Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola

Bandung,Rohis Tegal - Rohani Islam

Memasuki hari kedua putaran final atau seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, beberapa tim mengalami nasib sial, mengalami kekalahan telak. Bahkan, karena di hari kedua juga mengalami hal serupa, beberapa tim dipastikan? gagal mendapatkan tiket ke babak selanjutnya.

Pada hari pertama, di stadion Siliwangi, Al-Madiniyah Tabalong, Kalimantan Selatan mengalami nasib sial itu. Mereka dikalahkan 0-7 oleh kesebelasan DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. Hal serupa dialami Al Huda Lampung Selatan. Mereka kalah 1-4 Nurul Iman Muaro Jambi.

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola

Pada hari kedua, Selasa (24/10) di stadion sama, kesebelasan Hamzan Wadi dari Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami nasib serupa. Mereka dicukur lebih telak lagi dibanding Al-Madaniyah, dengan skor 0-8 oleh kesebelasan Walisongo Sragen, Jawa Tengah. ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Padahal Hamzan Wadi, sehari sebelumnya juga dikalahkan Nurul Fauzi Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan hasil seperti itu, mereka sulit untuk mendapatkan tiket ke babak selanjutnya.? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut pengamat sepak bola, M. Kusnaeni, umumnya tim-tim yang kalah banyak karena kurang pengalaman bermain di kompetisi level nasional. Mereka demam panggung sehingga tidak bisa bermain maksimal.

“Jangan berhenti sampai di sini. Tim-tim itu sudah membuktikan diri yang terbaik di regionnya. Pengalaman kali ini justru harus memotivasi untuk tampil lebih maksimal pada tahun-tahun selanjutnya,” pintanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Februari 2018

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Selamatan desa serta halal bihalal adalah dua budaya yang sangat kental dengan sejarah lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keduanya adalah budaya asli Indonesia yang tak lekang oleh zaman.

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia

Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin saat menghadiri selamatan desa sekaligus halal bihalal Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jumat (14/7) sore.

Dalam kesempatan tersebut Hasan memberikan wawasan tentang asal muasal halal bihalal. Menurutnya, KH Abdul Wahab, seorang tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng adalah pelopor budaya halal bihalal pada tahun 1948 silam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Oleh sebab itu, kita masyarakat NU harus bangga dengan budaya ini dan sebagai penerus maka kita wajib untuk meramaikan kegiatan halal bihalal serta mempertahankannya sampai kapan pun,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Hasan, ada korelasi yang kuat antar budaya halal bihalal dan selamatan desa ini yakni untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan hablumminallah, karena hikmah dari selamatan desa adalah berdoa bersama untuk kemakmuran suatu desa.

“Senjata utama umat Islam adalah doa. Dan doa dari para sesepuh, alim ulama dan para habaib dalam tiap selamatan desa tentunya akan membawa barokah. Karena doa mereka istijabah bagi desa ini,” jelasnya.

Menyikapi tentang fenomena bergesernya akhlakul karimah generasi penerus bangsa pada era globalisasi ini, Hasan menyebut kurangnya kontrol dan teladan dari orang tuanya.

“Berilah contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ajaklah mereka duduk bersama dan bicaralah dari hati ke hati agar apa yang kita sampaikan bisa masuk dan mengena pada hatinya. Insyaallah mereka akan mengingatnya sampai kapan pun,” terangnya.

Seiring dengan pesatnya peredaran gadget dengan segala fitur-fitur dan game yang disukai anak-anak saat ini pun diakui Hasan akan membawa dampak negatif bagi mereka. Dalam kesempatan itu Hasan memberikan solusi terbaik bagi para orang tua dalam menghadapi tren ini.

“Jangan dilarang, namun batasi dengan waktu yang jelas bagi anak-anak kita. Misalnya hanya Sabtu sampai dengan Minggu saja untuk bermain gadgetnya. Kemudian antarkan mereka mengaji Al-Quran di TPQ ataupun di mushala tiap hari selepas sekolah. Dengan menyibukkan mereka seperti ini keinginan mereka untuk memainkan gadgetnya akan teredam,” pungkasnya.

Sementara Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Jambangan Ali Munip sangat mengapresiasi sinergitas antara pemerintah desa dan kecamatan bersama organisasi kemasyarakatan yang ada di tingkat kecamatan seperti GP Ansor dan Banser, sehingga giat yang melibatkan? seluruh elemen ini berjalan lancar. (Syamsul Akbar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Pondok Pesantren, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Februari 2018

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Blitar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pola dakwah wali Sembilan (wali songo) perlu diteladani oleh para kader dan penerus NU. Karena, pola yang dijalankan oleh para wali sederhana. Namun mengandung hikmah dan motivasi yang sangat tinggi.

“Dalam berdakwah para wali ini tidak terlalu muluk-muluk dalam penyampaian. Namun, dinamis dalam pelaksanaannya," ujar Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Noer Hidaytulloh Dawami kepada NU Onlie tadi pagi (10/1), usai melakukan ziarah makam dan pendiri NU di Jatim, tadi pagi.

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Sitem dakwah para wali, lanjut Kiai Noer, tidak macem-macem. Baik pola maupun bahasanya. Sehingga masyarakat luas mudah menerima apa yang disampaikan.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Para wali itu semua hafal Qur’an dan hadits. Tapi mereka tidak banyak mengunakan dalil-dalil itu untuk disampaikan ke umatnya. Namun kandungannya yang dijlentrehkan berfaedah. Misalnya kenduri. Dulu kenduri itu bentuknya sesaji kepada mahluk gaib. Namun oleh wali diluruskan bahwa kenduri itu bagian dari shodaqoh. La shodaqoh itu bagian dari li daf’il balak (menjauhkan dari mara bahaya)," ungkap Kiai Noer yang juga pengasuh pesantren Darur Roja’ Selokajang ini.?

“Jadi dakwahnya sangat sederhana. Namun mengena. Para wali tahu ini Jawa bukan Arab. Sehingga melalui tradisi dan buya itulah para wali bisa menyebarkan Islam di Jawa secara damai. Ini yang perlu diteladani," tambahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagimana diketahui, sukses pelaksanaan dan hasil dalam konfercab NU Kabupaten Blitar. Panitia konfercab, melakukan safari ziarah wali dan pendiri NU di Jatim. Acara dilaksanakan, 8-9 Januari 2013 kemarin. Ziarah yang diikuti anggota panitia berjumlah sekitar 55 orang itu mengambil rute, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Surabaya dan Jombang.?

“Ziarah kita mulai dari Tuban, lalu ke Lamongan, terus Gresik. Tiba di Gresik pas waktu subuh. Habis Subuhan, kita ziarah ke makam Sunan Giri. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bangkalan untuk ziarah ke makam Syakhona Cholil. Usai dari Bangkalan, rombongan menuju ke Ampel Surabaya,’’ jelas Masduki, ketua panitia.

Tiba di Ampel, lanjut Masduki, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Padahal, rombongan masih belum ke Troloyo Mojokerto dan Tebuireng Jombang. Karena waktunya mepet, maka perjalanan dilanjutkan ke Jombang. Untuk ziarah ke makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).?

Namun sayang, tiba di Tebuireng waktu sudah menunjukkan pukul 17.15 menit. Pintu gerbang pesarehan sudah tutup. “Yak arena tutup kit abaca tahlil di depan pintu masuk di sebelah barat. Toh hal ini tidak mengurangi pahala tahlil," ujar Masduki menghibur. Setelah itu, rombongan pulang ke Blitar melalui jalur Pare dan Kediri. “Tadi malam sekitar jam 22.00 kita sampai di Blitar," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS

Tarim, Rohis Tegal - Rohani Islam. Untuk merespon kehadiran Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) yang menggemparkan media massa akhir-akhir ini Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman bekerja sama dengan Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) Al-Ahgaff mengadakan acara Bahtsul Masail Diniyyah Waqi’iyyah.

Acara yang bertempat di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun, Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Senin (9/8), tersebut diikuti sejumlah organisasi mahasiswa Indonesia di Hadhramaut, Yaman. Sekitar 70 delegasi pelajar hadir menyemarakkan acara.

Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS

Dalam forum tersebut, ada beberapa persoalan yang dibahas peserta bahtsul masail. Di antaranya tentang status pembaiatan Abu Bakar al-Baghdadi sebagai pemimpin ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria), dan hukum memberi dukungan kepada kelompok tersebut baik secara materi atau tenaga.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pembahasan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu telah memutuskan bahwa khalifah adalah wakil umat yang diberi kepercayaan oleh umat melalui baiat. Hal ini tidak terwujud secara realita dan syar’i kecuali dengan persetujuan seluruh umat atau melalui wakil-wakil mereka yang disebut sebagai ahlul halli wa al aqdi.

Forum menilai deklarasi sebuah kelompok saja tidaklah cukup untuk mengangkat khalifah. Dengan demikian, deklarasi khilafah oleh kelompok ISIS tidak memenuhi syarat. Sehingga tidak ada keharusan bagi umat Islam untuk berbaiat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selanjutnya, forum menyatakan bahwa deklarasi khilafah oleh kelompok ISIS dilakukan tanpa musyawarah dengan umat Islam. Dan ini tidak sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Umar Ibn Khattab, “Siapa yang membaiat seseorang tanpa bermusyawarah dengan kaum muslimin, maka tidaklah Ia dibaiat dan tidak pula orang yang membaiatnya dikhawatirkan keduanya akan dibunuh". (HR. Bukhori).

Jelaslah bahwa pembaiatan Imam ISIS tidak bisa disahkan secara hukum, dan tidak boleh hukumnya membaiat mereka. Selain tidak sah dari sisi syariat, langkah perjuangan yang mereka tempuh dinilai sangat ekstrem, seperti membunuh sesama muslim dan menghancurkan situs-situs makam para Nabi.

Membaiat mereka berarti mengucapkan janji setia dan siap menolong serta membantu mereka. Membantu ISIS berarti membantu dalam kemaksiatan dan kezaliman, dan saling membantu dalam berbuat dosa dan pelanggaran hukumnya haram, sebagaimana firman Allah swt. dalam al-Qur’an surat al-Maidah ayat 2.

Di akhir acara, forum ilmiah yang dipimpin Zadit Taqwa menulis surat pernyataan resmi atas nama pelajar Indonesia di Hadhramaut yang berisi penegasan bahwa ISIS adalah gerakan transnasional yang bisa mengancam keutuhan NKRI.

Hal tersebut karena ISIS menginstruksikan warga muslim dunia untuk membaiat khalifah yang diangkatnya, di tengah-tengah kondisi sosio-politik mayoritas negeri Islam yang telah memiliki pemimpin secara resmi dalam sistem negara bangsa. Karenanya, pelajar Indonesia di Hadhramaut menuntut pihak pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk tegas dan pro aktif menangkal gerakan semacam ini. (Ahmad Thohirin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Fragmen, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 26 Januari 2018

Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan

Oleh KH Husein Muhammad

Satu ruang keagamaan penting sekaligus strategis dalam komunitas Muslim adalah mimbar Jumat. Ia adalah ruang pertemuan kaum Muslimin sekali dalam sepekan yang dikemas dalam upacara keagamaan yang sangat spesifik dan memiliki sakralitas tinggi. Khutbah adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah shalat Jumat. Para jamaah diserukan untuk mendengarkannya dengan "khusyu". Mereka tidak boleh bicara, bahkan termasuk menegur orang lain. Pikiran jamaah harus difokuskan untuk memperhatikan isi khutbah. Secara literal khutbah berarti pidato atau ceramah.

Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan

Khutbah Jumat sejak awal dimaksudkan sebagai wahana penyampaian ajaran-ajaran Tuhan kepada masyarakat sekali dalam sepekan. Agama-agama Samawi yang lain: Yahudi dan Nasrani, juga menyelenggarakan hal yang sama meski dengan hari yang berbeda dan dengan metode yang juga berbeda. Cara dan hari apa bukanlah sesuatu yang esensial. Yang esensial adalah pesan-pesan kebaikan yang harus disampaikan kepada masyarakat (umat). Dalam Islam pesan kebaikan disebut dengan taqwa. Pesan ini adalah "rukun" utama khutbah. Tanpa pesan ini upacara keagamaan ini menjadi batal.

Taqwa adalah kata paling paling sentral bagi seluruh pesan-pesan Islam. Secara literal ia berarti pengendalian atau menjaga diri. Para ulama sepakat menyebut taqwa sebagai jami kulli khair, yang menghimpun segala kebaikan dan kesalehan baik personal maupun kolektif. Para khatib Jumat biasanya menyampaikan bahwa taqwa adalah melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Atau dengan kata lain yang juga populer: amar maruf nahi munkar.

Tetapi pernyataan ini tentu saja sangat umum. Apa saja bentuk tindakan yang dipandang baik yang harus diikuti, dan apa yang dianggap buruk yang harus dijauhi. Elaborasi mengenai tindakan-tindakan taqwa, kriteria-kriteria atau sifat-sifat orang yang bertaqwa secara lebih detail disebutkan dalam banyak ayat yang lain. Antara lain dalam Q.S. [2]:177). Ayat ini mengandung tiga hal besar: kepercayaan personal atau aqidah, ibadah personal (ibadah) dan komitmen kemanusiaan (masalahah ammah). Maka khutbah diarahkan, pertama, untuk memperkuat dan meneguhkan komitmen keagamaan, terutama dalam kaitannya dengan keyakinan/kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keyakinan adanya kehidupan sesudah mati. Kedua untuk memperbaiki cara menyembah kepada-Nya sebagai pengakuan formal atas keyakinan tersebut. Atau dalam bahasa yang lebih populer memperbaiki dan meningkatkan ibadah kepada Tuhan. Ketiga, menyerukan kepada masyarakat Muslim untuk melakukan kerja-kerja social-kemanusiaan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Dua yang pertama bersifat personal dan menjadi basis bagi yang ketiga.

Pesan-pesan moral kemanusiaan Islam terungkap pada banyak sekali teks suci Al-Qur’an. Antara lain :

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Hendaklah kalian saling bekerjasama dalam menegakkan "al-Birr" (kebaikan sosial kemanusiaan/universal) dan jangan bekerjasama dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah adalah bersaudara. Maka berdamai lah kalian. Bertakwalah kalian. Allah akan menyayangimu".

Dari hadits Nabi juga banyak sekali. Antara lain, Nabi menginformasikan kepada kita bahwa mendamaikan konflik antar manusia memiliki nilai lebih utama ketimbang shalat, puasa atau zakat. Karena kerusakan yang ditimbulkan oleh konflik tersebut adalah kebinasaan agama". (Al-Jami’ al-Shaghir, I/197).

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Allah menolong hamba-Nya yang menolong temannya."

"Satu hari seorang pemimpin bertindak adil terhadap rakyatnya adalah lebih utama daripada orang yang beribadah selama 60 tahun".(Al-Maqashid al Hasanah, hlm. 334). Dan Jihad yang paling utama adalah menyampaikan pesan kebenaran kepada pemerintah yang zalim (Al-Jami al Shaghir, I/81).

Sejarah kehidupan kaum Muslimin generasi awal memperlihatkan kepada kita bahwa mereka tidak pernah mendikotomisasi ibadah individual dan ibadah sosial. Pada dini hari yang tenang kaum Muslimin generasi awal (as-salafus shalih) khusyuk dalam sujud, dalam doa memohon ampunan Tuhan, membaca dan mentadabburi (memikirkan dan merenungkan makna-makna Al-Qur’an, sementara pada siang harinya mereka memacu kudanya, mencari air dan rumput, berjuang, menanam kurma dan kerja-kerja sosial kemanusiaan. Seluruh kerja dan perjuangan untuk mewujudkan tatanan sosial yang adil dan menegakkan martabat kemanusiaan adalah ibadah (pengabdian kepada Tuhan) yang tidak kurang pahalanya dari ibadah individual/personal.

Penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon, Jawa Barat

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Makam, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 23 Januari 2018

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Assalamu’alaikum wr. wb. Pak Ustad yang terhormat, saya pernah mendengar ada orang yang pernah menikah dengan jin. Bahkan ada juga dalam sinetron yang saya lihat di salah satu televisi swasta, terlepas apakah itu cerita fiktif atau bukan yang jelas ada cerita pernikahan dengan jin meskipun tidak dijelaskan bagaimana proses akadnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukum menikah dengan jin. Dan atas jawabannya, kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Yunus/Jakarta)

***

Assalamu’alaikum wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mengenai pernikahan manusia dengan jin sebenarnya bukan soal baru. Kami juga pernah mendengar cerita pernikahan manusia dan jin, yang notabenenya adalah dua makhluk yang berlainan alam dan berbeda materi penciptaannya. Namun kami belum pernah menyaksikan bagaimana pernikahan manusia dengan jin bisa berlangsung. Hanya saja dalam benak kami, jin merubah dirinya menjadi wujud manusia seperti kita.

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Para ulama juga sebenarnya juga jauh-jauh hari sudah membincang tentang pernikahan manusia dengan jin, bahkan sampai ada yang mempuyai anak dari hasil pernikahan tersebut. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan tersebut. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Bahwa merasukinya jin pada manusia bisa jadi karena dorongan syahwat, hawa nafsu, atau jatuh cinta sebagaimana yang terjadi antara manusia dengan manusia lainnya. Dan terkadang antara manusia dengan jin terjadi pernikahan sampai melahirkan anak. Hal ini banyak terjadi dan sudah diketahui secara umum. Sungguh, para ulama telah menyebutkan hal tersebut dan membicarakannya. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan (manusia) dengan jin” (Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatwa, Mesir-Dar al-Wafa`, cet ke-3, 1426 H/2005 M, juz, 19, h. 39)      

Di antara barisan para pakar hukum Islam yang memakruhkan pernikahan manusia dengan jin adalah imam Malik pendiri madzhab maliki.  Alasannya adalah adanya kekhawatiran nanti kalau ada perempuan hamil akibat melakukan zina bisa saja mengaku bahwa ia dihamili jin.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dan terdapat riwayat dari imam Malik ra bahwa beliau membolehkan pernikahan manusia dengan jin, akan tetapi beliau memakruhkannya karena (khawatir) perempuan-perempuan yang hamil sebab zina mengaku-aku bahwa kehamilannya itu dari jin” (Lihat Ibnu Hajar al-Haitsami, al-Fatawi al-Haditsiyyah, Bairut-Dar al-Fikr, tt, h. 50)

Di kalangan madzhab syafii sendiri juga terjadi perselisihan pendapat. Ada yang memperbolehkan, dan ada yang tidak. Di antara pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan manusia dengan jin adalah al-Bariji dan Ibnu Yunus. Alasan yang dikemukakan adalah adanya perbedaan jenis antara bangsa manusia dan jin. Ini artinya manusia hanya boleh menikah dengan manusia. Hal ini didasarkan atas firman Allah swt berikut ini;

? ? ? ? ? ?. “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri” (Q.S. An-Nahl [16]: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?. “Ibnu Yunus berpendapat bahwa di antara yang menjadi penghalang pernikahan adalah perbedaan jenis. Karenanya maka tidak boleh bangsa manusia menikah dengan bangsa jin. Dan pendapat inilah yang difatwakan al-Bariji karena didasarkan kepada firman Allah swt, ‘Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri’ (Q.S. An-Nahl [16]: 72]” (Lihat Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarhu Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 3, h. 162)

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam soal pernikahan manusia dengan jin ternyata terjadi perbedaan di antara para ulama. Dan kami lebih memilih pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan tersebut.

Pertimbangan kami memilih pendapat yang tidak memperbolehkan di samping alasan yang dikemukakan oleh ulama di atas adalah, ketiadaan aturan teknis yang memadai yang menjelaskan mengenai pernikahan manusia dengan jin.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Sejarah, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 14 Januari 2018

Ansor Negara Batin Gerakkan Organisasi dengan Sampah Plastik

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketiadaan dana merupakan salah satu hambatan untuk pergerakan organisasi. Kesimpulan tersebut disampaikan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, kepada Ketua PC GP Ansor Way Kanan Provinsi Lampung Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, Sabtu (28/5).

Menjawab itu, Gatot mengajak kader menuju tempat penampungan plastik bekas bungkus makanan ringan, deterjen, shampo dan meminta mereka mengguntingnya menjadi potong-potongan kecil.

Ansor Negara Batin Gerakkan Organisasi dengan Sampah Plastik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Negara Batin Gerakkan Organisasi dengan Sampah Plastik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Negara Batin Gerakkan Organisasi dengan Sampah Plastik

"Kita aksi dulu baru nanti saya jelaskan teori dan alasannya," ujar Gatot. Ketua PAC Negara Batin Hozin Munir dan jajarannya pun bergegas melaksanakan ajakan Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung itu.

Setelah itu, mereka diajak menyaksikan tayangan orang-orang yang sukses mendapatkan rupiah melalui sampah hingga membaca berita mengenai Bripka Seladi, anggota polisi di Polres Malang Kota, Jawa Timur yang demi mendapatkan uang sampingan menyambi pekerjaan menjadi pengumpul sampah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Pertemuan ini bermanfaat, kami mendapat pencerahan mengatasi hambatan dana untuk pergerakkan organisasi. Insya alah Ansor Negara Batin siap mengolah sampah menjadi rupiah. Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan cabang atas wawasan diberikan," ujar Hozin seusai menjajal tidur sejenak dengan bantal berbahan baku limbah plastik.

Selain berdampak positif bagi kebersihan lingkungan, pendayagunaan sampah juga mampu menghasilkan materi. "Ternyata kita butuh pemuda-pemuda yang peduli pada lingkungan. Cerdas dan kreatif memanfaatkan hal yang tidak terpakai menjadi memiliki nilai jual, salah satunya membuat bantal dari bahan baku plastik bekas pembungkus makanan ringan," ujar Ketua Ranting Ansor Gisting Jaya Nanang Yudi Saputro.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Rata-rata kantung plastik digunakan hanya 25 menit. Tetapi untuk hancur dan terurai di alam dibutuhkan hingga 50 hingga 500 tahun. Hal tersebut menjadi masalah serius yang harus disikapi oleh berbagai pihak, termasuk pemuda Nahdlatul Ulama. Jangan sampai kualitas generasi kita mendatang menurun akibat sampah yang mencemari unsur kehidupan seperti tanah dan air," pungkas Gatot. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock