Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (Ikapete) M Masud Adnan punya tafsir lain yang menarik soal konflik berkepanjangan antara almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan kubu Muhaimin Iskandar di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Masud Adnan, konflik sengaja dicipta Gus Dur sebagai proses kaderisasi. Menurutnya, konflik antara Gus Dur dengan ketua umum PKB Muhaimin Iskandar yang memang sengaja dikonstruk oleh Gus Dur itu merupakan bagian dari dramaturgi.

Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin

"Gus Dur harus dibedakan antara di panggung politik dengan di luar politik," kata Masud, saat menjadi pembicara di bedah buku Gus Dur Ya PKB, PKB Ya Gus Dur di ruang salsabila kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Akbar Timur 9 Surabaya, Sabtu (5/4).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kesimpulan Masud ini berdasarkan sebuah kejadian beberapa tahun lalu saat konflik terbuka antara dua tokoh ini ramai diberitakan di banyak media.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masud bercerita, suatu ketika Gus Dur dan Muhaimin menghadiri undangan seorang kiai di sebuah wilayah di pegunungan. Kiai itu, cerita Masud, bermaksud mendamaikan Gus Dur dan Muhaimin. Tapi upaya itu urung terjadi setelah Gus Dur menyampaikan bahwa tidak ada apa-apa antara dirinya dengan PKB maupun Muhaimin.

"Menariknya, setelah pulang Gus Dur dan Muhaimin satu pesawat dan tidak apa-apa," paparnya di hadapan ratusan peserta bedah buku yang mayoritas terdiri dari kader-kader muda NU ini.

"Waktu itu pas ramai-ramainya koran memberitakan konflik keduanya," imbuh penulis beberapa buku tentang Gus Dur ini.

Alhasil, Masud memahami bahwa konflik antara Gus Dur dan Muhaimin Cs tidak lebih dari sebuah dramaturgi politik Gus Dur. "Jadi Gus Dur, antara di panggung politik dan tidak, berbeda. Ini sebetulnya tradisi di Tebuireng. Di Tebuireng, Gus Dur biasa gebrak-gebrak meja, tapi setelah itu tidak ada apa-apa," katanya.

Dramaturgi yang sengaja dicipta oleh Gus Dur itu, kata Masud, adalah bagian dari kaderisasi kepemimpinan kepada kader-kadernya.

"Cara mendidik Gus Dur (kepada) kadernya (dengan cara) dibanting-banting seperti cara Nabi Khidir. Akhirnya, kader-kadernya tahan banting," Masud menguraikan.

Buku Gus Dur Ya PKB, PKB Ya Gus Dur itu berisi testimoni dari orang terdekat Gus Dur. Mereka adalah Much Munib Huda (asisten pribadi Gus Dur), Sulaiman (asisten pribadi Gus Dur 2001-akhir), Bambang Susanto (wartawan yang mengkoordinir media dalam berbagai kegiatan konferensi pers Gus Dur), dan Gus Yusuf (Pengasuh Pesantren Tegalrejo Magelang).

Sulaiman yang hadir dalam bedah buku itu bersama Munib dan Bambang mengatakan, konflik sengaja dibangun Gus Dur sebagai bagian dari kaderisasi kepemimpinan. "Gus Dur sengaja mencipta konflik untuk mengkader kader-kadernya agar siap menjadi pemimpin," tandasnya. (Abdul Hadi JM/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, IMNU, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 17 Februari 2018

Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam

Saadnayel, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam menghadapi musim dingin yang keras, pengungsi Suriah hanya dapat berlindung di tenda-tenda plastik di wilayah Saadnayel Lebanon Selatan.

Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam

"Saya lebih baik mati sejuta kali daripada hidup dalam kondisi dihinakan seperti ini,” kata Faisal, (48) kepada Agence France Presse (AFP) Kamis, (12/12).

Faisal adalah satu dari 500 pengungsi yang tidak terlindungi dalam menghadapi badai musim dingin yang sangat keras yang terjadi beberapa hari lalu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seperti ratusan ribu pengungsi lainnya, ayah dari empat anak ini terpaksa mengungsi dari rumahnya di Suriah utara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam tenda pengungsian, tidak terdapat pemanasan yang memadai untuk mengatasi badai yang sangat menusuk tulang.

"Ketika terjadi hujan salju, air yang mencair masuk meruntuhkan tenda karena bertanya salju,” kata Sakr (13).

? Anak-anak lainnya, beberapa diantaranya tidak menggunakan topi sama sekali, bersin-bersin dan menggosok tangan mereka yang membeku bersama-sama. Sepatu mereka dipenuhi lumpur.

"Berikan kami sesuatu untuk membuat kami hangat,” kata mereka pada sekelompok wartawan.

Di tenda lain, laki-laki dan perempuan memeluk dan membelai bayi-bayi mereka untuk mentransfer kehangatan tubuh mereka pada bayi.

Beberapa pengungsi harus menggunakan apa saja untuk mengatasi dinginnya udara.

"Kami harus membakar sepatu untuk menjaga kehangatan karena tidak ada yang lain yang bisa digunakan,” kata Najla (40).?

PBB mengkonfirmasi kondisi ini sangat memerlukan perhatian agar para pengungsi dapat mengatasi musim yang mengerikan ini.

"Kami khawatir karena udara benar-benar dingin di wilayah Bekaa, dan kami sangat khawatir kondisi pemukiman pengungsian karena banyak diantaranya dibawah standar,” kata juru bicara The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Lisa Abou Khaled.

UNHCR dan tentara Lebanon telah membagi-bagikan selimut hangat dan uang untuk membeli bahan bakar penghangat.

Paling tidak 125,835 meninggal sejak konflik Suriah, menurut Syrian Observatory for Human Rights yang diumumkan minggu lalu.

Konflik tersebut menyebabkan lebih dari dua juta rakyat Suriah mengungsi ke negara-negara tetangga, selain dua juta lainnya yang terpaksa pindah ke tempat lain di dalam negeri. (onislam/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Februari 2018

Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam - Virus malas yang menjangkiti setiap manusia merupakan biang penyakit yang sangat berbahaya dan merusak kehidupan dunia akhirat. Kemalasan akan menggerogoti kesuksesan dan kemuliaan hidup seseorang. Untuk itu, virus malas harus diberantas dengan kobaran api semangat man jadda wajada (Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil).

Demikian disampaikan KH Muhammad Ali Shodiqin yang biasa disapa Gus Ali Gondrong saat mengisi pengajian silaturahmi Bupati Brebes dan masyarakat di Islamic Center Brebes, Jumat (15/4) malam.

Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat (Sumber Gambar : Nu Online)
Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat (Sumber Gambar : Nu Online)

Malas, Virus Merusak Dunia dan Akhrat

Gus Ali Gondrong mengatakan, melawan virus malas harus dengan api semangat seperti gunung berapi yang menyala-nyala. Adanya api semangat tidak akan tumbuh rumput keraguan. Satukan niat dan tekad untuk meraih mimpi, namun syaratnya harus jujur. Karena segala sesuatunya Allah SWT yang mengatur.

“Bukan kesulitan yang membuat takut, tapi ketakutan yang membuat kamu sulit. Jangan katakan ada kesulitan yang besar, karena ada yang lebih besar yakni Allah SWT. Allah yang menolong kita,” ungkapnya bersemangat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pesantren Roudotun Ni’mah Semarang ini menjelaskan, barangkali di mata manusia antara kaya dan miskin, berkedudukan maupun rakyat biasa, bisa terlihat perbedaannya. Namun nilai kebaikan dan pungkasannya su’ul khotimah atau husnul khatimah tidak bisa diketahui karena menjadi rahasia Allah SWT.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Yang penting kita ikhtiar, masalah hasil kita serahkan pada Yang Maha Kuasa,” pesannya.

Gus Ali menyelingi ceramahnya dengan nyanyian. Sosoknya begitu digandrungi oleh anak-anak muda yang sebagian mereka merupakan anak-anak jalanan, anak-anak ‘nakal’, dan bahkan preman.

Santri-santri beliau juga bukan anak-anak biasa yang lahir dari keluarga biasa, tapi merupakan anak-anak ‘luar biasa’. Sebab mereka merupakan orang-orang yang bisa keluar dari jeratan pergaulan hitam yang menyelimutinya.

Sebagian santri-santri beliau adalah preman, berandalan, mantan penjudi, mantan peminum minuman keras, bahkan sampai ada juga yang mantan PSK. Semuanya mendapat hidayah dari Allah SWT hingga saat ini bisa mengenyam pendidikan di Pesantren Roudlotun Ni’mah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan semua elemen NU Jombang agar turut memikirkan arah perjuangan organisasi Islam terbesar ini ke depan. Nilai-nilai perjuangan NU harus senantiasa dijaga dengan teguh, tidak boleh tersusupi ideologi lain yang bisa merusak organisasi.

Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU

"Saya datang bukan karena ingin memperoleh dukungan untuk menduduki jabatan tertentu di kepengurusan NU, ini karena menjalankan amanah sebagai perwujudan komitmennya menjadi kader NU," paparnya.

Kiai Hasyim menyampaikan hal itu pada acara halaqah "Tantangan Masa Depan Ideologi Aswaja Annahdliyah” oleh kader muda NU yang tergabung dalam Kampoeng Nahdliyin, di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Sabtu (31/1).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di hadapan sekitar 100 peserta yang memenuhi Aula Pesantren Darul Ulum, mantan ketua umum PBNU ini mengatakan, NU membutuhkan pikiran bersama. Kemajuan NU menjadi tanggung jawab semua kader-kader muda NU. Apalagi, katanya, banyak gerakan yang tidak rela NU menjadi besar. Upaya-upaya pelemahan baik dari dalam maupun dari luar harus benar-benar diwaspadai.

"Jangan sampai NU disusupi oleh orang-orang yang nyata-nyata tidak sepaham dengan nilai-nilai ideologi NU," tambahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hasyim yang juga anggota Watimpres ini menambahkan,  sekarang sudah banyak ideologi-ideologi dari luar telah masuk ke Indonesia, tak terkecuali di Jombang. Ancaman tersebut, menurutnya, di antaranya adalah fundamaentalisme, radikalisme, serta kapitalisme.

“Karenanya, ideologi Aswaja Annahdiiyah harus menjadi benteng dalam meng-counter masuknya budaya-budaya dari luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia," tandasnya.

Selain itu, ia menegaskan sebentar lagi Jombang akan menjadi tuan rumah pagelaran akbar Muktamar ke-33 NU. Ia berharap khususnya pada generasi muda NU untuk senantiasa teguh mengawal komitmen nilai-nilai perjuangan organisasi.

"Di sini ada kelompok Gawagis, perkumpulan gus gus pesantren, kalian semua yang akan melanjutkan perjuangan kami setelahnya nanti," pungkasnya, sembari berpesan, menjelang muktamar kaum muda harus bisa menjaga diri dari politik uang dan kecurangan, karena KPK juga sudah memantau Jawa Timur.

Sementara itu, Sholahul Am Notobuwono, ketua Kampoeng Nahdliyin, mengatakan, sarasehan Kampoeng Nahdliyin tidak hanya digelar di Jombang, tapi juga akan bersambung di beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

"Selain di Jombang, kegiatan seperti ini akan diadakan juga di Pasuruan, Pacitan mungkin juga di Sidoarjo, karena kaum muda sekarang yang akan memimpin NU masa depan," ujarnya seraya mengatakan kaum muda harus paham tantangan dan misi NU ke depan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Kiai, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 20 Januari 2018

Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak

Bojonegoro, Rohis Tegal - Rohani Islam. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Wali Songo Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegor, Jawa Timur, punya cara sendiri dalam mengenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan kepada anak didiknya. 

Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak

Dirangkai dengan perayaan tahun baru hijriyah, Jumat (8/11), madrasah milik MWCNU Sumberrejo ini menyelenggarakan pawai. Setiap murid dari kelas 1 hingga 6 memegang balon berwarna-warni sembari berjajar rapi di halaman MINU. Sementara itu, beberapa tim khusus mengibarkan bendera NU, bersanding Sang Saka Merah Putih dan bendera almamater madrasah.

Kepala MINU Wali Songo Mariyanto mengatakan, hal ini untuk menunjukkan bahwa kita merupakan bagian yang tak terpisahkan dari negara Indonesia. “Sekaligus mengingatkan bahwa NU punya peran yang sangat penting terhadap kemerdekaan bangsa ini melalui resolusi jihad,” tuturnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 10.00 ini diikuti juga oleh para wali murid. Peserta didik dari Playgroup Walisongo dan Taman Kanak-kanak Muslimat 28 NU menambah kemeriahan perayaan dengan mengenakan topi hias.

Di akhir pawai ta’aruf ini, seluruh balon udara yang dibawa siswa diterbangkan bersama-sama. Pihak panitia juga mengumumkan pemenang busana terbaik pada sesi pawai. Acara bertema “Hari ini Harus Lebih Baik dari pada Hari Kemarin” ini ditutup dengan penulisan harapan oleh peserta pawai di kain yang disediakan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini akan kami sertakan pada rutinan Jumat Pon dan kami panjatkan doa kepada Alloh agar semua isi tulisan tersebut terkabul,” tutup Ahsanul, pemandu acara pada kegiatan tersebut. (Satria Amilina/Mahbib)

Foto: Siswa antusia menuliskan harapannya di atas kain

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Khutbah, Jadwal Kajian, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 09 Januari 2018

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, menyelenggarakan Tarling ataupun Tarawih Keliling. Selain bernilai ibadah, kegiatan ini juga menjadi wahana silaturahim dan syiar Ahlussunnah wal Jama’ah pengurus GP Ansor setempat di desa-desa.

Tarling dilaksanakan dari tanggal 5 Ramadhan sampai dengan 21 Ramadhan. Pada hari ke-9 Ramadhan, Tarling bertempat di Masjid Nurul Hidayah Desa Lengkong, Wanasari, Brebes.

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Bayu Rohmawan, Ketua PAC GP Ansor Wanasari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadhan. Pihaknya menyiapkan para dai yang mengisi kultum (kuliah Tujuh menit) dalam rangkaian shalat tarawih berjamaah ini.

Para dai tersebut, tambahnya, sudah melewati Kursus Dai Muda Aswaja yang digelar GP Ansor Wanasari sebelum bulan puasa tiba. Mereka didorong untuk punya misi dakwah Islam yang toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), moderat (moderat), tegak lurus (i’tidal) dan amar maruf nahi munkar sesuai dengan prinsip Nahdlatul Ulama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami berharap misi dakwah GP Ansor bisa dipahami oleh masyarakat serta menambah ukhuwah anggota GP Ansor dengan masyarakat,” terang Bayu.

Kegiatan ini diikuti seluruh pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Wanasari dan untuk tahun 2016 ini dilaksanakan di 9 Desa di Kecamatan wanasari antara lain Desa Glonggong, Wanasari, Lengkong, Kupu,Dumeling,Siasem, Klampok, Siwungkuk dan Desa Sawojajar. (Red: Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI

Makassar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pada pertengahan Mei 2016 ini, Subdit PAI pada SMP kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan pembelajaran dan penilaian serta Workshop Tuntas Baca Tulis al-Qur`an (TBTQ) selama 3 (tiga) hari, 12 s/d. 14 Mei 2016. Pembukaan dihadiri oleh Direktur PAI Kemenag RI H Amin Haedari, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Kabid PAIS, dan Kasubdit PAI SMP.?

Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI

Dalam penuturannya sebagai Ketua Panitia, Nifasri M. Nir, Kamis (12/5) seperti dilansir pendis.kemenag.go.id menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam pengembangan kompetensi guru PAI. Khusus untuk TBTQ, kegiatan mengarah pada pengembangan penerapan metode BTQ untuk siswa di sekolah. Peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menyebarluaskan kembali pengetahuan yang diperoleh untuk wilayah masing-masing.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Harapan untuk kemajuan PAI berawal dari perhatian hal-hal yang kecil. Mulai dari kebersihan, kedisiplinan, kerapian, dan sebagainya. Guru PAI dapat menjadi personal penting dalam mengawalinya. Nifasri berharap guru PAI dapat mendorong semua warga sekolah untuk pembiasaan keislaman dan Islam yang rahmatan lil alamin.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekolah dapat mengembangan budaya-budaya yang baik, sehat, jujur, dengan berkolaborasi dengan guru PAI. Guru PAI dalam pandangannya harus mampu mengembangkan kompetensi siswa sehingga mereka dapat hidup bermasyarakat lebih baik.

H Abdul Walid Tahir, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan pernyataan bahwa peserta harus dapat memanfaatkan momentum baik ini dalam pengembangan kompetensi. Beliau menyiratkan bahwa terdapat tahapan dalam pengembangan kompetensi al-Qur`an ini mulai dari mengenal, gemar, mengetahui aturan baca, dan mengamalkannya. Ini menjadi acuan penting bagi guru PAI.

Sementara itu, Direktur PAI Amin Haedari mengharapkan peserta TBTQ dapat menjadi duta bagi masing-masing provinsi untuk menuntaskan BTQ. Tema yang diusung oleh metode yang cepat, tepat, menyenangkan, bertahap, dan lebih cepat tuntas. Sudah usang, jika hanya membicarakan BTQ.?

“Masih ada permasalahan yang lebih krusial, seperti ketertinggalan pendidikan dibandingkan dengan negara lain. Pembelajaran sangat berhubungan dengan cara mengejar ketertinggalan tersebut dan membutuhkan terobosan yang lebih cepat lagi,” ujar Amin Haedari. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Halaqoh, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock