Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gusdurian Jakarta kembali menggelar Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) 2 yang diselenggarakan pada Senin (1/4) di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pada KPG 2 ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari pria dan perempuan. Kegiatan ini sendiri rencananya berlangsung selama dua hari (1-2/4).

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Beberapa pembicara dihadirkan untuk menyampaikan materi terkait pemikiran Gus Dur. Seperti Prio Sambadha, Abdul Moqsith Ghozali, Zastrouw Al-Ngatawi, dan lain-lain.

Acara pembukaan sendiri disampaikan langsung oleh Hj Shinta Nuriyah Wahid di kediamannya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pemikiran Gus Dur diantaranya tentang Pluralisme, Kesetaraan Gender, Demokrasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi serta berharap kepada peserta KPG supaya bisa mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Anak-anak muda bagaimana mengisi kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Ia menuturkan, bahwa pelaksanaan KPG pada hari ini momentumnya sangat tepat di tengah keadaan Indonesia yang sedang ramai persoalan hoax dan ujaran kebencian. (Husni Sahal/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Sunnah, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

PCINU Pakistan Berbagi Takjil

Islamabad, Rohis Tegal - Rohani Islam



Ramadhan di Pakistan berlangsung dengan suhu 35-40 derajat Celcius sementara durasi puasa sekitar 15-16 jam. Namun, hal ini tidak membuat semangat Nahdliyin redup untuk memperoleh pahala pada bulan yang penuh berkah ini. Salah satu kegiatan yang dilakukan warga NU di Pakistan adalah pembagikan takjil kepada masyarakat di sekitar kampus Islamic University Islamabad.?

Dalam release yang dikirimkan ke Rohis Tegal - Rohani Islam, dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan rasa empati terhadap kaum dhuafa dan untuk mengingatkan manusia bersyukur ? kepada Allah atas segala rahmatnya selama ini .

PCINU Pakistan Berbagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Pakistan Berbagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Pakistan Berbagi Takjil

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, (19/06) di sektor I-10 atau di sekitar kawasan Islamic University Islamabad. Tercatat tak kurang dari 50 bungkus takjil dengan empat jenis makanan dan minuman berhasil didistribusikan kepada masyarakat Afghanistan yang mengungsi di sekitar kampus IIU Islamabad.?

Sejak pukul 15:00 PKT (waktu Pakistan) pengurus tanfidziyah mulai memasukkan makanan yang disiapkan untuk takjil dan tepat pukul 17:00 PKT mereka bergegas untuk mendatangi tempat sasaran. Para pengurus tanfidziyah yang hadir untuk melaksanakan kegiatan ini tampak antusias mengikuti bakti sosial ini.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para pengurus berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap semua orang yang terlibat dalam kegiatan ini secara langsung maupun tidak langsung. Setelah pembagian takjil selesai pengurus tanfidziyah kembali ke asrama masing-masing untuk mempersiapkan buka puasa. Tak lupa pula ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh Nahdiyin yang ikut andil dalam mendukung suksesnya acara ini. Red: Mukafi Niam ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Persoalan sampah tidak akan pernah habis karena manusia setiap hari memproduksinya. Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini, berbagai bencana pun sering terjadi. Untuk mengurai persoalan ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berupaya melakukan berbagai langkah konkret terkait penanganan sampah.?

Berikut wawancara Rohis Tegal - Rohani Islam dengan Ketua Pengurus Pusat LPBINU, M Ali Yusuf, Selasa (23/2/2016) di halaman Gedung PBNU Jakarta dalam peluncuran program Gerakan Nasional “Ubah Sampah Jadi Berkah” yang juga untuk memperingati Hari Sampah Nasioanl 21 Februari.

Pak Ali, bagaimana kondisi sampah di Indonesia saat ini?

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia juga penghasil sampah laut terbanyak di dunia setelah Filipina.

Sebenarnya seperti apa sih langkah pemerintah selama ini terkait sampah?

Kami di LPBINU terus berupaya melakukan sinergi dengan pemerintah. Saya pikir, jika pemerintah tak mampu mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah, maka program tahun 2020 bebas akan sulit tercapai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagaimana langkah LPBINU sendiri untuk mengubah pola pikir masyarakat tersebut?

Dari tahun 2009, LPBINU sudah melakukan berbagai langkah terkait penanganan dan pemanfaatan sampah. Karena walau bagaimana pun, sampah merupakan sumber bencana dan penyakit. Sampah yang juga mengandung gas metana akan mempengaruhi iklim dan cuaca, hingga pemanasan global. Nah, Gerakan Nasional Ubah Sampah jadi Berkah ini merupakan salah satu langkah PBNU dan LPBINU untuk mengedukasi masyarakat, bahwa sampah dapat menimbulkan masalah sehingga perlu dikurangi, ditangani, bahkan dimanfaatkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Baca:? LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah)

Gerakan ini terdiri dari berbagai program, seperti apa teknis perwujudannya?

Ya, dalam gerakan ini, LPBINU mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program gerakan nasional ini, seperti Bank Sampah, Daur Ulang, Komposting, Shodaqoh Sampah, Urban Farming, dan Biopori, kami menggandeng lembaga-lembaga lain di NU yang mempunyai fokus ke sampah. Seperti LTMNU dengan ‘Bersih-bersih Masjid’-nya dan RMINU dengan program ‘Pesantren Hijau’-nya. Di Pesantren, kami sudah beberapa kali memberikan pendampingan seperti di Pesantren Gedongan, Cirebon. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, pesantren tersebut sudah mampu menangani dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Lalu, sosialisasi gerakan nasional ini kepada masyarakat sendiri seperti apa?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tentu kami melakukan koordinasi dengan LPBINU di berbagai daerah dan wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menangani dan memanfaatkan sampah melalui program-program yang kami canangkan.

Menarik terkait mengubah pola pikir masyarakat tadi, memang selama ini pikiran masyarakat seperti apa terkait sampah?

Mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa sampah adalah barang tidak terpakai yang harus dibuang begitu saja. Sedikit masyarakat yang mempunyai kesadaran bahwa sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan bencana. Sebab itu, di setiap tempat, kami bertanya dahulu ke meraka, sampah di sini menimbulkan masalah atau tidak? Kalau iya, mari tangani bersama dengan benar. Susah jika masyarakat masih menganggap bahwa keberadaan sampah tidak menimbulkan masalah. Setidaknya hal ini yang kita sadarkan dulu.

Kami juga tidak ingin hanya mengadakan kegiatan-kegiatan dan seminar-seminar. Kami terus berupaya melakukan edukasi dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan, pupuk kompos, biogas, dan lain-lain. Sumber daya manusia sudah ada untuk mendampingi dan melatih. Jika kesadaran masyarakat sudah mengakar, mereka akan jalan secara mandiri. (Baca:? Komitmen Jaga Lingkungan, LPBINU Ajak Masyarakat Olah Sampah)

Oke Pak Ali, optimis bebas sampah tahun 2020?

Sebetulnya bebas sampah sih nggak, minimal dengan langkah dan program yang kami canangkan, setidaknya bisa mengurangi sampah dengan menanganinya secara baik dan benar serta berkelanjutan. Menurut saya, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat terlebih dahulu sehingga program-program penanganan sampah akan jalan sendiri.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Cerita, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Santri Berpeluang Bangun Wirausaha Mandiri

Jepara, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Veteran Semarang, H Bambang Triyono dalam Sarasehan bertajuk “Peluang Wirausaha Santri Mandiri” mengungkapkan, santri mempunyai peluang untuk membangun wirausaha mandiri.

Hal itu sejalan dengan qiyamuhu binafsihi, spirit kemandirian santri. Demikian dipaparkannya saat Koordinasi dan Sarasehan SMK Pesantren Se-Jawa Tengah DIY di pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Ahad (7/4). 

Santri Berpeluang Bangun Wirausaha Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Berpeluang Bangun Wirausaha Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Berpeluang Bangun Wirausaha Mandiri

Menurutnya, untuk membangun santri mandiri hanya membutuhkan 1-2 jam. Sehingga otak kanak jelas Bambang perlu diubah paradigma berpikirnya agar 1 ditambah 1 tidak sama dengan 2 melainkan menjadi 1 juta. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya yang hendak dilantik PNS Eselon 2 memberanikan diri keluar meski dikaruniai 11 anak. Karenanya menjadi wirausahan harus berani out of box—(keluar dari jalur-red),” jelasnya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bambang menyatakan, mandiri menurutnya mudah diucapkan tetapi susah dipraktikkan. Meski demikian sebagai Rektor ia telah menjalankan di kampusnya, mahasiswa yang hendak melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) harus berbekal komunikasi sosial yakni punya jiwa wirausaha. 

Pihaknya, saat ini juga sedang menjalin kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se-Indonesia yang rencananya untuk memudahkan pemodalan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berkenan bekerjasama dengan almamaternya. 

Bambang mengakui para Wali sebenarnya mengajarkan untuk menamam. “Para wali itu mengajarkan nandur—(menanam-red), budidaya ikan dan beternak. Makanya saya di kampus mengajak mahasiswa untuk memelihara 5 pot yang isinya tanaman produktif,” terangnya. 

Andaikata, ada 3000 santri dan setiap santri mau memelihara 5 pot berisi tanaman produktif untuk urusan makan paparnya tidak perlu membeli lagi karena sudah memiliki pasokan. Sehingga menuju Indonesia mandiri dan pesantren mandiri akan terwujud. 

Karenanya, menurut Bambang, untuk mengembangkan santri wirausaha perlu banyak enterprenur touch, sentuhan wirausaha. Santri perlu terus diberikan sentuhan wirausaha. Disamping itu, hearing, banyak mendengar tokoh-tokoh wirausaha yang sukses dan memetakan potensi wirausaha. 

Sementara, M Mustaghfirin Amin, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud berharap SMK Pesantren menjadi sebuah kebijakan nasional sebab darinya mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki lembaga pendidikan lain yakni pendidikan akhlak. 

“Jika trilogi pendidikan mencakup knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan) dan attitute (sikap) maka untuk SMK Pesantren ditambah satu lagi spiritual,” papar lelaki asal Demak. 

Menjelang Indonesia emas, 2030 mendatang Mustaghfirin menyebut mereka adalah investasi negara yang kelak akan menjadi direktur, menteri dan pejabat lain yang sudah kuat karakternya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pertandingan, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan, agama Islam adalah agama yang mulia dan santun. Oleh karena itu, cara membelanya pun harus dengan cara yang mulia dan santun.

Hal tersebut dikatakannya saat mengisi “Istighotsah untuk Jakarta Damai” di halaman gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (7/4) malam.

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia

“Nahdlatul Ulama menerima dua amanat yaitu amanat diniyah (agama) dan amanat wathaniyah (kebangsaan). Agama Islam agama yang benar, dakwah untuk mengajak umat dengan cara yang benar. Islam agama yang sempurna, maka lakukan dakwah dengan cara sempurna. Islam agama yang mulia, lakukan dakwah dengan cara mulia,” urai Kiai Said.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menyatakan ibarat bus yang bagus, cara calo yang ingin mencari penumpang pun harus baik. “Ayo naik bus saya, ada full AC, snack, supirnya bagus,” kata Kiai Said.

Bukan sebaliknya, mengenalkan bus yang bagus tetapi dengan cara yang buruk dan penuh ancaman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ayo ikut ke sana. Kalau nggak mau saya bakar, saya gebukin. Kira-kira orang senang dan mau naik bus enggak? Jadi calo kok ngancam, ya orang malah nggak jadi naik bus itu,” kata Kiai Said.

Demikian juga dengan Islam. Walau Islam agama yang baik, bila cara mengajak orang mengamalkan Islam dengan cara yang jelek, kasar, congkak sombong, maka maka orang akan muak dan benci.

Cara yang santun dan lembut dalam mengenalkan Islam, kata Kiai Said, sesungguhnya telah dicontohkan oleh Rasullullah Muhammad SAW. Ketika memimpin masyarakat Yastrib, penduduknya ada yang Muslim dan non-Muslim; ada pribumi asli, ada pendatang.

“Tetapi Rasul memberlakukan mereka dengan cara yang sama di mata hukum, pelayanan fasilitas, hak dan kewajiban. Enggak pandang bulu sukunya apa, warna kulit, bahasa, budaya tradisi, partai, dan pilihan gubernurnya,” tambah Kiai Said.

Dalam menyambut pemilihan gubernur DKI Jakarta putaran kedua, Kiai Said mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing permusuhan walaupun pilihan mereka berbeda.

“Silakan beda pilihan. Yang senang Ahok pilih Ahok. Yang senang Anies pilih Anies. Yang nggak seneng pilih yang lain, nggak usah demo,” tegas Kiai Said.

Ia berharap dalam pemilihan gubernur putaran kedua, masyarakat Jakarta tetap damai, solid, akur, rukun dan damai. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Nahdlatul, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 09 Januari 2018

Wacana Ekstrimisme di Media Massa

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Berdasarkan penelitan Balitbang Diklat Kemenag tahun 2016 tentang Wacana Ekstrimisme Keagamaan dalam Media Online, apabila dilihat dari pemetaan isu yang terkait dengan masing-masing kata-kata kunci dalam setiap pemberitaan di dalam situs-situs Islam yang diobservasi, maka dapat diidentifikasi framing situs terhadap permasalahan yang terkandung di dalam berita.

Pemberitaan yang memuat kata kunci “ISIS”  tidak selalu menempatkan ISIS sebagai objek langsung dari isu yang dipublikasikan. Adakalanya ISIS ditempatkan sebagai implikasi dari isu yang sesungguhnya ingin disampaikan kepada publik oleh situs Islam. Ada pula berita yang mempertanyakan legal standing dari penangkapan oleh institusi negara, yaitu Densus 88 atau BNPT terhadap pihak-pihak yang diduga sebagai simpatisan ISIS, seperti yang dimuat oleh (islampost.com, 2/2/106) atau pengawasan oleh pemerintah terhadap masjid-mesjid yang diduga menjadi media penyeberan paham ISIS (Hidayatullah.com, 23/3/2015).

Wacana Ekstrimisme di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Wacana Ekstrimisme di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Wacana Ekstrimisme di Media Massa

Angle berita semacam ini tidak otomatis dapat diartikan bahwa nilai berita tentang ISIS menjadi positif, karena dalam konteks ini, objek pemberitaan sesungguhnya adalah kebijakan dalam kerangka mengantisipasi penyebaran paham ISIS di masyarakat yang dinilai tidak produktif.

Dari isu-isu yang dominan disampaikan oleh beberapa media berita online yang berfaliasi kepada Islam Sebagian besar 43% tujuan pemberitaan adalah untuk mempropagandakan ‘nilai’ atau ‘perspektif’ yang dimiliki pengelola situs kepada pembaca atas satu peristiwa. Hal ini relevan, mengingat situs-situs tersebut berfungsi sebagai media dakwah Islam, seperti penjelasan Muhammad Jibriel, pengelola situs arrahmah.com (kompas.com, 7/7/2015).  

Hal yang perlu digarisbawahi, berita-berita yang dimuat oleh beberapa situs Islam yang diobservasi juga mengimplikasikan tujuan memprovokasi pembaca untuk melakukan penolakan atau penilaian negatif terhadap satu peristiwa (13%), seperti pemberitaan yang memuat kata kunci Syiah, Israel, LGBT, BNPT, dan Amerika. 31% berita dimuat oleh situs Islam adalah untuk tujuan mengklarifikasi atau mengkounter satu pernyataan atau peristiwa, seperti berita-berita terkait dengan pernyataan BNPT tentang pesantren yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme atau Islam radikal.

Tidak jauh berbeda dengan media Islam, beberapa media yang berafiliasi non Islam, seperti seperti Katolik dan Hindu juga ditemukan muatan-muatan berita yang bersifat propaganda, provokatif, informative dan klarifikasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berdasarkan hasil observasi sesungguhnya tidak didapati pola wacana keagamaan tunggal yang direpresentasikan oleh masing-masing situs dalam hal pemberitaan terkait isu-isu Islam. Wacana yang terkandung dalam masing-masing berita dapat mengimplikasikan sudut pandang (perspektif) yang puritan, fundamentalis dan bahkan radikalis dari masing-masing situs, tergantung isu, setting berita yang melatarinya serta aktor-aktor yang menjadi subyek penyampaian pesan. 

Di sisi publik, media online yang menyajikan berita-berita keagamaan dipandang sebagai hal yang positif sebagai konsekuensi dari perkembangan teknologi informasi, dapat menyajikan materi secara cepat, dinamis sehingga memudahkan distribusi infomasi kepada masyarakat luas, membuat dunia menjadi tanpa batas, sehingga isu-isu yang tadinya bersifat lokal dapat berubah menjadi eksplosif dan mempengaruhi orang-orang yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan isu tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Munculnya berita-berita keagamaan dalam situs berita berita media online, tidak lepas dari fenomena muculnya ledakan citizen jurnalism dimana setiap orang bisa menulis dan membuat sebuah berita, tidak didukung oleh kaidah kaidah jurnalistik secara benar. Beberapa pihak menilai bahwa memang terdapat media-media yang provokatif dari kalangan media Islam.Namun karatkteristik penyampaian pesannya tidak secara langsung (straight to the point).

Keberadaan media online disadari memiliki dua sisi yang apabila tidak disikapi secara bijak akan berdampak pada beredarnya informasi yang tidak bertanggungjawab apabila tidak terdapat mekanisme yang dapat menfilter dengan baik dan tidak menyalahi prinsip-prinsip demokrasi, yaitu kebebasan berpendapat.

Dalam konteks yang lain, keberadaan media sosial yang berbasis account pribadi dirasakan lebih memiliki pengaruh terhadap tumbuhnya sikap-sikap keagamaan yang radikal. Saat ini, penggunaan media sosial tidak hanya anak-anak muda tetapi juga sudah sampai pada anak-anak SD. Remaja merupakan kelompok masyarakat yang rentan terpengaruh oleh isu-isu radikalisme kegamaan melalui bacaan mereka dari wall di Facebook yang dapat dengan bebas semua pihak berdiskusi tentang berebagai masalah dan isu. Aktivitas mereka menggunakan internet lebih ruting untuk mengakses media sosial. Keberadaan blog atau situs-situs berita lebih untuk kepentingan tugas sekolah.

Pola wacana radikalisme atau ekstrimisme keagamaan di media online berbasis situs-situs berita yang berafiliasi kepada agama tertentu muncul sebagai bentuk reaktif dari persoalan sosial keagamaan yang berkembang di masyarakat dan dipengaruhi oleh faktor yang kompleks. Dengan kata lain, sudut pandang keagamaan puritan, fundametalis dan radikal yang diperlihatkan oleh situs-situs Islam merupakan peneguhan kembali dari ide-ide atau wacana yang sebelumnya tersebar di ruang publik.

Perkembangan wacana radikalisme atau yang mengarah kepada ektrimisme keagamaan di beberapa media berita on-line, perlu mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah cq. Kementerian Agama dalam mengamati perkembangan perilaku keagamaan di tengah masyarakat, sehingga dapat mengantisipasi perilaku radikal keagamaan di masyarakat, khususnya yang dipengaruhi oleh wacana keagamaan yang berkembang di media-media berita online atau di media online lainnya.

Untuk itu, Kementerian agama perlu (i) membuat desk khusus yang mengamati secara terus-menerus perkembangan wacana keagamaan di media online, situs berita, blog dan media sosial, juga video meanstreming, (ii) terlibat secara aktif di dalam merumuskan kebijakan yang bersifat multi-departemen tentang kebijakan pemblokiran situs-situs Islam, (iii) menfasilitasi para penggiat media online dalam memberitakan isu-isu Islam berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan jurnalistik yang benar. (iv) mengoptimalkan peran penyuluh keagamaan dalam rangka deradikalisasi sikap keagamaan masyarakat. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang beberapa tokoh nasionalis untuk mendiskusikan persoalan-persoalan mendasar seputar amandemen Undang Undang Dasar 1945 yang telah dilakukan empat kali. Sebagai institusi sosial keagamaan terbesar di Indonesia yang punya andil besar dalam mendirikan bangsa ini, PBNU ingin memberikan masukan-masukan dengan terlebih dahulu menyaring beberapa pokok pikiran dari para ahli.

“Pada diskusi ini posisi PBNU bukan untuk bicara tapi untuk mendengar, mencermati buah fikiran dan mutiara-mutiara pendapat dari para bapak-bapak yang sangat kita hormati. Alhamdulillah semua datang ke sini,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat memberikan kata pengantar diskusi di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (19/7).

Para tokoh nasionalis yang hadir antara lain Try Sutrisno, Kwik Kian Gie, dan Tyasno Sudarto, dan Muji Sutrisno. Sebagai pembanding diskusi Wakil Rektor Universitas Paramadina Jakarta Yudi Latif, Budayawan Radhar Panca Dahana, dan Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan Putro. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nadj.

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” itu merupakan diskusi kedua yang diselenggarakan oleh PBNU. Sebelumnya, PBNU mengundang pakar hukum tata negara Ryaas Rasyid dan beberapa pelaku amandemen antara lain Ali Maskur Moesa dari Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Lukman Hakim Saifuddin dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan untuk membicarakan legalitas serta dimensi hukum dan politik amandemen UUD 1945.

Undang undang hasil amandemen dinilai banyak kalangan justru mendatangkan banyak persoalan. Belakangan muncul keinginan untuk melakukan amandemen untuk kelima kalinya. Menurut Hasyim Muzadi, PBNU ingin mendapatkan masukan-masukan yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek dalam amandemen itu, berikut berbagai konsekuensinya. “Harapannya kita kita dapat berbuat lebih banyak untuk bangsa,” katanya.

Try Sutrisno menyatakan, amandemen UUD 1945 justru akan memunculkan masalah besar jika tidak hati-hati. Menurutnya, amandemen yang telah dilakukan empat kali itu tidak dilandasi oleh “naskah akademik” yang jelas dan tidak mengarah pada pencapaian cita-cita bangsa sebagaimana termakstub dalam pembukaan UUD 1945.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tidak ada salahnya, apabila kita perbaiki yang kurang lengkap. Saya berpendapat, lebih tepat jika saya pilih kaji ulang secara jujur dan bertanggung jawab,” kata mantan wakil presiden itu.

Ketidakjelasan dalam naskah amandemen itu juga ditemukan oleh Kwik Kian Gie. Menurut mantan Menko Ekuin di zaman Gus Dur dan Megawati itu, penambahan ayat dalam pasal 33 UUD 1945 berkaitan dengan sistem perekonomian Indonesia tidak disertai alasan apa pun. “Yang jelas sekarang ini kita mengarah pada ekonomi liberal. Dampaknya kemiskinan meningkat, kekayaan menumpuk pada beberapa orang,” katanya.

Mantan KSAD Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto menyatakan, kesimpangsiuran nasib bangsa Indonesia pasca reformasi disebabkan karena ulah para pemimpin yang tidak merawat warisan bangsa dengan benar, termasuk dengan mengamandemen UUD 1945 itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya tak akan uraikan lagi apa yang jadi kesusahan, kekrisisan dan malapetaka, karena kita sudah tahu, karena kita tidak lagi bersyukur nikmat terbesar, yaitu nikmat kemerdekaan dengan segala ugorampenya, kelengkapannya, yaitu UUD 45 yang notabene adalah rahmat dari Allah,” katanya sembari mengutip puisi Jendral Besar Sudirman tentang kedaulatan negara dan kemandirian bangsa.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock