Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rombongan Kirab Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad telah sampai memasuki Kota Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/10) malam. Dari arah Pati, mereka disambut ratusan anggota Banser, CBP IPNU dan KKP IPPNU, santri serta pengurus PCNU di perbatasan kota Pati- Kudus di desa Gindoharum, Jekulo, Kudus. Kemudian mereka mengiringi? hingga perbatasan Kota Kudus-Demak.

Sebelum melanjutkan perjalanan, rombongan yang dipimpin Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad? Aizuddin Abdurrahman terlebih dahulu meziarahi makam pendiri NU KHR Asnawi dan Sunan Kudus di kompleks Makam-Masjid Menara Kudus. Saat tiba di Menara,? acara diawali dengan penyerahan bendera Merah Putih dan NU dari ketua rombongan kepada ketua PCNU Kudus, H Abdul Hadi.

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai

Di makam KHR. Asnawi, mereka membaca tahlil dan doa dengan pimpinan KH Masfui, pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Kudus. Kemudian mereka membaca Ikrar Santri yang dipimpin Aizudin Abdurrahman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Aizudin atau akrab disapa Gus Aiz menjelaskan, kirab resolusi jihad ini telah menempuh perjalanan sejak Ahad (18/10) dari Tugu Pahlawan Surabaya, melewati 30 kabupaten/kota hingga finish nanti di Tugu Proklamasi Jakarta. Di beberapa daerah yang dilewati, pihaknya selalu melakukan ziarah? ke makam wali dan ulama serta sowan ke sejumlah kiai NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sebelum sampai Kudus, kita sowan ke Mbah Maemun Zubair, KH.Musthofa Bisri (Rembang) dan ziarah ke makam Mbah Mutamakin Kajen dan KH Sahal Mahfudz (Kajen, Pati)," terang Gus Aiz kepada awak media.

?

Ia mengatakan, 70 tahun lalu para ulama NU mengobarkan jihad melawan penjajah guna mempertahankan kemerdekaan NKRI. Karenanya, kegiatan kirab ini dimaksudkan untuk meneladani spiritualitas dan semangat perjuangan untuk mengisi Hari Santri 22 oktober.

"KHR Asnawi ini sebagai salah satu menjadi tokoh pendiri NU yang ikut berperan mengobarkan semangat resolusi jihad melawan penjajah. Kita ziarahi sekaligus meneladani spirit perjuangannya,"imbuhnya.

Usai dari Kudus, rombonga melanjutkan perjalanan menuju Demak. Di perbatasan Kudus Demak tepatnya Desa Tanggulangin Kudus, puluhan mobil rombongan menyambut dan mengiringi kirab nasional yang akan transit istirahat di kota wali Demak Jawa Tengah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 16 Februari 2018

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha

Malang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lemahnya jiwa wirausaha ditengarai menjadi salah satu penyebab maraknya korupsi di Indonesia. Saat ini Indonesia berada pada rangking ke 124 dengan nilai produktifitas kurang dari 5 %.

Demikian salah satu poin kesimpulan dalam workshop kewirausahaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Indonesia di Malang, Sabtu (22/12) lalu.

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha

Nur Shodiq Ask, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi salah satu pembicara dalam acara workshop kewirausahaan yang digelar di kaki gunung semeru, tepatnya  di Aula SMK NU Sunan Ampel desar Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam paparannya, Nur Sodiq mengambil asal muasal keterpurukan Indonesia. Posisi peringkat korupsi Indonesia jauh di dibawah Singapura (peringkat 5), Brunei Darussalam (46), Malaysia (54) dan Thailand (88). Sedang Indonesia saat ini berada pada posisi 118, dan hanya lebih baik bila dibandingkan  Laos (160) dan Myanmar (172).  

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, keterpurukan dan rendahnya moralitas itu salah satunya karena kurangnya bangsa Indonesia yang menjadi wirausaha.

“Maka perlu dibangun kebanggaan menjadi wirausaha dan pasti akan banyak memberikan nilai tambah yang bisa diciptakan dan akan berpengaruh langsung terhadap tingkat kesejahteraan rakyat,” katanya.

Yang perlu dibangun diantaranya, mengembangkan potensi lokal menjadi produk unggulan, sehingga kecintaan akan produk dalam negeri semakin meningkat. Dalam hal ini NU, dalam membangun dan mengembangkan wirausaha harus berbasis pada potensi anggota, agar pengembangannya dapat berpengaruh pada perkembangan organisasi, pengelola dan masyarakat.

Ditambahkan, jaringan organisasi NU yang sudah mengakar sampai di pelosok desa adalah potensi yang sangat besar jika dikelola dengan baik. Jaringan ini dapat dipergunakan sebagai jalur distribusi yang sangat cepat dan efektif dalam mendistribusikan produk dan jasa ke pelanggan.

Ketua Panitia Wokrshop dan Pasar Rakyat H Abdul Mujib Syadzili di sela berlangsungnya kegiatan menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk munculkan energi positif para peserta yang umumnya berasal dari kalangan muda NU agar terbentuk mental pengusaha sejati yang pantang menyerah.

“Diharapkan pertumbuhan dan perkembangan wirausahawan-wirausahawan NU kian hari akan semakin meningkat sehingga lebih membawa manfaat bagi jam’iyah,” tandasnya.

Workshop kewirausahaan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari pengurus MWCNU se Kabupaten Malang dan Ranting NU se Kecamatan Poncokusumo. Juga tampak memadati ruangan, para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Malang.  

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Sekretariat NU Kab. Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

Belajar dari Jiwa Besar Gus Dur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tidak pernah narsis dalam spiritualitas keagamaan, Gus Dur sunyi dalam ramai dan ramai dalam sunyi. Harta dan fasilitas bukan sarana suksesnya perjuangan Islam. Dalam sejarah tidak ada cerita perjuanagn sukses karena uang.

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH Luqman Hakim, Jumat (9/12) dalam akun twitter miliknya @KHMLuqman menerangkan jiwa besar KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam kehidupan.

Belajar dari Jiwa Besar Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Jiwa Besar Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Jiwa Besar Gus Dur

“Gus Dur tidak pernah mencaci maki orang yang berbeda pandangan dengannya bahkan kepada yang dinilai jahat sekali pun,” kata Pakar Sufi ini.

Menurutnya, Gus Dur selalu menghormati Ulama dengan tulus, walaupun berbeda pandangan. Sekalipun itu kiai kampung, Gus Dur tetap tawadhu. Guru Bangsa itu juga rela dicacimaki, yang penting umat dan bangsa selamat.

Gus Dur, tuturnya, memandang bangsa ini sebagai keluarga besar. Apa artinya membangun keluarga bangsa jika saling melukai dan berdarah?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dia mampu memilah dengan mudah mana yang besar dan mana yang kecil, mana yang umum mana yang khusus, mana yang Allah dan mana yang makhluk,” ungkap Kiai Luqman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, Gus Dur memandang dunia ini hanya sebesar biji buah pala bahkan lebih kecil lagi. Begitu saja kok repot! Gus Dur juga sering memberikan pelajaran bahwa keshalehan seseorang tidak pernah diukur dengan tampilan.?

“Kesahajaan Gus Dur tidak dibuat-buat untuk citra. Kesahajaan orisinal. Lautan tak bertepi, silakan diarungi sendiri. Jika tak bisa berenang anda akan tenggelam sia-sia,” ucap Pengasuh Majalah Cahaya Sufi ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bulan depan, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kudus mengadakan seleksi pesilatnya di SMP NU Al-Ma’ruf Kudus Jum’at (7/2) kemarin. Sebanyak 120 pesilat Pagar Nusa dari berbagai madrasah mengikuti seleksi ini.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Pengurus bidang Seni dan Budaya Pagar Nusa Kudus Rozikin menjelaskan, seleksi dimaksudkan mencari bibit-bibit atlet pesilat yang siap diterjunkan dalam Popda tahun ini. Dalam seleksi itu, para pesilat dari tingkat MTs/SMP maupun MA/SMA berkompetisi pada kategori seni dan laga tanding di semua kelas.

“Mereka yang terbaik nanti dikirim menjadi peserta kontingen Pagar Nusa dalam Popda Kudus,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam Jum’at (7/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Popda tahun ini akan mempertandingkan 7 kelas tingkat SMP dan 8 kelas tingkat SMA. Masing-masing perguruan pencak silat hanya bisa mengirimkan 2 atletnya di kelas seni dan tanding.

“Kita berusaha keras sehingga Pagar Nusa mampu berprestasi lebih baik dari Popda sebelumnya. Bahkan kalau bisa, tahun ini kita bisa juara umum,” kata Rozikin penuh optimis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap Popda, kata Rozikin, Pagar Nusa selalu mengirimkan atletnya untuk bersaing dengan 7 perguruan pencak silat lainnya. Tujuannya, menambah jam terbang para pesilat Pagar Nusa serta mempererat silatrurahmi antarperguruan silat di kabupaten Kudus.

Rozikin menyatakan rasa syukurnya atas keikutsertaan Pagar Nusa setiap tahunnya dalam kejuaraan bergengsi di Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, AlaNu, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 25 Januari 2018

Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Mustasyar Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, KH Haizul Maali mengungkapkan pandangannya terkait kemerosotan moral remaja dan perkembangan radikalisme saat ini.

Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah

Menurutnya, keimanan orang-orang Islam saat ini menurun, kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW dan agama pun ikut menurun. "Memang hal tersebut telah diterangkan di dalam Al-Qur’an, ‘Hai anak Adam kami telah menurunkan kepadamu busana untuk menutup kemaluanmu (kesusahanmu) dan yang bisa untuk jabatanmu,’" kutipnya, Kamis (25/2/2016).

Dia menambahkan bahwa kemauan pemuda sekarang condong untuk jabatan semata, kurang mempedulikan ketakwaannya. Padahal, bagi Kiai Haizul, pakaian paling bagus adalah ketakwaan, yaitu berupa agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dan yang menjadi ironis lagi, para orang tua juga mengikuti kehendak mereka," jelas Pengasuh Madrasah Banat Salafiyah Al-Maarif Desa Sidorejo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang tersebut.

Lebih lanjut Kiai Haizul Maali mengungkapkan bahwa sekarang banyak yang salah paham dan paham salah. "Yang salah paham itu tidak sengaja, dan yang paham salah itu sengaja. Ini yang perlu kita kritisi dan kita benahi," terangnya saat ditemui kontributor Rohis Tegal - Rohani Islam di rumahnya di Rembang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saat ini Allah telah mencoba kita, sampai berapa orang sepuh menahan kesepuhannya, dan sampai mana remaja bisa meninggalkan kegilaannya. Ada peribahasa pemuda gila, itu peribahasa zaman kuno dan terbukti sekarang," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 12 Januari 2018

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi

Surakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta menggelar kegiatan bertajuk “Siberkreasi Goes to Pesantren”, Kamis (23/11). Kegiatan yang dihelat di kompleks pondok tersebut menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Panitia acara Ferry Indar Ardiansyah menerangkan ada tiga agenda besar pada kegiatan Siberkreasi ini. “Pertama, diskusi kiat syiar online via blog dan media sosial kerjasama antara Al-Muayyad dengan AIS, yang berisikan strategi optimalisasi pemanfaatan media sosial untuk syiar Islam,” terang Ferry.

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi

Agenda kedua adalah workshop UMKM goes online untuk pengembangan UMKM baik masyarakat maupun alumni pondok Al-Muayyad. “Terakhir ada dialog Netizen Asik dengan menghadirkan Menkominfo Rudiantara,” imbuhnya.

Ditambahkan Ferry kegiatan ini juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dan komunitas, khususnya dalam menggunakan internet dan media sosial.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam acara dialog dengan santri Menkominfo Rudiantara mengajak santri untuk menggunakan internet dengan positif, dan juga harus berkreasi yang baik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Soal pemakaian gawai di pesantren diperbolehkan tentu mengikuti aturan disiplin ketika di dalam pondok," kata Rudiantara.

Kegiatan Siberkreasi dimulai sejak pagi, dan berakhir hingga sore. Acara ini diikuti santri Al-Muayyad dan para pemilik UMKM. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Kajian Sunnah, Fragmen Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa

Pada suatu waktu di bulan Ramadhan, Sayyidina Umar bin Khattab tak tahan untuk tidak mencium istrinya. Sesaat Umar ingat bahwa ini bulan Ramadan, maka hebohlah Umar dan bergegas menemui Nabi SAW dan melaporkan kepada Nabi, "Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa".

Rasulullah kalem menanggapi Umar, beliau SAW balik bertanya, "Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?" Umar menjawab, "Seperti itu tidak mengapa." Kemudian Rasulullah bersabda, "Lalu apa masalahnya?" (HR Ahmad)

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa

Saya terpesona membaca riwayat ini. Rasulullah menjawab dengan sekaligus mengajarkan logika. Mencium dianalogikan dengan kumur-kumur. Artinya, tidak sampai meminum air kan? Mencium tidak sama dengan menggauli isteri. Nabi bisa saja menjawab dengan mengatakan, "Tidak apa-apa" secara tegas. Tapi tidak! Kakek Hasan dan Husain ini memilih memberi jawaban dengan logika.

Kelak madzhab Umar yang sering bertumpu pada rayu (pertimbangan akal, red) mempengaruhi pandangan para ulama di Kufah (Iraq), termasuk Imam Abu Hanifah. Jadi, menggunakan rayu bukanlah sesuatu yang tercela. Bahkan Rasul sendiri yang mengajarkannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedudukan Umar di sisi Rasul memang istimewa. Dalam riwayat Bukhari-Muslim diceritakan mimpi Rasulullah sebagai berikut: "Ketika tidur, aku bermimpi bahwasanya aku diberi segelas susu. Setelah itu, aku pun langsung meminum sebagian susu tersebut, hingga aku merasakan kesegaran sampai ke ujung kuku. Kemudian aku berikan sisa susu tersebut kepada Umar bin Khattab." Para sahabat bertanya, "Ya Rasul, apa arti mimpi tersebut?" Rasulullah menjawab, "Ilmu".

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

?Nadirsyah Hosen?, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Nahdlatul, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock