Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola

Bandung,Rohis Tegal - Rohani Islam

Memasuki hari kedua putaran final atau seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, beberapa tim mengalami nasib sial, mengalami kekalahan telak. Bahkan, karena di hari kedua juga mengalami hal serupa, beberapa tim dipastikan? gagal mendapatkan tiket ke babak selanjutnya.

Pada hari pertama, di stadion Siliwangi, Al-Madiniyah Tabalong, Kalimantan Selatan mengalami nasib sial itu. Mereka dikalahkan 0-7 oleh kesebelasan DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. Hal serupa dialami Al Huda Lampung Selatan. Mereka kalah 1-4 Nurul Iman Muaro Jambi.

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola

Pada hari kedua, Selasa (24/10) di stadion sama, kesebelasan Hamzan Wadi dari Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami nasib serupa. Mereka dicukur lebih telak lagi dibanding Al-Madaniyah, dengan skor 0-8 oleh kesebelasan Walisongo Sragen, Jawa Tengah. ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Padahal Hamzan Wadi, sehari sebelumnya juga dikalahkan Nurul Fauzi Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan hasil seperti itu, mereka sulit untuk mendapatkan tiket ke babak selanjutnya.? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut pengamat sepak bola, M. Kusnaeni, umumnya tim-tim yang kalah banyak karena kurang pengalaman bermain di kompetisi level nasional. Mereka demam panggung sehingga tidak bisa bermain maksimal.

“Jangan berhenti sampai di sini. Tim-tim itu sudah membuktikan diri yang terbaik di regionnya. Pengalaman kali ini justru harus memotivasi untuk tampil lebih maksimal pada tahun-tahun selanjutnya,” pintanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Maret 2018

Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika…

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi dan kepentingan bangsa. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.

Demikian penjelasan Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Provinsi Lampung KH Munawir saat ditanya terkait penggunaan hak pilih masyarakat dalam pemilihan umum ataupun Pemilihan Kepala Daerah, Selasa (16/1).

Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika… (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika… (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika…

Imamah dan Imarah dalam Islam, lanjutnya, harus sesuai dengan  syarat-syarat sesuai ketentuan agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.

"Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib," tegasnya.

Menurutnya, memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut atau tidak memilih sama sekali, padahal ada calon yang memenuhi syarat, maka hukumnya haram.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mampu mengemban tugas amar ma’ruf nahi munkar. Umat islam tidak benarkan untuk golput atau tidak menggunakan hak pilih," tegasnya.

Jika golput akan berdampak pada gagalnya pemilihan umum dan rusaknya tatanan pemerintahan, maka hukumnya haram.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karenanya, Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk dapat menyalurkan hak politiknya dengan memilih pemimpin pada pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 ini.

"Pilihlah pemimpin yang akan memimpin daerahnya masing-masing dengan pemikiran jernih dan menata niat untuk mendapatkan ridho Allah SWT," imbaunya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Maret 2018

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan santri Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilatih hypno motivation, Sabtu (22/4). Pelatihan ini diberikan untuk menguatkan jiwa dan mental dengan harapan mereka memiliki ketahanan moral dan spiritual di tengah perkembangan arus globalisasi.

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah ini dihadiri Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari didampingi sejumlah pengasuh dan tokoh agama di Kota Kraksaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan jiwa santri yang sesuai dengan nilai-nilai Islami.

“Terkadang kita lupa, bahwa Islam itu memiliki segala-galanya. Akan tetapi karena kita terlena, maka kita lupa segalanya,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Melalui kegiatan hypno motivation ini Hasan Baharun mengharapkan agar santri memilki kekuatan mental dan spiritual, sehingga akan terbentuk karakter santri yang sesuai dengan harapan masyarakat dan tidak goyah dengan perkembangan Iptek dan modernisasi.

Sementara Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari mengatakan santri harus kembali kepada khittahnya. Dalam artian mereka harus selalu ingat pada sang pencipta di tengah-tengah ikhtiarnya. “Nilai-nilai spiritual santri harus terus dibangkitkan dan dioptimalkan dari banyak sisi, agar santri benar-benar sesuai dengan fitrahnya,” katanya.

Sudah saatnya semangat santri dalam belajar dan menimba ilmu perlu ditata ulang. “Apalagi semangat barokah sekarang sudah mulai tergerus oleh kepentingan-kepentingan yang sangat bervariasi. Belajar sambil beribadah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Santri, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 12 Februari 2018

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa secara de facto KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah Pahlawan Nasional. Pasalnya seluruh proses mulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) maupun Dewan Gelar sudah selesai.

"Secara de fakto Gus Dur sudah ? pahlawan, ada kemasyhuran dan keluhuran yang melekat pada diri KH Abdurrahman Wahid," ujarnya usai melakukan zaiarah di Makam KH Abdurrahman Wahid di Komplek Pesanren Tebuireng Jombang, Sabtu (7/11) ? siang.

Mensos Khofifah juga meyakinkan bahwa tidak ada polemik atau tarik-menarik terkait penganugerahan gelar pahlawan kepada Presiden RI ke-4 ini. Penganugerahan pahlawan kepada Gus Dur itu hanya menunggu waktu yang tepat.

Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

"Seluruh proses untuk pemberian gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur sudah selesai. Namun dari catatan dewan gelar, nama Gus Dur diendapkan dulu. Sambil menunggu saat yang tepat," katanya menjelaskan. Anggota Tim Dewan Gelar di antaranya adalah Prof Jimly Asshiddiqy dan juga Prof Azzumardi Azra.

Masih menurut Khofifah, sosok Gus Gur memiliki kemasyhuran dan keluhuran dalam satu titik yang sama. Ada orang yang dapat kemasyhuran tetapi tidak dapat keluhuran, begitu pula sebaliknya. "Gus Dur mempunyai kemasyhuran dan keluhuran. Dan secara ? de fakto Gus Dur sudah pahlawan, tinggal menunggu saat yang tepat saja. Untuk tahun ini kan sudah selesai penganugerahan pahlawan kemarin," papar Ketua PP Muslimat NU ini.

Meski tidak secara tegas Mensos menyatakan, bahwa pengaugerahan pahlawan Gus Dur tidak bisa diberikan tahun 2015 ini. Namun Khofifah menyatakan bahwa tahun ini penganugerahannnya pahlawan sudah selesai diberikan kepada 5 orang pahlawan nasional oleh presiden Jokowi pada tanggal 5 November 2015 kemarin. "Dua di antaranya dari Jawa Timur, satu Bali, satu dari Jogja, dan satu lagi dari Sulawesi," bebernya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan Mensos, jumlah Pahlawan Nasional selama ini sudah sebanyak 163 orang, dengan dianugerahkannya 5 pahlawan lagi yang telah dianugerai gelar pahlawan nasional maka jumlah pahlawan nasional kini menjadi 168 orang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

?

Foto: Mensos Khofifah Indar Parawansa (berbusana hijau) saat berziarah ke makam Gus Dur di Jombang

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Waykanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Mendiang Hans Bague Jassin atau dikenal dengan HB Jassin menjuluki sastrawan Isbedy Stiawan ZS sebagai Paus Sastra Lampung. Isbedy mendukung gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.

"Kesadaran masyarakat kita akan pengelolaan sampah perlu ditingkatkan, termasuk upaya pemerintah. Di Belanda, pemerintah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik, dan masyarakat pun terbiasa menempatkan sampah sesuai jenisnya di tempat sampah itu," ujar Isbedy di Way Kanan, Jumat (12/2).

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Kendati ditempatkan di ruang publik, tempat sampah di Belanda itu menurut Isbedy tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil. Ia mengaku penasaran dan mencoba menggoyang-nggoyangkan tempat sampah itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tidak bisa bergoyang saat saya mencoba mengguncangkannya, kuat sekali, namun ternyata saat ada petugas kebersihan datang, saya baru tahu itu bisa dilepas dan selanjutnya sampah diambil dan dimasukkan ke bak truk sesuai jenisnya, tidak dicampur," ujarnya pria kelahiran Tanjungkarang, Bandar Lampung, 5 Juni 1958 itu menjelaskan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

PC GP Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016 yang akan dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia secara serentak.

Sejumlah pihak yang menyatakan siap berpartisipasi pada aksi "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dari Way Kanan ialah Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gusdurian, alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN), Saka Wira Kartika binaan Koramil Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Raden Djambat Shooting Club (RDSC), Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah.

Lalu Pemuda Muhammadiyah, Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anak Daerah (FAD), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Palang Merah Indonesia (PMI), PC Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Forum Karate Indonesia (Forki), Kodim 0427 dan Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11.

"Kegiatan semacam itu perlu sekali karena lingkungan hidup harus selalu dijaga bersama-sama," ujar Isbedy.

Di Way Kanan, aksi akan dimulai dari berbagai titik sekitar pukul 06.00 WIB, di Baradatu, aksi akan dilakukan oleh PC Fatayat NU, Forki, IPSI, IPNU dan IPPNU dan bermuara di Gedung PCNU Way Kanan. Lalu di Kecamatan Way Tuba, PAC GP Ansor setempat menggandeng masyarakat akan gotong royong membersihkan sampah di Kampung Bukit Gemuruh. Kemudian di Blambangan Umpu akan bermuara di Monumen Mayjend Ryacudu, ditutup dengan deklarasi bersama "Way Kanan Berani Bersih". (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Santri, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

Mimika, Rohis Tegal - Rohani Islam. Hujan deras mengguyur Bumi Mimika sejak seusai Ashar hingga usai Isya, Sabtu (6/5) tidak menyurutkan semangat warga NU kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kab Mimika, Provinsi Papua untuk mengikuti acara kebanggaan mereka.

Menjaga tradisi leluhur menjadi pokok semangat warga Poumako, Mapuru Jaya dan undangan kampung Wangirja, SP9, Distrik Iwaka, Kab Mimika. Acara tahlil kirim doa dan shalawat merupakan tradisi leluhur yang baik dan harus dirawat

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

"Ini kita harus memperkuat tradisi baik ini agar tidak direcoki aliran yang aneh-aneh," urai H. Taher Rumagesan selalu Wakil Syuriyah PCNU Mimika yang tinggal di Poumako ini menjelaskan latar belakang rutinan ini digalakkan.

Acara malam ini dilakukan di masjid Al-Haq Poumako. Hadir dalam acara tahlil dan kirim doa sambut Ramadhan ini Ketua PCNU Mimika, H Abdul Wahab, Sekretaris Adam Waluyo, Wakil Sekretaris Ibnu Hamid, JQH MWC Tembagapura Ust Hasyim Asyari, wakil ketua PCNU Sugiarso dan segenap jajaran MWC NU Mimika Timur, seperti H Heri Budiono dan yang lain

Ba’da Magrib dan wiridan disambung acara dengan syair NU, dilanjut tawasul dan diperkenalkan juga Shalawat Nahdliyyah dan mars Ya Lal Wathon. Acara dilanjutkan tahlil, diteruskan shalawatan lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ust Hasyim dalam kajian aswajanya mengajak untuk hidup selamat dengan berkumpul dan menjadi bagian ulama yang selamat, yakni rombongannya KH Hasyim Asyari dengan keretanya yang bernama NU

Di akhir acara wakil ketua PCNU Mimika menyerahkan buku amalan NU berupa buku amalan nishfu sya’ban, bilalan Tarawih, dan kaifiyat NU agar bisa diamalkan

Rohis Tegal - Rohani Islam

Acara ditutup dengan shalawat Thariqiyah dan shalat Isya berjamaah dan dilanjutkan menyantap hidangan malam

Acara selanjutnya dijadwalkan 3 Juni dalam acara buka puasa bersama ? (Sugiarso/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Daerah, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

4 Tahun Klinik MWCNU Buaran Pekalongan Layani Kesehatan Masyarakat

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Klinik Mitra Bahagia genap berusia 4 tahun pada Ahad (27/8) kemarin. Seremonial peringatan hari lahir kinik yang bernaung di bawah payung MWCNU Buaran Pekalongan itu dilaksanakan secara sederhana namun khidmat.

Klinik Mitra Bahagia melayani pemeriksaan umum, peserta BPJS, persalinan, khitan, vaksinasi anak, vaksin haji, rawat inap, dan poli gigi. Klinik yang berlokasi di Jalan Letjend Soeprapto No35 Kertoharjo Pekalongan Selatan, ini buka 24 jam dan hari libur/besar tetap buka.

Klinik yang bermotto melayani dengan TERTIB (Tuntunan, Empati, Ramah, Tawakkal, Iman, Bersih) ini mempunyai visi menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang prima dan menjadi kebanggaan masyarakat pada umumnya dan kebanggaan Nahdliyin pada khususnya, dengan pendekatan secara kekeluargaan.

4 Tahun Klinik MWCNU Buaran Pekalongan Layani Kesehatan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Tahun Klinik MWCNU Buaran Pekalongan Layani Kesehatan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Tahun Klinik MWCNU Buaran Pekalongan Layani Kesehatan Masyarakat

Misi Klinik Mitra Bahagia adalah memberi pelayanan kesehatan dengan profesional kepada seluruh lapisan masyarakat, mengadakan sarana dan prasarana kesehatan tingkat dasar berbasis kompetensi, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan biaya terjangkau, serta mengembangkan kemitraan dengan melaksanakan pemasaran terpadu melalui kerjasama dengan sekolah-sekolah, organisasi kemasyarakatan, pemerintahan, perusahaan-perusahaan maupun asuransi. 

Klinik yang dipimpin oleh dr.H Chamim Yuniarno MH, M.Kes ini juga rutin mengadakan kegiatan-kegiatan sosial dalam even-even tertentu seperti turut serta dalam tim medis saat Menteri Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Pekalongan dalam rangka Harlah Muslimat Kabupaten Pekalongan, juga dalam even-even sosial lainnya.

Dalam kaitan harlah Klinik Mitra Bahagia yang ke 4, management klinik mempunyai program kerja khusus yaitu rekrutmen peserta BPJS baik yang peserta baru maupun peserta BPJS yang hendak berpindah faskes. Dengan dukungan penuh dari banom-banom NU, diantaranya Muslimat, Fatayat, IPPNU, IPNU, Ansor dan Banser, target peserta hampir terpenuhi. Animo masyarakat untuk menjadi peserta BPJS di Klinik Mitra Bahagia cukup tinggi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Alhamdulillah kami mendapatkan amanah dari umat untuk menjadi sarana bagi umat memperoleh kesehatan. Kami berinisiatif memfasilitasi warga untuk menjadi peserta BPJS di Klinik Mitra Bahagia sehingga dengan sendirinya warga merasa nyaman dan berbondong-bondong memindahkan kepesertaan BPJS mereka ke klinik mitra,’’ ujar Nailis Suroyya, yang juga selaku Ketua Yayasan Klinik Mitra Bahagia dengan penuh optimisme.

Dalam kaitannya dengan harlah, managemen klinik beserta jajaran Banom menyelenggarakan acara sederhana di halaman klinik Mitra Bahagia. Acara diawali dengan pembacaan Tahlil massal yang dipimpin KH Abshori dilanjutkan Gema Wahyu Ilahi dan Shalawat Badar oleh anggota Fatayat, Sri Hidayah. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Semangat kemerdekaan dan cinta tanah air terasa meresap oleh semua hadirin ketika Lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathan dikumandangkan oleh paduan suara dari pemuda pemudi kebanggaan Nahdliyyin, IPNU dan IPPNU. Kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan sambutan.

Tampak hadir dalam acara, Anggota DPR RI Bisri Romly, Anggota DPRD Dewi Aida Fitria. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi beserta Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun. Hadir pula Ketua MWCNU Kabupaten Pekalongan, KH Muslikh Khudlori, KH Imronudin Syukri, Ketua MWC NU Buaran KH Khuzai dan beberapa tamu undangan. Diagendakan pula Narasumber dari pihak BPJS hadir sebagai salah satu Pembicara dalam Harlah kali ini. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 10 Januari 2018

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Perekonomian (LPNU) telah melaksanakan Kongres Garam Rakyat di Madura pada awal Juli 2012 lalu.

Salah satu tindak lanjutnya adalah membentuk Asosiasi Petambak Garam Nusantara, disingkat Aspegnu. Aspegnu bertujuan untuk mensejahterakan petani garam. Targetnya, Indonesia swasemba garam pada tahun 2014. Salah satu caranya dengan menghubungkan petani garam dengan pihak-pihak konsumen garam.

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Rencana terdekat, Aspegnu akan menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan PT. Garuda Food terkait pembelian garam rakyat. Kesepakatan akan digelar di Pati Jawa tengah, Sabtu, 24 November 2012.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Wakil Sekretaris LPNU, Ahmad Salechan, sebelum kesepakatan bersama tersebut akan digelar konferensi pers di gedung PBNU lantai 5, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat pada Kamis, (22/11), pukul 14.00.

Pada kesempatan tersebut akan hadir Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Ketua Komite Garam PBNU)  Prof. Dr. Moh. Maksum Mahfud (Ketua PBNU, Pakar pangan UGM) dan Perwakilan Garuda Food.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Selanjutnya, setelah paparan siaran pers, akan dilanjutkan dengan forum tanya jawab,” ungkap Ahmad Solechan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 04 Januari 2018

400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk

Nganjuk, Rohis Tegal - Rohani Islam. Panitia Program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur akan mengelar seleksi ? tes tulis masuk kegiatan pesantren kilat bagi pelajar yang baru lulus pendidikan tingkat SMA/SMK/MA di Kampus IAI Pangeran Diponegoro, Nganjuk.

Atourrohman Syahroni, selaku manager Sanlat BPUN Nganjuk mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan mulai Ahad (10/4) di Aula Kampus Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk.

"Kegiatan ini akan diikuti 400 peserta yang berada dari wilayah Nganjuk,Jombang dan Kediri", ujarnya.

400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)
400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)

400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk

Dari 400 peserta tersebut, lanjut? Atourrohman? ? akan diambil 100 terbaik untuk mengikuti pesantren kilat bimbingan belajar masuk penguruan tinggi? negeri. Keseratus peserta Sanlat akan menjalani masa pemondokan selama satu bulan dan menerima pembekalan, baik materi akademik maupun non-akademik.Peserta Sanlat juga akan digembleng dengan materi tentang NU dan Ahlussunnah wal Jamaah. Sedangkan, pembekalan akademik diorientasikan pada materi untuk menyongsong pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. "Salah satu targetnya, para santri Sanlat bisa lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri,"katanya.

Pemondokan Pesantren Kilat akan dilaksanakan di Ponpes Mabaul Adzim Bagbogo Desa Warungjayeng Kecamatan Tanjunganom Kabuapten Nganjuk.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Santri sanlat akan di Gemblengan, berharap nanti akan ? bisa membantu para santri untuk menjadi tenaga profesional yang memiliki ikatan dengan Nahdlatul Ulama. "Ini untuk memenuhi kebutuhan kader NU yang profesional dari berbagai disiplin ilmu," ujar PNS Kemenag Nganjuk ini.

Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 merupakan program yang diselengarakan oleh Yayasan Mata Air Nganjuk bersama Pimpinan Cabang Fatayat NU, Muslimat NU, dan Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Kabupaten Nganjuk. (Anwar Muhamad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Nahdlatul, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 02 Januari 2018

AS dan Israel Dinilai Puja Kekerasan dan Perang

London, Rohis Tegal - Rohani Islam. Seorang profesor dan pengulas politik dari Inggris, Rodney Shakespeare, menilai bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel memuja kekerasan dan perang di seluruh dunia dan di Timur Tengah pada khususnya.

Menyambut adopsi Presiden Iran, Hassan Rouhani, atas usulannya anti-kekerasan oleh Majelis Umum PBB, ? ia mengatakan, "Konsistensi sikap damai Iran berdiri dalam kontras dengan kekejaman dan serangan-serangan yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel yang tidak lagi dihormati oleh siapa pun di dunia."

AS dan Israel Dinilai Puja Kekerasan dan Perang (Sumber Gambar : Nu Online)
AS dan Israel Dinilai Puja Kekerasan dan Perang (Sumber Gambar : Nu Online)

AS dan Israel Dinilai Puja Kekerasan dan Perang

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan suara mayoritas pada Rabu (18/12) mengadopsi resolusi yang menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk mengecam kekerasan dan ekstremisme.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berdasarkan proposal Presiden Iran, Hassan Rouhani, untuk Dunia Menentang Kekerasan dan Ekstremisme (WAVE), maka resolusi itu mendesak negara-negara anggota untuk mengambil langkah yang tepat untuk memperkuat perdamaian universal dan untuk mencapai kerja sama internasional dalam memecahkan masalah internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, atau karakter kemanusiaan.?

"Semua dalam semua, resolusi WAVE adalah tanda zaman dan indikasi penentuan orang-orang yang layak untuk membuang yang lama, cara-cara korup dan menemukan sesuatu yang positif dan baru," kata Shakespeare, yang juga seorang pengacara yang berkualitas kepada kantor berita Iran (IRNA). (antara/mukafi niam)

Foto: defence.gov

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 01 Januari 2018

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Sidoarjo menerima pendampingan hukum bagi Kelapa Desa (kades) yang terjerat kasus proyek operasi agraria nasional (prona).

Pasalnya, maraknya kepala desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang terjerat kasus pungutan liar prona. LPBHNU juga akan melakukan koordinasi dengan Bupati Sidoarjo agar biaya materai, petok dan kepengurusan surat ditanggung pemerintah Sidoarjo agar kepala desa tidak terjebak dalam program prona gratis.

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

"Ketika kasus pungutan liar program prona bergulir, banyak kepala desa terperangkap oleh kebijakannya. Padahal program prona sendiri melihat rujukan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang sebetulnya gratis. Ketika proses itu terjadi dan mendengar proyek operasi agraria nasional itu gratis, ada yang melapor ke aparat baik kejaksaan maupun polisi. Sehingga ada kades yang terkena operasi tangkap tangan (OTT)," kata Ketua LPBHNU Sidoarjo, H Makin Rahmat usai acara silaturahim di aula PCNU Sidoarjo, Selasa (14/2).

Makin Rahmat menyebutkan bahwa, pihaknya juga sudah menerima pengaduan dari ketua paguyuban kades se-Sidoarjo untuk diminta memberikan pendampingan agar Kades lain tidak resah dan galau. Dengan demikian, kades se-Sidoarjo bisa melaksanakan program prona yang digagas oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang RI dengan lancar tanpa terjerat masalah hukum.

Perlu diketahui bahwa kenyataan dilapangan, kades di Sidoarjo banyak yang terjebak dalam program prona karena telah melakukan penarikan uang ke warga dengan dalih untuk membayar sejumlah adminitrasi seperti pembelian petok, materai dan surat-surat lainnya. Dengan peraturan desa yang dibuat sendiri, kades yang membuat kebijakan akhirnya berhadapan dengan hukum kepolisian maupun kejaksaan karena terindikasi pungli.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kami sudah ketemu bupati dan dalam waktu dekat akan ketemu dengan Legislatif untuk membahas biaya surat, petok dan lain sebagainya yang ditanggung pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali," tegas Makin Rahmat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Santri, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebelum Nahdlatul Ulama (NU) berdiri, beberapa ulama di Nusantara melakukan syiar Islam melalui kelembagaan keraton, lebih tepatnya kesultanan. Sejumlah ulama dan kesultanan berupaya mensyiarkan agama Islam sekaligus mempertahankan budaya masyarakat.

Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU

Demikian disampaikan Pangeran Patih Keraton Kanoman Cirebon Pangeran Raja M Khodiran saat ditemui Rohis Tegal - Rohani Islam di sela-sela acara pelatihan membatik yang digelar Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Cirebon di Keraton Kanoman, Cirebon Jawa Barat, Selasa (8/10) siang.

Di antara ulama itu, tambah Patih M Khodiran, adalah Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon. Maka tidak heran jika sampai kini keraton memiliki tradisi keagamaan yang sama dengan NU dan pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“NU, Pesantren dan Keraton memang memiliki hubungan persaudaraan yang dekat. Terutama sekali jika dibahas dari sisi sejarah dan garis keturunan, banyak di antara penyebar agama Islam di Jawa berasal dari lingkungan keraton,” ungkap Patih M Khodiran.

Lebih lanjut Pangeran Patih Khodiran menambahkan, kesamaan dan ikatan persaudaraan itu tidak hanya sebatas dari sisi sejarah dan tradisi, melainkan tugas yang diemban hinga sekarang pun memiliki kesamaan, yakni syiar agama dan budaya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Keraton tidak hanya menjalankan amanat dari Kanjeng Sunan Gunung Jati untuk tetap melakukan syiar Islam, tetapi juga sama seperti NU, melakukan syiar budaya dan mempertahankan tradisi. Betapa senang sekali karena hari ini anak-anakku dari IPPNU dan IPNU Cirebon turut berupaya mempertahankan tradisi membatik di sini,” tambah Pangeran Patih.

Kanoman merupakan salah satu keraton warisan kesultanan Cirebon yang pernah dipimpin Sunan Gunung Jati. Kanoman dibangun pada tahun 1678 Masehi oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya yang bergelar Sultan Anom I. Selain Keraton Kanoman, terdapat tiga keraton lain di Cirebon, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabonan. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 27 Desember 2017

PKI dan Orang Tak Berpartai, Perdebatan Kiai Idham Chalid dengan Kawanan Aidit

Menjelang pemilihan umum tahun 1955, Partai Komunis Indonesia (PKI) buat ontran-ontran. Partai berlambang palu arit ini meletakkan kalimat “PKI dan Orang Tak Berpartai” di bawah logo resminya.

Kalimat propaganda tersebut dinilai sebagai upaya mengelabuhi mata rakyat. Partai Nahdlatul Ulama sebagai salah satu peserta pemilu mengajukan protes keras hingga akhirnya Menteri Dalam Negeri, Mr Sunaryo menggelar pertemuan segi empat.

Pada pertemuan itu, Mendagri Sunaryo memanggil S Hadikusumo sebagai Ketua Pemilihan Umum, dan Idham Chalid mewakili Partai NU. Sedangkan dari kubu PKI diwakili DN Aidit, Sudisman dan Sakirman.

PKI dan Orang Tak Berpartai, Perdebatan Kiai Idham Chalid dengan Kawanan Aidit (Sumber Gambar : Nu Online)
PKI dan Orang Tak Berpartai, Perdebatan Kiai Idham Chalid dengan Kawanan Aidit (Sumber Gambar : Nu Online)

PKI dan Orang Tak Berpartai, Perdebatan Kiai Idham Chalid dengan Kawanan Aidit

Mendagri Sunaryo membuka perundingan dengan mengatakan bahwa setiap tanda gambar partai dalam pemilihan umum harus disepakati pemerintah juga seluruh partai peserta pemilu. Berhubung Partai Nahdlatul Ulama termasuk peserta pemilu dan sangat keberatan atas tanda gambar PKI, maka pemerintah perlu mengadakan perundingan di antara pihak-pihak yang bersangkutan.

Kesempatan pertama diberikan kepada penggugat, yakni Kiai Idham Chalid yang mewakili Partai NU.?

“Menurut pengetahuan Nahdlatul Ulama bahwa tanda gambar atau simbol PKI selama ini cuma palu-arit. Dengan menambahkan kalimat ‘PKI dan Orang Tak Berpartai’ dipandang bahwa PKI hendak menjadikan begitu saja semua orang yang tak berpartai ke dalam golongannya tanpa diminta persetujuan mereka. Ini merupakan usaha mengelabuhi mata rakyat!” katanya dengan nada tinggi.

Mendengar istilah “mengelabuhi mata rakyat”, DN Aidit tidak terima dan mengajukan protes yang tak kalah kerasnya. Tetapi protes itu tetap ditolak, dan Kiai Idham kekeuh menamakan mereka sebagai kelompok penipu rakyat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sudisman yang sebelumnya diam berusaha menenangkan dengan mengajukan pertanyaan, “Dari mana Anda bisa mengambil kesimpulan mengelabuhi rakyat?”

“Coba ambil saja satu misal. Di negeri kita masih banyak orang-orang yang tak berpartai, mereka anti-komunis. Lalu mereka dengan begitu saja dimasukkan ke dalam golongan PKI,” jawab Kiai Idham.

“Apakah ini bukan mengelabuhi mata rakyat?” tanya balik. Kiai kelahiran Satui, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, 27 Agustus 1921 ini kemudian melanjutkan. “Bukan saja mengelabuhi, bahkan memperkosa hak seseorang dengan sangat merugikan. Misal lagi, ada juga beberapa ulama tidak berpartai. Mereka tidak menjadi anggota Nahdlatul Ulama, juga tidak Masyumi, PSII maupun Perti. Lalu oleh PKI hendak dimasukkan ke dalam golongannya. Padahal mereka haram memilih PKI, mereka anti-komunis dan anti-PKI.”

Aidit tidak tinggal diam. Lelaki bernama lengkap Dipa Nusantara Aidit ini menjelaskan bahwa PKI tidak bermaksud mengelabuhi mata rakyat. Tentang kepada partai mana seseorang akan memilih, itu tetap menjadi hak mereka.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ya dengan membubuhi kata-kata dalam gambar palu arit dengan kalimat dan orang tak berpartai itu saja sudah merupakan suatu propaganda untuk mengelabuhi mata rakyat,” terang Kiai Idham.

Entah karena merasa terpojok, DN Aidit tiba-tiba membujuk Kiai Idham dengan menyatakan jika dirinya tidak keberatan kalau saja Nahdlatul Ulama juga menambahkan kalimat dalam gambarnya yang berbunyi “Nahdlatul Ulama dan semua orang Islam”.?

Tawaran diplomatis itu ditolak dengan tackle halus. “Bagaimana saya harus melakukan sesuatu yang sangat berkeberatan orang lain melakukannya?”

Perundingan yang memakan waktu dua kali pertemuan itu akhirnya selesai. Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri memerintahkan Partai Komunis Indonesia untuk menghapus kalimat “PKI dan Orang Tak Berpatai” dari gambarnya dalam pemilihan umum tahun 1955. (Zunus Muhammad)

Kisah ini bersumber dari KH Saifuddin Zuhri melalui bukunya Guruku Orang-Orang Dari Pesantren (LKiS, 2001).

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 26 Desember 2017

Nekat, Gus Ipul Akan Diberhentikan Sebagai Ketum GP Ansor

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Saifullah Yusuf melepaskan jabatannya sebagai ketua umum Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor jika benar-benar bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jika tidak, maka PBNU akan memecatnya.

“Kalau dia (Saifullah Yusuf, Red) nekat, maka akan diberhentikan. Tentunya melalui rapat di PBNU terlebih dahulu,” tegas Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (16/1).

Nekat, Gus Ipul Akan Diberhentikan Sebagai Ketum GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Gus Ipul Akan Diberhentikan Sebagai Ketum GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Gus Ipul Akan Diberhentikan Sebagai Ketum GP Ansor

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu bisa memahami langkah Gus Ipul—demikian panggilan akrab Saifullah Yusuf—‘berganti baju’ tersebut sebagai hak pribadi. Namun demikian, ditegaskannya, di dalam aturan organisasi, termasuk badan otonom semacam GP Ansor, tidak diperkenankan pengurusnya rangkap jabatan.

“Itu hak Saiful untuk masuk PPP. Tapi jabatan ketua umum GP Ansor-nya harus dilepas dulu. Tidak boleh dan tidak bisa rangkap jabatan,” tegas mantan ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Menurutnya, Gus Ipul yang juga Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal harus memilih salah satu di antaranya. Jika tidak, salah satu konsekuensinya adalah organisasi kemasyarakatan yang ia pimpin pasti akan terbengkalai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hasyim juga menegaskan, jika pun Gus Ipul tak masuk dalam pengurus harian PPP, maka diharapkan tak lagi melakukan manuver-manuver politik, sebagaimana dilakukan selama ini. “Meskipun anggota biasa, tidak boleh bermanuver untuk kepentingan politik praktis,” tandasnya.

Sebelumnya, Rais Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin mengatakan, pihaknya akan segera menentukan sikap tentang posisi Gus Ipul. ”Secepatnya, setelah ada kejelasan tentang posisi Saiful,” katanya. Meski demikian, ketua Dewan Fatwa MUI itu mengatakan bahwa pihaknya masih menungu keterangan Gus Ipul mengenai posisi serta sikap politiknya sekarang.

Meski GP Ansor merupakan badan otonom di bawah NU, kata Ma’ruf, PBNU tidak bisa serta merta mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan atau tidak. Karena itu, akan ditempuh mekanisme musyawarah bersama antara pimpinan GP Ansor dan pengurus PBNU. (rif)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 25 Desember 2017

Indonesia Belum Berdaulat Ekonomi Aplikasi Digital

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Wakil Sekretaris Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia M Andi Zaky menilai bahwa Indonesia belum berdaulat secara ekonomi terkait dengan aplikasi media sosial.

"Secara nilai ekonomi pun kita tidak berdaulat," kata Andi Zaky saat menyampaikan pada diskusi publik yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) di lantai lima, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Indonesia Belum Berdaulat Ekonomi Aplikasi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Belum Berdaulat Ekonomi Aplikasi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Belum Berdaulat Ekonomi Aplikasi Digital

Hal tersebut bisa di lihat dari pendapatan. Menurutnya, produk yang kita pakai seperti Facebook, Twitter atau instagram itu gratis.

Namun, katanya, sebetulnya kita semua adalah konsumen. Baik nahdiyin maupun masyarakat Indonesia secara lebih luas. Media sosial seperti di atas mempunyai nilai bisnis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini pendapatan mereka dari iklan di Facebook, Twitter," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Andi, para pengusaha aplikasi media sosial itu setidaknya bisa menghasilkan dari Indonesia senilai $500juta.

"Kalau saja nilai ekonomi ini muter di Indonesia, ini nilai yang sangat besar," kata Andi.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang berbagai aplikasi lokal Indonesia seperti Gojek, Bukalapak yang bukan punya Indonesia lagi tapi punya perusahaan  asing seperti Alibaba, dan Expedia.

"Sayangnya itu bukan punya kita lagi," katanya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 11 Desember 2017

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyambut baik kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimnas) II yang diadakan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU pada 18-23 September 2017 di Lapangan Tembak AKMIL Salaman dan Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

"Kami akan men-support dan mendukung penuh acara ini," katanya saat memberi sambuatan di acara Launching Perwimnas II di Lantai 8, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Sabtu (25/3).

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU

Menpora juga menambahkan, selain bina diri, bina sosial, dan bina lingkungan, ada satu hal lagi yang tak kalah penting yaitu pramuka untuk masyarakat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Pramuka bukan hanya untuk pramuka saja, pramuka bukan hanya untuk komunitas saja, tapi pramuka untuk masyarakat, pramuka untuk semua warga negara," lanjutnya di hadapan pengurus Satuan Komunitas (Sako) Ma’arif NU yang hadir saat itu.

Terahir, Menpora meminta ada waktu sehari penuh bagi peserta yang mengikuti Perwimnas II bisa beradaptasi ke rumah-rumah kemasyarakat, tidak hanya di perkemahan. Peserta bisa melihat budaya dan tradisi msayarakat yang mungkin bebeda antara budaya masyarakat yang satu dan yang lainnya. (Kifayatul Ahyar/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 09 Desember 2017

Slamet Gundono akan Dimakamkan di Tegal

Solo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Usai disemayamkan di Taman Budaya Jawa Tengah, jenazah dalang wayang suket, Slamet Gundono akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Tegal sebagaimana keinginan almarhum saat masih hidup. 

Menurut rencana, jenazah Slamet akan diberangkatkan dari rumah duka, Mojosongo menuju Tegal, malam ini (5/1). Sebelum dibawa ke Mojosongo, sekitar pukul 15.30 WIB tadi, dilakukan prosesi salat jenazah dan dilanjutkan dengan umbul donga oleh Budayawan Solo, Suprapto Suryodarmo di Taman Budaya Jawa Tengah.

“Rencananya malam ini diberangkatkan biar besok pagi sudah sampai Tegal. Tapi belum tahu pastinya berangkat jam berapa,” kata Setyanto, adik ipar Slamet Gundono.

Slamet Gundono akan Dimakamkan di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Slamet Gundono akan Dimakamkan di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Slamet Gundono akan Dimakamkan di Tegal

Ucapan Belasungkawa

Kepergian Slamet memberikan duka mendalam bagi banyak kalangan. Beberapa dari mereka mengutarakan ucapan belasungkawa melalui akun sosial media, di antaranya dari putri Gus Dur, Alissa Wahid.

Melalui akun Twitter @AlissaWahid mengatakan sangat berduka cita atas meninggalnya sang seniman. Tak lupa juga, Alissa mengucapkan terima kasih atas karya- karya yang telah ia hasilkan semasa hidupnya. Bagi dirinya sosok Slamet Gundono merupakan seniman lokal yang kreatif namun sangat menginspirasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

 “Terimakasih kang @Slametg sudah merawat tradisi kearifan lokal dg kreatif. Lega, sdh sempat menghadirkanmu di Haul GusDur,” ungkap Alissa.

Dalam twitt-nya yang ketiga untuk Slamet Gundono, Alissa mengatakan, “Terimakasih juga kang @Slametg sudah mengajari bahwa wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga strategi perjuangan demi rakyat,”.

Rohis Tegal - Rohani Islam

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

Mengenang Dua Sahabat, PMII UIN Bandung Gelar Tahlilan

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus PMII UIN Sunan Gunung Djati terus berupaya menjaga silaturahmi dengan kadernya baik mereka yang masih hidup maupun sudah berpulang. Di masjid Ikomah, Cibiru, Bandung, Kamis (4/9) malam, mereka mengadakan tahlilan untuk khususnya dua kadernya yang baru saja wafat.

Salah seorang pengurus PMII UIN Bandung Niki Prasetiawan menyebutkan maksud pertemuan ini sebagai refleksi tradisi ke-NUan sekaligus sebuah penghormatan terhadap keluarga besar PMII yang sudah meninggal.

Mengenang Dua Sahabat, PMII UIN Bandung Gelar Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Dua Sahabat, PMII UIN Bandung Gelar Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Dua Sahabat, PMII UIN Bandung Gelar Tahlilan

“Kami sebagai generasi penerus ulama Aswaja ingin mentradisikan kembali di wilayah kampus apa yang sudah mentradisi di kampung-kampung,” ujar alumni pesantren Al-Ittihad, Cianjur di depan puluhan hadirin dalam acara bertajuk “Mengenang 40 Hari Sahabat Kami Tercinta Redi Hadarprawira dan mengenang 215 Hari Hani Solihat”.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Niki menilai peran PMII tidak sebatas gerakan kultural, tetapi bergerak secara dialektik dengan proses kegiatan di PMII misalnya dengan mendialogkan tradisi Aswaja dengan tradisi kemahasiswaan.

“Jadi kami mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja ke dalam kegiatan PMII, bukan hanya dominasi mengetahui secara simbolik tetapi secara paradigmatik,” ujar Niki kepada Rohis Tegal - Rohani Islam seusai pembacaan tahlilan, Yasin, dan Al-Barjanji.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menginginkan PMII UIN Bandung menjadi organisasi berkarakter setelah hampir beberapa dekade ke belakang kehilangan jatidirinya.

Kami hari ini, Niki manambahkan, ingin mencoba membangkitkan kembali jatidiri dengan menciptakan sebuah karakter kami sebagai pelanjut gerakan paham Aswaja NU. (Muhammad Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Aswaja, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 30 November 2017

Bencana Garut, 2.200 Anak Butuh Seragam dan Peralatan Sekolah

Garut, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebanyak 2.200 anak sekolah dasar, menengah maupun atas sederajat menjadi korban terkena dampak bencana banjir bandang Kabupaten Garut, Jawa Barat sehingga ribuan anak tersebut membutuhkan seragam dan peralatan sekolah.

Bencana Garut, 2.200 Anak Butuh Seragam dan Peralatan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bencana Garut, 2.200 Anak Butuh Seragam dan Peralatan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bencana Garut, 2.200 Anak Butuh Seragam dan Peralatan Sekolah

"Ada sekitar 2.200 anak yang menjadi korban terkena dampak banjir, mereka membutuhkan perlengkapan sekolah," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong kepada wartawan di Garut, Ahad (25/9).

Ia menuturkan seluruh anak yang terkena dampak banjir itu dari 15 sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Sejak kejadian banjir, kata dia, kegiatan belajar mengajar tidak optimal karena banyak siswa yang seragam dan perlengkapan belajarnya hanyut terbawa arus banjir.

"Anak-anak tidak mempunyai perlengkapan sekolah karena hanyut dan terendam air," ucapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia mengatakan para anak didik itu membutuhkan bantuan berupa seragam sekolah, buku, tas, sepatu dan peralatan tulis untuk tingkat PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. "Mereka anak-anak sekolah korban banjir membutuhkan itu agar mereka bisa sekolah," katanya.

Ia menambahkan sekolah yang terkena dampak banjir menyebabkan kursi, meja, lemari dan papan tulis, termasuk buku-buku di kelas maupun kantor rusak dan kotor. Bahkan, lanjut dia, ada delapan sekolah yang peralatan lab komputer, perpustakaan dan peralatan belajar mengajarnya rusak.

"Ada yang perlengkapan sekolah rusak, bahkan pada hari pertama bencana sekolah diliburkan dulu," katanya. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Santri, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 24 November 2017

Tirakat

Kata tirakat adalah penjawaan dari kata Arab, thariqah  yang bermakna “jalan yang dilalui”. Bahasa Indonesia kemudian menyerap kata ini menjadi tirakat dan tirakatan. 

Tirakat berarti menjalani laku spiritual untuk mencapai sesuatu yang diiinginkan. Disebut pula oleh kalangan pesantren dengan riyadhah, yaitu menjalani laku mengendalikan dan mengekang hawa nafsu. 

Tirakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tirakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tirakat

Ketika disebut tirakatan maknanya adalah tradisi sebagian masyarakat untuk mengisi hari raya Idul Fithri dengan cara lek lekan (tidak tidur semalaman). 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tradisi tersebut diisi dengan berbagai kegiatan untuk mengasah kesadaran spiritual, tetapi kadang diawali dengan sambutan-sambutan dalam acara Syawalan. Waktu penyelenggaraannya  tidak sama antara satu kelompok masyarakat dengan masyarakat lain, tetapi tetap masih di bulan Syawal.

Dalam masyarakat pesantren, tirakat menggabungkan pengekangan dan pengendalian hawa nafsu (riyadhah)  dan  penempuhan jalan tertentu (thoriqat) untuk mencapai yang diinginkn.  

Berbagai jenis tirakat yang dikenal di kalangan pesantren adalah puasa Ndawud, puasa Senin Kamis, mutih, ngrowot, pusa Ndala’il, dan lain-lain, diiringi dengan pembacaan hizib, doa, ratib, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara ijazah dari guru. Cara detil dalam melakukan tirakat, bisa berbeda-beda antara di antara setiap pelaku, tergantung bagaimana ijazah yang diberikan oleh guru.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menjalani tirakat diyakini masyarakat NU bisa menjadikan kualitas spiritual semakin dekat dengan Allah dan hajat bisa dikabulkan, bila dilakukan dengan benar dan diselesaikan secara purna. 

Karena itulah, tidak jarang orang tua di kalangan masyarakat NU menjalani tirakat agar anaknya dikaruniai ilmu yang bermanfaat, menjadi `arifin, dan lain-lain; dan untuk kepentingan-kepentingan lain. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Santri, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock