Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kraksaan adalah Kiai Ronggo. Nama orang dan wilayah ini memang berbeda. Namun, keduanya saling berkaitan erat. Dalam pandangan masyarakat Kraksaan, sosok Kiai Ronggo adalah tokoh yang merintis sejarah berdirinya Kota Kraksaan.?

Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo

Tidak heran jika pesarean Kiai Ronggo di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo kerap diziarahi warga. Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari juga secara rutin ziarah ke sana.

Menuju Pesarean atau tempat peristirahatan terakhir Kiai Ronggo tidaklah sulit, hanya membutuhkan 10 hingga 15 menit dari pusat Kota Kraksaan. Sesampainya di sana, tidak banyak yang membedakan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) lainnya. Hanya sebuah makam dengan gapura yang baru selesai diperbaiki. Di tempat 2x4 meter itu pula banyak orang luar Probolinggo yang mulai berdatangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap malam Jumat legi, makam tersebut dibanjiri peziarah. “Kegiatannya hanya mengaji, tahlil dan lainnya, intinya mendoakan Kiai Ronggo,” kata juru kunci pesarean Kiai Ronggo, Halimah, Jum’at (17/4).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sepanjang mata melihat, makam Kiai Ronggo atau dengan nama asli KH Abdul Wahab itu paling istimewa. Hal itu lantaran makam Kiai Ronggo tersebut merupakan tokoh terpenting sepanjang keberadaan Kota Kraksaan. Tak ayal pemerintah setempat memperbaiki kuburan tersebut. Bahkan, mantan Bupati Probolinggo yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI H Hasan Aminuddin sering berziarah ke makam tersebut.

Namun sayang, Halimah tidak begitu mengetahui sosok tokoh Kiai Ronggo, sebab ia mengaku hanya bertugas menjaga makam. “Kalau soal itu kami tidak begitu tahu betul, hanya sosok Kiai Ronggo ini dikenalnya yang babat alas Kraksaan, jadi orang pertama,” katanya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Kontributor Rohis Tegal - Rohani Islam Probolinggo, di Kota Kraksaan masih ada keturunan dari Kiai Ronggo. Salah satunya adalah H Jarot. Setelah ditemui di kediamannya, H Jarot yang keturunan kelima dari Kiai Ronggo juga mengaku tidak begitu paham dengan kisah nenek moyangnya tersebut.

Itu karena menurutnya, dari kakek dan saudara lainnya memang minim sekali informasi tentang Kiai Ronggo. “Banyak yang sudah datang kesini dengan hal yang sama, tapi saya katakan informasi yang kami terima dari keluarga memang sangat minim. Kebanyakan cerita dari orang lain,” katanya.

Setahu H Jarot, nama Kiai Ronggo sendiri diambil dari kata Ronggo atau duduk. Hal semacam ini merupakan salah satu gelar pada seseorang yang pertama kali membuka atau membabat alas pada awal mulanya.

Namun yang pasti, nama asli Kiai Ronggo adalah Abdul Wahab alias Wiryo Setyo. Pemberian gelar Kiai Ronggo bukannya tanpa alasan. Menurut H Jarot yang diceritakan kakeknya semasa hidup, Kiai Ronggo kerap kali mengamalkan ajaran Islam dengan mendirikan mushalla di desa-desa sekitar Kraksaan.

Peninggalannya yang paling tampak adalah Masjid Agung Ar-Raudlah yang didirikannya pada tahun 1734 M silam. Sejumlah 4 tiang di ruang utama dan bedug lama, juga peninggalan Kiai Ronggo. “Itu salah satu peninggalan penting beliau,” katanya.

Bedug peninggalan Kiai Ronggo itu dibuat dari bahan kayu yang diambil dari Pakuniran. Kayu-kayu itu dibawa langsung oleh santrinya. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan bedug itu mencapai 2 bulan. “Yang kami terima informasinya seperti itu. Tapi sejauh ini belum ada bukti autentik soal itu,” ungkapnya.

H Jarot mengaku sangat senang jika leluhurnya tersebut menjadi perhatian orang. Namun ia berpesan pada masyarakat agar tidak menyalahgunakan nama baik Kiai Ronggo. Termasuk ketika berdoa di makam Kiai Ronggo. “Berdoa jangan bablas. Karena pada dasarnya Allah-lah yang menentukan semuanya,” tandasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

?

Foto:? Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan yang didirikan Kiai Ronggo pada tahun 1734 M.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 31 Januari 2018

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ahli Tasawwuf Dr KH Lukmanul Hakim menilai tanda-tanda kewalian ada pada diri Gus Dur, yaitu tidak memiliki rasa takut dan susah. Gus Dur merupakan orang yang dikenal memiliki keberanian dalam menghadapi segala sesuatu, dan tahan dalam menghadapi berbagai penderitaan.

“Semoga yang kita khusnudhonkan benar,” katanya.

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur

Seorang wali, kata pemimpin redaksi majalah Cahaya Sufi ini, merupakan orang yang mengabdikan dirinya kepada Allah. Mereka bukanlah orang yang mencari pahala dengan beribadah kepada manusia agar dicintai Allah. Allah yang menjadi pertimbangan utama dalam hidupnya, bukan kesan dan pendapat manusia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Cintanya kepada Allah mendahului kepeduliannya kepada manusia. Mereka memposisikan Allah sebagai sebab, bukan akibat,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengenai karomah, ia menjelaskan bahwa bagi para wali, munculnya karomah dianggap sebagai haidnya para wali, dan membuat mereka malah takut.

“Karomah dimunculkan kepada seorang wali kepada dirinya sendiri dan kepada orang lain. Salah satu tujuannya agar tetap istikomah,” paparnya.

Ia menjelaskan, ada perbedaan antara karomah dan ilmu hikmah. Kalau karomah bisa muncul kapan saja tanpa perlu dipelajari. Ilmu hikmah bisa dipelajari, misalnya dengan melaksanakan amalan wirid tertentu, dengan jumlah tertentu, maka akan bisa melakukan sesuatu yang terlihat luar biasa.

“Yang tahu itu karomah atau ilmu hikmah, ya Allah, orang itu sendiri, dan orang lain yang diberi tahu oleh Allah,” paparnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, Ubudiyah, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 24 Januari 2018

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka memperingati hari Ibu dan Maulid Nabi Muhammad SAW PC Fatayat NU kabupaten Kudus menggelar Lomba Anak-anak; Fashion Show dan Baby Dancing di SMP NU Al-Ma’ruf Kudus, Ahad (28/12) serta Seminar dan pemeriksaan kanker serviks, di Ranting Karang Bener kecamatan Bae, Rabu (31/12).

Karyati Inayah, Ketua Fatayat NU Cabang Kudus menjelaskan kegiatan dilaksanakan untuk memperingati hari Ibu dan maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar

Ibu dan anak bagi Karyati perlu direkatkan. Sehingga, kegiatan tidak lepas dari keduanya. “Anak-anak sejak dini harus ditanamkan kecintaannya kepada Nabi Muhammad,” terangnya saat dihubungi via telepon.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ditambahkan perempuan asal desa Karang Malang kecamatan Gebog kabupaten Kudus itu menyintai Nabi bisa dilakukan dengan banyak hal. Diantaranya dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan Fatayat. “Apalagi kegiatan digelar bersamaan dengan libur sekolah,” tambah Karyati kepada Rohis Tegal - Rohani Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan kegiatan itu anak-anak lanjutnya akan tumbuh keberanian, kreativitas dan pembentukan karakter sejak dini.

Disamping lomba untuk anak-anak PAUD dan RA pihak Fatayat masa khidmah 2012-2017 sudah melaksanakan 3 kali seminar dan pemeriksaan kanker serviks bekerjasama dengan Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI).

Kegiatan seminar merupakan program bidang kesehatan Fatayat NU Kudus. Melalui kegiatan aktivis Fatayat akan mendapat sosialisasi dan pengarahan. “Harapannya kader Fatayat sejak dini mencegah terjadinya penyakit kanker serviks. Sehingga ibu-ibu muda sehat secara lahiriyahnya,” harapnya. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal

Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan. Ungkapan ini senapas dengan ajaran Islam yang di satu sisi manusia diimbau untuk senantiasa berusaha dalam meraih cita-cita. Tapi di sisi lain diperintahkan pula untuk berpasrah diri kepada Allah soal hasil dari usaha tersebut. Sikap ini merupakan sebuah kesimbangan (tawazun) yang menjauhkan seorang hamba dari perilaku terlalu mengandalkan dirinya sendiri lalu melupakan campur tangan Tuhan di dalamnya.

Rasulullah SAW bersabda:

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ?

Artinya, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah, dan keduanya mengandung kebaikan. Berupayalah maksimal untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah serta janganlah merasa tak berdaya. Apabila engkau tertimpa musibah, jangan katakan ‘Seandainya aku berbuat begini, tentu akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah, ‘Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki’, karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (pintu) perbuatan setan," (HR Muslim).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadits di atas menyiratkan pesan tentang pentingnya bersikap tegar, optimistis, tidak berpikir mundur, dan tidak cengeng, dengan mengembalikan urusan kepada Allah. Ketika seseorang mengalami kegagalan atau peristiwa yang tidak seperti yang didambakan, sepatutnya mengucapkan:

? ? ? ? ?

Qaddarallâhû wa mâ syâ-a fa‘ala

Artinya, "Allah telah menentukan takdirnya dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki."

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, PonPes, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan di Lampung menangis haru mendengar Puja Adelia (5) Binti Juharmin (almarhum) dari Kampung Jukubatu Kecamatan Banjit menyanyikan lagu kerinduan seorang anak kepada bapaknya pada kegiatan santunan anak yatim piatu.

"Ayo bersama alim ulama. Salah satu perilaku alim ulama ialah menyantuni anak yatim seperti genduk (anak perempuan kecil) yang tadi menyanyi dan membuat nangis mbrebes mili (menangis tersedu), itu pahalanya besar," ujar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH Soleh Bajuri di Banjit, Way Kanan yang berada sekitar 220 km sebelaha Kota Bandarlampung, Selasa (4/11).

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan

Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan Lampung, menyantuni 74 anak yatim piatu di daerah tersebut. Dana dari donatur yang dibagikan oleh Paimo, Ketua MWC NU Banjit Rp7 juta lebih.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah penyerahan santunan itu, Puja dipersilakan pembawa acara naik ke panggung untuk menyanyi di hadapan sekitar 2.000 hadirin. Ratusan jamaah, kaum ibu dan laki-laki terpantau menyeka air mata dengan sapu tangan dan tisu mendengar syair-syair kerinduan anak kecil terhadap bapaknya.

Tak seberapa lama, puluhan ibu-ibu berbondong-bondong menuju panggung, menyantuni Puja dan menciumi pipi gadis kecil yang meneteskan air mata itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain Paimo, Asmazi Ketua Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kecamatan Kasui juga terpantau meneteskan air mata.

"Saya terharu mendengar anak kecil yang kehilangan ayahnya menyanyi. Saya kira kita tadi bersama-sama belajar mengenai takdir yang harus diterima saat mendengar lagu tadi," ujar Asmazi.

Pada kegiatan memperingati Tahun Baru Islam 1436 Hijriah bertema "Kita Susun Hati Yang Sama Lewat Cahaya Alim Ulama, Santuni Yatim Hindari Dusta Agama" itu, terkumpul infak Rp4 juta lebih.

Hadir pada kegiatan itu Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda, Direktur Program Ansor Digdaya (mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Heri Amanudin dan sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). (Gatot Arifianto/Mahbib)

Foto: Puja Adelia menyanyikan lagu kerinduan anak yang kehilangan ayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Kajian, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Hari Raya Kurban, Hari Meratakan Santunan

Oleh KH Saifuddin Zuhri?



Pada hari Ahad sehabis sarapan pagi, jika tidak mempunyai aeara khusus saya senang mengikuti siaran Radio Atthahiriyah (di bawah asuhan KH Thohir Rahili) atau Radio Assyafi’iyah (di bawah asuhan KH Abdullah Syafi‘i) atau Radio Eindrawasih (diasuh oleh anak buah KH Syukron Makmun). Radio-radio yang saya sebut namanya di atas tadi sejak sepuluhan tahun yang lalu mempunyai tugas (barangkali yang terpenting ialah) untuk menyiarkan seeara langsung jalannya pengajian umum umat Islam (Majlis Ta’lim) yang dipimpin oleh para ulama kenamaan di Jakarta. Anak-anak muda (umumnya mahasiswa dan pelajar) menangani teknik penyiaran radio untuk mengumandangkan majlis ta‘lim berikut pesan-pesan para ulama dan tokoh-tokoh umat Islam lainnya. Suatu kerja sama kebajikan antara yang tua-tua dengan yang muda-muda, antara guru-guru dengan para santrinya.?

Pagi Ahad yang baru lalu, melalui siaran Radio Atthahiriyah saya mengikuti sebuah pesan penting dan seruan yang tengah disampaikan dalam gaya dan bahasa "khas Betawi" yang koeak: dan akrab. Memperhatikan tekanan suaranya dan eara pengungkapannya, saya menerka balm pembicaranya mirip-mirip KH Abdurrahman Nawi, salah seorang muballigh kita yang "laris" di Jakarta. Ternyata dugaan saya benar. Pembicara tersebut ialah KH Abdurrahman Nawi.?

Hari Raya Kurban, Hari Meratakan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Raya Kurban, Hari Meratakan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Raya Kurban, Hari Meratakan Santunan

Berkata KH Abdurrahman Nawi:?

”Kita ini insyaallah bakal menghadapi ldul Adha tak lama lagi tinggal beberapa hari lagi. ldul Adha atau ldul Kurban juga disebut Idul Akbar. Artinya, bahwa Hari Raya Adha atau Hari Raya Kurban itu ialah Hari Raya paling besar. Kedudukannya tidal: kalah penting dari pad: ldul Fithri kalau tidal: bolelt dikatakan lebih besar.?

”Tapi umumnya klta-kita ini kurang menghargai Idul Adha, jauh sekali bila dibanding dengan penghargaan kita kepada Idul Fitri. Kalau ldul Fitri diibaratkan sebagai seorang tamu agung, maka Idul Adha juga seorang tamu agung, kalau tidak boleh dikatakan lebih agung.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Aneh, umumnya kita ini mendiskreditkan Idul Adha. Berbeda jauh dibanding dengan cara menghormati Idul Fitri yang kita perlakukan sebagai seorang tamu agung yang paling diharapkan kedatangannya dan sebab itu kita muliakan setinggi-tingginya. Maka ldul Adha kita anggap seolah-olah cuma seorang tamu yang langganan datang tiap hari, cukup kita temui hanya dengan memakai kaos oblong . . . !”?

Sebuah kritik bergaya kocak yang tepat sekali dikemukakan oleh KH Abdurrahman Nawi. Tujuan beliau tentulah agar kita lebih menyemarakkan keagungan Idul Adha sesuai dengan namanya, Idul Akbar. Kalau bukan umat Islam, siapakah yang harus menyemarakkan kebesaran dan keagungan Idul Akbar? Orang lain tidak bakalan merayakan Idul Adha apalagi membuatnya menjadi semarak!?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ini bukan sekedar menyangkut syi’ar Islam, tetapi lebih dari itu. Menyangkut langsung pelaksanaan syari’at Islam, kultur Islam, dan syi’ar Islam. Idul Adha bukan sekadar hanya sebutan. Bukan cuma sekadar nama!?

***

Idul Adha, juga disebut Idul Kurban. ’Id, artinya hari raya. Adha, artinya ternak sembelihan (dlahaya, adlhiyyah). Dengan demikian maka Idul Adha berarti: hari raya untuk menyembelih binatang ternak. Adapun tujuan penyembelihan ternak itu untuk mencapai martabat dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala (kurban). Maka itu Idul Adha juga disebut Idul Kurban yang artinya: hari raya untuk memanifestasikan usaha memperdekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Memperdekatkan diri dengan jalan menyembelih binatang ternak pada hari Idul Adha (10 Zulhijjah) dan hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Zulhijiah).?

Kitab-kitab fiqih telah mengatur cara pelaksanaan Idul Adha. Berbeda dengan Idul Fitri yang shalat idnya dikerjakan setelah menunaikan kewajiban zakat fitrah, maka shalat Idul Adha dikerjakan sebelum menyembelih binatang ternak. Adapun waktu penyembelihan ternak itu demikian longgar, mulai setelah selesai shalat Idul Adha hingga 3 hari Tasyriq berturut-turut sebelum terbenam matahari di hari Tasyriq terakhir.?

Ternak yang disembelih (domba-kambing, lembu, kerbau, onta) mestilah yang berkualitas baik. Kecuali karena telah berumur dewasa (domba atau kambing telah berusia 1-2 tahun, lembu telah berusia 2-3 tahun), juga binatang ternak itu yang pilihan. Tidak kurus, tidak kurapan, tidak cacat anggota badannya (tidak buta meski sebelah matanya, tidak putus telinga maupun ekornya, tidak pineang meski sebelah kakinya pun).?

Menyembelih binatang ternak bagi orang Islam pria maupun wanita memang tidak wajib, tidak sebagaimana menunaikan zakat fitrah. Mengorbankan ternak itu sunnah-muakkad hukumnya, artinya: meskipun cuma sunah, tetapi amat dianjurkan atau ditekankan untuk diindahkan. Yaitu bagi siapa saja yang mampu mengorbankan binatang ternak, entah domba entah lembu atau kerbau, bagi siapa saja yang merasa berkecukupan. Ukuran jika mempunyai sisa belanja lebih untuk 4 hari (Idul Adha dan hari-hari Tasyriq). Memang, ukurannya jadi amat relatif. Di sinilah kejujuran seseorang terhadap diri sendiri diuji!?

Apakah dia mampu untuk menyembelih korban meski hanya seekor kambing, dua ekor, tiga ekor hingga 7 ekor (sama dengan l ekor lembu), orang yang bersangkutanlah lebih tahu tentang kadar kemampuannya. Iman dan taqwanyalah yang memimpin kesadarannya, bahwa sejumlah uang seharga ternak yang dikorbankan tidaklah hilang dengan sia-sia. Baik menurut ukuran nilai moral maupun mental (bahkan nilai materialnya pun) pasti sangat menguntungkan dirinya. Perbuatan demikian termasuk melaksanakan taqwa. Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, ia akan memperoleh jalan keluar dari kesulitannya, ia akan memperoleh rezeki dari-Nya secara tidak tersangka-sangka. Demikianlah firman Allah dalam Al-Qur’an.?

Memang tidaklah wajib, hanya sunah muakkadah. Tetapi Junjungan Besar Nabi Muhammad Shallallaahu ’Alaihi Wasallam telah bersabda: ? ”Man kaana lahu sa’atun wa lam yudlahhi falaa yaqrobanna mushallaanaa.” (barangsiapa mempunyai kelapangan rezeki, tetapi tidak melakukan korban ternak, maka janganlah sekali-kali menghampiri tempat shalat kami ini).?

Demikianlah sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Shahabat Abu Hurairah menurut Imam Ahmad dan Ibnu Majah dan lain-lain.?

***?

Sebagai hari raya, Idul Adha bukan sekadar peristiwa rohani dalam hubungan manusia dengan Al-Khaliq. Tetapi meskipun menjadi hamparan untuk mendekatkan diri kepada-Nya (hingga bernama Idul Kurban), Idul Adha mengandung pola sosial, persaudaraan dan seperasaan sepenanggungan (solidaritas). Dengan lain perkataan, Idul Adha menghubungkan ikatan hablun minallah dan hablun minannaas (tali pengikat dalam hubungan denga Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan dalam hubungan dengan sesama umat manusia).

Maka sejarah peradaban Islam (temasuk di Indonesia) sejak berpuluh abad telah menancapkan Idul Adha menjadi salah satu budaya Islam yang diresapi hikmah dan manfaatnya oleh generasi demi generasi. Idul Adha mengabi peranan sangat positif di dalam meratakan santunan di antara sesama umat Islam yang kaya maupun yang miskin, ulama manpun santri, pemimpin maupun golongan awam.?

Berbeda dengan zakat fitrah yang harus dinikmati oleh para fakir miskin dan sang pemberi zakat fitrah sama sekali tidak boleh turut menikmatinya, maka ternak penyembelihan (kurban) boleh dinikmati oleh sang pemberi kurban sekadarnya. Kecuali jika kurban itu bersifat kaul (nadzar) maka pengurban tidak boleh turut menikmati daging sembelihan kurban itu, sebagaimana digariskan oleh fiqih Islam: wa laa ya’kulu al-mudlahhi syaian minal adlhiyyati al-manzurati (pengurban tidak boleh ikut makan daging sembelihan yang dilakukan karena nadzar).?

Demikianlah, maka santunan yang diratakan oleh Idul Adha dirasakan juga oleh orang-orang kaya meskipun yang melakukan kurban binatang ternak. Hukum persamaan hak bagi yang kaya dan yang miskin. Bagi orang-orang fakir miskin sudah jelas mendatangkan kegembiraan karena memperoleh santunan. Dan bagi orang kaya pun akan tergugah hatinya bahwa orang yang memperoleh santunan adalah menikmati kegembiraan. Meskipun orang kaya senang juga mendapat bagian santunan, apalagi mereka yang miskin.?

Inilah faktor ikatan persaudaraan sesama orang Islam. Apakah ia orang kaya, berkedudukan tinggi, berkuasa, ataukah ia orang miskin dan awam, oleh Islam mereka itu dipertalikan sebagai satu saudara. Dari ikatan persaudaraan akan ditanamkan sikap setia kawan dan rasa sepenanggungan (solidaritas).?

Contoh-contoh dalam Islam banyak sekali mendidik umatnya untuk menggalang persatuan, persaudaraan, dan persamaan sikap. Shalat Jum’at, shalat Idul Fitri/Idul Adha, tidak bisa dilangsungkan tanpa jama’ah (persatuan) di bawah pimpinan imam. Pelajaran yang diberikan oleh ibadah puasa Ramadhan dan ibadah Haji (wuquf) jelas sekali mendemonstrasikan solidaritas sesama umat Islam. Adapun tujuan berzakat adalah untuk menyantuni sesama saudaranya dalam Islam atas dasar solidaritas ukhuwah.?

Benar sekali, bahwa seseorang pada saat ia menamakan dirinya orang Islam, pada saat itu juga ia adalah anggota umat Islam!?

Pada saat seluruh dunia Islam mcnggemakan suara Takbir dan menggalang persaudaraan persatuan di Hari Raya Idul” Adha, api peperangan antara umat Islam Iraq dengan umat Islam Iran, mendekati 4 minggu. Batu ujian bagi dunia Islam!?

Peperangan antara umat Islam Iraq dan dengan umat Islam Iran, ataukah peperangan antara pemimpin-pemimpin politik kedua pihak memperebutkan popularitas, kemegahan, dan Dollars?





Pelita, 17 Oktober 1980

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 07 Januari 2018

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Persoalan Papua yang pertama dan utama adalah persoalan politik. Adapun permasalahan-permasalahan lain seperti ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya itu hanya bersifat sekunder. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan Papua maka harus menggunakan pendekatan politik yang tepat.

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua

Demikian disampaikan Menteri Negara Percepatan Kawasan Timur Indonesia era Presiden Megawati, Manuel Kaisiepo, saat diskusi dengan tema Gus Dur, Papua, dan Paradigma Pembangunan di Jakarta, Rabu (26/7).

Ia menjelaskan, persoalan politik Papua tersebut setidaknya disebabkan dua hal. Pertama, Integrasi Papua ke wilayah Indonesia baru terjadi pada tahun 1963. Maka dari itu, ada semacam pikiran bahwa Papua tidak mengalami perjuangan bersama dengan masyarakat Indonesia lainnya. 

Kedua, kekerasan yang terjadi pada masa Orde Baru. Manuel menyebutkan, pada zaman Orde Baru Papua diperlakukan sebagai daerah militer. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kekerasan militer yang luar biasa. Itu yang terjadi. Itu membawa penderitaan, kekecewaan yang ikut dalam alam pikiran masyarakat Papua,” urainya.

Selain itu, pembangunan yang di bumi Cendrawasih itu dinilai sangat eksploitatif terhadap alam Papua. Oleh sebab itu, berbagai perlakuan dan kekerasan yang terjadi selama masa Orde Baru membuat masyarakat Papua tidak percaya dengan pemerintah yang ada.  

Lebih jauh, Manuel mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menjadikan KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid sebagai Presiden Indonesia. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal itu disebabkan karena Gus Dur lah yang telah membangun kepercayaan masyarakat Papua dengan kebijakan yang dikeluarkan dan pendekatan yang dilakukan Gus Dur kepada masyarakat Papua. 

Menurut dia, hal pertama yang mesti dibangun adalah kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah. Karena itu tidak dilakukan, maka apapun pembangunannya akan sia-sia. 

“Yang harus dibangun pertama-tama adalah rasa percaya. Dan tokoh dibalik trust building adalah Abdurrahman Wahid. Beliau memiliki pendekatan dengan semua orang Papua di luar jalur formal. Beliau punya nomer-nomer hp-nya,” ungkapnya.

Diantara hal yang dilakukan Gus Dur untuk membangun kepercayaan masyarakat Papua, lanjut Manuel, adalah mengganti nama Irian dengan Papua, ikut merayakan Natal di Papua, dan mengakomodir kepentingan rakyat Papua. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Habib, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Bahasa adalah jembatan kompetisi. Demikian salah satu entri poin bagi SMK Ma’arif 5 Gombong, Kebumen, Jawa Tengah ketika menyiapkan peserta didiknya dalam memenangkan kompetisi global.?

Alasan itulah yang mendasari SMK Ma’arif 5 Gombong mengadakan Mastering Sistem, yakni pengajaran secara intensif materi pelajaran Bahasa Inggris untuk seluruh siswa SMK Ma’arif 5 Gombong.

SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris

Hal tesebut diungkapkan Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong, Ahmad Sobirin, Selasa (1/11) siang di Kantor Redaksi Rohis Tegal - Rohani Islam, Jakarta.

“Kegiatan Mastering Sistem bekerjasama dengan tutor Bahasa Inggris dari Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan selama sebulan yaitu dari 27 Oktober sampai 23 November mendatang,” terang Sobirin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menambahkan ada empat orang tutor dari Kampung Inggris Pare yang diterjunkan melatih para siswa di sekolah yang terletak di pinggiran Kota Gombong, berjarak 22 kilometer dari pusat Kota Kebumen itu. Ada pun jumlah siswa adalah sebanyak 487 dari empat jurusan..

“SMK Maarif 5 Gombong memiliki 4 program studi atau jurusan yaitu Akuntansi, Administrasi Perkantoran/Sekretaris, Teknik Kendaraan Ringan, dan Multimedia. Semua siswa jurusan itu kami libatkan. Kami ingin menambah skill mereka dalam berbahasa Inggris dengan metodologi yang berbeda, tidak sekadar teori, namun lebih ditekankan ke conversation,” kata aktivis NU yang juga menjabat Wakil Ketua MWCNU Gombong Bidang Pengkaderan.

Menurut Sobirin, dengan metode conversation, siswa diajak langsung berbicara dalam bahasa Inggris. Pemberian pengetahuan grammar dan kosa kata, dilakukan di sela-sela atau mengiringi saat metode conversation.

“Jadi metode tersebut akan menumbuhkan keberanian dan kepercaayaan diri para siswa dalam berahasa Inggris,” tutur Sobirin.

Kegiatan Mastering Sistem terbagi dalam beberapa waktu. Untuk siang hari, pelatihan diberikan dari pukul 13.00 hingga 17.00, terbagi dalam dua termin atau sesi. Sesi pertama pukul 13.00-15.00. Dan sesi kedua pukul 15.00-17.00.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami juga memiliki siswa yang mukim karena SMK Ma’arif 5 termasuk SMK berbasis komunitas pesantren. Jadi kami ada Pondok Pesantren Annahdiyah 5 Gombong. Untuk siswa yang mukim, pelatihan dan praktik Bahasa Inggris ditambahkan pada jam delapan sampai sepuluh malam. Juga ada sesi pagi yaitu dari jam empat sampai enam pagi,” kata Sobirin.

SMK Ma’arif 5 Gombong berdiri pada 17 Mei 1999. Terletak di Jalan Lingkar Selatan 32 Desa Patemon, SMK Ma’arif 5 Gombong memiliki akreditasi ISO 9001 2008. Sejak April 2016, sekolah ini menempati lokasi yang merupakan aset PBNU. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 18 Desember 2017

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejumlah bhakti sosial telah disiapkan dalam rangkaian menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur awal Agustus mendatang. Di antaranya pemeriksaan mata yang dilanjutkan operasi mata secara gratis.

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis

"Operasi katarak akan digelar 23 hingga 26 April di RSUM," kata Direktur Rumah Sakit Unipdu Medika (RSUM), Zahrul Azhar Asumta, Ahad (5/4). Rumah sakit itu sendiri merupakan bagian dari Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang.

Kegiatan yang mampu menangani seribu pasien ini tidak hanya bisa diikuti warga Jombang dan kota-kota lain di Jawa Timur. "Dari luar Jawa Timur bahkan luar Jawa sekalipun juga bisa ikut," kata Gus Han, sapaan akrabnya. Hanya saja ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi bagi pasien dari luar, lanjutnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Salah satunya harus menyertakan surat keterangan kesehatan dari dokter di mana salah satu poinnya mengindikasikan bahwa gula darah yang bersangkutan normal," kata pimpinan di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso ini. 

Selain itu, panitia tidak menanggung akomodasi selama menjalani operasi. "Ongkos perjalanan menuju lokasi serta penginapan selama mengikuti operasi, diserahkan kepada peserta," tandas host program safar to di Rajawali Televisi (RTV) ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk bisa mengikuti acara yang tidak dipungut biaya sepeser pun ini sangatlah mudah. "Ada dua cara," kata Ketua PW Lembaga Kesehatan NU Jatim ini. Formulir bisa didownload di website RTV.co.id yang disediakan hingga 20 April, lanjutnya. Atau bisa langsung datang dengan mengisi data yang ada serta mengembalikannya ke RSUM secara langsung.

Kelebihan yang akan diterima pasien dari Jawa Timur adalah harus mengikuti proses screening kesehatan pada 10 hingga 11 April. "Seluruh rangkaian acara dilangsungkan sejak jam 8 pagi hingga selesai," katanya.

Tidak berhenti sampai di situ. Para pasien yang nantinya mengikuti kegiatan operasi katarak akan mendapatkan fasilitas kaca mata secara cuma-cuma. "Selain operasi mata katarak gratis, pasien juga diberi kacamata gratis," kata Pengasuh Asrama At-Tien di PP Darul Ulum ini.

Seluruh kegiatan dan fasilitas ini diberikan sebagai salah satu khidmat panitia Muktamar ke-33 NU yang diselenggarakan di Jombang. Kegiatan juga sebagai mata rangkai jelang temu alumni akbar Pondok Pesantren Darul Ulum, serta Hari UlangTahun (HUT) Rajawali Televisi yang pertama.

"Bila informasi yang disampaikan di sejumlah media termasuk pamflet atau selebaran dirasa kurang jelas, para pasien atau pihak keluarga dapat datang langsung ke RSUM, atau bisa menghubungi panitia di nomor telepon 0321 873699," katanya menyudahi perbincangan. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, AlaNu, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 05 Desember 2017

KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

KH Chudlori lahir di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah dari pasangan Muhammad Ikhsan dan Mujirah. Ia anak kedua dari sepuluh bersaudara. Muhammad Ikhsan adalah penghulu Tegalrejo pada masa penjajahan Belanda. Ayah Muhammad Ikhsan bernama Abdul Halim, juga penghulu zaman Belandayang sangat dihormati. Abdul Halim menangani urusan agama di Magelang meliputi kecamatan Candimulyo, Martoyudan, Mungkid, dan Tegalrejo.

Pada tahun 1923, seteleh menyelesaikan Hollandsch-Inlandsche School (HIS), lembaga pendidikan setingkat Sekolah Dasar zaman Belanda, Chudlori kecil dikirim ayahnya ke pesantren Payaman yang diasuh KH Siroj. Ia menghabiskan 2 tahun di pesantren tersebut. Kemudian pindah ke pesantren Koripan di bawah asuhan Kiai Abdan. Tapi kemudian pindah lagi ke pesantren Kiai Rahmat di daerah Gragab hingga tahun 1928.

KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

Kehausan akan ilmu agama, ia kemudian nyantri ke Tebuireng yang waktu itu diasuh Hadrotussyekh KH Hasyim Asyari. Di pesantren pendiri NU tersebut, ia mempelajari beragam kitab.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Saat di Tebuireng, ayah Chudlori mengirim uang sebanyak Rp. 750,- per bulan, tetapi ia hanya menghabiskan Rp.150,- dan mengembalikan sisanya. Chudlori hanya makan singkong dan minum air yang digunakan untuk merebus singkong tersebut. Dia melakukan ini dalam rangka riyadlah, amalan yang biasa dilakukan para santri.

Cerita lainnya tentang Chudlori, di kamarnya di Tebuireng, ia membuat kotak belajar khusus dari papan tipis dan menempatkan kotak tersebut diantara loteng dan atap. Kapan saja bila ingin menghafal atau memahami pelajarannya, Chudlori naik dan duduk di atas kotak sehingga bisa berkonsentrasi dengan baik. Kotak ini sempit, tidak nyaman dan berbahaya untuk duduk. Jadi dengan kedisiplinan dia dapat belajar setiap hari hingga tengah malam. Kapan saja tertidur sebelum tengah malam, dia menghukum dirinya sendiri dengan berpuasa pada hari berikutnya tanpa makan sahur

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kemudian pada tahun 1933, ia pindah lagi Bendo, Pare, Kediri, menjadi santri Kiai Chozin Muhajir. Di situ ia belajar fiqih dan tasawuf seperti kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali. Empat tahun berikutnya, ia mengaji di pesantren Sedayu, belajar ilmu membaca Al-Qur’an selama 7 bulan. Pada tahun 1937, ia nyantri lagi ke Lasem, Jawa Tengah, yang diasuh KH Mashum dan KH Baidlowi.

Setelah menikahi putri KH Dalhar Watucongol, ia sempat mengajar di pesantren mertuanya tersebut. Namun mengajarkan ilmu agama di kampung halamannya adalah cita-citanya yang menggebu-gebu sehingga ia selalu melakukan mujahadah dan meminta petunjuk Allah Swt untuk niatnya itu.

Setelah mendapat petunjuk dan membicarakan kepada mertuanya, kemudian pada 15 September 1944 KH Chudlori pulang kampung dan mendirikan pesantren di Tegalrejo. Masyarakat desa itu, ketika ia mendirikan pesantren, terbelah menjadi yang pro dan kontra. Kalangan yang pro gembira karena ada anak kampungnya yang menyebarkan ajaran agama. Sebaliknya yang kontra, lebih karena antipati terhadap penyebaran Islam.

Sebagai kiai yang digembleng bertahun-tahun, Chudlori tetap tegar menghadapi kalangan yang kontra. Ia tetap menjalankan misinya mengembangkan syariat Islam.

Awalnya, Chudlori tak memberikan nama khusus pada pesantrennya, namun pada tahun 1947, atas saran teman-teman seperjuangannya, ia menamainya dengan Asrama Perguruan Islam (API). Nama itu merupakan hasil istikharahnya. Dengan nama itu, ia berharap santri-santrinya kelak akan jadi api penerang umat dalam kegelapan.

Pada tahun 1947, ketika Belanda melakukan Agresi Militer, Pesantren API menjadi benteng perjuangan mempertahankan kemerdekaan oleh para gerilyawan. Bahkan Chodlori yang kini sudah bergelar kiai, mengizinkan santrinya untuk turut berjuang. Aktivitas belajar-mengajar dihentikan untuk sementara waktu.

Karena perjuangan itu diketahui Belanda, pesantrennya kemudian dibakar habis. Santri, keluarga, dan Kiai Chudlori sendiri mengungsi dari satu desa ke desa lain. Kemudian di tahun 1949, ia kembali ke desanya dan mebangun kembali pesantren. Prmbangunan kali ini, dibantu warga masyarakat yang telah bersimpati pada perjuangannya. Santri pun bertambah banyak. Pada tahun 1977, ia memiliki sekitar 1500 santri. Di tahun tersebut, pesantren API sedang berkembang pesat, tapi di tahun itu pula Kiai Chudlori dipanggil yang Kuasa. (Abdullah Alawi, dari berbagai sumber)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 04 Desember 2017

Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Banjarnegara dan sekitarnya hingga saat ini telah menerjunkan 120 relawan dengan membawa sejumlah peralatan untuk membantu proses evakuasi korban.

Pengurus Pusat LPBI NU melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banjarnegara juga telah mengirimkan bantuan awal untuk membeli peralatan evakuasi dan operasional Tim.

Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan

Selain itu, saat ini Tim Relawan NU dipandu oleh assessor dari PP LPBI NU juga sedang melakukan assessment terutama terkait kebutuhan pengungsi.? Setelah assessment nanti, LPBI NU bersama seluruh komponen NU di Banjarnegara akan mendistribusikan bantuan yang dibutuhkan oleh pengungsi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

PCNU Banjarnegara juga telah mendirikan Posko Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Longsor Banjarnegara di salah satu rumah kader NU di Dusun Ngaliyan yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian atau di depan Pos Pengungsian Utama korban longsor yang berasal dari Dusun Jemblung. Posko ini selain sebagai pusat informasi juga tempat menerima bantuan kemanusiaan untuk didistribusikan kepada korban longsor di Banjarnegara.

Data LPBI NU yang diperoleh dari BNPB dan BPBD Banjarnegara menyebutkan bahwa hingga Senin (15/12) siang, korban meninggal akibat longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara adalah 39 orang, sementara 69 orang masih dalam pencarian. Sedangkan rumah yang tertimbun longsor sebanyak 38 rumah. Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan dari berbagai pihak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengumumkan status darurat bencana pada Sabtu, 13 Desember 2014. Jumlah pengungsi hingga Ahad, 14 Desember 2014 diperkirakan berjumlah 1.692 orang. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 30 November 2017

Bencana Garut, 2.200 Anak Butuh Seragam dan Peralatan Sekolah

Garut, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebanyak 2.200 anak sekolah dasar, menengah maupun atas sederajat menjadi korban terkena dampak bencana banjir bandang Kabupaten Garut, Jawa Barat sehingga ribuan anak tersebut membutuhkan seragam dan peralatan sekolah.

Bencana Garut, 2.200 Anak Butuh Seragam dan Peralatan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bencana Garut, 2.200 Anak Butuh Seragam dan Peralatan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bencana Garut, 2.200 Anak Butuh Seragam dan Peralatan Sekolah

"Ada sekitar 2.200 anak yang menjadi korban terkena dampak banjir, mereka membutuhkan perlengkapan sekolah," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong kepada wartawan di Garut, Ahad (25/9).

Ia menuturkan seluruh anak yang terkena dampak banjir itu dari 15 sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Sejak kejadian banjir, kata dia, kegiatan belajar mengajar tidak optimal karena banyak siswa yang seragam dan perlengkapan belajarnya hanyut terbawa arus banjir.

"Anak-anak tidak mempunyai perlengkapan sekolah karena hanyut dan terendam air," ucapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia mengatakan para anak didik itu membutuhkan bantuan berupa seragam sekolah, buku, tas, sepatu dan peralatan tulis untuk tingkat PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. "Mereka anak-anak sekolah korban banjir membutuhkan itu agar mereka bisa sekolah," katanya.

Ia menambahkan sekolah yang terkena dampak banjir menyebabkan kursi, meja, lemari dan papan tulis, termasuk buku-buku di kelas maupun kantor rusak dan kotor. Bahkan, lanjut dia, ada delapan sekolah yang peralatan lab komputer, perpustakaan dan peralatan belajar mengajarnya rusak.

"Ada yang perlengkapan sekolah rusak, bahkan pada hari pertama bencana sekolah diliburkan dulu," katanya. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Santri, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 29 November 2017

Warga NU Sumberasih Latihan Urus Jenazah

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Memeriahkan Harlah ke-91 NU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Sumberasih, Probolinggo menggelar pelatihan mengurus jenazah, Selasa (10/6). Puluhan peserta pelatihan belajar menangani seseorang jelang sakratul maut, pemandian, pengafanan, pensholatan, hingga penguburan jenazah.

Peserta pelatihan yang digelar di aula MTs Wali Songo desa Laweyan, terdiri atas para pengurus NU mulai dari tingkat wakil cabang, ranting, anak ranting di samping pengurus lembaga, lajnah, dan badan otonom NU.

Warga NU Sumberasih Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sumberasih Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sumberasih Latihan Urus Jenazah

“Melalui pelatihan ini, kita setidaknya berupaya menciptakan kader NU yang benar-benar andal dan terampil dalam mengurus jenazah. Sederhananya, warga NU bisa mengurus jenazah keluarganya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain,” ujar Ketua MWCNU Sumberasih Imam Syafi’i.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Imam, pelatihan rukun kifayah ini bertujuan untuk berbagi ilmu secara mendalam terkait tata cara merawat jenazah yang benar menurut syari’ah Islam.

“Dengan pelatihan ini warga NU bisa mengamalkan bagaimana cara merawat jenazah yang benar sesuai dengan tuntunan Aswaja NU dan kitab-kitab yang digunakan ulama NU,” jelasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 25 November 2017

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat

Denpasar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kondisi perekonomian dan kependudukan di Indonesia adalah dua hal yang saling berlawanan. Perkembangan dua bidang tersebut seakan berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling mendukung.

“Kita ini seperti lari di eskalator (tangga berjalan, Red), karena ekonomi lambat dan laju pertembuhan penduduk cepat. Karena itu jadi tidak seimbang," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rozy Munir.

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat

Hal itu disampaikan Rozy di sela-sela Konferensi Internasional Pemimpin Muslim untuk Mendukung Program Kependudukan dan Pembangunan, di Inna Grand Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Selasa (13/2).

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia, menurutnya, adalah 1,35 persen. Angka tersebut patut diwaspadai. "Yang laju pertumbuhan penduduknya 1 persen bakal jadi 2 kali lipat dalam 70 tahun, jadi kita harus waspada juga,” imbuh Rozy, demikian panggilan akrabnya.

Sementara itu, menurut Direktur UNFPA Asia Pasifik Sultan Azis, Indonesia telah sukses melaksanakan program Keluarga Berencana (KB). Meski demikian, kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.

“Jumlah penduduk muda di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar. Jadi kualitasnya harus ditingkatkan karena Indonesia harus bersaing dengan Korea dan Jepang," ujar Azis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut dia, dalam program KB, pengendalaian jumlah penduduk bukan satu-satunya hal yang penting, namun juga kualitas hidup manusia. Kini jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta. Artinya, dengan KB Indonesia berhasil menghemat 8 juta penduduk.

Pembatasan Kelahiran dalam Islam

Pengaturan kelahiran diperbolehkan dalam Islam. Namun pembatasan kelahiran hanya boleh dilakukan bila situasinya mendesak atau force majeure.

"KB di Islam harus dijalankan dengan nilai ke-Islam-an. Dan ini dipengaruhi

Rohis Tegal - Rohani Islam

kultur dan sistem pemerintahan negara. Pembatasan dan pengaturan itu beda," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi.

Direktur Jenderal Bimbingan Islam Islam Departemen Agama Nazarudin Umar menambahkan, agama telah dijadikan dalil untuk menolak KB oleh beberapa orang. Karena itu, pemuka agama berperan besar dalam menggunakan bahasa agama untuk menjaga kesehatan reproduksi.

"Dan dari pengalaman program KB di Indonesia, negara kita punya posisi strategis untuk bridging dalam dunia ide dan kultur," ujarnya. (dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Sholawat, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 15 November 2017

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Tegal, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kiai Said) menegaskan bahwa NU, masyarakat, dan Indonesia juga harus maju. Hal itu dikatakan Kiai Said saat menghadiri Halal Bihalal di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Kamis (20/7).

Kemajuan itu, kata Kiai Said, yakni maju di bidang agama, akhlak, ilmu religi, kultur, moral, kemanusiaan, dalam bahasa arabnya Tsaqafah. "Kalau masyarakat Tegal, warga NU, semuanya agamanya bagus, akhlaknya bagus, cerdas berpendidikan, namanya masyarakat itu telah maju di bidang tsaqafah," ujar Kiai Said.

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Yang kedua, lanjutnya, kemajuan dibidang ekonomi, tatanan kehidupan masyarakat, administrasi, manajemen, pembangunan fisik. "Kemajuan itu dalam bahasa arab namanya hadharah. Jika kedua-duanya maju, maka orang itu disebut tamaddun atau mutamadin. Sedangkan masyarakatnya disebut Madinah," jelasnya

Menurut kiai kelahiran Cirebon itu, Warga NU masih bisa dibanggakan tsaqafahnya, agamanya, akhlaknya, moralnya bagus. Tetapi warga NU yang masih ketinggalan dibidang hadoroh, kesejahteraannya masih ketinggalan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Masih banyak warga NU yang sangat-sangat miskin, sangat-sangat fakir, menyedihkan kalau kita lihat, masih banyak warga NU yang masih berpikir besok makan apa. Hari ini tidak makan, tapi besok makan apa? Ungkap Kiai Said

Fakir itu, kata Kiai Said, rezekinya ditentukan oleh tulang punggungnya. Kalau mau angkat-angkat dia bisa makan, kalau tidak angkat-angkat, maka tidak makan. "Kalau miskin punya sumber rezeki/gaji, punya masukkan tapi kurang mencukupi," terangnya

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karena itu, bagaimana caranya agar agamanya maju, akhlaknya baik, pendidikannya maju, ekonominya juga maju.

"Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah berhasil 15 abad yang lalu membangun Madinah. Masyarakatnya? beriman, berakhlak, berbudaya, bermoral, dan sejahtera, tidak ada yang kelaparan. Maka negaranya namanya Madinah, karena masyarakatnya cukup sandang, pangan, papan, dan agamanya bagus," urai Kiai Said.

Ia menegaskan, tidak boleh ada orang atau sekelompok orang kaya sendiri, tidak boleh kenyang sendirian. Tidak boleh organisasi hanya memikirkan kepentingan organisasinya saja.

"Semua harus bekerja sama untuk mewujudkan itu. Kewajiban pemerintah bagaimana membangun kesehatan masyarakat, kesejahteraan, pendidikan dan lainnya agar maju semua. Negara maju bukan hanya ekonomi saja tapi juga pemerataan," imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman, sejumlah kiai, Pemuda Ansor, Banser dan ratusan warga Nahdliyin. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 13 November 2017

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Bone, Rohis Tegal - Rohani Islam

Imam Besar Muslim Centre New York dan Presiden Nusantara Foundation USA Shamsi Ali menjelaskan fenomena muslim di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga bercerita bahwa di negara tersebut, perempuan muslim hanya dianggap sebagai makhluk nomor dua.

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Sesungguhnya, kata dia, Islam tak membatasi gerak gerik perempuan. “Hal inilah yang saya kagumi dari Ibu Majdah Agus setiap minggu mengelilingi Sulawesi Selatan untuk berdakwah menyebarkan nilai-nilai Al-Quran,” katanya mengomentari Ketua Muslimat NU Sulsel pada Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (2/8).

Sebagaimana diketahui, Majdah MZ Agus Arifin Numang adalah Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) disamping sebagai istri Wakil Gubernur Sulsel.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Shamsi Ali menambahkan, dakwah di Amerika Serikat sangat berbeda dengan dakwah di Indonesia. “Hal yang selalu saya sampaikan di Amerika Serikat terkait rasisme bahwasanya Islam datang untuk menjadi obat atas banyaknya rasisme karena sesungguhnya Islam memandang manusia yang paling mulia adalah orang yang bertkwa,” jelasnya.

Ia juga mengkritik tentang fenomena umat Islam yang hanya mementingkan Islam sebagai simbol, bukan sebagai nilai yang harus diimplementasikan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Padahal, sambungnya, Islam sangat menuntut umatnya harus bergerak, berkompetisi, bersilaturrahim, meningkatkan SDM, berdakwah dengan baik, menyuarakan Islam yang ramah, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) dengana Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone yang dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Bahtsul Masail, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 09 November 2017

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang

Utang merupakan salah satu bentuk mu‘amalah yang diperbolehkan. Namun demikian setan kerap menggoda kita agar mengemplang utang termasuk utang pajak. Kita dibujuk untuk tidak memenuhi kewajiban membayar utang. Karenanya membayar utang adalah jihad yang sangat luar biasa.

Di samping faktor bujukan setan, kita belum sanggup melaksanakan kewajiban bayar utang karena belum mampu. Pikiran kita terbebani oleh utang itu karena rezeki yang habis hanya untuk makan tanpa tersisa untuk disisihkan.

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang

Untuk kondisi seperti ini Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang diharapkan agar Allah menurunkan beban utang yang sedang kita pikul.

Rohis Tegal - Rohani Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhummakfinî fi halâlika ‘an harâmik, wa aghninî bi fadhlika ‘amman siwâk

Rohis Tegal - Rohani Islam

Artinya, “Tuhanku, cukupilah diriku dengan jalan (harta) yang Kauhalalkan, bukan jalan (harta) Kauharamkan; dan lengkapilah diriku dengan kemurahan-Mu, bukan kemurahan selain diri-Mu.”

Doa Rasulullah SAW yang diterima Sayidina Ali RA ini diajarkan kepada salah seorang mukatab (budak yang tengah mencicil kemerdekaan dirinya) saat mengeluhkan beban utangnya kepada Sayidina Ali. “Maukah kamu kalau kuberitahu beberapa kalimat yang diajarkan Rasulullah SAW kepadaku? Kalau kau terbebani utang sebesar gunung, niscaya Allah akan melunasinya,” kata Sayidina Ali.

Meskipun utang diperbolehkan, hanya saja besaran utang ini perlu diperhatikan. Kalau bukan untuk kepentingan yang sangat mendesak, baiknya hindari utang. Karena utang dengan besaran yang tinggi akan menyulitkan kita sendiri. Doa ini diriwayatkan Sayidina Ali dan dicantumkan oleh Imam An-NAwawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Internasional, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 07 November 2017

Kitab Karya Katib Syuriyah PBNU Jadi Materi Wajib di Pesantren Jember

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pondok Pesantren Darul Hikam Jember, Jawa Timur, mewajibkan santrinya untuk membaca atau menguasai kitab Fathul Mujib al-Qarib. Kitab karya Katib Syuriyah PBNU KH. Afifudin Muhajir yang juga Wakil Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo ini merupakan syarah atas kitab matan Taqrib karya Imam Abu Syuja’.

Menurut Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Jember, Dr. MN. Harisudin, kitab Fathul Mujib al-Qarib ini sangat penting bagi santri, terutama dalam kaitannya memahami teks-teks fiqh yang sangat beraneka ragam.

Kitab Karya Katib Syuriyah PBNU Jadi Materi Wajib di Pesantren Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Karya Katib Syuriyah PBNU Jadi Materi Wajib di Pesantren Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Karya Katib Syuriyah PBNU Jadi Materi Wajib di Pesantren Jember

“Beda dengan kitab fiqh yang lain, kitab Fathul Mujib al-Qarib sangat mudah dibaca. Penjelasannya juga sangat ringkas dan tidak bertele-tele. Pun juga contoh yang diberikan—meskipun tidak banyak—sangat kontekstual dan sesuai kenyataan,” kata Kiai muda yang juga dosen Pasca Sarjana IAIN Jember tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seperti diketahui, ketokohan Katib Syuriyah PBNU Drs. KH. Afifudin Muhajir, dalam bidang fiqh dan ushul fiqh sudah diakui publik. Kiai Afif disebut-sebut sebagai “kamus berjalan” di kedua disiplin keilmuan itu.

Kitab Fath al-Mujib al-Qarib ini pun telah dibedah oleh PCNU Jember dengan mengundang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur pada 28 September 2014 di Pesantren Nuris Jember. Hadir pada kesempatan itu, KH. Afifudin Muhajir dan Ust. Idrus Romli dari Aswaja Center NU Jawa Timur. (Anwari/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 10 Oktober 2017

Ada Doa untuk Muslim Gaza di MOS MINU Walisongo

Bojonegoro, Rohis Tegal - Rohani Islam. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro telah memasuki tahun ajaran baru. Pada Senin (14/7) para peserta didik baru mengikuti Masa Mengenal Lebih Dekat atau yang biasa disebut "Melekat", istilah lain Masa Orientasi Siswa di madrasah tersebut. ?

Ahsanul Amilin, guru Bagian Kesiswaan mengajak anak-anak untuk memulai tahun pelajaran baru dengan baik, “Semoga banyak dari kita yang berubah menjadi lebih baik berkat bersekolah di MINU dan juga berkah dari bulan Ramadhan yang mulia ini,” kata guru Penjas di madrasah Milik Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sumberrejo tersebut.

Ada Doa untuk Muslim Gaza di MOS MINU Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Doa untuk Muslim Gaza di MOS MINU Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Doa untuk Muslim Gaza di MOS MINU Walisongo

Dalam sambutannya, guru yang berdomisili di Desa Talun tersebut mengajak siswa-siswi dan wali siswa yang hadir untuk berdoa agar dimudahkan rezeki serta dijauhkan dari penyakit. Ia juga mengajak untuk mendoakan saudara-saudara seiman di Gaza Palestina agar tabah dan penderitaan segera berakhir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami ingin dengan doa anak-anak yang masih polos dan belum baligh ini, kebebasan Gaza Palestina bukan hanya mimpi. Biasanya doa anak-anak kecil yang tidak berdosa kan lebih mustajab,” begitu alasan guru yang juga wali kelas VI tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan Apel Khusus menyambut siswa baru tahun pelajaran 2014/2015 kali ini di sampaikan juga yel-yel sebagai pelecut semangat bagi siswa-siswi kedepan. Mulai dari yel-yel statis sampai yel-yel fleksibel ala Ahlusunnah wal Jama’ah. (Satria el-Ahsany/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 24 September 2017

Ma’arif Jateng Jaring Penulis, Ini Para Peserta yang Lolos

Klaten, Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah melakukan proses seleksi hingga tahap II (Ujian Menulis), panitia seleksi “Ma’arif Mencari Penulis” dari LP Ma’arif NU Jawa Tengah telah mendapatkan beberapa nama, yang nantinya akan menjadi penulis buku ke-NU-an.

Ma’arif Jateng Jaring Penulis, Ini Para Peserta yang Lolos (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif Jateng Jaring Penulis, Ini Para Peserta yang Lolos (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif Jateng Jaring Penulis, Ini Para Peserta yang Lolos

Berikut nama-nama para peserta yang lolos tahap kedua sesuai dengan Surat Keputusan No. 525/PW.11/LPM/UM/11/2016 tanggal 1 Maret 2016 :

1. Miftahudin. S.Pd.I (Semarang)

2. Widodo Hami, S.Pd (Kendal)

3. Ahmad Agung Bisyara, S.Sy. (Pekalongan)

Rohis Tegal - Rohani Islam

4. Rosyidi, S.Pd.I (Karanganyar)

5. M. Ulil Albab (Brebes)

Rohis Tegal - Rohani Islam

6. Zahrul Umam, S.Hum (Kudus)

7. Moh. Farhan, M.Pd.I (Pati)

8. Misbahus Surur, S.H.I. (Banyumas)

9. Ahmad Taufik (Demak)

10. Sholikin, M.Pd.I (Blora)

11. Ahmad Nuruddin S.Pd (Blora)

12. M. Dalhar (Jepara)

Menurut Ketua Panitia Seleksi “Ma’arif Mencari Penulis”, H Muthohar, proses pemilihan penulis dilakukan setelah melalui dua tahap yakni tahap pertama seleksi administrasi dan tahap kedua yakni ujian menulis.

Salah satu peserta asal Karanganyar yang lolos seleksi, Rosyidi, mengaku senang dengan hasil pengumuman ini. “Semoga bisa menjadi wahana perjuangan syiar Aswaja melalui tulisan dan buku,” terang Kepala Madrasah MI NU Pojok Karanganyar itu. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock