Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI

Mataram, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Setelah dzuhur, sekitar 15.000 nahdliyin turun ke jalan guna mengikuti pawai taaruf untuk menyambut Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/11).

Pawai taaruf dimulai dari Masjid Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat sampai Taman Sangkareang, Mataram, NTB.

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI

Tak ketinggalan, dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, sejumlah pengurus PBNU, hingga Walikota Mataram juga mengikuti pawai taaruf ini. 

Saat sampai di Taman Sangkareang, Kiai Said dan rombongan disambut dengan kibaran Bendera NU raksasa. Bendera ini pun kemudian mendapat anugerah dari Museum Rekor Dunia (MURI) Indonesia sebagai bendera NU terbesar dengan ukuran 60,14 x 40,20 meter. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Said yang menerima langsung piagam MURI tersebut mengucapkan terima kasih atas anugerah yang berikan kepada NU.

"Terima kasih," katanya diiringi wajah kegembiraan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Pahlawan, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan acara jalan bertema Go Green, Ahad (12/2). Para peserta yang mengikuti jalan sehat ini mengenakan pakaian yang dibalut dengan berbagai hiasan barang bekas. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemanfaatan bekas sampah menjadi barang-barang yang berguna dan menjadi hiasan agar menarik dipandang.

Ketua panitia acara jalan sehat bertema Go Green dr Sari Prabandari mengatakan, para peserta yang mengikuti jalan sehat tersebut sekitar 1500 karyawan dan keluarga karyawan RSI Siti Hajar. Mereka harus memakai pakaian dari bahan daur ulang, tapi bukan dari sampah medis (botol infus, sarung tangan, spuit suntikan) karena itu tidak boleh dipakai.

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Dokter umum di Rumah Sakit NU itu menjelaskan bahwa, ramah lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Dengan ramah lingkungan akan menjadi bersih.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara jalan sehat tematik Go Green itu diharapkan memberikan perubahan di RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk menjadi rumah sakit lebih ramah dengan memanfaatkan bekas kertas, bungkus, bahan-bahan rumah tangga yang bukan dari bahan medis.

"Melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa menyadarkan kita semua untuk lebih meminimalisasi sampah-sampah yang ternyata masih bermanfaat. Selain itu, kami juga ingin memberikan contoh ke masyarakat luas agar bisa memanfaatkan barang bekas," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Acara jalan sehat ini termasuk rangkaian acara Harlah Ke-54 RSI Siti Hajar Sidoarjo. Para peserta yang mengikutinya harus melalui rute yang telah dibuat oleh panitia yakni dari RSI Siti Hajar melewati Gajah Mada, Nasir busana Muslim kemudian melewati Masjid Jasem dan berakhir di RSI. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Mahasantri di Tiga Kampus Ini Adakan Semarak Ramadhan Sebulan Penuh

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, Pondok Mahasiswa (Pomas) di lingkungan Pondok Pesantren Nuru Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengadakan kegiatan Semarak Ramadhan, Jumat (26/5). Selanjutnya kegiatan ini akan dilakukan selama Ramadhan.

Ketua Pomas Ahmad Fawaid mengungkapkan bahwa Pomas Nurul Jadid yang seluruh santrinya berasal dari 3 (tiga) perguruan tinggi di pesantren, meliputi IAI Nurul Jadid, STT Nurul Jadid dan STIKes Nurul Jadid menyatukan kegiatan relegiusnya menyatu.?

Mahasantri di Tiga Kampus Ini Adakan Semarak Ramadhan Sebulan Penuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasantri di Tiga Kampus Ini Adakan Semarak Ramadhan Sebulan Penuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasantri di Tiga Kampus Ini Adakan Semarak Ramadhan Sebulan Penuh

Seperti Ngaji bareng pengasuh KH Zuhri Zaini, program pengembangan peminatan, shalat Tahajjud bersama dan kegiatan yang sifatnya sesuai dengan karakter santri mahasiswa. Intinya, kegiatan ini dikemas dengan berbagai kegiatan keagamaan, ubudiah dan ilmiah,” katanya.

Sementara Pembina Pomas Ustadz Faizin Samweil menuturkan bahwa aktivitas perkuliahan pada bulan suci Ramadhan diliburkan dan diganti dengan kegiatan yang berpusat di Pomas Nurul Jadid yang dikemas sedemikian rupa.

“Mudah-mudahan berbagai kegiatan Pomas Nurul Jadid ini bisa semakin meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan para mahasiswa kepada Allah SWT. Sehingga nantinya benar-benar menjadi mahasiswa yang memiliki bekal akhlak dan budi pekerti yang baik,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nusantara, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat

Jepara, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara bekerjasama dengan BKKBN Jepara memberikan “Pembekalan Remaja Sehat” kepada pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) bertempat di LA Marina Family Resto & Cafe, Sabtu (15/9). Supriyadi perwakilan dari BKKBN yang didaulat memberikan materi pembekalan.

IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat

Dalam pemaparannya remaja sehat adalah generasi yang tegar. Yakni mereka yang terhindar dari seks bebas, HIV/ AIDS dan NAPZA. Disamping itu perilaku dan organ reproduksinya sehat. Kesehatan menurutnya menjadi perkara penting baik sebelum dan sesudah manusia lahir. Tujuan akhirnya adalah melaksanakan pernikahan.

Menurutnya pembekalan diberikan mengingat banyaknya pergaulan remaja saat ini yang sangat mengkhawatirkan. Sebab perilaku negatif yang dilakukan remaja sudah menjurus pada Intercourse, berhubungan badan. Tidak lagi hanya sekadar Kissing, Petting dan Necking. Hal itu sesuai pengakuan Petinggi salah satu desa di Welahan saat pihaknya bersosialisasi belum lama ini. Karenanya salah satu program yang dijalankan lanjutnya adalah sosialisasi di sekolah, madrasah maupun pondok pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rapat Koordinasi

Kegiatan pembekalan juga bebarengan dengan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi (Rakor). Chamidatur Rohmah, ketua PC IPPNU dalam uraiannya mengatakan banyak kegiatan yang dijalankan selepas hari raya. Semisal Latihan Fasilitator (Latfas), Seminar plus pendirian Pimpinan Ranting (PR) Sinanggul, Pelatihan Jurnalistik-IT dan masih banyak lagi. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua PC IPNU, Chusni Maulana menambahkan sejumlah agenda lain; pengumpulan database, optimalisasi komisariat, tindak lanjut KTA dan keberadaan CBP-KKP di PAC. “Database merupakan kekuatan yang dimiliki oleh IPNU-IPPNU. Sebelum tahun 2013 komisariat perlu kita optimalkan dan ditindaklanjuti dengan pembuatan KTA,” imbuhnya.

Lutfi Rahman, wakil sekretaris PCNU Jepara yang berkesempatan hadir dalam sambutannya menyampaikan agar muncul pemahaman bersama di antara KKMTs 02 dan KKMA 02 terkait optimalisasi Pimpinan Komisariat (PK).

Selama ini jelas Lutfi sekolah dan madrasah lebih mengedepankan personal dan kemampuan ilmiah. “IPNU-IPPNU mempunyai peran untuk mendorong peningkatan social dan vocational skill. Bagaimana pun IPNU-IPPNU telah berkiprah mengembangkan organisasi pelajar,” jelasnya.

Kontributor: Syaiful Mustaqim    

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Khutbah, Pahlawan, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Salah satu program Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adalah gencar melakukan kaderisasi di antaranya melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA).

PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi

Untuk itu, PK PMII Unswagati Cirebon mengadakan Mapaba pada Sabtu – Ahad (20-21/12) di Jepun Bistro Jl. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai fakultas, seperti fakultas Hukum, FKIP, dan Fakultas Kedokteran Unswagati yang rata-rata semester 1 dan 3.

Menurut Nanang Fauzi, salah satu panitia Mapaba, Mapaba merupakan pengenalan sekaligus pelatihan pengkaderan awal di PMII. Ditambahkannya Mapaba adalah pelatihan yang menekankan pada doktrinasi, motivasi pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Melalui kegiatan ini, peserta Mapaba PMII dituntut untuk berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap organisasi yaitu PMII,” terangnya

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal serupa disampaikan Ketua PK PMII Unswagati Cirebon, Faiz Habibi yang menjelaskan para peserta Mapaba dilatih untuk memiliki pengetahuan dasar ke-PMII-an dan sikap loyalitas yang tinggi terhadap organisasi.

“Dengan pembekalan materi-materi Mapaba seperti Aswaja, NDP, Paradigma PMII, Sejarah PMII, Antropologi kampus dan Keperempuanan/Gender diharapkan peserta Mapaba menjadi anggota PMII yang berideologi dan loyal terhadap organisasi,” ungkap Faiz.

Hal senada disampaikan Ketua PC PMII Cirebon, M. Yazidul Ulum, Unswagati merupakan kampus umum di Cirebon sehingga harus selalu melakukan kerja-kerja kaderisasi. “PK PMII Unswagati merupakan komisariat kampus umum sehingga penguatan kaderisasi harus lebih massif lagi. Mapaba minimal 2 bulan sekali,” tandas Yazid. (Ayub Al Ansori/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pertandingan, Pahlawan, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 07 Januari 2018

Ansor Bandung Rumuskan Program Sentuh Masyarakat

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung merumuskan program kerja yang dirasakan masyarakat, berlangsung di lantai 2 aula gedung PC NU Kota Bandung, pada Ahad, (10/3).

Ansor Bandung Rumuskan Program Sentuh Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Bandung Rumuskan Program Sentuh Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Bandung Rumuskan Program Sentuh Masyarakat

Ditegaskan dalam sambutan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak, bahwa Ansor akan melahirkan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan grassroot pemuda NU dan masyarakat.

Ia menambahkan Ansor juga harus mampu memberikan solusi terkait problematika yang komplek di kota Bandung, “Kota Bandung adalah ibu kota Jawa Barat, yang merupakanh provinsi penopang ibu kota NKRI,” katanya sesuai pers rilis yang dikirim ke Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (10/3).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Maka, sambung ketua yang belum lama menggondol gelar magister, sebuah keniscayaan bagi para pemuda NU kota Bandung untuk turut serta menyelesaikannya. Untuk semua itu, butuh manajemen. “Butuh manajemen organisasi yang berbasis kerja,” tambahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rozak mengajak kepada seluruh kader Ansor untuk senantiasa peka terhadap realitas yang ada di depan mata dan senantiasa setias mengawal ajaran Islam Ahlu Sunnah wal-Jamaah, menjadi benteng ulama NU dan benteng NKRI.

Sementara sebelumnya, Ketua Pelaksana Rakercab, Ali Yusa mengatakan bahwa acara ini sengaja dilakukan di aula gedung PCNU untuk meramaikan kembali kantor tersebut dengan acara keorganisasian Banom. “Sudah hampir 12 tahun Ansor di Kota Bandung tidak menunjukan batang hidungnya secara organisasi,” katanya.

Ia malanjutkan, dan sengaja pula acara ini yang diundng hanya lingkungan internal NU dikarenakan masih dalam tahap konsolidasi internal yang massif.

Rakercab yang dibuka Wakil Ketua Bidang Kebanoman NU Kota Bandung, DR H. Nurhidayat tersebut, dihadiri seluruh pengurus harian cabang dan PAC Ansor se-Kota Bandung. Hadir pula pengurus-pengurus Banom lain, serta Sekertaris Dewan Penasihat Ansor Kota Bandung Kiai Wahyu Afif Al-Ghofiqi.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 02 Januari 2018

Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor

Philadelphia, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dua orang generasi muda NU menyusul pendahulu mereka menyelesaikan pendidikan S3: Achmad Munjid dan Ahmad Rafiq. Keduanya berhasil meraih gelar doktor dari Department of Religion di Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat.

Achmad Munjid berhasil mempertahan disertasinya: “Building A Shared Home: Investigating the Intellectual Legacy of the Key Thinkers of Inter-Religious Dialogue in Indonesia” di hadapan empat penguji, yang dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2014. Sedangkan Ahmad Rafiq mempertahankan disertasinya dengan judul “The Reception of the Quran in Indonesia: A Case Study of the Place of the Quran in a Non-Arabic Speaking Community”, pada Jumat kemarin, 20 Juni 2014.

Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor

Bagi Achmad Munjid, bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S3 sungguh di luar bayangannya saat kecil. “Saat lulus SMP, saat itu saya pikir sudah merupakan anugerah yang luar biasa, karena hampir semua keluarga saya hanya lulusan SD. Kami tidak mampu melanjutkan sekolah karena kondisi ekonomi tidak memungkinkan. Saya bisa masuk SMA atas kerja keras ibu membiayai saya dari hasil menjahit kutang. Saat S1 pun saya terpaksa cuti 2 tahun karena kekurangan biaya. Tapi alhamdulillah, berkat doa ibu, saya bahkan bisa menyelesaikan S3 di Amerika Serikat”, cerita beliau di saat malam perpisahan sebelum kembali ke tanah air, di hadapan para jama’ah masjid Al-Falah Philadelphia (masjid milik komunitas Indonesia di Philadelphia).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pun demikian Ahmad Rafiq yang pencapaiannya ini juga tak lepas dari do’a ibu. “Lima belas menit sebelum ujian disertasi, saya menelepon ibu saya di Banjarmasin. Ibu saya hanya berpesan agar jangan lupa kirim Al-Fatihah buat para penguji. Alhamdulillah ujiannya lancar”, cerita beliau sesaat setelah ujian selesai.

Dalam pengamatan Rohis Tegal - Rohani Islam yang ikut menghadiri sidang Ahmad Rafiq, sidang disertasi di Amerika ternyata berbeda suasananya dengan di Indonesia. Jika di tanah air, kesan “persidangan” sangat terasa dan tidak jarang pertanyaan penguji cenderung “membantai” disertasi calon doktor. Mungkin karena kebudayaan masyarakat Amerika lebih egaliter, maka itu tampak dari ujian yang hanya diselenggarakan di ruang kuliah. Bahkan salah satu penguji hanya menggunakan kaos dan sandal. Sidang disertasi tak ubahnya seperti diskusi biasa. Pertanyaan penguji lebih menggali substansi disertasi untuk memberi masukan agar dalam revisi nanti, disertasi bisa lebih komprehensif dan lebih baik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua doktor muda NU ini merupakan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat dan Kanada. Achmad Munjid adalah Wakil Rais Syuriyah, sedangkan Ahmad Rafiq sebagai a’wan. Mereka berdua juga pengasuh jama’ah masjid Al-Falah ICGP (Indonesian Community for Greater Philadelphia) yang pernah dikunjungi Gus Mus dan Gus Yahya Staquf tahun 2011 lalu. (jamal jufree/mukafi niam)

Foto: Ahmad Munjid (kiri) Ahmad Rofiq (kanan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Tegal, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan kebebasan warga NU menentukan pilhannya pada Pemilu 2014 mendatang. PBNU mengimbau warga menggunakan hak pilih alias tidak golput agar bisa memengangkan calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan NU.

Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Rohis Tegal - Rohani Islam usai memberikan taushiyah dalam acara pengajian maulidur rasul dan Haul Syech abi Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli (Muallif Dalailul khairat) di Pesantren Darul  Falah Jekulo Kudus, Jum’at (17/1) lalu.

Kiai yang biasa disapa Kang Said ini menekankan warga NU harus menyukseskan pemilihan umum 9 April mendatang dengan menggunakan hak pilihnya. “Pemilu harus sukses, warga NU jangan golput,” tegasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam ceramahnya, ia menegaskan perjuangan melalui politik harus menggunakan kekuatan yang cukup sehingga bisa menang dan meraih kekuasaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Meskipun bagi NU perjuangan siyasah (politik) bukan yang utama, namun orang NU terutama yang jadi caleg harus menang,” ujar Kang Said sambil menyebut salah seorang caleg yang hadir.

Kegiatan yang diadakan pesantren Darul Falah ini diikuti santri putra-putri dan alumni pesantren setempat. Diantara tokoh dan kiai yang hadir, Pengasuh pesantren API Magelang KH Yusuf chudhori, Pengurus RMI bidang Media Wakil Mahfud dan sejumlah caleg partai politik baik pusat maupun daerah. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Ubudiyah, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 30 November 2017

Peserta 16 Besar Liga Santri asal NTB Tiba di Jakarta

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Peserta Liga Santri Nusantara (LSN) asal NTB tiba di Wisma Atlit Cibubur, Jakarta Timur pukul 21. 00 WIB kamis (29/10) malam. Grup sepak bola pesantren Bayyinul Ulum yang merupakan peraih juara 1 zona NTB, bertolak dari Bandara Internasional Lombok tujuan Bandara Sukarno-Hatta dengan durasi 1.45 menit.

Peserta 16 Besar Liga Santri asal NTB Tiba di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta 16 Besar Liga Santri asal NTB Tiba di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta 16 Besar Liga Santri asal NTB Tiba di Jakarta

Mereka akan bertanding Jumat (30/10) sore melawan pesantren Darunnajah Garut di lapangan Danlanud Halim, Jakarta Timur.

Tim ini yang terdiri atas 26 orang ini meliputi 20 pemain 5 official dan 1 koordinator zona.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami karena belum pernah terpikirkan dari sebelumnya bahwa kami akan lolos di 16 besar dan membawa santri," kata manajer klub Ustadz Mahmud Bachri.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mahmud menambahkan, pihaknya tidak menargetkan yang tinggi-tinggi dalam pertandingan yang akan merebut tiket 8 besar.

"Akan tetapi kehadiran pihaknya adalah bertujuan agar pesantrennya terkenal dan pesantren menjadi pilihan bagi anak-anak ke depan sebagai tempat menimba ilmu," kata Mahmud. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, IMNU, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

Meski Dunia Global Terguncang, Santri Diminta Fokus Mengaji

Pacitan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Percaturan politik global saat ini tengah diguncang berbagai permasalahan, seperti radikalisme, terorisme, intoleransi beragama dan isu negara khilafah. Namun demikian para santri di pesantren tidak boleh terpengaruh, mereka diminta tetap fokus dalam belajar.

“Melalui medsos, kita bisa lihat dunia global saat ini sangat menghawatirkan. Namun kalian (para santri) tidak boleh terpengaruh, dan saya minta harus tetap fokus mengaji,” demikian pesan yang disampaikan Koordinator Nasional Gerakan “Ayo Mondok” KH Luqman HD Attarmasi di hadapan ribuan santri Pesantren Tremas Pacitan, Jawa Timur, dalam acara Ijtima’ menjelang Imtihan Akhir Madrasah Salafiyah, Jum’at (29/4) malam.

Katib Syuriyah PBNU itu mengatakan, negara barat saat ini sangat pandai dalam membuat isu dan menebar ancaman untuk mengganggu kondusifitas pengajaran di pesantren. Mereka tidak ingin melihat pesantren di indonesia ini kuat, maka dibuatlah bermacam propaganda untuk melemahkan kekuatan pesantren. Namun usaha itu tidak akan sampai terjadi, sebab setiap hari para santri selalu memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa Indonesia. 

Meski Dunia Global Terguncang, Santri Diminta Fokus Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Dunia Global Terguncang, Santri Diminta Fokus Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Dunia Global Terguncang, Santri Diminta Fokus Mengaji

“Indonesia sudah digempur habis-habisan, tapi Alhamdulillah sampai hari ini masih salaam (selamat), ini berkat kekuatan para santri,” katanya.

Lebih luas kiai Luqman mengatakan,  dunia Islam juga turut mengalami berbagai macam permasalahan, seperti yang terjadi di kawasan Timur Tengah dengan munculnya ISIS. Kemunculan ISIS telah mempengaruhi wajah Islam, bukan hanya di Timur Tengah tapi juga di Indonesia. Pesantren sebagai wajah Islam di Indonesia harus menjadi contoh bagi peradaban dunia islam, yang mengedepankan kedamaian dan toleransi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Hari ini dunia Islam itu sudah keruh, tinggal Islam ala pesantren dan Aswaja yang masih bersih,” tambahnya. 

Selain itu, Kiai Luqman juga mengajak para santri untuk menjadi generasi yang berjiwa kuat. Kekuatan santri dimulai dengan cara membudayakan hidup sehat di lingkungan pesantren. Budaya hidup sehat ini berhubungan dengan pola konsumsi makanan, kebersihan lingkungan, dan olahraga.

“Kedepan juga akan kita gerakkan, budaya hidup sehat dengan gerakan minum susu bersama,” pungkasnya.(Zaenal Faizin/Zunus)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Aswaja, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Warga masyarakat RW 6 kelurahan Banjardowo, Genuk, Semarang mengelar pengajian dan ritual Nyadran yang sudah menjadi tradisi warga setempat khusunya daerah Tanggulangin Banjardowo. Pengajian dan Nyadran ini berlangsung di area makam Ibrahim Fatah di Tanggulangin, Kamis (29/5) malam.

Menurut Ketua RW 6 Suparjo, kegiatan Nyadran dan pengajian di makam Wali Ibrahim Fatah merupakan progam yang diselenggaakan setiap tahunnya. Dalam setahun ada dua kegiatan besar, haul Ibrahim Fatah yang jatuh setiap bulan Syuro dan ritual Nyadran.

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)
Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran

“Pada bulan Rajab ini, ritual itu dimaksudkan untuk mendoakan para arwah wali. Untuk paginya, ritual nyadran diperingati dengan pemotongan kambing dan makan bersama warga,” lanjutnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengajian ini menghadirkan KH Abdullah Badada dari Semarang sebagai penyampai taushiyah. Kata Kiai Abdullah, “Ada empat bulan utama. Salah satunya bulan Rajab yang mesti dimuliakan dengan banyak belajar sebab sekarang ini banyak akidah tersasar.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Guru ngaji, sambung Kiai Abdullah, tidak bisa dilihat sekadar dari penampilan fisiknya seperti jenggot dan sorban. Tetapi lebih kepada keluasan ilmu. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pahlawan, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 22 November 2017

PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka menguatkan kemandirian ekonomi jamiyah dan jamaah NU, PCNU Kabupaten Subang berencana akan mendirikan lembaga ekonomi dalam bentuk koperasi atau Baitul Mal wat Tamwil (BMT), diantara manfaatnya adalah agar dalam melaksanakan program dan kegiatan NU tidak perlu mengandalkan bantuan donatur melalui proposal.

PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi

Demikian disampaikan KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang dalam rapat reboan di Kantor PCNU Subang, Jln Darmoharjo Nomor 4, Sukamelang, Subang, Rabu (1/11).

Dalam rapat yang dihadiri praktisi ekonomi tersebut, Kiai Musyfiq mengatakan bahwa selama ini wacana kemandirian ekonomi dalam tubuh NU sudah lama digulirkan namun selalu terkendala dalam tataran teknis.

"Masalah klasik dalam kegiatan-kegiatan kita ini lagi-lagi di dana, kita ingin ke depan masalah tersebut bisa segera teratasi dengan didirikannya mesin ekonomi organisasi yang mapan," tambah Pengasuh Pesantren Attawazun ini.

Ditambahkannya, potensi warga NU sangat luar biasa karena jumlah warga NU cukup banyak, namun sayangnya potensi ini tidak tergali dan belum terakomodir dengan maksimal sehingga permasalahan ekonomi warga NU ini masih belum mendapatkan solusi yang pasti.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Langkah selanjutnya kita akan segera membentuk tim khusus yang bertugas mendirikan koperasi atau BMT NU Subang," tandasnya.

Dikatakannya, periode kepengurusan PCNU Subang saat ini tinggal satu tahun lagi dan karena Lembaga Perekonomian NU yang bertugas menangani pendirian koperasi atau BMT ini dinyatakan vakum maka sekaligus akan ada peremajaan kepengurusan LPNU Subang.

"Insyaallah sebelum periode kepengurusan kita habis, koperasi atau BMT NU Subang sudah berdiri," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Hikmah, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 13 November 2017

Pelajari Islam Moderat, Mufti Lebanon Kunjungi PBNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rombongan mufti Lebanon didampingi Duta Besar RI untuk Lebanon, Achmad Chozin Chumaidy berkunjung ke kantor PBNU, Sabtu siang (28/11). Mereka disambut langsung oleh Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin. Dalam kunjungannya, para mufti Lebanon meresahkan dengan apa yang terjadi di dunia Islam, sekaligus ingin menimba ilmu dari Nahdlatul Ulama.

Pelajari Islam Moderat, Mufti Lebanon Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajari Islam Moderat, Mufti Lebanon Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajari Islam Moderat, Mufti Lebanon Kunjungi PBNU

Wakil Grand Mufti Lebanon Syeh Amine el-Kurdi mengatakan permasalahan dunia Islam ada tiga diantaranya tentang perang Suriah, Palestina dengan Masjidil Aqsanya, serta kelompok yang menamakan Islam dengan menyebarkan faham radikal. 

“Hal ini harus ditangani tidak hanya muslim Timur Tengah melainkan muslim seluruh dunia,” ungkapnya

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih lanjut, Amine mengatakan bahwa umat Islam secara menyuruh mempunyai sikap yang moderat. Hanya saja media-media luar selalu memberitakan wajah Islam dari kelompok kecil yang berpaham radikal. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kedatangan kami selain menjalin ukhuwah islamiyah, juga untuk belajar Islam moderat dari NU yang telah mampu menerapkan pada umatnya,” kata Amine, yang juga imam masjid Negara Lebanon Al-amin Beirut.

Pada kesempatan yang sama, Rais ‘Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa NU secara  organisasi mempunyai kepengurusan sampai di tingkat desa juga 22 Cabang Istimewa di luar negeri, yang kesemuanya dibekali prinsip dasar ber-NU. Dalam berpaham teologi NU menganut Abu Hasan Al-’Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi. Dalam berfiqihnya menganut empat madzhab, Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali, sedangkan di dalam tasawuf menganut al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi. 

“Didalamnya terbungkus karakter tawassuth, tawazun, itidal, dan tasamuh,” ungkap Kiai Ma’ruf yang juga pengasuh pesantren An-Nawawi Banten.

Ddalam kesempatan yang sama, Waki Ketua Umum PBNU Slamet Efendi Yusuf mengatakan bahwa untuk menangkal gencarnya gerakan radikal, NU terus menyebar seruan Islam moderat. “Insyaallah, NU tahun depan akan mengundang pemimpin-pemimpin Islam dunia untuk bermuktamar mendiskusikan Islam yang moderat. Semoga pemimpin umat Islam Lebanon juga ikut andil,” katanya.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan selain itu, NU akan mencetak buku terkait pandangannya tentang Islam ramah dalam berbagai bahasa untuk disebarluaskan. 

“Tidak hanya dunia Islam saja, melainkan juga nonmuslim,” ungkapnya.

Turut dalam pertemuan ini, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, Bendahara PBNU Bina Suhendra, Wasekjend Ishfah Abidal Aziz serta enam mufti Lebanon. Pertemuan diakhiri dengan saling tukar cindera mata dan jamuan makan bersama. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 06 November 2017

Pekan Depan, Mahasiswa Bahasa Arab UIN Ciputat Bedah Atlas Walisongo

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Himpunan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah (Syahid) Ciputat, mempersilakan umum untuk mendiskusikan masuknya Islam di Nusantara. Diskusi publik ini diadakan dalam rangka menelusuri kembali proses Islamisasi penduduk di Nusantara dengan segala dinamikanya.

Pekan Depan, Mahasiswa Bahasa Arab UIN Ciputat Bedah Atlas Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, Mahasiswa Bahasa Arab UIN Ciputat Bedah Atlas Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, Mahasiswa Bahasa Arab UIN Ciputat Bedah Atlas Walisongo

Diskusi ini rencananya diadakan pukul 08.00 di auditorium utama Harun Nasution UIN Syahid Ciputat pada Senin 14 September 2015. Pada forum terbuka ini, pihak penyelenggara menghadirkan narasumber antara lain penulis Atlas Walisongo H Agus Sunyoto, guru besar UIN Ciputat Prof DR Azyumardi Azra, dan Guru Besar Bahasa Arab UIN Ciputat Prof DR Aziz Fachrurrozi.

Bedah buku Atlas Walisongo ini masuk dalam rangkaian acara Al-Arabiyah Lil Funun (ALF) yang diadakan jurusan HMJ Bahasa Arab UIN Ciputat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan lain yang masuk dalam acara ini antara lain karnaval, pentas seni, bazaar, dan banyak perlombaan yang pesertanya dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan umum.

Ketua panitia ALF Fajar Pinastia menuturkan, "Acara ini dikemas untuk menggali sejarah pemikiran progresif dan konstruktif dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab oleh Walisongo. Kecuali itu, kita ingin bersama-sama menumbuhkan sikap apresiatif terhadap keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia masa lalu.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jelasnya, kita ingin mengetahui buah pemikiran Walisongo di bidang pendidikan, tandas Fajar. (Alfaiz Irsyad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pahlawan, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 13 Oktober 2017

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Ketua PCNU Kudus H Fajar Nugroho mengatakan, semangat perjungan yang dilakukan para pendiri maupun tokoh Nahdlatu Ulama (NU) pendahulu masih relevan menjadi spirit bagi generasi penerus masa kini di tengah kondisi zaman yang serba materi.

“Meskipun zaman sudah berbeda, namun semangat atau sprit Perjuangan pendiri NU termasuk KHR Asnawi ini mampu menjadi inspirasi pengurus maupun kader NU menggerakkan roda organisasi pada masa sekarang,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam saat dimintai pandangannya terkait sosok KHR Asnawi yang diperingati haulnya ke 56, Jum’at (25/4) kemarin

Perjuangan Pendiri  NU, Spirit Bagi Generasi  Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

Fajar menyatakan Nahdlatul ulama lahir melalui proses pergulataan pemikiran dan perjuangan para Kiai-kiai NU pada masa lalu. Mereka berjuang secara kukuh mendirikan Nahdlatul Wathan terlebih dahulu  untuk menggelorakan cinta tanah Air dan Nahdlatut Tujjar guna menggerakkn ekonomi ummat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kiai-kiai mendirikan NU untuk memback up paham Aswaja dengan penuh kegigihan dan semangat berjuang secara  total.  Kita harus meneladani  dan melanjutkan perjuangan pendiri NU termasuk  KHR Asnawi,”tegasnya lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan, KHR Asnawi adalah figur ulama mempunyai kepiawian dalam membaca zaman.  Disamping pengasuh pesantren tetapi mash sempat memberi ceramah berdakwah di daerah dan masih menulis buku.

“Karya tulis berupa kitab sudah banyak yang dijadikan pedoman para santri berup  Kitab pendek  tapi mendasar yang mudah dipahami. Umur beliau betul-betul sangat barokah memberikan sesuatu sepanjang,”tandasnya Fajar.

Fajar mengakui belakangan ini kaum Nahdliyyin semangat berjuangnya mengalami kemunduran. Hal ini akibat dari pengaruh  kondisi zaman yang diukur berdasarkan materi atau uang. “NU akan tetap menjaga akhlakul karimah, tidak boleh terjerumus dan larut hal yang kurang baik terus,”ujarnya

Bagi PCNU Kudus, peringatan haul  KHR Asnawi memiliki arti menjaga hubungan emosional dan rohaniah. “Mbah Asnawi secara fisik sudah tidak ada di tengah kita, namun ruh dan spiritnya masih menyertai kita,”tandas Fajar lagi. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, AlaNu, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 11 Oktober 2017

Gus Ipul Pimpin 14 Ribu Lansia Pecahkan Rekor Muri

Blitar,? Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua PBNU H Syaifullah Yusuf ( Gus Ipul) ikuti senan pagi bersama 14 ribu lebih lansia di halaman Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro, Kabupaten Blitar, Sabtu (28/5) kemarin.

Selain senam bersama lansia, kehadiran Gus Ipul yang juga Wakil Gubenur Jatim itu dalam rangka menyaksikan pemecahan Rekor Musium Republik Indonesia (Muri) makan nasi pecel Blitar dan minum sari belimbing. Acara ini digelar usai senam bersama-sama. Ikut mendampingi Gus Ipul, Bupati Blitar H Riyanto dan Wakilnya Marhenis.

Gus Ipul mendukung gerakan bela dan beli produk Blitar yang diadakan oleh Pemkab Blitar. Karena dengan mengonsumsi produk dalam negeri, akan mampu mengangkat perekonomian daerah."Dengan diawalinya gerakan bela dan beli produk dari Blitar, mampu menjadikan daerah-daerah lain Jawa Timur, untuk ikut mengadakan gerakan serupa. Sehingga mampu meningkatkan ekonomi daerah khususnya di Jawa Timur," ujar ? Gus Ipul.

Gus Ipul Pimpin 14 Ribu Lansia Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Pimpin 14 Ribu Lansia Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Pimpin 14 Ribu Lansia Pecahkan Rekor Muri

Menurutnya Blitar memiliki banyak menu makanan khas dan berkualitas yang bisa dibeli. "Perlu dikampanyekan terus untuk membeli produk Indonesia. Di sini banyak produk yang bisa dibeli dan berkualitas, terlebih kulinernya. Wislah pokoe enak pool," katanya.

Mantan Ketua PP GP Ansor itu juga mengatakan, saat ini angka harapan hidup bagi lansia juga semakin tinggi, sehingga jumlah lansia juga banyak. Ada sekitar 4 juta lansia yang berada di Jatim.?

“Pemerintah ? akan terus berupaya untuk memberikan perhatian serius, terutama pada lansia agar mereka semakin diperhatikan,’’ ungkap Gus Ipul.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu Bupati Blitar H Riyanto mengatakan acara itu digelar dalam rangka promosi kuliner andalan Blitar yakni nasi pecel bledeg. "Ibu-ibu kumpul ini ? dalam rangka mempromosikan kelebihan Blitar lewat pemecahan MURI makan nasi pecel bledeg (pedas-red)," ungkap Bupati.

Menurutnya angka peserta 14.000 lebih, itu sangat fantastis. Karena bisa melebihi ? kegiatan serupa yang di gelar di Madiun yang jumlah pesertanya hanya 9.217 orang. Banyaknya peserta itu juga melebihi target panitia yang hanya menargetkan 11 ribu peserta saja.?

“Sebelum memecahkan Muri ? dengan makan nasi pecel, ibu-ibu lansia tadi melakukan senam bersama dulu. Pokoknya sehat badannya kenyang perutnya karena makan nasi pecel beledheg,’’ kata bupati.?

Makan nasi pecel dan minum sari buah belimbing masal dimulai dengan disaksikan tim Muri. Saat makan nasi pecel berlangsung, tim dari Muri juga berkeliling untuk menghitung para peserta yang makan nasi pecel serta minum sari buah belimbing. Setelah dihitung, tim Muri mencatat, jika peserta yang makan dan minum pecel serta sari buah belimbing mencapai 14.730.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Setelah kami hitung, jumlah peserta yang makan nasi pecel dan minum sari buah belimbing di Kabupaten Blitar, mematahkan rekor dari Madiun yang hanya 9.217 pincuk. Jadi kali ini, Kabupaten Blitar memecahkan dua rekor sekaligus, yakni makan nasi pecel terbanyak dan minum sari buah terbanyak dengan peserta mencapai 14.730," ungkap Sri Widayati, Manager Eksekutif Muri.

Selanjutnya perwakilan Muri menyerahkan sertifikat kepada Rijanto dan Marheinis. Rijanto mengatakan, pemecahan rekor Muri makan nasi pecel dan minum sari belimbing adalah untuk lebih memperkenalkan kuliner khas Kabupaten Blitar, agar lebih dikenal di Nusantara.

"Nasi pecel Blitar berbeda dengan Madiun, karena pecel di Blitar memakai kencur sehinga rasanya lebih terasa. Sedangkan sari buah belimbing merupakan produk asli dari Kabupaten Blitar," terang Rijanto.

Bedanya, lanjut Ketua IPSI Kab. Blitar itu. Nasi pecel khas ? Blitar bumbu sambelnya diberi kencur dan pedas sehingga biasa di juluki nasi pecel beledeq. Sementara nasi pecel ? Madiun tidak. Begitu juga dengan kerupuknya. Pecel Blitar pakai rempeyek sedangkan nasi pecel Madiun pakai krupuk puli.

“Kalau dengan pecel Kediri hampir sama. Cuma Kediri ditambahi sambal tumpang,’’ jelasnya.

Selain makan nasi pecel, para peserta juga memecahkan rekor makan lempong belimbing, cokelat, serta telur rebus. Mereka makan bersama-sama menggunakan bungkus daun pisang atau dipincuk.(Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 23 Agustus 2017

Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat

Jeddah, Rohis Tegal - Rohani Islam

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari keluarga besar jamaah Masjid Indonesia Jeddah (MIJ) dan Nahdliyin di Arab Saudi. Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi KH Muhammad Firdaus Abdul Manan wafat di Rumah Sakit Sulaiman Fakeh, Jeddah, Arab Saudi, disebabkan penyakit yang dideritanya.

Sebelumnya Kiai Firdaus menjalani rawat inap selama seminggu di rumah sakit, hingga akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada Sabtu (20/8), pukul 7.30 pagi waktu Arab Saudi.

Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat

Almarhum mengemban amanah sebagai rais syuriyah PCINU Arab Saudi setelah terpilih pada konferensi cabang istimewa II pada Juni 2014. Pria kelahiran kota Malang 26 Juni tahun 1962 ini sudah 15 tahun bermukim di Arab Saudi dan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan di Masjid Indonesia Jeddah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia meninggalkan seorang istri dan 3 anak putri serta 2 anak putra. Keluarga bersepakat almarhum dikebumikan di Al Asad, pekuburan tertua di Jeddah setelah pekuburan Ummina Hawa di Bab Makkah District.

Ketua PCINU Arab Saudi Ahmad Fuad serta Acting Konsulat Jendral RI Jenddah Dicky Yunus, para sahabat, ikut mendampingi keluarga mengantarkan almarhum ke pemakaman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Semoga almarhum KH Firdaus Abdul Manan mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya, diampuni segala kekhilafan di terima semua amal kebaikan dan khusnul Khotimah. Amin. (Thobibuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 22 Agustus 2017

Loyalitas Banser Jombang Jaga Kenyamanan Idul Fitri

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Sejumlah masyarakat di tanah air merayakan datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan beragam cara. Sebagian warga melafalkan takbir di masjid dan mushola, sebagian lain menggelar takbir keliling guna meramaikan sepanjang jalan dengan bacaan takbir.

Loyalitas Banser Jombang Jaga Kenyamanan Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)
Loyalitas Banser Jombang Jaga Kenyamanan Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)

Loyalitas Banser Jombang Jaga Kenyamanan Idul Fitri

Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan sejumlah Barisan Satuan Ansor Serbaguna (Banser) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur turut mendampingi masyarakat untuk memberikan keamanan juga kenyamanan. Sebagian anggota Banser intensif menjaga beberapa pos kemananan di beberapa titik yang dianggap rawan. Mereka rela tak mengumandangkan bacaan takbir di masjid, juga merelakan momentum berkumpul dengan keluarganya masing-masing.

Kesediaan waktu dan keikhlasan mereka dalam menjalankan tugas organisai merupakan wujud dari imbauan Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Semoga kita benar-benar menjadi pemenang dan mendapatkan predikat sebagai muttaqiin. Amiin. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf/salah saya," ucapnya, Selasa (5/7) petang.

Zulfikar mengintruksikan semua kader Ansor dan Banser di semua tingkatan di Kabupaten Jombang agar selalu jaga kerukunan, kedamaian, dan kondusivitas di lingkungannya masing-masing.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Upayakan menyambut Idul Fitri dengan banyak mengagungkan asma Allah SWT, dengan bertakbir, tahlil dan tahmid di masjid maupun mushola," imbuhnya.

Terkait pengamanan, ia mengimbau untuk bekerjasma dengan Polri dan TNI. "Kalau ada kegiatan takbiran keliling, siagakan Banser untuk melakukan pengamanan, koordinasi dengan Polri/ TNI di semua tingkatan," ujarnya. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pahlawan, Kiai, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 11 Agustus 2017

NU, Ekonomi, dan Politik Kemaslahatan

Oleh Fathan Subchi



Nahdlatul Ulama (NU) tidak lama akan memasuki satu abad. Tentu, sebagai organisasi sosial keagamaan, NU memang sepatutnya terus berinovasi. Jamiyah yang terkenal corak komunalnya dan identik dengan kaum sarungan ini harus kian akrab dengan isu-isu dan gagasan soal penguatan ekonomi warganya.?

NU, Ekonomi, dan Politik Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Ekonomi, dan Politik Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, Ekonomi, dan Politik Kemaslahatan

Dalam menapaki usianya yang kian matang ini--satu rentang waktu yang terbilang cukup matang mestinya dalam mengarungi pahit getirnya kehidupan--tentu tuntutan warga menjadi satu keharusan yang terus diformulasikan oleh stakeholder, termasuk para pemangku kebijakan di berbagai daerah (eksekutif, legislatif, dll) ?

NU memang sejatinya jelmaan Indonesia itu sendiri. Sebaran warganya yang di berada pelosok-pelosok desa, tradisi kulturnya yang menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat, dan corak kegamannya yang terbuka dan menerima pandangan dari luar yang baik merupakan mozaik bangsa yang perlu dilestarikan oleh siapa pun, termasuk terhadap para penguasa.?

Namun, kendala yang kita hadapi memang sejatinya dari fase ke fase hampir sama, setidaknya ? problem kesejahteraan yang melekat pada kelompok-kelompk warga yang tak punya akses pendidikan, miskin keahlian, dan memang tertinggal secara pemikiran. Perlu ada intervensi semacam tandzimul harakah melalui sebuah kebijakan negara. ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebaran mereka yang mengenyam pendidikan yang baik memang seberuntung daripada mereka yang pada masa-masa lampau telah menjauh dan tak mau bersentuhan dengan dunia ? pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan dan pesantren. Yang tersebar menjadi petani, nelayan, buruh, guru swasta, pegawai kontrak, pekerja informal tentu kian rumit untuk diurai tali dan relasi kesejahteraannya, apalagi tantangan zaman juga kian kompleks.?

Sebagai jamiyah, kontribusi NU dalam berbagai aspek dalam menjejak satu abad memang terlihat sudah amatlah luas. Yang terlihat dan bisa dirasakan secara kultural adalah: pertama, kontribusinya dalam menjaga daya ketahanan sosial masyarakat melalui berbagai sarana persemaian nilai-nilai budaya dan tradisi-tradisi seperti yang menjadi langgam dakwah Wali Songo.?

Kedua, kontribusi secara tarbiyah bisa dilacak menjadi konsistensi NU dalam mengelola pesantren dan madrasah sebagai implementasi pendidikan keagamaan. Nilai-nilai keagaman yang disemai kalangan pesantren dan kiai NU jauh lebih bias diterima masyarakat luas, dan menjadi inspirasi pengetahuan keagamaan dan sumber-sumber kajian akademik di tengah oase padang tandus kerasnya aliran dan paham-paham radikal yang kian mulai berembus. Apalagi, secara jelas dunia sedang menggejala intoleransi. ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

? ? ?

Nahdlatut Tujjar sebagai Gerakan?

Ada tiga pilar utama sebagai pondasi bagi tegaknya organisasi NU yaitu, Nahdlatul Wathan (Gerakan Cinta Tanahair), Tashwirul Afkar (Gerakan Intelektual dan Pemikiran) dan Nahdlatut Tujjar (Gerakan Ekonomi). Ketiga pilar ini menjadi bagian terpenting dalam perjalanan NU dalam membangun bangsa ini. Ketiga pilar tersebut pada mulanya adalah sebuah organisasi yang masing-masing didirikan oleh ulama-ulama dari kalangan NU sendiri. Tahun 1914 berdiri Nahdlatul Wathan sebagai manisfestasi dari kebangkitan berbangsa dan bernegara yang merdeka, bebas dari pengaruh penjajahan.?

Kemudian Tashwirul Afkar pada 1918 sebagai ikon dari pengembangan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dan pada tahun yang sama berdiri pula Nahdlatut Tujjar sebagai perwujudan dari pengembangan ekonomi umat. Ketiga menjadi cikal bakal NU dan sekaligus sebagai pondasi fundamental NU.?

Nahdlatut Tujjar adalah narasi sejarah yang dilukis oleh para pendahulu-pendahulu NU. Nahdlatut Tujjar harus bisa dihadirkan kembali, apalagi secara jelas Raisul Akbar, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dengan kata-kata mutiaranya tentang “Pak Tani itulah penolong negeri”.?

Kata-kata mutiara itu diambil dari cuplikan tulisan beliau, “Pendek kata, bapak tani adalah goedang kekajaan, dan dari padanja itoelah Negeri mengeloearkan belandja bagi sekalian keperloean. Pa’ Tani itoelah penolong Negeri apabila keperloean menghendakinja dan diwaktoe orang pentjari-tjari pertolongan. Pa’ Tani itoe ialah pembantoe Negeri jang boleh dipertjaja oentoek mengerdjakan sekalian keperloean Negeri, jaitoe diwaktunja orang berbalik poenggoeng (ta’ soedi menolong) pada negeri; dan Pa’ Tani itoe djoega mendjadi sendi tempat ? negeri didasarkan.” (artikel F. Rahman-NU, Online, 1/1/2017)?

Sesungguhnya banyak hal yang menyebabkan perlunya didirikan organisasi ini. Satu hal yang terpenting adalah keprihatinan ulama terhadap kondisi masyarakat Indonesia yang terbelakang baik secara mental maupun sosial ekonomi hingga persoalan kebangsaan dan keagamaan. Sebagai bangsa yang berada di bawah kungkungan imperialisme bangsa barat pada saat itu bangsa Indonesia mengalami kondisi yang memperihatinkan. Dan di sinilah Nahdltut Tujjar dihidupkan. Saudagar ulama-santri konsolidasi dan lahirlah organisasi ini sebagai wahana dakwah yang kemudian bisa membesarkan jamiyah untuk lebarkan kekuatan anti-kolonial barat. ? ?

Sebagai embrio gerakan saudagar ulama-santri, Nahdlatut Tujjar bisa letakkan dalam konteks hari ini di mana kita menyadari bahwa warga NU masih jamak yang berada dalam lapis sosial yang tertinggal, mereka masih perlu diintervensi kesejahterannya.?

Mereka menjadi "miskin" secara intelektual dan ekonomi. Dua jalur yang sama-sama perlu diikhtiarkan, yaitu Intelektualisme dan ekonomi. Dua hal pokok kehidupan yang dapat menjadi awal keterbelakangan atau kemajuan suatu bangsa. NU sebagai ormas keagamaan lahir untuk membangkitkan bangsa Indonesia dari tidur lelapnya. ?





Strategi Cluster?

Sejak awal peran Nahdlatut Tujjar dalam memberdayakan ekonomi umat mendapat dukungan dari para pendiri NU yang kebanyakan adalah para pedagang atau sekurang-kurangnya mempunyai unit produksi yang membuat mereka bisa mandiri secara ekonomi.

Diakui atau tidak, mayoritas penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan dan mayoritas dari itu adalah warga Nahdliyin yang berada di pedesaan.?

Dalam kondisi masyarakat seperti ini, pengembangan ekonomi menjadi satu hal terpenting. Karena sabda Rasul SAW yang artinya "kefakiran akan mendekatkan pada kekufuran". Ini mencerminkan bahwa dalam ekonomi islam pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs) akan sangat mempengaruhi keimanan dan keislaman seseorang. Memberdayakan ekonomi umat bisa dimulai dari mana saja. Pergerakannya berbanding lurus dengan konsistensi dan fokus yang menjadi sasaran pasarnya. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, di antaranya dengan model cluster :?

Pertama, pesantren sebagai cluster utama bagi NU. Formulasi gerakannya dititik tekankan pada studi kebutuhan dan kelayakan usaha, serta akses permodalan, kecakapan SDM, dan ketekunan induknya dalam melakukan pembinaan dan pengawasan. Pesantren sesungguhnya sudah tak asing dengan gerakan ekonomi, produk-produk pesantren seperti Kopontren pada masa lampau termasuk produk yang kita banggakan bersama.

Saat ini, Pesantren bisa lebih agresif memfasilitasi santrinya pada bentuk misalnya pendidikan entrepreneur, pemagangan, dan lain-lain. Dan itu, bisa kami koneksikan dengan para pemangku kebijakan di pemerintahan. Dan PKB sudah merintis itu.?

Kedua, cluster warga berbasis pada Pedesaan. Dalam kontek ini, PCNU dan MWCNU bisa mengenali warganya yang telah menekuni pada bidang-bidang tertentu. Mereka yang menjadi petani, nelayan, pengrajin, peternak, pelaku UKM, bisa didata sehingga betul-betul bisa dijadikan acuan untuk menyalurkan bantuan dan bentuk-bentuk dukungan lainnya, seperti akses pelatihan, permodalan, dan lain lain.?

Ketiga, cluster jenis usaha. Lahirnya UU Desa yang memberikan perhatian penuh pada pembangunan di pedesaan, termasuk adalah soal pemberdayaan masyarakat berbasis Bumdes (Badan Usaha Milik Desa). MWCNU bisa memetakan dan membuat satu formulasi Bumdes-Bumdes yang bisa dirancang untuk kesejahteraan warganya. Tentu Hal ini bisa ditempuh dengan membuat semacam pilot project, sehingga jenis-jenis usaha yang dikembangkan, tidak berdasar atas tren, tapi memang sudah menjadi penguasaan para ahli. ? ?

? ?

Dalam rangka ikhtiar membangun ekonomi umat yang kuat, dan tak mudah tergoyah oleh pengaruh global, maka landasan yang perlu ditanamkan saat ini bagaimana warga NU sejahtera, dan memiliki aset tak ternilai. Salah satu juga yang patut dirintis ulang- bagaimana dulu juga pernah dirintis oleh guru kita, Gus Dur—yaitu model bank Nusumma—yang menghadirkan sistem pembiayaan usaha mikro kecil yang bias berdampingan beriringan dengan kelompok masyarakat marjinal, seperti nelayan, petani, buruh, guru honorer, pekerja kasar, dan lain-lain.?

Lokomotif ekonomi menjadi tantangan tersendiri ketika stakeholder NU kini sudah merambah di berbagai jalur kekuasaan; eksekutif dan legislative. Kaum mudanya –yang terpelajar—harus bias diintegrasikan ke dalam model pengelolaan ekonomi pembiyaaan mikro tadi.?

Kita sungguh masih memiliki beban sejarah yang belum selesai. Setidaknya ini terekam dalam statuennya NU (AD/ART) Fatsal 3 poin f yaitu: "mendirikan badan-badan oentoek memadjoekan oeroesan pertanian, perniagaan dan peroesahaan jang tiada dilarang oleh sjara Agama Islam". Di sini sangat jelas bahwa NU harus memperhatikan sektor-sektor penggerak ekonomi. Orientasi politik yang sangat kuat dari sebagian besar kaum Nahdliyyin harus dibarengi orientasi pengembangan ekonomi umat yang bermuara pada kesejahteraan warga.?

Inilah politik kemaslahatan NU yang perlu dirancang dan diimplementasikan segera, apalagi pasar dan Negara kian terbuka dengan model pendekatan NU yang terbuka. Kita memiliki gambaran bahwa 10-20 tahun ke depan adalah medan dari sebuah pilot projek yang amat strategis, bagaimana mengetengahkan politik ekonomi warga lebih dekat dengan bandul politik kemaslahatan NU.

Ibarat gadis cantik, NU seringkali hanya seksi di perebutan pesta lima tahunan. Mudah-mudahan ini menjadi kesadaran dan beban historis yang segera harus kita urai bersama. ?





Penulis adalah anggota DPR RI FPKB. Ketua IKAPMII DKI Jakarta. ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Pahlawan, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 10 Juli 2017

Idolakan Gus Dur, Ini Pengakuan Seorang Katolik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ada yang menarik dalam perhelatan bazar (pasar murah) di kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ahad (5/7). Dalam kegiatan hasil kerja sama Yayasan Puan Amal Hayati dengan Persekutuan Doa Usahawan Katolik Indonesia (PERDUKI) itu, salah seorang panitia mengaku sangat mengidolakan Gus Dur lantaran gaya bicaranya yang khas.

Idolakan Gus Dur, Ini Pengakuan Seorang Katolik (Sumber Gambar : Nu Online)
Idolakan Gus Dur, Ini Pengakuan Seorang Katolik (Sumber Gambar : Nu Online)

Idolakan Gus Dur, Ini Pengakuan Seorang Katolik

Kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Ketua Panitia Bazar David Chaerul menyatakan sangat senang jika Gus Dur bicara di televisi atau di beberapa kesempatan. Meski penganut Katolik, ia mengaku mengidolakan Gus Dur sejak lama.

“Saya suka Gus Dur dari dulu. Karena Gus Dur kalau bicara ceplas-ceplos. Dan ceplas-ceplosnya itu langsung menusuk ke inti persoalan. Saya sukanya itu aja,” ujarnya sembari tertawa lepas.

Rohis Tegal - Rohani Islam

David bercerita, saat bazar sedang dipersiapkan pada Sabtu (4/7) malam, menurut kesaksian sesepuh PERDUKI Anthony, Gus Dur seolah datang dan tersenyum kepada mereka. “Pak Antoni ini Ketua Perhimpunan PERDUKI. Mungkin karena sudah puluhan tahun, maka beliau mampu merasakan kehadiran Gus Dur. Kami di sini (kediaman Gus Dur) hingga jam 12 malam untuk memastikan acara ini sukses,” tuturnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ditanya mengapa kerjasama tersebut memilih Yayasan Puan Amal Hayati yang dipimpin Hj Sinta Nuriyah, David menjawab, selama ini pihaknya membicarakan tentang sukacita dan kebahagiaan hanya di lingkungan mereka sendiri.

“Oleh karena itu, kini kami harus bawa keluar kalau mampu. Kebetulan dari sisi muslim, Ibu Sinta ini karena Almarhum Bapak (Gus Dur-red) yang paling sangat fleksibel (kepada semua golongan-red). Makanya, kami pilih ibu. Gitu lho,” ungkapnya.

David menambahkan, pihaknya disarankan pimpinannya untuk berbagi kebahagiaan dengan umat yang lain. “Kami semua disarankan Romo agar jangan hanya membuat keselamatan di dalam. Kami juga harus memberikan keselamatan keluar. Sebab, kita semua diciptakan serupa, sama. Begitu,” ujarnya.

Ia yakin, jika memberi dengan ikhlas maka bakal membahagiakan semua. “Yang paling saya suka adalah jika diberi dengan hati, pasti menyentuh hati. Itu yang kami lakukan. Makanya, pada bazar ini harga atau diskonnya yang kami patok lebih dari 50 persen,” ungkap David.

Pimpinannya juga mengamanatkan agar mau membantu masyarakat yang susah. “Kebetulan kami juga ada titipan dari para petinggi PERDUKI, apa yang kami lakukan harus membantu mereka yang susah. Bukan mereka yang tidak susah. Ini semua untuk kaum lemah. Sodagar nggak boleh masuk ke sini,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Foto: Salah seorang pengunjung bazar melepas lelah usai antrean panjang di depan stand.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Aswaja, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock