Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam - Virus malas yang menjangkiti setiap manusia merupakan biang penyakit yang sangat berbahaya dan merusak kehidupan dunia akhirat. Kemalasan akan menggerogoti kesuksesan dan kemuliaan hidup seseorang. Untuk itu, virus malas harus diberantas dengan kobaran api semangat man jadda wajada (Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil).

Demikian disampaikan KH Muhammad Ali Shodiqin yang biasa disapa Gus Ali Gondrong saat mengisi pengajian silaturahmi Bupati Brebes dan masyarakat di Islamic Center Brebes, Jumat (15/4) malam.

Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat (Sumber Gambar : Nu Online)
Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat (Sumber Gambar : Nu Online)

Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat

Gus Ali Gondrong mengatakan, melawan virus malas harus dengan api semangat seperti gunung berapi yang menyala-nyala. Adanya api semangat tidak akan tumbuh rumput keraguan. Satukan niat dan tekad untuk meraih mimpi, namun syaratnya harus jujur. Karena segala sesuatunya Allah SWT yang mengatur.

“Bukan kesulitan yang membuat takut, tapi ketakutan yang membuat kamu sulit. Jangan katakan ada kesulitan yang besar, karena ada yang lebih besar yakni Allah SWT. Allah yang menolong kita,” ungkapnya bersemangat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pesantren Roudotun Ni’mah Semarang ini menjelaskan, barangkali di mata manusia antara kaya dan miskin, berkedudukan maupun rakyat biasa, bisa terlihat perbedaannya. Namun nilai kebaikan dan pungkasannya su’ul khotimah atau husnul khatimah tidak bisa diketahui karena menjadi rahasia Allah SWT.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Yang penting kita ikhtiar, masalah hasil kita serahkan pada Yang Maha Kuasa,” pesannya.

Gus Ali menyelingi ceramahnya dengan nyanyian. Sosoknya begitu digandrungi oleh anak-anak muda yang sebagian mereka merupakan anak-anak jalanan, anak-anak ‘nakal’, dan bahkan preman.

Santri-santri beliau juga bukan anak-anak biasa yang lahir dari keluarga biasa, tapi merupakan anak-anak ‘luar biasa’. Sebab mereka merupakan orang-orang yang bisa keluar dari jeratan pergaulan hitam yang menyelimutinya.

Sebagian santri-santri beliau adalah preman, berandalan, mantan penjudi, mantan peminum minuman keras, bahkan sampai ada juga yang mantan PSK. Semuanya mendapat hidayah dari Allah SWT hingga saat ini bisa mengenyam pendidikan di Pesantren Roudlotun Ni’mah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 11 Februari 2018

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Penyair masyhur D. Zawawi Imron, yang sekarang berumur 69 tahun, datang ke Munas-Konbes NU 2012 dengan semangat tinggi. Ia sudah datang di Pesantren Kempek, Jumat dini hari (14/9).

Di arena Munas, penyair yang sudah menelorkan 14 buku antologi puisi dan dua buku berisi esai-esai kebudayaan serta keislaman, mendatangi diskusi dadakan yang diselenggarakan santri-santri Cirebon.

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Pada acara pembukaan kemarin (Sabtu, 15/9), Zawawi ketemu banyak orang yang sudah lama dikenalnya. Dengan Gus Mus ia berpelukan di tengah ribuan orang. Bertemu KH Malik Madani dan KH Panji Taufik yang juga asal Madura, diajak foto-foto oleh peserta dan santri-santri.

"Sore nanti yang akan ke Pesantren Babakan sebentar, diminta ceramah dadakan," jawabnya ketika ditanya agenda di Cirebon hari ini." 

"Saya di sini menyerap rasa kebersamaan yang jarang ditemui di tempat lain. Kebersamaan itu bukan hanya makan bersama, tapi juga dialog-dialog untuk mendengarkan suara-suara kebenaran secara berjamaah," kata D Zawawi Imron yang selalu mengenaan kopyah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia merasakan bahwa Munas ulama sangat penting dan tepat untuk kembali mencanangkan akal sehat secara kolektif. "Akal Sehat kolektif itu artinya kebenaran dan keberuntungan menjadi milik bersama," terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kita semua berangkat dari qolbun salim, hati yang lurus. Ini harus dijalin dalam bentuk rasa persaudaraan yang inten, bahwa yang melahirkan kesadaran betapa pentingnya kehadiran orang lain dalam kehidupan masing-masing orang," lanjutnya.

Zawawi memberi catatan, kebersamaan yang sudah terjalin pada NU belum banyak ditegaskan dalam tindakan nyata di masyaraat.

"Saya datang ke sini karena saya percaya ulama itu kalangan yang dapat melakukan rekayasa dalam pengertian positif, agar umat itu nantinya tidak hanya obyek dari kekuasaan atau permainan politik," ujarnya.

Penyair yang mulai mempublikasikan karya-karyanya sejak tahun 1973 ini mengusulkan agar Ulama bekerja sama dengan kaum intelektual guna memecahkan masalah. "Ulama dan intelektual itulah yang diharapkan kesadarannya pada realita kehidupan umat."

D. Zawawi Imron mengaku datang ke Cirebon tidak dari kampungnya, di Batangbatang, Sumenep. Ia baru saja datang dari Pontianak-Kalimantan Barat. Dia diundang pengurus NU Cabang Kota Pontianak untuk berceramah di hadapan mahasiswa-mahasiswa di tiga perguruan tinggi.

Ia tiba di Jakarta Jumat pagi (14/9). Lalu langsung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Dari PBNU ia berangkat ke Cirebon bersama Ahmad Mauladi, Muhammad Syafi, dan saya. 

"Perjalanan dengan orang tua bernama D. Zawawi Imron itu menyengangkan sekali. Terasa terang walaupun di jalan malam hari. Merasa menjadi santri karena diberi nasihat-nasihat. Nasihatnya indah sekali karena disampaikan melaui puisi-puisinya. Humor Madura yang dilontarkan bikin kawa tertawa," cerita Mauladi. 

Sementara itu, Muhammad Syafi berkomentar, "Saya senang sekali jalan bersama dengan beliau. Tapi ini juga tantangan, agar sesampai di Cirebon, tempat Munas ulama lebih menyenangkan lagi, bukan menyenangkan kita, tapi umat dan saudara-saudara sebangsa yang sedang murung ini."

D. Zawawi Imron berencana meninggalkan Cirebon Senin pagi (17/9). Ia akan ke Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Ambon. Empat hari, ia akan berceramah di depan para guru.

"Saya sudah seminggu meninggalkan rumah, dan baru tiba di rumah lagi minggu depan."

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Bangsa Indonesia akan menapaki usia 71 tahun sejak diproklamasikan kemerdekaannya tahun 1945. Tujuh belas Agustus dipilih oleh founding fathers bukan tanpa pertimbangan, mereka ingin membangun Indonesia dengan 17 rakaat sesuai dengan bilangan shalat sehari semalam.

Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari mengatakan, “Nasoinalisme dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan dan keduanya saling menguatkan”. Bung Karno suatu ketika juga mengatakan “Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan copie atau tiruan dari nasionalisme Barat, akan tetapi nasionalisme timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan”.

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Memasuki usia 71 tahun kemerdekaan Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mencatat beberapa catatan reflektif kaiatannya dengan kondisi kebangsaan terkini:

Rohis Tegal - Rohani Islam

Momentum kemerdekaan ini hendaknya harus kita jadikan momentum untuk memperbaiki segala aspek kebangsaan dan ketertinggalan kemajuan dari segi apa pun terutama pada aspek kemandiran sebagai sebuah bangsa dan negara.

Sebagai negara maritim yang luas dua pertiga wilayahnya berupa lautan sudah menjadi sebuah keharusan untuk lebih meningkakan pendapatan sektor kelautuan. Pembangunan berbasis laut juga harus menjadi landasan pemerintah dalam mengambil setiap kebijakannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagai negara agraris, Pada 2016 target produksi padi di seluruh Indonesia sebanyak 80,29 juta ton. Angka ini naik dari produksi tahun lalu yang mencapai 75,36 juta ton. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 merilis data produksi beras Indonesia mencapai 73,17 juta ton. Perlu diingat bahwa produksi beras di Indonesia paling banyak dipengaruhi cuaca. Jika kondisi cuaca tidak stabil sebagaimana yang terjadi saat ini, maka produksi beras akan menurun. Pemerintah harus mulai mengkaji diversifikasi pangan.

Dalam sektor ekonomi peringkat kemudahan berusaha di Indonesia masih tertinggal di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Dalam rilis hasil survei Ease of Doing Business (EoDB), Bank Dunia menempatkan Indonesia di posisi 109 dari 189 negara. Posisi Indonesia kalah telak dibandingkan Singapura yang menduduki peringkat satu, Malaysia 18, Thailand 49, Vietnam 90, dan Filipina 103.

Di luar itu semua, momentum 71 tahun kemerdekaan ini kita dikejutkan dengan sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan. Peristiwa penujukan seorang menteri yang diduga berkewarganegaraan asing sangat menggangu stabilitas politik dan semangat nasionalisme. Pemerintah dan juga terutama menteri terkait harus segera memperjelas status kewarganegaraanya dan sekaligus membeberkan kapada masyarakat luas. Langkah ini sangat perlu dilakukan agar publik tidak termakan isu dan kabar yang simpang siur serta tidak terjatuh dalam kubangan prasangka buruk yang dilarang oleh ajaran agama.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2016 Pasal 23 (1) Warga negera Indonesia kehilangan kewarganegarannya jika yang bersangkutan: memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. Dalam UU Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negera pada pasal BAB V Pasal 22 ayat (2) juga dijelaskan bahwa “untuk diangkat menjadi menteri, seorang harus memenuhi syarat: warga negara Indonesia.

Berpindah kewargangeraan adalah ujung akhir dari kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Olah karenanya, sebagai wujud serta ejawantah dari semangat nasionalisme dan loyalitas kepada Negara, setiap pejabat negara harus berkewarganegaraan Indonesia. Semangat nasionalisme itulah yang dari dahulu dibangun oleh founding fathers NKRI seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. M Hasyim Asyari, Wahid Hasyim dkk.

Merdeka!

Jakarta, 16 Agustus 2016

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Olahraga, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI

Mataram, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Setelah dzuhur, sekitar 15.000 nahdliyin turun ke jalan guna mengikuti pawai taaruf untuk menyambut Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/11).

Pawai taaruf dimulai dari Masjid Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat sampai Taman Sangkareang, Mataram, NTB.

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI

Tak ketinggalan, dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, sejumlah pengurus PBNU, hingga Walikota Mataram juga mengikuti pawai taaruf ini. 

Saat sampai di Taman Sangkareang, Kiai Said dan rombongan disambut dengan kibaran Bendera NU raksasa. Bendera ini pun kemudian mendapat anugerah dari Museum Rekor Dunia (MURI) Indonesia sebagai bendera NU terbesar dengan ukuran 60,14 x 40,20 meter. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Said yang menerima langsung piagam MURI tersebut mengucapkan terima kasih atas anugerah yang berikan kepada NU.

"Terima kasih," katanya diiringi wajah kegembiraan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Pahlawan, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan

London, Rohis Tegal - Rohani Islam. Saat ribuan Muslim Inggris menyiapkan diri untuk perjalanan haji, otoritas Inggris mengeluarkan peringatan tentang peningkatan jumlah penipuan perjalanan haji ke Makkah.

“Sebuah kejahatan yang menghancurkan terjadi setiap tahun dengan merampok Muslim dalam kesempatan seumur hidup untuk perjalanan haji ke Makkah, kata komandan Steve Head, yang menggambarkan penipuan haji yang dipublikasikan oleh polisi kota London, dan disebutkan oleh Al Arabiya.

Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji Inggris Hadapi Ancaman Penipuan

Sebagai perhatian terhadap peningkatan jumlah penipuan tersebut, Dewan Haji Inggris dan polisi kota London mengumumkan untuk meluncurkan “Kampanye kesadaran penipuan haji” minggu ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dewan Haji meminta jamaah melaporkan kasus penipuan yang mereka alami, terlepas dari konsekuensi untuk menghilangkannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Masalahnya adalah, orang seringkali tidak melaporkan karena malu atau akibat dari operator tur. Orang seringkali takut konsekusni lebih lanjut,” kata Kepala Dewan Haji Rashid Mogradia.

“Orang tahu siapa peniput itu, dan mereka tidak mau mengambil tindakan lebih lanjut, sehingga mereka hanya bisa menderita dalam kesunyian,” tambahnya.

Menurut biro perjalanan haji, kediaman jamaah haji mendorong peningkatan biaya perjalanan haji.?

“Perusahaan penipu mengenakan biaya yang sama (untuk melegitimasi biro perjalanan haji), anda tidak dapat membedakannya dari harga yang dikenalkan,” kata Juel Choudhury, direktur British company Premier Hajj.

Menghindari penipuan

Untuk memberi petunjuk jamaah dalam menghadapi penipuan haji, Dewan Haji Inggris menawarkan satu tips kepada para jamaah seperti mengecek legalitas biro perjalanan haji, kepemilikan izin dari kementerian haji Saudi Arabia, legitimasi perusahaan tersebut dengan mengunjungi kantor perusahaan, mencari tahu rekomendasi personal serta membayar dengan kartu kredit.

Meskipun kuota haji Inggris dikurangi dari 25 ribu menjadi 20 ribu jamaah, Dewan Haji memperkirakan terjadinya peningkatan penipuan.

Tahun lalu, polisi Inggris menerima 44 laporan penipuan haji, satu persentase yang lebih kecil dari angka yang sebenarnya.?

Inggris merupakan tempat tinggal bagi minoritas Muslim, dengan jumlah sekitar 2.7 juta. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 18 Januari 2018

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - KH Ahmad Mustofa Bisri menyebutkan, perjuangan Palestina untuk merdeka dari penjajahan begitu lama, sama seperti bangsa Indonesia.

"Mereka gigih sampai sekian lamanya. Sama seperti kita, mempertahankan kemerdekaan kita," kata Gus Mus sebelum acara Doa Untuk Palestina dimulai di Taman Ismail Mazuki, Kamis (24/8).

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan

Ada deretan tokoh-tokoh nasional, terutama yang hadir dalam acara ini, terutama para budayawan. Mereka antara lain adalah Butet Kartaredjasa, Joko Pinurbo, Acep Zamzani Nomor, Taufiq Ismail, Zawawi Imron, Abdul Hadi WM, dan lain. Selain itu, yang dipastikan hadir adalah hadir juga ahli tafsir kondang Indonesia HM Quraish Shihab.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Mus menuturkan awalnya hanya memberikan informasi akan membuat acara Doa Untuk Palestina. Namun kemudian, mereka menyambut baik informasi yang diberikan Gus Mus tersebut. Oleh sebab itu, Gus Mus menilai, kehadiran para tokoh tersebut menandakan kalau mereka memiliki satu rasa terhadap Palestina.

"Menandakan kalau kita merasa. Kita simpati kepada saudara kita yang perjuangannya sama dengan kita," kata Gus Mus.

Adapun puisi yang akan dibaca adalah puisi-puisinya penyair Palestina.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengutip UUD Indonesia, Gus Mus tegas tegas mengatakan bahwa segala bentuk penjajahan harus ditentang.

"Sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan," tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Quote, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan di Lampung menangis haru mendengar Puja Adelia (5) Binti Juharmin (almarhum) dari Kampung Jukubatu Kecamatan Banjit menyanyikan lagu kerinduan seorang anak kepada bapaknya pada kegiatan santunan anak yatim piatu.

"Ayo bersama alim ulama. Salah satu perilaku alim ulama ialah menyantuni anak yatim seperti genduk (anak perempuan kecil) yang tadi menyanyi dan membuat nangis mbrebes mili (menangis tersedu), itu pahalanya besar," ujar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH Soleh Bajuri di Banjit, Way Kanan yang berada sekitar 220 km sebelaha Kota Bandarlampung, Selasa (4/11).

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan

Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan Lampung, menyantuni 74 anak yatim piatu di daerah tersebut. Dana dari donatur yang dibagikan oleh Paimo, Ketua MWC NU Banjit Rp7 juta lebih.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah penyerahan santunan itu, Puja dipersilakan pembawa acara naik ke panggung untuk menyanyi di hadapan sekitar 2.000 hadirin. Ratusan jamaah, kaum ibu dan laki-laki terpantau menyeka air mata dengan sapu tangan dan tisu mendengar syair-syair kerinduan anak kecil terhadap bapaknya.

Tak seberapa lama, puluhan ibu-ibu berbondong-bondong menuju panggung, menyantuni Puja dan menciumi pipi gadis kecil yang meneteskan air mata itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain Paimo, Asmazi Ketua Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kecamatan Kasui juga terpantau meneteskan air mata.

"Saya terharu mendengar anak kecil yang kehilangan ayahnya menyanyi. Saya kira kita tadi bersama-sama belajar mengenai takdir yang harus diterima saat mendengar lagu tadi," ujar Asmazi.

Pada kegiatan memperingati Tahun Baru Islam 1436 Hijriah bertema "Kita Susun Hati Yang Sama Lewat Cahaya Alim Ulama, Santuni Yatim Hindari Dusta Agama" itu, terkumpul infak Rp4 juta lebih.

Hadir pada kegiatan itu Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda, Direktur Program Ansor Digdaya (mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Heri Amanudin dan sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). (Gatot Arifianto/Mahbib)

Foto: Puja Adelia menyanyikan lagu kerinduan anak yang kehilangan ayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Kajian, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock