Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua baru Ansor Banjardowo Muhammad Achmadi menitikberatkan program kepemimpinannya ke depan pada kerja sosial. Dalam waktu dekat, GP Ansor Banjardowo kecamatan Genuk, Semarang mengagendakan santunan yatim dan amalan Ramadhan.

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Achmadi menginginkan GP Ansor Banjardowo memiliki ciri dan program khusus yang lebih mengutamakan kegiatan berbasis masyarakat. Dengan itu, kegiatan Ansor di desanya tidak terjebak pada kegiatan rutin bulanan.

“Kerja kita harus memiliki efek yang baik terhadap kondisi sosial. Jika kegiatan Ansor Banjardowo secara internal tampak baik dan lancar, namun akan menjadi percuma kalau tidak bisa bermanfaat bagi masyarakat,” terang Achmadi, Selasa (17/6) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Achmadi diamanahkan memimpin GP Ansor Banjardowo setelah Ketua sebelumnya Muslimin terpilih   menjadi Ketua PAC GP Ansor Genuk.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia juga mengajak kadernya menjaga soliditas di tengah kampanye pilpres saat ini. “Segala puji bagi Allah, cukuplah Dia sebagai penolong,” ucap Achmadi pada pertemuan rutin Ansor Banjardowo. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Humor Islam, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 10 Februari 2018

Hasyim Muzadi: Mayoritas Tayangan TV Merusak Akidah Umat

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta berbagai pihak untuk mengawasi tayangan televisi Indonesia yang saat ini didominasi oleh adegan seksual, kekerasan, hura-hura, dan mistik.



Hasyim Muzadi: Mayoritas Tayangan TV Merusak Akidah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Mayoritas Tayangan TV Merusak Akidah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Mayoritas Tayangan TV Merusak Akidah Umat

"Mayoritas tayangan televisi itu merusak, terutama dalam masalah akidah umat," katanya saat memberikan taushiyah dalam acara "Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa" di Halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan, Kamis (28/2) malam.

Dikatakannya, keluarga menjadi faktor terpenting dalam mengatasi pengaruh buruk siaran televisi. Para orangtua harus bisa mengarahkan anak-anaknya untuk memilih tayangan-tayangan yang baik. "Malah lebih baik tidak ada televisi daripada para orangtua tidak bisa menuntun anaknya, katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam itu menyatakan, sejak era reformasi, berbagai pengaruh dan informasi dari layar televisi mudah sekali masuk ke Indonesia tanpa ada filter. Semua itu bisa jadi kebaikan tapi juga bisa berdampak negatif jika umat tidak bisa menggunakannya.

Menurutnya, cara paling efektif yang bisa dilakukan oleh orang-perorang dalam menyaring berbagai pengaruh dan informasi yang masuk adalah dengan kembali kepada ajaran agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada kesempatan itu Kiai Hasyim meminta para tokoh agama dan berdakwah mengubah hal-hal yang batil atau merusak itu menurut kadar kemampuan masing-masing.

PBNU sendiri belum lama ini telah mengumpulkan para pakar, praktisi, pengamat, dan tokoh agama untuk membincang persoalan penting seputar dunia pertelevisian. PBNU juga menjalin kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memberikan koreksi dan arahan terhadap berbagai siaran televisi. (han)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin

Trenggalek, Rohis Tegal - Rohani Islam Sebuah karnaval budaya mengisi rangkaian penutupan pengajian (khataman) kitab Ihya Ulumiddin di Pondok Pesantren Darisulaimaniyyah Kamulan Lor, Kecamatan Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, 20-23 Nopember 2013.

Kegiatan bertajuk “Darisulaimaniyyah Festifval Carnaval” menampilkan aksi para siswa MTs dan SMK Plus Darissulaimaniyyah di berbagai seni, antara lain, wayang orang, marching band, angklung, barongsai, serta seni budaya daerah lainya. Dengan kostum unik, mereka menghibur masyarakat yang menyaksikan.

Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin

Acara khataman ini diawali dengan bahtsu masail pada Rabu pagi. Kemudian dilanjutkan dengan pentas seni musik balasik pada malam harinya.  Hadir dalam kesempatan sekitar 900 orang yang terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat sekitar. 

Kesempatan ini juga dimanfaatkan para alumni pesantren untuk menyelenggarakan forum pertemuan. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan lainnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pesantren Darisulaimaniyyah KH Nur khotib kepada para alumni mengingatkan agar tetap menjaga kepribadian sebagai santri. Ia berpesan agar mereka mengamalkan ilmu yang didapat selama di pesantren karena hal ini merupakan jalan untuk mendapat ilmu berikutnya. (Fathurrohim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang melakukan aksi gerakan antigolput di Wisama Karya Subang, Jl. Ade Irma, Subang, Jawa Barat, Kamis (5/9/2013).

Aksi ini merupakan bentuk seruan moral menjelang pelaksanaan pemilihan bupati (pilbup) dan wakil bupati Subang, 8 September mendatang. Gerakan antigolput dimaksudkan untuk meningkatkan angka partisipasi warga demi kesukseskan pemilihan pemimpin baru itu.

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput

"Masyarakat Subang harus ikut mensukseskan pilbup dengan menggunakan hak seuaranya dan katakan tidak pada golput," kata Korlap Aksi, Asep Fahmi Ihsam dalam orasinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Asep juga meminta kepada pihak-pihak terkait lainnya untuk mengawal penyelenggaraan pilbup, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecurangan dan anarkisme yang akan mengganggu jalannya pilbup tersebut.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Katakan tidak pada golput. Sukseskan pilbup Subang dengan tidak golput dan menolak money politic (politik uang)," ucapnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Persinggahan KH Wahid Hasyim di Turipinggir

Meski telah 62 tahun berlalu, peristiwa itu masih terkenang dan tertanam  di hati sanubari masyarakat Turipinggir dan diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ya, suatu peristiwa, di saat masyarakat desa Turipinggir mendapatkan penghormatan disinggahi dan ditempati seorang tokoh besar bangsa, putra pendiri NU, Pahlawan Nasional, yaitu KH. A. Wahid Hasyim.

Beliau tinggal di desa Turipinggir semasa Perang Kemerdekaan RI (Revolusi Fisik) antara tahun 1945-1950. Zaman Perang Kemerdekaan, disebut sebagai  saat-saat yang sangat sulit, penuh perjuangan dan penderitaan di waktu  usia Republik  Indonesia yang masih sangat muda. Ibukota RI (Yokyakarta) pada 19 Desember 1948 telah  dikuasai Belanda, para pemimpin nasional RI ditangkapi, diantaranya  Presiden dan Wakil Presiden RI yang dibuang ke Pulau Bangka. Tokoh-tokoh nasional yang lain bersembunyi atau mengungsi ke desa dan membaur bersama rakyat biasa. 

Persinggahan KH Wahid Hasyim di Turipinggir (Sumber Gambar : Nu Online)
Persinggahan KH Wahid Hasyim di Turipinggir (Sumber Gambar : Nu Online)

Persinggahan KH Wahid Hasyim di Turipinggir

Beliau, KH. A. Wahid Hasyim, seorang  tokoh muda NU, pernah menjabat sebagai anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), adalah tokoh nasional yang mempunyai jasa besar dalam pendirian Republik ini. Beliau juga menjabat sebagai Menteri Negara dalam  Kabinet Presidentil I (1945), dan  Kabinet Syahrir (1946-1947).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tidak diketahui dengan pasti kenapa beliau memilih pindah   di desa Turipinggir. Mungkin karena lokasi desa tersebut yang berada di ujung barat Kabupaten Jombang,  dan tidak tarlalu jauh dari Tebuireng. Atau juga karena adanya persahabatan yang sudah lama dengan Bapak Munandar (1913 – 1990) dan Bpk. KH. Salamun (1917-2005) yang beliau berdua sering bersilaturrahmi ke rumah para kyai di daerah Jombang. Keduanya juga penganut dan pengamal Tarekat Qodiriyyah wa al-Naqsybandiyyah.

KH. Salamun  adalah santri yang lama mondok  di Ponpes Mambaul Maarif Denanyar, santri generasi kedua KH. Bisri Syansuri, dan menurut penuturannya beliau menyaksikan sendiri peristiwa perkawinan KH. Wahid Hasyim dengan Ibu Solichah Bisri Syansuri. Mungkin sebelumnya, sudah ada perkenalan dengan KH.A. Wahid Hasyim. Dengan demikian, dengan rentang  usian yang hanya tiga tahun lebih muda dari KH A. Wahid Hasyim,  tentu KH Salamun memberikan rasa  hormat dan ta’dhim kepada menantu gurunya, KH Bisri Syansuri . 

Tidak bisa dipastikan, berapa lama KH. A. Wahid Hasyim berdiam di Desa Turipinggir. Menurut beberapa penuturan, cukup lama, apalagi dalam situasi yang masih bergejolak dan keadaan fisik beliau yang kurang sehat (kaki beliau sakit). Ada yang bercerita, sekitar 4-6 bulan tepatnya  masa di antara Agresi Militer Belanda II (19 Desember 1948 sampai waktu penyerahan Kedaulatan RI oleh Pemerintah Belanda yang dilakukan oleh Ratu Yuliana di Belanda, tanggal 27 Desember 1949). 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beliau tinggal di  rumah Bpk. Munandar dan Bpk. KH. Salamun. Masjid Baitussalam (yang berada tepat di depan rumah Bpk. Munandar) adalah tempat beliau bersembahyang,  berdzikir dan berdoa. Beliau bermunajat di masjid ini, memohon perkenan doa  Allah SWT akan keselamatan dan kelangsungan bangsa dan  negara di Republik yang masih baru  diproklamirkan. 

Menurut penuturan Bapak Madaim (Ahmad Daim), 79 tahun, saksi peristiwa yang masih hidup hingga sekarang, KH Wahid Hasyim selalu beri’tikaf dan bertafakkur di masjid Turipinggir.  Beliau menderita luka yang cukup lama di jempol kaki kirinya. Sering sekali Belanda mengadakan patroli sampai ke Desa Turipinggir. Bila pasukan patroli Belanda datang, warga desa berhamburan lari menyelamatkan diri. Kebanyakan ke pinggir kali Brantas, atau menyeberang ke wilayah perbatasan di Kabupaten Nganjuk. KH. Wahid Hasyim sering digendong untuk menyelamatkan diri dari kejaran patroli Belanda. Menurut Bpk. KH. Salamun, bila Belanda datang ke Desa Turipinggir dan tidak mendapati warga, Belanda marah-marah sambil merobohkan lemari buku dan membanting buku-buku agama di rumah Bpk. KH. Salamun. 

Akan hal luka di kaki KH A. Wahid Hasyim, menurut penuturan Bpk. Madaim, sembuhnya lama sekali, sampai infeksi (maaf, mborok). Tak pasti apa sebabnya. Ada yang mengatakan karena tersandung benda keras sewaktu lari. Kalau di zaman sekarang,  mungkin beliau ada gejala diabetes. Apabila masuk waktu shalat, KH. A. Wahid Hasyim, menyuruh seorang atau beberapa orang mencarikan debu untuk bertayammum. Nanti beliau pilih debu yang terbaik. Kadang kalau tidak cocok, beliau menyuruh dicarikan lagi debu yang lebih baik. Sering kali, beliau merasa cocok dengan debu yang dicarikan Bapak Madaim. Debu yang terbaik adalah debu dari lumpur kali dari dusun Pulo di tepian Kali Brantas yang sudah mengering.

Dalam sebuah wawancara antara KH. Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI) dengan KH Salamun pada sekitar pertengahan tahun 2002 di  Jl. Wilis, Jombang, di rumah KH. Hasyim Karim dengan didampingi oleh Dr. Drs. Ali  Sukamtono, Msi, (Ketua MWC NU Kec. Megaluh 1991-2002), Bpk. Chudlori Masrur dan KH. Anas Salamun   terjadilah dialog sebagai berikut : 

Gus Dur: Kiai, Bapak saya (KH.A. Wachid Hasyim) kalau ke Turipinggir naik apa?

KH. Salamun : Kadang naik andong (dokar), sambil membawa mesin ketik, tak jarang sewaktu naik andong, beliau menyempatkan diri menulis dengan menggunakan mesin ketik. Kadang juga beliau dibonceng naik sepeda onthel.

Gus Dur : Kiai, Bapak saya kalau ke Turipinggir pakai sandal apa pakai sepatu?

KH. Salamun : Pakai sepatu, ya pakai jas juga.

Gus Dur : Kiai, yang paling digemari Bapak saya kalau makan sukanya pakai lauk apa?

KH. Salamun : Ini Gus, sukanya kalau makan pakai lauk kepala kambing. 

Gus Dur : Siapa yang menemani Bapak saya waktu di Turipinggir?

KH. Salamun : Yang menemani kalau pas Belanda lagi berpatroli  adalah Bpk.  Munandar. Beliau yang menemani KH. A; Wahid Hasyim dengan dibantu beberapa warga, bersembunyi  ke pinggir Kali Brantas, sampai ke Buntu dan Proko (desa tetangga). Sementara kalau keadaan sudah aman, maka yang menemani adalah KH. Salamun. 

Gus Dur :   Kiai, apakah Bapak saya ’wayuh” lagi di Desa Turipinggir? 

KH. Salamun : Mboten pernah Gus.

Gus Dur : Kiai, apa janji KH. A. Wahid Hasyim kepada Kiai?

KH. Salamun :   Beliau berjanji bahwa akan datang kembali ke  ke Desa Turipinggir dengan menaiki kapal muluk (mungkin yang dimaksud helikopter) bila Indonesia sudah merdeka penuh (sayang niatan dan janji  itu tidak pernah kesampaian karena Beliau lebih dulu dipanggil Sang Kekasih dalam sebuah kecelakaan mobil di Kota Cimahi, Bandung pada tanggal 19 April 1953 dalam usia 38 tahun).

Kelak setelah RI mendapatkan kedaulatan penuh dari pemerintah Belanda, beliau menjabat lagi sebagai Menteri Agama pada Kabinet RIS (1949- 1950), Menteri Agama pada Kabinet Natsir (1950- 1951), dan Menteri Agama pada Kabinet Sukiman (1951-1952).    Pada tanggal  24 Agustus 1964, Presiden Sukarno menganugerahkan beliau sebagai  Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Sebuah dipan sebagai tempat tidur dan beristirahat   KH A. Wahid Hasyim di  desa  Turipinggir masih terawat baik hingga  sekarang. Hubungan kekeluargaan antara  Keluarga KH A. Wahid Hasyim dengan keluarga Bpk. Munandar dan masyarakat Turipinggir terpelihara  dengan baik, yaitu dengan hadirnya  Nyai Solichah binti KH. Bisri Syansuri dan puteranya KH Abdurrahman Wahid  pada tahun 1974 sewaktu diundang oleh Bpk. Munandar yang mengadakan hajatan sunatan cucunya   Saifuddin Zuhri. Foto-foto kedatangan beliau berdua terlampir. Bahkan Gus Dur dan Ibunya Nyai Solichah telah dua kali datang ke Desa Turipinggir.

Mishbahus Shudur

Ketua Ta’mir Masjid Baitussalam Turipinggir Periode 2011-2015, dan Dosen Bahasa Arab Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) IKAHA Tebuireng

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

Mimika, Rohis Tegal - Rohani Islam. Hujan deras mengguyur Bumi Mimika sejak seusai Ashar hingga usai Isya, Sabtu (6/5) tidak menyurutkan semangat warga NU kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kab Mimika, Provinsi Papua untuk mengikuti acara kebanggaan mereka.

Menjaga tradisi leluhur menjadi pokok semangat warga Poumako, Mapuru Jaya dan undangan kampung Wangirja, SP9, Distrik Iwaka, Kab Mimika. Acara tahlil kirim doa dan shalawat merupakan tradisi leluhur yang baik dan harus dirawat

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

"Ini kita harus memperkuat tradisi baik ini agar tidak direcoki aliran yang aneh-aneh," urai H. Taher Rumagesan selalu Wakil Syuriyah PCNU Mimika yang tinggal di Poumako ini menjelaskan latar belakang rutinan ini digalakkan.

Acara malam ini dilakukan di masjid Al-Haq Poumako. Hadir dalam acara tahlil dan kirim doa sambut Ramadhan ini Ketua PCNU Mimika, H Abdul Wahab, Sekretaris Adam Waluyo, Wakil Sekretaris Ibnu Hamid, JQH MWC Tembagapura Ust Hasyim Asyari, wakil ketua PCNU Sugiarso dan segenap jajaran MWC NU Mimika Timur, seperti H Heri Budiono dan yang lain

Ba’da Magrib dan wiridan disambung acara dengan syair NU, dilanjut tawasul dan diperkenalkan juga Shalawat Nahdliyyah dan mars Ya Lal Wathon. Acara dilanjutkan tahlil, diteruskan shalawatan lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ust Hasyim dalam kajian aswajanya mengajak untuk hidup selamat dengan berkumpul dan menjadi bagian ulama yang selamat, yakni rombongannya KH Hasyim Asyari dengan keretanya yang bernama NU

Di akhir acara wakil ketua PCNU Mimika menyerahkan buku amalan NU berupa buku amalan nishfu sya’ban, bilalan Tarawih, dan kaifiyat NU agar bisa diamalkan

Rohis Tegal - Rohani Islam

Acara ditutup dengan shalawat Thariqiyah dan shalat Isya berjamaah dan dilanjutkan menyantap hidangan malam

Acara selanjutnya dijadwalkan 3 Juni dalam acara buka puasa bersama ? (Sugiarso/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Daerah, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 23 Januari 2018

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Rokok Tali Jagat yang dulu diidentikkan dengan rokok milik warga NU dengan logo bola dunianya kini sepenuhnya kepemilikannya sudah beralih tangan. PBNU telah menjual 25 persen saham yang dimilikinya pada PR Jagat Raya Persada, salah satu anak perusahaan PT Bentoel.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan bahwa PT Bintang Bola Dunia, produsen rokoh tersebut membutuhkan tambahan modal untuk mendukung bisnisnya. Namun PBNU tidak memiliki modal yang memadai.

“Daripada kita tidak memiliki hak suara yang memadai, kita putuskan untuk menjual kepemilikan yang kita miliki,” tuturnya di PBNU kemarin.

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat

Hasil penjualan saham senilai sekitar 1.7 M tersebut dimasukkan ke dalam rekening dana abadi PBNU yang menambah jumlah sebelumnya yang sudah mencapai 5 milyar.

Rokok ini diluncurkan pertama kali ke masyarakat pada 2 Januari 2003 lalu dengan fokus pemasaran warga nahdliyyin dan memberdayakan petani tembakau dan cengkeh yang banyak dimiliki warga NU agar hasil perkebunannya terakomodasi.

Kala itu, Kiai Hasyim menjelaskan pendirian pabrik rokok ini tidak untuk mengajak orang yang tidak merokok untuk menjadi perokok, tapi mengakomodasi nahliyyin yang jadi perokok yang sekaligus nantinya diharapkan bisa membantu pemberdayaan ekonomi warga NU. Dipasaran, rokok sigaret kretek tangan (SKT) ini dijual seharga Rp. 3.800 per bungkus. (mkf)

Rohis Tegal - Rohani Islam



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Pertandingan, Jadwal Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 12 Januari 2018

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi

Surakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta menggelar kegiatan bertajuk “Siberkreasi Goes to Pesantren”, Kamis (23/11). Kegiatan yang dihelat di kompleks pondok tersebut menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Panitia acara Ferry Indar Ardiansyah menerangkan ada tiga agenda besar pada kegiatan Siberkreasi ini. “Pertama, diskusi kiat syiar online via blog dan media sosial kerjasama antara Al-Muayyad dengan AIS, yang berisikan strategi optimalisasi pemanfaatan media sosial untuk syiar Islam,” terang Ferry.

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi

Agenda kedua adalah workshop UMKM goes online untuk pengembangan UMKM baik masyarakat maupun alumni pondok Al-Muayyad. “Terakhir ada dialog Netizen Asik dengan menghadirkan Menkominfo Rudiantara,” imbuhnya.

Ditambahkan Ferry kegiatan ini juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dan komunitas, khususnya dalam menggunakan internet dan media sosial.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam acara dialog dengan santri Menkominfo Rudiantara mengajak santri untuk menggunakan internet dengan positif, dan juga harus berkreasi yang baik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Soal pemakaian gawai di pesantren diperbolehkan tentu mengikuti aturan disiplin ketika di dalam pondok," kata Rudiantara.

Kegiatan Siberkreasi dimulai sejak pagi, dan berakhir hingga sore. Acara ini diikuti santri Al-Muayyad dan para pemilik UMKM. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Kajian Sunnah, Fragmen Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 05 Januari 2018

LAZISNU Salurkan Zakat Bank Mega Syariah 1 M

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dipercaya untuk menyalurkan zakat perusahaan dari Bank Mega Syariah dengan total 1 miliar rupiah.

Menurut Direktur Eksekutif? PP Lazisnu? H. Amir Maruf, penyerahan zakat tersebut secara simbolis diberikan oleh Direktur PT. Bank Mega Syariah Ir. Marjana, MBA kepada LAZISNU yang diwakilinya.

LAZISNU Salurkan Zakat Bank Mega Syariah 1 M (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Salurkan Zakat Bank Mega Syariah 1 M (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Salurkan Zakat Bank Mega Syariah 1 M

Zakat perusahaan itu, kata Amir, seperti tahun lalu diberikan Bank Mega Syariah pada acara buka puasa bersama di kediaman Choirul Tanjung, Jakarta. “Zakatnya sebesar 1 miliar rupiah,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam ketika ditemui di kantor LAZISNU gedung PBNU, Jakarta, Kamis (24/7)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Amir menjelaskan, zakat ini akan disalurkan LAZISNU dalam dua kriteria distribusi. Separuh zakat akan disalurkan melalui program NUCare dan NUSmart seperti bantuan-bantuan? langsung (immediate aid) dan tanggap bencana.

Sementara sisanya, lanjut dia, akan disalurkan melalu program NUPreneur dan NuSkill. Penyaluran jenis ini sifatnya program permodalan dan pendampingan usaha seperti bagi pedagang kaki lima dan usaha rumahan yang sudah berjalan selama ini. Serta NuSkill yaitu pembekalan ilmu-ilmu terapan yang diperuntukkan bagi anak-anak putus sekolah atau yang tidak dapat melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Sebenarnya LAZISNU ingin memperbanyak NUPreneur dan NuSkill, tapi kadang tidak bisa menolak untuk memberi bantuan yang mendesak seperti berobat dan bantua-bantuan kemanusiaan. Kita sering kewalahan,” jelasnya.

Menurut Amir, Bank Mega memercayai LAZISNU sebagai penyalur zakat sejak tahun 2010. Dari tahun ke tahun totalnya terus bertambah. “Apa yang kita lakukan itu kita laporkan dan mereka suka dengan apa yang kita lakukan,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 04 Januari 2018

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Sidoarjo, Jawa Timur, tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, para seniman dan pendekar sekabupaten bersama-sama menggelar pertunjukan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Ainul Yaqin, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) NU Sidoarjo menjelaskan, peringatan harlah NU tahun ini dipelopori oleh pihaknya dengan menggelar berbagai kreasi dan atraksi selama tiga hari di tiga tempat yang berbeda.

Diawali dengan seminar budaya pada Sabtu (14/5) di Hall PCNU Sidoarjo, pentas seni pada Sabtu (21/5) di panggung seni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sidoarjo, dan atraksi Silat Pagar Nusa serta lomba mewarnai pada Ahad (22/5) di alun-alun dan Pendopo kabupaten Sidoarjo.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gelaran tersebut, lajut Yaqin, sekaligus menandai kebangkitan Lesbumi Sidoarjo yang selama puluhan tahun tidak tampak aktivitasnya. Selain itu, untuk menggali potensi seni, seniman, dan budayawan Kota Delta Sidoarjo.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sudah puluhan tahun Lesbumi Sidoarjo tidak ada aktivitas. Harlah tahun ini merupakan momentum bagi Lesbumi membuktikan eksistensinya kepada masyarakat," tegas Ainul Yaqin saat ditemui usai gelaran berakhir, Ahad (22/5).

Turut hadir budayawan dan penulis buku, Ilung Sufi Enha, Sosiawan Leak, Bupati Sidoarjo H Saiful Illah, dan Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Saifudin, serta ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan.

Mas Wawan, sapaan Ketua DPRD Sidoarjo yang hadir menyaksikan acara pentas seni mengatakan, peran Lesbumi di Sidoarjo harus dioptimalkan karena banyak seniman yang perlu ditampilkan kreasinya. "Peran Lesbumi harus maksimal, karena itu saya rela didemo demi majunya kesenian Sidoarjo," tegasnya.

Senada, Cak Nur, panggilan akrab Wakil Bupati Sidoarjo yang merupakan mantan ketua PSNU Pagar Nusa Sidoarjo yang hadir menyaksikan atraksi Pagar Nusa mengungkapkan kegembiraannya, karena pada peringatan harlah kali ini para pendekar Pagar Nusa sekabupaten bisa berkumpul kembali dan menggelar aksi.

H. Saiful Illah saat memberikan sambutan berpesan kepada para pendekar agar kemampuannya digunakan untuk hal yang positif, dan membantu pemerintah menjaga kondusivitas wilayah Sidoarjo.

Ada sekitar 700 pendekar Pagar Nusa hadir dalam peringatan tersebut dan mereka menggelar atraksi tenaga dalam, bantengan, serta silat seni. Selain itu, di Pendopo Delta Wibawa juga ada 700 peserta lomba mewarnai dari TK/RA Muslimat sekabupaten setempat. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Kajian Sunnah, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Matahari Serahkan Penghimpunan Infak ke NU Care-LAZISNU

Bogor, Rohis Tegal - Rohani Islam

Kerja sama PT. Matahari Department Store Tbk dengan NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq Dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) dalam bentuk penghimpunan infak di kasir Matahari pada periode Mei-Juli telah berakhir. Penghimpunan selama 3 tiga bulan tersebut menghasilkan infak senilai 900 juta rupiah.

Matahari Serahkan Penghimpunan Infak ke NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Matahari Serahkan Penghimpunan Infak ke NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Matahari Serahkan Penghimpunan Infak ke NU Care-LAZISNU

Penghimpunan infak diserahkan oleh Direktur SDM Andre Rumantir dan Sekretaris Korporasi Miranti Hadisusilo, kepada Syamsul Huda selaku Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, di Matahari Department Store Keboen Raya Bogor, Senin (14/08).

Andre Rumantir menyerahkan donasi itu seraya berterima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan NU Care-LAZISNU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Terima kasih banyak atas kehadirannya, atas kerja samanya. Terhitung sejak tanggal 1 Mei sampai 31 Juli 2017, donasi atau penghimpunan infak di kasir (Matahari Departement Store) totalnya 800 juta sekian. Namun kami bulatkan menjadi 900 juta. Silakan diterima,” papar Andre.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Andre manambahkan, “Ini Program kita bersama. Semoga kita bisa kembali bersinergi, tururt berkontribusi memakmurkan anak bangsa.”

Syamsul Huda menerima donasi tersebut dan mengungkapkan bahwa NU Care-LAZISNU siap mengelola dan menyalurkan donasi tersebut.

“Kami NU Care-LAZISNU, mewakili PBNU, siap mengelola, menyalurkan, mendayagunakan dana penghimpunan infak dari Matahari ini kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Salah satunya (penyaluran) ke Pesantren An-Nur, Bogor,” ungkap Syamsul.

Penyerahan donasi tersebut berbarengan dengan penyerahan bantuan dari NU Care-LAZISNU kepada Pesantren An-Nur Bogor, berupa 1,5 ton beras dan uang santunan untuk para santri yang hadir.

Fathur Rohman, Pimpinan Ponpes An-Nur, menyampaikan banyak terimakasih atas bantuan yang disalurkan oleh NU Care-LAZISNU.

“Ini kali kedua An-Nur menerima bantuan dari NU Care-LAZISNU. Kami berterimakasih sekali. Semoga menjadi ukhuwah antara LAZISNU dan Pesantren An-Nur, demi mencapai ridla dan rahmat Allah SWT,” tutur Fathur. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Khotmil Kutub Besok, Teater Fattah Gelar Pementasan Kelima

Demak, Rohis Tegal - Rohani Islam. Teater Fattah kembali mementaskan lakon “Indonesia”. Pada produksinya yang kelima, teater Fattah yang dipimpin Muslim akan mementaskannya di tengah acara Khotmil Kutub Wa Khotmil Qur’an di pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak, Sabtu (7/6).

Lakon “Indonesia” memuat kritik terhadap pengelolaan aset negara dengan menampilkan lelucon. Lakon ini dipentaskan 19 santri. Berbagai karakter dimasukkan dalam cerita tersebut.

Khotmil Kutub Besok, Teater Fattah Gelar Pementasan Kelima (Sumber Gambar : Nu Online)
Khotmil Kutub Besok, Teater Fattah Gelar Pementasan Kelima (Sumber Gambar : Nu Online)

Khotmil Kutub Besok, Teater Fattah Gelar Pementasan Kelima

Sutradara Sholikul Hadi hanya memberikan waktu latihan satu bulan, sebuah waktu yang sangat singkat bagi ukuran pementasan teater.  “Walaupun hanya sebulan, kami yakin akan memberi gebrakan dalam pementasan teater tahun ini,” ujar Hadi, Kamis (5/6).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Wazir menyatakan gembira atas pengalaman pertamanya. “Banyak hal saya peroleh saat latihan seperti kedisiplinan, konsentrasi,” ujar Wazir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya bangga dengan kakak kelas yang bersedia melakonkan pementasan teater Fattah. Karena, pementasan teater yang telah lama berjalan ini masih dipertahankan,” pungkas Yusuf, salah satu santri Futuhiyyah. (Miftahul Khoir-Ben Zabidy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Kiai Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU

Blitar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus NU di tingkat manapun perlu mendampingi warga dalam melakukan amaliyah ke-NUan seperti istighotsah, tahlilan, maulidan, dan lainnya. Kesempatan orang tua untuk mengenalkan tradisi ke-NUan, perlu diperkuat dengan menitipkan anak mereka di pesantren dan madrasah.

Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU

Demikian disampaikan KH Dimyati Zaini di tengah belasan ribu jamaah dalam peringatan Harlah ke-91 NU di Bakung Barat kecamatan Undawanu, Blitar, Selasa (10/6).

“Yang lebih penting lagi, kita harus memerhatikan pendidikan putra-putri kita. Jangan sampai salah memasukkan sekolah. Sedapat mungkin kita masukkan anak-cucu ke pesantren dan pendidikan formal milik NU,” terang Kiai Dimyati.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, warga tidak perlu menyangsikan kualitas pendidikan pesantren dan sekolah NU. “Lembaga pendidikan di lingkungan kita saat ini sudah baik, bahkan tidak kalah dengan milik orang lain. Sebagai contoh Mts dan Aliyah Ma’arif NU,’’ katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kaderisasi, menurut Kiai Dimyati, perlu diupayakan secara terpadu dengan menggerakkan amaliyah NU dan melibatkan unsur pendidikan di lingkungan sekolah NU. “Tujuannya mengamankan masa depan remaja NU.” (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 27 November 2017

Kasus Ahok, Proses Pendewasaan Politik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini mengapresiasi pihak Kepolisian RI yang telah bekerja dengan baik terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Proses hukum terus berlangsung hingga sampai saat ini sudah pada tahap ditetapkannya Ahok sebagai tersangka.

“Pertama saya menghormati dan mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Kepolisian,” katanya di depan sejumlah wartawan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (16/11) sore.

Kasus Ahok, Proses Pendewasaan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus Ahok, Proses Pendewasaan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasus Ahok, Proses Pendewasaan Politik

Ia menilai langkah-langkah Kepolisian tersebut sebagai bukti bahwa Presiden tidak melakukan intervensi, namun justru sebagai bagian dari cara Presiden dalam mengelola situasi saat ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Helmy berharap agar semua pihak dapat menenangkan diri, dan tidak begitu saja ikut dalam satu tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

“Saat ini banyak berkembang perang di media sosial. Informasi yang masuk harus dicerna dulu, jangan langsung di-share. Karena kalau langsung di-share sebenarnya kita bisa menimbulkan fitnah terhadap pihak lain,” terangnya sesaat setelah pembukaan Rapat Kerja Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini, Ahok telah menghadapi persoalannya secara kesatria dengan menghargai dan mengikuti proses persidangan. “Ini bagian dari proses pendewasaan politik kita ke depan,” tegas Helmy.

Saat menerima kunjungan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, Rabu (16/11) petang, Helmy juga menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk menyerahkan persoalan ini kepada pihak penegak hukum sebagai konsekuensi dari hidup di negara hukum. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 15 Oktober 2017

Tak Berpolitik, Tapi NU Punya Tenaga Politik Besar

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan masih mengandung tenaga politik. Sebagai ormas Islam terbesar, NU dinilai cukup efektif dalam menentukan arah kebijakan negara.

Demikian disampaikan oleh Wakil Sekjen PBNU Abdul Mun‘im DZ di hadapan rombongan DPC salah satu partai politik di Mojokerto, Jawa Timur yang mengunjungi Kantor PBNU, jalan Kramat Raya nomor 164, Rabu (20/2) sore.

Tak Berpolitik, Tapi NU Punya Tenaga Politik Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Berpolitik, Tapi NU Punya Tenaga Politik Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Berpolitik, Tapi NU Punya Tenaga Politik Besar

Bersama Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik, Abdul Mun‘im DZ mengatakan bahwa peran politik NU sebagai ormas masih diperhitungkan oleh pemerintah dan masyarakat di tengah turunnya kepercayaan publik terhadap partai politik dan lembaga negara.

Meskipun sekadar ormas keagamaan, NU memainkan peran politiknya dengan identitas keagamaan dan kemasyarakatannya. Misalnya, NU dalam Munas-Konbes NU 2012 lalu membahas persoalan mendasar bangsa Indonesia terkait UU migas, hukum mati koruptor, dan supremasi hukum, tambah Abdul Mun‘im DZ.

“Presiden RI memerlukan waktu dua hari dalam memantau jalannya Munas-Konbes NU yang bertajuk Kembali ke Khittah Indonesia 1945. Baru kali ini sepanjang sejarah, Presiden RI menghadiri kegiatan Munas-Konbes NU,” ujar Mun‘im DZ.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, NU yang bergerak di wilayah keagamaan dan kemasyarakatan masih memiliki daya tarik politik. Bahkan, daya tariknya melebihi partai politik dan parlemen yang jelas agen politik praktis.

Sedangkan KH Masyhuri Malik di hadapan sedikitnya 33 kader partai itu menamakan gerakan politik NU kini sebagai politik kebangsaan. Karena, gerakan NU kini menyentuh titik kebangsaan yang menutut penyelesaian segera.

Rohis Tegal - Rohani Islam

 

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Aswaja, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 24 September 2017

Tiga Tahun di Pergunu, Akhsan Ustadhi Mampu Bentuk 400 Cabang

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama kehilangan salah satu pengurus terbaik, Akhsan Ustadhi, yang meninggal pada Sabtu dini hari (11/3). Is sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi tidak tertolong. Kemudian dikebumikan siang harinya di sebuah pemakaman di Citeureup, Bogor.

Tiga Tahun di Pergunu, Akhsan Ustadhi Mampu Bentuk 400 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tahun di Pergunu, Akhsan Ustadhi Mampu Bentuk 400 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tahun di Pergunu, Akhsan Ustadhi Mampu Bentuk 400 Cabang

Pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur tersebut hingga meninggalnya tercatat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pergunu dan Penasihat di Pergunu Bogor. Ia Aktif di PCNU Bogor serta Wakil Rektor IV Institut KH Abdul Chalim (IKHAC).

Kabar duka tersebut, membuat Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim dan Sekretaris Umum PP Pergunu Gatot Sujono mengeluarkan surat edaran agar PW, PC, dan PAC Pergunu serentak melakukan shalat gaib dan tahlilan untuk Akhsan Ustadhi.?

Menurut Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pergunu Rudolf Chrysoekamto, Akhsan Ustadhi mengabdi dan berdedikasi di Pimpinan Pusat Pergunu sejak Jawa Barat menjadi tuan rumah Diklat Instruktur K13 tingkat SMP yang diselenggarakan PP Pergunu bekerja sama dengan Dirjen Pendidikan Menengah. “Saat itu, di tahun 2014, Pak Akhsan menjadi Ketua Panitia Pelaksana, dan Diklat dinyatakan sukses,” katanya ketika dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam pada Ahad (12/3).?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rudolf, sebagai Ketua Panitia Pusat kegiatan tersebut mengapresiasi kinerja baik Akhsan Ustadhi. Kemudian ia memperkenalkan Akhsan Ustadhi kepada Ketua Umum PP Pergunu Kiai Asep Saifuddin Chalim. “Oleh karena kegigihan tak kenal lelah, maka Pak Akhsan kemudian diberi tugas untuk mnggalang dan mengkonsolidasi pembentukan Pengurus Walayah dan Cabang Pergunu di seluruh Indonesia,” jelasnya.?

Dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2014 hingga 2017 ini, tambah Rudolf, 35 kepengurusan wilayah dan hampir 400 Pengurus Cabang telah berdiri. “Itu menjadi jerih payah Pak Akhsan sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Pergunu yang mmbawahi konsolidasi organisasi,” tegas pria kelahiran Jember, Jawa Timur itu.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Rudolf, kemampuan Akhsan yang bisa seperti itu karena ia banyak kawan. Karena, ia pada dasarnya memiliki pembawaan yang pandai bergaul dengan semua kalangan. Juga memiliki watak yang senang bercanda.

“Bahkan kawan-kawan Pak Akhsan yang dari Papua dan Aceh bisa lebur dalam persahabatan dan canda. Ia solider dan pandai bergaul. Selebihnya adalah karena darah NU yang mengalir di tubuhnyalah yang mmbuat ia loyal untuk membesarkan Pergunu,” jelas dosen Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet.

Anjuran yang sering diungkapkan Akhsan Ustadhi, kata Rudolf, adalah “jangan meminta hidup dari NU tapi hidupilan NU”. Kemandirian dan ? kerja keras menjadi pokok semangat yang ditularkan kepada kader. Dalam perjalanan konsolidasinya ke daerah-daerah, tak jarang Pak Akhsan harus menempuhnya berhari-hari karena tidak semua lokasi bisa dijangkau dengan pesawat.

Senada dengan Rudolf, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Pergunu Gatot Suyono menyampaikan kesaksiannya. "Beliaulah selama ini yang mensosialisasikan Pergunu ke seluruh Indonesia. Beliaulah yang agresif mendorong terbentuknya Pergunu di daerah. Beliaulah yang melakukan konsolidasi seluruh jajaran Pergunu dengan tanpa lelah. Beliaulah yang melakukan komunikasi dan kordinasi serta kerja sama dengan pihak lain," katanya ketika diminta kesaksian tentang Akhsan Ustadhi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Nahdlatul Ulama, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 07 Agustus 2017

Narkoba dan Pornografi Jadi Keprihatinan Muslimat NU

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Brebes prihatin dengan tak terbendungnya peredaran gelap narkoba dan makin maraknya pornografi. Kondisi ini disikapi dengan upaya preventif dengan jalan ajakan menjauhkan diri dari virus negatif tersebut. Salah satunya melalui medan dakwah.?

“Sebagai orang tua, paling banter bisa merangkul dan mengajak generasi muda untuk menghindari dua hal negatif melalui medan dakwah,” ujar Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh saat pembukaan Lomba Shalawat Nada dan Dakwah, Pembacaan Surat Surat Pendek Al Quran serta lomba Mars IGTKM di aula Kantor Kementerian Agama, Jalan Ahmad Yani Brebes, Ahad (9/4).

Narkoba dan Pornografi Jadi Keprihatinan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Narkoba dan Pornografi Jadi Keprihatinan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Narkoba dan Pornografi Jadi Keprihatinan Muslimat NU

Dijelaskan Chulasoh, keprihatinan Muslimat diujudkan dengan selalu menyisipkan nasehat di setiap dakwahnya. Daiyah (pendakwah wanita), mesti memiliki bekal pengetahuan tentang bahaya narkoba dan ekses negatif pornografi. Sehinggsa bisa bersama-sama mewujudkan masyarakat yang anti narkoba dan antipornografi.

“Meskipun Brebes bukan zona merah dalam kedua wilayah tersebut, tetapi pencegahan dini perlu dilakukan demi keselamatan generasi muda,” ujarnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang membuka acara merasa bangga dengan upaya Muslimat NU yang menggelar kegiatan lomba-lomba dengan tema yang memperhatikan kondisi masyarakat. Pencegahan peredaran gelap narkoba maupun tersebarnya virus negatif pornografi. Pemerintah kabupaten juga sepaham dengan upaya-upaya pencegahan narkoba melalui Badan Narkotika Kabupaten (BNK).?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ayo kita giatkan dakwah perangi narkoba dan cegah pornografi,” ujar Idza di hadapan ratusan peserta yang memadati aula Kemenag.?

Idza yang juga Ketua Dewam Pakar Ekonomi PC Muslimat NU Brebes juga mengajak kepada para anggota Muslimat untuk membantu pembangunan Kabupaten Brebes terutama pembangunan di bidang mental spiritual. Termasuk peningkatan ekonomi dengan selalu menggiatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Panitia Hj Farikha menjelaskan kegiatan dimaksudkan untuk memperingati hari lahir (harlah) ke-71 Muslimat NU. Peserta merupakan perwakilan dari 17 Pimpinan Anak Cabang yang sebelumnya telah melakukan seleksi di masing-masing PAC.?

Setelah melalui penjurian yang cukup ketat, akhirnya pada Lomba Shalawat Nada dan Dakwah, juara 1 diraih PAC Muslimat NU Ketangungan dengan nilai 95, juara 2 PAC Kersana (92), dan juara 3 PAC Salem (90). Lomba pembacaan surat pendek, juara 1 Khumaeroh Hidayatus Sabita dari TK Muslimat NU Pesantunan Wanasari dengan nilai 95. Juara 2 Alfi Alma Sarah TK NU Glonggong Wanasari ? (94) dan juara 3 Niviana Syifa Fauziah TK Masyitoh NU Tonjong (91).

Sedang Lomba Mars IGTKM juara 1 PAC Muslimat NU Wanasari dengan nilai 99, juara 2 PAC Muslimat NU Ketanggungan (91 dan juara 3 PAC Muslimat NU Larangan (90). (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 08 April 2017

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menegaskan Indonesia adalah negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila yang mengakui adanya perbedaan agama sehingga tidak boleh tercederai sebagaimana insiden terjadi di Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua.

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai

Berkaitan dengan insiden dimaksud, Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni melalui rilis diterima Senin (20/7) mengeluarkan delapan pernyataan.

1. Satkornas Banser, mengutuk dengan keras dan sungguh perbuatan yang dapat diindikasikan melanggar HAM, terhadap pelarangan melaksanakan ibadah sholat idul fitri, apalagi sampai terjadi pembakaran masjid.

Rohis Tegal - Rohani Islam

2. Terdapat indikasi indikasi memecah rasa persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama di tanah Papua, bahkan indikasi memecah belah rasa berbangsa dan bernegara.

3. Mendesak kepada pemerintah utamanya kepolisian untuk secepat-cepatnya mengusut secara tuntas kasus tersebut dengan sejujur-jujurnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

4. Meminta kepada para elit pemerintah dan elit negara untuk tidak menjadikan komoditas politik terhadap kasus tersebut, apalagi hanya dijadikan bahan kampanye dengan tujuan popularitas elit-elit tertentu.

5. Negara wajib meningkatkan kemampuan deteksi dini dan kewaspadaan dini agar hal-hal tersebut tidak terjadi lagi.

6. Meminta kepada tokoh dan pemangku kepentingan untuk tidak memasukkan agenda internasional yang terselubung di bumi Papua, guna memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok.

7. Mengharap kepada tokoh agama apapun, khususnya di Papua untuk betul-betul menjadikan toleransi dan keberagaman menjadi perilaku yang nyata di tengah tengah masyarakat, bukan hanya sebagai "jargon" saja.

8. Khusus bagi anggota Banser, rapatkan barisan, tingkatkan kemampuan deteksi dini dan kewaspadaan dini, guna langkah antisipasi kasus serupa di sekeliling kita. Selanjutnya, sebagai bahan evaluasi program bantuan keamanan kepada umat agama lain, agar toleransi dan keanekaragaman yang kita kembangkan tidak tercederai.

Terpisah, Ketua PC GP Ansor Waykanan Lampung Gatot Arifianto menambahkan, tidak ada pelangi jika hanya ada satu warna, hijau, biru, merah, atau kuning semata.

"Perbedaan warna memang sudah digariskan. Jika tidak, apakah pelangi diciptakan dengan terpaksa oleh-Nya? Hal tersebut tentu mustahil, dan jangan diingkari, demikian pula perbedaan keyakinan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gus Dur jauh-jauh hari sudah mengingatkan, mayoritas harus melindungi minoritas," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu pula.

Insiden di Tolikara menurut pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu harus dilihat dari kacamata hukum. "Dengan demikian, bolehkah ada pembiaran atas tindakan anarkis di Bumi Bhineka Tunggal Ika ini?" ujarnya. (Tedy Heriyanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 11 September 2013

Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua LP Ma’arif NU Provinsi Lampung H Fauzi adalah sosok yang sangat komit dan inten berkiprah dalam dunia pendidikan di Provinsi Lampung. Dengan keuletan dan kegigihannya, Alumni S3 Universitas Gajah Mada ini berhasil mendirikan sejumlah perguruan tinggi di beberapa Kabupaten di Provinsi yang dijuluki Bumi Ruwai Jurai tersebut.

Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an

Perguruan Tinggi yang berhasil didirikannya tersebut tidak semata diikuti oleh para mahasiswa yang hanya mampu dalam hal finansial. Dalam hal agama, Fauzi juga memberikan kesempatan kepada para Penghafal Quran (Hafiz dan Hafizah) untuk dapat mengenyam pendidikan di Peguruan Tinggi miliknya.

Para Hafiz Qur’an tersebut tidak hanya dapat berkuliah dan mendapatkan ilmu sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. Namun mereka juga mendapatkan beasiswa kuliah gratis di lima Perguruan Tinggi miliknya yang tersebar di empat Kabupaten di Provinsi Lampung.?

Menurutnya, langkah yang dilakukannya ini adalah dalam rangka memuliakan para hafiz hafizah dengan memberikan kesempatan berkiprah di dunia pendidikan. Selain itu Ia ingin keberkahan selalu menaungi Kampus yang didalamnya terdapat para Hafiz dan Hafizah.

"Saya ingin memberikan fasilitas kepada mereka untuk menekuni dunia pendidikan formal di Kampus sehingganya insyaallah akan membawa manfaat bagi mereka dan membawa keberkahan bagi kami," ujarnya disela kesibukan hariannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Rabu (26/5).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ditemui ditempat terpisah Wakil Ketua Bidang III STIT Pringsewu Abdul Hamid menjelaskan bahwa lima Perguruan Tinggi yang memberikan beasiswa gratis kepada para hafidz yaitu STMIK Pringsewu, STIT Pringsewu, STIT Multazam Lampung Barat, STEBI Tanggamus ataupun STIE Lampung Timur.

Abdul Hamid yang juga Hafiz Quran ini menjelaskan bahwa bagi Alumni SLTA yang sudah menghafal Al Quran dan ingin melanjutkan kuliah bisa langsung mendaftarkan diri pada Tahun Akademik 2016-2017 ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Silahkan hubungi saya atau langsung datang ke kampus untuk melewati rangkaian proses yang salah satunya adalah test kemampuan menghafal Quran," kata Hamid yang juga Pengurus JQHNU Kabupaten Pringsewu.

Ia mengatakan bahwa program ini ditujukan sebagai apresiasi terhadap para penghafal quran khususnya di Provinsi Lampung. "Mudah mudahan dengan program ini banyak para pelajar yang termotivasi untuk menghafalkan Al-Qur’an. Sehingga Kitab Suci kita tersebut dapat tertanam pada jiwa jiwa generasi penerus kita," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Nusantara, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 13 Juni 2013

Semangkuk Cerita Tentang Bubur Haritsah

Ada satu hidangan khas Timur Tengah di Masjid Riyadh Solo yang disajikan hanya pada saat acara Khatmil Bukhari, yaitu bubur haritsah atau di daerah lain semisal di Gresik dinamakan bubur dempul.

Makanan ini terbuat dari campuran biji gandum dengan daging kambing, dan bumbu-bumbu dan minyak samin, yang diaduk terus dalam api kecil hingga keseluruhan dagingnya hancur lumat menjadi suatu adonan yang kental berwarna kelabu pekat.

Bagi yang tidak biasa memakannya, bisa muntah sebelum menyentuhnya. Ada yang bilang seperti muntahan kucing, dan macam-macam persepsi yang negatif. Tetapi bagi yang suka akan makanan berbumbu bernuansa timur tengah, haritsah ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa.

Semangkuk Cerita Tentang Bubur Haritsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangkuk Cerita Tentang Bubur Haritsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangkuk Cerita Tentang Bubur Haritsah

Istimewa karena langka, dan istimewa karena rasa yang sangat khas. Orang Indonesia keturunan Arab sendiri sangat rindu akan makanan ini, tetapi konon sudah sulit memperolehnya.

Bahkan tidak hanya orang Arab, masyarakat asli Indonesia pun banyak yang menyukainya. Seperti halnya M Dalhar (24), pemuda asal Jepara ini mengaku suka dengan makanan asal timur tengah ini, ”bubur haritsah ini yang menjadi salah satu daya tarik saya untuk datang ke acara khatmil bukhori," ungkapnya.

Pengunjung yang lain, Alfan Qodri (27), bahkan membawa makanan tersebut untuk dibawa pulang, “untuk anak saya yang masih kecil, biar nular berkahnya,” kata warga Boyolali tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tentang bubur Haritsah ini pernah pula menjadi kisah indah tersendiri antara Rasulullah saw bersama istri-istri beliau. Pada suatu hari Rasulullah saw berada di rumah Aisyah ra. Kebetulan pada waktu itu Aisyah sedang memsak bubur haritsah. Apabila bubur itu telah masak dia menghidangkannya kepada Saudah RA dan Rasulullah SAW. Tetapi Saudah lalu berkata, “Maaf, saya tidak suka makanan ini.”

 “Demi Allah, kamu harus makan buburku ini atau kusapukan ke mukamu,” jawab Aisyah.

 Lalu segera Aisyah mengambil sedikit bubur dan disapukan ke muka Saudah. Begitu juga yang dilakukan oleh Saudah lalu disapukan ke muka Aisyah. Melihat kejadian itu, Rasulullah SAW hanya tersenyum simpul. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock