Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung

Tulungagung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Setelah berjibaku dalam medan pelatihan selama empat hari, para Dosen Muda peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda Gerakan Pemuda Ansor menelorkan Piagam Tulungagung. Piagam ini ditetapkan menjelang penutupan pelatihan.

?

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung

Latar belakang munculnya Piagam Tulungagung dilandasi keprihatinan betapa NKRI sebagai rumah bersama rakyat Indonesia sedang berada dalam ancaman. Para dosen muda itu menyoroti bahwa terdapat upaya sistematis yang merongrong dan berusaha memecah belah NKRI.?

Upaya-upaya itu dilatarbelakangi politik sektarian berbasis perbedaan suku, ras, agama, dan golongan. Dampaknya, benih-benih disintegrasi mulai muncul di mana-mana.

Lebih lanjut, para dosen muda itu berpandangan bahwa perbedaan adalah sebuah fakta yang tak mungkin dihilangkan. Karena sejatinya perbedaan adalah rahmat. Perbedaan bukanlah laknat.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tinggal bagaimana segenap komponen bangsa dengan beragam perbedaan itu mampu merawat persatuan dan kesatuan. Sehingga, NKRI sebagai rumah bersama rakyat Indonesia masih tetap utuh dan dapat mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam Piagam Tulungagung itu, Dosen Muda GP Ansor menyampaikan sikap:

Rohis Tegal - Rohani Islam

1. Bangsa Indonesia harus terus merawat, memupuk dan menumbuh-kembangkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan adalah rahmat dan merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.

2. Mengajak segenap komponen bangsa untuk terus berperan aktif dalam mengkampanyekan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam setiap lini kehidupan.

3. Melawan radikalisme yang mulai berkembang di berbagai lapisan masyarakat dan membahayakan bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Menjadikan kampus/perguruan tinggi sebagai basis perjuangan dalam upaya melawan berkembangnya radikalisme.

5. Mendorong pemerintah untuk menindak tegas kelompok/golongan yang melakukan gerakan merongrong kedaulatan dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adung Abdul Rochman, Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor menyampaikan apresiasi atas ditelorkannya Piagam Tulungagung. “Kami menyampaikan penghargaan terhadap para Dosen Muda yang telah menelorkan Piagam Tulungagung, ini merupakan upaya tepat dan langkah awal melawan radikalisme yang berkembang di perguruan tinggi,” tegas pria asal Jombang tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Adung, komitmen para civitas akademika sangat penting dalam melawan infiltrasi gerakan radikal yang hari-hari ini mengalami eskalasi di berbagai tempat. "Kampus harus menjadi pusat moderasi bagi tumbuhnya Islam yang terbuka, damai dan toleran" kata Adung Abdul Rochman

Sebagaimana diketahui, 148 Dosen Muda GP Ansor mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor. Pelatihan ini dilaksanakan di Kampus IAIN Tulungagung dibuka pada Kamis, 30 Maret 2017 dan ditutup pada Ahad, 2 April 2017. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 20 Februari 2018

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pembukaan "Saptawikrama Membumi" yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan Jawa Timur, Jumat (18/3) berlangsung meriah dan disaksikan ribuan santri dari berbagai pesantren.

?

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Acara yang dibuka Wakil Ketua Lesbumi PBNU, Candra Malik ini menampilkan ragam kesenian, mulai dari pentas teater, pertunjukan tari-tarian dan pembacaan puisi, yang semuanya mengacu pada nilai-nilai islami yang mengandung kekhasan budaya Nusantara.

“Saptawikrama Membumi diadakan untuk mengenalkan tujuh strategi kebudayaan Lesbumi sebagai bagian dari Islam Nusantara,” tutur Wakil Sekretaris Lesbumi PBNU, Sastro Adi saat dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam pada Jumat malam (18/3).

Sastro menambahkan, Pondok Pesantren Sunan Drajat dipilih sebagai lokasi acara karena pesantren tersebut masih terkait dengan Walisongo sebagai penyebar agama Islam di Nusantara. Seperti diketahui para Walisongo dalam berdakwah tidak mengabaikan kearifan lokal dan seni budaya yang sebelumnya telah ada di Nusantara.

Selain pertunjukan ragam kesenian, acara Saptawikrama Membumi ini juga diisi dengan diskusi dan seminar sejarah, pameran lukisan, naskah kuno dan pusaka nusantara. Acara ini berlangsung dari 18-19 Maret dan dihadiri perwakilan dari PWNU seluruh Indonesia.? (Kendi Setiawan/Zunus)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Februari 2018

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendidik mahasiswa mahasiswi pada pemahaman organisasi yang “kaffah”. Juga mampu jadi penggerak dakwah dalam membumikan Islam Indonesia dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah.

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Aktivis PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung,? Fajri Idatul Akbar,? mengatakan hal itu dalam rangka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba.) kegiatan tersebut adalah fase rekruitmen mahasiswa untuk menjadi anggota PMII.

“Kaffah di sini adalah sempurna pemikiran dan ketakwaannya. Jangan hanya kritis, tapi juga transformatif kepada nilai-nilai nasionalis serta berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah,” terang Fajri kepada Rohis Tegal - Rohani Islam ketika ditemui di sekretariat PMII di Jalan Manisi, Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain kaffah, lanjut Fajri, kegiatan Mapaba pun bertujuan membentuk kader yang ulil albab. Menurut dia, setidaknya ada tiga ciri, pertama manusia yang peka terhadap kenyataan.

Kedua, tambah dia, manusia yang mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah, dan ketiga manusia yang giat membaca tanda-tanda alam yang kesemuanya dilakukan dalam rangka berzikir kepada Allah SWT.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Mapaba ini adalah gerbang awal dalam pengkaderan di PMII sebab masih ada gerbang selanjutnya,” kata fajri, yang juga ketua komisariat PMII Cabang Kabupaten Bandung.

Mapaba tersebut sudah digelar pada tanggal 13 sampai dengan 15 September lalu, di Gedung Local Education Center (LEC) Cicalengka bandung. Ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari berbagai jurusan dan fakultas mengikuti kegiatan tersebut. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Habib, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 26 Januari 2018

Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan

Oleh KH Husein Muhammad

Satu ruang keagamaan penting sekaligus strategis dalam komunitas Muslim adalah mimbar Jumat. Ia adalah ruang pertemuan kaum Muslimin sekali dalam sepekan yang dikemas dalam upacara keagamaan yang sangat spesifik dan memiliki sakralitas tinggi. Khutbah adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah shalat Jumat. Para jamaah diserukan untuk mendengarkannya dengan "khusyu". Mereka tidak boleh bicara, bahkan termasuk menegur orang lain. Pikiran jamaah harus difokuskan untuk memperhatikan isi khutbah. Secara literal khutbah berarti pidato atau ceramah.

Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Jumat, Ruang Sosialisasi Ajaran Kemanusiaan

Khutbah Jumat sejak awal dimaksudkan sebagai wahana penyampaian ajaran-ajaran Tuhan kepada masyarakat sekali dalam sepekan. Agama-agama Samawi yang lain: Yahudi dan Nasrani, juga menyelenggarakan hal yang sama meski dengan hari yang berbeda dan dengan metode yang juga berbeda. Cara dan hari apa bukanlah sesuatu yang esensial. Yang esensial adalah pesan-pesan kebaikan yang harus disampaikan kepada masyarakat (umat). Dalam Islam pesan kebaikan disebut dengan taqwa. Pesan ini adalah "rukun" utama khutbah. Tanpa pesan ini upacara keagamaan ini menjadi batal.

Taqwa adalah kata paling paling sentral bagi seluruh pesan-pesan Islam. Secara literal ia berarti pengendalian atau menjaga diri. Para ulama sepakat menyebut taqwa sebagai jami kulli khair, yang menghimpun segala kebaikan dan kesalehan baik personal maupun kolektif. Para khatib Jumat biasanya menyampaikan bahwa taqwa adalah melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Atau dengan kata lain yang juga populer: amar maruf nahi munkar.

Tetapi pernyataan ini tentu saja sangat umum. Apa saja bentuk tindakan yang dipandang baik yang harus diikuti, dan apa yang dianggap buruk yang harus dijauhi. Elaborasi mengenai tindakan-tindakan taqwa, kriteria-kriteria atau sifat-sifat orang yang bertaqwa secara lebih detail disebutkan dalam banyak ayat yang lain. Antara lain dalam Q.S. [2]:177). Ayat ini mengandung tiga hal besar: kepercayaan personal atau aqidah, ibadah personal (ibadah) dan komitmen kemanusiaan (masalahah ammah). Maka khutbah diarahkan, pertama, untuk memperkuat dan meneguhkan komitmen keagamaan, terutama dalam kaitannya dengan keyakinan/kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keyakinan adanya kehidupan sesudah mati. Kedua untuk memperbaiki cara menyembah kepada-Nya sebagai pengakuan formal atas keyakinan tersebut. Atau dalam bahasa yang lebih populer memperbaiki dan meningkatkan ibadah kepada Tuhan. Ketiga, menyerukan kepada masyarakat Muslim untuk melakukan kerja-kerja social-kemanusiaan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Dua yang pertama bersifat personal dan menjadi basis bagi yang ketiga.

Pesan-pesan moral kemanusiaan Islam terungkap pada banyak sekali teks suci Al-Qur’an. Antara lain :

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Hendaklah kalian saling bekerjasama dalam menegakkan "al-Birr" (kebaikan sosial kemanusiaan/universal) dan jangan bekerjasama dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah adalah bersaudara. Maka berdamai lah kalian. Bertakwalah kalian. Allah akan menyayangimu".

Dari hadits Nabi juga banyak sekali. Antara lain, Nabi menginformasikan kepada kita bahwa mendamaikan konflik antar manusia memiliki nilai lebih utama ketimbang shalat, puasa atau zakat. Karena kerusakan yang ditimbulkan oleh konflik tersebut adalah kebinasaan agama". (Al-Jami’ al-Shaghir, I/197).

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Allah menolong hamba-Nya yang menolong temannya."

"Satu hari seorang pemimpin bertindak adil terhadap rakyatnya adalah lebih utama daripada orang yang beribadah selama 60 tahun".(Al-Maqashid al Hasanah, hlm. 334). Dan Jihad yang paling utama adalah menyampaikan pesan kebenaran kepada pemerintah yang zalim (Al-Jami al Shaghir, I/81).

Sejarah kehidupan kaum Muslimin generasi awal memperlihatkan kepada kita bahwa mereka tidak pernah mendikotomisasi ibadah individual dan ibadah sosial. Pada dini hari yang tenang kaum Muslimin generasi awal (as-salafus shalih) khusyuk dalam sujud, dalam doa memohon ampunan Tuhan, membaca dan mentadabburi (memikirkan dan merenungkan makna-makna Al-Qur’an, sementara pada siang harinya mereka memacu kudanya, mencari air dan rumput, berjuang, menanam kurma dan kerja-kerja sosial kemanusiaan. Seluruh kerja dan perjuangan untuk mewujudkan tatanan sosial yang adil dan menegakkan martabat kemanusiaan adalah ibadah (pengabdian kepada Tuhan) yang tidak kurang pahalanya dari ibadah individual/personal.

Penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon, Jawa Barat

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Makam, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bandung mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh Mapolres Indramayu kepada para aktivis PMII Kabupaten Indramayu.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PC PMII Kabupaten Bandung, Dhamiry Al Ghazaly saat melakukan orasi dalam aksisolidaritas di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta Bandung. Rabu (28/8).

PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandung Kutuk Kekerasan Terhadap Aktivis Indramayu

Menurut Dhamir, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Mapolres Indramayu terhadap aktifis PMII tersebut sudah termasuk kriminal dan segala kriminalitas tak dibenarkan oleh hukum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Yang dilakukan aparat kepolisian Indramayu sudah termasuk tindakan kriminal!” tegas Damir.

Oleh karena itu, sambung Dhamir, PC PMII Kabupaten Bandung menyerukan empat tuntutan, pertama, menolak dengan tegas pembangunan waduk Bubur Gadung yang ada di Indramayu dan biarkan masyarakat menggarapnya. Kedua, sebagai aksi solidaritas, PMII Kabupaten Bandung menuntut segera bebaskan para petani dan kader PMII yang ditahan. Ketiga, mengusut tuntas tindakan kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian dalam aksi yang dilakukan aktifis PMII Indtamayu. Keempat, mendesak Kapolda Jawa Barat untuk mencopot Kapolres Indramayu dan menangkap para preman yang terlibat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dhamir pun mengancam, jika Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat tidak segera membebaskan petani dan Kader PMII Indramayu yang di tahan, PC PMII Kabupaten Bandung akan melakukan aksi besar-besarandan mengepung kantor Polda Jawa Barat.

“Jika tidak ada respon terhadap tuntutan ini, PC PMII Kabupaten Bandung akan mengerahkan massa besar-besaran,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Ahad (25/8) kemarin, sedikitnya 500 massa dari PMII Indramayu datang melakukan aksi bersama massa dari Serikat Tani Indramayu (STI) ke daerah proyek Waduk Bubur Gadung di Desa Loyang Kecamatan Trisi, Kabupaten Indramayu, namun aksi ini tak berlangsung lama karena ratusan massa tersebut dipukul mundur oleh aparat kepolisian, beberapa orangbahkan dipukuli dan ditangkap oleh aparat dari Polres Indramayu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Bakti Habibie

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 28 Desember 2017

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak bisa dipungkiri, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah banyak mencetak generasi yang justru mampu merawat tradisi masyarakat lokal. Tak hanya itu, para lulusan lembaga pendidikan Islam klasik tersebut juga telah melahirkan banyak pejuang kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang menginisiasi masyarakat untuk mendirikan madrasah formal sebagai tindak lanjut pendidikan di pesantren.

Masyarakat di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah misalnya. Diadvokasi oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU setempat, masyarakat di desa tersebut berhasil mendirikan madrasah pertama di pesisir pantai utara Kecamatan Losari pada tahun 1975 dengan nama Madrasah Ibtidaiyah Al-Islamiyah Prapag Kidul, Losari. Selama 40 tahun, madrasah ini dipercaya oleh masyarakat di empat desa, yakni Desa Prapag Kidul, Prapag Lor, Karang Dempel, dan Limbangan untuk mengisi pendidikan agama kepada anak-anak di pesisir pantai utara.

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak banyak juga yang mengetahui, bahwa MI Al-Islamiyah Prapag Kidul ini merupakan salah satu madrasah tertua di Kecamatan Losari. Meskipun di Desa Prapag Kidul saat ini terdapat 3 Sekolah Dasar (SD), masyarakat lebih memilih madrasah ini untuk pendidikan anak-anaknya karena sudah dipercaya masyarakat selama puluhan tahun.

“Madrasah ini terus berusaha mengembangkan diri dari berbagai aspek dan keterampilan pendidikan untuk memenuhi aspirasi masyarakat juga, karena MI ini lahir dari masyarakat,” ujar Kepala MI Al-Islamiyah Prapag Kidul Losari, Burhanuddin, SPdI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap tahun, MI Al-Islamiyah Prapag Kidul selalu dipenuhi dengan pendaftar. Sehingga terkadang harus menolak calon siswa baru. Untuk menyikapi persoalan ini, MI Al-Islamiyah terus berusaha mengembangkan sarana dan prasarana berupa penambahan ruang belajar siswa. Perkembangan pesat ini bisa dikatakan dimulai sejak tahun 1995. Terhitung sejak tahun tersebut, MI Al-Islamiyah telah memperluas lahan untuk dibangun ruang kelas baru.

Perkembangan sarana dan prasarana itulah yang bisa dikatakan, bahwa MI Al-Islamiyah lebih maju dibanding 3 sekolah umum setingkatnya di Desa Prapag Kidul. Jadi, jika di SD ruang kelas 1 hanya ada 1 kelas, di MI Al-Islamiyah telah menyediakan 2 kelas. Hingga 2015 sekarang, perkembangan madrasah yang menjadi primadona warga pesisir ini cukup representatif dalam memajukan pendidikan Islam di tengah masyarakat.

Iklim pengajaran berbasis lingkungan

Sarana yang semakin banyak membuat masyarakat juga tak perlu khawatir untuk memasukkan anaknya ke MI Al-Islamiyah Prapag Kidul. Kini, madrasah sedang mengembangkan lingkungan yang ramah anak untuk proses pengembangan pendidikannya. Lingkungan yang memadai menjadi salah satu perhatian utama madrasah untuk mewujudkan iklim pengajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan lingkungan yang memadai, MI Al-Islamiyah memanfaatkan keragaman lingkungan seperti membuat taman dengan berbagai penghijauan. Selain itu, madrasah juga memanfaatkan lingkungan sekitar yang masih asri untuk sarana outdoor learning para siswanya dalam memahami keanekaragaman hayati. Khususnya karakter daerah pesisir pantai dengan khazanah historis yang melingkupinya. Untuk menunjang hal tersebut, madrasah juga menggunakan instrumen tradisi masyarakat lokal dalam rangka pemahaman budaya berbasis lingkungan, seperti sedekah bumi dan sedekah laut.

Sedekah bumi memiliki nilai-nilai luhur yang memberi pesan kepada peserta didik, bahwa bumi yang kaya harus dikelola dengan baik dan benar. Dari bumilah tumbuh berbagai macam tanaman, baik yang masyarakat tanam atau yang tumbuh secara alami di pekarangan atau kebun. Dari tradisi ini, peserta didik juga diajarkan untuk selalu bersyukur atas apa yang dianugerahkan Tuhan dalam bentuk tanaman atau pepohonan yang menghasilkan bahan makanan sehari-hari. Hal tersebut menjadi media belajar siswa, bahwa menanam, menjaga, dan memelihara tumbuhan menjadi kewajiban manusia agar bumi selalu subur.

Demikian pula dengan tradisi sedekah laut, peserta didik juga dikenalkan dengan konsep pelestarian alam berbasis laut. Sehingga turut menjaga keanekaragaman laut untuk kehidupan di masa mendatang. Berangkat dari tradisi sedekah laut juga, para siswa diberikan pelajaran, bahwa mensyukuri anugerah Tuhan atas kekayaan melimpah di laut perlu dijaga, dilestarikan, dan disyukuri. 

Nilai-nilai pendidikan berbasis lingkungan tersebut sejalan dengan ajaran agama, ‘Kerusakan di laut dan di bumi merupakan ulah tangan para manusia.’ Sehingga generasi muda sebagai modal pembangunan perlu diberikan kesadaran sejak dini untuk melesatarikan lingkungan, baik di bumi maupun laut. Hal inilah yang mendorong MI Al-Islamiyah untuk mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan. Apalagi sekarang, di tepi pantai, daratan semakin tergerus oleh laut yang berpotensi menggerus pemukiman sehingga masyarakat sudah harus sadar mengisi pesisir dengan penanaman pepohonan seperti mangrove.

Selain outdoor learning sebagai basis pengajaran, MI Al-Islamiyah juga mengembangkan keterampilan siswa dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Madrasah ini menerapkan sistem ngaji bareng hingga shalat berjamaah sebagai ekstrakurikuler agama. Selain itu, kecerdasan psikomotorik juga dikembangkan oleh MI Al-Islamiyah melalui berbagai kegiatan olahraga, seperti ekstrakurikuler bola voli. Selain itu, medan daerah pesisir juga sangat cocok untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dilakukan oleh gerakan pramuka MI Al-Islamiyah.

Saat ini, MI Al-Islamiyah dikelola oleh Yayasan Al-Islah Prapag Kidul, Losari, Brebes. Madrasah ini juga salah satu madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebab itu, pola pengajaran paham keagamaan mengacu pada prinsip Aswaja NU yang konsisten dengan prinsip dan paham Islam yang ramah dan toleran. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tasyakur hari lahir (harlah) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang digelar di Gedung PBNU lantai 8, Jumat, (24/2) diwarnai dengan pemotong tumpeng.

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi

Seusai acara sambutan dan arahan dari alumni berakhir, Resepsi Hari Lahir ke-63 IPNU dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Asep didampingi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Ubaedillah Sadewa dan Wakil Sekretaris PWNU Yogyakarta Masyhuri memotong tumpeng. Potongan demi potongan tumpeng pun dibagikan kepada rekan-rekan alumni IPNU.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Asep Irfan Mujahid berharap agar IPNU selalu istiqomah dalam menjalankan roda organisasi, merealisasikan amanat yang dimandatkan kepada IPNU sesuai sektor garapannya, yakni pelajar dan santri.

“Mohon doanya dari rekan-rekan senior, para kader, dan seluruh yang hadir di sini, semoga kami selalu diberikan keistiqomahan, kami senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran dalam menunaikan amanat organisasi yang dimandatkan kepada IPNU,” harap Asep.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ada peristiwa menarik pada acara tersebut. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) membawa kue bolu yang di atasnya menyala api lilin angka 63.

Pria asal Ciamis itu terlihat kesusahan mematikan nyala api lilin itu. Ia berulang kali mengembuskan tiupannya. Namun api itu tetap hidup, seperti semangat rekan-rekan IPNU yang masih setia sampai akhir acara, meski sudah mendekati tengah malam. (Syakir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock