Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat”

Padang Pariaman, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebanyak 230  orang santri  baru Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-ringan Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat, selesai mengikuti Taqarrubun Nafsiyah (masa pengenalan diri), Ahad (14/9). Kegiatan yang dimulai sejak Jumat ini merupakan ajang pengenalan santri terhadap proses belajar mengajar di pesantren setempat.

Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Drs Idarussalam Tuanku Sutan menyebutkan,  kegiatan Nafsiyah penting dilakukan agar santri baru memahami proses belajar mengajar yang dilakukan di Pesantren Nurul Yaqin. Selain itu, santri juga dibekali pengetahuan kedisiplinan,  pengembangan minat dan bakat.

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat”

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo menambahkan, saat penutupan terungkap ada santri yang sudah hafal 5 juz Al Quran. Beberapa santri baru tersebut juga ada hafal 1 juz.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tahun ini Nurul Yaqin mencoba menerapkan kepada santri one day one ayat. Artinya masing-masing santri menghafal 1 ayat, setiap hari," kata Anam yang juga mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Padangpariaman ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan Anam, selama ini Nurul Yaqin memprioritaskan pemahaman dan membaca kitab bagi santrinya. Sehingga hafalan ayat Al Quran kurang diprioritaskan. Program one day one ayat, salah satu upaya meningkatkan hafalan santri. Program ini dikhususkan pada tingkat tsanawiyah. Sedangkan di tingkat aliyah, lebih difokuskan hafalan syair.  Syair merupakan  dasar kajian ilmu alat dalam memahami kitab-kitab kuning.

Selama Nafsiyah berlangsung peserta diberikan materi  Peraturan Baris-Baris (PBB),  Sosialisasi Berkendaraan di Jalan Raya dan Penanaman Sadar Hukum dari Polres Padangpariaman, Peran Santri Dalam Pergeseran Zaman dan Pembangunan Daerah oleh Rahmat Tuanku Sulaiaman, PP Nurul Yaqin dari berbagai aspek oleh M. Rais Tk. Labai Nan Basa, Asrama Media Implementasi  Imtaq dan Kebudayaan oleh Almunawir, Rahasia santri Sukses dalam Menggali Potensi oleh Ima Latunil, Kesantrian dan Penguatan Nilai-Nilai Ahlussunnah oleh Zulhamdi Tk. Kerajaan Nan Saleh.

Nafsiyah tahun ini terpilih sebagai Buya (Raja) Ahmad Fadli dan Umi (Ratu) Agustin. Keduanya terpilih dari penilaian 5 aspek, yakni kedisiplin PBB, bacaan Al-Quran, dakwah, bakat dan hobi. Nilai tertingginya dari aspek PBB, dakwah dan bakat. Sedangkan Agustin lebih menonjol PBB, tilawah dan dakwah. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Foto: Peserta Taqarrubun Nafsiyah sedang berbaris di halaman Pesantren Nurul Yaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Sholawat, Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Februari 2018

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat? Gerakan Pemuda Ansor? Rizqon Halal Syah mengatakan struktur penduduk usia 30-40 tahun cukup signifikan di Indonesia. Kader GP Ansor yang berada di dalamnya diperkirakan 12 juta dengan asumsi 20 persen dari total warga NU.

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Menurut dia, Ansor adalah kelompok manusia berusia 30-40 yang berjumlah bombastis dan berpotensi besar saat ini. “Jumlah itu, bukanlah kecil dan menjadi kekuatan besar dalam bidang kemandirian ekonomi,” katanya pada pembukaan peluncuran buku karyanya berjudul “Ansor dan Tantangan Kebangsaan: Sebuah Refleksi Demografi Politik dari Sosial Capital menuju Human Capital” di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (29/10).

Jumlah itu menjadi hal yang signifikan karena saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi. Menurut dia, sekitar tahun 2030 usia produktif akan melimpah. Banyak negara yang sudah manfaatkan bonus demografi untuk menjadi kekuatan SDM ataupun ekonomi hebat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keadaan itu, jika salah urus akan madarat, sebaliknya jika diurus dengan baik akan bermanfaat. “Negara dengan mendidik dan upaya mencerahkan, seperti Cina, negara akan makmur. Kalau tak diurus, hancur,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Soal buku karyanya, adalah pengamatan dari pengalamannya yang turut melakukan kaderisasi dari Aceh sampai Papua. “Ansor seperti bapaknya, NU, kekuatan modal sosial yang dahsyat. Perjalanan kami dalam kaderisasi adalah pengalaman menarik dalam aspek demografi,” terangnya. ?

Peluncuran buku dihadiri sejumlah tokoh antara lain, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf, Prof Dr Ahmad Mubarok? dari Mubarok Center, Prof. Dr Prijono Tjiptoherijanto (guru besar ekonomi UI), Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, mantan kepala umum staf TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, para akademisi, dan ratusan kader Ansor. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sholawat, Doa, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

Zakat Mal Bisa Tanggulangi Kemiskinan

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan yang juga ketua Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Probolinggo mengatakan, salah satu langkah penanggulangan kemiskinan adalah dengan memaksimalkan penyelenggaraan zakat mal atau zakat harta.

Zakat Mal Bisa Tanggulangi Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Mal Bisa Tanggulangi Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Mal Bisa Tanggulangi Kemiskinan

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang memiliki kemampuan dan sudah tergolong wajib zakat agar hendaknya ikut menyalurkan zakat melalui BAZ Kabupaten Probolinggo untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya,” terang Muzammil kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Kamis (1/8).

Lebih lanjut, Muzammil berharap agar pemberian zakat mal ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat terutama dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1434 H.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Pemberian zakat mal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu. Melalui pemberian zakat ini, kami bisa berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin,” pungkasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bazda Kabupaten Probolinggo sendiri telah menyalurkan zakat dan infaq dalam bentuk sembako di 24 kecamatan. Selain itu, juga diserahkan zakat maal kepada 72 orang tenaga honorer petugas kebersihan di lingkungan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Probolinggo.

Total yang dikucurkan untuk penyaluran zakat maal ini mencapai Rp. 3.600.000. Masing-masing mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) mendapatkan zakat mal sebesar Rp50 ribu. Zakat mal ini diserahkan secara langsung oleh Ketua bazda Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil, Kamis (1/8) hari ini.

Menurut Muzammil, zakat maal ini diperoleh dari setoran penunaian zakat perorangan yang diperoleh selama bulan suci Ramadhan.  “Alhamdulillah dari hasil pengumpulan zakat mal ini kami bisa menyalurkannya kepada orang yang berhak menerimanya,” pungkasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Kajian, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Februari 2018

Hujan Gol di Laga Terakhir, 16 Tim Melaju ke Fase Knock Out Liga Santri

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pertandingan akhir babak penyisihan grup Liga Santri Nusantara 2017 dihujani banyak gol. Dalam pertandingan di grup B, Alhusaeni Kabupaten Bandung mengungguli 3-0 atas Al-Huda Cianjur, sementara hasil yang sama didapat tatkala Nurul Ilmi Sijunjung dibekuk 0-3 oleh Darul Arafah Deli Serdang.

Banjir gol juga tersaji di grup D, Babussalam FC Rohul menghantam 5-0 Al-Madaniyah, di pertandingan lain DDI Kaballangan tidak memberi ampun RIAB dengan melesatkan 5 gol tanpa balas. Lebih mengerikan lagi pertandingan Mambaul Maarif Denanyar yang membantai 7-0 Al-Ijtihad Danger di grup E.

Hujan Gol di Laga Terakhir, 16 Tim Melaju ke Fase Knock Out Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hujan Gol di Laga Terakhir, 16 Tim Melaju ke Fase Knock Out Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hujan Gol di Laga Terakhir, 16 Tim Melaju ke Fase Knock Out Liga Santri

Adapun di grup H, Minhajussalam Subulussalam tak kuasa dilibas 0-4 oleh Darul Hikmah Cirebon, dan  Al-Kahfi Kebumen menghempaskan 4-1 Nurul Khaeraat Lil Muhibbin.

Setelah semua tim memainkan tiga pertandingan di masing-masing grup, akhirnya 16 tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar atau fase knock out. Juara di setiap grup akan menghadapi runner up di grup lainnya. Berikut tim yang lolos serta jadwal pertandingan yang akan berlangsung pada Kamis siang (26/10).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Waktu 10.00-11.20:

Darul Huda Ponorogo vs Asshiddiqiyah Jakarta Barat di Siliwangi

Alhusaeni Kabupaten Bandung vs Birul Walidain di Brigif

Nurul Iman Bantul vs Manbaul Hikmah United di Pusdikif

Mambaul Maarif Denanyar vs Walisongo Sragen di Arcamanik

Waktu 13.00 - 14.20:

DDI Kaballangan vs Al-Kahfi Kebumen di Siliwangi

Arraisiyah Tangsel vs Al-Huda Cianjur di Brigif

AIAI Babel vs Assalam Bangkalan di Pusdikif

Darul Hikmah Cirebon vs Babussalam FC Rohul di Arcamanik. (M Zidni Nafi’/Alhafiz )

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 31 Januari 2018

Umat Islam Agar Tak Terpancing Emosi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kasus pencemaran terhadap Kitab Suci Al-Quran masih saja terjadi, namun demikian umat Islam diminta tidak terpancing emosi dan menyikapi permasalahan itu dengan tenang, arif dan bijaksana. Demikian dikemukakan para tokoh ormas Islam menanggapi penemuan mushaf Al-Quran yang disisipi nukilan Kitab Injil di Jombang, Jawa Timur.

Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Endang Turmudzi, meminta agar umat Islam berhati-hati dan tenang. PBNU mendesak penerbit PT Maqbul Jaya untuk bertanggung jawab, dan menarik Al Qur’an yang dicetaknya dari peredaran. “Ini bukan Alquran yang murni, tapi sudah menyesatkan,” tandasnya.

Umat Islam Agar Tak Terpancing Emosi (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Agar Tak Terpancing Emosi (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Agar Tak Terpancing Emosi

Selain itu itu lanjut Endang, pihaknya meminta aparat kepolisian bertindak cepat, agar tidak menimbulkan emosi umat Islam. “Memang selalu saja ada orang yang nakal,” imbuhnya.

Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar yang juga Katib Aam PBNU mengatakan, pihaknya belum melihat secara langsung Kitab Al-Quran yang disisipi nukilan Kitab Injil itu. “Saya belum bisa berkomentar, karena belum lihat. Tolong bantu carikan yaa,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, telah ditemukan dua buah mushaf yang dicetak oleh PT Maqbul Jaya Surabaya pada tahun 1994 itu, oleh Taufiq, guru Taman Pendidikan Alquran Syubbanul Khoir, Desa Pojok Kulon, Kesamben, Jombang pada 7 April lalu. Sekilas Mushaf Al-Quran itu seperti Al-Quran biasanya, namun jika setiap halamannya diteliti satu-persatu akan terdapat selembar tulisan latin berbahasa Indonesia berisi nukilan Kitab Injil.

Menurut Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Jombang Warsito Hadi, sampai sekarang, dua mushaf ini berada di kantornya, untuk selanjutnya akan dikirim ke Kanwil Depag Jatim. Selain itu, Depag juga telah melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian setempat untuk diselidiki lebih lanjut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam catatan media, kasus yang sama pernah terjadi pada tahun 2004 di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Ditemukan kalimat Kitab Injil pada kulit bagian dalam Kitab Al-Quran yang diterbitkan oleh PT Madu Jaya Maqbul Surabaya. Kronologis ditemukan tulisan tersebut berawal dari salah seorang siswa dari SMP Negeri I Kecamatan Tilatang Kamang, yang menjatuhkan Al-Quran dan secara tidak sengaja melihat tulisan Yesus Kristus dan ajaran Nasrani pada kulit dalam Al-Quran.(dpg/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Pengelola Zakat di Masjid Harus Miliki Legalitas Amil

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pringsewu KH Munawir berharap koordinasi dan sinergitas program kerja dapat terjalin baik antara BAZNAS dan Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah NU atau LAZISNU di kabupaten tersebut.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Perdana LAZISNU yang diselenggarakan di aula STMIK Pringsewu, Kamis (11/5).

Pengelola Zakat di Masjid Harus Miliki Legalitas Amil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengelola Zakat di Masjid Harus Miliki Legalitas Amil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengelola Zakat di Masjid Harus Miliki Legalitas Amil

Sinergitas program dua lembaga tersebut adalah maksimalisasi pengumpulan dan penyaluran amal, shadaqah dan zakat. "Sebagai Mitra BAZNAS, LAZISNU dapat membantu BAZNAS dalam penyaluran sehingga bisa tepat sasaran dan bermanfaat," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia juga berharap LAZISNU Kabupaten Pringsewu untuk terus berkiprah dan berkhidmah memaksimalisasikan lembaga tersebut dengan memperkuat sumber daya manusia dan struktur organisasi sampai pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan amil zakat di masjid dan mushala.

"Secara hukum Islam, amil di masjid dan mushala harus mendapatkan legalitas dari pemerintah dalam hal ini BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang diakui oleh BAZNAS. Dan LAZISNU merupakan LAZ yang sudah diakui serta memiliki legalitas untuk membentuk amil zakat sampai dengan masjid dan mushala," terang Gus Nawir, begitu kiai muda ini biasa disapa.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Nawir berharap LAZISNU Kabupaten Pringsewu ikut mensosialisasikan hal tersebut kepada para takmir di masjid dan mushalla untuk melegalkan pengelola zakat mereka sehingga secara syari, mereka sah disebut amil zakat.

Selain legalitas, Gus Nawir juga berharap manajemen administrasi pelaporan dapat dilakukan dengan baik dan transparan untuk meningkatkan tingkat kepercayaan muzakki dan orang yang beramal.

"Pelaporan dari amil zakat di bawah LAZISNU sampai dengan masjid dan mushala harus dilaporkan dan diteruskan sampai dengan LAZISNU pusat," harapnya.

Rapat Kerja perdana LAZISNU yang dilaksanakan sehari itu diikuti seluruh pengurus dan perwakilan dari 9 kecamatan. Pada Raker tersebut dihadirkan beberapa pemateri dari BAZNAS Kabupaten Pringsewu dan PW LAZISNU Provinsi Lampung. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sholawat, Nahdlatul Ulama, Pertandingan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia

Ponorogo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Para sesepuh  dan  tokoh kesenian reog Ponorogo, Jawa Timur, kecewa dan akan berjuang mempertahankan kesenian reog Ponorogo yang kini juga diklaim sebagai kesenian asli oleh Malaysia.

Salah seorang tokoh kesenian Reog Ponorogo, Ahmad Tobroni,  Kamis (22/11), di Ponorogo, mengaku sangat kecewa saat mendengar kabar dari situs internet milik Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia yang mengklaim bahwa tarian Barongan yang mirip dengan kesenian Reog Ponorogo tersebut adalah milik Pemertintah Malaysia.

"Sebagai warga dan pecinta seni reog, saya meresa kecewa dengan sikap Malaysia dengan seenaknya mengklaim seni reog adalah miliknya. Untuk itu kami akan berjuang mempertahankan warisan budaya yang kami miliki," katanya.

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia

Dalam situs internet tersebut menyebutkan tari Barongan yang terdiri dari beberapa penari seperti dadak merak atau barong jathil, seorang raja dan bujangganong mirip dengan tarian kesenian reog Ponorogo.

Selain itu di dalam portal tersebut dinyatakan tarian barongan ini adalah warisan melayu yang dilestarikan dan bisa dilihat di batu pahat Johor dan Selangor Malaysia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beredarnya kabar tarian Barongan tersebut membuat warga Ponorogo dan instansi pemerintahan setempat sempat kaget. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Ponorogo sendiri telah mendaftarkan tarian reog Ponorogo sebagai hak cipta milik kabupaten Ponorogo tercatat dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004 dan diketahui langsung oleh menteri hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia.

Selain itu, kata Tobrani, sangat tidak relevan jika Malaysia mengklaim kesenian reog adalah miliknya karena selama ini untuk memiliki peralatan tersebut saja mereka membeli dari ponorogo.

"Jadi tidak mungkin bila sebuah Negara memiliki kesenian kebudayaan dan tidak mampu membuat peralatannya sendiri," katanya.

Untuk membuktikan hal itu, Tobroni juga sempat melakukan pengecekan ke beberapa perajin reog di Ponorogo dan hasilnya para perajin mengaku dalam tahun ini banyak mendapatkan order dari para pelangannya di Malaysia. "Itu adalah bukti bahwa Malaysia melakukan penjiplakan," katanya. (ant/sam)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Sholawat, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 02 Desember 2017

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Tangerang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Binamadani KH Suaidi mengajak agar masyarakat, khususnya para mahasiswa tidak mudah diadu domba dengan isu politik yang dibalut agama.

"Manusia itu makhluk berbudaya. Apalagi Islam mengajarkan persatuan dan kesatuan. Jangan sampai terkecoh," pesan Suaidi saat menjadi pembicara pada Diskusi Politik Islam, Sabtu (14/1) siang, di Aula STAI Binamadani, Tangerang.

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Pengasuh Pondok Pesantren al-Hidayah as-Suaidiyah Kebon Kopi ini menjelaskan, manusia dalam bahasa Arab disebut al-insan. Secara gramatikal Arab, kata al-insan berasal dari tiga akar kata, yakni anas, anisa, dan nasiya. Kata itu memiliki banyak arti antara lain damai, berilmu, dan beradab.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dari situ, kita mesti menjaga kedamaian. Apalagi sebagai umat Islam. Ketum PBNU sering menjelaskan Islam bukan sekadar agama akidah dan syariat. Islam itu juga agama budaya, agama peradaban," jelasnya.

Menurutnya, Rasulullah telah mencontohkan berpolitik yang santun. Suaidi lalu bercerita tentang Kaab bin Huzair, seorang penyair yang syair-syairnya mencela Nabi. Para sahabat pun geram dengan apa yang dilakukan Kaab. Singkat cerita, ia menjadi buruan sahabat yang ingin menangkap dan membunuhnya atas tindakannya menghina Rasulullah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Berita itu pun tersiar secara cepat di masyarakat, hingga Kaab pun mengetahuinya. Setelah mendengar berita yang beredar, Kaab merasa takut dan mencari perlindungan," jelasnya.

Sebelum ditangkap, lanjutnya, Kaab datang menemui Rasulullah. Melihat Kaab datang, sebagian Sahabat berteriak, bunuh Kaab. Di tengah suasan itu, Rasulullah menenangkan dengan bersabda, Biarkan Kaab datang, dia ingin bertobat dan meninggalkan masa lalunya.

"Mendengar tutur kata Nabi yang santun, Kaab pun mendapat hidayah untuk masuk Islam. Setelah masuk Islam, Kaab membuat sair-sair yang isinya memuji dan memuliakan Nabi," paparnya.

Dari kisah itu, Nabi sudah memberikan tauladan dalam menyikapi orang-orang yang menghina beliau. Menurut Suaidi, umat Islam mestinya meneladani kearifan Rasulullah. Demikian juga, saat Nabi membangun kota Madinah.

"Madinah sebagai kota mulia. Di madinah umat Islam hidup berdampingan dengan non-Muslim. Makanya di masa itu Nabi membuat pembagian orang kafir, dzimmi dan harbi. Jika orang Muslim membunuh kafir dzimmi dia mendapatkan qisas (hukum yang berlaku di Madinah). Kita jangan menggunakan politik Khawarij. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan golongannya dianggap kafir," pesannya.

Turut hadir dalam acara itu jajaran STAI Binamadani dan Ketua Yayasan Binamadani Group H Patwan Siahaan. Ada sekitar seratus mahasiswa dari STAI Binamadani dan STIH Painan mengikuti diskusi bertajuk “Menjaga Umat: Tanggapan Atas Fatwa MUI tentang Penistaan Agama” tersebut. (Suhendra/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Mbah Moen, Kang Said dan Bupati Rembang Resmikan Masjid Al-Amin Pamotan

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Bupati Rembang H Abdul Hafidz meresmikan Masjid Al-Amin Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Selasa (17/5) sore. Mereka membubuhkan tanda tangan di atas prasasti raksasa yang dibuat oleh panitia.

Mbah Moen, Kang Said dan Bupati Rembang Resmikan Masjid Al-Amin Pamotan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen, Kang Said dan Bupati Rembang Resmikan Masjid Al-Amin Pamotan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen, Kang Said dan Bupati Rembang Resmikan Masjid Al-Amin Pamotan

Para hadirin tampak membludak mulai dari orang tua hingga anak-anak. Mereka antusias mendengarkan secara langsung taushiyah dari KH Maimoen Zubair dan KH Said Aqil Siroj. Mereka berbondong-bondong sebisa mungkin untuk mendekati podium.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pentolan PBNU secara kompak membicarakan gagasan Islam Nusantara dan nasionalisme. Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, di hadapan jamaah mengungkapkan rasa syukur atas masih adanya jati diri pada warga Indonesia dan warga NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Warga Indonesia ini masih mempunyai kepribadian yang bermartabat, dan bergengsi. Walaupun di Desa Pamotan, masih bergengsi. Dibanding umat Islam di negara-negara Arab," katanya.

Ia menambahkan, di negara Timur Tengah akidahnya masih jauh. Ibadahnya masih jauh. Tapi tidak mempunyai ketahanan yang kokoh menerima arus globalisasi menimbulkan gejolak yang sangat luar biasa. "Ternyata budaya, karakter, kepribadian, jati diri, umat Islam di Timur Tengah ambruk. Mereka saling bunuh-bunuhan sesama Islam, sesama muslim," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berbeda halnya dengan Indonesia yang masyarakatnya bersatu. Ia menilai rakyat Indonesia mempunyai kepribadian yang kuat, yang kokoh, sehingga tidak mudah tergoyahkan dan terprovokasi. Seperti halnya warga Nahdliyyin.

Selanjutnya, Mbah Moen (KH Maimoen Zubair) dalam kesempatan itu menjelaskan tentang jiwa nasionalisme yang harus ditanamkan dalam rakyat Indonesia dan warga NU. Mbah Moen menyebutkan kepanjangan dari PBNU yang merupakan dasar dari Negara Indonesia. "PBNU itu kepanjangan dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang 1945. Inilah yang harus kita jadikan pedoman," terang kiai sepuh yang kini berusia 91 tahun tersebut.

Sebelumnya, dalam sambutan Bupati Rembang H Abdul Hafidz membeberkan terkait proses pembangunan masjid tersebut. Abdul Hafidz selain sebagai Bupati Rembang saat ini juga selaku ketua pembangunan Masjid Al-Amin Desa Pamotan Kecamatan Pamotan.

Di akhir acara, Mbah Moen berkesempatan untuk memimpin doa. Tampak pula beberapa tokoh yang hadir di antaranya Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, Kapolres Rembang, Dandim Rembang, Kapolsek Pamotan, Koramil Pamotan, Camat Pamotan, dan beberapa badan otonom NU yang berada di Kabupaten Rembang. Serta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari beberapa Satkoryon se-Kabupaten Rembang. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Sholawat, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 25 November 2017

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat

Denpasar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kondisi perekonomian dan kependudukan di Indonesia adalah dua hal yang saling berlawanan. Perkembangan dua bidang tersebut seakan berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling mendukung.

“Kita ini seperti lari di eskalator (tangga berjalan, Red), karena ekonomi lambat dan laju pertembuhan penduduk cepat. Karena itu jadi tidak seimbang," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rozy Munir.

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat

Hal itu disampaikan Rozy di sela-sela Konferensi Internasional Pemimpin Muslim untuk Mendukung Program Kependudukan dan Pembangunan, di Inna Grand Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Selasa (13/2).

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia, menurutnya, adalah 1,35 persen. Angka tersebut patut diwaspadai. "Yang laju pertumbuhan penduduknya 1 persen bakal jadi 2 kali lipat dalam 70 tahun, jadi kita harus waspada juga,” imbuh Rozy, demikian panggilan akrabnya.

Sementara itu, menurut Direktur UNFPA Asia Pasifik Sultan Azis, Indonesia telah sukses melaksanakan program Keluarga Berencana (KB). Meski demikian, kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.

“Jumlah penduduk muda di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar. Jadi kualitasnya harus ditingkatkan karena Indonesia harus bersaing dengan Korea dan Jepang," ujar Azis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut dia, dalam program KB, pengendalaian jumlah penduduk bukan satu-satunya hal yang penting, namun juga kualitas hidup manusia. Kini jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta. Artinya, dengan KB Indonesia berhasil menghemat 8 juta penduduk.

Pembatasan Kelahiran dalam Islam

Pengaturan kelahiran diperbolehkan dalam Islam. Namun pembatasan kelahiran hanya boleh dilakukan bila situasinya mendesak atau force majeure.

"KB di Islam harus dijalankan dengan nilai ke-Islam-an. Dan ini dipengaruhi

Rohis Tegal - Rohani Islam

kultur dan sistem pemerintahan negara. Pembatasan dan pengaturan itu beda," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi.

Direktur Jenderal Bimbingan Islam Islam Departemen Agama Nazarudin Umar menambahkan, agama telah dijadikan dalil untuk menolak KB oleh beberapa orang. Karena itu, pemuka agama berperan besar dalam menggunakan bahasa agama untuk menjaga kesehatan reproduksi.

"Dan dari pengalaman program KB di Indonesia, negara kita punya posisi strategis untuk bridging dalam dunia ide dan kultur," ujarnya. (dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Sholawat, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pada hari lahir (harlah) NU ke-89, akun Twitter Rohis Tegal - Rohani Islam (@NU_Online) dibanjiri ucapan selamat dari berbagai kalangan yang disertai beragam ungkapan. Kemudian Rohis Tegal - Rohani Islam menginisiasi tagar #Harlah89NU. Tagar tersebut sempat jadi trending topic Indonesia.

Merk kaos 1926 kemudian mengapresiasi netizen yang ngetwitt #Harlah89NU dengan tambahan peran #AnakMudaNU juga mention @NU_Online. Apresiasi ditunjukkan 1926 dengan menghadiahkan dua kaos bagi yang ngetwitt terbaik.

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Dua pemenang telah diumumkan hari ini Selasa (3/2) di Twitter Rohis Tegal - Rohani Islam pukul 19.00. Dua pemenang  yaitu akun @lailiynurul dan @Ysrnrfq.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut @lailiynurul, anak muda NU hari ini tak hanya bergelut di bidang dakwah dan aktivis, tapi banyak juga yang berkarir dalam bidang hubungan internasional, kedokteran, teknik. Itu yang dia saksikan di Universitas Brawijaya.

Ia juga menilai anak muda NU tidak mendikotomikan ilmu umum dan agama. Lebih jauh ia mengapresiasi anak muda NU yang lebih arif dalam hal keberagaman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara @Ysrnrfq berpendapat, organisasi pemuda NU seperti IPNU-IPPNU, PMII, KMNU juga harus bersinergi untuk membangun negeri. Anak muda NU harus bersaing dalam era globalisasi saat ini. (Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Sholawat, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

Hidupkan Kerajinan Tangan, Kader Ansor Diharapkan Mandiri Secara Ekonomi

Boyolali, Rohis Tegal - Rohani Islam - Implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Indonesia, menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda Indonesia, termasuk di dalamnya para kader GP Ansor. Untuk itu, butuh kesiapan serta pendampingan untuk memaksimalkan segala potensi yang ada.

Hal tersebut disampaikan Ketua Departemen Koperasi dan UKM Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Hafied Nur Siddiqi saat meninjau potensi ekonomi para kader Ansor di daerah Cepogo, Boyolali, Selasa (12/7).

Hidupkan Kerajinan Tangan, Kader Ansor Diharapkan Mandiri Secara Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidupkan Kerajinan Tangan, Kader Ansor Diharapkan Mandiri Secara Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidupkan Kerajinan Tangan, Kader Ansor Diharapkan Mandiri Secara Ekonomi

“GP Ansor harus mampu mandiri secara ekonomi. Apalagi untuk menghadapi pasar bebas. Saya sangat bangga dan turut mendukung adanya koperasi yang bisa mengkoordinir potensi-potensi di tiap daerah," kata Hafied.

Hafid menambahkan, apa yang sudah digagas para kader Ansor Cepogo untuk membangun kemandirian organisasi lewat koperasi dan pengembangan potensi daerah patut menjadi contoh bagi pengurus Ansor di daerah lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Cepogo Athar Fuadi menyatakan pentingnya untuk mengetahui potensi di masing-masing daerah. Sebagai contoh, di daerah Cepogo ada kerajinan tangan dari logam di Tumang, sabun herbal dan peralatan dapur.

“Di kecamatan Cepogo ini banyak sekali potensi produk kerajinan anggota Ansor yang sudah sampai ke kancah internasional. Sangat disayangkan kalau tidak diwadahi. Itu kan juga untuk kemandirian organisasi,” tukas Fuadi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senada dengan hal di atas, Ketua GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad berharap agar semua potensi yang dimiliki para kader Ansor di Boyolali pada khususnya dapat dimaksimalkan.

“Semoga di Boyoalali juga dapat segera membentuk koperasi Ansor atau pun badan ekonomi untuk menunjang kemandirian organisasi,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Bahtsul Masail, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 22 November 2017

Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren

Oleh Ahmad Yahya

Ketika kita berbicara tentang pondok pesantren, maka tidak terlepas dari sosok santri, dasar terpenting untuk mendukung kegiatan santri di pondok pesantren adalah jaminan dan perlindungan kesehatan bagi santri maupun unsur-unsur yang terlibat didalamnya. Di pondok pesantrenlah lahir pejuang-pejuang Islam, di pondoklah Al-Quran di hapal, di pondoklah hadits Nabi Muhammad SAW dijelaskan dan di pondoklah tertanam tauhid dan manisnya iman.

Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren

Setiap jiwa menghendaki kesehatnnya terjamin, kesehatan merupakan pintu gerbang menuju kebahagiaan. Tanpa tubuh yang sehat akan sulit bagi kita untuk produktif dan menikmati berbagai hal dalam kehidupan. Hampir setiap orang mengerti dan memahami akan pentingnya kesehatan. Akan tetapi tidak sedikit pula yang belum menyadari dan berusaha untuk menjaga aset terpenting tersebut. Ketika tubuh sudah lemah dan tak berdaya karena sakit, kita hanya mampu menyesali dan baru menghargai kesehatan.

Kesehatan menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial ? yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem tubuh, fungsi serta prosesnya.?

Kesehatan sangat penting untuk semua orang terutama remaja. Masa remaja merupakan periode transisi dari anak-anak menjadi dewasa, mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan untuk menjadi generasi yang sehat jasmani, rohani dan mental spiritual.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masa remaja juga merupakan masa menuntut ilmu, dimana mereka tidak hanya menuntut ilmu di sekolah pemerintah, tetapi juga mereka ada yang memilih untuk menuntut ilmu di lingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan tempat untuk mendidik santri menjadi orang yang bertaqwa, berakhlak mulia serta memiliki kecerdasan yang tinggi.

Santri-santri yang berada di pondok pesantren merupakan anak didik yang pada dasarnya sama saja dengan anak didik di sekolah-sekolah umum yang harus berkembang dan merupakan sumber daya yang menjadi generasi penerus pembangunan yang perlu mendapat perhatian khusus terutama kesehatan dan pertumbuhannya.?

Sisi lain kultur dari pondok pesantren yang sering diabaikan adalah kesehatan santri, biasanya masih banyak pesantren yang melestarikan kultur tradisional di mana santri di pesantren dituntut untuk berperilaku sesuai life-style tradisional demi melestarikan kultur. Dan adapula yang sudah memiliki infrastruktur modern, tetapi yang menerapkan life-style modern ini belum banyak jumlahnya.?

Permasalahan kesehatan yang dihadapi santri-santri tidak berbeda dengan permasalahan yang dihadapi anak sekolah umum, bahkan bagi santri yang mondok akan bertambah lagi dengan masalah kesehatan lingkungan yang ada di pondok pesantren yang mereka tempati.

Permasalahan konkrit kesehatan secara umum yang terjadi dipondok pesantren antara lain berkaitan dengan kesehatan lingkungan, misal ; sampah yang berserakan di lingkungan pesantren, lantai pesantren jarang dipel, air limbah tidak mengalir kedalam got ? sehingga menjadi sarang nyamuk, bak mandi jarang di kuras saluran air mandi tersumbat oleh sampah, kasur tidak dijemur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berkaitan dengan masalah tingkah laku ; piring tidak segera dicuci sebelum dan sesudah makan, sisa makanan yg berserakan di pesantren, pakaian yang sudah digunakan bergantungan di dalam asrama, santri tidur dilantai, tanpa selimut dan alas tidur, ember sabun, sepatu dan sandal diletakkan sembarangan di dalam asrama, bantal sering dipakai bersama-sama, menghidangkan makanan tidak ditutup, sesudah BAB tidak cuci tangan dengan sabun dan WC tidak disiram sampai bersih, pakaian basah dijemur di dalam asrama.

Berkaitan dengan masalah Gizi; mie dijadikan makanan pokok, menu makanan kurang bervariasi, santri tidak sarapan pagi, mengambil porsi makanan yang tidak sesuai. Berkaitan dengan masalah sarana dan prasarana; ruang asrama tidak sesuai dengan jumlah penghuni, kurangnya obat-obat ringan dan P3K, kurangnya tempat menjemur pakaian.

Kemudian muncullah beberapa penyakit yang sering muncul di pondok pesantren, seperti ; gatal dan scabies [gudiken], sesak napas, demam, pingsan, batuk pilek, maag, nyeri ringan, nyeri kolik, dan lain sebagainya.?

Pondasi kesehatan untuk santri

Kenyataan dan perilaku yang kurang terpuji tersebut ? harus dirubah ke arah perilaku yang lebih baik dan higienis, karena pangkal kesehatan dimulai dari perilaku kita sendiri. Pertanyaannya adalah kapan lagi? Ya hari ini dan mulai sekarang. ? ?

Beberapa solusi untuk meletakkan pondasi kesehatan di pondok pesantren adalah pertama, pembentukan dan Pelatihan tim UKS (Unit Kesehatan Santri). Kedua, penyuluhan kesehatan secara berkala. Ketiga, mengadakan pelatihan kader kesehatan kepada santri. Keempat, membuat pos kesehatan pondok pesantren (Poskestren). Kelima, membuat kelompok diskusi reproduksi kesehatan (khusus santri putri). Keenam, menyidiakan obat yang cukup lengkap di Pondok pesantren. Ketujuh, bekerjasama dengan rumah sakit terdekat atau perguruan tinggi yang membidangi masalah kesehatan.?

Memahamkan akan pentingnya kesehatan di pondok pesantren adalah sesuatu hal yang sangat penting, karena kesehatan santri merupakan ujung tombak dari suksesnya para santri untuk meraih cita-citanya, serta meneruskan perjuangan ulama, kiai dan tegaknya agama Allah SWT. Wallahu a’lam.

Penulis adalah Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Sosial Masyarakat IMAN Institute, Alumni Pondok Pesantren Al Fattaah-Setinggil-Demak, Tinggal di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Habib, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran

Moskow, Rohis Tegal - Rohani Islam

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-8 di Moskow, Rusia, telah ditutup pada Senin (8/10) kemarin dengan pemenang pertama dalam kategori tilawah adalah Mohammed Sajjad Jandami dari Iran, dan Abdullah Ali Akbar dari Kyrgyzstan pemenang pertama dalam kategori hafal Al-Qur’an.

MTQ yang diprakarsai oleh Dewan Fatwa Rusia diikuti sebanyak 60 qari’ dan qari’ah dari Rusia dan sejumlah negara seperti Iran, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, Ukraina, Turkey, Iran, India dan Azerbaijan ikut serta dalam lomba tersebut.

MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran

Para pemenang memperoleh hadiah uang tunai yang disediakan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi dan Kedubes Kesultanan Oman di Moskow.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Ketua Dewan Hakim MTQ, Ainuddin, kategori penilaian dalam perlombaan baca kitab suci umat Islam itu adalah kefasehan tajwid (cara membaca Al-Qur’an), hafalan, tartil (lagu), dan penampilan.(ant/nur/irna)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 12 November 2017

Kiai Masdar: Yakinlah Banyak Faedah Ikut NU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Di hadapan ratusan Nahdliyin yang memadati halaman Madrasah Ibtidaiyah Al-Falah Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi mengingatkan tentang pentingnya organisasi NU dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Ia menyampaikan hal itu pada acara halal bihalal yang dihelat oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi, Kamis (21/7). Para pengurus cabang hingga ranting NU serta badan otonom NU se-Banyuwangi tampak hadir dengan atributnya masing-masing.

Kiai Masdar: Yakinlah Banyak Faedah Ikut NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Masdar: Yakinlah Banyak Faedah Ikut NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Masdar: Yakinlah Banyak Faedah Ikut NU

Lebih lanjut, Kiai Masdar mencontohkan, pertemuan halal bi halal sebagaimana yang digelar, dihadiri ratusan orang, mulai dari ulama, pejabat dan masyarakat, tidak akan terselenggara tanpa adanya organisasi yang mengatur. “Kita tidak akan bisa berkumpul seperti saat ini, jika tidak karena Nahdlatul Ulama. Ini contoh kecil dari faedah berorganisasi,” ungkap kiai alumni Pondok Pesantren Al-Munawir, Krapyak tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan berorganisasi di Nahdlatul Ulama, maka kekuatan dan nilai kemanfaatan seseorang akan bertambah. Sebagaimana halnya dengan shalat. Shalat tetap sah meski dilakukan dengan seorang diri, namun akan bertambah pahalanya menjadi 27 derajat tatkala dilaksanakan secara berjamaah. “Kehidupan pun demikian. Jika kita berorganisasi, manfaatnya pun bertambah,” katanya.

Uang seribu, lanjut Kiai Masdar, mungkin hanya cukup untuk membeli kerupuk, tetapi jika uang seribu tersebut diorganisasi oleh warga NU yang berjumlah 50 ribu, maka akan menjadi jumlah yang besar, dan bisa menghasilkan kemanfaatan yang berlipat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Masdar juga meyakinkan kepada semua hadirin bahwa ikut organisasi Nahdlatul Ulama bermanfaat dalam berbagai hal. Mulai urusan duniawi, ukhrawi, jasmani, maupun rohani. “Yakinlah kemanfaatan ikut NU itu, fiddini wa dunya wal akhirah, jasmaniyah wa rohaniyah,” jelasnya.

Acara halal bi halal dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi KH Masykur Ali, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko, Kepala Kementrian Agama Banyuwangi, anggota DPRD Banyuwangi, dan beberapa tamu lain.

Dalam kesempatan itu, Masykur Ali mendorong warga NU untuk meneladani semangat para pendiri NU. Ia bercerita bahwa pada bulan Februari 1927, KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah yang tergabung dalam Lajnatun Nasihin datang ke Banyuwangi. Tempat pertemuan kedua tokoh itu dengan masyarakat Banyuwangi itu kini adalah tanah lokasi berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Al-Falah, tempat acara halal bihalal saat ini. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 07 November 2017

Habib Luthfi: Ziarahi Para Wali, Ziarahi Juga Para Pahlawan!

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya berpesan kepada generasi muda untuk lebih mengenal dan tidak melupakan para pahlawan dan pendiri bangsa Indonesia.

"Jangan menjadi umat yang mengecewakan Nabi SAW, jangan mengecewakan para ulama pewaris Nabi SAW, jangan mengecewakan para ulama yang ikut berandil besar dalam membangun bangsa dan Negara Republik Indonesia ini. Tanamkan hal itu pada adik-adik kita. Setelah ziarah ke para wali, ajak ziarah ke makam para pahlawan biar kenal," tegasnya.

Habib Luthfi: Ziarahi Para Wali, Ziarahi Juga Para Pahlawan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Ziarahi Para Wali, Ziarahi Juga Para Pahlawan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Ziarahi Para Wali, Ziarahi Juga Para Pahlawan!

Habib Luthfi menyampaikan hal itu dalam pengajian dan Istighotsah Kubro Ahmad Yani Bersholawat yang berlangsung di Lapangan Pusdik Penerbad Bandara Ahmad Yani Semarang, Kamis (16/10) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam acara yang dirangkaikan dengan peringatan HUT TNI tersebut terlebih dahulu dibacakan Maulid Simthud Durar, Istighotsah dan kemudian berdiri untuk menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Habib Luthfi, lagu Indonesia Raya jangan hanya dijadikan lagu basa-basi belaka karena Lagu Indonesia Raya bukan sekedar lagu biasa tapi mengandung kalimat ikrar, yaitu pernyataan yang perlu dituntut tanggungjawabnya.

"Sebagaimana kita mengatakan dalam lagu: Indonesia Tanah Airku... Tanya pada diri sendiri bohong atau tidak?!" tanyanya.

"Kalau kita bisa menjiwainya maka akan menjadi benteng kokoh yang luar biasa dan Indonesia tidak akan mudah dipecah belah, apalagi ditambah dengan dibentengi akidah ahlussunnah wal jamaah," tambah Habib Luthfi. (M. Luqman Firmansyah/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Sholawat, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 24 Oktober 2017

Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh

Banda Aceh, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengunjungi Pengurus Wilayah Nahdhlatul Ulama (PWNU) Aceh di Kantor PWNU Aceh kawasan Lueng Bata-Banda Aceh, Ahad (6/5).

Nasaruddin hadir ke Aceh dalam rangka memenuhi undangan seminar Harlah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Aceh, di Banda Aceh, Sabtu(5/5).

Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh

“Secara psikologis, silaturahim itu dahsyat. Memperpanjang umur kata Rasululah Saw. Apa yang kita lakukan ini, manifestasi dari silaturahim,” ujar Nasaruddin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya juga mengajak kepada teman-teman pengurus NU, saya titipkan Pak Kanwil kita. Dalam artian begini, tegur kalau dia salah. Kemudian dibantu apa yang bisa dibantu,” lanjutnya disambut tepuk tangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kesempatan itu, Ketua PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan di Aceh. “Dalam waktu dekat juga PWNU Aceh akan mengadakan Diklat Hisab dan Rukyat se-Sumatera yang akan dilaksanakan di Banda Aceh,” kata Lem Faisal, begitu Tgk. H Faisal Ali biasa disapa.

Puluhan pengurus NU Aceh hadir pada acara silaturahim itu. Di antaranya, Kakamenag Aceh H Ibnu Sa’dan, Wakil Ketua PWNU, Sekretaris PWNU Aceh, Ustad Asnawi M. Amin, para anak muda NU Aceh. Rais Syuriah PWNU Aceh Tgk. H. Ibrahim Hasyim menutup acara dengan doa.

Kontributor: Muhadzdzier M Salda

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Pondok Pesantren, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 15 Oktober 2017

Tafsir al-Khatib al-Makki Karya Abdul Hamid bin Khatib Minangkabau

Di antara karya langka ulama keturunan Nusantara yang tak diketahui banyak khalayak: "Tafsîr al-Khatîb al-Makkî”, karangan ‘Abd al-Hamîd ibn Ahmad al-Khatîb ibn ‘Abd al-Lathîf al-Minânkabâwî al-Makkî (1316-1381 H/ 1898-1961 M), cendikiawan sekaligus diplomat Saudi Arabia keturunan Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau (1860-1916 M).

Kitab “Tafsîr al-Khatîb al-Makkî” ini terdiri dari 4 (empat) juz dan pertamakalinya dicetak di percetakan Musthafâ al-Bâbî al-Halabî di Kairo pada tahun 1947 M. Kitab ini dicetak ulang pada tahun 1960-an oleh penerbit Dâr al-Fikr, Libanon. Sayangnya, setelah itu kitab ini tampaknya tak lagi terbit.

Naskah kitab versi cetakan Musthafâ al-Bâbî al-Halabî ini (1947 M) tersimpan di perpustakaan al-Haramain al-Syarifain di Masjid Nabawi di Madinah, Perpustakaan Universitas Riyadh, Saudi Arabia (KSA), juga di perpustakaan Universitas Sains Terapan (Applied Science University/ Jâmi’ah al-‘Ulûm al-Tathbîqiyyah), Uni Emirat Arab (UAE).

Keberadaan kitab tafsir ini kian melengkapi khazanah intelektual ulama Nusantara di Timur Tengah. Kitab tafsir ini pun menjadi penyanding “Tafsîr Marâh Labîd” atau “Tafsîr Munîr”, sebuah kitab tafsir yang ditulis dalam bahasa Arab oleh Syaikh Nawawi al-Bantani (w. 1897 M) sekitar tiga perempat abad sebelumnya.

Tafsir al-Khatib al-Makki Karya Abdul Hamid bin Khatib Minangkabau (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafsir al-Khatib al-Makki Karya Abdul Hamid bin Khatib Minangkabau (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafsir al-Khatib al-Makki Karya Abdul Hamid bin Khatib Minangkabau

Ketika menuliskan kitab tafsirnya ini, ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb berstatus sebagai pengajar di Masjid al-Haram di Mekkah. Rumahnya ramai oleh para pelajar yang mengaji ilmu-ilmu keagamaan, khususnya mereka yang berasal dari negeri Jawi (Nusantara).

Selama menjadi pengajar, ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb terbilang produktif menulis. Selain “Tafsîr al-Khatîb al-Makkî”, ia juga menghasilkan beberapa karya lainnya, semisal “Asmâ al-Risâlât”, “Tâiyah al-Khatîb fî Sîrah al-Musthafâ al-Habîb”, “Jauharah al-Dîn”, dan juga “al-Imâm al-‘Âdil”.

Dalam “Siyar wa al-Tarâjim li Badh Ulamaina fi al-Qarn al-Rabi al-Asyar”, Umar Abd al-Jabbar memuat biografi Abd al-Hamid al-Khatib ini. Disebutkan, jika pada masa mudanya ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb merupakan seorang aktivis. Ia pergi ke Mesir pada tahun 1920-an dan bergabung dengan gerakan kebangkitan budaya di Kairo.

Selama di Kairo, ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb juga aktif di dunia jurnalistik. Artikel-artikelnya banyak dimuat di beberapa surat kabar terkemuka Mesir pada masa itu, seperti Al-Ahram, Al-Wathan, Al-Muqattam, dan lain-lain. Di Kairo juga ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb memprakarsai berdirinya Jam’iyyah al-Syubbân al-Hijâziyyin (Organisasi Pemuda Hijaz).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Karir ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb kemudian sampai pada bidang diplomatik. Ia pun didaulat sebagai duta besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Pakistan. Ketika Republik Indonesia merdeka pada tahun 1945 M, ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb-lah yang menjadi utusan khusus Kerajaan Saudi Arabia untuk menyatakan dan memberikan dukungan kerajaan bagi Indonesia. Sekitar tahun 1949 M, ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb melakukan aktivitas safari ke beberapa kota di Indonesia, khususnya wilayah asal leluhurnya: Minangkabau.

Rohis Tegal - Rohani Islam

‘Abd al-Hamîd menghabiskan masa tuanya dan meninggal di Damaskus, Suriah, pada 1961 M.

Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau memiliki dua anak lelaki, yaitu ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb yang disebutkan di atas, juga ‘Abd al-Malik al-Khatîb. Anak kedua inilah yang menjadi penerus “trah keulamaan” Syaikh Ahmad Khatib. Dalam beberapa kitab “asânîd” dan “tarâjîm”, ‘Abd al-Malik al-Khatîb disebut-sebut sebagai salah satu ulama abad ke-20 M, meski beliau tidak memiliki banyak karangan seperti ayah dan saudaranya. Syaikh Yasin al-Padani juga banyak mengambil riwayat-sanad dari ‘Abd al-Karîm al-Khatîb ini. (Ahmad Ginanjar Sya’ban)

*Rohis Tegal - Rohani Islam akan mengulas beberapa khazanah ulama Nusantara yang diterbitkan atau tersimpan di beberapa negara di Timur Tengah di rubrik ini setiap hari Jum’at. Sebagian besar khazanah ini sudah tidak diterbitkan lagi. (Red)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Sholawat, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 19 September 2017

RMI NU Jateng Luncurkan Simapes

Blora, Rohis Tegal - Rohani Islam . Selama ini, lembaga pendidikan pesantren dan madrasah belum memiliki sistem manajemen dan informasi yang didukung basis teknologi digital. Padahal, sistem ini sangat penting untuk kemajuan lembaga pendidikan, baik di level dasar maupun tingkat lanjut. 

Hal itu menjadi kegelisahan Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Jawa Tengah dengan meluncurkan Sistem Manajemen Pesantren dan Madrasah (Simapes), pada Ahad (1/03) lalu.

RMI NU Jateng Luncurkan Simapes (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI NU Jateng Luncurkan Simapes (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI NU Jateng Luncurkan Simapes

Peluncuran Simapes, berbarengan dengan halaqah Regenerasi Kader Ulama, yang berlangsung di pesantren al-Hikmah, Ngadiwerno, Blora, Jawa Tengah. Hadir dalam agenda ini, KH. Ubaidillah Shodaqoh (Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah), KH. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed (Ketua RMI NU Jateng), Drs. H. Ahmadi, M.Ag (Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah), Dr. KH. Abd. Ghoffur Maimun (Sarang) dan segenap perwakilan pengasuh pesantren se-Jawa Tengah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam sambutannya, Ketua RMI NU Jawa Tengah KH Abdul Ghoffar Rozien mengungkapkan, bahwa sudah saatnya pesantren mempunyai sistem manajemen pendidikan yang berbasis teknologi. 

"Saat ini, pesantren dan juga madrasah, menghadapi tiga tantangan penting. Yakni, kaderisasi ulama, kemandirian ekononomi, dan manajemen yang handal," terang kiai yang akrab disapa Gus Rozien ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk itu, lanjutnya, RMI NU berusaha mengawali langkah untuk mencipta sistem manajemen pesantren dan madrasha yang didukung oleh sistem teknologi. "Sistem manajemen dan informasi pesantren dengan basis teknologi digital, sangat penting untuk mendukung pembelajaran di pesantren saat ini. Selain itu, kaderisasi ulama dan kemandirian ekonomi pesantren juga menjadi tanggung jawab bersama," tegasnya.

Program Simapes yang diluncurkan RMI NU Jateng, mendapat sambutan positif dari Kementrian Agama Jawa Tengah. Kakanwil Kemenag Jateng H. Ahmadi menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya sangat mendukung apa yang sudah dikerjakan oleh RMI NU Jateng. 

"Kami sangat mendukung apa yang sudah dikerjakan oleh Simpas, karena ini memberi kontribusi positif bagi pengembangan pesantren dan madrasah. Di Jawa Tengah, ada sekitar 20 ribu lembaga pendidikan dari pesantren dan madrasah. Kalau didukung oleh Simpes, tentu akan sangat luar biasa," dukung Ahmadi. Untuk waktu ke depan, Kemenag Jateng akan mengundang RMI NU Jateng untuk melakukan Forum Group Discussion (FGD) sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini.     

Di sisi lain, KH. Ubaidillah Shodaqoh menegaskan bahwa pesantren saat ini sudah harus berpikir strategis dan memikirkan manajemen yang cerdas. "Lembaga pesantren dan madrasah, saat ini harus berpikir tentang pengelolaan yang baik dengan pemimpin yang mumpuni dan manajemen yang handal. Saya sudah pernah melakukan kunjungan pesantren Sulaimaniyyah di Turki. Mereka mengelola pendidikan sangat detail. Tentu saja, perlu ada kompromi, agar dapat diterapkan di Indonesia," terang Kiai Ubaid.

Peluncuran Simapes ini, menjadi wujud kepedulian RMI NU Jawa Tengah untuk mendukung pengelolaan pendidikan di pesantren dan madrasah agar lebih berkembang. (Munawir Aziz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 September 2017

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Solo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Nama Majelis Ahbabul Musthofa yang diasuh oleh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf cukup populer bagi masyarakat Aswaja pecinta lantunan shalawat di Indonesia, bahkan dunia. Majelis dzikir dan shalawat yang sudah berdiri puluhan tahun lalu ini menginspirasi orang untuk semakin mencintai Nabi Muhammad saw. melalui pujian shalawat.

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Ahbabul Musthofa sendiri bermakna para pecinta Al-Musthofa, Rasulullah saw. “Kenapa dinamakan Ahbabul Musthofa? Supaya kita diakui menjadi kekasihnya dan di akhirat bersama Rasulullah saw.” kata Habib Syech pada acara Harlah Ke-18 Ahbabul Mustofa di Masjid Agung Surakarta, Sabtu (9/1) malam.

Mustasyar PWNU Jateng itu menambahkan, majelis Ahbabul Musthofa dulu awalnya cuma lima sampai enam orang. “Sekarang alhamdulillah bertambah banyak,” ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kesempatan ini Habib Syech berpesan kepada ribuan jamaah yang hadir untuk senantiasa menguatkan keyakinan kepada Allah. “Kita kuatkan keyakinan kita, husnuzzhan kepada Allah. Insya Allah selamat di dunia dan akhirat,” ungkap dia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia juga berdoa agar Allah menghentikan pertikaian umat Islam di seluruh dunia. “Pertikaian umat Islam di Syiria, Yaman, dan di manapun semoga Allah menghentikan pertikaian yang ada di sana,” harap dia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock