Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim

Pati, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah menggelar acara buka puasa bersama anak-anak yatim di gedung PCNU Pati Jl. Dr. Susanto No.4 Pati, Sabtu (3/8) kemarin.

Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim

Acara buka puasa sekaligus pemberian santunan kepada 100 anak yatim dhuafa’ dihadiri jajaran Pengurus NU Kabupaten Pati, MWC NU Se- Kabupaten Pati, Bupati Pati, DPRD Pati, PP LAZISNU dan puluhan tamu undangan berlangsung cukup khidmat.

Direktur LAZISNU Kabupaten Pati Nur Kholiq mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan perdana LAZISNU di bulan suci Ramadhan. Harapannya lazisnu pati kedepan lebih berkembang dan banyak melaksanakan program-program nyata yang memasyarakat. Sehingga dapat bertanggung jawab atas tugasnya dan dipercaya dalam mensejahterakan umat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekretaris Pengurus Pusat LAZISNU Muh. Zuhdi dalam sambutannya mengatakan, meskipun sebagai lembaga baru, LAZISNU Pati sudah terlihat melakukan tugas utama di bidang penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah sekaligus menyalurkan kepada mereka yang berhak (mustahiq) dalam bentuk program NU Care berupa program tanggap darurat untuk kemanusiaan dan NU Smart berupa layanan beasiswa bagi para siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu.

Kegiatan santunan anak yatim yang digelar LAZISNU Pati merupakan bagian dari kegiatan LAZISNU Pusat yang menyantuni tidak kurang dari 5000 anak yatim di seluruh Indonesia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bupati Pati, H. Hariyanto yang hadir dalam acara santunan anak yatim mengatakan, selamat atas diadakannya kegiatan santunan yang digelar LAZISNU Pati. Dikatakan, pihaknya akan memberikan dukungan penuh supaya ke depan masyarakat yang menititipkan melalui LAZISNU Pati akan terus bertambah.

“Kedepan harus lebih memasyarakat, sering silaturrAhim pada masyarakat supaya semua mengenal dan akhirnya mengetahui keberadaan LAZISNU Pati. Dan saya siap bekerjasama untuk pengembangan lazisnu Pati,” tambah Ketua DPRD Pati, Sunarwi. ? ?

Wajah-wajah ceria dari anak anak yatim begitu nampak, usai jajaran Pengurus NU Kabupaten Pati dan LAZISNU menyerahkan santunan dan bingkisan untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Acara dilanjutkan buka bersama.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Mubarok

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

ATM NU Bantu Transaksi Keuangan di Perhelatan Perwimanas II

Magelang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Bertepatan dengan pelaksanaan Perwimanas II di Lapangan Latihan Tembak Akmil, Desa Salaman, Magelang, Jawa Tengah 18-23 September 2017, ALTO sebagai penyelenggara jejaring ATM bekerja sama dengan ATMi dan PBNU menempatkan ATM NU sebagai salah satu fasilitas pendukung selama kegiatan tersebut.?

“ATM NU adalah ATM yang dapat dipergunakan oleh semua kartu ATM Bank di seluruh Indonesia secara online,” ujar Ketua PP LP Ma’arif NU, H Zainal Arifin Junaidi, Kamis (21/9).

ATM NU Bantu Transaksi Keuangan di Perhelatan Perwimanas II (Sumber Gambar : Nu Online)
ATM NU Bantu Transaksi Keuangan di Perhelatan Perwimanas II (Sumber Gambar : Nu Online)

ATM NU Bantu Transaksi Keuangan di Perhelatan Perwimanas II

Latar belakang ATM NU

NU sebagai salah satu organisasi Islam tertua dan memiliki basis pendukung terbanyak di Indonesia sangat perduli dengan pendidikan umat sehingga banyak lembaga pendidikan yang dimiliki oleh NU tersebar dan melingkupi dari pendidikan dasar sampai menengah atas.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lokasi madrasah atau sekolah yang cukup jauh dari jangkauan ATM untuk santri dan majelis NU untuk melakukan transaksi menjadi alasan untuk pengadaan ATM NU.?

Terdapat lebih dari 16 ribu sekolah serta 32 ribu madrasah NU yang tersebar diseluruh Indonesia yang akan menjadi potensi sebaran ATM NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada kegiatan Perwimanas 2 yang diadakan di Magelang ALTO dan ATMi akan menempatkan 2 buah ATM di lokasi kegiatan.?

ALTO dan ATMi juga akan menempatkan giant banner sebagai branding ATM dengan merk NCR yang memiliki technologi layar sentuh dan dilengkapi dengan topper LCD 43 inch yang akan menampilkan informasi sekitar ATM NU.?

Design booth dan wrapping menggunakan nuansa dan logo NU, sehingga mencirikan Nahdlatul Ulama.

Diharapkan hadirya ATM tersebut dapat mempermudah peserta untuk melakukan kegiatan perbankan ? seperti tarik tunai, transfer serta cek saldo.?

Selain itu hadirnya ATM NU di Perwimanas 2 di Magelang akan memberikan keuntungan lebih bagi peserta untuk mempermudah melakukan proses registrasi selama kegiatan berlangsung. (Tri Wahyu/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Dapat Dana Desa, Mensos Imbau Warga Tak Lakukan Urbanisasi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat di desa agar tidak ke kota (urbanisasi) pascalebaran karena saat ini pembangunan juga sudah mulai digiatkan di desa-desa terlebih lagi dengan adanya dana desa dari pemerintah.

"Hari ini sesungguhnya sentra-sentra ekonomi produktif sudah bisa dibangun di desa-desa," kata Mensos di sela-sela halal bi halal dengan keluarga besar Kementerian Sosial di Jakarta, Rabu.

Dapat Dana Desa, Mensos Imbau Warga Tak Lakukan Urbanisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Dana Desa, Mensos Imbau Warga Tak Lakukan Urbanisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Dana Desa, Mensos Imbau Warga Tak Lakukan Urbanisasi

Terlebih lagi, menurut Mensos dengan adanya dana desa dari pemerintah pusat bisa menjadi daya tarik untuk mereka membangun daerahnya.?

Setelah lebaran biasanya semakin banyak masyarakat desa yang pindah ke kota-kota besar karena daya tarik ekonomi dan harapan memperoleh kesejahteraan.?

Namun tidak semua warga melakukan urbanisasi memiliki keahlian yang dibutuhkan dunia kerja, karena itu saat mereka di kota tanpa pekerjaan yang layak akan menimbulkan masalah sosial seperti pengangguran, gelandangan, pengemis dan lainnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ditambah masalah kepadatan penduduk di kota-kota besar yang juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan perumahan, pangan sampai terjadi kemacetan.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini memang sudah tahunan. Dorongan mereka untuk keluar dari desanya adalah untuk menggapai kebahagiaan dan kesejahteraan yang lebih baik," ujar Khofifah.?

Di samping itu, daya tarik kota-kota besar seperti Jakarta begitu luar biasa, dimana menurut Khofifah 80 persen uang beredar di ibukota.

"Mereka yang punya skill silahkan berjuang di ibukota. Yang belum punya kemampuan ikuti pelatihan keterampilan untuk bersaing untuk mendapatkan kesejahteraan," tambah dia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan, agama Islam adalah agama yang mulia dan santun. Oleh karena itu, cara membelanya pun harus dengan cara yang mulia dan santun.

Hal tersebut dikatakannya saat mengisi “Istighotsah untuk Jakarta Damai” di halaman gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (7/4) malam.

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia

“Nahdlatul Ulama menerima dua amanat yaitu amanat diniyah (agama) dan amanat wathaniyah (kebangsaan). Agama Islam agama yang benar, dakwah untuk mengajak umat dengan cara yang benar. Islam agama yang sempurna, maka lakukan dakwah dengan cara sempurna. Islam agama yang mulia, lakukan dakwah dengan cara mulia,” urai Kiai Said.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menyatakan ibarat bus yang bagus, cara calo yang ingin mencari penumpang pun harus baik. “Ayo naik bus saya, ada full AC, snack, supirnya bagus,” kata Kiai Said.

Bukan sebaliknya, mengenalkan bus yang bagus tetapi dengan cara yang buruk dan penuh ancaman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ayo ikut ke sana. Kalau nggak mau saya bakar, saya gebukin. Kira-kira orang senang dan mau naik bus enggak? Jadi calo kok ngancam, ya orang malah nggak jadi naik bus itu,” kata Kiai Said.

Demikian juga dengan Islam. Walau Islam agama yang baik, bila cara mengajak orang mengamalkan Islam dengan cara yang jelek, kasar, congkak sombong, maka maka orang akan muak dan benci.

Cara yang santun dan lembut dalam mengenalkan Islam, kata Kiai Said, sesungguhnya telah dicontohkan oleh Rasullullah Muhammad SAW. Ketika memimpin masyarakat Yastrib, penduduknya ada yang Muslim dan non-Muslim; ada pribumi asli, ada pendatang.

“Tetapi Rasul memberlakukan mereka dengan cara yang sama di mata hukum, pelayanan fasilitas, hak dan kewajiban. Enggak pandang bulu sukunya apa, warna kulit, bahasa, budaya tradisi, partai, dan pilihan gubernurnya,” tambah Kiai Said.

Dalam menyambut pemilihan gubernur DKI Jakarta putaran kedua, Kiai Said mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing permusuhan walaupun pilihan mereka berbeda.

“Silakan beda pilihan. Yang senang Ahok pilih Ahok. Yang senang Anies pilih Anies. Yang nggak seneng pilih yang lain, nggak usah demo,” tegas Kiai Said.

Ia berharap dalam pemilihan gubernur putaran kedua, masyarakat Jakarta tetap damai, solid, akur, rukun dan damai. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Nahdlatul, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 20 Januari 2018

Masyarakat Sebetulnya Tahu Money Politik itu Dilarang

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus Kisbiyanto berpendapat, maraknya praktek politik uang pada Pemilu kali ini, menandakan rakyat merasa belum sejahtera. Akibat mental rakyat yang masih merasa miskin itu, uang politik dari caleg masih sangat dibutuhkan.

Menurut Kisbiyanto, Praktek money politik (politik uang) sudah jelas dilarang oleh hukum agama dan hukum negara karena tergolong sebagai suap atau sogokan.

Masyarakat Sebetulnya Tahu Money Politik itu Dilarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Sebetulnya Tahu Money Politik itu Dilarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Sebetulnya Tahu Money Politik itu Dilarang

"Sebetulnya, rakyat itu sudah tahu itu larangan. Tetapi karena mereka masih miskin (belum sejahtera) maupun mental mereka masih merasa miskin (meski sudah cukup sejahtera), uang Rp 5.000 - 20.000,- masih mau menerima," ujarnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Kudus, Rabu (9/4).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kisbiyanto menyatakan menghilangkan politik uang tidak hanya dengan bicara praktek tersebut haram. Para pemimpin bangsa seperti pemerintah, DPR dan tokoh masyarakat harus bisa mensejahterakan dan memakmurkan rakyat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Jika org sudah tercukupi secara fisik dan mental, pasti money politic akan hilang, sbagaiamana di negara-negara maju yg sejahtera dan bermartabat."kata Dosen STAIN Kudus ini.

Bila pemimpin tidak mampu, kata Kisbiyanto, sama dengan merencanakan kegagalan dalam memberantas politik uang. Artinya, pemimpin tidak hanya sekedar jujur dan adil melainkan harus mampu mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya.

"Jadi kita harus memastikan wakil rakyat kita adalah orang yang jujur, adil dan berkomitmen pada kesejahteran dan kemakmuran masyarakat,"imbuh mantan aktivis PMII Kudus ini.

Ke depan, harap Kisbiyanto, rakyat harus memiliki nilai tawar yang kuat sehingga orang lain sungkan memberikan sogokan uang untuk menentukan pemimpin. Apalagi, ada adagium "suara rakyat adalah suara Tuhan" harus menjadi kekuatan menghindari tawaran uang.

"Disamping itu, rakyat harus kaya baik secara fisik maupun kaya secara mental.Bila sudah kaya kita tidak butuh uang sogokan,"tandasnya.

Kisbiyanto mengharap hasil pemilu 2014 ini bisa melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.(Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa

Pada suatu waktu di bulan Ramadhan, Sayyidina Umar bin Khattab tak tahan untuk tidak mencium istrinya. Sesaat Umar ingat bahwa ini bulan Ramadan, maka hebohlah Umar dan bergegas menemui Nabi SAW dan melaporkan kepada Nabi, "Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa".

Rasulullah kalem menanggapi Umar, beliau SAW balik bertanya, "Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?" Umar menjawab, "Seperti itu tidak mengapa." Kemudian Rasulullah bersabda, "Lalu apa masalahnya?" (HR Ahmad)

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa

Saya terpesona membaca riwayat ini. Rasulullah menjawab dengan sekaligus mengajarkan logika. Mencium dianalogikan dengan kumur-kumur. Artinya, tidak sampai meminum air kan? Mencium tidak sama dengan menggauli isteri. Nabi bisa saja menjawab dengan mengatakan, "Tidak apa-apa" secara tegas. Tapi tidak! Kakek Hasan dan Husain ini memilih memberi jawaban dengan logika.

Kelak madzhab Umar yang sering bertumpu pada rayu (pertimbangan akal, red) mempengaruhi pandangan para ulama di Kufah (Iraq), termasuk Imam Abu Hanifah. Jadi, menggunakan rayu bukanlah sesuatu yang tercela. Bahkan Rasul sendiri yang mengajarkannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedudukan Umar di sisi Rasul memang istimewa. Dalam riwayat Bukhari-Muslim diceritakan mimpi Rasulullah sebagai berikut: "Ketika tidur, aku bermimpi bahwasanya aku diberi segelas susu. Setelah itu, aku pun langsung meminum sebagian susu tersebut, hingga aku merasakan kesegaran sampai ke ujung kuku. Kemudian aku berikan sisa susu tersebut kepada Umar bin Khattab." Para sahabat bertanya, "Ya Rasul, apa arti mimpi tersebut?" Rasulullah menjawab, "Ilmu".

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

?Nadirsyah Hosen?, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Nahdlatul, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 07 Januari 2018

Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme

Mataram, Rohis Tegal - Rohani Islam - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian di Mataram, Kamis (3/8). Kegiatan ini diadakan untuk menstimulasi kelompok perempuan memiliki kepekaan terhadap ancaman terorisme di lingkungannya.

Kepala Badan Kesbangpol NTB Lalu Muhammad Syafii dalam sambutan pembukaan kegiatan mengatakan, kelompok perempuan sengaja dipilih sebagai peserta karena posisinya yang memiliki aktivitas lebih tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme

"Ibu-ibu ketika melihat ada aktifitas mencurigakan di sekitar rumah, segera laporkan ke Babinsa, laporkan ke Babinkamtibmas, laporkan ke Linmas," kata Syafii.

Beberapa tanda ancaman terorisme yang harus diwaspadai, lanjut Syafii, antara lain aktivitas kelompok yang? cenderung tertutup dan penyebarluasan ajaran Islam yang menjurus ke ideologi radikal terorisme.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT Andi Intang Dulung turut menyampaikan dorongan yang sama. Peran serta masyarakat, termasuk kelompok perempuan, merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan terorisme.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"BNPT tidak bisa sendirian melakukan pencegahan terorisme. Keterlibatan masyarakat, tidak terkecuali ibu-ibu di sini sangat kami harapkan," kata Andi Intang.

Memiliki kepekaan terhadap ancaman terorisme, lanjut Andi Intang, penting dimiliki oleh kelompok perempuan tidak hanya untuk turut serta dalam pencegahan. Disebutkannya, perempuan juga memiliki kerentanan terpapar ideologi radikal terorisme. "Sudah banyak kasus keterlibatan perempuan dalam jaringan terorisme. Kenali ciri-ciri terorisme bisa menghindarkan ibu-ibu dari jaringan mereka," urainya.

Akan tetapi Andi Intang juga menyampaikan permohonan maaf karena jumlah perempuan yang bisa dijadikan peserta dalam kegiatan tersebut sangat terbatas.

"Harapan kami ibu-ibu yang hadir sekarang bisa membagikan apa yang diterima di sini ke tetangga, ke komunitas dan ke kelompok-kelompok lainnya. Semakin banyak ibu-ibu yang bisa bersikap waspada, akan menghambat penyebarluasan ideologi radikal terorisme," pungkas Andi Intang.

Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian merupakan salah satu metode yang dijalankan dari kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Workshop BNPT Video Festival,? sebuah pelatihan pembuatan video bagi pelajar peserta kegiatan lomba video pendek BNPT. Kegiatan ini sudah dan akan diselenggarakan di 32 provinsi se-Indonesia. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 04 Januari 2018

400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk

Nganjuk, Rohis Tegal - Rohani Islam. Panitia Program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur akan mengelar seleksi ? tes tulis masuk kegiatan pesantren kilat bagi pelajar yang baru lulus pendidikan tingkat SMA/SMK/MA di Kampus IAI Pangeran Diponegoro, Nganjuk.

Atourrohman Syahroni, selaku manager Sanlat BPUN Nganjuk mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan mulai Ahad (10/4) di Aula Kampus Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk.

"Kegiatan ini akan diikuti 400 peserta yang berada dari wilayah Nganjuk,Jombang dan Kediri", ujarnya.

400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)
400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)

400 Peserta Bersaing Masuk Sanlat BPUN Nganjuk

Dari 400 peserta tersebut, lanjut? Atourrohman? ? akan diambil 100 terbaik untuk mengikuti pesantren kilat bimbingan belajar masuk penguruan tinggi? negeri. Keseratus peserta Sanlat akan menjalani masa pemondokan selama satu bulan dan menerima pembekalan, baik materi akademik maupun non-akademik.Peserta Sanlat juga akan digembleng dengan materi tentang NU dan Ahlussunnah wal Jamaah. Sedangkan, pembekalan akademik diorientasikan pada materi untuk menyongsong pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. "Salah satu targetnya, para santri Sanlat bisa lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri,"katanya.

Pemondokan Pesantren Kilat akan dilaksanakan di Ponpes Mabaul Adzim Bagbogo Desa Warungjayeng Kecamatan Tanjunganom Kabuapten Nganjuk.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Santri sanlat akan di Gemblengan, berharap nanti akan ? bisa membantu para santri untuk menjadi tenaga profesional yang memiliki ikatan dengan Nahdlatul Ulama. "Ini untuk memenuhi kebutuhan kader NU yang profesional dari berbagai disiplin ilmu," ujar PNS Kemenag Nganjuk ini.

Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 merupakan program yang diselengarakan oleh Yayasan Mata Air Nganjuk bersama Pimpinan Cabang Fatayat NU, Muslimat NU, dan Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Kabupaten Nganjuk. (Anwar Muhamad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Nahdlatul, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 01 Januari 2018

Habib Luthfi: Nabi itu Laut, Kita Sungai-Sungainya

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ra’is ‘am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menjelaskan, kemuliaan Nabi Muhammad SAW seperti laut sedangkan umatnya adalah sungai-sungainya. 

“Kita membutuhkan laut untuk mengalirkan hasrat keimanan dan kecintaan kita ke laut Nabi, agar mendapat syafaatnya. Kadarnya, tergantung besar kecilnya sungai hati kita dan yang bisa mengukur besar kecilnya adalah kita sendiri.” 

Habib Luthfi: Nabi itu Laut, Kita Sungai-Sungainya (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Nabi itu Laut, Kita Sungai-Sungainya (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Nabi itu Laut, Kita Sungai-Sungainya

“Kita bersholawat kepada Nabi SAW adalah seperti sungai mengalirkan air ke laut, mengharap safaatnya,” tutur Habib Luthfi saat mengisi mauidlotul khasanah peringatan Maulid Nabi Masjid Al Munawaroh dan Khaul Kiai Anwar bin Kiai Munawar di Kaligangsa Kulon, Kec Brebes Rabu malam (21/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sholawat, lanjutnya, itu sebagai alat untuk membuat besar kecilnya sungai. Kalau memakai peralatannya sekadar cangkul maka sungai yang dihasilkan kecil. Tapi kalau kita menggunakannya dengan alat besar seperti traktor tentu akan terbentuk sungai besar. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tak perlu ragu, sebab dengan makin besar alat atau sholawat, maka akan besar pula sungai yang dibuat. 

“Jangan takut akan besar kecilnya rejeki, kalau kita memiliki sungai yang besar tentu di dalam sungai itu ada berbagai kandungan mineral rejeki,” paparnya.

Termasuk diciptakannya seisi bumi dan alam sekitarnya, diciptakan Allah SWT untuk membuktikan kalau Nabi Muhammad SAW sangat mulia. Karena seluruhnya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. 

“Sangat aneh, kalau kemudian ada sekelompok orang mengharam-haramkan peringatan Maulid Nabi,” ujarnya tak habis pikir.

Ditanyakan Habib, pantaskah masuk surga kalau frekuensi ibadah berupa sholat sangat sedikit? Bila diasumsikan umur mencapai 60 tahun, maka sholat yang dijalankan sholat hanya 270 hari.  Dalam sehari, paling banter sholat 5 menit bila dikalikan 5 maka ada 25 menit dalam sehari. 

“Untuk 1 tahun kita hanya 6 hari saja,” kata Habib. 

Akibat minimnya ibadah, maka hanya satu harapan untuk memperoleh dispensasi nilai ibadah berupa safaat dari Nabi Muhammad SAW. 

Sementara Pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes KH Subekhan Makmun menegaskan untuk menolak orang-orang yang mau membuat keonaran di bumi Indonesia. wajib melindungi orang-orang maksum, bahkan orang-orang kafirpun dilindungi sepanjang tidak berbuat dzolim. 

Rais Syuriyah PCNU Brebes KH Aminudin Afif menandaskan pentingnya menjaga keamanan dan keimanan yang seimbang. Dia berseloroh kalau ingin aman ya ikut NU. 

“Amanu, Aman ya ikut NU,” tuturnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan terima kasih atas kerja sama semua pihak dalam penyelenggaraan syiar Islam. Adanya persatuan dan kesatuan antara TNI, Polri, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Warga menjadikan kehidupan beragama makin kokoh. 

“Mari kuat eratkan sendi-sendi kehidupan beragama kita,”  ajak Bupati.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Pertandingan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 27 Desember 2017

Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Idarah Wustha 9Pimpinan Wilayah) Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah an-Nahdliyyah (Jatman) DKI Jakarta selama dua hari (18/6 - 19/6) menyelenggarakan Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi 1437H. Kegiatan yang dihelat di Zawiyah Tarekat Idrisiyyah, Masjid Al Fattah Jl. Batu Tulis XIV No. 5, Juanda III Jakarta Pusat ini diikuti 80 peserta dari berbagai tarekat yang berhimpun di Jatman.

Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi

Acara dimulai Sabtu (18/6) dengan shalat zhuhur berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh Ustadz Asep Saefuloh dari Tarekat Idrisiyyah. ?

"Alhamdulillah pada Ramadhan ini kita dapat menyelenggarakan riyadlah ulama sufi dengan tema ‘Menggapai Ilahi dengan Metode Thariqah’. Insyaallah Jatman akan terus mengadakan kegiatan untuk memperkuat kehadiran tarekat di masyarakat," papar Katib Jatman DKI Jakarta KH Ahmad Hidayat saat membuka acara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada sesi pertama, Ustadz Abdul Latif dari Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) Suryalaya menyampaikan materi tentang Al-Quran. Penulis buku HATAM (Hafal Tanpa Menghafalkan) ini mengingatkan bahwa sufi sangat akrab dengan Al-Quran. "Mumpung Ramadhan, kita buat kebiasaan lebih akrab dengan Al-Quran agar lepas Ramadhan kebiasaan baru ini dapat terus berlanjut," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selanjutnya, Kepala Humas Kementerian Pemuda dan Olahraga H Amar Ahmad yang hadir dalam kesempatan itu menjelaskan program kepemudaan yang sedang dijalankan. "Banyak peluang kegiatan yang dapat dilakukan oleh para pemuda, khususnya pemuda pengamal tarekat. Negeri ini butuh pemuda-pemudi yang kuat tauhidnya untuk melakukan perubahan," ungkapnya mewakili Menpora yang berhalangan hadir.

Lepas shalat Tarawih, materi disampaikan oleh KH Maman Imanul Haq, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka. Ia sangat mengapresiasi kegiatan Jatman. "Dakwah sufistik diterima oleh semua kalangan. Saya banyak keliling luar negeri dan mendapati corak dakwah yang tepat adalah metode tasawuf," tegas anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Hari kedua (19/6), selepas shubuh setelah dzikir dan shalawat, kajian disampaikan oleh Mursyid Tarekat Idrisiyyah, Syaikh Muhammad Fathurahman. Ia memaparkan adab dan suluk dalam tarekat. Acara ditutup selepas shalat ashar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Hukum Puasa Hari Jumat

Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, Islam juga menganjurkan puasa sunah bagi umatnya. Berbeda dengan puasa wajib, puasa sunah ada yang ditentukan waktunya dan ada pula yang boleh dilakukan kapanpun selama tidak dilakukan di hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, hari Tasyriq, dan lain-lain.

Bagaimana dengan hari Jumat? Apakah boleh mengerjakan puasa pada hari tersebut atau tidak? Pasalnya, selain Idul Fitri dan Idul Adha, Allah SWT juga menjadikan hari Jumat sebagai hari spesial bagi umat Islam. Dalam hadits riwayat Ibnu Abbas dijelaskan, Rasulullah SAW berkata, “Ini (Jumat) adalah hari Id yang dijadikan Allah SWT untuk kaum Muslimin,” (HR Al-Thabarani).

Hukum Puasa Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Puasa Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Puasa Hari Jumat

Sebab itu, menurut sebagian ulama, puasa hari Jumat dimakruhkan karena hari tersebut dianggap sebagai hari raya. Kemakruhan puasa di hari Jumat ini berlaku bila sebelum atau sesudahnya tidak puasa. Pendapat ini merujuk pada hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Artinya, “Janganlah kalian puasa hari Jumat melainkan puasa sebelum atau sesudahnya,” (HR Al-Bukhari).

Sebetulnya ulama masih berbeda pendapat terkait kemakruhan puasa hari Jumat. Perbedaan ulama ini dijelaskan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashaishil Jum’ah. Dalam kitab ini, Imam An-Nawawi, sebagaimana dikutip As-Suyuthi, menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pendapat yang paling shahih menurut madzhab kami dan ini termasuk pendapat jumhur ulama bahwa puasa hari Jumat makruh kalau tidak puasa sebelum dan sesudahnya. Sebagian pendapat mengatakan tidak makruh kecuali bagi orang yang terhalang ibadahnya lantaran puasa dan tubuhnya lemah.”

Berdasarkan pendapat di atas, jumhur ulama mengatakan makruh puasa hari Jumat bila tidak dibarengi puasa hari Kamis atau hari Sabtu. Ada juga pendapat yang mengatakan puasa tidak makruh kecuali bagi orang yang fisiknya lemah dan dikhawatirkan puasa membuatnya malas ibadah.

Selain perbedaan dalil, perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hukum puasa hari Jumat disebabkan oleh perbedaan mereka dalam memahami larangan puasa hari Jumat.

Ada yang mengatakan puasa dimakruhkan pada hari itu karena hari raya; ada pula yang mengatakan puasa dimakruhkan karena hari Jum’at dianjurkan memperbanyak ibadah. Ini disamakan dengan wukuf di Arafah; ada juga yang mengatakan puasa dimakruhkan karena untuk berbeda dengan kaum Yahudi. Orang Yahudi puasa pada hari raya mereka, sementara umat Islam dianjurkan untuk tidak puasa pada hari raya. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Nahdlatul, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Menelusuri Jejak Peradaban Islam di Masjid Sintru

Karanganyar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejarah mencatat bahwa Islam di Indonesia selalu meninggalkan jejak-jejak kisah yang menarik untuk ditelusuri. Jejak-jejak itu menjadi bagian dari peradaban yang dibawa dan dibangun sebagai eksistensi bahwa Islam bukanlah agama terbelakang dan mampu beradaptasi dengan dimensi ruang dan waktu.

Seperti Masjid Al Huda atau Masjid Sintru yang berada di Dukuh Sintru Kulon, Dusun Kembang, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan. Dari penulusuran tim dari Rohis Tegal - Rohani Islam, belum lama ini, Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Sintru ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai peninggalan anak buah Pangeran Diponegoro yang bernama Hasan Tafsir. Sosok ini pula yang ikut menyebarluaskan ajaran Islam di wilayah Karanganyar timur.

Menelusuri Jejak Peradaban Islam  di Masjid Sintru (Sumber Gambar : Nu Online)
Menelusuri Jejak Peradaban Islam di Masjid Sintru (Sumber Gambar : Nu Online)

Menelusuri Jejak Peradaban Islam di Masjid Sintru

Bukti peninggalan sejarah tentang peradaban Islam di Masjid Sintru ini dikuatkan oleh kitab pustaka yang berisi pelajaran agama Islam dengan tulisan huruf arab dan terjemahan di bawahnya dengan bahasa jawa namun tetap dengan huruf arab. Kitab tersebut hingga kini masih tersimpan di dalam masjid meski kondisinya tak cukup terawat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun sayang, kitab pustaka yang ditinggalkan Hasan Tafsir itu kini sudah tak lagi dapat terbaca oleh masyarakat. Sebab, bahasa Jawa yang digunakan diyakini adalah bahasa Jawa pada zaman dulu, bukan bahasa Jawa yang saat ini dikenal. Apalagi kitab itu kini tersisa beberapa saja. “Kitab yang lainnya dulu dibawa ke Katerban dan Jogorogo di Ngawi, Jawa Timur. Dulu memang banyak dari sini yang nyantri di sana,” ungkapnya.

Kitab-kitab yang dibawa ke Ngawi itu mencapai dua karung. Alasannya pada waktu itu masyarakat setempat kurang peduli terhadap sejarah. Hingga kini hanya satu kitab saja yang tersimpan di Masjid Sintru.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelum akhirnya dinamai Masjid Al Huda, masjid ini juga sempat diberi nama At Taqwa. “Pergantian nama Al Huda karena pengaruh masa orde baru pada waktu itu,” tuturnya.

Sampai kini masjid Al Huda dipergunakan sebagai masjid induk di Dukuh Sintru. Setahun lalu, petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah pernah datang guna mengecek mengenai apakah memang ada kaitannya dengan sejarah atau tidak. Namun hanya berhenti di situ, kini belum terdengar lagi kabar dari BPCB Jateng seputar bukti sejarah Masjid Sintru.

“Kesaktian” Hasan Tafsir

Hasan Tafsir, tokoh yang dianggap sebagai pendakwah yang menetap di Dukuh Sintru sejak abad ke-19, itu mendapat tanah Perdikan dari Mangkunegaran. Konon, Hasan Tafsir yang merupakan anak buah Pangeran Diponegoro itu memiliki kemampuan lebih dari sekadar manusia biasa.

Misalnya saja, ketika ada pencuri yang masuk ke wilayah tersebut, gara-gara ada Hasan Tafsir, pencuri tersebut tidak akan bisa keluar sebelum Hasan Tafsir memberi makan si pencuri tersebut. “Orang pada waktu itu nekat mencuri kan karena lapar,” kata Ustad Parsono Agus Waluyo, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Setelah Hasan Tafsir memberi makan, maka pencuri itu pun dilepas. Namun sebelumnya, ia menyisipkan berbagai nasehat kepada orang tersebut. Dakwah yang dilakukan Hasan Tafsir semacam itu mengundang simpati orang untuk datang untuk belajar ilmu agama dengannya. Sehingga agama Islam di wilayah itu mulai berkembang dan menyebar ke wilayah di sekitarnya.

Bukti tentang sejarah Hasan Tafsir di wilayah tersebut adalah adanya makam yang diyakini menjadi peristirahatan terakhirnya. Dari nisan yang masih ada, Hasan Tafsir diperkirakan wafat pada tahun 1911. Di nisan itu juga terdapat tulisan arab yang ejaannya tidak sembarang dapat membacanya.

Bukti lain dari keberadaan Hasan Tafsir, yakni peninggalan kitab pustaka miliknya. Namun sayang, kitab pustaka yang ditinggalkan oleh Hasan Tafsir itu kini sudah tak lagi dapat terbaca oleh masyarakat.

Sebab, bahasa Jawa yang digunakan diyakini adalah bahasa Jawa pada zaman dulu, bukan bahasa Jawa yang saat ini dikenal. Apalagi kitab itu kini tersisa beberapa saja. “Kitab yang lainnya dulu dibawa ke Katerban dan Jogorogo di Ngawi, Jawa Timur. Dulu memang banyak dari sini yang nyantri di sana,” ungkapnya.

Kitab-kitab yang dibawa ke Ngawi itu mencapai dua karung. Alasannya pada waktu itu masyarakat setempat kurang peduli terhadap sejarah. Hingga kini hanya satu kitab saja yang tersimpan di Masjid Sintru. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Nahdlatul Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 14 Desember 2017

Menengok Ngaji Ramadhan di Pesantren Seblak

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengisi bulan suci Ramadhan dengan pengajian kitab kuning biasanya dilakukan di semua pesantren. Tidak terkecuali Pesantren Salafiyah Syafiiyah Seblak Jombang. Pesantren ini berdiri tahun 1921 oleh KH. Mashum Ali dan Hj. Choiriyah Hasyim. Nama terakhir ini adalah putri pertama Hadratussyaikh Hasyim Asyari, pendiri pesantren Tebuireng dan organisasi NU.

Pesantren ini hanya berlokasi 200 meter arah barat dari makam Gus Dur. Sistem pengajian kilatan Ramadhan tahun ini dibagi berdasarkan jenjang sekolah. Baik MTs maupun MA. "Pengajian dibagi berdasar jenis kelamin, dipisahkan antara santri putra dengan santri putri," ujar Subhan, kepala MTs.

Menengok Ngaji Ramadhan di Pesantren Seblak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Ngaji Ramadhan di Pesantren Seblak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Ngaji Ramadhan di Pesantren Seblak

Untuk jenjang MTs kelas putri, dibacakan kitab Akhlaq lil Banin karya Syaikh Umar bin Ahmad Baraja. "Yang membaca Ustadz Farhalim, bertempat di mushala pondok," imbuhnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagi santri putra jenjang MTs, dibacakan kitab Majmu Musytamil ala Arba Rasail karya Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan. "Kitab ini sengaja dipilih karena sebagian besar membahas tentang shalat, dan ini sangat ditekankan di pesantren sini," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di dalam kitab ini, lanjutnya, juga diterangkan tentang ancaman-ancaman bagi orang yang lalai meninggalkan shalat. "Sehingga diharapkan santri di sini akan dengan mudah untuk melaksanakan shalat, tidak cuma shalat wajib, juga shalat sunat," jelasnya.

Pada jenjang MA, santri putri dibacakan kitab Talimul Mutaallim. "Kitab ini karya Syaikh Burhanuddin Az-Zarnuji, tahun ini yang membaca Ibu Nyai Mahshunah di masjid madrasah sana," ujar M. Any Rofiq, kepala MA.

Bagi santri putra, dibacakan kitab Qamiut Tughyan karya Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani. "Kitab ini sengaja dipilih karena membahas tentang akhlaq santri dan itu sesuai dengan visi misi Pesantren Seblak sini," imbuhnya.

Pengajian kilatan ini dimulai pukul 9 pagi. "Setelah semua santri di sini shalat Dhuha mulai jam 7 pagi dilanjut dengan bimbingan baca tulis Al-Quran," paparnya. Itu untuk menjaga agar kefasihan santri dalam membaca Al-Quran tetap terjaga, meskipun mereka rata-rata sudah membaca Al-Quran sendiri setiap ada waktu senggang.

Upaya ini merupakan bagian integral dalam mengisi pekan efektif fakultatif selama bulan Ramadhan. "Jadi, di samping materi pembelajaran yang tidak ketinggalan, siswa juga memperoleh nilai tambah berupa materi dari pengajian ini," tambahnya.

Pengajian kilatan ini akan berakhir pada tanggal 17 Ramadhan. "Nanti biasanya ditutup dengan buka puasa bersama antara pengasuh, pimpinan madrasah, dewan guru dan semua santri," ujarnya. Agenda rutin ini, lanjutnya, tetap digelar untuk semakin mempererat tali silaturrahim dan ikatan emosional antar undangan yang hadir.

Kitab lain yang dibaca bulan Ramadhan ini sudah ditentukan oleh hasil rapat majelis pengasuh bersama dewan ustadz pondok. Di antaranya adalah Riyadhus Sholihin, Akhlaq lil Banin, Tafsir Jalalain, Khulashoh Nurul Yaqin, Istidadul Maut walima Badal Mawt, Abi Jamrah, dan Mabadi Fiqhiyyah. (Red: Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Nahdlatul Ulama, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 11 Desember 2017

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyambut baik kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimnas) II yang diadakan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU pada 18-23 September 2017 di Lapangan Tembak AKMIL Salaman dan Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

"Kami akan men-support dan mendukung penuh acara ini," katanya saat memberi sambuatan di acara Launching Perwimnas II di Lantai 8, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Sabtu (25/3).

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU

Menpora juga menambahkan, selain bina diri, bina sosial, dan bina lingkungan, ada satu hal lagi yang tak kalah penting yaitu pramuka untuk masyarakat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Pramuka bukan hanya untuk pramuka saja, pramuka bukan hanya untuk komunitas saja, tapi pramuka untuk masyarakat, pramuka untuk semua warga negara," lanjutnya di hadapan pengurus Satuan Komunitas (Sako) Ma’arif NU yang hadir saat itu.

Terahir, Menpora meminta ada waktu sehari penuh bagi peserta yang mengikuti Perwimnas II bisa beradaptasi ke rumah-rumah kemasyarakat, tidak hanya di perkemahan. Peserta bisa melihat budaya dan tradisi msayarakat yang mungkin bebeda antara budaya masyarakat yang satu dan yang lainnya. (Kifayatul Ahyar/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 09 Desember 2017

Slamet Gundono akan Dimakamkan di Tegal

Solo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Usai disemayamkan di Taman Budaya Jawa Tengah, jenazah dalang wayang suket, Slamet Gundono akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Tegal sebagaimana keinginan almarhum saat masih hidup. 

Menurut rencana, jenazah Slamet akan diberangkatkan dari rumah duka, Mojosongo menuju Tegal, malam ini (5/1). Sebelum dibawa ke Mojosongo, sekitar pukul 15.30 WIB tadi, dilakukan prosesi salat jenazah dan dilanjutkan dengan umbul donga oleh Budayawan Solo, Suprapto Suryodarmo di Taman Budaya Jawa Tengah.

“Rencananya malam ini diberangkatkan biar besok pagi sudah sampai Tegal. Tapi belum tahu pastinya berangkat jam berapa,” kata Setyanto, adik ipar Slamet Gundono.

Slamet Gundono akan Dimakamkan di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Slamet Gundono akan Dimakamkan di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Slamet Gundono akan Dimakamkan di Tegal

Ucapan Belasungkawa

Kepergian Slamet memberikan duka mendalam bagi banyak kalangan. Beberapa dari mereka mengutarakan ucapan belasungkawa melalui akun sosial media, di antaranya dari putri Gus Dur, Alissa Wahid.

Melalui akun Twitter @AlissaWahid mengatakan sangat berduka cita atas meninggalnya sang seniman. Tak lupa juga, Alissa mengucapkan terima kasih atas karya- karya yang telah ia hasilkan semasa hidupnya. Bagi dirinya sosok Slamet Gundono merupakan seniman lokal yang kreatif namun sangat menginspirasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

 “Terimakasih kang @Slametg sudah merawat tradisi kearifan lokal dg kreatif. Lega, sdh sempat menghadirkanmu di Haul GusDur,” ungkap Alissa.

Dalam twitt-nya yang ketiga untuk Slamet Gundono, Alissa mengatakan, “Terimakasih juga kang @Slametg sudah mengajari bahwa wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga strategi perjuangan demi rakyat,”.

Rohis Tegal - Rohani Islam

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 07 Desember 2017

Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Sejak 14 Mei 2013 lalu, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama (IPPNU) kabupaten Cirebon telah meluncurkan “Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Kaum Dhu’afa”.

Panitia “Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Kaum Dhu’afa” telah melakukan sosialisasi dan menerima sumbangan berupa buku tulis dari masyarakat umum, penerimaan donasi dilakukan baik melalui penjemputan maupun penerimaan secara langsung di sekretariat PC IPNU-IPPNU kabupaten Cirebon. 

Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis

Adapun pendistribusian hasil donasi ini  dilakuakan secara bertahap dan mulai dijadwalkan besok hari melalui pengurus tingkat  PAC maupun Komisariat yang masing-masing telah  memiliki daftar nama-nama calon penerima. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hingga Sabtu 15 Mei 2013 telah terkumpul sebanyak  5.270 buah buku yang akan segera didistribusikan, panitia masih  membuka dan menerima sumbangan buku tulis hingga tangga 30 Juni 2013. Berikut nama-nama donatur buku tulis dalam “Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Kaum Dhu’afa”:

Rohis Tegal - Rohani Islam

1. Pdt. Sugeng Daryadi (Cirebon)

2. Zaenal  Arifin W. (Ciwaringin)

3. Khadijah (Yayasan Al Kadzim, Cirebon)

4. PAC. IPNU-IPPNU Depok

5. LP. Ma’arif NU Kab. Cirebon)

6. Rahul  El-Rozi (Kecamatan Kapetakan)

7. H. Khumedi MAN I Cirebon

8. H. Kurdi Mufrodi (Depok)

9. Prof. Wahidin (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

10. Prof. Maksum (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

11. KH. Bisyri Imam (Pesantren Gedongan)

12. Jaelani (Kecamatan Lemah Abang)

13. HM. Nuruzzaman (Pesantren Babakan Ciwaringin)

14. Asep Saefuddin Jazuli (Kecamatan Talun)

15. Prof. Jamali (Majasem)

16. Subhan Baihaqi (Radar Cirebon Televisi / RCTV)

17. SMAK BPK Penabur (Jl. Ciptomangunkusumo)

18. Mumtaz (Kecamatan Plered)

19. PK. IPNU-IPPNU Buntet Pesantren

20. Nukhbatul Mankhub (Kecamatan Plumbon)

21. PC. Fatayat NU Kab. Cirebon Kecamatan Sumber

22. Gita (Kecamatan Sumber)

23. SMK Nusantara Weru (Kecamatan Weru)

24. Farihin Nur (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

25. Sobih Adnan (JINGGA Media)

26. H. Abudin (Kecamatan Astanajapura)

27. Muntaqoul Fuad (Kecamatan Plumbon)

28. KH. Wawan Arwani (Pesantren Buntet)

29. KH. Fariz Elt Haque Pesantren Buntet Cirebon

30. Cici (Pesantren Gedongan)

31. Mamang M. Haerudin (Kecamatan Ciwaringin)

Redaktur    : A. Khirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Ubudiyah, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Apa Manfaat Keanggotaan Dewan Keamanan PBB bagi Saudi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Untuk pertama kalinya, Saudi Arabia pada Kamis lalu menduduki anggota non permanen Dewan Keamanan PBB bersama dengan Chad, Chile, Lithuania dan Nigeria yang memperoleh kursi melalui sebuah pemilihan.

Namun demikian, hanya beberapa jam setelah kemenangan tersebut, Menlu Arab Saudi mengumumkan bahwa pemerintah Arab Saudi tidak akan menerima keanggotaan Dewan Keamanan selama dua tahun tersebut, sambil menyebutkan kegagalan badan PBB ini dalam mengatasi sejumlah permasalahan regional seperti pembunuhan massal di Suriah dan ketidakmampuan untuk membersihkan wilayah ini dari senjata pemusnah massal.

Apa Manfaat Keanggotaan Dewan Keamanan PBB bagi Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Manfaat Keanggotaan Dewan Keamanan PBB bagi Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Manfaat Keanggotaan Dewan Keamanan PBB bagi Saudi

Bahkan sebelum pengumuman dari pemerintah Saudi, seorang pakar yang berbicara pada Al Arabiya News ? menyebutkan, bahwa meskipun memiliki pengaruh besar dalam bidang agama dan ekonomi, Saudi akan menghadapi banyak hambatan di Dewan Keamanan. Semua dari lima anggota sementara hanya memiliki kekuatan terbatas karena tidak memiliki hak veto, yang secara eksklusif hanya dimiliki oleh lima anggota Dewan Keamanan yang permanen, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan China.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Afshin Molavi, seorang peneliti di the New America Foundation, sebuah lembaga pemikiran dan kebijakan publik yang berbasis di Washington mengatakan “Dalam berbagai isu besar seperti masalah Iran, Suriah dan senjata kimia, saya pikir lima besar masih dapat bertindak dalam berbagai cara.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Meskipun demikian, kursi dari 15 anggota dewan masih dinilai berharga karena para anggota dapat mempengaruhi perdebatan dalam masalah internasional seperti krisis Suriah dan sanksi pada Iran dan Korea Utara.

“Pengaruh Saudi masih dapat dipertimbangkan karena pertimbangan ekonomi dan politik di Timur Tengah dan isu ekonomi di dunia,” kata David Ottoway, ilmuwan senior di Woodrow Wilson Center di Washington, D.C pada Al Arabiya News.

Pengaruh terbatas

Namun demikian, seberapa besar pengaruh yang didapat Saudi Arabia, jika dia tetap bertahan di Dewan Keamanan- jika mempertimbangkan hanya memiliki satu kursi diantara 15 anggota lainnya.

Untuk meloloskan sebuah resolusi, Dewan Keamanan harus memperoleh persetujuan dari sembilan anggota, termasuk lima anggota permanen.

Ottoway menegaskan bahwa kekuatan dari anggota non permanen seperti Saudi Arabi “benar-benar terbatas”.

“Setiap anggota Dewan Keamanan dapat memunculkan isu-isu yang spesifik tetapi harus mendapat persetujuan dari seluruh anggota tetap dan ini tidaklah mudah,” tambahnya.

Lippman memberi catatan bahwa lima anggota tetap berusaha “mendominasi” atas anggota lainnya.? “Jika 14 anggota setuju, tetapi Rusia tidak, tak akan berarti apa-apa,” kata Lippman.

Alon Ben-Meir, seorang professor di Center for Global Affairs New York University percaya bahwa kekuatan Saudi di Dewan Keamanan mungkin dari kemampuannya membentuk aliansi dengan negara-negara lain yang terpilih.

Empat negara lain, Nigeria, Lithuania dan Chile “Dapat saling bekerjasama dengan Saudi,” kata Ben-Meir pada Al Arabiya News.

“Sehingga mereka dapat membentuk sebuah kelompok dan sebagai satu kelompok, mereka dapat memiliki penaruh yang lebih besar pada musyawarah di Dewan Keamanan,” kata Ben-Meir. (mukafi niam)

Foto: Huffingtonpost

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

Keajaiban Gus Dur dalam Angka 9

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Asmaul Husna jumlahnya 99. Sebuah angka yang tentunya hanya Allah sendiri yang tahu. Yang jelas, angka 9 menyimpan sebuah rahasia yang penuh dengan makna. Termasuk misteri angka pada kematian Gus Dur.

Bila dikaji secara mendalam, ternyata meninggalnya Gus Dur, baik berkaitan dengan jam, tanggal, maupun tahun ternyata menyimpan makna dan mengandung nilai yang amat tinggi. Memang ini hanya istilahnya ilmu gotak gatok, tetapi mengapa kok semuanya mengarah sama, yakni jumlahnya 9.

Keajaiban Gus Dur dalam Angka 9 (Sumber Gambar : Nu Online)
Keajaiban Gus Dur dalam Angka 9 (Sumber Gambar : Nu Online)

Keajaiban Gus Dur dalam Angka 9

Hal inilah yang semakin membuat Ki Agem Cemeng, spritualis asal Tuban Jawa Timur ini meyakini bahwa Gus Dur adalah sang wali Katon sebagaimana dikutip dalam tabloid Posmo.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masya Allah – lanjut Ki Agem Ceng – Gus Dur Wafat pukul 18 menit ke-45. Tanggal 30 bulan 12, tahun 09. Kalau diamati semua angka tersebut bila dikalikan angka itu sendiri jumlahnya adalah 9. Coba kita hitung :

Rohis Tegal - Rohani Islam

18 x 18 = 324 =

3 + 2 + 4 = 9

45 x 45 = 2025

2 + 0 + 2 + 5 = 9

30 x 30 = 900

9 + 0 + 0 = 9

12 x 12 = 144

1 + 4 + 4 = 9

09 x 09 = 81 =

8 + 1 = 9

Kalau semuanya dikalikan jumlahnya juga 9 :

18 x 45 x 30 x 12 x 09 = 2624400=

2 + 6 + 2 + 4 + 4 + 0 + 0 = 18 =

1 + 8 = 9

Apakah jumlah hitungan itu hanya kebetulan ?  tanya Ki Agem Cemeng, “Saya yakin Allah SWT telah menunjukkan rahmat dan kekuasaaannya dengan mengambil Gus Dur ke pangkuannya.

Surat Al-Kahfi

Lalu ada apa dengan jam 18.45 ? Bagaimana kalau dihubungkan dengan Alquran ? coba kita lihat bahwa surat ke 18 dan ayat ke 45 (Al Kahfi) diibaratkan air hujan yang turun dari langit dan memberi kesejukan/perdamaian di bumi, kemudian kembali lagi ke sisi Allah SWT dengan kuasanya.

Bila dilihat dari sisi lebih jauh lagi, 18 dan 45 atau 9-9, disini Gus Dur merupakan cerminan ‘ana al haq, wahdatul wujud, menunggale kawulo lah Gusti”.

Segoro

Menurut hitungan Jawa, kematian Gus Dur 18.45 sudah masuk Kamis Pon. Kamis 8, Pon 7 jumlahnya 15. Kalau dihitung lagi telah jatuh pada hitungan “segoro”. Karena Gus Dur milik bangsa, maka bangsa dan negara dalam situasi makmur. Aman (segoro). Termasuk pemerintahan SBY aman tak luput juga Budiono dan Sri Mulyani. Ya Gus Dur juga humanis sih..selain pluralis. Yang jelas, meninggal jatuh hitungan segoro itu yang ditinggalkan akan aman baik pemerintahan maupun keluarganya.

Sang Wali

Benarkan Gus Dur merupakan wali ? Jauh sebelum meninggal Ki Agem Cemeng telah menulis di Posmo beberapa edisi bahwa Gus Dur adalah wali katon. Dia mengatakan begitu karena sepak terjangnya benar-benar telah menunjukkan syarat seorang wali. Ucapannya banyak menjadikan pelajaran kepada siapapun yang mau mempelajarinya, tidak pernah sakit hati meski seringkali disakiti hatinya. Tidak takut pada manusia, apalagi pemerintah.

“Gus Dur, jelas sosok waliullah”, terang Ki Ageng Cemeng. Bahkan ditanah Jawa jauh sebelumnya seperti dalam serat Jongki Joyoboyo bahwa akan muncul di “tanah jawa” orang yang tidak bisa melihat, tetapi mau menghitung bintang, tidak bisa berjalan tapi mampu mengelilingi jagat/dunia dan orang ini yang akan mengadakan penataan, pemerataan, dan pembaharuan. Kalau dipandang dari sudut itu maka Gus Dur bukan tingkatan wali tetapi sulthonul aulia yang muncul dari tanah Jawa abad sekarang yakni 21. Gus Dur juga pernah akan dinobatkan sebagai  Mursyid taarekat Qodiriyah se Asia Tenggara namun hal itu ditolaknya. Hal itu bisa disadari karena Gus Dur milik semua umat dan golongan.

Redaktur: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 13 November 2017

Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pesantren adalah tempat belajar yang mengubah perilaku hidup individu menjadi lebih baik. Pengakuan ini disampaikan Rudi Hartono, santri Assiddiqiyah 11 Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan yang berasal dari Kabupaten Tanggamus.

"Di tempat ini saya bisa mengubah perilaku saya menjadi lebih baik. Ilmu pengetahuan juga saya dapatkan, baik agama, sosial, maupun umum," kata dia saat diwawancarai santri Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) GP Ansor Way Kanan di Gunung Labuhan, Jumat (20/5).

Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik

Rudi lahir di Petai Kayu, Ulu Belu, Tanggamus 4 Juli 2000. Setelah menimba ilmu di pesantren asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi, anak kedua dari Jumari dan Siti Rumanah itu menyatakan manfaat dari belajar membaca Al-Quran.

"Dari belajar membaca Al-Quran saya mengerti akan panjang pendek huruf-huruf hijaiyah dan memahami hukum-hukum di dalamnya yang menurut saya sangat berat," kata dia lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rudi mengaku mengerti dan paham akan manfaat dalam belajar bahasa Arab dan Inggris. "Dua pelajaran ini menurut saya sangat mengasyikkan," tuturnya.

Kendati sesekali merasa sedih karena jauh dari orang tua, Rudi bahagia ketika santri-santri lain menghiburnya sehingga kerinduan terhadap orang tua tidak menjadi halangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saya ingin mendapat ilmu pengetahuan dan menuntut ilmu untuk menuju masa depan guna membahagiakan kedua orang tuanya. Maka di sinilah saya menjadikan pesantren sebagai tempat hidup," ujar Rudi.

Pesantren Assiddiqiyah tempat berlangsungnya Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan dipimpin Gatot Arifianto berada di Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan. Dua sekolah, yakni SMP dan SMK Manbaul Ulum disediakan untuk belajar ilmu pengetahuan umum bagi para santri. (Nila Suryani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Makam, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Capek Mengantre Registrasi? Berbekamlah!

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Di tengah suasana tegang proses registrasi peserta muktamar di Gedung Olahraga (GOR) Jl Presiden KH Abdurrahman Wahid No 151 Jombang, para peserta muktamar menyempatkan diri berbekam. Bekam dilakukan di sela-sela registrasi yang cukup melelahkan.

Capek Mengantre Registrasi? Berbekamlah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Capek Mengantre Registrasi? Berbekamlah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Capek Mengantre Registrasi? Berbekamlah!

Bekam menggunakan tanduk sapi khas Madura ini tampak ramai di depan GOR, Jumat (31/7) malam. Selain peserta muktamar, para penikmat shalawat Habib Syekh (Syeikher Mania) yang lalu lalang di seputar GOR juga mencoba bekam ini.

Heri (38), pria asal Pamekasan, Madura, mengaku telah membekam para pelanggan sejak sore. Ia bersama paman dan adik bungsunya berharap dapat berkah Muktamar ke-33 NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tiap event NU sekelas muktamar, munas, saya selalu datang untuk membekam. Muktamar Solo dan Makassar saya juga hadir," tuturnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia mengaku, tidak hanya muktamar saja, tapi tiap kegiatan NU di Jawa Timur dan di beberapa tempat lainnya. Ketika Heri ikut bazar di Jakarta pada awal Reformasi, ia mengaku kedapatan tamu spesial, yaitu Menteri Pertahanan Mahfud MD.

"Saya kaget juga waktu Pak Mahfud mampir ke lapak saya. Begitu beliau selesai saya bekam, akhirnya banyak pengunjung yang ikut-ikutan minta dibekam," kenangnya.

Bekam menggunakan tanduk sapi, lanjut Heri, memiliki keunikan. Selain bisa mengeluarkan darah kotor, juga bisa mengusir angin dari tubuh kita. "Sesuai pesanan saja. Mau keluarin darah apa nggak terserah saja. Saya siapkan jarum yang higienis," katanya.

Heri menekuni kegiatan bekam ini sejak masih jejaka. "Saya dapat ilmu bekam ini dari keluarga. Makanya, ini kami sekeluarga ke sini," ujarnya bangga.

Ia menghimbau para peserta muktamar yang kecapekan untuk melepas penat dengan alat bekamnya. "Murah kok. Saya patok 50 ribu tiap bekam. Mau banyak atau sedikit tanduknya, terserah. Setelah bekam, nanti saya pijit juga," pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock