Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam



Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri ? Model Brebes bertekad mengulang ? sukses Ujian Nasional, meski untuk kali pertama mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer. Pasalnya para siswa sudah dibekali pembelajaran penunjang seperti les Komputer, penyediaan perangkat computer dan jaringan listrik serta pembekalan mental spiritual siswa.?

UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa

“Selain sudah mahir bermain computer hasil dari Les Komputer, para siswa juga dibekali mental spiritual,” terang Kepala MTs N Model Brebes H Muh Muntoyo, saat ditemui Rohis Tegal - Rohani Islam di ruang kerjanya, Jumat (3/2).

Dari jumlah siswa keseluruhan 1532 orang, lanjutnya, yang duduk di bangku kelas 9 ada 488 anak dan sudah masuk daftar nominative ujian. Mereka akan terbagi dalam beberapa gelombang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Kami telah memiliki 150 unit dengan 5 buah server,” ungkap Muntoyo.

Sedangkan jaringan listrik sudah tersedia jauh sebelum program UNBK digelar. “Jaringan listrik kami memiliki kapasatis lebih dari 22.000 watt,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Diyakini Muntoyo, meski UN bukan faktor penentu kelelulusan namun mampu meningkatkan kualitas siswa dan sekolah. Dari hasil UNBK yang baik, mencerminkan keseriusan peserta didik dan guru dalam mengelola pendidikan di madrasah yang bersangkutan.

Untuk mempersiapkan UNBK, lanjutnya, digerlar berbagai kegiatan penunjang antara lain try out, simulasi UNBK, istighosah setiap Jumat Kliwon dan pemantapan mata pelajaran yang di-UN-kan.

Pengalaman yang silam, kata Muntoyo, MTs N Model Brebes menjadi percontohan bagi madrasah lain di Kabupaten Brebes dengan hasil UN mencapai 100 persen setiap tahunnya. Bahkan rata-rata Ujian Nasional pernah meraih nilai tertinggi ditingkat MTs dan SMP se Kabupaten Brebes.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes Moh Aqso menambahkan untuk tahun pelajaran 2016/2017 seluruh madrasah di Kabupaten Brebes sudah siap melaksanakan Ujian Nasional.?

UN tahun pelajaran 2016/2017 akan diikuti ? peserta didik di jenjang MI sebanyak 6.057 siswa, MTs sebanyak 9.547 dan MA diikuti sebanyak 1.864 anak.?

Untuk MTs penyelenggara, baru lima madrasah menggelar UNBK yakni MTs N Model Brebes, MTs N Ketanggungan, MTs Al Hikmah 2 Benda Sirampog, ? MTs Al Hikmah Cipelem Bulakamba dan Al Bukhori Tanjung, Brebes.

Sedangkan di jenjang Madrasah hanya empat Madrasah yakni MA N 1 Brebes, MA N 2 Brebes, MA Al Hikmah 2 Benda Sirampog dan MA NU Maarif 1 Bantarkawung. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Persoalan sampah tidak akan pernah habis karena manusia setiap hari memproduksinya. Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini, berbagai bencana pun sering terjadi. Untuk mengurai persoalan ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berupaya melakukan berbagai langkah konkret terkait penanganan sampah.?

Berikut wawancara Rohis Tegal - Rohani Islam dengan Ketua Pengurus Pusat LPBINU, M Ali Yusuf, Selasa (23/2/2016) di halaman Gedung PBNU Jakarta dalam peluncuran program Gerakan Nasional “Ubah Sampah Jadi Berkah” yang juga untuk memperingati Hari Sampah Nasioanl 21 Februari.

Pak Ali, bagaimana kondisi sampah di Indonesia saat ini?

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia juga penghasil sampah laut terbanyak di dunia setelah Filipina.

Sebenarnya seperti apa sih langkah pemerintah selama ini terkait sampah?

Kami di LPBINU terus berupaya melakukan sinergi dengan pemerintah. Saya pikir, jika pemerintah tak mampu mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah, maka program tahun 2020 bebas akan sulit tercapai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagaimana langkah LPBINU sendiri untuk mengubah pola pikir masyarakat tersebut?

Dari tahun 2009, LPBINU sudah melakukan berbagai langkah terkait penanganan dan pemanfaatan sampah. Karena walau bagaimana pun, sampah merupakan sumber bencana dan penyakit. Sampah yang juga mengandung gas metana akan mempengaruhi iklim dan cuaca, hingga pemanasan global. Nah, Gerakan Nasional Ubah Sampah jadi Berkah ini merupakan salah satu langkah PBNU dan LPBINU untuk mengedukasi masyarakat, bahwa sampah dapat menimbulkan masalah sehingga perlu dikurangi, ditangani, bahkan dimanfaatkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Baca:? LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah)

Gerakan ini terdiri dari berbagai program, seperti apa teknis perwujudannya?

Ya, dalam gerakan ini, LPBINU mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program gerakan nasional ini, seperti Bank Sampah, Daur Ulang, Komposting, Shodaqoh Sampah, Urban Farming, dan Biopori, kami menggandeng lembaga-lembaga lain di NU yang mempunyai fokus ke sampah. Seperti LTMNU dengan ‘Bersih-bersih Masjid’-nya dan RMINU dengan program ‘Pesantren Hijau’-nya. Di Pesantren, kami sudah beberapa kali memberikan pendampingan seperti di Pesantren Gedongan, Cirebon. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, pesantren tersebut sudah mampu menangani dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Lalu, sosialisasi gerakan nasional ini kepada masyarakat sendiri seperti apa?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tentu kami melakukan koordinasi dengan LPBINU di berbagai daerah dan wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menangani dan memanfaatkan sampah melalui program-program yang kami canangkan.

Menarik terkait mengubah pola pikir masyarakat tadi, memang selama ini pikiran masyarakat seperti apa terkait sampah?

Mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa sampah adalah barang tidak terpakai yang harus dibuang begitu saja. Sedikit masyarakat yang mempunyai kesadaran bahwa sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan bencana. Sebab itu, di setiap tempat, kami bertanya dahulu ke meraka, sampah di sini menimbulkan masalah atau tidak? Kalau iya, mari tangani bersama dengan benar. Susah jika masyarakat masih menganggap bahwa keberadaan sampah tidak menimbulkan masalah. Setidaknya hal ini yang kita sadarkan dulu.

Kami juga tidak ingin hanya mengadakan kegiatan-kegiatan dan seminar-seminar. Kami terus berupaya melakukan edukasi dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan, pupuk kompos, biogas, dan lain-lain. Sumber daya manusia sudah ada untuk mendampingi dan melatih. Jika kesadaran masyarakat sudah mengakar, mereka akan jalan secara mandiri. (Baca:? Komitmen Jaga Lingkungan, LPBINU Ajak Masyarakat Olah Sampah)

Oke Pak Ali, optimis bebas sampah tahun 2020?

Sebetulnya bebas sampah sih nggak, minimal dengan langkah dan program yang kami canangkan, setidaknya bisa mengurangi sampah dengan menanganinya secara baik dan benar serta berkelanjutan. Menurut saya, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat terlebih dahulu sehingga program-program penanganan sampah akan jalan sendiri.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Cerita, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (Asbihu NU) bakal membuka stan di NU Expo Surabaya pada tanggal 21-24 Desember 2016.

Direktur ASBIHU Tour and Travel, H Hafidz Taftazani berharap para pengurus NU, baik tingkat Wilayah maupun Cabang untuk hadir dan mendatangi stan yang telah disiapkan.

Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Stan di NU Expo, ASBIHU Jelaskan Cara Pendirian Kantor Perwakilan

"Di sana kita akan buka stan. Pengurus NU bisa bertanya langsung bagaimana cara mendirikan kantor perwakilan Asbihu di masing-masing daerah," kata Hafidz di Jakarta, Jumat (16/12).

Hafidz menegaskan, setiap cabang yang mendirikan kantor perwakilan bakal mendapatkan pelatihan manajemen dari pengurus pusat.

? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Asbihu sudah mengembangkan profesionalisme, termasuk mendatangkan motivator-motivator ke beberapa wilayah seperti Jawa Tengah, Jatim, Jabar dan Lampung," katanya.

Asbihu memberikan insentif kepada wilayah dan cabang NU di setiap daerah yang memiliki perwakilan Asbihu. Besarnya insentif adalah senilai US$10 per jamaah di tingkat wilayah, dan US$20 per jamaah di tingkat cabang.

“Namanya ibadah umrah, jamaahnya berada di wilayah dan cabang. Insentif diberikan karena cabang dan wilayah memiliki jamaah atau warga yang berangkat umrah melalui ASBIHU. Dengan adanya insentif kepada cabang dan wilayah, perwakilan sudah melakukan imbal balik kepada cabang dan wilayah,” kata pria yang juga menjabat Bendahara PBNU ini.

Pemberian insentif dilakukan pada akhir tahun dengan mengakumulasi banyaknya jamaah yang melakukan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel. Pihaknya berharap dengan pemberian insentif ini akan memotivasi setiap cabang dan wilayah serta setiap perwakilan untuk menjadi mitra ASBIHU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami harapkan PWNU dan PCNU mulai tahun ini mendapatkan insentif atau fee tersebut,” kata Hafidz seraya menambahkan bahwa sementara ini sistem pemberian insentif yang sudah berjalan kebanyakan adalah di Jawa Tengah.

Saat ini, ASBIHU Tour and Travel telah memiliki 60 perwakilan di seluruh Indonesia. “Selain di Jawa Tengah, perwakilan juga tersebar di Bekasi, Sukabumi, Lampung, Malang, Banjarmasin,” kata Hafidz. (Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam IMNU, Ubudiyah, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 09 Januari 2018

Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Fitri: Pembentukan Jati Diri Pasca-Ramadhan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Allahu Akbar, wa lillahilh hamd

Dengan bersyukur ke hadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya pagi hari yang berbahagia ini kita menyambut kedatangan hari yang agung, hari raya fitri, hari raya kemuliaan dan kesucian.

Dengan rasa haru dan penuh ikhlas, kita semua melepas bulan Ramadhan, bulan yang luhur dan mulia yang dipenuhi dengan ampunan dan karunia. Kita bertakbir, mengagungkan Allah SWT dan menyucikan-Nya dengan bertasbih, menyucikan dari segala sesuatu yang tidak layak pada-Nya.

Takbir, tahlil dan tahmid silih berganti, berkumandang di angkasa raya diucapkan dengan lisan yang fasih dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan. Rona dan wajah setiap Muslim menampakkan kebahagiaan yang cemerlang dan ketulusan yang mendalam, jauh sampai ke lubuk hati. Melukiskan kesan yang kuat dan mengakar ke dalam jiwa yang suci. Semua itu merupakan perwujudan dari pernyataan syukur kita ke hadirat Allah SWT atas segala karunia dan nikmat-Nya, terutama karunia yang paling agung berupa petunjuk dan hidayah-Nya. Hidayah itu membibing kita meniti cahaya yang terang benderang, menuju kehidupan yang sukses, lahir dan bathin. Kita bersyukur telah dapat melaksanakan ibadah shiyam sebulan penuh dengan ketabahan dan keikhlasan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. (Al-Baqarah [2]: 185)

Pagi ini, kita merayakan Idul Fitri, hari raya kesucian yang dinantikan kehadirannya oleh setiap insan yang beriman, dengan demikian kita kembali kepada fitrah, yaitu kemurnian dan kesucian. Kembali kepada kemurnian dan kesucian berarti kita kembali kepada suasana yang bersih telepas dari dosa dan kesalahan. Setiap orang yang melaksanakan puasa Ramadhan sesuai denga petunjuk al-Qur’an dan al-Sunnah akan terlepas dosa dan kesalahannya sehingga menjadi suci kembali, seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya. Kesucian yang telah kita peroleh dengan susah payah itu hendaklah terus dipertahankan sampai bulan-bulan berikutnya dengan meingkatkan iman dan takwa kita serta bertaqarub kepada-Nya dengan tunduk dan patuh.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar



Puasa Ramadhan yang baru saja kita jalani membentuk setiap diri umat Islam agar memiliki kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu dan dapat meningkatkan potensi kesucian rohaninya. Ibadah shiyam dapat membentu jati diri Muslim yang pari purna dengan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Iman dan takwa itu dibuktikan dengan senantiasa berpegang teguh kepa petunjuk-Nya, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Dengan mempertahankan kelestarian iman dan taqwa, kita meniti jalan yang lurus untuk mencapai keridhaan Allah SWT, keridhaan yang senantiasa didambakan oleh setiap manusia yang beriman. Menuju keridhaan yang agung dan luhur itu harus ditempuh dengan melaksankan ibadah dan amal shaleh secara ikhlas dan jujur, sesuai dengan ikrar kita yang selalu kita ucapkan dalam do’a iftitah yang dibaca pada saat awal melaksanakan shalat. “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali menyerahkan diri (kepada Allah) (QS. al-An’am : 162-163).

Pembentukan jati diri dalam ibadah shiyam merupakan aktivitas yang sangat penting dalam kehidupan seorang mukmin, karena dengan jati diri itulah kita akan bersikap istiqomah dalam menjalani ajaran agama. Ibadah shiyam yang kita laksanakan, harus mampu membentuk jati diri setiap Muslim dan meningkatkan kualitasnya dari tahapan yang paling rendah menuju tahapan yang paling tinggi.

Kaum Muslimin, para jamaah yang kami muliakan,

Pembentukan jati diri itu, menuju perubahan pada yang lebih sempurna, sebagaimana yang dicontohkan oleh kehidupan para sahabat Nabi dan Tabiin generasi awal. Perubahan yang sangat mendasar menuju jati diri yang sempurna misalnya kita bisa mengambil contoh dar peristiwa berikut ini:

Pada suatu saat Rasulullah Muhammad SAW menerima tamu, seorang pria dari kalangan musyrik Arab jahiliyah. Nabi menerima tamu itu sebagaimana layaknya beliau menerima tamu yang lain, dihormati selayaknya dan dipersilahkan duduk di ruang yang telah disediakan. Nabi SAW menyuguhkan kepada tamu itu segelas air susu murni. Demikianlah kebiasaan dan kebangaan orang-orang Arab pada waktu itu, mereka sangat berbahagia sekali apabila dapat menyuguhkan pada tamunya air susu murni yang mereka perah dari kambing atau unta.

Setalah disuguhi segelas air susu, tamu itu meminumnya sampai habis. Kemudian Nabi menyediakan gelas yang keduanya, itupun diminum sampai habis lalu Nabi menyediakan gelas yang ketiga itupun diminum sampai habis. Hal itu terus berlangsung sampai tujuh gelas. Pertemuan itu kemudian berlalu begitu saja, tidak ada hal yang perlu dicatat, pria Arab jahiliyah kembali ke rumahnya dan Nabi pun melaksanakan aktivitas dakwahnya sebagaimana biasa.

Kira-kira beberapa bulan setelah itu, pria Arab jahiliyah tadi masuk Islam, sebagai seorang mualaf dia merasa ketinggalan dengan para sahabat lain, karena itu dia terus mempelajari agama dengan sungguh-sungguh dan mengamalkannya dengan baik. Dalam jangka waktu tidak begitu lama pria mualaf itu telah menjadi seorang Muslim yang sangat baik. Setelah menjadi pria Muslim yang baik dia mengujungi rumah Nabi kembali. Nabi menerima tamu mualaf ini, langsung teringat dengan kunjungan yang pertama dulu, kemudian Nabi menyediakan segelas air susu, sebagaimana dulu menyediakannya. Pria mualaf itu kemudian minum segelas air susu yang disediakan oleh Nabi sebagaimana dulu ia meminumnya.

Ketika Nabi akan menyediakan gelas yang kedua, tiba-tiba pria mualaf itu mengatakan, “Wahai Rasulullah cukup untukku, cukup untukku dengan segelas susu itu.” Nabi SAW mengomentari sikap pria mualaf yang telah berubah drastis dari kebiasaan jahiliyahnya dan menggantinya dengan jati diri seorang Muslim, beliau mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Seorang mukmin cukup meminum dengan satu gelas, sedangkan orang kafir baru puas minum dengan tujuh gelas. (HR. Muslim. No Hadis: 3843)

Dari contoh itu kita bisa melihat secara langsung betapa besarnya perubahan sikap dan jati diri dari seorang jahiliyah menjadi seorang mukmin. Pola hidup yang tadinya dipenuhi dengan kerakusan digantinya dengan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam pola makan, dalam pola berpakaian dan bertingkah laku. Manusia mukmin yang melaksanakan ibadah Ramadhan juga diarahkan agar melakukan perubahan yang besar dalam membentuk jati dirinya, dari manusia yang berkualitas rendah menjadi berkualitas tinggi menuju kesempurnaan sesuai dengan ajaran Islam. Puasa Ramadhan pada hakikatnya dapat membentuk jati diri seseorang menjadi pribadi yang berkualitas dan memiliki kemampuan yang tinggi dalam meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Salah satu jati diri manusia mukmin adalah berpola hidup sederhana dan dapat mengendalikan nafsunya sehingga tidak terjerembab dalam lembah kehinaan dan kehancuran.

Ada tiga macam nafsu yang sering menjerumuskan seseorang ke lembah kehinaan yaitu nafsu dari dorongan perut, libido seksual, dan hawa nafsu yang menyesatkan. Nabi SAW sangat mengkhawatirkan umatnya terjerembab dalam tiga macam nafsu yang menghancurkan itu, sehingga beliau bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya aku mengkhawatiri kamu sekalian terjerembab dalam keinginan hawa nafsu dari dorongan perutmu, dorongan seksualmu dan hawa nafsu yang menyesatkan. (HR. Ahmad. No Hadis:18951)

Dalam kehidupan modern yang kita jalani sekarang, di mana sikap hidup materialisme, konsumtivisme, dan hedonisme, terus menggerogoti masyarkat kita, kita jumpai betapa banyakanya orang yang telah terjerembab dalam lembah kenistaan dan kehinaan. Ada sebagian dari masyarakat yang terjerembab ke dalam hawa nafsu perutnya sehingga ia menjadi budak perutnya sendiri, maka ia pun makan secara berlebihan, minum secara berlebihan, sehingga hidupnya hanya memenuhi dorongan perutnya. Orang seperti ini tergolong dalam kelompok manusia yang paling buruk dari umat Nabi Muhammad SAW.

Kalau orang pertama tadi menjadi budak perutnya sendiri, sehingga ia terjerembab dalam kehinaan dan kehancuran, sedangkan kelompok kedua banyak orang yang menjadi budak dari dorongan libidonya sehingga ia menjadi budak nafsu seksualnya. Keadaan seperti ini lebih membahayakan lagi, karena akan menimbulkan kerusakan dan kehinaan yang lebih parah. Banyak keluarga dan masyarakat yang hancur karena menjadi budak libido dan nafsu seksualnya. Akibat memperturutkan nafsu seksual banyak menyebabkan manusia bergelimang dengan dosa, seperti; perselingkuhan, perzinahan, dan timbulnya deviasi seksual yang mengerikan.

Kalau orang kedua tadi menjadi budak dari dorongan seksualnya sendiri, maka kelompok yang ketiga, adalah manusia-manusia yang diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri, keadaan ini jauh lebih berbahaya lagi, karena memperturutkan hawa nafsu akan mencampakkan pelakunya menuju kehancuran yang sangat menakutkan. Bahkan terkadang hanya berapa detik saja orang tidak bisa mengendalikan hawa nafusnya ia telah terjerumus? dalam kerusakan dan kehancurn dan penyesalan yang sangat berat selama-lamanya di dunia dan akhirat Karena itu Nabi menyatakan: “Musuhmu yang paling berbahaya adalah hawa nafsumu yang berada di antara kedua lambungmu sendiri” (Ihya’ Ulumuddin).

Al-Qur’an memperingatkan orang-orang yang terjerembab dalam kemauan hawa nafsu yang menyesatkan, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Ahqaf: 20.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".

Berbagai kejahatan timbul dalam kehidupan masyarakat, karena manusia meuruti hawa nafsunya sendiri. Ibadah puasa Ramadhan yang telah kita jalani dapat melatih dan melindungi diri kita agar tidak terjerembab dalam kubangan hawa nafsu, sebagaimana yang disebutkan di atas. Dengan demikian puasa dapat membentuk jati diri yang paripurna, menjadi manusia Muslim yang beriman dan bertakwa.

? ? ?

Allahu Akbar, wa lillahil hamd

Hadirin dan hadirat yang mulia,

Kembali kepada fitrah yang suci dan bersih itulah yang sesungguhnya kita jalani sekarang ini. Hari yang amat berbahagia ini dinamakan ‘Idul Fitri’, yaitu kesucian dan keutuhan yang telah kita peroleh kembali setelah kita melakukan puasa Ramadhan sebulan penuh. Karena itu hari ini adalah hari kemenangan dan kejayaan bagi kita semua, karena kita telah berusaha meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, ucapan yang paling tepat kita ikrarkan pada hari ini adalah suatu do’a:

? ? ? ? ? ?

“Wahai Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah yang memperoleh sukses dan kemenangan serta diterima amal ibadahnya oleh Allah Swt”.

Dengan kembali kepada fitrah, kita akan mencapai kebahagiaan dan kesuksesan lahir batin yang selalu kita harapkan. Sesuai dengan petunjuk Ilahi, marilah kita bertakbir mengagungkan asma Allah atas segala petunjuk-Nya dan marilah kita bersyukur atas segala rahmat dan karunia-Nya.

Semoga kita semua senantiasa dapat mengikuti petunjuk Allah dan senantiasa memperoleh rahmat-Nya. Amiin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II



? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, Rais Syuriyah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

Makkah, Rohis Tegal - Rohani Islam - Sekitar 150 ribu jemaah haji Indonesia serta jutaan jemah negara lain telah selesai menyelesaikan prosesi puncak haji, wukuf di Arafah. Seteleh menginap (mabit) di Muzdalifah, Senin (12/9), jemaah haji sudah berada di Mina untuk mabit di sana sampai dengan 14 September bagi yang mengambil nafar awal dan 15 September untuk yang nafar tsani.

Sampai dengan sehari pasca Arafah, tercatat total 100 jemaah haji Indonesia yang wafat di Saudi. Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, hari ini pukul 07.00 waktu Arab Saudi mencatat, delapan orang di antaranya, meninggal di Arafah pada 8 9 Dzulhijjah kemarin.

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

"Kalau yang meninggal di Arafah ada delapan orang, tapi yang wafat pada hari Arafah (9 dzulhijjah) hanya lima, yang tiga wafat di pemondokan Arafah pada 8 Dzulhijjah," demikian penjelasan Penghubung Kesehatan dr. Ramon Andreas di Daker Makkah sebagaimana dilansir di laman Kemenag.go.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedepalan jemaah yang wafat di Arafah: Sanipah binti Kawi Soleh (76), Sarah binti Marjuki Sere (84), Sukro bin Gimin Sali (71), Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69), Djumirah binti Karto Temon (82), Dimanto bin Sono Dikromo (72), Mani binti Mamak Isma (49), dan Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71).

Ditanya apakah ada penurunan jumlah jemaah wafat di Arafah, Ramon belum bisa memberikan kepastian. Hanya saja, Ramon menilai kalau jemaah haji cukup disiplin untuk tetap berada di tenda saat menjalani proses wukuf. Hal ini antara lain ditandai dengan menurunnya layanan antarjemaah haji yang tersesat jalan untuk kembali ke tenda maktabnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kalau melihat kemarin, kelihatannya jemaah kita lebih disiplin. Di tenda penerangan tidak banyak orang kesasar. Selain itu, keberadaan petugas sektor adhoc cukup efektif menjaga jemaah agar tetap berada di tendanya," ujar Ramon.

Menurut Ramon, keberadaan water fan juga cukup membantu memberi kelembaban dan mendinginkan suhu ditenda. Per hari ini, suhu udara mencapai 42 derajat celcius, sementara riil feelnya mencapai 52 derajat. Adapun kelembaban hanya 22%, ujar Ramon.

Berikut ini daftar lengkap 100 jemaah yang wafat:

1. Senen bin Dono Medjo (79). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 007.

2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 002.

3. Martina binti Sabri Hasan (47). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 004.

5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Embarkasi Solo (SOC) Kloter 018.

6. Sarjono Bin Muhammad (60). Laki-laki. Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) Kloter 003.

8. Nazar Bakhtiar bin Batiar (82). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

9. Juani bin Mubin Ben (61). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 006.

10. Asma binti Mian (78). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

11. Tasniah binti Durakim Datem (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 003.

12. Jamaludin bin Badri Kar (58). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

13. Abdullah bin Umar Gamyah (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 001.

14. Rubiyah binti Mukiyat Muntari (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 020.

15. Muhammad Tahir bin Abdul Razak (68). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 011.

16. Siti Maryam binti Ismail (60). Embarkasi Solo (SOC) Kloter 001.

17. Misnawar bin Kasimo Kamujo (76). Embakarsi Surabaya (SUB) Kloter 015

18. Din Azhari Nurina bin Sadid (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 005.

19. Noorsi Fatimah binti M Saleh Mardiwiyono (60). Embarkasi Balikpapan (BPN) Kloter 009.

20. Muhammad Nasir bin Abdul Hamid (64). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 010.

21. Manih binti Siyan Muhammad (71). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Kloter 006.

22. Joko Pramono bin H Ali Pramono (41). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 26.

23. Wahono Wilik bin Walijo Kartodimejo (65). Embarkasi Batam (BTH) kloter 002.

24. Udju Sumiati binti Marhati (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) Kloter 038.

25. Siti Fatonah Binti Supangat Kasmungin (68). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 028.

26. Imam Rifai bin Ngali (60). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

27. Suhaimi bin kadir Abdillah (62). Embarkasi Medan (MES) Kloter 005.

28. Siti Maskanah binti Djumri (66). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) Kloter 013.

29. Zainabon binti Umar Muhammad (71). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 008.

30. Awaludin bin Abu Sahar Tanjung (58). Embarkasi Medan (MES) Kloter 011.

31. Kadiran bin Molyadi Sokaryo (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 022.

32. Yudha Arifin bin Kasah (55). Jemaah haji khusus.

33. Abdul Hamid bin Lapewa Palewa (53). Jemaah haji khusus.

34. Roman bin H. Maeji Suhaedi (58). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 020.

35. Mochamad Subarjah bin Sumawinata R (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 048.

36. Taggi bin Haseng Maggu (57). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 048

37. Saifuddin bin Buchori Abdullah (64). Embarkasi Solo (SOC) kloter 003.

38. Semi Parsinah binti Wamu Adam (65). Embarkasi Aceh (BTJ) loter 002.

39. Siti Maryam binti Haram (79). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 020.

40. Aceng bin Nuroddin Hasyim (58). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 018.

41. Adisman Rasidin Salin bin St. Salam (63). Jemaah haji khusus.

42. Warniti binti Samadi Rimin (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 051.

43. Sukardi As Haryanto bin Abu Bakar (78). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 009.

44. Rukiyah bt Muhammad Arif Pane (62). Embarkasi Medan (MES) kloter 011.

45. Sumin Adinoto bn Suto Karso (73). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 028.

46. Zahadi bin Muhayadin Asir (58). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 007.

47. Imo binti Ahmad Umar (73). Embarkasi Lombok (LOP) kloter 006.

48. Carwit binti Karjani Sarip (51). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 037.

49. Mukijan bin Sodimejoh Muhammad (62). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 032.

50. Siti Sarah binti Abdul Kapi (53). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 014.

51. Abdul Sani bin H Hayani (59). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 026.

52. Emuh Sutrisna Atmadja bin Wardi (79). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 008.

53. Ali bin Lapantje Lakoro (77). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 011.

54. Cholik bin Aguscik Usman (65). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 005, B3343307.

55. Marfuah Amina Toyib binti Mustofa (76). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

56. Nipi binti Mad Ambri Mungkar (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

57. Hawang binti Bungku Ilham (59). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 007.

58. Boniatun binti Dulkahir Kartak (60). Embarkasi Batam (BTH) kloter 17.

59. Hariri bin Mustafa M. Soleh (73). Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG) kloter 37.

60. Dain Nariya bin Satimin (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 29.

61. Rosid bin Kamadi Rani (63). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 061.

62. Muhammad Arifin bin Ambo Angka (58). Jemaah haji khusus

63. Zuri Mukanan bin Muhrin Kasrih (66). Jemaah haji khusus

64. Wawan Barnawi K bin Casmita (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 036.

65. Sikan bin Bait Sabut (59). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 005.

66. Nana Supena bin Uba R (64). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 010.

67. Budiyanto bin Lihan Suliman (57). Embarkasi kloter Surabaya (SUB) kloter 026.

68. Suhaimi bin Jamain Abdul Gafur (62). Embarkasi Padang (PDG) kloter 009.

69. Agus Slamet Riyadi bin Cokrowasito (62). Jemaah haji khusus.

70. Munawwaroh binti Muslih Simin (66). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 020.

71. Darmuya bin Jabar Bila (79). Embarkasi Padang kloter 011.

72. Sofyan Soleh Jamhari binti H.M Sohe (74). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 007.

73. Sumi binti Sahrul Towasi (80). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 003.

74. Nur Wachid bin Abdul Majid Samsul (68). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 025.

75. Sahriye binti Sulaiman Kaima (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

76. Sulkan bin Satiman Lasijah (57). Embarkasi Solo (SOC) kloter 063.

77. Sariyana Ganing P binti Laganing (73). Jemaah haji khusus.

78. Djunaide bin Masse Bandu (71). Jemaah haji khusus.

79. Sawi bin Saidin Armidin (73). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

80. Jamhari bin Arip Ardiah (83). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 021.

81. Endah Wirdah binti Sukemi Harja. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 038.

82. Mariyah Komar binti Umar Martawidjaja. Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 031.

83. Aen Harmaen bin Suhandi Suhatma (66). Jemaah haji khusus.

84. Ripah binti Ardja Semita (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 056.

85. Sumitro bin Chambali Moh. Sidik (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 036.

86. Nur Pudjimas Saleh bin Muhammad Nur (70). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 027.

87. Rasta Wangsa Mihardja bin P Sayan (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 053.

88. Namin bin Artamin Senang (79). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 013.

89. Badrijanto bin Darmodipuro Kartowijoto (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 008.

90. Sanipah binti Kawi Soleh (76). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 030.

91. Sarah binti Marjuki Sere (84). Embarkasi Jakarta Pondok (JKG) kloter 033.

92. Sukro bin Gimin Sali (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 039.

93. Sangkut bin Yasin Saguk (60). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 023.

94. Sutadji bin Taredjo Sabar (85). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 034.

95. Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 028.

96. Djumirah binti Karto Temon (82). Embarkasi Solo (SOC) kloter 024.

97. Dimanto bin Sono Dikromo (72). Embarkasi Medan (MES) kloter 017.

98. Mani binti Mamak Isma (49). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 016.

99. Jukih binti Tiyul Kemat (72) Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 029.

100. Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71). Embarkasi Surabay (SUB) kloter 057. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 24 Desember 2017

Gandeng LPMQ, PCNU Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran

Malang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Malang bekerja sama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, menggelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran dan Dinamika Sosial (Menakar Peran Kementerian Agama? Republik Indonesia) di Aula Pesma Al Hikam, Malang.

Acara Diawali dengan, pembacaan Al-Quran dan sambutan oleh tuan rumah, Gus Hilman Wajdi. Kegiatan yang berlangsung Selasa, 9 Mei 2017, pagi hingga siang ini dihadiri oleh Pengurus PCNU Kota Malang, Akademisi, Guru, Pegawai Kementerian Agama, Mahasiswa, maupun tamu undangan yang lain. Hadir sebagai Narasumber, Pengasuh PP. Al Hikam Malang KH. Drs. M. Nafi, Ketua PCNU Kota Malang KH. Dr. Isroqunnajah, Kepala LPMQ KH. Dr. Muchlis M. Hanafi dengan dimoderatori oleh Dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang KH. Dr. Mujab Mashudi.

Gandeng LPMQ, PCNU Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng LPMQ, PCNU Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng LPMQ, PCNU Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Kajian Al-Quran

"Kegiatan ini dihelat untuk membumikan Al-Quran agar selain untuk dipelajari secara komprehensif terutama juga agar bisa diamalkan oleh kita semua. Al Hikam merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiataan ini. Harapannya, diseminasi ini bisa memberikan manfaat dan kontribusi untuk kemajuan umat Islam," papar Gus Andik, panggilan putra Almarhum KH. Hasyim Muzadi ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pemateri pertama, Gus Nafi, memaparkan fenomena di masyarakat yang mempelajari Al-Quran dengan baik, walaupun belum sempurna. "Masih cenderung sebagai bacaan. Dimana perkembangan TPQ, tempat-tempat pengkajian Al-Quran banyak bertebaran. Cara pandang terhadap Al-Quran ini haruslah menggunakan worldview yang benar. Yaitu Al-Quran adalah Wahyu Allah yang berbeda dengan manuskrip yang lain, sehingga mempelajari Al-Quran ini harus syumul (komprehensif). Sistematika pembelajaran Al-Quran itu dimulai dari membaca, tahsinul Quran, dan tahqiqul Quran," jelasnya.

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Nafi juga mengapresiasi tafsir ilmi yang digagas oleh LPMQ ini sebagai upaya ijtihad jamai. "Ada usaha yang sungguh-sungguh untuk membuat tafsir tematik. Akan tetapi jangan sampai Al-Quran itu ditunggangi oleh ilmu-ilmu itu tersendiri. Tapi Al-Quran harus menjadi inspirasi dan motor penggerak yang melahirkan ilmu-ilmu yang ada," tutur Pengasuh Pesma Al Hikam yang juga Rais Syuriah PCNU Kota Malang ini.

?

Pemateri kedua, Gus Is, mencoba membedah Al-Quran agar bisa membumi. Menurutnya, perlu upaya yang serius untuk membumikan Al-Quran agar tidak terkesan eksklusif. Tanpa bermaksud simplifikasi, bahwa Al-Quran itu secara komprehensif adalah sebagai pedoman hidup, panduan hidup, bahkan motivasi hidup. "Al-Quran sebagai kitab suci yang eternalitasnya tiada banding. Bahwa siapapun tidak akan pernah mampu untuk menandinginya. Al-Quran adalah ruh, spirit, dan pelita kehidupan," tegasnya.

?

Dia menambahkan, Al-Quran mengintroduksi konsep-konsep kosmologis dan teologis bahwa alam ini adalah ayat-ayat kauniyah Allah. Sampai suatu kesimpulan bahwa ma kholaqta hadza batila (tidak ada sesuatu yang sia-sia atas segala yang diciptakan Allah swt). Al-Quran memberikan tugas kekhalifahan agar manusia dan lingkungan bisa hidup harmoni. Tugas yang lain manusia sebagai Abdullah, dimana drama kehidupan itu skenarionya adalah sama. "Sejarah yang di ceritakan Al-Quran itu endingnya adalah wal aqibatu lit taqwa (dan akibat [yang baik] itu adalah bagi orang yang bertakwa," pungkas Direktur Mahad Aly UIN Malang ini.

?

Pemateri terakhir, dari Kepala LPMQ yang juga Alumni Pondok Gontor mengupas secara sekilas sejarah Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran. Walaupun secara de jure lembaga ini baru berdiri tahun 2007, namun secara fungsi lembaga ini sudah ada sejak 1957. Lajnah ini memiliki tujuan utama yaitu menjaga Al-Quran, baik terjemahan, tafsir, mushaf standar Indonesia, hasil cetak maupun elektronik atau digital dengan melakukan pentashihan, pembinaan, dan pengawasan.

?

"Cara memperlakukan Al-Quran itu idealnya komprehensif. Di Indonesia ini ada fenomena mempelajari Al-Quran secara gegap gempita. Tapi ada keterputusan setelah orang belajar membaca Al-Quran ini. Lajnah mencoba mengisi ruang kosong yaitu pemahaman Al-Quran. Saya istilahkan tajwid. Dari tajwid bacaan ke tajwid amalan," tutur Alumni Al Azhar Mesir ini.

?

Di akhir acara, ada tanya jawab dan diskusi. Kepala LPMQ ini juga membagikan Tafsir Ilmi hasil kerja sama LPMQ dengan LIPI kepada para peserta. "Sekarang sedang dikembangkanTafsir Tematik, model tafsir kolaborasi ulama dari berbagai disiplin ilmu, seperti ahli tafsir, LIPI, LAPAN, UGM, maupun ITB. Para ahli ini berkumpul untuk diskusi secara mendalam. Alhamdulillah, sudah mengahasilkan sembilan belas judul buku, terkait berbagai tema terutama sains dan teknologi," pungkasnya. [Achmad Diny Hidayatullah/Mahbib].

?
Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 20 Desember 2017

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah

Ketika Almarhum Kiai Masduqie Machfudh masih kuliah di Jogja, ada salah satu dosennya yang anti terhadap ziarah kubur. Dosen tersebut menyatakan secara terang-terangan bahwa hukum ziarah kubur adalah haram.

Suatu saat Kiai Masduqie Machfudh mendapatkan kesempatan untuk berdialog dengan dosen itu seputar hukum ziarah yang hingga kini masih diperdebatkan itu.

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah

“Kalau ada ‘amr jatuh setelah nahyi itu hukumnya apa, Pak?” Abah membuka dialog dengan pertanyaan. Dalam kaidah usuhul fiqih, redaksi perintah (‘amr) yang datang setelah adanya larangan (nahy) membuat status hukum suatu perbuatan menjadi boleh.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sang dosen mengerti tentang kaidah ini dan menjawab, “Mubah.”

“Kalau amr-nya ada qarinah-nya bagaimana, Pak?” Qarinah merupakan keterangan nash yang memperjelas status hukum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ya, sunnah.”

“Pak, mengharamkan suatu hal yang sunah itu hukumnya bagaimana?”

“Ya kufur, dong.”

“Sekarang saya tanya, bagaimana hukumnya ziarah kubur, Pak?”

“Haram.”

Kiai Masduqie lantas menunjukkan bahwa sang dosen sedang mengharamkan perbuatan yang berstatus sunnah. Dengan logika itu, dosen ini secara otomatis masuk dalam kategori orang yang kufur.

Mendengar kata-kata tersebut, sang dosen bertanya keheranan, “Lho, kok gitu?”

Kiai Masduqie lalu menyodorkan hadits shahih yang menunjukan bahwa ziarah kubur itu adalah sunnah, alias mendapat pahala bagi yang mengamalkannya. Dalam hadits tersebut termuat amr yang jatuh setelah nahyi dan amr tersebut juga disertai qarinah yang memberi kesan bahwa perbuatan bersifat positif.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku (Nabi SAW) dulu melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena yang demikian itu mengingatkan akan kehidupan akhirat.”

Ternyata sang dosen tidak mengetahui keberadaan hadits ini. Sehingga ketika Kiai Masduqie menyodorkan hadits tersebut, sang dosen hanya diam.

Tak semua perbedaan pendapat disebabkan perilaku “asal beda”, atau karena hasrat ingin memusuhi. Seringkali perbedaan dipicu oleh ketakseragaman cara persepsi atau lantaran tidak tahu. Di sinilah pentingnya kemauan untuk terus belajar, berdialog dan tabayun (klarifikasi), sehingga perbedaan yang merupakan rahmat menjadi kian indah karena disikapi secara dewasa tanpa saling membenci.

Indirijal Lutofa, Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono Malang asuhan Almarhum Kiai Masduqie Machfudh;? mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Malang



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Halaqoh, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 18 Desember 2017

Aset Koperasi Nahdlatul Tujjar Meningkat 25,9%

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk tahun buku 2014, Ketua Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatut Tujjar (Nahdlar) H. Saepuloh menyatakan bahwa aset koperasi warga NU itu meningkat sekitar 25,9 persen.

Aset Koperasi Nahdlatul Tujjar Meningkat 25,9% (Sumber Gambar : Nu Online)
Aset Koperasi Nahdlatul Tujjar Meningkat 25,9% (Sumber Gambar : Nu Online)

Aset Koperasi Nahdlatul Tujjar Meningkat 25,9%

“Ini juga diimbangi dengan peningkatan pendapatan sebesar 24,75%,” tuturnya pada RAT yang berlangsung di Wahana Wisata Cibolang Kabupaten Bandung Jawa Barat, Ahad (18/1).

Menurut Saepuloh yang juga Pengurus Pergunu Jabar ini, laporan pertanggungjawaban dari pengurus KSP “Nahdlar” mendapat respon positif dari anggota yang hadir, sehingga secara aklamasi anggota dapat menerima pertanggungjawaban pengurus KSP Nahdlar untuk masa kerja tahun 2014.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap dalam perjalanannya, KSP “Nahdlar” dapat mewujud sebagai koperasi yang mandiri dan dikelola secara profesional sehingga dapat memberikan manfaat dan dapat? lebih meningkatkan perekonomian warga nahdliyin.

Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung H. Usep Dedi Rostandi dalam sambutannya mengimbau para pengurus, dan anggota saling mendukung, bekerja sama dan saling memperkuat dalam membangun koperasi. “Koperasi ini milik anggota, oleh anggota dan untuk anggota” tuturnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

RAT yang dihadiri sekitar 86 orang peserta tersebut mengusung tema “Melalui Koperasi Kita Bangun Ekonomi Warga Nahdliyin”.

Untuk memeriahkan jalannya RAT, pengurus menyediakan berbagai doorprize untuk diberikan kepada anggota yang terpilih. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

JK Dipastikan Akan Hadir

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Presiden Republik Indonesia H Jusuf Kalla (JK) dipastikan akan menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau Munas-Konbes NU di areal gedung kantor PBNU, Jakarta. Mustasyar PBNU itu dijadwalkan akan menutup agenda Munas-Konbes pada Ahad, 2 November 2014.

“Pak JK sudah memastikan hadir pada penutupan Munas-Konbes,” kata H Agus Salim Thoyyib kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, di kantor PBNU, Kamis (30/10).

JK Dipastikan Akan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)
JK Dipastikan Akan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)

JK Dipastikan Akan Hadir

Presiden Joko Widodo juga telah dijadwalkan hadir dan membuka secara resmi acara Munas-Konbes NU 2014, namun sampai berita ini ditulis pihak kepresidenan belum menyampaikan konfirmasi. Menurut Agus Salim, undangan sudah disampaikan ke Istana namun presiden belum memberikan kepastian akan hadir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Ketua Panitia H Arvin Hakim Thoha, jika Presiden Jokowi berhalangan hadir, Munas-Konbes NU 2014 akan dibuka langsung oleh Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri atau Gus Mus. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tanggal 21 Oktober 2016 menjadi hari yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, Shalawat Nariyah akan dibacakan secara kolosal mulai dari Sabang sampai Merauke. Pembacaan Shalawat Nariyah tersebut akan serentak dilaksanakan pukul 19.00 Wib.

Saat dikonfimasi, Sekjen HA Helmy Faishal Zaini menjelaskan bahwa PBNU berinisiatif untuk menghelat hajatan besar ini guna ingin mengharap berkah dari pembacaan Shalawat Nariyah. Lebih jauh pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa di tengah kondisi yang silang sengkarut dan ancaman krisis yang di depan mata seperti saat ini, potensi konflik horizontal sangat besar. Oleh karena itu, PBNU berinisiatif untuk menghelat pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah untuk keselamatan bangsa.

“Kondisi yang serba susah seperti saat ini, menurut hemat kami, akan semakin memicu masyarakat untuk bertindak emosional. Ekonomi yang sulit, sangat mungkin memicu masyarakat untuk berbuat tindakan emosial bahkan irasional. Maka dari itu 1 Miliar Sholawat Nariah ini kami maksudkan terutama untuk mengharapkan keberkahan dan semoga bangsa Indonesia bias selamat dari segala macam bentuk ancaman dan pertikaian,” jelas Helmy. (Fariz Alniezar)

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 Desember 2017

Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jeju memiliki tiga hal yang melimpah, yaitu angin, bebatuan dan wanita. Pulau ini anginnya sangat kencang dan saat ini energinya dimanfaatkan untuk memutar kincir angin. Bebatuan juga tampak dimana-mana karena Jeju merupakan pulau vulkanik. Dalam tradisi Konfusius, wanita lebih banyak tinggal di rumah, tetapi tidak demikian di Jeju, mereka aktif dalam kehidupan publik sehingga muncul dimana-mana, salah satunya menjadi penyelam yang tangguh.

Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder

Ada tiga hal yang tidak terdapat di pulau ini, yaitu tidak ada pencuri, tidak ada pengemis dan tidak ada pagar yang membatasi rumah dan jalanan. Di semua lokasi wisata yang kami kunjungi, tidak ada pengemis atau pengasong sehingga para turis bisa menikmati acara wisatanya dengan nikmat.

Pada hari kedua di Jeju, rombongan Muslim Tur Korea yang diprakarsasi oleh Garuda Indonesia dan Korean Tourism Organization mengunjungi beberapa tempat yang mengesankan. Setelah sarapan di hotel, kami berangkat menuju Gua Manjanggul, yang merupakan salah satu goa paling indah di dunia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gua ini terbentuk akibat aliran lava yang mengalir menuju ke permukaan dan akhirnya membentuk sebuah gua yang sangat indah. Memiliki panjang 13,442 m, namun yang terbuka untuk umum hanya 1 km (1000 m) saja. Dengan berjalan kaki, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit, masing-masing 20 menit pergi-pulang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gua ini sudah masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO. Untuk masuk dalam gua ini, tiketnya cukup murah, hanya 2000 won, sekitar 20-22 ribu rupiah, tergantung kurs, untuk individual sementara untuk rombongan per orang dikenakan 1.800 won. Jalanan di dalam gua diberi penerangan yang cukup, tetapi cahayanya tidak sangat terang. Untuk berjalan didalamnya harus sedikit berhati-hati karena di beberapa lokasi ada sedikit genangan air. Meskipun masuk dalam gua sampai dalam, sirkulasi udara berjalan dengan baik sehingga bisa bernafas dengan lega. Dengan langit-langit sekitar 7 meter dan luas 5 meter kami bisa berjalan dengan nyaman, apalagi dengan kebersihan yang sangat terjaga. Terdapat banyak stalaktit yang menggantun di langit-langit gua dan tidak ada kelelawar yang biasanya menjadi penghuni gua. Kami berhenti di sebuah batu berbentuk kura-kura, yang jaraknya sekitar 500 meter dari pintu masuk sebelum kembali lagi.?

Setelah puas menikmati keindahan alam ini, rombongan bergerak menuju Museum Masyarakat Tradisional Jeju. Disini kita bisa mempelajari bagaimana cara hidup orang Korea zaman dahulu. Konsepnya mirip dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menggambarkan kehidupan masyarakat adat. Didalamnya berisi berbagai bentuk rumah tradisional yang terbuat dari batu dan tanah liat dengan atap jerami. Suasana kehidupan pertanian kuno digambarkan dalam bentuk jagung dan padi-padian yang digantung di depan rumah. Juga digambarkan bagaimana kehidupan nelayan pada zaman dahulu. Setiap rumah memiliki pagar yang khas setinggi lutut orang dewasa dengan tiga buah palang pintu. Jika hanya satu palang yang dipasang, maka menunjukkan penghuni sedang di rumah, jika dua, berarti sedang bekerja di luar dan jika tiga palang dipasang, maka sedang pergi jauh, sehingga tetangga tahu dan membantu mengawasi. Pagar pendek ini bukan untuk mencegah pencuri masuk, karena disini tidak ada pencuri, melainkan untuk mencegah hewan masuk dalam rumah.?

Juga digambarkan bagaimana aktifitas peribadatan masyarakat kuno Jeju. Ada satu patung sedang menunjukkan seorang laki-laki sedang bersujud. Kiai Masdar langsung meminta difoto. “Wah ini penting.”

Dilengkapi dengan jalan setapak yang enak dan dipinggirnya ditanami dengan bunga-bungaan, membuat pemandangan terasa sangat indah, apalagi ditambah dengan adanya air terjun, membuat museum yang berada di kaki gunung Halla ini terasa sempurna. Kantor gubernur zaman dahulu juga berada di lokasi ini. Bagi yang tidak menginginkan pemandu, tersedia audio tur dalam bahasa Inggris dengan sewa 2.000 won.

Untuk tiket masuk individual dikenakan biaya 8.000 won, sedangkan untuk grup, lebih dari 20 orang, dikenakan tiket 5.000 won.

Lokasi ini menjadi tempat shooting drama Korea terkenal Daejanggem, Tamra-the Island, Chuno, dan the Great Merchant.

Selanjutnya kami makan siang dengan daging kambing disembelih secara halal di Wagengi, Korea Traditional Culture Center. Kami disambut dengan bendera merah putih di pintu masuk. Pemiliknya Rose Lee pintar berbahasa Indonesia karena pernah tinggal di Bandung selama tiga tahun.?

Ditempat ini, disediakan musholla dengan tempat wudhu khusus yang nyaman khas Indonesia, beberapa kran dengan saluran air dibawahnya yang terletak di dekat tempat sholat. Pemiliknya bahkan membuat dua ruangan untuk sholat, satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. Angin bertiup sangat kencang sehingga udara terasa dingin menggigil.

Setelah makan siang dan sholat, energi kembali pulih, kami bisa terlelap sejenak dalam perjalanan menuju Aqua Planet Jeju, yang merupakan aquarium terbesar di Asia. Terdapat tiga seksi dalam gedung tersebut, yang terdiri dari aquarium, ocean arena (seperti gelanggang samudra dengan pertunjukan lumba-lumba dan singa laut) dan marine science. Lokasi ini cocok untuk hiburan keluarga dan anak-anak yang ingin belajar tentang kehidupan laut. Harga tiketnya lumayan, 38,400 won (hampir 400 ribu rupiah) untuk individual dan 32,600 untuk grup. Disini juga ditampilkan untuk pertama kalinya di Korea, hiu paus, binatang laut paling besar di dunia.?

Lokasi terakhir yang kami kunjungi adalah Seongsan Illchulbong, yang hanya memerlukan waktu sepuluh menit dari lokasi sebelumnya. Sebuah bukit kecil yang muncul dari tengah laut, berbentuk melingkar dan diatasnya berbentuk cekung. Lokasi ini terbentuk lima ribu tahun yang lalu karena erupsi bawah laut dengan tinggi 182 meter.?

Untuk masuk lokasi ini, hanya perlu tiket 2.000 won untuk individual dan rombongan dikenakan 1.200 won.

Inilah lokasi terindah di Jeju, dengan pemandangan laut dan lampu-lampu di perkotaan ketika kami mendaki di lerengnya menuju puncak. Sayang kami mencapai lokasi ini sudah pukul 04.30 sore, sudah menjelang gelap saat musim dingin. Lokasi ini menjadi favorit untuk melihat matahari terbit, terutama di tahun baru karena posisinya di pantai timur Jeju.?

Udara yang cerah, tidak ada hujan menjadikan suasana yang romantis. Langit sudah mulai gelap, tetapi saya bertekad untuk naik ke puncak bersama beberapa teman. Belum tentu seumur hidup akan ke sini lagi. Semakin ke atas, pemandangan semakin indah. Bagi yang lelah, disediakan tempat istirahat di lereng. Saya lihat Prof Suwito sedang duduk istirahat di sebuah lereng, tampaknya ingin naik ke atas tetapi terlalu berat. Saya hanya say hello karena buru-buru ke atas agar tidak kegelapan untuk ambil gambar karena jika gelap, cahaya kamera tidak maksimal. Keringat yang mengalir menyebabkan tubuh menjadi lebih hangat sehingga udara dingin menjadi tidak terasa. Akhirnya sampai juga di atas. Susul-menyusul, hanya 8 orang yang sampai di atas, 6 laki-laki dan dua perempuan. Ada kepuasan maksimal dengan melihat dari atas karena bisa melihat pemandangan dari atas secara penuh ke semua lokasi. Keindahannya tak bisa digambarkan, hanya bisa disaksikan dan dirasakan sendiri dan menjadi pengalaman yang takkan terlupakan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Lomba, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

PP IPNU Tingkatkan Kapasitas Tim Kaderisasi Nasional

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengadakan pertemuan khusus untuk membahas buku Pedoman Kaderisasi dan peningkatan kapasitas tim kaderisasi IPNU di level nasional. Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat memaksimalkan upaya kaderisasi di lingkungan pelajar NU.

PP IPNU Tingkatkan Kapasitas Tim Kaderisasi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPNU Tingkatkan Kapasitas Tim Kaderisasi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPNU Tingkatkan Kapasitas Tim Kaderisasi Nasional

Pertemuan ini dirangkai dengan buka puasa bersama yang melibatkan alumni IPNU. Pertemuan ini dibuka dengan arahan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (23/6) petang.

Ketua Umum PP IPNU H Khairul Anam HS menyatakan akan pentingnya pertemuan forum ini. Forum ini, menurut Anam, merupakan upaya serius IPNU dalam bidang kaderisasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“IPNU menjadi ujung tombak kaderisasi untuk NU. Organisasi pelajar NU ini mengambil peran penting dalam mengawal gagasan Islam Nusantara yang diusung NU,” kata Anam di hadapan sedikitnya 70 peserta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Anam, tantangan yang dihadapi ? NU pun semakin kompleks. Karenanya, kaderisasi yang segala perangkatnya perlu diperkuat.

“IPNU menugaskan tim khusus kaderisasi yang disebarkan ke empat titik untuk seluruh Indonesia. mereka akan menyebar di Sumatera, Jawa-Bali-NTB-NTT, Kalimantan, dan Sulawesi-Papua,” tandas Anam HS. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 30 November 2017

FB Tambah Alat Pencegah Penyebaran Pornografi

San Francisco, Rohis Tegal - Rohani Islam. Facebook Inc menambah alat untuk melaporkan konten pornografi "revenge porn" dan mencegahnya dibagikan kembali begitu sudah dilarang.

"Revenge porn", dikutip dari laman Reuters, adalah berbagi gambar seksual di internet tanpa izin orang yang ditampilkan di gambar, dengan maksud mempermalukan orang tersebut.

FB Tambah Alat Pencegah Penyebaran Pornografi (Sumber Gambar : Nu Online)
FB Tambah Alat Pencegah Penyebaran Pornografi (Sumber Gambar : Nu Online)

FB Tambah Alat Pencegah Penyebaran Pornografi

Aksi itu umumnya merugikan perempuan, biasanya menjadi target mantan pasangan mereka.

Facebook dituntut di Amerika Serikat dan negara lainnya oleh orang-orang yang berpendapat perusahaan tersebut seharusnya melakukan lebih banyak usaha untuk mencegah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

2015 lalu, Facebook dengan jelas menyatakan melarang gambar "yang dibagikan dalam rangka balas dendam" dan pengguna pun dapat melaporkan unggahan yang menyalahi ketentuan penggunaan.

Mulai Rabu (5/4), pengguna dapat melihat opsi melaporkan gambar yang tidak layak karena merupakan "foto tanpa busana", kata Facebook dalam keterangan.

Mereka juga meluncurkan proses otomatis untuk mencegah pembagian berulang gambar yang sudah dilarang.

Teknologi photo-matching akan membuat foto tersebut berada di luar jaringan Facebook, termasuk juga Instagram dan Messenger.

Akun pengguna yang membagikan "revenge porn" akan dimatikan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Facebook tahun lalu bertemu perwakilan lebih dari 150 organisasi keselamatan perempuan dan berkomitmen untuk melakukan lebih banyak hal, kata Kepala Keamanan Global Facebook, Antigone Davis, melalui telepon.

Tim khusus dari Facebook akan menyertakan tinjauan manusia pada setiap gambar yang dilaporkan.

Gambar yang dilarang akan masuk ke database Facebook dan hanya segelintir orang yang memiliki akses ke data itu. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 28 November 2017

Akreditasi GP Ansor Sasar hingga Anak Cabang dan Ranting

Bondowoso, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso, Jawa Timur, mengingatkan kepada pimpinan anak cabang dan pimpinan rantingnya untuk mempersiapkan diri menjelang akreditasi kelembagaan.

Ketua PC GP Ansor Bondowoso Muzammil menyampaikan, proses akreditasi akan dilakukan langsung oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur pada 23 Oktober 2016.

Akreditasi GP Ansor Sasar hingga Anak Cabang dan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Akreditasi GP Ansor Sasar hingga Anak Cabang dan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Akreditasi GP Ansor Sasar hingga Anak Cabang dan Ranting

"Kenapa ada akreditasi? Karena itu merupakan pelaksanaan dari hasil pleno pimpinan pusat yang harus dilaksanakan oleh semua tingkatan-tingkatan Gerakan Pemuda Ansor," imbuhnya.

Muzammil mengatakan hal tersebut pada acara Pelantikan Pengurus Rijalul Ansor dengan mengambil tema “Meneguhkan Tekad Menjaga Keutuhan NKRI” yang digelar Pimpinan Anak Cabang ( PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Curahdami, Bondowoso. Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Huda Desa Petung, Kecamatan Curahdami, Ahad (7/8) sore ini dirangkai juga dengan kegiatan halal bihalal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kesempatan itu ia juga mengajak kepada seluruh kader GP Ansor untuk turut memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Acara tersebut dihadiri pula antara lain Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Curahdami Adam Bahrudin, Ketua Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Ahmad Junaidi, Rais dan Ketua MWCNU Curahdami, Ketua Takmir Nurul Huda, para ketua pimpinan anak cabang, dan lebih dari 500 kader. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Maarif NU Kota Bandung Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Pengurus Cabang Maarif Nahdlatul Ulama (PC LP Maarif NU) Kota Bandung mengadakan pelatihan manajeman sekolah berbasis pesantren (MSBP), Sabtu (29/4) di Gedung PWNU Jabar.

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Jawa Barat H Abu Bakar Sidik.

Maarif NU Kota Bandung Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Kota Bandung Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Kota Bandung Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren

Ketua Panitia Rifa Anggyana sangat mengapresiasi terhadap antusias lembaga pendidikan dalam mengikuti pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta, yang merupakan utusan dari yayasan, sekolah, dan madrasah.?

Dalam sambutannya, Ketua PC LP Maarif NU Kota Bandung Saepuloh menjelaskan tujuan diadakannya pelatihan ini tiada lain hanya ingin mengembangkan lembaga pendidikan di bawah asuhan para kiai dan ajengan NU agar lebih maju ke depan dari segi imtak dan juga sainsnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain pemateri, turut hadir dalam pelatihan ini yakni Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Bandung H Acep Nurlaeli. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Kajian, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 22 November 2017

Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara

Papua, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tak ingin berlama-lama dengan keprihatinan, Aktifis NU Papua melalui Sarkub Peduli Papua melakukan penggalangan dana pembangunan kembali masjid di Kaburaga, Tolikara, Papua. Mereka mengajak kaum Muslim menyisihkan rezeki untuk membantu membangun kembali masjid di Tolikara yang dibakar massa saat peringatan Idul Fitri.

Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara

"Kami sedang membuka penggalangan dana untuk membangun masjid di Karubaga tersebut. Tentunya berkoordinasi dengan berbagai pihak setempat dan saat kondisi sudah stabil," kata Abdul Wahab selaku koordinator Sarkub Papua (19/7).

Untuk tahap pertama Aktifis NU Papua sudah menyerahkan sumbangan dana sebesar Rp6.000.000. Sumbangan sudah di kirim langsung ke Abdul Wahab yang ada di Jayawijaya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Abdul Wahab sumber sumbangan diperoleh bukan cuma dari masyarakat Muslim di Indonesia, tapi juga ada dari Muslim aswaja yang anggotanya ada di Hongkong, Taiwan. Selain dari komunitas Muslim sumbangan juga dikirimkan oleh komunitas BARA JP HK (Kampung Segoro). Bahkan banyak juga teman dari agama lain yang ikut menyumbang sebagai wujud solidaritas dan kemanusiaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya aktifis" NU melalui Sarkub Peduli Papua juga melakukan berbagai kegiatan di provinsi Papua, seperti menyalurkan sumbangan ratusan buku agama, busana Muslim, perlengkapan shalat, dsb di berbagai wilayah di Papua.?

Abdul Wahab mewakili Muslim di Tolikara mengucapkan terimaksih dan titip salam untuk saudara Muslim di seluruh Indonesia. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Ubudiyah, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 21 November 2017

Dari Kaum Sarungan Menjadi Kaum Urban

Oleh Aswab Mahasin

Saya sering mengatakan bahwa peran santri begitu besar bagi bangsa ini. Memang perjuangan santri di masa kolonial dan setelah kemerdekaan, tidak main-main. Kiai dan santri berjuang dengan seruan meraih kemerdekaan mutlak dari penjajah. KarenaKemerdekaan sebagai jalan mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Bagaimana kabar kaum sarungan sekarang? Apakah sumbangsih santri masih besar untuk bangsa ini? Dan bagaimana tingkat kesejahteraan kaum sarungan?

Dari Kaum Sarungan Menjadi Kaum Urban (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Kaum Sarungan Menjadi Kaum Urban (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Kaum Sarungan Menjadi Kaum Urban

Tulisan ini sebenarnya kelanjutan dari tulisan saya dengan judul “Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren”, juga di publish pada opini Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam hal ini, saya tidak ingin mendekonstruksi pendidikan pesantren atau tradisi pesantren. Saya hanya ingin memberikan gambaran jelas terhadap pesantren, bahwa dunia hakikatnya tidak menyempit, tetapi meluas—pada semua aspek.

Tidak ada yang salah dari pendidikan pesantren, pendidikan pesantren seperti pernah saya tulis adalah pendidikan alternatif yang mengedepankan pendidikan moral dan karakter. Ini merupakan keunggulan dari pesantren dibandingkan dengan pendidikan lainnya.

Dalam hal mendidik, pesantren mempunyai tanggung jawab lebih berat daripada pendidikan formal. Karena di pesantren seorang di asramakan, jauh dari orang tua dan saudara. Ia mandiri dan kuat.Lulusan pesantren diharapkan masyarakat, khususnya sebagai penyeimbang kondisi zaman yang semrawut. Lulusan pesantren juga diharapkan mampu mengimbangi kemungkaran-kemungkaran yang terjadi dibangsa ini, seperti; korupsi, politik tidak sehat, dan menutup celah terlahirnya generasi amatir.

Namun, apakah hal tersebut terjadi dalam kaderisasi generasi di pesantren? Lebih dulu kita lihat, bagaimana wajah pesantren sekarang ini. Satu hal tidak bisa dipungkiri adalah, tumbuhnya pesantren dengan berbagai imagenya melahirkan kesan bahwa pesantren telah menjadi “industri pendidikan”. Di mana setiap ajaran baru, pesantren-pesantren berebut siswa, dengan berbagai iming-iming kemampuan yang akan diterima oleh santri. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagi dunia pesantren, ini memang kemajuan di satu sisi namun di sisi lain kemajuan ini tidak dibarengi dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Seringnya, pesantren yang berbasis “ini-itu” menawarkan pendidikan dengan mahar yang cukup “fantastis”. Saya tidak akan menyebutkannya secara spesifik.

Menjadi masalah dalam hal ini, pesantren-pesantren notabene tidak mempunyai kemampuan dana berlebih, otomatis tertinggal dari segi fasilitasnya. Dengan demikian, yang harus dipikirkan, bagaimana membuat sistem pendidikan pesantren, sekiranya mampu menopang para santri dari berbagai macam pengetahuannya dan mampu menampung para santri dari berbagai macam minatnya. Dengan kadar “mahar” yang biasa-biasa saja. 

Jika hal tersebut dibiarkan, maka seperti apa kata Gus Dur, bahwa fungsi pesantren hanya sebagai “pencetak ulama”. Artinya, akan terjadi kriterium-kriterium terhadap calon santri. Menurut data di Kemenag, jumlah total santri se-Indonesia sekarang kurang lebih 4 jutaan, jumlah ini tentunya tidak termasuk santri-santri yang sudah keluar dari pesantren. Dari angka itu, khususnya santri yang sudah tidak menetap di pesantren dan akan keluar dari pesantren, berapa mereka yang telahmenjadi kiai, berapa mereka yang sudah jadi pendakwah/imam masjid, dan berapa jumlah mereka yang ahli agama, dengan kata lain terjun di masyarakat. 

Apakah mencapai setengahnya? Menurut berita tertanggal Selasa, 30 Mei 2017, yang dirilis pada situs resmi Kemanag, Kementrian Agama pada tanggal 2 juni baru saja akan mengumumkan santri-santri yang lolos Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), dari 5.000 santri pendaftar hanya diambil 270 santri yang dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Indonesia. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumlah kelulusan santri setiap tahunnya (dalam hal ini saya belum menemukan data yang jelas) kalau kita terka, dari setiap pondok pesantren dengan jumlah santri 200 putra/putri, 50 santri sedang menempuh Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, dengan jumlah pesantren se-Indonesia ada 25.000, maka rata-rata lulusan pertahun adalah 25.000 x 50 = 1.250.000 santri (ini hasil terkaan, belum jumlah pasti, bisa kurang dari angka itu, atau mungkin bisa lebih).

Memang jumlah yang tidak begitu banyak kalau dihitung dari total penduduk Indonesia. Namun, jumlah tersebut terus menambah setiap tahunnya. Seandainya dari jumlah tersebut 50% melanjutkan studi-nya ke perguruan tinggi, 20% terus di pesantren, dan 30% boyongan. Maka ada sekitar 375.000 santri (30% dari jumlah) yang menetap di rumah (tidak kuliah dan tidak lanjut tinggal di pesantren). Mereka ada yang menjadi ustadz di desanya, ada yang langsung menikah, dan ada juga yang menganggur. Artinya, tidak sedikit lulusan pesantren (kalau dia terlahir dari keluarga biasa, bukan dari trah pesantren atau keluarga kaya) mencari penghidupan yang layak.

Saya punya terkaan (walaupun masih data awang-awang, dan harus diteliti lebih lanjut secara lapangan) lulusan dari pesantren menyumbangkan tidak sedikit dari mereka “merantau” atau menjadi “kaum urban” di kota-kota besar, demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Seperti kesaksian Gus Abrar, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Banyumas, dalam liputan Majalah Cahaya Nabawi, Edisi No. 101 Safar 1433 H/Januari 2011, “Santri lulusan pesantren harus pandai membaca dan memanfaatkan peluang usaha agar bisa hidup mandiri. Jangan sampai para santri kena cap jelek oleh masyarakat, dianggap parasit karena tidak bisa bekerja. Ia juga meresahkan teman-temanya yang dulunya sama-sama belajar di pondok. Karena tak punya kemampuan membaca peluang dan minimnya pengetahuan usaha, akhirnya mereka merantau (menjadi kaum urban) ke Jakarta untuk menjadi pekerja kasar.”

Lanjutnya, sembari menceritakan kondisi di daerahnya, “Di sini banyak Madrasah dan Majlis Taklim yang terbengkalai karena ditinggal ustadznya ke Jakarta.” Fenomena ini, kalau kita mau terbuka, menjadi pemandangan yang umum dalam masyarakat, begitupun dengan apa yang saya tahu, tidak sedikit “kaum sarungan” yang merubah diri menjadi “kaum urban”.

Kalau kita runtut muasalnya, perubahan menjadi “kaum urban” itu kebanyakan diawali dari kebingungan mereka setelah keluar dari pesantren; minimnya modal, pengetahuan usaha pas-pasan, dan mental yang belum terlatih. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mencari pekerjaan di luar sana, bahkan tidak sedikit teman-teman saya lari ke Jakarta, Bandung, Kalimantan untuk menjemput penghidupan.

Memang, tidak ada yang salah dalam hal ini. Dan urbanisasi/merantau adalah tindakan wajar. Namun, pada taraf ini, bukan masalah wajar atau tidak wajarnya. Lebih kepada, bagaimana selanjutnya pesantren menanggapi ini? Kesiapan pesantren untuk meminimalisir santri yang seharusnya memberikan manfaat terhadap masyarakat.

Bukan berarti pada kesempatan ini, saya mengarahkan pesantren untuk menjadi matrealistis, khususnya terhadap arah kehidupan santri. Melainkan, realitas di luar sana membentang begitu hebatnya. Semakin bertambah-tahun kebetuhan segala rupanya menambah tidak karuan. Ini hanya baru dari sisi ekonomi saja. 

Menurut laporan dari Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) M. Jusuf Kalla, di Indonesia ini ada 800.000 masjid, berarti kebutuhan masjid terhadap santri sebegai regenerasi kiai-kiai masjid sebelumnya sangatlah urgent. Karena tidak sedikit masjid (kita dari kalangan Nahdlatul Ulama sama-sama ketahuai), telah dikuasai oleh kelompok-kelompok radikal, yang tidak ramah secara pemikiran keagamaan. 

Akibatnya, ritual-ritual keagamaan yang telah menjadi pondasi kerukunan di masyarakat, sedikit demi sedikit terkikis. Nah, kalau semisal santri-nya, lulusan pesantren yang memegang kuat prinsip ahlussunnah wal jama’ah lantas kemudian menjadi “kaum urban”, bagaimana masjid-masjid kita kedepannya? (ini hanya keresahan, boleh di “amini” atau diacuhkan). Tapi, ini realitas, silakan Anda bisa baca buku “Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” dieditori oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dengan demikian, ini bagian dari tanggung jawab pesantren sebagai institusi pendidikan yang dipercaya merawat wajah keIslaman Indonesia. Pesantren harus melakukan terobosan-terobosan yangsetidaknya memberikan solusi bagi perpindahan dari “kaum sarungan” menjadi “kaum urban”. Ini harus kita kikis jumlah kaum urban pesantren. Kecuali urbanisasi masalah intelektual, menimba ilmu—itu harus kita dukung.

Mengikis kaum urban pesantren

Sekali lagi saya ingin mengatakan, bukan maksud saya untuk menjadikan pesantren pada aktifitas komersil, apalagi santri menjadi matrealistis.Namun, mengajak pesantren untuk mandiri dalam berkembang. Diharapkankedepannya bisa menjadi jawaban keresahan-keresahan para santri setelah mereka keluar dari pesantren.

Apa yang telah di lakukan oleh Pesantren Sidogiri sangat luar biasa, bisa dikatakan Pesantren Sidogiri menjadi mercusuar dalam pengembangan ekonomi syariah. Pesantren Sidogiri Pasuruan melalui jalur Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Maslahah Mursalah lil Ummah. 

Koperasi Syariah tersebut pada tahun 2015 seperti yang dilansir oleh Rohis Tegal - Rohani Islam, pada pemberitaan Pesantren Sidogiri Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah, tertanggal Selasa, 03 November 2015 “telah memiliki anggota 8.871 orang, 256 cabang, di 10 Provinsi, jumlah simpanan 165 miliar, aset 1,2 triliun, dengan omset 13,6 triliun. 

Di awali dari keresahan KH. Nawawi Thoyib terhadap masyarakat yang terjerat hutang dan tentu masa depan santri, pada tahun 1997 lembaga syariah di Pesantren Sidogiri ini berdiri, pelan tapi pasti, merambat tapi hebat, sekarang Lembaga Syariah Pesantren Sidogiri telah menjadi lembaga ekonomi dan sosial di bawah payung Sidogiri Network Forum (SNF) dengan serangkaian usaha yang meliputi (1) koperasi pesantren, (2) BMT Maslahah, (3), BMT UGT Usaha Gabungan Terpadu (4) BPR Syariah Ummu (jasa Keuangan), (5) koperasi Agro, (6) SBC Sidogiri (Diklat Profesi Jasa Keuangan Syariah), (7) LAZ Sidogiri (Lembaga Amil Zakat), (8) L-KAF Sidogiri (Lembaga Wakaf), (9) IASS Sidogiri (Ikatan Alumni Santri), (10) majalah Buletin Sidogiri, dan (11) Penerbitan Pustaka Sidogiri. 

Tidak sedikit mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin mengetahui lebih banyak kesuksesan dari Pesantren Sidogiri membangun ekonomi. Yang menarik adalah, pesantren ini sangat meyakini, dakwah tidak sekedar bil lisan, tapi bil hal (dengan aksi nyata), model ini yang kedepannya akan menjadi manfaat. 

Dari contoh Pesantren Sidogiri tersebut, bisa kita jadikan sebagai barometer pesantren dalam mengembangkan dirinya. Saya berkeyakinan, konsep/ide/gagasan/kurikulum yang akan diterapkan di pesantren mampu berjalan dengan baik ketika pesantren tersebut sudah terlebih dahulu memikirkan kemandirian secara ekonomi, tidak melulu “menengadahkan tangan” terhadap lembaga-lembaga negara maupun swasta dengan jalur “proposal”. Kadangkala dananya difungsikan tidak sesuai dengan pengajuan.

Dengan dibangunnya usaha milik pesantren, atau kemandirian ekonomi pesantren, dengan sendirinya santri terdidik jiwa kewirausahaanya. Santri terlibat dan melihat, serta menerima pendidikan kewirausahaan di lingkungan pesantren, apalagi jika pesantren kedepannya memiliki ekonomi yang kuat. Tidak menutup kemungkinan pesantren memberikan pinjaman permodalan terhadap santri tanpa bunga, dan melakukan pendampingan secara nyata supaya usaha santri berkembang dan maju.

Bukanlah hal yang bururk, ini adalah kebaikan yang dilakukan oleh sebuah institusi terhadap anak didiknya. Apalagi kenyataan yang terpampang di depan mata kita, tidak semua santri ahli agama. Kadangkala santri butuh motivasi, sebagai sangu menatap hidup yang lebih realistis. Kata Gus Dur, di sinilah kita mehami “arti agama”, tidak melulu “ajaran agama”. Artinya, masyarakat dan santri benar-benar merasakan kehadiran agama sebagai jembatan kebahagian di dunia dan akhirat.

Dengan itu, mari kita bersama-sama memutus rantai kebiasan “kaumsarungan” menjadi “kaum urban” agar lulusan pesantren anteng mengasuh masyarakat, tidak grasa-grusu melulu memikirkan masa depan hidup yang tak menentu. Pesantren sekiranya membimbing untuk memunculkan gambaran masa hidup santri lebih konkret lagi. Ribuan jalur usaha yang bisa ditempuh oleh pesantren, bisa tanpa modal atau ada modal. Modal usaha bukan alasan dasar. Bisnis jasa melimpah sekarang ini. Model bisnis tidak hanya satu atau dua.

Saya mengakhirinya, dengan kata “Pesantren dilarang gengsi”. Usaha/mencari pendanaan untuk kemandirian pesantren tidak akan meruntuhkan singsana kiai atau singgasana pesantren. Karena usaha/berdagang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. 

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 19 November 2017

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

Batang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Koordinator Nasional Gerakan “Ayo Mondok” KH Luqman Harits Dimyathi mengajak kalangan pesantren untuk pandai bersyukur. Sebab sekarang ini pesantren dan kitab kuning sebagai pilar utamanya mempunyai hak yang sama dalam sistem pendidikan nasional.?

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

“Kita patut bersyukur, karena negara sudah hadir. Ijazah lulusan pesantren yang selama puluhan tahun lalu hanya masuk di keranjang sampah, kini legalitasnya telah diakui pemerintah,” kata Kiai Luqman dalam seminar bertema Prospek Pesantren Salafiyah dalam Sistem Pendidikan Nasional? yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang, Jawa Tegah, Rabu (1/6) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu menjelaskan, perjuangan para pengasuh pesantren untuk mendapatkan legalitas dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama hingga diterbitkanya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan PMA No 18 Tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren, dilakukan setelah melewati proses panjang dan berliku.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Sejak tahun 2004, kami bergelut dengan pasal-pasal. Tarik menarik kepentingan. Kami bersama para kiai terus mengawal dan memperjuangankan PMA ini dengan berdarah-darah,” ungkapnya dengan nada berapi-api dihadapan 200 kiai muda pengasuh pesantren se-Jawa Tengah.

Hingga tahun 2014 lalu, imbuh Kiai Luqman, pesantren benar-benar mendapatkan payung hukum (regulasi) yang jelas, yaitu dengan terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam. PMA ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah kepada pesantren.

“Regulasi yang ada kemudian diperkuat dengan terbitnya PMA No 18 tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren. Dimana pesantren berhak mengembangkan kurikulum sesuai kekhasan pesantren masing-masing dengan basis kitab kuning,” jelas Sekretaris Forum Komunikasi Pesantren Muadalah se-Indonesia itu.

Satuan pendididikan muadalah terdiri atas dua jenis, Salafiyah yang berbasis kitab kuning dan Mu’allimin yang berbasis dirasah islamiyah. PMA tentang satuan muadalah ini pada akhirnya berhasil menyatukan dan memperkuat peran pesantren salaf dengan pesantren modern, yang selama ini antara keduanya terdapat tembok pemisah.

“Hikmahnya melalui pemyusunan PMA ini, antara pesantren salafiyah dengan pesantren modern menjadi sangat solid,” ungkapnya.

Katib Syuriyah PBNU itu menekankan pentingnya menjaga jatidiri pesantren melalui penerapan PMA tentang satuan pendidikan muadalah. Kepada para pengasuh pesantren, ia berpesan untuk tetap istiqamah menjaga kitab kuning sebagai kurikulum pesantren.

“Pesantren jangan mempersulit diri sendiri, setelah adanya PMA muadalah ini pesantren tetap bisa mengajarkan kitab kuning sebagai kurikulumya dan lulusan pesantrenya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena ijazahnya sudah diakui oleh negara,” pungkasnya.?

Silaturarahmi yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang diikuti sekitar 200 pengasuh pesantren di Jawa Tengah. Tampak hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Batang Soetadi, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Pembina Pondok Tazakka H Muzammil Basyuni, dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi.

Selain KH Luqman Harits Dimyathi, beberapa tokoh hadir sebagai narasumber, antara lain Habib Luthfy Bin Yahya, Ketua PWNU Jawa Tengah H Abu Hafsin Umar, Gus Idror Maimun Zubair dan KH Hasyim Muzadi. (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 09 November 2017

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang

Utang merupakan salah satu bentuk mu‘amalah yang diperbolehkan. Namun demikian setan kerap menggoda kita agar mengemplang utang termasuk utang pajak. Kita dibujuk untuk tidak memenuhi kewajiban membayar utang. Karenanya membayar utang adalah jihad yang sangat luar biasa.

Di samping faktor bujukan setan, kita belum sanggup melaksanakan kewajiban bayar utang karena belum mampu. Pikiran kita terbebani oleh utang itu karena rezeki yang habis hanya untuk makan tanpa tersisa untuk disisihkan.

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang

Untuk kondisi seperti ini Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang diharapkan agar Allah menurunkan beban utang yang sedang kita pikul.

Rohis Tegal - Rohani Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhummakfinî fi halâlika ‘an harâmik, wa aghninî bi fadhlika ‘amman siwâk

Rohis Tegal - Rohani Islam

Artinya, “Tuhanku, cukupilah diriku dengan jalan (harta) yang Kauhalalkan, bukan jalan (harta) Kauharamkan; dan lengkapilah diriku dengan kemurahan-Mu, bukan kemurahan selain diri-Mu.”

Doa Rasulullah SAW yang diterima Sayidina Ali RA ini diajarkan kepada salah seorang mukatab (budak yang tengah mencicil kemerdekaan dirinya) saat mengeluhkan beban utangnya kepada Sayidina Ali. “Maukah kamu kalau kuberitahu beberapa kalimat yang diajarkan Rasulullah SAW kepadaku? Kalau kau terbebani utang sebesar gunung, niscaya Allah akan melunasinya,” kata Sayidina Ali.

Meskipun utang diperbolehkan, hanya saja besaran utang ini perlu diperhatikan. Kalau bukan untuk kepentingan yang sangat mendesak, baiknya hindari utang. Karena utang dengan besaran yang tinggi akan menyulitkan kita sendiri. Doa ini diriwayatkan Sayidina Ali dan dicantumkan oleh Imam An-NAwawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Internasional, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock