Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Bogor, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurrahman Mas’ud mengatakan, akhir-akhir ini dunia tulis-menulis di kalangan pesantren cenderung menurun. Para kiai di pesantren jarang menulis buku atau karya tulis lainnya. Ini jauh berbeda dengan kondisi para ulama pada sekitar abad ke-19.

“Ketika itu, karya-karya tulis para ulama banyak diterbitkan di Saudi dan Turki, selain di Indonesia sendiri. Karya ulama zaman dulu yang monumental antara lain Tafsir al-Munir li Ma’alim at-Tanzil atau Tafsir Marah Labid (Syekh Nawawi al-Bantani) dan Manhaj Zhawi an Nazhar (Syekh Mahfudz al-Tirmasi), sebuah tafsir atas Manzhumat ‘Ilm al Atsar karya Abdurrahman al-Suyuthi,” paparnya.

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Mas’ud menyampaikan hal itu saat memberi pengarahan dalam seminar “Hasil Pengembangan Karya Tulis Ilmiah Santri” di Hotel M-One Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 49,5 Cimandala Sukaraja Bogor, Kamis (20/11), yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mas’ud menambahkan, sekarang ini belum ada lagi penulis produktif dari kalangan ulama setelah Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. “Yang menarik, adalah kitab Thariqatul Hushul ala Ghayatil Wushul karya Kiai Sahal Mahfudh, sebuah penjelasan dari kitab Ghoyatul Wushul karya Syekh Abu Zakariya al-Anshori,” tegasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, pemeliharaan tradisi keilmuan meliputi menulis dan membaca kitab kuning sebagai salah satu fungsi pesantren diwujudkan dalam bentuk aneka karya tulis. Sebagai penulis produktif, ulama zaman dahulu melahirkan karya besar. Sayangnya, masih banyak yang belum dibukukan sebagai warisan kepada generasi penerus. Bagi Mas’ud, kaderisasi penulisan yang dilakukan Puspenda sangat penting untuk melahirkan penulis baru yang handal.

Mas’ud secara khusus memberikan selamat dan apresiasi kepada para santri yang terpilih dalam 10 besar. Ia berharap mereka makin berkembang kemampuan menulisnya. “Saya berharap adik-adik santri yang terpilih ini menjadi penulis handal di masa depan. Saya tahu, tidak mudah dalam proses penulisan tersebut. Yang jelas, all beginning is difficult. Banyak pemula yang sampai berdarah-darah saking sulitnya,” seloroh Mas’ud. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Internasional, Pertandingan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 24 Februari 2018

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU Hari Usmayadi mengatakan, Rohis Tegal - Rohani Islam berpotensi menjadi portal berita sangat besar sekali dengan tema keislaman, kerakyatan, dan kebangsaaan. Tema keislaman maksudanya Ahlussunah wal-Jamaah dengan segala konsep dan aplikasinya. Termasuk di dalamnya pesantren, kiai, dan santri, serta NU dan banom serta lembaganya. Sementara kerakyatan, tema mengusung suara hajat hidup orang banyak. Sedangkan kebangsaan, menyangkut keutuhan bangsa dan negara.?

Misalkan, kata dia, jika tiap hari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di tiap kabupaten menyuarakan tema-tema tersebut, bukan tidak mungkin, akan menjadi arus utama di dunia maya. Bahkan bisa menjadi sebuah gerakan sosial di masyarakat.?

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Ia merinci, jika NU memiliki Cabang sekitar 500 di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dan mereka menuliskan tiga tema tersebut tiap hari, maka akan terkumpul sekitar 500 berita. “Ini jumlah sangat besar sekali,” katanya di kantor Redaksi Rohis Tegal - Rohani Islam gedung PBNU, Jakarta Senin (20/2).?

Itu jika hanya PCNU. Sementara NU sendiri memiliki banom dan lembaga yang sampai di kabupaten-kabupaten. Bahkan ada yang sampai di kecamatan dan ranting.?

Banom NU semisal Gerakan Pemuda Ansor, kata dia, katakanlah ada 500 cabang. Ditambah Muslimat ada 500, Fatayat, PMII, IPNU, IPPNU, serta banom-banom, lain. Ada ribuan berita yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam. “Dengan demikian, Rohis Tegal - Rohani Islam akan menjadi kantor berita yang tiada tandingnya dari sisi jumlah. Ia mengalahkan kantor berita mana pun,” lanjutnya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut dia, dari sisi kemampuan, sebetulnya pengurus cabang NU dan banom serta lembaganya adalah orang yang terdidik di daerah masing-masing. Jika mereka mau belajar menulis berita, itu sangat gampang sekali. Dari sisi cara mengirimkannya, hampir setiap pengurus NU sekarang menggunakan android. Berita bisa dikirim langsung melalui email di ponsel. Bahkan bisa lebih simpel lagi jika menggunakan WatshApp.?

NU, lanjutnya, mau tak mau harus masuk di wilayah itu. Kalau tidak, akan ketinggalan. Jangan sampai gagap digital karena akibatnya syiar dakwah NU tidak sampai ke khalayak netizen yang sekarang jumlahnya puluhan juta. “Jika tidak semua PCNU, ya paling tidak separuhnya. Jika tidak separuhnya, ya seperempatnya.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap besar kepada anak-anak muda NU yang bisa menggerakkan hal itu. “Saya ingat apa yang dikatakan Gus Dur dalam satu artikelnya di tahun 90-an. Aktivis PMII, setelah menjadi alumnus, hendaknya membantu NU. Menurut saya, paling tidak, alumnus PMII bisa membantu dalam menggerakan atau menyuarakan suara Nahdliyin, suara rakyat Indonesia di daerah masing-masing,” jelasnya.?

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika semua PCNU dan lembaga dan banom terkoneksi, berjamaah secara ide, dan berjamaah melakukannya, bisa diarahkan ke pengembangan ekonomi, sebagian urusan negara ini bisa selesai. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Quote, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 26 Januari 2018

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh

Sampang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tim relawan NU di Sampang kembali menyalurkan bantuan kepada para korban banjir. Kali ini tim relawan yang didampingi salah seorang pengurus NU Kabupaten Sampang, Ust H. Nuruddin Jc, kembali melanjutkan perjalanannya ke desa Tanggumung untuk meninjau dan sekaligus menyalurkan bantuan untuk pembangunan sebuah jembatan yang runtuh diterjang arus banjir.

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh

"Jembatan ini merupakan penghubung antar dusun kami dan dusun sebelah, sejak runtuhnya jembatan itu, para warga tentunya kesulitan untuk melakukan aktifitas, termasuk anak-anak kami yang masih dalam bangku sekolah juga menjadi terhambat, akhirnya kami berinisatif untuk membuat pelampung dari bambu untuk akses penyeberangan sementara," ujar Choirurroziqin, salah satu warga dusun tersebut, Jumat (26/4).

Menurut tokoh masyarakat ini, berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk melaporkan ke pihak pemerintah terkait, namun hingga kini belum ada penanganan, sehingga para warga berinesatif untuk menggalang bantuan sendiri, " Ini termasuk kebutuhan mendesak, ini akses utama warga untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, sehari-hari tak kurang dari 500 KK yang melewati jembatan ini," tambahnya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tadi kami lihat sendiri, bagaimana warga harus menyeberang sungai dengan bambu pengapung dan menarik tali, ini emergency, sudah seharusnya ada penanganan serius dari pemerintah terkait, dan NU Sampang dalam hal ini, hanya bisa bantu sekedarnya, paling tidak sebagai modal awal untuk bangun jembatan, dan Insyaallah kami akan coba galang donasi untuk pembangunan jembatan ini," sambung Moch Syamsuddin Abd Muin, salah satu tim relawan NU, seusai menyerahkan bantuan uang tunai yang diterima oleh salah satu tokoh masyarakat setempat. 

Seperti diwartakan, setelah dalam beberapa kali kesempatan sejak awal terjadinya banjir pada Senin (9/4) lalu, dengan dimotori oleh kaum muda NU, penyaluan bantuan terus dilakukan, mulai dari 1800 paket makanan/minuman dan 640 paket alat tulis sekolah sudah disalurkan ke berbagai titik banjir yang selama ini belum terjangkau. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk penyaluran bantuan kali ini, Jumat (26/4), NU Sampang memfokuskan pada 2 hal, yang pertama adalah menyalurkan santunan kepada keluarga korban banjir yang meninggal, dalam penelusuran tim relawan NU, ada 4 korban meninggal, yaitu Ibu Hindun (80 Tahun, warga Jl, Imam Bonjol), Moch Farhan (23 Tahun, warga kelurahan Polagan),  Moch Syafi (43 Tahun, warga desa Pasiyan) dan Moch Faruq (22 Tahun, Warga desa Pangilen). 

"Bantuan kali ini, kami khususkan kepada keluarga korban yang meninggal, bantuan yang kami salurkan kepada setiap keluarga berupa ; 25 Kg beras, 3 Kg gula, 1 kardus mie instant, 3 paket minyak goreng dan uang tunai" kata Faisol Romadhan, salah satu tim relawan NU Sampang.  

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Moch Syamsuddin Abd muin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Nilai hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 27 November 2015 jauh dari harapan. Dari hasil UKG mata pelajaran matematika di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diperoleh nilai rata-rata mereka 63,57.? Sementara rata-rata kompetensi pendagogik 60,65 dan rata-rata kompetensi profesional 64,85.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh, pada kegiatan Focus Gruop Discussion Analisis Hasil Uji Kompetensi Guru Matematika SMP Kabupaten Bandung di Ruang Rapat PWNU Jawa Barat, Kamis (17/12).

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Hasil UKG tersebut menggambarkan penguasan kompetensi pendagogik dan profesional guru matematika SMP di Kabupaten Bandung masih rendah. Kompetensi pendagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, kemampuan merancang dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik akan potensi yang dimilikinya. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut H. Saepuloh, hasil UKG ini merupakan sebuah fakta yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam hal pengembangan dan pembinaan kompetensi guru secara berkelanjutan. Dengan memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kompetensi masing-masing guru agar efektif dan tepat sasaran

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pasca UKG, kami berharap pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan latihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru berdasarkan kompetensi yang dimilikinya” tutur H. Saepuloh. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Salah satu program Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adalah gencar melakukan kaderisasi di antaranya melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA).

PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unswagati Cirebon Gencar Kaderisasi

Untuk itu, PK PMII Unswagati Cirebon mengadakan Mapaba pada Sabtu – Ahad (20-21/12) di Jepun Bistro Jl. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai fakultas, seperti fakultas Hukum, FKIP, dan Fakultas Kedokteran Unswagati yang rata-rata semester 1 dan 3.

Menurut Nanang Fauzi, salah satu panitia Mapaba, Mapaba merupakan pengenalan sekaligus pelatihan pengkaderan awal di PMII. Ditambahkannya Mapaba adalah pelatihan yang menekankan pada doktrinasi, motivasi pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Melalui kegiatan ini, peserta Mapaba PMII dituntut untuk berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap organisasi yaitu PMII,” terangnya

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal serupa disampaikan Ketua PK PMII Unswagati Cirebon, Faiz Habibi yang menjelaskan para peserta Mapaba dilatih untuk memiliki pengetahuan dasar ke-PMII-an dan sikap loyalitas yang tinggi terhadap organisasi.

“Dengan pembekalan materi-materi Mapaba seperti Aswaja, NDP, Paradigma PMII, Sejarah PMII, Antropologi kampus dan Keperempuanan/Gender diharapkan peserta Mapaba menjadi anggota PMII yang berideologi dan loyal terhadap organisasi,” ungkap Faiz.

Hal senada disampaikan Ketua PC PMII Cirebon, M. Yazidul Ulum, Unswagati merupakan kampus umum di Cirebon sehingga harus selalu melakukan kerja-kerja kaderisasi. “PK PMII Unswagati merupakan komisariat kampus umum sehingga penguatan kaderisasi harus lebih massif lagi. Mapaba minimal 2 bulan sekali,” tandas Yazid. (Ayub Al Ansori/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pertandingan, Pahlawan, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang H Sadulloh mendoakan pengurus NU yang akan menjadi jamaah haji tahun ini. Ia berpesan kepada calon jamaah haji agar tidak terbebani dengan doa-doa panjang di setiap rukun atau sunah haji.

Demikian disampaikan H Sa’dulloh pada kegiatan yaumul ijtima’ yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tanjungkerta, Selasa (9/8).

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Calon Jamaah Haji, PCNU Sumedang: Bacalah Doa yang Mudah

Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah di daerah Cikalong Budiasih Tanjungkerta ini diisi juga dengan syukuran beberapa pengurus MWCNU Tanjungkerta yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut H Sadulloh, bacaan doa yang paling utama adalah doa yang ada dalam Al-Quran, setelah itu di hadist, terakhir bacaan doa karangan para ulama.

“Dalam prosesi ibadah haji tidak mungkin seorang calon ibadah haji ke mana-mana harus membawa buku kumpulan doa-doa. Ribet rasanya kalau sedang berdesak-desakan beribadah, terus harus mengeluarkan buku kumpulan doa-doa. Solusinya doa-doa tersebut harus dihafal,” kata H Sadulloh.

Kalau seandainya masih banyak doa yang belum dihafal, cukup setiap berdoa baca doa sapu jagat yang ada dalam Al-Quran, "Rabbana atina fid duniya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina adzaban nar".

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Semoga semua calon jamaah haji Indonesia bisa selamat dan disukseskan dalam setiap melewati prosesi ibadah haji. Manfaatkanlah waktu selama di sana dengan benar-benar untuk beribadah dan bisa pulang lagi ke tanah air dengan mendapat gelar haji yang mabrur,” tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Sejarah, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebelum Nahdlatul Ulama (NU) berdiri, beberapa ulama di Nusantara melakukan syiar Islam melalui kelembagaan keraton, lebih tepatnya kesultanan. Sejumlah ulama dan kesultanan berupaya mensyiarkan agama Islam sekaligus mempertahankan budaya masyarakat.

Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Agama-Budaya Tugas Keraton dan NU

Demikian disampaikan Pangeran Patih Keraton Kanoman Cirebon Pangeran Raja M Khodiran saat ditemui Rohis Tegal - Rohani Islam di sela-sela acara pelatihan membatik yang digelar Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Cirebon di Keraton Kanoman, Cirebon Jawa Barat, Selasa (8/10) siang.

Di antara ulama itu, tambah Patih M Khodiran, adalah Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon. Maka tidak heran jika sampai kini keraton memiliki tradisi keagamaan yang sama dengan NU dan pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“NU, Pesantren dan Keraton memang memiliki hubungan persaudaraan yang dekat. Terutama sekali jika dibahas dari sisi sejarah dan garis keturunan, banyak di antara penyebar agama Islam di Jawa berasal dari lingkungan keraton,” ungkap Patih M Khodiran.

Lebih lanjut Pangeran Patih Khodiran menambahkan, kesamaan dan ikatan persaudaraan itu tidak hanya sebatas dari sisi sejarah dan tradisi, melainkan tugas yang diemban hinga sekarang pun memiliki kesamaan, yakni syiar agama dan budaya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Keraton tidak hanya menjalankan amanat dari Kanjeng Sunan Gunung Jati untuk tetap melakukan syiar Islam, tetapi juga sama seperti NU, melakukan syiar budaya dan mempertahankan tradisi. Betapa senang sekali karena hari ini anak-anakku dari IPPNU dan IPNU Cirebon turut berupaya mempertahankan tradisi membatik di sini,” tambah Pangeran Patih.

Kanoman merupakan salah satu keraton warisan kesultanan Cirebon yang pernah dipimpin Sunan Gunung Jati. Kanoman dibangun pada tahun 1678 Masehi oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya yang bergelar Sultan Anom I. Selain Keraton Kanoman, terdapat tiga keraton lain di Cirebon, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabonan. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Tasikmalaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejumlah Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tasikmalaya bersiaga di depan Kantor PCNU, Jalan dr. Soekardjo No 47 Kota Tasikmalaya. Pasalnya, kerumunan massa aksi Bela Islam hanya beberapa puluh meter dari Gedung NU.

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Jalan dr. Soekardjo pun ditutup satu jalur sehingga massa aksi gabungan dari sejumlah Ormas Islam yang didalamnya ada FPI itu tidak bisa lagi melintas ke Jalan dr. Sorkardjo.

Yang akhirnya gesekan bisa dihindari meski sebelumnya sempat ramai di media sosial terkait himbauan PCNU Kota Tasikmalaya yang melarang warga Nahdlyin dan Banom NU ikut turun aksi, menuai pro kontra. Facebooker pro aksi Bela Islam menyerang keputusan itu yang dilawan pula oleh sejumlah kader muda NU.

Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Dansatkorcab) Banser Kota Tasikmalaya, Ujang Haedar mengatakan, kesiagaan Banser hanya untuk jaga-jaga saja. Mengantisifasi segala kemungkinan yang bisa merugikan semua pihak.

"Kami cuma jaga-jaga saja. Apalagi situasi politik di Kota Tasik sudah meninggi karena mulai masuk masa kampanye pilkada. Dan menempatkan anggota Banser di Kantor NU biasa dilakukan, bukan karena ada aksi tadi," kata Ujang, Jumat (28/10).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ujang pun berterimakasih kepada Kepolisian yang pro aktif menutup Jalan dr. Soekardjo sehingga iringan massa aksi tak melintas. Termasuk yang dari Masjid Agung ke Jalan dr. Soekardjo.

"Khawatir saja ada yang memancing," ujarnya.

Saat aksi, massa "Bela Islam" berkumpul di depan Masjid Agung yang sekira 50 meteran dari Kantor PCNU Kota Tasikmalaya. Dan aksi tersebut selesai sekira pukul 15.30 WIB. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Internasional, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 29 Desember 2017

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kerisauan? masyarakat? tentang darurat seksual yang sekarang tengah mengemuka sebenarnya tak perlu terjadi jika pembelajaran Al-Quran ditanamkan sejak dini pada diri anak. Sebab, nilai-nilai dalam Al-Quran akan memberi pagar terhadap anak dalam berperilaku.

Demikian diungkapkan Ketua LP Maarif Kabupaten Jember Hobri Ali Wafa kepada Rohis Tegal - Rohani Islam usai menyampaikan? sambutan dalam acara Khotmil Quran dan Wisuda Santri TPQ LP Maarif? di GOR Pemuda Kaliwates, Jember, Ahad (22/5).

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Menurut Hobri, selain nilai-nilai agama dari sisi psikologis anak-anak yang akrab dengan Al-Quran akan memberi pengaruh positif bagi pembentukan karakter anak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Nuansa batinnya akan membimbing prilaku sang anak untuk menjadi orang baik. Jadi kalau sekarang ribut-ribut soal kejahatan seksual anak, itu sesugguhnya bisa diantisipasi melalui pengenalan Al-Quran sejak dini," ujar Ketua Program Studi Pascasarjana Matematika Universitas Jember itu di hadapan 2.373 wisudawan TPQ Maarif Jember.

Doktor pendidikan matematika ini menegaskan bahwa kegiatan TPQ juga secara tidak langsung membantu para orang tua dalam menangani kenakalan remaja. Sebab, sejak dini anak telah dibiasakan berprilaku religius. Ini akan terus melekat dalam tindakannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dengan memasrahkan anaknya pada TPQ, waktu-waktu di mana orang tua teledor dalam menjaga anaknya, itu akan tereliminasi. Walaupun peran orang tua masih tetap nomor satu," jelasnya.

Senada dengan Hobri, salah seorang panitia wisuda Suroto Bawani berharap agar pembinaan Al-Quran terhadap wisudawan TPQ tetap berlanjut di lingkungan masing-masing. Sebab TPQ hanya pondasi awal dari sebuah bangunan.

"Kalau tidak diarahkan, bangunannya bisa melenceng. Kita berharap mereka kelak menjadi generasi Qurani sekaligus menjadi ujung tombak Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya.

Bupati Jember dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LP Maarif Jember, dalam hal ini Mabin TPQ. Menurutnya, hal ini sangat positif bagi pencetakan kader bangsa yang? berakhlaqul karimah. Selain itu, ia juga menyatakan siap mendukung program peningkatan kualitas TPQ Ma’arif NU. (Aryudi AR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Humor Islam, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 24 Desember 2017

Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?



Sekretaris ? PWNU Sulawesi Utara Suwarno Tuiyo meninggal dunia pada Rabu dini hari (5/10) sekitar pukul 01.00 WITA. Almarhum yang meninggal pada usia 56 tahun tersebut dimakamkan hari di kampung provinsi Gorontalo. ? Pukul 07.00 jenazahnya dibawa ke kampung halamannya.?

Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia

Sekretaris Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara Fadhila Djojosuroto mengatakan, Suwarno banyak berkontribusi kepada Muslimat NU, khususnya di Minahasa.?

“Kontribusinya banyak dengan ide-ide serta pemikiran untuk kemajuan Muslimat dan selalu memberi motivasi kepada ibu-ibu berjuang demi kemaslahatan umat,” katanya ketika dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam dari Jakarta Rabu, (5/10).?

Menurut pengurus Lesbumi PBNU asal Sulawesi Utara Irfan Basri, Suwarno adalah perintis pendirian Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama di Sulawesi Utara. Selain itu, sampai meninggalnya ia masih menjadi Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa IslamIndonesia (IKA-PMII) Sulawesi Utara.

"Beliau selama hidupnya fokus mengurus NU," demikian kesaksian Irfan Basri. Semoga almarhum diterima di tempat paling layak di sisi Allah SWT dan diampuni segala kekhilafannya. Semoga juga ada penerus yang bisa mendarmabaktikan hidupnya kepada NU, masyarakat, dan bangsa Indonesia di Sulawesi Utara, lanjutnya.? (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 18 Desember 2017

JK Dipastikan Akan Hadir

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Presiden Republik Indonesia H Jusuf Kalla (JK) dipastikan akan menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau Munas-Konbes NU di areal gedung kantor PBNU, Jakarta. Mustasyar PBNU itu dijadwalkan akan menutup agenda Munas-Konbes pada Ahad, 2 November 2014.

“Pak JK sudah memastikan hadir pada penutupan Munas-Konbes,” kata H Agus Salim Thoyyib kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, di kantor PBNU, Kamis (30/10).

JK Dipastikan Akan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)
JK Dipastikan Akan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)

JK Dipastikan Akan Hadir

Presiden Joko Widodo juga telah dijadwalkan hadir dan membuka secara resmi acara Munas-Konbes NU 2014, namun sampai berita ini ditulis pihak kepresidenan belum menyampaikan konfirmasi. Menurut Agus Salim, undangan sudah disampaikan ke Istana namun presiden belum memberikan kepastian akan hadir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Ketua Panitia H Arvin Hakim Thoha, jika Presiden Jokowi berhalangan hadir, Munas-Konbes NU 2014 akan dibuka langsung oleh Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri atau Gus Mus. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 14 Desember 2017

Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam



Kondisi radikalisme yang kian deras di Indonesia, menjadi ancaman serius bagi bangsa ini. Keberadaan mereka dinilai akan mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu lah yang menjadi latar belakang Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ullama (LDNU) Jombang menggelar Pelatihan Kader Dai, Ahad (12/11) di uala kantor PCNU.

Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten

Ketua PC LDNU Jombang, Aang Fatihul Islam menjelaskan, pelatihan tersebut menekankan pada upaya pewarisan paham dan ajaran Aswaja, NU, dan Kebangsaan melalui jalur dan strategi dakwah. 

Upaya ini  kata dia, diharapkan dapat menekan ancaman radikalisme terhadap bangsa dan negara ke depan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dan sekaligus menjadi rintisan dan konsolidasi jaringan dai untuk menanamkan substansi ber-Islam dalam kesadaran umat serta membangun kecintaan hidup dan menghidupi lingkungan  di hati mereka," ujarnya. 

Untuk mewujudkan upaya-upaya di atas, pada pelatihan ini, para peserta dibekali setidaknya dengan tiga materi, yakni materi pertama Gambaran Umum Dakwah NU Jombang. Materi ini disampaikan Ketua PC LDNU Jombang sendiri. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Pada materi ini peserta dibekali konsepsi secara umum yang meliputi dakwah bil lisan, dakwah bil hal, dakwah bil qolam/bil kitabah/bit tadwin, dan dakwah bil qudwah kemudian dibawa pada situasi yang ada di Jombang," jelasnya.

Setelah materi pertama usai, segenap peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, kemudian diminta menuliskan permasalahan yang ada di wilayahnya masing-masing. Permasalahan tersebut meliputi empat sasaran dakwah, yaitu pedesaan, perkotaan, instansi, dan komunitas. Setelah itu dipresentasikan tiap kelompok dan ditanggapi oleh kelompok lain. 

 

Materi kedua adalah Peta dan Strategi Dakwah NU Jombang. Materi ini disampaikan Ahmad Samsul Rijal, Katib Suryah PCNU Jombang. Pada materi ini peserta diajak untuk memetakan bagaimana maping wilayah dakwah di Jombang, baik yang berada di pedesaan, perkotaan, instansi, komunitas, maupun geliat persoalan yang merebak di media sosial.

"Tentunya dengan mendesain strategi dakwah yang efektif dan efisien yang mengcover keempat jenis dakwah (dakwah bil lisan, dakwah bil hal, dakwah bil qolam/bil kitabah/bit tadwin, dan dakwah bil qudwah)," tuturnya.

Disamping itu, lanjut Aang, peserta juga dikenalkan bagaimana strategi dakwah yang mampu menjawab maraknya radikalisme di dunia maya yang kian deras tak terbendung. 

Selanjutnya, untuk materi katiga adalah  Strategi Dakwah Aswaja An-Nahdliyah, disampaikan H Abdul Latif Malik, Ketua Rijalul Ansor Jombang. Pada materi ini para peserta diajak untuk menjelajahi cakrawala khazanah Aswaja An-Nahdliyah.

Untuk diketahui, pelatihan ini diikuti 46 peserta yang berasal dari delegasi MWCNU se-Jombang, Lembaga dan Banom NU yang dipilih khusus untuk menjawab tantangan dakwah NU di Jombang. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Khutbah, Internasional, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 08 Desember 2017

Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena

Munich, Rohis Tegal - Rohani Islam. Para pemain Muslim pada klub Jerman Bayern Munich akhirnya bisa bernafas lega, karena impian mereka untuk memiliki sebuah masjid di Allianz arena tercapai, hal tersebut agar mereka dapat melaksanakan shalat wajib tepat waktu.

Manajemen Klub telah mengumumkan persetujuan mereka terhadap permintaan yang di ajukan oleh bintang Bayern Frank Ribery tentang pembangunan masjid bagi para pemain Muslim untuk bisa melaksanakan shalat lima waktu.

Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena (Sumber Gambar : Nu Online)
Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena (Sumber Gambar : Nu Online)

Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena

The Bavarian Manajemen Club memutuskan untuk membangun sebuah masjid untuk memberikan tempat bagi para pemain dan fans Muslim dalam melaksanakan sholat. Selain itu, pihak manajemen rencananya juga akan menunjuk seorang imam masjid serta membangun perpustakaan Islam yang cukup besar sebagaimana dilansir oleh situs Maroko “el-botola.com”.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut situs ini, Manajemen klub akan menanggung 85% dari biaya pembangunan masjid dan sisanya akan ditanggung oleh para pemain dan fans.

Pembangunan masjid bagi para pemain ini bukalah hal yang pertama, sebelumnya Newcastle United juga telah mengabulkan permintaan para pemain Muslim untuk membangun masjid sebagai tempat mereka melaksanakan sholat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Redaktur: Sudarto Murtaufiq

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 25 November 2017

Dirikan Negara Khilafah Sama dengan Komunis

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Setiap organisasi yang secara jelas ingin mendirikan negara khilafah di bumi Indonesia, dinilai sama artinya dengan komunis. Sebab, antara khilafah dan komunis sama-sama tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Majlis Pembina Cabang (Mabincab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus M. Syaekhan Muchith dalam orasi ilmiah dan pelantikan pengurus PMII Kudus periode 2016-2017, Senin (30/5) lalu.

Syaechan mengatakan organisasi yang menginginkan negara Khilafah di Indonesia sangat tidak dibenarkan dan layak dibubarkan. Karena bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan keberadaannya sudah final serta tidak ? bisa dirubah.

Dirikan Negara Khilafah Sama dengan Komunis (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Negara Khilafah Sama dengan Komunis (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Negara Khilafah Sama dengan Komunis

"Oleh karena itu, bila bangsa Indonesia sepakat anti komunis, maka TNI atau pemerintah harus berani membubarkan organisasi yang inginkan negara khilafah. Pemerintah harus konsisten itu, bukan malah ikut menghadiri acara yang menyuarakan khilafah,"tandasnya.

Saekhan meminta PMII selalu menyuarakan Pancasila sebagai dasar negara dan mengembangkan Islam Indonesia. Menurutnya, hakekat Islam Indonesia adalah Islam yang ramah dan demokratis tanpa kekerasan.

"Kita ini menjadi Islam Indonesia bukan Islam Syiria,Lebanon apalagi Arab Saudi. Mari kita terapkan Islam Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,"imbuh pria yang juga Wakil Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan pelantikan berlangsung di Hotel @Hom Kudus ini berjalan penuh hidmat. Ketua PKC PMII Jateng Ibnu Aqil membaiat sekaligus melantik pengurus PMII Kudus di bawah kepemimpinan Iqbal Abdul Rouf (Ketua). Hadir dalam cara itu, Mabincab, para mantan ketua PC PMII Kudus dan ratusan kader dan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 24 November 2017

MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Melalui Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang mengingatkan kader pelajar NU untuk senantiasa membentengi diri. Hal disampaikan dalam rapat kerja (raker) Ancab IPNU-IPPNU Kecamatan Kaliori pada hari Rabu (9/3) di Ranting Desa Punjolharjo Kecamatan Kaliori Rembang Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, H Ali Armani menyampaikan kader pelajar NU yang mengenyam pendidikan di luar sekolah yang bernaung di bawah LP Maarif NU jangan melupakan untuk berproses di organisasi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini. Ia menerangkan, jika paham radikal masih mulai menyusup di kalangan pelajar.

MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri

"Saya menghimbau agar pelajar Kader NU mewaspadai paham radikal yang mulai menyusup di kalangan masyarakat dan tak mengenal usia untuk direkrut sebagai anggota,” katanya.

Ia juga menekankan jika pengalaman berorganisasi di IPNU-IPPNU dapat dijadikan untuk mencari ilmu dan memberikan amal sebagaimana syair mars IPNU-IPPNU. Selain itu, pengalaman di organisasi NU dapat dijadikan bekal untuk menjadi pemimpin mulai dari tingkat pemerintahan desa hingga yang paling atas sekalipun.

"Saya berharap teruslah berproses di IPNU, ambillah pengalaman dari IPNU atau organisasi di NU yang ada di bawah naungan NU, sehingga dapat mengambil pengalaman dan membentengi diri dan NU. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 20 November 2017

Kartini, Simbol Perjuangan Emansipasi

Kartini.?

Simbol emansipasi.?

Perjuangan tiada henti.?

Kartini,  Simbol Perjuangan Emansipasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartini, Simbol Perjuangan Emansipasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartini, Simbol Perjuangan Emansipasi

Persamaan dengan laki-laki.?

Sesuai kudrat yang dicipta Ilahi.?

Bukan persamaan yang menyalahi.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dipaksakan batas dan norma dilewati.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menjadi pemerkosaan yang tidak berarti.?

?

Era kini.?

Wanita sudah banyak sekali.?

Lebih dari yang kita rasa dengan hati.?

Bahkan banyak wanita yang lebih tinggi.?

Dibanding dengan para kebanyakan laki-laki.?

Lihat saja Risma, Susi dan Megawati.

Bahkan masih sangat banyak sekali.

Wanita yang sangat menguasai.?

Baik lembaga-lembaga swasta maupun negeri.

Bahkan banyak menjadi lurah sampai menteri.?

Meski tetap banyak juga yang siap dipoligami.?

Hari ini.?

Kita peringati.?

Hari Raden Ajeng Kartini.?

Mengingat kembali apa esensi.?

Perjuangan untuk wanita di negeri.

Agar tetap bisa menjadi inspirasi.?

Hidup bangsa di era globalisasi.?

Selamat ya bu.

Jangan berlebih.

?

Oleh : Ketua LP Maarif Jawa Timur, Prof. Abd Al Haris Al Muhasibi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Tegal, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 17 November 2017

Menteri Desa Ajak Fatayat NU Wujudkan Kemandirian Perempuan

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Fatayat NU diharapkan bisa mewujudkan kemandirian perempuan desa dan memberikan warna dan arah dalam perjalanan pembangunan desa. Apalagi, mayoritas warga NU tinggal di perdesaan bekerja sebagai petani, nelayan, usaha mikro kecil dan sektor ekonomi tradisional lainnya.

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar saat menjadi narasumber dalam kongres Fatayat NU ke XV Tahun 2015 di Surabaya, Sabtu (19/9).

Menteri Desa Ajak Fatayat NU Wujudkan Kemandirian Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa Ajak Fatayat NU Wujudkan Kemandirian Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa Ajak Fatayat NU Wujudkan Kemandirian Perempuan

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan mengingatkan bahwa hadirnya program pembangunan desa harus benar-benar dimanfaatkan positif oleh warga Fatayat NU untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya bersama dengan warga desa lainnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Untuk itu sangatlah tepat kiranya Fatayat NU menjadikan Penguatan Kemandirian Perempuan Desa sebagai program utama organisasi," tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Perempuan desa yang mandiri dan berdaya menurut Menteri Marwan merupakan elemen strategis suksesnya pembangunan desa. "Oleh karena itu upaya menguatkan kemandirian perempuan desa perlu didukung sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan desa, menjadi komitmen bersama yang didukung segenap stakeholder pembangunan desa," imbuhnya.

Menurut Menteri Marwan, penguatan kemandirian perempuan desa bisa terwujud melalui berbagai cara. Salah satu cara untuk penguatan kemandirian perempuan adalah aspek ekonomi.

"Dari berbagai pengalaman selama ini kita menemukan bahwa sangat sulit membangun kemandirian politik, sosial, budaya atau hukum jika kemandirian ekonomi belum tercapai. Oleh karena itu upaya membangun dan menguatkan kemandirian perempuan desa adalah dengan menguatkan kemandiriannya secara ekonomi," kata Menteri Marwan.

Menurut Menteri Marwan, upaya menguatkan kemandirian perempuan desa secara ekonomi sangat terbuka dilakukan. Perempuan desa, menurut Menteri Marwan, selama ini banyak yang menjalankan usaha desa secara mandiri, seperti industri rumahan dan perdagangan skala mikro kecil di pasar tradisional desa.

Namun dari fakta di lapangan, usaha-usaha yang dilakukan perempuan desa tersebut sulit berkembang maju, karena menghadapi berbagai kendala mulai dari kurangnya permodalan, teknik produksi yang masih tradisional, teknik pengemasan yang masih apa adanya, hingga akses pemasaran yang sangat terbatas.

"Beranjak dari realitas ini, solusi untuk mengatasi kendala-kendala diatas adalah dengan menguatkan akses dan peluang perempuan desa untuk memperoleh dukungan permodalan usaha dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan (skill) berwirausaha, teknik produksi, pengolahan dan pengemasan dengan peralatan berbasis teknologi modern, serta dukungan pemasaran seluas-luasnya melalui promosi dan jejaring e-commerce," imbuh Menteri Marwan.

Dalam hal ini, pemerintah akan memberikan dukungan yang bersifat stimulan dalam bentuk pelatihan,  pelatihan, sarana prasarana usaha, jejaring pemasaran, dan sebagainya.

"Jika kelompok perempuan mampu mengaktualisasikan potensinya menjadi karya nyata dalam wujud usaha produktif yang maju dan mensejahterakan, makin mandiri dan berdaya, maka posisi dan perannya juga akan semakin penting bagi suksesnya pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi. Inilah komitmen dan harapan untuk diwujudkan bersama," tutup Menteri Marwan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 12 November 2017

Motivasi Siswa untuk Kuliah, SMK Maarif Ambarawa Kunjungi UNU Yogyakarta

Yogyakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - SMK Maarif Ambarawa Kabupaten Pringsewu terus memberikan motivasi kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi khususnya kampus-kampus di bawah naungan NU. Pihak manajemen SMK Maarif Ambarawa beserta para siswanya melakukan kunjungan ke UNU Yogyakarta.

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala SMK Maarif Ambarawa Hizbullah Huda (Cak Hiz) ini diterima langsung oleh Wakil Rektor UNU Yogyakarta Abdul Ghofur di salah satu ruangan kampus yang terletak di Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (11/4).

Motivasi Siswa untuk Kuliah, SMK Maarif Ambarawa Kunjungi UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Motivasi Siswa untuk Kuliah, SMK Maarif Ambarawa Kunjungi UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Motivasi Siswa untuk Kuliah, SMK Maarif Ambarawa Kunjungi UNU Yogyakarta

Dalam pertemuan tersebut, beberapa hal terkait tujuan kunjungan itu dijelaskan oleh Cak Hiz. "Alhamdulillah kami berkesempatan ketemu dan diterima Wakil Rektor UNU Yogya Pak Abdul Ghofur," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menambahkan, kunjungan yang dikemas bersamaan dengan kunjungan industri tersebut bertujuan untuk mendekatkan siswa-siswi kepada dunia industri dan dunia pendidikan tingkat lanjut khususnya perguruan tinggi NU di Kota Pelajar Yogyakarta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ghofur menjelaskan, UNU Yogyakarta didirikan atas izin Kemenristekdikti bernomor SK No. 529/KPT/I/2016.

Saat ini UNU Yogyakarta menempati gedung di Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo dan nantinya akan menempati gedung kampus di induk di Pajangan diatas tanah seluas 150 hektar.

Ghofur menyebut lima fakultas dan sebelas program studi yang sudah dimiliki UNU Yogyakarta. Pertama adalah Fakultas Dirasah Islamiyah dengan program studi Dirasah Islamiyah. Kedua, Fakultas Teknologi Informasi dengan program studi Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Elektro.

Ketiga, Fakultas Industri Halal dengan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis dan Farmasi. Keempat, Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Kelima, Fakultas Pendidikan dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Kampus UNU Yogyakarta didirikan untuk menjadi kampus kader yang mampu melahirkan kader-kader unggul NU dengan konsep kurikulum yang berbasis pesantren, yaitu materi Dirasah Islamiyyah yang menjadi jiwa dari kurikulum UNU.

"Saya berharap nantinya siswa SMK Maarif Ambarawa dan siswa SLTA lainnya di Kabupaten Pringsewu ada yang kuliah di sini. Kami siap mendidik agar menjadi kader yang unggul, kader yang progresif, dan siap berkhidmat untuk NU, bangsa, dan negara," harapnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 09 November 2017

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang

Utang merupakan salah satu bentuk mu‘amalah yang diperbolehkan. Namun demikian setan kerap menggoda kita agar mengemplang utang termasuk utang pajak. Kita dibujuk untuk tidak memenuhi kewajiban membayar utang. Karenanya membayar utang adalah jihad yang sangat luar biasa.

Di samping faktor bujukan setan, kita belum sanggup melaksanakan kewajiban bayar utang karena belum mampu. Pikiran kita terbebani oleh utang itu karena rezeki yang habis hanya untuk makan tanpa tersisa untuk disisihkan.

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang

Untuk kondisi seperti ini Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang diharapkan agar Allah menurunkan beban utang yang sedang kita pikul.

Rohis Tegal - Rohani Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhummakfinî fi halâlika ‘an harâmik, wa aghninî bi fadhlika ‘amman siwâk

Rohis Tegal - Rohani Islam

Artinya, “Tuhanku, cukupilah diriku dengan jalan (harta) yang Kauhalalkan, bukan jalan (harta) Kauharamkan; dan lengkapilah diriku dengan kemurahan-Mu, bukan kemurahan selain diri-Mu.”

Doa Rasulullah SAW yang diterima Sayidina Ali RA ini diajarkan kepada salah seorang mukatab (budak yang tengah mencicil kemerdekaan dirinya) saat mengeluhkan beban utangnya kepada Sayidina Ali. “Maukah kamu kalau kuberitahu beberapa kalimat yang diajarkan Rasulullah SAW kepadaku? Kalau kau terbebani utang sebesar gunung, niscaya Allah akan melunasinya,” kata Sayidina Ali.

Meskipun utang diperbolehkan, hanya saja besaran utang ini perlu diperhatikan. Kalau bukan untuk kepentingan yang sangat mendesak, baiknya hindari utang. Karena utang dengan besaran yang tinggi akan menyulitkan kita sendiri. Doa ini diriwayatkan Sayidina Ali dan dicantumkan oleh Imam An-NAwawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Internasional, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 02 September 2017

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, pada tahun 2025-2035 Indonesia diperkirakan akan mengalami persoalan kependudukan dengan meningkatnya jumlah manusia karena usia produktif lebih besar daripada usia yang ditanggung.

Menurut dia, sebenarnya hal itu menggembirakan karena akan menambah produktivitas bangsa kita, tapi di sisi lain dihadapkan Pekerjaan Rumah yang cukup banyak. Misalnya kejahatan seksual terhadap anak mulai dari incest (hubungan seksual sesama saudara) maupun pedofilia (kejahatan seksual terhadap anak) dan penjualan anak.

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

“Jika asusmsinya anak-anak itu berusia 5 tahun sekarang ini, maka pada tahun 2025, mereka berumur 24 tahun,” katanya saat pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU di Aula Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/5).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Khofifah, dengan asumsi seperti itu mereka sudah sarjana, bahkan S2. Seyogyanya pada saat itu bangsa Inidonsia tengah memaknai kehidupan dengan berbagai prestasi dan keunggulan kompetitif.

Muslimat NU, kata Khofifah, mengajak melakukan perenungan bersama dan saksama dengan pertanyaan, berapa anak yang terganggu secara psikologis yang akan terbawa sampai dewasa? “Muslimat NU insya Allah siap membantu mencari solusi bersama elemen bangsa? yang lain,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Begitu pula dengan PR bangsa yang lainnya. Khofifah menyebutkan, saat ini mungkin ada 40 persen anak di bawah usia 19 tahun mengalami kehamilan di luar nikah. Kemudian persoalan aborsi (menggugurkan kandungan), makin lama makin menunjukkan peningkatan. “Menurut media, aborsi di salah satu kabupaten di Sumenep, harganya 15 ribu rupiah sampaia 20 ribu,” terangnya.

Maka, kata dia, apa yang akan dialami bangsa ini jika inputnya seperti itu. “Sekali lagi, Muslimat NU siap dengan elemen bangsa lain untuk mencari solusinya,” tegasnya, “saat ini Muslimat NU tengah melakukan Pelatihan Reproduksi untuk Remaja pesantren salaf di Jawa dan luar Jawa,” sambungnya.

Khofifah juga menyebutkan, ibu-ibu Muslimat NU senang mengaji, senang istighosah, tapi secar ekonomi, usaha mereka di pasar, misalnya sering tidak berjalan dengan baik karena tidak modal. Kalaupun ada modal usaha, mereka harus kepada rentenir yang “mencekik”.

Rakernas dan Mukernas Muslimat NU dibuka Wakil Presiden RI Boediono. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali, Ketua Umum PP GP Ansor, Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah.

Kegiatan bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Bermartabat" tersebut melibatkan sekitar 1500 Pengurus Muslimat NU se-Indonesia dan perwakilan luar negeri ini akan berlangsung sampai 1 Juni. (Abdullah Alawi)

(Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Internasional, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock