dan pengaturan itu beda," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi.

Direktur Jenderal Bimbingan Islam Islam Departemen Agama Nazarudin Umar menambahkan, agama telah dijadikan dalil untuk menolak KB oleh beberapa orang. Karena itu, pemuka agama berperan besar dalam menggunakan bahasa agama untuk menjaga kesehatan reproduksi.

"Dan dari pengalaman program KB di Indonesia, negara kita punya posisi strategis untuk bridging dalam dunia ide dan kultur," ujarnya. (dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Sholawat, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 22 November 2017

Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara

Papua, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tak ingin berlama-lama dengan keprihatinan, Aktifis NU Papua melalui Sarkub Peduli Papua melakukan penggalangan dana pembangunan kembali masjid di Kaburaga, Tolikara, Papua. Mereka mengajak kaum Muslim menyisihkan rezeki untuk membantu membangun kembali masjid di Tolikara yang dibakar massa saat peringatan Idul Fitri.

Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara

"Kami sedang membuka penggalangan dana untuk membangun masjid di Karubaga tersebut. Tentunya berkoordinasi dengan berbagai pihak setempat dan saat kondisi sudah stabil," kata Abdul Wahab selaku koordinator Sarkub Papua (19/7).

Untuk tahap pertama Aktifis NU Papua sudah menyerahkan sumbangan dana sebesar Rp6.000.000. Sumbangan sudah di kirim langsung ke Abdul Wahab yang ada di Jayawijaya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Abdul Wahab sumber sumbangan diperoleh bukan cuma dari masyarakat Muslim di Indonesia, tapi juga ada dari Muslim aswaja yang anggotanya ada di Hongkong, Taiwan. Selain dari komunitas Muslim sumbangan juga dikirimkan oleh komunitas BARA JP HK (Kampung Segoro). Bahkan banyak juga teman dari agama lain yang ikut menyumbang sebagai wujud solidaritas dan kemanusiaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya aktifis" NU melalui Sarkub Peduli Papua juga melakukan berbagai kegiatan di provinsi Papua, seperti menyalurkan sumbangan ratusan buku agama, busana Muslim, perlengkapan shalat, dsb di berbagai wilayah di Papua.?

Abdul Wahab mewakili Muslim di Tolikara mengucapkan terimaksih dan titip salam untuk saudara Muslim di seluruh Indonesia. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Ubudiyah, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 09 November 2017

Hukum Nikah dan Poligami

Pada dasarnya hukum nikah adalah sunnah bagi mereka yang dianggap telah membutuhkannya. Baik secara biologis maupun psikologis. Karena kebutuhan itu selalu mengundang ketamkan, maka seorang laki-laki hanya diperbolehkan menikahi masksimal empat orang istri. Demikian keterangan lengkapnya dalam fathul qarib.? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?

Nikah disunnahkan bagi mereka yang membutuhkannya. Seorang laki-laki (merdeka/bukan budak) boleh memiliki empat orang istri.

Hal ini berdasar pada firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 3:

Hukum Nikah dan Poligami (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Nikah dan Poligami (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Nikah dan Poligami

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maka kawinilah wanita-wanita lain yang kamu senangi dua, tiga, atau empat.

Tentang pembatasan jumlah empat orang istri bagi laki-laki muslim, hadits riwayat Abu Daud tentang cerita sahabat Wahbin al-Asady dapat dijadikan sebagai pelajaran. ? Wahbin al-Asady pernah sebercerita “saya masuk Islam, dan saat itu mempunyai istri delapan orang. Kemudian saya menceritakannya kepada Rasulillah saw. Lalu beliau bersabda: ? ? ?? ? pilihlah empat dari mereka”. (red. Ulil H)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Nahdlatul, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock