Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu keputusan Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 lalu, bahwa organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali menjadi badan otonom (banom) NU, nampaknya masih memerlukan waktu yang panjang untuk memantapkan keputusan tersebut. Hal itu disebabkan banyaknya karakteristik aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang memberikan dinamika kaderisasi tersendiri bagi PMII di masing-masing daerah.

?

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Namun demikian, Pengurus Komisariat (PK) PMII Yaqub Husein (YH) STIT al-Urwatul Wutsqo Jombang, Jawa Timur diimbau mulai mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari NU baik secara struktural maupun kultual. Imbauan tersebut datang saat dikukuhkannya para pengurus komisariat terkait di aula PKBM Primaganda, Bulurejo, Diwek, Jombang, Selasa (5/4) lalu.

?

"Sudah sepantasnya PMII mau kembali merapat ke pangkuan NU. Sebab, PMII lahir dari rahim NU," kata Mahmudi, salah satu senior PMII Yaqub Husein saat memberikan sambutannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Mantan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang pada dua periode sebelumnya itu berharap agar Kongres Pengurus Besar (PB) PMII yang akan datang mampu menyatukan berbagai perbedaan ide dan sikap terkait pro-kontra kembalinya PMII ke NU. "Kongres PMII yang akan dilaksanakan pada tahun ini pada akhirnya akan menyepakati kembalinya PMII ke naungan NU," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Untuk itu, kata dia, Pengurus Rayon (PR), komisariat, dan cabang harus bersinergi untuk mewujudkan tujuan organisasi yang bernafaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Salah satunya dengan memperdalam wawasan keilmuan segenap aktivis PMII. "Budaya-budaya kajian dan diskusi harus dilestarikan supaya kader-kader PMII mampu menawarkan gagasan yang baru untuk organisasi," lanjutnya.

?

Senada dengan demikian, Ketua Pengurus Komisariat PMII YH, Iis Sholehah, mengajak kepada para anggotanya untuk membangun soliditas dan militansi pengurus, khususnya antar pengurus rayon dan komisariat. "Visi sebuah organisasi tidak akan tercapai tanpa adanya militansi kader," ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 27 Februari 2018

Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tak bisa dibantah bahwa pendidikan merupakan hal yang teramat penting dalam proses penyiapan generasi yang membanggakan. Bahkan pendidikan bisa diibaratkan sebagai pondasi bagi tegaknya generasi yang kuat, yakni generasi yang berperisai iman dan berbaju taqwa.?

Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua PCNU Jember, Moch. Eksan saat berceramah dalam acara Haflatul Imtihan dan Khotamul Quran Madrasah Diniyah Nuril Hidayah di Masjid Nurul Huda, Dusun Jeggung, Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Selasa (28/3).

Menurut Eksan, generasi yang kuat, ditandai antara lain dengan peran dan keterlibatannya dalam mendidik dan membangun masyarakat. Intinya, mereka selalu hadir dalam kehidupan masyarakat.?

"Generasi yang kuat senantiasa berupaya hadir menjadi manusia yang terbaik, manusia yang bermanfaat terhadap sesama," tukasnya.

Eksan mengakui bahwa tidaklah mudah menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Sebab, itu butuh kesungguhan dan usaha lahir bathin. Lebih-lebih saat ini di mana tuntutan zaman cenderung ? memaksa manusia untuk hidup nafsi-nafsi.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Bermanfaat itu tidaklah mudah. Itu melampaui tahapan baik dan benar. Semua itu membutuhkan perjuangan lahir batin demi menjadi orang yang baik, orang yang benar, dan terlebih menjadi orang yang bermanfaat terhadap sesama," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karena itu, Eskan menyambut baik pelaksanaan acara Haflatul Imtihan tersebut, yang dinilainya sebagai tahapan dari ? penyiapan lahirnya generasi yang beriman dan bertaqwa.?

"Saya memberikan apresiasi terhadap ? acara ini. Menurut saya, ? ini ? menjadi modal dasar bagi tumbuhnya generasi yang kuat," urainya (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 31 Januari 2018

NU Kaltim, Membangun Pendidikan dan Menjaga Kerukunan

Sejak didirikan tahun 1926, Nahdlatul Ulama langsung menyebar ke banyak wilayah di Nusantara. Para ulama tidak mengalami kesulitan berarti mengajak orang-orang untuk menjunjung tinggi Islam dan berjuang di Nusantara melalui NU. Sebab, para ulama sudah menjalin hubungan melalui para guru atau pesantren.  

Setelah tujuh tahun berdiri, pada tahun 1933 NU sudah berkembang di Kalimantan Timur. Setidaknya bisa dilacak di Kabupaten Brau, 12 jam perjalanan darat ke sebelah utara dari Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

NU Kaltim, Membangun Pendidikan dan Menjaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kaltim, Membangun Pendidikan dan Menjaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kaltim, Membangun Pendidikan dan Menjaga Kerukunan

Menurut Choirul Anam dalam buku Pertumbuhan dan Perkembangan NU, faktor utama penerimaan Nusantara terhadap NU adalah karena jauh sebelum NU lahir dalam bentuk jam’iyyah, ia terlebih dahulu ada dan berwujud jama’ah yang terikat kuat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakter sama.   

Untuk mengetahui perkembangan NU Kaltim terkini, Abdullah Alawi dari Rohis Tegal - Rohani Islam berhasil mewawancari Ketua PWNU Kalimantan Timur KH Muhammad Rasyid (53 tahun) di sela-sela Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2012 di pesantren Kempek Cirebon paruh September lalu.  

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bapak bisa cerita sejarah NU di Kaltim?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kita, generasi belakangan tidak terwarisi satu dokumen yang pasti, kapan NU, secara organisasi, berdiri di Kalimantan Timur. Cuma ada data yang saya temukan di Brau itu, salah satu kabupaten, NU sudah ada sejak tahun 1933. Apakah Brau itu lebih duluan dari Samarinda, wallahu ‘alam. Yang di Brau itu dibawa dari Banjarmasin oleh dzuriyah keempat Muhammad Arsyad Al-Banjari. Ia membawa NU ke Brau, kemudian menjadi mufti kerajaan Gunung Tabur di Brau. Itu di utara.

Berapa jauh dari Samarinda?

Perjalanan pesawat terbang satu jam. Kalau darat mungkin 12 jam. Di Samarinda, yang pertama kali secara resmi adalah KH Abdullah Marisi. Beliau Rais pertama wilayah Kalimantan Timur. Kalau ini ada dokumennya. Tapi saya lupa, nanti bisa kita akurkan.  Apakah bersamaan dengan Samarinda? Wallahu ‘alam. Tapi yang kita lihat KH Abdullah Marisi itu. Tetapi tidak berarti semua kabupaten dan kota bisa berdiri secara periodik, walaupun amaliyahnya iya, NU, Aswaja. 

Tapi struktur secara periodik, tidak berarti itu berjalan dengan baik. Keculi pada10 tahun terakhir atau 15 tahun terakhir, cabang-cabang sudah terbentuk semua secara periodik. Artinya, sudah sesuai dengan ketentuan. 15 tahun terakhir. Itu artinya setalah Reformasi.

Penyebabnya apa?

Karena kepengurusan sudah bisa dipilah antara kepengurusan NU dan kepengurusan partai. Dulu kan selalu sejalan antara kepengurusan NU dan partai politik. Maka praktis, 15 tahun yang lalu, struktur kita sudah terbenahi dengan bagus sampai pada tingkat cabang. Sampai pada tingkat kecamatan mungkin 10 tahun terakhir. Sekarang kita sudah masuk ke ranting-ranting. Oke, itu strukturnya.

Bagaimana dengan programnya?

Program NU Kalimantan Timur, tampaknya kita lebih banyak pada konsolidasi supaya terbentuk secara periodik, tidak berarti langsung mulus, karena kelemahan kita adalah pada tingkat SDM. Ada juga problem trauma politik. Selama Orde Baru kan tidak ada pegawai yang berani menamapakkan NU-nya, dan tidak ada pengusaha, aghniya, yang berani terang-terangan mengaku NU karena itu kan berarti mengalami satu kesulitan. 

Ini yang menjadi kendala kita dalam pembentukan kepengurusan NU. Orang yang status sosialnya tinggi akan merasa kesulitan kalau jadi pengurus NU. Ini baru bisa menjadi longgar setelah kembali ke khittah. Baru terasa bahwa sudah ada yang berani mengaku saya NU. Kalau sebelumnya, diam-diam.

Pengaruh Khittah NU?

Iya, pengaruhnya dari situ. Lima tahun setelah khittah, sudah berani pegawai mengatakan “saya NU”. Jadi, memang sangat kuat Pak Harto itu mengeliminir potensi NU. 

Program PWNU yang lain?

Pendidikan kita memang banyak berdiri, tapi tidak memakai nama NU. Saya kira sama dimana-mana, di sini berdiri pondok, di sana berdiri pondok. Itu tokoh-tokoh perorangan, rata-rata kiainya NU. Salah satu contoh misalnya, sekolah yang sangat bagus sekarang di Samarinda adalah Bunga Bangsa. Itu sudah go internasional. Ini miliknya mantan Ketua PWNU. Bukan punyanya NU. Nah, periode yang terakhir, 2008 sampai nanti berakhir tahun 2013 meminta semua cabang memfungsikan lembaga Ma’arif. 

Dan sekarang, dalam periode inilah baru berdiri lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif di Kalimantan Timur, walaupun tidak semua kabupaten mampu. Tapi ada, misalnya di kabupaten Nunukan, di wilayah perbatasan sudah berdiri Aliyah. Sudah langsung Ma’arif NU. Di Brau itu ada 3 SMK Ma’arif NU. Dan masyarakat menyambut lulusannya karena dia pariwisata, pertanian. Begitu. 

Di Balikpapan juga sudah berdiri SMK Ma’arif NU. Cuma yang di Balikpapan ini masih numpang di pondoknya Rais Syuriyah. Di Kutai Timur sudah berdiri SMK Ma’arif. Jadi kita mengarahkan ke pendidikan-pendidikan SMK. Kenapa bukan Aliyah? Itu kurang pasarnya. Tapi kesulitannya SMK adalah SDM tenaga pendidik.

Di Samarinda justru mulai dari bawah. Mulai dari RA, TK-nya Muslimat, tapi namanya juga bukan Muslimat. Mereka memakai An-Nisa, itu banyak. Sama dengan di Brau. Itu ada 20 TK. Itu semua punya Muslimat. Kenapa tidak memakai nama Muslimat? Itu karena dari dulu didirikan seperti itu. Juga merupakan satu strategi supaya tidak terlalu kentara NU-nya.

Ya itu tadi karena kondisinya NU pada zaman Orde Baru. Jadi sebelum periode ini, (Reformasi), tidak ada yang memakai nama Ma’arif. Nah, sekarang, di Samarinda sudah ada 13 lembaga Ma’arif. Hanya baru sampai pada tingkat MTs. Dari TK, MI, MTs itu sudah berjumlah 13. Itu pendidikan.

Kemudian pada periode ini kita sudah mampu mendirikan fisiknya, operasional belum; adalah rumah sakit bersalin Muslimat. Belum diresmikan karena bangunannya dirancang tiga lantai, baru selesai dua lantai dan izinnya memang belum keluar. Itu di bidang kesehatan sudah ada itu, rumah sakit bersalin Muslimat NU di Samarinda.

Lalu kemampuan cabang-cabang dalam menampakkan eksistensinya ditandai dengan berdirinya bangunan-bangunan sekretariat yang cukup bagus. Dengan nilai bangunan yang cukup tinggi karena kita sudah bisa membuat akses NU kepada para kepala daerah. Di Kutai Kartanegara, kabupaten yang sangat kaya itu sudah berdiri gedung sekretariat berlantai 3 dan nilainya besar, sekitar 4 milyar. Dari bupati. Jadi kita sudah punya akses seperti itu. Di Bontang juga sudah berdiri yang bagus berlantai tiga. Kemudian Balikpapan sedang membangun, mungkin baru mencapai 80%.

Tapi kenapa lambat? 

Karena mereka membangun terlalu besar. Mereka membuat empat lantai. Di Pasir dua lantai. Di Samarinda akan dibangunkan oleh walikota dengan nilai yang besar dengan syarat menyediakan tanah. Kendalanya di Samarinda tanah. Kenapa? Bangunan-bangunan ini kan wakaf, Kutai itu wakaf, Pasir, wakaf, Balikpapan wakaf. Di Samarinda tidak ada wakaf karena harga mahal.

Nah, itu perkembangannya. Jadi, saya merasa, insya Allah lima tahun lagi, periode ke depan, akan makin banyak kelihatan semakin baik. Jadi, kalau sekarang membenahi struktur, membenahi sarana, kemudian pendidikan. Mungkin lima tahun ke depan sudah lebih mengarah kepada operasional. Maka akan lebih semarak kegiatannya. Januari nanti kita akan konferensi wilayah. Mudah-mudahan kepengurusan yang akan datang,lebih bagus dari yang sekarang. Itu yang kita harapkan.

Apa Kendala-kendala dalam melaksanakan program?

Ada kendala yang sangat dominan yang saya rasa sekarng ini adalah kita tidak lagi memiliki satu semangat yang tingkat ikhlasnya tinggi. Kita sudah terbawa arus "kota" termasuk di kalangan pengurus. Itu kendala yang sangat kita rasakan karena tarik-menarik kepentingan dengan para politisi. Dan semua mengaku NU. Dan kita terbiasa kalau ada kegiatan. Itu yang menjadi masalah.

Upaya untuk menanggulangi itu apa?

Saya kira melalui kaderisasi, pendidikan-pendidikan. Itu yang mungkin harus dilaksanakan periode yang akan datang. Kaderisasi untuk memahamkan bahwa berjuang di NU itu harus lebih ikhlas. Saya sangat merasakan itu. Sulit. Kita dulu biasa bekerja, bergerak, tetap dengan ikhlas. Sekarang kita bekerja dengan memikirkan biayanya mana? Uang jalannya mana? Itu kendala yang paling berat.

Yang kedua, perjuangan kita menjaga netralitas dari berbagai kepentingan ingin menarik NU ke dalam politik. Semua ingin mengatakan NU. Sekarang netralitas itu harus kita jaga. Jangan sampai kepengurusan nanti terpecah karena misalnya ada dua kubu dalam tubuh organisasi yang mendukung dua calon. Ini harus kita jaga betul dengan satu konsekuensi. Konsekuensinya adalah, karena semua orang yang ingin mendekati kita itu adalah ingin memanfaatkan kita. Dan kalau dia berhasil, kita diperhatikan. Kalau dia tidak berhasil, kita tidak diperhatikan. Nah, sekarang kalau kita netral, tidak ada yang menyambut seperti itu. Maka harus ada kemandirian, termasuk dalam pembiayaan.

Ada upaya ke arah itu?

Ada. Seperti yang kami lakukan adalah membentuk badan wakaf uang Nahdlatul Ulama. Sudah berjalan baru setahun lebih.

Bagaimana konsepnya?

Kita minta sumbangan, masuk kepada wakaf dan nanti akan diusahakan. Sekarang nilai wakaf itu sudah ada seratus juta. Baru satu tahun. Nanti hasilnya yang boleh dipakai karena wakaf. Sekarang 50 juta sedang proses membeli tanah untuk plasma kelapa sawit. Tapi baru proses. Sertifikat tanahnya pun belum keluar. Itu sedang kita proses. Nanti kalau dapat, akan ada 10 hektare. Baru tanahnya.

Itu satu. Yang kedua, untuk membiayai lembaga-lembaga pendidikan kita juga setiap tahun mengefektifkan Lazisnu. Itu sebenarnya potensi yang sangat besar. Tapi kita terlambat untuk memulainya. Dan setiap bulan itu sudah masuk, walaupun masih kecil. Tapi yang kita perlukan itu bukan besarnya, tapi rutinitasnya. Laporan terakhir, sampai tiga jutaan per bulan. Per bulan tiga juta itu kecil, tapi ini kan baru memulai. Saya ingin membangun Lazisnu Kalimanatan Timur.

Di Kalimantan Timur, BMH itu punyanya Hidayatullah, itu kan nasional, itu yang terkuat. Mereka sudah membangun sebelas tahun yang lalu. Tidak langsung kuat seperti sekarang. Mungkin baru tahun kelima, keenam, baru kelihatan. Nah, NU baru memulai satu tahun. Saya bilang sama teman-teman. Tiga juta satu bulan, itu awal yang bagus asal nanti bisa naik bisa menjadi empat juta satu bulan, lima juta sebulan. Mungkin pada tahun ketiga akan kelihatan.

Pandangan komunitas-komuntas lain terhadap NU di Kaltim?

Begini, saya pernah didatangi ketua PGI. Dia bilang, “Pak Rasyid, kami dapat pesan dari pusat kami supaya bisa menjalin kerjasama dengan Nahdlatul Ulama”. Itu PGI, Persatuan Gereja-Gereja Indonesia. Saya tanya, “Kenapa ada pesan yang seperti itu?”

Dia menjawab, “Karena pandangan pimpinan kami di Jakarta, yang memiliki wawasan yang memungkinkan bekerjasama hanya NU, yang lain masih sulit kita nilai.”Itu pandangan mereka terhadap NU.

Selama ini, bagaimana kerjasama NU dengan kalangan itu? 

Kerjasamanya sering mengadakan rapat bersama untuk saling menjaga kerukunan bersama. Atau misalnya dalam pendirian rumah ibadah, kami umat Islam dan umat Kristen sepakat sama-sama tunduk dengan keputusan bersama pemerintah dalam pendirian rumah ibadah. 

Kalau sesama ormas Islam, misalnya dengan Muhamadiyah?

Dalam peringatan Hari Besar Islam kita selalu bekerjasama. Yang terlibat misalnya Aisyiyah dan Fatayat atau Muslimat bersama Imam masjid. [] 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, News, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 09 Januari 2018

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, menyelenggarakan Tarling ataupun Tarawih Keliling. Selain bernilai ibadah, kegiatan ini juga menjadi wahana silaturahim dan syiar Ahlussunnah wal Jama’ah pengurus GP Ansor setempat di desa-desa.

Tarling dilaksanakan dari tanggal 5 Ramadhan sampai dengan 21 Ramadhan. Pada hari ke-9 Ramadhan, Tarling bertempat di Masjid Nurul Hidayah Desa Lengkong, Wanasari, Brebes.

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Bayu Rohmawan, Ketua PAC GP Ansor Wanasari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadhan. Pihaknya menyiapkan para dai yang mengisi kultum (kuliah Tujuh menit) dalam rangkaian shalat tarawih berjamaah ini.

Para dai tersebut, tambahnya, sudah melewati Kursus Dai Muda Aswaja yang digelar GP Ansor Wanasari sebelum bulan puasa tiba. Mereka didorong untuk punya misi dakwah Islam yang toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), moderat (moderat), tegak lurus (i’tidal) dan amar maruf nahi munkar sesuai dengan prinsip Nahdlatul Ulama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami berharap misi dakwah GP Ansor bisa dipahami oleh masyarakat serta menambah ukhuwah anggota GP Ansor dengan masyarakat,” terang Bayu.

Kegiatan ini diikuti seluruh pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Wanasari dan untuk tahun 2016 ini dilaksanakan di 9 Desa di Kecamatan wanasari antara lain Desa Glonggong, Wanasari, Lengkong, Kupu,Dumeling,Siasem, Klampok, Siwungkuk dan Desa Sawojajar. (Red: Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

Makkah, Rohis Tegal - Rohani Islam - Sekitar 150 ribu jemaah haji Indonesia serta jutaan jemah negara lain telah selesai menyelesaikan prosesi puncak haji, wukuf di Arafah. Seteleh menginap (mabit) di Muzdalifah, Senin (12/9), jemaah haji sudah berada di Mina untuk mabit di sana sampai dengan 14 September bagi yang mengambil nafar awal dan 15 September untuk yang nafar tsani.

Sampai dengan sehari pasca Arafah, tercatat total 100 jemaah haji Indonesia yang wafat di Saudi. Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, hari ini pukul 07.00 waktu Arab Saudi mencatat, delapan orang di antaranya, meninggal di Arafah pada 8 9 Dzulhijjah kemarin.

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Meninggal

"Kalau yang meninggal di Arafah ada delapan orang, tapi yang wafat pada hari Arafah (9 dzulhijjah) hanya lima, yang tiga wafat di pemondokan Arafah pada 8 Dzulhijjah," demikian penjelasan Penghubung Kesehatan dr. Ramon Andreas di Daker Makkah sebagaimana dilansir di laman Kemenag.go.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedepalan jemaah yang wafat di Arafah: Sanipah binti Kawi Soleh (76), Sarah binti Marjuki Sere (84), Sukro bin Gimin Sali (71), Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69), Djumirah binti Karto Temon (82), Dimanto bin Sono Dikromo (72), Mani binti Mamak Isma (49), dan Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71).

Ditanya apakah ada penurunan jumlah jemaah wafat di Arafah, Ramon belum bisa memberikan kepastian. Hanya saja, Ramon menilai kalau jemaah haji cukup disiplin untuk tetap berada di tenda saat menjalani proses wukuf. Hal ini antara lain ditandai dengan menurunnya layanan antarjemaah haji yang tersesat jalan untuk kembali ke tenda maktabnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kalau melihat kemarin, kelihatannya jemaah kita lebih disiplin. Di tenda penerangan tidak banyak orang kesasar. Selain itu, keberadaan petugas sektor adhoc cukup efektif menjaga jemaah agar tetap berada di tendanya," ujar Ramon.

Menurut Ramon, keberadaan water fan juga cukup membantu memberi kelembaban dan mendinginkan suhu ditenda. Per hari ini, suhu udara mencapai 42 derajat celcius, sementara riil feelnya mencapai 52 derajat. Adapun kelembaban hanya 22%, ujar Ramon.

Berikut ini daftar lengkap 100 jemaah yang wafat:

1. Senen bin Dono Medjo (79). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 007.

2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 002.

3. Martina binti Sabri Hasan (47). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 004.

5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Embarkasi Solo (SOC) Kloter 018.

6. Sarjono Bin Muhammad (60). Laki-laki. Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) Kloter 003.

8. Nazar Bakhtiar bin Batiar (82). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

9. Juani bin Mubin Ben (61). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 006.

10. Asma binti Mian (78). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

11. Tasniah binti Durakim Datem (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 003.

12. Jamaludin bin Badri Kar (58). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

13. Abdullah bin Umar Gamyah (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 001.

14. Rubiyah binti Mukiyat Muntari (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 020.

15. Muhammad Tahir bin Abdul Razak (68). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 011.

16. Siti Maryam binti Ismail (60). Embarkasi Solo (SOC) Kloter 001.

17. Misnawar bin Kasimo Kamujo (76). Embakarsi Surabaya (SUB) Kloter 015

18. Din Azhari Nurina bin Sadid (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 005.

19. Noorsi Fatimah binti M Saleh Mardiwiyono (60). Embarkasi Balikpapan (BPN) Kloter 009.

20. Muhammad Nasir bin Abdul Hamid (64). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 010.

21. Manih binti Siyan Muhammad (71). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Kloter 006.

22. Joko Pramono bin H Ali Pramono (41). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 26.

23. Wahono Wilik bin Walijo Kartodimejo (65). Embarkasi Batam (BTH) kloter 002.

24. Udju Sumiati binti Marhati (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) Kloter 038.

25. Siti Fatonah Binti Supangat Kasmungin (68). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 028.

26. Imam Rifai bin Ngali (60). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

27. Suhaimi bin kadir Abdillah (62). Embarkasi Medan (MES) Kloter 005.

28. Siti Maskanah binti Djumri (66). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) Kloter 013.

29. Zainabon binti Umar Muhammad (71). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 008.

30. Awaludin bin Abu Sahar Tanjung (58). Embarkasi Medan (MES) Kloter 011.

31. Kadiran bin Molyadi Sokaryo (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 022.

32. Yudha Arifin bin Kasah (55). Jemaah haji khusus.

33. Abdul Hamid bin Lapewa Palewa (53). Jemaah haji khusus.

34. Roman bin H. Maeji Suhaedi (58). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 020.

35. Mochamad Subarjah bin Sumawinata R (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 048.

36. Taggi bin Haseng Maggu (57). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 048

37. Saifuddin bin Buchori Abdullah (64). Embarkasi Solo (SOC) kloter 003.

38. Semi Parsinah binti Wamu Adam (65). Embarkasi Aceh (BTJ) loter 002.

39. Siti Maryam binti Haram (79). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 020.

40. Aceng bin Nuroddin Hasyim (58). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 018.

41. Adisman Rasidin Salin bin St. Salam (63). Jemaah haji khusus.

42. Warniti binti Samadi Rimin (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 051.

43. Sukardi As Haryanto bin Abu Bakar (78). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 009.

44. Rukiyah bt Muhammad Arif Pane (62). Embarkasi Medan (MES) kloter 011.

45. Sumin Adinoto bn Suto Karso (73). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 028.

46. Zahadi bin Muhayadin Asir (58). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 007.

47. Imo binti Ahmad Umar (73). Embarkasi Lombok (LOP) kloter 006.

48. Carwit binti Karjani Sarip (51). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 037.

49. Mukijan bin Sodimejoh Muhammad (62). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 032.

50. Siti Sarah binti Abdul Kapi (53). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 014.

51. Abdul Sani bin H Hayani (59). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 026.

52. Emuh Sutrisna Atmadja bin Wardi (79). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 008.

53. Ali bin Lapantje Lakoro (77). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 011.

54. Cholik bin Aguscik Usman (65). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 005, B3343307.

55. Marfuah Amina Toyib binti Mustofa (76). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

56. Nipi binti Mad Ambri Mungkar (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

57. Hawang binti Bungku Ilham (59). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 007.

58. Boniatun binti Dulkahir Kartak (60). Embarkasi Batam (BTH) kloter 17.

59. Hariri bin Mustafa M. Soleh (73). Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG) kloter 37.

60. Dain Nariya bin Satimin (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 29.

61. Rosid bin Kamadi Rani (63). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 061.

62. Muhammad Arifin bin Ambo Angka (58). Jemaah haji khusus

63. Zuri Mukanan bin Muhrin Kasrih (66). Jemaah haji khusus

64. Wawan Barnawi K bin Casmita (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 036.

65. Sikan bin Bait Sabut (59). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 005.

66. Nana Supena bin Uba R (64). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 010.

67. Budiyanto bin Lihan Suliman (57). Embarkasi kloter Surabaya (SUB) kloter 026.

68. Suhaimi bin Jamain Abdul Gafur (62). Embarkasi Padang (PDG) kloter 009.

69. Agus Slamet Riyadi bin Cokrowasito (62). Jemaah haji khusus.

70. Munawwaroh binti Muslih Simin (66). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 020.

71. Darmuya bin Jabar Bila (79). Embarkasi Padang kloter 011.

72. Sofyan Soleh Jamhari binti H.M Sohe (74). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 007.

73. Sumi binti Sahrul Towasi (80). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 003.

74. Nur Wachid bin Abdul Majid Samsul (68). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 025.

75. Sahriye binti Sulaiman Kaima (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

76. Sulkan bin Satiman Lasijah (57). Embarkasi Solo (SOC) kloter 063.

77. Sariyana Ganing P binti Laganing (73). Jemaah haji khusus.

78. Djunaide bin Masse Bandu (71). Jemaah haji khusus.

79. Sawi bin Saidin Armidin (73). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

80. Jamhari bin Arip Ardiah (83). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 021.

81. Endah Wirdah binti Sukemi Harja. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 038.

82. Mariyah Komar binti Umar Martawidjaja. Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 031.

83. Aen Harmaen bin Suhandi Suhatma (66). Jemaah haji khusus.

84. Ripah binti Ardja Semita (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 056.

85. Sumitro bin Chambali Moh. Sidik (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 036.

86. Nur Pudjimas Saleh bin Muhammad Nur (70). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 027.

87. Rasta Wangsa Mihardja bin P Sayan (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 053.

88. Namin bin Artamin Senang (79). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 013.

89. Badrijanto bin Darmodipuro Kartowijoto (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 008.

90. Sanipah binti Kawi Soleh (76). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 030.

91. Sarah binti Marjuki Sere (84). Embarkasi Jakarta Pondok (JKG) kloter 033.

92. Sukro bin Gimin Sali (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 039.

93. Sangkut bin Yasin Saguk (60). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 023.

94. Sutadji bin Taredjo Sabar (85). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 034.

95. Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 028.

96. Djumirah binti Karto Temon (82). Embarkasi Solo (SOC) kloter 024.

97. Dimanto bin Sono Dikromo (72). Embarkasi Medan (MES) kloter 017.

98. Mani binti Mamak Isma (49). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 016.

99. Jukih binti Tiyul Kemat (72) Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 029.

100. Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71). Embarkasi Surabay (SUB) kloter 057. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 27 Desember 2017

Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Saat ini mahasiswa perlu konsentrasi memikirkan kelemahan mendasar dari umat Islam yang kurang memiliki pemahaman tentang hakikat hidup berbangsa dan bernegara melalui pandangan kewargaan.

Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam

Demikian dikatakan Dr. Asep Salahudin, peneliti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakspesdam) Jawa Barat di hadapan puluhan mahasiswa Jurusan Syariah Universitas Islam Negeri Bandung (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dalam diskusi "Apa itu Civic-Islam" di kampus setempat, Jumat (27/2) lalu.

Dalam pandangan studi kewargaan ala civic-Islam, umat Islam selalu gagal dalam urusan kenegaraan karena lebih mengedepankan simbol-simbol keagamaan dan lupa akan substansi perjuangan hakiki Islam, yakni memperjuangkan umat, terutama kelompok masyarakat lapisan bawah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ketika sudah berbicara ‘Indonesia’ maka segenap ihwal pra politik etnik, agama, dan seterusnya harus ditanggalkan dan lebih berpikir pada substansi perjuangan. Menanggalkan identitas, misalnya identitas Islam itu bukan berarti meninggalkan Islam, tetapi supaya lebih berfokus pada upaya perwujudan Islam yang sejati dalam arena politik yang dijalankan," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan memandang realitas gagalnya Islam-Politik dan kemandulan demokrasi saat ini, Salahudin berharap mahasiswa-mahasiswa bersikap kritis terhadap realitas politik Indonesia saat ini. Menurutnya, kebangsaan Indonesia, meliputi tanah air, bangsa dan bahasa, bukan bertaut dengan sentimentalisme agama, etnik dan sentimen sempit lainnya.

"Tanpa harus melakukan formalisasi agama, puritanisasi etnisitas, justru kita akan masuk dalam jantung penghayatan keagamaan yang subtil. Sejarah sumpah pemuda misalnya, memakai agama sebagai ‘daya keyakinan’, bukan sebagai identitas untuk melakukan perlawanan terhadap kaum penindas/kolonial,” tuturnya.

Surat Al-Maun, lanjutnya, di tangan KH Ahmad Dahlan menjadi teks yang menyadarkan pentingnya trasformasi ekonomi, tradisi di tangah KH Hasyim Asyari benar-benar bisa dipadupadankan dengan kekuatan kultur lokal dan pada saat yang sama tidak menghilangkan sikap kritis kepada Hindia-Belanda.

Berpihak pada semangat kebangsaan tersebut, Salahudin menilai, saat ini mahasiswa muslim yang berada di pergerakan seperti HMI, PMII, KAMMI, KMNU dan lain sebagainya perlu memiliki paradigma yang konkret dan realistis terkait realitas Indonesia saat ini dengan beberapa hal penting.

"Pertama, mahasiswa harus punya hubungan sinergis dengan warga sebagai basis perjuangan. Kedua, menumbuhkan spirit? intelektualisme dan keberagamaan dengan kesadaran permasalahan territorial tetapi berpijak pada keindonesiaan dan keislaman yang universal,” paparnya.

Sementara ketiga, tambahnya, melihat multikulturalisme kewargaan sebagai realitas harian yang harus disikapi secara lapang, kritis terhadap problem-problem kehidupan dari arus liberalisme, neo-liberalisme, konservatisme, dan radikalisme agama untuk dicarikan jawabannya; dan keempat, kritis menyikapi politik khilafah, Wahabisme dan yang sehaluan dengan itu karena memang tidak mencerminkan sikap politik Islam sejati dan a-historis, bahkan sekadar menampakkan kebuntuan akal sehat.

“Dan kelima, mahasiswa juga harus kritis pada soal ruang publik agar warga Indonesia tetap memiliki semangat hidup yang sehat dengan agena partisipasi dan deliberasi," jelasnya. (Yusuf Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 20 Desember 2017

Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi meminta pemerintahan Jokowi- JK tidak perlu takut dengan tekanan negara lain untuk melaksanakan hukuman mati bagi pengedar Narkoba. PBNU mendukung langkah pemerintah untuk tetap melaksanakan sanksi paling berat itu.

Hal ini disampaikannya menanggapi banyaknya tekanan negara lain yang menolak hukuman mati bagi warganya yang terjerat kasus pereadaran narkoba di Indonesia.

Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain

"Tidak usah terpengaruh dengan tekanan dari luar negeri. Karena luar negeri sendiri juga melakukan hukuman mati itu, cuma belum tentu kita tahu," ujarnya menjawab wartawan, usai menjadi narasumber Sarasehan Kepahlawanan KH Wahab Hasbullah yang digelar Unwaha di Pemkab Jombang, Sabtu (21/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ini melihat adanya kemungkinan orang-orang yang meminta pembatalan hukuman mati adalah mereka yang terkait dengan jaringan pengedaran narkoba nasional.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Jadi kita kembali berpedoman kepada hukum kita sendiri. Australia saja melakukan hukuman mati itu, pada satu sektor," ujarnya seraya selaku watimpres sudah menyampaikan hal itu kepada Presiden.

Diakatakannya, PBNU secara organisasi mendukung langkah pemerintah Jokowi-JK yang menolak grasi dan tetap melaksanakan hukuman mati bagi pengedar narkoba. Alasannya, pembunuhan dengan narkoba jauh lebih kejam dibandingkan dengan pembunuhan teroris.

"Kalau teroris seperti di Bali, mungkin hanya 200 orang korbannya, dan saat pelaksanaan hukuman mati dan itu Australia tidak rebut. Namun, narkoba ribuan orang mati karena ini," ujarnya.

Terkait pelanggaran HAM, Hasyim mengatakan bahwa HAM di Indonesia berbeda dengan pemahaman HAM negara lain. Dan pihaknya melalui forum ICIS (International Conference of Islamic Scholars) terus mengampanyekan HAM yang dianut di Indonesia.

"Misalnya saja hukuman mati itu ditiadakan adalah kepentingan bagi mereka yang dihukum, akan tetapi kepentingan bagi ribuan orang yang mati akibat narkoba masak tidak dihitung. Pembunuhan Narkoba jauh lebih hebat dari teroris," pungkas mantan ketua umum PBNU ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Jadwal Kajian, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah

Ketika Almarhum Kiai Masduqie Machfudh masih kuliah di Jogja, ada salah satu dosennya yang anti terhadap ziarah kubur. Dosen tersebut menyatakan secara terang-terangan bahwa hukum ziarah kubur adalah haram.

Suatu saat Kiai Masduqie Machfudh mendapatkan kesempatan untuk berdialog dengan dosen itu seputar hukum ziarah yang hingga kini masih diperdebatkan itu.

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah

“Kalau ada ‘amr jatuh setelah nahyi itu hukumnya apa, Pak?” Abah membuka dialog dengan pertanyaan. Dalam kaidah usuhul fiqih, redaksi perintah (‘amr) yang datang setelah adanya larangan (nahy) membuat status hukum suatu perbuatan menjadi boleh.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sang dosen mengerti tentang kaidah ini dan menjawab, “Mubah.”

“Kalau amr-nya ada qarinah-nya bagaimana, Pak?” Qarinah merupakan keterangan nash yang memperjelas status hukum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ya, sunnah.”

“Pak, mengharamkan suatu hal yang sunah itu hukumnya bagaimana?”

“Ya kufur, dong.”

“Sekarang saya tanya, bagaimana hukumnya ziarah kubur, Pak?”

“Haram.”

Kiai Masduqie lantas menunjukkan bahwa sang dosen sedang mengharamkan perbuatan yang berstatus sunnah. Dengan logika itu, dosen ini secara otomatis masuk dalam kategori orang yang kufur.

Mendengar kata-kata tersebut, sang dosen bertanya keheranan, “Lho, kok gitu?”

Kiai Masduqie lalu menyodorkan hadits shahih yang menunjukan bahwa ziarah kubur itu adalah sunnah, alias mendapat pahala bagi yang mengamalkannya. Dalam hadits tersebut termuat amr yang jatuh setelah nahyi dan amr tersebut juga disertai qarinah yang memberi kesan bahwa perbuatan bersifat positif.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku (Nabi SAW) dulu melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena yang demikian itu mengingatkan akan kehidupan akhirat.”

Ternyata sang dosen tidak mengetahui keberadaan hadits ini. Sehingga ketika Kiai Masduqie menyodorkan hadits tersebut, sang dosen hanya diam.

Tak semua perbedaan pendapat disebabkan perilaku “asal beda”, atau karena hasrat ingin memusuhi. Seringkali perbedaan dipicu oleh ketakseragaman cara persepsi atau lantaran tidak tahu. Di sinilah pentingnya kemauan untuk terus belajar, berdialog dan tabayun (klarifikasi), sehingga perbedaan yang merupakan rahmat menjadi kian indah karena disikapi secara dewasa tanpa saling membenci.

Indirijal Lutofa, Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono Malang asuhan Almarhum Kiai Masduqie Machfudh;? mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Malang



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Halaqoh, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 13 Desember 2017

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?



Kementerian Pemuda dan Olahrga (Kemenpora) bersama Association of South East Asian Nation (ASEAN) menggelar ASEAN Ministerial Meeting on Youth (AMMY) pada Senin hingga Jumat (17-21/7/2017) di Hotel Sultan, Jakarta.

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemuda perwakilan dari berbagai negara di Asia Tenggara. Tak terkecuali dari Indonesia yang sebagian diwakili oleh kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama. Salah satunya Novi Setia Nurviat.

Wakil Sekretaris Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) Kota Bandung menerima penghargaan Bussiness Motivator Rating 1 Google Search langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kamis (20/7/2017) malam.

Bagi pendiri Yayasan Daarul Adzkar Nusantara itu, penghargaan tersebut sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya mengingat ia hanya fokus pada apa yang sedang ia jalani.

“Tidak pernah terfikirkan sebelumnya untuk masuk dalam nonminasi ajang penghargaan karena selama ini saya lebih fokus dengan apa yang saya kerjakan agar memberi dalampak manfaat bagi orang lain,” ujar pendiri Yayasan Rumah Bintang Nusantara itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tentunya, pemuda yang dalam satu kesempatan pada agenda tersebut menyampaikan kewirausahaan di Indonesia itu, merasa bersyukur dan sangat bahagia.

“Alhamdulillah sebuah kebahagiaan bagi saya malam ini bisa memberikan kebanggaan untuk Indonesia sebagai penerima ASEAN Youth Award 2017,” kata pemilik PT. Inovindo Digital Media itu.

Selain itu, para kader NU dari berbagai organisasi badan otonom itu juga memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan puluhan pemuda dari ASEAN. Mereka menampilkan tarian Gemu Famire yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tarian ini gerakannya mudah dan musiknya asyik sehingga di tengah tarian, kami ajak seluruh delegasi untuk menari bersama,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Pusat Muhammad Ammar.

Dalam kegiatan tersebut, para pemuda dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang penanganan Narkoba, terorisme dan radikalisme, serta isu-isu hangat lainnya yang sedang berkembang di wilayah Asean, khususnya pada usia remaja dan pemuda.

Selain Novi dan Ammar, kegiatan bertema Proliferating Youth Enterpreunership in Asean Community juga diikuti oleh Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) Septi Rahmawati, Pengurus PB Kopri PMII Nurmanengsi, Ketua Departemen Bidang Sosial dan Politik PP IPNU Biky Uthbek Mubarok, dan Wakil Ketua PW IPNU DKI Jakarta Nasrul Ma’arif. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

NU Setuju 1 Juni Ditetapkan Hari Lahir Pancasila

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua PWNU Jawa Timur KH M Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam sejarah kebangsaan Indonesia. Pada saat mengusir penjajah, merebut dan memperjuangkan kemerdekaan, organisasi yang didirikan para kiai tersebut ikut andil. Juga dalam perumusan dasar Negara.

NU Setuju 1 Juni Ditetapkan Hari Lahir Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Setuju 1 Juni Ditetapkan Hari Lahir Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Setuju 1 Juni Ditetapkan Hari Lahir Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, menurut dia, harus punya tanggal lahir. "Sebagai dasar negara sampai saat ini Pancasila tidak memiliki ketetapan hari lahir, masak kalah sama yayasan yang punya hari lahir," jelas Kiai Mutawakkil saat ditemui di Mercure Grand Mirana Hotel Surabaya (1/3).

Karena itulah, kata dia, PWNU Jawa Timur mengadakan seminar nasional tentang hari lahir Pancasila. "Satu Juni dimana saat Bung Karno berpidato tentang dasar negara itulah hari kelahiran pancasila," kata Kiai Mutawakkil.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Saat ditemui di tempat berbeda, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan setuju 1 Juni sebagai hari Pancasila. Pencetus dan pengusul hari lahir Pancasila di tanggal itu di antaranya tokoh NU, KH Masjkur. "PBNU Setuju kalau hari lahir Pancasila 1 Juni," pungkas Kiai Said sembari meninggalkan ruangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam seminar ini, hadir beberapa narasumber diantaranya Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristyanto, Gubenur Jatim H Soekarwo dan pengamat sosial politik Eep Saifullah Fatah.

Lebih lanjut Kiai Mutawakkil mengatakan, hubungan Pancasila dengan Islam itu sudah final bagi NU. "Saat merumuskan Pancasila kader NU berada di dalamnya. Pada tahun 1983 NU juga mengadakan bahtsul masail di Pesantren Zainul Hasan Genggong dan memutuskan menerima Pancasila sebagai dasar negara dan dideklarasikan pada saat Muktamar NU ke 27 di Situbondo," ungkap Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.

Ia berharap, dengan seminar ini bisa memberi pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini. (Rof maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Meme Islam, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 02 Desember 2017

Ber-Islam dengan Praktis di Negara Non-Muslim

Mudah dan memudahkan. Begitu kesan saya setelah membaca buku ini. Buku ini membahas persoalan keagamaan kontemporer, terutama masalah waqi’iyyah bagi mereka yang tinggal di luar negeri. Memang, sebagaimana diutarakan penulis, buku ini sebagian besar berisi refleksi dialog keagamaan yang dialami penulis selama tinggal di luar negeri, terutama di Brisbane, Australia. Didominasi warna orange dan dikemas dengan gaya nge-pop, buku ini menghadirkan pandangan  yang segar, menarik dan disajikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Buku ini terdiri dari tiga bagian dan belasan bab ini, mendiskusikan masalah fiqih, tafsir dan inspirasi dari para Nabi sampai soal wacana Islam di Australia. 

Sebagai seorang Muslim yang tinggal di luar negeri dan berinteraksi dengan banyak perbedaan agama dan budaya dari berbagai belahan dunia, penulis membahas secara jelas problematika yang dihadapi oleh orang Muslim khususnya dalam beradaptasi dan menyikapi hal-hal yang sering menghadirkan keraguan, terutama yang berkaitan dengan masalah hukum agama. Sebagai contoh adalah persoalan makanan halal. Muslim di luar negeri seringkali dihadapkan pada soal bagaimana misalnya membeli daging tidak dari halal butcher. Persoalan semacam ini acapkali memicu polemik dan memantik perdebatan sengit di antara sesama Muslim. Sebagian serta merta mengharamkan karena bukan sembelihan Muslim, sebagian lagi menghalalkan, sementara sisanya tidak mau ambil pusing dan memilih yang praktis sesuai kebutuhan.

Ber-Islam dengan Praktis di Negara Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ber-Islam dengan Praktis di Negara Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ber-Islam dengan Praktis di Negara Non-Muslim

Menanggapi hal ini, penulis berpendapat bahwa pada dasarnya sembelihan ahlulkitab menurut Al-Qur’an itu halal dan tentu saja boleh dikonsumsi oleh Muslim (h. 5). Ini merujuk pada QS Al-Maidah [5]:5:“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberikan al-Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka”. Lalu, kalau bukan ahlulkitab, bagaimana hukumnya? Sementara di luar negeri, seperti di Australia, cukup sulit mengatahui keberagamaan atau ketidakberagamaan seseorang karena ini tidak menjadi urusan adminitrasi negara sebagaimana di Indonesia yang harus ditulis tegas di KTP. Soal ahlulkitab pun kerap dipersoalkan, misalnya apakah Kristen hari ini masuk kategori ahlulkitab, belum soal agama yang lain seperti Hindu, Budha, Sikh dan lain-lain. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Perihal ini, penulis merujuk pada kitab Shahih Bukhari “Sesungguhnya ada suatu kaum yang datang kepada kami dengan membawa daging, kami tidak tahu apakah disembelih atas nama Allah atau tidak. Maka Nabi SAW menjawab: “Bacalah bismillah atas sembelihan itu olehmu dan makanlah. Hadis senada diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi tentang keju yang diambil dari perkampungan orang Majusi dan kemudian dimakan oleh Nabi SAW. Tindakan Nabi ini “diinterupsi” oleh sahabat yang mengatakan bahwa keju itu bukan berasal dari binatang yang disembelih menurut Islam. Nabipun menjawab: bacalah bismillah dan makanlah. Merenungkan dua hadis ini tentu akan membantu membuka cakrawala berpikir kaum muslim yang sering dihadapkan pada soal kebolehan membeli daging dari toko yang tidak berlabel halal. Menambah penjelasan soal ini, penulis merujuk pada kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd yang menyebut bahwa terdapat tiga pendapat soal wajib atau tidaknya membaca basmalah saat menyembelih: wajib mutlak, wajib, dan sunnah. Masing-masing diberi argumen yang mendasari hukum itu. 

Soal lain tentang makanan adalah kode E471. Pertanyaan ini termasuk sering ditanyakan banyak orang yang sedang berada di luar negeri. Buku ini memberi jawaban yang memuaskan. E adalah singkatan dari European Union dan 3 angka di depannya adalah kode nomer jenis bahan dimana kode 471 merujuk pada emulsifier: bahan pengemulsi yang fungsinya sebagai aditif pada makanan dan memudahkan proses percampuran bahan minyak dan air. Banyak yang menganggap bahwa bahan yang dipakai untuk emulsifier ini tidak halal karena berasal dari hewan. Padahal, secara keilmuan, bahan yang dipakai tidak selalu dari hewan, bisa juga dari tumbuhan yang jelas kehalalannya. Nah, bagaimana statusnya kalau dari hewan? Selain babi, pembahasannya kembali kepada penjelasan di muka. Bagaimana kalau berasal dari babi, binatang yang jelas diharamkan dalam Al-Qur’an?  

Membahas hal ini, penulis merujuk pada konsep istihalah dalam fiqih. Istihalah adalah perubahan hukum satu hal ke hal lain. Sebagaimana disebut dalam Radd Al-Mukhtar ala Al-Durr Al-Mukhtar apabila babi tenggelam di laut lalu tubuhnya hancur, kemudian berubah menjadi garam, maka garam tersebut halal. Jika najis sudah menjadi abu, tidak dikatakan najis lagi. Garam yang sudah berubah tadi tidak dikatakan najis lagi, walaupun sebelumnya berasal dari keledai, babi atau selainnya yang najis. Begitu pula dianggap suci jika najis jatuh ke sumur dan berubah menjadi tanah. Sedangkan Imam Nawawi dalam Syarh Al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa istihalah berlaku ketika proses perubahan yang terjadi melalui proses alami, tanpa melibatkan unsur manusia dan kimiawi. Tapi bila perubahan zat itu karena unsur rekayasa kimiawi dan tekhnologi pangan maka teori istihalah tidak berlaku. Contohnya, kalau perubahan khamar ke cuka melalui proses alami, Mazhab Hanafi dan Syafi’i sepakat istihalah bisa diterapkan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan dan komunikatif. Juga diselingi dengan canda dan humor di antara bahasan serius. Selain persoalan di atas, masih banyak hal lain yang dibahas dalam buku ini seperti etika menyantap makanan/minuman yang mengandung alkohol, perihal berwudlu di wastafel, hukum shalat Jum’at di saat ada kewajiban yang harus dilakukan di saat yang sama dan sebagainya. Bagi kalangan Muslim konservatif, buku ini sangat menghentak kesadaran karena pandangan yang ditawarkan sangatlah progresif. Namun demikian, bagi mereka yang open-minded, buku ini akan menjadi panduan praktis bagi para muslim yang sedang atau akan tinggal di negeri-negeri di mana Muslim adalah kelompok minoritas. 

Namun demikian, ada beberapa catatan yang bisa disempurnakan. Pertama, soal time frame, kurun waktu penulisan cerita. Memang, buku ini bercerita tentang perjalanan, pergaulan dan diskusi antara penulis dengan kolega, terutama di Brisbane, namun kapan waktunya tidak disebutkan dengan jelas. Lebih lanjut, dialog yang terjadi dalam buku ini terjadi dalam sekuel waktu yang berbeda dan bertaburan. Penyebutan time frame ini penting karena bisa menjadi refleksi kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Misalnya pada halaman 194-195, yang menceritakan komunikasi Ujang dengan kawan bule-nya tentang Islam. Bule ini tadinya agak sinis terhadap Islam, namun kemudian menjadi penasaran dan simpatik. Pada konteks inilah isu time frame menjadi penting. Bisa jadi, kesan semacam ini tidak akan kita temukan atau malah akan berbalik ketika terjadi pada akhir-akhir ini di mana fenomena Islam ISIS menjadi horror bagi dunia Barat. Di Australia sendiri, hal ini menjadi PR besar bagi pemerintah karena banyak warga Australia yang ikut berbagung dengan ISIS. Time frame yang jelas bisa membantu kita untuk mengatahui perubahan atau ke-konsisten-an sebuah pandangan dari masa ke masa terkait dengan sebuah peristiwa.  



Kedua, soal citation. Buku ini memang sudah memberikan banyak rujukan yang diambil dari kitab-kitab ulama klasik dengan nama kitab dan ragam pendapat ulama dengan jelas. Hanya saja, ini bisa disempurnakan lagi, sebagaimana tradisi pengutipan, dengan memberikan informasi penerbit, tahun terbit dan halaman dimana rujukan itu dikutip. Ini penting karena kitab yang beredar di Indonesia bisa jadi diterbitkan oleh penerbit yang berbeda, dan terkadang halamannya juga tidak sama. Belum lagi soal salah cetak yang kerap ditemukan juga. Signifikansi lain dari kelengkapan kutipan adalah agar bagi mereka yang ingin membaca langsung kitab yang dimaksud dapat segera membacanya tanpa harus membolak-balik halaman, apalagi kalau kitabnya cukup tebal sepeti Syarh Al-Muhadzdzab. Meski tidak mengurangi manfaat kehadiran buku ini bagi khalayak, bagi saya, dua hal ini penting untuk menambah kesempurnaan buku ini, sehingga tidak hanya enak dan ringan dibaca, tapi juga menambah bobot “serius dan ilmiah”. Akhirnya, selamat membaca. 

Data buku

Judul Buku: Dari Hukum Makanan Tanpa label Halal Hingga Memilih Mazhab Yang Cocok

Pengarang :  Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D

Penerbit :  Mizania

Tahun Terbit: Juni 2015

Jumlah Hal : 227 halaman

Peresensi : Husnul Atiyah, penikmat buku, tinggal di Melbourne, Australia

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Peringatan Maulid Merujuk pada Perintah Al-Quran

Grobogan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Peringatan maulid Rasulullah SAW merupakan perintah Allah dalam surat Yunus ayat 58. Dengan lafal faraha, ayat itu menganjurkan umat Islam untuk menyatakan kebahagiaan dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Demikian disampaikan cucu Kiai Maemun Zubair, Gus Rojih Ubab dalam peringatan haul Kiai Ahmad Midkhol dan haflah khotmil Qur’an pesantren Al-Faqih desa Selo kecamatan Tawangharjo kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (10/2) malam.

Peringatan Maulid Merujuk pada Perintah Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Maulid Merujuk pada Perintah Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Maulid Merujuk pada Perintah Al-Quran

Setiap kata dalam Al-Qur’an memiliki praktik berbeda kendati makna lafalnya sama. “Lafal faraha berarti gembira, surur juga bermakna gembira. Namun praktiknya berbeda. Faraha itu gembira yang diperlihatkan, sedangkan surur menyikapi kegembiraan tanpa diperlihatkan,” jelas Gus Rojih Ubab.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Diutusnya Nabi Muhammad SAW, lanjut Gus Rojih, kita diperintahkan untuk bergembira. Itulah mengapa orang NU memperlihatkan kegembiraannya dengan membaca Al-Barzanji dan berkumpul bareng di majelis, “Dan tidak membaca sendiri-sendiri di kamar,” tuturnya. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Kiai, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 27 November 2017

Kasus Ahok, Proses Pendewasaan Politik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini mengapresiasi pihak Kepolisian RI yang telah bekerja dengan baik terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Proses hukum terus berlangsung hingga sampai saat ini sudah pada tahap ditetapkannya Ahok sebagai tersangka.

“Pertama saya menghormati dan mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Kepolisian,” katanya di depan sejumlah wartawan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (16/11) sore.

Kasus Ahok, Proses Pendewasaan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus Ahok, Proses Pendewasaan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasus Ahok, Proses Pendewasaan Politik

Ia menilai langkah-langkah Kepolisian tersebut sebagai bukti bahwa Presiden tidak melakukan intervensi, namun justru sebagai bagian dari cara Presiden dalam mengelola situasi saat ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Helmy berharap agar semua pihak dapat menenangkan diri, dan tidak begitu saja ikut dalam satu tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

“Saat ini banyak berkembang perang di media sosial. Informasi yang masuk harus dicerna dulu, jangan langsung di-share. Karena kalau langsung di-share sebenarnya kita bisa menimbulkan fitnah terhadap pihak lain,” terangnya sesaat setelah pembukaan Rapat Kerja Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini, Ahok telah menghadapi persoalannya secara kesatria dengan menghargai dan mengikuti proses persidangan. “Ini bagian dari proses pendewasaan politik kita ke depan,” tegas Helmy.

Saat menerima kunjungan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, Rabu (16/11) petang, Helmy juga menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk menyerahkan persoalan ini kepada pihak penegak hukum sebagai konsekuensi dari hidup di negara hukum. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 25 November 2017

Berbahayakah Jika Herpes Terjadi pada Mata?

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Dokter spesialis mata Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr Yulianti Kuswandari menyebutkan, ada dua jenis penyakit herpes yang perlu diwaspadai, pertama herpes zoster. Herpes zoster merupakan virus yang tumbuh di dalam saraf dan bisa menyebar ke kulit, menyebabkan shingle (herpes zoster). Keadaan ini sebetulnya bukan merupakan ancaman bagi mata. 

Tetapi jika saraf oftalmikus (cabang dari saraf trigeminalis terinfeksi, maka infeksi akan lebih mudah menyebar ke mata, dapat mengenai segala lapisan usia, dari anak-anak sampai manula, menyerang area kulit dan mengenai selaput lendir, namun tidak berhubungan sama sekali dengan kelamin, serangannya bersifat segmented. Jadi bila area  kulit wajah yanga terinfeksi, maka hanya area itu saja yang terserang. Karena mengenai satu jalur saraf saja.

Berbahayakah Jika Herpes Terjadi pada Mata? (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbahayakah Jika Herpes Terjadi pada Mata? (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbahayakah Jika Herpes Terjadi pada Mata?

 

"Gejala yang muncul biasanya badan terasa meriang, pening, dan nafsu makan menurun, nyeri dan perih. Masa inkubasi 7 sampai 12 hari. Setelah beberapa hari, akan muncul  bintik-bintik kecil berisi air. Bintik ini akan berubah warnanya setelah beberapa hari. Bahkan dalam kasus yang berat, bintik-bintik ini akan bernanah," kata dr Yulianti, Senin (18/1).

Rohis Tegal - Rohani Islam

 

Kedua herpes simplex. Menurut Yuli, ada dua tipe herpes simplex. Herpes simplex tipe satu, disebabkan oleh virus HSV-1 (bibir atau batas antara kulit dengan selaput lendir)  dan Herpes Simplex tipe dua, disebabkan oleh virus HSV-2 (daerah kelamin). Tipe pertama juga bisa menyerang anak-anak. Untuk mendeteksi jenis virus yang masuk ke dalam tubuh, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium.

 

"Herpes sangat bisa disembuhkan, sudah ada pengobatan medis yang memadai, tetapi  waktunya relatif agak lama. Penyembuhan yang lama juga menyisakan cacat pada kulit dan tidak sedap dipandang. Bayangkan jika serangan herpes terjadi pada wajah, sungguh hal yang tidak kita inginkan," tanya dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU Sidoarjo itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

 

Yuli menjelaskan, secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi melalui perilaku sex. Sehingga penyakit Herpes genetalis ini kadang diderita dibagian mulut akibat oral sex.

 

"Seseorang yang pernah terkena virus Vaeicella akan terjadi dua kemungkinan . Kalau baru pertama kali akan muncul cacar air tetapi apabila sudah pernah terjadi cacar air bila kondisi tubuh meurun akan muncul herpes Zooster," jelasnya.

 

Herpes zoster sebenarnya dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Walau begitu, lanjut Yuli, ternyata vaksinasi yang diberikan tidak dapat menjamin seseorang bebas dari virus ini. Semakin tua umur seseorang, dimana semakin menurun pula fungsi organ dan imunitasnya. Sehingga ia rentan mengalami berbagai penyakit infeksi, salah satunya herpes zosterini. Selain itu menjaga pola istirahat dan pola makan agar sistem imun stabil.

 

"Jika herpes zoster menginfeksi wajah dan membahayakan mata, maka untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada mata, seringkali diberikan asiklovir per-oral (melalui mulut) selama 7 hari. Bisa juga diberikan tetes mata corticosteroid. Tetes mata atropin seringkali digunakan untuk menjaga agar pupil tetap lebar dan membantu mempertahankan tekanan di dalam mata," terangnya.

Menurutnya, obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit herpes atau cacar ditujukan untuk mengobati keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters). (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Nahdlatul Ulama, Khutbah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi

Klaten, Rohis Tegal - Rohani Islam. Beragam acara digelar Nahdliyin di berbagai daerah selama bulan Maulid tahun ini, tak terkecuali di Kabupaten Klaten. Salah satu acara yang dihelat warga NU ialah Dzikir Shalawat dan Pengajian Akbar yang diadakan di Desa Krajan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah.

Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi

Taushiyah dalam pengajian akbar ini diisi oleh KH Abdullah Saad. Kiai Saad merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Inshof, Plesungan, Karanganyar. Salah satu murid dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya ini cukup dikenal oleh masyarakat Klaten. Beberapa waktu lalu, dia juga memberi taushiyah dalam Pengajian Akbar yang digelar di Masjid Agung Al Aqsho, Klaten.

Diiringi tabuhan rebana dan sholawat nabi, KH Abdullah Saad hadir di tengah-tengah jamaah. Di awal ceramah, KH Abdullah Saad mengajak jamaah untuk bersyukur karena hadir di majelis yang dicintai oleh Rosululloh SAW.

KH Abdullah Saad juga bercerita jika beberapa waktu lalu beliau mengikuti manakib dan maulid di Bangka Belitung. Di sana masyarakat sangat antusias menghadiri acara. Tak hanya itu, panitia setempat juga menyiapkan snack dan tempatnya yang istimewa untuk 5.000-an jamaah atas perintah guru di sana.?

Kemudian, dia menjelaskan keutamaan maulid menurut beberapa ulama. Salah satunya dari ulama Al-Azhar yang menghukumi maulid sebagai wajib karena bisa menandingi acara-acara yang negatif.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Disebutkan KH Abdullah Saad, Imam Maliki ra menyebutkan sebuah nasihat. “Jika mau memperbaiki umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW di akhir zaman, maka konsepnya harus sama dengan konsep di awal umat Muhammad,” jelas Kiai Saad.

Konsep dimaksud ialah mahabbah kepada Rosululloh yang disebut Kiai Abdullah Saad mulai luntur. Dia kemudian bercerita tentang beberapa sahabat, salah satunya mengenai seorang badui yang bertanya kepada Rosululloh tentang kapan kiamat tiba. Juga tentang cintanya sahabat kepada Rosululloh.

Di hadapan jamaah, KH Abdullah Saad juga mengajak hadirin untuk menghormati KH Said Aqil Siroj yang merupakan pimpinan jamiyah (organisasi) Nahdlatul Ulama. Termasuk saat mengeluarkan hukum tentang jamaah sholat Jumat di jalan pada saat aksi 212 beberapa waktu lalu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Abdullah Saad juga menjelaskan tentang bakti kepada orang tua yang semakin menua. Salah satunya dengan membahagiakan orang tua, memanjakan orang tua. Bukan sebaliknya justru membebani orang tua dengan berbagai tanggungan.

Mengapa banyak anak yang tidak berbakti? Dijelaskan KH Abdullah Saad, hal itu karena tidak adanya mahabbah si anak kepada Rosululloh. Selain itu, dalam acara ini akan digelar pelantikan Pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Desa Krajan. Yang dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Klaten, KH Mujiburrohman.

Usai melantik, KH Mujiburrohman dalam sambutannya berpesan agar segenap Pengurus NU Ranting Desa Krajan bersyukur telah dipilih Allah untuk mengurusi jami’yah Nahdlatul Ulama. Dia juga mengingatkan jika orang-orang yang ngurusi NU dianggap sebagai santri KH Hasyim Asy’ari. Sang pendiri NU juga disebut KH Mujiburrohman telah mendoakan orang yang mau ngurusi NU dengan doa khusnul khotimah. (Pekik Nursasongko/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 12 November 2017

Lupa Belum Shalat, Apa yang Harus Segera Dilakukan?

Shalat adalah perkara wajib. Shalat tidak boleh ditinggalkan hanya karena satu alasan tertentu. Akan tetapi bukanlah manusia jika selalu benar. Dinamakan manusia karena terkadang dia salah dan lupa. Maka, bagaimanakah jika seorang muslim lupa dan melewatkan kewajiban shalatnya?.

Melewatkan shalat karena kesibukan tidaklah dibenarkan. Karena kewajiban tidak lantas bisa gugur karena kesibukan bahkan juga keteledoran. Sebagaimana hutang yang harus dibayar. Oleh karena itu siapapun yang meninggalkan shalat baik dengan sengaja ataupun tidak, sebaiknya segera melaksanakannya ketika ingat dan memungkinkan. Walaupun ia telah berada di luar waktu shalat yang ditetapkan. Itulah yang disebut dengn qadha’.

Sebuah hadits riwayat Anas bin Malik menjelaskan:

Lupa Belum Shalat, Apa yang Harus Segera Dilakukan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Lupa Belum Shalat, Apa yang Harus Segera Dilakukan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Lupa Belum Shalat, Apa yang Harus Segera Dilakukan?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Apabila engkau tidur hingga meninggalkan shalat atau lupa mengerjakannya. Hendaklah segera mendirikan shalat ketika telah teringat. Sesungguhnya Allah berfirman “Dirikanlah Shalat untuk mengingatku.

Hadits di atas menunjukkan bahwa mengqadha shalat (membayar hutang shalat pada waktu yang telah dilewatkan) hukumnya adalah wajib. Sedangkan menyegerakan dalam melaksanakannya hukumknya sunnah. Oleh karena itu jam berapapun kita terbangun di pagi hari, hendaklah segera mengambil air wudhu untuk shalat Subuh walaupun jelas telah lewat waktunya (misalnya dan delapan). Karena mengqadha shalat subuh adalah wajib, dan menyegerakannya adalah sunnah. Sebuah hadits menerangkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para sahabat bercerita kepada Rasulullah saw tentang ketiduran mereka hingga lewat waktu shalatnya. Maka sabdanya “tidaklah karena tidur dianggap teledor, karena teledor itu diwaktu jaga. Maka jika salah seorang kamu lupa shalat atau ketiduran hingga meninggalkan shalat, maka hendaklah segera shalat ketika ingat. ?

Kedua hadits di atas menegaskan bahwa hukum men-qadha (melakukan shalat di luar waktu yang ditetapkan) shalat adalah wajib. Dan bersegera melaksanakannya adalah sunnah. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Meme Islam, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 11 November 2017

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong?

Assalamualaikum ustadz. Duh ribet nih mau darimana nyampeinya. Saya memang muslim tapi sering ninggalin shalat 5 waktu dan saat Ramadhan saya juga banyakan bolongnya. Pertanyaan saya gmn cara mengganti sholat fardu yang tertinggal ataupun puasa Ramadhan terhitung dari baligh sedang sekarang usia saya sudah seperempat abad lebih dikit. Apa ada kafaratnya juga. Mohon banget jawabanya ustadz.

?

Dido (Nama disamarkan)

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong?

---

?

Jawaban

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penanya yang budiman, semoga selalu mendapatkan rahmat dan hidayah Allah swt. Kami yakin bahwa pertanyaan yang Anda ajukan lahir dari kesadaran keimanan yang mendalam. Ada dua pertanyaan yang Anda ajukan di sini, dan kami akan memulai dengan menjawab dan menjelaskan pertanyaan yang pertama.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa shalat lima waktu adalah kewajiban bagi setiap orang muslim yang sudah mukallaf. Dan termasuk salah satu rukun Islam seperti halnya puasa.

Meninggalkan shalat sama halnya dengan merusak agama. Dalam sebuah hadits dikatakan: “Bahwa shalat adalah tiang agama, barang siapa yang menegakkannya sungguh ia telah menengakkan agama, dan barang siapa yang merusaknya sungguh ia telah merusak agama”. Karenanya kelak di akhirat amal pertama seorang hamba yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah swt adalah shalat.

Shalat lima waktu sebagai kewajiban seorang muslim yang mukallaf jika karena udzur seperti lupa atau ketiduran ditinggalkan maka harus diqadla. Namun bagaimana jika dengan sengaja meninggalkan shalat tanpa adanya alasan yang dapat dibenarkan secara syara` (‘udzur syar’i) dan itu dilakukan selama bertahun-tahun? Apakah wajib meng-qadla?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kasus seperti ini para ulama berbeda pendapat. Pendapat pertama dari kalangan madzhab hanafi menyatakan bahwa jika seseorang yang shalatnya banyak yang bolong dan tidak tahu secara pasti berapa jumlah shalat yang ditinggalkan maka ia tetap wajib meng-qadla`-nya sampai ia yakin bahwa bahwa ia telah terbebas dari tanggungjawabnya. Lantas ia wajib menentukan waktu yang pernah ditinggalkannya. Dan dimulai dengan men-qadla` shalat dhuhur yang pertama kali atau yang terakhir kali ditinggalkan. Hal ini untuk memberikan kemudahan.?

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405 ?/1985 ? ? 2? ?. 143)

“Para ulama dari kalangan madzhab hanafi berpendapat bahwa seseorang yang shalatnya banyak ditinggalkan hingga dia sendiri tidak tahu berapa jumlah yang ditinggalkannya wajib meng-qadla-nya sampai ia yakin terbebas dari kewajiban itu. Dan ia wajib menentukan waktunya (waktu yang selama itu tidak menjalankan shalat). Lantas ia berniat (meng-qadla`) shalat dhuhur yang pertama kali atau yang terakhir ia tinggalkan untuk memberi kemudahan baginya”. ? (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut-Dar al-Fikr, cet ke-3, 1405 H/1985 M. juz, 2, h. 143)

Sedang menurut kalangan madzhab Maliki, Syafii, dan Hanbali orang yang meninggalkan shalat dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga ia tidak ingat lagi berapa jumlah yang ditinggalkan maka ia wajib meng-qadla` sampai ia yakin ia terlepas dari kewajibannya dan tidak harus menentukan waktunya. Tetapi cukup baginya untuk menentukan shalat yang pernah ditinggalkan, seperti dhuhur atau ashar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405 ?/1985 ? ? 2? ?. 143)

“Ulama dari kalangan madzhab Maliki, Syafii, dan Hanbali berpendapat, wajib baginya untuk meng-qadla shalat yang pernah ditinggalkan sampai ia yakin bebas dari kewajibannya berupa shalat-shalat fardlu (yang pernah ditinggalkan), dan tidak harus menentukan waktunya, tetapi cukup dengan menentukan yang diniati (shalat yang pernah ditinggalkan) seperti dhuhur atau ashar”. (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut-Dar al-Fikr, cet ke-3, 1405 H/1985 M. juz, 2, h. 143)

Sedangkan menurut Ibnu Qudamah, peng-qadla`-an terhadap shalat yang pernah ditinggalkan dilakukan sesuai kemampuan pelakunya dan jangan sampai menimbulkan masaqqah atau memberatkan terhadap badan atau hartanya. Misalnya jangan sampai membuat ia sakit, atau menyebabkan kehilangan mata pencariannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405? ? 1? 681)

“Apabila banyak sekali shalat yang ditinggalkan maka ia (orang yang meninggalkan shalat) wajib menyibukkan dirinya dengan qadla` sepanjang hal itu tidak menimbulkan masyaqqah pada badan atau hartanya. Adapun masyaqqah badannya adalah menjadi lemah fisik atau khawatir sakit. Sedang masyaqqah harta adalah ia terhenti dari men-tasharruf-kan hartanya sekiranya ia terputus mata pencariannya”. (Ibnu Qudamah al-Maqdisi, al-Mughni, Bairut-Dar al-Fikr, cet ke-1, 1405 H, juz, 1, h. 681)

Dari kedua pendapat yang telah kami paparkan, maka dalam pandangan kami pendapat yang kedua terasa lebih mudah untuk dilakukan. Sebab untuk menentukankan waktu bukanlah perkara yang mudah karena biasanya orang lupa kapan waktu awal atau akhir meninggalkan shalat.

Namun dalam kasus ini juga sebenarnya ada pilihan pendapat yang ketiga yang dikemukakan oleh para ulama seperti Ibnu Taimiyyah. Menurutnya, orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tidak disyariatkan untuk meng-qadla’ shalat yang pernah ditinggalkan karenanya qadla-nya tidak sah. Tetapi sebaiknya ia memperbanyak shalat dan puasa sunnah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? ? ? 1408?/1987 ? ?. ? 5? ?. 320)

“Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja itu tidak disyariatkan untuk meng-qadla` shalat yang telah ia tinggalkan dan tidak sah pula qadla`-nya, tetapi sebaiknya ia memperbanyak shalat sunnah begitu juga memperbanyak puasa. Demikian ini adalah pandangan sekelompok dari para ulama salaf seperti Abi Abdirrahman seorang pengikut setia Imam Syafii dan Imam Dawud azh-Zhahiri beserta para pengikutnya. Dalam hal ini tidak ada satu pun dalil yang bertentangan dengan pandangan ini”. (Ibnu Taimiyyah, al-Fatawa al-Kubra, Beirut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1408 H/1987 M, juz, 5, h. 320) ? ? ?

Pandangan Ibnu Taimiyyah ini pada dasarnya bukanlah pandangan yang baru sebagaimana pengakuannya sendiri. Tetapi sudah dikemukakan oleh para ulama terdahulu seperti Imam Dawud azh-Zhahiri yang pandangannya fiqh didokumentasikan oleh muridnya yaitu Ibnu Hazm. Dalam kasus ini Ibnu Hazm lebih lanjut menyatakan bahwa orang tersebut sebaiknya memperbanyak perbuatan baik, shalat sunnah untuk memperberat timbangan amal kebajikannya kelak pada hari kiamat, taubat, dan istighfar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ? ? 1? ?. 196)

“Adapun orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat sampai keluar waktunya, maka ia selamanya ia tidak akan mampu meng-qadla`-nya selamanya. Karenanya, sebaiknya ia memperbanyak perbuatan baik dan shalat sunnah agar timbangan kebaikannya kelak pada hari kiamat menjadi berat, taubat, dan meminta ampun kepada Allah ‘azza wajalla”. (lihat as-Sayyid as-Sabiq, Fiqh as-Sunnah, Kairo-Fath al-I’lam al-‘Arabi, juz, 1, h. 196)?

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang meninggalkan shalat secara sengaja selama bertahun-tahun sampai ia tidak ingat berapa jumlah shalat yang pernah ditinggalkan maka ia harus meng-qadla` shalat menurut pendapat mayoritas ulama dan tidak ada kafarat baginya. Namun dengan mengacu kepada pandangan Ibnu Qudamah, maka qadla’ tersebut dilakukan sesuai dengan kemampuannya. Di samping itu juga orang tersebut agar memperbanyak kebajikan, shalat sunnah, bertaubat, dan memperbanyak istighfar. Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Ulama, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 31 Oktober 2017

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Muslimat Nahdlatul Ulama terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu ditandai dengan digelarnya workshop peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Muslimat NU, di Hotel Kaisar, Jakarta, 7-8 Juni.

Workshop ini juga sebagai persiapan menyongsong pemberlakuan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) 2014 mendatang. Penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM) dan diikuti Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, YKM-NU Wilker I Provinsi, YKM-NU Wilker II Kabupaten dan Kota, dan fasilitas pelayanan kesehatan potensial di lingkungan YKM-NU.

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, salah satu tujuan pembangunan nasional adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi menjadi tolok ukur dalam penentuan tingkat Human Development Index (HDI) suatu negara.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dicanangkannya MDGs (Millenium Development Goals) makin memperjelas sangat pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut, khususnya kesejahteraan Ibu dan Anak,” ungkapnya pada acara pembukaan workshop, Kamis (7/6).?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pola pembangunan yang partisipatif menjadi sangat penting. Pemerintah harus mendengar dan mengakomodir keinginan masyarakat dalam membuat suatu kebijakan publik.?

“Di lain pihak dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat harus berpartisipasi secara aktif dan tidak hanya menyerahkan semuanya kepada Pemerintah,” jelasnya.

YKM NU, katanya, saat ini telah memiliki 76 fasilitas pelayanan yang terdiri dari rumah sakit, rumah bersalin, klinik dan balai pelayanan kesehatan. Disamping itu, YKM NU juga punya 106 panti asuhan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tentu itu merupakan potensi yang tidak sederhana. Namun masih diperlukan konsolidasi internal, khususnya di setiap Fasyankes. Diperlukan konsolidasi antara struktur internal organisasi, yaitu Pengurus YKM NU di masing-masing tingkatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, dan YKM NU Pusat melalui pertemuan di tingkat Nasional,” tuturnya.?

Lebih lanjut, Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini mengatakan, workshop kali ini diharapkan mampu mewujudkan penguatan jejaring pengurus YKM NU di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan YKM-NU dalam menghadapi perubahan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS.?

“Perlu ada pemahaman yang sama terhadap perubahan yang telah dan akan terus terjadi di sektor kesehatan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS,” jelasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah, News, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 03 Oktober 2017

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi memfasilitasi kadernya di tingkat anak cabang, komisariat dan ranting untuk mempelajari dasar-dasar administrasi. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga petang ini, bertujuan meningkatkan pengelolaan manajemen organisasi IPPNU di Banyuwangi.

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Peserta pelatihan merupakan utusan anak cabang, ranting, dan komisariat IPPNU sekabupaten Banyuwangi. Mereka belajar administrasi di kantor Ma’arif NU Banyuwangi, Kamis (19/2).

Pengurus IPPNU Banyuwangi menyadari bahwa manajemen administrasi merupakan salah satu jantung pergerakan organisasi. Karenanya, mereka mengadakan kelas administrasi untuk menguatkan IPPNU di Banyuwangi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua IPPNU Banyuwangi Silvia Ulfa Hidayati berharap, “Kelas administrasi ini membuat kita mandiri sehingga semakin menguatkan organisasi, karena administrasi merupakan roh organisasi.”

Kelas administrasi menghadirkan Ana Aniyati dan Aviq Magfiroh yang mengupas peraturan organisasi dan administrasi, juga PD PRT IPPNU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dengan memahami semua ini, kita akan berada di rel organisasi yang benar," terang Ana yang juga Ketua IPPNU Banyuwangi periode 2006-2008 itu. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 September 2017

Larangan Debat Berkepanjangan

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefisinikan debat sebagai “Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.” Debat semacam ini positif selama kedua belah pihak masih bisa beragumentasi dengan baik. Akan tetapi ketika keduanya sudah dikuasai emosi dan bahkan saling serang pribadi masing-masing, maka perdebatan seamcam ini bisa berkepanjangan dan berpotensi menimbulkan madharat. 

Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah (Dar Al-Hawi, 1994, halaman 147) menjelaskan larangan debat berkepanjangan sebagai berikut:

Larangan Debat Berkepanjangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Larangan Debat Berkepanjangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Larangan Debat Berkepanjangan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?: "? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Artinya: “Jangan sekali-kali melibatkan dirimu dalam perdebatan berkepanjangan, sebab hal itu akan mengobarkan kemarahan, merusak hati, menimbulkan permusuhan, dan membangkitkan kebencian. Apabila seseorang mendebatmu dengan suatu kebenaran, terimalah, sebab kebenaran selalu lebih patut diikuti. Apabila ia terus mendebatmu dengan suatu kebatilan, berpalinglah dan tinggalkan orang itu, sebab ia adalah seorang jahil, sedangkan Allah SWT telah berfirman, “Berpalingklah dari orang-orang jahil.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari kutipan diatas dapat diuraikan larangan debat berkepanjangan disebabkan berpotensi menimbulkan hal-hal negatif seperti berikut:

Pertama, mengobarkan kemarahan di salah satu atau kedua belah pihak. Hal ini bisa terjadi jika salah satu pihak mulai tidak fokus pada topik pembicaraan tetapi sudah menyerang secara verbal pada pribadi pihak lainnya. Sikap marah dari salah satu pihak biasa dibalas dengan sikap yang sama oleh pihak lainnya.   

Kedua, merusak hati kedua belah pihak karena masing-masing terbakar emosinya. Emosi yang tak terkendali pada akhirnya akan menghilangkan akal masing-masing. Keadaan makin parah ketika masing-masing pihak mulai menggunakan okol (otot) dari pada akal sehingga yang terjadi kemudian adalah adu kekuatan fisik dan bukannya adu mulut. 

Ketiga, menimbulkan permusuhan di antara kedua belah pihak karena pihak yang awalnya merasa menang secara retoris bisa jadi pada akhirnya mengalami kekalahan secara fisik. Hal ini terjadi ketika pihak yang kalah secara retoris ternyata memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat. Permusuhan bisa makin melebar jika pihak-pihak yang berdebat merupakan representasi dari suatu kelompok tertentu sehingga menyulut solidaritas kelompok. 

Keempat, menumbuhkan kebencian di antara kedua belah pihak yang sewaktu-waktu dapat membakar emosi mereka. Kebencian yang tak bisa dipadamkan pada akhirnya akan menjadi bara dendam kesumat dan berpotensi melanggengkan permusuhan baik di antara individu yang berdebat maupun anggota kelompoknya. 

Untuk menghindari hal-hal negatif diatas, Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad sangat menekankan agar kita memiliki sportivitas dalam berdebat, yakni bersikap jujur terhadap suatu kebenaran dari pihak lain. Artinya jika pihak lain itu ternyata pendapatnya memang benar, maka secara jujur kita harus bersedia mengakui dan menerimanya. Sikap semacam ini sangat terpuji karena kebenaran dari manapun asalnya harus diterima dan diikuti tanpa memandang siapa yang menyatakannya.  

Sebaliknya, apabila kita menyakini bahwa pendapat kita benar dan pihak lawan bicara pendapatnya salah karena kejahilannya, maka sebaiknya kita segera meninggalkan orang itu karena tidak sepatutnya kebenaran dikaburkan oleh kejahilan dan apalagi dikalahkan oleh kebatilan. Dengan cara seperti ini, maka debat berkepanjangan dapat dihindari sehingga tidak menimbulkan hal-hal negatif sebagaimana disebutkan di atas. Anjuran meninggalkan pihak yang jahil ini sejalan dengan perintah Allah SWT di dalam Al-Qur’an, surah Al-A’raf, ayat 199, “Waa’ridh ‘anil jahilin (Berpalinglah dari orang-orang jahil)." 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Univeristas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock