Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Duta besar Swiss untuk Indonesia Bernardino Regazzoni melakukan kunjungan? ke PBNU untuk menjelaskan masalah Prakarsa pelarangan menara masjid yang diajukan oleh sebagian masyarakat Swiss. Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.

Prakarsa pelarangan pembangunan menara masjid ini diajukan pada 8 Juli 2008 yang ditandatangani 113.540 orang inisiatif ini diajukan oleh komite independent yang mewakili berbagai partai politik.

Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid

Pada tanggal 29 November mendatang akan dilakukan voting apakah pembangunan masjid ini akan dilarang atau tidak. Menurut UU Swiss, sebuah prakarsa harus ditindaklanjuti jika ditandatangani minimal 100 ribu orang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Regazzoni menjelaskan pemerintah dan parlemen menentang keberadaan Prakarsa ini dan merekomendasikan pemilik hak suara untuk menentangnya.

“Pemerintah Swiss percaya bahwa pelarangan pembangunan menara merupakan larangan yang tak dapat diterima bagi komunitas muslim untuk menjalankan keyakinan agamanya,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pelarangan ini merupakan diskriminasi terhadap umat Islam, dan tidak mengacu pada simbol arsitektural agama lain. Karena itu, pelarangan ini tidak sesuai dengan nilai kebebasan dan masyarakat demokratis.

Karena itu, Dewan Federal dan Parlemen meminta dilakukannya dialog yang didasarkan pada sikap saling menghormati untuk mempromosikan saling pengertian antara agama yang berbeda dan integrasi mereka di Swiss.

Dukungan terhadap kebebasan membuat menara masjid juga datang dari masyarakat Yahudi dan Kristen yang ada di Swiss yang tergabung dalam The Swiss Council of Religions (SCR) seperti dalam siaran pers yang mereka sebarluaskan pada awal September 2009 lalu. The Swiss Council of Churches menuntut adanya integrasi, bukan pengeluaran bagi komunitas beragama.

SCR berpendapat bahwa prakarsa ini merupakan wujud dari kekhawatiran dan ketakutan terhadap muslim. Perbedaan pandangan yang ada saat ini harus disikapi dengan serius agar tidak mengganggu hak kebebasan beragama yang merupakan hak dasar universal.

Jumlah muslim di Swiss diperkirakan mencapai 350-400 ribu jiwa yang mayoritas berasal dari Eropa Tenggara dan dari Turki. Terdapat sekitar 150 pusat kebudayaan dan jamaah muslim. Jumlah masjid atau tempat ibadah lain berkisar 100 buah. Sebagian dari masjid tersebut memiliki menara.?

Mayoritas dari komunitas muslim ini juga terintegrasi dengan baik dengan masyarakat Swiss. Hubungan antara muslim dan non-muslim berjalan dengan damai dan tak ada problem. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 07 Februari 2018

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gusdurian Jakarta kembali menggelar Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) 2 yang diselenggarakan pada Senin (1/4) di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pada KPG 2 ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari pria dan perempuan. Kegiatan ini sendiri rencananya berlangsung selama dua hari (1-2/4).

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Beberapa pembicara dihadirkan untuk menyampaikan materi terkait pemikiran Gus Dur. Seperti Prio Sambadha, Abdul Moqsith Ghozali, Zastrouw Al-Ngatawi, dan lain-lain.

Acara pembukaan sendiri disampaikan langsung oleh Hj Shinta Nuriyah Wahid di kediamannya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pemikiran Gus Dur diantaranya tentang Pluralisme, Kesetaraan Gender, Demokrasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi serta berharap kepada peserta KPG supaya bisa mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Anak-anak muda bagaimana mengisi kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Ia menuturkan, bahwa pelaksanaan KPG pada hari ini momentumnya sangat tepat di tengah keadaan Indonesia yang sedang ramai persoalan hoax dan ujaran kebencian. (Husni Sahal/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Sunnah, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (2)

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Islam Nusantara menjadi kiblat baru dunia Islam. Warna Islam Nusantara yang khas menjadi rujukan dunia Islam. Karena, muslim di Indonesia memiliki kecerdasan berlebih di dalam mengaplikasikan dasar Islam; Alquran dan hadits sebagai budaya keseharian.

Demikian dikatakan Direktur Pascasarjana Program Magister (PPM) STAINU Jakarta, Ishom Yusqi di Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan, Jum`at (1/11). 

Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (2)

Dalam ‘membangkitkan’ Islam Nusantara, Ishom Yusqi menyampaikan konsep integrasi dan interkoneksi 3 pilar, yaitu perdaban ilmu dan teks, peradaban seni dan budaya serta peradaban kearifan lokal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Peradaban ilmu dan teks sumbernya Alquran dan hadits,” kata Ishom.Peradaban Seni dan Budaya, tambah Ishom, penting dikembangkan karena hal itu merupakan kekayaan yang mesti dilestarikan. Ia mengambil contoh Negara Arab Saudi yang terlalu mengedepankan peradaban ilmu dan teks. Di saat yang sama mereka mengesampingkan peradaban seni dan budaya sehingga membuat Negara itu “kering” dari peradaban seni dan budaya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di Arab itu jilbab ya gitu-gitu aja, coba di Indonesia pergi ke Tanah Abang jilbab udah macem-macem modelnya. Di sana laki-laki pakaiannya putih semua. Di Indonesia ada macem-macem batik. Di kita ada shalawatan, MTQ, bayati Qoror, bayati Nawa. Di sana ya murattal saja, imbuhnya.

Ishom pun mengkritik mayoritas masyarakat Arab yang menganggap, masyarakat Islam selain mereka adalah masyarakat kelas dua. Alasannya,  adalah Islam turunnya di Arab.

Kalau Islam Indonesia tidak menganggap orang Arab, Eropa, Afrika atau yang lainnya sebagai kelas dua. Semuanya sama.

Pilar terakhir yang dikemukakan adalah peradaban wisdom local (kearifan lokal). Sebagaimana diketahui bahwa sejak dahulu ulama nusantara selalu akomodatif terhadap kearifan lokal. Karena, di dalam kearifan lokal itu selalu disisipkan nilai-nilai keislaman sehingga tidak mudah menganggap hal itu sebagai bid`ah.

Islam nusantara mesti bangkit, dikaji, ditunjukan kepada masyarakat dunia bahwa Islam nusantara tidak kalah dengan Islam yang lain. Islam Nusantara berbudaya, memiliki karakter yang ramah dan santun, pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 26 Januari 2018

LTNNU Sumedang Rumuskan Penerbitan Buletin An-Nahdlah

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Pengurus Cabang Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (24/9) melaksanakan musyawarah kerja. Musyawarah ini di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang.

Musyawarah yang dipimpin oleh Ketua LTNNU Sumedang Ayi Abdu Kohar itu salah satu agendanya membahas tentang pembentukan tim redaksi untuk peluncuran buletin. Sudah disepakati bersama oleh peserta musyawarah bahwa buletin yang akan diterbitkan bernama buletin An-Nahdlah.

LTNNU Sumedang Rumuskan Penerbitan Buletin An-Nahdlah (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Sumedang Rumuskan Penerbitan Buletin An-Nahdlah (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Sumedang Rumuskan Penerbitan Buletin An-Nahdlah

Ayi mengatakan bahwa penerbitan buletin ini merupakan salah satu tugas LTNNU. Di bidang percetakan saat ini LTNNU Sumedang baru bisa menerbitkan buletin, seiring dengan berjalannya waktu kedepannya LTNNU ingin menerbitkan buku-buku atau majalah yang ada hubungannya dengan ke-NU-an.

"Rencana buletin ini akan terbit seminggu sekali. Pendistribusiannya akan bekerja sama dengan pengurus Lembaga Takmir Masjid Kabupaten Sumedang, dan nantinya akan dibagikan ke masjid-masjid yang ada di Kabupaten Sumedang," kata Ayi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Pimpinan Redaksi Buletin An-Nahdlah Muhammad Sholeh Nahru Ulumuddin mengatakan bawah dalam tampilannya buletin ini akan dibuat semenarik mungkin. Isi rubrik yang akan dimunculkan dalam buletin tersebut sekitar ke-NU-an. Bisa berupa berita kegiatan NU, ubudiyah, humor, dan apapun yang ada hubungannya dengan NU.

Mudah-mudahan, lanjut Sholeh, buletin ini bisa memuaskan warga NU di Sumedang yang sudah merasa kangen dengan hadirnya buletin NU di tangan mereka. Memang selama ini sudah ada beberapa buletin yang sering dibagikan di masjid-masjid. Tapi buletin itu bukan terbitan NU. Malahan isinya banyak yang tidak sesuai dengan kultur NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Semoga buletin anahdlah terbitnya bisa istiqomah,” tutup Sholeh Nahru. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Guru, Penentu Penting Mutu Pendidikan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Madrasah yang berkualitas harus memiliki pendidik yang unggul. Artinya, pendidik harus profesional dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Kompetensi guru yang memungkinkan untuk mengembangkan suatu lembaga pendidikan yang unggul menurut Trimantara yang dikutip Nur Azizah adalah kompetensi penguasaan mata pelajaran; kompetensi dalam pembelajaran; kompetensi dalam pembimbingan; kompetensi komunikasi dengan peserta didik; dan kompetensi dalam mengevaluasi.

Dalam upaya mengembangkan kompetensi tersebut, guru harus aktif belajar terus menerus dengan selalu membaca fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, sehingga pembelajaran bersifat faktual dan kontekstual. Guru juga harus mampu menilai hasil balajar ranah kognitif, psikomotorik dan afektif siswa, dan dapat mengetahui siapa dan ranah apa saja yang belum dikuasai oleh siswa. Dengan demikian guru tepat memberi pencerahan kembali kepada siswanya.

Guru, Penentu Penting Mutu Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru, Penentu Penting Mutu Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru, Penentu Penting Mutu Pendidikan

Menciptakan guru yang profesional dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan madrasah melalui beberapa tahapan. Tahapan awal adalah persiapan pembelajaran dalam arti guru harus banyak membaca, dan mengikuti kursus, pelatihan, seminar, workshop. Lebih khususnya guru mengikuti kegiatan pembuatan program kerja guru melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Kegiatannya meliputi penyusunan silabus dan pembuatan rencara pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan kurikulum 2013.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tahapan berikutnya, pelaksanaan pebelajaran, di mana guru harus fleksibel dalam penggunaan metode pembelajaran. Dalam arti metode pelaksanaan program pembelajaran disesuaikan dengan kondisi dan situasi peserta didik. Fokus pelaksanaan pembelajaran menyebar pada tiga ranah meliputi kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

Tahapan akhir yaitu penilaian pembelajaran. Penilaian harus dilakukan secara objektif dan transparan dengan berpatokan pada sistem penilaian kurikulum 2013. Guru harus mampu tanggap terhadap aktivitas pembelajaran dengan melakukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan siswa sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Guru harus mampu tanggap terhadap aktivitas pembelajaran dengan melakukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan siswa sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. Peranan guru yang sangat penting tersebut bisa menjadi potensi besar dalam memajukan atau meningkatkan mutu pendidikan. Guru yang benar-benar berlaku professional dan dapat mengelola dengan baik, tentunya mereka akan makin semangat dalam menjalankan tugasnya, bahkan rela melakukan inovasi-inovasi pembelajaran untuk mewujudkan.

Profesionalisme guru harus disikapi dengan peningkatan kualifikasi dan kompetensi, apalagi sekarang ada keharusan mengikuti uji sertifikasi untuk menentukan kelayakan seorang guru. Guru jangan sampai terkena “jebakan rutinitas”, di mana guru hanya disibukkan dengan kegiatan sehari-hari yang membedakan keadaan status sosial, ekonomi, dan jenis kelamin sehingga lupa dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme.

Perekrutan guru kelas unggul melalui 4 mata pelajaran yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA; tidak tergantung dengan guru PNS yang ada melainkan mencari yang memiliki kompetensi bidang studinya dan bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing (Arab atau Inggris) walaupun belum berstatus PNS.

Program pengembangan guru diarahkan melalui penempatkan personil yang dapat melayani keperluan semua siswa, penyediaan guru yang memiliki wawasan “School Based Manajemen”, penyediaan kegiatan untuk pengembangan profesi pada semua staf dcan guru, penjamin kesejahteraan staf dan siswa, serta penyelenggaraan forum atau diskusi untuk membahas kemajuan sekolah (School performance).

Selain itu, guru didorong untuk meningkatkan kompetensinya melalui diklat atau workshop yang diadakan Kemenag, Diknas maupun Madrasah sendiri, bahkan dengan menggunakan biaya sendiri seperti kursus Bahasa Inggris dan belajar mengoperasikan komputer, LCD, atau kursus IT.

(Baca sebelumnya: http://www.nu.or.id/post/read/73204/kemenag-dongkrak-mutu-mts-melalui-kebijakan-inovatif) (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Terapkan Sistem Pesantren, MTs Juara Pendidikan Karakter

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam. MTs Negeri Model Brebes berhasil menjadi juara 3 tingkat Jawa Tengah sebagai sekolah yang menerapkan pendidikan Karakter. Meski harus mengakui keunggulan SMP N 1 Kudus yang menjadi juara 1 dan SMK Negeri Surakarta yang menjadi juara 2. 

MTs yang terletak di Jalan Yos Sudarso (Kompleks) Islamic Centre itu berhasil menyisihkan 46 peserta finalis lainnya.  

Terapkan Sistem Pesantren, MTs Juara Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
Terapkan Sistem Pesantren, MTs Juara Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

Terapkan Sistem Pesantren, MTs Juara Pendidikan Karakter

“Alhamdulillah, MTs model meraih juara 3 tingkat Jateng,” tutur Drs Muntoyo MPd saat dihubungi di ruang kerjanya, Jumat (8/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keunggulan MTs dalam penerapan pendidikan karakter, lanjutnya, yaitu dengan menerapkan pendidikan sistem pondok pesantren. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Muntoyo, memadukan sistem pendidikan umum dan pesantren benar-benar akan menjadikan peserta didik lebih unggul dibandingkan dengan yang konvensional. Karakter anak didik bisa terbangun karena perubahan pembiasaan. 

“Yang dulunya bersifat dan bersikap kurang baik menjadi baik. Perubahan perilaku dibentuk karena karakter yang kuat dari peserta didik,” tuturnya.

Di dalam kesehariannya, kata Muntoyo, sekolah yang memiliki siswa 1306 ini memberi pelajaran tambahan kitab kuning, muhadasah (percakapan bahasa Arab) dan bahasa Inggris. Pembelajaran kehidupan ala santri pondok pesantren diterapkan dengan penuh, termasuk di dalamnya sholat berjamaah, tadarus dan kajian kitab-kitab lainnya. 

Untuk pembelajaran kitab kuning, sekolah mengambil Imam Besar Masjid Agung Brebes KH Rosyidi, Pengasuh Majelis Taklim Al Ikhlas Pasarbatang KH Jarukhi dan Ulama Limbangan Wetan dan KH Khalimi. 

“Dengan sentuhan dari para Kiai itu, alhamdulillah bisa menguatkan karakter siswa dalam kehidupannya,” kata Muntoyo.

Agar tidak menimbulkan kerisauan, tambahnya, bagi kelas IX juga diberi bekal pendalaman materi pelajaran yang di UN-kan. 

“Kalau karakternya terbangun, tidak ada rasa khawatir menghadapi Ujian Nasional, maka Insya Allah out put nya akan positif,” pungkasnya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 17 Januari 2018

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Kebijakan Sekolah Lima Hari yang dicanangkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai para ulama akan merusak budaya religi yang telah tertanam kuat di masyarakat Jateng.? Budaya religi masyarakat Jateng adalah bercorak pedesaan dan mayoritas masih peduli pada moralitas anak-anaknya.

Wujud peduli pada pendidikan moral itu, para orang tua yang prihatin atas minimnya pendidikan agama di sekolah formal, memasukkan anaknya ke madrasah diniyah atau Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di sore hari. Bahkan banyak yang mendorong anaknya mengaji di pesantren sejak sore hingga malam hari, meski tidak mondok 24 jam di pesantren.

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi

Jika kebijakan Gubernur Jateng yang sekarang dalam tahap uji coba itu benar-benar diberlakukan, maka para murid sekolah formal akan kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan agama dan moral. Padahal itu adalah hak konstitusional peserta didik yang selama ini tidak pernah bisa dipenuhi negara melalui sistem pendidikan nasionalnya.

Jika murid sekolah pulang sore, hingga jam 17 sampai rumah, kemungkinan besar sudah kelelahan. Itu artinya, hilang kesempatan untuk mengaji di malam ? hari. Terlebih malam hari harus belajar menggarap Pekerjaan Rumah (PR) dan sebagainya.

Hal itu mengemuka dalam Halaqoh Ulama bertema "Plus-minus Kebijakan 5 Hari Sekolah di Jawa Tengah" yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis (26/11).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para ulama menyatakan keberatan terhadap kebijakan Gubernur Jateng yang dituangkan dalam Surat Edaran nomor 420/006752/2015. Para utusan MUI daerah mendorong MUI Jateng agar bersikap tegas menolak kebijakan tersebut atas pertimbangan kemaslahatan umat.

Tegas Menolak

Narasumber dalam Halqoh Ulama, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah NU (RMI NU; asosisasi pesantren NU) Jateng KH Abdul Ghoffar Rozien tegas menolak kebijakan tersebut. Ia menyatakan, kepuitusan gubernur Jateng tersebut tidak didasari studi dan kajian yang? memadai sehingga tidak mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Jateng.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Disebutkannya, alasan Ganjar Pranowo yang mengatakan akan meningkatkan kualitas hubungan? orang tua dan anak di hari Sabtu dan Minggu, tidak bisa diterima nalar karena mayoritas orang tua di Jateng masih beraktivitas di hari Sabtu dan Minggu.? Justru kekosongan rumah di saat orang tua tidak ada di hari libur sekolah, menurut Gus Rozien, panggilan akrabnya, berpotensi menimbulkan perilaku negatif yang tidak terkontrol.

"Marilah jujur, para siswa sekolah kita itu semakin banyak yang rusak moralnya. Miris kita kalau mengetahui di setiap malam Valentine Day, semua apotek dan toko kehabisan stok kondom," tuturnya sedih.

Pernyataan Rozien didukung para peserta Halaqoh. Setiap Rozin memaparkan argumennya tentang penolakan itu, disambut tepuk tangan hadirin. Beberapa ketua MUI daerah yang mendapat kesempatan bicara, meminta agar MUI Jateng mengeluarkan sikap tegas menolak.

Argumen paling banyak disampaikan adalah pesantren, madrasah diniyah (Madin) dan taman pendidika al-Quran (TPQ) yang telah ada puluhan tahun, bahkan sudah ada sejak Islam masuk Indonesia, akan tutup karena tiada kesempatan anak-anak mengenyam pendidikan agama di sore hari di lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

"Madin dan TPQ akan gulung tikar. Bukan soal tutupnya yang menyedihkan, tapi tiadanya kesempatan anak-anak kita mendapat pendidikan moral agama. Mau jadi apa mereka nanti?" tutur Kasi Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng Mustasit yang juga anggota MUI itu.

Disebutkan Rozien, satu-satunya benteng moral masyarakat adalah pendidikan agama, dan itu didapat secara maksimal di Madin dan pesantren, yang umumnya diselenggarakan pada sore hari. Pemberlakukan surat edaran gubernut, jelas dia, telah mengancam keberlangsungan lebih dari 11 ribu madrasah diniyyah di Jateng dengan ratusan ribu santri.

Pengasuh Ponpes Maslakul Huda Kajen Pati ini menegaskan, libur sekolah di hari Sabtu dan Minggu, perlu ditimbang lagi manfaat dan mudharat (kerugian) nya. Jika tidak diisi dengan kegiatan produktif, maka tidak ada manfaatnya. Kebijakan? tersebut hanya cocok jika diterapkan di kota Metropolitan semisal Jakarta.

Dukungan penolakan disampaikan MUI Grobogan. Di forum tersebut, Sekretaris Umum MUI Grobogan HM Mahbub Ulil Albab meminta agar MUI Jateng tegas menolak kebijakan lima hari sekolah.

Ia mengaku prihatin mengapa pemerintah yang jelas-jelas telah melanggar konstitusi, tidak mampu memberi pendidikan agama? yang cukup sesuai amanah konstitusi, malah akan mematikan Madin? dan TPQ yang sudah puluhan tahun menutupi kesalahan dan kekurangan pemerintah tersebut.

"Pemerintah sudah tidak bisa memenuhi amanah konstitusi memberi pendidikan agama kepada anak sekolah. Buktinya pelajaran agama cuma dua jam seminggu. Jangan ditambah dengan menutup akses siswa ke madrasah diniyah," tuturnya.

Diminta Beradaptasi

Meski dinamika dalam Halaqoh cenderung menolak, namun dua narasumber menyatakan mendukung. Ketua Dewan Penasehat MUI Jateng Ali Mufiz mengajak masayrakat untuk mengambil hikmah atas kebijakan gubernur tersebut. Ia mengajak para guru Madin dan TPQ untuk menyesuaikan diri dengan membuka Sekolah Ahad, Sekolah Alternatif, Sekolah Tematik Agama, atau semacamnya.

Mantan Gubernur Jateng ini bahkan mempersilakan Gubernur Jateng menerapkan kebijakan tersebut untuk semua sekolah. Tidak hanya untuk SMA dan SMK, melainkan juga sekalian ke SMP dan SD. Agar semua anak pulang sore hari dengan masuk lima hari sekolah.

"Sekalian diterapkan untuk semua jenjang sekolah saja. Kita menyesuaikan diri dan mengambil hikmah dari kebijakan Pak Gubernur. Toh masyarakat akan memilih pendidikan untuk anak-anaknya," tuturnya seraya menyatakan bahwa Kabupaten Sragen meminta penerapan sekolah lima hari untuk SD sampai SLTA.

Narasumber lain, Rektor Unissula Anis Malik Toha menyatakan dukungannya dengan mengatakan bahwa kebijakan Gubernur Jateng membuka peluang bagi madrasah dan TPQ untuk berimprovisasi dan inovasi. Namun ia tidak merinci seperti apa wujud improvisasi dan inovasi tersebut bagi Madin dan TPQ.

Dalam makalahnya ia hanya menuliskan, perlunya diversifikasi pendidikan diniyah secara inovatif, lalu ada formalisasi pendidikan diniyah sebagai sistem pendidikan alternatif di semua level. Lalu ada reformulasi kurikulum.

Anis menyebut madrasah diniyah sebagai tempat pendidikan agama, itu terjebak pada hegemoni budaya asing yang mendikotomikan ilmu umum dan ilmu agama. Maka konsepsi seperti itu harus diubah.

Namun pernyataannya ini diprotes Mahbub dari Grobogan. Menurutnya, menyalahkan madrasah sebagai korban hegemoni asing itu kurang bijaksana. Ia menyebut perlunya formalisasi pendidikan diniyyah sebagai sistem pendidikan alternatif di semua level.

"Madrasah itu sudah ada sejak Islam masuk di Indonesia. Menyatakan Madin terjebak hegemoni asing itu kurang bijaksana," tutur Mahbub disambut tepuk tangan hadirin.

Ketua PP RMI NU Abdul Ghoffar Rozien sendiri dalam tanggapanya mengatakan, meminta madrasah menyesuaikan diri dari kebijakan gubernur Jateng itu ibarat ada orang sudah merebut rumah, lalu disuruh membuat rumah baru.

Hingga kini, kebijakan Gubernur tersebut telah ditolak oleh beberapa Pemda. Yakni Surakarta, Kendal, Pekalongan, dan Kabupaten Semarang Serta Boyolali, Temanggung, dan Batang dan Rembang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Nur Hadi Amiyanto yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, kebijakan tersebut baru sebatas uji coba di SMA dan SMK negeri. Setelah satu semester akan dievaluasi. Ia mempersilakan masyarakat termasuk ulama memberi masukan dan pihaknya akan membahasnya secara mendalam.

"Kebijakan ini masih uji coba. Akan kami evaluasi setelah satu semester," tuturnya.

Pemerintah Justru yang Ikut Asing

Menanggapi kebijakan Gubernur Jateng ini, seorang alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Dawam Muallim menguraikan, dulu pada zaman Wali Songo, pendidikan di Indonesia adalah pendidikan yang berbasis padepokan dan pondok pesantren. Pendidikan di padepokan biasanya menitikberatkan pada pengajaran ilmu silat dan bela diri serta ilmu budi pekerti, sedangkan pendidikan di pondok pesantren biasanya juga mengajarkan ilmu silat dan bela diri namun lebih dominan pada pengajaran ilmu-ilmu agama.

Ia melanjutkan, pendidikan model seperti itu berlanjut hingga zaman Belanda, dan kebanyakan laskar perebut kemerdekaan didominasi para pendekar dan para kiai yang dibantu oleh para santri.

Belanda pun selalu kewalahan menghadapi mereka, sehingga Belanda harus memeras otak untuk menghilangkan pendidikan berbasis pondok pesantren dan padepokan. Maka Belanda membuat pendidikan tandingan yang berbasis ilmu-ilmu duniawi, namun saat itu para kyai mengharamkan penduduk pribumi belajar di sekolah Belanda.

"Penduduk pribumi saat itu masih banyak yang taat kepada fatwa kiai, sehingga selama ratusan tahun sekolahan Belanda masih sepi dari penduduk pribumi," ujar ustadz yang kini mendirikan pesantren di Kalimantan ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika Belanda masih kalah sama fatwa kiai, akhirnya penjajah melarang para bupati dan wedana menerima pegawai selain dari lulusan sekolahan Belanda.? Hal itu dilawan lagi oleh kiai dengan mengeluarkan fatwa haram bagi santri dan anak cucu kiai menjadi pegawai.

"Namun lambat laun, sekolah Belanda itu akhirnya laku juga, yang pada akhirnya mampu mengalahkan pendidikan pesantren dan padepokan.? Dan sekarang guru yang dianggap sah oleh pemerintah Indonesia adalah para guru sekolah model Belanda, sungguh kenyataan yang sangat menyedihkan," pungkasnya. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaNu, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 09 Januari 2018

Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Allahu Akbar, wa lillahilh hamd

Dengan bersyukur ke hadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya pagi hari yang berbahagia ini kita menyambut kedatangan hari yang agung, hari raya fitri, hari raya kemuliaan dan kesucian.

Dengan rasa haru dan penuh ikhlas, kita semua melepas bulan Ramadhan, bulan yang luhur dan mulia yang dipenuhi dengan ampunan dan karunia. Kita bertakbir, mengagungkan Allah SWT dan menyucikan-Nya dengan bertasbih, menyucikan dari segala sesuatu yang tidak layak pada-Nya.

Takbir, tahlil dan tahmid silih berganti, berkumandang di angkasa raya diucapkan dengan lisan yang fasih dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan. Rona dan wajah setiap Muslim menampakkan kebahagiaan yang cemerlang dan ketulusan yang mendalam, jauh sampai ke lubuk hati. Melukiskan kesan yang kuat dan mengakar ke dalam jiwa yang suci. Semua itu merupakan perwujudan dari pernyataan syukur kita ke hadirat Allah SWT atas segala karunia dan nikmat-Nya, terutama karunia yang paling agung berupa petunjuk dan hidayah-Nya. Hidayah itu membibing kita meniti cahaya yang terang benderang, menuju kehidupan yang sukses, lahir dan bathin. Kita bersyukur telah dapat melaksanakan ibadah shiyam sebulan penuh dengan ketabahan dan keikhlasan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. (Al-Baqarah [2]: 185)

Pagi ini, kita merayakan Idul Fitri, hari raya kesucian yang dinantikan kehadirannya oleh setiap insan yang beriman, dengan demikian kita kembali kepada fitrah, yaitu kemurnian dan kesucian. Kembali kepada kemurnian dan kesucian berarti kita kembali kepada suasana yang bersih telepas dari dosa dan kesalahan. Setiap orang yang melaksanakan puasa Ramadhan sesuai denga petunjuk al-Qur’an dan al-Sunnah akan terlepas dosa dan kesalahannya sehingga menjadi suci kembali, seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya. Kesucian yang telah kita peroleh dengan susah payah itu hendaklah terus dipertahankan sampai bulan-bulan berikutnya dengan meingkatkan iman dan takwa kita serta bertaqarub kepada-Nya dengan tunduk dan patuh.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar



Puasa Ramadhan yang baru saja kita jalani membentuk setiap diri umat Islam agar memiliki kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu dan dapat meningkatkan potensi kesucian rohaninya. Ibadah shiyam dapat membentu jati diri Muslim yang pari purna dengan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Iman dan takwa itu dibuktikan dengan senantiasa berpegang teguh kepa petunjuk-Nya, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Dengan mempertahankan kelestarian iman dan taqwa, kita meniti jalan yang lurus untuk mencapai keridhaan Allah SWT, keridhaan yang senantiasa didambakan oleh setiap manusia yang beriman. Menuju keridhaan yang agung dan luhur itu harus ditempuh dengan melaksankan ibadah dan amal shaleh secara ikhlas dan jujur, sesuai dengan ikrar kita yang selalu kita ucapkan dalam do’a iftitah yang dibaca pada saat awal melaksanakan shalat. “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali menyerahkan diri (kepada Allah) (QS. al-An’am : 162-163).

Pembentukan jati diri dalam ibadah shiyam merupakan aktivitas yang sangat penting dalam kehidupan seorang mukmin, karena dengan jati diri itulah kita akan bersikap istiqomah dalam menjalani ajaran agama. Ibadah shiyam yang kita laksanakan, harus mampu membentuk jati diri setiap Muslim dan meningkatkan kualitasnya dari tahapan yang paling rendah menuju tahapan yang paling tinggi.

Kaum Muslimin, para jamaah yang kami muliakan,

Pembentukan jati diri itu, menuju perubahan pada yang lebih sempurna, sebagaimana yang dicontohkan oleh kehidupan para sahabat Nabi dan Tabiin generasi awal. Perubahan yang sangat mendasar menuju jati diri yang sempurna misalnya kita bisa mengambil contoh dar peristiwa berikut ini:

Pada suatu saat Rasulullah Muhammad SAW menerima tamu, seorang pria dari kalangan musyrik Arab jahiliyah. Nabi menerima tamu itu sebagaimana layaknya beliau menerima tamu yang lain, dihormati selayaknya dan dipersilahkan duduk di ruang yang telah disediakan. Nabi SAW menyuguhkan kepada tamu itu segelas air susu murni. Demikianlah kebiasaan dan kebangaan orang-orang Arab pada waktu itu, mereka sangat berbahagia sekali apabila dapat menyuguhkan pada tamunya air susu murni yang mereka perah dari kambing atau unta.

Setalah disuguhi segelas air susu, tamu itu meminumnya sampai habis. Kemudian Nabi menyediakan gelas yang keduanya, itupun diminum sampai habis lalu Nabi menyediakan gelas yang ketiga itupun diminum sampai habis. Hal itu terus berlangsung sampai tujuh gelas. Pertemuan itu kemudian berlalu begitu saja, tidak ada hal yang perlu dicatat, pria Arab jahiliyah kembali ke rumahnya dan Nabi pun melaksanakan aktivitas dakwahnya sebagaimana biasa.

Kira-kira beberapa bulan setelah itu, pria Arab jahiliyah tadi masuk Islam, sebagai seorang mualaf dia merasa ketinggalan dengan para sahabat lain, karena itu dia terus mempelajari agama dengan sungguh-sungguh dan mengamalkannya dengan baik. Dalam jangka waktu tidak begitu lama pria mualaf itu telah menjadi seorang Muslim yang sangat baik. Setelah menjadi pria Muslim yang baik dia mengujungi rumah Nabi kembali. Nabi menerima tamu mualaf ini, langsung teringat dengan kunjungan yang pertama dulu, kemudian Nabi menyediakan segelas air susu, sebagaimana dulu menyediakannya. Pria mualaf itu kemudian minum segelas air susu yang disediakan oleh Nabi sebagaimana dulu ia meminumnya.

Ketika Nabi akan menyediakan gelas yang kedua, tiba-tiba pria mualaf itu mengatakan, “Wahai Rasulullah cukup untukku, cukup untukku dengan segelas susu itu.” Nabi SAW mengomentari sikap pria mualaf yang telah berubah drastis dari kebiasaan jahiliyahnya dan menggantinya dengan jati diri seorang Muslim, beliau mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Seorang mukmin cukup meminum dengan satu gelas, sedangkan orang kafir baru puas minum dengan tujuh gelas. (HR. Muslim. No Hadis: 3843)

Dari contoh itu kita bisa melihat secara langsung betapa besarnya perubahan sikap dan jati diri dari seorang jahiliyah menjadi seorang mukmin. Pola hidup yang tadinya dipenuhi dengan kerakusan digantinya dengan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam pola makan, dalam pola berpakaian dan bertingkah laku. Manusia mukmin yang melaksanakan ibadah Ramadhan juga diarahkan agar melakukan perubahan yang besar dalam membentuk jati dirinya, dari manusia yang berkualitas rendah menjadi berkualitas tinggi menuju kesempurnaan sesuai dengan ajaran Islam. Puasa Ramadhan pada hakikatnya dapat membentuk jati diri seseorang menjadi pribadi yang berkualitas dan memiliki kemampuan yang tinggi dalam meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Salah satu jati diri manusia mukmin adalah berpola hidup sederhana dan dapat mengendalikan nafsunya sehingga tidak terjerembab dalam lembah kehinaan dan kehancuran.

Ada tiga macam nafsu yang sering menjerumuskan seseorang ke lembah kehinaan yaitu nafsu dari dorongan perut, libido seksual, dan hawa nafsu yang menyesatkan. Nabi SAW sangat mengkhawatirkan umatnya terjerembab dalam tiga macam nafsu yang menghancurkan itu, sehingga beliau bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya aku mengkhawatiri kamu sekalian terjerembab dalam keinginan hawa nafsu dari dorongan perutmu, dorongan seksualmu dan hawa nafsu yang menyesatkan. (HR. Ahmad. No Hadis:18951)

Dalam kehidupan modern yang kita jalani sekarang, di mana sikap hidup materialisme, konsumtivisme, dan hedonisme, terus menggerogoti masyarkat kita, kita jumpai betapa banyakanya orang yang telah terjerembab dalam lembah kenistaan dan kehinaan. Ada sebagian dari masyarakat yang terjerembab ke dalam hawa nafsu perutnya sehingga ia menjadi budak perutnya sendiri, maka ia pun makan secara berlebihan, minum secara berlebihan, sehingga hidupnya hanya memenuhi dorongan perutnya. Orang seperti ini tergolong dalam kelompok manusia yang paling buruk dari umat Nabi Muhammad SAW.

Kalau orang pertama tadi menjadi budak perutnya sendiri, sehingga ia terjerembab dalam kehinaan dan kehancuran, sedangkan kelompok kedua banyak orang yang menjadi budak dari dorongan libidonya sehingga ia menjadi budak nafsu seksualnya. Keadaan seperti ini lebih membahayakan lagi, karena akan menimbulkan kerusakan dan kehinaan yang lebih parah. Banyak keluarga dan masyarakat yang hancur karena menjadi budak libido dan nafsu seksualnya. Akibat memperturutkan nafsu seksual banyak menyebabkan manusia bergelimang dengan dosa, seperti; perselingkuhan, perzinahan, dan timbulnya deviasi seksual yang mengerikan.

Kalau orang kedua tadi menjadi budak dari dorongan seksualnya sendiri, maka kelompok yang ketiga, adalah manusia-manusia yang diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri, keadaan ini jauh lebih berbahaya lagi, karena memperturutkan hawa nafsu akan mencampakkan pelakunya menuju kehancuran yang sangat menakutkan. Bahkan terkadang hanya berapa detik saja orang tidak bisa mengendalikan hawa nafusnya ia telah terjerumus? dalam kerusakan dan kehancurn dan penyesalan yang sangat berat selama-lamanya di dunia dan akhirat Karena itu Nabi menyatakan: “Musuhmu yang paling berbahaya adalah hawa nafsumu yang berada di antara kedua lambungmu sendiri” (Ihya’ Ulumuddin).

Al-Qur’an memperingatkan orang-orang yang terjerembab dalam kemauan hawa nafsu yang menyesatkan, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Ahqaf: 20.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".

Berbagai kejahatan timbul dalam kehidupan masyarakat, karena manusia meuruti hawa nafsunya sendiri. Ibadah puasa Ramadhan yang telah kita jalani dapat melatih dan melindungi diri kita agar tidak terjerembab dalam kubangan hawa nafsu, sebagaimana yang disebutkan di atas. Dengan demikian puasa dapat membentuk jati diri yang paripurna, menjadi manusia Muslim yang beriman dan bertakwa.

? ? ?

Allahu Akbar, wa lillahil hamd

Hadirin dan hadirat yang mulia,

Kembali kepada fitrah yang suci dan bersih itulah yang sesungguhnya kita jalani sekarang ini. Hari yang amat berbahagia ini dinamakan ‘Idul Fitri’, yaitu kesucian dan keutuhan yang telah kita peroleh kembali setelah kita melakukan puasa Ramadhan sebulan penuh. Karena itu hari ini adalah hari kemenangan dan kejayaan bagi kita semua, karena kita telah berusaha meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, ucapan yang paling tepat kita ikrarkan pada hari ini adalah suatu do’a:

? ? ? ? ? ?

“Wahai Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah yang memperoleh sukses dan kemenangan serta diterima amal ibadahnya oleh Allah Swt”.

Dengan kembali kepada fitrah, kita akan mencapai kebahagiaan dan kesuksesan lahir batin yang selalu kita harapkan. Sesuai dengan petunjuk Ilahi, marilah kita bertakbir mengagungkan asma Allah atas segala petunjuk-Nya dan marilah kita bersyukur atas segala rahmat dan karunia-Nya.

Semoga kita semua senantiasa dapat mengikuti petunjuk Allah dan senantiasa memperoleh rahmat-Nya. Amiin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II



? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, Rais Syuriyah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional

Tegal, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional Jawa Tengah III resmi bergulir di GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (6/9). Peresmian pembukaan ditandai dengan tendangan bola oleh Pembina LSN yang juga anggota DPR RI Abdul Kadir Karding.

Turut hadir dalam pembukaan anggota DPR RI Bachrudin Nasori, Bupati Tegal Ki Enthus Susmono, Ketua PCNU Tegal H Akhmad Wasyari, Ketua DPRD Tegal A. Firdaus Asyaerozi, Koordinator LSN Regional Jateng III H Rafiq Abdillah dan sejumlah tokoh lain.

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional

Menurut Karding, LSN menjadi ajang santri untuk tampil ke depan. Tidak hanya dari sisi keilmuan, seni dan budaya, santri juga harus maju olahraganya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"LSN diharapkan bisa menciptakan kader dari santri menjadi pemain bola profesional," harapnya.

Sementara itu Bupati Tegal Ki Enthus Susmono berharap, Liga Santri Nusantara menjadi sarana pendekatan silaturahmi generasi NU dari semua sarana termasuk olahraga.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"LSN menjadi momentum untuk mempererat jalinan silaturahmi dan memperkuat persatuan generasi muda NU," ujarnya

Koordinator LSN Regional Jateng III H Rafiq Abdillah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Pemkab Tegal dalam mendukung kegiatan LSN 2017 dengan sangat baik.

"Alhamdulillah berkat komunikasi yang baik dengan RMI, tim tahun ini naik 100 persen dari tahun kemarin. Selain itu juga berkat support dari pemda, yang bupatinya NU dan santri, pelaksanaan pun sangat baik," ungkapnya.

Sementara itu, LSN Regional Jateng III diikuti 30 tim dari berbagai pondok pesantren di wilayah eks-karesidenan Pekalongan dan eks-karesidenan Banyumas.

Pada laga perdana tim sepakbola Mahadut Tholabah FC Lebaksiu Kabupaten Tegal berhasil unggul dari lawannya Bustan FC Ketanggungan Brebes dengan skor 4-3. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, PonPes, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 04 Januari 2018

400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk

Nganjuk, Rohis Tegal - Rohani Islam. Panitia Program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur akan mengelar seleksi ? tes tulis masuk kegiatan pesantren kilat bagi pelajar yang baru lulus pendidikan tingkat SMA/SMK/MA di Kampus IAI Pangeran Diponegoro, Nganjuk.

Atourrohman Syahroni, selaku manager Sanlat BPUN Nganjuk mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan mulai Ahad (10/4) di Aula Kampus Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk.

"Kegiatan ini akan diikuti 400 peserta yang berada dari wilayah Nganjuk,Jombang dan Kediri", ujarnya.

400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)
400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)

400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk

Dari 400 peserta tersebut, lanjut? Atourrohman? ? akan diambil 100 terbaik untuk mengikuti pesantren kilat bimbingan belajar masuk penguruan tinggi? negeri. Keseratus peserta Sanlat akan menjalani masa pemondokan selama satu bulan dan menerima pembekalan, baik materi akademik maupun non-akademik.Peserta Sanlat juga akan digembleng dengan materi tentang NU dan Ahlussunnah wal Jamaah. Sedangkan, pembekalan akademik diorientasikan pada materi untuk menyongsong pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. "Salah satu targetnya, para santri Sanlat bisa lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri,"katanya.

Pemondokan Pesantren Kilat akan dilaksanakan di Ponpes Mabaul Adzim Bagbogo Desa Warungjayeng Kecamatan Tanjunganom Kabuapten Nganjuk.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Santri sanlat akan di Gemblengan, berharap nanti akan ? bisa membantu para santri untuk menjadi tenaga profesional yang memiliki ikatan dengan Nahdlatul Ulama. "Ini untuk memenuhi kebutuhan kader NU yang profesional dari berbagai disiplin ilmu," ujar PNS Kemenag Nganjuk ini.

Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 merupakan program yang diselengarakan oleh Yayasan Mata Air Nganjuk bersama Pimpinan Cabang Fatayat NU, Muslimat NU, dan Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Kabupaten Nganjuk. (Anwar Muhamad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Nahdlatul, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 02 Januari 2018

Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor

Philadelphia, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dua orang generasi muda NU menyusul pendahulu mereka menyelesaikan pendidikan S3: Achmad Munjid dan Ahmad Rafiq. Keduanya berhasil meraih gelar doktor dari Department of Religion di Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat.

Achmad Munjid berhasil mempertahan disertasinya: “Building A Shared Home: Investigating the Intellectual Legacy of the Key Thinkers of Inter-Religious Dialogue in Indonesia” di hadapan empat penguji, yang dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2014. Sedangkan Ahmad Rafiq mempertahankan disertasinya dengan judul “The Reception of the Quran in Indonesia: A Case Study of the Place of the Quran in a Non-Arabic Speaking Community”, pada Jumat kemarin, 20 Juni 2014.

Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor

Bagi Achmad Munjid, bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S3 sungguh di luar bayangannya saat kecil. “Saat lulus SMP, saat itu saya pikir sudah merupakan anugerah yang luar biasa, karena hampir semua keluarga saya hanya lulusan SD. Kami tidak mampu melanjutkan sekolah karena kondisi ekonomi tidak memungkinkan. Saya bisa masuk SMA atas kerja keras ibu membiayai saya dari hasil menjahit kutang. Saat S1 pun saya terpaksa cuti 2 tahun karena kekurangan biaya. Tapi alhamdulillah, berkat doa ibu, saya bahkan bisa menyelesaikan S3 di Amerika Serikat”, cerita beliau di saat malam perpisahan sebelum kembali ke tanah air, di hadapan para jama’ah masjid Al-Falah Philadelphia (masjid milik komunitas Indonesia di Philadelphia).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pun demikian Ahmad Rafiq yang pencapaiannya ini juga tak lepas dari do’a ibu. “Lima belas menit sebelum ujian disertasi, saya menelepon ibu saya di Banjarmasin. Ibu saya hanya berpesan agar jangan lupa kirim Al-Fatihah buat para penguji. Alhamdulillah ujiannya lancar”, cerita beliau sesaat setelah ujian selesai.

Dalam pengamatan Rohis Tegal - Rohani Islam yang ikut menghadiri sidang Ahmad Rafiq, sidang disertasi di Amerika ternyata berbeda suasananya dengan di Indonesia. Jika di tanah air, kesan “persidangan” sangat terasa dan tidak jarang pertanyaan penguji cenderung “membantai” disertasi calon doktor. Mungkin karena kebudayaan masyarakat Amerika lebih egaliter, maka itu tampak dari ujian yang hanya diselenggarakan di ruang kuliah. Bahkan salah satu penguji hanya menggunakan kaos dan sandal. Sidang disertasi tak ubahnya seperti diskusi biasa. Pertanyaan penguji lebih menggali substansi disertasi untuk memberi masukan agar dalam revisi nanti, disertasi bisa lebih komprehensif dan lebih baik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua doktor muda NU ini merupakan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat dan Kanada. Achmad Munjid adalah Wakil Rais Syuriyah, sedangkan Ahmad Rafiq sebagai a’wan. Mereka berdua juga pengasuh jama’ah masjid Al-Falah ICGP (Indonesian Community for Greater Philadelphia) yang pernah dikunjungi Gus Mus dan Gus Yahya Staquf tahun 2011 lalu. (jamal jufree/mukafi niam)

Foto: Ahmad Munjid (kiri) Ahmad Rofiq (kanan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Tegal, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 01 Januari 2018

1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. PMII Kota Banjar merilis hasil kajian perihal wajah APBD Kota Banjar tahun Anggaran 2014. Ketua Kajian Kebujakan Publik PMII Kota Banjar Wahidan melihat Walikota Ade dengan Wakilnya Darmaji melakukan pemborosan pada tahun 2014 terutama penganggaran yang terlalu besar untuk pengadaan dan pemeliharaan kendaraan dinas kota dibandingkan aliran untuk sektor pertanian.

Wahidan menyampaikan sejumlah perbandingan angka penganggaran APBD Kota Banjar dalam diskusi bertajuk "Mengupas Satu Tahun Kepemimpinan Ade-Darmaji" di Sekretariat PMII jalan Cibeureum, Sukamaju, desa Mulyasari, Selasa (2/12).

1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran

Pemerintah Kota Banjar menganggarkan 8.486.757.350 untuk 57 unit pengadaan kendaraan dinas dari seluruh SKPD, dengan rincian antara lain DPRD sebesar 1.035.000.000, sekretariat daerah 5.043.200.000, dinas PU 570.000.000, DCKLH 600.000.000, termasuk pengadaan kendaraan dinas 1 unit untuk institusi KORPRI sebesar 179.235.000.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sedangkan untuk total belanja langsung yang menyangkut publik di sektor pertanian hanya sebesar 7.712.616.362.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Perbandingan ini cukup menyakitkan. Banjar menjadi kota agropolitan tampak hanya isapan jempol. Jika kendaraan dinas yang sudah ada masih layak pakai seperti mobdin untuk pimpinan DPRD, kenapa mesti beli yang baru? Pemborosan. Ini akan berdampak pada pembengkakan biaya pemeliharaan kendaraan dinas di anggaran tahun berikutnya,” kata Wahidin yang kini diamanahkan sebagai Bendahara PMII Banjar.

Meskipun secara aturan tidak bermasalah, tetapi secara moral ini patut dipertanyakan, kata Wahidan.

Belum lagi besaran pos anggaran pemeliharaan rutin kendaraan dinas yang mencapai 6.067.661.071. jumlah itu jauh melampaui anggaran pengadaan obat dan perbekalan kesehatan yang hanya dianggarkan sebesar 2.151.700.496.

"Ini menggambarkan pemkot lebih mementingkan kepentingannya sendiri daripada kepentingan di sektor pertanian maupun kesehatan," kata Wahidan dalam rilisnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam.

PMII Kota Banjar meminta Pemkot Banjar untuk memangkas secara signifikan anggaran pemeliharaan kendaraan dinas pada APBD ? tahun anggaran berikutnya. PMII juga mendesak Pemkot untuk mengurangi anggaran-anggara yang irasional.

Program yang bersifat seremonial harus dialihkan untuk kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Pemkot harus memahami cara penggunaan APBD yang efisien, efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan rakyat. Jangan terlalu memanjakan pejabat dengan memberikan kenadaraan dinas tiap tahun, prinsip transparansi juga kewajiban mutlak pemkot," tutupnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nusantara, Tegal, Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Sidoarjo menerima pendampingan hukum bagi Kelapa Desa (kades) yang terjerat kasus proyek operasi agraria nasional (prona).

Pasalnya, maraknya kepala desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang terjerat kasus pungutan liar prona. LPBHNU juga akan melakukan koordinasi dengan Bupati Sidoarjo agar biaya materai, petok dan kepengurusan surat ditanggung pemerintah Sidoarjo agar kepala desa tidak terjebak dalam program prona gratis.

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

"Ketika kasus pungutan liar program prona bergulir, banyak kepala desa terperangkap oleh kebijakannya. Padahal program prona sendiri melihat rujukan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang sebetulnya gratis. Ketika proses itu terjadi dan mendengar proyek operasi agraria nasional itu gratis, ada yang melapor ke aparat baik kejaksaan maupun polisi. Sehingga ada kades yang terkena operasi tangkap tangan (OTT)," kata Ketua LPBHNU Sidoarjo, H Makin Rahmat usai acara silaturahim di aula PCNU Sidoarjo, Selasa (14/2).

Makin Rahmat menyebutkan bahwa, pihaknya juga sudah menerima pengaduan dari ketua paguyuban kades se-Sidoarjo untuk diminta memberikan pendampingan agar Kades lain tidak resah dan galau. Dengan demikian, kades se-Sidoarjo bisa melaksanakan program prona yang digagas oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang RI dengan lancar tanpa terjerat masalah hukum.

Perlu diketahui bahwa kenyataan dilapangan, kades di Sidoarjo banyak yang terjebak dalam program prona karena telah melakukan penarikan uang ke warga dengan dalih untuk membayar sejumlah adminitrasi seperti pembelian petok, materai dan surat-surat lainnya. Dengan peraturan desa yang dibuat sendiri, kades yang membuat kebijakan akhirnya berhadapan dengan hukum kepolisian maupun kejaksaan karena terindikasi pungli.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kami sudah ketemu bupati dan dalam waktu dekat akan ketemu dengan Legislatif untuk membahas biaya surat, petok dan lain sebagainya yang ditanggung pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali," tegas Makin Rahmat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Santri, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Kali ini, kaderisasi jenjang pertama organisasi pemuda NU tersebut digelar di wilayah Subang selatan, meliputi Kecamatan Jalancagak, Cisalak, Kasomalang, Tanjungsiang, Ciater, Sagalaherang dan Serangpanjang. Namun ada juga peserta dari delegasi Subang tengah meliputi Kecamatan Subang dan Cibogo.

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Kegiatan PKD tersebut digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (30-31/7/2016) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Az-Zahra Kampung Cibatu,? Desa/KecamatanTanjungsiang. Sebanyak kurang lebih 50 orang terlibat dalam kegiatan yang menjadi ajang kaderisasi di GP Ansor tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana, Gilang Fajar Alfina menegaskan, dalam pelaksanaan rekrutmen anggota GP Ansor tersebut dilakukan beberapa instrumen penting dalam mengikuti kegiatan PKD di antaranya dilakukan screening atau proses penyaringan terlebih dahulu untuk memastikan layak dan tidaknya mengikuti PKD.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini penting dilakukan karena konsep kaderisasi di GP Ansor tidak sembarangan. Merekalah yang akan mengemban amanah organisasi jika sudah pulang ke daerahnya masing-masing," ujar Gilang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para peserta tersebut, kata Gilang, telah dibekali dengan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan konsep kepemimpinan dan menggali potensi diri untuk kemudian diimplementasikan dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat. "Karena mereka akan menjadi penggerak motor organisasi GP Ansor untuk berkiprah di daerahnya masing-masing," kata Gilang yang merupakan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tanjungsiang.

Ia berharap, sebagaimana tema yang diusung, "Meneguhkan Ideologi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, Generasi Muda Siap Memimpin", kader-kader GP Ansor bisa meneruskan estafet kepemimpinan di Kabupaten Subang dengan berbasis ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai pondasinya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, kegiatan kaderisasi di GP Ansor ini rutin digelar setiap tahunnya. "Saat ini sudah memasuki tahun ketiga kita laksanakan PKD dan Diklatsar setelah bulan-bulan kemarin kita gelar di Subang bagian barat," kata Asep.

Dengan demikian, lanjut Asep, kader-kader GP Ansor dan Banser sudah terjun ke akar rumput hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Subang. "Karena ini komitmen kami akan membentuk kepengurusan GP Ansor di tingkat ranting (desa, red)," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Budaya, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 06 Desember 2017

Nabi Isa Asal Jombang Bertobat

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Jari, sosok yang pernah mengaku sebagai Nabi Isa bertobat setelah sepekan lalu dipertemukan dengan beberapa pihak untuk mengklarifikasikan terkat paham yang dianutnya. Pria asal Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini sebelumnya menghebohkan warga sebab pengakuannya itu. Tak hanya itu, menurut pengakuan Jari, ia juga sudah memiliki ratusan santri atau pengikut paham yang diajarkan.

Pertobatan dilakukan di aula Masjid Shirothal Mustaqim Desa Karangpakis, Senin siang (29/2) yang ditandai dengan pembacaan ulang dua syahadat. Pembacaan kalimat tersebut disaksikan langsung oleh sejumlah pihak, di antaranya MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jombang, Forum Pimpinan Daerah, Forum Pimpinan Kabupaten dan warga setempat.

Nabi Isa Asal Jombang Bertobat (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Isa Asal Jombang Bertobat (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Isa Asal Jombang Bertobat

Jari? menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Pihak MUI juga memerintahkan warga untuk memindahkan batu di dalam masjid yang sebelumnya diyakini berasal dari Gunung Lawu dan dianggap sama dengan makam Ibrahim di Mekah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Alhamdulillah, tadzkirah (mengingatkan kembali) yang dilakukan oleh Ketua MUI, Komisi Fatwa MUI, Komisi Dakwah dan Kemenag Jombang telah diterima Bapak Jari dan pengikutnya. Mereka sudah bersyahadat kembali, menandatangani dan membacakan surat pernyataan di hadapan Forpimda dan Forpimka setempat,” kata Moh Mahfud, salah satu saksi mata pembacaan syahadat Jari.

Diwartakan sebelumnya saat di hadapan forum klarifikasi yang digelar MUI Jombang, Jari sempat menyangkal dirinya tidak mengakui pernyataannya sebagai penerus Nabi Isa. Dan ia bersikukuh bahwa ajaran yang ia sampaikan tidak menyimpang dari syariat Islam. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?



Menteri Sosial Mensos Republik Indonesia (RI) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ketimpangan yang terjadi pada umat Islam itu disebabkan oleh umat Islam itu sendiri. Salah satunya adalah tidak berjalan efektifnya zakat.?

Mengutip data dari Baznas, Khofifah mengungkapkan, potensi zakat dan sedekah umat Islam itu 217 triliun namun saat ini baru tergali tiga triliun.

Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah

“Baznas menyebutkan ada 217 triliun, tetapi baru tiga triliun yang tergali. Ini artinya yang membuat ketimpangan ya kita sendiri,” ucapnya saat acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 pada hari ketiga yang diselenggarakan atas kerja sama LD PBNU dengan Hidmat Muslimat NU di Lantai 8 Gedung PBNU, Rabu (31/5). ? ?

Ia menyangka, hal itu disebabkan oleh ketidaktahuan umat Islam tentang manfaat bersedekah dan berzakat.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Mereka mungkin tidak tahu bahwa dalam berzakat atau bersedekah itu harus menggunakan hitungannya Allah, jangan menggunakan matematikanya manusia. Kalau bersedekah dan berzakat maka akan dilipatkagandakan harta kita menjadi tujuh ratus kali,” urainya.?

Maka dari itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu mengajak para dai untuk menyebarluaskan bahwa orang yang berzakat atau bersedah itu akan dilipatgandakan hartanya dan juga akan mendapatkan pengurangan pajak, bukan malah berkurang. ?

“Kita viralkan itu anbatat sab’a sanabil fi kulli sunbulatin mi’atu habbah. Orang yang berzakat bisa mengurangi pajaknya. Seseuai dengan UU zakat,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah potensi zakat terkumpul dengan optimal, lanjut Khofifah, lalu harus ada rencana yang jelas dari pengelola zakat untuk mengelola dana tersebut agar manfaatnya bisa merata.

“Setelah itu, kemudian kita edukasi bagaimana 217 triliun itu bisa efektif dimanfaatkan,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

PP IPNU Tingkatkan Kapasitas Tim Kaderisasi Nasional

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengadakan pertemuan khusus untuk membahas buku Pedoman Kaderisasi dan peningkatan kapasitas tim kaderisasi IPNU di level nasional. Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat memaksimalkan upaya kaderisasi di lingkungan pelajar NU.

PP IPNU Tingkatkan Kapasitas Tim Kaderisasi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPNU Tingkatkan Kapasitas Tim Kaderisasi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPNU Tingkatkan Kapasitas Tim Kaderisasi Nasional

Pertemuan ini dirangkai dengan buka puasa bersama yang melibatkan alumni IPNU. Pertemuan ini dibuka dengan arahan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (23/6) petang.

Ketua Umum PP IPNU H Khairul Anam HS menyatakan akan pentingnya pertemuan forum ini. Forum ini, menurut Anam, merupakan upaya serius IPNU dalam bidang kaderisasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“IPNU menjadi ujung tombak kaderisasi untuk NU. Organisasi pelajar NU ini mengambil peran penting dalam mengawal gagasan Islam Nusantara yang diusung NU,” kata Anam di hadapan sedikitnya 70 peserta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Anam, tantangan yang dihadapi ? NU pun semakin kompleks. Karenanya, kaderisasi yang segala perangkatnya perlu diperkuat.

“IPNU menugaskan tim khusus kaderisasi yang disebarkan ke empat titik untuk seluruh Indonesia. mereka akan menyebar di Sumatera, Jawa-Bali-NTB-NTT, Kalimantan, dan Sulawesi-Papua,” tandas Anam HS. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 22 November 2017

Habib Luthfi: Rapatkan Barisan Umat!

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Am Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mengajak umat Islam untuk merapatkan barisan dalam rangka untuk mencegah upaya memecah belah bangsa.

“Rapatkan barisan! Jangan memberikan celah kepada orang yang ingin memecah belah umat Islam maupun umat beragama,”tegasnya dalam puncak acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Kanzus Sholawat Angudi Barokahe Gusti (ABG) cabang Kudus, Rabu malam (27/2).

Habib Luthfi: Rapatkan Barisan Umat! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Rapatkan Barisan Umat! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Rapatkan Barisan Umat!

Habib menandaskan  Indonesia  akan hancur manakala umat sudah menjauh dari rasa cinta dan kepercayaan kepada bangsa, TNI/Polri serta hasil karya anak negeri.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Umat harus rangkulan yang erat, jangan sampai ada pulau yang memisahkan dari Indonesia,” ajaknya kepada jamaah yang memadati halaman Gedung Kanzus Sholawat desa Undaan Lor Kudus ini.

Habib Luthfi juga mengatakan kadar keimanan seseorang diukur dari rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tetapi oknum manusia ada yang ingin menghancurkan bangsanya dengan berupaya menjauhkan umat dari kecintaan kepada Nabi,” katanya menyesalkan.

Peringatan Maulid Nabi, tegas Habib, merupakan bagian terbesar dari ikhitar belajar mengucapkan terima kasih kepada  Rasulullah yang telah mendidik dan mengayomi umatnya

“Ucapan terima kasih tidak bisa  diukur dengan bentuk materi melainkan dengan rasa cinta kepada Kanjeng Nabi,” tandasnya.

Pengajian umum malam itu merupakan puncak acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Kanzus Sholawat Cabang Kudus sejak 20 februari lalu. Ribuan masyarakat  Kudus dan daerah sekitarnya membanjiri halaman gedung dan sepanjang jalan Undaan Lor.

Meski hujan deras, jamaah yang hadir tak bergeming dari tempat duduk. Usai acara, jamaah disuguhi nasi kibuli sebanyak 4.500 nampan. Setiap nampan, dinikmati 4-5 orang.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 20 November 2017

Kartini, Simbol Perjuangan Emansipasi

Kartini.?

Simbol emansipasi.?

Perjuangan tiada henti.?

Kartini,  Simbol Perjuangan Emansipasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartini, Simbol Perjuangan Emansipasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartini, Simbol Perjuangan Emansipasi

Persamaan dengan laki-laki.?

Sesuai kudrat yang dicipta Ilahi.?

Bukan persamaan yang menyalahi.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dipaksakan batas dan norma dilewati.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menjadi pemerkosaan yang tidak berarti.?

?

Era kini.?

Wanita sudah banyak sekali.?

Lebih dari yang kita rasa dengan hati.?

Bahkan banyak wanita yang lebih tinggi.?

Dibanding dengan para kebanyakan laki-laki.?

Lihat saja Risma, Susi dan Megawati.

Bahkan masih sangat banyak sekali.

Wanita yang sangat menguasai.?

Baik lembaga-lembaga swasta maupun negeri.

Bahkan banyak menjadi lurah sampai menteri.?

Meski tetap banyak juga yang siap dipoligami.?

Hari ini.?

Kita peringati.?

Hari Raden Ajeng Kartini.?

Mengingat kembali apa esensi.?

Perjuangan untuk wanita di negeri.

Agar tetap bisa menjadi inspirasi.?

Hidup bangsa di era globalisasi.?

Selamat ya bu.

Jangan berlebih.

?

Oleh : Ketua LP Maarif Jawa Timur, Prof. Abd Al Haris Al Muhasibi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Tegal, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 15 November 2017

Kiai Ali Musthofa Yaqub Prihatinkan Pesantren

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriyah PBNU KH Ali Musthofa Yaqub mengaku sangat prihatin atas kondisi perkembangan pesantren. Menurutnya, banyak pesantren yang seharusnya menjadi wahana pendalaman ilmu agama (tafaqquh fid din) kini tak lagi menerapkan fungsi mendasar ini.

Ia menyampaikan hal tersebut saat mengisi acara halaqah ulama bertema “Penguatan Tradisi Keilmuan Pesantren” yang dihelat Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan di Hotel Singgasana, Surabaya Jawa Timur, Senin (2/12).

Kiai Ali Musthofa Yaqub Prihatinkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ali Musthofa Yaqub Prihatinkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ali Musthofa Yaqub Prihatinkan Pesantren

Kiai Ali Musthofa menegaskan, jika kondisi ini tidak dikembalikan seperti awal mula berdirinya pesantren, bukan tidak mungkin dalam waktu 50 tahun mendatang Indonesia akan kehilangan ulama dan pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tapi ulama yang waratsatu al-anbiya’ (pewaris para Nabi), ya. Kalau ustadz-ustadz kampret sih banyak sekali,” seloroh Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini disambut tawa riuh hadirin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Perkembangan ini, kata Kiai Ali Musthofa, juga diikuti oleh kecenderungan orang tua yang lebih bangga anaknya kuliah di negara-negara Barat, seperti Amerika, dan Eropa, daripada Mesir, Arab Saudi, dan negara Timur Tengah lainnya.

“Sekarang banyak yang lebih senang membuka SMP, SMA, dan SMK demi memudahkan mendapat bantuan dari pemerintah. Jika bikin pesantren sangat susah,” tambahnya.

Menurut pengasuh pesantren luhur Darus Sunnah Ciputat ini, pertemuan yang diadakan Puslitbang Kemenag ini harus lebih dari sekadar diskusi tanpa tindak lanjut. Bagi dia, pemerintah khususnya kementerian agama wajib mendukung pesantren yang membuka lembaga pendidikan tsanawiyah dan aliyah.

“Konkretnya, buatkan gedung pesantren agar dana abadi umat yang 60 triliun itu menjadi tepat guna dan tidak menguap,” tegasnya.

Kiai Ali Musthofa mengaku pernah mempertanyakan kepada Menteri Agama Maftuh Basyuni tentang cara mempergunakan dana alokasi umum (DAU), misalnya, untuk mencetak 1000 doktor.

Saat itu mantan menteri agama mengatakan bahwa dana tersebut tidak dialokasikan untuk itu. “Nah, saya kira Kemenag sekarang bisa nggak ngatur agar dana tersebut bisa digunakan,” pintanya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Santri, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock