Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Januari 2018

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Tasikmalaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya berhasil membubarkan Konferensi Islam dan Peradaban Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Asia Plaza, Ahad (1/5) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Pembubaran ini didukung dan bahkan dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Tasikmalaya ini hanya berselang 30 menit setelah aksi dimulai.

Ditemui sebelum membubarkan konferensi HTI, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Moch. An’an Nazily mengatakan, aksi yang ketiga kalinya ini masih dengan tuntutan yang sama, yaitu membubarkan acara HTI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Alasan yang kedua, terang pria yang akrab dipanggil Aa ini, untuk memberikan bukti kepada kepolisian, bahwa acara HTI tersebut bukan peringantan Isra’ Mi’raj.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kemarin, Manager Operasional Graha Asia (Hotel di Asia Plaza, red) dan Kabag Ops Polres Kota Tasikmalaya mengatakan, bahwa yang datang memberitahukan acara HTI itu dari MUI Kota Tasikmalaya, kata mereka, acara yang akan dilaksanakannya adalah Isra’ Mi’raj. Padahal jelas-jelas mereka menggelar konferensi sebagaimana bukti yang kita bawa ini. Ini bentuk kebohongan publik. Bukti ini akan kita serahkan kepada Kapolres,” paparnya.

Di tempat yang sama, setelah menerima bukti undangan Konferensi Islam dan Peradaban dan spanduk acara HTI, Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh Pagar Nusa. Bahkan dia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan pusat HTI.

“Saya mengapresiasi apa yang rekan-rekan lakukan. Dan ini menjadi bahan buat kami, kami akan teruskan sampai ke tingkat pusat HTI tersebut, bahwa informasi dari rekan kami, dari teman-teman Pagar Nusa, teman-teman NU, bahwa anda melaksanakan kegiatan yang demikian-demikian,” paparnya.

Bahkan dia menegaskan, bahwa dirinya NKRI sejati. Pernyataannya itu, aku Noffan, telah disampaikan langsung kepada pengurus HTI. “Saya cinta damai, saya NKRI asli, saya Pancasila dan saya sampaikan kepada yang bersangkutan, ini perlu dicatat rekan-rekan, pada saat saya diwawancarai mereka, saya adalah NKRI sejati. Saya minta anda juga pun demikian, mendukung Pancasila sebagai ideologi negara dan Undang-undang Dasar negara RI, itu acuan kita dan yang tertinggi adalah Alquran. Videonya masih ada, saya tidak berbohong,” jelas Noffan.

Setelah melakukan dialog, AKBP Noffan Widyayoko langsung memerintahkan anggotanya yang berada di lokasi acara untuk membubarkan acara. Konferensi yang sedianya dilaksanakan sampai pukul 14.00, akhirnya ditutup tepat pukul 11.30. Bahkan, Kapolres menunggu sampai seluruh peserta konferensi HTI keluar dari Asia Plaza.

Seperti diwartakan, Pagar Nusa menegaskan, konferensi tersebut mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). HTI ingin mengubah dasar negara, dan tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 yang telah dirumuskan dan disetujui oleh para ulama pendiri bangsa. Konferensi itu juga sengaja digelar bertepatan dengan hari lahir Pancasila. (Asep Sufian Sya’roni/Anam)

Gambar: Ketua Pagar Nusa Kab. Tasikmalaya dan Kapolres Kota Tasikmalaya akan menyaksikan para peserta konferensi keluar dari Asia Plaza

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 24 Januari 2018

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka memperingati hari Ibu dan Maulid Nabi Muhammad SAW PC Fatayat NU kabupaten Kudus menggelar Lomba Anak-anak; Fashion Show dan Baby Dancing di SMP NU Al-Ma’ruf Kudus, Ahad (28/12) serta Seminar dan pemeriksaan kanker serviks, di Ranting Karang Bener kecamatan Bae, Rabu (31/12).

Karyati Inayah, Ketua Fatayat NU Cabang Kudus menjelaskan kegiatan dilaksanakan untuk memperingati hari Ibu dan maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar

Ibu dan anak bagi Karyati perlu direkatkan. Sehingga, kegiatan tidak lepas dari keduanya. “Anak-anak sejak dini harus ditanamkan kecintaannya kepada Nabi Muhammad,” terangnya saat dihubungi via telepon.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ditambahkan perempuan asal desa Karang Malang kecamatan Gebog kabupaten Kudus itu menyintai Nabi bisa dilakukan dengan banyak hal. Diantaranya dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan Fatayat. “Apalagi kegiatan digelar bersamaan dengan libur sekolah,” tambah Karyati kepada Rohis Tegal - Rohani Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan kegiatan itu anak-anak lanjutnya akan tumbuh keberanian, kreativitas dan pembentukan karakter sejak dini.

Disamping lomba untuk anak-anak PAUD dan RA pihak Fatayat masa khidmah 2012-2017 sudah melaksanakan 3 kali seminar dan pemeriksaan kanker serviks bekerjasama dengan Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI).

Kegiatan seminar merupakan program bidang kesehatan Fatayat NU Kudus. Melalui kegiatan aktivis Fatayat akan mendapat sosialisasi dan pengarahan. “Harapannya kader Fatayat sejak dini mencegah terjadinya penyakit kanker serviks. Sehingga ibu-ibu muda sehat secara lahiriyahnya,” harapnya. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Masuki Tahun Ke-3, Peringatan Hari Santri di Pacitan akan Digelar Lebih Meriah

Pacitan, Rohis Tegal - Rohani Islam - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober yang tahun ini memasuki tahun ke-3 sepertinya akan digelar lebih meriah lagi. Di Pacitan, sejumlah kegiatan tengah dipersiapkan, yaitu Kirab Resolusi Jihad, lomba-lomba, upacara hari santri, hingga pameran kreatifitas santri.

Peringatan Hari Santri yang tahun  ini mengangkat tema Santri Mandiri, NKRI Hebat diharapkan dapat lebih menggelorakan kebesaran nama santri di tengah masyarakat. Peringatan HSN harus diperingati dengan gegap gempita.

Masuki Tahun Ke-3, Peringatan Hari Santri di Pacitan akan Digelar Lebih Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuki Tahun Ke-3, Peringatan Hari Santri di Pacitan akan Digelar Lebih Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuki Tahun Ke-3, Peringatan Hari Santri di Pacitan akan Digelar Lebih Meriah

"Karena 22 Oktober adalah hari raya kita. Hari rayanya para santri. Maka harus kita peringati lebih meriah lagi," tutur Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi dalam rapat persiapan menyambut HSN yang digelar di Pesantren Al-Fattah Kikil, Pacitan, Ahad (24/9) pagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Santri, menurutnya, memiliki arti yang sangat luas. Setiap orang yang ikut mengurusi Nahdlatul Ulama, itu disebut Santri. "Santri itu ya tidak hanya yang mondok di pesantren saja, lebih spesifik lagi santri itu yang ikut ngopini (mengurusi) Nahdlatul Ulama, ya itulah santri," ungkap pengasuh pesantren Tremas Itu.

Terkait kegiatan, Ketua Hari Santri Pacitan Gus Muadz Harits Dimyathi menyatakan konsep kegiatan HSN sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kegiatan tahun lalu." Tapi tahun ini, peringatan hari Santri akan kita gelar semeriah mungkin dengan melibatkan seluruh santri, pesantren, dan warga NU," ungkapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakannya, bila tahun lalu seluruh kegiatan hanya dipusatkan di satu tempat, alun-alun Pacitan. Tetapi untuk tahun ini gaung kegiatan Hari Santri akan semakin besar dengan digelarnya beberapa kegiatan di setiap kecamatan.

"Untuk tahun ini ada penambahan kegiatan, sebagai gong dari kegiatan hari santri di Pacitan. Nanti ada juga lomba-lomba yang diikuti oleh seluruh santri madin se-Pacitan, pagelaran seni Wayang Beber, dan diskusi Budaya," jelasnya.

Sementara itu, pengasuh Pesantren Al-Fattah Kikil KH Burhanudin HB mengaku bangga melihat semangat para santri yang akan mengayahi beberapa kegiatan ini. "Saya senang melihat yang muda sudah mulai peduli terhadap apa yang sudah ada di pesantren masing-masing," tuturnya.

Kiai Burhan berpesan, agar pondok selalu mengikuti dan berpacu dengan perubahan zaman. "Pondok pesantren jangan sampai ketinggalan sepur (kereta). Sebab saat ini pondok sudah jadi pilihan, bukan lagi alternatif," katanya.

Sejumlah kegiatan hari Santri Nasional di Pacitan rencananya akan dihelat mulai tanggal 19 Oktober. Panitia pun mulai melakukan sosialisasi kegiatan kepada Pondok pesantren, madrasah diniyah, dan warga NU Pacitan. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 20 Januari 2018

Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Peresmian Rumah Pergerakan Griya Gus Dur yang beralamat di Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 8 Pegangsaan, Jakarta Pusat berlangsung ramai dan santai. Teman sejawat, tokoh lintas iman, serta ratusan pengagum KH Abdurrahman Wahid memadati pelataran rumah sejak Ahad pagi (24/1). Selain peresmian rumah dan penampilan seni, juga ada penganugerahan Gus Dur Award 2016, untuk pertama kalinya.

Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana

Putri Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan, dari keluarga telah memusyawarahkan dan memutuskan memeberikan Gus Dur award ke tiga tokoh atas sikap keselarasannya dengan pemikiran Gus Dur. "Ada tiga kategori yang kesemuanya itu sifat dasar Gus Dur, agama, sosial budaya, dan pemerintah," katanya.

Yang pertama, kata Yenny, kategorinya adalah tokoh agama. Kriteria tokoh yang mendapat penghargaan tersebut adalah orang yang selama ini konsisten mengampanyekan toleransi. Tak sekadar tokoh agama yang menyampaikan saja, tetapi juga mempraktikan kerendahan hati dan memikirkan umat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dari kriteria itu, pantaslah diberikan kepada KH Musthofa Bisri atau yang akrab kita panggil Gus Mus. Beliau bahkan pernah menolak jabatan tertinggi dalam Nahdlatul Ulama pada muktamar kemarin (Jombang). Buat kami itu adalah sikap yang luar biasa," kata Yenny.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kategori sosial budaya, tambah Yenny, diberikan kepada seniman yang berhasil menumbuhkan kebudayaan? rakyat. Dia mampu menyatukan seniman 5 gunung. Di tiap tahunnya berhasil menyelenggarakan festival kebudayaan yang ditonton tidak hanya orang dalam negeri tetapi juga luar negeri. "Orang itu adalah Sutanto, atau lebih dikenal Tanto Mendut," tambahnya.

Lebih lanjut, tokoh terakhir yang mendapatkan penghargaan adalah pemangku jabatan politik. Yaitu pejabat yang mengusung pemerintahan bersih, punya ketegasan dalam menegakkan peraturan, punya keberanian, serta taat konstitusi bukan konstituen. Gus Dur Award kategori ini diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Semoga tokoh-tokoh ini mampu meneruskan perjuangan Gus Dur" pungkas Yenny.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Luhut Binsar Panjaitan serta tokoh dan sahabat Gus Dur lainnya, seperti Bondan Gunawan, Frans Magnis Suseno, dan Jaya Suprana. (Faridur Rohman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, RMI NU, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Perenungan di Akhir Ramadhan

Oleh A Mustofa Bisri

Hari-hari Ramadhan telah kita lalui dengan berbagai kegiatan dan aktivitas yang galibnya lain dari hari-hari lain di bulan-bulan lain. Mulai dini hari, kaum muslimin biasanya bersama-sama keluarga melakukan ‘ritual’ santap sahur ; sore ngabuburit, ‘membunuh waktu’ menunggu saat berbuka; lalu ‘ritual’ santap buka; kemudian beramai-ramai melaksanakan shalat Taraweh dan Tadarusan; sampai acara-acara seremonial buka bersama, tarling (taraweh keliling), dan ceramah-ceramah keagamaan.

Perenungan di Akhir Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perenungan di Akhir Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perenungan di Akhir Ramadhan

Kegiatan-kegiatan lain biasanya juga diupayakan dapat bernuansa ibadah, setidaknya dilabeli dengan label yang mengesankan keislaman, seperti Roadshow Safari Ramadhan; Gelar Ta’jil; Konser Seni dan Dakwah, Takbir Akbar, dlsb.

?

Yang mungkin agak tidak populer adalah kegiatan Ramadhan model zaman kanjeng Nabi Muhammad SAW: i’tikaf. Berdiam diri tafakur di rumah Tuhan. Bahkan agaknya memang ‘berdiam diri’ itu sendiri sudah merupakan sesuatu yang mewah di zaman gaduh dan sibuk sekarang ini. Berdiam diri melakukan kontemplasi mungkin malah dianggap bukan kegiatan sama sekali.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Padahal bulan suci Ramadhan merupakan satu-satunya saat paling kondusif untuk melakukan perenungan. Bulan yang citra, gaya, dan nuansanya sama sekali beda dari sebelas bulan yang lain. Kalau bulan-bulan lain lebih terasa duniawi, maka bulan yang satu ini terasa benar ‘ukhrawi’nya, keakhiratannya. Bahkan pengusaha-pengusaha pun dalam mencari keuntungan duniawi menemukan celah dalam kegiatan peribadatan bulan ini.

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Boleh jadi karena minimnya perenungan, kita sering terkecoh oleh diri kita sendiri. Kita sering keliru dalam merasa, salah dalam anggapan, hanya karena kegiatan-kegiatan rutin yang tidak sempat kita renungkan. Sikap atau kegiatan yang sudah berlangsung lama, karena tidak pernah sempat kita renungkan, umumnya kita anggap sudah benar dan karenanya kila langsungkan terus. Padahal bila kita mau menyempatkan diri merenung, akan terbukti kekeliruannya. Kita ambil contoh kecil: kegemaran kita bermain pengeras suara di mesjid-mesjid dan mushalla-mushalla. Tidak hanya adzan yang kita lantunkan; tapi segala macam hal yang kita anggap syiar dan Islami, kita kumandangakan ke seantero penjuru. Agaknya kita jarang merenungkan: apakah hal seperti ini wajib, sunnah, mubah, makruh, atau haram? Karena sudah berlangsung lama dan MUI tidak pernah berfatwa makruh atau haram, maka kita pun tidak perlu bersusah payah merenungkannya. Kita merasa sudah benar. Karena sudah berlangsung lama dan tidak ada yang protes, kita pun tidak merasa perlu merenungkan apakah suara-suara itu mengganggu orang atau tidak? Apakah mereka yang tidak protes, meski terganggu itu, karena rela atau takut ?

?

Imbauan untuk menghormati Ramadhan bahkan sering disertai amar penutupan warung-warung, misalnya lagi, karena sudah berlangsung setiap Ramadhan, maka kita menganggapnya wajar. Padahal dengan sedikit perenungan, kita akan segera tahu kejanggalannya. Contoh-contoh lain masih banyak tentang keliru merasa dan salah anggapan akibat tiadanya perenungan ini.

?

Salah merasa dan beranggapan ini bisa berakibat fatal bila Allah tidak merahmati kita dengan mengilhamkan perlunya perenungan. Kita bisa merasa berbuat ibadah, padahal bukan. Kita merasa beramar-makruf nahi-munkar, padahal sedang berbuat anarki. Sebaliknya kita bisa menganggap sesuatu perbuatan sebagai amal duniawi semata, padahal sangat ukhrawi.

Wakil –wakil rakyat yang ngotot membangun gedung kantornya sedemikian megah dengan biaya dari rakyat sedemikian besar, pastilah tidak sempat merenung tentang, misalnya, memadaikah kegunaan gedung dan relevansinya dengan tugas-tugas mereka serta besarnya biaya? Apalagi berpikir tentang betapa tersakitinya rakyat yang mereka wakili yang selama ini belum pernah merasakan nasibnya membaik karena mereka perjuangkan.

?

Kelompok yang dengan angkuh merasa paling benar dan paling mulia sendiri di sisi Allah hanya karena berpakaian mirip Rasulullah SAW dan imamnya fasih melafalkan satu-dua ayat, pastilah mereka tidak sempat sedikit merenung, misalnya bahwa Rasulullah SAW yang pakaiannya mereka tiru itu wajahnya senantiasa tersenyum dan sama sekali tidak sangar seperti mereka. Bahwa pribadi Rasulullah SAW yang agamanya hendak mereka bela , adalah pribadi agung yang sangat santun; beradab baik di hadapan Allah maupun di hadapan hamba-hambaNya. Pribadi yang tridak pernah melaknat dan menyakiti sesama. Bahkan beliau bersabda dalam hadis shahih: “Al-muslimu man salimal muslimuun min lisaanihi wayadihi.“ Muslim sejati ialah orang yang selalu menjaga agar lisan dan tangannya tidak melukai sesamanya.

?

Nah, apabila i’tikaf dan tafakkur kita kemarin-kemarin terasa kurang, kita masih punya waktu setidaknya untuk merenungkan Ramadhan kita,dan puasa kita bagi kepentingan memulai kehidupan –terutama kehidupan keberagamaan kita--yang baru, yang lebih islami, yang lebih samawi, yang lebih manusiawi, yang lebih beradab.

?

Akhirnya, saya sampaikan Selamat Hari Raya Fitri 1431. Kullu ‘aamin wa Antum bikhair. Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan dan kekhilafan saya.

Penulis kini adalah Mustasyar PBNU. Tulisan ini pernah diunggah KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) di akun Facebook pribadinya pada 9 September 2010



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 10 Januari 2018

Etika Islam Memanfaatkan Sumberdaya Alam

Oleh? Islah Gusmian

Pada tanggal 3 Maret lalu, penulis diundang Sekolah Tinggi Agama Islam Khozinatul Ulum, Blora untuk bicara terkait etika Islam dalam pemanfaatan sumber daya alam di tengah arus industrialisasi. Diskusi ini menarik bukan hanya dari sisi temanya, tetapi juga penyelenggara dan lokasinya, yaitu STAI yang berbasis pesantren dan Blora sebagai wilayah dengan sumber daya alam melimpah.



Etika Islam Memanfaatkan Sumberdaya Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Etika Islam Memanfaatkan Sumberdaya Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Etika Islam Memanfaatkan Sumberdaya Alam

Berbicara pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup tidak bisa lepas dari kisah Revolusi Industri, sebuah era peralihan mendasar dan revolusioner atas pekerjaan-pekerjaan berbasis tradisional ke teknologi mesin. Perekonomian “agrikultural” digeser ke “industrial”; “peradaban batu” (stone age) bergeser menuju “era industri”. Transformasi secara besar-besaran ini terjadi sejak abad ke-18, tepatnya tahun 1785, di Inggris kemudian meluas di berbagai negara Eropa dan belahan dunia.



Beragam teknologi ditemukan pada mulanya untuk memudahkan dan mensejahterakan umat manusia. Tetapi dalam perkembangannya, gaya hidup manusia beralih menjadi konsumtif, menumpuk dan memupuk hasrat yang berlebih. Terjadilah “revolusi konsumsi”. Sumber daya alam dan lingkungan dikelola bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, lebih dari itu untuk memuaskan segala hasrat dan keinginan mereka.




Rohis Tegal - Rohani Islam

Berbagai bencana akibat eksploitasi alam mulai akrab dalam kehidupan. Pencemaran udara oleh carbon dioksida akibat industrialisasi yang massif menjadikan bumi semakin panas. Kutub utara dan selatan mencair mengakibatkan permukaan air laut naik. Hujan asam yang merusak hutan dan danau-danau. Kawasan Hutan menciut karena dirusak untuk lahan industri dan pemukiman. Kisah inilah yang oleh Arnold Toynbee disebut sebagai awal terjadinya “degradasi lingkungan” dan terjadilah apa yang diistilahkan Seyyed Hossen Nasr sebagai “nestapa manusia modern”.

?

Postulat-postulat Islam

Lantas bagaimana Islam memberikan kerangka etis terkait masalah pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan?

Rohis Tegal - Rohani Islam



Pertama, mengembangkan kesadaran ekoteologis, yakni memahami Tuhan, sekaligus memahami manusia dan alam. Berbicara tentang pemanfaatan alam dan lingkungan hidup, selaiknya dikaitkan dengan bagaimana cara pandang kita dalam memahami Tuhan, manusia, dan alam serta hubungan antara ketiganya. Fazlur Rahman telah mengulas tiga topik ini dalam
? Mayor Themes of the Qur’an. Hanya saja ia belum sampai mengaitkan kajian teologi dengan isu pemanfaatan lingkungan hidup.



Teologi adalah ilmu tentang Tuhan dengan segala hal yang melingkupinya. Dalam sejarah, kajian ini lebih bersifat “teosentris”. Padahal, bertauhid manfaat sejatinya adalah untuk? manusia, bukan untuk Tuhan. Munculnya istilah ekoteologi adalah sebagai bentuk kesadaran dan pemahaman baru bahwa keimanan manusia kepada Tuhan selaiknya dihubungkan dengan makhluk hidup dan lingkungan. Kita tahu bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan.




Al-Qur’an memberikan informasi secara tegas bahwa ruh kehidupan manusia ini berasal dari ruh Allah. Setidaknya bisa dilihat dalam dua tempat; QS. Al-Hijr [15]: 29 dan Al-Anbiya? [21]: 91. Pernyataan ini secara simbolik memberikan isyarat bahwa citra Allah semestinya terpancar pada setiap diri manusia. Hal ini merupakan fitrah keterciptaan manusia.? Dalam artikel
? the Concept of Human Perfection, William Chittick menyakini pandangan yang demikian itu. Singkatnya, dari ayat tersebut manusia selayaknya mewujudkan kebenaran dan kebaikan dalam kehidupan dunia yang semuanya itu bersumber dari Allah. Konsepsi semacam ini dipertegas kembali oleh Nabi Muhammad Saw, bahwa kesempurnaan iman seseorang ditentukan oleh kemampuannya memberikan kebaikan dan kemaslahatan kepada orang lain. Dengan demikian, iman yang baik adalah iman yang dibuktikan secara historis dan sosiologis, sehingga secara nyata bisa dirasakan oleh umat manusia dan alam.?



Dengan pemahaman yang demikian, bertauhid juga harus dibuktikan dengan sikap baik bukan hanya kepada Tuhan dan manusia, tetapi juga alam semesta. Selain
? habl min-Allah? dan? habl min-‘l-nas? penting dikembangkan ke arah? habl min-‘l-âlam wa ‘l-bî’ah.? Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang bicara tentang alam dan lingkungan. Bahkan ada sejumlah surat yang dinamai dengan nama hewan, seperti Al-Baqarah (sapi), Al-Anfâl (binatang ternak), Al-Nahl (lebah), Al-Naml (semut), dan nama semesta seperti Al-Ra’du (halilintar), Al-Nûr (cahaya), Al-Qamar (bulan), Al-Syams (matahari), Al-Lail (malam), Al-Najm (bintang). Ayat-ayat yang bicara tentang alam, manusia, dan ekosistem dalam Al-Qur’an lebih sering dikaitkan dengan iman dan berzikir kepada Allah. Misalnya, QS. Al-Dâriyât [51]: 49, Yâsîn [36]: 36, 80. Dan segalanya ditegaskan oleh Al-Qur’an akan bermuara kepada-Nya (QS. Al-An’am [6]: 38). Dalam ayat ini dikisahkan binatang-binatang dan burung yang ada di bumi semuanya akan dihimpun menuju kepada Allah.



Dalam kerangka ekoteologis harus dibangun berpikir teleologis. Al-Qur’an sendiri mengajarkan kepada kita bahwa kosmos semesta ini diciptakan Tuhan “bukan tanpa tujuan” (QS. Al-Jasiyah [45]: 22). Pandangan yang demikian mengajarkan kita untuk melakukan tindakan dan sikap terhadap alam dengan menyelaraskannya pada unsur-unsur dalam tujuan tersebut. Di sinilah sebenarnya, keimanan tersebut juga dipahami dalam kerangka menyelaraskan hidup dengan sunah dan ekosistem alam.




Dengan kesadaran bahwa Allah sebagai pusat rotasi hidup, maka iman harus mensejarah dan historis. Adanya nilai teleologis dalam penciptaan alam menyadarkan umat manusia tentang dua peran pokok yang dibebankan kepada manusia, yaitu sebagai
? khalifatullâh? dan ‘abdullâh.? Khalifatullâh? merupakan tugas sejarah bagi setiap manusia, sedangkan ‘abdullâh? adalah kesadaran spiritualitasnya. Kemurnian iman dan tauhid berada dalam ruang ‘abdullâh,? sedangkan pembuktiannya berada dalam sejarah. Itulah ruang? khalifatullâh.



Kedua, menumbuhkan kesadaran ekosufisme sebagai sumber kerangka etis. Sebagai salah satu khazanah Islam, tasawuf atau sufisme, oleh sebagian orang seringkali dipandang nyiyir: dianggap anti dunia dan karenanya tidak memberikan spirit produktif dalam kehidupan nyata. Istilah ekosufisme di sini dipakai untuk mengaitkan nilai-nilai dalam ajaran tasawuf dengan eksplorasi, pengelolaan, dan pelestarian lingkungan dan alam. Pengkaitan ini penting karena dalam ajaran tasawuf terdapat postulat penting tentang gagasan etik dalam aktivitas pemberdayaan dan pemanfaatan alam dan lingkungan hidup serta mengelola kehidupan manusia.




Dunia tasawuf telah memberikan kerangka nilai etis dalam berbagai konsep yang telah dirumuskan oleh para sufi. Konsep-konsep tersebut berkait erat dengan usaha menjaga keberlangsungan lingkungan dan alam. Konsep
? zikir, faqr, sabr, zuhd, hubb, dan yang lain secara universal menggerakkan manusia agar hidupnya selaras dengan sunah Allah, yaitu ekosistem alam.

?

Kerangka Etis

Berpijak pada dua prinsip utama di atas, maka prinsip etis dalam pemanfaatan dan pemberdayaan lingkungan hidup haruslah mencerminkan hal-hal sebagai berikut.? Pertama, Pemanfaatan lingkungan hidup haruslah mempertimbangkan aspek “kemaslahatan”umat manusia. Dalam? maqâshid al-syar’iyyah? disebutkan bahwa ada lima hal yang harus dilindungi sebagai? al-dlarûriyyat al-khams,? yaitu menjaga agama (hifdz al-dîn), jiwa (hifdz al-nafs), anak keturunan (hifdz al-nasl), kekayaan atau properti (hifdz al-mâl), dan akal (hifdz al-‘aql). Oleh karena itu, pemanfaatan alam dan lingkungan hidup haruslah mempertimbangkan aspek perlindungan dan kemasalatan manusia.



Praktik-praktik pemanfaatan alam dan lingkungan hidup yang secara nyata mengancam keberlangsungan jiwa manusia, secara etis haruslah ditolak. Kaidah ushul fiqih telah memberikan kerangka konseptual:
? dar’ul mafâsid muqaddamun ‘ala al-jalb al-mashâlih.? ‘Izzuddin bin ‘Abdus Salam dalam? Qawâ’id al-Ahkâm fî Mashâlih al-Anâm? menjelaskan pengertian? mafsadat? sebagai rasa sakit serta rasa sedih dan segala faktor penyebabnnya. Adapun? mashlahat? ? adalah kelezatan (al-ladzat) dan kesenangan (al-afrah) dengan berbagai faktor penyebabnya.



Pengertian menjaga diri (hifdz al-nafs) bukan hanya diletakkan pada konteks masa kini, tetapi juga masa yang akan dijalani oleh generasi mendatang. Oleh karena itu, faktor
? mashlahat? dan? mafsadat? tersebut haruslah mempertimbangkan nasib kehidupan generasi mendatang. Islam mempunyai prinsip melarang umat manusia meninggalkan generasi yang lemah (QS. Al-Nisa’ [4]: 9), akibat persoalan-persoalan yang mereka lakukan dalam berinteraksi sesama manusia dan dengan lingkungan serta alam semesta.



Kedua, pemanfaatan lingkungan hidup haruslah mempertimbangkan aspek menjaga dan merawat keberlangsungan serta kemaslahatan alam, tumbuhan, dan binatang. Konsep
? maqâshid al-syar’iyyah? yang selama ini kita kenal memberi kesan bersifat sangat? antroposentris. Di dalamnya, yang menjadi pusat pembicaraan adalah manusia. Alam semesta dan lingkungan hidup tampak diabaikan. Oleh karena itu, selain? habl minallâh? dan? habl minan-nâs,? diperlukan kesadaran? habl minal ‘âlam wa al-bi’ah,? yaitu memahami fungsi dan kondisi air, tanah, udara, hewan, dan tumbuh-tumbuhan serta kaitannya dengan keberlangsungan kehidupan umat manusia.? Terjadinya kerusakan alam dan kerakusan umat manusia salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kesadaran dan pemahaman yang baik tentang alam, tumbuhan, dan binatang serta fungsi-fungsinya.



Al-Qur’an telah memberikan inspirasi penting terkait dengan masalah ini. Misalnya, Al-Qur’an menjelaskan bagaimana air merupakan sesuatu yang vital dalam kehidupan. Al-Qur’an menyebutkan bahwa segala sesuatu yang hidup diciptakan dari air (QS. Al-Anbiya [21]: 30). Kehidupan dengan demikian sangat membutuhkan air (QS. Al-Hajj [22]: 5). Karena perannya yang penting tersebut, air tidak boleh dikuasai dan dimonopoli oleh kalangan tertentu, tetapi digunakan bersama-sama untuk kemaslahatan umat manusia. Nabi Saw telah mengingatkan kita, “Orang Islam berserikat dalam tiga hal: rumput, air, dan api.” Hadis ini mengisyaratkan bahwa air tidak boleh dikuasai oleh koorporasi kapital, tetapi haruslah dikelola oleh negara untuk kesejahteraan rakyat.




Al-Qur’an juga mengajarkan prinsip menjaga dan merawat udara. Misalnya, Al-Qur’an mengaitkan iman dengan kebersihan, fungsi angin sebagai pendorong kapal (QS. Yunus [10]: 22) dan sebagai pendorong hujan (QS. Al-A’raf [7]: 57). Kita tahu sekarang ini udara begitu kotor dan lapisan ozon terkisis oleh polusi yang ditimbulkan dari limbah pabrik.




Alam dan tumbuhan sebenarnya mampu melayani kebutuhan umat manusia, tetapi ia tak mampu melayani semua hasrat dan kerasukannya. Islam mengajarkan hidup? kebersahajaan. Manusia sebenarnya tak perlu rakus dan menjadi konsumerisme dalam menjalani hidup. Dengan kesadaran ini, maka alam dan seluruh isinya selaiknya diposisikan sebagi subjek yang kedudukannya setara dengan kedudukan manusia, karena kerusakan alam pada akhirnya juga akan berakibat buruk bagi keberlangsungan kehidupan umat manusia.




Pemanfaatan sumberdaya alam yang mempertimbangkan aspek kemaslahan umat manusia haruslah didukung dengan kebijakan politik dan hukum oleh pemerintah. Tujuannya adalah menggerakkan kesadaran melalui prinsip perundang-undangan yang mengikat seluruh warga negara.




Kebijakan pemerintah haruslah berorientasi pada kemaslahatan umat dan kemaslahatan kehidupan alam dan lingkungan, bukan sekadar mengejar keuntungan kapital yang bersifat sesaat. Sungguh merusak alam jauh lebih mudah ketimbang merawat dan menjaganya.Pengertian
? mashlahah? dalam kaidah? ? tasharruful imâm ala al-ra’iyah manûtun bil mashlahah,? bukan hanya terkait dengan rakyat (ummah) tetapi juga lingkungan hidup (bi’ah).



Sudah saatnya pesantren dan kampus-kampus Islam memberikan rumusan etis dalam perspektif Islam kepada pemerintah terkait pemanfaatan lingkungan secara konseptual dan sistematis. Sudah saatnya dirumuskan teologi lingkungan, fiqih lingkungan, dan tafsir Al-Qur’an bidang alam dan lingkungan menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di kampus. Pesantren dan kampus selaiknya mengambil peran dalam penyusunan konsep perundang-undangan dengan berbasis pada kaidah ushul fiqih untuk didesakkan kepada negara dalam rangka memberikan jaminan politik dan hukum bagi rakyat dalam pemanfaatan lingkungan hidup.








Penulis adalah? Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Jadwal Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 28 Desember 2017

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak bisa dipungkiri, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah banyak mencetak generasi yang justru mampu merawat tradisi masyarakat lokal. Tak hanya itu, para lulusan lembaga pendidikan Islam klasik tersebut juga telah melahirkan banyak pejuang kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang menginisiasi masyarakat untuk mendirikan madrasah formal sebagai tindak lanjut pendidikan di pesantren.

Masyarakat di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah misalnya. Diadvokasi oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU setempat, masyarakat di desa tersebut berhasil mendirikan madrasah pertama di pesisir pantai utara Kecamatan Losari pada tahun 1975 dengan nama Madrasah Ibtidaiyah Al-Islamiyah Prapag Kidul, Losari. Selama 40 tahun, madrasah ini dipercaya oleh masyarakat di empat desa, yakni Desa Prapag Kidul, Prapag Lor, Karang Dempel, dan Limbangan untuk mengisi pendidikan agama kepada anak-anak di pesisir pantai utara.

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak banyak juga yang mengetahui, bahwa MI Al-Islamiyah Prapag Kidul ini merupakan salah satu madrasah tertua di Kecamatan Losari. Meskipun di Desa Prapag Kidul saat ini terdapat 3 Sekolah Dasar (SD), masyarakat lebih memilih madrasah ini untuk pendidikan anak-anaknya karena sudah dipercaya masyarakat selama puluhan tahun.

“Madrasah ini terus berusaha mengembangkan diri dari berbagai aspek dan keterampilan pendidikan untuk memenuhi aspirasi masyarakat juga, karena MI ini lahir dari masyarakat,” ujar Kepala MI Al-Islamiyah Prapag Kidul Losari, Burhanuddin, SPdI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap tahun, MI Al-Islamiyah Prapag Kidul selalu dipenuhi dengan pendaftar. Sehingga terkadang harus menolak calon siswa baru. Untuk menyikapi persoalan ini, MI Al-Islamiyah terus berusaha mengembangkan sarana dan prasarana berupa penambahan ruang belajar siswa. Perkembangan pesat ini bisa dikatakan dimulai sejak tahun 1995. Terhitung sejak tahun tersebut, MI Al-Islamiyah telah memperluas lahan untuk dibangun ruang kelas baru.

Perkembangan sarana dan prasarana itulah yang bisa dikatakan, bahwa MI Al-Islamiyah lebih maju dibanding 3 sekolah umum setingkatnya di Desa Prapag Kidul. Jadi, jika di SD ruang kelas 1 hanya ada 1 kelas, di MI Al-Islamiyah telah menyediakan 2 kelas. Hingga 2015 sekarang, perkembangan madrasah yang menjadi primadona warga pesisir ini cukup representatif dalam memajukan pendidikan Islam di tengah masyarakat.

Iklim pengajaran berbasis lingkungan

Sarana yang semakin banyak membuat masyarakat juga tak perlu khawatir untuk memasukkan anaknya ke MI Al-Islamiyah Prapag Kidul. Kini, madrasah sedang mengembangkan lingkungan yang ramah anak untuk proses pengembangan pendidikannya. Lingkungan yang memadai menjadi salah satu perhatian utama madrasah untuk mewujudkan iklim pengajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan lingkungan yang memadai, MI Al-Islamiyah memanfaatkan keragaman lingkungan seperti membuat taman dengan berbagai penghijauan. Selain itu, madrasah juga memanfaatkan lingkungan sekitar yang masih asri untuk sarana outdoor learning para siswanya dalam memahami keanekaragaman hayati. Khususnya karakter daerah pesisir pantai dengan khazanah historis yang melingkupinya. Untuk menunjang hal tersebut, madrasah juga menggunakan instrumen tradisi masyarakat lokal dalam rangka pemahaman budaya berbasis lingkungan, seperti sedekah bumi dan sedekah laut.

Sedekah bumi memiliki nilai-nilai luhur yang memberi pesan kepada peserta didik, bahwa bumi yang kaya harus dikelola dengan baik dan benar. Dari bumilah tumbuh berbagai macam tanaman, baik yang masyarakat tanam atau yang tumbuh secara alami di pekarangan atau kebun. Dari tradisi ini, peserta didik juga diajarkan untuk selalu bersyukur atas apa yang dianugerahkan Tuhan dalam bentuk tanaman atau pepohonan yang menghasilkan bahan makanan sehari-hari. Hal tersebut menjadi media belajar siswa, bahwa menanam, menjaga, dan memelihara tumbuhan menjadi kewajiban manusia agar bumi selalu subur.

Demikian pula dengan tradisi sedekah laut, peserta didik juga dikenalkan dengan konsep pelestarian alam berbasis laut. Sehingga turut menjaga keanekaragaman laut untuk kehidupan di masa mendatang. Berangkat dari tradisi sedekah laut juga, para siswa diberikan pelajaran, bahwa mensyukuri anugerah Tuhan atas kekayaan melimpah di laut perlu dijaga, dilestarikan, dan disyukuri. 

Nilai-nilai pendidikan berbasis lingkungan tersebut sejalan dengan ajaran agama, ‘Kerusakan di laut dan di bumi merupakan ulah tangan para manusia.’ Sehingga generasi muda sebagai modal pembangunan perlu diberikan kesadaran sejak dini untuk melesatarikan lingkungan, baik di bumi maupun laut. Hal inilah yang mendorong MI Al-Islamiyah untuk mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan. Apalagi sekarang, di tepi pantai, daratan semakin tergerus oleh laut yang berpotensi menggerus pemukiman sehingga masyarakat sudah harus sadar mengisi pesisir dengan penanaman pepohonan seperti mangrove.

Selain outdoor learning sebagai basis pengajaran, MI Al-Islamiyah juga mengembangkan keterampilan siswa dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Madrasah ini menerapkan sistem ngaji bareng hingga shalat berjamaah sebagai ekstrakurikuler agama. Selain itu, kecerdasan psikomotorik juga dikembangkan oleh MI Al-Islamiyah melalui berbagai kegiatan olahraga, seperti ekstrakurikuler bola voli. Selain itu, medan daerah pesisir juga sangat cocok untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dilakukan oleh gerakan pramuka MI Al-Islamiyah.

Saat ini, MI Al-Islamiyah dikelola oleh Yayasan Al-Islah Prapag Kidul, Losari, Brebes. Madrasah ini juga salah satu madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebab itu, pola pengajaran paham keagamaan mengacu pada prinsip Aswaja NU yang konsisten dengan prinsip dan paham Islam yang ramah dan toleran. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tasyakur hari lahir (harlah) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang digelar di Gedung PBNU lantai 8, Jumat, (24/2) diwarnai dengan pemotong tumpeng.

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi

Seusai acara sambutan dan arahan dari alumni berakhir, Resepsi Hari Lahir ke-63 IPNU dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Asep didampingi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Ubaedillah Sadewa dan Wakil Sekretaris PWNU Yogyakarta Masyhuri memotong tumpeng. Potongan demi potongan tumpeng pun dibagikan kepada rekan-rekan alumni IPNU.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Asep Irfan Mujahid berharap agar IPNU selalu istiqomah dalam menjalankan roda organisasi, merealisasikan amanat yang dimandatkan kepada IPNU sesuai sektor garapannya, yakni pelajar dan santri.

“Mohon doanya dari rekan-rekan senior, para kader, dan seluruh yang hadir di sini, semoga kami selalu diberikan keistiqomahan, kami senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran dalam menunaikan amanat organisasi yang dimandatkan kepada IPNU,” harap Asep.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ada peristiwa menarik pada acara tersebut. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) membawa kue bolu yang di atasnya menyala api lilin angka 63.

Pria asal Ciamis itu terlihat kesusahan mematikan nyala api lilin itu. Ia berulang kali mengembuskan tiupannya. Namun api itu tetap hidup, seperti semangat rekan-rekan IPNU yang masih setia sampai akhir acara, meski sudah mendekati tengah malam. (Syakir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tanggal 21 Oktober 2016 menjadi hari yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, Shalawat Nariyah akan dibacakan secara kolosal mulai dari Sabang sampai Merauke. Pembacaan Shalawat Nariyah tersebut akan serentak dilaksanakan pukul 19.00 Wib.

Saat dikonfimasi, Sekjen HA Helmy Faishal Zaini menjelaskan bahwa PBNU berinisiatif untuk menghelat hajatan besar ini guna ingin mengharap berkah dari pembacaan Shalawat Nariyah. Lebih jauh pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa di tengah kondisi yang silang sengkarut dan ancaman krisis yang di depan mata seperti saat ini, potensi konflik horizontal sangat besar. Oleh karena itu, PBNU berinisiatif untuk menghelat pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah untuk keselamatan bangsa.

“Kondisi yang serba susah seperti saat ini, menurut hemat kami, akan semakin memicu masyarakat untuk bertindak emosional. Ekonomi yang sulit, sangat mungkin memicu masyarakat untuk berbuat tindakan emosial bahkan irasional. Maka dari itu 1 Miliar Sholawat Nariah ini kami maksudkan terutama untuk mengharapkan keberkahan dan semoga bangsa Indonesia bias selamat dari segala macam bentuk ancaman dan pertikaian,” jelas Helmy. (Fariz Alniezar)

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Mauludan di PRJ Berlangsung Semarak

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Penyelenggaraan acara maulid akbar nasional dan doa untuk bangsa yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama bersama Jamiyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah An Nahdliyyah berlangsung semarak. Lebih dari 7000 jamaah menghadiri acara ini.

Sejumlah ibu-ibu jamaah majelis taklim yang membawa anaknya terpaksa lesehan karena tidak kebagian tempat. Namun mereka tampak khusu mengikuti acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.

Mauludan di PRJ Berlangsung Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Mauludan di PRJ Berlangsung Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Mauludan di PRJ Berlangsung Semarak

Acara dimulai dengan pembagian santunan kepada anak yatim piatu, fakir miskin, dhuafa yang dilakukan oleh Direktur Utama PT PLN Ir. Eddie Widiono. Sebanyak 600 paket bantuan menyertai doa untuk bangsa.

Selanjutnya kelompok hadrah Yayasan Cahaya Untaian Mutiara membacakan maulid atau sejarah kehidupan rasul diiringi dengan musik hadrah yang dimainkan dengan rancak.

Budayawan asal Jombang, Emha Ainun Najib bersama kelompok musik Kiai Kanjeng selanjutnya memainkan lagu-lagu Islami. Berbagai tempang mengalun merdu menghibur para jamaah yang datang dari berbagai majelis taklim di Jakarta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selanjutnya, acara diisi dengan beberapa ceramah diantaranya oleh Ketua LDNU KH Nuril Huda, Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj. Acara diakhiri dengan doa oleh Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Saifudin Amsir. Hujan deras berlangsung ditengh-tengah acara, untungnya acara dilaksanakan digedung tertutup sehingga tak mengganggu rangkaian kegiatan.(mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 13 Desember 2017

Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sepuluh Nopember Surabaya menggelar upacara peringatan kemerdekaan RI yang ke 70 di halaman Gedung Majelis Wakil Cabang NU Sukolilo, Senin, (17/8).

Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI

Dalam upacara yang sederhana, mereka mengenakan pakaian ala santri. Para peserta putra mengenakan sarung beserta peci. Sedangkan putri berkerudung.

“Alasannya mengenakan pakaian ala santri adalah untuk menanamkan nilai kesantrian serta mampu meneladani peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan,” ungkap Fajar, pembina upacara, ketika ditanya selepas upacara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Peserta dari upacara ini sebagian besar adalah anggota baru PMII Sepuluh Nopember yang baru saja dilantik Senin dini hari.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Upacara tersebut menarik perhatian pengguna jalan depan Gedung MWC NU Sukolilo ini. Sebagian warga yang melintasi depan gedung memperlambat laju kendaraannya. Bahkan ada juga warga yang mengabadikan momen unik tersebut melalui kamera smartphone. (Ahmad Hanan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Quote, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 Desember 2017

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam

Seorang santri Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Madura, Khoironi El-Zihab lolos dalam Program Kepemimpinan Muda Indonesia-Amerika 2016 atau Indonesia-The United States Youth Leadership Program 2016 (I-US YLP 2016). Siswa MA Tahfidh Annuqayah tersebut melenggang ke program mendunia bersama guru SMA 3 Annuqayah, Moh Khatibul Umam.

"Keduanya akan ke Amerika Serikat sekitar sebulan pada Juli mendatang," terang Muhammad Mushthafa, Rabu malam (3/2/2016).

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016

Jebolan Universitas Utrecht tersebut menambahkan, alumnus Annuqayah Masyithah Mirza, menambah kegembiraan keluarga besar Pesantren Annuqayah yang juga lulus dalam program Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (MEP) 2016. Ia akan ke Australia selama sekitar 2 pekan.

Masyithah merupakan alumnus Pesantren Annuqayah ketiga yang lulus dalam program MEP. Yang pertama adalah Hasan Basri pada tahun 2009, dan yang kedua ialah Bernando J Sujibto pada pada tahun 2011 lalu. (Hairul Anam/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Doa, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 09 Desember 2017

NU dan Muhammadiyah di Sumbawa: Sebuah Harmoni

Oleh Poetra Adi Soerjo

 

NU dan Muhammadiyah di Sumbawa: Sebuah Harmoni (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Muhammadiyah di Sumbawa: Sebuah Harmoni (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Muhammadiyah di Sumbawa: Sebuah Harmoni

Yang membawa NU pertama kali ke Sumbawa adalah seorang anak muda yang lahir dari rahim kandung Muhammadiyah, dan yang membawa Muhammadiyah melejit ke panggung dunia internasional adalah anak muda Sumbawa yang lahir dari rahim kandung NU.

Adalah Abdul Majid seorang pemuda Sumbawa yang masih berusia 15 tahun pada tahun 1934, pulang ke Sumbawa melihat kegiatan yang dikembangkan oleh Badan Tablig sebuah wadah organisasi ulama yang sudah terlebih dahulu eksis di Sumbawa. Kegiatan Badan Tablig ini mendapat sokongan restu dari Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin III dan mengirimkan para mubalignya keliling ke seluruh daerah di Sumbawa.

Abdul Majid sendiri adalah seorang pemuda asal Sumbawa yang kecil dan besar dalam pengasuhan KH Agus Salim seorang tokoh sentral Muhammadiyah di Jakarta. Kepada Badan Tablig, Abdul Majid menjelaskan tentang perkembangan oraganisasi kebangkitan ulama di tingkat nasional yang merupakatan geneologi dari komite Hijaz yang dikirimkan oleh ulama ulama Nusantara untuk memprotes kebijakan Raja Najed di Saudi.

Melihat begitu semangatnya dakwah Badan Tablig, Abdul Majid kemudian memperkenalkan organisasi nasional Nahdhatul Ulama (NU) yang memang secara tradisi ibadah sangat dekat dengan tradisi ibadah orang Sumbawa pada umumnya saat itu. Pembacaan Barzanji, Sarakalan, Yasinan, Gendang Tabuh Ratib Rabana Ode dan Rabana Rea, Ratib Munid yang datang dari Banjar dan lain sebagainya telah mendarah daging dalam amaliah ibadah orang Sumbawa. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sultan Sumbawa sendiri memiliki garis keturunan yang langsung dari kesultanan Banjar di kalimantan Selatan tempat di mana tradisi awal Ratib berkembang. Maka tak butuh waktu dan perdebatan yang lama untuk menjelaskan kitab Qanun Asasi (prinsip dasar) dan juga kitab Itiqad Ahlussunnah wal Jama’ah yang disusun oleh KH Hasyim Asyari sebagai khittah NU. Karena paham aqidah Asyariyah al-Maturidiyah sendiri telah menjadi amaliah hari-hari orang Sumbawa. Hal tersebut dibuktikan dengan hafalan sifat dua puluh karya Imam Abul Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi yang sudah umum dikenal masyarakat Sumbawa dan diajarkan di tempat-tempat mengaji.

Adalah M. Sirajudin Syamsuddin yang pidatonya hingga kini terus menggelegar di seluruh penjuru bumi dan dinanti oleh tokoh-tokoh dunia. Bagi saya pribadi, ada aura wibawa yang sangat kuat dalam pidato M. Sirajudin Syamsuddin yang kita kenal dengan nama Prof. Din Syamsuddin sejak mulai membuka salam. Seriuh apa pun audiens, nada salam pembuka dalam pidato Din selalu membuat dunia berhenti dan menoleh, Din selalu mampu mencuri perhatian audiens sejak salam pembuka, dan terus dengan tutur yang sistematis, konten yang berisi, argumentasi dalil yang kuat disertai irama nada dan retorika pidatonya membuat pendengar terkunci tak beranjak dari kursinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di umur 12 tahun, sebagai peserta termuda dalam lomba pidato tingkat kabupaten di Sumbawa, Din telah menjadi juara dan mengalahkan peserta lain yang bahkan ada yang sudah menjadi mahasiswa. Pidato Din kala itu sekelas dengan pidato Idham Kholid (tokoh NU) dan M. Natsir (Masyumi) yang terkenal sebagai macan panggung. Kemenangan Din sang kader cilik NU dalam lomba pidato tersebut membuat Sumbawa tercengang, dan inilah pemantik awal karir Din hingga menjadi ulama dunia sampai hari ini.

Adalah Khudori HS, Orang Madura yang menjadi Kepala Depag Sumbawa dan sekaligus Ketua Pimpinan Cabang NU Sumbawa yang menempa dan mengolah teknik dan retorika pidato Din. Ayah Din adalah seorang tokoh dan pengurus NU di Sumbawa. Din mulai dari Ibtadiyah hingga Tsanawiyah menimba pendidikan di sekolah NU di Sumbawa hingga menjadi ketua IPNU. Kembali ke masalah pidato, maka terkait gaya bahasa dan olah kata, Din di bawa oleh sang ayah untuk ditempa oleh seorang punggawa penyair dan sastrawan Sumbawa yaitu Dinullah Rayes yang kini juga dikenal sebagai sastrawan nasional. Dinullah Rayes diusianya yang tak lagi muda menikahi adik dari sahabatnya sesasama penyair yaitu KH Zawawi Imron.

Di umur yang masih begitu belia, Din sudah menjadi mubalig cilik yang berkeliling ke berbagai daerah di Sumbawa untuk memberikan ceramah. Din belia telah menjadi kebanggaan tokoh tokoh NU Sumbawa. Oleh seorang tokoh NU Sumbawa bernama Muchtar Anwar kemampuan piadato dan ceramah Din kembali digembleng. Muchtar Anwar menaikkan Din ke atas kuda untuk dijadikan fodium latihan pidato. Dan oleh Muchtar Anwar, Din dibawa keliling ke berbagai daerah di Sumbawa untuk keliling berceramah sebagai mubalig cilik. Bintang ketokohan seorang Din Syamsuddin mulai menyala dan dijadikan sebagai vote getter oleh partai NU Sumbawa untuk berkampanye meraup suara dalam pemilu. 

Ada cerita menarik Din di masa kecil. Alkisah diadakan sebuah rapat rahasia para tokoh tokoh NU di rumah Ayahnya untuk membahas strategi politik Partai NU dalam Pemilu. Hasil rapat diketikkan dalam beberapa lembar kertas. Din kecil yang suka bermain layang layang tanpa dosa mengambil kertas tersebut sebagai bahan untuk membuat layang layang. Dengan riang gembira Din yang paling suka bermain dan mandi di Kali Tiu Baru memainkan layangannya. Betapa kaget sang Ayah karena tak lagi menemukan berkas rapat penting para tokoh NU di rumahnya. Dan diketahuilah bahwa ternyata kertas tersebut tak lagi berbentuk karena sudah dijadikan layangan oleh Din. Al hasil, sebagaimana orang Sumbawa pada umumnya, Din dilebak sang Ayah yang sedang asik bermain layangan di Tiu Baru. Namun Din yang karena prestasinya yang cemerlang sejak kecil tetaplah menjadi kebanggaan tokoh tokoh NU Sumbawa. Din selalu menjadi bintang dalam kampanye kampanye partai NU Sumbawa. Melihat Din yang terlalu muda dilibatkan dalam panggung politik, maka sang paman yang merupakan tokoh Muhammadiyah mengirimkan Din ke Pondok Modern Gontor, hingga Din bertemu Muhammadiyah dan mencapai puncak tertinggi karirnya dalam organisasi Muhammadiyah sebagai Ketua Pimpinan Pusat.

Maka lihatlah bagaimana investasi Muhammadiyah bagi NU Sumbawa dan demikian pula investasi NU bagi Muhammadiyah. Abdul Majid yang lahir dari rahim Muhammadiyah, anak asuh KH Agus Salim membawa NU untuk pertama kali ke Sumbawa, dan Din Syamsuddin yang lahir dari rahim NU membalas budinya dengan membawa nama besar Muhammadiyah semakin besar lagi ke pentas dunia.

Penulis adalah Sekretaris Bidang Akademik Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Pesantren, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

Mengenang Dua Sahabat, PMII UIN Bandung Gelar Tahlilan

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus PMII UIN Sunan Gunung Djati terus berupaya menjaga silaturahmi dengan kadernya baik mereka yang masih hidup maupun sudah berpulang. Di masjid Ikomah, Cibiru, Bandung, Kamis (4/9) malam, mereka mengadakan tahlilan untuk khususnya dua kadernya yang baru saja wafat.

Salah seorang pengurus PMII UIN Bandung Niki Prasetiawan menyebutkan maksud pertemuan ini sebagai refleksi tradisi ke-NUan sekaligus sebuah penghormatan terhadap keluarga besar PMII yang sudah meninggal.

Mengenang Dua Sahabat, PMII UIN Bandung Gelar Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Dua Sahabat, PMII UIN Bandung Gelar Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Dua Sahabat, PMII UIN Bandung Gelar Tahlilan

“Kami sebagai generasi penerus ulama Aswaja ingin mentradisikan kembali di wilayah kampus apa yang sudah mentradisi di kampung-kampung,” ujar alumni pesantren Al-Ittihad, Cianjur di depan puluhan hadirin dalam acara bertajuk “Mengenang 40 Hari Sahabat Kami Tercinta Redi Hadarprawira dan mengenang 215 Hari Hani Solihat”.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Niki menilai peran PMII tidak sebatas gerakan kultural, tetapi bergerak secara dialektik dengan proses kegiatan di PMII misalnya dengan mendialogkan tradisi Aswaja dengan tradisi kemahasiswaan.

“Jadi kami mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja ke dalam kegiatan PMII, bukan hanya dominasi mengetahui secara simbolik tetapi secara paradigmatik,” ujar Niki kepada Rohis Tegal - Rohani Islam seusai pembacaan tahlilan, Yasin, dan Al-Barjanji.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menginginkan PMII UIN Bandung menjadi organisasi berkarakter setelah hampir beberapa dekade ke belakang kehilangan jatidirinya.

Kami hari ini, Niki manambahkan, ingin mencoba membangkitkan kembali jatidiri dengan menciptakan sebuah karakter kami sebagai pelanjut gerakan paham Aswaja NU. (Muhammad Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Aswaja, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 29 November 2017

Banser-PSHT Way Kanan Sinergi Antisipasi Tindak Kriminal

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam

Kepala Kampung Sukadana Kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mengaku senang dengan keberadaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang merupakan badan semi otonom Gerakan Pemuda Ansor di daerahnya sehubungan hadir dan berbuat untuk masyarakat dengan aksi nyata.

"Kami setiap malam melakukan ronda untuk mengantisipasi tindak kriminal tidak diinginkan seperti pencurian atau perampokan sepeda motor. Alhamdulillah, anak-anak muda di sini yang tergabung dalam Banser dan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) bahu-membahu melakukannya," ujar Mulyono, di Blambangan Umpu, Senin (27/6).

Banser-PSHT Way Kanan Sinergi Antisipasi Tindak Kriminal (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser-PSHT Way Kanan Sinergi Antisipasi Tindak Kriminal (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser-PSHT Way Kanan Sinergi Antisipasi Tindak Kriminal

Ia menjelaskan, daerah tersebut berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan ada beberapa daerah yang rawan dengan tindak kejahatan dimaksud.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kalau di tempat kami cukup aman, namun karena di beberapa daerah yang dekat dengan kampung kami cukup rawan, maka kami melakukan antisipasi walau harus rutin mengeluarkan kopi setiap malam," canda Mulyono.

Menurut dia, apa yang dilakukan Banser dan PSHT di daerahnya merupakan upaya nyata organisasi bisa melayani masyarakat. "Alhamdulillah, setiap kegiatan di sini Banser selalu hadir. Ini membanggakan, karena sebagai kepala kampung, kita terbantu dengan Banser yang di sini dimotori oleh Hudi Rahman," kata dia lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berbuat untuk masyarakat kendati kecil, ujar Hudi menambahkan, merupakan suatu keharusan sehubungan berdampak positif bagi organisasi.

"Dan ini sesuai harapan pimpinan cabang, agar kader Gerakan Pemuda Ansor memiliki fungsi untuk masyarakat selain organisasi," ujar Hudi. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 28 November 2017

Maarif NU Kota Bandung Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Pengurus Cabang Maarif Nahdlatul Ulama (PC LP Maarif NU) Kota Bandung mengadakan pelatihan manajeman sekolah berbasis pesantren (MSBP), Sabtu (29/4) di Gedung PWNU Jabar.

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Jawa Barat H Abu Bakar Sidik.

Maarif NU Kota Bandung Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Kota Bandung Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Kota Bandung Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren

Ketua Panitia Rifa Anggyana sangat mengapresiasi terhadap antusias lembaga pendidikan dalam mengikuti pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta, yang merupakan utusan dari yayasan, sekolah, dan madrasah.?

Dalam sambutannya, Ketua PC LP Maarif NU Kota Bandung Saepuloh menjelaskan tujuan diadakannya pelatihan ini tiada lain hanya ingin mengembangkan lembaga pendidikan di bawah asuhan para kiai dan ajengan NU agar lebih maju ke depan dari segi imtak dan juga sainsnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain pemateri, turut hadir dalam pelatihan ini yakni Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Bandung H Acep Nurlaeli. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Kajian, Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 27 November 2017

Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi

Medan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengungkapkan harapannya agar Pra-Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) Zona Sumatera yang akan digelar pada 17-18 Mei di Medan menghasilkan rekomendasi mambantu pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Gatot menyampaikan hal itu kepada Panitia Pelaksana Pra-Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera saat silaturahim di Rumah Dinas Guberur Sumut, Jalan Sudirman No 41, Medan, Jumat (8/5). Rombongan panitia dipimpin Ketua PWNU Sumut Afifuddin Lubis didampingi Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumut Imron Hasibuan dan Ketua Panitia Pra Muktamar Adlin Damanik.

Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi

Gubernur Sumut dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas kepercayaan yang diberikan kepada Medan, untuk menjadi lokasi pelaksanaan Pra-Muktamar, menyongsong perhelatan akbar Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, pada Agustus mendatang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk itu, Gatot berharap pelaksanaan Pra-Mukatamar menghasilkan sebuah rekomendasi untuk mengingatkan kembali pemerintah tentang kedaulatan dan pemerataan ekonomi sesuai tema yang diusung Pra-Muktamar ke-33 ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Bahwa yang saya tahu amanah konsitusi bagaimana membangun ekonomi bangsa ini adalah dengan ekonomi kerakyatan, ekonomi gotong royong. Sebagaimana yang diamanahkan oleh konstitusi dan hari ini diamanahkan oleh Bapak Presiden dengan konsep gotong royongnya," ujar Gubernur Sumut.

Sementara itu Ketua PWNU Sumut Afifuddin Lubis mengatakan, tujuan kedatangan pihaknya adalah selain bersilaturahim juga ingin mengundang Gubernur Sumut untuk memberi sambutan dalam acara tersebut. "Kami mohon Pak Gubernur dapat hadir untuk memberi arahan dan sambutan," ujarnya.

Gubernur Sumut dalam kesempatan itu didampingi Asisten III Zulkarnain dan Kepala Biro Binkessos M Yusuf. Turut hadir pula Wakil Ketua PWNU Sumut M Hatta Siregar, Wakil Bendahara PWNU Baharuddin Berutu, Wakil Rais Syuriah Katimin, Sekretaris Panitia Abrar M Dawud Faza, Katua LDNU Sumut A Sori Monang, Wakil Ketua PWNU Enda Mora Lubis, Bendahara Panitia Pasiruddin Daulay, Wakil Sekretaris PWNU Sumut Khairuddin Hutasuhut, Wakil Sekretaris PWNU Upar Pulungan dan Wakil Keta PWNU Sumut Marahalim Harahap.

Sebelumnya, acara Pra-Muktamar ke-33 NU digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan materi pembahasan seputar konsep “Ahlul Halli wal Aqdi; serta di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mengusung tema tentang Islam Nusantara. Medan kali ini bakal menjadi tuan rumah bagi pembahasan ekonomi kerakyatan. (Suwardi Sinaga/Mahbib)

Foto: Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho foto bersama Panitia Pra Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Ubudiyah, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 26 November 2017

LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama PBNU membantah tudingan yang beredar bahwa lembaga tersebut mendukung dan melakukan kampanye dukungan eksistensi kalangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

“LKNU sama sekali tidak masuk dan atau melibatkan diri dalam agenda-agenda kampanye dan propaganda untuk memperjuangkan pengakuan eksistensi LGBT,” tegas Ketua LKNU PBNU H Hisyam Said Budairy, M.Sc. pada konferensi pers di gedung PBNU, Sabtu (5/3) ditemani Sekretaris LKNU PBNU dr Citra Fitri Agustina, SpKJ.

LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT

Oleh karena itu, lanjut dia, LKNU meminta kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir kerja sama yang dibangun LKNU dengan Global Fund sebagai dukungan eksistensi LGBT. Kerja sama selama ini murni kepentingan kesehatan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hisyam menambahkan, LKNU bersedia bersama mitra meninjau ulang butir kesepatakan program yang bersumber dan hibah Global Fund dengan mengacu pada sikap resmi PBNU.

Seperti diketahui, pada tanggal 22 Februari, PBNU telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait LGBT, salah satunya adalah menolak dengan tegas paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT sebab hal itu dinilai mengingkari fitrah manusia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya, Mantan Sekretaris LKNU PBNU Anggia Ermarini juga menegaskan bahwa selama kepengurusan dirinya, LKNU tidak pernah mendukung atau mempromosikan kaum LGBT.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU tersebut, selama ini NU sangat konsen dengan program-program kemanusiaan. Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang dilakukan LKNU merupakan bagian dari kerja kemanusiaan tersebut.

Nah, kerja kemanusiaan tersebut terkait dengan LGBT yang berisiko tinggi dengan HIV/AIDS. Tujuannya adalah menanggulangi dan mencegah kerusakan yang lebih luas.

“Di sini kami memandang, LGBT merupakan kelompok beresiko tinggi terkait penularan HIV/AIDS. Kerja sama kita terkait penanggulangan penyakit berbahaya tersebut, bukan mendukung dan mempromosikan keberadaan kelompok mereka,” tegas Anggi kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Jumat (4/3) di Jakarta. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Fragmen Rohis Tegal - Rohani Islam

Ikhtiar GP Ansor Kota Bandung Ciptakan Umat Sauyunan

Sukabumi,Rohis Tegal - Rohani Islam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung berikhtiar melakukan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya persatuan runtut raut sauyunan (damai seiring sejalan) dengan memperkuat Islam rahmatan lil alamin. Khtiar tersebut dilakukan melalui Tabligh Akbar mulai Juni hingga Desember.

Menurut Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung Abdul Rozak, tabligh akbar tersebut dilakukan sekali tiap bulan di tempat yang berbeda.

Ikhtiar GP Ansor Kota Bandung Ciptakan Umat Sauyunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar GP Ansor Kota Bandung Ciptakan Umat Sauyunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar GP Ansor Kota Bandung Ciptakan Umat Sauyunan

“Tema besar kegiatan tersebut adalah Islam Rahmatan lil Alamin menuju Keadilan dan Perdamaian Dunia”. Dengan tema tersebut kita akan melakukan proses penyadaran terhadap umat bahwa sejatinya Islam itu adalah rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam). Bukan hanya sebatas rahmatan lil muslimin,” jelasnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (5/6).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ikhtiar tersebut dilakukan karena menurut dia, situasi sekarang banyak umat awam yang mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tak jelas.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Isu tersebut mengatasnamakan agama dan parahnya isu tersebut disinyalir akan menuju ke disintegrasi bangsa, perpecahan sesama warga.

Kita akan menjelaskan kepada umat bahwa menjadi muslim yang baik dan menjadi warga negara yang baik karena agama dan negara (nasionalisme) dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Masyarakat harus tahu jargon NU hubbul wathon minal iman, cinta negara adalah sebgian dari iman.

“Maka mari pelihara negara ini. Jangan sampai diadu domba? oleh kepentingan yang tak jelas yang selalu mengatsnamakan agama.”

Ia menambahkan pada Tabligh Akbar tersebut, GP Ansor akan mengundang penceramah kiai-kiai setempat, dari kader Ansor sendiri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Aswaja, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

Hidupkan Kerajinan Tangan, Kader Ansor Diharapkan Mandiri Secara Ekonomi

Boyolali, Rohis Tegal - Rohani Islam - Implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Indonesia, menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda Indonesia, termasuk di dalamnya para kader GP Ansor. Untuk itu, butuh kesiapan serta pendampingan untuk memaksimalkan segala potensi yang ada.

Hal tersebut disampaikan Ketua Departemen Koperasi dan UKM Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Hafied Nur Siddiqi saat meninjau potensi ekonomi para kader Ansor di daerah Cepogo, Boyolali, Selasa (12/7).

Hidupkan Kerajinan Tangan, Kader Ansor Diharapkan Mandiri Secara Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidupkan Kerajinan Tangan, Kader Ansor Diharapkan Mandiri Secara Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidupkan Kerajinan Tangan, Kader Ansor Diharapkan Mandiri Secara Ekonomi

“GP Ansor harus mampu mandiri secara ekonomi. Apalagi untuk menghadapi pasar bebas. Saya sangat bangga dan turut mendukung adanya koperasi yang bisa mengkoordinir potensi-potensi di tiap daerah," kata Hafied.

Hafid menambahkan, apa yang sudah digagas para kader Ansor Cepogo untuk membangun kemandirian organisasi lewat koperasi dan pengembangan potensi daerah patut menjadi contoh bagi pengurus Ansor di daerah lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Cepogo Athar Fuadi menyatakan pentingnya untuk mengetahui potensi di masing-masing daerah. Sebagai contoh, di daerah Cepogo ada kerajinan tangan dari logam di Tumang, sabun herbal dan peralatan dapur.

“Di kecamatan Cepogo ini banyak sekali potensi produk kerajinan anggota Ansor yang sudah sampai ke kancah internasional. Sangat disayangkan kalau tidak diwadahi. Itu kan juga untuk kemandirian organisasi,” tukas Fuadi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senada dengan hal di atas, Ketua GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad berharap agar semua potensi yang dimiliki para kader Ansor di Boyolali pada khususnya dapat dimaksimalkan.

“Semoga di Boyoalali juga dapat segera membentuk koperasi Ansor atau pun badan ekonomi untuk menunjang kemandirian organisasi,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, Bahtsul Masail, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock