Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu keputusan Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 lalu, bahwa organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali menjadi badan otonom (banom) NU, nampaknya masih memerlukan waktu yang panjang untuk memantapkan keputusan tersebut. Hal itu disebabkan banyaknya karakteristik aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang memberikan dinamika kaderisasi tersendiri bagi PMII di masing-masing daerah.

?

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Namun demikian, Pengurus Komisariat (PK) PMII Yaqub Husein (YH) STIT al-Urwatul Wutsqo Jombang, Jawa Timur diimbau mulai mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari NU baik secara struktural maupun kultual. Imbauan tersebut datang saat dikukuhkannya para pengurus komisariat terkait di aula PKBM Primaganda, Bulurejo, Diwek, Jombang, Selasa (5/4) lalu.

?

"Sudah sepantasnya PMII mau kembali merapat ke pangkuan NU. Sebab, PMII lahir dari rahim NU," kata Mahmudi, salah satu senior PMII Yaqub Husein saat memberikan sambutannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Mantan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang pada dua periode sebelumnya itu berharap agar Kongres Pengurus Besar (PB) PMII yang akan datang mampu menyatukan berbagai perbedaan ide dan sikap terkait pro-kontra kembalinya PMII ke NU. "Kongres PMII yang akan dilaksanakan pada tahun ini pada akhirnya akan menyepakati kembalinya PMII ke naungan NU," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Untuk itu, kata dia, Pengurus Rayon (PR), komisariat, dan cabang harus bersinergi untuk mewujudkan tujuan organisasi yang bernafaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Salah satunya dengan memperdalam wawasan keilmuan segenap aktivis PMII. "Budaya-budaya kajian dan diskusi harus dilestarikan supaya kader-kader PMII mampu menawarkan gagasan yang baru untuk organisasi," lanjutnya.

?

Senada dengan demikian, Ketua Pengurus Komisariat PMII YH, Iis Sholehah, mengajak kepada para anggotanya untuk membangun soliditas dan militansi pengurus, khususnya antar pengurus rayon dan komisariat. "Visi sebuah organisasi tidak akan tercapai tanpa adanya militansi kader," ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 17 Februari 2018

Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam

Saadnayel, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam menghadapi musim dingin yang keras, pengungsi Suriah hanya dapat berlindung di tenda-tenda plastik di wilayah Saadnayel Lebanon Selatan.

Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam

"Saya lebih baik mati sejuta kali daripada hidup dalam kondisi dihinakan seperti ini,” kata Faisal, (48) kepada Agence France Presse (AFP) Kamis, (12/12).

Faisal adalah satu dari 500 pengungsi yang tidak terlindungi dalam menghadapi badai musim dingin yang sangat keras yang terjadi beberapa hari lalu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seperti ratusan ribu pengungsi lainnya, ayah dari empat anak ini terpaksa mengungsi dari rumahnya di Suriah utara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam tenda pengungsian, tidak terdapat pemanasan yang memadai untuk mengatasi badai yang sangat menusuk tulang.

"Ketika terjadi hujan salju, air yang mencair masuk meruntuhkan tenda karena bertanya salju,” kata Sakr (13).

? Anak-anak lainnya, beberapa diantaranya tidak menggunakan topi sama sekali, bersin-bersin dan menggosok tangan mereka yang membeku bersama-sama. Sepatu mereka dipenuhi lumpur.

"Berikan kami sesuatu untuk membuat kami hangat,” kata mereka pada sekelompok wartawan.

Di tenda lain, laki-laki dan perempuan memeluk dan membelai bayi-bayi mereka untuk mentransfer kehangatan tubuh mereka pada bayi.

Beberapa pengungsi harus menggunakan apa saja untuk mengatasi dinginnya udara.

"Kami harus membakar sepatu untuk menjaga kehangatan karena tidak ada yang lain yang bisa digunakan,” kata Najla (40).?

PBB mengkonfirmasi kondisi ini sangat memerlukan perhatian agar para pengungsi dapat mengatasi musim yang mengerikan ini.

"Kami khawatir karena udara benar-benar dingin di wilayah Bekaa, dan kami sangat khawatir kondisi pemukiman pengungsian karena banyak diantaranya dibawah standar,” kata juru bicara The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Lisa Abou Khaled.

UNHCR dan tentara Lebanon telah membagi-bagikan selimut hangat dan uang untuk membeli bahan bakar penghangat.

Paling tidak 125,835 meninggal sejak konflik Suriah, menurut Syrian Observatory for Human Rights yang diumumkan minggu lalu.

Konflik tersebut menyebabkan lebih dari dua juta rakyat Suriah mengungsi ke negara-negara tetangga, selain dua juta lainnya yang terpaksa pindah ke tempat lain di dalam negeri. (onislam/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Februari 2018

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Selamatan desa serta halal bihalal adalah dua budaya yang sangat kental dengan sejarah lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keduanya adalah budaya asli Indonesia yang tak lekang oleh zaman.

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia

Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin saat menghadiri selamatan desa sekaligus halal bihalal Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jumat (14/7) sore.

Dalam kesempatan tersebut Hasan memberikan wawasan tentang asal muasal halal bihalal. Menurutnya, KH Abdul Wahab, seorang tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng adalah pelopor budaya halal bihalal pada tahun 1948 silam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Oleh sebab itu, kita masyarakat NU harus bangga dengan budaya ini dan sebagai penerus maka kita wajib untuk meramaikan kegiatan halal bihalal serta mempertahankannya sampai kapan pun,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Hasan, ada korelasi yang kuat antar budaya halal bihalal dan selamatan desa ini yakni untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan hablumminallah, karena hikmah dari selamatan desa adalah berdoa bersama untuk kemakmuran suatu desa.

“Senjata utama umat Islam adalah doa. Dan doa dari para sesepuh, alim ulama dan para habaib dalam tiap selamatan desa tentunya akan membawa barokah. Karena doa mereka istijabah bagi desa ini,” jelasnya.

Menyikapi tentang fenomena bergesernya akhlakul karimah generasi penerus bangsa pada era globalisasi ini, Hasan menyebut kurangnya kontrol dan teladan dari orang tuanya.

“Berilah contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ajaklah mereka duduk bersama dan bicaralah dari hati ke hati agar apa yang kita sampaikan bisa masuk dan mengena pada hatinya. Insyaallah mereka akan mengingatnya sampai kapan pun,” terangnya.

Seiring dengan pesatnya peredaran gadget dengan segala fitur-fitur dan game yang disukai anak-anak saat ini pun diakui Hasan akan membawa dampak negatif bagi mereka. Dalam kesempatan itu Hasan memberikan solusi terbaik bagi para orang tua dalam menghadapi tren ini.

“Jangan dilarang, namun batasi dengan waktu yang jelas bagi anak-anak kita. Misalnya hanya Sabtu sampai dengan Minggu saja untuk bermain gadgetnya. Kemudian antarkan mereka mengaji Al-Quran di TPQ ataupun di mushala tiap hari selepas sekolah. Dengan menyibukkan mereka seperti ini keinginan mereka untuk memainkan gadgetnya akan teredam,” pungkasnya.

Sementara Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Jambangan Ali Munip sangat mengapresiasi sinergitas antara pemerintah desa dan kecamatan bersama organisasi kemasyarakatan yang ada di tingkat kecamatan seperti GP Ansor dan Banser, sehingga giat yang melibatkan? seluruh elemen ini berjalan lancar. (Syamsul Akbar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Pondok Pesantren, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bulan depan, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kudus mengadakan seleksi pesilatnya di SMP NU Al-Ma’ruf Kudus Jum’at (7/2) kemarin. Sebanyak 120 pesilat Pagar Nusa dari berbagai madrasah mengikuti seleksi ini.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Pengurus bidang Seni dan Budaya Pagar Nusa Kudus Rozikin menjelaskan, seleksi dimaksudkan mencari bibit-bibit atlet pesilat yang siap diterjunkan dalam Popda tahun ini. Dalam seleksi itu, para pesilat dari tingkat MTs/SMP maupun MA/SMA berkompetisi pada kategori seni dan laga tanding di semua kelas.

“Mereka yang terbaik nanti dikirim menjadi peserta kontingen Pagar Nusa dalam Popda Kudus,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam Jum’at (7/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Popda tahun ini akan mempertandingkan 7 kelas tingkat SMP dan 8 kelas tingkat SMA. Masing-masing perguruan pencak silat hanya bisa mengirimkan 2 atletnya di kelas seni dan tanding.

“Kita berusaha keras sehingga Pagar Nusa mampu berprestasi lebih baik dari Popda sebelumnya. Bahkan kalau bisa, tahun ini kita bisa juara umum,” kata Rozikin penuh optimis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap Popda, kata Rozikin, Pagar Nusa selalu mengirimkan atletnya untuk bersaing dengan 7 perguruan pencak silat lainnya. Tujuannya, menambah jam terbang para pesilat Pagar Nusa serta mempererat silatrurahmi antarperguruan silat di kabupaten Kudus.

Rozikin menyatakan rasa syukurnya atas keikutsertaan Pagar Nusa setiap tahunnya dalam kejuaraan bergengsi di Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, AlaNu, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Niat untuk berhaji jangan ditunda-tunda. Itulah pula yang dipesankan almarhum KH Bisri Musthofa, ayahanda KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), ketika bersama para santri mengaji sebuah kitab dan sampai pada penjelasan ibadah haji.

"Mbah Bisri pernah memerintahkan (para santri) untuk menyegerakan niat haji saat ngaji bab haji,” kata KH Syarofudin, salah satu santrinya di hadapan jamaah ngaji Selasa-Jumat di aula Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (2/8).

Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji

Menurut Mbah Bisri, lanjut Kiai Syarofudin, niat bisa membawa kita menuju Makkah untuk berhaji. Karena niat dapat berubah menjadi doa dan Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam meminta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam pengajian rutin tersebut, Kiai Syarof juga mengingatkan pelajaran Mbah Bisri soal doa. Mbah Bisri, imbuhnya, mengajarkan jika berdoa meminta panjang umur, mintalah setahun saja. Jika umur dirasa masih bisa beribadah, tahun depan baru berdoa meminta panjang umur lagi kepada Allah SWT dan seterusnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal ini soal keberkahan umur. Menurut Kiai Syarof, umur panjang bila tidak digunakan untuk taat beribadah, akan membawa pemiliknya masuk ke dalam golongan orang yang merugi.? (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat

Jepara, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara bekerjasama dengan BKKBN Jepara memberikan “Pembekalan Remaja Sehat” kepada pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) bertempat di LA Marina Family Resto & Cafe, Sabtu (15/9). Supriyadi perwakilan dari BKKBN yang didaulat memberikan materi pembekalan.

IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat

Dalam pemaparannya remaja sehat adalah generasi yang tegar. Yakni mereka yang terhindar dari seks bebas, HIV/ AIDS dan NAPZA. Disamping itu perilaku dan organ reproduksinya sehat. Kesehatan menurutnya menjadi perkara penting baik sebelum dan sesudah manusia lahir. Tujuan akhirnya adalah melaksanakan pernikahan.

Menurutnya pembekalan diberikan mengingat banyaknya pergaulan remaja saat ini yang sangat mengkhawatirkan. Sebab perilaku negatif yang dilakukan remaja sudah menjurus pada Intercourse, berhubungan badan. Tidak lagi hanya sekadar Kissing, Petting dan Necking. Hal itu sesuai pengakuan Petinggi salah satu desa di Welahan saat pihaknya bersosialisasi belum lama ini. Karenanya salah satu program yang dijalankan lanjutnya adalah sosialisasi di sekolah, madrasah maupun pondok pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rapat Koordinasi

Kegiatan pembekalan juga bebarengan dengan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi (Rakor). Chamidatur Rohmah, ketua PC IPPNU dalam uraiannya mengatakan banyak kegiatan yang dijalankan selepas hari raya. Semisal Latihan Fasilitator (Latfas), Seminar plus pendirian Pimpinan Ranting (PR) Sinanggul, Pelatihan Jurnalistik-IT dan masih banyak lagi. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua PC IPNU, Chusni Maulana menambahkan sejumlah agenda lain; pengumpulan database, optimalisasi komisariat, tindak lanjut KTA dan keberadaan CBP-KKP di PAC. “Database merupakan kekuatan yang dimiliki oleh IPNU-IPPNU. Sebelum tahun 2013 komisariat perlu kita optimalkan dan ditindaklanjuti dengan pembuatan KTA,” imbuhnya.

Lutfi Rahman, wakil sekretaris PCNU Jepara yang berkesempatan hadir dalam sambutannya menyampaikan agar muncul pemahaman bersama di antara KKMTs 02 dan KKMA 02 terkait optimalisasi Pimpinan Komisariat (PK).

Selama ini jelas Lutfi sekolah dan madrasah lebih mengedepankan personal dan kemampuan ilmiah. “IPNU-IPPNU mempunyai peran untuk mendorong peningkatan social dan vocational skill. Bagaimana pun IPNU-IPPNU telah berkiprah mengembangkan organisasi pelajar,” jelasnya.

Kontributor: Syaiful Mustaqim    

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Khutbah, Pahlawan, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mochammad Maksum Machfoedz menyebut pemerintah lebih memerhatikan impor sebagai model pembangunan ekonomi nasional. Semestinya pemerintah lebih memerhatikan model perekonomian berbasis industri domestik.

“Keliru model pembangunan nasional. Karena kita mengandalkan impor sebagai landasan industri nasional,” kata Prof Maksum dalam seminar perekonomian di tengah rangkaian Rakernas PBNU di Jakarta, Sabtu (19/11) sore.

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik

Menurut Prof Maksum, kebijakan perekonomian yang berbasis industri domestik akan memberikan banyak nilai lebih. “Kalau industri domestik, maka ini akan memberikan banyak nilai tambah. Sumber daya manusia terpakai.”

Di samping itu kebijakan perekonomian nasional berbasis industri domestik dapat mendorong pemeretaan perekonomian, kata Prof Maksum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Menteri Keuangan RI Sri Mulyani yang hadir dalam seminar ini menjelaskan kenapa negara tidak mengandalkan sumber daya alam sebagai sumber pendapatan nasional. Menurutnya, sumber daya alam membuat masyarakat tidak produktif.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Yang terjadi hanya konflik, perang, atau korupsi. Tiga hal ini yang hadir di negara kaya dengan sumber daya alam, tetapi tidak mampu mengelolanya dengan baik,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani melirik sektor jasa. Menurutnya, sektor jasa cukup penting. Banyak orang melakukan investasi di bidang kesehatan, ruma sakit, dan asuransi misalnya. “Sektor ini tidak memerlukan banyak sumber daya alam. Sektor ini jelas membutuhkan orang baik dan manajemen yang baik.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Halaqoh, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock