Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia

Boalemo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Sekretaris Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) H Muiz Ali Murtadho mengatakan, pemuda masjid Indonesia adalah mereka yang aktif ikut serta dalam memakmurkan masjid. Para pemuda masjid Indonesia ini memiliki dua tanggung jawab besar. Pertama, menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Pemuda masjid Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” kata H Muiz pada acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Boalemo Gorontalo, Selasa (5/12).

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara LTM PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango.

Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia

Kedua, tanggung jawab keindonesiaan. Pemuda masjid Indonesia juga memiliki kesadaran untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi dia, keislaman dan keindonesiaan itu bagai dua mata koin. Antara yang satu dengan yang lainnya tidak bisa dipisahkan dan tidak perlu dibenturkan karena keduanya berjalan beriringan.  

H Muiz menuturkan, makna dari membela Islam adalah dengan memakmurkan masyarakat Indonesia. Sementara membela Indonesia adalah bagian daripada keimanan seseorang. 

“Cinta tanah air itu adalah sebagai bagian dari iman. Cinta Indonesia adalah cinta Islam. Cinta Islam adalah cinta Indonesia,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat) 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia

Bireuen, Rohis Tegal - Rohani Islam. Salah seorang dewan guru dari Dayah MUDI Mesra (Mahadal Ulum Diniyah Islamiah Mesjid Raya) Samalanga, Bireuen, Aceh, dikirim ke Australia untuk mengembangkan ilmu agama di sana. Ia adalah Tgk Azhari, guru asal Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.

Rencananya hari ini, Kamis (9/10), Tgk Azhari bertolak ke Kuala Lumpur dan tiga hari berikutnya akan menuju Australia. Di Australia, ia akan mengajarkan Al-Quran, kitab, barzanji, dan dalail khairat kepada anak-anak warga Muslim di sana. Staf Lajnah Bahtsul Masail ini rencananya juga akan menjadi khatib di beberapa mesjid di Australia. Teungku Azhari yang akan tinggal di Mayfield, New South Wales, Australia, juga diminta untuk mengembangkan dzikir kepada komunitas Muslim di sana.

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia

Permintaan tenaga pengajar dari Dayah MUDI ini tidak lepas dari adanya kunjungan seorang Peneliti dari Irlandia beberapa waktu lalu. Peneliti tersebut terkejut saat melihat santri dan dewan guru Dayah MUDI yang fasih berbahasa Inggris, khususnya Teungku Abrar Azizi, putra Abu MUDI yang ditugaskan untuk menemaninya selama berada di MUDI. Berawal dari peneliti ini lah Lembaga Islamic Centre of New Castle Australia mendapatkan informasi tentang Dayah MUDI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebenarnya, Tgk Azhari bukan lulusan dari dayah terpadu yang umumnya telah memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris sebelum masuk ke dayah MUDI. Tgk Azhari adalah alumni MAN 1 Mutiara yang mulai fokus menekuni BahasaInggris di Mabna Lughah, asrama khusus di MUDI yang mewajibkan berbahasa Arab dan berbahasa Inggris.

Abu MUDI mengapresiasi kinerja Mudabbir Mabna Lughah yang telah mampu melahirkan santri yang fasih berbahasa Arab dan berbahasa Inggris. Abu berpesan agar pendidikan bahasa asing di Mabna Lughah semakin dioptimalkan agar santri dan lulusan MUDI tidak hanya berkiprah di dalam negeri saja, tetapi mereka harus mampu berkiprah hingga ke kancah internasional.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya, telah ada beberapa alumni MUDI yang mengembangkan ilmu keluar negeri, seperti Malaysia, Australia, dan Norwegia. Untuk Australia sendiri, Tgk Khalidin Yakob bahkan telah mendirikan lembaga Islamic Centre yang mengurus berbagai keperluan umat Islam di sana. Semoga saja Tgk Azhari dapat mengikuti jejak pendahulunya dan sukses menghidupkan cabang Al-Aziziyah di Australia. (Iqbal Jalil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Oleh Nadirsyah Hosen



Prof Ahmad Chatib (Allah yarham) pernah bercerita beliau baru saja membeli sebuah buku dalam perjalanan di luar negeri. Kemudian beliau berpapasan di pintu dengan Gus Dur yang segera melihat buku bagus di tangan Prof Ahmad Chatib. Gus Dur bergegas ke dalam toko buku hendak membeli buku yang sama, tapi ternyata itu stok buku terakhir yang ada. Gus Dur kemudian cepat-cepat mengejar Prof Ahmad Chatib dan meminta beliau untuk meminjamkan buku tersebut.

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Prof Ahmad Chatib, yang menceritakan kisah ini di kelas mata kuliah Filsafat Hukum Islam tahun 1994 di IAIN Jakarta, berkata: "Terpaksa saya sodorkan buku itu kepada Gus Dur yang ingin sekali membaca buku tersebut". Selang beberapa lama setiap bertemu di Jakarta, Prof Ahmad Chatib selalu menanyakan nasib bukunya yang dipinjam Gus Dur itu. Akhirnya Gus Dur mengembalikan buku itu. Prof Ahmad Chatib terkejut setelah membukanya, "Wah buku saya sudah penuh dengan catatan Gus Dur di sana-sini". Rupanya begitulah kesungguhan Gus Dur dalam menelaah sebuah kitab: sampai buku pinjaman pun dicoret-coreti.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kisah kedua yang hendak saya ceritakan ini mengenai Kiai Abbas dari Buntet Pesantren. Saat Abah saya hendak mengaji kepada Kiai Abbas dengan membawa kitab Jamul Jawami, Kiai Abbas mengaku belum terlalu menguasai kitab itu, dan meminta Abah saya datang kembali membawa kitab tersebut beberapa hari ke depan. Rupanya Kiai Abbas menyimak dulu isi kitab ushul al-fiqh karya Imam al-Subki tersebut, dan kemudian setelah itu Abah saya dipanggil kembali dan Kiai Abbas dengan lancar mengajarkan isi kitab tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dua kisah di atas saya ceritakan untuk menunjukkan kesungguhan para kiai itu menuntut ilmu. Para kiai itu membaca, menyimak dan memberi catatan isi kitab. Mereka menjadi alim bukan terjadi begitu saja. Sengaja diambil kisah dua kiai, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Kiai Abbas. Kedua tokoh hebat pada masanya masing-masing ini lebih sering dibahas karomah beliau berdua ketimbang dikisahkan kesungguhan beliau berdua belajar menuntut ilmu.

Kiai Abbas, menurut penuturan Abah saya yang menjadi santri khususnya, sangat menguasai ushul al-fiqh dan ilmu fiqh perbandingan mazhab. Pengakuan Abah: "Kuliah saya di al-Azhar Cairo terasa mudah dengan bekal ilmu yang sudah diajarkan Kiai Abbas". Yang terkenal kemana-mana itu adalah peristiwa heroik 10 November dimana Kiai Abbas merontokkan pesawat sekutu dengan lemparan biji tasbih dan bakiaknya. Tentu saja Abah saya juga menceritakan berbagai karomah gurunya ini, namun setiap saya tanya apa wiridnya, Abah cuma berpesan: "Belajar yang rajin saja Nak, belum waktunya membaca wirid macam-macam, nanti kalau kamu sudah jadi kiai, kamu akan mengerti sendiri hal-hal gaib dan ajaib yang kamu tanyakan itu. Sekarang baca buku lagi!"

Dan kini kalau saya ceritakan kepada para santri bahwa saya meraih dua gelar PhD di dua bidang berbeda, di dua negara berbeda, dan saya selesaikan pada waktu yang bersamaan, spontan yang mereka tanya: "Wiridnya apa sehingga bisa seperti itu?" Jarang yang tertarik bertanya bagaimana kesungguhan saya belajar sehingga bisa menyelesaikan dua program PhD tersebut. Lebih menarik bertanya doa dan wiridnya. Mungkin disangkanya lebih mudah wiridan ketimbang membaca buku.

Pesantren itu sejatinya lembaga pendidikan, bukan semata tempat orang belajar mistik apalagi klenik. Ini yang harus ditegaskan karena banyak kesalahpahaman. Selain kesannya ndeso, pesantren itu dikesankan tempat untuk belajar ilmu gaib. Orang tua menjadi takut mengirim anaknya ke pondok. Pulang dari pondok hobinya nanti menangkap jin. Sementara para santri ada sebagian yang bukannya belajar dengan tekun tapi malah sibuk mau jadi waliyullah dengan berharap mendapat ilmu laduni. Bahwa Gus Dur dan Kiai Abbas memiliki karomah, tentu kita yakini itu. Tetapi karomah itu hanya bonus saja, hasil dari istiqamah para kiai yang luar biasa. Istiqamah menuntut ilmu dengan terus rajin belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis --ini yang harus kita warisi dari para masyayikh dan guru-guru kita.

Ceritakanlah kepada khalayak bagaimana Mbah Sahal Mahfud membaca dengan tekun dan karenanya menulis berbagai kitab yang luar biasa. Di ruang tamu beliau berjejer kitab fiqh dari mazhab selain mazhab Syafii. Kitab dari mazhab Syafii malah ditaruh di bagian belakang. "Kenapa?" tanya Prof Martin van Bruinessen. Jawab Mbah Sahal kalem, "karena kitab dari mazhab Syafii sudah saya hafal semua."

Kisahkanlah di medsos bagaimana Kiai Ihsan Jampes mengarang kitab yang kemudian dijadikan rujukan di mancanegara. Atau tolong mintakan kepada KH Ahmad Mustofa Bisri untuk berkenan bercerita proses kreatif beliau sehingga tercipta berbagai tulisan dan barisan puisi yang menyentuh jiwa dan mengundang kita untuk merenunginya.

Jikalau ini yang kita ceritakan, tidak semata soal karomah para kiai, baru kemudian umat akan memahami bahwa pesantren itu juga gudangnya dunia ilmu pengetahuan. Dan mereka akan lebih apresiatif saat mengetahui bahwa zikir dan pikir telah menjadi satu tarikan nafas keseharian para kiai.

Penulis adalah Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 12 Januari 2018

Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Puncak peringatan haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) digelar Jumat (23/12) mala mini di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Khataman al-Qur’an menjadi kegiatan pembuka yang diselengarakan sejak pagi tadi.

Acara khataman al-Qur’an pada momen tahunan ini dilaksanakan para penghaf al-Qur’an dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Depok di Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Aktivitas serupa dilakukan di Masjid Darussalam Cipedak tak jauh dari lokasi acara.

Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini

Haul Gus Dur kali ini mengusung tema “Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat”. Sejumlah tokoh dan seniman dijadwalkan hadir, antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Sabam Sirait, Lukman Hakim Saifuddin, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida. Acara ini juga akan dimeriahkan pula oleh penampilan band musik tradisi Kunokini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hingga berita ini ditulis tampak para pedagang kaki lima sudah bersiap membuka lapak di sekitar lokasi acara. Mereka menjajakan pakaian, buku, makanan, dan pernak-pernik lainnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini akan diikuti ribuan orang yang datang dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Mereka terdiri dari anggota majelis taklim, komunitas, hingga kalangan umum,” (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 Desember 2017

Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Masyarakat di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bersama Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor setempat siap menyerukan gerakan antiperdagangan orang di depan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid.

Wakil Sekretaris I PC GP Ansor Way Kanan, Pebri, di Blambangan Umpu, Kamis (5/3), mengatakan, kegiatan tersebut bertajuk Festival Maslahat atau "Migrasi Aman, Pentas Seni Pelajar dan Deklarasi Anti Perdagangan Orang".

Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang

Menurutnya, perang melawan human trafficking itu terselenggara atas kerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia, Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, BNP2TKI dan Norwegian royal embassy.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kepala BNP2TKI yang juga Ketua Umum PP GP Ansor sahabat Nusron Wahid Insya Allah akan menyaksikan 1.500 orang warga Way Kanan bersama-sama membacakan pernyataan sikap anti perdagangan orang," ujar Pebri yang menjadi ketua panitia kegiatan tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Festival Maslahat akan diramaikan oleh musisi Way Kanan yang pernah meraih juara II Lomba Musik Jalanan Tingkat Nasional deselenggarakan Kemenpora pada 22 Oktober 2011. Lalu hadrah dari Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) As-Syafiiyyah Blambangan Umpu.

Kemudian penampilan gamolan atau alat musik bambu lampung, tari sembah, pembacaan puisi, dan modern dance dari sejumlah pelajar sekolah menengah atas di Way Kanan.

Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Kabupaten Way Kanan Heri Amanudin menambahkan, sejak 2014, GP Ansor Way Kanan bersinergi dengan IOM Indonesia dan JPIC FSGM menggelar sejumlah kegiatan bertema "Mengurangi Resiko Perdagangan Orang Melalui Kesadaran Tentang Migrasi Aman di Indonesia".

Kabupaten Way Kanan yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan itu ialah salah satu daerah sasaran program tersebut.

Kegiatan-kegiatan dimaksud bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya perdagangan orang pada TKI yang bermigrasi ke luar negeri karena dilakukan dengan cara yang tidak aman dan tidak prosedural.

Guna mengoptimalkan kegiatan panjang tersebut, ujar Heri lagi, kegiatan sudah dilakukan pada mulanya ialah diskusi terfokus atau FGD yang bertujuan untuk memetakan situasi perdagangan orang di Kabupaten Way Kanan untuk melihat sejauh mana pemahaman tokoh masyarakat tentang prosedur migrasi aman dan risiko perdagangan orang.

Salah satu bunyi pernyataan sikap yang akan dibacakan bersama dan disarankan Bupati Bustami Zainudin untuk dipimpin Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sekaligus Ketua Karang Taruna Way Kanan Bahkril pada Sabtu 7 Maret di Gedung Serba Guna (GSG) ialah menolak keras segala bentuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) karena hal ini merupakan bentuk terburuk dari pelanggaran hak asasi manusia.

"Ada lima pernyataan sikap akan dibaca pada kegiatan yang diaharapkan bisa dihadiri seluruh ormas dan organisasi kepemudaan di Way Kanan. Panitia menyediakan pulpen dan gantungan kunci untuk pengisi kuisioner mengenai migrasi aman serta puluhan t-shirt untuk door prize," ujar Heri menjelaskan.

Festival Maslahat rencananya akan dihadiri Kepala Misi IOM Indonesia Mark Getchell, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Manager Counter Trafficking IOM Indonesia Nurul Qoiriah, dan pimpinan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM Sr M Katarina Sri Juwarni. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Brebes,Rohis Tegal - Rohani Islam. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menggelar Silaturahmi Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1436 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai upaya mendekatkan diri antara ulama dan umaro serta umat.

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Masjid Al Furqon Desa Salem Kecamatan Salem menjadi tempat perdana gelaran Sajadah Ramadhan 1436 H yang juga dihadiri Dandim 0713 Letkol Inf Efdal Nazra, Pengadilan Negeri Brebes Yoserizal,SH.MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI, para Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Brebes dan pejabat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes memuji semangat umat Islam dalam membangun kerohanian Islam. Seperti membangun masjid, madrasah, dan pembangunan sarana peribadatan lainnya. “Pemerintah hanyalah memberikan dana stimulant saja,” ujar Idza.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bupati juga menjelaskan tertangguhnya pencairan dana hibah karena sedang menunggu kejelasan dari UU No 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Kabupaten soal dana hibah dan bansos.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Disebutkan dalam pasal 298 ayat 5, bahwa yang berhak mendapatkan dana hibah antara lain badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia. “Sementara belum bisa kami cairkan karena menunggu kejelasan badan, lembaga dan ormas yang berbadan hukum Indonesia,” terangnya.

Dibagian Kesra Setda Brebes, lanjutnya, sudah ada usulan sebesar Rp 4,3 Milyar yang diusulkan oleh 336 lembaga di Kabupaten Brebes. Namun belum bisa dicairkan karena belum ada lampiran yang berbadan hukum Indonesia. “Membelanjakan uang rakyat, uang Negara harus sesuai dengan aturan sehingga sama-sama sah dan tidak melanggar hukum. Kami harap yang mengusulkan dana hibah dan bansos untuk bersabar dulu,” tandasnya.

Bupati juga mengajak kepada umat Islam untuk mengantarkan anak-anaknya menjadi anak yang saleh saleha. Berbagai upaya harus ditempuh untuk mengantarkan anak-anak kita menjadi anak yang saleh saleha. Termasuk harus menempuh pendidikan formal, informal maupun non formal. “Pendidikan madrasah, juga jangan sampai ditinggalkan,” ajaknya.

Bupati juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang beruntung secara simbolis kepada 10 orang jamaah. Juga menyerahkan bantuan Quran, Ruku dan Mukenah kepada Pengurus Masjid Al Furqan agar bisa digunakan para jamaah.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Salem KH Kholid Nawawi dalam ceramah agamanya menyoroti tentang makin menurunnya aktivitas anak-anak mengaji. Kegiatan mengaji di mushola, masjid atau rumah kiai sedikit sepi. Hal ini terjadi karena mereka tergiur oleh perkembangan teknologi komunikasi dan siaran televisi. “Anak-anak lebih tergiur oleh Hape ketimbang tasbeh, televise dari pada ngaji, nyanyian dari pada nadhoman,” tutur Kiai Kholid yang juga Ketua MWC NU Salem.

Dia mendesak kepada para pemangku kebijakan di tingkat Kabupaten untuk membuat peraturan yang bisa meningkatkan gairah anak-anak menggemari ngaji. Seperti pembatasan jam menonton televisi, pemanfaatan hape dan kebiasaan-kebiasaan yang menyita waktu namun kurang bermanfaat.

Juga pentingnya peran orang tua untuk mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan demi masa depan anak kelak. “Kita perlu kerja sama yang apik dan guyub untuk menyelematkan generasi muda dari pengaruh negative globalisasi,” pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Daerah, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru

Kudus,Rohis Tegal - Rohani Islam. Bidang Pengembangan Pelajar, Santri dan Mahasiswa (PSPM) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus mempelopori berdirinya Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik). Forum tersebut khusus digadang untuk memperluas kader ranah Pimpinan Komisariat di sekolah-sekolah menengah atas.

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru

Pada liburan kali ini forum tersebut menggaet bibit baru dalam kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) di Kampus Timur STAIN Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung Kamis-Jumat (24-25/12).

Sedikitnya 46 pelajar putra dan putri dari pelbagai sekolah merayakan kegiatan yang sekaligus sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi. Kegiatan ini dikemas santai namun serius. Peserta menerima materi pengenalan keorganisasian, kepemimpinan, keislaman, Ahlussunnah wal Jamaah, hingga ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an dari para narasumber dari pengurus jamiyyah NU Kudus. Sementara pengurus IPNU dan IPPNU cabang Kudus, di sini menjadi fasilitator.

Rohis Tegal - Rohani Islam

AMT ini memuat sebagian besar materi pengkaderan formal IPNU-IPPNU jenjang awal, yakni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Namun kegiatan yang dipanitiai oleh kumpulan pelajar yang tergabung dalam kepengurusan Forkapik ini bukan dimaksudkan untuk mengganti kegiatan Makesta. Ini hanya sebagai gerbang mereka untuk bergabung dalam Forkapik IPNU-IPPNU Kudus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saatnya merayakan maulid Nabi, saatnya menyiapkan kader-kader muda untuk Nahdlatul Ulama. Kami sengaja memilih hari libur maulid ini untuk pelaksanaan AMT sebagai bentuk peringatan lain bagi kami untuk merayakan hari lahirnya Kanjeng Nabi kita. Dengan AMT ini diharapkan sungguh-sungguh akan terlahir bibit-bibit potensial IPNU dan IPPNU di masing-masing sekolah yang kelak menjadi generasi jamiyyah Nahdlatul Ulama, generasi pendukung Kanjeng Nabi, generasi yang dibanggakan Kanjeng nabi," ungkap Joni Prabowo, Ketua IPNU Kudus.

Forkapik menjadi satu dari dua garapan PSPM IPNU bersama IPPNU Kudus, setelah Lembaga Pers Santri (LPS) Pilar. Forkapik juga telah memiliki media sendiri berupa buletin Adz-Dzaka. Sementara LPS Pilar hingga kini membawahi beberapa media sejak cetak hingga virtual, yakni majalah semesteran, Pilar, website ipnuippnukudus.or.id, serta fanspage Facebook PC IPNU IPPNU Kudus. [Istahiyyah/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock