Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kepolisian diduga menjadi tujuan operasi bom bunuh diri yang meneror Jakarta semalam, Rabu (24/5). Terbukti dengan pemilihan lokasi yang berada di tempat polisi berjaga di Halte Kampung Melayu dan menewaskan 2 korban dari pihak aparat.?

Terkait teror ini Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf, menilai bahwa serangan ini sengaja untuk merusak ketertiban sosial.

"Polisi adalah ujung tombak pemeliharaan tertib sosial. Karena tertib sosial dikerangkai dengan hukum dan polisi berdiri tepat di pagar-pagarnya. Kalau polisi rontok, itu adalah awal dari rontoknya hukum yang berarti juga rontoknya tertib sosial," tuturnya.

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

Lebih lanjut, menurut beliau, kalau gerakan radikal Islam berhasil sampai tahap ini, langkah berikutnya tinggal mengganti dengan kekuatan paksa fisik punya mereka. Inilah transformasi strategi mutakhir gerakan radikal. Ketimbang meneror masyarakat luas yang susah ditakut-takuti, mendingan fokus meneror polisi.?

"Kalau polisi bisa dibikin takut keluar ke jalanan, takut menjalankan tugas, kalau ruang-ruang publik disterilkan dari polisi, masyarakat tinggal kumpulan ternak yang bingung. Tertib sosial kehilangan pagar. Itulah saatnya serigala-serigala menghambur menerjang," tambahnya.?

Beliau pun memberikan pertanyaan penting, sebenarnya, apa inti gagasan radikalisme Islam? Melawan tertib sosial yang ada saat ini. Mengapa? Karena mereka anggap dholim, tidak Islam, thoghut dan seterusnya. Mau mereka apa? Meruntuhkan tertib sosial yang ada ini untuk diganti dengan konstruk yang mereka teorikan berdasarkan imajinasi mereka tentang kejayaan politik Islam di masa lalu. (Dedik Priyanto/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Fragmen Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 12 Februari 2018

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa secara de facto KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah Pahlawan Nasional. Pasalnya seluruh proses mulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) maupun Dewan Gelar sudah selesai.

"Secara de fakto Gus Dur sudah ? pahlawan, ada kemasyhuran dan keluhuran yang melekat pada diri KH Abdurrahman Wahid," ujarnya usai melakukan zaiarah di Makam KH Abdurrahman Wahid di Komplek Pesanren Tebuireng Jombang, Sabtu (7/11) ? siang.

Mensos Khofifah juga meyakinkan bahwa tidak ada polemik atau tarik-menarik terkait penganugerahan gelar pahlawan kepada Presiden RI ke-4 ini. Penganugerahan pahlawan kepada Gus Dur itu hanya menunggu waktu yang tepat.

Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

"Seluruh proses untuk pemberian gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur sudah selesai. Namun dari catatan dewan gelar, nama Gus Dur diendapkan dulu. Sambil menunggu saat yang tepat," katanya menjelaskan. Anggota Tim Dewan Gelar di antaranya adalah Prof Jimly Asshiddiqy dan juga Prof Azzumardi Azra.

Masih menurut Khofifah, sosok Gus Gur memiliki kemasyhuran dan keluhuran dalam satu titik yang sama. Ada orang yang dapat kemasyhuran tetapi tidak dapat keluhuran, begitu pula sebaliknya. "Gus Dur mempunyai kemasyhuran dan keluhuran. Dan secara ? de fakto Gus Dur sudah pahlawan, tinggal menunggu saat yang tepat saja. Untuk tahun ini kan sudah selesai penganugerahan pahlawan kemarin," papar Ketua PP Muslimat NU ini.

Meski tidak secara tegas Mensos menyatakan, bahwa pengaugerahan pahlawan Gus Dur tidak bisa diberikan tahun 2015 ini. Namun Khofifah menyatakan bahwa tahun ini penganugerahannnya pahlawan sudah selesai diberikan kepada 5 orang pahlawan nasional oleh presiden Jokowi pada tanggal 5 November 2015 kemarin. "Dua di antaranya dari Jawa Timur, satu Bali, satu dari Jogja, dan satu lagi dari Sulawesi," bebernya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan Mensos, jumlah Pahlawan Nasional selama ini sudah sebanyak 163 orang, dengan dianugerahkannya 5 pahlawan lagi yang telah dianugerai gelar pahlawan nasional maka jumlah pahlawan nasional kini menjadi 168 orang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

?

Foto: Mensos Khofifah Indar Parawansa (berbusana hijau) saat berziarah ke makam Gus Dur di Jombang

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 09 Februari 2018

Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sudah menjadi kebiasaan mayoritas muslim di Indonesia pada momentum Lebaran tidak ketinggalan mengadakan tradisi yang dinamakan Halal bihalal. Acara yang rutin digelar oleh masyarakat di bulan Syawal sejak puluhan tahun silam ini diyakini sebagai tradisi yang selaras dengan ajaran Islam.

Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama

Masyarakat dari generasi ke generasi berupaya melestarikan tradisi Halal bihalal bukan tanpa sebab. Misal yang dijalani oleh keluarga besar keturunan Mbah Mastam dan Mbah Zonah. Pasangan yang wafat puluhan tahun silam itu pernah tinggal di desa Papringan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mempunyai 7 anak, kemudian hingga kini beranak pinak sampai melahirkan anak, cucu dan cicit yang jumlahnya sudah ratusan.

Sementara itu, Halal bihalal keluarga besar yang menyebut keluarga mereka sebagai Bani Mastam-Zonah itu pada tahun ini terselenggara sudah berlangsung 17 kali, diselenggarakan setiap pekan pertama bulan Syawal.

Menariknya, Halal bihalal keluarga besar tersebut selalu diisi dengan pembacaan tahlil dan surat Yasin untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal, ceramah agama serta ditutup dengan bersalam-salaman.

Dalam kesempatan tersebut, KH Masykuri yang ditunjuk mengisi ceramah menyampaikan pada dasarnya silaturrahim merupakan inti dari Halal bihalal yang bertujuan untuk menyambung kasih sayang dan menghilangkan rasa dendam, sehingga antarkeluarga bisa saling mengasihi dan saling mencintai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kalau berkumpul seperti ini rasanya senang bukan? Rasanya kita ingin berlama-lama sebab setahun ada yang tidak bertemu," tutur kiai Masykuri di hadapan ratusan anggota keluarga Bani Mastam-Zonah, Jumat (8/7) siang, di salah satu kediaman keluarga di desa Daren, Jepara, Jawa Tengah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menjelaskan bahwa silaturrahim itu bukan budaya, tapi memang syariat Allah. Hal ini sudah diterangkan di berbagai hadis Nabi yang menerangkan keutamaan pentingnya silaturrahim.

Dalam bulan Ramadhan, lanjut Kiai Masykuri, apabila seseorang dalam keadaan beriman maka akan diampuni dosa-dosa yang hubungannya dengan Allah semata. Ia mengingatkan bahwa dosa-dosa yang hubungannya dengan manusia akan diampuni apabila saling memaafkan satu sama lain.

"Dosa-dosa yang kaitannya dengan sesama manusia tidak akan diproses Allah apabila tidak ada acara Halal bihalal," tegas guru di MTs NU TBS Kudus itu. “Dengan niat yang sama, mari kita dari rumah saling memaafkan,” ajaknya. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Berita, Nahdlatul Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Bangsa Indonesia akan menapaki usia 71 tahun sejak diproklamasikan kemerdekaannya tahun 1945. Tujuh belas Agustus dipilih oleh founding fathers bukan tanpa pertimbangan, mereka ingin membangun Indonesia dengan 17 rakaat sesuai dengan bilangan shalat sehari semalam.

Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari mengatakan, “Nasoinalisme dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan dan keduanya saling menguatkan”. Bung Karno suatu ketika juga mengatakan “Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan copie atau tiruan dari nasionalisme Barat, akan tetapi nasionalisme timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan”.

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Memasuki usia 71 tahun kemerdekaan Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mencatat beberapa catatan reflektif kaiatannya dengan kondisi kebangsaan terkini:

Rohis Tegal - Rohani Islam

Momentum kemerdekaan ini hendaknya harus kita jadikan momentum untuk memperbaiki segala aspek kebangsaan dan ketertinggalan kemajuan dari segi apa pun terutama pada aspek kemandiran sebagai sebuah bangsa dan negara.

Sebagai negara maritim yang luas dua pertiga wilayahnya berupa lautan sudah menjadi sebuah keharusan untuk lebih meningkakan pendapatan sektor kelautuan. Pembangunan berbasis laut juga harus menjadi landasan pemerintah dalam mengambil setiap kebijakannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagai negara agraris, Pada 2016 target produksi padi di seluruh Indonesia sebanyak 80,29 juta ton. Angka ini naik dari produksi tahun lalu yang mencapai 75,36 juta ton. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 merilis data produksi beras Indonesia mencapai 73,17 juta ton. Perlu diingat bahwa produksi beras di Indonesia paling banyak dipengaruhi cuaca. Jika kondisi cuaca tidak stabil sebagaimana yang terjadi saat ini, maka produksi beras akan menurun. Pemerintah harus mulai mengkaji diversifikasi pangan.

Dalam sektor ekonomi peringkat kemudahan berusaha di Indonesia masih tertinggal di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Dalam rilis hasil survei Ease of Doing Business (EoDB), Bank Dunia menempatkan Indonesia di posisi 109 dari 189 negara. Posisi Indonesia kalah telak dibandingkan Singapura yang menduduki peringkat satu, Malaysia 18, Thailand 49, Vietnam 90, dan Filipina 103.

Di luar itu semua, momentum 71 tahun kemerdekaan ini kita dikejutkan dengan sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan. Peristiwa penujukan seorang menteri yang diduga berkewarganegaraan asing sangat menggangu stabilitas politik dan semangat nasionalisme. Pemerintah dan juga terutama menteri terkait harus segera memperjelas status kewarganegaraanya dan sekaligus membeberkan kapada masyarakat luas. Langkah ini sangat perlu dilakukan agar publik tidak termakan isu dan kabar yang simpang siur serta tidak terjatuh dalam kubangan prasangka buruk yang dilarang oleh ajaran agama.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2016 Pasal 23 (1) Warga negera Indonesia kehilangan kewarganegarannya jika yang bersangkutan: memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. Dalam UU Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negera pada pasal BAB V Pasal 22 ayat (2) juga dijelaskan bahwa “untuk diangkat menjadi menteri, seorang harus memenuhi syarat: warga negara Indonesia.

Berpindah kewargangeraan adalah ujung akhir dari kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Olah karenanya, sebagai wujud serta ejawantah dari semangat nasionalisme dan loyalitas kepada Negara, setiap pejabat negara harus berkewarganegaraan Indonesia. Semangat nasionalisme itulah yang dari dahulu dibangun oleh founding fathers NKRI seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. M Hasyim Asyari, Wahid Hasyim dkk.

Merdeka!

Jakarta, 16 Agustus 2016

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Olahraga, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser

Purworejo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pemandangan tak seperti biasanya terlihat di sebuah resepsi pernikahan di Butuh, Purworejo, Senin (13/2). Zayin Al-Munadi, salah satu anggota Banser yang nekat melangsungkan resepsi pernikahan dengan menggunakan seragam Banser.

"Saya bangga jadi Banser. Ini wadah perjuangan saya, dan juga lahan untuk ibadah ghairu mahdloh. Dengan ini, saya berharap menjadi erat hubungan seluruh anggota Banser dan para keluarga Banser," kata Zayin.

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser

Hal serupa dikatakan wanita yang disuntingnya, Kholifatul Mahmudah. Kholifah bangga dengan resepsi aneh yang digagas mempelai suaminya.

"Saya bangga jadi istri Banser. Saya seorang bidan dan sudah lama mengenal Banser. Meskipun tak banyak yang saya tahu, tapi saya dan keluarga sangat simpati kepada Banser. Saya berharap pertalian silaturahmi dengan Banser membawa kemaslahatan untuk rumah tangga kami," kata wanita yang berprofesi sebagai bidan ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu tamu undangan yang hadir, Syarif Hidayatullah mengapresiasi sahabatnya Zayin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dia begitu mencintai Banser dan NU. Semangat dan kebanggaan ini perlu diikuti oleh kader-kader NU yang lain," tutur Sekretaris GP Ansor Kuoarjo ini.

Berdasarkan pantauan Rohis Tegal - Rohani Islam, puluhan Banser masih tampak berjaga di rumah mempelai, turut merasakan kebahagiaan sampai malam hari.

Menurut Kasatkorcab Banser Purworejo Daryanto, "Ini merupakan bukti bahwa Banser telah membumi di Nusantara, dan selalu bisa tampil untuk kemaslahatan umat di situasi apapun dan di manapun," ungkapnya.

Daryanto berharap, Banser dapat menjadi penyejuk dan pemersatu rasa persaudaraan dengan siapapun di tengah-tengah masyarakat. (Ahmad Naufa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Khutbah, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia

Bireuen, Rohis Tegal - Rohani Islam. Salah seorang dewan guru dari Dayah MUDI Mesra (Mahadal Ulum Diniyah Islamiah Mesjid Raya) Samalanga, Bireuen, Aceh, dikirim ke Australia untuk mengembangkan ilmu agama di sana. Ia adalah Tgk Azhari, guru asal Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.

Rencananya hari ini, Kamis (9/10), Tgk Azhari bertolak ke Kuala Lumpur dan tiga hari berikutnya akan menuju Australia. Di Australia, ia akan mengajarkan Al-Quran, kitab, barzanji, dan dalail khairat kepada anak-anak warga Muslim di sana. Staf Lajnah Bahtsul Masail ini rencananya juga akan menjadi khatib di beberapa mesjid di Australia. Teungku Azhari yang akan tinggal di Mayfield, New South Wales, Australia, juga diminta untuk mengembangkan dzikir kepada komunitas Muslim di sana.

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia

Permintaan tenaga pengajar dari Dayah MUDI ini tidak lepas dari adanya kunjungan seorang Peneliti dari Irlandia beberapa waktu lalu. Peneliti tersebut terkejut saat melihat santri dan dewan guru Dayah MUDI yang fasih berbahasa Inggris, khususnya Teungku Abrar Azizi, putra Abu MUDI yang ditugaskan untuk menemaninya selama berada di MUDI. Berawal dari peneliti ini lah Lembaga Islamic Centre of New Castle Australia mendapatkan informasi tentang Dayah MUDI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebenarnya, Tgk Azhari bukan lulusan dari dayah terpadu yang umumnya telah memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris sebelum masuk ke dayah MUDI. Tgk Azhari adalah alumni MAN 1 Mutiara yang mulai fokus menekuni BahasaInggris di Mabna Lughah, asrama khusus di MUDI yang mewajibkan berbahasa Arab dan berbahasa Inggris.

Abu MUDI mengapresiasi kinerja Mudabbir Mabna Lughah yang telah mampu melahirkan santri yang fasih berbahasa Arab dan berbahasa Inggris. Abu berpesan agar pendidikan bahasa asing di Mabna Lughah semakin dioptimalkan agar santri dan lulusan MUDI tidak hanya berkiprah di dalam negeri saja, tetapi mereka harus mampu berkiprah hingga ke kancah internasional.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya, telah ada beberapa alumni MUDI yang mengembangkan ilmu keluar negeri, seperti Malaysia, Australia, dan Norwegia. Untuk Australia sendiri, Tgk Khalidin Yakob bahkan telah mendirikan lembaga Islamic Centre yang mengurus berbagai keperluan umat Islam di sana. Semoga saja Tgk Azhari dapat mengikuti jejak pendahulunya dan sukses menghidupkan cabang Al-Aziziyah di Australia. (Iqbal Jalil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 24 Januari 2018

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali

Temanggung, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pelakasanaan Nusantara Mengaji di Kabupaten Temanggung berjalan cukup khidmat. Kegiatan yang diinisiatori atau dipelopori Muhaimin Iskandar disambut antusias santri dan warga Nahdliyin Temanggung. Sekitar 4200 santri dari beberapa pondok pesantren di Temanggung terlibat dalam acara yang berlangsung ? Sabtu-Ahad (7-8/5).

Ketua panitia Nusantara Mengaji Kabupaten Temanggung Mahzum menuturkan, secara nasional gelaran Nusantara Mengaji menargretkan 300.000 khataman Al-Qur;an, adapun Temanggung menargetkan 1200 khataman dengan 4200 pembaca dan digelar di 8 titik. Mahzum membeberkan, delapan titik pesantren tersebut diantaranya Pesantren Darul Aman, Pingit, Pringsurat, Pesantren Raudlatul Huda Kerokan, Kutoanyar, Kedu, Pesantren Fatkhul Mubarok Kali Pahing, Gemawang.

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali

Selanjutnya, Pesantren Al Hidayah, Prapak Kranggan, ? Pesantren Anwarussholihichin Prapak Kranggan, Pesantren Darussalam Ngadirejo (putra), Pesantren Darussalam Ngadirejo (putri), dan Pesantren Romakante, Malebo Kandangan.?

"Selain di delapan titik ponpes tersebut, kita juga menggelar acara khataman di kantor DPC PKB dan Gedung PCNU Temanggung," kata anggota Fraksi FPKB DPRD Kabupaten Temanggung itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Matoha menuturkan, “Dengan digelarnya acara Nusantara Mengaji itu, kita ingin mendoakan keselamatan bangsa dan negara serta kesejahteraan masyarakat ? Indonesia. ? Khusus untuk masyarakat Temanggung yang kini tengah mulai memasuki musim tanam tembakau, kita berharap musim panen tahun 2016 ? lebih baik dari sebelumnya, baik dari harga maupun kualitasnya.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

? ?

"Dengan gerakan ini, kita ingin menggelorakan semangat mengaji di Temanggung. Semoga aktivitas mengaji tidak hanya ramai di pesantren saja, di kampung-kampung, masjid dan mushalla bisa makin semarak dengan aktivitas mengaji," pintanya.

Terpisah, M. Abdurahman Sidiq (20) ? Pengurus Pesantren Raudlatul Huda Kerokan, Kutoanyar, Kedu, Temanggung menuturkan, di pondoknya mendapat jatah 50 khataman dengan ? 250 pembaca atau santri.?

"Masing-masing santri rata-rata minimal membaca 10 juz. Saya berharap kegiatan mengaji serentak nasional bisa digelar tiap menjalang bulan suci Ramadhan dan tiap hari santri nasional (HSN), yakni 22 Oktober," tutur Sidiq. (Ahsan Fauzi/Mukafi Niam)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Pengurus 2014-2016 IPNU Jakarta Timur Dilantik

Jakarta Timur, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jajaran pengurus IPNU Jakarta Timur mengikuti pelantikan kepengurusan mereka untuk masa bakti 2014-2016 di pesantren Nurul Ibad jalan Asrama Zeni Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/4). Pelantikan ini disaksikan pengurus PP IPNU, MWCNU Cipayung, PW IPNU Jakarta.

Pengurus 2014-2016 IPNU Jakarta Timur Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus 2014-2016 IPNU Jakarta Timur Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus 2014-2016 IPNU Jakarta Timur Dilantik

Ketua PC IPNU Jakarta Timur Abdul Mujib mengajak seluruh jajarannya untuk bersama memajukan organisasi, menjalankan tugas masing-masing serta mewujudkan cita-cita pendidikan yang merata untuk generasi bangsa.

“PC IPNU Jaktim mesti istiqomah menjalankan kaderisasi untuk tingkat anak cabang dan komisariat di samping menjaga organisasi di jalur yang semestinya,” harap Abdul Majid mewakili pengurus PP IPNU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keharmonisan antarpengurus dan kepentingan kolektif, imbau Ketua MWCNU Cipayung KH Ibnu Mulkan, mesti dikedepankan. “Pengurus IPNU perlu mengedepankan ciri khas etika kesantrian, kesopanan dan kesantunan,” kata Kiai Mulkan.

Pelantikan ini mengambil tema "Menciptakan dan Mengembangkan Potensi Pelajar yang Berdedikasi Tinggi pada Bangsa Berbasis Ahlussunah Waljamaah”. (Yudhi Permana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 26 Desember 2017

Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah

Oleh Muhamad Hizbullah



Perbedaan adalah sunnatullah dan sudah ada sejak manusia pertama kali ada di pentas dunia ini. Mulai dari jenis kelamin, warna kulit, budaya, bangsa, bahasa hingga cara pandang. Kemajemukan sudah taken for granted,realitas yang harus diterima dan disikapi secara arif dan bijaksana. Bahkan Allah menjadikan perbedaan tersebut menjadi rahmat sebagai bukti ke-Maha Kuasa dan Kayanya Zat Allah yang mampu menciptakan manusia dengan beraneka bentuk dan rupa yang berbeda.?

Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah

Tetapi perbedaan tersebut tidak semuanya disikapi dengan bijak dan toleran. Indonesia misalnya sebagai negara terbesar yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, budaya, dan agama rawan menimbulkan konflik. Meskipun banyak menyanggah bahwa konflik-konflik yang terjadi di Indonesia tidak berkaitan dengan suku, agama, dan budaya. Konflik-konflik tersebut lebih dilihat karena perbedaan cara pandang dan pemahaman yang berbeda atas sesuatu hal. Tetapi tetap tidak bisa dipungkiri bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya jelas memperkuat sinyal konflik tersebut. Kasus Tolikara pada tahun 2015 dan kasus pembakaran Gereja di Aceh bulan Oktober 2015 menjadi saksi sejarah bahwa Indonesia belum bisa menerima perbedaan, mayoritas belum secara utuh menerima dan mengayomi minoritas.?

Benar yang dikatakan Gus Mus dalam bukunya Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh Hingga Faham Kebangsaan (Mizan, 2015) menyatakan, “…kita tidak ? pernah diajari berbeda. Maka, orang pun terkaget-kaget setiap melihat perbedaan. Lalu mereka yang berbeda pun saling memutlakkan pendapat dan kecendrungannya masing-masing.” Kasus perbedaan yang paling dirasakan adalah karena sentimen agama. Karena agama sebagai sebuah doktrin keyakinan maka banyak orang yang memahaminya secara sepintas dan awam, kemudian dengan gampang memberi lebel munafik, murtad, kafir, bahkan masuk neraka terhadap golongan yang berbeda dengan pemahamannya, munculnya intoleransi dan menghalalkan kekerasan hingga pembunuhan atas nama agama, Mayoritas berhak terhadap minoritas apalagi ditambah dengan hukum Indonesia yang tak bertaring maka rusaklah bangsa ini.?

Munculnya konflik berbau SARA, anti terhadap kelompok dan etnis tertentu akhir-akhir ini menjadi kehawatiran bersama dan menjadi tugas lebih berat lagi kepada pemerintah untuk lebih agresif mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Memang diakui penggunanaan simbol-simbol tertentu dan golongan banyak ditunggangi oleh oknum-oknum yang haus kekuasaan dan jabatan, tetapi pemerintah harus lebih agresif melakukan langkah-langkah preventif supaya tidak menimbulkan perpecahan dan percekcokan yang lebih parah lagi. Penyadaran wawasan kebangsaan dan keagamaan oleh para tokoh, ilmuan, dan cendekiawan di perguruan tinggi harus lebih digalakkan kembali. Dalam Pasal 2 UUD No 12/2012 tentang pendidikan tinggi disebutkan, pendidikan tinggi berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. landasan yuridis tersebut harus lebih dimaksimalkan dan menjadikannya sebagai doktrin kebhinekaan yang membumi dalam kehidupan yang beragam. Selain itu,wawasan keagamaan yang ditanamkan harus ingklusif dan terbuka. Agama tidak semata dipandang sebagai sebuah ajaran yang kaku, membahas masalah eskatologis semata, tetapi juga masalah-masalah pembangunan kemanusiaan, keadilan, kerjasama, pergaulan, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat atau menjadi rahmatan lil alamiin.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dua tahun ke depan, tahun 2019 sebagai puncak pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, antsipasi penggunaan isu berbau sara harus diperhatikan dari sekarang oleh pemerintah dan semua pihak. Pilkada DKI Jakarta yang baru berlangsung beberapa waktu lalu cukup menyita dan menguras tenaga serta merongrong nilai-nilai berdemokrasi, percekcokan, hingga perhatian lupa terhadap masalah-masalah pembangunan bangsa.?

Refleksi Piagam Madinah?

Contoh interaksi dengan masyarakat plural adalah pada saat Rasulullah hijrah ke Madinah. Ketika itu beliau mendapati keadaan masyarakat yang beraneka ragam, ada yang dahulu menjadi musuhnya, golongan Yahudi, dan ada yang Muslim dan non-Muslim. Langkah pertama Rasulullah ketika tiba di Madinah adalah membangun masjid sebagai tempat ibadah, kemudian mempersatukan kaum Muhajirin dan Ansor, dan selanjutnya Rasulullah membuat perjanjian dengan seluruh penduduk Madinah yang kemudian dikenal dengan Piagam Madinah. Dalam Piagam Madinah itu semua golongan diakui eksistensinya, berhak menjalankan ritual keagamaanya, dan tidak boleh diganggu oleh siapapun. Ketika itu mereka bersepakat menjadikan Nabi Muhammad sebagi pemimpin mereka dan berjanji bersama-sama menjaga Madinah dari segala macam bentuk rongrongan dan intimidasi dari pihak luar. Mereka mendirikan pasar, pusat interaksi masyarakat, dan segala macam bentuk kesejahtraan warga Madinah. Mayoritas tidak boleh menindas minoritas. Muhammad sebagai pemimpin ketika itu menjunjung tinggi nilai keadilan. Siapapun yang terbukti melakukan kesalahan harus disalahkan dan diberikan sanksi walaupun Muslim. QS. An-Nisa’: 105 menyatakan seorang Yahudi yang dituduh melakukan pencurian oleh seorang Muslim padahal si Muslim sang pencurinya. Ayat tersebut memberikan penegasan kepada Muhamad supaya jangan terpengaruh dengan “keislaman” sang pencuri itu kemudian ia memenangkan sang Yahudi.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Hasyim Muzadi menyampaikan pendapatnya dalam seminar di ITS Surabaya dalam acara Isra Mi’raj 2015, “Indonesia itu ? mirip dengan kondisi yang terjadi pada masa Rasulullah, karena Indonesia bukan negara agama seperti Vatikan dan Timur Tengah, dan Indonesia bukan negara sekuler seperti AS dan Eropa, namun Indonesia negara Pancasila atau daulah salam (negara bangsa) yang menjadikan agama sebagai inspirasi kenegaraan.” Lebih jauh ia menyatakan Pancasila itu harus menjadi “pintu masuk” mengundang semua tokoh agama dari NU, Muhamadiyah, NW, bahkan dengan agama di luar Islam untuk membuat kesepakatan seperti Piagam Madinah supaya tidak menimbulkan konflik intraagama dan antaragama. Karena Piagam Madinah tidak hanya sebuah perjanjian antarumat Islam tetapi dengan seluruh penduduk Madinah yang heterogen dan multikultural ketika itu.?

Karena tidak mungkin menciptakan tatanan global tanpa prinsip-prinsip keadilan, kerjasama, toleransi, dll seperti yang terkandung dalam Piagam Madinah tersebut. Hans Kungdalam Global Responsibility: In Search of a New World Ethic, pun ketika memaparkan rumusan deklarasi Dewan Parlemen Agama-agama yang kemudian menjadi 4 point yaitu, pertama, komitmen budaya antikekerasan dan menghormati kehidupan. Kedua, solidaritas dan tatanan ekonomi yang adil. Ketiga, toleransi dan hidup tulus. Keempat, kesamaan hak dan membangun kerjasama antara laki-laki dan perempuan. secara tidak sadar point-point tersebut sudah mengadopsi butir-butir isi Piagam Madinah yang dibuat Rasulullah empat belas abad yang lalu.?

Rasulullah di tengah keragaman mampu membangun sebuah masyarakat madani, membangun peradaban, dan stabilitas politik Madinah menjadi lebih baik. Dengan prinsip cinta kasih, damai, toleransi, keadilan, kerjasama, dan menerima perbedaan, beliau mampu merangkul semua pihak tanpa ternodai hak-haknya sebagai warga Madinah. Indonesia sebagai sebuah negara yang hampir sama dengan kondisi Madinah ketika itu juga bisa menjadikan point-point tersebut untuk menjadikan keberagaman Indonesia ini menjadi modal dan anugerah besar membangun masyarakat Indonesia yang maju dalam keberagaman.?

Penulis adalah Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 21 November 2017

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Jakarta,Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan anak muda pengagum dan pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gusdurian) berkumpul di beranda gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, selepas magrib Ahad (1/2). Mereka berdoa dengan membacakan Hizb Nashar dan istigotsah.  

Hizb dan istigotsah itu merupakan doa yang dikeluarkan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PBNU. Hal itu terlihat pada logo tiap lembar HVS yang dibaca tiap peserta.

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Menurut salah seorang Gusdurian, Abdul Moqsith Ghazali, hal itu dilakukan untuk mendoakan supaya KPK selamat dari upaya kalangan tertentu yang akan melemahkan lembaga pemberantas korupsi tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sengaja, kata dia, para Gusdurian berdoa dengan panjang karena tidak tahu bagian mana yang akan dikabulkan Allah. Tapi yakin, di antara doa itu ada yang dikabulkan. Berbeda dengan wali  yang berdoa dengan pendek karena sudah tahu doa mana yang akan diterima.

Ia menambahkan, para pengagum dan pecinta Gus Dur tersebut adalah para santri yang tinggal di Jakarta. Jangan diragukan lagi bahwa mereka orang-orang yang fanatik cinta tanah air. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Berita, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 18 November 2017

Dampak Kehidupan Generasi Milenial

Oleh Ali Makhrus

Kata sahabat Mahbub dalam Politik Tinggkat Tinggi Kampus (2017), “Sekarang yang tadinya baru itu sudah dianggap tidak baru lagi. Perlu yang lebih baru. Segala berkembang secara dialektik”. Runtutan kata tersebut patut jadi renungan sebagai kaidah “ushul pikir” era milenal sekarang ini. Sebab, tuntutan zaman pasca rasionalitas atau positivistik ala August Comte (1798-1857), keberadaan sosial bisa diuraikan dengan mengguakan kerangka dan seperangkat ilmu alam.

Dampak Kehidupan Generasi Milenial (Sumber Gambar : Nu Online)
Dampak Kehidupan Generasi Milenial (Sumber Gambar : Nu Online)

Dampak Kehidupan Generasi Milenial

Dua abad berikutnya, positivisme Si Mbah Kakung Comte telah mendapat kritik tajam akibat ‘pengangkaan” atas realitas sosial. Kritik tersebut kemudian dikenal dalam jagad filsafat dengan pos positifistik. Para pendekar sosiologi beberapa tokohnya ialah Karl Propper (1902-1994), Thomas Kuns (1922-1996)  dan para filsuf madzhab frankfurt (1923-hingga sekarang).

Dengan kata lain, manusia tidak cukup digambarkan dengan narasi dan angka-angka dan akan terus bergerak dan berubah baik cara maupun perangkat untuk mengenalinya. Dan akan selalu ada misteri, seperti kata, “Proses perkembangan manusia yang terus melaju sudah barang tentu ikut merubah cara pandang kita terhadap ciptaan Tuhan yang paling baik ini" (Surat at-Thin Ayat 4). Dalam hal ini, bisa kita belajar konsep kekinian mengenai manusia abad internet. Sudah bukan barang baru lagi, bahwa pada tahun 2017 kita semakin populer dengan masyarakat millenial.

Potret tersebut bisa kita rujuk berdasar hasil penelitian Boston Consulting Consulting Group (BCG) kerja sama Unversity Of Berkeley 2011 dengan tema “American Millenial: Deciphering the Enigma Generation” serta penelitian pada tahun 2010 Pew Research Center dengan judul “Millenials : A Potrait Of Generation Net”.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam paper tersebut dikatakan generasi milenial memiliki karakter kunci, yakni: technology reliant (percaya teknologi), image driven (jaga image), multitasking (serba bisa), open to change (terbuka pada perubahan), confident (percaya diri), team-oriented (tujuan tim), information rich (kaya informasi), impatient (tidak sabaran), dan adaptable (mudah beradaptasi).

Lebih jelas lagi, seperti keterangan student.cnnindonesia.com, merinci: pertama millenial lebih percaya user generated content/konten dan informasi yang dibuat oleh perseorangan, kedua lebih memilih ponsel atau gadget dari pada televisi, ketiga wajib memiliki media sosial, keempat kurang suka membaca secara konvensional, kelima lebih tahu teknologi daripada generasi orang tua mereka, keenam cenderung tidak loyal namun efektif, ketujuh lebih suka transaksi dengan cashless.

Dalam hemat penulis, beberapa karakter tersebut di atas mempertegas akan betapa internet telah menjadi satu media terpercaya dan bisa diandalkan dalam memenuhi kebutuhan manusia: ekonomi, politik, agama dan sebagainya. Dan dari sini, perlu mendapatkan legitimasi moral agama dalam rangka membimbing manusia menuju tujuan sebenarnya dalam menjalani kehidupan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan ringkas ingin penulis sampaikan, bahwa generasi millenial atau generasi Y inilah terbaru dan paling mutakhir tentang teori manusia di millenium kali ini. Dasar ini dilatarbelakangi oleh faktor bonus kelahiran atau demografis yang ditandai sejak tahun 1977 sampai 2000. Diperkirakan sekarang, manusia ini rata-rata telah berusia 20 sampai 40 tahun. Konsep manusia ini menjadi penting karena berdampak luas dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk politik kepemimpinan dan ideologisasi. Apakah Indonesa juga memiliki kecenderungan yang sama sebagaimana Amerika?

Menurut riset yang dikeluarkan oleh Alvara Research Center dengan judul “The Urban Middle-Class Millenials Indonesia: Financial and Online Behavior” Feburari 2017, apa yang menggejala di Indonesia tidak jauh beda dengan apa yang menggejala di Amerika. Bahkan, Alvara memprediksi pada tahun 2020 jumlah populasinya mencapai angka 35 juta jiwa atau 13 persen dari jumlah total penduduk. Bahkan angka tersebut terus merangkak naik hingga 70 persen pada tahun 2030 atau kira-kira setara 175-180 Juta.

Sebagai publik figur, Jokowi, hemat penulis, ialah sosok pemimpin representatif mewakili kesesuaian dengan zaman lari cepat ini. Kejelian beliau dengan latar belakang sebagai tukang, tak membuatnya gagap dengan gaya hidup masyarakat internet. Perkembangan berbagai aplikasi modern tak luput dari lirikan beliau sebagai panutan dan figur publik.

Pesan-pesan beliau menjangkau kalangan muda millenial, yang menurut BPS, 50 persen generasi penduduk produktif berasal dari millenial. Di saat yang bersamaan, tantangan berbagai seliweran hoaks bukanlah perkara sederhana. Untung saja, Jokowi terbiasa bergaul dan bercengkrama dengan anak-anaknya.

Usaha Jokowi menyelami massa millenial patut kita hargai sebagai bentuk pendekatan diri yang adaptable kepada generasi penerus ini. Apa dilakukan Jokowi kita harapkan terus terjadi peningkatan dari orang-orang berpengaruh agar terjadi kesesimbangan informasi di tengah peperangan cyber atau proxy war dalam dunia milter. Berdasar hasil penelitian di atas, karakter ketokohan jadi faktor yang memiliki tingkat pengaruh yang lebih tinggi.

Kita juga tidak boleh lupa, para ideologi kaum ekstrimis dan kontra Pancasila dan NKRI pun juga tak kalah piawai dalam memainkan jejaring media sosial. Hal tentu saja mempengaruhi pranata dan media ideologisasi yang berkembang akhir-akhir ini. Mereka sudah lebih terbuka dengan perangkat-perangkat millenial sebagai nuklir menghancurkan yang tidak sepaham dengan mereka.

Menurut Tim Cyber LTN PBNU dalam rilis tahun 2016 menjelaskan, ada sekitar 208 situs yang mengatasnamakan Islam dengan memanfaatkan dunia siber. Propaganda terus mereka perkuat dan perlebar hingga menjangkau kalangan-kalangan milenial. Dan kirannya, angka ini juga akan terus bertambah seiring waktu. Sementara, perkembangan-perkembangan konsumsi masyarakat kepada internet sudah seperti kebutuhan makan.

Penulis teringat, akan kaidah fikih ? ? ? ? yang artinya “perantara atau media baginya berlaku pula hukum sebagaimana tujuanya”. Keutuhan dan kerukunan merupakan bingkai yang hendak dibentuk demi menggapai kerahmatan dan keadilan bagi semesta alam.

Ideologi dan kepemimpinan merupakan wasilah lain dalam menghantarkan pesan-pesan bagi kebaikan bagi warga masyarakat. Jangan persepsi dasar tentang ‘wasilah’ berubah menjadi tujuan (ghoyah). Dan pada akhirnya, menutup kesempatan dalam memperoleh pencerahan menuju kebenaran. Kaidah beragama menuntun, ? ? ? ? ? ? ?: “menjaga lama yang baik, mengambil terbaru yang lebih baik”. Wallahu a’lam bis showab.

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 13 November 2017

Granat dan IPNU Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Blitar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Blitar, terus berusaha agar pelajar di wilayahnya terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Melalui lembaga pendidikan, para pelajar NU tersebut melakukan pendampingan dan penyuluhan betapa pentingnya menghindari pengaruh narkoba. Khususnya ke lembaga-lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama. Selain itu IPNU juga melakukan kerjasama dengan Pengurus Granat (Gerakan Anti Narkoba)Kabupaten dan Kota Blitar.?

“Kami selalu memberikan pendampingi kepada para pelajar.Khususnya di lingkungan sekolah Ma’arif dan sekolah di lingkungan Kemenag," ujar Rijal Camelta Ghozwan, pengurus PC IPNU Kab Blitar, Senin (8/8).

Untuk memudahkan pendampingan, ungkap Rijal di beberapa sekolah tersebut didirikan organisasi IPNU dan IPPNU. Dengan begitu, dapat memudahkan koordinasi dalam pendampingan dan pembinaan.

Granat dan IPNU Sosialisasikan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Granat dan IPNU Sosialisasikan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Granat dan IPNU Sosialisasikan Bahaya Narkoba

“Kami selalu memberikan pendampingan melalui kegiatan positif kepada para siswa dan siswi di sekolahan tersebut," katanya.

Selain itu juga membuat edaran-edaran yang berisi tentang bahaya narkoba.Tidak jarang juga memberikan penjelasan melalui radio-radio dan televisi yang konsen terhadap ? bahayanya peredaran narkoba.”Dialog-dialog di radio dan tv juga selalu kami lakukan. Mengingat bahayanya narkoba," ungkapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, masalah narkoba dikalangan pelajar sesunguhnya identik dengan krisis multidimensional yang sedang melanda bangsa Indonesia dan derasnya arus informasi yang berdampak luas pada perubahan perilaku dan pemikiran seseorang. Menjamurnya media elektronik khususnya media sosial sangat berpengaruh kuat terhadap pola perkembangan dan kehidupan pelajar zaman sekarang.

“Dengan kondisi itu orang tua harus melakukan kontrol ketika anaknya betah dalam kamar mengoprasikan internet selama 3-5 jam, apakah mereka benar-benar belajar atau justru membuka lembaran internet yang memberi pengetahuan negatif khususnya dalam hal narkoba.Karena melalui media itu akan ? memicu rasa ingin tahu dan penasaran tentang narkoba," ungkapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sesuai data Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar jumlah sekolah SMP, SMA berjumlah 226 sekolah dengan jumlah murid 71.836. Dari jumlah itu belum semua bisa diajak kerjasama.”Kami bisa bekerja sama hanya dengan sekolah-sekolah di lingkungan Kemenag dan LP Ma’arif NU,’’ terangnya.

Pendapat senada juga disampaikan pengurus Granat ? (Gerakan Anti Narkotika) Kabupaten dan Kota Blitar, Joko Nurbatin. Menurutnya ada berbagai dalih yang awalnya memotivasi kenapa pelajar terlibat Narkoba. Mulanya mulai iseng, tren, atau sekedar ingin mecoba (the experience seekers). Mereka tertarik ingin memiliki pengalaman baru.

“Granat sendiri memiliki keterbatasan untuk menjangkau lembaga pendidikan. Maka dari itu Granat mengajak bekerja sama dengan komunitas pelajar khususnya PC IPNU Kabupaten Blitar, sehingga bisa memantau kondisi pelajar saat ini," kata Joko.(Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 28 Oktober 2017

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyerukan kepada warga NU untuk melakukan shalat ghaib kepada korban musibah longsor yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah.

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng

Seruan tersebut disampaikan melalui surat edaran yang dikeluarkan PBNU dengan nomor 675/C.1.34/06/2016. Surat Edaran ditujukan kepada PWNU, PCNU, Pengurus Lembaga Nahdlatul Ulama, Pengurus Badan Otonom NU di seluruh daerah.

“PBNU dengan ini menginstruksikan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia agar menyelenggarakan Shalat Ghaib dan Tahlilan ditujukkan untuk korban yang meninggal dalam bencana tersebut,” ungkap edaran yang dikeluarkan 20 Juni 2016 tersebut.? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Edaran yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini itu menyebut secara khusus daerah-daerah yang terkenal bencana longsor yang terjadi di Purworejo, Kebumen, Banyumas, Solo, Rembang Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Sukoharjo, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, dan Karangnyar. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Pertandingan, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 27 Oktober 2017

Tiga Nilai Penting Hijrah Nabi Menurut Quraish Shihab

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ulama Ahli Tafsir H Muhammad Quraish Shihab mengatakan, hijrah di masa sekarang harus dimaknai sebagai upaya menciptakan kehidupan yang lebih baik di segala bidang, bukan untuk berperang apalagi membunuh sesama manusia.

"Hijrah itu meninggalkan yang buruk menuju yang baik," kata Quraish Shihab di Jakarta, Senin, menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 Hijriyah yang akan jatuh pada Ahad, 2 Oktober 2016.

Tiga Nilai Penting Hijrah Nabi Menurut Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Nilai Penting Hijrah Nabi Menurut Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Nilai Penting Hijrah Nabi Menurut Quraish Shihab

Menurut Penulis Tafisr Al-Misbah ini, hijrah adalah ungkapan cinta tanah air yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Bagi bangsa Indonesia hijrah harus dimaknai untuk lebih mencintai tanah air demi menciptakan negeri yang adil, damai, dan sejahtera.

Pernyataan itu sekaligus meluruskan pengertian hijrah yang digunakan kelompok ISIS dalam menjalankan misinya. ISIS menjadikan hijrah sebagai alat propaganda untuk menarik pengikutnya pindah ke Suriah untuk mendirikan khilafah. 

Menurut mantan Menteri Agama ini, hijrah dipilih untuk Tahun Baru Islam karena hijrah memiliki tiga nilai penting yang harus dipahami umat Muslim. Pertama, ada kaitan antara hijrah dengan keamanan karena pada waktu itu terjadi teror atau ancaman pembunuhan terhadap Rasulullah dan para pengikutnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Itu pun, kata mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, Rasulullah menunggu perintah Allah. Sebelum perintah hijrah turun, sahabat Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah mengajak Rasulullah untuk hijrah, tetapi ajakan itu tidak dilaksanakan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua, meskipun hijrah perintah langsung dari Allah, namun Rasulullah tetap melakukan perencanaan sebelum melakukan hijrah ke Madinah. Menurutnya, sebelum hijrah ke Madinah, Rasulullah lebih dulu hijrah ke Habasyah (sekarang Ethiopia, red), meski negeri itu dipimpin seorang raja beragama Nasrani.

"Namun, karena raja itu baik dan adil, Rasulullah memerintahkan hijrah ke Habasyah, sebelum kemudian hijrah lagi ke Madinah. Dari situ dipetik makna bahwa dalam hijrah harus ada optimisme," ujar Guru Besar Tafsir itu.

Nilai ketiga, lanjut Quraish Shihab, dalam hijrah terdapat kebersamaan karena pada waktu itu terdapat anak, remaja, dan orang tua. Ia menegaskan, Tahun Baru Islam dimulai dari hijrah Nabi Muhammad SAW, bukan pada waktu Nabi meraih kemenangan. 

"Karena kalau dasarnya kemenangan, orang biasanya akan merasa puas," tandasnya. (Red: Fathoni)

Source: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Doa, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 13 Oktober 2017

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Ketua PCNU Kudus H Fajar Nugroho mengatakan, semangat perjungan yang dilakukan para pendiri maupun tokoh Nahdlatu Ulama (NU) pendahulu masih relevan menjadi spirit bagi generasi penerus masa kini di tengah kondisi zaman yang serba materi.

“Meskipun zaman sudah berbeda, namun semangat atau sprit Perjuangan pendiri NU termasuk KHR Asnawi ini mampu menjadi inspirasi pengurus maupun kader NU menggerakkan roda organisasi pada masa sekarang,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam saat dimintai pandangannya terkait sosok KHR Asnawi yang diperingati haulnya ke 56, Jum’at (25/4) kemarin

Perjuangan Pendiri  NU, Spirit Bagi Generasi  Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

Fajar menyatakan Nahdlatul ulama lahir melalui proses pergulataan pemikiran dan perjuangan para Kiai-kiai NU pada masa lalu. Mereka berjuang secara kukuh mendirikan Nahdlatul Wathan terlebih dahulu  untuk menggelorakan cinta tanah Air dan Nahdlatut Tujjar guna menggerakkn ekonomi ummat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kiai-kiai mendirikan NU untuk memback up paham Aswaja dengan penuh kegigihan dan semangat berjuang secara  total.  Kita harus meneladani  dan melanjutkan perjuangan pendiri NU termasuk  KHR Asnawi,”tegasnya lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan, KHR Asnawi adalah figur ulama mempunyai kepiawian dalam membaca zaman.  Disamping pengasuh pesantren tetapi mash sempat memberi ceramah berdakwah di daerah dan masih menulis buku.

“Karya tulis berupa kitab sudah banyak yang dijadikan pedoman para santri berup  Kitab pendek  tapi mendasar yang mudah dipahami. Umur beliau betul-betul sangat barokah memberikan sesuatu sepanjang,”tandasnya Fajar.

Fajar mengakui belakangan ini kaum Nahdliyyin semangat berjuangnya mengalami kemunduran. Hal ini akibat dari pengaruh  kondisi zaman yang diukur berdasarkan materi atau uang. “NU akan tetap menjaga akhlakul karimah, tidak boleh terjerumus dan larut hal yang kurang baik terus,”ujarnya

Bagi PCNU Kudus, peringatan haul  KHR Asnawi memiliki arti menjaga hubungan emosional dan rohaniah. “Mbah Asnawi secara fisik sudah tidak ada di tengah kita, namun ruh dan spiritnya masih menyertai kita,”tandas Fajar lagi. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, AlaNu, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 03 Oktober 2017

Lembaga Perekonomian NU Sumsel Koperrasi Distribusi Pupuk

Pangkalan Balai, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Sumatera Selatan akan mendirikan koperasi untuk mempermudah pendistribusian pupuk kepada para petani. Demikian dikatakan Ketua PW LPNU Sumsel HA Rachman Hasan

Rachman yang juga Wakil Bupati Banyuasin mengatakan, selain untuk memperlancar pendistribusian pupuk pada saat musim tanam tiba, keberadaan koperasi untuk menghindari pupuk jatuh ke tangan rentenir yang banyak merugikan petani.

Lembaga Perekonomian NU Sumsel Koperrasi Distribusi Pupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Perekonomian NU Sumsel Koperrasi Distribusi Pupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Perekonomian NU Sumsel Koperrasi Distribusi Pupuk

”Kita dirikan koperasi ini untuk mempermudah mereka mendapatkan pupuk, dan yang lebih penting adalah supaya mereka tidak terjatuh pada cengkeraman rentenir. Selain itu, kita juga membantu mereka untuk memasarkan gabah hasil panen para petani,” tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rachman menjelaskan, mayoritas penduduk di daerah Banyuasin adalah petani, maka prospek koperasi yang baru berdiri beberapa bulan itu sangatlah baik.

Dia menuturkan, meski berorientasi keuntungan, tapi visi sosial dari koperasi menjadi pijakan utama. ”Profit oriented itu memang ada, kita kan usaha. Tetapi kita lebih menekankan untuk membantu pemerintah di sektor ekonomi dalam menyejahterakan rakyat,” jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Anggota Komisi III DPRD Banyuasin Roilan menyambut baik rencana LPNU menjadi distributor pupuk. Dia menegaskan, selama ini masyarakat tertekan akibat tingginya harga, baik pupuk maupun bibit yang dikuasai rentenir.

”Saya sebagai anak petani sangat merasakan bagaimana tingginya harga pupuk. Namun, pada masa jual, justru padi dan gabah dihargai rendah. Sangat miris kalau kita melihat kondisi masyarakat yang mayoritas adalah petani,” ungkapnya. (gpa/ndi)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Berita, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 24 Agustus 2017

PMII dan KMNU Unila Kecam Pencatutan Organisasi untuk Aksi Bela Islam

Bandar Lampung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Beredarnya isu mengenai dicatutnya nama PMII dan KMNU Universitas Lampung (Unila) untuk mengikuti Apel Akbar Muslim yang akan dilaksanakan, Jumat (25/11) pekan depan di Tugu Adipura Bandar Lampung menjadikan PMII dan KMNU mengambil sikap tegas.?

PMII dan KMNU Unila Kecam Pencatutan Organisasi untuk Aksi Bela Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII dan KMNU Unila Kecam Pencatutan Organisasi untuk Aksi Bela Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII dan KMNU Unila Kecam Pencatutan Organisasi untuk Aksi Bela Islam

PMII dan KMNU berkomitmen bahwa hal itu tidak benar, karena sudah jelas bahwa PBNU sudah mengimbau agar seluruh Banom (Badan Otonom) NU untuk tidak ikut-ikutan aksi tersebut.

Ketua Umum PMII Komisariat Unila, Hendi Novrian dengan tegas menyatakan bahwa PMII dan KMNU tidak akan mengikuti Apel Akbar Muslim tersebut.

"PMII Unila secara tegas tidak membenarkan isu tersebut. Karena PBNU sudah melarang. Saya harap agar kader PMII Unila tidak terpancing akan hal itu," ujar Hendi.

Sementara itu, Ketua KMNU Unila Ahmad Nur Fuad menyampaikan secara tegas terkait dengan pencatutan tersebut. "Ya, kita minta nama KMNU di hapuskan. Jika tidak dihapus akan kami proses secara hukum," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam hal ini, Dosen Fakultas Hukum Unila, Iwan Satriawan sekaligus salah satu senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengimbau untuk tidak terlalu terbawa emosi akan hal tersebut.

"PMII tidak ikut-ikutan, sudah dijadikan tersangka dan sudah minta maaf, kok masih juga didemo," tutur Iwan. (Rfz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 22 Agustus 2017

Evaluasi Sistem Perlindungan dan Pengawasan Kesehatan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Indikasi ditemukannya sindikat dalam jual beli organ tubuh oleh aparat adalah berita yang sangat mengejutkan. Tak hanya melanggar UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan kususnya pasal 64 ayat 3, tetapi jual beli organ tubuh manusia tersebut juga telah membuka mata kita tentang rapuhnya sistem perlindungan kesehatan pada warga negara.

Evaluasi Sistem Perlindungan dan Pengawasan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Evaluasi Sistem Perlindungan dan Pengawasan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Evaluasi Sistem Perlindungan dan Pengawasan Kesehatan

"Ini sungguh memprihatinkan. Saya syok berat dengan berita tersebut. Bayangkan, orang menjual organ manusia kayak menjual baju saja. Pertimbangannya pun murni ekonomis. Saya minta aparat agar menemukan dan menjerat pelaku penjual organ seluruhnya, jangan sampai hanya masyarakat biasa, para oknum medis dan rumah sakit yang menjadi tempat operasi juga harus dihukum," kata Nihayatul Wafiroh, anggota Komisi IX, yang salah satu mitra kerjanya adalah Kementerian Kesehatan.?

Seperti yang diberitakan beberapa media, pihak kepolisian telah menemukan adanya indikasi sindikat jual beli ginjal di Jawa Barat. Para korban adalah warga yang terpaksa menjual organnya karena himpitan ekonomi. Sedangkan pelaku pertama penjual ginjal itu diketahui adalah warga biasa, yang nota bene tetangga korban. Sayangnya, hingga sekarang belum dapat ditemukan dan diungkapkan ke publik rumah sakit mana serta dokter siapa yang melakukannya.?

"Saya mendukung langkah kepolisian mengusut ? tuntas kejahatan kemanusiaan ini. Sambil menunggu hasil investigasi kepolisian, Kementerian Kesehatan tidak boleh diam. Harus melakukan langkah-langkah konkrit untuk mengevaluasi kinerja, terutama terkait kinerja pengawasan terhadap para dokter dan rumah sakit. Evaluasi terhadap sistem pengawasan harus segera dilakukan. Supaya tidak terjadi lagi kekejaman ini," tegas Nihayah.?

Lebih lanjut, Ninik sapaan NIihayatul Wafiroh mengungkapkan bahwa, lemahnya sistem pengawasan dunia kesehatan, memberi ruang kepada para dokter dan rumah sakit untuk menyeleweng.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini tentu tamparan keras bagi dunia medis. Saya kira ini perbuatan yang sungguh kejam. Kementerian Kesehatan harus menjadikan momen ini untuk mengevaluasi sistem perlindungan kesehatan pada masyarakat dengan memperbaiki sistem pengawasan pada ? para medis dan institusi kesehatan," tegas Nihayah.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini juga berjanji akan segera mengevaluasi kinerja Kementerian Kesehatan terhadap sistem pengawasan pada para dokter dan rumah sakit, baik melalui rapat kerja di Komisi IX maupun melalui komunikasi langsung dengan pihak Kementerian. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Berita, Nahdlatul Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Juni 2017

Ramadhan di Windan, Ngaji Kitab I’anatunnisa Sampai Pameran foto

Sukoharjo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Selama Ramadhan, pesantren Al-Muayyad Windan kelurahan Makamhaji kecamatan Kartasura kabupaten Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan baik keagamaan maupun keterampilan. Para santri mengaji kitab I’anatun Nisa, mengikuti pelatihan penyiaran, dan menggelar pameran foto Geofrey Fox.

Ramadhan di Windan, Ngaji Kitab I’anatunnisa Sampai Pameran foto (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan di Windan, Ngaji Kitab I’anatunnisa Sampai Pameran foto (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan di Windan, Ngaji Kitab I’anatunnisa Sampai Pameran foto

Pameran foto Geofrey, rekan KH A Musthofa Bisri itu, kata pengasuh Al-Muayyad Kiai M Dian Nafi, rencananya digelar mulai 17 Juli 2014 sampai jelang Idul Fitri. Di samping itu, pesantren Windan juga membekali para santri dengan mengadakan pelatihan antara lain pelatihan khitabah, khutbah, broadcasting radio, dan pertanian organik.

“Selama bulan puasa di Al-Muayyad Windan ada kajian kitab I’anatun Nisa’. Para peserta terdiri atas santri putri dan Muslimat NU Makamhaji,” kata Kiai Dian.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah itu menambahkan, pesantren juga memberikan kesempatan pengajian umum. “Kita mengaji tafsir ayat ahkam Rawai’ul Bayan, Tahzib, al-Jawahirul Kalamiyah, dan Irsyadul Ibad.” (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Berita, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 02 Maret 2017

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

Bangka, Rohis Tegal - Rohani Islam. Upaya pendampingan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan Kementerian Sosial RI. Kali ini Kemensos memanfaatkan kecanggihan teknologi digital untuk mempermudah pendampingan sosial dengan meresmikan dua aplikasi yaitu Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa, Rabu (5/4) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa hadir secara langsung ke Bangka untuk meresmikan aplikasi penanganan ibu hamil dan pengembangan desa tersebut.?

“Kami di sini untuk meresmikan aplikasi Bumil Resti dan aplikasi Kembang Desa,” ujar Khofifah.

Dia menerangkan, Aplikasi Bumil Resti atau Sistem Informasi Ibu Hamil Resiko Tinggi merupakan inisiatif Pemkab Bangka dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil dan ibu bersalin untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini adalah sebuah inovasi yang bisa menjadi role model bagi daerah lain. Lewat aplikasi ini Pemkab Babel memburu atau mencari ibu-ibu hamil yang beresiko tinggi sampai ke pelosok desa,” jelas perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini.

Khofifah juga menerangkan, aplikasi ini menguatkan peran bidan dan dokter spesialis kandungan dalam pemantauan secara terus menerus terhadap Bumil Resti.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi program perburuan anak putus sekolah untuk mendapatkan kejar paket serta perburuan lansia terlantar untuk mendapatkan respon cepat.

Sementara aplikasi "Kembang Desa" atau Kesejahteraan Masyarakat Bangka dengan Sistem dan Aplikasi merupakan sistem yang dibangun dengan mengedepankan Rumah Tangga Sasaran (RTS).?

Aplikasi tersebut menurutnya, merupakan sistem informasi pengelolaan data kemiskinan yang paling lengkap di Indonesia dan paling mudah diakses oleh masyarakat luas.

“Sistem ini memiliki keunggulan tidak hanya merekam data kemiskinan by name by address, tetapi juga terdapat foto dan profil lengkap RTS. Bahkan sampai titik koordinat alamat individu RTS,” tandas Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Berita, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock