Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kraksaan adalah Kiai Ronggo. Nama orang dan wilayah ini memang berbeda. Namun, keduanya saling berkaitan erat. Dalam pandangan masyarakat Kraksaan, sosok Kiai Ronggo adalah tokoh yang merintis sejarah berdirinya Kota Kraksaan.?

Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo

Tidak heran jika pesarean Kiai Ronggo di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo kerap diziarahi warga. Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari juga secara rutin ziarah ke sana.

Menuju Pesarean atau tempat peristirahatan terakhir Kiai Ronggo tidaklah sulit, hanya membutuhkan 10 hingga 15 menit dari pusat Kota Kraksaan. Sesampainya di sana, tidak banyak yang membedakan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) lainnya. Hanya sebuah makam dengan gapura yang baru selesai diperbaiki. Di tempat 2x4 meter itu pula banyak orang luar Probolinggo yang mulai berdatangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap malam Jumat legi, makam tersebut dibanjiri peziarah. “Kegiatannya hanya mengaji, tahlil dan lainnya, intinya mendoakan Kiai Ronggo,” kata juru kunci pesarean Kiai Ronggo, Halimah, Jum’at (17/4).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sepanjang mata melihat, makam Kiai Ronggo atau dengan nama asli KH Abdul Wahab itu paling istimewa. Hal itu lantaran makam Kiai Ronggo tersebut merupakan tokoh terpenting sepanjang keberadaan Kota Kraksaan. Tak ayal pemerintah setempat memperbaiki kuburan tersebut. Bahkan, mantan Bupati Probolinggo yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI H Hasan Aminuddin sering berziarah ke makam tersebut.

Namun sayang, Halimah tidak begitu mengetahui sosok tokoh Kiai Ronggo, sebab ia mengaku hanya bertugas menjaga makam. “Kalau soal itu kami tidak begitu tahu betul, hanya sosok Kiai Ronggo ini dikenalnya yang babat alas Kraksaan, jadi orang pertama,” katanya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Kontributor Rohis Tegal - Rohani Islam Probolinggo, di Kota Kraksaan masih ada keturunan dari Kiai Ronggo. Salah satunya adalah H Jarot. Setelah ditemui di kediamannya, H Jarot yang keturunan kelima dari Kiai Ronggo juga mengaku tidak begitu paham dengan kisah nenek moyangnya tersebut.

Itu karena menurutnya, dari kakek dan saudara lainnya memang minim sekali informasi tentang Kiai Ronggo. “Banyak yang sudah datang kesini dengan hal yang sama, tapi saya katakan informasi yang kami terima dari keluarga memang sangat minim. Kebanyakan cerita dari orang lain,” katanya.

Setahu H Jarot, nama Kiai Ronggo sendiri diambil dari kata Ronggo atau duduk. Hal semacam ini merupakan salah satu gelar pada seseorang yang pertama kali membuka atau membabat alas pada awal mulanya.

Namun yang pasti, nama asli Kiai Ronggo adalah Abdul Wahab alias Wiryo Setyo. Pemberian gelar Kiai Ronggo bukannya tanpa alasan. Menurut H Jarot yang diceritakan kakeknya semasa hidup, Kiai Ronggo kerap kali mengamalkan ajaran Islam dengan mendirikan mushalla di desa-desa sekitar Kraksaan.

Peninggalannya yang paling tampak adalah Masjid Agung Ar-Raudlah yang didirikannya pada tahun 1734 M silam. Sejumlah 4 tiang di ruang utama dan bedug lama, juga peninggalan Kiai Ronggo. “Itu salah satu peninggalan penting beliau,” katanya.

Bedug peninggalan Kiai Ronggo itu dibuat dari bahan kayu yang diambil dari Pakuniran. Kayu-kayu itu dibawa langsung oleh santrinya. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan bedug itu mencapai 2 bulan. “Yang kami terima informasinya seperti itu. Tapi sejauh ini belum ada bukti autentik soal itu,” ungkapnya.

H Jarot mengaku sangat senang jika leluhurnya tersebut menjadi perhatian orang. Namun ia berpesan pada masyarakat agar tidak menyalahgunakan nama baik Kiai Ronggo. Termasuk ketika berdoa di makam Kiai Ronggo. “Berdoa jangan bablas. Karena pada dasarnya Allah-lah yang menentukan semuanya,” tandasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

?

Foto:? Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan yang didirikan Kiai Ronggo pada tahun 1734 M.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 14 Februari 2018

Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan”

Sampang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Sampang, Jawa Timur meminta ormas yang tidak berasaskan Pancasila agar melakukan “taubat kebangsaan”.

Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan”

Pernyataan itu di sampaikan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Sampang Faisol Ramdhoni Rabu (13/12) saat menyikapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak judicial review (hak uji materil) tentang Perppu No. 2 tahun 2017 yang dilakukan sejumlah ormas.

Menurut Faisol, dengan keputusan MK, Selasa (12/12), itu, maka pemerintah berhak untuk membubarkan dan melarang ormas yang yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara.

"Keputusan MK merupakan kemenangan Rakyat Indonesia dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan mempertahankan NKRI," katanya. 

Dengan demikian, ia mengimbau ormas terlarang menurut Perppr Ormas itu agar melakukan "taubat massal kebangsaan" serta mengucapkan ikrar mengakui Pancasila dan kembali ke NKRI. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Mereka harus melakukan Ikrar, janji setia untuk menerima Pancasila sebagai dasar negara dan NKRI sebagai bentuk asas negara yang final."

Pihaknya mengaku akan mengawal terus putusan MK tersebut dan akan melaporkan ke pihak-pihak terkait.

"Kami akan melaporkan ke pihak pihak terkait bila nanti di lapangan masih ditemukan aktivitas-aktivitas ormas anti-Pancasila itu," tegasnya. (Redo/Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 13 Februari 2018

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam - Jenazah KH Ahmad Basyir AS dan KH Mannan Fadhaly bakal dikebumikan secara bersamaan. Keduanya akan dimakamkan pada pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang, Sabtu (15/7). Kendati demikian, dua kiai yang sama-sama Rais Syuriyah PCNU Sumenep dan PCNU Pamekasan ini dikebumikan di lokasi yang berbeda.

Kiai Basyir dimakamkan di pasarean keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Sementara Kiai Mannan dimakamkan di area Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan.

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

"Semula Kiai Basyir direncanakan bakal dikebumikan usai Ashar. Tapi ada perubahan rencana, yakni dimajukan ke pukul 14.00 WIB," KH Muhammad Mushthafa selaku bagian dari keluarga besar Annuqayah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya diberitakan, Kiai Basyir dan Kiai Mannan wafat Sabtu (15/7) pagi. Kiai Mannan mengembuskan nafas terakhir di RSUD Pamekasan. Sedangkan Kiai Basyir wafat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya setelah sebelumnya menjalani perawatan sejak Selasa (4/7) lalu.

Saat ini, ribuan alumni sudah memadati kompleks Pesantren Annuqayah. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, Habib, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Waykanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Mendiang Hans Bague Jassin atau dikenal dengan HB Jassin menjuluki sastrawan Isbedy Stiawan ZS sebagai Paus Sastra Lampung. Isbedy mendukung gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.

"Kesadaran masyarakat kita akan pengelolaan sampah perlu ditingkatkan, termasuk upaya pemerintah. Di Belanda, pemerintah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik, dan masyarakat pun terbiasa menempatkan sampah sesuai jenisnya di tempat sampah itu," ujar Isbedy di Way Kanan, Jumat (12/2).

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Kendati ditempatkan di ruang publik, tempat sampah di Belanda itu menurut Isbedy tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil. Ia mengaku penasaran dan mencoba menggoyang-nggoyangkan tempat sampah itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tidak bisa bergoyang saat saya mencoba mengguncangkannya, kuat sekali, namun ternyata saat ada petugas kebersihan datang, saya baru tahu itu bisa dilepas dan selanjutnya sampah diambil dan dimasukkan ke bak truk sesuai jenisnya, tidak dicampur," ujarnya pria kelahiran Tanjungkarang, Bandar Lampung, 5 Juni 1958 itu menjelaskan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

PC GP Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016 yang akan dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia secara serentak.

Sejumlah pihak yang menyatakan siap berpartisipasi pada aksi "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dari Way Kanan ialah Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gusdurian, alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN), Saka Wira Kartika binaan Koramil Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Raden Djambat Shooting Club (RDSC), Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah.

Lalu Pemuda Muhammadiyah, Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anak Daerah (FAD), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Palang Merah Indonesia (PMI), PC Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Forum Karate Indonesia (Forki), Kodim 0427 dan Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11.

"Kegiatan semacam itu perlu sekali karena lingkungan hidup harus selalu dijaga bersama-sama," ujar Isbedy.

Di Way Kanan, aksi akan dimulai dari berbagai titik sekitar pukul 06.00 WIB, di Baradatu, aksi akan dilakukan oleh PC Fatayat NU, Forki, IPSI, IPNU dan IPPNU dan bermuara di Gedung PCNU Way Kanan. Lalu di Kecamatan Way Tuba, PAC GP Ansor setempat menggandeng masyarakat akan gotong royong membersihkan sampah di Kampung Bukit Gemuruh. Kemudian di Blambangan Umpu akan bermuara di Monumen Mayjend Ryacudu, ditutup dengan deklarasi bersama "Way Kanan Berani Bersih". (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Santri, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Imam Aziz mendukung sikap masyarakat Kendeng yang mempertahankan tanahnya dari aktivitas besar-besaran alih fungsi lahan. Menurut Imam Aziz, sikap masyarakat Kendeng sudah sesuai dengan amanah Muktamar Ke-33 NU di Jombang 2015 lalu.

Demikian disampaikan H Imam Aziz dalam pertemuan nasional yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU di Hotel Kartika Chandra Jalan Gatot Subroto Kav 18-20, Jakarta, Senin (7/11) siang.

PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah

Alih fungsi lahan subur ini menyebabkan dengan drastis menyempitnya lahan produktif para petani. Hal ini juga yang menjauhkan Indonesia dari swasembada pangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Putusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang terkait dengan alih fungsi lahan produktif ini mengamanatkan kepada nahdliyin dan masyarakat Indonesia untuk sedapat mungkin mempertahankan tanahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini sikap kita meskipun beda pandangan dengan Pemda Jawa Tengah,” kata Imam Aziz di hadapan sedikitnya seratus hadirin.

Meskipun demikian semua kenyataan ini jangan dijadikan amunisi dan alasan kita untuk berbuat kekerasan dan pemaksaan. Warga NU tetap harus berpegang pada prinsip moderat atau tasamuh. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Februari 2018

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendidik mahasiswa mahasiswi pada pemahaman organisasi yang “kaffah”. Juga mampu jadi penggerak dakwah dalam membumikan Islam Indonesia dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah.

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Aktivis PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung,? Fajri Idatul Akbar,? mengatakan hal itu dalam rangka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba.) kegiatan tersebut adalah fase rekruitmen mahasiswa untuk menjadi anggota PMII.

“Kaffah di sini adalah sempurna pemikiran dan ketakwaannya. Jangan hanya kritis, tapi juga transformatif kepada nilai-nilai nasionalis serta berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah,” terang Fajri kepada Rohis Tegal - Rohani Islam ketika ditemui di sekretariat PMII di Jalan Manisi, Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain kaffah, lanjut Fajri, kegiatan Mapaba pun bertujuan membentuk kader yang ulil albab. Menurut dia, setidaknya ada tiga ciri, pertama manusia yang peka terhadap kenyataan.

Kedua, tambah dia, manusia yang mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah, dan ketiga manusia yang giat membaca tanda-tanda alam yang kesemuanya dilakukan dalam rangka berzikir kepada Allah SWT.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Mapaba ini adalah gerbang awal dalam pengkaderan di PMII sebab masih ada gerbang selanjutnya,” kata fajri, yang juga ketua komisariat PMII Cabang Kabupaten Bandung.

Mapaba tersebut sudah digelar pada tanggal 13 sampai dengan 15 September lalu, di Gedung Local Education Center (LEC) Cicalengka bandung. Ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari berbagai jurusan dan fakultas mengikuti kegiatan tersebut. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Habib, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Aji Prasetyo mulanya adalah seorang musisi. Dengan profesinya semacam itu ia kerap menyaksikan para tokoh masyarakat melakukan pencitraan di depan publik. Ia merasa apes karena punya kesempatan melihat keaslian mereka.?

“Aku jadi tahu siapa saja tokoh masyarakat yang hobi nongkrong di hotel mewah, apa merk whisky favorit mereka, bahkan siapa saja yang hobi main perempuan,” katanya ketika ditanya awal mula banting stir dari musisi ke komik. Penjelasan itu ia tuangkan di sebuah website buku yang menjual beberapa karya komiknya. ?

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)
Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Menurut Aji, awal menerjuni profesi sebagai musisi, pemandangan tokoh masyarakat itu, ia nikmati dengan berbagai pemakluman.?

“Tapi setelah perda larangan live music muncul, mendadak aku jadi sangat muak terhadap mereka. Bulan Ramadhan hanya menjadi ajang pencitraan. Bikin perda untuk mengatur moral, razia sana sini, padahal perilaku mereka sendiri ternyata jauh dari standar moral yang mereka terapkan kepada rakyatnya,” tambahnya.?

Akhirnya, ia memutuskan untuk meluapkan kejengkelan lewat coretan komik dan diupload di medso. Lantas lahirlah komik berjudul Ramadhan penuh Hikmah (2007) dan Setan Menggugat (2008). Dua komik pendek itu, yang kini telah diterbitkan dalam kompilasi Hidup Itu Indah (2010), dibuat di bulan Ramadhan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keduanya menjadi monumen awal mula peria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur 1976 itu menerjuni dunia komik untuk mengkritik berbagai hal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pria yang kini menjadi salah seoran pengurus Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU itu melampiaskan kejengkelan melalui komik terhadap perilaku beragama yang merasa benar sendiri dengan mengkafirkan amaliyah warga NU, misalnya.

Komik itu ia beri judul “Apa Sih Maunya NU?” Komik itu ia sebarkan di media sosial. Kemudian tersebar dari grup satu grup lain di Watshapp dan media sosial lain. Komik itu pun ditanggapi komik juga oleh pihak yang merasa tersindir. Juga di media sosial.?

Komik itu dibuka dengan percakapan seseorang berpeci dan berpakaian putih, tapi mimik muka melotot dan menghujat. Ia berkata, “Ada apa dengan Banser NU?! Gereja dijaga, tapi pengajian dibubarkan. Ngaku Islam kok gitu.”

Perkataan itu ditanggap seseorang berbaju Jawa yang bahunya tersampir udeng-udeng hitam. Rambutnya gondrong dan berkacamata. Ia menanggapinya dengan muka santai sambil merokok. “Nah, opini macam begini harus dilurusin.”

Menurut pria gondrong itu, saat ini ada yang mengaku atau disebut ulama oleh pengikutnya, tapi perilakunya gemar mengkafirkan orang lain. Ulama tersebut menyebut tsunami Aceh karena warganya selalu bermaksiat. Tahlilan, ziarah, juga menjadi sasaran dia dengan menyebutnya bid’ah dan sesat. “Jangankan terhadap umat lain, sama sesama Muslim aja suka bikin sakit ati,” katanya.?

Kejengkelan-kejengkelan pria yang tinggal di Malang, Jawa Timur melalui komik itu telah membuahkan ratusan judul. Ia sebar gratis di media sosial.?

“Saya biasa menggratiskan komik-komik saya, sebagai cara saya menyebarkan propaganda perdamaian,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Habib, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock