Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rombongan Kirab Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad telah sampai memasuki Kota Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/10) malam. Dari arah Pati, mereka disambut ratusan anggota Banser, CBP IPNU dan KKP IPPNU, santri serta pengurus PCNU di perbatasan kota Pati- Kudus di desa Gindoharum, Jekulo, Kudus. Kemudian mereka mengiringi? hingga perbatasan Kota Kudus-Demak.

Sebelum melanjutkan perjalanan, rombongan yang dipimpin Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad? Aizuddin Abdurrahman terlebih dahulu meziarahi makam pendiri NU KHR Asnawi dan Sunan Kudus di kompleks Makam-Masjid Menara Kudus. Saat tiba di Menara,? acara diawali dengan penyerahan bendera Merah Putih dan NU dari ketua rombongan kepada ketua PCNU Kudus, H Abdul Hadi.

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai

Di makam KHR. Asnawi, mereka membaca tahlil dan doa dengan pimpinan KH Masfui, pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Kudus. Kemudian mereka membaca Ikrar Santri yang dipimpin Aizudin Abdurrahman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Aizudin atau akrab disapa Gus Aiz menjelaskan, kirab resolusi jihad ini telah menempuh perjalanan sejak Ahad (18/10) dari Tugu Pahlawan Surabaya, melewati 30 kabupaten/kota hingga finish nanti di Tugu Proklamasi Jakarta. Di beberapa daerah yang dilewati, pihaknya selalu melakukan ziarah? ke makam wali dan ulama serta sowan ke sejumlah kiai NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sebelum sampai Kudus, kita sowan ke Mbah Maemun Zubair, KH.Musthofa Bisri (Rembang) dan ziarah ke makam Mbah Mutamakin Kajen dan KH Sahal Mahfudz (Kajen, Pati)," terang Gus Aiz kepada awak media.

?

Ia mengatakan, 70 tahun lalu para ulama NU mengobarkan jihad melawan penjajah guna mempertahankan kemerdekaan NKRI. Karenanya, kegiatan kirab ini dimaksudkan untuk meneladani spiritualitas dan semangat perjuangan untuk mengisi Hari Santri 22 oktober.

"KHR Asnawi ini sebagai salah satu menjadi tokoh pendiri NU yang ikut berperan mengobarkan semangat resolusi jihad melawan penjajah. Kita ziarahi sekaligus meneladani spirit perjuangannya,"imbuhnya.

Usai dari Kudus, rombonga melanjutkan perjalanan menuju Demak. Di perbatasan Kudus Demak tepatnya Desa Tanggulangin Kudus, puluhan mobil rombongan menyambut dan mengiringi kirab nasional yang akan transit istirahat di kota wali Demak Jawa Tengah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 06 Februari 2018

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqi Siroj menyatakan salut dan bangga atas kehadiran mantan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jussuf Kalla, Senin (20/10).

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Ia juga menyatakan bangga kepada Jokowi yang menyebut Prabowo dan Hatta sebagai “Rekan dan sahabat baik saya.”

“Bahkan saat menyatakan hal itu, Pak Jokowi mendapatkan applaus yang cukup lama dari para hadirin,” kata Said Aqil di kantor PBNU, usai menghadiri pelantikan di gedung MPR/DPR, Senin (20/10) pagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakannya, para pemimpin negeri ini telah menunjukkan contoh yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga transisi kepemimpinan nasional berlangsung aman dan damai.

Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Said Aqil Siroj juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) yang telah mengawal proses transisi demokrasi Indonesia dengan cukup baik.

“Pak SBY luar biasa, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, beliau juga telah mengawal demokrasi di Indonesia sehingga berwibawa di tingkat internasional. Tidak ada nyawa melayang dalam proses pergantian kepemimpinan,” katanya.

Terkait isi pidato pertama presiden Jokowi yang disampaikan sesaat setelah pelantikan, Said Aqil mengaku tertarik dengan pernyataan yang eksplisit menyebut profesi nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, dan sopir. “Kita berharap Pak Jokowi merealisasikan janji-janjinya selama kampanye,” katanya.

Dalam pidatonya Jokowi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Jokowi juga bertekad mengembalikan kejayaan di laut. ‘Jalesveva Jayamahe. “Perlu diingat Gus Dur yang merintis Departemen Kelautan,” kata Kang Said.

Ditambahkan, NU akan selalu berada di belakang pemerintahan yang sah dan mengawal program-program pemerintah yang pro rakyat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 31 Januari 2018

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ahli Tasawwuf Dr KH Lukmanul Hakim menilai tanda-tanda kewalian ada pada diri Gus Dur, yaitu tidak memiliki rasa takut dan susah. Gus Dur merupakan orang yang dikenal memiliki keberanian dalam menghadapi segala sesuatu, dan tahan dalam menghadapi berbagai penderitaan.

“Semoga yang kita khusnudhonkan benar,” katanya.

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukmanul Hakim: Tanda Kewalian Ada Pada Gus Dur

Seorang wali, kata pemimpin redaksi majalah Cahaya Sufi ini, merupakan orang yang mengabdikan dirinya kepada Allah. Mereka bukanlah orang yang mencari pahala dengan beribadah kepada manusia agar dicintai Allah. Allah yang menjadi pertimbangan utama dalam hidupnya, bukan kesan dan pendapat manusia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Cintanya kepada Allah mendahului kepeduliannya kepada manusia. Mereka memposisikan Allah sebagai sebab, bukan akibat,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengenai karomah, ia menjelaskan bahwa bagi para wali, munculnya karomah dianggap sebagai haidnya para wali, dan membuat mereka malah takut.

“Karomah dimunculkan kepada seorang wali kepada dirinya sendiri dan kepada orang lain. Salah satu tujuannya agar tetap istikomah,” paparnya.

Ia menjelaskan, ada perbedaan antara karomah dan ilmu hikmah. Kalau karomah bisa muncul kapan saja tanpa perlu dipelajari. Ilmu hikmah bisa dipelajari, misalnya dengan melaksanakan amalan wirid tertentu, dengan jumlah tertentu, maka akan bisa melakukan sesuatu yang terlihat luar biasa.

“Yang tahu itu karomah atau ilmu hikmah, ya Allah, orang itu sendiri, dan orang lain yang diberi tahu oleh Allah,” paparnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, Ubudiyah, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

Mimika, Rohis Tegal - Rohani Islam. Hujan deras mengguyur Bumi Mimika sejak seusai Ashar hingga usai Isya, Sabtu (6/5) tidak menyurutkan semangat warga NU kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kab Mimika, Provinsi Papua untuk mengikuti acara kebanggaan mereka.

Menjaga tradisi leluhur menjadi pokok semangat warga Poumako, Mapuru Jaya dan undangan kampung Wangirja, SP9, Distrik Iwaka, Kab Mimika. Acara tahlil kirim doa dan shalawat merupakan tradisi leluhur yang baik dan harus dirawat

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban, (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Distrik Mimika Timur Rawat Tahlilan dan Kirim Doa Bulan Sya’ban,

"Ini kita harus memperkuat tradisi baik ini agar tidak direcoki aliran yang aneh-aneh," urai H. Taher Rumagesan selalu Wakil Syuriyah PCNU Mimika yang tinggal di Poumako ini menjelaskan latar belakang rutinan ini digalakkan.

Acara malam ini dilakukan di masjid Al-Haq Poumako. Hadir dalam acara tahlil dan kirim doa sambut Ramadhan ini Ketua PCNU Mimika, H Abdul Wahab, Sekretaris Adam Waluyo, Wakil Sekretaris Ibnu Hamid, JQH MWC Tembagapura Ust Hasyim Asyari, wakil ketua PCNU Sugiarso dan segenap jajaran MWC NU Mimika Timur, seperti H Heri Budiono dan yang lain

Ba’da Magrib dan wiridan disambung acara dengan syair NU, dilanjut tawasul dan diperkenalkan juga Shalawat Nahdliyyah dan mars Ya Lal Wathon. Acara dilanjutkan tahlil, diteruskan shalawatan lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ust Hasyim dalam kajian aswajanya mengajak untuk hidup selamat dengan berkumpul dan menjadi bagian ulama yang selamat, yakni rombongannya KH Hasyim Asyari dengan keretanya yang bernama NU

Di akhir acara wakil ketua PCNU Mimika menyerahkan buku amalan NU berupa buku amalan nishfu sya’ban, bilalan Tarawih, dan kaifiyat NU agar bisa diamalkan

Rohis Tegal - Rohani Islam

Acara ditutup dengan shalawat Thariqiyah dan shalat Isya berjamaah dan dilanjutkan menyantap hidangan malam

Acara selanjutnya dijadwalkan 3 Juni dalam acara buka puasa bersama ? (Sugiarso/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Daerah, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 14 Januari 2018

BPBD Barru Apresiasi Advokasi LPBINU soal Penanganan Bencana

Barru, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA) yang dilaksanakan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) bekerja sama dengan Department of Foreign and Trade (DFAT) Australia, Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Barru, Abdul Kadir mengucapkan terima kasih kepada LPBINU dan BPBD Kabupaten Barru merasa terbantu oleh kegiatan-kegiatan terkait penanggulangan bencana (PB) yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan oleh LPBINU.?

Menurut Kadir, penanggulangan bencana seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis. Yang menjadi persoalan utama saat ini adalah bagaimana penyelenggaraan PB dapat berlangsung secara partisipatoris. Para pihak terutama masyarakat mampu mengenali risiko dan memiliki kapasitas untuk melakukan upaya PRB. “Oleh karena itu, diperlukan banyak kegiatan seperti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka,” ujarnya.

BPBD Barru Apresiasi Advokasi LPBINU soal Penanganan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
BPBD Barru Apresiasi Advokasi LPBINU soal Penanganan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

BPBD Barru Apresiasi Advokasi LPBINU soal Penanganan Bencana

Pelatihan PRB dan PDRA akan berlangsung selama 4 (empat) hari, 07-10 September 2016. Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai institusi, diantaranya LPBI NU Kabupaten Barru, Fatayat NU, GP Ansor, Tokoh masyarakat, TP PKK, karang taruna, Lembaga pendidikan, dan Pelaku usaha kecil dan menengah. Mayoritas peserta merupakan masyarakat Desa Lalabata. Desa Lalabata dipilih sebagai lokasi dan praktek pelatihan dengan pertimbangan bahwa desa ini memiliki risiko tinggi terjadi bencana banjir. Hampir setiap tahun Desa Lalabata terjadi banjir akibat curah hujan yang tinggi.?

Dalam Pelatihan PRB dan PDRA ini sedikitnya akan dibahas 7 (tujuh) materi, meliputi: Konsep dasar manajemen risiko bencana; Kebijakan dan sistem Penanggulangan Bencana; Daur bencana dan tahapan dalam penyelenggaraan Penanggulangan Bencana; Kajian risiko partisipatif dan pengorganisian komunitas; Kajian Analisis Bencana (Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, dan Risiko Bencana) dan Tindakan PRB; Pendekatan Kajian/Analisis Pengurangan Risiko Bencana dengan Teknik Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA); dan Menakar risiko bencana partisipatif.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadir sebagai narasumber, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Barru, Abdul Kadir dan ketua PCNU Kabupaten Barru, KH. Irham Djalil, dan PP LPBI NU, Rurid Rudianto. Sedangkan bertindak sebagai trainer Pelatihan PRB dan PDRA adalah Sofyan dari Sangga Buana. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman tentang konsep dan pengertian dasar penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana; mampu menjelaskan upaya PRB secara komprehensif; mampu menyusun kajian risiko bencana dengan teknik PDRA; dan memiliki kemampuan dasar dalam menyusun rencana aksi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Di akhir sesi, peserta didorong untuk membuat rencana aksi komunitas yang diharapkan dapat dilaksanakan secara nyata di tengah masyarakat untuk mewujudkan upaya PB dan PRB yang lebih baik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 05 Januari 2018

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Makkah, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gedung Two Holy Mosques Architecture berdiri di pinggiran Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 10 kilometer ke arah barat dari Masjidil Haram.

Museum yang diresmikan sekitar 20 tahun yang lalu itu menyimpan dokumentasi sejarah dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Miniatur replika Masjidil Haram menyambut para pengunjung museum di ruang penerima tamu, tempat pengunjung dapat melihat kondisi Masjidil Haram sebelum dan sesudah perluasan. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ruangan berikutnya adalah area Masjidil Haram, yang menyimpan benda-benda yang pernah dipasang di masjid tempat Kabah berada itu. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di antara benda-benda yang disimpan di ruangan itu ada tangga kayu ke pintu Ka`bah yang dipergunakan tahun 1240 Hijriyah. 

Ada juga potongan besar marmer berukir yang membentuk mimbar Masjidil Haram pada abad kesepuluh Hijriyah serta pintu Ka`bah yang saat ini sudah tidak digunakan. 

Benda-benda yang berkaitan dengan Ka`bah seperti Kiswah (kain penutup Ka`bah), alat tenun tradisional pembuat Kiswah, pilar Ka`bah dari tahun 65 Hijriyah, dapat ditemukan di ruang Ka`bah Al Musharaf. 

Di ruang foto, pengunjung dapat menyaksikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi di Masjidil Haram dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan foto Masjid Nabawi dan Kota Madinah pada masa lalu.

Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di sana, terutama yang berasal dari abad 13 Hijriyah.

Salah satu koleksi yang paling menarik pengunjung adalah mushaf asli Al Qur`an dari masa Usman bin Affan, yang dipamerkan di ruang Inscription and Manuscript.

Sementara beberapa pintu masjid dan mimbar dipamerkan di ruang Masjid Nabawi, masjid yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW. 

Sebuah sumur berpagar besi berukir lengkap dengan timba dan kerekan menjadi pusat perhatian di ruang sumur Zam Zam. 

Menurut keterangan yang tertera di sana, kerekan itu digunakan untuk menimba air Zam Zam pada akhir abad 14 Hijriyah, sedangkan ember timbanya berasal dari tahun 1299 Hijriyah.

Di area Zam Zam juga ada jam matahari yang digunakan untuk menentukan waktu shalat pada masa lalu, ada pula jam yang pertama dipasang di Masjidil Haram. 

Para pegunjung bisa menikmati benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut secara gratis. Tapi orang yang ingin melihat koleksi museum itu harus meminta izin untuk mengunjungi museum secara berkelompok.

Memotret

Berbeda dengan umumnya museum yang melarang pengunjung mengambil foto, di museum tersebut pengunjung bebas memotret apa saja di seluruh ruang pamer.

Sayangnya, tidak ada pemandu, buku petunjuk, maupun brosur atau selebaran yang menjelaskan perihal museum dan benda-benda koleksinya.

Petugas museum yang ditanya mengenai hal itu hanya menjawab singkat "Cari saja di internet, banyak kok".

Satu-satunya petunjuk bagi pengunjung hanyalah keterangan yang tertera pada setiap benda yang dipajang meskipun keterangannya sangat minim.

Meski demikian sejumlah pengunjung mengaku puas setelah berkeliling museum.

"Bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa datang lagi kalau umroh nanti," kata anggota jemaah haji asal Karangayar, Siti Ngadiroh.

Sementara Maman, yang datang bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Bandung, mendapat banyak keterangan dari Ketua KBIH yang bertindak sebagai pemandu.

Usai mengunjungi museum, biasanya jemaah haji melanjutkan tur ke peternakan Unta di Hudaibiyah, di tengah padang pasir yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari museum.

Selain dapat berfoto bersama unta, pengunjung juga dapat mencicipi susu dan urine unta yang konon berkhasiat obat. 

Satu botol berisi 200 mililiter susu dijual dengan harga lima riyal dan satu botol berisi 200 mililiter urine unta dijual dengan harga 20 riyal. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara

Jombang, NU online. Ratusan muktamirin dan warga rela menggelar tikar di lapangan alun-alun Jombang. Mereka duduk di atas rumput untuk menonton bareng jalannya perhitungan suara pemilihan ketua umum PBNU periode 2015-2020.

Dari pantauan Rohis Tegal - Rohani Islam, perhitungan suara pencalonan Ketua Umum PBNU sendiri dilakukan di dalam tenda besar yang menjadi lokasi pembukaan muktamar Ke-33 NU. Sedangkan di utara tenda besar alun-alun ratusan muktamirin dan “peserta penggembira” menikmati layar lebar yang telah disediakan untuk nonton penghitungan suara.

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara

"Kalau di dalam pengap, di luarkan kan udaranya bebas,” ujar Yusup, salah satu penggembira mengatakan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beberapa kiai juga nampak rela menggelar tikar dan sajadah untuk melihat jalannya penghitungan suara. Bahkan mereka yang telah menunggu lama terlihat bertiduran di atas rerumputan dan beratab langit.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam penghitungan suara yang diikuti sebnyak 417 suara, KH Said Agil siroj mendapatkan sebanyak 287 sura disusul KH AsAd Ali sebanyak 107 suara.? Namun sebelum tahab pemilihan Ketua Umum PBNU dilanjutkan, KH Asad menyatakan mendukung kembali KH Said Agil Siroj sebagai ketua Umum.

"Terimaksih sebelumnya, Saya kalah pinter, kalah pengalamandengan beliau KH Said Agil Siraj. Terimaksih kehadiran saya tetap sebagai warga NU dan siap membantu KH Said Agil," ujar AsAd Ali mengatakan.

Dalam sidang pleno pemilihan ketua Umum PBNU yang dipimpin Profesor Ahmad Muzakky juga menyampaikan surat keberatan KH A Mustofa Bisri untuk dipilih sebagai Rais Aam periode 2015-2020. Atas keberatan ini, Tim Ahwa yang beranggotakan 9 orang akhirnya menetapkan KH Makruf Amin yang sebelumnya ditunjuk sebagai wakil Gus Mus ini menjadi Rais Aam PBNU.

"Karena KH A Mustofa Bisri menyatakan keberatan untuk ditunjuk kembali menjadi Rais Aam. Untuk itu, maka kita tetapkan KH Makruf Amin sebagai Rais Am PBNU periode 2015-2020, Al Fatihah," ujarnya seraya mengetok palu sidang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah, Doa, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 Desember 2017

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

Kiai Hasyim Muzadi dalam sebuah ceramah pernah berkisah tentang orang Kristen yang heran atas perilaku umat Islam ketika beribadah. “Gimana orang Islam ini. Wong ibadah kok sandalnya sering hilang?!”

Ledekkan ini dibalas santai Kiai Hasyim. “Ya mesti saja hilang, lha wong sandalnya enggak dipakai. Nah, sampean kan sepatunya dipakai pas di gereja.”

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

“Jadi yang hilang bukan sepatunya tapi sepeda motornya,” tambah Kiai Hasyim disambut tawa hadirin. ? (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, Kiai Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Brebes,Rohis Tegal - Rohani Islam. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menggelar Silaturahmi Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1436 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai upaya mendekatkan diri antara ulama dan umaro serta umat.

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Masjid Al Furqon Desa Salem Kecamatan Salem menjadi tempat perdana gelaran Sajadah Ramadhan 1436 H yang juga dihadiri Dandim 0713 Letkol Inf Efdal Nazra, Pengadilan Negeri Brebes Yoserizal,SH.MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI, para Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Brebes dan pejabat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes memuji semangat umat Islam dalam membangun kerohanian Islam. Seperti membangun masjid, madrasah, dan pembangunan sarana peribadatan lainnya. “Pemerintah hanyalah memberikan dana stimulant saja,” ujar Idza.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bupati juga menjelaskan tertangguhnya pencairan dana hibah karena sedang menunggu kejelasan dari UU No 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Kabupaten soal dana hibah dan bansos.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Disebutkan dalam pasal 298 ayat 5, bahwa yang berhak mendapatkan dana hibah antara lain badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia. “Sementara belum bisa kami cairkan karena menunggu kejelasan badan, lembaga dan ormas yang berbadan hukum Indonesia,” terangnya.

Dibagian Kesra Setda Brebes, lanjutnya, sudah ada usulan sebesar Rp 4,3 Milyar yang diusulkan oleh 336 lembaga di Kabupaten Brebes. Namun belum bisa dicairkan karena belum ada lampiran yang berbadan hukum Indonesia. “Membelanjakan uang rakyat, uang Negara harus sesuai dengan aturan sehingga sama-sama sah dan tidak melanggar hukum. Kami harap yang mengusulkan dana hibah dan bansos untuk bersabar dulu,” tandasnya.

Bupati juga mengajak kepada umat Islam untuk mengantarkan anak-anaknya menjadi anak yang saleh saleha. Berbagai upaya harus ditempuh untuk mengantarkan anak-anak kita menjadi anak yang saleh saleha. Termasuk harus menempuh pendidikan formal, informal maupun non formal. “Pendidikan madrasah, juga jangan sampai ditinggalkan,” ajaknya.

Bupati juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang beruntung secara simbolis kepada 10 orang jamaah. Juga menyerahkan bantuan Quran, Ruku dan Mukenah kepada Pengurus Masjid Al Furqan agar bisa digunakan para jamaah.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Salem KH Kholid Nawawi dalam ceramah agamanya menyoroti tentang makin menurunnya aktivitas anak-anak mengaji. Kegiatan mengaji di mushola, masjid atau rumah kiai sedikit sepi. Hal ini terjadi karena mereka tergiur oleh perkembangan teknologi komunikasi dan siaran televisi. “Anak-anak lebih tergiur oleh Hape ketimbang tasbeh, televise dari pada ngaji, nyanyian dari pada nadhoman,” tutur Kiai Kholid yang juga Ketua MWC NU Salem.

Dia mendesak kepada para pemangku kebijakan di tingkat Kabupaten untuk membuat peraturan yang bisa meningkatkan gairah anak-anak menggemari ngaji. Seperti pembatasan jam menonton televisi, pemanfaatan hape dan kebiasaan-kebiasaan yang menyita waktu namun kurang bermanfaat.

Juga pentingnya peran orang tua untuk mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan demi masa depan anak kelak. “Kita perlu kerja sama yang apik dan guyub untuk menyelematkan generasi muda dari pengaruh negative globalisasi,” pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Daerah, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Prihatin Akhlak Siswa, IPNU NTB Serukan Ayo Mondok!

Lombok Tengah, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat menyerukan kepada para orang tua agar mendorong putra-putrinya untuk belajar di pesantren. Ajakan ini disampaikan Syamsul Hadi, Ketua PW IPNU NTB.

PW IPNU NTB prihatin dengan perilaku peserta didik dalam menyikapi cara guru memberi sanksi mereka dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, akhir-akhir ini begitu banyak peserta didik melaporkan gurunya ke pihak polisi lataran dicubit atau ditegur.

Prihatin Akhlak Siswa, IPNU NTB Serukan Ayo Mondok! (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Akhlak Siswa, IPNU NTB Serukan Ayo Mondok! (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Akhlak Siswa, IPNU NTB Serukan Ayo Mondok!

“Kalau karakter generasi sekarang seperti itu lalu apa jadinya bangsa ini. Dan guru tentu tidak akan berani mendidik melainkan hanya mengajar,” ujarnya pada acara Safari Ramadhan di Yayasan Mambaul Ulum Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Selasa (28/06) malam. Safari Ramadhan dirangkai dengan santunan anak yatim.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karen itu, lanjutnya, madarasah dan pesantren khususnya adalah harapan terakhir yang bisa membentengi generasi ini untuk memiliki karakter yang baik dan tidak melawan kepada guru.

Dia juga berpesan kepada siswa Yayasan Mambaaul Ulum yang hadir saat itu agar bangga menjadi siswa madrasah meskipun swasta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dunia sudah terbuka lebar, alumni swasta maupun negeri sama-sama memiliki ruang dan peluang kompetensi yang sama. Dan pesantren memiliki kalebihan tersendiri? ? yaitu tertanamnya karakter santri yang bertaqwa, berbudi luhur dan menghargai guru serta hidup sederhana,” tuturnya.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat saat ini juga bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak ke hal yang tidak baik jika tidak diimbangi dengan pendidikan yang baik.

Kasi Kelmbagaan Sistem Informasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementrian Agama Provinsi NTB H Kabarudin yang hadir dalam itu mengatakan hal yang sama. Ia berpesan agar anak-anak dibina dan diawasi perkembangannya.

“Banyak anak yang melawan orang tua bahkan orang tuanya dilaporkan ke polisi. Yang lebih disayangkan lagi juga ada anak yang bunuh orang tuanya gara-gara tidak mampu orang tuanya memenuhi keinginan si anak,” ujarnya. (Muslim/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 Desember 2017

Lazisnu Ranting Tapen Kudu Sembelih 37 Hewan Kurban

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Hari raya Kurban, Lembaga Amil Zakat Infaq dan shodaqoh (LAZIS) Ranting NU Tapen Kecamatan Kudu Jombang ? menyembelih sebanyak 37 hewan Kurban.

Hamid Hamdah pengurus Lazis NU Tapen membeberkan, bahwa penyembelihan dan pembagian daging hewan Kurban yang dilakukan melalui salah satu lembaga NU ini sudah menjadi kegiatan rutin tahunan.

Lazisnu Ranting Tapen Kudu Sembelih 37 Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazisnu Ranting Tapen Kudu Sembelih 37 Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazisnu Ranting Tapen Kudu Sembelih 37 Hewan Kurban

"Untuk tahun ini, sebanyak 37 hewan kurban, yakni 32 Kambing dan 3 Sapi yang disembelih," ujarnya mengatakan seraya mengatakan daging kurban itu dibagi sekitar 1000 paket.

Disamping kegiatan penyembelihan hewan kurban, Lembaga di bawah naungan Ranting NU Tapen Kecamatan Kudu Jombang ini dikatakan Hamid juga aktif dalam kegiatan sosial memberikan bantuan kepada siswa miskin berprestasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Setiap tahun Lazisnu juga memberikan bantuan pendidikan kepada siswa miskin berprestasi dan juga bantuan sosial untuk para janda serta bantuan terhadap anak yatim," imbuhnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tidak hanya itu, Lazisnu yang berada di kawasan utara Brantas Kota santri ini juga sering memberikan bantuan pengobatan secara gratis. bantuan kepada guru TPQ dan juga guru MI yang non sertifikasi.

"Kalau pengobatan kita kerjasama dengan beberapa pihak swasta," bebernya.

Dari mana dananya? Hamid membeberkan, meski berada di tingkat desa, Lazisnu mendapat kepercayaan dari masyarakat dan jamaah Nahdliyin. Tidak kurang sebanyak 40 donatur aktif yang setiap bulannya memberikan infaq dan shodaqohnya.?

"Itu belum yang insidental, kalau setiap bulan dana yang terkumpul dari donator aktif bisa mencapai Rp 2 juta, kalau total setiap tahun dana yang digulirkan belasan juta," tandas wakil sekretaris PC GP Ansor ini menambahkan. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 02 Desember 2017

Jawa Tengah Juara Umum di Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional

Bangka Tengah, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kontingen pramuka madrasah asal Jawa Tengah menjadi juara umum perlombaan pada event Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN III) tahun 2017. Kepastian Jawa Tengah menjadi juara umum diketahui setelah diumumkan pada malam penutupan PPMN III yang digelar di Bumi Perkemahan Selawang Segantang, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (19/05) malam.

PPMN III dimeriahkan dengan beragam aktivitas. Selain kegiatan kepramukaan dan bakti sosial, ada juga karnaval dan perlombaan. Pengumuman para pemenag lomba menambah kemeriahan proses penutupan PPMN III.

Jawa Tengah Juara Umum di Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Jawa Tengah Juara Umum di Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Jawa Tengah Juara Umum di Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional

Mengawali pengumumannya, perwakilan Panitia PPMN Widiaji menyampaikan bahwa para juara akan mendapatkan uang pembinaan. Untuk juara 1 sebesar Rp5 juta, juara 2 sebesar Rp4.5 juta, juara 3 sebesar Rp4 juta.

Uang pembinaan juga diberikan kepada juara harapan 1 sampai 3 dengan besaran Rp3.5 -Rp2.5 juta. Sedang untuk lomba Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3) lingkungan tenda hanya mendapatkan Piala Bergilir.

Selain aktivitas kepramukaan, kegiatan bertema Pramuka Madrasah Kreatif, Terampil dan Berkarakter ini juga mengadakan talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang jasa pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta tanah air, pemencahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, dan Bakti Sosial. (Kemenag/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 30 November 2017

GP Ansor Gelorakan Sumenep Waspadai Terorisme

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menggelorakan "Sumenep Waspada". Hal itu menyusul indikasi kian merebaknya paham radikalisme dan gerakan terorisme yang mengancam ketenangan bangsa Indonesia.

"Karena itu, Kamis (21/1) besok pukul 08.00 WIB, sahabat-sahabat ketua dan sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Sumenep akan mengadakan kampanye simpatik di depan Masjid Jamik," terang Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen, Rabu (20/1).?

Menurut alumnus Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep tersebut, tema yang diusung ialah Sumenep Waspada. Yaitu, waspada terhadap terorisme, radikalisme agama, dan aliran Sesat dengan membagikan stiker kepada para pengendara sepeda motor, mobil, dan pejalan kaki.

GP Ansor Gelorakan Sumenep Waspadai Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gelorakan Sumenep Waspadai Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gelorakan Sumenep Waspadai Terorisme

"Indonesia kini mengalami ancaman besar berupa radikalisme agama dan terorisme. Ini sudah menjadi persoalan akut yang mesti kita lawan melalui aksi penyadaran kepada khalayak," terang M Muhri.

Dalam konteks lokal, tambah mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep tersebut, di Kabupaten Sumenep kini terdapat gerakan aliran atau paham keagamaan yang mengancam keutuhan bangsa.

"Memang Indonesia menjadi incaran paham radikalisme, karena tergolong berpenduduk muslim terbesar di dunia. Begitu halnya di Sumenep. Penyikapan terhadap aliran atau paham yang nyeleneh menjadi fokus gerakan kami," paparnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Daerah, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 28 November 2017

Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan

Waykanan,Rohis Tegal - Rohani Islam? . Sejumlah kalangan berkompeten di bidang pendidikan hingga keagamaan di Kabupaten Waykanan Lampung menyatakan siap turun tangan menjadi tutor Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN).? Di antara mereka adalah Ketua Umum Forum Guru Independen Indonesia (FGII) yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Gino Vanollie.

Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan

"Meski tidak penuh, mantan Sekretaris Forum Martabat Guru Independen Lampung yang juga guru bidang studi biologi tersebut siap berpartisipasi aktif dalam BPUN," ujar Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (18/3).

BPUN merupakan program utama Yayasan Mata Air yang bekerja sama dengan GP Ansor. Program tersebut, ujar Gatot, memiliki tujuan yaitu mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk melanjutkan kuliah di PTN dengan program studi beragam, seperti Kedokteran, Teknik, Ekonomi, Psikologi, Hubungan Internasional, Pertanian, dan lain-lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di Waykanan yang dicanangkan sebagai "Bumi Petani" oleh Bupati Bustami Zainudin, BPUN akan digelar di Pondok Pesantren Assidiqiyah 11, Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan mulai Mei hingga 7 Juni 2015.

"Kami mengundang seluruh pelajar di Waykanan yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri atau PTN untuk mengikuti BPUN. Kami akan menyeleksi 60 pelajar, terdiri dari 30 putra dan 30 putri yang terbaik di Waykanan untuk ikut BPUN," ujar yang juga Koordinator Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau masyarakat jurnalis lingkungan hidup di Lampung itu menambahkan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dukungan untuk penyelenggaraan BPUN di Waykanan juga diberikan Dr Farida Aryani, akademisi dari Universita Negeri Lampung (Unila) yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Waykanan.

"Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Waykanan Sugiharto Pandu juga menyatakan siap menurunkan guru-guru tergabung dalam organisasi tersebut untuk menjadi tutor. Sekretaris Dewan Pembina GP Ansor Supri Iswan juga siap turun tangan. Adapun Pengasuh Pondok Pesantren Assidiqiyah 11 KH Syarfudin juga menyatakan siap menangani langsung perihal kerohanian peserta BPUN," kata Gatot pula.

Penggiat ALiansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung itu menambahkan, secara garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal, yakni: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.

Model pembelajaran BPUN terdiri dari, mengkombinasikan model belajar tutorial, belajar mandiri, diskusi kelompok, belajar in class dan Outdoor, memadukan dengan Leadership Training, memberikan materi lain nonmata pelajaran seperti leadership, enterpreneurship, life skill, keberagamaan yang toleran dan moderat, dan adanya asrama (camp) bagi peserta BPUN selama pelaksanaan program.

"BPUN sudah berlangsung sejak 2007 dan menghasilkan individu-individu berkompeten. Syukur Alhamdulillah program tersebut bisa masuk ke Waykanan, karenanya sangat sayang jika diabaikan oleh generasi muda calon pemimpin bangsa menginta BPUN memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi ke PTN," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lagi.

Program BPUN yang memberikan pendampingan dibidang akademik, penguatan soft skill dan beasiswa studi di PTN di tahun 2015 digelar di 40 kabupaten/kota dari 420 kabupaten dan 94 kota yang ada di Indonesia.

Di Lampung sendiri, BPUN digelar di Waykanan, daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi SUmatera Selatan. Pendaftaran online bisa dilakukan melalui http://mataair.or.id/pendaftaran-bpun-2015/. (Dian Firasta/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 27 November 2017

Ketika Istri Minta Pahala di Dunia

Alkisah, hiduplah sepasang suami istri dengan kehidupan yang memprihatinkan. Sang suami, hanyalah seorang pengangguran. Sedangkan istri, pekerjaannya hanya satu, menjadi ibu rumah tangga.

Namun, sisi keagamaan mereka pantas diacungi jempol. Rumahnya yang berdekatan masjid, semakin mendukung proses beribadah kepada Allah Ta’ala. Shalat wajib lima waktu, shalat rawatib yang menggiringnya, pun dengan shalat mustahab yang lainnya, shalat-shalat yang disunahkan mereka lakukan juga.

Apalagi dengan sang suami, dengan pekerjaannya sebagai “pengangguran saleh”. Intensitas pertemuannya dengan Sang Maha Esa semakin padat. Sepanjang waktu hanya ia gunakan untuk beribadah kepadaNya. Selesai subuh, ia tak akan beranjak dari masjid sebelum mentari terbit. Pun setelahnya, ketika tiba waktu dhuha maka ia bergegas untuk kembali shalat sunah. Begitu seterusnya dengan ashar, maghrib, dan isya’. Ia habiskan untuk beribadah kepada Allah.

Tapi inilah dunia, segalanya harus berperantara perkara dunia pula. Kita beribadah, maka kita perlu makan sebagai sumber kekuatan. Kita shalat, maka kita butuh pakaian sebagai penutup aurat. Ya, namanya saja makhluk dunia, ya pasti akan membutuhkan sarana dan prasarana ? dunia.?

Ketika Istri Minta Pahala di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Istri Minta Pahala di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Istri Minta Pahala di Dunia

Kira-kira, begitulah isi benak sang istri. Hingga suatu saat ia merajuk pada sang suami,

“Wahai suamiku, engkau begitu taat terhadap Tuhanmu. Hari-hari engkau habiskan untuk beribadah kepadaNya. Dari pagi hingga malam, bahkan hingga terbit fajar lagi, engkau persembahkan hanya untukNya. Hingga aku pun, terkadang merasa terabaikan,”

“Wahai istriku, ada maksud apakah engkau berkata seperti itu. Bukankah manusia memang diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Gerangan apa yang membuatmu bersedu-sedan seperti demikian?” tanya suami keheranan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Bukan apa suamiku, namun lihatlah baju gamisku yang mulai lapuk ini. Tidakkah engkau sadar, dari hari pertama perkawinan kita, tak sehelaipun kain lagi yang mampu kau berikan melainkan gamis yang mulai lapuk ini. Tak pernah sekalipun aku meminta sesuatu darimu salama ini. Namun, tegakah engkau melihat istrimu hanya berbalut sehelai kain lapuk yang telah usang?” adu sang istri pada suaminya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Merasa iba, sang suami balik bertanya, “Lalu apakah yang kau inginkan wahai istriku?”

“Wahai suamiku, kita telah begitu taat kepada Allah subhanahu wata’ala. Seluruh perintahnya, telah kita usahakan utuk ditunaikan. Segala larangan pun juga sekuat tenaga telah kita jauhi. Oleh karena itu, kiranya engkau sudi memintakan ganjaran, pahala balasan kepada Tuhanmu atas ketaatan kita selama ini,” pinta sang istri.

Lantas, sang suami pun berbalik arah menuju ambang pintu rumah mereka. Melangkahkan kaki menapaki jalan setapak menuju masjid yang biasa ia gunakan untuk beribadah. Sesampainya di sana, sang suami pun mulai bermunajat kepada Allah,

“Ya Allah, sungguh… hamba ikhlas akan segala takdirmu. Selama bertahun-tahun hamba dirundung kefakiran, hamba tetap berusaha taat kepadaMu. Karena hamba yakin, segala qadha dan qadarMu adalah yang terbaik. Namun, izinkan hamba untuk mengadu kepadamu ya Allah. Bahwasannya istri hamba meminta sedikit saja harta sebagai pahala balasan bagi kami untuk kami jadikan bekal di dunia ini.”

Syahdan, tiba-tiba terdengar suara berdebam dari arah belakang. Mendengar suara itu, sang suami lantas keheranan dan mencoba untuk menengok suara apakah itu.?

Ternyata, itu adalah sebuah sandal. Ya, hanya sebelah saja. “Sandal siapakah ini?” batin sang suami keheranan.?

Setelah dilihat secara seksama, keheranannya semakin menjadi-jadi. Betapa tidak, sandal yang hanya sebelah saja itu ternyata terbuat dari emas bertabur berlian di bagian atasnya. Ia heran, siapakah pemilik sandal ini. Ia merasa, tak mungkin tetangganya memiliki sandal semewah ini. Kalaupun ada, pastilah itu milik orang yang sangat kaya raya.

Ia lalu bergumam, “Ya Allah, sandal siapakah ini?”

Sontak terdengar hatif (suara tanpa rupa) berujar kepadanya, ?

“Wahai fulan, sesungguhnya itu adalah sandal istrimu kelak di surga. Tuhanmu telah menyegerakannya di dunia sebagai pahala balasan akan ketaatanmu. Dan akitbat itu pula, tak kan ada lagi sandal pengganti bagi istrimu kelak di surga. Itu disebabkan karena engkau telah memintanya di dunia.”

Mendengar suara tersebut, sang suami lalu tertegun. Membayangkan tentang betapa anehnya istrinya kelak di surga dengan memakai sandal ghanya sebelah saja.?

Menyadari hal itu, sang suami pun berujar, “Ya Allah, ampunilah hambamu yang tak sabar akan pahala balasan ini ya Allah. Hamba terlalu gegabah akan perkara duniawi. Hamba tidak ikhlas dalam beribadah. Seakan, hamba adalah pekerja yang meminta gaji dalam hal beribadah. Ampuni hamba ya Allah.”

Seketika ia lalu melemparkan sandal emas tersebut ke langit. Dan benar, sandal tersebut hilang dan tak jatuh kembali. Ia pun pulang dengan wajah tertunduk.

Sesampainya di rumah, sang suamipun mulai bercerita tentang kejadian yang baru saja ia alami. Tentang munajatnya, tentang sandal emas, pun dengan hatif yang menerangkan ihwal jatuhnya sandal emas.?

Mendengar hal tersebut, pasutri ini kemudian menangis tersipu malu. Mereka lalu tersadar betapa hinanya seorang hamba yang meminta pahala di dunia atas ibadahnya yang tak seberapa. Sungguh, tanpa mereka sadari pun ibadah yang mereka lakukan tak lain adalah sebab rahmat yang diberikan Allah. (Ulin Nuha Karim)

Disarikan dari tausiah KH Munif Zuhri Girikusumo dalam acara pembacaan Maulid ad diba’I ? di Dalem Ageng, Girikusumo, Mranggen, Demak.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 24 November 2017

M. Kusnaeni: Liga Santri Sepak Bola Penuh Sportivitas

Trenggalek, Rohis Tegal - Rohani Islam. Direktur Kompetisi dan Pertandingan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang juga pengamat persepakbolan Nasional, M. Kusnaeni (Bung Kus) hadir menyaksikan laga final LSN Jatim 1, Kamis (21/9) di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Jawa Timur.

M. Kusnaeni: Liga Santri Sepak Bola Penuh Sportivitas (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Kusnaeni: Liga Santri Sepak Bola Penuh Sportivitas (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Kusnaeni: Liga Santri Sepak Bola Penuh Sportivitas

Bung Kus mengapresiasi keikutsertaan 32 tim pesantren dari 13 Kabupaten/Kota dari Karesidenan Kediri dan Madiun. LSN Jatim 1, katanya, berjalan sangat meriah. Peserta juga menampilkan permainan terbaiknya, dengan penuh sportivitas dan menjunjung akhlakul karimah.

"Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tiga pesan, seperti yang sering disampaikan Pak Menteri (Imam Nahrawi)," katanya memulai sambutan.

Pertama, sepak bola santri harus menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren, yaitu akhlakul karimah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dan tadi kita sudah lihat bersama, para pemain bertanding dengan penuh semangat. Tapi ketika salah satu ada yang kalah, yang kalah tetap menghormati yang menang. Yang menang tetap menghormati yang kalah. Dan tidak ada tawuran, tidak ada saling merendahkan, itulah sepak bola akhlakul karimah," puji Bung Kus.

Kedua, lanjutnya, sepak bola adalah simbol persaudaraan. Para peserta yang datang memiliki tujuan yang sama, yaitu sama-sama ingin membesarkan sepak bola santri. "Semuanya demi kebesaran nama Santri. Hidup Santri," imbuhnya.

Bung Kus lalu mengungkapkan pesan yang ketiga, tunjukkan kemampuan dan permainan terbaik. "Karena santri sesungguhnya mampu melahirkan pemain nasional, seperti Rafli Nur Salim, " ucapnya.

Pelaksanaan Liga Santri Nusantara Jatim 1 diharap bisa melahirkan pesebakbola baru yang bisa memperkuat timnas Indonesia. "Selamat kepada para pemenang. Suguhkan permainan terbaik kalian dalam seri Nasional di Bandung," pungkasnya.

Darul Huda Mayak Ponorogo keluar sebagai juara LSN Jatim 1 setelah berhasil memenangkan adu penalti dengan skor 5-4 atas tuan rumah Sulaiman Trenggalek.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Prestasi ini mengantarkan tim dari kota Reog tersebut melenggang mewakili Region Jatim 1 menuju LSN seri Nasional yang akan dihelat di Bandung pada Oktober mendatang.

Tampak hadir menyaksikan pertandingan final, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak, Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah, Ketua RMINU Trenggalek Gus Nur, Koreg Habib Mustofa, Panpel Khotamil Anam, dan ratusan suporter dari kedua tim. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Quote, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 17 November 2017

Fatayat NU Dorong Perempuan Miliki Kemandirian Ekonomi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Pusat Fatayat NU bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar pembukaan perdagangan saham pada Jumat, 10 Februari 2017. Acara yang digelar di mainhall BEI Jakarta ini dihadiri 50 pengurus PP Fatayat NU dan perwakilan kader PW Fatayat NU DKI Jakarta.

Fatayat NU Dorong Perempuan Miliki Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Dorong Perempuan Miliki Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Dorong Perempuan Miliki Kemandirian Ekonomi

“Acara ini merupakan rangkaian dari program Ngaji Investasi PP Fatayat NU dengan BEI di beberapa wilayah. Tujuannya memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang cara berinvestasi yang legal dan aman, terutama memperkenalkan investasi saham syariah,” kata Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini.

Menurut Anggi, investasi saham bagi sebagian besar masyarakat dianggap sebagai investasi tak terjangkau yang hanya bisa dilakukan segelintir orang atau bahkan perusahaan besar. Bagi sebagian umat Islam, investasi saham dalam kacamata fiqih dianggap abu-abu, tidak jelas, atau bahkan ada yang mengharamkan.

“Pemahaman tersebut lahir karena minimnya informasi mengenai bagaimana berinvestasi saham termasuk investasi saham syariah dan bagaimana kerangka hukum Islam menjamin keabsahannya,” ujar Anggi.

Anggi menambahkan, penyebaran informasi yang masif terkait investasi saham syariah saat ini sangat penting, tidak hanya agar masyarakat mempunyai alternatif berinvestasi yang aman dan menguntungkan tetapi juga karena semakin maraknya model investasi yang merugikan masyarakat atau yang kita kenal dengan investasi bodong.

Rohis Tegal - Rohani Islam

OJK mencatat paling tidak ditemukan lebih dari 250 investasi yang belum terdaftar, walaupun itu belum tentu ilegal. Maraknya investasi bodong tersebut juga tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di pelosok pedesaan. Masyarakat yang bekerja keras mendapatkan uang di desa-desa dengan mudah tergiur oleh penipuan berkedok investasi.

Ngaji Investasi

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karena itu, lanjut Anggi, ‘ngaji investasi’ yang digagas PP Fatayat NU dan BEI di sejumlah wilayah di Indonesia ini sangat strategis untuk menyelamatkan masyarakat dari penipuan-penipuan berkedok investasi. “Apalagi sebagian besar korban penipuan tersebut adalah warga NU terutama kader-kader Fatayat,” ungkapnya.

Senada dengan Anggi, pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menyebut sebagian besar korban investasi bodong adalah perempuan. Kerentanan perempuan terhadap penipuan investasi ini dikarenakan sebagian besar mereka menjadi bendahara keluarga. Sayangnya, mereka tidak memiliki kepercayaan diri untuk berinvestasi, ditambah dengan minimnya informasi investasi yang benar dan legal.

Sebagai Ketum PP Fatayat NU yang menjabat hingga 2020 ini, Anggia Ermarini mendorong perempuan untuk memiliki kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya merasa bertanggung jawab membekali perempuan dalam mengelola perekonomian melalui investasi termasuk investasi saham syariah ini.

Anggi berharap program tersebut mampu memberikan alternatif berinvestasi yang aman dan menguntungkan bagi perempuan. Selanjutnya, memberi kontribusi bagi kemandirian ekonomi perempuan melalui Fatayat NU.

Sementara itu, fungsionaris Bidang Ekonomi PP Fatayat NU Hijroatul Maghfiroh mengaku, selama ini pihaknya mengira bahwa saham merupakan “mainan” orang-orang berduit. “Padahal kita juga bisa ikut bermain saham,” ujarnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam.?

Firoh, sapaan akrabnya, lalu mengutip pidato Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj pada Harlah ke-91 kemarin bahwa gap ekonomi kita menganga tajam. Salah satu penyebabnya karena penguasa saham hanya dimonopoli beberapa gelintir orang saja.?

Sebagai penanggung jawab kegiatan tersebut, Firoh menyebut Ngaji Investasi merupakan program kerjasama PP Fatayat NU dengan BEI. “Ada Ngaji Investasi Ula untuk informasi dasar tentang investasi saham. Ada juga Ngaji Investasi Wustho untuk praktik trading investasi saham syariah,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 30 Oktober 2017

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang menggelar pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) Banser NU di Pondok Pesantren Al-Mamun Tanjungkerta Sumedang. Diklatsar ini diikuti oleh 60 peserta dan akan dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/9).

Ketua GP Ansor Tanjungkerta Syarif Hidayatullah mengatakan, Diklatsar Banser merupakan salah satu jenjang pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti setiap kader Ansor yang ingin menjadi anggota Banser. Tujuannya adalah merapatkan barisan dalam membentengi para ulama dan menjaga NKRI dari berbagai rongrongan yang ingin memecah belah Indonesia.

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU

Para peserta Diklatsar akan dibekali berbagai ilmu dan pelatihan mulai dari berbagai bentuk pelatihan fisik, mental, kemampuan beladiri, ilmu tenaga dalam, pendalaman ke-NUan, ke-Indonesiaan, bela negara, peraturan baris berbaris, kelalulintasan, dan tanggap darurat bencana.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Sekretaris PCNU Sumedang Jujun Juhanda mengatakan, jangan pernah keder menjadi seorang Banser. Ada tugas mulia membentang di hadapan sahabat-sahabat karena posisi dan kedudukan Banser berada sebagai pengawal ulama. Tugas dan tanggung jawab Banser juga yaitu menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan juga mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semoga setelah Diklatsar ini selesai, masing-masing peserta bisa memegang teguh ke-NUan dan ke-aswajaan. Bahkan, mereka harus siap menjadi garda terdepan menjaga ulama dan NKRI, tutup Jujun. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, Ahlussunnah, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 27 Oktober 2017

Empat Penyelamat Fitnah Dunia Menurut KH Sholeh Darat

Suasana ingar-bingar dan keriuhan "kekuasaan" membuat orang lupa makna ukhuwah. Seakan kekuatan manusia hinggap melebihi kemampuan dan taqdir Tuhan. Lalu bagaimana para masyayikh memberikan wejangan bagi para santri?

KH Muhammad Sholeh bin Umar as-Samarani yang akrab dikenal dengan sebutan Mbah Sholeh Darat memberikan penjelasan yang menyejukkan agar hidup selamat di dunia dan terhindar dari fitnah kejahatan dunia.

Empat Penyelamat Fitnah Dunia Menurut KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Penyelamat Fitnah Dunia Menurut KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Penyelamat Fitnah Dunia Menurut KH Sholeh Darat

Dalam kitab Minhajul Atqiya fi Syarhi Marifatil Adzkiya ila Thariqatil Auliya halaman 99, Mbah Sholeh Darat menjelaskan dua bait nadzam karya Syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad Al Malibari.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kitab ini selesai ditulis oleh Mbah Sholeh Darat pada waktu ashar tanggal 11 Dzulqadah 1316 H (Kamis Pon, 23 Maret 1899 M). Isi kitabnya sangat luar biasa tentang ilmu tasawwuf dan kewalian.

Ada empat hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam menghadapi fitnah kejahatan dunia dalam rangka membuat langkah selamat hidup di dunia. Ini semua dilakukan sebagai antisipasi agar selama hidup di dunia tetap dalam kondisi tenang dan tidak merasakan kesusahan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Apa empat hal yang dimaksudkan oleh Mbah Sholeh Darat sebagaimana pendapat Syaikh Zainuddin Al Malibari?

Pertama, memberi maaf atas kebodohan manusia. Ketika ada orang bodoh yang tidak memberikan hormat pada manusia, maka tugas kita adalah memaafkan. Itu semua dalam rangka memahami bahwa kebodohan seringkali membuat orang lain menjadi susah. Jikalau mereka tidak bodoh, maka tidak akan membuat orang susah.

Kedua, jangan sampai menjadi orang bodoh terhadap hak-hak manusia. Kondisi bodoh akan membuat suasana hidup yang tidak nyaman. Bahkan kadang kebodohan yang dimilikinya akan menjadi alat untuk menghina orang lain (yang seharusnya lebih pandai).

Ketiga, harus konsisten dalam hidup dan jangan sekali-sekali berharap pemberian orang. Tampaknya ini jelas memberikan dorongan bahwa hidup dengan bergantung pada orang lain akan membuat tidak produktif.

Keempat, jadilah dermawan (ahli memberi kepada orang lain). Nasehat menjadi dermawan inilah yang membuat jatidiri manusia sejati itu muncul karena menghormati dirinya sendiri.

Bagi Mbah Sholeh Darat, empat hal ini penting untuk dijalani dengan baik. Sebab jika dilaksanakan dengan baik, maka kita akan mendapatkan kasih sayang dari manusia dan terselamatkan dari kebencian manusia.

"Barangsiapa yang tidak melaksanakan empat hal ini,? maka pasti terjadi konflik (padu tukar) yang menyebabkan lahirnya fitnatunnas (fitnah manusia)," demikian penegasan Mbah Sholeh Darat.

M. Rikza Chamami, Dosen UIN Walisongo & Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 September 2017

Masjid-Pesantren Penopang NU di Masa Depan

Lombok, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Masudi, menegaskan masjid dan pondok pesantren adalah penopang dan penentu maju tidaknya NU di masa mendatang. Memakmurkan masjid dinilai sebagai bagian dari perjuangan meningkatkan perekonomian bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Lembaga Takmir Masjid (LTM)  NU di Pondok Pesantren Al Mansyuriyah, Praya, Lombok Tengah, NTB, dengan tema Menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama - Tahun 1926 M: Dari Masjid-Nya Kita Makmurkan Bumi-Nya, Kiai Masdar mengatakan, adalah tugas Nahdliyin untuk tetap mempertahankan NU dan memajukannya di masa mendatang. 

Masjid-Pesantren Penopang NU di Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid-Pesantren Penopang NU di Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid-Pesantren Penopang NU di Masa Depan

"Untuk bisa bertahan dan berkembang, NU harus memiliki dua kaki. Jika NU dianggap sebagai pesantren dalam skala besar, maka pesantren itu pula kaki pertama bertahan dan maju tidaknya NU di masa mendatang. Satu kaki lainnya sudah jelas adalah masjid," kata Kiai Masdar dalam sambutan pembukaan, Rabu (10/4). 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Masdar menjelaskan, keberadaan masjid dan pesantren sebagai penopang maju tidaknya NU tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Ibarat pabrik pesantren adalah tempat produksi, sementara masjid adalah pasar penyerap produk yang di dalamnya terdapat umat sebagai konsumen. 

"Dua-duanya harus dikelola dengan baik. Jangan sampai hasil produksi pabrik dibiarkan membanjiri pasaran dengan tidak terkendali, demikian juga pasar harus ditata agar siap menampung produk, sehingga produk bisa dinikmati konsumen dengan baik juga," urai Kiai Masdar. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Terkait tugas menata dan memakmurkan masjid,   Kiai Masdar menegaskan hal tersebut sudah tercantum di Al Quran serta menjadi tugas setiap umat Islam, termasuk Nahdliyin. "Al-Qur’an menyebutkan kita diciptakan dari bumi (tanah) dan salah satu tugas kita sebagai umat Islam adalah memakmurkan masjid. Jadi memakmurkan masjid berarti memakmurkan bumi, memakmurkan Indonesia dan masyarakatnya," tandasnya. 

Di akhir sambutan Kiai Masdar mengungkapan, kegagalan dalam memakmurkan masjid secara langsung akan menjadi ancaman keberadaan NU di masa mendatang. Jika ini terjadi tak ada yang bisa disalahkan, kecuali Nahdliyin sebagai bagian dari umat Islam secara keseluruhan.

Penulis: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock