Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung

Tulungagung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Setelah berjibaku dalam medan pelatihan selama empat hari, para Dosen Muda peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda Gerakan Pemuda Ansor menelorkan Piagam Tulungagung. Piagam ini ditetapkan menjelang penutupan pelatihan.

?

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung

Latar belakang munculnya Piagam Tulungagung dilandasi keprihatinan betapa NKRI sebagai rumah bersama rakyat Indonesia sedang berada dalam ancaman. Para dosen muda itu menyoroti bahwa terdapat upaya sistematis yang merongrong dan berusaha memecah belah NKRI.?

Upaya-upaya itu dilatarbelakangi politik sektarian berbasis perbedaan suku, ras, agama, dan golongan. Dampaknya, benih-benih disintegrasi mulai muncul di mana-mana.

Lebih lanjut, para dosen muda itu berpandangan bahwa perbedaan adalah sebuah fakta yang tak mungkin dihilangkan. Karena sejatinya perbedaan adalah rahmat. Perbedaan bukanlah laknat.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tinggal bagaimana segenap komponen bangsa dengan beragam perbedaan itu mampu merawat persatuan dan kesatuan. Sehingga, NKRI sebagai rumah bersama rakyat Indonesia masih tetap utuh dan dapat mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam Piagam Tulungagung itu, Dosen Muda GP Ansor menyampaikan sikap:

Rohis Tegal - Rohani Islam

1. Bangsa Indonesia harus terus merawat, memupuk dan menumbuh-kembangkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan adalah rahmat dan merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.

2. Mengajak segenap komponen bangsa untuk terus berperan aktif dalam mengkampanyekan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam setiap lini kehidupan.

3. Melawan radikalisme yang mulai berkembang di berbagai lapisan masyarakat dan membahayakan bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Menjadikan kampus/perguruan tinggi sebagai basis perjuangan dalam upaya melawan berkembangnya radikalisme.

5. Mendorong pemerintah untuk menindak tegas kelompok/golongan yang melakukan gerakan merongrong kedaulatan dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adung Abdul Rochman, Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor menyampaikan apresiasi atas ditelorkannya Piagam Tulungagung. “Kami menyampaikan penghargaan terhadap para Dosen Muda yang telah menelorkan Piagam Tulungagung, ini merupakan upaya tepat dan langkah awal melawan radikalisme yang berkembang di perguruan tinggi,” tegas pria asal Jombang tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Adung, komitmen para civitas akademika sangat penting dalam melawan infiltrasi gerakan radikal yang hari-hari ini mengalami eskalasi di berbagai tempat. "Kampus harus menjadi pusat moderasi bagi tumbuhnya Islam yang terbuka, damai dan toleran" kata Adung Abdul Rochman

Sebagaimana diketahui, 148 Dosen Muda GP Ansor mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor. Pelatihan ini dilaksanakan di Kampus IAIN Tulungagung dibuka pada Kamis, 30 Maret 2017 dan ditutup pada Ahad, 2 April 2017. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 20 Februari 2018

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pembukaan "Saptawikrama Membumi" yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan Jawa Timur, Jumat (18/3) berlangsung meriah dan disaksikan ribuan santri dari berbagai pesantren.

?

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Acara yang dibuka Wakil Ketua Lesbumi PBNU, Candra Malik ini menampilkan ragam kesenian, mulai dari pentas teater, pertunjukan tari-tarian dan pembacaan puisi, yang semuanya mengacu pada nilai-nilai islami yang mengandung kekhasan budaya Nusantara.

“Saptawikrama Membumi diadakan untuk mengenalkan tujuh strategi kebudayaan Lesbumi sebagai bagian dari Islam Nusantara,” tutur Wakil Sekretaris Lesbumi PBNU, Sastro Adi saat dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam pada Jumat malam (18/3).

Sastro menambahkan, Pondok Pesantren Sunan Drajat dipilih sebagai lokasi acara karena pesantren tersebut masih terkait dengan Walisongo sebagai penyebar agama Islam di Nusantara. Seperti diketahui para Walisongo dalam berdakwah tidak mengabaikan kearifan lokal dan seni budaya yang sebelumnya telah ada di Nusantara.

Selain pertunjukan ragam kesenian, acara Saptawikrama Membumi ini juga diisi dengan diskusi dan seminar sejarah, pameran lukisan, naskah kuno dan pusaka nusantara. Acara ini berlangsung dari 18-19 Maret dan dihadiri perwakilan dari PWNU seluruh Indonesia.? (Kendi Setiawan/Zunus)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Februari 2018

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendidik mahasiswa mahasiswi pada pemahaman organisasi yang “kaffah”. Juga mampu jadi penggerak dakwah dalam membumikan Islam Indonesia dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah.

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Aktivis PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung,? Fajri Idatul Akbar,? mengatakan hal itu dalam rangka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba.) kegiatan tersebut adalah fase rekruitmen mahasiswa untuk menjadi anggota PMII.

“Kaffah di sini adalah sempurna pemikiran dan ketakwaannya. Jangan hanya kritis, tapi juga transformatif kepada nilai-nilai nasionalis serta berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah,” terang Fajri kepada Rohis Tegal - Rohani Islam ketika ditemui di sekretariat PMII di Jalan Manisi, Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain kaffah, lanjut Fajri, kegiatan Mapaba pun bertujuan membentuk kader yang ulil albab. Menurut dia, setidaknya ada tiga ciri, pertama manusia yang peka terhadap kenyataan.

Kedua, tambah dia, manusia yang mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah, dan ketiga manusia yang giat membaca tanda-tanda alam yang kesemuanya dilakukan dalam rangka berzikir kepada Allah SWT.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Mapaba ini adalah gerbang awal dalam pengkaderan di PMII sebab masih ada gerbang selanjutnya,” kata fajri, yang juga ketua komisariat PMII Cabang Kabupaten Bandung.

Mapaba tersebut sudah digelar pada tanggal 13 sampai dengan 15 September lalu, di Gedung Local Education Center (LEC) Cicalengka bandung. Ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari berbagai jurusan dan fakultas mengikuti kegiatan tersebut. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Habib, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 26 Januari 2018

Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan

Oleh KH Husein Muhammad

Satu ruang keagamaan penting sekaligus strategis dalam komunitas Muslim adalah mimbar Jumat. Ia adalah ruang pertemuan kaum Muslimin sekali dalam sepekan yang dikemas dalam upacara keagamaan yang sangat spesifik dan memiliki sakralitas tinggi. Khutbah adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah shalat Jumat. Para jamaah diserukan untuk mendengarkannya dengan "khusyu". Mereka tidak boleh bicara, bahkan termasuk menegur orang lain. Pikiran jamaah harus difokuskan untuk memperhatikan isi khutbah. Secara literal khutbah berarti pidato atau ceramah.

Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan

Khutbah Jumat sejak awal dimaksudkan sebagai wahana penyampaian ajaran-ajaran Tuhan kepada masyarakat sekali dalam sepekan. Agama-agama Samawi yang lain: Yahudi dan Nasrani, juga menyelenggarakan hal yang sama meski dengan hari yang berbeda dan dengan metode yang juga berbeda. Cara dan hari apa bukanlah sesuatu yang esensial. Yang esensial adalah pesan-pesan kebaikan yang harus disampaikan kepada masyarakat (umat). Dalam Islam pesan kebaikan disebut dengan taqwa. Pesan ini adalah "rukun" utama khutbah. Tanpa pesan ini upacara keagamaan ini menjadi batal.

Taqwa adalah kata paling paling sentral bagi seluruh pesan-pesan Islam. Secara literal ia berarti pengendalian atau menjaga diri. Para ulama sepakat menyebut taqwa sebagai jami kulli khair, yang menghimpun segala kebaikan dan kesalehan baik personal maupun kolektif. Para khatib Jumat biasanya menyampaikan bahwa taqwa adalah melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Atau dengan kata lain yang juga populer: amar maruf nahi munkar.

Tetapi pernyataan ini tentu saja sangat umum. Apa saja bentuk tindakan yang dipandang baik yang harus diikuti, dan apa yang dianggap buruk yang harus dijauhi. Elaborasi mengenai tindakan-tindakan taqwa, kriteria-kriteria atau sifat-sifat orang yang bertaqwa secara lebih detail disebutkan dalam banyak ayat yang lain. Antara lain dalam Q.S. [2]:177). Ayat ini mengandung tiga hal besar: kepercayaan personal atau aqidah, ibadah personal (ibadah) dan komitmen kemanusiaan (masalahah ammah). Maka khutbah diarahkan, pertama, untuk memperkuat dan meneguhkan komitmen keagamaan, terutama dalam kaitannya dengan keyakinan/kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keyakinan adanya kehidupan sesudah mati. Kedua untuk memperbaiki cara menyembah kepada-Nya sebagai pengakuan formal atas keyakinan tersebut. Atau dalam bahasa yang lebih populer memperbaiki dan meningkatkan ibadah kepada Tuhan. Ketiga, menyerukan kepada masyarakat Muslim untuk melakukan kerja-kerja social-kemanusiaan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Dua yang pertama bersifat personal dan menjadi basis bagi yang ketiga.

Pesan-pesan moral kemanusiaan Islam terungkap pada banyak sekali teks suci Al-Qur’an. Antara lain :

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Hendaklah kalian saling bekerjasama dalam menegakkan "al-Birr" (kebaikan sosial kemanusiaan/universal) dan jangan bekerjasama dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah adalah bersaudara. Maka berdamai lah kalian. Bertakwalah kalian. Allah akan menyayangimu".

Dari hadits Nabi juga banyak sekali. Antara lain, Nabi menginformasikan kepada kita bahwa mendamaikan konflik antar manusia memiliki nilai lebih utama ketimbang shalat, puasa atau zakat. Karena kerusakan yang ditimbulkan oleh konflik tersebut adalah kebinasaan agama". (Al-Jami’ al-Shaghir, I/197).

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Allah menolong hamba-Nya yang menolong temannya."

"Satu hari seorang pemimpin bertindak adil terhadap rakyatnya adalah lebih utama daripada orang yang beribadah selama 60 tahun".(Al-Maqashid al Hasanah, hlm. 334). Dan Jihad yang paling utama adalah menyampaikan pesan kebenaran kepada pemerintah yang zalim (Al-Jami al Shaghir, I/81).

Sejarah kehidupan kaum Muslimin generasi awal memperlihatkan kepada kita bahwa mereka tidak pernah mendikotomisasi ibadah individual dan ibadah sosial. Pada dini hari yang tenang kaum Muslimin generasi awal (as-salafus shalih) khusyuk dalam sujud, dalam doa memohon ampunan Tuhan, membaca dan mentadabburi (memikirkan dan merenungkan makna-makna Al-Qur’an, sementara pada siang harinya mereka memacu kudanya, mencari air dan rumput, berjuang, menanam kurma dan kerja-kerja sosial kemanusiaan. Seluruh kerja dan perjuangan untuk mewujudkan tatanan sosial yang adil dan menegakkan martabat kemanusiaan adalah ibadah (pengabdian kepada Tuhan) yang tidak kurang pahalanya dari ibadah individual/personal.

Penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon, Jawa Barat

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Makam, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bandung mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh Mapolres Indramayu kepada para aktivis PMII Kabupaten Indramayu.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PC PMII Kabupaten Bandung, Dhamiry Al Ghazaly saat melakukan orasi dalam aksisolidaritas di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta Bandung. Rabu (28/8).

PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu

Menurut Dhamir, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Mapolres Indramayu terhadap aktifis PMII tersebut sudah termasuk kriminal dan segala kriminalitas tak dibenarkan oleh hukum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Yang dilakukan aparat kepolisian Indramayu sudah termasuk tindakan kriminal!” tegas Damir.

Oleh karena itu, sambung Dhamir, PC PMII Kabupaten Bandung menyerukan empat tuntutan, pertama, menolak dengan tegas pembangunan waduk Bubur Gadung yang ada di Indramayu dan biarkan masyarakat menggarapnya. Kedua, sebagai aksi solidaritas, PMII Kabupaten Bandung menuntut segera bebaskan para petani dan kader PMII yang ditahan. Ketiga, mengusut tuntas tindakan kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian dalam aksi yang dilakukan aktifis PMII Indtamayu. Keempat, mendesak Kapolda Jawa Barat untuk mencopot Kapolres Indramayu dan menangkap para preman yang terlibat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dhamir pun mengancam, jika Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat tidak segera membebaskan petani dan Kader PMII Indramayu yang di tahan, PC PMII Kabupaten Bandung akan melakukan aksi besar-besarandan mengepung kantor Polda Jawa Barat.

“Jika tidak ada respon terhadap tuntutan ini, PC PMII Kabupaten Bandung akan mengerahkan massa besar-besaran,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Ahad (25/8) kemarin, sedikitnya 500 massa dari PMII Indramayu datang melakukan aksi bersama massa dari Serikat Tani Indramayu (STI) ke daerah proyek Waduk Bubur Gadung di Desa Loyang Kecamatan Trisi, Kabupaten Indramayu, namun aksi ini tak berlangsung lama karena ratusan massa tersebut dipukul mundur oleh aparat kepolisian, beberapa orangbahkan dipukuli dan ditangkap oleh aparat dari Polres Indramayu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Bakti Habibie

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 28 Desember 2017

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak bisa dipungkiri, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah banyak mencetak generasi yang justru mampu merawat tradisi masyarakat lokal. Tak hanya itu, para lulusan lembaga pendidikan Islam klasik tersebut juga telah melahirkan banyak pejuang kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang menginisiasi masyarakat untuk mendirikan madrasah formal sebagai tindak lanjut pendidikan di pesantren.

Masyarakat di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah misalnya. Diadvokasi oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU setempat, masyarakat di desa tersebut berhasil mendirikan madrasah pertama di pesisir pantai utara Kecamatan Losari pada tahun 1975 dengan nama Madrasah Ibtidaiyah Al-Islamiyah Prapag Kidul, Losari. Selama 40 tahun, madrasah ini dipercaya oleh masyarakat di empat desa, yakni Desa Prapag Kidul, Prapag Lor, Karang Dempel, dan Limbangan untuk mengisi pendidikan agama kepada anak-anak di pesisir pantai utara.

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak banyak juga yang mengetahui, bahwa MI Al-Islamiyah Prapag Kidul ini merupakan salah satu madrasah tertua di Kecamatan Losari. Meskipun di Desa Prapag Kidul saat ini terdapat 3 Sekolah Dasar (SD), masyarakat lebih memilih madrasah ini untuk pendidikan anak-anaknya karena sudah dipercaya masyarakat selama puluhan tahun.

“Madrasah ini terus berusaha mengembangkan diri dari berbagai aspek dan keterampilan pendidikan untuk memenuhi aspirasi masyarakat juga, karena MI ini lahir dari masyarakat,” ujar Kepala MI Al-Islamiyah Prapag Kidul Losari, Burhanuddin, SPdI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap tahun, MI Al-Islamiyah Prapag Kidul selalu dipenuhi dengan pendaftar. Sehingga terkadang harus menolak calon siswa baru. Untuk menyikapi persoalan ini, MI Al-Islamiyah terus berusaha mengembangkan sarana dan prasarana berupa penambahan ruang belajar siswa. Perkembangan pesat ini bisa dikatakan dimulai sejak tahun 1995. Terhitung sejak tahun tersebut, MI Al-Islamiyah telah memperluas lahan untuk dibangun ruang kelas baru.

Perkembangan sarana dan prasarana itulah yang bisa dikatakan, bahwa MI Al-Islamiyah lebih maju dibanding 3 sekolah umum setingkatnya di Desa Prapag Kidul. Jadi, jika di SD ruang kelas 1 hanya ada 1 kelas, di MI Al-Islamiyah telah menyediakan 2 kelas. Hingga 2015 sekarang, perkembangan madrasah yang menjadi primadona warga pesisir ini cukup representatif dalam memajukan pendidikan Islam di tengah masyarakat.

Iklim pengajaran berbasis lingkungan

Sarana yang semakin banyak membuat masyarakat juga tak perlu khawatir untuk memasukkan anaknya ke MI Al-Islamiyah Prapag Kidul. Kini, madrasah sedang mengembangkan lingkungan yang ramah anak untuk proses pengembangan pendidikannya. Lingkungan yang memadai menjadi salah satu perhatian utama madrasah untuk mewujudkan iklim pengajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan lingkungan yang memadai, MI Al-Islamiyah memanfaatkan keragaman lingkungan seperti membuat taman dengan berbagai penghijauan. Selain itu, madrasah juga memanfaatkan lingkungan sekitar yang masih asri untuk sarana outdoor learning para siswanya dalam memahami keanekaragaman hayati. Khususnya karakter daerah pesisir pantai dengan khazanah historis yang melingkupinya. Untuk menunjang hal tersebut, madrasah juga menggunakan instrumen tradisi masyarakat lokal dalam rangka pemahaman budaya berbasis lingkungan, seperti sedekah bumi dan sedekah laut.

Sedekah bumi memiliki nilai-nilai luhur yang memberi pesan kepada peserta didik, bahwa bumi yang kaya harus dikelola dengan baik dan benar. Dari bumilah tumbuh berbagai macam tanaman, baik yang masyarakat tanam atau yang tumbuh secara alami di pekarangan atau kebun. Dari tradisi ini, peserta didik juga diajarkan untuk selalu bersyukur atas apa yang dianugerahkan Tuhan dalam bentuk tanaman atau pepohonan yang menghasilkan bahan makanan sehari-hari. Hal tersebut menjadi media belajar siswa, bahwa menanam, menjaga, dan memelihara tumbuhan menjadi kewajiban manusia agar bumi selalu subur.

Demikian pula dengan tradisi sedekah laut, peserta didik juga dikenalkan dengan konsep pelestarian alam berbasis laut. Sehingga turut menjaga keanekaragaman laut untuk kehidupan di masa mendatang. Berangkat dari tradisi sedekah laut juga, para siswa diberikan pelajaran, bahwa mensyukuri anugerah Tuhan atas kekayaan melimpah di laut perlu dijaga, dilestarikan, dan disyukuri. 

Nilai-nilai pendidikan berbasis lingkungan tersebut sejalan dengan ajaran agama, ‘Kerusakan di laut dan di bumi merupakan ulah tangan para manusia.’ Sehingga generasi muda sebagai modal pembangunan perlu diberikan kesadaran sejak dini untuk melesatarikan lingkungan, baik di bumi maupun laut. Hal inilah yang mendorong MI Al-Islamiyah untuk mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan. Apalagi sekarang, di tepi pantai, daratan semakin tergerus oleh laut yang berpotensi menggerus pemukiman sehingga masyarakat sudah harus sadar mengisi pesisir dengan penanaman pepohonan seperti mangrove.

Selain outdoor learning sebagai basis pengajaran, MI Al-Islamiyah juga mengembangkan keterampilan siswa dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Madrasah ini menerapkan sistem ngaji bareng hingga shalat berjamaah sebagai ekstrakurikuler agama. Selain itu, kecerdasan psikomotorik juga dikembangkan oleh MI Al-Islamiyah melalui berbagai kegiatan olahraga, seperti ekstrakurikuler bola voli. Selain itu, medan daerah pesisir juga sangat cocok untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dilakukan oleh gerakan pramuka MI Al-Islamiyah.

Saat ini, MI Al-Islamiyah dikelola oleh Yayasan Al-Islah Prapag Kidul, Losari, Brebes. Madrasah ini juga salah satu madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebab itu, pola pengajaran paham keagamaan mengacu pada prinsip Aswaja NU yang konsisten dengan prinsip dan paham Islam yang ramah dan toleran. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tasyakur hari lahir (harlah) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang digelar di Gedung PBNU lantai 8, Jumat, (24/2) diwarnai dengan pemotong tumpeng.

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi

Seusai acara sambutan dan arahan dari alumni berakhir, Resepsi Hari Lahir ke-63 IPNU dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Asep didampingi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Ubaedillah Sadewa dan Wakil Sekretaris PWNU Yogyakarta Masyhuri memotong tumpeng. Potongan demi potongan tumpeng pun dibagikan kepada rekan-rekan alumni IPNU.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Asep Irfan Mujahid berharap agar IPNU selalu istiqomah dalam menjalankan roda organisasi, merealisasikan amanat yang dimandatkan kepada IPNU sesuai sektor garapannya, yakni pelajar dan santri.

“Mohon doanya dari rekan-rekan senior, para kader, dan seluruh yang hadir di sini, semoga kami selalu diberikan keistiqomahan, kami senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran dalam menunaikan amanat organisasi yang dimandatkan kepada IPNU,” harap Asep.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ada peristiwa menarik pada acara tersebut. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) membawa kue bolu yang di atasnya menyala api lilin angka 63.

Pria asal Ciamis itu terlihat kesusahan mematikan nyala api lilin itu. Ia berulang kali mengembuskan tiupannya. Namun api itu tetap hidup, seperti semangat rekan-rekan IPNU yang masih setia sampai akhir acara, meski sudah mendekati tengah malam. (Syakir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 24 Desember 2017

Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?



Sekretaris ? PWNU Sulawesi Utara Suwarno Tuiyo meninggal dunia pada Rabu dini hari (5/10) sekitar pukul 01.00 WITA. Almarhum yang meninggal pada usia 56 tahun tersebut dimakamkan hari di kampung provinsi Gorontalo. ? Pukul 07.00 jenazahnya dibawa ke kampung halamannya.?

Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia

Sekretaris Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara Fadhila Djojosuroto mengatakan, Suwarno banyak berkontribusi kepada Muslimat NU, khususnya di Minahasa.?

“Kontribusinya banyak dengan ide-ide serta pemikiran untuk kemajuan Muslimat dan selalu memberi motivasi kepada ibu-ibu berjuang demi kemaslahatan umat,” katanya ketika dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam dari Jakarta Rabu, (5/10).?

Menurut pengurus Lesbumi PBNU asal Sulawesi Utara Irfan Basri, Suwarno adalah perintis pendirian Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama di Sulawesi Utara. Selain itu, sampai meninggalnya ia masih menjadi Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa IslamIndonesia (IKA-PMII) Sulawesi Utara.

"Beliau selama hidupnya fokus mengurus NU," demikian kesaksian Irfan Basri. Semoga almarhum diterima di tempat paling layak di sisi Allah SWT dan diampuni segala kekhilafannya. Semoga juga ada penerus yang bisa mendarmabaktikan hidupnya kepada NU, masyarakat, dan bangsa Indonesia di Sulawesi Utara, lanjutnya.? (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 05 Desember 2017

Banyak PR Harus Dikerjakan, Pengurus NU Jangan Harap Rp

Pringsewu,Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Tanfidziyyah PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim mengatakan bahwa para pengurus NU di semua tingkatan harus bersyukur karena dipercaya untuk mengurusi Jamiyyahnya para Ulama yaitu NU.

Banyak PR Harus Dikerjakan, Pengurus NU Jangan Harap Rp (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak PR Harus Dikerjakan, Pengurus NU Jangan Harap Rp (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak PR Harus Dikerjakan, Pengurus NU Jangan Harap Rp

"Beruntunglah bagi yang bergabung dengan NU karena dekat dengan para Ulama. Sekaligus kesempatan ini dapat menjadi ladang amal bagi kita. Mau hidup barokah dunia akhirat? Di NU tempatnya," katanya pada Safari Ramadhan PCNU Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan di MWCNU Kecamatan Sukoharjo, Rabu (15/6).

Taufiq mengingatkan juga kepada para pengurus untuk berkhidmah di NU dengan ikhlas tanpa ada maksud untuk mendapatkan imbalan sesuatu. "Banyak PR yang harus dikerjakan dalam berorganisasi di NU. Jangan harap ada Rpnya (rupiah, red.)," tegas Taufiq disambut senyum para pengurus di tingkat MWC dan 16 Ranting yang ada di Kecamatan Sukoharjo.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jika ada di antara pengurus yang memiliki niatan mencari sesuatu apalagi bersifat materi dan kebendaan, maka menurutnya, orang tersebut harus bersiap-siap untuk kecewa.

Para pengurus NU lanjutnya, harus peduli dan terus aktif menghidupkan NU dan mewariskannya kepada para generasi penerus. "Jika kita masa bodoh terhadap NU maka siap-siap kita menghadapi kehancuran para generasi penerus kita," ingatnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketika kepedulian untuk mewariskan NU kepada para generasi penerus hilang lanjut Taufiq, maka kita harus bersiap mewarisi para generasi penerus yang beraqidah lain. "Kalau kita tidak peduli maka orang lain yang akan peduli. Orang lain yang akan membina dan mencuci otak mereka dengan paham mereka," tandasnya.

Kepedulian pengurus kepada para generas muda akan menghindarkan mereka dari paham di luar Ahlusunnah wal-Jamaah yang sekarang ini sangat gencar. "Jangan sampai anak-anak kita nanti tidak mau mendoakan kita ketika kita telah tiada karena mereka anti tahlil dan anti kirim doa," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Jadwal Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 02 Desember 2017

Ber-Islam dengan Praktis di Negara Non-Muslim

Mudah dan memudahkan. Begitu kesan saya setelah membaca buku ini. Buku ini membahas persoalan keagamaan kontemporer, terutama masalah waqi’iyyah bagi mereka yang tinggal di luar negeri. Memang, sebagaimana diutarakan penulis, buku ini sebagian besar berisi refleksi dialog keagamaan yang dialami penulis selama tinggal di luar negeri, terutama di Brisbane, Australia. Didominasi warna orange dan dikemas dengan gaya nge-pop, buku ini menghadirkan pandangan  yang segar, menarik dan disajikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Buku ini terdiri dari tiga bagian dan belasan bab ini, mendiskusikan masalah fiqih, tafsir dan inspirasi dari para Nabi sampai soal wacana Islam di Australia. 

Sebagai seorang Muslim yang tinggal di luar negeri dan berinteraksi dengan banyak perbedaan agama dan budaya dari berbagai belahan dunia, penulis membahas secara jelas problematika yang dihadapi oleh orang Muslim khususnya dalam beradaptasi dan menyikapi hal-hal yang sering menghadirkan keraguan, terutama yang berkaitan dengan masalah hukum agama. Sebagai contoh adalah persoalan makanan halal. Muslim di luar negeri seringkali dihadapkan pada soal bagaimana misalnya membeli daging tidak dari halal butcher. Persoalan semacam ini acapkali memicu polemik dan memantik perdebatan sengit di antara sesama Muslim. Sebagian serta merta mengharamkan karena bukan sembelihan Muslim, sebagian lagi menghalalkan, sementara sisanya tidak mau ambil pusing dan memilih yang praktis sesuai kebutuhan.

Ber-Islam dengan Praktis di Negara Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ber-Islam dengan Praktis di Negara Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ber-Islam dengan Praktis di Negara Non-Muslim

Menanggapi hal ini, penulis berpendapat bahwa pada dasarnya sembelihan ahlulkitab menurut Al-Qur’an itu halal dan tentu saja boleh dikonsumsi oleh Muslim (h. 5). Ini merujuk pada QS Al-Maidah [5]:5:“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberikan al-Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka”. Lalu, kalau bukan ahlulkitab, bagaimana hukumnya? Sementara di luar negeri, seperti di Australia, cukup sulit mengatahui keberagamaan atau ketidakberagamaan seseorang karena ini tidak menjadi urusan adminitrasi negara sebagaimana di Indonesia yang harus ditulis tegas di KTP. Soal ahlulkitab pun kerap dipersoalkan, misalnya apakah Kristen hari ini masuk kategori ahlulkitab, belum soal agama yang lain seperti Hindu, Budha, Sikh dan lain-lain. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Perihal ini, penulis merujuk pada kitab Shahih Bukhari “Sesungguhnya ada suatu kaum yang datang kepada kami dengan membawa daging, kami tidak tahu apakah disembelih atas nama Allah atau tidak. Maka Nabi SAW menjawab: “Bacalah bismillah atas sembelihan itu olehmu dan makanlah. Hadis senada diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi tentang keju yang diambil dari perkampungan orang Majusi dan kemudian dimakan oleh Nabi SAW. Tindakan Nabi ini “diinterupsi” oleh sahabat yang mengatakan bahwa keju itu bukan berasal dari binatang yang disembelih menurut Islam. Nabipun menjawab: bacalah bismillah dan makanlah. Merenungkan dua hadis ini tentu akan membantu membuka cakrawala berpikir kaum muslim yang sering dihadapkan pada soal kebolehan membeli daging dari toko yang tidak berlabel halal. Menambah penjelasan soal ini, penulis merujuk pada kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd yang menyebut bahwa terdapat tiga pendapat soal wajib atau tidaknya membaca basmalah saat menyembelih: wajib mutlak, wajib, dan sunnah. Masing-masing diberi argumen yang mendasari hukum itu. 

Soal lain tentang makanan adalah kode E471. Pertanyaan ini termasuk sering ditanyakan banyak orang yang sedang berada di luar negeri. Buku ini memberi jawaban yang memuaskan. E adalah singkatan dari European Union dan 3 angka di depannya adalah kode nomer jenis bahan dimana kode 471 merujuk pada emulsifier: bahan pengemulsi yang fungsinya sebagai aditif pada makanan dan memudahkan proses percampuran bahan minyak dan air. Banyak yang menganggap bahwa bahan yang dipakai untuk emulsifier ini tidak halal karena berasal dari hewan. Padahal, secara keilmuan, bahan yang dipakai tidak selalu dari hewan, bisa juga dari tumbuhan yang jelas kehalalannya. Nah, bagaimana statusnya kalau dari hewan? Selain babi, pembahasannya kembali kepada penjelasan di muka. Bagaimana kalau berasal dari babi, binatang yang jelas diharamkan dalam Al-Qur’an?  

Membahas hal ini, penulis merujuk pada konsep istihalah dalam fiqih. Istihalah adalah perubahan hukum satu hal ke hal lain. Sebagaimana disebut dalam Radd Al-Mukhtar ala Al-Durr Al-Mukhtar apabila babi tenggelam di laut lalu tubuhnya hancur, kemudian berubah menjadi garam, maka garam tersebut halal. Jika najis sudah menjadi abu, tidak dikatakan najis lagi. Garam yang sudah berubah tadi tidak dikatakan najis lagi, walaupun sebelumnya berasal dari keledai, babi atau selainnya yang najis. Begitu pula dianggap suci jika najis jatuh ke sumur dan berubah menjadi tanah. Sedangkan Imam Nawawi dalam Syarh Al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa istihalah berlaku ketika proses perubahan yang terjadi melalui proses alami, tanpa melibatkan unsur manusia dan kimiawi. Tapi bila perubahan zat itu karena unsur rekayasa kimiawi dan tekhnologi pangan maka teori istihalah tidak berlaku. Contohnya, kalau perubahan khamar ke cuka melalui proses alami, Mazhab Hanafi dan Syafi’i sepakat istihalah bisa diterapkan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan dan komunikatif. Juga diselingi dengan canda dan humor di antara bahasan serius. Selain persoalan di atas, masih banyak hal lain yang dibahas dalam buku ini seperti etika menyantap makanan/minuman yang mengandung alkohol, perihal berwudlu di wastafel, hukum shalat Jum’at di saat ada kewajiban yang harus dilakukan di saat yang sama dan sebagainya. Bagi kalangan Muslim konservatif, buku ini sangat menghentak kesadaran karena pandangan yang ditawarkan sangatlah progresif. Namun demikian, bagi mereka yang open-minded, buku ini akan menjadi panduan praktis bagi para muslim yang sedang atau akan tinggal di negeri-negeri di mana Muslim adalah kelompok minoritas. 

Namun demikian, ada beberapa catatan yang bisa disempurnakan. Pertama, soal time frame, kurun waktu penulisan cerita. Memang, buku ini bercerita tentang perjalanan, pergaulan dan diskusi antara penulis dengan kolega, terutama di Brisbane, namun kapan waktunya tidak disebutkan dengan jelas. Lebih lanjut, dialog yang terjadi dalam buku ini terjadi dalam sekuel waktu yang berbeda dan bertaburan. Penyebutan time frame ini penting karena bisa menjadi refleksi kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Misalnya pada halaman 194-195, yang menceritakan komunikasi Ujang dengan kawan bule-nya tentang Islam. Bule ini tadinya agak sinis terhadap Islam, namun kemudian menjadi penasaran dan simpatik. Pada konteks inilah isu time frame menjadi penting. Bisa jadi, kesan semacam ini tidak akan kita temukan atau malah akan berbalik ketika terjadi pada akhir-akhir ini di mana fenomena Islam ISIS menjadi horror bagi dunia Barat. Di Australia sendiri, hal ini menjadi PR besar bagi pemerintah karena banyak warga Australia yang ikut berbagung dengan ISIS. Time frame yang jelas bisa membantu kita untuk mengatahui perubahan atau ke-konsisten-an sebuah pandangan dari masa ke masa terkait dengan sebuah peristiwa.  



Kedua, soal citation. Buku ini memang sudah memberikan banyak rujukan yang diambil dari kitab-kitab ulama klasik dengan nama kitab dan ragam pendapat ulama dengan jelas. Hanya saja, ini bisa disempurnakan lagi, sebagaimana tradisi pengutipan, dengan memberikan informasi penerbit, tahun terbit dan halaman dimana rujukan itu dikutip. Ini penting karena kitab yang beredar di Indonesia bisa jadi diterbitkan oleh penerbit yang berbeda, dan terkadang halamannya juga tidak sama. Belum lagi soal salah cetak yang kerap ditemukan juga. Signifikansi lain dari kelengkapan kutipan adalah agar bagi mereka yang ingin membaca langsung kitab yang dimaksud dapat segera membacanya tanpa harus membolak-balik halaman, apalagi kalau kitabnya cukup tebal sepeti Syarh Al-Muhadzdzab. Meski tidak mengurangi manfaat kehadiran buku ini bagi khalayak, bagi saya, dua hal ini penting untuk menambah kesempurnaan buku ini, sehingga tidak hanya enak dan ringan dibaca, tapi juga menambah bobot “serius dan ilmiah”. Akhirnya, selamat membaca. 

Data buku

Judul Buku: Dari Hukum Makanan Tanpa label Halal Hingga Memilih Mazhab Yang Cocok

Pengarang :  Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D

Penerbit :  Mizania

Tahun Terbit: Juni 2015

Jumlah Hal : 227 halaman

Peresensi : Husnul Atiyah, penikmat buku, tinggal di Melbourne, Australia

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?



Menteri Sosial Mensos Republik Indonesia (RI) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ketimpangan yang terjadi pada umat Islam itu disebabkan oleh umat Islam itu sendiri. Salah satunya adalah tidak berjalan efektifnya zakat.?

Mengutip data dari Baznas, Khofifah mengungkapkan, potensi zakat dan sedekah umat Islam itu 217 triliun namun saat ini baru tergali tiga triliun.

Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Zakat dan dan Sedekah Dibalas dengan Hitungan Allah

“Baznas menyebutkan ada 217 triliun, tetapi baru tiga triliun yang tergali. Ini artinya yang membuat ketimpangan ya kita sendiri,” ucapnya saat acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 pada hari ketiga yang diselenggarakan atas kerja sama LD PBNU dengan Hidmat Muslimat NU di Lantai 8 Gedung PBNU, Rabu (31/5). ? ?

Ia menyangka, hal itu disebabkan oleh ketidaktahuan umat Islam tentang manfaat bersedekah dan berzakat.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Mereka mungkin tidak tahu bahwa dalam berzakat atau bersedekah itu harus menggunakan hitungannya Allah, jangan menggunakan matematikanya manusia. Kalau bersedekah dan berzakat maka akan dilipatkagandakan harta kita menjadi tujuh ratus kali,” urainya.?

Maka dari itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu mengajak para dai untuk menyebarluaskan bahwa orang yang berzakat atau bersedah itu akan dilipatgandakan hartanya dan juga akan mendapatkan pengurangan pajak, bukan malah berkurang. ?

“Kita viralkan itu anbatat sab’a sanabil fi kulli sunbulatin mi’atu habbah. Orang yang berzakat bisa mengurangi pajaknya. Seseuai dengan UU zakat,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah potensi zakat terkumpul dengan optimal, lanjut Khofifah, lalu harus ada rencana yang jelas dari pengelola zakat untuk mengelola dana tersebut agar manfaatnya bisa merata.

“Setelah itu, kemudian kita edukasi bagaimana 217 triliun itu bisa efektif dimanfaatkan,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

Para Kiai Bahas Penyalahgunaan Frekuensi Publik di Forum Munas NU 2017

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) tengah menyiapkan draf pembahasan terkait penggunaan frekuensi publik dalam pandangan hukum Islam. PBNU akan membahas salah satunya penggunaan frekuensi publik di forum Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Nusa Tenggara Barat pada November mendatang.

“Kita akan membahas nanti bagaimana hukum Islam memandang penyalahgunaan frekuensi publik untuk kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi,” kata Koordinator Komisi Bahtsul Masail Munas dan Konbes NU 2017 KH Mujib Qoliyubi kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Jakarta, Senin (25/9).

Para Kiai Bahas Penyalahgunaan Frekuensi Publik di Forum Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Bahas Penyalahgunaan Frekuensi Publik di Forum Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Bahas Penyalahgunaan Frekuensi Publik di Forum Munas NU 2017

PBNU, kata Kiai Mujib, selama ini menerima laporan warga yang resah atas penyalahgunaan frekuensi publik untuk kepentingan pribadi dan kelompok baik untuk tujuan politik, ekonomi, maupun ideologisasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Apalagi kalau kepentingan publik itu bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini sifatnya sudah membahayakan negara,” kata Wakil Ketua LBM PBNU KH Mahbub Maafi Ramdhan.

Frekuensi ini seperti pada televisi dan radio, kata Kiai Mahbub, adalah milik publik. Negara kemudian ‘menjual’ frekuensi itu kepada individu dan pihak swasta. Tetapi pihak swasta menggunakan frekuensi publik ini untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Frekuensi itu persis seperti air dan sumber daya alam di mana pemiliknya adalah umat atau publik sebagai tercantum dalam hadits yang penggunaannya harus bermuara pada kepentingan umum. Belum lagi tayangan yang terus menerus menyoroti individu tertentu,” kata Kiai Mahbub. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 13 November 2017

Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pesantren adalah tempat belajar yang mengubah perilaku hidup individu menjadi lebih baik. Pengakuan ini disampaikan Rudi Hartono, santri Assiddiqiyah 11 Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan yang berasal dari Kabupaten Tanggamus.

"Di tempat ini saya bisa mengubah perilaku saya menjadi lebih baik. Ilmu pengetahuan juga saya dapatkan, baik agama, sosial, maupun umum," kata dia saat diwawancarai santri Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) GP Ansor Way Kanan di Gunung Labuhan, Jumat (20/5).

Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik

Rudi lahir di Petai Kayu, Ulu Belu, Tanggamus 4 Juli 2000. Setelah menimba ilmu di pesantren asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi, anak kedua dari Jumari dan Siti Rumanah itu menyatakan manfaat dari belajar membaca Al-Quran.

"Dari belajar membaca Al-Quran saya mengerti akan panjang pendek huruf-huruf hijaiyah dan memahami hukum-hukum di dalamnya yang menurut saya sangat berat," kata dia lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rudi mengaku mengerti dan paham akan manfaat dalam belajar bahasa Arab dan Inggris. "Dua pelajaran ini menurut saya sangat mengasyikkan," tuturnya.

Kendati sesekali merasa sedih karena jauh dari orang tua, Rudi bahagia ketika santri-santri lain menghiburnya sehingga kerinduan terhadap orang tua tidak menjadi halangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saya ingin mendapat ilmu pengetahuan dan menuntut ilmu untuk menuju masa depan guna membahagiakan kedua orang tuanya. Maka di sinilah saya menjadikan pesantren sebagai tempat hidup," ujar Rudi.

Pesantren Assiddiqiyah tempat berlangsungnya Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan dipimpin Gatot Arifianto berada di Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan. Dua sekolah, yakni SMP dan SMK Manbaul Ulum disediakan untuk belajar ilmu pengetahuan umum bagi para santri. (Nila Suryani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Makam, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

PMII Nganjuk Pertegas Identitas Gerakan

Nganjuk, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan orang berkumpul di aula Pondok Pesantren Al Musthofa, Tegalarum, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Ahad (30/4). Mereka adalah alumni pengurus cabang, dan pengurus komisariat PMII se-Kab Nganjuk yang mengikuti tasyakuran harlah PMII Nganjuk ke-17 dan harlah PMII ke-57.?

PMII Nganjuk Pertegas Identitas Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Nganjuk Pertegas Identitas Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Nganjuk Pertegas Identitas Gerakan

Orasi ilmiah oleh Ketua Umum IKA-PMII Nganjuk Agus Rahman Hakim menjadi sajian inti dalam kegiatan tersebut. Agus menyampaikan kondisi kekinian internasional, salah satunya adanya pertarungan pangan dunia.?

Ia menyebut negara-negara yang berada di jalur ekuator seperti Indonesia menjadi ‘ruang’ menarik bagi negara-negara di dunia.?

Agus berharap para alumni PMII semakin mempertegas identitas gerak dan meningkatkan kesadaran kolektif dalam bergerak, mengambil peran dalam penguatan ajaran aswaja An Nadhliyah.

“Baik di struktur maupun kultur, NU memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI,” kata Agus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Forum Komunikasi Alumni PMII (FOKSIKA) Nganjuk periode pertama Muslih Al Faruq (Gus Muslih) dan Ketua PC PMII Nganjuk pertama Sholicul Hadimantan banyak bercerita tentang gerakan PMII Nganjuk di awal perintisan. Keduanya berharap kader PMII Nganjuk senantiasa menjaga ghirah perjuangan.

“Mendasari perjuangan dengan keihklasan serta value system yang ada di PMII, sehingga PMII kokoh menjadi organisasi yang mampu mencetak kader-kader ulilalbab serta supleyer kader masa depan guna berkontribusi untuk agama, bangsa, dan Negara,” ungkap Gus Muslih.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Musthofa KH Hambali sangat mengapresiasi apa yang menjadi pembahasan di forum harlah. Ia berharap ghirah perjuangan ini akan terjaga dan mengalir dari generasi ke generasi. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 09 November 2017

STISNU Adakan KKM Produktif

Tangerang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) akan segera dilaksanakan. KKM yang dilaksanakan 6 Agustus mendatang ini mengusung tiga kompetensi, meliputi ekonomi, pendidikan dan penelitian. Demikian disampaikan H Muhammad Qustulani, Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Nusantara Tangerang, Kamis (3/8) siang.

“Aspek ekonomi, kita akan menanam pohon dua ribu pohon mangga. Bayangkan, jika dari dua ribu pohon itu berbuah semua, maka akan menjadi penghasilan bagi masyarakat. Sehingga kampung itu bisa menjadi salah satu penghasil mangga di Tangerang,” jelas Qustulani yang juga pengasuh Pesantren Al-Hasaniyah.

Sisi penelitiannya, tambahnya, para mahasiswa yang melakukan KKM melakukan identifikasi gerakan radikalisme agama. Kegiatan ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap maraknya radikalisme di beberapa daerah belakangan ini. Mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi radikalisme dari desa-desa.?

STISNU Adakan KKM Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Adakan KKM Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Adakan KKM Produktif

“Kalau sisi pendidikannya, kita melakukan pelatihan kepada para guru ngaji. Harapannya, mereka mendapatkan keterampilan tambahan dalam mengajar. Salah satunya metode khusus dalam membaca Al-Quran yang diinisiasi oleh KH Arif. Dengan program itu diharapkan ada efeknya ke lembaga pendidikan NU bagi masyarakat,” tambah alumnus Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah tersebut .

Sebagai wujud kepeduliaan pendidikan, STISNU juga memberikan beasiswa bagi pengajar maupun alumni pesantren dan kader NU. Mereka cukup membawa rekomendasi dari pengasuh pesantren atau ketua NU setempat. Maka kader NU cukup membayar 25 persennya saja dari biaya pendidikan.

Qustulani menambahkan, lembaga NU harus peduli dalam peningkatan kualitas kader-kader NU. Untuk menjawab tantangan MEA kedepan, kader-kader NU harus mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.? (Suhendra/Zunus)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 08 November 2017

IPNU-IPPNU 2012-2015 Dilantik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jajaran pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) masa khidmat 2012-2015 akan dilantik malam ini di Auditorium Langen Palikrama Kantor Pegadaian, Jalan Kramat Raya Nomor 162, Jakarta Pusat, Senin (18/3) malam.

“Pengurus PP IPPNU-PP IPNU akan dilantik langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj,” kata Wildatus Sururoh Sekretaris Umum PP IPPNU kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Senin (18/3) petang.

IPNU-IPPNU 2012-2015 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU 2012-2015 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU 2012-2015 Dilantik

Pelantikan rencananya akan dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali, Menag Surya Dharma Ali, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaini, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Menperra Djan Faridz, ungkap Wildatus Sururoh.

Sebagaimana diwartakan, Kongres IPNU-IPPNU di Palembang, Sumatera Selatan, Desember 2012 lalu, memilih Khairul Anam HS sebagai Ketua Pimpinan Pusat IPNU dan Farida Farichah sebagai Ketua Pimpinan Pusat IPPU. Penentuan ketua baru sekaligus mengubah struktur pimpinan pusat di bawahnya.

Sementara jajaran pengurus PP IPPNU seperti Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Sururoh, dan Bendahara Umum PP IPPNU Maulida, didasarkan pada hasil rapat tim formatur, Jum‘at (14/12) 2012, kata Wildatus Sururoh.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Ubudiyah, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 17 Agustus 2017

Polda Metro Jaya Bicara Gus Dur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Selama menjadi Presiden RI ke-4, yang bisa mengendalikan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu hanya ajudannya. Bahkan Ketua MPR RI HM Amien Rais pun waktu itu tidak bisa minta beliau mundur. Tapi, kalau ajudan yang meminta, Gus Dur selalu patuh.

“Gus Dur di depan ada lubang, maka beliau pasti mundur,”kata Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman bercerita mengenai kedekatannya dengan Gus Dur ketika dia menjadi ajudan cucu pendiri NU KH Hasyim Asy’ari itu.

Polda Metro Jaya Bicara Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Polda Metro Jaya Bicara Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Polda Metro Jaya Bicara Gus Dur

Minggu, 13 Agustus 2017

Marsudi Sebut Perekrutan Anggota ISIS via Media Sosial

Jepara, Rohis Tegal - Rohani Islam. Hingga kini alumni ISIS yang sudah berada di Indonesia berjumlah 124 orang. Sisanya 800-an orang masih di luar negeri. Dengan kondisi yang memprihatinkan itu Ketua PBNU H Marsyudi Syuhud mengharapkan kaderisasi di ranah NU harus terus digalakkan.

“Alumni ISIS yang sekarang di Indonesia harus dideteksi keberadaannya. Jangan sampai merekrut kader-kader kita,” kata Marsudi saat memberikan sambutan Pelantikan PCNU Jepara di Gedung NU Jepara, Selasa (22/12) siang.

Marsudi Sebut Perekrutan Anggota ISIS via Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Marsudi Sebut Perekrutan Anggota ISIS via Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Marsudi Sebut Perekrutan Anggota ISIS via Media Sosial

Jika kader NU di pesantren dan di madrasah diajar pelajaran sharaf “Dharaba yadhribu dharban,” tetapi dengan mengikuti ISIS peserta dilatih bagaimana cara membom. Untuk itu kepada ratusan nahdliyyin dan tamu undangan ia mengingatkan harus terus waspada.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“IPNU-IPPNU harus terus bergerak. Jangan sampai lengah,” lanjutnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mantan Sekjen PBNU 2010-2015 itu membeberkan perekrutan ISIS tidak lain ialah remaja berusia sekitar 12 tahun. Mereka merekrut via fesbuk, twiter serta media massa.

Selain keliling Indonesia lulusan pesantren Ash-Shiddiqiyyah Jakarta itu juga menyebarkan Islam ramah ke Amerika, Uni Eropa, Roma, Australia, dan negara-negara yang lain.

Uni Eropa juga secara resmi mengirimkan surat ke PBNU dan meminta PBNU untuk mengirim kiai ke Eropa dan Australia. “Intinya mereka ketakutan dengan Islam radikal, dan ingin mendalami Islam ala Indonesia,” tegas putra H Suhadi dan Hj Sairah ini.

Tidak hanya itu, negara-negara di belahan Timur Tengah misalnya juga meminta hal yang sama. “NU hari ini sedang diperhitungkan dunia. Dunia Timur Tengah dan Barat sedang rindu belajar dengan kaum sarungan,” pujinya.

Mustasyar PBNU KH Maemun Zubair membenarkan Islam Indonesia sangat dikagumi Timur Tengah dan Barat sehingga Australia, Selandia Baru, dan negara yang lain ingin terus belajar Islam kepada NU. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Makam, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 08 Agustus 2017

Ulama Maroko: Krisis Kemanusiaan Disebabkan Hilangnya Ajaran Tasawuf

Pati, Rohis Tegal - Rohani Islam. Salah satu masalah besar yang menyebabkan kondisi umat Islam makin terpuruk dalam krisis politik dan krisis kemanusiaan saat ini adalah karena hilangnya rahmah atau rasa kasih sayang dalam hati umat manusia. Kasih sayang ini meliputi cinta yang hakiki kepada Allah SWT, kepada manusia, kepada alam, dan bahkan rasa kasih kepada hewan.

Demikian nasihat Ulama asal Maroko Syekh Abdul Muniem Al-Ghumari saat melakukan safari dakwah di Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati, Sabtu (6/5). Safari dikemas dalam forum seminar internasional dengan tema "Krisis Politik di Timur Tengah, Solusinya Dalam Perspektif Tasawuf dan Hadist Nabi" dan dihadiri ratusan mahasiswa IPMAFA dan santri pondok pesantren Maslakul Huda Pati, Rektor dan Wakil Rektor IPMAFA, dan para tamu undangan dari luar.

Ulama Maroko: Krisis Kemanusiaan Disebabkan Hilangnya Ajaran Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Maroko: Krisis Kemanusiaan Disebabkan Hilangnya Ajaran Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Maroko: Krisis Kemanusiaan Disebabkan Hilangnya Ajaran Tasawuf

Menurutnya, krisis politik dan krisis kemanusiaan yang melanda umat Islam khususnya di wilayah Timur Tengah disebabkan dua hal meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal ditimbulkan dari luar umat Islam yaitu kekuatan politik yang ingin menguasai kekayaan dan kekuatan umat Islam secara umum seperti minyak, gas dan kebijakan negara yang dipengaruhi oleh negara non-Islam.?

Sedangkan faktor internal disebabkan dari dalam umat Islam sendiri yang sibuk dengan pertikaian antar mereka seperti mudah menyalahkan, mengkafirkan, membidahkan, memberi fatwa sesat, dan bahkan mudah untuk saling membunuh.

Maka setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan umat Islam saat ini agar selamat dari krisis kemanusiaan. Pertama, umat muslim seharusnya tidak ikut dalam pertikaian antar umat Islam sendiri. Kedua, menghindari fitnah dan menjauhi jika ada pertikaian terjadi, dan terakhir jadilah orang yang terbunuh dan jangan menjadi pembunuh.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ulama kelahiran 1970 ini juga menegaskan bahwa syariat Islam mengajarkan dan memerintahkan untuk memiliki cinta kasih dan sayang antar manusia seperti firman Allah Swt dalam Surah al-Maidah 32 bahwa, "Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya".?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Nabi SAW juga bersabda, "Orang-orang yang penyayang niscaya Ar-Rahman (Allah) menyayanginya. Maka sayangilah penduduk bumi niscaya yang di atas langit pun akan menyayangi kalian."

Syekh Muniem mengajak bahwa ajaran tasawuf merupakan kunci daripada krisis yang melanda umat Islam ini. Ajaran tasawuf adalah hakikat agama Islam karena mengajarkan cinta kasih, ketaatan, pendidikan, keseimbangan, dan kelembutan.?

Sebaliknya, krisis politik dan krisis kemanusiaan yang terjadi di dunia ini disebabkan hilangnya nilai-nilai tasawuf dari manusia sehingga mereka cenderung diliputi sifat wahn atau cinta dunia dan kekuasaan yang mengalahkan rasa sayangnya kepada Tuhan dan sesama manusia.

Di akhir acara, Syekh Abdul Muniem memberikan ijazah aamah kepada para peserta dari beberapa kitabnya yakni Al-Arbain al-Ghumariyah, Al-Shalawat al-Yusriyah, dan Al-Ilam bi annat Tashawwuf min Syariatil Islam. (Isyrokh Fuaidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 30 April 2017

MWCNU Gading Safari Ramadhan Aswaja

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Selama bulan suci Ramadhan 1437 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gading bekerja sama dengan Forkopimka Gading Kabupaten Probolinggo rutin melakukan safari Ramadhan dari ranting ke ranting.

MWCNU Gading Safari Ramadhan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Gading Safari Ramadhan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Gading Safari Ramadhan Aswaja

Safari Ramadhan yang dilakukan ke 19 desa se-Kecamatan Gading ini mengangkat tema “Aswaja Menakar Ubudiyah dan Amaliyah Warga NU”. Kegiatan yang dipimpin Ketua MWCNU Gading M. Fauzan Adzim ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus NU, baik lembaga maupun badan otonom di masing-masing ranting.

Ketua MWCNU Gading M. Fauzan Adzim mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan tatanan amaliyah dan ubudiyah warga NU selaras dengan Aswaja NU demi kemaslahatan dunia dan akhirat dan menjadi rahmat bagi semesta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dengan kata lain, safari Ramadhan ini bisa dijadikan media peningkatan ubudiyah dan pendalaman nilai-nilai agama bagi umat serta penguatan ukhuwah Islamiyah, khususnya aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi Nahdliyin,” katanya, Ahad (12/6).

Safari Ramadhan ini diawali dengan sholat Tarawih bersama dan dilanjutkan dengan dialog seputar dengan pemahaman Aswaja warga NU dan Ramadhan serta isu-isu terkini yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Semoga kegiatan ini dapat memasyarakatkan Aswaja NU, menghindari amaliyah tanpa dalil, akulturasi Aswaja NU dan budaya serta kedekatan NU struktural dan NU kultural,” harapnya.

Lebih lanjut M. Fauzan meminta kepada segenap warga NU di setiap Ranting supaya memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan ini untuk lebih meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT dengan cara memperbanyak amalan ibadah. “Apalagi Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa dan pahalanyapun dilipatgandakan oleh Allah SWT,” pungkasnya. (Syamsul Akbar)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock