Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menyambut datangnya liburan semester, mahasantri angkatan kedua Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam, Beji, Depok berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar Al-Idrus, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Ahad (17/3).

Perihal itu disampaikan oleh seorang mahasantri STKQ Al-Hikam Zaki Muttaqin kepada Rohis Tegal - Rohani Islam melalui telepon, Kamis (22/3) sore.

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Di makam yang terkenal dengan sebutan makam keramat Luar Batang itu, mahasantri menjalankan adab ziarah sebagaimana mestinya. Mereka membaca surah Yasin, tahlil, selawat Nabi Muhamad, doa dan sejumlah kalimat pujian lainnya.

“Pembacaan rangkaian tahlil dan doa dipimpin oleh guru STKQ Al-Hikam Musthofa,” tambah Zaki.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Zaki menambahkan, Ketua panitia acara Mubarok menyatakan pentingnya tradisi ziarah kubur. Karena, ziarah kubur, lanjut Mubarok, menghadirkan suasana khas religius yang amat dibutuhkan warga kota besar seperti Jakarta.

Tujuan dari ziarah itu selain menyegarkan keimanan, mengingatkan orang pada kematian. Padahal, keduanya merupakan kebutuhan dasar religius  bagi setiap muslim, ungkap Mubarok. 

Dalam melaksanakan ziarah kubur, rombongan mahasantri dikepalai oleh Mubarok. Usai berziarah, rombongan bergerak menuju tempat liburan Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi tidak jauh dari makam keramat Luar Batang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penulis: Alhafiz Kurniawan 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 07 Februari 2018

Cara Mudah Memahami Intisari Al-Qur’an

Bagi sebagian orang, memahami kandungan al-Qur’an masih terasa sulit dan bahkan tidak tahu sama sekali. Islam menganjurkan dan mewajibkan umatnya untuk mengamalkan pesan yang terkandung dalam al-Qur’an, tapi bagaimana cara umatnya untuk menyerap pesan-pesan al-Qur’an, sedang mereka tidak mempunyai kemampuan dan keahlian, tidak pernah mengenal ilmu-ilmu alat (nahwu-sharraf) sebagai pintu masuk untuk membuka pemahaman tentang al-Qur’an.



Untung saja ada terjemahan al-Qur’an versi bahasa Indonesia, sehingga sebagian orang bisa membaca arti al-Qur’an walaupun tidak sampai pada pemahaman secara terperinci. Ahsin Sakho Muhammad, seorang pakar dalam bidang ilmu-ilmu al-Qur’an mencoba membantu para penyuka al-Qur’an agar mereka lebih mengerti dan paham tentang kandungan al-Qur’an lewat bukunya yang berjudul Oase Al-Qur’an: Penyejuk Kehidupan.

Cara Mudah Memahami Intisari Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mudah Memahami Intisari Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mudah Memahami Intisari Al-Qur’an



Dalam buku ini dijelaskan tentang kreteria, kelompok, dan golongan orang-orang yang disayang Allah, benar-benar menjadi hamba-Nya yang memperoleh kebahagiaan dunia-akhirat. Pada surah al-Ahzab ayat 35 misalnya, di sana tertera 10 kelompok yang akan mendapat ampunan dan berhak memegang tiket ke surga. Di antaranya adalah orang yang senang bersedekah kepada yang membutuhkan, ikhlas karena Allah tanpa mengharap pujian dan balasan. Kelompok lain yang mempunyai tiket ke surga adalah mereka yang gemar berpuasa, baik puasa sunnah dan apalagi puasa wajib (halaman 46).



Rohis Tegal - Rohani Islam

Sikap kedua kelompok tersebut selayaknya memang harus tertanam dalam diri setiap Muslim. Keduanya mencakup hubungan horizontal dengan sesama dan hubungan vertikal dengan Allah. Menolong sesama, terutama kepada para kerabat dan tetangga sekitar, merupakan salah satu langkah yang sangat baik untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera.?

Orang-orang yang sering menolong dan membantu tetangga dekatnya akan lebih disenangi dari pada mereka yang enggan mengulurkan tangan. Penilaian dan respons masyarakat pun akan berbeda, sehingga orang yang suka menolong dan hidup bersosial bisa dikatakan mempunyai peluang untuk hidup lebih nyaman di tengah-tengah masyarakat di bandingkan mereka yang hidup secara individualis.



Begitupun dengan orang-orang yang berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya, mereka juga mempunyai peluang untuk hidup bahagia di alam akhirat kelak. Mendekatkan diri kepada Allah bisa ditempuh dengan berbagai hal, salah satunya bisa dengan memperbanyak puasa sunnah seperti yang dilakukan oleh para sufi. Menurut sebagian sufi, puasa yang dilakukan secara terus-menerus pada akhirnya akan dapat menghilangkan nafsu yang jelek, yang ada hanyalah kesucian hati dan kejernihan pikiran. Jika sudah demikian, kebahagiaan itu tidak hanya terjadi di akhirat kelak, tetapi sudah mulai hadir sejak di dunia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua sikap terpuji di atas juga tertera dalam surah al-Baqarah ayat 1-5, di sana dijelaskan tentang lima sifat yang mencakup hubungan kita dengan Allah, dan hubungan kita terhadap sesama. Pertama, aspek akidah (iman terhadap hal-hal gaib, kitab-kitab suci, dan hari akhir); kedua, syariah (hubungan vertikal dengan Allah [shalat] dan hubungan horizontal dengan sesama [infak]).

Aspek akidah dan syariah yang tercantum dalam surah al-Baqarah: 1-5 ini oleh penulis disebut sebagai inti ajaran Islam (halaman 32). Siapapun yang berhasil melaksanakan kedua aspek tersebut dengan baik dan ikhlas, ia mempunyai peluang untuk menjadi hamba Allah yang akan hidup bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam buku ini kita akan menemukan beberapa potongan ayat yang bisa menenteramkan suasana hati, menjernihkan pikiran, serta menyejukkan kehidupan. Kita diajak untuk menjadi seorang mukmin yang cerdas secara mental, sosial, moral, dan spiritual, sehingga bisa menyejukkan hati sendiri maupun orang lain.?

Setiap bab hanya berisi satu pokok bahasan, yang didahului dengan beberapa potongan ayat al-Qur’an dan kemudian diberi poin-poin penting yang dikandung oleh ayat tersebut. Poin-poin tersebut tidak terlalu panjang, ringkas, dan padat, langsung pada inti maksud dari ayat yang bersangkutan, sehingga hal demikian tidak terlalu membingungkan bagi mereka yang awam dalam bidang ilmu-ilmu al-Qur’an.

Data Buku

Judul : Oase Al-Qur’an: Penyejuk Kehidupan

Penulis : Dr KH Ahsin Sakho Muhammad

Penerbit : Qaf

Cetakan : 1, 2016

ISBN : 978-602-1337-35-6

Tebal : 346 Halaman

Peresensi: Saiful Fawait, Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Sumenep, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gusdurian Jakarta kembali menggelar Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) 2 yang diselenggarakan pada Senin (1/4) di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pada KPG 2 ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari pria dan perempuan. Kegiatan ini sendiri rencananya berlangsung selama dua hari (1-2/4).

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Beberapa pembicara dihadirkan untuk menyampaikan materi terkait pemikiran Gus Dur. Seperti Prio Sambadha, Abdul Moqsith Ghozali, Zastrouw Al-Ngatawi, dan lain-lain.

Acara pembukaan sendiri disampaikan langsung oleh Hj Shinta Nuriyah Wahid di kediamannya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pemikiran Gus Dur diantaranya tentang Pluralisme, Kesetaraan Gender, Demokrasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi serta berharap kepada peserta KPG supaya bisa mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Anak-anak muda bagaimana mengisi kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Ia menuturkan, bahwa pelaksanaan KPG pada hari ini momentumnya sangat tepat di tengah keadaan Indonesia yang sedang ramai persoalan hoax dan ujaran kebencian. (Husni Sahal/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Sunnah, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Habib Muhammad Luthfy Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan meminta kepada seluruh umat Islam di Pekalongan untuk menunggu keputusan pemerintah dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H.

Permintaan ini dilakukan mengingat beberapa waktu yang lalu ada salah satu ormas Islam yang telah mengumumkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, padahal puasa masih berlangsung.

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfy kepada perwakilan umat Islam yang hadir pada pertemuan MUI Kota Pekalongan yang berlangsung di rumah Habib Luthfy Jalan dr Wahidin 70, Rabu (16/8).

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kita sebagai rakyat yang memiliki pemerintahan yang sah, maka sudah seharusnya kita mentaati segala apa yang telah diputuskan oleh pemerintah, termasuk dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H yang baru akan diputuskan Sabtu malam besok melalu sidang itsbat," ujarnya.

Dikatakan, sebagai ulil amri, pemerintah tidak saja mengatur masalah masalah kepemerintahan yang bersifat duniawi, akan tetapi juga mengatur masalah ukhrowi seperti mengawali dan mengakhir puasa Ramadhan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam musyawarah yang dihadiri jajaran pengurus cabang NU Kota Pekalongan, perwakilan dari Al Irsyad, STAIN Pekalongan, pengurus thariqah dan ratusan undangan lainnya bersepakat untuk mengakhiri puasa menunggu keputusan pemerintah. 

Meski diprediksi awal Idul Fitri 1433 H akan sama dengan pengumuman salah satu ormas Islam, forum sepakat tetap akan menunggu hasil rukyat sebagai rujukan kepastian bahwa memang telah terjadi bulan baru yang bisa dilihat dengan mata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 29 Januari 2018

Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam. KH. Sa’dulloh terpilih kembali sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Sumedang, Jawa Barat, periode 2014-2019 dalam Konfercab NU Sumedang XII yang digelar Sabtu (30/8), di lingkungan Islamic Centre Sumedang. KH.

Sekretaris panitia pengarah Cucu Suhayat menyebutkan, KH. Sa’dulloh menang mutlak dalam sidang pemilihan ketua pada Konfercab NU Sumedang XII. “Alhamdulillah, Kang Haji (KH. Sa’dulloh, red) terpilih kembali. Kang Haji terpilih secara aklamasi, kang haji meraih dulangan suara paling besar (dari dua calon lainnya) yakni 20 suara,” kata Cucu kemarin.

Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang

Berikut raihan suara dalam sidang pemilihan Konfercab. Untuk raihan tahap pencalonan Rais Syuriah, KH A Furqon meraih 17 suara, KH Adam Malik Ibrahim (4 suara), dan KH Muh Nuh (2 suara) dengan total 27 suara. Sementara pada tahap pemilihan Ketua Tanfidziah, KH. Sa’dulloh meraih 20 suara, KH. M. Firdaus (4 suara) dan K. Ade Masluh Sodiq hanya satu suara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Karena menurut tatib pada tahap pemilihan Ketua Tanfidziah ini dilakukan secara aklamasi dengan syarat minimal 9 suara, karena suara paling besar diraih KH Sa’dulloh maka beliau lah yang terpilih sebagai Ketua Tanfidziah PCNU Sumedang periode 2014-2019,” terang cucu.

Sementara itu, sebelumnya, dalam sambutan pembukaan Konfercab NU XII, KH. Sa’dulloh di hadapan 400 hadirin mengatakan, berkat pertolongan Allah SWT, PCNU akhirnya sampai di penghujung kepengurusan menjalankan amanah pada Konfercab NU XI lalu. “Dalam Konfercab XII ini kami akan menyampaikan laporan-laporan pertanggungjawaban amanat peserta Konfercab NU Sumedang XI yang saat itu digelar di Ponpes An-Nuur,” ujar Sa’dulloh.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai kharismatik ini juga sedikit mengulas keberadaan Kantor Sekretariat PCNU Sumedang yang sempat berpindah-pindah tempat. “Dalam perjuangannya Kantor PCNU Sumedang sempat berpindah-pindah kantor sempat di Jalan Pangeran Geueusan Ulun, pindah ke Jalan Prabu Gajah Agung, dan hingga hari ini alhamdulillah PCNU Sumedang memiliki gedung sendiri tidak mengontrak lagi,” tandasnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Di gedung sekretariat yang baru itu, yang berada di lingklungan Islamic Centre Sumedang, lanjut KH. Sa’dulloh, seluruh struktur pengurus, badan otonom, lembaga dan lajnah mulai menapaki kepengurusan yang baru. “Kami akan memulai dengan organisasi yang rapi yang lebih baik sehingga tidak ada lagi dokumen yang tercecer seperti dalam kepengurusan sebelumnya,” terangnya.

Diakui, Pimpinan Ponpes Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta ini, selama kepemimpinan periode sebelumnya masih banyak program kerja yang belum selesai, karena segala keterbatasan termasuk dana yang terbatas.

“Maka, mudah-mudahan pada periode selanjutnya program-program itu bisa terlaksana dengan baik, termasuk dengan agenda pembangunan gedung PCNU Sumedang hingga dua lantai. Dengan begitu, nanti pada Konfercab NU XIII pada 2019 nanti bisa digelar di aula PCNU milik sendiri,” katanya.

Hadir dalam Konfercab PCNU Sumedang XII ini para pengurus NU setempat baik dari PCNU, MWCNU, Pengurus Ranting NU.  Wakil Ketua Umum PBNU H. Asad Said Ali dan Ketua PWNU Jawa Barat H. Eman Suryaman juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Bupati Sumedang H. Ade Irawan berhalangan hadir dan diwakilkan kepada Asda Pembangunan Dede Hermansyah.

Dalam sambutan Bupati Sumedang yang dibacakan Asda Pembangunan Dede Hermansyah mengatakan Bupati berharap pelaksanaan Konfercab NU Sumedang XII berjalan demokratis. “Agar seluruh harapan kader-kader PCNU Sumedang bisa terakomodir seluruhnya,”,sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU Dr. KH. Asad Said Ali dalam sambutannya lebih memberikan pencerahan terkait bahaya paham radikal ISIS (Negara Islam Irak dan Syiria). Menurut KH. Asad ISIS tidak sesuai dengan Negara Indonesia yang berkeragaman dengan empat pilar kebangsaannya.

“Masalah ISIS semata-mata masalah politik bukan agama, ISIS bisa besar karena ada yang mem-back-up-nya, seperti halnya Taliban besar karena didukung Amerika Serikat,” jelas Asad. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Ketika Manusia Berharap Syafa’at dari Nabi-nabi

Di dalam kitab Tanbihul Ghafilin karya Imam Abi Laits as-Samarqandi, dikisahkan pada Hari Kiamat nanti, sekelompok manusia ada yang merasa sangat kesusahan dengan keadaan yang dialaminya.

Mereka kemudian mendatangi Nabi Adam a.s. berharap sang “Abal Basyar” dapat memberikan pertolongan. “Isyfa’ lana (syafa’atilah kami)!” teriak mereka.

Ketika Manusia Berharap Syafa’at dari Nabi-nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Manusia Berharap Syafa’at dari Nabi-nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Manusia Berharap Syafa’at dari Nabi-nabi

Namun, sayangnya jawaban yang keluar tidak sesuai harapan mereka, “Aku tidak berani menempati maqam memberikan syafa’at kepada kalian! Aku pernah dikeluarkan dari Surga, sebab kesalahanku,” ungkap Nabi Adam a.s.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pada hari ini, tidak ada hal yang lebih menyusahkan dibanding diriku sendiri. Pergilah kalian kepada Nabi Ibrahim!”

Kemudian mereka beralih, menuju kepada Nabi Ibrahim a.s, sang Khalilullah (kekasih Allah). Jawaban serupa didapatkan mereka setelah menemui Nabi Ibrahim a.s.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Aku tidak berani. Aku pernah berbohong tiga kali!*

“Pergilah engkau kepada Nabi Musa!”

Kepada Nabi Musa, mereka kembali menitipkan harapan. “Mintakan kami syafa’at dari Allah, agar Allah segera memberikan keputusan kepada kami,” pinta mereka.

Namun, kembali kekecewaan yang mereka dapatkan. “Sewaktu di dunia, aku pernah membunuh seseorang. Maka, pada hari ini, tidak ada hal yang paling kupikirkan dibanding diriku sendiri. Pergilah kalian kepada Nabi Isa!”

Untuk ke sekian kali, mereka belum jua mendapat jawaban. Tibalah kepada Nabi Isa a.s.

“Wahai, Isa! Sudikah anda memintakan syafa’at untuk kami?”

“Aku dan ibuku dijadikan sesembahan, dianggap sebagai Tuhan selain Allah. Maka, pada hari ini, tidak ada hal yang paling kupikirkan, dibanding diriku sendiri. Pergilah kalian kepada Nabi Muhammad, sang penutup para nabi!”

Kemudian mereka mendatangi Nabi Muhammad saw. untuk meminta syafa’at.

Na’am, ana laha! Akulah yang memiliki hak untuk memberikan syafa’at, sehingga Allah memberikan izin dan ridha kepada orang yang kuberikan syafa’at,” jawab Rasulullah saw.

Maka, kepada siapa lagi kita menggantungkan harapan untuk mendapat syafa’at di Hari Akhir nanti? Sudah semestinya pula, kita berharap untuk mendapatkan syafa’at dari al-musthofa, sembari mendendangkan syair pujian untuk beliau: Isyfa’ lana/ Ya habibana/ Laka syafa’at/ wa hadza mathlabi/ Ya Nabi//. (Ajie Najmuddin)

*Nabi Ibrahim pernah ‘berbohong’ tiga kali : 1. Ketika diajak untuk pergi ke kuil, kemudian ia berbohong bisa sakit kalau berangkat ke kuil. 2. Usai menghancurkan berhala, kemudian ditanya raja Namrud, siapa yang menghacurkan berhala, dijawab : yang menjawab berhala adalah berhala yang laing besar. 3. Ketika ditanya raja Namrud, perihal istrinya, dijawab : ini saudara perempuan saya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 06 Januari 2018

KH Masdar: Penegak Negara Khilafah, Salah Pahami Konsep

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi memandang para pegiat kekuasaan Islam gagal memahami konsep khilafah itu sendiri. Ciri global dan eksklusif dari mereka, menandai kekeliruan paham secara serius.

KH Masdar: Penegak Negara Khilafah, Salah Pahami Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar: Penegak Negara Khilafah, Salah Pahami Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar: Penegak Negara Khilafah, Salah Pahami Konsep

“Dikiranya khilafah itu konsep kekuasaan politik global di satu pihak dan sektarian di pihak lain,” kata Kiai Masdar pada rapat persiapan Munas-Konbes NU 2014 di Gedung PBNU, Selasa (14/10) sore.

Padahal kalau melihat surat Al-Baqarah ayat 30, “khalifah” lebih merujuk pada posisi dan peran yang dimandatkan Allah SWT kepada Nabi Adam dan anak cucunya untuk meneruskan karya-karya-Nya di muka bumi baik yang menyangkut material, sosial, maupun etika-moral.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Khilafah sosial-politik, kata Kiai Masdar, sama sekali tidak mempersyaratkan hadirnya negara dunia yang mewadahi kekhalifahan tunggal sebagaimana doktrin politik yang diusung pegiat khilafah belakangan ini. 

Sementara peran kekhilfahan Allah secara individu atau secara sosial menuntut manusia bergaul dengan setara tanpa melihat unsur-unsur SARA di dalamnya. Artinya, siapa yang jujur, cerdas, dan bertanggung jawab pasti akan dianugerahkan kesuksesan oleh Allah, tandas Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock