Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Buku Terbitan LTNNU Boyolali Diserbu Warga Sambi

Boyolali, Rohis Tegal - Rohani Islam. Setelah sukses menggelar acara bedah buku “Mengapa Harus NU?” di dua tempat, Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggelar kegiatan serupa yang bertempat di Kecamatan Sambi Boyolali.

Buku Terbitan LTNNU Boyolali Diserbu Warga Sambi (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Terbitan LTNNU Boyolali Diserbu Warga Sambi (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Terbitan LTNNU Boyolali Diserbu Warga Sambi

Ketua PC LTNNU Boyolali Imam Fajarudin acara pada Jumat (29/3) sore hari itu terbilang sukses. “Kami membawa buku dalam dua kardus besar penuh, alhamdulillah langsung diserbu warga yang hadir, bahkan tadi ada yang tidak kebagian,” ungkapnya.

“Mengapa Harus NU?” merupakan buku terbitan PC LTNU Boyolali. Puluhan peserta yang terdiri dari anggota dan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sambi, tampak antusias mengikuti pemaparan dari empat narasumber, yang merupakan para penulis buku.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekretaris MWCNU Sambi, Wan Nurjadi, menungkapkan pihaknya merasa senang dengan acara bedah buku yang digelar ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kebetulan kepengurusan ini baru terbentuk beberapa bulan lalu, tentunya kami senang dengan adanya kegiatan bedah buku ini, di samping memberikan pemahaman kepada warga juga memberikan semangat kepada mereka,” terangnya.

Rencananya acara bedah buku akan terus diselenggarakan keliling ke tiap MWC di Boyolali. Harapannya melalui kegiatan ini, warga menjadi lebih sadar akan pemahaman terhadap ke-NU-an. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengutuk tindakan anarkis, represif, intimidatif dan kriminalisasi yang dilakukan oleh pemerintah maupun aparat keamanan kepada warga Desa Sukamulya, Majalengka, Jawa Barat.?

Seperti diberitakan sebelumnya telah terjadi situasi dan ketegangan di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka akibat pengukuran dan penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Penggusuran dilakukan terkait dengan rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog

“PB PMII mendesak Pemprov Jabar tidak menggunakan jalan pintas untuk penggusuran dengan menurunkan aparat bersenjata. Segera hentikan upaya pengukuran tanah dan penggusuran dengan cara-cara yang tidak manusiawi,” ungkap Wasekjend PB PMII Athik Hidayatul Ummah melalui rilis yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (20/11).

Athik menyebutkan, PB PMII mendorong pemerintah untuk mengkaji kembali upaya ganti rugi dan relokasi untuk warga. Program pemerintah harus pro-rakyat dan membela kaum miskin.

“Selama ini dalam pengamatan kami, banyak program pembangunan yang hanya menguntungkan para pemilik modal dan elit penguasa. Pemerintah hendaknya memikirkan dampak-dampak yang akan ditanggung oleh warga, jangan biarkan rakta semakin menderita dan sengsara,” tambah Athik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karena itu, PB PMII mendesak Pemprov Jabar untuk bertanggungjawab atas trauma yang dialami oleh ibu-ibu, prempuan dan anak-anak akibat upaya penggusuran. PB PMMI mendorong pemerinta untuk segera menurunkan tim trauma healing untuk membantu mereka.

PB PMII juga mendesak baik kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk tidak melakukan tindakan semen-mena kepada warga dalam upaya pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur.?

“Warga akan menerima dengan lapang jika proses musyawarah, komunikasi, dan sosialiasi dilakukan derngan prosedur yang benar. Jadi pembebasan lahan harus mengedepankan dialog,” tegas Athik. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah, Nusantara, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 23 Januari 2018

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Assalamu’alaikum wr. wb. Pak Ustad yang terhormat, saya pernah mendengar ada orang yang pernah menikah dengan jin. Bahkan ada juga dalam sinetron yang saya lihat di salah satu televisi swasta, terlepas apakah itu cerita fiktif atau bukan yang jelas ada cerita pernikahan dengan jin meskipun tidak dijelaskan bagaimana proses akadnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukum menikah dengan jin. Dan atas jawabannya, kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Yunus/Jakarta)

***

Assalamu’alaikum wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mengenai pernikahan manusia dengan jin sebenarnya bukan soal baru. Kami juga pernah mendengar cerita pernikahan manusia dan jin, yang notabenenya adalah dua makhluk yang berlainan alam dan berbeda materi penciptaannya. Namun kami belum pernah menyaksikan bagaimana pernikahan manusia dengan jin bisa berlangsung. Hanya saja dalam benak kami, jin merubah dirinya menjadi wujud manusia seperti kita.

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Para ulama juga sebenarnya juga jauh-jauh hari sudah membincang tentang pernikahan manusia dengan jin, bahkan sampai ada yang mempuyai anak dari hasil pernikahan tersebut. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan tersebut. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Bahwa merasukinya jin pada manusia bisa jadi karena dorongan syahwat, hawa nafsu, atau jatuh cinta sebagaimana yang terjadi antara manusia dengan manusia lainnya. Dan terkadang antara manusia dengan jin terjadi pernikahan sampai melahirkan anak. Hal ini banyak terjadi dan sudah diketahui secara umum. Sungguh, para ulama telah menyebutkan hal tersebut dan membicarakannya. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan (manusia) dengan jin” (Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatwa, Mesir-Dar al-Wafa`, cet ke-3, 1426 H/2005 M, juz, 19, h. 39)      

Di antara barisan para pakar hukum Islam yang memakruhkan pernikahan manusia dengan jin adalah imam Malik pendiri madzhab maliki.  Alasannya adalah adanya kekhawatiran nanti kalau ada perempuan hamil akibat melakukan zina bisa saja mengaku bahwa ia dihamili jin.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dan terdapat riwayat dari imam Malik ra bahwa beliau membolehkan pernikahan manusia dengan jin, akan tetapi beliau memakruhkannya karena (khawatir) perempuan-perempuan yang hamil sebab zina mengaku-aku bahwa kehamilannya itu dari jin” (Lihat Ibnu Hajar al-Haitsami, al-Fatawi al-Haditsiyyah, Bairut-Dar al-Fikr, tt, h. 50)

Di kalangan madzhab syafii sendiri juga terjadi perselisihan pendapat. Ada yang memperbolehkan, dan ada yang tidak. Di antara pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan manusia dengan jin adalah al-Bariji dan Ibnu Yunus. Alasan yang dikemukakan adalah adanya perbedaan jenis antara bangsa manusia dan jin. Ini artinya manusia hanya boleh menikah dengan manusia. Hal ini didasarkan atas firman Allah swt berikut ini;

? ? ? ? ? ?. “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri” (Q.S. An-Nahl [16]: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?. “Ibnu Yunus berpendapat bahwa di antara yang menjadi penghalang pernikahan adalah perbedaan jenis. Karenanya maka tidak boleh bangsa manusia menikah dengan bangsa jin. Dan pendapat inilah yang difatwakan al-Bariji karena didasarkan kepada firman Allah swt, ‘Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri’ (Q.S. An-Nahl [16]: 72]” (Lihat Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarhu Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 3, h. 162)

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam soal pernikahan manusia dengan jin ternyata terjadi perbedaan di antara para ulama. Dan kami lebih memilih pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan tersebut.

Pertimbangan kami memilih pendapat yang tidak memperbolehkan di samping alasan yang dikemukakan oleh ulama di atas adalah, ketiadaan aturan teknis yang memadai yang menjelaskan mengenai pernikahan manusia dengan jin.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Sejarah, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 20 Januari 2018

STAINU Pacitan Siapkan 50 Kader Penggerak Pelajar NU

Pacitan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU STAINU Pacitan fokus menyiapkan benih-benih penerus dan penggerak NU. Mereka menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang melibatkan sebanyak 50 peserta yang terdiri atas santri pondok, pelajar SLTA, dan mahasiswa di Pacitan, Sabtu-Ahad (28-29/11).

STAINU Pacitan Siapkan 50 Kader Penggerak Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Pacitan Siapkan 50 Kader Penggerak Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Pacitan Siapkan 50 Kader Penggerak Pelajar NU

Makesta yang bertema “Membudayakan Organisasi Menuju Perubahan Paradigma Berpikir“ ini dibuka oleh Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud.

Ketua IPNU Pacitan Amrudin mengatakan, IPNU-IPPNU sebagai bagian dari keluarga besar organisasi NU penting melakukan proses pengkaderan secara berkala kepada pelajar NU sehingga ke depan akan muncul banyak kader penggerak yang siap melanjutkan perjuangan para alim ulama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Makesta merupakan rekrutmen awal para pelajar NU yang kemudian dibai’at menjadi kader baru di IPNU- IPPNU,” katanya di Gedung MUI Pacitan, Ahad (29/11).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Makna pelajar NU, kata Amrudin, bukan suatu hal yang menghalangi para pelajar tingkat mahasiswa untuk turut berproses dalam kaderisasi di tubuh IPNU-IPPNU ini. “Siapa pun yang sedang belajar bisa disebut pelajar, termasuk para mahasiswa yang tak pernah berhenti belajar untuk dirinya, bangsa, dan agamanya,” imbuhnya.

Pada kegiatan makesta kali ini, peserta mendapatkan materi tentang ke-IPNUan dan ke-IPPNUan yang terdiri dari sifat, fungsi, asas, aqidah, tujuan organisasi, struktur organisasi dan hubungan IPNU-IPPNU dengan NU beserta banom-banomnya dan maupun ormas lain.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan materi ke-NUan dan ke-Aswajaan sehingga mereka mampu memahami tentang organisasi dan amaliyah NU secara komprehensif. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 16 Januari 2018

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Aam PBNU, Dr KH Ma’ruf Amin memaparkan tiga rumusan yang perlu dipahami oleh masyarakat terkait Islam Nusantara. Hal ini dia kemukakan di Halaqah Kebangsaan bertajuk Islam Nusantara yang digelar oleh Fraksi PKB DPR RI, Rabu (19/8) di Kantor FPKB Gedung Nusantara I lantai 18 Senayan, Jakarta.

Kiai Ma’ruf menyatakan, bahwa Islam Nusantara merupakan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Aswaja NU ini mempunyai kekhususan (khasais) tersendiri. Sebab terkait hal ini menurut Kiai Ma’ruf, kelompok-kelompok lain juga menamakan dirinya sebagai pengamal Aswaja.

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU

“Tiga aspek rumusan Islam Nusantara, yaitu bahwa Islam Nusantara disamping sebuah pemikiran (fikrah), juga sebuah gerakan (harakah), dan amaliyah,” jelas Kiai Ma’ruf di hadapan para audiens yang memadati ruang rapat Fraksi PKB.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Ma’ruf menjelaskan, pertama aspek fikrah, yaitu cara berfikir yang moderat, artinya tidak tekstual, tetapi juga tidak liberal. Tekstual hanya berpegang pada nash. Cara berfikir seperti ini menurut Qaraafi, al-Jumud alal manqullat abadan dholalun fiddin, wajahlun bi maqhosidi ulama amilin.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Islam Nusantara tidak tekstual. Tidak hanya pada aspek tertulis, namun juga aspek yang bersifat ijtihadiyah. Ketika kita meghadapi masalah yang tidak ada teks, mereka menganggap seudah selesai. Kalau NU, melihat dulu, ia bertentangan dengan nash atau tidak. Karena selain nash al-Qur’an dan Hadits, ulama NU juga menggunakan metode istihsan atau maslahah,” terangnya yang juga diampingi narasumber lain, Syafiq Hasyim PhD dan Akhmad Sahal.

Dia menjelaskan, jika sebuah amalan tak ada di nash, tetapi ia membawa kebaikan di tengah masyarakat, maka hal itu justru harus dilestarikan. “Idza wujida nash fatsamma maslahah. Idza wujidal maslahah fasyar’ullah, sesuatu yang baik dan tidak menyimpang dari agama, tidak apa-apa. Kalau menurut muslim baik, Insya Allah menurut Allah juga baik,” paparnya.

Kedua, lanjutnya, aspek harakah, dalam aspek ini terdapat upaya ishlahiyyah dalam diri Islam Nusantara, yaitu melakukan perbaikan. NU jamiyyah perbaikan dan reformasi. Karena itu, ada paradigma menjaga tradisi dan mengembangkan inovasi. “Jangan cuma mengambil hal baik, karena itu pasif, tidak inovatif, Al-Islah ila ma hual ashlah wah ashlah. Inovatif, aktif, kritis,” tegasnya.

Aspek Islam Nusantara sebagai sebuah gerakan ini, menurut Kiai Ma’ruf harus bersifat harakah tawazuniyyah, yaitu seimbang di segala bidang. Selain itu, Tathowwiiyyan, sukarela. Tidak ada pemaksaan, namun bukan tidak berbuat apa-apa. Kemudian santun dan toleran, sepakat untuk tidak sepakat. Karena menurutnya, memang pasti ada masalah ketika proses menyosialisasikannya.

“Oleh sebab itu, ada dua yang harus diperjuangkan, yaitu tatbiqiyyan (ajaran agama menjadi sumber inspirasi, kaidah berfikir) dan taqririyyan (ada yang hanya substansi, ada yang harus formal). Kalau saya silahkan saja kedua-duanya, sepanjang tidak menimbulkan konflik. Kalau dibutuhkan formal ya boleh, sepanjang tidak menyebabkan konflik,” jelasnya.

Yang ketiga, tandasnya, yakni aspek amaliyyah. Amaliyah yang dilakukan oleh NU lahir dari dasar pemikirannya yang melandaskan diri ushul fiqh dan fiqh. Seperti tradisi-tradisi dan budaya yang telah berlangsung sejak lama di tengah masyarakat, tidak begitu saja diberangus, namun dirawat sepanjang tidak menyimpang dari nilai-nilai ajaran Islam.

“Islam Nusantara harus lebih digali lagi sebagai perilaku bangsa. Supaya tidak ada lagi Islam radikal,” pungkasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang H Sadulloh mendoakan pengurus NU yang akan menjadi jamaah haji tahun ini. Ia berpesan kepada calon jamaah haji agar tidak terbebani dengan doa-doa panjang di setiap rukun atau sunah haji.

Demikian disampaikan H Sa’dulloh pada kegiatan yaumul ijtima’ yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tanjungkerta, Selasa (9/8).

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah

Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah di daerah Cikalong Budiasih Tanjungkerta ini diisi juga dengan syukuran beberapa pengurus MWCNU Tanjungkerta yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut H Sadulloh, bacaan doa yang paling utama adalah doa yang ada dalam Al-Quran, setelah itu di hadist, terakhir bacaan doa karangan para ulama.

“Dalam prosesi ibadah haji tidak mungkin seorang calon ibadah haji ke mana-mana harus membawa buku kumpulan doa-doa. Ribet rasanya kalau sedang berdesak-desakan beribadah, terus harus mengeluarkan buku kumpulan doa-doa. Solusinya doa-doa tersebut harus dihafal,” kata H Sadulloh.

Kalau seandainya masih banyak doa yang belum dihafal, cukup setiap berdoa baca doa sapu jagat yang ada dalam Al-Quran, "Rabbana atina fid duniya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina adzaban nar".

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Semoga semua calon jamaah haji Indonesia bisa selamat dan disukseskan dalam setiap melewati prosesi ibadah haji. Manfaatkanlah waktu selama di sana dengan benar-benar untuk beribadah dan bisa pulang lagi ke tanah air dengan mendapat gelar haji yang mabrur,” tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Sejarah, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional

Tegal, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional Jawa Tengah III resmi bergulir di GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (6/9). Peresmian pembukaan ditandai dengan tendangan bola oleh Pembina LSN yang juga anggota DPR RI Abdul Kadir Karding.

Turut hadir dalam pembukaan anggota DPR RI Bachrudin Nasori, Bupati Tegal Ki Enthus Susmono, Ketua PCNU Tegal H Akhmad Wasyari, Ketua DPRD Tegal A. Firdaus Asyaerozi, Koordinator LSN Regional Jateng III H Rafiq Abdillah dan sejumlah tokoh lain.

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional

Menurut Karding, LSN menjadi ajang santri untuk tampil ke depan. Tidak hanya dari sisi keilmuan, seni dan budaya, santri juga harus maju olahraganya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"LSN diharapkan bisa menciptakan kader dari santri menjadi pemain bola profesional," harapnya.

Sementara itu Bupati Tegal Ki Enthus Susmono berharap, Liga Santri Nusantara menjadi sarana pendekatan silaturahmi generasi NU dari semua sarana termasuk olahraga.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"LSN menjadi momentum untuk mempererat jalinan silaturahmi dan memperkuat persatuan generasi muda NU," ujarnya

Koordinator LSN Regional Jateng III H Rafiq Abdillah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Pemkab Tegal dalam mendukung kegiatan LSN 2017 dengan sangat baik.

"Alhamdulillah berkat komunikasi yang baik dengan RMI, tim tahun ini naik 100 persen dari tahun kemarin. Selain itu juga berkat support dari pemda, yang bupatinya NU dan santri, pelaksanaan pun sangat baik," ungkapnya.

Sementara itu, LSN Regional Jateng III diikuti 30 tim dari berbagai pondok pesantren di wilayah eks-karesidenan Pekalongan dan eks-karesidenan Banyumas.

Pada laga perdana tim sepakbola Mahadut Tholabah FC Lebaksiu Kabupaten Tegal berhasil unggul dari lawannya Bustan FC Ketanggungan Brebes dengan skor 4-3. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, PonPes, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di bawah komando GP Ansor Kabupaten Probolinggo menemukan spanduk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terpasang di kilometer 40,41 Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Mereka kemudian mencopot dua spanduk yang terpasang di jalur lingkar selatan.

Penurunan spanduk HTI ini dipimpin langsung oleh Ketua Satkorcab Banser Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya.

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI

“Sesuai instruksi Ketua Umum GP Ansor dan Komandan Satkornas Banser kami akan mencopot apapun bentuknya, baik spanduk, baliho, dan sejenisnya yang terkait dengan khilafah,” kata Adimas, Kamis (12/5) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Adimas, sebelum pencopotan spanduk HTI tersebut mereka terlebih dahulu melaporkannya kepada Polres Probolinggo, dalam hal ini Polsek Leces. Sehingga penurunan spanduk tersebut juga dikawal oleh personil dari Polsek Leces.

“Pencopotan atribut HTI ini dilakukan karena mereka sudah makar dan mau mendirikan negara Islam di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan penurunan atribut HTI ini, jelas Adimas, secara tegas Banser Probolinggo menolak dengan keras semua tindakan yang selama ini dilakukan oleh HTI. Bahkan tidak sepatutnya HTI hadir dan menyuarakan Pemerintahan Islam di Indonesia, karena dasar negara  Indonesia adalah  Pancasila. “NKRI harga mati bagi kami,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Sejarah, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 Desember 2017

Liga Santri Nusantara dan Pelajaran dari Sepak bola Jerman

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam

Saban mendengar pejabat yang berurusan dengan sepak bola mengatakan ingin membawa Indonesia tembus Piala Dunia, atau kepingin mengontrak pelatih kelas dunia, saya selalu refleks nyengir kecut buat meredakan ambruknya harapan terhadap kemajuan sepak bola nasional. Perkataan besar dan muluk tanpa melihat kondisi nyata buat saya seperti upaya buat menutupi kemiskinan visi yang detail dan rapi.

Perkara masuk Piala Dunia, semua penggemar sepak bola tanah air pasti gembira kalau bisa terwujud. Tapi melihat kenyataan manajemen sepak bola nasional yang masih amburadul, menjanjikan lolos Piala Dunia tak ubahnya menyanyikan lagu Nina Bobo buat orang yang kelaparan. Sama sekali bukan solusi.

Liga Santri Nusantara dan Pelajaran dari Sepak bola Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara dan Pelajaran dari Sepak bola Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara dan Pelajaran dari Sepak bola Jerman

Perkara pelatih, memang ada masa dan kasus-kasus khusus ketika figur pelatih seperti menjadi juru selamat. Sebagai contoh, Bela Guttman yang jauh-jauh “kesasar” dari Hungaria ke Brazil pada dekade 1950-an, lalu pergi dengan meninggalkan warisan hebat bagi sepak bola negara Amerika Latin tersebut. Ia memberikan tujuan bermain kepada para pesepak bola Brazil yang doyan berakrobat dengan bola tanpa peduli hasil. Sejarawan sepak bola Jonathan Wilson dalam Inverting the Pyramid menggambarkan dengan asyik bagaimana permainan operan yang diwariskan Guttman mengubah Brazil dari sekadar “tim sirkus” yang skill individunya mencolok tapi gampang kalah, menjadi kampiun Piala Dunia tahun 1958.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tapi sepak bola modern sudah melampaui fase naif seperti itu. Begitu banyak variabel yang ikut menentukan kesuksesan sebuah tim. Mustahil bergantung kepada seorang pelatih belaka buat menjamin Dalam sepak bola modern, pelatih super seperti Jose Mourinho dan Pep Guardiola pun tak mungkin berjaya dengan modal kosong.

Memang ada kasus mengagetkan seperti kejayaan Leicester City di Liga Primer Inggris musim 2015-2016. Kredit besar mesti dialamatkan kepada Pelatih Claudio Ranieri buat kesuksesan tersebut. Tapi kondisi Leicester saat ini mengajarkan bahwa kesuksesan sepak bola mustahil bisa dipertahankan dengan hanya mengandalkan satu figur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kejayaan sepak bola yang konsisten dibangun di atas landasan yang kompleks dan terencana dengan baik. Landasan ini di antaranya meliputi kompetisi yang baik, regulasi kuat dan konsisten, sampai pembinaan pemain muda sejak usia belasan tahun. Melalui gambaran umum dan melihat landasan persepak bolaan nasional sejauh ini, kita bisa meraba bahwa lolos ke Piala Dunia dalam waktu dekat ini masih jadi mimpi yang kelewat jauh.

Kita bisa menengok pengalaman Jerman yang sempat merasakan pengalaman hancur-lebur ketika tersingkir di babak awal Piala Eropa 2000. Semua orang kaget melihat sepak bola Jerman jatuh sampai titik terendah untuk ukuran mereka. Pada kenyataannya krisis tersebut bisa dirunut cukup jauh dari dua dekade sebelumnya. Uli Hesse dalam Tor menjelaskan bahwa pembinaan pemain muda yang payah dan infrastruktur sepak bola yang ketinggalan zaman, memberi saham besar dalam persoalan regenerasi pemain Jerman.

Penunjukkan Franz “Der Kaiser” Beckenbauer, anak emas dan Kaisar sepak bola Jerman, sebagai pelatih timnas Jerman adalah semacam langkah panik Deutscher Fussball-Bund (DFB), federasi sepak bola Jerman, untuk menutupi kerapuhan sepak bola Jerman. Meskipun Beckenbauer berhasil menambah koleksi Piala Dunia Jerman, tapi kanker yang menggerogoti sepak bola negerinya Wolfgang Goethe itu tinggal menunggu waktu untuk muncul.

Tahun 2000, ketika masalah terbuka secara telanjang, DFB akhirnya mengambil langkah pembenahan besar-besaran. Klub-klub profesional diberi pilihan, membangun akademi pemain muda yang berkualitas atau ditendang dari liga. Biaya besar dikucurkan untuk melakukan pembenahan infrastruktur. Hasilnya, trofi Piala Dunia 2014 digondol dengan meyakinkan. Yang mutakhir, kesuksesan menjuarai Piala Konfederasi FIFA 2017 tanpa satu pun pemain yang berusia 30 tahun atau lebih. Selain itu Jerman saat ini dikenal sebagai salah satu penghasil bakat muda terbaik. Klub-klub Jerman juga diketahui sebagai pelopor penggunaan teknologi sepak bola mutakhir belakangan ini.

Level sepak bola kita saat ini tentu terpaut jauh dari Jerman. Tapi pengalaman Jerman dalam membenahi sepak bola bisa jadi tempat kita berkaca. Jerman pernah mengambil solusi instan yang beracun, menyamarkan persoalan dengan figur populer. Kita bisa kejeblos di lubang yang sama kalau belum apa-apa sudah ngomong Piala Dunia dan pelatih kelas dunia. Akan lebih realistis kalau pemegang kebijakan menaruh perhatian pada detail-detail terkait pembinaan usia muda, pembenahan infrastruktur, sambil membereskan liga nasional.

Dalam konteks sepak bola usia muda, kehadiran Liga Santri Nusantara (LSN) yang sudah digelar berturut-turut tiga tahun belakangan ini, bisa menjadi salah satu alternatif bagi pembinaan usia di bawah 17 tahun berskala nasional. Capaian paling ikonik sampai saat ini adalah dipanggilnya alumnus LSN M. Rafli ke dalam skuad timnas usia 19 tahun. Meskipun masih bisa dibilang kasuistik, tapi fenomena ini menunjukkan bahwa kalangan santri bisa menjadi alternatif lumbung bakat sepak bola. Apalagi di tengah kembang-kempisnya penyelenggaraan Piala Soeratin, yang baru kembali digelar tahun ini setelah hiatus beberapa tahun.

Sebagai kompetisi baru, masalah di sana-sini pasti masih terjadi di LSN. Yang cukup mencolok di antaranya adalah standar kualitas tim-tim kontestan yang kurang merata. Tapi seperti sempat ditunjukkan Direktur Kompetisi LSN, M. Kusnaeni, seiring semakin ketatnya regulasi pemain, pemerataan standar kian membaik. Pesantren-pesantren di berbagai daerah juga tergerak membenahi kualitas sepak bola santrinya masing-masing. DDI Kaballangan, misalnya, mengaku bahwa mereka mempersiapkan skuad selama setahun untuk LSN 2017. Hasilnya tiga laga grup mereka sapu bersih dengan rekor mencetak 16 gol.

Selain memacu kalangan pesantren untuk memompa kualitas sepak bola, LSN juga berpotensi menggerakkan elemen sepak bola di luar lingkungan pesantren. Seperti dikatakan Sekertaris LSN Jibril FM, di beberapa regional dan subregional terjadi fusi antara kualifikasi LSN dengan kompetisi sepak bola setempat. Pemenangnya mendapat gelar juara, sekaligus berhak mewakili wilayahnya berpartisipasi di LSN babak selanjutnya.

Upaya pembinaan usia muda semacam ini mesti menempati skala prioritas yang tinggi. Jika kompetisi semacam LSN terus digulirkan secara rutin dan dibenahi secara konsisten, bukan mustahil Rafli-Rafli selanjutnya akan menyusul mentas ke level lebih tinggi. Setidaknya mimpi seperti itu buat sekarang lebih realistis, dibanding slogan kosong lolos Piala Dunia dan pelatih kelas dunia. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Ansor Jakbar Siap Cegah Radikalisme

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Virus radikalisme yang menjangkiti sebagian umat Islam di Indonesia menjadi keprihatinan GP Ansor, sehingga GP Ansor konsisten terus melakukan kaderisasi dengan merekrut dan mendidik calon kader baru Ansor.

“Cada terbaik mencegah dan mnegatasi virus radikalisme adalah dengan rutin melakukan kaderisasi Ansor,” urai Ketua PC GP Ansor Jakarta Barat Alfanny, ketika memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Cengkareng, Jakarta Barat yang dilaksanakan Sabtu-Ahad,18-19 November 2017 di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot Jakarta Barat.

Ansor Jakbar Siap Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jakbar Siap Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jakbar Siap Cegah Radikalisme

Alfanny berpendapat materi kaderisasi Ansor yang menanamkan bahwa "Nasionalisme adalah sebagian dari iman" akan sangat efektif mencegah setiap kader Ansor terpengaruh radikalisme.

PKD GP Ansor Cengkareng yang diikuti sekitar 30 peserta tersebut menghadirkan sejumlah instruktur dan narasumber antara lain Dendy Z Finsa (Sekretaris PW GP Ansor), Yusuf Kosim (Pembina PC GP Ansor Jakbar), Abdul Azis, SE (Pembina PC GP Ansor Jakbar), KH Ishom El Saha (Dosen Unusia Jakarta), KH Rusli Siddik dan KH Agus Salim (Ketua MWC NU Cengkareng)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menjelang pelantikan kader baru GP Ansor Cengkareng, Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis, SE mengingatkan agar setiap kader Ansor selalu tabayun terhadap setiap informasi hoaks yang memfitnah dan mendiskreditkan Ansor.

“Ansor tidak pernah membubarkan pengajianm kecuali acara provokatif yang jelas-jelas ingin mengubah dasar Negara Pancasila”, tegas Abdul Azis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sejak kepengurusan baru PC GP Ansor Jakarta Barat yang terpilih April 2016, sudah dilaksanakan 2 kali PKD dan 3 kali DTD (DIklat Terpadu Dasar) yang berhasil mencetak sekitar 250 kader baru Ansor dan Banser di lingkungan GP Ansor Jakarta Barat. (Nahraji Zen/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 11 Desember 2017

Gus Mus: Pak Presiden, Apa yang Bapak Tunggu?

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kisruh yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih mengundang tanggapan berbagai kalangan, baik melalui aksi lapangan maupun pernyataan di jejaring media sosial.

Gus Mus: Pak Presiden, Apa yang Bapak Tunggu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pak Presiden, Apa yang Bapak Tunggu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pak Presiden, Apa yang Bapak Tunggu?

Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) pun turut angkat bicara menanggapi kegaduhan dua lembaga penegak hukum tersebut. Ia mempertanyakan sikap tegas Presiden Joko Widodo dalam menyelesaikan permasalahan ini.

“Pak Presiden, apa yg Bpk tunggu? Rakyat nyaris tak sabar mnunggu Bpk segera menyelamatkan KPK dan POLRI, menegaskan komitmen mlawan korupsi,” tulisnya pada akun twitter pribadi, @gusmusgusmu, Senin (9/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pernyataan ini seperti kelanjutan dari komentar Gus Mus sebelumnya yang menilai bahwa kegaduhan yang tengah terjadi sebagai kondisi dengan keperluan yang tidak jelas. “Kegaduhan tak jelas demi apa ini, semoga menyadarkan dan mengingatkan kita, terutama pemimpin-pemimpin kita, kepada Indonesia dan kepentingannya,” tuturnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sejak Januari lalu, pernyataan sikap telah dikeluarkan oleh berbagai pihak, seperti Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Belanda, Jaringan Gusdurian Indonesia, dan lainnnya. Mereka menuntut Presiden mengambil langkah-langkah konkret dan menyerukan KPK dan Polri membuka persoalan secara transparan dan dengan kepala dingin.

Terkait konflik kepentingan antara KPK dan Polri, aksi damai mendukung pemberantasan korupsi di Tanah Air telah dilakukan oleh anak muda NU di berbagai daerah. Bahkan, puluhan anak muda NU secara khusus menggelar pembacaan Hizb Nashar dan istigotsah di beranda gedung KPK, Jakarta, awal Februari kemarin. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Organisasi akan aktif dan dinamis jika ditopang individu-individu yang memahami dan mau mempraktikkan pengabdian. Karena itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan akan memberikan “Syahadah Bintang Sembilan” kepada para kader penuh pengabdian.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (17/12) mengatakan, salah satu ciri pengabdian itu adalah kader yang membuat organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di ujung utara Provinsi Lampung ini menjadi hidup.

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Menurut dia, pemberian Syahadah Bintang Sembilan merupakan apresiasi atas energi, semangat, senyum, dan keringat diberikan para kader yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang. Juga kegiatan yang dihelat institusi lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk yang disebut terakhir, menurut Gatot, harus kegiatan yang menopang eksistensi dan membuat pergerakan Ansor di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumateras Selatan ini, menjadi dinamis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kader yang sekali terlibat dalam kegiatan maka akan mendapatkan Syahadah Bintang Satu. Dua kali terlibat dalam kegiatan mendapat Syahadah Bintang Dua. Begitu seterusnya hingga Syahadah Bintang Sembilan," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Gatot menambahkan, Syahadah Bintang Sembilan ialah piagam didesain berlatar belakang Bung Tomo serta KH Hasyim Asyary berikut wasiatnya: "Siapa yang mau mengurusi NU saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."

“Secara sederhana, desain tersebut juga ingin mengatakan hubungan NU dan Indonesia yang jelas melalui Resolusi Jihad,” tegasnya.

Syahadah tersebut, menurut alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama itu pula, bakal menjadi report keaktifan kader yang nantinya sebagai acuan bagi pimpinan cabang untuk memajukan kader.

"Tidak ada makan siang gratis. Karena itu, yang bisa ikut kaderisasi Ansor lanjutan baik Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan dan Pendidikan Kader Lanjutan atau PKL ialah yang sudah mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan," kata dia menerangkan.

Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang mendapat amanah memimpin Ansor setempat pada 7 Oktober 2014 itu menegaskan, sesuai peraturan berlaku, Ansor adalah organisasi kader.

"Semakin banyak yang mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan akan semakin bagus karena menandakan banyaknya kader yang aktif. Kader-kader aktif itulah tulang punggung Ansor mendatang. Tidak boleh orang yang tidak aktif mendadak Ansor, sok-sokan mau mengurus Ansor," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Syariah, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 05 Desember 2017

Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan

Salatiga, Rohis Tegal - Rohani Islam



Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMNINU) atau asosiasi pesantren NU terus mengintensifkan gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat (PBPS). Rabu (11/5) kemarin, pelatihan berlangsung di aula Pondok Pesantren Tarbyatul Islam (PPTI) Al-Falah Salatiga, Jawa Tengah.

Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan

M Faiz Aminuddin, pemateri pada Training Housekeeping Pesantren dalam pelatihan tersebut mengatakan, hal penting yang perlu diingat adalah prinsip suka terlebih dulu. Menurutnya, kebersihan harus disukai terlebih dahulu. Selanjutnya proses yang akan mengambil peran dalam melaksanakan penataan pemahaman seseorang. Seperti roan (kerja bakti) di pondok pesantren yang dikerjakan santriwan-santriwati.

"Move on, bergerak ke arah yang lebih baik, berkelas, dan bermartabat," pinta pengajar di Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati ini.?

Paradigma bahwa pesantren itu kumuh, kotor, tak teratur mulai ada pembenahan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng ini salah satunya untuk terus memperbaiki kekurangan pesantren. Memang, kata Faiz, banyak tantangan untuk menggerakkan perubahan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sayangnya tidak semua orang menyukai perubahan, karena untuk berubah tidak mudah, tidak selalu indah dan terkadang tidak menyenangkan," tambahnya.

Rata-rata usia santri di pesantren di bawah dua puluh tahun. Secara psikologis, masa seperti ini masih labil dari segi spiritual, intelektual, emosional dan sosial. Maka, peran penting pelatihan ini membentuk agen penebar kebersihan dan kesehatan di pesantren-pesantren. Dalam sesi awal ini peserta diajak untuk menekankan tentang kebersihan dan kesehatan pesantren. (M. Zulfa/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 20 November 2017

Muslimat NU Ingin Sumbang Jilbab pada Polwan

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa mengaku siap menyumbang dan memenuhi kebutuhan jilbab bagi Polwan Muslimah di seluruh Indonesia jika masalah dana menjadi kendala penerapan kebijakan Kapolri tersebut.

"Kalau Polri tidak memiliki alokasi anggaran pengadaan bagi Polwan yang ingin berjilbab, saya siap membantu berapun kebutuhan yang diperlukan," ujarnya saat meresmikan Yayasan Radiant Indonesia (YRI) di Jalan Jambangan Kebon Agung Surabaya, Ahad.

Muslimat NU Ingin Sumbang Jilbab pada Polwan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Ingin Sumbang Jilbab pada Polwan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Ingin Sumbang Jilbab pada Polwan

Ia mengapresiasi kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman yang mempersilahkan Polwan berjilbab. Menurut dia, di samping untuk melaksanakan tugas, jilbab sekaligus mengamalkan Syariat Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Khofifah yang pernah menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu mengaku awal Desember 2013 sudah mengirim pesan singkat melalui pesan singkat kepada Kapolri Jenderal Sutarman.

Hanya saja, hingga saat ini belum mendapat respon dari Kapolri yang juga pernah menjabat sebagai ajudan pribadi (Alm) Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kalau nanti dijawab, saya mau pastikan berapa kebutahannya, warna, dan bahannya seperti apa. Saya bersama teman-teman siap mengkoordinir membantu berapapun jilbab yang dibutuhkan, bahkan bisa lebih," kata mantan Calon Gubernur Jawa Timur di Pilkada 2013 tersebut.

Sejumlah kerabat Khofifah yang sudah menyatakan kesediaan dan kesanggupannya membantu pengadaan jilbab Polwan, antara lain Arzeti Bilbina, Neno Warisman, dan lainnya.

Menurut dia, jika negara tak sanggup mengalokasikan anggaran untuk kepentingan kaum muslimah melaksanakan Syariat Islam merupakan sebuah ironi. Pasalnya, subsidi BBM yang nilainya mencapai triliunan bisa teratasi.

"Pencerahan suatu kaum itu bisa terjadi antara ulama atau kiai dan umara atau pemerintah bisa bersatu. Ini yang diinginkan bersama dan semoga segera terealisasi," kata Khofifah.

Sementara itu, Yayasan yang didirikannya bersama Pengasuh Pondok Pesantren Barul Maghfirah Malang, KH Lukmanul Karim, serta Rektor Perbanas Tatik Suryani itu bertujuan memberikan pencerahan bagi umat, khususnya melalui pendidikan, kesehatan, dakwah dan ekonomi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 31 Oktober 2017

GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Penegasan sejumlah kalimat kecaman terhadap keberadaan teroris dan gerakan radikalisme yang lain diumbar oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kalimat-kalimat tersebut ditulis di spanduk dan banner yang dipasang di beberapa titik yang strategis dilewati banyak orang.

GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Demikian salah satu intruksi Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor setempat. Bahkan di skala nasional, GP Ansor menyerukan hal yang sama. Mereka menganggap keberadaan terorisme dan radikalisme adalah ancaman bagi bangsa Indonesia, khususnya warga nahdliyin yang harus disikapi dengan serius. ?

"Sehubungan dengan maraknya gerakan radikalisme yang mengarah pada terorisme, GP Ansor jatim bahkan nasional sepakat menolak gerakan radikalisme atas nama agama dan terorisme," ujar H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang, Jumat (11/3).

Untuk itu, kata Zulfikar sapaan akrabnya, GP Ansor dari tingkat ranting hingga kecamatan secara kesuluruhan harus menonjolkan sikap penolakan terhadap mereka. Salah satunya dengan menyebarkan spanduk dan banner tersebut.

"Diimbau kepada PAC GP Ansor memasang spanduk banner ukuran bebas design bebas tonjolkan merah putih kemudian dilettakkan di tempat strategis, bisa jalur utama di masing-masing kecamatan," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk ketentuan dan mekanisme penulisan spanduk dan banner, ia menjelaskan disesuaikan dengan tema dan tujuan awal, yakni menyatakan sikap penolakan GP Ansor Jombang terhadap kelompok radikal. Bisa memilih tulisan yang sudah disediakan atau yang serupa, dan mencantumkan logo Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna).

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Konsep banner dan spanduk dapat memilih sebagai berikut: Tolak gerakan radikalisme yang mengarah pada terorisme, wujudkan kerukunan antar umat beragama; Kami ingin damai. Mari lawan terorisme; Masyarakat Jombang sepakat berantas terorisme; Terorisme tidak boleh hidup di Jombang; Terorisme musuh kita bersama; Terorisme haram hidup di Jombang dan lain-lain yang berhubungan kalimat tersebut," tandasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Muslimat Nahdlatul Ulama terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu ditandai dengan digelarnya workshop peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Muslimat NU, di Hotel Kaisar, Jakarta, 7-8 Juni.

Workshop ini juga sebagai persiapan menyongsong pemberlakuan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) 2014 mendatang. Penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM) dan diikuti Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, YKM-NU Wilker I Provinsi, YKM-NU Wilker II Kabupaten dan Kota, dan fasilitas pelayanan kesehatan potensial di lingkungan YKM-NU.

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, salah satu tujuan pembangunan nasional adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi menjadi tolok ukur dalam penentuan tingkat Human Development Index (HDI) suatu negara.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dicanangkannya MDGs (Millenium Development Goals) makin memperjelas sangat pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut, khususnya kesejahteraan Ibu dan Anak,” ungkapnya pada acara pembukaan workshop, Kamis (7/6).?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pola pembangunan yang partisipatif menjadi sangat penting. Pemerintah harus mendengar dan mengakomodir keinginan masyarakat dalam membuat suatu kebijakan publik.?

“Di lain pihak dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat harus berpartisipasi secara aktif dan tidak hanya menyerahkan semuanya kepada Pemerintah,” jelasnya.

YKM NU, katanya, saat ini telah memiliki 76 fasilitas pelayanan yang terdiri dari rumah sakit, rumah bersalin, klinik dan balai pelayanan kesehatan. Disamping itu, YKM NU juga punya 106 panti asuhan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tentu itu merupakan potensi yang tidak sederhana. Namun masih diperlukan konsolidasi internal, khususnya di setiap Fasyankes. Diperlukan konsolidasi antara struktur internal organisasi, yaitu Pengurus YKM NU di masing-masing tingkatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, dan YKM NU Pusat melalui pertemuan di tingkat Nasional,” tuturnya.?

Lebih lanjut, Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini mengatakan, workshop kali ini diharapkan mampu mewujudkan penguatan jejaring pengurus YKM NU di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan YKM-NU dalam menghadapi perubahan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS.?

“Perlu ada pemahaman yang sama terhadap perubahan yang telah dan akan terus terjadi di sektor kesehatan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS,” jelasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah, News, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 06 Oktober 2017

Tim Kesehatan PBNU Lakukan Sunatan Massal

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam
Bukan hanya menolong pasien yang menderita sakit akibat gempa dan badai tsunami, tim kesehatan PBNU yang hampir satu bulan melakukan pertolongan medis di sekitar Banda Aceh juga melakukan sunatan (khitan) kepada anak-anak korban di tenda-tenda pengungsian.

"Kami melakukan ini (khitanan-red) sambil memberikan pertolongan medis di tenda-tenda pengungsi yang relatif kecil dan jarang dikunjungi tim medis, mereka rata-rata pengungsi yang tidak terdata," ungkap salah seorang relawan tim kesehatan PBNU, Lily Sholihah via telpon kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Senin (31/1).

Menurut Lily, hingga kini selama seminggu terakhir sudah ratusan anak yang dikhitan di sekitar Bireun, LhokShumawe, Lhoksukon, daerah Simpang Tiga dan di sekitar Aceh Besar. Sedangkan pengungsi yang telah ditangani selama seminggu ini, kata lily sudah mendekati angka 500-an pasien. "Di Bireun sekitar 290 orang, Lhoksumawe 156 orang, Simpangtiga 80 orang, Aceh Besar 165 orang, dan saat ini kita masih terus bergerak ke daerah-daerah yang belum dikunjungi tim medis.

"Tak jarang kami harus masuk ke daerah-daerah pedalaman yang masih banyak dijumpai tentara GAM dan terjadi baku tembak dengan TNI, kondisi ini sering kami temui. Bahkan kami pernah di berhentikan oleh tentara GAM dalam menjalankan misi pertolongan, namun ketika kami beritahukan kalau kami dari PBNU, kami di persilahkan meneruskan perjalanan," ungkap Lily yang mengaku selama keliling memberikan pelayanan kesehatan kepada pengungsi tidak mendapatkan pengawalan dari pihak keamanan.

Pernah suatu ketika kami panik saat terdengar serentetan tembakan, tidak jauh dari tempat pengungsi. Kamp pengusi di Malahayati terletak di lereng bukit."Saat itu kami sedang memberikan pengobatan kepada pengungsi Malahayati, Lamreh, Krueng Raya. Tembakan itu berasal dari kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka di Nanggroe Aceh Darussalam," papar asisten Rozy Munir ini.

Menurut para pengungsi, seperti diceritakan Lily asal tembakan tidak jauh dari kamp pengungsi. Bahkan, para pengungsi sempat melihat beberapa laki-laki bersenjata. Para pengungsi mengatakan, baku tembak ini bukannya yang pertama. Sebelumnya para pengungsi juga sudah mendengar insiden ini. Dikatakan Lily seperti diakui para pengungsi, GAM seringkali turun ke kamp pengungsi untuk mengganggu pengungsi.

Ditambahkan Lily, saat ini stok logistik yang dimiliki PBNU baik untuk obat-obatan maupun makanan masih cukup memadai. Di posko Kuta Alam, Banda Aceh tempat Posko PBNU berkantor masih terdapat makanan seperti Mie, Beras, Kurma yang masih menunggu distribusi. Masih ada juga sarung, pakaian sholat dan baju layak pakai. Sedangkan stok obat-obatan untuk tim kesehatan masih cukup untuk waktu sepuluh hari. "Kami masih akan terus berkeliling dengan mobil PBNU dan Ambulans dari Organisasi Islam Inggris (Islamic Charity ) yang sudah mulai beroperasi," kata Lily.

Sedangkan para dokter yang bertugas hampir seminggu akan segera diganti. Mereka antara lain, Dr. Dedi, Dr. Mondatri, Dr. Cifi Munir, Dr. Nurahman dan Asisten perbekalan Posko Kesehatan Lily Sholihah. "Kami sudah sejak seminggu dan kebetulan sejak 27 Januari kemarin sudah datang para pengganti kita yang dipimpin langsung oleh ketua PBNU Rozy Munir, Dr. Syahrizal, Dr. Bina Suhendra dan beberapa Dokter dari LS Mabarot," demikian papar Lily yang mengaku esok kembali ke Jakarta. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Tim Kesehatan PBNU Lakukan Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kesehatan PBNU Lakukan Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kesehatan PBNU Lakukan Sunatan Massal

Senin, 25 September 2017

Tayangan Infotainment tentang Poligami Kebablasan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi meminta polemik masalah poligami segera dihentikan. Karena ia melihat adanya kecenderungan polemik tersebut telah mengarah pada persoalan agama sebagai ajaran Islam. Jika masalah tersebut terus dibiarkan, ia khawatir polemik tersebut akan menyebabkan konflik.

 

Tayangan Infotainment tentang Poligami Kebablasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tayangan Infotainment tentang Poligami Kebablasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tayangan Infotainment tentang Poligami Kebablasan

“Saya minta polemik tentang poligami dihentikan karena ada kecenderungan mengarah untuk mempersoalkan agama Islam sebagai ajaran, bukan lagi kasuistis. Kalau diteruskan bisa menjadi konflik,” kata KH. Hasyim Muzadi kepada wartawan di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (14/12).Hasyim menyayangkan Infotainment soal poligami Aa Gym yang cenderung kebablasan. Padahal, NU telah mengeluarkan keputusan bahwa berita infotainment yang mencampur adukan rahasia keluarga merupakan larangan keras agama.

 

“Saya ingatkan, bahwa keputusan Musyawarah Nasional (Munas) alim ulama NU menyatakan,  bahwa infotainment yang mengaduk privasi keluarga dan merusak kehormatan keluarga merupakan larangan keras agama,” jelas mantan Ketua PWNU Jawa Timur itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

 

Khusus untuk kasus Yahya Zaini (YZ) dan Maria Eva (ME), Hasyim mengatakan, bahwa pemberitaan media massasoal kasus itu juga keterlaluan, karena telah melampaui keperluan kelaziman informasi. Selain tidak mendidik, penayangan yang melampaui batas tersebut juga merupakan kejahatan sosial.

 

”Penayangan gambar tanpa pakaian ‘terus menerus’ merupakan kejahatan publisistik dan kekejaman keji terhadap keluarga yang bersangkutan, serta tidak mendidik terhadap anak-anak yang menonton di seluruh Indonesia,” ungkap kiai yang beberapa waktu mendapat gelar doktor Honoris Causa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

 

Menurut Hasyim, YZ telah melakukan kesalahan besar dengan terungkapnya kasus hubungan mesumnya dengan ME. Namun, dampak penayangan yang berlebihan infotainment lebih besar dan masuk pada katagori kejahatan sosial.”Kalau tindakan Yahya merupakan kesalahan terbatas, maka penayangan berlebihan itu merupakan kejahatan sosial,” tuturnya.

 

Tayangan infotainment yang kebablasan itu, katanya, tidak dapat dihentikan melalui himbauan atau jalur hukum, karena harus diakui infotainment adalah bisnis besar yang menghasilkan uang. Solusinya, harus ada gerakan moralisasi budaya melalui kesadaran masyarakat untuk tidak menonton tayangan infotainment.

 

“Infotaiment semacam ini tidak bisa dihentikan dengan hinbauan dan hukum karena secara industri mendatangkan uang. Maka saatnya  sekarang masyarakat yang bereaksi utamanya kaum muslimim dengan tidak menonton acara infotainmen, mamatikan TV atau memindahkannnya ke chanel lain yang lebih sopan,” katanya. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 18 September 2017

Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Masjid dan mushola adalah simbol amar makruf nahi munkar. Sebab keduanya menjadi tempat berkomunikasi antara umat manusia dengan Allah SWT. Takmir masjid dan mushola harus berupaya bagaimana manusia bisa berbicara dengan sang kholik dengan baik dan tidak terburu-buru.

Hal tersebut ditegaskan Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin saat membuka pembinaan imam masjid dan mushola yang digelar Lembaga Takmir Masjid (LTM) MWCNU Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo di aula Pendopo Kecamatan Kraksaan, Sabtu (28/5).

Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar





“Takmir masjid dan mushola adalah tugas yang sangat mulia. Oleh karena itu, harus amanah dan selalu menjaga kebersihan masjid dan mushola. Bagaimana orang mau bersujud jika tidak pernah dibersihkan,” katanya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam





Hasan menegaskan bahwa takmir masjid dan mushola harus merubah manajemen sesuai dengan perubahan zaman saat ini. Selama ini banyak musafir yang singgah di masjid di jalur pantura di Kabupaten Probolinggo. “Semua ini dikarenakan masjid dan airnya bersih, serta takmirnya amanah,” tegasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Terkait mushola, Hasan menegaskan bahwa pembelajaran Al-Qur’an saat ini harus menggunakan metode NU. Karena banyak mushola di perkotaan yang menjadi pilihan masyarakat. Metodenya dirubah dan diseragamkan. “Cobalah manajemen mushola dirubah agar bagaimana anak-anak kita sore hari tidak bermain dan tidak berada di rumah di depan TV, tapi di mushola,” jelasnya.

Sementara Rais MWCNU Kraksaan KH Shihabuddin Sholeh menegaskan pembinaan imam masjid dan mushola ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman bagaimana menjadi imam yang baik dalam menunaikan sholat. “Sehingga tidak terkesan terburu-buru saat menunaikan sholat berjamaah,” katanya.

Pembinaan imam masjid dan mushola ini Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i dan sejumlah pengurus MWCNU Kecamatan Kraksaan. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 17 Agustus 2017

Lesbumi NU Sulut dan Al-Hikam Cinta Indonesia Ziarahi Wali Songo

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Sebagai wujud penghormatan kepada Ulama dan melanjutkan tradisi, Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia (ACI) dan Lesbumi NU Sulut melakukan rekam jejak Islam Nusantara dengan berziarah ke makam Wali Songo dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at (22/04), yang dimulai dari Ampel, Surabaya hingga ke Cirebon.

Ziarah yang bertajuk “Belajar Dari Ulama Nusantara, Menuai Berkah” ini diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri dari Jamaah ACI asal Kalimantan Utara dan Pengurus Lesbumi NU Sulawesi Utara (Sulut).

Lesbumi NU Sulut dan Al-Hikam Cinta Indonesia Ziarahi Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi NU Sulut dan Al-Hikam Cinta Indonesia Ziarahi Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi NU Sulut dan Al-Hikam Cinta Indonesia Ziarahi Wali Songo

Habib Muhsin Bilfagih, pengasuh Yayasan ACI, menyatakan bahwa ziarah kali ini adalah momen bagi para peserta untuk kembali mempelajari sejarah Islam Nusantara yang berkembang melalui dakwah para aulia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kita belajar sekaligus mengambil berkah melalui ziarah ini. Kita akrabkan umat Islam dengan tradisi. Kendati kita berasal Indonesia Timur, kita tetap tunjukkan kepada bangsa, bahwa kecintaan dan kerinduan kepada ulama harus diwujudnyatakan melalui ziarah,” papar Mustasyar PWNU Sulut.

Senada dengan Habib, Ketua rombongan ziarah, Muh. Iqbal menyampaikan bahwa agenda ziarah ini sudah direncanakan beberapa tahun lalu, baru terwujud pada April kali ini. “Ini agenda lama kita. Namun baru terealisasi saat ini. Peserta ziarah berasal dari beragam kalangan, mulai dari PNS hingga wiraswasta serta mahasiswa, baik yang dari Manado maupun Tarakan. Semula ada 98 orang yang mendaftar, namun yang positif ikut hanya 60 peserta,” ungkap ustadz yang akrab disapa Kang Iqbal ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu, Ketua Lesbumi NU Sulut Taufik Bilfagih menginformasikan bahwa keberadaan Lesbumi untuk ikut andil memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta. “Di setiap makam, selain berdoa kepada Allah, kita juga akan menyuguhi peserta dengan materi-materi sejarah dakwah para Walisongo. Bahkan, setiba di Jakarta nanti, kami akan ke kantor PBNU untuk mendapat pencerahan dari KH Agus Sunyoto, Ketum Lesbumi PBNU. Apalagi beliau adalah penulis Atlas Walisongo yang menjadi bahan bacaan peserta ziarah.”

Dijadwalkan, Senin (25/04) malam, rombongan sudah berada di Jakarta, dan akan kembali ke daerah masing-masing pada esok harinya. “Selasa (26/04) siang, kita udah di Soekarno-Hatta untuk kembali ke daerah. Semoga semua berkah” tutup Taufik. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock