Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam



Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri ? Model Brebes bertekad mengulang ? sukses Ujian Nasional, meski untuk kali pertama mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer. Pasalnya para siswa sudah dibekali pembelajaran penunjang seperti les Komputer, penyediaan perangkat computer dan jaringan listrik serta pembekalan mental spiritual siswa.?

UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa

“Selain sudah mahir bermain computer hasil dari Les Komputer, para siswa juga dibekali mental spiritual,” terang Kepala MTs N Model Brebes H Muh Muntoyo, saat ditemui Rohis Tegal - Rohani Islam di ruang kerjanya, Jumat (3/2).

Dari jumlah siswa keseluruhan 1532 orang, lanjutnya, yang duduk di bangku kelas 9 ada 488 anak dan sudah masuk daftar nominative ujian. Mereka akan terbagi dalam beberapa gelombang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Kami telah memiliki 150 unit dengan 5 buah server,” ungkap Muntoyo.

Sedangkan jaringan listrik sudah tersedia jauh sebelum program UNBK digelar. “Jaringan listrik kami memiliki kapasatis lebih dari 22.000 watt,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Diyakini Muntoyo, meski UN bukan faktor penentu kelelulusan namun mampu meningkatkan kualitas siswa dan sekolah. Dari hasil UNBK yang baik, mencerminkan keseriusan peserta didik dan guru dalam mengelola pendidikan di madrasah yang bersangkutan.

Untuk mempersiapkan UNBK, lanjutnya, digerlar berbagai kegiatan penunjang antara lain try out, simulasi UNBK, istighosah setiap Jumat Kliwon dan pemantapan mata pelajaran yang di-UN-kan.

Pengalaman yang silam, kata Muntoyo, MTs N Model Brebes menjadi percontohan bagi madrasah lain di Kabupaten Brebes dengan hasil UN mencapai 100 persen setiap tahunnya. Bahkan rata-rata Ujian Nasional pernah meraih nilai tertinggi ditingkat MTs dan SMP se Kabupaten Brebes.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes Moh Aqso menambahkan untuk tahun pelajaran 2016/2017 seluruh madrasah di Kabupaten Brebes sudah siap melaksanakan Ujian Nasional.?

UN tahun pelajaran 2016/2017 akan diikuti ? peserta didik di jenjang MI sebanyak 6.057 siswa, MTs sebanyak 9.547 dan MA diikuti sebanyak 1.864 anak.?

Untuk MTs penyelenggara, baru lima madrasah menggelar UNBK yakni MTs N Model Brebes, MTs N Ketanggungan, MTs Al Hikmah 2 Benda Sirampog, ? MTs Al Hikmah Cipelem Bulakamba dan Al Bukhori Tanjung, Brebes.

Sedangkan di jenjang Madrasah hanya empat Madrasah yakni MA N 1 Brebes, MA N 2 Brebes, MA Al Hikmah 2 Benda Sirampog dan MA NU Maarif 1 Bantarkawung. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Persoalan sampah tidak akan pernah habis karena manusia setiap hari memproduksinya. Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini, berbagai bencana pun sering terjadi. Untuk mengurai persoalan ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berupaya melakukan berbagai langkah konkret terkait penanganan sampah.?

Berikut wawancara Rohis Tegal - Rohani Islam dengan Ketua Pengurus Pusat LPBINU, M Ali Yusuf, Selasa (23/2/2016) di halaman Gedung PBNU Jakarta dalam peluncuran program Gerakan Nasional “Ubah Sampah Jadi Berkah” yang juga untuk memperingati Hari Sampah Nasioanl 21 Februari.

Pak Ali, bagaimana kondisi sampah di Indonesia saat ini?

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia juga penghasil sampah laut terbanyak di dunia setelah Filipina.

Sebenarnya seperti apa sih langkah pemerintah selama ini terkait sampah?

Kami di LPBINU terus berupaya melakukan sinergi dengan pemerintah. Saya pikir, jika pemerintah tak mampu mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah, maka program tahun 2020 bebas akan sulit tercapai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagaimana langkah LPBINU sendiri untuk mengubah pola pikir masyarakat tersebut?

Dari tahun 2009, LPBINU sudah melakukan berbagai langkah terkait penanganan dan pemanfaatan sampah. Karena walau bagaimana pun, sampah merupakan sumber bencana dan penyakit. Sampah yang juga mengandung gas metana akan mempengaruhi iklim dan cuaca, hingga pemanasan global. Nah, Gerakan Nasional Ubah Sampah jadi Berkah ini merupakan salah satu langkah PBNU dan LPBINU untuk mengedukasi masyarakat, bahwa sampah dapat menimbulkan masalah sehingga perlu dikurangi, ditangani, bahkan dimanfaatkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Baca:? LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah)

Gerakan ini terdiri dari berbagai program, seperti apa teknis perwujudannya?

Ya, dalam gerakan ini, LPBINU mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program gerakan nasional ini, seperti Bank Sampah, Daur Ulang, Komposting, Shodaqoh Sampah, Urban Farming, dan Biopori, kami menggandeng lembaga-lembaga lain di NU yang mempunyai fokus ke sampah. Seperti LTMNU dengan ‘Bersih-bersih Masjid’-nya dan RMINU dengan program ‘Pesantren Hijau’-nya. Di Pesantren, kami sudah beberapa kali memberikan pendampingan seperti di Pesantren Gedongan, Cirebon. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, pesantren tersebut sudah mampu menangani dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Lalu, sosialisasi gerakan nasional ini kepada masyarakat sendiri seperti apa?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tentu kami melakukan koordinasi dengan LPBINU di berbagai daerah dan wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menangani dan memanfaatkan sampah melalui program-program yang kami canangkan.

Menarik terkait mengubah pola pikir masyarakat tadi, memang selama ini pikiran masyarakat seperti apa terkait sampah?

Mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa sampah adalah barang tidak terpakai yang harus dibuang begitu saja. Sedikit masyarakat yang mempunyai kesadaran bahwa sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan bencana. Sebab itu, di setiap tempat, kami bertanya dahulu ke meraka, sampah di sini menimbulkan masalah atau tidak? Kalau iya, mari tangani bersama dengan benar. Susah jika masyarakat masih menganggap bahwa keberadaan sampah tidak menimbulkan masalah. Setidaknya hal ini yang kita sadarkan dulu.

Kami juga tidak ingin hanya mengadakan kegiatan-kegiatan dan seminar-seminar. Kami terus berupaya melakukan edukasi dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan, pupuk kompos, biogas, dan lain-lain. Sumber daya manusia sudah ada untuk mendampingi dan melatih. Jika kesadaran masyarakat sudah mengakar, mereka akan jalan secara mandiri. (Baca:? Komitmen Jaga Lingkungan, LPBINU Ajak Masyarakat Olah Sampah)

Oke Pak Ali, optimis bebas sampah tahun 2020?

Sebetulnya bebas sampah sih nggak, minimal dengan langkah dan program yang kami canangkan, setidaknya bisa mengurangi sampah dengan menanganinya secara baik dan benar serta berkelanjutan. Menurut saya, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat terlebih dahulu sehingga program-program penanganan sampah akan jalan sendiri.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Cerita, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (Asbihu NU) bakal membuka stan di NU Expo Surabaya pada tanggal 21-24 Desember 2016.

Direktur ASBIHU Tour and Travel, H Hafidz Taftazani berharap para pengurus NU, baik tingkat Wilayah maupun Cabang untuk hadir dan mendatangi stan yang telah disiapkan.

Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan

"Di sana kita akan buka stan. Pengurus NU bisa bertanya langsung bagaimana cara mendirikan kantor perwakilan Asbihu di masing-masing daerah," kata Hafidz di Jakarta, Jumat (16/12).

Hafidz menegaskan, setiap cabang yang mendirikan kantor perwakilan bakal mendapatkan pelatihan manajemen dari pengurus pusat.

? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Asbihu sudah mengembangkan profesionalisme, termasuk mendatangkan motivator-motivator ke beberapa wilayah seperti Jawa Tengah, Jatim, Jabar dan Lampung," katanya.

Asbihu memberikan insentif kepada wilayah dan cabang NU di setiap daerah yang memiliki perwakilan Asbihu. Besarnya insentif adalah senilai US$10 per jamaah di tingkat wilayah, dan US$20 per jamaah di tingkat cabang.

“Namanya ibadah umrah, jamaahnya berada di wilayah dan cabang. Insentif diberikan karena cabang dan wilayah memiliki jamaah atau warga yang berangkat umrah melalui ASBIHU. Dengan adanya insentif kepada cabang dan wilayah, perwakilan sudah melakukan imbal balik kepada cabang dan wilayah,” kata pria yang juga menjabat Bendahara PBNU ini.

Pemberian insentif dilakukan pada akhir tahun dengan mengakumulasi banyaknya jamaah yang melakukan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel. Pihaknya berharap dengan pemberian insentif ini akan memotivasi setiap cabang dan wilayah serta setiap perwakilan untuk menjadi mitra ASBIHU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami harapkan PWNU dan PCNU mulai tahun ini mendapatkan insentif atau fee tersebut,” kata Hafidz seraya menambahkan bahwa sementara ini sistem pemberian insentif yang sudah berjalan kebanyakan adalah di Jawa Tengah.

Saat ini, ASBIHU Tour and Travel telah memiliki 60 perwakilan di seluruh Indonesia. “Selain di Jawa Tengah, perwakilan juga tersebar di Bekasi, Sukabumi, Lampung, Malang, Banjarmasin,” kata Hafidz. (Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam IMNU, Ubudiyah, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 09 Januari 2018

Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Allahu Akbar, wa lillahilh hamd

Dengan bersyukur ke hadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya pagi hari yang berbahagia ini kita menyambut kedatangan hari yang agung, hari raya fitri, hari raya kemuliaan dan kesucian.

Dengan rasa haru dan penuh ikhlas, kita semua melepas bulan Ramadhan, bulan yang luhur dan mulia yang dipenuhi dengan ampunan dan karunia. Kita bertakbir, mengagungkan Allah SWT dan menyucikan-Nya dengan bertasbih, menyucikan dari segala sesuatu yang tidak layak pada-Nya.

Takbir, tahlil dan tahmid silih berganti, berkumandang di angkasa raya diucapkan dengan lisan yang fasih dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan. Rona dan wajah setiap Muslim menampakkan kebahagiaan yang cemerlang dan ketulusan yang mendalam, jauh sampai ke lubuk hati. Melukiskan kesan yang kuat dan mengakar ke dalam jiwa yang suci. Semua itu merupakan perwujudan dari pernyataan syukur kita ke hadirat Allah SWT atas segala karunia dan nikmat-Nya, terutama karunia yang paling agung berupa petunjuk dan hidayah-Nya. Hidayah itu membibing kita meniti cahaya yang terang benderang, menuju kehidupan yang sukses, lahir dan bathin. Kita bersyukur telah dapat melaksanakan ibadah shiyam sebulan penuh dengan ketabahan dan keikhlasan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. (Al-Baqarah [2]: 185)

Pagi ini, kita merayakan Idul Fitri, hari raya kesucian yang dinantikan kehadirannya oleh setiap insan yang beriman, dengan demikian kita kembali kepada fitrah, yaitu kemurnian dan kesucian. Kembali kepada kemurnian dan kesucian berarti kita kembali kepada suasana yang bersih telepas dari dosa dan kesalahan. Setiap orang yang melaksanakan puasa Ramadhan sesuai denga petunjuk al-Qur’an dan al-Sunnah akan terlepas dosa dan kesalahannya sehingga menjadi suci kembali, seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya. Kesucian yang telah kita peroleh dengan susah payah itu hendaklah terus dipertahankan sampai bulan-bulan berikutnya dengan meingkatkan iman dan takwa kita serta bertaqarub kepada-Nya dengan tunduk dan patuh.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar



Puasa Ramadhan yang baru saja kita jalani membentuk setiap diri umat Islam agar memiliki kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu dan dapat meningkatkan potensi kesucian rohaninya. Ibadah shiyam dapat membentu jati diri Muslim yang pari purna dengan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Iman dan takwa itu dibuktikan dengan senantiasa berpegang teguh kepa petunjuk-Nya, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Dengan mempertahankan kelestarian iman dan taqwa, kita meniti jalan yang lurus untuk mencapai keridhaan Allah SWT, keridhaan yang senantiasa didambakan oleh setiap manusia yang beriman. Menuju keridhaan yang agung dan luhur itu harus ditempuh dengan melaksankan ibadah dan amal shaleh secara ikhlas dan jujur, sesuai dengan ikrar kita yang selalu kita ucapkan dalam do’a iftitah yang dibaca pada saat awal melaksanakan shalat. “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali menyerahkan diri (kepada Allah) (QS. al-An’am : 162-163).

Pembentukan jati diri dalam ibadah shiyam merupakan aktivitas yang sangat penting dalam kehidupan seorang mukmin, karena dengan jati diri itulah kita akan bersikap istiqomah dalam menjalani ajaran agama. Ibadah shiyam yang kita laksanakan, harus mampu membentuk jati diri setiap Muslim dan meningkatkan kualitasnya dari tahapan yang paling rendah menuju tahapan yang paling tinggi.

Kaum Muslimin, para jamaah yang kami muliakan,

Pembentukan jati diri itu, menuju perubahan pada yang lebih sempurna, sebagaimana yang dicontohkan oleh kehidupan para sahabat Nabi dan Tabiin generasi awal. Perubahan yang sangat mendasar menuju jati diri yang sempurna misalnya kita bisa mengambil contoh dar peristiwa berikut ini:

Pada suatu saat Rasulullah Muhammad SAW menerima tamu, seorang pria dari kalangan musyrik Arab jahiliyah. Nabi menerima tamu itu sebagaimana layaknya beliau menerima tamu yang lain, dihormati selayaknya dan dipersilahkan duduk di ruang yang telah disediakan. Nabi SAW menyuguhkan kepada tamu itu segelas air susu murni. Demikianlah kebiasaan dan kebangaan orang-orang Arab pada waktu itu, mereka sangat berbahagia sekali apabila dapat menyuguhkan pada tamunya air susu murni yang mereka perah dari kambing atau unta.

Setalah disuguhi segelas air susu, tamu itu meminumnya sampai habis. Kemudian Nabi menyediakan gelas yang keduanya, itupun diminum sampai habis lalu Nabi menyediakan gelas yang ketiga itupun diminum sampai habis. Hal itu terus berlangsung sampai tujuh gelas. Pertemuan itu kemudian berlalu begitu saja, tidak ada hal yang perlu dicatat, pria Arab jahiliyah kembali ke rumahnya dan Nabi pun melaksanakan aktivitas dakwahnya sebagaimana biasa.

Kira-kira beberapa bulan setelah itu, pria Arab jahiliyah tadi masuk Islam, sebagai seorang mualaf dia merasa ketinggalan dengan para sahabat lain, karena itu dia terus mempelajari agama dengan sungguh-sungguh dan mengamalkannya dengan baik. Dalam jangka waktu tidak begitu lama pria mualaf itu telah menjadi seorang Muslim yang sangat baik. Setelah menjadi pria Muslim yang baik dia mengujungi rumah Nabi kembali. Nabi menerima tamu mualaf ini, langsung teringat dengan kunjungan yang pertama dulu, kemudian Nabi menyediakan segelas air susu, sebagaimana dulu menyediakannya. Pria mualaf itu kemudian minum segelas air susu yang disediakan oleh Nabi sebagaimana dulu ia meminumnya.

Ketika Nabi akan menyediakan gelas yang kedua, tiba-tiba pria mualaf itu mengatakan, “Wahai Rasulullah cukup untukku, cukup untukku dengan segelas susu itu.” Nabi SAW mengomentari sikap pria mualaf yang telah berubah drastis dari kebiasaan jahiliyahnya dan menggantinya dengan jati diri seorang Muslim, beliau mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Seorang mukmin cukup meminum dengan satu gelas, sedangkan orang kafir baru puas minum dengan tujuh gelas. (HR. Muslim. No Hadis: 3843)

Dari contoh itu kita bisa melihat secara langsung betapa besarnya perubahan sikap dan jati diri dari seorang jahiliyah menjadi seorang mukmin. Pola hidup yang tadinya dipenuhi dengan kerakusan digantinya dengan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam pola makan, dalam pola berpakaian dan bertingkah laku. Manusia mukmin yang melaksanakan ibadah Ramadhan juga diarahkan agar melakukan perubahan yang besar dalam membentuk jati dirinya, dari manusia yang berkualitas rendah menjadi berkualitas tinggi menuju kesempurnaan sesuai dengan ajaran Islam. Puasa Ramadhan pada hakikatnya dapat membentuk jati diri seseorang menjadi pribadi yang berkualitas dan memiliki kemampuan yang tinggi dalam meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Salah satu jati diri manusia mukmin adalah berpola hidup sederhana dan dapat mengendalikan nafsunya sehingga tidak terjerembab dalam lembah kehinaan dan kehancuran.

Ada tiga macam nafsu yang sering menjerumuskan seseorang ke lembah kehinaan yaitu nafsu dari dorongan perut, libido seksual, dan hawa nafsu yang menyesatkan. Nabi SAW sangat mengkhawatirkan umatnya terjerembab dalam tiga macam nafsu yang menghancurkan itu, sehingga beliau bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya aku mengkhawatiri kamu sekalian terjerembab dalam keinginan hawa nafsu dari dorongan perutmu, dorongan seksualmu dan hawa nafsu yang menyesatkan. (HR. Ahmad. No Hadis:18951)

Dalam kehidupan modern yang kita jalani sekarang, di mana sikap hidup materialisme, konsumtivisme, dan hedonisme, terus menggerogoti masyarkat kita, kita jumpai betapa banyakanya orang yang telah terjerembab dalam lembah kenistaan dan kehinaan. Ada sebagian dari masyarakat yang terjerembab ke dalam hawa nafsu perutnya sehingga ia menjadi budak perutnya sendiri, maka ia pun makan secara berlebihan, minum secara berlebihan, sehingga hidupnya hanya memenuhi dorongan perutnya. Orang seperti ini tergolong dalam kelompok manusia yang paling buruk dari umat Nabi Muhammad SAW.

Kalau orang pertama tadi menjadi budak perutnya sendiri, sehingga ia terjerembab dalam kehinaan dan kehancuran, sedangkan kelompok kedua banyak orang yang menjadi budak dari dorongan libidonya sehingga ia menjadi budak nafsu seksualnya. Keadaan seperti ini lebih membahayakan lagi, karena akan menimbulkan kerusakan dan kehinaan yang lebih parah. Banyak keluarga dan masyarakat yang hancur karena menjadi budak libido dan nafsu seksualnya. Akibat memperturutkan nafsu seksual banyak menyebabkan manusia bergelimang dengan dosa, seperti; perselingkuhan, perzinahan, dan timbulnya deviasi seksual yang mengerikan.

Kalau orang kedua tadi menjadi budak dari dorongan seksualnya sendiri, maka kelompok yang ketiga, adalah manusia-manusia yang diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri, keadaan ini jauh lebih berbahaya lagi, karena memperturutkan hawa nafsu akan mencampakkan pelakunya menuju kehancuran yang sangat menakutkan. Bahkan terkadang hanya berapa detik saja orang tidak bisa mengendalikan hawa nafusnya ia telah terjerumus? dalam kerusakan dan kehancurn dan penyesalan yang sangat berat selama-lamanya di dunia dan akhirat Karena itu Nabi menyatakan: “Musuhmu yang paling berbahaya adalah hawa nafsumu yang berada di antara kedua lambungmu sendiri” (Ihya’ Ulumuddin).

Al-Qur’an memperingatkan orang-orang yang terjerembab dalam kemauan hawa nafsu yang menyesatkan, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Ahqaf: 20.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".

Berbagai kejahatan timbul dalam kehidupan masyarakat, karena manusia meuruti hawa nafsunya sendiri. Ibadah puasa Ramadhan yang telah kita jalani dapat melatih dan melindungi diri kita agar tidak terjerembab dalam kubangan hawa nafsu, sebagaimana yang disebutkan di atas. Dengan demikian puasa dapat membentuk jati diri yang paripurna, menjadi manusia Muslim yang beriman dan bertakwa.

? ? ?

Allahu Akbar, wa lillahil hamd

Hadirin dan hadirat yang mulia,

Kembali kepada fitrah yang suci dan bersih itulah yang sesungguhnya kita jalani sekarang ini. Hari yang amat berbahagia ini dinamakan ‘Idul Fitri’, yaitu kesucian dan keutuhan yang telah kita peroleh kembali setelah kita melakukan puasa Ramadhan sebulan penuh. Karena itu hari ini adalah hari kemenangan dan kejayaan bagi kita semua, karena kita telah berusaha meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, ucapan yang paling tepat kita ikrarkan pada hari ini adalah suatu do’a:

? ? ? ? ? ?

“Wahai Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah yang memperoleh sukses dan kemenangan serta diterima amal ibadahnya oleh Allah Swt”.

Dengan kembali kepada fitrah, kita akan mencapai kebahagiaan dan kesuksesan lahir batin yang selalu kita harapkan. Sesuai dengan petunjuk Ilahi, marilah kita bertakbir mengagungkan asma Allah atas segala petunjuk-Nya dan marilah kita bersyukur atas segala rahmat dan karunia-Nya.

Semoga kita semua senantiasa dapat mengikuti petunjuk Allah dan senantiasa memperoleh rahmat-Nya. Amiin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II



? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, Rais Syuriyah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

Makkah, Rohis Tegal - Rohani Islam - Sekitar 150 ribu jemaah haji Indonesia serta jutaan jemah negara lain telah selesai menyelesaikan prosesi puncak haji, wukuf di Arafah. Seteleh menginap (mabit) di Muzdalifah, Senin (12/9), jemaah haji sudah berada di Mina untuk mabit di sana sampai dengan 14 September bagi yang mengambil nafar awal dan 15 September untuk yang nafar tsani.

Sampai dengan sehari pasca Arafah, tercatat total 100 jemaah haji Indonesia yang wafat di Saudi. Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, hari ini pukul 07.00 waktu Arab Saudi mencatat, delapan orang di antaranya, meninggal di Arafah pada 8 9 Dzulhijjah kemarin.

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

"Kalau yang meninggal di Arafah ada delapan orang, tapi yang wafat pada hari Arafah (9 dzulhijjah) hanya lima, yang tiga wafat di pemondokan Arafah pada 8 Dzulhijjah," demikian penjelasan Penghubung Kesehatan dr. Ramon Andreas di Daker Makkah sebagaimana dilansir di laman Kemenag.go.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedepalan jemaah yang wafat di Arafah: Sanipah binti Kawi Soleh (76), Sarah binti Marjuki Sere (84), Sukro bin Gimin Sali (71), Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69), Djumirah binti Karto Temon (82), Dimanto bin Sono Dikromo (72), Mani binti Mamak Isma (49), dan Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71).

Ditanya apakah ada penurunan jumlah jemaah wafat di Arafah, Ramon belum bisa memberikan kepastian. Hanya saja, Ramon menilai kalau jemaah haji cukup disiplin untuk tetap berada di tenda saat menjalani proses wukuf. Hal ini antara lain ditandai dengan menurunnya layanan antarjemaah haji yang tersesat jalan untuk kembali ke tenda maktabnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kalau melihat kemarin, kelihatannya jemaah kita lebih disiplin. Di tenda penerangan tidak banyak orang kesasar. Selain itu, keberadaan petugas sektor adhoc cukup efektif menjaga jemaah agar tetap berada di tendanya," ujar Ramon.

Menurut Ramon, keberadaan water fan juga cukup membantu memberi kelembaban dan mendinginkan suhu ditenda. Per hari ini, suhu udara mencapai 42 derajat celcius, sementara riil feelnya mencapai 52 derajat. Adapun kelembaban hanya 22%, ujar Ramon.

Berikut ini daftar lengkap 100 jemaah yang wafat:

1. Senen bin Dono Medjo (79). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 007.

2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 002.

3. Martina binti Sabri Hasan (47). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 004.

5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Embarkasi Solo (SOC) Kloter 018.

6. Sarjono Bin Muhammad (60). Laki-laki. Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) Kloter 003.

8. Nazar Bakhtiar bin Batiar (82). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

9. Juani bin Mubin Ben (61). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 006.

10. Asma binti Mian (78). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

11. Tasniah binti Durakim Datem (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 003.

12. Jamaludin bin Badri Kar (58). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

13. Abdullah bin Umar Gamyah (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 001.

14. Rubiyah binti Mukiyat Muntari (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 020.

15. Muhammad Tahir bin Abdul Razak (68). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 011.

16. Siti Maryam binti Ismail (60). Embarkasi Solo (SOC) Kloter 001.

17. Misnawar bin Kasimo Kamujo (76). Embakarsi Surabaya (SUB) Kloter 015

18. Din Azhari Nurina bin Sadid (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 005.

19. Noorsi Fatimah binti M Saleh Mardiwiyono (60). Embarkasi Balikpapan (BPN) Kloter 009.

20. Muhammad Nasir bin Abdul Hamid (64). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 010.

21. Manih binti Siyan Muhammad (71). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Kloter 006.

22. Joko Pramono bin H Ali Pramono (41). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 26.

23. Wahono Wilik bin Walijo Kartodimejo (65). Embarkasi Batam (BTH) kloter 002.

24. Udju Sumiati binti Marhati (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) Kloter 038.

25. Siti Fatonah Binti Supangat Kasmungin (68). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 028.

26. Imam Rifai bin Ngali (60). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

27. Suhaimi bin kadir Abdillah (62). Embarkasi Medan (MES) Kloter 005.

28. Siti Maskanah binti Djumri (66). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) Kloter 013.

29. Zainabon binti Umar Muhammad (71). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 008.

30. Awaludin bin Abu Sahar Tanjung (58). Embarkasi Medan (MES) Kloter 011.

31. Kadiran bin Molyadi Sokaryo (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 022.

32. Yudha Arifin bin Kasah (55). Jemaah haji khusus.

33. Abdul Hamid bin Lapewa Palewa (53). Jemaah haji khusus.

34. Roman bin H. Maeji Suhaedi (58). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 020.

35. Mochamad Subarjah bin Sumawinata R (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 048.

36. Taggi bin Haseng Maggu (57). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 048

37. Saifuddin bin Buchori Abdullah (64). Embarkasi Solo (SOC) kloter 003.

38. Semi Parsinah binti Wamu Adam (65). Embarkasi Aceh (BTJ) loter 002.

39. Siti Maryam binti Haram (79). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 020.

40. Aceng bin Nuroddin Hasyim (58). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 018.

41. Adisman Rasidin Salin bin St. Salam (63). Jemaah haji khusus.

42. Warniti binti Samadi Rimin (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 051.

43. Sukardi As Haryanto bin Abu Bakar (78). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 009.

44. Rukiyah bt Muhammad Arif Pane (62). Embarkasi Medan (MES) kloter 011.

45. Sumin Adinoto bn Suto Karso (73). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 028.

46. Zahadi bin Muhayadin Asir (58). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 007.

47. Imo binti Ahmad Umar (73). Embarkasi Lombok (LOP) kloter 006.

48. Carwit binti Karjani Sarip (51). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 037.

49. Mukijan bin Sodimejoh Muhammad (62). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 032.

50. Siti Sarah binti Abdul Kapi (53). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 014.

51. Abdul Sani bin H Hayani (59). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 026.

52. Emuh Sutrisna Atmadja bin Wardi (79). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 008.

53. Ali bin Lapantje Lakoro (77). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 011.

54. Cholik bin Aguscik Usman (65). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 005, B3343307.

55. Marfuah Amina Toyib binti Mustofa (76). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

56. Nipi binti Mad Ambri Mungkar (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

57. Hawang binti Bungku Ilham (59). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 007.

58. Boniatun binti Dulkahir Kartak (60). Embarkasi Batam (BTH) kloter 17.

59. Hariri bin Mustafa M. Soleh (73). Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG) kloter 37.

60. Dain Nariya bin Satimin (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 29.

61. Rosid bin Kamadi Rani (63). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 061.

62. Muhammad Arifin bin Ambo Angka (58). Jemaah haji khusus

63. Zuri Mukanan bin Muhrin Kasrih (66). Jemaah haji khusus

64. Wawan Barnawi K bin Casmita (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 036.

65. Sikan bin Bait Sabut (59). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 005.

66. Nana Supena bin Uba R (64). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 010.

67. Budiyanto bin Lihan Suliman (57). Embarkasi kloter Surabaya (SUB) kloter 026.

68. Suhaimi bin Jamain Abdul Gafur (62). Embarkasi Padang (PDG) kloter 009.

69. Agus Slamet Riyadi bin Cokrowasito (62). Jemaah haji khusus.

70. Munawwaroh binti Muslih Simin (66). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 020.

71. Darmuya bin Jabar Bila (79). Embarkasi Padang kloter 011.

72. Sofyan Soleh Jamhari binti H.M Sohe (74). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 007.

73. Sumi binti Sahrul Towasi (80). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 003.

74. Nur Wachid bin Abdul Majid Samsul (68). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 025.

75. Sahriye binti Sulaiman Kaima (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

76. Sulkan bin Satiman Lasijah (57). Embarkasi Solo (SOC) kloter 063.

77. Sariyana Ganing P binti Laganing (73). Jemaah haji khusus.

78. Djunaide bin Masse Bandu (71). Jemaah haji khusus.

79. Sawi bin Saidin Armidin (73). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

80. Jamhari bin Arip Ardiah (83). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 021.

81. Endah Wirdah binti Sukemi Harja. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 038.

82. Mariyah Komar binti Umar Martawidjaja. Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 031.

83. Aen Harmaen bin Suhandi Suhatma (66). Jemaah haji khusus.

84. Ripah binti Ardja Semita (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 056.

85. Sumitro bin Chambali Moh. Sidik (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 036.

86. Nur Pudjimas Saleh bin Muhammad Nur (70). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 027.

87. Rasta Wangsa Mihardja bin P Sayan (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 053.

88. Namin bin Artamin Senang (79). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 013.

89. Badrijanto bin Darmodipuro Kartowijoto (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 008.

90. Sanipah binti Kawi Soleh (76). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 030.

91. Sarah binti Marjuki Sere (84). Embarkasi Jakarta Pondok (JKG) kloter 033.

92. Sukro bin Gimin Sali (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 039.

93. Sangkut bin Yasin Saguk (60). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 023.

94. Sutadji bin Taredjo Sabar (85). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 034.

95. Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 028.

96. Djumirah binti Karto Temon (82). Embarkasi Solo (SOC) kloter 024.

97. Dimanto bin Sono Dikromo (72). Embarkasi Medan (MES) kloter 017.

98. Mani binti Mamak Isma (49). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 016.

99. Jukih binti Tiyul Kemat (72) Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 029.

100. Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71). Embarkasi Surabay (SUB) kloter 057. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 24 Desember 2017

Gandeng LPMQ, PCNU Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran

Malang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Malang bekerja sama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, menggelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran dan Dinamika Sosial (Menakar Peran Kementerian Agama? Republik Indonesia) di Aula Pesma Al Hikam, Malang.

Acara Diawali dengan, pembacaan Al-Quran dan sambutan oleh tuan rumah, Gus Hilman Wajdi. Kegiatan yang berlangsung Selasa, 9 Mei 2017, pagi hingga siang ini dihadiri oleh Pengurus PCNU Kota Malang, Akademisi, Guru, Pegawai Kementerian Agama, Mahasiswa, maupun tamu undangan yang lain. Hadir sebagai Narasumber, Pengasuh PP. Al Hikam Malang KH. Drs. M. Nafi, Ketua PCNU Kota Malang KH. Dr. Isroqunnajah, Kepala LPMQ KH. Dr. Muchlis M. Hanafi dengan dimoderatori oleh Dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang KH. Dr. Mujab Mashudi.

Gandeng LPMQ, PCNU Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng LPMQ, PCNU Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng LPMQ, PCNU Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran

"Kegiatan ini dihelat untuk membumikan Al-Quran agar selain untuk dipelajari secara komprehensif terutama juga agar bisa diamalkan oleh kita semua. Al Hikam merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiataan ini. Harapannya, diseminasi ini bisa memberikan manfaat dan kontribusi untuk kemajuan umat Islam," papar Gus Andik, panggilan putra Almarhum KH. Hasyim Muzadi ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pemateri pertama, Gus Nafi, memaparkan fenomena di masyarakat yang mempelajari Al-Quran dengan baik, walaupun belum sempurna. "Masih cenderung sebagai bacaan. Dimana perkembangan TPQ, tempat-tempat pengkajian Al-Quran banyak bertebaran. Cara pandang terhadap Al-Quran ini haruslah menggunakan worldview yang benar. Yaitu Al-Quran adalah Wahyu Allah yang berbeda dengan manuskrip yang lain, sehingga mempelajari Al-Quran ini harus syumul (komprehensif). Sistematika pembelajaran Al-Quran itu dimulai dari membaca, tahsinul Quran, dan tahqiqul Quran," jelasnya.

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Nafi juga mengapresiasi tafsir ilmi yang digagas oleh LPMQ ini sebagai upaya ijtihad jamai. "Ada usaha yang sungguh-sungguh untuk membuat tafsir tematik. Akan tetapi jangan sampai Al-Quran itu ditunggangi oleh ilmu-ilmu itu tersendiri. Tapi Al-Quran harus menjadi inspirasi dan motor penggerak yang melahirkan ilmu-ilmu yang ada," tutur Pengasuh Pesma Al Hikam yang juga Rais Syuriah PCNU Kota Malang ini.

?

Pemateri kedua, Gus Is, mencoba membedah Al-Quran agar bisa membumi. Menurutnya, perlu upaya yang serius untuk membumikan Al-Quran agar tidak terkesan eksklusif. Tanpa bermaksud simplifikasi, bahwa Al-Quran itu secara komprehensif adalah sebagai pedoman hidup, panduan hidup, bahkan motivasi hidup. "Al-Quran sebagai kitab suci yang eternalitasnya tiada banding. Bahwa siapapun tidak akan pernah mampu untuk menandinginya. Al-Quran adalah ruh, spirit, dan pelita kehidupan," tegasnya.

?

Dia menambahkan, Al-Quran mengintroduksi konsep-konsep kosmologis dan teologis bahwa alam ini adalah ayat-ayat kauniyah Allah. Sampai suatu kesimpulan bahwa ma kholaqta hadza batila (tidak ada sesuatu yang sia-sia atas segala yang diciptakan Allah swt). Al-Quran memberikan tugas kekhalifahan agar manusia dan lingkungan bisa hidup harmoni. Tugas yang lain manusia sebagai Abdullah, dimana drama kehidupan itu skenarionya adalah sama. "Sejarah yang di ceritakan Al-Quran itu endingnya adalah wal aqibatu lit taqwa (dan akibat [yang baik] itu adalah bagi orang yang bertakwa," pungkas Direktur Mahad Aly UIN Malang ini.

?

Pemateri terakhir, dari Kepala LPMQ yang juga Alumni Pondok Gontor mengupas secara sekilas sejarah Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran. Walaupun secara de jure lembaga ini baru berdiri tahun 2007, namun secara fungsi lembaga ini sudah ada sejak 1957. Lajnah ini memiliki tujuan utama yaitu menjaga Al-Quran, baik terjemahan, tafsir, mushaf standar Indonesia, hasil cetak maupun elektronik atau digital dengan melakukan pentashihan, pembinaan, dan pengawasan.

?

"Cara memperlakukan Al-Quran itu idealnya komprehensif. Di Indonesia ini ada fenomena mempelajari Al-Quran secara gegap gempita. Tapi ada keterputusan setelah orang belajar membaca Al-Quran ini. Lajnah mencoba mengisi ruang kosong yaitu pemahaman Al-Quran. Saya istilahkan tajwid. Dari tajwid bacaan ke tajwid amalan," tutur Alumni Al Azhar Mesir ini.

?

Di akhir acara, ada tanya jawab dan diskusi. Kepala LPMQ ini juga membagikan Tafsir Ilmi hasil kerja sama LPMQ dengan LIPI kepada para peserta. "Sekarang sedang dikembangkanTafsir Tematik, model tafsir kolaborasi ulama dari berbagai disiplin ilmu, seperti ahli tafsir, LIPI, LAPAN, UGM, maupun ITB. Para ahli ini berkumpul untuk diskusi secara mendalam. Alhamdulillah, sudah mengahasilkan sembilan belas judul buku, terkait berbagai tema terutama sains dan teknologi," pungkasnya. [Achmad Diny Hidayatullah/Mahbib].

?
Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 20 Desember 2017

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah

Ketika Almarhum Kiai Masduqie Machfudh masih kuliah di Jogja, ada salah satu dosennya yang anti terhadap ziarah kubur. Dosen tersebut menyatakan secara terang-terangan bahwa hukum ziarah kubur adalah haram.

Suatu saat Kiai Masduqie Machfudh mendapatkan kesempatan untuk berdialog dengan dosen itu seputar hukum ziarah yang hingga kini masih diperdebatkan itu.

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah

“Kalau ada ‘amr jatuh setelah nahyi itu hukumnya apa, Pak?” Abah membuka dialog dengan pertanyaan. Dalam kaidah usuhul fiqih, redaksi perintah (‘amr) yang datang setelah adanya larangan (nahy) membuat status hukum suatu perbuatan menjadi boleh.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sang dosen mengerti tentang kaidah ini dan menjawab, “Mubah.”

“Kalau amr-nya ada qarinah-nya bagaimana, Pak?” Qarinah merupakan keterangan nash yang memperjelas status hukum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ya, sunnah.”

“Pak, mengharamkan suatu hal yang sunah itu hukumnya bagaimana?”

“Ya kufur, dong.”

“Sekarang saya tanya, bagaimana hukumnya ziarah kubur, Pak?”

“Haram.”

Kiai Masduqie lantas menunjukkan bahwa sang dosen sedang mengharamkan perbuatan yang berstatus sunnah. Dengan logika itu, dosen ini secara otomatis masuk dalam kategori orang yang kufur.

Mendengar kata-kata tersebut, sang dosen bertanya keheranan, “Lho, kok gitu?”

Kiai Masduqie lalu menyodorkan hadits shahih yang menunjukan bahwa ziarah kubur itu adalah sunnah, alias mendapat pahala bagi yang mengamalkannya. Dalam hadits tersebut termuat amr yang jatuh setelah nahyi dan amr tersebut juga disertai qarinah yang memberi kesan bahwa perbuatan bersifat positif.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku (Nabi SAW) dulu melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena yang demikian itu mengingatkan akan kehidupan akhirat.”

Ternyata sang dosen tidak mengetahui keberadaan hadits ini. Sehingga ketika Kiai Masduqie menyodorkan hadits tersebut, sang dosen hanya diam.

Tak semua perbedaan pendapat disebabkan perilaku “asal beda”, atau karena hasrat ingin memusuhi. Seringkali perbedaan dipicu oleh ketakseragaman cara persepsi atau lantaran tidak tahu. Di sinilah pentingnya kemauan untuk terus belajar, berdialog dan tabayun (klarifikasi), sehingga perbedaan yang merupakan rahmat menjadi kian indah karena disikapi secara dewasa tanpa saling membenci.

Indirijal Lutofa, Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono Malang asuhan Almarhum Kiai Masduqie Machfudh;? mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Malang



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Halaqoh, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock