Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gusdurian Jakarta kembali menggelar Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) 2 yang diselenggarakan pada Senin (1/4) di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pada KPG 2 ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari pria dan perempuan. Kegiatan ini sendiri rencananya berlangsung selama dua hari (1-2/4).

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Shinta Nuriyah Buka Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Beberapa pembicara dihadirkan untuk menyampaikan materi terkait pemikiran Gus Dur. Seperti Prio Sambadha, Abdul Moqsith Ghozali, Zastrouw Al-Ngatawi, dan lain-lain.

Acara pembukaan sendiri disampaikan langsung oleh Hj Shinta Nuriyah Wahid di kediamannya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pemikiran Gus Dur diantaranya tentang Pluralisme, Kesetaraan Gender, Demokrasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi serta berharap kepada peserta KPG supaya bisa mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Anak-anak muda bagaimana mengisi kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Ia menuturkan, bahwa pelaksanaan KPG pada hari ini momentumnya sangat tepat di tengah keadaan Indonesia yang sedang ramai persoalan hoax dan ujaran kebencian. (Husni Sahal/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Sunnah, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

PCINU Pakistan Berbagi Takjil

Islamabad, Rohis Tegal - Rohani Islam



Ramadhan di Pakistan berlangsung dengan suhu 35-40 derajat Celcius sementara durasi puasa sekitar 15-16 jam. Namun, hal ini tidak membuat semangat Nahdliyin redup untuk memperoleh pahala pada bulan yang penuh berkah ini. Salah satu kegiatan yang dilakukan warga NU di Pakistan adalah pembagikan takjil kepada masyarakat di sekitar kampus Islamic University Islamabad.?

Dalam release yang dikirimkan ke Rohis Tegal - Rohani Islam, dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan rasa empati terhadap kaum dhuafa dan untuk mengingatkan manusia bersyukur ? kepada Allah atas segala rahmatnya selama ini .

PCINU Pakistan Berbagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Pakistan Berbagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Pakistan Berbagi Takjil

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, (19/06) di sektor I-10 atau di sekitar kawasan Islamic University Islamabad. Tercatat tak kurang dari 50 bungkus takjil dengan empat jenis makanan dan minuman berhasil didistribusikan kepada masyarakat Afghanistan yang mengungsi di sekitar kampus IIU Islamabad.?

Sejak pukul 15:00 PKT (waktu Pakistan) pengurus tanfidziyah mulai memasukkan makanan yang disiapkan untuk takjil dan tepat pukul 17:00 PKT mereka bergegas untuk mendatangi tempat sasaran. Para pengurus tanfidziyah yang hadir untuk melaksanakan kegiatan ini tampak antusias mengikuti bakti sosial ini.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para pengurus berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap semua orang yang terlibat dalam kegiatan ini secara langsung maupun tidak langsung. Setelah pembagian takjil selesai pengurus tanfidziyah kembali ke asrama masing-masing untuk mempersiapkan buka puasa. Tak lupa pula ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh Nahdiyin yang ikut andil dalam mendukung suksesnya acara ini. Red: Mukafi Niam ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Persoalan sampah tidak akan pernah habis karena manusia setiap hari memproduksinya. Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini, berbagai bencana pun sering terjadi. Untuk mengurai persoalan ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berupaya melakukan berbagai langkah konkret terkait penanganan sampah.?

Berikut wawancara Rohis Tegal - Rohani Islam dengan Ketua Pengurus Pusat LPBINU, M Ali Yusuf, Selasa (23/2/2016) di halaman Gedung PBNU Jakarta dalam peluncuran program Gerakan Nasional “Ubah Sampah Jadi Berkah” yang juga untuk memperingati Hari Sampah Nasioanl 21 Februari.

Pak Ali, bagaimana kondisi sampah di Indonesia saat ini?

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia juga penghasil sampah laut terbanyak di dunia setelah Filipina.

Sebenarnya seperti apa sih langkah pemerintah selama ini terkait sampah?

Kami di LPBINU terus berupaya melakukan sinergi dengan pemerintah. Saya pikir, jika pemerintah tak mampu mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah, maka program tahun 2020 bebas akan sulit tercapai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagaimana langkah LPBINU sendiri untuk mengubah pola pikir masyarakat tersebut?

Dari tahun 2009, LPBINU sudah melakukan berbagai langkah terkait penanganan dan pemanfaatan sampah. Karena walau bagaimana pun, sampah merupakan sumber bencana dan penyakit. Sampah yang juga mengandung gas metana akan mempengaruhi iklim dan cuaca, hingga pemanasan global. Nah, Gerakan Nasional Ubah Sampah jadi Berkah ini merupakan salah satu langkah PBNU dan LPBINU untuk mengedukasi masyarakat, bahwa sampah dapat menimbulkan masalah sehingga perlu dikurangi, ditangani, bahkan dimanfaatkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Baca:? LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah)

Gerakan ini terdiri dari berbagai program, seperti apa teknis perwujudannya?

Ya, dalam gerakan ini, LPBINU mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program gerakan nasional ini, seperti Bank Sampah, Daur Ulang, Komposting, Shodaqoh Sampah, Urban Farming, dan Biopori, kami menggandeng lembaga-lembaga lain di NU yang mempunyai fokus ke sampah. Seperti LTMNU dengan ‘Bersih-bersih Masjid’-nya dan RMINU dengan program ‘Pesantren Hijau’-nya. Di Pesantren, kami sudah beberapa kali memberikan pendampingan seperti di Pesantren Gedongan, Cirebon. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, pesantren tersebut sudah mampu menangani dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Lalu, sosialisasi gerakan nasional ini kepada masyarakat sendiri seperti apa?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tentu kami melakukan koordinasi dengan LPBINU di berbagai daerah dan wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menangani dan memanfaatkan sampah melalui program-program yang kami canangkan.

Menarik terkait mengubah pola pikir masyarakat tadi, memang selama ini pikiran masyarakat seperti apa terkait sampah?

Mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa sampah adalah barang tidak terpakai yang harus dibuang begitu saja. Sedikit masyarakat yang mempunyai kesadaran bahwa sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan bencana. Sebab itu, di setiap tempat, kami bertanya dahulu ke meraka, sampah di sini menimbulkan masalah atau tidak? Kalau iya, mari tangani bersama dengan benar. Susah jika masyarakat masih menganggap bahwa keberadaan sampah tidak menimbulkan masalah. Setidaknya hal ini yang kita sadarkan dulu.

Kami juga tidak ingin hanya mengadakan kegiatan-kegiatan dan seminar-seminar. Kami terus berupaya melakukan edukasi dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan, pupuk kompos, biogas, dan lain-lain. Sumber daya manusia sudah ada untuk mendampingi dan melatih. Jika kesadaran masyarakat sudah mengakar, mereka akan jalan secara mandiri. (Baca:? Komitmen Jaga Lingkungan, LPBINU Ajak Masyarakat Olah Sampah)

Oke Pak Ali, optimis bebas sampah tahun 2020?

Sebetulnya bebas sampah sih nggak, minimal dengan langkah dan program yang kami canangkan, setidaknya bisa mengurangi sampah dengan menanganinya secara baik dan benar serta berkelanjutan. Menurut saya, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat terlebih dahulu sehingga program-program penanganan sampah akan jalan sendiri.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Cerita, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Santri Berpeluang Bangun Wirausaha Mandiri

Jepara, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Veteran Semarang, H Bambang Triyono dalam Sarasehan bertajuk “Peluang Wirausaha Santri Mandiri” mengungkapkan, santri mempunyai peluang untuk membangun wirausaha mandiri.

Hal itu sejalan dengan qiyamuhu binafsihi, spirit kemandirian santri. Demikian dipaparkannya saat Koordinasi dan Sarasehan SMK Pesantren Se-Jawa Tengah DIY di pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Ahad (7/4). 

Santri Berpeluang Bangun Wirausaha Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Berpeluang Bangun Wirausaha Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Berpeluang Bangun Wirausaha Mandiri

Menurutnya, untuk membangun santri mandiri hanya membutuhkan 1-2 jam. Sehingga otak kanak jelas Bambang perlu diubah paradigma berpikirnya agar 1 ditambah 1 tidak sama dengan 2 melainkan menjadi 1 juta. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya yang hendak dilantik PNS Eselon 2 memberanikan diri keluar meski dikaruniai 11 anak. Karenanya menjadi wirausahan harus berani out of box—(keluar dari jalur-red),” jelasnya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bambang menyatakan, mandiri menurutnya mudah diucapkan tetapi susah dipraktikkan. Meski demikian sebagai Rektor ia telah menjalankan di kampusnya, mahasiswa yang hendak melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) harus berbekal komunikasi sosial yakni punya jiwa wirausaha. 

Pihaknya, saat ini juga sedang menjalin kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se-Indonesia yang rencananya untuk memudahkan pemodalan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berkenan bekerjasama dengan almamaternya. 

Bambang mengakui para Wali sebenarnya mengajarkan untuk menamam. “Para wali itu mengajarkan nandur—(menanam-red), budidaya ikan dan beternak. Makanya saya di kampus mengajak mahasiswa untuk memelihara 5 pot yang isinya tanaman produktif,” terangnya. 

Andaikata, ada 3000 santri dan setiap santri mau memelihara 5 pot berisi tanaman produktif untuk urusan makan paparnya tidak perlu membeli lagi karena sudah memiliki pasokan. Sehingga menuju Indonesia mandiri dan pesantren mandiri akan terwujud. 

Karenanya, menurut Bambang, untuk mengembangkan santri wirausaha perlu banyak enterprenur touch, sentuhan wirausaha. Santri perlu terus diberikan sentuhan wirausaha. Disamping itu, hearing, banyak mendengar tokoh-tokoh wirausaha yang sukses dan memetakan potensi wirausaha. 

Sementara, M Mustaghfirin Amin, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud berharap SMK Pesantren menjadi sebuah kebijakan nasional sebab darinya mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki lembaga pendidikan lain yakni pendidikan akhlak. 

“Jika trilogi pendidikan mencakup knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan) dan attitute (sikap) maka untuk SMK Pesantren ditambah satu lagi spiritual,” papar lelaki asal Demak. 

Menjelang Indonesia emas, 2030 mendatang Mustaghfirin menyebut mereka adalah investasi negara yang kelak akan menjadi direktur, menteri dan pejabat lain yang sudah kuat karakternya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pertandingan, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan, agama Islam adalah agama yang mulia dan santun. Oleh karena itu, cara membelanya pun harus dengan cara yang mulia dan santun.

Hal tersebut dikatakannya saat mengisi “Istighotsah untuk Jakarta Damai” di halaman gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (7/4) malam.

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia

“Nahdlatul Ulama menerima dua amanat yaitu amanat diniyah (agama) dan amanat wathaniyah (kebangsaan). Agama Islam agama yang benar, dakwah untuk mengajak umat dengan cara yang benar. Islam agama yang sempurna, maka lakukan dakwah dengan cara sempurna. Islam agama yang mulia, lakukan dakwah dengan cara mulia,” urai Kiai Said.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menyatakan ibarat bus yang bagus, cara calo yang ingin mencari penumpang pun harus baik. “Ayo naik bus saya, ada full AC, snack, supirnya bagus,” kata Kiai Said.

Bukan sebaliknya, mengenalkan bus yang bagus tetapi dengan cara yang buruk dan penuh ancaman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ayo ikut ke sana. Kalau nggak mau saya bakar, saya gebukin. Kira-kira orang senang dan mau naik bus enggak? Jadi calo kok ngancam, ya orang malah nggak jadi naik bus itu,” kata Kiai Said.

Demikian juga dengan Islam. Walau Islam agama yang baik, bila cara mengajak orang mengamalkan Islam dengan cara yang jelek, kasar, congkak sombong, maka maka orang akan muak dan benci.

Cara yang santun dan lembut dalam mengenalkan Islam, kata Kiai Said, sesungguhnya telah dicontohkan oleh Rasullullah Muhammad SAW. Ketika memimpin masyarakat Yastrib, penduduknya ada yang Muslim dan non-Muslim; ada pribumi asli, ada pendatang.

“Tetapi Rasul memberlakukan mereka dengan cara yang sama di mata hukum, pelayanan fasilitas, hak dan kewajiban. Enggak pandang bulu sukunya apa, warna kulit, bahasa, budaya tradisi, partai, dan pilihan gubernurnya,” tambah Kiai Said.

Dalam menyambut pemilihan gubernur DKI Jakarta putaran kedua, Kiai Said mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing permusuhan walaupun pilihan mereka berbeda.

“Silakan beda pilihan. Yang senang Ahok pilih Ahok. Yang senang Anies pilih Anies. Yang nggak seneng pilih yang lain, nggak usah demo,” tegas Kiai Said.

Ia berharap dalam pemilihan gubernur putaran kedua, masyarakat Jakarta tetap damai, solid, akur, rukun dan damai. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Nahdlatul, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 09 Januari 2018

Wacana Ekstrimisme di Media Massa

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Berdasarkan penelitan Balitbang Diklat Kemenag tahun 2016 tentang Wacana Ekstrimisme Keagamaan dalam Media Online, apabila dilihat dari pemetaan isu yang terkait dengan masing-masing kata-kata kunci dalam setiap pemberitaan di dalam situs-situs Islam yang diobservasi, maka dapat diidentifikasi framing situs terhadap permasalahan yang terkandung di dalam berita.

Pemberitaan yang memuat kata kunci “ISIS”  tidak selalu menempatkan ISIS sebagai objek langsung dari isu yang dipublikasikan. Adakalanya ISIS ditempatkan sebagai implikasi dari isu yang sesungguhnya ingin disampaikan kepada publik oleh situs Islam. Ada pula berita yang mempertanyakan legal standing dari penangkapan oleh institusi negara, yaitu Densus 88 atau BNPT terhadap pihak-pihak yang diduga sebagai simpatisan ISIS, seperti yang dimuat oleh (islampost.com, 2/2/106) atau pengawasan oleh pemerintah terhadap masjid-mesjid yang diduga menjadi media penyeberan paham ISIS (Hidayatullah.com, 23/3/2015).

Wacana Ekstrimisme di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Wacana Ekstrimisme di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Wacana Ekstrimisme di Media Massa

Angle berita semacam ini tidak otomatis dapat diartikan bahwa nilai berita tentang ISIS menjadi positif, karena dalam konteks ini, objek pemberitaan sesungguhnya adalah kebijakan dalam kerangka mengantisipasi penyebaran paham ISIS di masyarakat yang dinilai tidak produktif.

Dari isu-isu yang dominan disampaikan oleh beberapa media berita online yang berfaliasi kepada Islam Sebagian besar 43% tujuan pemberitaan adalah untuk mempropagandakan ‘nilai’ atau ‘perspektif’ yang dimiliki pengelola situs kepada pembaca atas satu peristiwa. Hal ini relevan, mengingat situs-situs tersebut berfungsi sebagai media dakwah Islam, seperti penjelasan Muhammad Jibriel, pengelola situs arrahmah.com (kompas.com, 7/7/2015).  

Hal yang perlu digarisbawahi, berita-berita yang dimuat oleh beberapa situs Islam yang diobservasi juga mengimplikasikan tujuan memprovokasi pembaca untuk melakukan penolakan atau penilaian negatif terhadap satu peristiwa (13%), seperti pemberitaan yang memuat kata kunci Syiah, Israel, LGBT, BNPT, dan Amerika. 31% berita dimuat oleh situs Islam adalah untuk tujuan mengklarifikasi atau mengkounter satu pernyataan atau peristiwa, seperti berita-berita terkait dengan pernyataan BNPT tentang pesantren yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme atau Islam radikal.

Tidak jauh berbeda dengan media Islam, beberapa media yang berafiliasi non Islam, seperti seperti Katolik dan Hindu juga ditemukan muatan-muatan berita yang bersifat propaganda, provokatif, informative dan klarifikasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berdasarkan hasil observasi sesungguhnya tidak didapati pola wacana keagamaan tunggal yang direpresentasikan oleh masing-masing situs dalam hal pemberitaan terkait isu-isu Islam. Wacana yang terkandung dalam masing-masing berita dapat mengimplikasikan sudut pandang (perspektif) yang puritan, fundamentalis dan bahkan radikalis dari masing-masing situs, tergantung isu, setting berita yang melatarinya serta aktor-aktor yang menjadi subyek penyampaian pesan. 

Di sisi publik, media online yang menyajikan berita-berita keagamaan dipandang sebagai hal yang positif sebagai konsekuensi dari perkembangan teknologi informasi, dapat menyajikan materi secara cepat, dinamis sehingga memudahkan distribusi infomasi kepada masyarakat luas, membuat dunia menjadi tanpa batas, sehingga isu-isu yang tadinya bersifat lokal dapat berubah menjadi eksplosif dan mempengaruhi orang-orang yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan isu tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Munculnya berita-berita keagamaan dalam situs berita berita media online, tidak lepas dari fenomena muculnya ledakan citizen jurnalism dimana setiap orang bisa menulis dan membuat sebuah berita, tidak didukung oleh kaidah kaidah jurnalistik secara benar. Beberapa pihak menilai bahwa memang terdapat media-media yang provokatif dari kalangan media Islam.Namun karatkteristik penyampaian pesannya tidak secara langsung (straight to the point).

Keberadaan media online disadari memiliki dua sisi yang apabila tidak disikapi secara bijak akan berdampak pada beredarnya informasi yang tidak bertanggungjawab apabila tidak terdapat mekanisme yang dapat menfilter dengan baik dan tidak menyalahi prinsip-prinsip demokrasi, yaitu kebebasan berpendapat.

Dalam konteks yang lain, keberadaan media sosial yang berbasis account pribadi dirasakan lebih memiliki pengaruh terhadap tumbuhnya sikap-sikap keagamaan yang radikal. Saat ini, penggunaan media sosial tidak hanya anak-anak muda tetapi juga sudah sampai pada anak-anak SD. Remaja merupakan kelompok masyarakat yang rentan terpengaruh oleh isu-isu radikalisme kegamaan melalui bacaan mereka dari wall di Facebook yang dapat dengan bebas semua pihak berdiskusi tentang berebagai masalah dan isu. Aktivitas mereka menggunakan internet lebih ruting untuk mengakses media sosial. Keberadaan blog atau situs-situs berita lebih untuk kepentingan tugas sekolah.

Pola wacana radikalisme atau ekstrimisme keagamaan di media online berbasis situs-situs berita yang berafiliasi kepada agama tertentu muncul sebagai bentuk reaktif dari persoalan sosial keagamaan yang berkembang di masyarakat dan dipengaruhi oleh faktor yang kompleks. Dengan kata lain, sudut pandang keagamaan puritan, fundametalis dan radikal yang diperlihatkan oleh situs-situs Islam merupakan peneguhan kembali dari ide-ide atau wacana yang sebelumnya tersebar di ruang publik.

Perkembangan wacana radikalisme atau yang mengarah kepada ektrimisme keagamaan di beberapa media berita on-line, perlu mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah cq. Kementerian Agama dalam mengamati perkembangan perilaku keagamaan di tengah masyarakat, sehingga dapat mengantisipasi perilaku radikal keagamaan di masyarakat, khususnya yang dipengaruhi oleh wacana keagamaan yang berkembang di media-media berita online atau di media online lainnya.

Untuk itu, Kementerian agama perlu (i) membuat desk khusus yang mengamati secara terus-menerus perkembangan wacana keagamaan di media online, situs berita, blog dan media sosial, juga video meanstreming, (ii) terlibat secara aktif di dalam merumuskan kebijakan yang bersifat multi-departemen tentang kebijakan pemblokiran situs-situs Islam, (iii) menfasilitasi para penggiat media online dalam memberitakan isu-isu Islam berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan jurnalistik yang benar. (iv) mengoptimalkan peran penyuluh keagamaan dalam rangka deradikalisasi sikap keagamaan masyarakat. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang beberapa tokoh nasionalis untuk mendiskusikan persoalan-persoalan mendasar seputar amandemen Undang Undang Dasar 1945 yang telah dilakukan empat kali. Sebagai institusi sosial keagamaan terbesar di Indonesia yang punya andil besar dalam mendirikan bangsa ini, PBNU ingin memberikan masukan-masukan dengan terlebih dahulu menyaring beberapa pokok pikiran dari para ahli.

“Pada diskusi ini posisi PBNU bukan untuk bicara tapi untuk mendengar, mencermati buah fikiran dan mutiara-mutiara pendapat dari para bapak-bapak yang sangat kita hormati. Alhamdulillah semua datang ke sini,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat memberikan kata pengantar diskusi di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (19/7).

Para tokoh nasionalis yang hadir antara lain Try Sutrisno, Kwik Kian Gie, dan Tyasno Sudarto, dan Muji Sutrisno. Sebagai pembanding diskusi Wakil Rektor Universitas Paramadina Jakarta Yudi Latif, Budayawan Radhar Panca Dahana, dan Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan Putro. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nadj.

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” itu merupakan diskusi kedua yang diselenggarakan oleh PBNU. Sebelumnya, PBNU mengundang pakar hukum tata negara Ryaas Rasyid dan beberapa pelaku amandemen antara lain Ali Maskur Moesa dari Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Lukman Hakim Saifuddin dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan untuk membicarakan legalitas serta dimensi hukum dan politik amandemen UUD 1945.

Undang undang hasil amandemen dinilai banyak kalangan justru mendatangkan banyak persoalan. Belakangan muncul keinginan untuk melakukan amandemen untuk kelima kalinya. Menurut Hasyim Muzadi, PBNU ingin mendapatkan masukan-masukan yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek dalam amandemen itu, berikut berbagai konsekuensinya. “Harapannya kita kita dapat berbuat lebih banyak untuk bangsa,” katanya.

Try Sutrisno menyatakan, amandemen UUD 1945 justru akan memunculkan masalah besar jika tidak hati-hati. Menurutnya, amandemen yang telah dilakukan empat kali itu tidak dilandasi oleh “naskah akademik” yang jelas dan tidak mengarah pada pencapaian cita-cita bangsa sebagaimana termakstub dalam pembukaan UUD 1945.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tidak ada salahnya, apabila kita perbaiki yang kurang lengkap. Saya berpendapat, lebih tepat jika saya pilih kaji ulang secara jujur dan bertanggung jawab,” kata mantan wakil presiden itu.

Ketidakjelasan dalam naskah amandemen itu juga ditemukan oleh Kwik Kian Gie. Menurut mantan Menko Ekuin di zaman Gus Dur dan Megawati itu, penambahan ayat dalam pasal 33 UUD 1945 berkaitan dengan sistem perekonomian Indonesia tidak disertai alasan apa pun. “Yang jelas sekarang ini kita mengarah pada ekonomi liberal. Dampaknya kemiskinan meningkat, kekayaan menumpuk pada beberapa orang,” katanya.

Mantan KSAD Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto menyatakan, kesimpangsiuran nasib bangsa Indonesia pasca reformasi disebabkan karena ulah para pemimpin yang tidak merawat warisan bangsa dengan benar, termasuk dengan mengamandemen UUD 1945 itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya tak akan uraikan lagi apa yang jadi kesusahan, kekrisisan dan malapetaka, karena kita sudah tahu, karena kita tidak lagi bersyukur nikmat terbesar, yaitu nikmat kemerdekaan dengan segala ugorampenya, kelengkapannya, yaitu UUD 45 yang notabene adalah rahmat dari Allah,” katanya sembari mengutip puisi Jendral Besar Sudirman tentang kedaulatan negara dan kemandirian bangsa.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 06 Januari 2018

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Sebagai upaya memberikan motivasi kepada seluruh anggota, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo rutin memberikan pembinaan kepada para pengurus ranting secara bergantian.

Pembinaan dilaksanakan di pengurus Pimpinan Ranting Muslimat NU Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto, Rabu (15/3). Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurhayati. Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang anggota Muslimat NU se-Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto. ?

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Dalam kegiatan ini Hj Nurhayati menyampaikan ucapan terima kasih karena kegiatan yang sudah ada ini harus didukung sepenuhnya oleh anggota Muslimat Ranting dengan harapan dari kegiatan ini memotivasi anggota untuk lebih giat dan semangat.

“Melalui kegiatan ini kita dapat menyampaikan informasi kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi serta sektor yang lainnya. Sehingga anggota bisa mengetahui semua program Muslimat NU,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan demikian jelas Hj Nurhayati, paling tidak perubahan tingkat kesadaran ini harus digerakkan oleh semua elemen masyarakat mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran yang semakin tinggi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada anggota yang sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Jarak rumah anggota dari rumah yang lainnya sangat berjauhan akan tetapi tetap semangat. Luar biasa patut untuk kita acung jempol dengan akses jalan kurang memadai. Mudah-mudahan ini menambah semangat dalam berorganisasi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Amalan, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 05 Januari 2018

Nadzir Didorong Urus Sertifikasi dan Berdayakan Tanah Wakaf

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Banyaknya kasus penggugatan ahli waris atas harta orang tua yang sudah diwakafkan dinilai sebagai lemahnya pencatatan administrasi dan pemberdayaan harta wakaf oleh nadzir (pengelola wakaf). Sebab itu, para nadzir wakaf diimbau untuk segera melakukan sertifikasi tanah wakaf.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Ahmad Fatoni saat menyampaikan materi pembinaan administrasi wakaf di Subang, Jumat (26/8).

Nadzir Didorong Urus Sertifikasi dan Berdayakan Tanah Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Nadzir Didorong Urus Sertifikasi dan Berdayakan Tanah Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Nadzir Didorong Urus Sertifikasi dan Berdayakan Tanah Wakaf

"Kalau nadzir punya sertifikat tanah wakaf, ahli waris yang menggugat ini tidak bisa berbuat apa-apa karena nadzir punya alat bukti yang kuat," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Proses untuk mendapatkan sertifikat tanah wakaf ditempuh melalui Kantor Urusan Agama (KUA) yang akan mengeluarkan Akta Ikrar Wakaf (AIW). Setelah AIW keluar, proses selanjutnya adalah mengajukan sertifikat tanah wakaf ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Selain itu, tidak sedikit nadzir yang mempunyai paradigma tradisional dalam pengelolaan wakaf yang hanya mengenal wakaf dalam bentuk benda tidak bergerak seperti masjid, mushala atau madrasah sehingga kemaslahatan dan kesejahteraan umat belum tercapai secara maksimal.

"Kalau ada tanah wakaf yang masih kosong, bisa dibuat bangunan, penginapan, rumah sakit, SPBU atau yang lainnya kemudian labanya itu digunakan untuk pengembangan dan pemberdayaan ekonomi umat. Tidak akan ada lagi umat Islam yang miskin. Tidak ada lagi orang minta-minta di jalan buat bangun masjid. Ini baru wakaf tidak bergerak, belum lagi wakaf bergerak," kata Fatoni bebernya di hadapan puluhan peserta kegiatan yang terdiri dari Kepala KUA se-Kabupaten Subang, nadzir, dan ormas Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jika kemampuan terbatas, nadzir bisa melibatkan dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola harta wakaf. Adapun hasilnya nanti bisa menggunakan sistem bagi hasil.

"Kita sudah punya regulasi yang menjadi dasar dalam mengelola wakaf, yaitu UU Nomor 41 tahun 2004, PP Nomor 42 tahun 2006," tegasnya.

Untuk itu, ia mengharapkan para stakeholder mulai dari wakif, nadzir, pemerintah, KUA, BPN, dan masyarakat umum untuk mengelola harta wakaf secara produktif dan profesional demi terwujud masyarakat yang makmur dan sejahtera. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 02 Januari 2018

Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor

Philadelphia, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dua orang generasi muda NU menyusul pendahulu mereka menyelesaikan pendidikan S3: Achmad Munjid dan Ahmad Rafiq. Keduanya berhasil meraih gelar doktor dari Department of Religion di Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat.

Achmad Munjid berhasil mempertahan disertasinya: “Building A Shared Home: Investigating the Intellectual Legacy of the Key Thinkers of Inter-Religious Dialogue in Indonesia” di hadapan empat penguji, yang dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2014. Sedangkan Ahmad Rafiq mempertahankan disertasinya dengan judul “The Reception of the Quran in Indonesia: A Case Study of the Place of the Quran in a Non-Arabic Speaking Community”, pada Jumat kemarin, 20 Juni 2014.

Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Pengurus PCINU Amerika-Kanada Lulus Doktor

Bagi Achmad Munjid, bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S3 sungguh di luar bayangannya saat kecil. “Saat lulus SMP, saat itu saya pikir sudah merupakan anugerah yang luar biasa, karena hampir semua keluarga saya hanya lulusan SD. Kami tidak mampu melanjutkan sekolah karena kondisi ekonomi tidak memungkinkan. Saya bisa masuk SMA atas kerja keras ibu membiayai saya dari hasil menjahit kutang. Saat S1 pun saya terpaksa cuti 2 tahun karena kekurangan biaya. Tapi alhamdulillah, berkat doa ibu, saya bahkan bisa menyelesaikan S3 di Amerika Serikat”, cerita beliau di saat malam perpisahan sebelum kembali ke tanah air, di hadapan para jama’ah masjid Al-Falah Philadelphia (masjid milik komunitas Indonesia di Philadelphia).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pun demikian Ahmad Rafiq yang pencapaiannya ini juga tak lepas dari do’a ibu. “Lima belas menit sebelum ujian disertasi, saya menelepon ibu saya di Banjarmasin. Ibu saya hanya berpesan agar jangan lupa kirim Al-Fatihah buat para penguji. Alhamdulillah ujiannya lancar”, cerita beliau sesaat setelah ujian selesai.

Dalam pengamatan Rohis Tegal - Rohani Islam yang ikut menghadiri sidang Ahmad Rafiq, sidang disertasi di Amerika ternyata berbeda suasananya dengan di Indonesia. Jika di tanah air, kesan “persidangan” sangat terasa dan tidak jarang pertanyaan penguji cenderung “membantai” disertasi calon doktor. Mungkin karena kebudayaan masyarakat Amerika lebih egaliter, maka itu tampak dari ujian yang hanya diselenggarakan di ruang kuliah. Bahkan salah satu penguji hanya menggunakan kaos dan sandal. Sidang disertasi tak ubahnya seperti diskusi biasa. Pertanyaan penguji lebih menggali substansi disertasi untuk memberi masukan agar dalam revisi nanti, disertasi bisa lebih komprehensif dan lebih baik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua doktor muda NU ini merupakan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat dan Kanada. Achmad Munjid adalah Wakil Rais Syuriyah, sedangkan Ahmad Rafiq sebagai a’wan. Mereka berdua juga pengasuh jama’ah masjid Al-Falah ICGP (Indonesian Community for Greater Philadelphia) yang pernah dikunjungi Gus Mus dan Gus Yahya Staquf tahun 2011 lalu. (jamal jufree/mukafi niam)

Foto: Ahmad Munjid (kiri) Ahmad Rofiq (kanan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Tegal, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Paradigma Penulisan Sejarah NU Perlu Dirubah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam
Selama ini, sejarah tentang NU lebih banyak ditulis oleh para peneliti dari kalangan non NU, para orientalis dan pengikutnya. Dalam pandangan mereka, NU dicitrakan sebagai organisasi yang bersifat Jawa yang oportunis, koservatif serta agraris yang tidak rasional. Keadaan ini perlu dirubah dengan melakukan perubahan paradigma penulisan sejarah NU yang dilakukan kalangan sendiri yang bisa mencitrakan NU sesuai dengan apa adanya dengan data serta argumen yang memadai.

Lembaga Ta’lief Wan Nasr (LTN NU) atau Lembaga Penelitian dan Pengembangan Informasi NU mempresentasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh timnya di daerah Minang, Sunda dan Sasak di Gd. PBNU (22/8). Penelitian merupakan upaya untuk melihat sejarah NU dari sudut pandang orang NU sendiri. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Enceng Sobirin, Abdul Aziz Ahmad, Mun’im Dz, dan Adnan Anwar

“Walaupun dianggap tradisional, tetapi NU punya daya tahan sehingga bisa terus berkembang, ketika organisasi serupa sudah berguguran. Kekuatan itu tidak pernah diteliti, hanya kelemahan saja yang dicari,” tandas Ketua LTN NU Mun’im Dz (22/8).

Penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke daerah-daerah tersebut lebih memfokuskan pada dinamika internal, yaitu bagaimana para tokoh NU mencitrakan dirinya serta memaknai tindakannya serta menjelaskan argumennya sesuai dengan rasionalitas kaum nahdliyyin.

“Dengan pendekatan tersebut berbagai data bisa ditemukan, berbagai informasi didapatkan, beberapa pengalaman para tokoh dan saksi bisa diungkapkan dan dijadikan sumber utama penulisan,” tambahnya.

Dengan adanya sumber alternatif ini, buku babon tentang NU yang sudah dianggap klasik hanya dijadikan sumber sampingan, bahkan tidak sedikit yang terpaksa dibuang, diganti dengan sumber yang lebih orisinil dan lebih valid. Dengan cara demikian, citra NU bisa ditampakkan dan NU luar Jawa yang selama ini diabaikan juga bisa diperlihatkan eksistensi dan pengaruhnya terhadap NU Indonesia.

Budaya NU memiliki keragaman yang luas sesuai dengan lokalitasnya masing-masing. Dimanapun, baik di Jawa maupun luar Jawa, NU memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan diri dengan budaya lokal.

Di Sumatra Barat, NU berinteraksi erat dengan Perti, sementara di Sumatra Utara memiliki kesamaan cultural dengan jam’iyah Al Washiliyah. Di Sunda NU beraliansi dengan Mathla’ul Anwar sedangkan di NTB dengan Nahdlatul Wathon. Demikian juga, di Sulawesi bahu-membahu dengan Al-Khairat.

Mun’im yang juga peneliti di LP3Es tersebut menjelaskan selama berada di tiga daerah tersebut, para pimpinan NU lokal memberi sambutan yang luar biasa dengan memberikan data dan waktunya. Selama ini mereka sendiri kurang faham tentang sejarah NU di lingkungannya, bahkan banyak diantara tokohnya yang malah menulis sejarah tokoh dari ormas lainnya.

Hasil penelitian ini akan terus disempurnakan, baik dengan melakukan penelitian lebih lanjut atau mengundang para ahli untuk berdiskusi. Jika sudah dianggap memadai, penelitian ini akan diterbitkan dalam bentuk buku.(mkf)

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Nusantara Rohis Tegal - Rohani Islam

Paradigma Penulisan Sejarah NU Perlu Dirubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Paradigma Penulisan Sejarah NU Perlu Dirubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Paradigma Penulisan Sejarah NU Perlu Dirubah

PBNU Sesalkan Kerusuhan di Temanggung

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyesalkan terjadinya kekerasan di Pengadilan Negeri Temanggung yang telah menyebabkan terjadinya sejumlah kerusakan dan pembakaran tiga gereja.

“PBNU menyesalkan kejadian di Temanggung, apa pun sebabnya pelaku ditindak tegas,” kata Kiai Said, Selasa (8/2) di Gedung PBNU.

PBNU Sesalkan Kerusuhan di Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sesalkan Kerusuhan di Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sesalkan Kerusuhan di Temanggung

Kerusuhan terjadi ketika hakim memvonis 5 tahun kepada tersangka karena massa yang mengikuti sidang tidak puas. Bukan hanya di lokasi pengadilan, massa yang sudah tersulut emosi juga melakukan aksi dalam kota dan membakar tiga gereja. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kang Said menyatakan, dirinya telah berkoodinasi dengan PCNU Temanggung dan sejumlah ulama lokal untuk terus memantau situasi dan kondisi serta membantu aparat jika dibutuhkan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia juga berharap agar para pemuka agama Kristiani mampu mengendalikan ummatnya sehingga tidak memberikan reaksi yang berlebihan.

“Kita harapkan mereka juga mengendalikan ummatnya sehingga tidak memberikan reaksi yang berlebihan. Serahkan penyelesaiannya pada penegak hukum,” tandasnya.

Kasus ini bermula dari penistaan agama yang dilakukan oleh Antonius Richmond Bawengan (58), warga Kebon Kopi, Duren Sawit Jakarta Timur, yang terjadi pada 3 Oktober 2010. Ketika itu Bawengan menginap di tempat saudaranya di Dusun Kenalan, Desa/Kecamatan Kranggan, Temanggung.

Saat kunjungan tersebut, ia manfaatkan waktunya untuk membagikan buku dan selebaran yang berisi tulisan yang menghina agama lain. Sejak 26 Oktober 2010, ia ditahan. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 08 Desember 2017

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022

Demak, Rohis Tegal - Rohani Islam. Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang berlangsung, Ahad (30/7) di Pesantren Fathul Huda Karanggawang, Sidorejo Kecamatan Sayung Demak telah memilih dan menyepakati KH Zaenal Arifin Ma’shum sebagai rois syuriyah dan KH Muhammad Aminuddin sebagai ketua Tanfidziyah PCNU kabupaten Demak masa khidmat 2017-2022.

Sidang pleno yang dipimpin pengurus Wilayah NU Jateng H Najhan Musyafak dan didampingi H Amiq Muhlisin tersebut terlebih didahului dengan demisioner pengurus periode sebelumnya.

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022

 

Selanjutnya forum konferensi sebelum melakukan pemilihan ketua tanfidziyah terlebih dulu memilih Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) yang terdiri dari 5 ulama yakni KH Zaenal Arifin Ma’shum, KH Zaini Mawardi, KH Misbahul Munir, KH Alawi Mas’udi dan KH Zaainal Muhtarom yang menyepakati KH Zaenal Arifin Ma’shum (Gus Zen) sebagai Rais NU Demak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Usai ditetapkan sebagai rois syuriyah Gus Zen meminta doa dan dukungan peserta konferensi. “Saya telah di amanati oleh para kiai untuk memimpin NU Demak ke depan, maka mohon untuk di do’akan agar kuat dan mampu memegang amanah ini,” tutur Gus Zen.

Sementara itu KH Aminuddin setelah terpilih sebagai ketua secara aklamasi menyampaikan akan mengakomodir kader yang bisa diajak berjuang dalam memajukan organisasi bersama formatur yang berjumlah 9 orang.

“Kami akan menyusun dan memilih pengurus bersama formaturyang tentunya berdasarkan masukan dari pengurus lama dan MWCNU,” tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Konferensi tersebut selain dihadiri pengurus cabang, MWCNU, Banom dan ranting se-Kabupaten Demak juga dihadiri rois syuriyah NU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Bupati Demak HM Natsir, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, dan pimpinan ormas Kabupaten Demak. (A. Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Bahtsul Masail, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kebangkitan Desa, buku yang diluncurkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengangkat desa pada kedudukan tertinggi. Buku ini adalah cerminan dari visi dan misi Kemendesa PDTT yang berkomitmen membangun desa untuk negeri.

"Buku ini adalah cerminan dari kementerian ini (Kemendesa PDTT). Kita melihat desa dari potret yang utuh. Ada budayawan, akademisi, musisi, kiai dan semua elemen masyarakat. Kita perjuangkan, bagaimana desa kita letakkan pada maqam yang setinggi-tingginya," ungkap Sekjend Kemendesa PDTT Anwar Sanusi pada peluncuran buku Kebangkitan Desa di Jakarta, Kamis (25/2).

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Buku ini, lanjut Anwar, mencoba memotret perjalanan waktu sejak terbentuknya Kementerian Desa PDTT yang menjalankan tugas dengan spirit membangun Indonesia melalui desa. Menurutnya, buku Kebangkitan Desa menekankan bahwa sudah saatnya desa berbicara.

"Semoga peluncuran buku ini akan menjadi awal baru bagi kita, untuk bersama-sama melihat desa yang akan tumbuh berkembang. Sudah saatnya desa turut serta dan bicara," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Anwar Sanusi mengatakan, Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah era baru sebagaimana diangkat dalam buku ini sebagai kebangkitan desa. Kemendesa PDTT dalam hal ini mencoba menyusun semangat baru dengan slogan desa membangun Indonesia.

"Buku dengan 500 halaman ini mengupas UU Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Desa. Dengan demikian desa semakin kuat, desa diharapkan mampu menjadi posisi terbesar di negeri ini," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengatakan, hadirnya Kemendesa PDTT adalah gagasan, terobosan, dan gerakan baru untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Sebagai pimpinan dari kementerian baru, Marwan berkomitmen untuk memperjuangkan desa dengan penuh kerja keras.

"Buku ini adalah potret dari kementerian yang baru, yakni gabungan dari 3 kementerian. Alhamdulillah, bisa kita lewati dengan baik," ujar Marwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Tokoh, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo menitipkan beberapa pesan kepada generasi muda penerus bangsa. Ia meminta kepada pemuda untuk memiliki mimpi besar. Baginya, mimpi besar ini bisa terwujud jika dibarengi dengan usaha yang maksimal, mewujudkannya dengan sepenuh hati, dan berdoa kepada Tuhan. ?

“Misalnya kalau sekolah dokter itu jangan hanya ingin menjadi dokter umum. Seharusnya mimpinya memiliki rumah sakit,” kata Jenderal Gatot di hadapan Ketua Osis SMA Jakarta dan Ketua Gerakan Pemuda serta hadirin peserta Simposium Nasional di Balai Kartini Jakarta, Senin (14/8).

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia

Selain itu, lulusan Akademi Militer 1982 itu juga berpesan kepada pemuda untuk jangan takut mencoba hal baru dan jangan takut untuk gagal. Kalau seandainya suatu saat seseorang tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, maka ia harus meningkatkan kualitas diri.

“Kalau nilainya jelak, maka waktu belajarnya harus ditambah. Kalau sebelumnya cuma dua jam, jadi empat jam,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selanjutnya, ia beramanat agar pemuda Indonesia untuk hidup dan berjuang untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Terakhir, ia menaruh pesan bahwa pemuda Indonesia harus percaya kepada kemampuannya sendiri.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Berpikir secara global, menang secara lokal. Satu lagi saya minta tolong sampaikan kepada ibu-ibu muda. Kalau mengantarkan anaknya ke PAUD atau ke TK atau ke SD, ketika sampai di depan pintu tolong bisikkan di telinga anak untuk rajin belajar untuk menjaga Indonesia ini,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Anti Hoax, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 30 November 2017

GP Ansor Gelorakan Sumenep Waspadai Terorisme

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menggelorakan "Sumenep Waspada". Hal itu menyusul indikasi kian merebaknya paham radikalisme dan gerakan terorisme yang mengancam ketenangan bangsa Indonesia.

"Karena itu, Kamis (21/1) besok pukul 08.00 WIB, sahabat-sahabat ketua dan sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Sumenep akan mengadakan kampanye simpatik di depan Masjid Jamik," terang Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen, Rabu (20/1).?

Menurut alumnus Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep tersebut, tema yang diusung ialah Sumenep Waspada. Yaitu, waspada terhadap terorisme, radikalisme agama, dan aliran Sesat dengan membagikan stiker kepada para pengendara sepeda motor, mobil, dan pejalan kaki.

GP Ansor Gelorakan Sumenep Waspadai Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gelorakan Sumenep Waspadai Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gelorakan Sumenep Waspadai Terorisme

"Indonesia kini mengalami ancaman besar berupa radikalisme agama dan terorisme. Ini sudah menjadi persoalan akut yang mesti kita lawan melalui aksi penyadaran kepada khalayak," terang M Muhri.

Dalam konteks lokal, tambah mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep tersebut, di Kabupaten Sumenep kini terdapat gerakan aliran atau paham keagamaan yang mengancam keutuhan bangsa.

"Memang Indonesia menjadi incaran paham radikalisme, karena tergolong berpenduduk muslim terbesar di dunia. Begitu halnya di Sumenep. Penyikapan terhadap aliran atau paham yang nyeleneh menjadi fokus gerakan kami," paparnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Daerah, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 25 November 2017

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pada hari lahir (harlah) NU ke-89, akun Twitter Rohis Tegal - Rohani Islam (@NU_Online) dibanjiri ucapan selamat dari berbagai kalangan yang disertai beragam ungkapan. Kemudian Rohis Tegal - Rohani Islam menginisiasi tagar #Harlah89NU. Tagar tersebut sempat jadi trending topic Indonesia.

Merk kaos 1926 kemudian mengapresiasi netizen yang ngetwitt #Harlah89NU dengan tambahan peran #AnakMudaNU juga mention @NU_Online. Apresiasi ditunjukkan 1926 dengan menghadiahkan dua kaos bagi yang ngetwitt terbaik.

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Dua pemenang telah diumumkan hari ini Selasa (3/2) di Twitter Rohis Tegal - Rohani Islam pukul 19.00. Dua pemenang  yaitu akun @lailiynurul dan @Ysrnrfq.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut @lailiynurul, anak muda NU hari ini tak hanya bergelut di bidang dakwah dan aktivis, tapi banyak juga yang berkarir dalam bidang hubungan internasional, kedokteran, teknik. Itu yang dia saksikan di Universitas Brawijaya.

Ia juga menilai anak muda NU tidak mendikotomikan ilmu umum dan agama. Lebih jauh ia mengapresiasi anak muda NU yang lebih arif dalam hal keberagaman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara @Ysrnrfq berpendapat, organisasi pemuda NU seperti IPNU-IPPNU, PMII, KMNU juga harus bersinergi untuk membangun negeri. Anak muda NU harus bersaing dalam era globalisasi saat ini. (Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Sholawat, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jelang Muktamar ke-33 NU 1-5 Agustus 2015 mendatang, wacana muktamar semakin penuh dinamika. Setelah Musyawarah Nasional di Jakarta 14 Juni 2015 lalu menghasilkan model pemilihan Rais Aam Syuriyah dan Ketua Umum Tanfidziah, juga beberapa rekomendasi organisasi lainnya.

PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWNU Jawa Barat, Dr KH Eman Suryaman menilai, bahwa isu-isu negatif tidak perlu terjadi di NU. Menurutnya, konsentrasi para pengurus NU baik dari cabang maupun pusat seyogyanya lebih difokuskan untuk berpikir tentang pembangunan organisasi.

"Saya kira penyebaran isu-isu negatif jelang muktamar tidak perlu muncul. Ini adalah Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi yang kulturnya dibangung dari adab, akhlak, dan tujuannya untuk membangun peradaban,” ujarnya di Kantor PWNU Jawa Barat, Rabu (24/6).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain tidak etis, tambahnya, juga tidak produktif bagi sebuah pengembangan organisasi.  Warga dan pengurus NU jangan larut urusan isu-isu tersebut karena itu tidak produktif.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam pandangan Eman, energi pengurus dan warga NU dalam muktamar tahun ini harus dicurahkan untuk kepentingan umat, bangsa, dan dari organisasi NU.

"Isu ekonomi kerakyatan, pengembangan koperasi pesantren, memajukan himpunan pengusaha NU, kaderisasi di masing-masing badan otomon, dan juga kreativitas pemikiran dalam diskursus keislaman dan keindonesian adalah hal yang lebih utama ketimbang sekadar urusan siapa yang jadi pemimpin," terangnya.

Menurut Eman, sebuah organisasi jangan terjebak sekadar berpikir siapa yang akan jadi ketua dan siapa sekretarisnya. Ini pasti akan dapat, dan pasti akan terealisasi karena memang agenda muktamar. 

“Tetapi muktamar bukan sekedar urusan memilih ketua umum, melainkan juga mengurus banyak rekomendasi yang sifatnya amanah dan maslahat umat,” tandasnya. (Yus Makmun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Tokoh, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 21 November 2017

PCNU Pringsewu Awali Safari Ramadhan dengan “Jihad”

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam. PCNU Kabupaten Pringsewu mengawali safari Ramadhan dengan mengadakan Ngaji Ahad (Jihad) yang dilaksanakan Ahad (21/06) lalu. Dalam pengajiannya, Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi menekankan pentingnya menata dan memperbaiki niat yang menjadi dasar dari semua perbuatan kita di dunia.?

PCNU Pringsewu Awali Safari Ramadhan dengan “Jihad” (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Awali Safari Ramadhan dengan “Jihad” (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Awali Safari Ramadhan dengan “Jihad”

"Dengan memperbarui niat (tajdidun niat) akan menjadikan amal perbuatan kita didunia bermakna. Kita akan menjadi apa dan siapa tergantung nawaitu kita," terangnya.

Mengutip hadits Rasulullah SAW, Kiai Sujadi mengatakan, bahwa perumpamaan niat seperti ruh dan perbuatan menjadi jasadnya. Jika kita beramal dan tidak diiringi oleh niat maka kita bisa jadi tidak mendapatkan apa-apa. Namun sebaliknya jika kita memiliki niat walaupun tidak jadi melakukan perbuatannya maka kita sudah mendapatkan sesuatu dari niat tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Abah Sujadi, panggilan kesehariannya mengingatkan pentingnya melafadzkan niat dalam mengawali sesuatu walaupun hal tersebut tidak diwajibkan. "Nawaitu soma ghodin atau niat puasa itu diucapkan agar kita tidak lupa serta menolong lisan kepada hati untuk melahirkan niat," ucapnya.?

Kegiatan Jihad di bulan Ramadhan 1436 H ini dilaksanakan tidak seperti biasanya yang digelar pagi hari. Kegiatan Jihad kali ini dilaksanakan sore hari pukul 16.30 WIB sampai dengan waktu berbuka puasa. Setelah berbuka puasa kegiatan dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah di Aula Gedung NU Kabupayen Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 16 November 2017

Mensos Kukuhkan Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Nasional 2017-2022

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melantik Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional Periode 2017-2022 di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (10/11).  

"Penyelenggaraan kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat. IPSM sebagai salah satu pilar sosial telah menunjukkan kontribusi yang sangat baik dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial," kata Mensos usai melantik kepengurusan IPSM. 

Mensos Kukuhkan Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Nasional 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Kukuhkan Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Nasional 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Kukuhkan Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Nasional 2017-2022

Khofifah mengatakan berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, pada pasal 38 disebutkan bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. 

Peran masyarakat tersebut dapat dilakukan oleh kelompok maupun perseorangan yang di antaranya adalah Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), disamping pilar sosial lainnya seperti TKSK, Karang Taruna, TAGANA, Lembaga Kesejahteraan Sosial dan lain-lain. 

"Dengan begitu luasnya wilayah Indonesia serta beragamnya permasalahan kesejahteraan sosial yang ada maka keberadaan IPSM sangat strategis dan sangat dibutuhkan mendukung program pemerintah dalam khususnya bagi Kementerian Sosial," terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2012 pasal 5 disebutkan bahwa tugas-tugas PSM adalah membantu penanganan masalah sosial; mendorong, menggerakkan, dan mengembangkan kegiatan penyelenggaraan kesejahteraaan sosial. 

Dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa PSM juga dapat dilibatkan sebagai pendamping sosial bagi warga masyarakat penerima manfaat; sekaligus mitra pemerintah/institusi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

"Ada 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di antaranya kemiskinan, anak terlantar, lanjut usia terlantar, penyandang disabilitas, dan seterusnya. Dengan kepemimpinan Ibu Giwo yang telah memiliki pengalaman luas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan saya yakin IPMS dapat memberikan layanan terbaik kepada persoalan-persoalan PMKS yang ada," harap Khofifah. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Komposisi Kepengurusan IPMS Nasional masa bakti tahun 2017-2022 terdiri dari Ketua Umum Giwo Rubiyanto Wiyogo dan Sekretaris Jenderal Andriansyah. Di dalam kepengurusan ini terdapat bidang-bidang di antaranya Bidang Rehabilitasi Sosial, Bidang Penanggulangan Bencana, Bidang Pemberdayaan Sosial dan Kemiskinan, Bidang  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

Sementara itu Ketua Umun IPMS Giwo Rubianto Wiyogo menyatakan siap melaksanakan tugas memberikan layanan dan sapaan kepada masyarakat khususnya PMKS. 

"Apapun tugasnya akan saya laksanakan sebaik-baiknya," tuturnya. 

Ia mengatakan IPMS mempunyai kedudukan dan fungsi yang strategis dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang berkesejahteraan sosial dan mendorong masyarakat berfungsi secara sosial agar mampu memenuhi kebutuhannya secara nasional. 

"IPMS Nasional memiliki jaringan komunikasi dengan IPMS Provinsi, Kabupaten/Kota, bahkan sampai ke tingkat desa/kelurahan. Mudah-mudahan kekuatan ini dapat mendorong efektifitas program-program inovatif IPSM secara nasional," kata Giwo. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Fragmen, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock