Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu keputusan Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 lalu, bahwa organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali menjadi badan otonom (banom) NU, nampaknya masih memerlukan waktu yang panjang untuk memantapkan keputusan tersebut. Hal itu disebabkan banyaknya karakteristik aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang memberikan dinamika kaderisasi tersendiri bagi PMII di masing-masing daerah.

?

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Namun demikian, Pengurus Komisariat (PK) PMII Yaqub Husein (YH) STIT al-Urwatul Wutsqo Jombang, Jawa Timur diimbau mulai mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari NU baik secara struktural maupun kultual. Imbauan tersebut datang saat dikukuhkannya para pengurus komisariat terkait di aula PKBM Primaganda, Bulurejo, Diwek, Jombang, Selasa (5/4) lalu.

?

"Sudah sepantasnya PMII mau kembali merapat ke pangkuan NU. Sebab, PMII lahir dari rahim NU," kata Mahmudi, salah satu senior PMII Yaqub Husein saat memberikan sambutannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Mantan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang pada dua periode sebelumnya itu berharap agar Kongres Pengurus Besar (PB) PMII yang akan datang mampu menyatukan berbagai perbedaan ide dan sikap terkait pro-kontra kembalinya PMII ke NU. "Kongres PMII yang akan dilaksanakan pada tahun ini pada akhirnya akan menyepakati kembalinya PMII ke naungan NU," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Untuk itu, kata dia, Pengurus Rayon (PR), komisariat, dan cabang harus bersinergi untuk mewujudkan tujuan organisasi yang bernafaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Salah satunya dengan memperdalam wawasan keilmuan segenap aktivis PMII. "Budaya-budaya kajian dan diskusi harus dilestarikan supaya kader-kader PMII mampu menawarkan gagasan yang baru untuk organisasi," lanjutnya.

?

Senada dengan demikian, Ketua Pengurus Komisariat PMII YH, Iis Sholehah, mengajak kepada para anggotanya untuk membangun soliditas dan militansi pengurus, khususnya antar pengurus rayon dan komisariat. "Visi sebuah organisasi tidak akan tercapai tanpa adanya militansi kader," ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 14 Februari 2018

Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Duta besar Swiss untuk Indonesia Bernardino Regazzoni melakukan kunjungan? ke PBNU untuk menjelaskan masalah Prakarsa pelarangan menara masjid yang diajukan oleh sebagian masyarakat Swiss. Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.

Prakarsa pelarangan pembangunan menara masjid ini diajukan pada 8 Juli 2008 yang ditandatangani 113.540 orang inisiatif ini diajukan oleh komite independent yang mewakili berbagai partai politik.

Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid

Pada tanggal 29 November mendatang akan dilakukan voting apakah pembangunan masjid ini akan dilarang atau tidak. Menurut UU Swiss, sebuah prakarsa harus ditindaklanjuti jika ditandatangani minimal 100 ribu orang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Regazzoni menjelaskan pemerintah dan parlemen menentang keberadaan Prakarsa ini dan merekomendasikan pemilik hak suara untuk menentangnya.

“Pemerintah Swiss percaya bahwa pelarangan pembangunan menara merupakan larangan yang tak dapat diterima bagi komunitas muslim untuk menjalankan keyakinan agamanya,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pelarangan ini merupakan diskriminasi terhadap umat Islam, dan tidak mengacu pada simbol arsitektural agama lain. Karena itu, pelarangan ini tidak sesuai dengan nilai kebebasan dan masyarakat demokratis.

Karena itu, Dewan Federal dan Parlemen meminta dilakukannya dialog yang didasarkan pada sikap saling menghormati untuk mempromosikan saling pengertian antara agama yang berbeda dan integrasi mereka di Swiss.

Dukungan terhadap kebebasan membuat menara masjid juga datang dari masyarakat Yahudi dan Kristen yang ada di Swiss yang tergabung dalam The Swiss Council of Religions (SCR) seperti dalam siaran pers yang mereka sebarluaskan pada awal September 2009 lalu. The Swiss Council of Churches menuntut adanya integrasi, bukan pengeluaran bagi komunitas beragama.

SCR berpendapat bahwa prakarsa ini merupakan wujud dari kekhawatiran dan ketakutan terhadap muslim. Perbedaan pandangan yang ada saat ini harus disikapi dengan serius agar tidak mengganggu hak kebebasan beragama yang merupakan hak dasar universal.

Jumlah muslim di Swiss diperkirakan mencapai 350-400 ribu jiwa yang mayoritas berasal dari Eropa Tenggara dan dari Turki. Terdapat sekitar 150 pusat kebudayaan dan jamaah muslim. Jumlah masjid atau tempat ibadah lain berkisar 100 buah. Sebagian dari masjid tersebut memiliki menara.?

Mayoritas dari komunitas muslim ini juga terintegrasi dengan baik dengan masyarakat Swiss. Hubungan antara muslim dan non-muslim berjalan dengan damai dan tak ada problem. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 09 Februari 2018

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Selama tiga minggu, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri Jawa Timur meneliti pengelolaan keuangan di Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT Jombang. Mereka yang berjumlah lima orang ini ingin mempraktikkan sejumlah pengetahuan yang telah diraih selama berada di kampus.

"Kami dari Fakultas Syariah Program Studi Ekonomi Syariah," kata Krisna Winata Putra, pimpinan kelompok tersebut saat dikonfirmasi Rohis Tegal - Rohani Islam, Rabu (11/2).

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Para mahasiswa sejak tanggal 9 hingga 28 Februari mendatang akan meneliti lebih dekat bagaimana LSPT mendapatkan dana sosial dari para donatur, pengadministrasian, penyaluran dana untuk kegiatan sosial, hingga pelaporan kepada khalayak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Para peserta juga terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan LSPT, khususnya saat memberikan santunan kepada sejumlah kalangan," kata Krisna, sapaan akrabnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seperti pada kegiatan penyaluran bantuan. Bersama salah seorang pengurus, mereka diikutkan kegiatan penyaluran paket susu formula kepada masyarakat. "Kami menyaksikan, bantuan ini tidak semata diberikan kepada kalangan muslim, juga masyarakat yang beragama lain," tandas mahasiswa kelahiran Kediri ini. Bagi para mahasiswa, apa yang dilakukan LSPT adalah cerminan rasa solidaritas membantu masyarakat kurang mampu dengan tanpa membedakan agama dan keyakinan, lanjutnya.

Keterlibatan dengan kegiatan LSPT juga mereka rasakan saat pemberian santunan kepada para 200 fakir miskin dan kaum dluafa di Masjid Ulul Albab yang berada di lingkungan Pesantren Tebuireng. Selama acara berlangsung, para mahasiswa ikut dalam kegiatan shalat dhuha berjamaah, mendengarkan mauidhah hasanah, pemberian santunan dan layanan kesehatan secara gratis.

Bagi mahasiswa semester 6 ini, pengalaman mengikuti sejumlah kegiatan LSPT merupakan hal menarik dan berharga. "Hal ini juga menjadi pembanding dengan ilmu yang selama ini kami peroleh di kampus," ungkapnya.

Meskipun belum genap semingu terlibat dalam kegiatan LSPT, para mahasiswa merasa bahwa secara umum pengelolaan keuangan di lembaga sosial ini lumayan baik. "Apalagi kami dibantu dengan keterbukaan informasi yang disampaikan pengurus," katanya. Keberadaan majalah dan website juga menjadi sarana dalam menyampaikan informasi keadaan keuangan yang masuk serta digunakan sejumlah kegiatan, lanjutnya.

Waktu 3 minggu akan benar-benar dioptimalkan para mahasiswa untuk mendapatkan gambaran pengelolaan administrasi dan keuangan LSPT. "Kami juga akan memberikan saran serta masukan kepada lembaga ini sesuai dengan ilmu yang telah kami dapatkan selama kuliah," pungkas Krisna. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Humor Islam, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 07 Februari 2018

Nabi Muhamad Bangun Negara Berdasar Platform Kemajuan dan Kebersamaan

Manado, Rohis Tegal - Rohani Islam. Nabi Muhammad ketika berhijrah dari Makkah ke Madinah hidup dalam komunitas masyarakat yang plural, ada penganut Yahudi, ada pula suku-suku lokal, kelompok Ansor dan juga Muhajirin. Dengan situasi seperti itu, maka yang dibangun adalah negara yang berdasarkan kesepakatan bersama untuk mencapai kemajuan dan kebersamaan, tidak didasarkan pada agama atau etnis. Karena itulah, negeri tersebut dikatakan sebagai Negara Madinah, dari kata tamaddun yang artinya masyarakat yang berperadaban. 

Nabi Muhamad Bangun Negara Berdasar Platform Kemajuan dan Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhamad Bangun Negara Berdasar Platform Kemajuan dan Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhamad Bangun Negara Berdasar Platform Kemajuan dan Kebersamaan

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kiai Said ketika memberikan sambutan dalam acara pra-Munas dan Konbes dengan tema NU dan Kebinekaan di Manado, Sulawesi Utara (11/11). 

 

“Asalkan satu cita-cita dan satu garis perjuangan, sesungguhnya mereka adalah satu umat. Jadi Nabi Muhammad, modern banget,” katanya di hadapan perwakilan NU se-Wilayah Indonesia Timur. 

Negara Madinah itu penduduknya ada yang Muslim dan non-Muslim, Arab dan non-Arab, semua diperlakukan sama. Semua penduduk Madinah telah menandatangani kesepakatan bersama untuk hidup damai. Terdapat tanggung jawab bersama kalau ada serangan dari luar. Mereka yang berkhianat juga harus diusir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Said yang tinggal di Arab Saudi selama tiga belas tahun untuk belajar dari sarjana sampai dengan doktor ini memberikan sejumlah contoh tindakan Rasululah yang berlaku adil pada semua kelompok. Pertama, Suatu ketika ada sahabat yang bertengkar dengan Yahudi, kemidian mereka berkelahi sampai si Yahudi meninggal. Nabi marah besar dengan mengatakan, Barangsiapa membunuh non-Muslim, berhadapan dengan saya. Dan barang siapa berhadapan dengan saya, tidak akan selamat.

Keadilan juga diperlakukan kepada sesama umat Islam, yaitu ketika ada perempuan yang tertangkap mencuri. Ada usulan agar pencuri tersebut tidak dihukum karena berasal dari keluarga terpandang. Dalam kesempatan tersebut, Rasulullah menyampaikan, seandainya Fatimah, anak satu-satunya, yang mencuri, beliau akan menghukumnya sendiri. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kalau kita bandingkan umat Islam dulu dan sekarang, kita sekarang akan malu,” katanya mengomentari tindakan tegas Nabi dalam menghukum pencuri tersebut. 

“Tidak boleh ada permusuhan, kecuali kepada yang melanggar hukum. Tidak boleh ada permusuhan karena alasan beda agama, beda suku, beda budaya, apalagi beda pilihan gubernur,” tegasnya. 

Dikatakan Kiai Said, yang dijalankan oleh Rasulullah tersebut merupakan prinsip muwathonah, citizenship atau kewarganegaraan, bukan kewargaagamaan, atau kesukuan. “Islam seperti inilah yang dibawa Walisongo, yang mengislamkan seluruh Nusantara,” imbuhnya. 

Sebagai pemimpin dari seluruh komunitas yang sangat beragam, Rasulullah juga sangat memperhatikan kepentingan dari pemeluk agama Nasrani. Suatu ketika ada gosip dari Yahudi bahwa Maryam berzina sehingga melahirkan seorang anak. Ia sangat bersedih dan bagaimana menjelaskan peristiwa tersebut, sampai akhirnya Allah menurunkan surat Maryam yang menegaskan bahwa Maryam atau disebut Maria dalam agama Kristiani merupakan perempuan suci yang bersih dari perilaku tidak terpuji.

Demikian pula, ketika terjadi perang antara Kristiani dan pengikut Zoroaster, Rasulullah mendoakan agar umat Kristiani dimenangkan. Romawi pertama kalah dalam perang tersebut, tapi kemudian kurang dari sepuluh tahun, menang dalam peperangan. Dalam kesempatan tersebut, umat Islam diminta untuk menyambut dengan gembira. Peristiwa tersebut diabadikan dalam surat Ar-Rum.

Kiai Said yang merupakan alumnus Pesantren Lirboyo Kediri ini juga mengisahkan teladan yang diberikan oleh Sayyidina Umar saat mengunjungi Palestina. Pada kesempatan tersebut, Umar memasuki gereja untuk melihat-lihat karena di Makkah dan Madinah tidak ada gereja. Lalu terdengar adzan saat ia masih dalam gereja. Ia tidak mau shalat dalam gereja, melainkan di luar karena takut, jika shalat di gereja, suatu saat geraja tersebut direbut dengan alasan di situ bekas shalatnya Umar. 

Kiai Said mempersilahkan generasi muda untuk belajar agama Islam di Arab karena memang kawasan tersebut merupakan pusat pendidikan Islam yang belum bisa ditandingi di tempat lain seperti di Al Azhar atau di Arab Saudi, tetapi ia mengingatkan agar yang dibawa adalah ilmunya, bukan budayanya 

Cara pandang orang Arab dalam hubungan antara agama dan negara sangat berbeda dengan bangsa Indonesia. Di sana, para ulama bukanlah tokoh nasionalis, sedangkan tokoh nasionalis bukanlah ulama. Situasi ini menyebabkan terjadinya benturan dan pertumpahan darah.

Berbeda dengan di Arab, Kiai Hasyim Asy’ari mampu menyatukan agama dan nasionalisme dengan ungkapannya, mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Apa yang disampaikan oleh Kiai Hasyim tersebut merupakan bentuk refleksi atas kondisi di Nusantara yang sangat beragam. 

“Kebinekaan yang muncul merupakan anugerah dari Allah yang harus dirawat. Seandainya Allah menghendaki, di muka bumi ini semuanya bisa Islam. Karena itu, tidak boleh menggunakan kekerasan dalam berdakwah,” ujar Kiai Said. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

GP Ansor Surabaya Kecam Keras Tindakan Zionis Israel di Palestina

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam - Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap kaum Muslimin di Palestina, tepatnya di Kompleks Masjid Al-Aqsha pada Jumat (21/7) kemarin.

Menurut Ketua GP Ansor Surabaya M Farid Afif, tindakan Israel ini merupakan tindakan keji yang harus dilawan dan tindakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), termasuk pembunuhan terhadap jamaah yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al-Aqsa.

GP Ansor Surabaya Kecam Keras Tindakan Zionis Israel di Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Surabaya Kecam Keras Tindakan Zionis Israel di Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Surabaya Kecam Keras Tindakan Zionis Israel di Palestina

"Ini merupakan tindakan keji yang harus dilawan. Mereka membunuh umat Islam yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al-Aqsha," tegas Afif.

Rohis Tegal - Rohani Islam

GP Ansor Surabaya juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk meminta Dewan Keamanan PBB agar mengusut tuntas tindak kekerasan terorisme di wilayah Al-Quds.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Organisasi Kerja sama Islam (OKI) juga perlu dilibatkan agar dapat segera melakukan pertemuan darurat membahas situasi di kompleks Al-Aqsa," lanjut pria yang kerap di sapa Gus Afif.

GP Ansor Kota Surabaya mengajak semua pihak untuk menahan diri agar situasi tidak memburuk. Gus Afif menyerukan kader Ansor di Surabaya untuk mendoakan keluarga dan korban agar diberi kemenangan dalam menghadapi Israel.

"Kami mengimbau seluruh kader Ansor Surabaya untuk berdoa demi keselamatan dan kemenangan umat Islam di Palestina," kata Ketua GP Ansor Surabaya masa khidmat 2017-2021.

Perlu diketahui, aksi brutal Israel ini setidaknya menewaskan tiga orang jamaah dan ratusan lainnya luka-luka ketika sedang melaksanakan shalat Jumat di masjid yang kali pertama menjadi kiblat bagi umat Islam di dunia. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Humor Islam, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Waykanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Mendiang Hans Bague Jassin atau dikenal dengan HB Jassin menjuluki sastrawan Isbedy Stiawan ZS sebagai Paus Sastra Lampung. Isbedy mendukung gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.

"Kesadaran masyarakat kita akan pengelolaan sampah perlu ditingkatkan, termasuk upaya pemerintah. Di Belanda, pemerintah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik, dan masyarakat pun terbiasa menempatkan sampah sesuai jenisnya di tempat sampah itu," ujar Isbedy di Way Kanan, Jumat (12/2).

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Kendati ditempatkan di ruang publik, tempat sampah di Belanda itu menurut Isbedy tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil. Ia mengaku penasaran dan mencoba menggoyang-nggoyangkan tempat sampah itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tidak bisa bergoyang saat saya mencoba mengguncangkannya, kuat sekali, namun ternyata saat ada petugas kebersihan datang, saya baru tahu itu bisa dilepas dan selanjutnya sampah diambil dan dimasukkan ke bak truk sesuai jenisnya, tidak dicampur," ujarnya pria kelahiran Tanjungkarang, Bandar Lampung, 5 Juni 1958 itu menjelaskan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

PC GP Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016 yang akan dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia secara serentak.

Sejumlah pihak yang menyatakan siap berpartisipasi pada aksi "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dari Way Kanan ialah Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gusdurian, alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN), Saka Wira Kartika binaan Koramil Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Raden Djambat Shooting Club (RDSC), Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah.

Lalu Pemuda Muhammadiyah, Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anak Daerah (FAD), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Palang Merah Indonesia (PMI), PC Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Forum Karate Indonesia (Forki), Kodim 0427 dan Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11.

"Kegiatan semacam itu perlu sekali karena lingkungan hidup harus selalu dijaga bersama-sama," ujar Isbedy.

Di Way Kanan, aksi akan dimulai dari berbagai titik sekitar pukul 06.00 WIB, di Baradatu, aksi akan dilakukan oleh PC Fatayat NU, Forki, IPSI, IPNU dan IPPNU dan bermuara di Gedung PCNU Way Kanan. Lalu di Kecamatan Way Tuba, PAC GP Ansor setempat menggandeng masyarakat akan gotong royong membersihkan sampah di Kampung Bukit Gemuruh. Kemudian di Blambangan Umpu akan bermuara di Monumen Mayjend Ryacudu, ditutup dengan deklarasi bersama "Way Kanan Berani Bersih". (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Santri, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser

Purworejo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pemandangan tak seperti biasanya terlihat di sebuah resepsi pernikahan di Butuh, Purworejo, Senin (13/2). Zayin Al-Munadi, salah satu anggota Banser yang nekat melangsungkan resepsi pernikahan dengan menggunakan seragam Banser.

"Saya bangga jadi Banser. Ini wadah perjuangan saya, dan juga lahan untuk ibadah ghairu mahdloh. Dengan ini, saya berharap menjadi erat hubungan seluruh anggota Banser dan para keluarga Banser," kata Zayin.

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser

Hal serupa dikatakan wanita yang disuntingnya, Kholifatul Mahmudah. Kholifah bangga dengan resepsi aneh yang digagas mempelai suaminya.

"Saya bangga jadi istri Banser. Saya seorang bidan dan sudah lama mengenal Banser. Meskipun tak banyak yang saya tahu, tapi saya dan keluarga sangat simpati kepada Banser. Saya berharap pertalian silaturahmi dengan Banser membawa kemaslahatan untuk rumah tangga kami," kata wanita yang berprofesi sebagai bidan ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu tamu undangan yang hadir, Syarif Hidayatullah mengapresiasi sahabatnya Zayin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dia begitu mencintai Banser dan NU. Semangat dan kebanggaan ini perlu diikuti oleh kader-kader NU yang lain," tutur Sekretaris GP Ansor Kuoarjo ini.

Berdasarkan pantauan Rohis Tegal - Rohani Islam, puluhan Banser masih tampak berjaga di rumah mempelai, turut merasakan kebahagiaan sampai malam hari.

Menurut Kasatkorcab Banser Purworejo Daryanto, "Ini merupakan bukti bahwa Banser telah membumi di Nusantara, dan selalu bisa tampil untuk kemaslahatan umat di situasi apapun dan di manapun," ungkapnya.

Daryanto berharap, Banser dapat menjadi penyejuk dan pemersatu rasa persaudaraan dengan siapapun di tengah-tengah masyarakat. (Ahmad Naufa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Khutbah, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Riyadh, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dikenal sebagai seorang moderat yang memahami tuntutan ulama konservatif, suku yang berkuasa dan populasi muda yang terus meningkat, Raja Salman bin Abdul Aziz akan melanjutkan reformasi sosial dan ekonomi yang dimulai Raja Abdullah, yang mangkat pada Jumat dini hari.

"Menurut saya dia bisa dengan baik menjaga keseimbangan rumit yang harus dia lakukan untuk menggerakkan masyarakat ke depan dengan tetap menghargai tradidi dan cara konservatif," kata Robert Jordan, yang menjadi duta besar Amerika Serikat di Riyadh tahun 2001 sampai 2003.

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Salman mengendalikan salah satu media terbesar di dunia Arab. Dia yakin demokrasi tidak cocok dengan kerajaan konservatif dan mendukung kehati-hatian dalam reformasi sosial dan budaya menurut kawat diplomatik Amerika Serikat tahun 2007 yang disiarkan oleh WikiLeaks.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selama hampir 50 tahun Salman menjabat sebagai gubernur Provinsi Riyadh, satu peran yang melibatkan kerja dekat dengan konservatif tradisional dan teknokrat liberal dalam membangun ibu kota Arab Saudi dari kota gurun kecil menjadi metropolis utama.

Ketika kedua kakak, putra mahkota Sultan dan Nayef, wafat, Salman ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan pertama dan ahli waris.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Portofolio pertahanan melibatkan penyelenggaraan kementerian dengan pengeluaran terbesar itu, yang melakukan pembelian senjata masif untuk memperkuat ikatan dengan sekutu seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

Dia telah menjadi bagian dari lingkaran dalam keluarga penguasa al-Saud, yang membentuk dan masih mendominasi kerajaan gurun itu bersama dengan ulama selama berpuluh tahun.

Dalam keluarga kerajaan yang menjadikan hak untuk menjaga dua tempat suci umat Islam, Makkah dan Madinah, sebagai landasan, Salman punya reputasi sebagai sosok yang saleh dan berpandangan ke depan.

"Dia pandai, politis, berhubungan dengan basis konservatif tapi juga berpikiran cukup modern," kata bekas diplomat di Riyadh itu dalam wawancara tentang proses suksesi kerajaan dengan kantor berita Reuters.

Gubernur Riyadh

Sebagai gubernur Riyadh dari tahun 1962 sampai 2011, Salman melakukan lebih banyak kerja sama dengan pemerintah asing dibandingkan dengan kebanyakan senior kerajaan.

Peran itu juga memberi dia tanggung jawab untuk menengahi sengketa antar anggota keluarga kerajaan yang bertikai, menempatkan dia di pusat struktur kekuasaan paling penting dalam kerajaan.

Dalam pertemuan dengan duta besar Amerika Serikat pada Maret 2007, kawat yang disiarkan oleh WikiLeaks menyebutkan bahwa Salman mengatakan reformasi sosial dan budaya yang dimulai Raja Abdullah mesti bergerak perlahan karena dikhawatirkan menimbulkan reaksi dari kelompok konservatif.

Dia juga menentang pengenalan demokrasi di kerajaan, menyitir pembagian kawasan dan kesukuan, dan mengatakan kepada duta besar bahwa solusi konflik Palestina-Israel penting untuk stabilitas Timur Tengah.

Jordan mengatakan Pangeran Salman semula tidak mempercayai keikutsertaan warga Saudi dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat tapi sikapnya kemudian berubah setelah melihat bukti kuat bahwa 15 dari 19 pembajak pesawat adalah warga negaranya.

"Dia tidak begitu saja menerima semua yang dikatakan Amerika Serikat, tapi pada waktu yang sama dia memahami pentingnya hubungan, yang melampaui minyak," kata Jordan.

Kekuasaan Kerajaan

Dengan sosok yang kuat dan berjenggot, Salman adalah pangeran yang dikatakan lebih mirip dengan sang ayah, Raja Abdul Aziz Ibn Saud, dibandingkan saudaranya yang lain.

Sebagai salah satu dari apa yang disebut "tujuh Sudairi" - saudara yang lahir dari istri kesayangan Ibn Saud, Hassa bint Ahmed al-Sudairi - Salman telah berada di pusat kekuasaan kerajaan selama puluhan tahun.

Saudara kandungnya dalam keluarga dengan lebih dari 30 saudara tiri itu termasuk mendiang Raja Fahd serta Putra Mahkota Sultan dan Nayef, dan bekas menteri dalam negeri Pangeran Ahmed.

Salman lahir tahun 1936 di Riyadh, yang dulu merupakan kota oasis dengan bangunan batu bata dari lumpur di dalam kerajaan baru yang belum menemukan sumber minyak serta menggantungkan pendapatan dari peziarah yang mengunjungi Makkah dan Madinah, perkebunan kurma dan penggembalaan unta.

Salah satu putranya, Pangeran Sultan bin Salman, menjadi astronot Arab pertama, terbang menggunakan pesawat antariksa Amerika Serikat, Discovery, pada 1985.

Pangeran Sultan sekarang menjadi menteri pariwisata, sementara putra yang lain, Pangeran Abdul Aziz, menjadi wakil menteri perminyakan.

Dalam lima dekadenya memerintah Riyadh dan sekitarnya, Salman mengawasi pembangunan ibu kota dari kota gurun besar menjadi metropolis berpenduduk 4,6 juta jiwa.

Pangeran Salman belajar di "sekolah pangeran" di istana Ibn Saud dari imam Masjidil Haram di Makkah, menandakan pentingnya Ibn Saud melekat pada keyakinan Islam murni, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, PonPes, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Ma’ruf Mangunwiyoto, Pemimpin Barisan Kyai Jawa Tengah

Sebelumnya telah diterangkan tentang kiprah Barisan Kyai, sebuah kelompok pasukan yang terdiri dari para kiai sepuh. (baca: Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang)

Pada zaman perang kemerdekaan, peran mereka begitu besar. Selain diharapkan nasihat-nasihatnya dalam peperangan untuk membakar semangat para pejuang, sebagian dari mereka juga ada yang memanggul senjata, ikut berperang di front terdepan.

KH Ma’ruf Mangunwiyoto, Pemimpin Barisan Kyai Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Mangunwiyoto, Pemimpin Barisan Kyai Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Mangunwiyoto, Pemimpin Barisan Kyai Jawa Tengah

Di Jawa Tengah, Barisan Kyai ini dipimpin oleh seorang ulama dari Kota Surakarta yang bernama KH Ma’ruf Mangunwiyoto. Gelar Mangunwiyoto ini didapatkannya setelah ia berhasil menyelesaikan pendidikan di Madrasah Mambaul Ulum Surakarta dan diangkat menjadi guru.

Kiai Ma’ruf dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri NU di Kota Solo. Hal ini diungkapkan KH Saifudin Zuhri, seorang Tokoh NU yang juga pernah nyantri di Kota Solo pada tahun 1930-an, dalam buku “Berangkat dari Pesantren” (2013).?

Menurut dia, sosok Kiai Ma’ruf yang menjadi pengasuh pesantren di daerah Jenengan Surakarta juga dikenal sebagai seorang ulama besar, khususnya dalam bidang hadist.

Kealiman yang dimiliki oleh Kiai Ma’ruf, juga sedikit banyak ia dapatkan dari faktor nasab. Kiai Ma’ruf berasal dari keturunan seorang ulama besar, yakni Kiai Abdul Mu’id bin Kiai M Tohir bin Nyai Syamsiah binti Kiai Imam Rozi Tempursari Klaten Jawa Tengah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kakek buyut Kiai Ma’ruf, yakni Kiai Imam Rozi Tempursari merupakan seorang ulama yang juga menjadi seorang panglima (Manggala Yudha) perang pasukan Pangeran Diponegoro, yang bergelar Singa Manjat.

Darah pejuang dari para leluhurnya ini lah barangkali yang menjadi semangat Kiai Ma’ruf bersama sejumlah kiai lain, seperti KH Abdurrahman KH R Moh Adnan, Kiai Abdul Karim Tasyrif, Kiai Martoikoro, Kiai Asnawi, Kiai Amir Thohar dan ulama lain di Barisan Kyai untuk ikut berjuang melawan penjajah. Lahumu al-fatihah! (Ajie Najmuddin)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 18 Januari 2018

Laskar Aswaja Siap Lawan Perongrong Keutuhan Bangsa

Pandeglang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Menyikapi maraknya aksi teror di Indonesia, Laskar Aswaja merumuskan langkah-langkah strategis sekaligus memberikan rekomendasi guna memperteguh dan mengawal NKRI. Hal ini mengemuka pada acara Pelantikan Pengurus Laskar Aswaja se-Provinsi Banten dan Rapat Kerja Wilayah pada 30 April-1 Mei 2016.

Laskar Aswaja Siap Lawan Perongrong Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Aswaja Siap Lawan Perongrong Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Aswaja Siap Lawan Perongrong Keutuhan Bangsa

Ketua DPP Laskar Aswaja Adhi Thobink Permana mengatakan bahwa saat ini kondisi Indonesia sangat memprihatinkan, meskipun aparat Kepolisian Indonesia dikenal paling sukses dalam menagkap para teroris. Menurutnya, Indonesia juga dikenal sebagai bangsa yang melahirkan banyak kaum radikal dan teroris kelas dunia, termasuk Banten di dalamnya. Ini sebuah paradok yang membanggakan sekaligus memalukan.

Selain itu, Lukman Hakim, Ketua Laskar Aswaja Provinsi Banten mengatakan, optimisme merupakan kata yang harus dimiliki segenap komponen bangsa. Terlebih dalam menyikapi berbagai gerakan yang akan memperlemah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagi Laskar Aswaja, NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Terorisme dan gerakan radikal atas nama agama harus dilawan, karena ia akan merongrong bangsa dan merusak citra Islam di mata dunia. Merupakan komitmen kami di Laskar Aswaja untuk turut serta menjaga keutuhan bangsa dan lestarinya nilai-nilai Islam yang rahmatan lil aalamiin (rahmat untuk semua),” sambungnya sebagaimana siaran pers yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam.

Menyikapi banyaknya aksi teror dan maraknya kaum radikal, Panglima Brigade Laskar Aswaja Muhidir A. Kodir mengatakan bahwa Polri dan TNI harus tegas dalam menyikapi organisasi atau gerakan ideologis yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Penafsiran agama yang kaku dan ditambah ekonomi yang timpang adalah penyebab utama maraknya kelompok radikal di Indonesia. Perlu ada gerakan secara menyeluruh mengenai pentingnya memahami agama dengan baik dan benar,” papar pria kelahiran Tangerang ini.

Pantauan di lokasi acara, Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah ini dilaksanakan di Villa Karoeng Kabupaten Pandeglang. Dihadiri oleh sekitar 180 orang, terdiri dari Pengurus Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Banten.

Selaku Ketua Panitia Indra Irawan mengucapkan terima kasih kepada Adhi Thobink Permana selaku Ketua Umum DPP Laskar Aswaja, Dewan Pembina, Beberapa Pengurus Pusat, Ketua DPC se-Kota/Kabupaten, dan para pengurus yang telah mengikuti jalannya acara ini. “Semoga kegiatan kali ini mampu mengeluarkan beberapa keputusan dan rekomendasi yang berguna bagi Provinsi Banten, dan Indonesia,” sambungnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 05 Januari 2018

Gus Mus: Revolusi Mental Itu Zuhud

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pejabat Rais Aam PBNU KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) menyebut berkali-kali “Revolusi Mental” di awal Khotbah Iftitah Muktamar Ke-33 NU di alun-alun Jombang, Sabtu (1/8) malam. Gus Mus menunjuk keduniaan sebagai salah satu hal yang perlu dirombak total secara mental oleh masyarakat Indonesia.

“Dunia dalam hal ini materi menjadi pertimbangan awal. Ini yang perlu ditinjau dari pandangan kita selama ini terhadap materi,” kata Gus Mus di hadapan ratusan ribu orang yang hadir pada pembukaan Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

Gus Mus: Revolusi Mental Itu Zuhud (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Revolusi Mental Itu Zuhud (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Revolusi Mental Itu Zuhud

Pengasuh pesantren Raudhatut Thalibin Rembang ini menyebut materi keduniaan sebagai salah satu penyebab kekacauan di dunia selama ini terjadinya korupsi, cara-cara curang dalam berpolitik, dan kekerasan atas nama apapun.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menganggap adanya kekeliruan cara pandang terhadap materi keduniaan selama ini. Untuk itu ia menekankan sekali revolusi mental dari sudut materi keduniaan. Mengubah cara pandang terhadap materi, menurutnya, merupakan awal pembenahan dari carut-marut politik, sosial, hukum di Indonesia.

“Kita sepertinya salah menempatkan materi dunia sejak sekian lama. Karenanya, mari kita menempatkan materi keduniaan di pikiran kita secara wajar,” kata Gus Mus yang mengajak para hadirin untuk membaca surah Al-Fatihah demi kebaikan bersama ke depan. (Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 01 Januari 2018

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Sidoarjo menerima pendampingan hukum bagi Kelapa Desa (kades) yang terjerat kasus proyek operasi agraria nasional (prona).

Pasalnya, maraknya kepala desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang terjerat kasus pungutan liar prona. LPBHNU juga akan melakukan koordinasi dengan Bupati Sidoarjo agar biaya materai, petok dan kepengurusan surat ditanggung pemerintah Sidoarjo agar kepala desa tidak terjebak dalam program prona gratis.

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

"Ketika kasus pungutan liar program prona bergulir, banyak kepala desa terperangkap oleh kebijakannya. Padahal program prona sendiri melihat rujukan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang sebetulnya gratis. Ketika proses itu terjadi dan mendengar proyek operasi agraria nasional itu gratis, ada yang melapor ke aparat baik kejaksaan maupun polisi. Sehingga ada kades yang terkena operasi tangkap tangan (OTT)," kata Ketua LPBHNU Sidoarjo, H Makin Rahmat usai acara silaturahim di aula PCNU Sidoarjo, Selasa (14/2).

Makin Rahmat menyebutkan bahwa, pihaknya juga sudah menerima pengaduan dari ketua paguyuban kades se-Sidoarjo untuk diminta memberikan pendampingan agar Kades lain tidak resah dan galau. Dengan demikian, kades se-Sidoarjo bisa melaksanakan program prona yang digagas oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang RI dengan lancar tanpa terjerat masalah hukum.

Perlu diketahui bahwa kenyataan dilapangan, kades di Sidoarjo banyak yang terjebak dalam program prona karena telah melakukan penarikan uang ke warga dengan dalih untuk membayar sejumlah adminitrasi seperti pembelian petok, materai dan surat-surat lainnya. Dengan peraturan desa yang dibuat sendiri, kades yang membuat kebijakan akhirnya berhadapan dengan hukum kepolisian maupun kejaksaan karena terindikasi pungli.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kami sudah ketemu bupati dan dalam waktu dekat akan ketemu dengan Legislatif untuk membahas biaya surat, petok dan lain sebagainya yang ditanggung pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali," tegas Makin Rahmat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Santri, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 23 Desember 2017

Raja Yordania Minta Dukungan Penyelesaian Damai Suriah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein atau Abdullah II meminta dukungan adanya penyelesaian damai konflik Suriah yang sampai sekarang belum ditemukan titik terangnya. 

Raja Yordania Minta Dukungan Penyelesaian Damai Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Yordania Minta Dukungan Penyelesaian Damai Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Yordania Minta Dukungan Penyelesaian Damai Suriah

Jordania yang berbatasan langsung dengan Suriah dilibatkan oleh PBB untuk merumuskan penyelesaian damai, sudah 600 ribu pengungsi ditampung di Jordania.

“Butuh dukungan global untuk penyelesaian konflik ini,” katanya dalam acara Nahdlatul Ulama Sufi Gathering di Jakarta Convention Center, Rabu (26/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menegaskan, inisiatif perdamaian tersebut, harus didasarkan atas keinginan rakyat Suriah sendiri.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Yordania merupakan negara yang memiliki situs-situs tua peninggalan Kristen dan Islam. Karena itu, negara yang juga berbatasan dengan Israel ini menginisiasi sejumlah upaya perdamaian antara Islam dan Kristen. Ia berharap dialog antar agama yang digagas ini bisa melahirkan perdamaian dan perdamaian akan menghasilkan persahabatan.

Pada kesempatan tersebut, Raja Abdullah II juga mendukung inisiatif perdamaian dua negara antara Palestina dan Israel dengan menggunakan batas wilayah yang ditetapkan pada 1967 dan Yerussalem Timur sebagai ibukota Palestina. 

Menanggapi pernyataan Raja Yordania tersebut, KH Said Aqil Siroj sangat mendukung upaya penyelesaian damai konflik Suriah dan Timur Tengah pada umumnya. Ia menegaskan, NU telah terlibat dalam sejumlah dialog Sunni-Syiah dan penyelesaian konflik yang terjadi di sejumlah negara Muslim. “NU mendorong penyelesaian konflik secara damai,” tegasnya.

Timur Tengah, katanya, bisa belajar dari Indonesia dalam penanganan konflik. Lulusan universitas Ummul Qura Makkah ini menyatakan, di Timur Tengah tidak ada organisasi masyarakat yang bisa menjadi penengah jika terjadi konflik seperti di Indonesia. 

“Jika ada konflik, bedil yang bicara,” tandasnya. 

Hadir pada acara tersebut sejumlah tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, M Nuh, para ketua PWNU seluruh Indonesia serta kader NU dari Muslimat NU, Fatayat, Ansor dan lainnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pertandingan, Warta, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 11 Desember 2017

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Organisasi akan aktif dan dinamis jika ditopang individu-individu yang memahami dan mau mempraktikkan pengabdian. Karena itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan akan memberikan “Syahadah Bintang Sembilan” kepada para kader penuh pengabdian.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (17/12) mengatakan, salah satu ciri pengabdian itu adalah kader yang membuat organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di ujung utara Provinsi Lampung ini menjadi hidup.

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Menurut dia, pemberian Syahadah Bintang Sembilan merupakan apresiasi atas energi, semangat, senyum, dan keringat diberikan para kader yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang. Juga kegiatan yang dihelat institusi lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk yang disebut terakhir, menurut Gatot, harus kegiatan yang menopang eksistensi dan membuat pergerakan Ansor di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumateras Selatan ini, menjadi dinamis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kader yang sekali terlibat dalam kegiatan maka akan mendapatkan Syahadah Bintang Satu. Dua kali terlibat dalam kegiatan mendapat Syahadah Bintang Dua. Begitu seterusnya hingga Syahadah Bintang Sembilan," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Gatot menambahkan, Syahadah Bintang Sembilan ialah piagam didesain berlatar belakang Bung Tomo serta KH Hasyim Asyary berikut wasiatnya: "Siapa yang mau mengurusi NU saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."

“Secara sederhana, desain tersebut juga ingin mengatakan hubungan NU dan Indonesia yang jelas melalui Resolusi Jihad,” tegasnya.

Syahadah tersebut, menurut alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama itu pula, bakal menjadi report keaktifan kader yang nantinya sebagai acuan bagi pimpinan cabang untuk memajukan kader.

"Tidak ada makan siang gratis. Karena itu, yang bisa ikut kaderisasi Ansor lanjutan baik Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan dan Pendidikan Kader Lanjutan atau PKL ialah yang sudah mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan," kata dia menerangkan.

Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang mendapat amanah memimpin Ansor setempat pada 7 Oktober 2014 itu menegaskan, sesuai peraturan berlaku, Ansor adalah organisasi kader.

"Semakin banyak yang mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan akan semakin bagus karena menandakan banyaknya kader yang aktif. Kader-kader aktif itulah tulang punggung Ansor mendatang. Tidak boleh orang yang tidak aktif mendadak Ansor, sok-sokan mau mengurus Ansor," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Syariah, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 Desember 2017

Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jeju memiliki tiga hal yang melimpah, yaitu angin, bebatuan dan wanita. Pulau ini anginnya sangat kencang dan saat ini energinya dimanfaatkan untuk memutar kincir angin. Bebatuan juga tampak dimana-mana karena Jeju merupakan pulau vulkanik. Dalam tradisi Konfusius, wanita lebih banyak tinggal di rumah, tetapi tidak demikian di Jeju, mereka aktif dalam kehidupan publik sehingga muncul dimana-mana, salah satunya menjadi penyelam yang tangguh.

Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikmati Eksotisme Jeju, World New7Wonder

Ada tiga hal yang tidak terdapat di pulau ini, yaitu tidak ada pencuri, tidak ada pengemis dan tidak ada pagar yang membatasi rumah dan jalanan. Di semua lokasi wisata yang kami kunjungi, tidak ada pengemis atau pengasong sehingga para turis bisa menikmati acara wisatanya dengan nikmat.

Pada hari kedua di Jeju, rombongan Muslim Tur Korea yang diprakarsasi oleh Garuda Indonesia dan Korean Tourism Organization mengunjungi beberapa tempat yang mengesankan. Setelah sarapan di hotel, kami berangkat menuju Gua Manjanggul, yang merupakan salah satu goa paling indah di dunia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gua ini terbentuk akibat aliran lava yang mengalir menuju ke permukaan dan akhirnya membentuk sebuah gua yang sangat indah. Memiliki panjang 13,442 m, namun yang terbuka untuk umum hanya 1 km (1000 m) saja. Dengan berjalan kaki, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit, masing-masing 20 menit pergi-pulang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gua ini sudah masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO. Untuk masuk dalam gua ini, tiketnya cukup murah, hanya 2000 won, sekitar 20-22 ribu rupiah, tergantung kurs, untuk individual sementara untuk rombongan per orang dikenakan 1.800 won. Jalanan di dalam gua diberi penerangan yang cukup, tetapi cahayanya tidak sangat terang. Untuk berjalan didalamnya harus sedikit berhati-hati karena di beberapa lokasi ada sedikit genangan air. Meskipun masuk dalam gua sampai dalam, sirkulasi udara berjalan dengan baik sehingga bisa bernafas dengan lega. Dengan langit-langit sekitar 7 meter dan luas 5 meter kami bisa berjalan dengan nyaman, apalagi dengan kebersihan yang sangat terjaga. Terdapat banyak stalaktit yang menggantun di langit-langit gua dan tidak ada kelelawar yang biasanya menjadi penghuni gua. Kami berhenti di sebuah batu berbentuk kura-kura, yang jaraknya sekitar 500 meter dari pintu masuk sebelum kembali lagi.?

Setelah puas menikmati keindahan alam ini, rombongan bergerak menuju Museum Masyarakat Tradisional Jeju. Disini kita bisa mempelajari bagaimana cara hidup orang Korea zaman dahulu. Konsepnya mirip dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menggambarkan kehidupan masyarakat adat. Didalamnya berisi berbagai bentuk rumah tradisional yang terbuat dari batu dan tanah liat dengan atap jerami. Suasana kehidupan pertanian kuno digambarkan dalam bentuk jagung dan padi-padian yang digantung di depan rumah. Juga digambarkan bagaimana kehidupan nelayan pada zaman dahulu. Setiap rumah memiliki pagar yang khas setinggi lutut orang dewasa dengan tiga buah palang pintu. Jika hanya satu palang yang dipasang, maka menunjukkan penghuni sedang di rumah, jika dua, berarti sedang bekerja di luar dan jika tiga palang dipasang, maka sedang pergi jauh, sehingga tetangga tahu dan membantu mengawasi. Pagar pendek ini bukan untuk mencegah pencuri masuk, karena disini tidak ada pencuri, melainkan untuk mencegah hewan masuk dalam rumah.?

Juga digambarkan bagaimana aktifitas peribadatan masyarakat kuno Jeju. Ada satu patung sedang menunjukkan seorang laki-laki sedang bersujud. Kiai Masdar langsung meminta difoto. “Wah ini penting.”

Dilengkapi dengan jalan setapak yang enak dan dipinggirnya ditanami dengan bunga-bungaan, membuat pemandangan terasa sangat indah, apalagi ditambah dengan adanya air terjun, membuat museum yang berada di kaki gunung Halla ini terasa sempurna. Kantor gubernur zaman dahulu juga berada di lokasi ini. Bagi yang tidak menginginkan pemandu, tersedia audio tur dalam bahasa Inggris dengan sewa 2.000 won.

Untuk tiket masuk individual dikenakan biaya 8.000 won, sedangkan untuk grup, lebih dari 20 orang, dikenakan tiket 5.000 won.

Lokasi ini menjadi tempat shooting drama Korea terkenal Daejanggem, Tamra-the Island, Chuno, dan the Great Merchant.

Selanjutnya kami makan siang dengan daging kambing disembelih secara halal di Wagengi, Korea Traditional Culture Center. Kami disambut dengan bendera merah putih di pintu masuk. Pemiliknya Rose Lee pintar berbahasa Indonesia karena pernah tinggal di Bandung selama tiga tahun.?

Ditempat ini, disediakan musholla dengan tempat wudhu khusus yang nyaman khas Indonesia, beberapa kran dengan saluran air dibawahnya yang terletak di dekat tempat sholat. Pemiliknya bahkan membuat dua ruangan untuk sholat, satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. Angin bertiup sangat kencang sehingga udara terasa dingin menggigil.

Setelah makan siang dan sholat, energi kembali pulih, kami bisa terlelap sejenak dalam perjalanan menuju Aqua Planet Jeju, yang merupakan aquarium terbesar di Asia. Terdapat tiga seksi dalam gedung tersebut, yang terdiri dari aquarium, ocean arena (seperti gelanggang samudra dengan pertunjukan lumba-lumba dan singa laut) dan marine science. Lokasi ini cocok untuk hiburan keluarga dan anak-anak yang ingin belajar tentang kehidupan laut. Harga tiketnya lumayan, 38,400 won (hampir 400 ribu rupiah) untuk individual dan 32,600 untuk grup. Disini juga ditampilkan untuk pertama kalinya di Korea, hiu paus, binatang laut paling besar di dunia.?

Lokasi terakhir yang kami kunjungi adalah Seongsan Illchulbong, yang hanya memerlukan waktu sepuluh menit dari lokasi sebelumnya. Sebuah bukit kecil yang muncul dari tengah laut, berbentuk melingkar dan diatasnya berbentuk cekung. Lokasi ini terbentuk lima ribu tahun yang lalu karena erupsi bawah laut dengan tinggi 182 meter.?

Untuk masuk lokasi ini, hanya perlu tiket 2.000 won untuk individual dan rombongan dikenakan 1.200 won.

Inilah lokasi terindah di Jeju, dengan pemandangan laut dan lampu-lampu di perkotaan ketika kami mendaki di lerengnya menuju puncak. Sayang kami mencapai lokasi ini sudah pukul 04.30 sore, sudah menjelang gelap saat musim dingin. Lokasi ini menjadi favorit untuk melihat matahari terbit, terutama di tahun baru karena posisinya di pantai timur Jeju.?

Udara yang cerah, tidak ada hujan menjadikan suasana yang romantis. Langit sudah mulai gelap, tetapi saya bertekad untuk naik ke puncak bersama beberapa teman. Belum tentu seumur hidup akan ke sini lagi. Semakin ke atas, pemandangan semakin indah. Bagi yang lelah, disediakan tempat istirahat di lereng. Saya lihat Prof Suwito sedang duduk istirahat di sebuah lereng, tampaknya ingin naik ke atas tetapi terlalu berat. Saya hanya say hello karena buru-buru ke atas agar tidak kegelapan untuk ambil gambar karena jika gelap, cahaya kamera tidak maksimal. Keringat yang mengalir menyebabkan tubuh menjadi lebih hangat sehingga udara dingin menjadi tidak terasa. Akhirnya sampai juga di atas. Susul-menyusul, hanya 8 orang yang sampai di atas, 6 laki-laki dan dua perempuan. Ada kepuasan maksimal dengan melihat dari atas karena bisa melihat pemandangan dari atas secara penuh ke semua lokasi. Keindahannya tak bisa digambarkan, hanya bisa disaksikan dan dirasakan sendiri dan menjadi pengalaman yang takkan terlupakan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Lomba, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 08 Desember 2017

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022

Demak, Rohis Tegal - Rohani Islam. Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang berlangsung, Ahad (30/7) di Pesantren Fathul Huda Karanggawang, Sidorejo Kecamatan Sayung Demak telah memilih dan menyepakati KH Zaenal Arifin Ma’shum sebagai rois syuriyah dan KH Muhammad Aminuddin sebagai ketua Tanfidziyah PCNU kabupaten Demak masa khidmat 2017-2022.

Sidang pleno yang dipimpin pengurus Wilayah NU Jateng H Najhan Musyafak dan didampingi H Amiq Muhlisin tersebut terlebih didahului dengan demisioner pengurus periode sebelumnya.

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022

 

Selanjutnya forum konferensi sebelum melakukan pemilihan ketua tanfidziyah terlebih dulu memilih Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) yang terdiri dari 5 ulama yakni KH Zaenal Arifin Ma’shum, KH Zaini Mawardi, KH Misbahul Munir, KH Alawi Mas’udi dan KH Zaainal Muhtarom yang menyepakati KH Zaenal Arifin Ma’shum (Gus Zen) sebagai Rais NU Demak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Usai ditetapkan sebagai rois syuriyah Gus Zen meminta doa dan dukungan peserta konferensi. “Saya telah di amanati oleh para kiai untuk memimpin NU Demak ke depan, maka mohon untuk di do’akan agar kuat dan mampu memegang amanah ini,” tutur Gus Zen.

Sementara itu KH Aminuddin setelah terpilih sebagai ketua secara aklamasi menyampaikan akan mengakomodir kader yang bisa diajak berjuang dalam memajukan organisasi bersama formatur yang berjumlah 9 orang.

“Kami akan menyusun dan memilih pengurus bersama formaturyang tentunya berdasarkan masukan dari pengurus lama dan MWCNU,” tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Konferensi tersebut selain dihadiri pengurus cabang, MWCNU, Banom dan ranting se-Kabupaten Demak juga dihadiri rois syuriyah NU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Bupati Demak HM Natsir, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, dan pimpinan ormas Kabupaten Demak. (A. Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Bahtsul Masail, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat?

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam

Saat seseorang sudah tidak mendengar tawa ceria anak dan hanya mendengar bunyi tank dan desing peluru, maka dia akan merasa kedamaian negara sangat penting. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu melindungi negara, yaitu Madinah dari segala hal yang mengganggu, mengancam warga dan Negara. Rasulullah pun menetapkan Madinah sebagai negara yang mulia dan aman, serta berdoa untuk keamanan dan kesejahteraan Madinah.

Bela negara bukan hanya melawan serangan musuh, tapi juga memakmurkan dan memajukan negara sehingga tidak bergantung pada pihak lain, mempunyai semangat solidaritas dan soliditas tinggi sesama komponen bangsa, melindungi warga dari pemikiran dan paham yang menyebabkan perpecahan, disintegrasi, pengafiran, dan pelanggaran hak hidup manusia.

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat?

Hal tersebut disampaikan Mufti Syria? Syaikh Adnan al-Afyuni di hadapan ratusan peserta Konferensi Ulama Thariqah di Pekalongan yang diselenggarakan oleh Kanzus Sholawat di Hotel Santika Pekalongan, Jumat (15/1).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dirinya mengutuk teror yang terjadi di Jakarta kemarin. Mereka tidak tahu Islam. Islam datang untuk kedamaian dan keamanan bukan untuk menghilangkan nyawa atau kehidupan. Islam itu sebagaimana di Madinah, membangun. Membangun masjid, membangun ilmu pendidikan, membangun ekonomi, bukan merusak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Aset sumber daya alam kita jauh lebih melimpah dibanding mereka. Kita mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni dan kreatif. Kita mempunyai akal, kemampuan dan kecerdasan sebagaimana yang mereka punya. Selain itu, kita mempunyai ajaran syariat yang agung yang member tahu agungnya dan pentingnya ilmu pengetahuan dan pentingnya melaksanakan ilmu. Syariat kita juga mengajarkan betapa pentingnya nilai dan derajat orang yang bermanfaat bagi orang lain, baik sesama umat Islam atau umat manusia," ujarnya.

Syaikh Adnan melihat Indonesia memiliki sumber daya alam yang baik, umat Islamnya melimpah, mereka diajarkan syariat yang meninggikan derajat orang. Kenapa kalah dengan Barat? Syaikh Adnan menyayangkan, "Sekilas memang membingungkan. Ini artinya ada yang kurang dari penduduk Indonesia. Tenaga, kekuatan dan potensi mereka terpecah, padahal bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar."

?

Kegiatan konferensi yang berlangsung hingga malam hari. Selain dihadiri pembicara dari luar negeri, juga diikuti oleh peserta para mursyid thariqah dari seluruh wilayah Indonesia, para ulama, kiai, cendekiawan muslim, dan mahasiswa thariqah dari perbagai peruruan tinggi. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Lomba, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 05 Desember 2017

Kisah Abu Hurairah Kabur saat Ditemui Rasulullah

Nama Abu Hurairah cukup populer di kalangan umat Islam. Sahabat Rasulullah yang bernama asli Abdurrahman bin Shakhr ini termasuk periwayat hadits terbanyak dibanding sahabat-sahabat lainnya.



(Baca: Tiga Alasan Mengapa Abu Hurairah Terbanyak Meriwayatkan Hadits)


Kisah Abu Hurairah Kabur saat Ditemui Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Abu Hurairah Kabur saat Ditemui Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Abu Hurairah Kabur saat Ditemui Rasulullah

Bagaimana bisa Abu Hurairah meriwayatkan demikian banyak hadits sementara ia hanya bersama Rasulullah kurang dari empat tahun? Selain kegigihan belajar yang luar biasa, salah satu rahasiannya adalah kesediaan Abu Hurairah membuntuti Nabi kemana pun beliau pergi.

Namun demikian, meski terkenal sangat dekat dengan Rasulullah, Abu Hurairah pernah justru buru-buru lari menghindar, begitu matanya melihat utusan Allah itu hendak menghampirinya. Kenapa?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pertanyaan itu pula yang barangkali terbesit di benak Nabi. Tapi akhirnya dalam beberapa saat Abu Hurairah menemui beliau.

“Di mana kau tadi Abu Hurairah?” Tanya Nabi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tadi aku dalam kondisi junub hingga membuatku tak enak duduk-duduk bersamamu,” jawab Abu Hurairah. Rupanya sahabat Nabi yang satu ini buru-buru kabur untuk menunaikan mandi jinabat, menghilangkan hadats besar yang ditanggungnya.

Rasulullah segera membalas, “Subhanallah, sesungguhnya orang mukmin (dalam riwayat lain memakai redaksi ‘muslim’) tidak najis.”

Demikianlah adab Abu Hurairah kepada Rasulullah sebagaimana diceritakan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Sikap Abu Hurairah ini mencerminkan akhlak dan niat penghormatan yang luar biasa. Ia tak hanya ingin tampil bersih tapi juga suci saat di hadapan Nabi. Padahal, kategori suci atau bebas dari hadats adalah hal yang tak tampak secara kasat mata.

Namun ada yang kurang dari niat baik Abu Hurairah ini. Dengan pernyataan “Orang mukmin tidak najis”, Rasulullah secara tersirat mengingatkan Abu Hurairah bahwa mandi jinabat boleh ditunda. Berhadats tidak sama dengan menanggung najis. Dan, tak sepatutnya ia mempersulit diri dengan buru-buru menghindar lalu mandi, apalagi Rasulullah yang hendak menemuinya sudah terlihat di depan mata. Hal ini adalah bagian dari penjelasan etika menghormati tamu. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Fragmen, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

KH Chudlori lahir di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah dari pasangan Muhammad Ikhsan dan Mujirah. Ia anak kedua dari sepuluh bersaudara. Muhammad Ikhsan adalah penghulu Tegalrejo pada masa penjajahan Belanda. Ayah Muhammad Ikhsan bernama Abdul Halim, juga penghulu zaman Belandayang sangat dihormati. Abdul Halim menangani urusan agama di Magelang meliputi kecamatan Candimulyo, Martoyudan, Mungkid, dan Tegalrejo.

Pada tahun 1923, seteleh menyelesaikan Hollandsch-Inlandsche School (HIS), lembaga pendidikan setingkat Sekolah Dasar zaman Belanda, Chudlori kecil dikirim ayahnya ke pesantren Payaman yang diasuh KH Siroj. Ia menghabiskan 2 tahun di pesantren tersebut. Kemudian pindah ke pesantren Koripan di bawah asuhan Kiai Abdan. Tapi kemudian pindah lagi ke pesantren Kiai Rahmat di daerah Gragab hingga tahun 1928.

KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

Kehausan akan ilmu agama, ia kemudian nyantri ke Tebuireng yang waktu itu diasuh Hadrotussyekh KH Hasyim Asyari. Di pesantren pendiri NU tersebut, ia mempelajari beragam kitab.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Saat di Tebuireng, ayah Chudlori mengirim uang sebanyak Rp. 750,- per bulan, tetapi ia hanya menghabiskan Rp.150,- dan mengembalikan sisanya. Chudlori hanya makan singkong dan minum air yang digunakan untuk merebus singkong tersebut. Dia melakukan ini dalam rangka riyadlah, amalan yang biasa dilakukan para santri.

Cerita lainnya tentang Chudlori, di kamarnya di Tebuireng, ia membuat kotak belajar khusus dari papan tipis dan menempatkan kotak tersebut diantara loteng dan atap. Kapan saja bila ingin menghafal atau memahami pelajarannya, Chudlori naik dan duduk di atas kotak sehingga bisa berkonsentrasi dengan baik. Kotak ini sempit, tidak nyaman dan berbahaya untuk duduk. Jadi dengan kedisiplinan dia dapat belajar setiap hari hingga tengah malam. Kapan saja tertidur sebelum tengah malam, dia menghukum dirinya sendiri dengan berpuasa pada hari berikutnya tanpa makan sahur

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kemudian pada tahun 1933, ia pindah lagi Bendo, Pare, Kediri, menjadi santri Kiai Chozin Muhajir. Di situ ia belajar fiqih dan tasawuf seperti kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali. Empat tahun berikutnya, ia mengaji di pesantren Sedayu, belajar ilmu membaca Al-Qur’an selama 7 bulan. Pada tahun 1937, ia nyantri lagi ke Lasem, Jawa Tengah, yang diasuh KH Mashum dan KH Baidlowi.

Setelah menikahi putri KH Dalhar Watucongol, ia sempat mengajar di pesantren mertuanya tersebut. Namun mengajarkan ilmu agama di kampung halamannya adalah cita-citanya yang menggebu-gebu sehingga ia selalu melakukan mujahadah dan meminta petunjuk Allah Swt untuk niatnya itu.

Setelah mendapat petunjuk dan membicarakan kepada mertuanya, kemudian pada 15 September 1944 KH Chudlori pulang kampung dan mendirikan pesantren di Tegalrejo. Masyarakat desa itu, ketika ia mendirikan pesantren, terbelah menjadi yang pro dan kontra. Kalangan yang pro gembira karena ada anak kampungnya yang menyebarkan ajaran agama. Sebaliknya yang kontra, lebih karena antipati terhadap penyebaran Islam.

Sebagai kiai yang digembleng bertahun-tahun, Chudlori tetap tegar menghadapi kalangan yang kontra. Ia tetap menjalankan misinya mengembangkan syariat Islam.

Awalnya, Chudlori tak memberikan nama khusus pada pesantrennya, namun pada tahun 1947, atas saran teman-teman seperjuangannya, ia menamainya dengan Asrama Perguruan Islam (API). Nama itu merupakan hasil istikharahnya. Dengan nama itu, ia berharap santri-santrinya kelak akan jadi api penerang umat dalam kegelapan.

Pada tahun 1947, ketika Belanda melakukan Agresi Militer, Pesantren API menjadi benteng perjuangan mempertahankan kemerdekaan oleh para gerilyawan. Bahkan Chodlori yang kini sudah bergelar kiai, mengizinkan santrinya untuk turut berjuang. Aktivitas belajar-mengajar dihentikan untuk sementara waktu.

Karena perjuangan itu diketahui Belanda, pesantrennya kemudian dibakar habis. Santri, keluarga, dan Kiai Chudlori sendiri mengungsi dari satu desa ke desa lain. Kemudian di tahun 1949, ia kembali ke desanya dan mebangun kembali pesantren. Prmbangunan kali ini, dibantu warga masyarakat yang telah bersimpati pada perjuangannya. Santri pun bertambah banyak. Pada tahun 1977, ia memiliki sekitar 1500 santri. Di tahun tersebut, pesantren API sedang berkembang pesat, tapi di tahun itu pula Kiai Chudlori dipanggil yang Kuasa. (Abdullah Alawi, dari berbagai sumber)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Anggota MPR RI H Syaikhul? Islam M. Sosio atau yang kerap disapa Gus Syaikhul menggelar rapat dengar pendapat dan bernegara bersama ratusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Gus Syaikhul, pada pertemuan di Gedung Kesehatan Jalan Raya Modong Tulangan Sidoarjo, Kamis (5/3) malam, mengatakan, perlu adanya pemantapan kesadaran berbangsa dan negara kepada masyarakat secara umum dan kepada kader NU, khususnya Gerakan Pemuda Ansor.

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan

Kegiatan ini, kata kata anggota Komisi VII yang membidangi energi, sumber daya mineral, ristek dan dikti, bertujuan untuk menegaskan komitmen NU dan Gerakan Pemuda Ansor sebagai badan otonom NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Komitmen tersebut menurut putra pemangku Pondok Pesantren Bumi Sholawat KH Agoes Ali Mashuri, itu adalah menjalankan Islam Ahlussunah wal-Jama’ah dan kebangsaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masih menurutnya, beberapa dasar berbangsa dan bernegara yang harus diketahui serta diterapkan masyarakat, khususnya warga nahdliyin, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 merupakan konstitusi negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, dan NKRI sebagai bentuk negara.

"Keempat pilar kebangsaan itu harus ditancapkan dan direalisasikan oleh setiap masyarakat Indonesia pada umumnya serta khususnya kepada kader Nahdliyin," jelasnya.

Acara yang diikuti sekitar 150 peserta dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo berjalan lancar dan khidmat. Meskipun cuaca saat itu sedang hujan, namun tidak menyurutkan semangat para kader NU tersebut. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Pesantren, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock