Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2018

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama H. Arifin Junaidi menegaskan pihaknya memiliki madrasah formal sejumlah 48 ribu. Menurut dia, murid dan guru lembaga tersebut menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Sekolah 5 Hari.?

“Jika kebijakan ini dipaksakan, Prgunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) dan Ma’arif akan datang ke Jakarta,” ungkapnya pada konferensi bersama Pengurus Besar PBNU menyikapi kebijakan Sekolah 5 Hari di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6). ?

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti (Sumber Gambar : Nu Online)
Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti (Sumber Gambar : Nu Online)

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti

Karena, menurut laporan yang diterima dari lembaga-lembaga M’arif di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Makassar, Banjarmasin, Maluku, kebijakan tersebut sangat merasahkan.?

“Saya telah berkomunikasi dengan LP Ma’arif di Makassar, di Banjarmasin; terjadi keresahan yang luar biasa kebijakan Mendikbud ini,” katanya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menambahkan, sebelumnya Mendikbud akan membuat kebijakan Full Day School (FDS). Kemudian diubah menjadi kebijakan Sekolah Lima Hari dengan belajar selama 8 jam sehari. Ini adalah kebijakan yang sama saja, beda nama.?

“Mendikbud telah bikin gaduh. Kami meminta Presiden untuk menggantinya,” tegasnya. ?

Arifin menambahkan, di luar 48 ribu madrasah di bawah LP Ma’arif terdapat 70 ribu Madrasah Diniyah Takmiliyah yang waktu belajarnya sore hari. Dengan demikian, kebijakan tersebut akan 7 juta murid Madrasah Diniyah Takmiliyah tersebut. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, IMNU, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Maret 2018

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat”

Padang Pariaman, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebanyak 230  orang santri  baru Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-ringan Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat, selesai mengikuti Taqarrubun Nafsiyah (masa pengenalan diri), Ahad (14/9). Kegiatan yang dimulai sejak Jumat ini merupakan ajang pengenalan santri terhadap proses belajar mengajar di pesantren setempat.

Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Drs Idarussalam Tuanku Sutan menyebutkan,  kegiatan Nafsiyah penting dilakukan agar santri baru memahami proses belajar mengajar yang dilakukan di Pesantren Nurul Yaqin. Selain itu, santri juga dibekali pengetahuan kedisiplinan,  pengembangan minat dan bakat.

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat”

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo menambahkan, saat penutupan terungkap ada santri yang sudah hafal 5 juz Al Quran. Beberapa santri baru tersebut juga ada hafal 1 juz.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tahun ini Nurul Yaqin mencoba menerapkan kepada santri one day one ayat. Artinya masing-masing santri menghafal 1 ayat, setiap hari," kata Anam yang juga mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Padangpariaman ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan Anam, selama ini Nurul Yaqin memprioritaskan pemahaman dan membaca kitab bagi santrinya. Sehingga hafalan ayat Al Quran kurang diprioritaskan. Program one day one ayat, salah satu upaya meningkatkan hafalan santri. Program ini dikhususkan pada tingkat tsanawiyah. Sedangkan di tingkat aliyah, lebih difokuskan hafalan syair.  Syair merupakan  dasar kajian ilmu alat dalam memahami kitab-kitab kuning.

Selama Nafsiyah berlangsung peserta diberikan materi  Peraturan Baris-Baris (PBB),  Sosialisasi Berkendaraan di Jalan Raya dan Penanaman Sadar Hukum dari Polres Padangpariaman, Peran Santri Dalam Pergeseran Zaman dan Pembangunan Daerah oleh Rahmat Tuanku Sulaiaman, PP Nurul Yaqin dari berbagai aspek oleh M. Rais Tk. Labai Nan Basa, Asrama Media Implementasi  Imtaq dan Kebudayaan oleh Almunawir, Rahasia santri Sukses dalam Menggali Potensi oleh Ima Latunil, Kesantrian dan Penguatan Nilai-Nilai Ahlussunnah oleh Zulhamdi Tk. Kerajaan Nan Saleh.

Nafsiyah tahun ini terpilih sebagai Buya (Raja) Ahmad Fadli dan Umi (Ratu) Agustin. Keduanya terpilih dari penilaian 5 aspek, yakni kedisiplin PBB, bacaan Al-Quran, dakwah, bakat dan hobi. Nilai tertingginya dari aspek PBB, dakwah dan bakat. Sedangkan Agustin lebih menonjol PBB, tilawah dan dakwah. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Foto: Peserta Taqarrubun Nafsiyah sedang berbaris di halaman Pesantren Nurul Yaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Sholawat, Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 27 Februari 2018

Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-Habsyi

Dua minggu pasca-Lebaran tahun 2006, umat muslim di Soloraya tersentak mendengar kabar duka. Seorang tokoh ulama panutan yang juga keturunan dari Rasulullah saw, Habib Anis Al-Habsyi dikabarkan telah menghadap ke rahmatullah. Menurut keterangan dari dokter, Habib Anis yang kala itu berusia 78 tahun, wafat karena penyakit jantung yang dideritanya.

Sontak, kabar tersebut membuat para murid dan pecinta beliau yang tersebar di penjuru dunia, bergegas untuk ikut memberikan penghormatan terakhir kepada sang guru. Kota Solo di hari wafat Habib Anis diserbu puluhan ribu pentakziah. Dengan diiringi tangisan dan air mata, mereka melepas kepergian cucu Muallif Simtuddurar tersebut.

Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-Habsyi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-Habsyi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-Habsyi

Ya, kepergian Habib Anis memang patut menjadi duka bagi semua, khususnya kaum Aswaja di wilayah Soloraya. Hal ini sama dengan yang diungkapkan Habib Abdullah Al-Haddad ketika menyaksikan kepergian gurunya itu:

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami kehilangan kebaikan para guru kami ketika mereka meninggal dunia. Segala kegembiraan kami telah lenyap, tempat yang biasa mereka duduki telah kosong. Aku akan tetap menangisi mereka selama aku hidup dan aku rindu kepada mereka. Aku akan selalu kasmaran untuk menatap wajah mereka. Aku akan megupayakan hidupku semampukun untuk selalu mengikuti jalan hidup para guruku, menempuh jalan leluhurku.”

‘Anak Muda Berpakaian Tua’

Rohis Tegal - Rohani Islam

Habib Anis lahir di Garut Jawa Barat pada tanggal 5 Mei 1928. Ayahnya, Habib Alwi, merupakan putera dari Habib Ali Al-Habsyi (Muallif Simtuddurar) yang hijrah dari Hadramaut Yaman ke Indonesia untuk berdakwah. Sedangkan ibunya bernama Khadijah. Ketika beliau berumur 9 tahun, keluarga beliau pindah ke Solo, sampai akhirnya menetap di kampung Gurawan, Pasar Kliwon Solo.

Sejak kecil, Habib Anis dididik oleh ayah sendiri, juga bersekolah di madrasah Ar-Ribathah, yang juga berada di samping sekolahannya. Habib Anis tumbuh menjadi seorang pemuda nan alim dan berakhlak luhur. Habib Ali Al-Habsyi, adik beliau menyebut kakaknya seperti “anak muda yang berpakaian tua”.

Tentang maqam ilmu dan akhlak yang dimiliki Habib Anis, salah satu cucunya yang bernama Muhammad bin Husain mengungkapkan sosok Habib Anis sebagai orang yang sangat mencintai ilmu.

“Ketika usia muda, beliau gemar sekali membaca buku. Tiap malam ketika istrinya tidur, beliau membaca kalam Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi (kakek Habib Anis) sampai beliau terkadang menangis ketika membaca untaian nasehat kakeknya. Ketika istrinya terbangun beliau langsung mengusap airmatanya supaya tidak terlihat oleh istrinya,” ujarnya.

Bahkan ketika usia sudah mulai tua, Habib Anis masih haus kepada ilmu. “Beliau pernah berencana untuk membeli laptop dan belajar mengetik untuk bisa mencatat ilmu yang didapatnya. Beliau juga berencana untuk datang pameran kitab di Mesir supaya bisa membeli kitab-kitab langka yang dijual disana,” imbuh Habib Muhammad.

Ditambahkan oleh Habib Muhammad, meskipun Habib Anis termasuk ahli ilmu, akan tetapi dia lebih dikenal dengan kemuliaan akhlaqnya. “Karena beliau selalu menampilkan akhlaq yang mulia, padahal keluasan ilmunya tidak diragukan lagi,” terangnya.

Akhlak Habib Anis, diantaranya tercermin dari sikap sumeh (murah senyum) dan dermawan yang dimilikinya. Ibu Nur Aini penjual warung angkringan depan Masjid Ar-Riyadh menuturkan, “Habib Anis itu bagi saya, orangnya sangat sabar, santun, ucapannya halus dan tidak pernah menyakiti hati orang lain, apalagi membuatnya marah,”

Seringkali menjelang Idul Fitri, Habib Anis memberikan sarung secara cuma-cuma kepada para tetangga, muslim maupun non muslim. “Beri mereka sarung meskipun saat ini mereka belum masuk islam. Insya Allah suatu saat nanti dia akan teringat dan masuk islam.” kata Habib Anis yang ditirukan Habib Hasan, salah seorang puteranya.

Guru Para Syuriyah

Menurut Habib Muhammad bin Husein, semasa hidupnya, Habib Anis mengabdikan untuk berdakwah dan bergelut dalam majelis ilmu. “Beliau punya pengajian setiap harinya saat bada dzuhur, kecuali Jumat dan Ahad, di kediaman beliau. Pernah, ketika istri beliau meninggal masyarakat datang untuk bertaziyah. Namun begitu tiba waktunya pengajian, langsung beliau membuka kitabnya dan mulai membaca serta mengajar. Didalam rumah jenazah istrinya sedang dimandikan tapi beliau tetap istiqomah mengajar dan membimbing ummat,” terangnya.

Habib Anis juga dikenal sebagai pribadi yang istiqomah dalam segala hal, tentang keistiqomahan ini juga diakui oleh salah satu muridnya yang kini mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo, KH Ahmad Baidlowi.

“Dalam banyak hal, Habib Anis selalu tertata rapi, meskipun di banyak aktivitasnya sebagai imam sholat, pengajian, menerima tamu, membuka toko dan sebagainya,”

Dalam dakwahnya, Kiai Baidlowi menuturkan Habib Anis memiliki beberapa konsep, yang kesemuanya dapat dilihat langsung di Masjid Riyadh sampai sekarang. “Yakni, masjid sebagai tempat ibadah. Zawiyah, sebagai pusat ilmu dan toko sebagai media penggerak ekonomi,” ujarnya.

Terkait hal ini, Habib Anis sendiri pernah menyampaikan bahwa ada empat hal yang penting: “Pertama, kalau engkau ingin mengetahui diriku, lihatlah rumahku dan masjidku. Masjid ini tempat aku beribadah mengabdi kepada Allah. Kedua, zawiyah, di situlah aku menggembleng akhlak jama’ah sesuai akhlak Nabi Muhammad SAW. Ketiga, kusediakan buku-buku lengkap di perpustakaan, tempat untuk menuntut ilmu. Dan keempat, aku bangun bangunan megah. Di situ ada pertokoan, karena setiap muslim hendaknya bekerja. Hendaklah ia berusaha untuk mengembangkan dakwah Nabi Muhammad saw.

Ulama asal Pasuruan itu menambahkan, meskipun tidak pernah masuk dalam struktur NU di Solo, namun peranan Habib Anis atas kemajuan NU di wilayah Soloraya sangatlah besar. Beberapa muridnya bahkan kini menjadi Rais Syuriyah, diantaranya KH A. Baidlowi dan KH Abdul Aziz (Wonogiri).

Sebagai penerus kekhalifahan (imam) di Masjid Riyadh, Habib Anis meneruskan beerbagai kegiatan yang telah dirintis oleh para pendahulunya. Kegiatan seperti Haul Habib Ali Al-Habsyi, Khatmul Bukhari, dan Maulid yang terselenggara setiap malam Jumat selalu dihadiri oleh ratusan bahkan puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah. Para ulama terkemuka, seperti TG Zaini Abdul Ghani, Abuya Dimyati, Kiai Siraj dan lainnya, bahkan pernah hadir di Masjid Riyadh untuk mengikuti majelis ilmu yang dipimpin Habib Anis.

Sebagai seorang ulama, Habib Anis juga pernah berkeinginan untuk menulis kitab. Namun, hingga akhir hayat beliau belum berkesempatan untuk merealisasikannya. “Belum sempat menulis kitab, hanya berencana. tapi kedahuluan dijemput oleh Allah,” tutur Habib Muhammad.

Pada hari Senin, tanggal 6 November 2006 atau 14 Syawal 1427 H pukul 12.55 WIB, Habib Anis wafat di RS. Dr. Oen dalam usia 78 tahun. Beliau dimakamkan di sebelah makam ayahnya, yang terletak di sisi selatan Masjid Riyadh. Kini, meski telah wafat, hampir setiap hari makamnya dikunjungi para peziarah dan namanya juga senantiasa disebut setiap ada pembacaan kitab maulid Simtuddurar. (Ajie Najmuddin)

Sumber:

Majalah Hidayah edisi 115, Maret 2011 hal.64-68

Wawancara Habib Muhammad bin Husein bin Anis, 28 Februari 2014.

Wawancara KH Ahmad Baidlowi di Masjid Riyadh Solo, 19 Februari 2014

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 13 Februari 2018

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam - Jenazah KH Ahmad Basyir AS dan KH Mannan Fadhaly bakal dikebumikan secara bersamaan. Keduanya akan dimakamkan pada pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang, Sabtu (15/7). Kendati demikian, dua kiai yang sama-sama Rais Syuriyah PCNU Sumenep dan PCNU Pamekasan ini dikebumikan di lokasi yang berbeda.

Kiai Basyir dimakamkan di pasarean keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Sementara Kiai Mannan dimakamkan di area Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan.

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

"Semula Kiai Basyir direncanakan bakal dikebumikan usai Ashar. Tapi ada perubahan rencana, yakni dimajukan ke pukul 14.00 WIB," KH Muhammad Mushthafa selaku bagian dari keluarga besar Annuqayah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya diberitakan, Kiai Basyir dan Kiai Mannan wafat Sabtu (15/7) pagi. Kiai Mannan mengembuskan nafas terakhir di RSUD Pamekasan. Sedangkan Kiai Basyir wafat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya setelah sebelumnya menjalani perawatan sejak Selasa (4/7) lalu.

Saat ini, ribuan alumni sudah memadati kompleks Pesantren Annuqayah. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, Habib, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Habib Muhammad Luthfy Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan meminta kepada seluruh umat Islam di Pekalongan untuk menunggu keputusan pemerintah dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H.

Permintaan ini dilakukan mengingat beberapa waktu yang lalu ada salah satu ormas Islam yang telah mengumumkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, padahal puasa masih berlangsung.

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfy kepada perwakilan umat Islam yang hadir pada pertemuan MUI Kota Pekalongan yang berlangsung di rumah Habib Luthfy Jalan dr Wahidin 70, Rabu (16/8).

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kita sebagai rakyat yang memiliki pemerintahan yang sah, maka sudah seharusnya kita mentaati segala apa yang telah diputuskan oleh pemerintah, termasuk dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H yang baru akan diputuskan Sabtu malam besok melalu sidang itsbat," ujarnya.

Dikatakan, sebagai ulil amri, pemerintah tidak saja mengatur masalah masalah kepemerintahan yang bersifat duniawi, akan tetapi juga mengatur masalah ukhrowi seperti mengawali dan mengakhir puasa Ramadhan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam musyawarah yang dihadiri jajaran pengurus cabang NU Kota Pekalongan, perwakilan dari Al Irsyad, STAIN Pekalongan, pengurus thariqah dan ratusan undangan lainnya bersepakat untuk mengakhiri puasa menunggu keputusan pemerintah. 

Meski diprediksi awal Idul Fitri 1433 H akan sama dengan pengumuman salah satu ormas Islam, forum sepakat tetap akan menunggu hasil rukyat sebagai rujukan kepastian bahwa memang telah terjadi bulan baru yang bisa dilihat dengan mata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Imam Aziz mendukung sikap masyarakat Kendeng yang mempertahankan tanahnya dari aktivitas besar-besaran alih fungsi lahan. Menurut Imam Aziz, sikap masyarakat Kendeng sudah sesuai dengan amanah Muktamar Ke-33 NU di Jombang 2015 lalu.

Demikian disampaikan H Imam Aziz dalam pertemuan nasional yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU di Hotel Kartika Chandra Jalan Gatot Subroto Kav 18-20, Jakarta, Senin (7/11) siang.

PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah

Alih fungsi lahan subur ini menyebabkan dengan drastis menyempitnya lahan produktif para petani. Hal ini juga yang menjauhkan Indonesia dari swasembada pangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Putusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang terkait dengan alih fungsi lahan produktif ini mengamanatkan kepada nahdliyin dan masyarakat Indonesia untuk sedapat mungkin mempertahankan tanahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini sikap kita meskipun beda pandangan dengan Pemda Jawa Tengah,” kata Imam Aziz di hadapan sedikitnya seratus hadirin.

Meskipun demikian semua kenyataan ini jangan dijadikan amunisi dan alasan kita untuk berbuat kekerasan dan pemaksaan. Warga NU tetap harus berpegang pada prinsip moderat atau tasamuh. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 25 Januari 2018

GP Ansor Karawang Razia Tempat Hiburan Malam

Karawang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karawang bersama dengan Satpol PP, Polisi, TNI, MUI, Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Karawang dan sejumlah ormas lainnya, Sabtu (20/7/2013) dini hari melakukan razia tempat hiburan malam seperti diskotik dan tempat karaoke yang ada di Kabupaten Karawang.

GP Ansor Karawang Razia Tempat Hiburan Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karawang Razia Tempat Hiburan Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Karawang Razia Tempat Hiburan Malam

Razia tersebut dilakukan, sebagai bagian dari penegakan surat edaran Bupati Karawang tentang jam operasional tempat hiburan di Karawang selama bulan Ramadhan. Meski razia tersebut dilakukan secara gabungan, namun razia tidak dilakukan dengan melakukan pengerahan massa, hanya perwakilan dari masing-masing instansi. 

"Kami bersama-sama malam ini melakukan razia tempat hiburan. Di Karawang sudah ada aturan tentang jam operasional tempat hiburan. Jadi kami ingin melihat sejauh mana pengelola tempat hiburan melaksanakan aturan tersebut," kata Ketua GP Ansor Karawang, Ade Permana SH usai kegiatan razia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Diteruskannya, razia tersebut juga untuk menjaga kondusifitas bulan Ramadhan di Karawang. Dikhawatirkan, jika ada tempat hiburan yang melanggar edaran Bupati tersebut, bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Daripada nanti ada pihak-pihak tertentu yang melakukan razia dengan mengerahkan massa yang banyak, lebih cara seperti ini yang harus dilakukan," tambahnya.

Sementara itu, dalam surat edaran Bupati tentang hiburan malam selama Ramadhan ini, disebutkan bahwa untuk diskotik harus tutup total. Sementara untuk tempat karaoke boleh beroperasi mulai dari pukul 21.00 WIB sampai 24.00 WIB. Hasil dari razia ini, dari 14 tempat hiburan yang didatangi, semuanya tidak ada yang melanggar. 

"Kita turun operasi dari jam 12 (malam), kita keliling satu-satu tempat hiburan didatangi, semuanya sudah tutup tepat waktu. Berarti semua tempat hiburan telah mentaati edaran Bupati," pungkas Dalop Satpol PP Kabupaten Karawang, Deni S Herlan. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Syahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 24 Januari 2018

PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan setuju jika ada reshuffle terhadap menteri-menteri yang kinerjanya lamban untuk meningkatkan kinerja pemerintahan yang dalam sektor tersebut.

“Kalau menurut presiden ada menteri yang kinerjanya lamban, kendor setelah delapan bulan dilantik, kita sih sebagai ormas oke saja atas apa yang akan dilakukan presiden,” katanya di gedung PBNU, Kamis.

PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban

Menurutnya, sektor yang selama ini kinerjanya kurang menggembirakan adalah sektor ekonomi seperti terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, utamanya beras, nilai tukar rupiah dan dolar yang masih diatas 13.000, pengangguran, dan lainnya yang memberatkan masyarakat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini menandakan tim ekonomi presiden kurang berhasil selama enam bulan ini,” tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sektor lain seperti keamanan menurutnya mampu menunjukkan stabilitas yang baik dan bisa dirasakan, begal ditindak atau penangkapan gembong narkoba. “Kalau ekonomi, stagnan betul.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Budaya, Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

KH Ma’ruf Mangunwiyoto, Pemimpin Barisan Kyai Jawa Tengah

Sebelumnya telah diterangkan tentang kiprah Barisan Kyai, sebuah kelompok pasukan yang terdiri dari para kiai sepuh. (baca: Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang)

Pada zaman perang kemerdekaan, peran mereka begitu besar. Selain diharapkan nasihat-nasihatnya dalam peperangan untuk membakar semangat para pejuang, sebagian dari mereka juga ada yang memanggul senjata, ikut berperang di front terdepan.

KH Ma’ruf Mangunwiyoto, Pemimpin Barisan Kyai Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Mangunwiyoto, Pemimpin Barisan Kyai Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Mangunwiyoto, Pemimpin Barisan Kyai Jawa Tengah

Di Jawa Tengah, Barisan Kyai ini dipimpin oleh seorang ulama dari Kota Surakarta yang bernama KH Ma’ruf Mangunwiyoto. Gelar Mangunwiyoto ini didapatkannya setelah ia berhasil menyelesaikan pendidikan di Madrasah Mambaul Ulum Surakarta dan diangkat menjadi guru.

Kiai Ma’ruf dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri NU di Kota Solo. Hal ini diungkapkan KH Saifudin Zuhri, seorang Tokoh NU yang juga pernah nyantri di Kota Solo pada tahun 1930-an, dalam buku “Berangkat dari Pesantren” (2013).?

Menurut dia, sosok Kiai Ma’ruf yang menjadi pengasuh pesantren di daerah Jenengan Surakarta juga dikenal sebagai seorang ulama besar, khususnya dalam bidang hadist.

Kealiman yang dimiliki oleh Kiai Ma’ruf, juga sedikit banyak ia dapatkan dari faktor nasab. Kiai Ma’ruf berasal dari keturunan seorang ulama besar, yakni Kiai Abdul Mu’id bin Kiai M Tohir bin Nyai Syamsiah binti Kiai Imam Rozi Tempursari Klaten Jawa Tengah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kakek buyut Kiai Ma’ruf, yakni Kiai Imam Rozi Tempursari merupakan seorang ulama yang juga menjadi seorang panglima (Manggala Yudha) perang pasukan Pangeran Diponegoro, yang bergelar Singa Manjat.

Darah pejuang dari para leluhurnya ini lah barangkali yang menjadi semangat Kiai Ma’ruf bersama sejumlah kiai lain, seperti KH Abdurrahman KH R Moh Adnan, Kiai Abdul Karim Tasyrif, Kiai Martoikoro, Kiai Asnawi, Kiai Amir Thohar dan ulama lain di Barisan Kyai untuk ikut berjuang melawan penjajah. Lahumu al-fatihah! (Ajie Najmuddin)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 17 Januari 2018

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu

Jepara, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, GP Ansor Ranting Wonorejo kecamatan Kota kabupaten Jepara sudah beberapa tahun berjalan menyelenggarakan Santunan Anak Yatim dan Piatu se-Desa Wonorejo.?

Kegiatan santunan yang dirangkai dengan pengajian umum dilangsungkan di Mushalla Al-Amin Desa Wonorejo, Ahad (09/10/16) malam itu menghadirkan KH M Rojih Ubab, cucu KH Maimun Zubair Sarang sebagai pembicara.?

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan, GP Ansor Santuni Anak Yatim Piatu

700an Nahdliyin dari NU, Muslimat dan Ansor serta aparat desa hadir dalam even tahunan tersebut. Kesempatan itu, pihak Ansor Wonorejo menyantuni 43 anak yatim dan piatu.?

Puluhan anak yatim dan piatu itu merupakan hasil pendataan dari GP Ansor ranting setempat. Untuk batas anak yang memperoleh santunan maksimal berusia 13 tahun.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu panitia kegiatan, Ahmad Muzaiyin mengatakan dalam setahun kegiatan santunan digelar dua kali, bulan Muharram dan menjelang Idul Fitri. Adapun dana diperoleh dari sumbangsih warga, agniya serta kas Ansor.?

“Santunan yang kami berikan berupa uang dan bingkisan,” paparnya mewakili ketua Ansor Wonorejo, Kusmanto.?

Jika anak yatim dan piatu tersebut masih duduk di bangku madrasah, maka lanjut Zayyin uang syahriyah-nya ditanggung oleh pihak Ansor.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dijelaskannya, menyantuni anak yatim merupakan tanggung jawab bersama dan kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Ansor Wonorejo.?

Karena kegiatan tersebut terbilang positif, ia berharap juga ditiru oleh Ansor maupun organisasi yang lain. Dirinya menekankan, peduli terhadap anak-anak yatim tidak hanya sekadar memberi tetapi lebih dari itu tanggung jawab untuk merampungkan pendidikannya merupakan kewajiban semua pihak, termasuk di dalamnya adalah Ansor. Hal itu dilakukan agar mereka tidak terlantar di kemudian hari. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 06 Januari 2018

Akbid Muslimat NU Kudus Tunggu Proses Akreditasi

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Akademi Kebidanan Muslimat NU Kudus tengah menunggu proses akreditasi dari tim Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN PT). Pada bulan Mei 2012 lalu, seluruh berkas borang akreditasi sudah dikirim ke kantor BAN PT di Jakarta.

Akbid Muslimat NU Kudus Tunggu  Proses Akreditasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Tunggu Proses Akreditasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Tunggu Proses Akreditasi

Pembantu Direktur II  Saiful Anas menjelaskan  pelaksanaannya masih menunggu jadwal visitasi (kunjungan) tim asesor ke kampus Jalan Lambao Bae Kudus. Dari informasi yang diterimanya, penilaian akreditasi Akbid Muslimat NU ini setelah empat ribu program studi lainnya se Indonesia selesai melakukan proses akreditasi.

"Sementara belum ada kepastian kapan tim asesor datang, kita masih daftar tunggu empat ribu program studi se Indonesia. Yang jelas, semua borang sudah kita kirim tinggal pengecekan dan penilaian  dari tim," katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam Rabu (17/10).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Anas, akreditasi sangat penting sebagai bukti legalitas Akbid Muslimat NU  setara dengan perguruan tinggi lainnya baik swasta maupun negeri.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Bila sudah terakrediatasi legalitas ijazahnya akan lebih mendapat kepercayaan dan berhak menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat," terang pria yang juga pengurus pusat IPNU ini.

Ia berharap Akademi kebidanan di bawah naungan Badan Pelaksana Muslimat Nahdlatul Ulama Az-Zahra ini meraih hasil maksimal sesuai target yang diinginkan. “Mengingat kondisi yang ada, kita semaksimal mungkin menata agar meraih hasil  menggembirakan,” harapnya.

Sementara Ketua PP Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) H. Noor Ahmad menegaskan sebanyak 215 perguruan tinggi NU sudah dalam proses akreditasi.

"Oleh karenanya, semua lulusan PT yang sudah melakukan proses akreditasi, menurut ketua BAN PT ijazahnya tetap sah dan bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan," tandasnya saat menghadiri wisuda perdana mahasiswa Akbid Muslimat NU Kudus akhir Septermber lalu. 

Akbid Muslimat NU yang berdiri tahun 2009 ini,  terus berupaya melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas mulai kurikulum hingga sarana prasarananya. Kampus yang terletak di tengah persawahan ini telah memiliki 4 ruang kelas , 2 laboratorium untuk praktek,1 ruang perpustakaan,1 ruang yayasan dan 1 ruang direktur dan ruang dosen. 

“Insya Allah pada bulan Januari akan diresmikan laboratorium kebidanan dan pusat kesehatan pesantren Akbid Musliman sekaligus acara caping day,” tambahnya.

Akhir September 2012 lalu, Akbid Muslimat NU ini telah meluluskan sarjana Diploma III kebidanan sebanyak 55 Mahasiswa. Ke depan, Akbid ini bertekad merubah statusnya menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan.  

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Kali ini, kaderisasi jenjang pertama organisasi pemuda NU tersebut digelar di wilayah Subang selatan, meliputi Kecamatan Jalancagak, Cisalak, Kasomalang, Tanjungsiang, Ciater, Sagalaherang dan Serangpanjang. Namun ada juga peserta dari delegasi Subang tengah meliputi Kecamatan Subang dan Cibogo.

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Kegiatan PKD tersebut digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (30-31/7/2016) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Az-Zahra Kampung Cibatu,? Desa/KecamatanTanjungsiang. Sebanyak kurang lebih 50 orang terlibat dalam kegiatan yang menjadi ajang kaderisasi di GP Ansor tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana, Gilang Fajar Alfina menegaskan, dalam pelaksanaan rekrutmen anggota GP Ansor tersebut dilakukan beberapa instrumen penting dalam mengikuti kegiatan PKD di antaranya dilakukan screening atau proses penyaringan terlebih dahulu untuk memastikan layak dan tidaknya mengikuti PKD.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini penting dilakukan karena konsep kaderisasi di GP Ansor tidak sembarangan. Merekalah yang akan mengemban amanah organisasi jika sudah pulang ke daerahnya masing-masing," ujar Gilang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para peserta tersebut, kata Gilang, telah dibekali dengan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan konsep kepemimpinan dan menggali potensi diri untuk kemudian diimplementasikan dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat. "Karena mereka akan menjadi penggerak motor organisasi GP Ansor untuk berkiprah di daerahnya masing-masing," kata Gilang yang merupakan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tanjungsiang.

Ia berharap, sebagaimana tema yang diusung, "Meneguhkan Ideologi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, Generasi Muda Siap Memimpin", kader-kader GP Ansor bisa meneruskan estafet kepemimpinan di Kabupaten Subang dengan berbasis ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai pondasinya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, kegiatan kaderisasi di GP Ansor ini rutin digelar setiap tahunnya. "Saat ini sudah memasuki tahun ketiga kita laksanakan PKD dan Diklatsar setelah bulan-bulan kemarin kita gelar di Subang bagian barat," kata Asep.

Dengan demikian, lanjut Asep, kader-kader GP Ansor dan Banser sudah terjun ke akar rumput hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Subang. "Karena ini komitmen kami akan membentuk kepengurusan GP Ansor di tingkat ranting (desa, red)," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Budaya, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh

Dhaka, Rohis Tegal - Rohani Islam

Tim Delegasi Nahdlatul Ulama (NU) untuk pengungsi Rohingya diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (23/9) pagi. Tim tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia Pukul 09.30 waktu setempat dan transit selama satu jam. Rombongan melanjutkan perjalanan dan tiba di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh pukul 13.00 waktu Bangladesh.



Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh

Koordinator Delegasi Nahdlatul Ulama, Muhammad Wahib mengatakan, pada hari pertama tim akan bertolak ke Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk melakukan koordinasi dengan KBRI. 

“Koordinasi juga dilakukan dengan tim lainnya yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM),” kata Wahib.

Selain itu, agenda hari ini adalah mendengarkan laporan dari tim advance yang sudah tiba di Bangladesh minggu lalu. Dari laporan tersebut, tim akan membuat perencanaan terkait dengan pembelian dan penyaluran bantuan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Delegasi yang dikirim ke Bangladesh dibagi menjadi tiga tim. Pertama, tim advance yang bertugas mengecek keadaan yang ada di lapangan. Kedua, tim medis yang bertugas untuk memberikan pengobatan kepada pengungsi. Dan terakhir, tim relief yang bertindak mempersiapkan dan menyalurkan bantuan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keberangkatan Tim Delegasi Nahdlatul Ulama untuk Rohingya dilaksanakan atas bantuan seluruh komponen NU melalui NU Peduli Rohingya. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan bagi pengungsi Rohingya dapat mengirimkan melalui rekening NU Care-LAZISNU di nomor rekening BCA 0680 1926 77; BRI 0335 01 000 735 303; BNI 010 857 56 48; Mandiri 123 000 777 1910; atau Mega Syariah 10 000 333 62. Masyarakat juga dapat memantau nominal bantuan yang terkumpul di situs Rohis Tegal - Rohani Islam(Muchlishon Rochmat/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 21 Desember 2017

Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji

Boyolali, Rohis Tegal - Rohani Islam. Untuk menghindari keruwetan ganti pakaian saat tiba di Arab Saudi, sebagian dari calon haji (calhaj) yang berangkat dari Embarkasi Solo, Jawa Tengah, mengenakan pakaian ihram sejak dari Asrama Haji Donohudan atau sesaat sebelum mereka terbang ke Tanah Suci.

Hal tersebut diinstrusikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo 2013. Menurut Kasubbag Humas PPIH, Badrus Salam, pihaknya menyarankan agar mengenakan pakaian ihram di asrama haji, jika calhaj mengambil miqat umrah wajib saat berada di pesawat terbang.

Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji

“Kami menyarankan hal tersebut karena ganti pakaian di dalam pesawat itu tidak mudah,” ucapnya, Senin (30/9).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain itu, jamaah yang mengambil miqat di Jeddah akan mengalami kerepotan jika mereka berganti pakaian ihram setelah tiba di Jeddah. Pasalnya, kebijakan baru untuk pemeriksaan hanya dilakukan selama dua jam, berbeda dengan tahun sebelumnya yakni empat jam.

“Karena waktu pemeriksaannya singkat, jamaah yang akan berganti pakaian ihram bisa kerepotan mencari tempat ganti pakaian,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun, beberapa kendala mungkin akan dialami calhaj manakala memakai pakaian ihram sejak dari tanah air. Di antaranya kemungkinan tidak kuat untuk menahan hawa dingin di dalam pesawat terbang. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 13 Desember 2017

Pemuda-pemuda NU Berlatih Melek Digital Marketing

Malang, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Sejumlah pemuda NU menggagas pelatihan digital marketing sebagai pemanfaatan dunia siber yang kian berkembang untuk desa-desa binaan yang sudah memiliki produk unggulan khas daerah masing-masing, Selasa (9/1) di Hotel Tidar Malang. 

Adalah Saiful Arif, yang sudah malang melintang jualan online dengan omset puluhan juta, menjadi penyaji materi “Digital Marketing” untuk 30 peserta yang hadir. Peserta mewakili desa Jatiarjo, Jatisari, Jarangan, Kalipucang (Lereng gunung Bromo), Podokoyo dan Wonosari. 

Pemuda-pemuda NU Berlatih Melek Digital Marketing (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda-pemuda NU Berlatih Melek Digital Marketing (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda-pemuda NU Berlatih Melek Digital Marketing

Desa-desa yang berada di Kabupaten Pasuruan itu sedang mengembangkan desa wisata dan olahan jajanan lokal hingga kopi yang didampingi langsung oleh sejumlah pemuda NU yang tergabung dalam Averrous Community.

Menurut Saiful, setiap dari pemilik toko online harus menentukan pembeli atau audience produk sebelum memasarkan. Ketika, pasar sudah ditentukan barulah strategi lain seperti kemasan, foto hingga harga menjadi penentu tampilan produk. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tak serumit rumus matematika untuk bisa sukses jualan online, cukup memanfaatkan tampilan menarik, copy writer yang tertata, nama barang yang marketable dan memanfaatkan market place yang sudah tersedia dengan baik dan benar. Selebihnya, harus terus dijaga secara berkelanjutan. 

Ketika konsep tersebut sudah tertata, maka langkah selanjutnya adalah memanfaatkan media sosial berupa akun pribadi di Facebook, Instagram, website, dan YouTube untuk pengoptimalisasian dengan terus up-date produk dan menyapa teman agar tidak monoton jualan. 

“Strategi ini sudah saya jalankan, kuncinya ada pada istiqomah uploud dan berinteraksi dengan calon pembeli,” ujarnya di Aula Hotel Tidar, Jl. Puncak Tidar No.1, Karangwidoro, Dau, Malang.   

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rencananya, setiap lima dari perwakilan desa dampingan ini nantinya akan menjadi steakholder yang memegang online marketing produk unggulan desa masing-masing. Seperti Jatiarjo dan Kalipucang yang memiliki produk unggulan kopi robusta terbaik di kelasnya, maka Kopi ini nantinya akan dijual secara online oleh alumni pelatihan Digital Marketing yang digagas oleh sejumlah pemuda NU Kota Malang ini, begitupun dengan produk unggulan desa-desa lainnya. (Diana Manzila/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 07 Desember 2017

Pernyataan Resmi PBNU Menolak Kebijakan Sekolah 5 Hari

? ? ? ? ?

Mencermati kebijakan tentang Hari Sekolah yang di dalamnya menetapkan lima hari sekolah/delapan jam sehari (Full Day School), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menegaskan:

1. Mendukung sepenuhnya pentingnya pendidikan karakter sebagaimana termaktub dalam nawacita untuk dilaksanakan dalam bentuk kebijakan-kebijakan kreatif yang selaras dengan wisdom lokal yang tumbuh sesuai dengan kultur di masyarakat, sehingga tidak menimbulkan gejolak. Dalam hal ini, negara perlu mengarfirmasi usaha-usaha pembentukan karakter masyarakat tersebut. Pembentukan Karakter dengan penambahan waktu atau jam sekolah merupakan dua hal berbeda. Pembentukan karakter tidak secara otomatis bisa dicapai dengan jalan menambahkan jam sekolah.

2. Dilihat dari perspektif regulasi, kebijakan baru lima hari sekolah /delapan jam belajar (Full Day School) di sekolah bertentangan dengan Undang-undang:

Pernyataan Resmi PBNU Menolak Kebijakan Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Resmi PBNU Menolak Kebijakan Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Resmi PBNU Menolak Kebijakan Sekolah 5 Hari

a. Pasal 51 UU Sisdiknas tentang “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah”. Dengan demikian, kebijakan tersebut, tidak senafas dengan UU Sistem Pendidikan Nasional yang selama ini cukup demokratis dan memandirikan satuan-satuan pendidikan untuk mengembangkan model pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kesiapan sekolah/madrasah masing-masing. ?

b. Jika berkaca terhadap ketentuan waktu kerja guru sebagaimana diatur dalam Pasal 35 UU tentang Guru dan Dosen: (1) Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan. (2) Beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu, maka kebijakan lima hari sekolah /delapan jam belajar di sekolah berpotensi besar kepada jumlah jam mengajar guru di sekolah melampaui batasan yang telah diatur dalam UU yang dimaksud.

3. Lewat kajian mendalam dan pemantauan intensif yang kami lakukan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas sekolah belum siap dalam rangka menerima kebijakan lima hari sekolah/delapan jam pelajaran (Full Day School). Kesiapan itu menyangkut banyak hal antara lain terkait fasilitas yang menunjang kebijakan lima hari sekolah/delapan jam pelajaran (Full Day School).

Rohis Tegal - Rohani Islam

4. Alasan penerapan lima hari sekolah/delapan jam belajar (Full Day Schoo)l yang didasarkan pada asumsi bahwa anak-anak kota seharian penuh ditinggalkan oleh orang tuanya sehingga dikhawatirkan terjerumus dalam pergaulan bebas tidak sepenuhnya benar, sebab pada kenyataanya kota-kota besar di Indonesia tidak sepenuhnya meninggalkan tradisi, nilai-nilai, dan pendidikan agama yang sudah berlangsung selama ini.

5. Tidak semua orang tua peserta didik bekerja sehari penuh, utamanya mereka yang di pelosok bekerja sebagai petani dan nelayan yang separuh waktunya dalam sehari tetap bisa dipakai bersama-sama dengan putra-putri mereka. Belajar tidak selalu identik dengan sekolah. Interaksi sosial peserta didik dengan lingkungan tempat tinggalnya juga bagian dari proses pendidikan karakter sehingga mereka tidak tercerabut dari nilai-nilai adat, tradisi, dan kebiasaan yang sudah berkembang selama ini.

6. Tindakan menggeneralisir bahwa seluruh siswa mengalami masa-masa sendirian di tengah penantian terhadap orang tua mereka yang sedang bekerja adalah tidakan yang keliru. Jawaban ini beranjak dari realitas masyarakat urban dan perkoataan. Asusmsi ini berasal dari pemahaman yang keliru bahwa seluruh orang tua siswa adalah pekerja kantoran. Padahal, jumlah masyarakat perkotaan hanyalah sejumput saja. Sisanya adalah mereka yang bekerja di sektor informal seperti petani, pedagang, nelayan dan lain sebagainya.

7. Mengingat tingginya gejolak serta keresahan yang terjadi di masyarakat di atas maka dengan ini PBNU meminta kepada Presiden untuk mencabut (membatalkan) kebijakan lima hari sekolah (Full Day School).

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Jakarta, 15 Juni 2017





? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

?

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? DR. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 06 Desember 2017

Nabi Isa Asal Jombang Bertobat

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Jari, sosok yang pernah mengaku sebagai Nabi Isa bertobat setelah sepekan lalu dipertemukan dengan beberapa pihak untuk mengklarifikasikan terkat paham yang dianutnya. Pria asal Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini sebelumnya menghebohkan warga sebab pengakuannya itu. Tak hanya itu, menurut pengakuan Jari, ia juga sudah memiliki ratusan santri atau pengikut paham yang diajarkan.

Pertobatan dilakukan di aula Masjid Shirothal Mustaqim Desa Karangpakis, Senin siang (29/2) yang ditandai dengan pembacaan ulang dua syahadat. Pembacaan kalimat tersebut disaksikan langsung oleh sejumlah pihak, di antaranya MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jombang, Forum Pimpinan Daerah, Forum Pimpinan Kabupaten dan warga setempat.

Nabi Isa Asal Jombang Bertobat (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Isa Asal Jombang Bertobat (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Isa Asal Jombang Bertobat

Jari? menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Pihak MUI juga memerintahkan warga untuk memindahkan batu di dalam masjid yang sebelumnya diyakini berasal dari Gunung Lawu dan dianggap sama dengan makam Ibrahim di Mekah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Alhamdulillah, tadzkirah (mengingatkan kembali) yang dilakukan oleh Ketua MUI, Komisi Fatwa MUI, Komisi Dakwah dan Kemenag Jombang telah diterima Bapak Jari dan pengikutnya. Mereka sudah bersyahadat kembali, menandatangani dan membacakan surat pernyataan di hadapan Forpimda dan Forpimka setempat,” kata Moh Mahfud, salah satu saksi mata pembacaan syahadat Jari.

Diwartakan sebelumnya saat di hadapan forum klarifikasi yang digelar MUI Jombang, Jari sempat menyangkal dirinya tidak mengakui pernyataannya sebagai penerus Nabi Isa. Dan ia bersikukuh bahwa ajaran yang ia sampaikan tidak menyimpang dari syariat Islam. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 04 November 2017

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam



Tiga tahun berturut-turut, sejak 2015 ribuan santri mengikuti turnamen sepak bola pada ajang Liga Santri Nusantara yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlaltul Ulama (RMINU) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bahkan tahun ini, santri yang mengikuti turnamen itu diperkirakan 22 ribu santri dari 1048 pesantren di seluruh Indonesia. 

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku percaya sepenuhnya kepada para kiai akan bisa mengatur para santri kapan mereka harus mengaji dan sepak bola. Para kiai telah berpengalaman mengatur ribuan santri. Dan titah kiai akan selalu dipatuhi para santri.   

“Saya yakin, saya yakin, kiai akan mengatur itu, kiai bisa mengatur itu, kapan waktunya ngaji, shalat, kapan waktunya tahajud, istighotsah, kapan waktunya sepak bola,” katanya selepas menonton Grand Final Liga Santri Nusantara tahun lalu dari awal hingga usai di stdion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta antara kesebelasan Walisongon dan Nur Iman. 

Liga Santri Nusantara, lanjut kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini, tidak lain untuk menggali bakat para santri. Ia meyakini jutaan santri di Indonesia adalah sumber bakat terpendam dalam berbagai hal, termasuk olahraga. Namun sampai saat ini masih sebatas potensi, belum menjadi prestasi.  

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Santri-santri kita ini punya potensi, tapi belum dimenej dan dikembangkan. Sehingga potensi belum menjadi prestasi,” ungkap pengasuh pondok pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatan itu. 

Dengan adanya Liga Santri Nusantara, ia berharap akan bermunculan sepak bola di Timnas Indonesia yang berprestasi dari kalangan pesantren. Hal itu akan mengangkat nama pemainnya, pesantrennya sendiri dan NU. 

Ia menyebutkan, dalam sepak bola memiliki sisi positif yang bisa dikembangkan, yang selama ini menjadi sikap para santri. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Di dalam sepak bola ada sifat yang positif, yaitu tidak boleh memiliki sikap egois. Ada kerja sama, dengan memberikan bola kepada temannya, terbangun jaringan yang sangat solid, membangun teamworking yang sehat untuk kemenangan bersama,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 31 Oktober 2017

Tepuk Pundak untuk Jamaah

Salah satu hal yang lazim dilakukan dalam shalat sehubungan dengan proses jamaah adalah menjadikan seseorang sebagai imam dengan cara menepuk pundaknya di tengah-tengah shalat. Secara fiqih hal ini dibolehkan (mubah), bahkan disunnahkan jika tepukan itu memberi tanda bahwa yang bersangkutan telah didaulat menjdi imam. Sebagaimana diterangkan dalam Fathul Mu’in

 

(? ?) ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?.

 

Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tepuk Pundak untuk Jamaah

“Niat menjadi imam atau berjama’ah bagi imam adalah sunah, di luar shalat jum’ah, karena untuk mendapatkan keutamaan berjama’ah. Seandainya ia niat berjama’ah di tengah mengerjakan shalat maka ia mendapatkan keutamaan itu. Adapun dalam shalat jum’ah wajib baginya niat berjama’ah saat takbiratul ihram”.      

Dalil di atas menunjukkan kesunnahan niat sebagai imam walaupun niatnya baru ada di tengah shalat. Karena bagaimanapun juga shalat Jama’ah jauh lebih utama dari pada shalat sendirian.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Akan tetapi jika sekiranya tepukan di pundak itu terlalu keras hingga mengagetkan imam dan membatalkan shalatnya, maka hukumnya menjadi haram. Sebagaimana diterangkan dalam kitab Mauhibah Dzil Fadl

 

(?) ? ? ? (?) ? ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Haram bagi siapa pun bersuara keras jika mengganggu jama’ah yang lain, baik di dalam shalat maupun di luar shalat karena membahayakan, seperti (memperingatkan) orang yang sesat, orang yang membaca atau orang yang tidur. Tidak boleh mengganggu walaupun terhadap orang yang fasik karena kefasikan itu tidak ada yang tahu kecuali dirinya. Pendapat yang mengharamkan tersebut itu jelas, namun bertentangan dengan pendapat dalam kitab al-Majmu’ dan sesamanya. Tidak diharamkannya jika kesemuanya tidak terlalu mengganggu.

(Pengertian tidak haram jika gangguannya ringan), yakni yang dimaksud oleh mushannif (pengarang) adalah haram jika sangat mengganggu. Dalam ungkapan kitab al-I’ab bahwa keterangan dalam kitab al-Majmu’ (yang tidak mengharamkan) adalah jika tidak terlalu mengganggu kepada orang lain sehingga dapat ditoleransi, berbeda jika suara keras tersebut sampai membatalkan bacaan (shalat) secara keseluruhan, maka hukumnya haram”. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Budaya, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 17 Agustus 2017

Lesbumi NU Sulut dan Al-Hikam Cinta Indonesia Ziarahi Wali Songo

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Sebagai wujud penghormatan kepada Ulama dan melanjutkan tradisi, Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia (ACI) dan Lesbumi NU Sulut melakukan rekam jejak Islam Nusantara dengan berziarah ke makam Wali Songo dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at (22/04), yang dimulai dari Ampel, Surabaya hingga ke Cirebon.

Ziarah yang bertajuk “Belajar Dari Ulama Nusantara, Menuai Berkah” ini diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri dari Jamaah ACI asal Kalimantan Utara dan Pengurus Lesbumi NU Sulawesi Utara (Sulut).

Lesbumi NU Sulut dan Al-Hikam Cinta Indonesia Ziarahi Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi NU Sulut dan Al-Hikam Cinta Indonesia Ziarahi Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi NU Sulut dan Al-Hikam Cinta Indonesia Ziarahi Wali Songo

Habib Muhsin Bilfagih, pengasuh Yayasan ACI, menyatakan bahwa ziarah kali ini adalah momen bagi para peserta untuk kembali mempelajari sejarah Islam Nusantara yang berkembang melalui dakwah para aulia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kita belajar sekaligus mengambil berkah melalui ziarah ini. Kita akrabkan umat Islam dengan tradisi. Kendati kita berasal Indonesia Timur, kita tetap tunjukkan kepada bangsa, bahwa kecintaan dan kerinduan kepada ulama harus diwujudnyatakan melalui ziarah,” papar Mustasyar PWNU Sulut.

Senada dengan Habib, Ketua rombongan ziarah, Muh. Iqbal menyampaikan bahwa agenda ziarah ini sudah direncanakan beberapa tahun lalu, baru terwujud pada April kali ini. “Ini agenda lama kita. Namun baru terealisasi saat ini. Peserta ziarah berasal dari beragam kalangan, mulai dari PNS hingga wiraswasta serta mahasiswa, baik yang dari Manado maupun Tarakan. Semula ada 98 orang yang mendaftar, namun yang positif ikut hanya 60 peserta,” ungkap ustadz yang akrab disapa Kang Iqbal ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu, Ketua Lesbumi NU Sulut Taufik Bilfagih menginformasikan bahwa keberadaan Lesbumi untuk ikut andil memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta. “Di setiap makam, selain berdoa kepada Allah, kita juga akan menyuguhi peserta dengan materi-materi sejarah dakwah para Walisongo. Bahkan, setiba di Jakarta nanti, kami akan ke kantor PBNU untuk mendapat pencerahan dari KH Agus Sunyoto, Ketum Lesbumi PBNU. Apalagi beliau adalah penulis Atlas Walisongo yang menjadi bahan bacaan peserta ziarah.”

Dijadwalkan, Senin (25/04) malam, rombongan sudah berada di Jakarta, dan akan kembali ke daerah masing-masing pada esok harinya. “Selasa (26/04) siang, kita udah di Soekarno-Hatta untuk kembali ke daerah. Semoga semua berkah” tutup Taufik. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock