Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kepolisian diduga menjadi tujuan operasi bom bunuh diri yang meneror Jakarta semalam, Rabu (24/5). Terbukti dengan pemilihan lokasi yang berada di tempat polisi berjaga di Halte Kampung Melayu dan menewaskan 2 korban dari pihak aparat.?

Terkait teror ini Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf, menilai bahwa serangan ini sengaja untuk merusak ketertiban sosial.

"Polisi adalah ujung tombak pemeliharaan tertib sosial. Karena tertib sosial dikerangkai dengan hukum dan polisi berdiri tepat di pagar-pagarnya. Kalau polisi rontok, itu adalah awal dari rontoknya hukum yang berarti juga rontoknya tertib sosial," tuturnya.

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

Lebih lanjut, menurut beliau, kalau gerakan radikal Islam berhasil sampai tahap ini, langkah berikutnya tinggal mengganti dengan kekuatan paksa fisik punya mereka. Inilah transformasi strategi mutakhir gerakan radikal. Ketimbang meneror masyarakat luas yang susah ditakut-takuti, mendingan fokus meneror polisi.?

"Kalau polisi bisa dibikin takut keluar ke jalanan, takut menjalankan tugas, kalau ruang-ruang publik disterilkan dari polisi, masyarakat tinggal kumpulan ternak yang bingung. Tertib sosial kehilangan pagar. Itulah saatnya serigala-serigala menghambur menerjang," tambahnya.?

Beliau pun memberikan pertanyaan penting, sebenarnya, apa inti gagasan radikalisme Islam? Melawan tertib sosial yang ada saat ini. Mengapa? Karena mereka anggap dholim, tidak Islam, thoghut dan seterusnya. Mau mereka apa? Meruntuhkan tertib sosial yang ada ini untuk diganti dengan konstruk yang mereka teorikan berdasarkan imajinasi mereka tentang kejayaan politik Islam di masa lalu. (Dedik Priyanto/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Fragmen Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 12 Februari 2018

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa secara de facto KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah Pahlawan Nasional. Pasalnya seluruh proses mulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) maupun Dewan Gelar sudah selesai.

"Secara de fakto Gus Dur sudah ? pahlawan, ada kemasyhuran dan keluhuran yang melekat pada diri KH Abdurrahman Wahid," ujarnya usai melakukan zaiarah di Makam KH Abdurrahman Wahid di Komplek Pesanren Tebuireng Jombang, Sabtu (7/11) ? siang.

Mensos Khofifah juga meyakinkan bahwa tidak ada polemik atau tarik-menarik terkait penganugerahan gelar pahlawan kepada Presiden RI ke-4 ini. Penganugerahan pahlawan kepada Gus Dur itu hanya menunggu waktu yang tepat.

Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

"Seluruh proses untuk pemberian gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur sudah selesai. Namun dari catatan dewan gelar, nama Gus Dur diendapkan dulu. Sambil menunggu saat yang tepat," katanya menjelaskan. Anggota Tim Dewan Gelar di antaranya adalah Prof Jimly Asshiddiqy dan juga Prof Azzumardi Azra.

Masih menurut Khofifah, sosok Gus Gur memiliki kemasyhuran dan keluhuran dalam satu titik yang sama. Ada orang yang dapat kemasyhuran tetapi tidak dapat keluhuran, begitu pula sebaliknya. "Gus Dur mempunyai kemasyhuran dan keluhuran. Dan secara ? de fakto Gus Dur sudah pahlawan, tinggal menunggu saat yang tepat saja. Untuk tahun ini kan sudah selesai penganugerahan pahlawan kemarin," papar Ketua PP Muslimat NU ini.

Meski tidak secara tegas Mensos menyatakan, bahwa pengaugerahan pahlawan Gus Dur tidak bisa diberikan tahun 2015 ini. Namun Khofifah menyatakan bahwa tahun ini penganugerahannnya pahlawan sudah selesai diberikan kepada 5 orang pahlawan nasional oleh presiden Jokowi pada tanggal 5 November 2015 kemarin. "Dua di antaranya dari Jawa Timur, satu Bali, satu dari Jogja, dan satu lagi dari Sulawesi," bebernya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan Mensos, jumlah Pahlawan Nasional selama ini sudah sebanyak 163 orang, dengan dianugerahkannya 5 pahlawan lagi yang telah dianugerai gelar pahlawan nasional maka jumlah pahlawan nasional kini menjadi 168 orang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

?

Foto: Mensos Khofifah Indar Parawansa (berbusana hijau) saat berziarah ke makam Gus Dur di Jombang

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 09 Februari 2018

Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sudah menjadi kebiasaan mayoritas muslim di Indonesia pada momentum Lebaran tidak ketinggalan mengadakan tradisi yang dinamakan Halal bihalal. Acara yang rutin digelar oleh masyarakat di bulan Syawal sejak puluhan tahun silam ini diyakini sebagai tradisi yang selaras dengan ajaran Islam.

Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama

Masyarakat dari generasi ke generasi berupaya melestarikan tradisi Halal bihalal bukan tanpa sebab. Misal yang dijalani oleh keluarga besar keturunan Mbah Mastam dan Mbah Zonah. Pasangan yang wafat puluhan tahun silam itu pernah tinggal di desa Papringan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mempunyai 7 anak, kemudian hingga kini beranak pinak sampai melahirkan anak, cucu dan cicit yang jumlahnya sudah ratusan.

Sementara itu, Halal bihalal keluarga besar yang menyebut keluarga mereka sebagai Bani Mastam-Zonah itu pada tahun ini terselenggara sudah berlangsung 17 kali, diselenggarakan setiap pekan pertama bulan Syawal.

Menariknya, Halal bihalal keluarga besar tersebut selalu diisi dengan pembacaan tahlil dan surat Yasin untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal, ceramah agama serta ditutup dengan bersalam-salaman.

Dalam kesempatan tersebut, KH Masykuri yang ditunjuk mengisi ceramah menyampaikan pada dasarnya silaturrahim merupakan inti dari Halal bihalal yang bertujuan untuk menyambung kasih sayang dan menghilangkan rasa dendam, sehingga antarkeluarga bisa saling mengasihi dan saling mencintai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kalau berkumpul seperti ini rasanya senang bukan? Rasanya kita ingin berlama-lama sebab setahun ada yang tidak bertemu," tutur kiai Masykuri di hadapan ratusan anggota keluarga Bani Mastam-Zonah, Jumat (8/7) siang, di salah satu kediaman keluarga di desa Daren, Jepara, Jawa Tengah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menjelaskan bahwa silaturrahim itu bukan budaya, tapi memang syariat Allah. Hal ini sudah diterangkan di berbagai hadis Nabi yang menerangkan keutamaan pentingnya silaturrahim.

Dalam bulan Ramadhan, lanjut Kiai Masykuri, apabila seseorang dalam keadaan beriman maka akan diampuni dosa-dosa yang hubungannya dengan Allah semata. Ia mengingatkan bahwa dosa-dosa yang hubungannya dengan manusia akan diampuni apabila saling memaafkan satu sama lain.

"Dosa-dosa yang kaitannya dengan sesama manusia tidak akan diproses Allah apabila tidak ada acara Halal bihalal," tegas guru di MTs NU TBS Kudus itu. “Dengan niat yang sama, mari kita dari rumah saling memaafkan,” ajaknya. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Berita, Nahdlatul Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Bangsa Indonesia akan menapaki usia 71 tahun sejak diproklamasikan kemerdekaannya tahun 1945. Tujuh belas Agustus dipilih oleh founding fathers bukan tanpa pertimbangan, mereka ingin membangun Indonesia dengan 17 rakaat sesuai dengan bilangan shalat sehari semalam.

Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari mengatakan, “Nasoinalisme dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan dan keduanya saling menguatkan”. Bung Karno suatu ketika juga mengatakan “Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan copie atau tiruan dari nasionalisme Barat, akan tetapi nasionalisme timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan”.

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Memasuki usia 71 tahun kemerdekaan Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mencatat beberapa catatan reflektif kaiatannya dengan kondisi kebangsaan terkini:

Rohis Tegal - Rohani Islam

Momentum kemerdekaan ini hendaknya harus kita jadikan momentum untuk memperbaiki segala aspek kebangsaan dan ketertinggalan kemajuan dari segi apa pun terutama pada aspek kemandiran sebagai sebuah bangsa dan negara.

Sebagai negara maritim yang luas dua pertiga wilayahnya berupa lautan sudah menjadi sebuah keharusan untuk lebih meningkakan pendapatan sektor kelautuan. Pembangunan berbasis laut juga harus menjadi landasan pemerintah dalam mengambil setiap kebijakannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagai negara agraris, Pada 2016 target produksi padi di seluruh Indonesia sebanyak 80,29 juta ton. Angka ini naik dari produksi tahun lalu yang mencapai 75,36 juta ton. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 merilis data produksi beras Indonesia mencapai 73,17 juta ton. Perlu diingat bahwa produksi beras di Indonesia paling banyak dipengaruhi cuaca. Jika kondisi cuaca tidak stabil sebagaimana yang terjadi saat ini, maka produksi beras akan menurun. Pemerintah harus mulai mengkaji diversifikasi pangan.

Dalam sektor ekonomi peringkat kemudahan berusaha di Indonesia masih tertinggal di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Dalam rilis hasil survei Ease of Doing Business (EoDB), Bank Dunia menempatkan Indonesia di posisi 109 dari 189 negara. Posisi Indonesia kalah telak dibandingkan Singapura yang menduduki peringkat satu, Malaysia 18, Thailand 49, Vietnam 90, dan Filipina 103.

Di luar itu semua, momentum 71 tahun kemerdekaan ini kita dikejutkan dengan sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan. Peristiwa penujukan seorang menteri yang diduga berkewarganegaraan asing sangat menggangu stabilitas politik dan semangat nasionalisme. Pemerintah dan juga terutama menteri terkait harus segera memperjelas status kewarganegaraanya dan sekaligus membeberkan kapada masyarakat luas. Langkah ini sangat perlu dilakukan agar publik tidak termakan isu dan kabar yang simpang siur serta tidak terjatuh dalam kubangan prasangka buruk yang dilarang oleh ajaran agama.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2016 Pasal 23 (1) Warga negera Indonesia kehilangan kewarganegarannya jika yang bersangkutan: memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. Dalam UU Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negera pada pasal BAB V Pasal 22 ayat (2) juga dijelaskan bahwa “untuk diangkat menjadi menteri, seorang harus memenuhi syarat: warga negara Indonesia.

Berpindah kewargangeraan adalah ujung akhir dari kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Olah karenanya, sebagai wujud serta ejawantah dari semangat nasionalisme dan loyalitas kepada Negara, setiap pejabat negara harus berkewarganegaraan Indonesia. Semangat nasionalisme itulah yang dari dahulu dibangun oleh founding fathers NKRI seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. M Hasyim Asyari, Wahid Hasyim dkk.

Merdeka!

Jakarta, 16 Agustus 2016

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Olahraga, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser

Purworejo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pemandangan tak seperti biasanya terlihat di sebuah resepsi pernikahan di Butuh, Purworejo, Senin (13/2). Zayin Al-Munadi, salah satu anggota Banser yang nekat melangsungkan resepsi pernikahan dengan menggunakan seragam Banser.

"Saya bangga jadi Banser. Ini wadah perjuangan saya, dan juga lahan untuk ibadah ghairu mahdloh. Dengan ini, saya berharap menjadi erat hubungan seluruh anggota Banser dan para keluarga Banser," kata Zayin.

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser

Hal serupa dikatakan wanita yang disuntingnya, Kholifatul Mahmudah. Kholifah bangga dengan resepsi aneh yang digagas mempelai suaminya.

"Saya bangga jadi istri Banser. Saya seorang bidan dan sudah lama mengenal Banser. Meskipun tak banyak yang saya tahu, tapi saya dan keluarga sangat simpati kepada Banser. Saya berharap pertalian silaturahmi dengan Banser membawa kemaslahatan untuk rumah tangga kami," kata wanita yang berprofesi sebagai bidan ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu tamu undangan yang hadir, Syarif Hidayatullah mengapresiasi sahabatnya Zayin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dia begitu mencintai Banser dan NU. Semangat dan kebanggaan ini perlu diikuti oleh kader-kader NU yang lain," tutur Sekretaris GP Ansor Kuoarjo ini.

Berdasarkan pantauan Rohis Tegal - Rohani Islam, puluhan Banser masih tampak berjaga di rumah mempelai, turut merasakan kebahagiaan sampai malam hari.

Menurut Kasatkorcab Banser Purworejo Daryanto, "Ini merupakan bukti bahwa Banser telah membumi di Nusantara, dan selalu bisa tampil untuk kemaslahatan umat di situasi apapun dan di manapun," ungkapnya.

Daryanto berharap, Banser dapat menjadi penyejuk dan pemersatu rasa persaudaraan dengan siapapun di tengah-tengah masyarakat. (Ahmad Naufa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Khutbah, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia

Bireuen, Rohis Tegal - Rohani Islam. Salah seorang dewan guru dari Dayah MUDI Mesra (Mahadal Ulum Diniyah Islamiah Mesjid Raya) Samalanga, Bireuen, Aceh, dikirim ke Australia untuk mengembangkan ilmu agama di sana. Ia adalah Tgk Azhari, guru asal Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.

Rencananya hari ini, Kamis (9/10), Tgk Azhari bertolak ke Kuala Lumpur dan tiga hari berikutnya akan menuju Australia. Di Australia, ia akan mengajarkan Al-Quran, kitab, barzanji, dan dalail khairat kepada anak-anak warga Muslim di sana. Staf Lajnah Bahtsul Masail ini rencananya juga akan menjadi khatib di beberapa mesjid di Australia. Teungku Azhari yang akan tinggal di Mayfield, New South Wales, Australia, juga diminta untuk mengembangkan dzikir kepada komunitas Muslim di sana.

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia

Permintaan tenaga pengajar dari Dayah MUDI ini tidak lepas dari adanya kunjungan seorang Peneliti dari Irlandia beberapa waktu lalu. Peneliti tersebut terkejut saat melihat santri dan dewan guru Dayah MUDI yang fasih berbahasa Inggris, khususnya Teungku Abrar Azizi, putra Abu MUDI yang ditugaskan untuk menemaninya selama berada di MUDI. Berawal dari peneliti ini lah Lembaga Islamic Centre of New Castle Australia mendapatkan informasi tentang Dayah MUDI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebenarnya, Tgk Azhari bukan lulusan dari dayah terpadu yang umumnya telah memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris sebelum masuk ke dayah MUDI. Tgk Azhari adalah alumni MAN 1 Mutiara yang mulai fokus menekuni BahasaInggris di Mabna Lughah, asrama khusus di MUDI yang mewajibkan berbahasa Arab dan berbahasa Inggris.

Abu MUDI mengapresiasi kinerja Mudabbir Mabna Lughah yang telah mampu melahirkan santri yang fasih berbahasa Arab dan berbahasa Inggris. Abu berpesan agar pendidikan bahasa asing di Mabna Lughah semakin dioptimalkan agar santri dan lulusan MUDI tidak hanya berkiprah di dalam negeri saja, tetapi mereka harus mampu berkiprah hingga ke kancah internasional.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya, telah ada beberapa alumni MUDI yang mengembangkan ilmu keluar negeri, seperti Malaysia, Australia, dan Norwegia. Untuk Australia sendiri, Tgk Khalidin Yakob bahkan telah mendirikan lembaga Islamic Centre yang mengurus berbagai keperluan umat Islam di sana. Semoga saja Tgk Azhari dapat mengikuti jejak pendahulunya dan sukses menghidupkan cabang Al-Aziziyah di Australia. (Iqbal Jalil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 24 Januari 2018

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali

Temanggung, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pelakasanaan Nusantara Mengaji di Kabupaten Temanggung berjalan cukup khidmat. Kegiatan yang diinisiatori atau dipelopori Muhaimin Iskandar disambut antusias santri dan warga Nahdliyin Temanggung. Sekitar 4200 santri dari beberapa pondok pesantren di Temanggung terlibat dalam acara yang berlangsung ? Sabtu-Ahad (7-8/5).

Ketua panitia Nusantara Mengaji Kabupaten Temanggung Mahzum menuturkan, secara nasional gelaran Nusantara Mengaji menargretkan 300.000 khataman Al-Qur;an, adapun Temanggung menargetkan 1200 khataman dengan 4200 pembaca dan digelar di 8 titik. Mahzum membeberkan, delapan titik pesantren tersebut diantaranya Pesantren Darul Aman, Pingit, Pringsurat, Pesantren Raudlatul Huda Kerokan, Kutoanyar, Kedu, Pesantren Fatkhul Mubarok Kali Pahing, Gemawang.

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali

Selanjutnya, Pesantren Al Hidayah, Prapak Kranggan, ? Pesantren Anwarussholihichin Prapak Kranggan, Pesantren Darussalam Ngadirejo (putra), Pesantren Darussalam Ngadirejo (putri), dan Pesantren Romakante, Malebo Kandangan.?

"Selain di delapan titik ponpes tersebut, kita juga menggelar acara khataman di kantor DPC PKB dan Gedung PCNU Temanggung," kata anggota Fraksi FPKB DPRD Kabupaten Temanggung itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Matoha menuturkan, “Dengan digelarnya acara Nusantara Mengaji itu, kita ingin mendoakan keselamatan bangsa dan negara serta kesejahteraan masyarakat ? Indonesia. ? Khusus untuk masyarakat Temanggung yang kini tengah mulai memasuki musim tanam tembakau, kita berharap musim panen tahun 2016 ? lebih baik dari sebelumnya, baik dari harga maupun kualitasnya.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

? ?

"Dengan gerakan ini, kita ingin menggelorakan semangat mengaji di Temanggung. Semoga aktivitas mengaji tidak hanya ramai di pesantren saja, di kampung-kampung, masjid dan mushalla bisa makin semarak dengan aktivitas mengaji," pintanya.

Terpisah, M. Abdurahman Sidiq (20) ? Pengurus Pesantren Raudlatul Huda Kerokan, Kutoanyar, Kedu, Temanggung menuturkan, di pondoknya mendapat jatah 50 khataman dengan ? 250 pembaca atau santri.?

"Masing-masing santri rata-rata minimal membaca 10 juz. Saya berharap kegiatan mengaji serentak nasional bisa digelar tiap menjalang bulan suci Ramadhan dan tiap hari santri nasional (HSN), yakni 22 Oktober," tutur Sidiq. (Ahsan Fauzi/Mukafi Niam)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock