Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat

Saya bertemu Sides Sudyarto DS tanggal 9 bulan Juni tahun lalu. Pertemuan pertama itu rupanya yang terakhir pula. Pertemuan tersebut berlangsung saat Lesbumi meluncurkan buku antologi puisi Negeri Cincin Api, di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Sides didaulat sebagai salah seorang pembedah. Sayangnya saya datang terlambat, jadi tak menyimak dari awal. Tapi saya sempat melihat dia menyampaikan bahasa dan manusia sambil berdiri. Nada suaranya tinggi. Padahal usianya tak muda lagi.

Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat

Kendati demikian, saya bisa mendengar ia mengutip Richard Rorty bahwa peran filsuf sekarang digantikan sastrawan. Kemudian ia mempertanyakannya, apakah pernyataan filsuf posmodern itu masih berlaku sekarang ini?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bisa iya, bisa tidak. Bisa iya dengan dua sayarat. Pertama, sastrawan harus mengenal filsafat secara signifikan. Kedua, sastrawan harus memiliki integritas moral tinggi terhadap manusia dan dunianya.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan sastrawan di Indonesia? Apakah sesuai dengan yang dikatakan Rorty?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sides menjelaskan sendiri dengan menyatakan, “Seandainya Rorty sempat mendengar nasib sastra Indonesia, pastilah ia bakal kecewa. Atau sambil senyum getir, ia akan merevisi ucapannya sendiri. Sastra Indonesia modern mengalami khaos berkepanjangan. Karya sastra mengalami khaos karena kritik sastra sudah mengalami khaos terlebihdahulu. Akibatnya, sekarang ini terlampau banyak puisi yang juga mengalami khaos,” katanya.

Menurut Sides, sastrawan kita tidak bisa mungkin menggantikan peran fillsuf karena umunya menganggap bahwa filsafat berada di luar areal pemikiran filosofis. Anehnya pula, filsafat masih merupakan barang lux bagi kebanyakan sastrawan kita.

Tidak hanya itu, sastrawan kita tidak memiliki spirit untuk mendorong masyarakat berevolusi menjadi makhluk budaya, makhluk yang bermoral. Sudah lama puisi-puisi lahir hanya untuk menunjukkan kedangkalan makna yang jauh dari etika dan estetika.

Selepas acara, saya mendatanginya. Saya bertanya, apa yang mesti dilakukan Nahdlatul Ulama terkait kebudayaan.

“Garis perjuangan NU sudah tepat. Tinggal praktiknya. Dulu, ketika NU jadi parpol, berperan banyak untuk bangsa. Peran NU sekarang harus memperkuat kebudayaan. Memperkuat berarti menyelamatkan. Menyelamatkan kebudayaan berarti menyelamatkan manusianya itu sendiri dari bahaya dan ancaman yang bisa memusnahkan manusia dan kemanusiaan.”

Baginya, NU punya potensi besar untuk menjalankan pendapatnya itu. Makanya, ia tak ragu menjadi salah seorang pengurus di Lesbumi, sebuah organisasi kebudayaan NU yang lahir tahun 1962.

“Saya orang Lesbumi, kalau tidak percaya, saya tunjukkan SK-nya,” katanya tegas.

Sejak pertemuan itu, saya tidak pernah komunikasi dengan sastrawan kelahiran Tegal, Jawa Tengah, tanggal 14 Juli 1942. Jangankan saya, Lesbumi saja tidak banyak mengingat Sides yang notebene adalah aktivisnya. Ini tentu kesedihan Sides, kesedihan kita semua.

***

Beberapa bulan lalu, saya melihat akun Facebook Naning Pranoto memosting buku terbaru Sides. Langsung saya kirim inbox, menanyakan bagaimana cara mendapatkan buku itu. Ia tak menjawab.

Hingga suatu waktu dia menanyakan, kenapa kamu menginginkan buku itu? Kemudian saya bercerita.

Saya mengetahui Sides ketika di sekolah Madrasah Diniyah Awaliyah (sekarang Madrasah Diniyah Takmiliyah) Miftahul Aulad, di kampung saya. Ketika samenan atau kenaikan kelas, salah seorang teman membacakan puisi. Pada pembacaan puisi itu dia menyebut nama pahlawan sebagai judul dan nama penulis Sides Sudyarto DS. Di kemudian hari, teman saya tahu ternyata bersumber dari Pahlawan dalam Puisi.

Kemudian akun itu off. Di lain kesempatan, akun itu menanyakan, alamat dan nomor kontak saya. Kemudian saya kirim alamat Rohis Tegal - Rohani Islam.

***

Tanggal 27 September siang, saya ditelepon nomor tak dikenal. Ternyata Sides Sudyarto DS. Ia mengatakan, jika ingin buku Kritik Atas Puisi Indonesia, segeralah main ke rumahnya. Saya mengiyakan, tapi menunda-nunda.

Hari Selasa tanggal 9 Oktober lalu, Hamzah Sahal melemparkan dua bungkusan. Satu ditujukan untuk saya, sisanya untuk teman. Saya timang bungkusan untuk saya. Di amplop itu terdapat nama Naning Pranoto sebagai pengirim. Saya langsung ingat, janji silaturahim ke Pak Sides belum dipenuhi.

Ketika dibuka, bungkusan berisi buku Kritik Atas Puisi Indonesia. Lima belas menit kemudian, ponsel saya bergetar, seorang sahabat menanyakan, apa betul Pak Sides wafat? 

Betul, ia sudah wafat. Dan saya langsung ingat satu kalimat darinya, yang sepertinya jadi wasiat (buat aktivis NU), "Peran NU sekarang harus memperkuat kebudayaan." (Abdullah Alawi, Wartawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 06 Februari 2018

Fasilitator Asyik Itu Gus Dur

Bandarlampung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Direktur Pusat Pemberdayaan Komunitas (Pusdakota) Universitas Surabaya Cahyo Suryanto menyarankan fasilitator meniru KH Abdurahman Wahid yang cepat menangkap kebutuhan forum. Menurut Cahyo, Gus Dur dalam forum pelatihan lebih memudahkan peserta melalui penyampaian materinya yang khas.

Fasilitator Asyik Itu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Fasilitator Asyik Itu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Fasilitator Asyik Itu Gus Dur

“Saya diminta berbicara apa?” kata Cahyo menceritakan kalimat pembuka yang dilontarkan Gus Dur dalam mengawali sebuah forum nasional.

Cahyo menjelaskan, kehadiran fasilitator itu mestinya membuat sebuah persoalan menjadi mudah. Pada pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan sipil dan demokrasi, Cahyo menyayangkan gaya fasilitator yang mengawali sebuah forum dengan memberondong para hadirin dengan banyak pernyataan dan sekelumit data menjemukan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Narasumber dan fasilitator hebat justru mengawali pertemuan atau apa yang akan difasilitasinya dengan pertanyaan seperti Gus Dur itu, bukan pernyataan apalagi data-data rumit,” kata Cahyo pada pelatihan Civic Education for Future Indonesia Leaders (CEFIL) digelar Yayasan Satu Nama di Griya Inayah, Bandarlampung, Kamis (8/5).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di hadapan para aktivis, pegiat HAM, pekerja sosial, dan praktisi media Lampung yang mengikuti kegiatan itu, ia menekankan pentingnya kalimat pembuka. Sentuhan pertama kali penting. Fasilitator harus bisa memberikan energi pada setiap kata sehingga kata benar-benar bertenaga di telinga pendengar.

"Fasilitator bukan staf ahli, bukan pula pakar yang membuat persoalan menjadi sukar. Fasilitator itu pemudah cara. Karena itu sederhana saja, ikuti Gus Dur. Untuk mengetahui persoalan, ia masuk dengan sebuah pertanyaan, bukan pernyataan," tandas Cahyo. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Kyai, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

Pelajar NU Harus Inovatif Agar Tetap Jadi Kebanggaan

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ada nuansa berbeda pada kegiatan Halal Bihalal yang digagas PC IPNU dan IPPNU Jombang, Jumat (14/8) petang. Tidak hanya diisi dengan saling memaafkan, juga sejumlah motivasi dari para senior yang hadir di kediaman KH Taufiq Djalil, Mojokrapat Tembelang Jombang Jawa Timur.

Pelajar NU Harus Inovatif Agar Tetap Jadi Kebanggaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Inovatif Agar Tetap Jadi Kebanggaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Inovatif Agar Tetap Jadi Kebanggaan

Salah satunya adalah harapan dari Nyai Hj Mundjidah Wahab. Ketua PC IPPNU Jombang tahun 1967 hingga 1968 ini bercerita bahwa saat periodenya telah memiliki grup drum band yang disegani di kota santri ini. "Silakan dibayangkan, tahun segitu kami sudah memiliki grup drum band sendiri," kata Wakil Bupati Jombang ini yang disambut aplaus hadirin.

Dengan prestasi tersebut, maka setiap ada kegiatan NU selalu dinanti masyarakat. "Keberadaan drum band Fatayat NU Jombang menjadi kebanggaan bagi warga dan pengurus, juga masyarakat," terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kalau dulu saja kita bisa memiliki grup drum band sendiri, masak kepengurusan IPNU dan IPPNU saat ini tidak bisa?" katanya sembari menantang. Bu Nyai Mundjidah tidak mempermasalahkan kalau IPNU dan IPPNU masih mempertahankan kesenian hadrah hingga saat ini. "Tapi tolong, ada inovasi agar IPNU dan IPPNU tetap bisa menjadi kebanggaan," harapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Putri pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah ini juga mengakui bahwa, banyak pengalaman yang didapat selama berkhidmat di IPPNU. "Saya jadi anggota dewan dari mulai tingkat Jombang hingga propinsi, semuanya berkat pengalaman selama aktif sebagai anggota dan pengurus IPPNU," terangnya.

Salah seorang senior IPNU, Drs H Ahmad Heri juga memberikan semangat kepada para pengurus untuk terus berkhidmat kepada NU. "Saya siap mendampingi rekan dan rekanita untuk berkhidmat kepada bangsa dan negara lewat kegiatan yang bermanfaat bagi umat," kata anggota DPRD Jatim ini.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah senior PC IPNU dan IPPNU Jombang lintas generasi. Bahkan rekanita Lilik Maslamah telah mempersiapkan buku profil para ketua PC IPPNU Jombang dari angkatan pertama. "Semoga buku yang sedang kami susun itu bisa terbit sebelum Konferensi PC IPNU dan IPPNU Jombang, Desember mendatang," kata Ketua PC IPPNU tahun 2004 ini.

Acara yang dipandu oleh Rojiful Mamduh ini juga memberikan kesempatan kepada Abdul Rosyid, Ketua PC IPNU Jombang untuk memberikan penjelasan terkait kondisi kepengurusan saat ini. Termasuk konsekwensi dari pembatasan usia yang diputuskan pada Muktamar ke-33 NU. Kegiatan dipungkasi dengan saling bersalaman. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 07 Januari 2018

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Persoalan Papua yang pertama dan utama adalah persoalan politik. Adapun permasalahan-permasalahan lain seperti ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya itu hanya bersifat sekunder. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan Papua maka harus menggunakan pendekatan politik yang tepat.

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua

Demikian disampaikan Menteri Negara Percepatan Kawasan Timur Indonesia era Presiden Megawati, Manuel Kaisiepo, saat diskusi dengan tema Gus Dur, Papua, dan Paradigma Pembangunan di Jakarta, Rabu (26/7).

Ia menjelaskan, persoalan politik Papua tersebut setidaknya disebabkan dua hal. Pertama, Integrasi Papua ke wilayah Indonesia baru terjadi pada tahun 1963. Maka dari itu, ada semacam pikiran bahwa Papua tidak mengalami perjuangan bersama dengan masyarakat Indonesia lainnya. 

Kedua, kekerasan yang terjadi pada masa Orde Baru. Manuel menyebutkan, pada zaman Orde Baru Papua diperlakukan sebagai daerah militer. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kekerasan militer yang luar biasa. Itu yang terjadi. Itu membawa penderitaan, kekecewaan yang ikut dalam alam pikiran masyarakat Papua,” urainya.

Selain itu, pembangunan yang di bumi Cendrawasih itu dinilai sangat eksploitatif terhadap alam Papua. Oleh sebab itu, berbagai perlakuan dan kekerasan yang terjadi selama masa Orde Baru membuat masyarakat Papua tidak percaya dengan pemerintah yang ada.  

Lebih jauh, Manuel mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menjadikan KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid sebagai Presiden Indonesia. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal itu disebabkan karena Gus Dur lah yang telah membangun kepercayaan masyarakat Papua dengan kebijakan yang dikeluarkan dan pendekatan yang dilakukan Gus Dur kepada masyarakat Papua. 

Menurut dia, hal pertama yang mesti dibangun adalah kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah. Karena itu tidak dilakukan, maka apapun pembangunannya akan sia-sia. 

“Yang harus dibangun pertama-tama adalah rasa percaya. Dan tokoh dibalik trust building adalah Abdurrahman Wahid. Beliau memiliki pendekatan dengan semua orang Papua di luar jalur formal. Beliau punya nomer-nomer hp-nya,” ungkapnya.

Diantara hal yang dilakukan Gus Dur untuk membangun kepercayaan masyarakat Papua, lanjut Manuel, adalah mengganti nama Irian dengan Papua, ikut merayakan Natal di Papua, dan mengakomodir kepentingan rakyat Papua. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Habib, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebuah laporan terobosan meneliti pengalaman hampir 50 perempuan Inggris dengan melihat aspek umur, etnis, latar belakang dan keyakinan (termasuk penganut ateis) yang menjadi pemeluk Islam diluncurkan oleh Universitas Cambridge beberapa waktu lalu.

Laporan yang dihasilkan oleh Centre of Islamic Studies (CIS) Cambridge ini bekerjasama dengan New Muslims Project, Markfield, menghasilkan temuan menarik tentang pengalaman menjadi pemeluk Islam perempuan Inggris pada abad 21.

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah

Temuan tersebut memberikan sejumlah rekomendasi bagi muallaf sendiri, umat Islam, dan komunitas Inggris secara umum. Laporan setebal 129 halaman ini juga menggarisbawahi adanya masalah sosial, emosional dan kadangkala masalah ekonomi. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pemimpin proyek dan direktur CIS Yasir Suleiman mengatakan “Tema yang selalu muncul dalam laporan adalah kebutuhan untuk peningkatan dukungan bagi para muallaf dan potensi yang mereka miliki agar menjadi kuat dan memiliki pengaruh transformatif pada komunitas Muslim dan masyarakat Inggris secara luas.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tema yang selalu berulang adalah penolakan secara negatif pada Muslim dan Islam di media Inggris dan apa peran dari komunitas muallaf yang bisa dilakukan dalam membantu memberi keseimbangan.”

Laporan itu berusaha menghilangkan kesalahpahaman dan kekeliruan muallaf perempuan.

Kunci dari penelitian ini adalah perhatian yang tidak proporsional terhadap sejumlah kasus, khususnya perempuan kulit putih yang berpindah menjadi Islam, baik oleh komunitas Muslim maupun non Muslim. 

Sementara itu, muallaf dari Afrika asal Karibia, meskipun merupakan kelompok etnis muallaf terbesar, seringkali diabaikan dan merasa diisolasi, baik oleh kelompok Muslim maupun non-Muslim. 

Suleiman mengatakan, “Muallaf kulit putih seringkali diperlakukan sebagai “piala” bagi Muslim dan sering dimunculkan dalam berbagai komunitas, termasuk di media. Kelompok asal Afrika-Karibia yang menjadi muallaf sebagian besar tak terlihat, tak ada selebrasi dan seringkali tidak diketahui. Mereka merasa seperti minoritas dalam minoritas dan ini harus diatasi. Saya menemukan, bagian ini yang paling sulit.”

Penelitian ini juga mengungkapkan adanya hubungan kompleks antara wanita yang berpindah agama menjadi Islam dan keluarga mereka, mulai dari pengasingan, ketidakpercayaan dan penolakan sampai dengan penerimaan penuh atas keyakinan mereka. Hal ini juga terkait dengan isu seksualitas dan gender, termasuk homoseksualitas, peran tradisional perempuan dan transjender.

Manajer proyek Shahla Suleiman mengatakan “Dengan mempertimbangkan munculnya stereotype dan besarnya gambaran negatif tentang Islam di media dan masyarakat secara umum, dan mempertimbangkan posisi wanita dalam Islam, kami ingin memahami isu paradoks bagaimana perempuan Barat dengan pendidikan tinggi dan sukses secara profesional menjadi Islam.” 

“Basis dari masuknya mereka dalam Islam adalah keyakinan dan spiritualitas –tetapi perpindahan ini juga fenomena sosial yang menjadi politis. Dalam hal ini, perpindahan agama menjadi perhatian siapa saja dalam komunitas.”

“Perdebatan ini baru dimulai dan kami menginginkan memiliki informasi hasil penelitian lebih banyak tentang perpindahan ke Islam yang secara langsung menarik perhatian publik. Perjuangan untuk masa depan yang lebih baik tergantung pada bagaimana mengatasi pengasingan dan perbedaan secara absolut yang didasarkan pada ketidaksukaan ideologis untuk multikulturalitas, bukan hanya multikulturalisme. Ketakutan pada imigran, Islam dan perpindahan agama mewakili prasangka, kekhawatiran, dan ketakutan ras.”

Perpindahan agama ini menimbulkan isu seperti hak-hak perempuan, etika berpakaian dengan isu penggunaan hijab yang didiskusikan dengan sengit. Pandangan umum diantara para muallaf adalah adaptasi bentuk pakaian Barat untuk mengakomodasi nilai-nilai kesopanan dan kesusilaan Islam.

Hak-hak perempuan juga menjadi isu politik dalam komunitas Muslim, sementara para peserta tidak dengan bulat mendukung konsep feminisme sebagaimana didefinisikan oleh Barat, kebutuhan untuk meningkatkan status wanita dalam komunitas Muslim sepenuhnya disadari. Upaya untuk merealisasikan hak-hak tersebut terbukti lebih sulit untuk dicapai. Para peserta sangat kritis terhadap konsep peradilan syariah yang beroperasi di Inggris, terkait adanya potensi yang merugikan hak perempuan. 

Laporan ini mengatakan, “Perpindahan agama ini menantang pandangan rasis yang digambarkan di media tentang Islam karena budaya dan warisan mereka secara intrinsik mencerminkan budaya Inggris.”

“Tetapi kami juga menemukan bahwa tidak seluruh muallaf diterima secara sosial sama di mata Muslim. Muallaf kulit putih diperlakukan lebih baik secara sosial daripada wanita asal Afrika. Juga terdapat persoalan hijab yang menjadi perhatian antara Muslim dan non-Muslim. Terdapat perbedaan antara memakai dengan sukarela dan diwajibkan memakainya, yang menempatkan muallaf dalam kontrol. Hijab merupakan sinyal kesopanan, tetapi tidak dimaksudkan untuk menyembunyikan kecantikan.” (phsy.org/mukafi niam)

Foto: phsy.org

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Anti Hoax, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

NU Kenalkan Kesaktian Pancasila ke Ulama Mancanegara

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Nahdlatul Ulama memanfaatkan forum International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) atau pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (9/5), untuk menjelaskan pengalaman Indonesia dalam memadukan agama dan nasionalisme.

NU Kenalkan Kesaktian Pancasila ke Ulama Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kenalkan Kesaktian Pancasila ke Ulama Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kenalkan Kesaktian Pancasila ke Ulama Mancanegara

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, jangkar yang mempertemuan agama dan rasa kebangsaan di Indonesia adalah Pancasila. Ia lantas membacakan satu persatu dari lima butir  Pancasila di hadapan para delegasi dari berbagai negara.

Melalui Pancasila, kata pria yang biasa dipanggil Kang Said ini, Indonesia menyatukan antara yang ketuhanan dan yang kemasyarakatan, sesuatu konsep yang mungkin tak terpikirkan oleh orang-orang Barat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Berbeda dari pandangan orang-orang Eropa  yang gagal memahami iman, agama, dan keadilan sosial yang menurut mereka tidak dapat dipersatukan sama sekali, mayoritas bangsa Indonesia memahami bahwa iman kepada Allah menyatu dengan keadilan sosial. Atas dasar itu, meskipun Indonesia bukan negara agama tetapi ia adalah negara beragama, sebuah negara yang menghimpun orang-orang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Kiai asal Cirebon ini mengibaratkan Pancasila sebagai jangkar bagi kapal Indonesia yang ditumpangi 248 juta jiwa dengan berbagai etnik dan latar belakang agama yang berbeda. Para ulama NU, tambahnya, memandang Pancasila sesuatu yang final, tidak bisa menggantikan posisi agama, tapi juga tidak bertentangan dengan agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kesempatan itu, Kang Said juga mengenalkan pemikiran Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari tentang Islam dan cinta tanah air. Menurutnya, Hadratussyekh menempatkan Indonesia sebagai rumah yang harus dijaga karena menentukan keberlangsungan menjalankan syariat secara aman.

“Pancasila tidak menghilangkan Islam tapi justru menyuburkannya,” ujarnya.

Isomil yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla dihadiri para ulama dari berbagai negara, antara lain Sudan, Libia, Aljazair, India, Rusia, Maroko, Thailand, Inggris, Senegal, Lithuania, Spanyol, Yunani, Korea Selatan, Yordan, Pakistan, Malaysia, Tunisia, Saudi Arabia, dan lain-lain. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Tangerang Selatan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menyambut dan memperingati Hari Pahlawan 10 November, NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan menggelar acara “Santunan dan Makan Bersama dengan Anak Yatim”. Kegiatan dijadwalkan dilaksanakan pada Ahad, 13 November 2016 di Restauran McD Perempatan Duren, Tangerang Selatan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa dan peran para pahlawan dengan semangat berbagi, beramal dan berbahagia bersama anak yatim,” tutur Ketua Panitia Rizky Subagia, saat dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam, Selasa (2/11) malam.

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Rizky menambahkan sasaran peserta kegiatan ini adalah anak yatim berusia di bawah 12 tahun atau mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Rizky menyampaikan, untuk para Donatur yang ingin ikut berbagi kebahagian bersama dalam kegiatan tersebut, Panitia menyediakan Paket Infaq sekaligus undangan menghadiri kegiatan.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ada tiga Paket Infaq yang disediakan Panitia. Para Donatur dapat memilih salah satu dari Paket-paket Infaq yang kami sediakan,” lanjut Rizky.

Ada pun Paket Infaq yang dapat dipilih adalah:

Paket Infaq 1 dengan menyumbang senilai Rp. 75.000 (Tujuh puluh lima ribu rupiah). Dengan mengambil paket ini, donatur dapat mengikuti kegiatan makan bersama dengan anak yatim di lokasi kegiatan.

Paket Infaq 2 senilai Rp. 125. 000 (Seratus dua puluh lima ribu rupiah), yang akan memungkinkan para Donatur makan bersama dengan anak yatim, dan pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis untuk anak yatim.?

Paket Infaq 3 senilai Rp. 200.000 (Dua ratus ribu rupiah). Donatur akan makan bersama dengan anak yatim, pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis, dan pemberian uang santunan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebanyak minimal 100 anak yatim ditargetkan akan terlibat dalam kegiatan ini. Paniti membuka layanan informasi dan pendaftaran Donatur melalui Kantor NU-Care Tangerang Selatan di nomor 081313165757 dan Rizky Subagia di nomor kontak 085730449167. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 25 November 2017

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pada hari lahir (harlah) NU ke-89, akun Twitter Rohis Tegal - Rohani Islam (@NU_Online) dibanjiri ucapan selamat dari berbagai kalangan yang disertai beragam ungkapan. Kemudian Rohis Tegal - Rohani Islam menginisiasi tagar #Harlah89NU. Tagar tersebut sempat jadi trending topic Indonesia.

Merk kaos 1926 kemudian mengapresiasi netizen yang ngetwitt #Harlah89NU dengan tambahan peran #AnakMudaNU juga mention @NU_Online. Apresiasi ditunjukkan 1926 dengan menghadiahkan dua kaos bagi yang ngetwitt terbaik.

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Dua pemenang telah diumumkan hari ini Selasa (3/2) di Twitter Rohis Tegal - Rohani Islam pukul 19.00. Dua pemenang  yaitu akun @lailiynurul dan @Ysrnrfq.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut @lailiynurul, anak muda NU hari ini tak hanya bergelut di bidang dakwah dan aktivis, tapi banyak juga yang berkarir dalam bidang hubungan internasional, kedokteran, teknik. Itu yang dia saksikan di Universitas Brawijaya.

Ia juga menilai anak muda NU tidak mendikotomikan ilmu umum dan agama. Lebih jauh ia mengapresiasi anak muda NU yang lebih arif dalam hal keberagaman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara @Ysrnrfq berpendapat, organisasi pemuda NU seperti IPNU-IPPNU, PMII, KMNU juga harus bersinergi untuk membangun negeri. Anak muda NU harus bersaing dalam era globalisasi saat ini. (Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Sholawat, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

Meski Dunia Global Terguncang, Santri Diminta Fokus Mengaji

Pacitan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Percaturan politik global saat ini tengah diguncang berbagai permasalahan, seperti radikalisme, terorisme, intoleransi beragama dan isu negara khilafah. Namun demikian para santri di pesantren tidak boleh terpengaruh, mereka diminta tetap fokus dalam belajar.

“Melalui medsos, kita bisa lihat dunia global saat ini sangat menghawatirkan. Namun kalian (para santri) tidak boleh terpengaruh, dan saya minta harus tetap fokus mengaji,” demikian pesan yang disampaikan Koordinator Nasional Gerakan “Ayo Mondok” KH Luqman HD Attarmasi di hadapan ribuan santri Pesantren Tremas Pacitan, Jawa Timur, dalam acara Ijtima’ menjelang Imtihan Akhir Madrasah Salafiyah, Jum’at (29/4) malam.

Katib Syuriyah PBNU itu mengatakan, negara barat saat ini sangat pandai dalam membuat isu dan menebar ancaman untuk mengganggu kondusifitas pengajaran di pesantren. Mereka tidak ingin melihat pesantren di indonesia ini kuat, maka dibuatlah bermacam propaganda untuk melemahkan kekuatan pesantren. Namun usaha itu tidak akan sampai terjadi, sebab setiap hari para santri selalu memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa Indonesia. 

Meski Dunia Global Terguncang, Santri Diminta Fokus Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Dunia Global Terguncang, Santri Diminta Fokus Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Dunia Global Terguncang, Santri Diminta Fokus Mengaji

“Indonesia sudah digempur habis-habisan, tapi Alhamdulillah sampai hari ini masih salaam (selamat), ini berkat kekuatan para santri,” katanya.

Lebih luas kiai Luqman mengatakan,  dunia Islam juga turut mengalami berbagai macam permasalahan, seperti yang terjadi di kawasan Timur Tengah dengan munculnya ISIS. Kemunculan ISIS telah mempengaruhi wajah Islam, bukan hanya di Timur Tengah tapi juga di Indonesia. Pesantren sebagai wajah Islam di Indonesia harus menjadi contoh bagi peradaban dunia islam, yang mengedepankan kedamaian dan toleransi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Hari ini dunia Islam itu sudah keruh, tinggal Islam ala pesantren dan Aswaja yang masih bersih,” tambahnya. 

Selain itu, Kiai Luqman juga mengajak para santri untuk menjadi generasi yang berjiwa kuat. Kekuatan santri dimulai dengan cara membudayakan hidup sehat di lingkungan pesantren. Budaya hidup sehat ini berhubungan dengan pola konsumsi makanan, kebersihan lingkungan, dan olahraga.

“Kedepan juga akan kita gerakkan, budaya hidup sehat dengan gerakan minum susu bersama,” pungkasnya.(Zaenal Faizin/Zunus)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Aswaja, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 19 November 2017

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

Batang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Koordinator Nasional Gerakan “Ayo Mondok” KH Luqman Harits Dimyathi mengajak kalangan pesantren untuk pandai bersyukur. Sebab sekarang ini pesantren dan kitab kuning sebagai pilar utamanya mempunyai hak yang sama dalam sistem pendidikan nasional.?

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Koordinator Gerakan Ayo Mondok: Alhamdulillah, Ijazah Pesantren Sudah Diakui Negara

“Kita patut bersyukur, karena negara sudah hadir. Ijazah lulusan pesantren yang selama puluhan tahun lalu hanya masuk di keranjang sampah, kini legalitasnya telah diakui pemerintah,” kata Kiai Luqman dalam seminar bertema Prospek Pesantren Salafiyah dalam Sistem Pendidikan Nasional? yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang, Jawa Tegah, Rabu (1/6) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu menjelaskan, perjuangan para pengasuh pesantren untuk mendapatkan legalitas dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama hingga diterbitkanya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan PMA No 18 Tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren, dilakukan setelah melewati proses panjang dan berliku.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Sejak tahun 2004, kami bergelut dengan pasal-pasal. Tarik menarik kepentingan. Kami bersama para kiai terus mengawal dan memperjuangankan PMA ini dengan berdarah-darah,” ungkapnya dengan nada berapi-api dihadapan 200 kiai muda pengasuh pesantren se-Jawa Tengah.

Hingga tahun 2014 lalu, imbuh Kiai Luqman, pesantren benar-benar mendapatkan payung hukum (regulasi) yang jelas, yaitu dengan terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam. PMA ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah kepada pesantren.

“Regulasi yang ada kemudian diperkuat dengan terbitnya PMA No 18 tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren. Dimana pesantren berhak mengembangkan kurikulum sesuai kekhasan pesantren masing-masing dengan basis kitab kuning,” jelas Sekretaris Forum Komunikasi Pesantren Muadalah se-Indonesia itu.

Satuan pendididikan muadalah terdiri atas dua jenis, Salafiyah yang berbasis kitab kuning dan Mu’allimin yang berbasis dirasah islamiyah. PMA tentang satuan muadalah ini pada akhirnya berhasil menyatukan dan memperkuat peran pesantren salaf dengan pesantren modern, yang selama ini antara keduanya terdapat tembok pemisah.

“Hikmahnya melalui pemyusunan PMA ini, antara pesantren salafiyah dengan pesantren modern menjadi sangat solid,” ungkapnya.

Katib Syuriyah PBNU itu menekankan pentingnya menjaga jatidiri pesantren melalui penerapan PMA tentang satuan pendidikan muadalah. Kepada para pengasuh pesantren, ia berpesan untuk tetap istiqamah menjaga kitab kuning sebagai kurikulum pesantren.

“Pesantren jangan mempersulit diri sendiri, setelah adanya PMA muadalah ini pesantren tetap bisa mengajarkan kitab kuning sebagai kurikulumya dan lulusan pesantrenya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena ijazahnya sudah diakui oleh negara,” pungkasnya.?

Silaturarahmi yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang diikuti sekitar 200 pengasuh pesantren di Jawa Tengah. Tampak hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Batang Soetadi, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Pembina Pondok Tazakka H Muzammil Basyuni, dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi.

Selain KH Luqman Harits Dimyathi, beberapa tokoh hadir sebagai narasumber, antara lain Habib Luthfy Bin Yahya, Ketua PWNU Jawa Tengah H Abu Hafsin Umar, Gus Idror Maimun Zubair dan KH Hasyim Muzadi. (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 17 November 2017

NU Demak Terima Wakaf Tanah dan Masjid

Demak, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Demak Ahad (27/1) menerima pemberian wakaf sebidang tanah dan sebuah bangunan masjid dari H Muslih seorang warga NU asal kampung Krajan desa Jogoloyo Wonosalam Demak.

NU Demak Terima Wakaf Tanah dan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Demak Terima Wakaf Tanah dan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Demak Terima Wakaf Tanah dan Masjid

Dengan diterimanya tanah wakaf dan bangunan tersebut aset NU Cabang Demak bertambah.

Rais syuriyah NU Demak KH Alawi Mas’udi saat meresmikan masjid dengan nama Baitul Muhsinin an Nahdliyah tersebut mengungkapkan tanah dan masjid yang telah diterima oleh NU sudah diproses secara administratif dengan pihak terkait baik di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kantor Kementrian Agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Beberapa hari yang lalu pak Haji Muslih mendatangi kami dan berkonsultasi agar NU mau menerima wakaf tanah dan bangunan masjid, setelah ada kesepakatan maka NU menerima wakaf beliau dan langsung kita urus sertifikat wakafnya, maka dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim masjid ini saya beri nama Baitul Muhsinin an Nahdliyah” ungkap kiai Alawi

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih lanjut kiai Alawi mengatakan tanah dan masjid milik NU tersebut yang sudah diresmikan dalam pengelolaannya diserahkan kepada NU ranting Jogolyo yang mewakilkan pada kiai setempat dan tidak diperbolehkan untuk jum’atan karena ghoiru jami’ (bukan masjid jami’) dalam kelanjutannya diharapkan bisa untuk pusat kegiatan NU selain di kantor cabang,

“Perlu diingat bahwa masjid ini tidak jami’ maka Jum’atannya dimasjid yang lama, pengelolaannya saya serahkan pada NU ranting, karena jangka panjangnya nanti kegiatan NU seperti bahtsul masa’il selain di kantor cabang nanti bisa di masjid ini,” tegas Kiai Alawi.

Sedangkan H Muslih mengharapkan dengan memberikan pada NU wakafnya bisa dimanfaatkan oleh umat dengan sebaik baiknya dikarenakan dia percaya dengan para kiai dan pemimpin NU di Kabupaten Demak,

“Saya warga NU makanya wakaf saya berikan pada NU melalui kiai Alawi, semoga bisa bermanfaat untuk umat,” harap H Muslih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rohis Tegal - Rohani Islam bahwasannya tanah dan bangunan tersebut berdasarkan jerih payahnya sendiri tanpa melibatkan warga sekitar termasuk saat membangun masjid, murni dikerjakan oleh tukang dan tenaga bayaran tanpa bantuan warga sekitar.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 14 November 2017

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejumlah alim ulama se-Surabaya mengadakan halaqoh membangun gerakan pesantren anti korupsi, Ahad (30/8). Kegiatan dipungkasi dengan deklarasi sebagai komitmen mereka mengawal perbaikan di negeri ini lewat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dalam pandangan Wuryono Prakoso, Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat luar biasa. Bahkan dalam pandangan devisi pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, banyak hal yang membuat Indonesia sebenarnya bisa lebih unggul dari negara manapun di dunia.?

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

"Tapi mengapa kita tertinggal? Tidak lain karena korupsi telah menggerogoti negeri ini," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun demikian, ada potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali korupsi di negeri ini yakni dengan tersebarnya ribuan pesantren. "Ada sekitar 27 ribu pesantren di Indonesia," katanya. Kalau setiap pesantren memiliki 300 santri saja, maka akan tersedia 8 juta lebih elemen yang bisa digerakkan untuk tujuan pemberantasan korupsi tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pandangan lain disampaikan Laode M Syarif dari Partnership. Tahun 1961, Mohammad Hatta telah mengingatkan korupsi jangan sampai dibiarkan menjadi budaya di Indonesia. Karena itu sejumlah ikhtiar harus dilakukan agar kejahatan ini tidak merusak pembangunan dan capaian yang harus diraih bangsa.

"Kita masih memiliki harapan karena dalam pandangan masyarakat, ada beberapa elemen yang dipercaya masih bersih dari tidakan korupsi," kata salah seorang kandidat komisioner KPK ini. Secara rinci, ia menyebutkan masjid, gereja, pura, kantor pos, media dan lembaga swadaya masyarakat sebagai pihak yang bersih.?

Kondisi ini sangat berbalik dengan keberadaan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, kantor imigrasi, kantor pajak, dan partai politik yang sudah dianggap sebagai sarang tindakan korupsi.

Baginya, keberadaan pesantren masih dipercaya masyarakat untuk bisa melakukan perbaikan di negeri ini dari tindakan korupsi. "Karena itu, pesantren harus berani mempertanyakan sejumlah bantuan yang akan diterima dari berbagai kalangan," terangnya.

Narasumber lain yakni Kiai Maruf Khozin mengemukakan hasil keputusan pertemuan sejumlah kiai dan ulama di Yogyakarta serta Muktamar Ke-33 NU yang memberikan perhatian kepada tindakan korupsi. "Bahkan NU telah menyepakati, dalam kondisi negeri yang sedang genting, maka para koruptor dan pelaku pencucian uang layak mendapat hukuman mati," kata aktivis bahtsul masail ini.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama gerakan pesantren anti-korupsi. Tampak bergabung Ahmad Suaedy dari Gusdurian, sejumlah pengasuh pesantren serta alim ulama dari Sidoarjo dan Surabaya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Kyai, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 13 November 2017

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Bone, Rohis Tegal - Rohani Islam

Imam Besar Muslim Centre New York dan Presiden Nusantara Foundation USA Shamsi Ali menjelaskan fenomena muslim di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga bercerita bahwa di negara tersebut, perempuan muslim hanya dianggap sebagai makhluk nomor dua.

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Sesungguhnya, kata dia, Islam tak membatasi gerak gerik perempuan. “Hal inilah yang saya kagumi dari Ibu Majdah Agus setiap minggu mengelilingi Sulawesi Selatan untuk berdakwah menyebarkan nilai-nilai Al-Quran,” katanya mengomentari Ketua Muslimat NU Sulsel pada Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (2/8).

Sebagaimana diketahui, Majdah MZ Agus Arifin Numang adalah Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) disamping sebagai istri Wakil Gubernur Sulsel.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Shamsi Ali menambahkan, dakwah di Amerika Serikat sangat berbeda dengan dakwah di Indonesia. “Hal yang selalu saya sampaikan di Amerika Serikat terkait rasisme bahwasanya Islam datang untuk menjadi obat atas banyaknya rasisme karena sesungguhnya Islam memandang manusia yang paling mulia adalah orang yang bertkwa,” jelasnya.

Ia juga mengkritik tentang fenomena umat Islam yang hanya mementingkan Islam sebagai simbol, bukan sebagai nilai yang harus diimplementasikan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Padahal, sambungnya, Islam sangat menuntut umatnya harus bergerak, berkompetisi, bersilaturrahim, meningkatkan SDM, berdakwah dengan baik, menyuarakan Islam yang ramah, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) dengana Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone yang dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Bahtsul Masail, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 11 November 2017

PBNU Diminta Bentuk Tim Khusus Perundang-undangan

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diminta membentuk tim khusus yang menangani persoalan perundang-undangan untuk mengawal keberpihakan peraturan kepada rakyat. Tugasnya, di antaranya, mengkritisi UU bermasalah atau implementasinya oleh aparat yang tidak tepat.

Usulan ini disampaikan salah satu peserta Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qanuniyah, Zaini Rahmat, pada Munas Alim Ulama NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Ahad (16/9).

PBNU Diminta Bentuk Tim Khusus Perundang-undangan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Diminta Bentuk Tim Khusus Perundang-undangan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Diminta Bentuk Tim Khusus Perundang-undangan

Menurutnya, tim ini dinilai penting sebagai upaya pengawasan terhadap fungsi pemerintah dan undang-undang dalam menerjemahkan cita-cita luhur bangsa. Diakui, perdebatan pembuatan regulasi di DPR tak semata berdasarkan ideologi, tapi juga kepentingan perorangan dan kelompok.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Anggota DPR ini melihat potensi besar NU untuk melaksanakan peran ini. “NU merupakan kelompok sosial terbesar di Indonesia. Kader NU juga tersebar di berbagai partai,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Memang, NU memiliki sejumlah lembaga yang bisa diberdayakan untuk melakukan pendampingan masyarakat. Namun, menurutnya, hal ini kurang maksimal mengingat kerja lembaga umumnya terbatas pada pelaksanaan program.

“Jadi ini menyangkut otoritatif atau tidak. Kalau PBNU langsung yang melakukan, suaranya akan lain,” tandasnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 28 Oktober 2017

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyerukan kepada warga NU untuk melakukan shalat ghaib kepada korban musibah longsor yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah.

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng

Seruan tersebut disampaikan melalui surat edaran yang dikeluarkan PBNU dengan nomor 675/C.1.34/06/2016. Surat Edaran ditujukan kepada PWNU, PCNU, Pengurus Lembaga Nahdlatul Ulama, Pengurus Badan Otonom NU di seluruh daerah.

“PBNU dengan ini menginstruksikan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia agar menyelenggarakan Shalat Ghaib dan Tahlilan ditujukkan untuk korban yang meninggal dalam bencana tersebut,” ungkap edaran yang dikeluarkan 20 Juni 2016 tersebut.? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Edaran yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini itu menyebut secara khusus daerah-daerah yang terkenal bencana longsor yang terjadi di Purworejo, Kebumen, Banyumas, Solo, Rembang Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Sukoharjo, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, dan Karangnyar. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Pertandingan, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 28 September 2017

Daging Celeng dan Kunci Kesuksesan Nahi Munkar

Semalam saya terinspirasi waktu diskusi ke-NKRI-an dengan budayawan Purbalingga, Agus Sukoco. Dia menyampaikan di dalam hidup ini memang terdapat wilayah-wilayah radikal yang memang harus dilakukan, khitan sangat radikal, kuncup penis dipotong. Menikah juga radikal sekali, dalam nikah dua warna yang sangat tajam dalam perbedaan; pria dan wanita digesekkan di malam pertama. Shalat juga sangat radikal, ketika Anda shalat sekalipun ada orang lewat di samping Anda, Anda tidak boleh menyapanya. Ini contoh wilayah-wilayah radikal hidup.

Namun ada juga wilayah yang harus toleran, misal Anda menyuguh tamu di rumah Anda, lalu Anda menawarkan, "Silakan nikmati, jangan sungkan-sungkan, anggap saja di rumah sendiri." Coba saja andai si tamu menerima tawaran Anda dengan menganggap rumah Anda sebagai rumahnya sendiri tentu Anda merasa risi. Majikan sering ngedumel dengan kelakuan pembantu, ibu tiri sering memarahi anak tirinya, mertua sering tidak sreg dengan menantunya, itu karena pembantu di rumah majikan, anak tiri di rumah ibu tiri, menantu di rumah mertua, hakikatnya mereka tidak hidup di rumah sendiri. Mereka sedikit saja bertingkah neko-neko, si pemilik rumah merespons tidak berkenan. Nah kalau si tamu menganggap rumah Anda sebagai rumahnya, dijamin Anda stres. Artinya tawaran Anda pada tamu itu sekedar rasa toleran, bukan tawaran yang sesungguhnya.

Daging Celeng dan Kunci Kesuksesan Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Daging Celeng dan Kunci Kesuksesan Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Daging Celeng dan Kunci Kesuksesan Nahi Munkar

Nah? munkar sering diidentikan dengan wilayah radikal hidup. Profesi dokter sebenarnya profesi nah? munkar, wilayah dokter adalah wilayah radikal, tetapi para dokter itu radikal kepada penyakit, bukan kepada pasiennya. Para dokter mencegah flu dengan anti flu, mereka sangat radikal sikapnya, bahkan kalau perlu amputasi ya dipotong saja bagian tubuh pasien. Sikap dokter yang mencegah penyakit inilah yang disebut nah? munkar. Penyakitnya ditindas habis oleh si dokter, tetapi pasiennya dikasihi setinggi-tingginya. Dokter tidak pernah membenci pasien, dia hanya membenci penyakit yang diderita pasien.

Dokter tidak membenci pribadi pasien, karena ini tindakan nah? munkar dokter berakhir mar?f.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Saya pernah ngobrol-ngobrol dengan Djito El Fateh, "Desaku, Gus, di kawasan pinggir hutan. Budaya berburu sejak nenek moyang sudah ada, sebab dekatnya dengan hutan. Hingga kini budaya ini turun temurun lestari. Namanya berburu, perolehannya juga tidak pasti. Kadang kijang, ayam hutan, dan sering juga celeng," ungkap Djito.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sehingga makan daging celeng sudah biasa dilakukan masyarakat kami sejak dulu pula. Kadang saya--baca, yang sedikit banyak mengenal agama--merasa risi dan kadang merinding dengar tetangga ada yang baru dapat buruan celeng. Jelas 3 hari dagingnya belum habis dikonsumsi satu keluarga walau sudah dibagi tetangga kanan-kiri. Namun kami tetap pura-pura tidak tahu urusan daging celeng tersebut. Mau bagaimana, kami tahu dalam agama kami itu terlarang, tetapi kami mikir-mikir, Apa pantas kami teriak-teriak haram, teriak-teriak najis mughalazhah kepada mereka, berdalih nah? munkar, kami beraksi mencegah mereka? Padahal yang ada di hati kami adalah rasa benci pada mereka? Bagaimana jadinya bila kami ingin mencegah kemunkaran tetapi modal kami kebencian? Apa benci bisa mengubah suatu hal ke dalam kemarufan?" tandas Djito lagi.

"Karena itulah kami memilih sikap toleran, sikap senyum, tanpa ada rasa sedikitpun mengusik mereka. Kami mengurusi masjid dengan suka hati kami, kami jamaah shalat dengan suka hati kami, kami berupaya tidak ada zona debat dan mengolok-olok pihak lain, khususnya dengan masyarakat adat. Dan alhamdu li-ll?h, tanpa kami berbicara ketus, bersikap sok mencegah kemunkaran, sekarang mushala sudah berdiri hampir di setiap RT. Satu-satu masyarakat adat yang waktu saya kecil masih begitu liar dengan daging celeng, perlahan mereka berubah. Dan sekarang ini, shalat, zakat, haji, tadarus, dan masjid sudah ramai syiarnya," singgungnya.

Djito melanjutkan, "Mereka berjalan memperbaiki diri dengan sukarela. Tanpa merasa tersinggung mereka mengubah diri. Tanpa dikeruhkan airnya, ikan tertangkap. Jadi mereka yang mengajak orang ke dalam kebaikan dengan sikap antipati hingga sikap antagonis, mendebat, melabrak, menuduh sesat, menyerang, itu sebenarnya mereka ingin nahi munkar tetapi modalnya kebencian."

Sehingga segala tindakan pencegahan (nah?) lalu berefek ribut-ribut tentu itu kebencian, tindakan tersebut sama sadisnya seorang dokter yang bertindak bukan bertindak mencegah penyakit pasiennya, tetapi dia dokter yang menganiaya pasiennya.

Setiap nah? munkar tentu harus berakhir maruf, karena tidak ada maruf diperoleh dengan rasa benci.

Jikalau tindakan kita mencegah munkar masih saja berakhir ribut-ribut, berakhir panas di hati, sebaiknya cegahlah kemunkaran dengan rasa toleran seperti sikap rekan saya Djito El Fateh di atas. Karena jika berakhir ribut-ribut, berakhir panas di hati, itu pasti tindakan kebencian kita pada orang lain.

Muhammad Nurul Banan, aktivis muda NU Purbalingga; Pendidik di Ponpes Darul Abror, Bukateja, Purbalingga. Tulisan ini pernah dipublikasikan di akun Facebook pribadi pada 12 Februari 2017.



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 25 September 2017

Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Adakan Lomba dari Beatbox hingga Nasyid

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Dalam rangka menyambut tahun barus 1438 H, Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sumedang, Jawa Barat mengadakan perlombaan beatbox, pembacaan puisi, dan nasyid. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pesantren Al-Hikamussalafiyyah.

Ketua panitia kegiatan Muhammad Sholeh Nahru Ulumuddin mengatakan, kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (1/10) tersebut bertema "Nasyid and Beatbox Shalawat Competition". Lomba diikuti santri perwakilan dari tiap asrama.?

Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Adakan Lomba dari Beatbox hingga Nasyid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Adakan Lomba dari Beatbox hingga Nasyid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Adakan Lomba dari Beatbox hingga Nasyid

Jumlah asrama, kata dia, sebanyak 26. Tiap asrama harus mewakilkan utusannya untuk mengikuti lomba beatbox, nasyid, dan baca puisi.

Lagu wajib dalam lomba beatbox dan nasyid adalah lagu Cinta Rosul. Sedangkan teks lomba puisi diambil dari karya-karyanya Gus Mus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Antusiasme para santri sangat luar biasa. Seluruh santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah yang berjumlah 500 orang hadir dalam kegiatan tersebut,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam Rabu (5/10).?

Mereka, lanjutnya, ada yang menjadi penonton ada juga yang menjadi sebagai peserta lomba. Mereka sorak-sorai ketika teman seasramanya kebagian giliran tampil.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan perlombaan berjalan dari pagi sampai sore hari. Malam harinya semua santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah mengadakan dzikir dan shalawatan. Dzikir dan shalawat ini bertempat di Alun-alun Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Nahdlatul, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 27 Agustus 2017

Pasukan Pengawal Aswaja Harus Dibentuk

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pasukan Pengawal Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) harus segera didirikan oleh Ansor dan Banser guna menjaga kelestarian ajaran Aswaja di Bumi Indonesia.

Pasukan Pengawal Aswaja Harus Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasukan Pengawal Aswaja Harus Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasukan Pengawal Aswaja Harus Dibentuk

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PWNU Jatim, KH Mohammad Mutawakil Alalloh, saat memberikan sambutan pada acara Rakorwil GP Ansor Jatim, di Sidoarjo Ahad (24/2).

“Pasukan pengawal Aswaja ala NU harus segera dibentuk oleh Ansor. Mengingat berbagai serangan dari pihak luar sudah terbukti ada, baik dari aliran kanan dan aliran kiri serta aliran dari luar negeri,’’ katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beberapa keterampilan, harus diajarkan pada anggota pasukan ini. Diantaranya, ilmu inteljen dan jurnalistik. Karena ilmu inteljan anggota bisa berfungsi untuk mengantisipasi dan mengungkap sejak dini gejala yang terjadi di lapangan terkait dengan upaya pihak lawan dalam rencana menghancurkan paham Aswaja dan kedaulatan NKRI di negeri ini. Kemudian jurnalis, bisa dimanfaatkan untuk pengumpulan data dan investigasi masalah.?

“Kedua ilmu itu penting dan harus diajarkan kepada anggota satuan ini disamping ilmu-ilmu yang lain,’’ kata pengasuh Pesantren Genggong Kraksan Probolinggo ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia sangat berharap banyak dengan satuan ini, mengingat pentingnya pengamanan Aswaja bagi warga NU. “ Kami mendengar di Banser ada satuan khusus namanya Densus 99 Asmaul Husna. Satuan ini nampaknya yang pas dengan hapan saya ini,’’ tandas Kiai Mutawakil.

Ketua PW GP Ansor Jatim, H Alfa Isanaini, sangat merespon dengan keininan ketua PWNU Jatim tersebut. Menurutnya, apa pasukan khusus yang diinginkan PWNU tersebut selama ini sudah mulai direalisasikan. Bahkan satuan ini sudah beberapa kali melakukan pelatihan secara khusus.

“Khusus di Banser Satuan ini sudah ditangani oleh Komadan Satkorwil Banser Jatim. Kang Kusnin. Bahkan sudah berapa kali latihan,’’ ungkapnya.

Menurut Alfa, setelah satuan ini disahkan didalam Konfrensi Besar GP Ansor di Jakarta tahun lalu. Satkorwil Banser Jatim langsung menindaklanjutinya dengan membentuk satuan khusus ini. Dengan melibatkan seluruh anggota Banser terpilih.?

“Kang Kusnin sudah menyiapkan ini semua. Hanya dia yang tahu keberadaannya. Saya hanya tahu luarnya saja. Cuma kalau perlu saya tugaskan ini dan itu. Alhamdulillah jalan. Terbukti setelah diterjunkan beberapa kali ? satuan ini benar-benar efektif. Misalnya di Ponorogo, Nganjuk dan Sampang. Datanya sangat akurat,’’ kata Alfa.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 11 Juli 2017

Kang Said: Manfaatkan Internet untuk Berdakwah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menekankan pentingnya mengembangkan metode dakwah di era kemajuan teknologi saat ini. Ulama Ahlussunnah wal Jamaah harus juga bisa memanfaatkan teknologi, salah satunya melalui jaringan internet.

Kang Said: Manfaatkan Internet untuk Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Manfaatkan Internet untuk Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Manfaatkan Internet untuk Berdakwah

"Kalau kita membuka internet saat ini, yang banyak kita temukan adalah Islam kanan dan kiri. Ada Al Marhamah dan lain sebagainya. Islam moderat ala Ahlussunnah wal Jamaah sangat jarang, dan sekarang itu harus kita mulai," tegas Kiai Said di Jakarta Senin (28/5).

Pernyataan yang sama juga disampaikan Kiai Said di hadapan sekitar 4000 Nahdliyin di acara pengajian akbar dalam rangka peringatan Hari Lahir NU ke 86 di Pondok ? Pesantren Al Inayah, Tempuran, Magelang, Ahad (27/5) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kang Said, demikian Kiai Said disapa, juga mengatakan dakwah kontekstual tidak hanya melalui metode, melainkan juga kontennya. Tiga cita-cita KH Hasyim Asyari, yaitu terlaksananya Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah, dan Insaniyah harus terus didengungkang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Itu cita-cita ? luar biasa yang dicetuskan Mbah Hasyim jauh sebelum ? negara ini dibentuk. Tapi tiga cita-cita itu tidak bisa dilaksanakan terpisah. Kalau hanya ditekankan Ukhuwah Islamiyah saja akan jadi ekstrem, begitu sebaliknya kalau hanya Ukhuwah Wathoniyah, umat Islam akan bisa terseret menjadi sekuler," urai Kang Said.

Konten dakwah yang diminta terus didengungkan, lanjut Kang Said, adalah pentingnya menjaga kerukuran antar umat beragama. NU dengan sikap moderat yang selama ini dijalaninya harus ada di barisan terdepan, mempelopori terlaksananya kerukuran tersebut. "Dakwah juga harus berorientasi pada permasalahan bangsa, karena NU selamat, Indonesia juga akan selamat," tandasnya.

Pengajian akbar dalam rangka Hari Lahir NU ke 86 di Magelang juga dihadiri oleh Rais Aam Jamiyah Ahlut Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyah, Habib Lutfi bin Yahya. Dalam tausiyahnya Habib Lutfi mempertegas apa yang disampaikan Kang Said, yaitu pentingnya NU mengembangkan metode dan konten dakwahnya.?

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 02 Mei 2017

Dikunjungi Dubes AS, Ketum PBNU Kritik Donald Trump

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan silaturahim duta besar baru Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovam, di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (2/2) sore.

Saat menerima rombongan tamu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memulai pembicaraan dengan menyinggung soal kebijakan presiden baru Amerika Serikat, Donald Trump yang melarang imigran dari tujuh negara Muslim, yakni Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman.

Dikunjungi Dubes AS, Ketum PBNU Kritik Donald Trump (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikunjungi Dubes AS, Ketum PBNU Kritik Donald Trump (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikunjungi Dubes AS, Ketum PBNU Kritik Donald Trump



(Baca juga: Dubes Baru Amerika Ucapkan Selamat Harlah NU Ke-91)


Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, larangan tersebut mengesankan Trump semakin menjauhi Islam dan menggeneralisasi bahwa Islam identik dengan terorisme. Ketujuh negara tersebut, tambah Kiai Said, berpenduduk Muslim yang mayoritas antiradikalisme.

Ia melihat gejala munculnya kelompok garis keras seperti ISIS, Al-Qaeda, Hizbullah, atau Jabhah Nusroh di Timur Tengah dipicu oleh sikap berang mereka menyaksikan kezaliman Israel. “Warga ditembaki, anak-anak dibunuhi, hampir tiap hari. Sementara AS dalam kasus ini kesannya menggunakan standar ganda,” ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Indonesia, kata Kiai Said, banyak belajar demokrasi dan hak asasi manusia dari AS. Namun, dalam kasus kezaliman Israel, AS sepertinya tak menunjukkan prinsip-prinsip yang diyakininya itu.

Kiai Said menegaskan bahwa radikalisme potensial dimiliki oleh seluruh agama, bukan hanya Islam seperti yang dipersepsikan Trump. Ia meminta AS berkaca pada Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar yang begitu menghargai keanekaragaman yang ada.

Buah Kecemasan



Menanggapi kritik tersebut, Joseph menjelaskan, kebijakan presiden barunya itu adalah respon terhadap kecemasan warga AS yang menganggap pemerintah setempat tak terlalu melindungi dan memberi rasa aman kepada mereka.

“Dan penangguhan program pengungsian itu pun tidak selamanya. Hanya bersifat sementara,” ujar dubes yang baru saja menggantikan dubes Amerika sebelumnya, Robert Orris Blake Junior yang purna tugas di Indonesia.

Joseph menegaskan bahwa hubungan kemitraan antara Indonesia dan Amerika sangatlah penting. Ia mengajak NU untuk bersama-sama menghapuskan kecemasan itu. “Negara kita adalah negara majemuk. Saya berharap kita bisa belajar bersama bagaimana meningkatkan toleransi,” katanya di hadapan para pengurus PBNU.

Joseph yang datang bersama rombongan juga disambut hangat oleh Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendum PBNU H Bina Suhendra, Ketu PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU Robikin Emhas, dan sejumlah pengurus lain.

Marsudi mengaku saat dikontak wartawan internasional, ia turut mengucapkan selamat kepada Donald Trump sebagai presiden AS yang baru. Hanya ia meminta Trump menegakkan kesetaraan baik bagi Muslim maupun non-Muslim di sana. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock