Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam - Virus malas yang menjangkiti setiap manusia merupakan biang penyakit yang sangat berbahaya dan merusak kehidupan dunia akhirat. Kemalasan akan menggerogoti kesuksesan dan kemuliaan hidup seseorang. Untuk itu, virus malas harus diberantas dengan kobaran api semangat man jadda wajada (Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil).

Demikian disampaikan KH Muhammad Ali Shodiqin yang biasa disapa Gus Ali Gondrong saat mengisi pengajian silaturahmi Bupati Brebes dan masyarakat di Islamic Center Brebes, Jumat (15/4) malam.

Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat (Sumber Gambar : Nu Online)
Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat (Sumber Gambar : Nu Online)

Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat

Gus Ali Gondrong mengatakan, melawan virus malas harus dengan api semangat seperti gunung berapi yang menyala-nyala. Adanya api semangat tidak akan tumbuh rumput keraguan. Satukan niat dan tekad untuk meraih mimpi, namun syaratnya harus jujur. Karena segala sesuatunya Allah SWT yang mengatur.

“Bukan kesulitan yang membuat takut, tapi ketakutan yang membuat kamu sulit. Jangan katakan ada kesulitan yang besar, karena ada yang lebih besar yakni Allah SWT. Allah yang menolong kita,” ungkapnya bersemangat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pesantren Roudotun Ni’mah Semarang ini menjelaskan, barangkali di mata manusia antara kaya dan miskin, berkedudukan maupun rakyat biasa, bisa terlihat perbedaannya. Namun nilai kebaikan dan pungkasannya su’ul khotimah atau husnul khatimah tidak bisa diketahui karena menjadi rahasia Allah SWT.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Yang penting kita ikhtiar, masalah hasil kita serahkan pada Yang Maha Kuasa,” pesannya.

Gus Ali menyelingi ceramahnya dengan nyanyian. Sosoknya begitu digandrungi oleh anak-anak muda yang sebagian mereka merupakan anak-anak jalanan, anak-anak ‘nakal’, dan bahkan preman.

Santri-santri beliau juga bukan anak-anak biasa yang lahir dari keluarga biasa, tapi merupakan anak-anak ‘luar biasa’. Sebab mereka merupakan orang-orang yang bisa keluar dari jeratan pergaulan hitam yang menyelimutinya.

Sebagian santri-santri beliau adalah preman, berandalan, mantan penjudi, mantan peminum minuman keras, bahkan sampai ada juga yang mantan PSK. Semuanya mendapat hidayah dari Allah SWT hingga saat ini bisa mengenyam pendidikan di Pesantren Roudlotun Ni’mah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 11 Februari 2018

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Penyair masyhur D. Zawawi Imron, yang sekarang berumur 69 tahun, datang ke Munas-Konbes NU 2012 dengan semangat tinggi. Ia sudah datang di Pesantren Kempek, Jumat dini hari (14/9).

Di arena Munas, penyair yang sudah menelorkan 14 buku antologi puisi dan dua buku berisi esai-esai kebudayaan serta keislaman, mendatangi diskusi dadakan yang diselenggarakan santri-santri Cirebon.

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Pada acara pembukaan kemarin (Sabtu, 15/9), Zawawi ketemu banyak orang yang sudah lama dikenalnya. Dengan Gus Mus ia berpelukan di tengah ribuan orang. Bertemu KH Malik Madani dan KH Panji Taufik yang juga asal Madura, diajak foto-foto oleh peserta dan santri-santri.

"Sore nanti yang akan ke Pesantren Babakan sebentar, diminta ceramah dadakan," jawabnya ketika ditanya agenda di Cirebon hari ini." 

"Saya di sini menyerap rasa kebersamaan yang jarang ditemui di tempat lain. Kebersamaan itu bukan hanya makan bersama, tapi juga dialog-dialog untuk mendengarkan suara-suara kebenaran secara berjamaah," kata D Zawawi Imron yang selalu mengenaan kopyah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia merasakan bahwa Munas ulama sangat penting dan tepat untuk kembali mencanangkan akal sehat secara kolektif. "Akal Sehat kolektif itu artinya kebenaran dan keberuntungan menjadi milik bersama," terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kita semua berangkat dari qolbun salim, hati yang lurus. Ini harus dijalin dalam bentuk rasa persaudaraan yang inten, bahwa yang melahirkan kesadaran betapa pentingnya kehadiran orang lain dalam kehidupan masing-masing orang," lanjutnya.

Zawawi memberi catatan, kebersamaan yang sudah terjalin pada NU belum banyak ditegaskan dalam tindakan nyata di masyaraat.

"Saya datang ke sini karena saya percaya ulama itu kalangan yang dapat melakukan rekayasa dalam pengertian positif, agar umat itu nantinya tidak hanya obyek dari kekuasaan atau permainan politik," ujarnya.

Penyair yang mulai mempublikasikan karya-karyanya sejak tahun 1973 ini mengusulkan agar Ulama bekerja sama dengan kaum intelektual guna memecahkan masalah. "Ulama dan intelektual itulah yang diharapkan kesadarannya pada realita kehidupan umat."

D. Zawawi Imron mengaku datang ke Cirebon tidak dari kampungnya, di Batangbatang, Sumenep. Ia baru saja datang dari Pontianak-Kalimantan Barat. Dia diundang pengurus NU Cabang Kota Pontianak untuk berceramah di hadapan mahasiswa-mahasiswa di tiga perguruan tinggi.

Ia tiba di Jakarta Jumat pagi (14/9). Lalu langsung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Dari PBNU ia berangkat ke Cirebon bersama Ahmad Mauladi, Muhammad Syafi, dan saya. 

"Perjalanan dengan orang tua bernama D. Zawawi Imron itu menyengangkan sekali. Terasa terang walaupun di jalan malam hari. Merasa menjadi santri karena diberi nasihat-nasihat. Nasihatnya indah sekali karena disampaikan melaui puisi-puisinya. Humor Madura yang dilontarkan bikin kawa tertawa," cerita Mauladi. 

Sementara itu, Muhammad Syafi berkomentar, "Saya senang sekali jalan bersama dengan beliau. Tapi ini juga tantangan, agar sesampai di Cirebon, tempat Munas ulama lebih menyenangkan lagi, bukan menyenangkan kita, tapi umat dan saudara-saudara sebangsa yang sedang murung ini."

D. Zawawi Imron berencana meninggalkan Cirebon Senin pagi (17/9). Ia akan ke Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Ambon. Empat hari, ia akan berceramah di depan para guru.

"Saya sudah seminggu meninggalkan rumah, dan baru tiba di rumah lagi minggu depan."

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Bangsa Indonesia akan menapaki usia 71 tahun sejak diproklamasikan kemerdekaannya tahun 1945. Tujuh belas Agustus dipilih oleh founding fathers bukan tanpa pertimbangan, mereka ingin membangun Indonesia dengan 17 rakaat sesuai dengan bilangan shalat sehari semalam.

Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari mengatakan, “Nasoinalisme dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan dan keduanya saling menguatkan”. Bung Karno suatu ketika juga mengatakan “Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan copie atau tiruan dari nasionalisme Barat, akan tetapi nasionalisme timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan”.

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Memasuki usia 71 tahun kemerdekaan Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mencatat beberapa catatan reflektif kaiatannya dengan kondisi kebangsaan terkini:

Rohis Tegal - Rohani Islam

Momentum kemerdekaan ini hendaknya harus kita jadikan momentum untuk memperbaiki segala aspek kebangsaan dan ketertinggalan kemajuan dari segi apa pun terutama pada aspek kemandiran sebagai sebuah bangsa dan negara.

Sebagai negara maritim yang luas dua pertiga wilayahnya berupa lautan sudah menjadi sebuah keharusan untuk lebih meningkakan pendapatan sektor kelautuan. Pembangunan berbasis laut juga harus menjadi landasan pemerintah dalam mengambil setiap kebijakannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagai negara agraris, Pada 2016 target produksi padi di seluruh Indonesia sebanyak 80,29 juta ton. Angka ini naik dari produksi tahun lalu yang mencapai 75,36 juta ton. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 merilis data produksi beras Indonesia mencapai 73,17 juta ton. Perlu diingat bahwa produksi beras di Indonesia paling banyak dipengaruhi cuaca. Jika kondisi cuaca tidak stabil sebagaimana yang terjadi saat ini, maka produksi beras akan menurun. Pemerintah harus mulai mengkaji diversifikasi pangan.

Dalam sektor ekonomi peringkat kemudahan berusaha di Indonesia masih tertinggal di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Dalam rilis hasil survei Ease of Doing Business (EoDB), Bank Dunia menempatkan Indonesia di posisi 109 dari 189 negara. Posisi Indonesia kalah telak dibandingkan Singapura yang menduduki peringkat satu, Malaysia 18, Thailand 49, Vietnam 90, dan Filipina 103.

Di luar itu semua, momentum 71 tahun kemerdekaan ini kita dikejutkan dengan sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan. Peristiwa penujukan seorang menteri yang diduga berkewarganegaraan asing sangat menggangu stabilitas politik dan semangat nasionalisme. Pemerintah dan juga terutama menteri terkait harus segera memperjelas status kewarganegaraanya dan sekaligus membeberkan kapada masyarakat luas. Langkah ini sangat perlu dilakukan agar publik tidak termakan isu dan kabar yang simpang siur serta tidak terjatuh dalam kubangan prasangka buruk yang dilarang oleh ajaran agama.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2016 Pasal 23 (1) Warga negera Indonesia kehilangan kewarganegarannya jika yang bersangkutan: memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. Dalam UU Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negera pada pasal BAB V Pasal 22 ayat (2) juga dijelaskan bahwa “untuk diangkat menjadi menteri, seorang harus memenuhi syarat: warga negara Indonesia.

Berpindah kewargangeraan adalah ujung akhir dari kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Olah karenanya, sebagai wujud serta ejawantah dari semangat nasionalisme dan loyalitas kepada Negara, setiap pejabat negara harus berkewarganegaraan Indonesia. Semangat nasionalisme itulah yang dari dahulu dibangun oleh founding fathers NKRI seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. M Hasyim Asyari, Wahid Hasyim dkk.

Merdeka!

Jakarta, 16 Agustus 2016

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Olahraga, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI

Mataram, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Setelah dzuhur, sekitar 15.000 nahdliyin turun ke jalan guna mengikuti pawai taaruf untuk menyambut Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/11).

Pawai taaruf dimulai dari Masjid Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat sampai Taman Sangkareang, Mataram, NTB.

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI

Tak ketinggalan, dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, sejumlah pengurus PBNU, hingga Walikota Mataram juga mengikuti pawai taaruf ini. 

Saat sampai di Taman Sangkareang, Kiai Said dan rombongan disambut dengan kibaran Bendera NU raksasa. Bendera ini pun kemudian mendapat anugerah dari Museum Rekor Dunia (MURI) Indonesia sebagai bendera NU terbesar dengan ukuran 60,14 x 40,20 meter. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Said yang menerima langsung piagam MURI tersebut mengucapkan terima kasih atas anugerah yang berikan kepada NU.

"Terima kasih," katanya diiringi wajah kegembiraan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Pahlawan, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan

London, Rohis Tegal - Rohani Islam. Saat ribuan Muslim Inggris menyiapkan diri untuk perjalanan haji, otoritas Inggris mengeluarkan peringatan tentang peningkatan jumlah penipuan perjalanan haji ke Makkah.

“Sebuah kejahatan yang menghancurkan terjadi setiap tahun dengan merampok Muslim dalam kesempatan seumur hidup untuk perjalanan haji ke Makkah, kata komandan Steve Head, yang menggambarkan penipuan haji yang dipublikasikan oleh polisi kota London, dan disebutkan oleh Al Arabiya.

Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan

Sebagai perhatian terhadap peningkatan jumlah penipuan tersebut, Dewan Haji Inggris dan polisi kota London mengumumkan untuk meluncurkan “Kampanye kesadaran penipuan haji” minggu ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dewan Haji meminta jamaah melaporkan kasus penipuan yang mereka alami, terlepas dari konsekuensi untuk menghilangkannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Masalahnya adalah, orang seringkali tidak melaporkan karena malu atau akibat dari operator tur. Orang seringkali takut konsekusni lebih lanjut,” kata Kepala Dewan Haji Rashid Mogradia.

“Orang tahu siapa peniput itu, dan mereka tidak mau mengambil tindakan lebih lanjut, sehingga mereka hanya bisa menderita dalam kesunyian,” tambahnya.

Menurut biro perjalanan haji, kediaman jamaah haji mendorong peningkatan biaya perjalanan haji.?

“Perusahaan penipu mengenakan biaya yang sama (untuk melegitimasi biro perjalanan haji), anda tidak dapat membedakannya dari harga yang dikenalkan,” kata Juel Choudhury, direktur British company Premier Hajj.

Menghindari penipuan

Untuk memberi petunjuk jamaah dalam menghadapi penipuan haji, Dewan Haji Inggris menawarkan satu tips kepada para jamaah seperti mengecek legalitas biro perjalanan haji, kepemilikan izin dari kementerian haji Saudi Arabia, legitimasi perusahaan tersebut dengan mengunjungi kantor perusahaan, mencari tahu rekomendasi personal serta membayar dengan kartu kredit.

Meskipun kuota haji Inggris dikurangi dari 25 ribu menjadi 20 ribu jamaah, Dewan Haji memperkirakan terjadinya peningkatan penipuan.

Tahun lalu, polisi Inggris menerima 44 laporan penipuan haji, satu persentase yang lebih kecil dari angka yang sebenarnya.?

Inggris merupakan tempat tinggal bagi minoritas Muslim, dengan jumlah sekitar 2.7 juta. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 18 Januari 2018

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - KH Ahmad Mustofa Bisri menyebutkan, perjuangan Palestina untuk merdeka dari penjajahan begitu lama, sama seperti bangsa Indonesia.

"Mereka gigih sampai sekian lamanya. Sama seperti kita, mempertahankan kemerdekaan kita," kata Gus Mus sebelum acara Doa Untuk Palestina dimulai di Taman Ismail Mazuki, Kamis (24/8).

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan

Ada deretan tokoh-tokoh nasional, terutama yang hadir dalam acara ini, terutama para budayawan. Mereka antara lain adalah Butet Kartaredjasa, Joko Pinurbo, Acep Zamzani Nomor, Taufiq Ismail, Zawawi Imron, Abdul Hadi WM, dan lain. Selain itu, yang dipastikan hadir adalah hadir juga ahli tafsir kondang Indonesia HM Quraish Shihab.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Mus menuturkan awalnya hanya memberikan informasi akan membuat acara Doa Untuk Palestina. Namun kemudian, mereka menyambut baik informasi yang diberikan Gus Mus tersebut. Oleh sebab itu, Gus Mus menilai, kehadiran para tokoh tersebut menandakan kalau mereka memiliki satu rasa terhadap Palestina.

"Menandakan kalau kita merasa. Kita simpati kepada saudara kita yang perjuangannya sama dengan kita," kata Gus Mus.

Adapun puisi yang akan dibaca adalah puisi-puisinya penyair Palestina.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengutip UUD Indonesia, Gus Mus tegas tegas mengatakan bahwa segala bentuk penjajahan harus ditentang.

"Sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan," tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Quote, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan di Lampung menangis haru mendengar Puja Adelia (5) Binti Juharmin (almarhum) dari Kampung Jukubatu Kecamatan Banjit menyanyikan lagu kerinduan seorang anak kepada bapaknya pada kegiatan santunan anak yatim piatu.

"Ayo bersama alim ulama. Salah satu perilaku alim ulama ialah menyantuni anak yatim seperti genduk (anak perempuan kecil) yang tadi menyanyi dan membuat nangis mbrebes mili (menangis tersedu), itu pahalanya besar," ujar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH Soleh Bajuri di Banjit, Way Kanan yang berada sekitar 220 km sebelaha Kota Bandarlampung, Selasa (4/11).

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan

Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan Lampung, menyantuni 74 anak yatim piatu di daerah tersebut. Dana dari donatur yang dibagikan oleh Paimo, Ketua MWC NU Banjit Rp7 juta lebih.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah penyerahan santunan itu, Puja dipersilakan pembawa acara naik ke panggung untuk menyanyi di hadapan sekitar 2.000 hadirin. Ratusan jamaah, kaum ibu dan laki-laki terpantau menyeka air mata dengan sapu tangan dan tisu mendengar syair-syair kerinduan anak kecil terhadap bapaknya.

Tak seberapa lama, puluhan ibu-ibu berbondong-bondong menuju panggung, menyantuni Puja dan menciumi pipi gadis kecil yang meneteskan air mata itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain Paimo, Asmazi Ketua Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kecamatan Kasui juga terpantau meneteskan air mata.

"Saya terharu mendengar anak kecil yang kehilangan ayahnya menyanyi. Saya kira kita tadi bersama-sama belajar mengenai takdir yang harus diterima saat mendengar lagu tadi," ujar Asmazi.

Pada kegiatan memperingati Tahun Baru Islam 1436 Hijriah bertema "Kita Susun Hati Yang Sama Lewat Cahaya Alim Ulama, Santuni Yatim Hindari Dusta Agama" itu, terkumpul infak Rp4 juta lebih.

Hadir pada kegiatan itu Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda, Direktur Program Ansor Digdaya (mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Heri Amanudin dan sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). (Gatot Arifianto/Mahbib)

Foto: Puja Adelia menyanyikan lagu kerinduan anak yang kehilangan ayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Kajian, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 23 Desember 2017

Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam? ?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj membimbing seorang pemuda asal Lampung Timur atas nama Panca Windu Sugara memeluk agama Islam. Kiai Said membimbing Panca membacakan dua kalimat syahadat di gedung PBNU, Jakarta, selepas maghrib, Selasa (10/10).?

Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU

Menurut Kiai Said, memeluk agama Islam itu gampang dimulai dengan membaca syahadat, meyakini tiada tuhan selain Allah. Allah tidak ada bapak, tidak ada ibu, tidak punya anak dan diperanakkan. Serta Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Kemudian, pemeluk Islam harus belajar shalat dan puasa,? ?

Pada kesempatan itu, Kiai Said menjelaskan bahwa agama Islam memiliki kitab suci bernama Al-Qur’an. Kitab suci ini telah 15 abad tidak berubah satu titik pun.?

“Original hingga sekarang karena dihafal jutaan orang di seluruh dunia. Kalau ada kesalahan sedikit saja oleh percetakan, akan diketahui orang. Ketahuan walaupun satu huruf,” tegasnya.? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Al-Qur’an, menurut dia, bisa dihafal oleh orang mana pun. Orang Mesir, Indonesia, Amerika, Eropa, China, India. Itu keistimewaannya juga. Orang untuk menghafal selembar makalah bahasa Arab saja setengah mati susahnya, tapi Al-Qur’an dimudahkan Allah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Al-Qur’an bacanya ada aturannya, iramanya; tidak ada kitab suci seperti itu,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta, Selatan itu.?

Panca mengaku, memeluk agama Islam tidak ada paksaan sama sekali. Dan ia mengaku ingin memeluk Islam di PBNU agar lebih mantap. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal

Makassar, Rohis Tegal - Rohani Islam - Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH M Sanusi Baco mengulas makna dan tradisi masyarakat Indonesia ketika menghadapi 1 Syawal (Idul Fitri). Kiai M Sanusi Baco membahas ucapan minal aidin wal faidzin, silaturahmi, dan halal bi halal di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM), Senin (11/7).

“Makna minal aidin wal faidzin mengandung doa dan harapan yang kita ucapkan kepada seluruh keluarga, tetangga, dan umat Islam pada umumnya. Ucapan ini biasanya diucapkan setelah melaksanakan shalat Id,” kata Kiai Sanusi Baco dalam taushiyahnya di hadapan peserta halal bi halal yang diselenggarakan Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar dan UIM.

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal

Kalimat itu, menurutnya, harapan kepada Allah SWT untuk mengembalikan umat Islam menemukan kesucian, kembali fitrah, kembali menemukan kebenaran.

Sedangkan silaturahmi adalah salah satu ajaran inti agama Islam. Rasullullah SAW berkata, "Siapa yang ingin umurnya diperpanjang dan reskinya diperbanyak, hendaklah ia melaksanakan silaturahmi".

Rohis Tegal - Rohani Islam

Secara bahasa ‘silah’ artinya menyambung. Kata ‘rahmi’ artinya tempat dikandungnya janin. Secara luas makna silaturahmi adalah menyambung tali persaudaraan yang telah putus, kata Kiai Sanusi Baco pada pertemuan Halal bi Halal yang juga dihadiri pengurus NU Sulawesi Selatan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara istilah halal bi halal bermakna adanya keseimbangan antara mau memberi maaf dan mau menerima maaf. “Kalau tidak seimbang, berarti halal bi haram.”

Dari segi bahasa halal bi halal bermakna menyelesaikan segala masalah, meluruskan tali yang kusut, dan mencairkan air yang beku. “Momentum hari ini jadikanlah semua masalah menjadi selesai, memperbaiki yang kusut, dan mencairkan suasana yang beku,” tandas Kiai Sanusi Baco di hadapan segenap civitas akademik Al-Gazali Makassar dan UIM. (Andy M Idris/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Khutbah, Fragmen, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 12 Desember 2017

Suara Musik dan Akad Nikah di dalam Masjid

Masjid adalah tempat ibadah bagi umat muslim seluruh dunia, tidak hanya itu saja karena pada saat ini masjid menjadi tempat kegiatan-kegiatan lain yang religius seperti istighotsah, acara pengajian umum, tempat melangsungkan akad nikah dan masih banyak lagi.

Pada masa lalu masjid difungsikan sebagai tempat ibadah seperti shalat, musyawarah mengenai hukum Islam dan halaqah-halaqah ta’lim. Sedangkan untuk saat ini masjid telah menjadi multifungsi sebagai tempat pelaksanaan berbagai kegiatan Islami, termasuk juga melaksanakan akad nikah di dalam masjid.

Telah menjadi tradisi bahwa akad nikad banyak dilangsungkan di dalam masjid, dengan dihadiri para tamu undangan dari keluarga mempelai pria maupun mempelai wanita atau juga tamu undangan yang lain.

Hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dari Aisyah Radliyallahu Anha memberi penjelasan mengenai bolehnya melangsungkan akad nikah di masjid yang diiringi dengan rebana atau alat musik islami lainnya.

Suara Musik dan Akad Nikah di dalam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Suara Musik dan Akad Nikah di dalam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Suara Musik dan Akad Nikah di dalam Masjid

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.....

Umumkanlah pernikahan ini dan langsungkanlah pernikahan itu dimasjid dengan diiringi tabuhan (terbangan) dan buatlah suguhan bagi para tamu meskipun hanya dengan satu kambing…..

Melihat keterangan hadits di atas ada beberapa hal, pertama berkenaan dengan diumumkannya akad nikah, kedua akad nikah dilangsungkan di masjid, ketiga mengiringi prosesi akad nikah dengan menabuh rebana (terbang), keempat memberi suguhan kepada para tamu undangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk melangsungkan akad nikah di masjid sebagian ulama’ memperbolehkan dengan syarat, tidak ada sesuatu yang diharamkan seperti mengadakan acara dangdutan, mengundang penyanyi wanita dan hal-hal lain yang diharamkan. Dalam Kitab Subulussalam terdapat ketegasan dan syarat boleh dilangsungkannya akad nikah di Masjid,

Rohis Tegal - Rohani Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Boleh melangsungkan akad nikah di masjid dengan syarat tidak disertai dengan sesuatu yang diharamkan, seperti nyanyian dari suara perempuan yang mana syai’r lagunya mengandung keharaman.

Jika yang terjadi demikian maka tidak boleh melangsungkan akad nikah di masjid, karena masjid adalah tempat ibadah dan rumah Alla Subhanahu Wa Ta’ala, maka tidak layak jika digunakan untuk hal-hal yang mengandung unsur keharaman.

Berbeda jika diiringi dengan rebana dan shalawat yang mengandung makna spirit keislaman sebagai bentuk syi’ar dan dakwah Islam, maka yang demikian ini tidaklah mengapa. (Pen. Fuad H/Red. Ulil H)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Sukabumi, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan Pelatihan peningkatan keterampilan pengolahan potensi lokal berbasis pepaya di wilayah daerah tertinggal Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dimulai Sabtu (19/7) akan berlangsung hingga Senin (21/7).

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Agusta Jl. Cikukulu Sukabumi ini? merupakan kerja sama Asisten Deputi Pendidikandan Keterampilan (Asdep Diktram) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Pengurus bersama PCNU Kabupaten Sukabumi dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH Abdul Basith, kegiatan tersebut merupakan upaya penggalian potensi lokal sebagai nilai kekuatan untuk dijadikan produk inovatif. “Dengan menumbuhkan keterampilan masyarakat yang bisa menghasilkan nilai tambah yang tinggi d bisa meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di daerah tertinggal,” katanya melalui siaran pers Sabtu (19/7).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun, kata dia, salah satu kendalanya, selain sarana dan prasarana yang tersedia minim, juga kurang optimalnya peran kelembagaan yang ada di daerah tertinggal.

Menurut Sekretaris PCNU Kabupaten Sukabumi D. Suparman Ash-Shiddieq, program tersebut bertujuan mengembangkan karakter kewirausahaan dalam mengembangkan usaha berbasis pepaya. Serta Mengenal teknologi terbarukan pengolahan produk berbasis pepaya secara terpadu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Juga yang paling penting, kata dia, mengembangkan sentra usaha rakyat berbasis papaya dengan ketersediaan teknologi terpadu dan kemampuan sumber daya manusia yang unggul. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Amalan, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Olahraga, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 21 November 2017

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Jakarta,Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan anak muda pengagum dan pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gusdurian) berkumpul di beranda gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, selepas magrib Ahad (1/2). Mereka berdoa dengan membacakan Hizb Nashar dan istigotsah.  

Hizb dan istigotsah itu merupakan doa yang dikeluarkan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PBNU. Hal itu terlihat pada logo tiap lembar HVS yang dibaca tiap peserta.

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Menurut salah seorang Gusdurian, Abdul Moqsith Ghazali, hal itu dilakukan untuk mendoakan supaya KPK selamat dari upaya kalangan tertentu yang akan melemahkan lembaga pemberantas korupsi tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sengaja, kata dia, para Gusdurian berdoa dengan panjang karena tidak tahu bagian mana yang akan dikabulkan Allah. Tapi yakin, di antara doa itu ada yang dikabulkan. Berbeda dengan wali  yang berdoa dengan pendek karena sudah tahu doa mana yang akan diterima.

Ia menambahkan, para pengagum dan pecinta Gus Dur tersebut adalah para santri yang tinggal di Jakarta. Jangan diragukan lagi bahwa mereka orang-orang yang fanatik cinta tanah air. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Berita, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 15 November 2017

Kiai Ali Musthofa Yaqub Prihatinkan Pesantren

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriyah PBNU KH Ali Musthofa Yaqub mengaku sangat prihatin atas kondisi perkembangan pesantren. Menurutnya, banyak pesantren yang seharusnya menjadi wahana pendalaman ilmu agama (tafaqquh fid din) kini tak lagi menerapkan fungsi mendasar ini.

Ia menyampaikan hal tersebut saat mengisi acara halaqah ulama bertema “Penguatan Tradisi Keilmuan Pesantren” yang dihelat Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan di Hotel Singgasana, Surabaya Jawa Timur, Senin (2/12).

Kiai Ali Musthofa Yaqub Prihatinkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ali Musthofa Yaqub Prihatinkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ali Musthofa Yaqub Prihatinkan Pesantren

Kiai Ali Musthofa menegaskan, jika kondisi ini tidak dikembalikan seperti awal mula berdirinya pesantren, bukan tidak mungkin dalam waktu 50 tahun mendatang Indonesia akan kehilangan ulama dan pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tapi ulama yang waratsatu al-anbiya’ (pewaris para Nabi), ya. Kalau ustadz-ustadz kampret sih banyak sekali,” seloroh Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini disambut tawa riuh hadirin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Perkembangan ini, kata Kiai Ali Musthofa, juga diikuti oleh kecenderungan orang tua yang lebih bangga anaknya kuliah di negara-negara Barat, seperti Amerika, dan Eropa, daripada Mesir, Arab Saudi, dan negara Timur Tengah lainnya.

“Sekarang banyak yang lebih senang membuka SMP, SMA, dan SMK demi memudahkan mendapat bantuan dari pemerintah. Jika bikin pesantren sangat susah,” tambahnya.

Menurut pengasuh pesantren luhur Darus Sunnah Ciputat ini, pertemuan yang diadakan Puslitbang Kemenag ini harus lebih dari sekadar diskusi tanpa tindak lanjut. Bagi dia, pemerintah khususnya kementerian agama wajib mendukung pesantren yang membuka lembaga pendidikan tsanawiyah dan aliyah.

“Konkretnya, buatkan gedung pesantren agar dana abadi umat yang 60 triliun itu menjadi tepat guna dan tidak menguap,” tegasnya.

Kiai Ali Musthofa mengaku pernah mempertanyakan kepada Menteri Agama Maftuh Basyuni tentang cara mempergunakan dana alokasi umum (DAU), misalnya, untuk mencetak 1000 doktor.

Saat itu mantan menteri agama mengatakan bahwa dana tersebut tidak dialokasikan untuk itu. “Nah, saya kira Kemenag sekarang bisa nggak ngatur agar dana tersebut bisa digunakan,” pintanya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Santri, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 23 Oktober 2017

Orang yang Tegas tapi Humoris

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Meninggalnya KH Yusuf Hasyim merupakan duka bagi seluruh warga nahdliyyin. Perjuangannya kepada bangsa dan NU tak akan pernah terlupakan. Berbagai rintisan yang ditinggalkan kini tinggal diteruskan oleh generasi muda NU. Kenangan manis selama aktif di NU akan tetap dikenang oleh para sejawatnya dan para kadernya yang ia didik untuk meneruskan perjuangannya.

HM Rozy Munir, ketua PBNU memiliki banyak kenangan manis. Pergaulannya dengan Pak Ud terjalin akrab karena ayahnya, KH Munasir Ali merupakan komandan Batalyon 39 atau dikenal dengan Divisi Brawijaya. “Pak Yusuf Hasyim dititipkan ke Pak Munasir waktu di militer, otomatis sobonya ya Mojokerto – Tebuireng. Ini membuat hubungan keluarga kami menjadi dekat, apalagi saya merupakan anak pertama. Orangnya tegas, tapi humoris,” tuturnya.

Setelah masa perjuangan fisik selesai, dan pensiun dari militer, keduanya masih sering berkumpul di legiun veteran di Jakarta. Tempat kumpul yang lain adalah di Jl. Cut Mutia 2 miliki Pak Surono almarhum. Disitu berkumpul para tokoh politik, baik dari Masyumi seperti kyai Mukti, dari Murba, Adam Malik, Khoirul Sholeh dan lainnya. Pak Ud memang dikenal memiliki kenalan dari banyak komunitas.

Orang yang Tegas tapi Humoris (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang yang Tegas tapi Humoris (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang yang Tegas tapi Humoris

?

Menurut Rozy, semasa muda, Pak Ud suka bergaya layaknya koboi, pakai sepatu boat, punya pistol dan memang hobi berat nonton film koboi. “Kalau nonton film koboi saya paling sering diajak, tempatnya di Megaria atau di Garden Hall, sekarang planetarium TIM. Disamping ketokohannya, saya juga terpengaruh gayanya,” imbuhnya.

Dosen UI tersebut bertutur bahwa Pak Ud memang bisa bergaul dengan segala usia dan segala lintas politik. Paman Gus Dur tersebut bisa kumpul dengan tokoh-tokoh NU yang tua seperti Pak Masykur, Pak Munasir. Akrab dengan teman sebayanya seperti Pak Said Budairi, Sutanto, ketua Sarbumusi, Mahbub Junaidi, dan Cholid Mawardi. Dibawahnya ada Sholahuddin Wahid, Rozy Munir, Zamroni dan teman-teman lain baik dari UI maupun dari IAIN.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya lebih dekat dengan Pak Yusuf Hasyim daripada ayah saya. Saya sering menemani dalam kunjungan ke Ansor daerah atau dari perjalanan dari Jakarta - Tebu Ireng, bahkan saya sering nyupiri,” paparnya.

Peristiwa G30S PKI menimbulkan bentrokan fisik antara PKI dan pemerintah maupun antara PKI dengan NU. Banyak kyai yang dikejar dan dibunuh. Otomatis Banser yang dipimpinnya tampil ke depan bersama militer dikantong-kantong? NU di Jatim, Jabar, atau Jateng. Lalu ada pelarangan dari pemerintah terhadap PKI dan organisasi dibawahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Konfrontasi antara NU dan PKI tersebut sebenarnya telah dimulai sebelum meletusnya G30S PKI. Barisan Tani Indonesia (BTI), underbow PKI dalam bidang pertanian, melakukan penyerobotan tanah dimana-mana dan memancing-macing Ansor. Untuk menghadapi situasi ini Pak Ud yang merupakan ketua Banser pertama tersebut melakukan penggemblengan anggota Banser. “Saya pernah diajak ke Brebes, pas ulang tahun NU. Disana ditampilkan demonstrasi banser yang membacokkan pedang ke tubuh manusia, tapi tak mempan, mengerikan sampai polisi menyetopnya.

?

Saat itu hubungan antara banser dan TNI sangat erat termasuk dengan Kopassus atau dikenal dengan RPKAD. Banser mendapatkan training seperti militer. “Karena Pak Ud bekas tentara maka mudah menjalin hubungan dengan militer, apalagi keluarga Tebu Ireng,” katanya.

Masa-masa itulah Pak Yusuf Hasyim merupakan tokoh yang sangat disegani kepemimpinannya. Ia juga terkesan sebagai orang yang perkasa. Rozy menceritakan suatu saat, mobil Pak Ud tertabrak kereta api dan terseret sampai beberapa meter, namun ia keluar dari mobilnya dengan tak menderita apa-apa.

Salah satu tokoh NU yang terkenal masa-masa itu adalah Subhan ZE. Rozy bertutur bahwa hubungan kedua tokoh tersebut sangat akrab.mereka sering berdiskusi di rumah Subhan di Jl Banyumas 4. Bahkan Pak Ud menempati rumah Subhan yang ada di Jl Perdata Tebet.

?

Perkembangan informasi tak pernah ditinggalkan oleh Pak Ud. Karena itulah, kemana-mana ia selalu membawa radio yang bisa menangkap siaran luar negeri. Ia juga selalu membawa tape recorder dan fotokopian tentang informasi terkini. “Pokoknya beliau sangat well informed. Kita yang muda-muda sering diberi tahu informasi-informasi rahasia yang didapatnya,” katanya.

Untuk urusan politik, Kyai Yusuf Hasyim memang dikenal sebagai orang yang keras dan tegas, apalagi dengan PKI, tak ada kompromi. Ia juga turut mewarnai DPR. Sesuatu yang dinilainya tak sesuai dengan ajaran agama ditolaknya, karena itulah ia pernah walk out waktu pembahasan UU perkawinan di DPR. Namun demikian, kadangkala ia kemajon, punya pemikiran sendiri, terus jalan sendiri. Karena sikapnya itulah, tak heran ia menjadi public figure yang sering menjadi sorotan media.

MeskipuDari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 28 September 2017

Daging Celeng dan Kunci Kesuksesan Nahi Munkar

Semalam saya terinspirasi waktu diskusi ke-NKRI-an dengan budayawan Purbalingga, Agus Sukoco. Dia menyampaikan di dalam hidup ini memang terdapat wilayah-wilayah radikal yang memang harus dilakukan, khitan sangat radikal, kuncup penis dipotong. Menikah juga radikal sekali, dalam nikah dua warna yang sangat tajam dalam perbedaan; pria dan wanita digesekkan di malam pertama. Shalat juga sangat radikal, ketika Anda shalat sekalipun ada orang lewat di samping Anda, Anda tidak boleh menyapanya. Ini contoh wilayah-wilayah radikal hidup.

Namun ada juga wilayah yang harus toleran, misal Anda menyuguh tamu di rumah Anda, lalu Anda menawarkan, "Silakan nikmati, jangan sungkan-sungkan, anggap saja di rumah sendiri." Coba saja andai si tamu menerima tawaran Anda dengan menganggap rumah Anda sebagai rumahnya sendiri tentu Anda merasa risi. Majikan sering ngedumel dengan kelakuan pembantu, ibu tiri sering memarahi anak tirinya, mertua sering tidak sreg dengan menantunya, itu karena pembantu di rumah majikan, anak tiri di rumah ibu tiri, menantu di rumah mertua, hakikatnya mereka tidak hidup di rumah sendiri. Mereka sedikit saja bertingkah neko-neko, si pemilik rumah merespons tidak berkenan. Nah kalau si tamu menganggap rumah Anda sebagai rumahnya, dijamin Anda stres. Artinya tawaran Anda pada tamu itu sekedar rasa toleran, bukan tawaran yang sesungguhnya.

Daging Celeng dan Kunci Kesuksesan Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Daging Celeng dan Kunci Kesuksesan Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Daging Celeng dan Kunci Kesuksesan Nahi Munkar

Nah? munkar sering diidentikan dengan wilayah radikal hidup. Profesi dokter sebenarnya profesi nah? munkar, wilayah dokter adalah wilayah radikal, tetapi para dokter itu radikal kepada penyakit, bukan kepada pasiennya. Para dokter mencegah flu dengan anti flu, mereka sangat radikal sikapnya, bahkan kalau perlu amputasi ya dipotong saja bagian tubuh pasien. Sikap dokter yang mencegah penyakit inilah yang disebut nah? munkar. Penyakitnya ditindas habis oleh si dokter, tetapi pasiennya dikasihi setinggi-tingginya. Dokter tidak pernah membenci pasien, dia hanya membenci penyakit yang diderita pasien.

Dokter tidak membenci pribadi pasien, karena ini tindakan nah? munkar dokter berakhir mar?f.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Saya pernah ngobrol-ngobrol dengan Djito El Fateh, "Desaku, Gus, di kawasan pinggir hutan. Budaya berburu sejak nenek moyang sudah ada, sebab dekatnya dengan hutan. Hingga kini budaya ini turun temurun lestari. Namanya berburu, perolehannya juga tidak pasti. Kadang kijang, ayam hutan, dan sering juga celeng," ungkap Djito.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sehingga makan daging celeng sudah biasa dilakukan masyarakat kami sejak dulu pula. Kadang saya--baca, yang sedikit banyak mengenal agama--merasa risi dan kadang merinding dengar tetangga ada yang baru dapat buruan celeng. Jelas 3 hari dagingnya belum habis dikonsumsi satu keluarga walau sudah dibagi tetangga kanan-kiri. Namun kami tetap pura-pura tidak tahu urusan daging celeng tersebut. Mau bagaimana, kami tahu dalam agama kami itu terlarang, tetapi kami mikir-mikir, Apa pantas kami teriak-teriak haram, teriak-teriak najis mughalazhah kepada mereka, berdalih nah? munkar, kami beraksi mencegah mereka? Padahal yang ada di hati kami adalah rasa benci pada mereka? Bagaimana jadinya bila kami ingin mencegah kemunkaran tetapi modal kami kebencian? Apa benci bisa mengubah suatu hal ke dalam kemarufan?" tandas Djito lagi.

"Karena itulah kami memilih sikap toleran, sikap senyum, tanpa ada rasa sedikitpun mengusik mereka. Kami mengurusi masjid dengan suka hati kami, kami jamaah shalat dengan suka hati kami, kami berupaya tidak ada zona debat dan mengolok-olok pihak lain, khususnya dengan masyarakat adat. Dan alhamdu li-ll?h, tanpa kami berbicara ketus, bersikap sok mencegah kemunkaran, sekarang mushala sudah berdiri hampir di setiap RT. Satu-satu masyarakat adat yang waktu saya kecil masih begitu liar dengan daging celeng, perlahan mereka berubah. Dan sekarang ini, shalat, zakat, haji, tadarus, dan masjid sudah ramai syiarnya," singgungnya.

Djito melanjutkan, "Mereka berjalan memperbaiki diri dengan sukarela. Tanpa merasa tersinggung mereka mengubah diri. Tanpa dikeruhkan airnya, ikan tertangkap. Jadi mereka yang mengajak orang ke dalam kebaikan dengan sikap antipati hingga sikap antagonis, mendebat, melabrak, menuduh sesat, menyerang, itu sebenarnya mereka ingin nahi munkar tetapi modalnya kebencian."

Sehingga segala tindakan pencegahan (nah?) lalu berefek ribut-ribut tentu itu kebencian, tindakan tersebut sama sadisnya seorang dokter yang bertindak bukan bertindak mencegah penyakit pasiennya, tetapi dia dokter yang menganiaya pasiennya.

Setiap nah? munkar tentu harus berakhir maruf, karena tidak ada maruf diperoleh dengan rasa benci.

Jikalau tindakan kita mencegah munkar masih saja berakhir ribut-ribut, berakhir panas di hati, sebaiknya cegahlah kemunkaran dengan rasa toleran seperti sikap rekan saya Djito El Fateh di atas. Karena jika berakhir ribut-ribut, berakhir panas di hati, itu pasti tindakan kebencian kita pada orang lain.

Muhammad Nurul Banan, aktivis muda NU Purbalingga; Pendidik di Ponpes Darul Abror, Bukateja, Purbalingga. Tulisan ini pernah dipublikasikan di akun Facebook pribadi pada 12 Februari 2017.



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 08 September 2017

Forum Ini Rutin Ngaji Kitab Hujjah Aswaja Karya KH Ali Ma’sum

Wonosobo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Forum Silaturahim Santri Al-Muntaha Wonosobo, Jawa Tengah dalam dua bulan terakhir ini, sejak medio Maret lalu rutin mengaji kitab Hujjah Ahlissunnah wal Jamaah karangan KH Ali Masum, Krapyak, Yogyakarta. Kajian tersebut digelar tiap Malam Ahad dengan tempat bergilir dari satu pesantren ke pesantren lain yang mayoritas berada di daerah Kalibeber, Wonosobo . ?

Forum Ini Rutin Ngaji Kitab Hujjah Aswaja Karya KH Ali Ma’sum (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Ini Rutin Ngaji Kitab Hujjah Aswaja Karya KH Ali Ma’sum (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Ini Rutin Ngaji Kitab Hujjah Aswaja Karya KH Ali Ma’sum

Menurut salah satu pegiat forum ini, Marfuin, Forum Al-Muntaha merupakan sebuah forum yang dibentuk para pengurus pesantren-pesantren yang? para pengasuhnya masih memiliki geanologi atau sanad keilmuan dengan almaghfurlah simbah KH. Muntaha al-Hafidz, Pesantren Al-Asyariah Kalibeber Wonosobo. ?

"Di antara maksud tujuannya sebagai sarana silaturahim antar pesantren-pesantren tersebut, yang salah satunya diejawantahkan dalam program kegiatan forum diskusi para santrinya", kata lurah pesantren Nurun ala Nur Bogangan ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam tiap kali pertemuannya dihadiri kurang lebihnya 30 peserta yang umumnya adalah delegasi para pengurus pondok-pondok setempat . Teknis jalannya diskusi diawali dengan pembacaan secara tekstual materi kitab Hujjah Ahlissunnah wal Jamaah oleh petugas yang dapat giliran membaca. Usai dibaca materi tertentu serta disimpulkan poin-poin pokok dari materi tersebut kemudian dimulailah sesi diskusi. Karena bukan forum formal sebagaimana bahstul masail resmi, maka jalannya diskusi acap dapat berkembang dan melebar cakupan topiknya.

Misalnya pada pertemuan ke delapan, malam Ahad (30/5) di pesantren Nurul Mubin, Munggang Wonosobo, kajian mereka telah sampai pada sub judul yang topiknya tentang pertanyaan apakah dalam alam kubur itu telah terdapat balasan siksa dan nikmat (topik nomer tujuh). Setelah salah satu peserta musyawarah membacakan paparan dalil dan hujjah (argumentasi) yang dikemukakan muallif? baik dari Al-Quran maupun Sunnah, yang kesimpulannya berdasarkan paham dan keyakinan Aswaja, bahwasanya siksaan dan nikmat dikubur itu ada. Artinya sejak masih di alam barzakh sudah ada siksa dan nikmat yang dirasakan oleh mayyit.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam diskusi, muncul pertanyaan dan tanggapan beragam. Salah satunya muncul pertanyaan apakah keyakinan adanya siksa kubur ini dan termasuk juga adanya kehidupan setelah kematian itu selain melalui pembuktian teologis dapat pula dibuktikan secara ilmiah dan saintifik agar bertambah yakin. Menanggapi pertanyaan ini muncul berfariasi jawaban dara peserta forum.

Di antara peserta musyawirin mengemukakan pendapat bahwasanya memang dalam konteks dan strategi dakwah lebih-lebih bagi yang belum beriman, menjelaskan kebenaran siksa dan nikmat kubur serta hal-hal ghaib lainnya penting dan perlu. Tapi ranah kitab hujjah dimaksudkan oleh penulisnya merupakan hujjah atau argumentasi dalam tataran teologi dan fikih. Jadi memang belum ditujukan dalam konteks argumentasi ilmiah dan bukti saintifik.

Seorang peserta lain berpendapat? bahwa soal yang ghaib termasuk juga siksa kubur dan kehidupan pasca kematian merupakan ranahnya keimanan, bukan wilayahnya akal rasio. Sehingga menurut peserta ini cukuplah hal-hal yang sifatnya ghaib tersebut diimani saja.

Ada pula peserta yang mengajukan opini secara falsafati. Dia mengatakan, meski kebenaran alam ghaib seperti adanya alam kubur dan siksanya, kehidupan setelah kematian, eksistensinya ruh dan sejenisnya masih relatif sedikit yang memberikan bukti secara pendekatan ilmiah, namun secara filsafat sudah sekian lamanya mendapatkan penguat. Salah satunya "alam ide" yang dicetuskan oleh Plato, filosof Yunani kuno.? Menurut Plato dengan alam idenya, berpendapat bahwa konsep "ada" itu terbagi menjadi dua. Pertama ranah materi yang kongkret. Kedua ranah immateri yang abstrak. Dari sisi ini, keberadaan dunia metafisika atau meta rasional sudah sekian lamanya dibenarkan dalam tataran filsafat, lewat konsep "ide"-nya Plato.? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kendati diskusi kerap berjalan dan berkembang luas seperti di atas, tapi secara umum pada akhirnya dikembalikan juga dalam frame kajian fikih sebagaimana kitab hujjah ahlussunah yang materinya memang dimaksudkan berada dalam ranah khilafiyah fan fiqih. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 September 2017

Lajnah Falakiyah Bimbing Penentuan Arah Kiblat

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lajnah Falakiyah PBNU, Rabu (1/5) malam, menggelar Pelatihan Hisab-Rukyat yang kedua di Masjid an-Nahdlah, gedung PBNU, Jakarta Pusat. Kali ini, Lajnah Falakiyah mengulas materi cara menentukan arah kiblat yang benar.

Lajnah Falakiyah Bimbing Penentuan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lajnah Falakiyah Bimbing Penentuan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lajnah Falakiyah Bimbing Penentuan Arah Kiblat

Dalam kesempatan itu, Lajnah Falakiyah mengundang Ismail Fahmi dari Subdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI sebagai pemateri. Ismail memaparkan beragam dalil, teori, dan petunjuk teknis berkenaan dengan arah garis lurus ke Masjidil Haram.

Menurut dia, masyarakat masih banyak yang tidak memperhatikan aspek arah kiblat dalam proses pembangunan tempat ibadah. Karena kurang teliti, sejumlah masjid dan mushalla yang ia temui tidak benar-benar lurus dengan arah Ka’bah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kebanyakan mereka masih menyamakan arah kiblat dengan arah barat. Padahal, barat tidak bisa jadi patokan,” katanya.

Pelatihan Hisab-Rukyat diikuti sekurangnya oleh 20 peserta dari Banten, Jakarta, dan sekitarnya. Peserta pelatihan dikenalkan dengan sejumlah garis khayal bumi, seperti garis lintang, garis bujur, dan garis ekuator. Tak hanya menetapkan koordinat Ka’bah, peserta juga dituntut praktik menghitung besaran sudut dari titik posisi pencari kiblat berada melaui rumus trigonometri.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ismail mengaku telah menyederhanakan sejumlah konsep rumit penentuan arah kiblat demi kepraktisan proses pembelajaran. Dia menambahkan, berbagai prangkat modern yang muncul sekarang turut memfasilitasi proses penentuan arah kiblat kian sederhana.

“Yang penting di benak kita tertanam bahwa ilmu falak itu sebetulnya mudah,” tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Warta, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 16 Agustus 2017

Perguruan Tinggi NU Bersaing

Pendidikan merupakan panglima kemajuan sebuah bangsa. Sebab itu, tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan pendidikan ikut menentukan kemajuan sebuah negara. Nahdlatul Ulama (NU) jauh sebelum kelahirannya telah berjasa membidani dunia pendidikan yakni pesantren. Lembaga pendidikan pertama di Indonesia ini bahkan hingga sekarang masih eksis menjaga Indonesia, menjadi benteng moral, dan mencetak generasi emas bangsa.

Hingga sekarang, NU telah berhasil mendirikan lembaga pendidikan dari berbagai jenis dan tingkatan. Terhitung, pesantren merupakan tonggak lahirnya lembaga pendidikan lain seperti madrasah dengan pelbagai namanya hingga perguruan tinggi NU. Bagi organisasi sosial kemasyarakatan ini, jihad melalui pendidikan tidak akan pernah berhenti sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus merawat pemahaman Islam yang ramah dan toleran.

Perguruan Tinggi NU Bersaing (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU Bersaing (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU Bersaing

Tentang perguruan tinggi NU inilah, Majalah Risalah mengangkat sebagai tema besar edisi terbarunya, Edisi 64/Tahun X/1437 H/September 2016. Semangat mendirikan dan memajukan perguruan tinggi NU menjadi agenda penting sebagai bagian dari penceradasan anak bangsa dari berbagai jenjang pendidikan. Dengan demikian, NU semakin lengkap dalam memperjuangkan nilai-nilai populis pendidikan sesuai dengan semangat pencerdasan bangsa dengan mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pengantar Redaksinya, Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy mengatakan bahwa NU semakin membuktikan diri dalam persaingan global dengan mendirikan dan memajukan perguruan tingginya. Perguruan tinggi sudah lama menjadi kebutuhan masyarakat sehingga NU juga harus mengembangkannya dengan segala distingsi (kekhasan) dan ekselensi (keunggulan)-nya.

Kemajuan NU dalam mengembangkan pendidikan tinggi patut diacungi jempol, sebab sejak dimulai pembangunan UNU di berbagai daerah dari tahun 2010, sudah berdiri sebanyak 28 UNU. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyaknya kader NU yang ikut andil dalam persaingan global melalui universitas, termasuk antara lain pendidikan tinggi berbasis pesantren yaitu Ma’had Aly sebagai wadah pencetak kader ulama mumpuni.

Secara historis, NU sudah memiliki universitas sejak akhir tahun 1950-an ketika organisasi terbesar di dunia sempat menjadi partai politik. UNU Surakarta merupakan perguruan tinggi NU tertua yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1958. UNU Surakarta dulu bernama Kulliyatul Qadla karena memang hanya mengkhususkan pada bidang hukum Islam dan sistem peradilan agama Islam. Lulusannya dulu banyak yang mengisi jabatan di peradilan agama serta kantor urusan agama (KUA) kala itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Disusul kemudian UNU Bandung yang berdiri tahun 1959 yang kini berubah nama menjadi Universitas Islam Nusantara (Uninus) yang tercatat sudah meluluskan sarjana sekitar 40.000, baik strata 1 hingga strata 3. 

Dalam majalah setebal 66 halaman ini, dipaparkan beberapa profil UNU yang tersebar di berbagai daerah seperti UNU Surakarta, UNU Indonesia (Unusia) Jakarta, UNU Cirebon, UNU Surabaya (Unusa), Unisnu Jepara, UNU Sidoarjo, UNU Lampung, UNU Kalimantan Selatan, UNU Kalimantan Timur, Unisma Malang, dan Unisnu Bandung. Selain itu, UNU juga telah berdiri di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta UNU lainnya di beberapa provinsi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumlah perguruan tinggi tersebut belum termasuk perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi (STAINU) dalam Institut Nahdlatul Ulama, seperti Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama (IAIMNU) di Kebumen, Jawa Tengah.

Selain mengulas tentang dinamika perguruan tinggi NU, Majalah Risalah juga menyajikan berbagai informasi dan tulisan menarik lain seperti ulasan Ma’had Aly dari Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr H Mohsen, Telaah Kitab Ihya Ulumuddin oleh KH Abdul Moqsith Ghazali (Wakil Ketua LBM PBNU), Resensi Buku Kebangkitan Santri Cendekia dari Dosen UIN Walisongo Semarang M. Rikza Chamami, Obituari Mustasyar PBNU Almaghfurlah KH Mas Subadar, serta tulisan-tulisan inspiratif lain dari para kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama seperti Gus Mus dan KH Mujib Qulyubi. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Sejarah, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 10 Agustus 2017

Mabadi Khaira Ummah

Gerakan pengembangan ekonomi di NU terus digiatkan mengingat hanya dengan upaya itu NU berkembang secara mandiri. Apa yang saat itu dikenal dengan economischemobilisatie, adalah upaya untuk mengembangkan ekonomi rakyat. Namun demikian usaha ini juga mencakup bidang eksor impor dengan mendirikan importhandel dan exporthendel yang mengatur seluruh perdagangan luar negeri. Demikian diputuskan dalam Muktamar NU di Menes Banten 1938.

Untuk menindaklanjuti hal itu maka pada Muktamar NU di Magelang1939 ditetapkanlah prinsip-prinsip pengembangan sosial dan ekonomi yang tertuang dalam Mabadi Khaira Ummah, yaitu pertama, ash-shidqu (benar) tidak berdusta; kedua, al-wafa bil ‘ahd (menepati janji) dan ketiga at-ta’awun (tolong-menolong). Ini dikenal dengan ”mabadi khaira ummah ats-Tsalasah” (Trisila Mabadi). Sebagai kelanjutan usaha itu pada tahun 1940, Ketua HB NU KH Machfud Shiddiq penggagas mabadi ini berkunjung ke Jepang untuk melakukan kerja sama ekonomi.

? Sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan ekonomi, maka kemudian dalam Munas NU di Lampung 1992 mabadi khaira ummah ats-tsalatsah itu dikembangkan lagi menjadi mabadi khaira ummah al-khamsah (Pancasila Mabadi) dengan menambahkan prinsip ‘adalah (keadilan) dan istiqamah (konsistensi, keteguhan). Bahkan menurut KH Ahmad Siddiq dalam negara yang berdasarkan Pancasila maka mabadi ini digunakan sebagai sarana mengembangkan masyarakat Pancasila, yaitu masyarakat sosialis religius yang dicita-citakan oleh NU dan oleh negara.

Prinsip pengembangan sosial ekonomi yang dirumuskan para ulama ini kelihatannya sangat sederhana, tetapi memiliki arti yang? sangat? besar dan sekaligus mendalam. Sesuai dengan prinsip bisnis modern, maka as-shidqu (trust) memiliki posisi? sangat? penting dalam pengembangan bisnis. Apalagi wafa bil ahd (menepati janji)? merupakan? indikasi bonafide tidaknya sebuah organisasi atau lembaga bisnis. Prinisip keadilan dan konsistensi sangat perlu ditegaskan saat ini karena di tengah sistem kapitalis, keadilan menjadi? sangat? langka, karena itu perlu ditegaskan kembali.

Mabadi Khaira Ummah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mabadi Khaira Ummah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mabadi Khaira Ummah

Bagaimanapun seringkali masalah moral ekonomi diabaikan dalam kenyataan. Semua masyarakat menghendaki adanya moral dalam ekonomi, justru karena semakin langka itu kehadirannya semakin dibutuhkan, karena hal itu yang akan memungkinkan ekonomi berjalan, ketika hukum masih bisa dipercayai, ketika transaksi masih bisa dipegangi dan ketika kesepakatan masih bisa saling dihormati. Prinsip moral yang melandasi keseluruhan relasi sosial terutama dalam bidang ekonomi itulah yang dikehendaki oleh mabadi khaira ummah, untuk menciptakan kehidupan saling percaya sehingga memungkinkan dilakukan kerja sama.

***

Mabadi Khaira Ummah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Perlu dicermati perbedaan konteks zaman antara masa gerakan mabadi khaira ummah pertama kali dicetuskan dan masa kini. Melihat? besar dan mendasarnya? perubahan sosial yang terjadi dalam kurun sejarah tersebut, tentulah perbedaan konteks itu membawa konsekuensi yang tidak kecil. Demikian pula halnya denangan perkembangan kebutuhan interal NU sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan beberapa penyesuaian dan pengembangan dari gerakan mabadi khaira ummah yang pertama agar lebih jumbuh dalam konteks kekinian.

Jika semula mabadi khaira ummah tiga butir, maka dua butir perlu ditambahkan untuk mengantisipasi persoalan kontemporer, yaitu ’adalah dan istiqamah, yang dapat pula disebut dengan al-Mabadi al-Khamsah dengaan kerincian berikut ini:

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ash-shidqu. Butir ini mengandung arti kejujuran? atau? kebenaran, kesunguhann. Jujur dalam arti satunya kata dengan perbuatan ucapan dengan pikiran. Apa yang diucapkan sama dengan? yang dibatin. Tidak memutarbalikkan fakta dan meberikan informasi yang menyesatkan, jujur saat berpikir dan bertransaksi. Mau mengakui dan menerima pendapat yang lebih baik.

Al-amanah wal wafa bil ‘ahdi. Yaitu melaksanakan semua beban yang harus dilakukan terutama hal-hal yang sudah dijanjikan. Karena itu kata tersebut juga diartikan sebagai dapat dipercaya dan setia dan tepat pada janji, baik bersifat diniyah maupun ijtimaiyah. Semua ini untuk menghindarkan berapa sikap buruk seperti manipulasi dan berkhianat. Manah ini dilandasi kepatuhan dan ketaatan pada Allah.

Al’Adalah. Berarati bersikap obyektif, proporsional dan taat asas, yang menuntut setiap orang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, jauh dari pengaruh egoisme, emosi pribadi dan kepentingan pribadi. Distorsi semacam itu bisa menjerumuskan orang pada kesalahan dalam bertindak. Dengan sikap adil, proporsional dan obyektif relasi sosial dan transaksi ekonomi akan berjalan lancar saling menguntungkan.

At–ta’awun. Tolong-menolong? merupakan? sendi utama dalam tata kehidupan masyarakat, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan pihak lain. Ta’awun berarti bersikap setiakawan, gotongroyong dalam kebaikan dan dan taqwa. Ta’awaun mempunyai arti timbal balik, yaitu memberi dan menerima. Oleh karena itu sikap ta’awun mendorong orang untuk bersikap kreatif agar memiliki sesuatu untuk disumbangkan pada yang lain untuk kepentingan bersama, yang ini juga berarti langkah untuk mengkonsolidasi masyarakat.

Istiqamah, dalam pengertian teguh, jejeg ajek dan konsisten. Tetap teguh dengan ketentuan Allah dan Rasulnya dan tuntunan para salafus shalihin dan aturan main serta rencana yang sudah disepakati bersama. Ini juga berarti kesinambungan dan keterkaitan antara satu periode dengan periode berikutnya, sehingga kesemuanya? merupakan? kesatuan yang saling menopang seperti sebuah bangunan. Ini juga berarti bersikap berkelanjutan dalam sebuah proses maju yang tidak kenal henti untuk mencapai tujuan.

Kebangkitan kembali prinsip mabadi khaira ummah ini didorong oleh kebutuhan-kebutuhan dan tantangan nyata yang dihadapi oleh NU khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Kemiskinan dan kelangkaan sumber daya manusia, kemerosotan budaya dan mencairnya solidaritas sosial adalah keprihatinan yang dihadapi bangsa Indonesia umumnya dan NU pada khususnya. Sebagai nilai-nilai universal butir-butir mabadi khaira ummah dapat dijadikan sebagai jawaban langsung bagi problem-problem sosial yang dihadapi masyarakat dan bangsa ini.

?

? *) Diikhtisarkan dari Muktamar NU di Magelang 1939 dan Munas NU di Lampung 1992

?

Sumber: Abdul Mun’im DZ (Editor), Piagam Perjuangan Kebangsaan, 2011 (Jakarta: Setjen PBNU-Rohis Tegal - Rohani Islam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock