Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2018

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama H. Arifin Junaidi menegaskan pihaknya memiliki madrasah formal sejumlah 48 ribu. Menurut dia, murid dan guru lembaga tersebut menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Sekolah 5 Hari.?

“Jika kebijakan ini dipaksakan, Prgunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) dan Ma’arif akan datang ke Jakarta,” ungkapnya pada konferensi bersama Pengurus Besar PBNU menyikapi kebijakan Sekolah 5 Hari di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6). ?

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti (Sumber Gambar : Nu Online)
Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti (Sumber Gambar : Nu Online)

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti

Karena, menurut laporan yang diterima dari lembaga-lembaga M’arif di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Makassar, Banjarmasin, Maluku, kebijakan tersebut sangat merasahkan.?

“Saya telah berkomunikasi dengan LP Ma’arif di Makassar, di Banjarmasin; terjadi keresahan yang luar biasa kebijakan Mendikbud ini,” katanya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menambahkan, sebelumnya Mendikbud akan membuat kebijakan Full Day School (FDS). Kemudian diubah menjadi kebijakan Sekolah Lima Hari dengan belajar selama 8 jam sehari. Ini adalah kebijakan yang sama saja, beda nama.?

“Mendikbud telah bikin gaduh. Kami meminta Presiden untuk menggantinya,” tegasnya. ?

Arifin menambahkan, di luar 48 ribu madrasah di bawah LP Ma’arif terdapat 70 ribu Madrasah Diniyah Takmiliyah yang waktu belajarnya sore hari. Dengan demikian, kebijakan tersebut akan 7 juta murid Madrasah Diniyah Takmiliyah tersebut. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, IMNU, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Maret 2018

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan santri Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilatih hypno motivation, Sabtu (22/4). Pelatihan ini diberikan untuk menguatkan jiwa dan mental dengan harapan mereka memiliki ketahanan moral dan spiritual di tengah perkembangan arus globalisasi.

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah ini dihadiri Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari didampingi sejumlah pengasuh dan tokoh agama di Kota Kraksaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan jiwa santri yang sesuai dengan nilai-nilai Islami.

“Terkadang kita lupa, bahwa Islam itu memiliki segala-galanya. Akan tetapi karena kita terlena, maka kita lupa segalanya,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Melalui kegiatan hypno motivation ini Hasan Baharun mengharapkan agar santri memilki kekuatan mental dan spiritual, sehingga akan terbentuk karakter santri yang sesuai dengan harapan masyarakat dan tidak goyah dengan perkembangan Iptek dan modernisasi.

Sementara Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari mengatakan santri harus kembali kepada khittahnya. Dalam artian mereka harus selalu ingat pada sang pencipta di tengah-tengah ikhtiarnya. “Nilai-nilai spiritual santri harus terus dibangkitkan dan dioptimalkan dari banyak sisi, agar santri benar-benar sesuai dengan fitrahnya,” katanya.

Sudah saatnya semangat santri dalam belajar dan menimba ilmu perlu ditata ulang. “Apalagi semangat barokah sekarang sudah mulai tergerus oleh kepentingan-kepentingan yang sangat bervariasi. Belajar sambil beribadah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Santri, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 24 Februari 2018

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU Hari Usmayadi mengatakan, Rohis Tegal - Rohani Islam berpotensi menjadi portal berita sangat besar sekali dengan tema keislaman, kerakyatan, dan kebangsaaan. Tema keislaman maksudanya Ahlussunah wal-Jamaah dengan segala konsep dan aplikasinya. Termasuk di dalamnya pesantren, kiai, dan santri, serta NU dan banom serta lembaganya. Sementara kerakyatan, tema mengusung suara hajat hidup orang banyak. Sedangkan kebangsaan, menyangkut keutuhan bangsa dan negara.?

Misalkan, kata dia, jika tiap hari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di tiap kabupaten menyuarakan tema-tema tersebut, bukan tidak mungkin, akan menjadi arus utama di dunia maya. Bahkan bisa menjadi sebuah gerakan sosial di masyarakat.?

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Ia merinci, jika NU memiliki Cabang sekitar 500 di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dan mereka menuliskan tiga tema tersebut tiap hari, maka akan terkumpul sekitar 500 berita. “Ini jumlah sangat besar sekali,” katanya di kantor Redaksi Rohis Tegal - Rohani Islam gedung PBNU, Jakarta Senin (20/2).?

Itu jika hanya PCNU. Sementara NU sendiri memiliki banom dan lembaga yang sampai di kabupaten-kabupaten. Bahkan ada yang sampai di kecamatan dan ranting.?

Banom NU semisal Gerakan Pemuda Ansor, kata dia, katakanlah ada 500 cabang. Ditambah Muslimat ada 500, Fatayat, PMII, IPNU, IPPNU, serta banom-banom, lain. Ada ribuan berita yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam. “Dengan demikian, Rohis Tegal - Rohani Islam akan menjadi kantor berita yang tiada tandingnya dari sisi jumlah. Ia mengalahkan kantor berita mana pun,” lanjutnya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut dia, dari sisi kemampuan, sebetulnya pengurus cabang NU dan banom serta lembaganya adalah orang yang terdidik di daerah masing-masing. Jika mereka mau belajar menulis berita, itu sangat gampang sekali. Dari sisi cara mengirimkannya, hampir setiap pengurus NU sekarang menggunakan android. Berita bisa dikirim langsung melalui email di ponsel. Bahkan bisa lebih simpel lagi jika menggunakan WatshApp.?

NU, lanjutnya, mau tak mau harus masuk di wilayah itu. Kalau tidak, akan ketinggalan. Jangan sampai gagap digital karena akibatnya syiar dakwah NU tidak sampai ke khalayak netizen yang sekarang jumlahnya puluhan juta. “Jika tidak semua PCNU, ya paling tidak separuhnya. Jika tidak separuhnya, ya seperempatnya.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap besar kepada anak-anak muda NU yang bisa menggerakkan hal itu. “Saya ingat apa yang dikatakan Gus Dur dalam satu artikelnya di tahun 90-an. Aktivis PMII, setelah menjadi alumnus, hendaknya membantu NU. Menurut saya, paling tidak, alumnus PMII bisa membantu dalam menggerakan atau menyuarakan suara Nahdliyin, suara rakyat Indonesia di daerah masing-masing,” jelasnya.?

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika semua PCNU dan lembaga dan banom terkoneksi, berjamaah secara ide, dan berjamaah melakukannya, bisa diarahkan ke pengembangan ekonomi, sebagian urusan negara ini bisa selesai. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Quote, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 06 Februari 2018

Fasilitator Asyik Itu Gus Dur

Bandarlampung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Direktur Pusat Pemberdayaan Komunitas (Pusdakota) Universitas Surabaya Cahyo Suryanto menyarankan fasilitator meniru KH Abdurahman Wahid yang cepat menangkap kebutuhan forum. Menurut Cahyo, Gus Dur dalam forum pelatihan lebih memudahkan peserta melalui penyampaian materinya yang khas.

Fasilitator Asyik Itu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Fasilitator Asyik Itu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Fasilitator Asyik Itu Gus Dur

“Saya diminta berbicara apa?” kata Cahyo menceritakan kalimat pembuka yang dilontarkan Gus Dur dalam mengawali sebuah forum nasional.

Cahyo menjelaskan, kehadiran fasilitator itu mestinya membuat sebuah persoalan menjadi mudah. Pada pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan sipil dan demokrasi, Cahyo menyayangkan gaya fasilitator yang mengawali sebuah forum dengan memberondong para hadirin dengan banyak pernyataan dan sekelumit data menjemukan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Narasumber dan fasilitator hebat justru mengawali pertemuan atau apa yang akan difasilitasinya dengan pertanyaan seperti Gus Dur itu, bukan pernyataan apalagi data-data rumit,” kata Cahyo pada pelatihan Civic Education for Future Indonesia Leaders (CEFIL) digelar Yayasan Satu Nama di Griya Inayah, Bandarlampung, Kamis (8/5).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di hadapan para aktivis, pegiat HAM, pekerja sosial, dan praktisi media Lampung yang mengikuti kegiatan itu, ia menekankan pentingnya kalimat pembuka. Sentuhan pertama kali penting. Fasilitator harus bisa memberikan energi pada setiap kata sehingga kata benar-benar bertenaga di telinga pendengar.

"Fasilitator bukan staf ahli, bukan pula pakar yang membuat persoalan menjadi sukar. Fasilitator itu pemudah cara. Karena itu sederhana saja, ikuti Gus Dur. Untuk mengetahui persoalan, ia masuk dengan sebuah pertanyaan, bukan pernyataan," tandas Cahyo. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Kyai, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Duta Besar Irak Abdullah Hasan mengatakan ada perkara yang sangat ditakutkan dalam beragama, yaitu ulama atau orang alim yang tidak melaksanakan ajaran agamanya. Kedua, orang yang menjadi sumber pengetahuan dan ajaran agama tapi tidak memiliki pemahaman agama yang baik.

Demikian disampaikan Hasan saat diminta memberikan sambutan oleh Ketua JATMAN DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam pada pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN DKI Jakarta masa khidmat 2017-2022 di Hotel Balairung, Matraman, Ahad (19/3).

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Sebelumnya Hasan mengungkapkan ada tiga hal yang sangat penting untuk selalu diingat dan dilakukan oleh umat Islam.

“Pertama, bagaimana umat Islam bisa menepati apa yang ada di dalam Al-Quran yang telah diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kedua, harus mencontoh Rasulullah SAW dalam menjalankan Al-Quran melalui apa yang disebut sebagai sunah rasul,” urainya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal berikutnya adalah menghindari perpecahan. Dalam kehidupan di mana banyak terdapat kelompok, masing-masing-masing kelompok berbeda pemikiran, tetapi merasa paling benar sehingga dapat menjadi sumber perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, tasawuf dan tarekat telah sejak lama berkembang di Irak. Itu terbukti dengan banyaknya para tokoh besar di bidang tasawuf, seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Al-Baghdadi, dan Syekh Rifai.

“Para tokoh tersebut merupakan orang-orang besar dalam pelajaran dan pendidian tasawuf dengan pendekatan akidah dan sunah. Bagi mereka, sealim apapun dan sehebat apapun seseorang kalau tidak sesuai dengan Al-Quran, maka harus ditinggalkan,” terang Hasan.

Tampak hadir pada pelantikan ini Duta Besar Iran Valiollah Mohammadi dan Duta Besar Mesir Ahmed Mohammed Eid. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Perdalam Aswaja Lewat Pendirian IPNU dan IPPNU di Madrasah

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga pendidikan formal adalah sarana efektif dalam memperdalam Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja di kalangan pelajar. Keberadaan NU sebagai organisasi sosial keagamaan juga dapat dikenalkan kepada mereka sejak dini.

Sejumlah hal inilah yang ingin diraih dari pendirian Komisariat Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ulama (IPPNU) di lembaga pendidikan Islam Ar-Risalah, Bataal Barat, Ganding, Sumenep. 

Perdalam Aswaja Lewat Pendirian IPNU dan IPPNU di Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdalam Aswaja Lewat Pendirian IPNU dan IPPNU di Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdalam Aswaja Lewat Pendirian IPNU dan IPPNU di Madrasah

Dalam sambutannya, Khoirul Umam menuturkan rasa syukur dan kegembiraannya atas Kepedulian Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Ganding yang mampu mendekatkan beberapa sekolah kepada NU. “Pihak lembaga merasa senang dengan adanya pemuda NU di Kecamatan Ganding yang dengan konsisten terus bekerja untuk mengenalkan NU ke setiap sekolah,” tutur kepala madrasah Ar-Risalah.

Dengan adanya Komisariat IPNU-IPPNU di lembaga Ar-Risalah diharapkan bisa membantu pihak sekolah dalam mendidik dan mengembangkan potensi para siswa terlebih dalam memperdalam pengetahuan tentang NU. “Sehingga akan tumbuh kecintaan dan kepedulian sejak dini bagi anak didik kami,” imbuhnya.

Program madrasah ber-IPNU-IPPNU memang menjadi fokus utama PAC IPNU-IPPNU Ganding dalam agenda kaderisasi tahun ini. Sebagaimana yang dijelaskan oleh M. Khotib saat memberikan sambutan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Alhamdulillah, Ar-Risalah merupakan lembaga kesepuluh yang sudah terbentuk Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU dari beberapa lembaga yang ada di Kecamatan Ganding,” katanya.  Dia juga menceritakan mengalami sejumlah kendala ketika melakukan proses pengenalan, pembentukan hingga pelantikan di lembaga tersebut. Tetapi hal itu tidak lantas membuat pengurus menghentikan langkah untuk terus melakukan perubahan sebagaimana telah menjadi agenda, lanjutnya.

“Sekalipun kita sudah memiliki 10 komisariat, tidak lantas membuat kami merasa puas,” ungkapnya. Sebab hal ini masih belum seberapa dari rencana besar untuk menyempurnakan kaderisasi dari masa sebelumnya. Ke depan, ia akan memaksimalkan perawatan terhadap komisariat yang sudah terbentuk selain juga terus berupaya agar beberapa madrasah yang ada juga dapat terbentuk komisariat. imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, turut hadir pengurus PAC IPNU-IPPNU Ganding dan pengurus harian PC IPNU-IPPNU Sumenep yang diwakili, tim kaderisasi. (Zainullah/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Aji Prasetyo mulanya adalah seorang musisi. Dengan profesinya semacam itu ia kerap menyaksikan para tokoh masyarakat melakukan pencitraan di depan publik. Ia merasa apes karena punya kesempatan melihat keaslian mereka.?

“Aku jadi tahu siapa saja tokoh masyarakat yang hobi nongkrong di hotel mewah, apa merk whisky favorit mereka, bahkan siapa saja yang hobi main perempuan,” katanya ketika ditanya awal mula banting stir dari musisi ke komik. Penjelasan itu ia tuangkan di sebuah website buku yang menjual beberapa karya komiknya. ?

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)
Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Menurut Aji, awal menerjuni profesi sebagai musisi, pemandangan tokoh masyarakat itu, ia nikmati dengan berbagai pemakluman.?

“Tapi setelah perda larangan live music muncul, mendadak aku jadi sangat muak terhadap mereka. Bulan Ramadhan hanya menjadi ajang pencitraan. Bikin perda untuk mengatur moral, razia sana sini, padahal perilaku mereka sendiri ternyata jauh dari standar moral yang mereka terapkan kepada rakyatnya,” tambahnya.?

Akhirnya, ia memutuskan untuk meluapkan kejengkelan lewat coretan komik dan diupload di medso. Lantas lahirlah komik berjudul Ramadhan penuh Hikmah (2007) dan Setan Menggugat (2008). Dua komik pendek itu, yang kini telah diterbitkan dalam kompilasi Hidup Itu Indah (2010), dibuat di bulan Ramadhan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keduanya menjadi monumen awal mula peria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur 1976 itu menerjuni dunia komik untuk mengkritik berbagai hal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pria yang kini menjadi salah seoran pengurus Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU itu melampiaskan kejengkelan melalui komik terhadap perilaku beragama yang merasa benar sendiri dengan mengkafirkan amaliyah warga NU, misalnya.

Komik itu ia beri judul “Apa Sih Maunya NU?” Komik itu ia sebarkan di media sosial. Kemudian tersebar dari grup satu grup lain di Watshapp dan media sosial lain. Komik itu pun ditanggapi komik juga oleh pihak yang merasa tersindir. Juga di media sosial.?

Komik itu dibuka dengan percakapan seseorang berpeci dan berpakaian putih, tapi mimik muka melotot dan menghujat. Ia berkata, “Ada apa dengan Banser NU?! Gereja dijaga, tapi pengajian dibubarkan. Ngaku Islam kok gitu.”

Perkataan itu ditanggap seseorang berbaju Jawa yang bahunya tersampir udeng-udeng hitam. Rambutnya gondrong dan berkacamata. Ia menanggapinya dengan muka santai sambil merokok. “Nah, opini macam begini harus dilurusin.”

Menurut pria gondrong itu, saat ini ada yang mengaku atau disebut ulama oleh pengikutnya, tapi perilakunya gemar mengkafirkan orang lain. Ulama tersebut menyebut tsunami Aceh karena warganya selalu bermaksiat. Tahlilan, ziarah, juga menjadi sasaran dia dengan menyebutnya bid’ah dan sesat. “Jangankan terhadap umat lain, sama sesama Muslim aja suka bikin sakit ati,” katanya.?

Kejengkelan-kejengkelan pria yang tinggal di Malang, Jawa Timur melalui komik itu telah membuahkan ratusan judul. Ia sebar gratis di media sosial.?

“Saya biasa menggratiskan komik-komik saya, sebagai cara saya menyebarkan propaganda perdamaian,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Habib, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam. Meski berusia tidak lagi muda, para ibu Muslimat NU dengan menggunakan fasilitas gadget mampu menggaet pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Lewat program Pilihanku, selama setahun ini Mereka berhasil mengajak ribuan PUS di Kabupaten Brebes untuk memasang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Progresnya bagus banget, para motivator Muslimat NU dalam perkembangannya tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjadi pengantar, penjemput bahkan hingga menunggui sampai selesainya pemasangan alat kontrasepsi,” tutur Ketua Pelaksana Program Pilihanku PP Muslimat NU Hj Kusnia Nasser di sela Refresh Training Motivator KB Muslimat NU di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (9/5).

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Dalam refresh ini, kata Nia, dimaksudkan untuk menggali pengalaman motivator, kendali dan kendali, serta berbagai pengalaman bagus sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan langkah berikutnya.

Nia mengaku bangga dengan capaian yang telah dilakukan oleh para motivator Muslimat NU Brebes. Tidak harus dengan dana yang besar, ternyata ajakan dari para motivator mampu merubah perilaku PUS. Yang tidak peduli jadi peduli, yang acuh jadi semangat.?

“Muslimat bisa menjadi penangkal hoaks tentang KB,” pujinya.

Sebanyak 60 motivator Muslimat NU dalam praktiknya tidak sekadar memberi saran, mengajak atau memotivasi PUS saja tetapi juga aksi turun ke lapangan dengan semangat membara.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kusnia yang juga Ketua 2 Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat mengatakan program ini akan berakhir pada Oktober 2017. Untuk itu kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dipersilahkan untuk memanfaatkan keberadaan motivator KB Muslimat NU untuk mensukseskan program KB.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebab, BKKBN Pusat, lanjutnya, Indonesia membutuhkan 85.000 Penyuluh Lapangan KB. Sedangkan PLKB yang dimiliki pemerintah berkisar antara 15-20 ribu orang penyuluh, sehingga kekurang 65 ribu PLKB. “Kehadiran Motivator di tengah-tengan masyarakat perlu dirawat dan dijaga keberlanjutan kerjanya,” tandasnya.

Selain di Brebes para motivator KB Muslimat NU yang dibekali tablet ini, juga tersebar di Cilacap, Klaten, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.?

Kepala DP3KB Khambali mengaku bangga dengan adanya motivator Muslimat NU, karena bisa membantu PLKB dalam menyukseskan program KB. Terbukti, Muslimat NU selalu menjadi juara 1 dalam perolehan akseptor KB tingkat Provinsi Jawa Tengah.?

Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, 60 motivator direkrut dari anggota PC Muslimat NU yang tersebar di 17 Kecamatan Brebes. Tugas pokok utama hanya mensosialisasikan dan mengajak akseptor untuk ber-KB. Mereka dibekali tablet yang sudah diisi aplikasi tertentu.

Sehingga motivator bisa menggunakannya secara intensive. Selain itu, metode ceramah di pengajian, perkumpulan PKK dan dasa wisma menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu Muslimat untuk melakukan ajakan ber KB. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Jadwal Kajian, Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Ansor Jakbar Siap Cegah Radikalisme

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Virus radikalisme yang menjangkiti sebagian umat Islam di Indonesia menjadi keprihatinan GP Ansor, sehingga GP Ansor konsisten terus melakukan kaderisasi dengan merekrut dan mendidik calon kader baru Ansor.

“Cada terbaik mencegah dan mnegatasi virus radikalisme adalah dengan rutin melakukan kaderisasi Ansor,” urai Ketua PC GP Ansor Jakarta Barat Alfanny, ketika memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Cengkareng, Jakarta Barat yang dilaksanakan Sabtu-Ahad,18-19 November 2017 di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot Jakarta Barat.

Ansor Jakbar Siap Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jakbar Siap Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jakbar Siap Cegah Radikalisme

Alfanny berpendapat materi kaderisasi Ansor yang menanamkan bahwa "Nasionalisme adalah sebagian dari iman" akan sangat efektif mencegah setiap kader Ansor terpengaruh radikalisme.

PKD GP Ansor Cengkareng yang diikuti sekitar 30 peserta tersebut menghadirkan sejumlah instruktur dan narasumber antara lain Dendy Z Finsa (Sekretaris PW GP Ansor), Yusuf Kosim (Pembina PC GP Ansor Jakbar), Abdul Azis, SE (Pembina PC GP Ansor Jakbar), KH Ishom El Saha (Dosen Unusia Jakarta), KH Rusli Siddik dan KH Agus Salim (Ketua MWC NU Cengkareng)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menjelang pelantikan kader baru GP Ansor Cengkareng, Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis, SE mengingatkan agar setiap kader Ansor selalu tabayun terhadap setiap informasi hoaks yang memfitnah dan mendiskreditkan Ansor.

“Ansor tidak pernah membubarkan pengajianm kecuali acara provokatif yang jelas-jelas ingin mengubah dasar Negara Pancasila”, tegas Abdul Azis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sejak kepengurusan baru PC GP Ansor Jakarta Barat yang terpilih April 2016, sudah dilaksanakan 2 kali PKD dan 3 kali DTD (DIklat Terpadu Dasar) yang berhasil mencetak sekitar 250 kader baru Ansor dan Banser di lingkungan GP Ansor Jakarta Barat. (Nahraji Zen/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 14 Desember 2017

Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam



Kondisi radikalisme yang kian deras di Indonesia, menjadi ancaman serius bagi bangsa ini. Keberadaan mereka dinilai akan mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu lah yang menjadi latar belakang Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ullama (LDNU) Jombang menggelar Pelatihan Kader Dai, Ahad (12/11) di uala kantor PCNU.

Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten

Ketua PC LDNU Jombang, Aang Fatihul Islam menjelaskan, pelatihan tersebut menekankan pada upaya pewarisan paham dan ajaran Aswaja, NU, dan Kebangsaan melalui jalur dan strategi dakwah. 

Upaya ini  kata dia, diharapkan dapat menekan ancaman radikalisme terhadap bangsa dan negara ke depan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dan sekaligus menjadi rintisan dan konsolidasi jaringan dai untuk menanamkan substansi ber-Islam dalam kesadaran umat serta membangun kecintaan hidup dan menghidupi lingkungan  di hati mereka," ujarnya. 

Untuk mewujudkan upaya-upaya di atas, pada pelatihan ini, para peserta dibekali setidaknya dengan tiga materi, yakni materi pertama Gambaran Umum Dakwah NU Jombang. Materi ini disampaikan Ketua PC LDNU Jombang sendiri. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Pada materi ini peserta dibekali konsepsi secara umum yang meliputi dakwah bil lisan, dakwah bil hal, dakwah bil qolam/bil kitabah/bit tadwin, dan dakwah bil qudwah kemudian dibawa pada situasi yang ada di Jombang," jelasnya.

Setelah materi pertama usai, segenap peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, kemudian diminta menuliskan permasalahan yang ada di wilayahnya masing-masing. Permasalahan tersebut meliputi empat sasaran dakwah, yaitu pedesaan, perkotaan, instansi, dan komunitas. Setelah itu dipresentasikan tiap kelompok dan ditanggapi oleh kelompok lain. 

 

Materi kedua adalah Peta dan Strategi Dakwah NU Jombang. Materi ini disampaikan Ahmad Samsul Rijal, Katib Suryah PCNU Jombang. Pada materi ini peserta diajak untuk memetakan bagaimana maping wilayah dakwah di Jombang, baik yang berada di pedesaan, perkotaan, instansi, komunitas, maupun geliat persoalan yang merebak di media sosial.

"Tentunya dengan mendesain strategi dakwah yang efektif dan efisien yang mengcover keempat jenis dakwah (dakwah bil lisan, dakwah bil hal, dakwah bil qolam/bil kitabah/bit tadwin, dan dakwah bil qudwah)," tuturnya.

Disamping itu, lanjut Aang, peserta juga dikenalkan bagaimana strategi dakwah yang mampu menjawab maraknya radikalisme di dunia maya yang kian deras tak terbendung. 

Selanjutnya, untuk materi katiga adalah  Strategi Dakwah Aswaja An-Nahdliyah, disampaikan H Abdul Latif Malik, Ketua Rijalul Ansor Jombang. Pada materi ini para peserta diajak untuk menjelajahi cakrawala khazanah Aswaja An-Nahdliyah.

Untuk diketahui, pelatihan ini diikuti 46 peserta yang berasal dari delegasi MWCNU se-Jombang, Lembaga dan Banom NU yang dipilih khusus untuk menjawab tantangan dakwah NU di Jombang. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Khutbah, Internasional, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 09 Desember 2017

Depag Minta Tambahan Rp 46 M untuk Musim Haji 2007

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Departemen Agama (Depag) meminta tambahan anggaran Rp 46 miliar untuk pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan untuk keperluan musim haji tahun ini. Anggaran itu untuk melengkapi total anggaran yang direncanakan sebelumnya yakni Rp 106 Miliar.

"Setelah mendapat laporan dari Depkes, Depkes menyatakan dana itu (Rp 106 Miliar) masih kurang. Kami meminta persetujuan DPR untuk merevisi anggaran sebanyak Rp 46 miliar," pinta Menteri Agama Maftuh Basyuni, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/5).

Depag Minta Tambahan Rp 46 M untuk Musim Haji 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Minta Tambahan Rp 46 M untuk Musim Haji 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Minta Tambahan Rp 46 M untuk Musim Haji 2007

Angka itu, menurut Maftuh, akan dipergunakan untuk perbaikan pelayanan kesehatan, seperti halnya menyewa ambulans dan rujukan ke rumah sakit di embarkasi. Selain itu, juga untuk kegiatan pendukung operasional kesehatan di Tanah Air. "Kami ingin memberikan yang terbaik. Jika masih perlu kami harus meminta lagi," terangnya.

Namun demikian, DPR tidak langsung mengangguk setuju. Anggota DPR Komisi VIII menyorot efektifitas penambahan anggaran itu.

"Anggaran itu kan sudah di Depkes. Itu sudah ada. Kenapa Depag juga ikut minta. Lagian, dari rincian kebutuhan kok nggak ada yang nyambung dengan kesehatan," seloroh pimpinan Komisi VIII DPR Farhan Hamid.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam rancangan revisi itu, Menag menginventarisir kebutuhan di luar pos kesehatan, seperti yang disinyalir Farhan. Antara lain untuk penyusunan rancangan peraturan pemerintah sebagai pelaksana UU Haji, pengelolaan aset Ditjen Haji di pusat dan daerah, serta peningkatan SDM pengelola Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Sementara itu, tim khusus pencari penginapan bagi jamaah haji Indonesia terus bekerja. Hingga Rabu, 16 Mei 2007, tim bentukan Depag itu telah merampungkan 70 persen dari jumlah kebutuhan total 210.000 jamaah haji.

"Sampai tanggal 14 Mei, tim kami bekerja hingga 65 persen atau masih kurang 63.000 jamaah. Ini kami baru dapat laporan hingga hari ini, telah mencapai 70 persen atau kurang 60.000 jamaah lagi," kata Maftuh.

Ribuan pemondokan itu tersebar di berbagai wilayah seperti yang terbanyak di Misfalah (36.572 jamaah) dan Bahutmah. Keduanya berada di Mekah. Pemondokan itu diperlukan bagi jamaah haji Indonesia yang meningkat 5.000 jamaah dari tahun-tahun sebelumnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kami harap tim dari Depag memperhatikan persoalan penginapan. Harus benar-benar yang terbaik, jangan jauh dari Masjidil Haram ataupun tidak memakai lift dan AC," ujar salah satu anggota DPR Zulkarnaen Jabar menanggapi pemaparan Menag. (rif/dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang dihujani ucapan terima kasih dari sejumlah gereja yang ada di Kabupaten Subang pada perayaan puncak hari raya Natal yang diselenggarakan di Bintang Fantasi, Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Kamis (29/12/2016) malam.

Menurut Ketua Panitia, Akay Hermanto, kehadiran dari organisasi kepemudaan Nahdltul Ulama tersebut dalam turut serta mengamankan jalannya ritual keagamaan umat Kristiani patut diapresiasi bersama.

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor

"Tentu dengan segala risiko, apa yang dilakukan teman-teman GP Ansor dalam turut serta pengamanan hari besar ini atas dasar rasa persaudaraan dan cerminan sikap saling toleransi terhadap keyakinan ummat beragama," ujar Akay.

Dikatakan, dalam peringatan hari raya Natal ini dihadiri sedikitnya oleh 12 gereja dari 24 gereja yang ada di Kabupaten Subang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini sudah menjadi kesepakatan dengan pihak Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Kaupaten Subang bahwa perayaan Natal kita pusatkan di Pamanukan," kata Akay seraya mengatakan dalam perayaan Natal tersebut dilakukan pembagian 100 paket sembako kepada fakir miskin.

Hal senada disampaikan Plt. Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Menurutnya, kehadiran GP Ansor dengan menerjunkan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) patut dicontoh oleh segenap lapisan masyarakat yang beragam dan plural ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sebagai sesama anak bangsa, tentu harus sama-sama saling menjaga persatuan dan kesatuan. Justru dengan perbedaan itu mesti dijadikan sebagai alat pemersatu elemen bangsa," katanya.

Kapolres Subang, Ajun Komisaris Besar Polisi, Yudhi Sulistianto Wahid mengapresiasi atas kiprah GP Ansor dalam kerja samanya dengan kepolisian dalam rangka pengamanan hari raya umat beragama.

"Karena keamanan dan ketertiban masyarakat itu bukan tanggungjawab pemerintah saja, melainkan tanggungjawab bersama dimana masyarakat turut di dalamnya," pungkas Kapolres. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 07 Desember 2017

KH Subhan Makmun: Saat Mudik, Waspadai Peredaran Narkoba

Brebes,Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Subhan Makmun mengajak kepada tokoh agama? dan tokoh? masyarakat? untuk mewaspadai mengalirnya peredaran gelap narkoba di desa-desa saat mudik dan pasca-Lebaran. Urusan mudik, jangan sampai memberi kesempatan pada mereka yang mau berbuat jahat.

KH Subhan Makmun: Saat Mudik, Waspadai Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Subhan Makmun: Saat Mudik, Waspadai Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Subhan Makmun: Saat Mudik, Waspadai Peredaran Narkoba

“Mudik, bisa saja dimanfaatkan oleh para pengedar untuk membawa narkoba ke desa-desa,” demikian peringatan KH Subhan saat mengisi mauidlatul hasanah pada buka puasa bersama Pemkab Brebes dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Pendopo Bupati Brebes, Kamis (30/6).

Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes ini menceritakan,? para penjahat penghilang generasi ini selalu memanfaatkan celah kelalaian kita. “Ada saja, celah sekecil apa pun dimanfaatkan para penjahat generasi ini untuk melumatnya,” kata Kiai kharismatik di Brebes ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Narkoba yang merupakan telor emasnya setan, kata kiai, jangan sampai merenggut generasi muda. Dan banteng yang paling kokoh adalah keharmonisan dan perhatian orang tua, termasuk juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaganya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengaku senang dengan bertemunya para ulama dan umara dalam majelis buka puasa bersama. Silaturahim ini mudah-mudahan bisa menambah keberkahan dan membuka pintu rejeki serta memanjangkan umur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Idza mengakui, peran ulama dan tokoh masyarakat sangat besar dalam turut membangun daerah. Terutama dalam pembangunan sumber daya manusia. Terbukti, dengan lebih dari 200 pondok pesanteren yang tumbuh maju di Brebes, menjadikan Brebes aman, damai dan sejahtera.

Lewat pesanteren pula, kata dia, Brebes bisa terkenal tidak hanya bawang merah dan telor asinnya. “Banyak anak-anak dari luar daerah seperti sumatera, Kalimantan, Jawa Barat dan daerah-daerah lain di Indonesia menjadi santri mukim di Brebes,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati membagikan 600 bingkisan lebaran untuk para? tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas). Bingkisan dibagikan sebagai pertanda perekat silaturahmi antara pemerintah, toga dan tomas.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Brebes Narjo SH, Sekda Brebes Emasthoni Ezah SH MH, Forkopimda, Anggota DPRD Brebes, Rais Syuriyah PC NU Brebes KH Aminudin Mashudi, Ketua Tanfidziyah PCNU Brebes KH Athoillah Syatori, Ketua PD Muhammadiyah Brebes Joko Mulyanto, Toga dan tomas se Kabupaten Brebes dan Camat, serta undangan lainnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 05 Desember 2017

Kisah Abu Hurairah Kabur saat Ditemui Rasulullah

Nama Abu Hurairah cukup populer di kalangan umat Islam. Sahabat Rasulullah yang bernama asli Abdurrahman bin Shakhr ini termasuk periwayat hadits terbanyak dibanding sahabat-sahabat lainnya.



(Baca: Tiga Alasan Mengapa Abu Hurairah Terbanyak Meriwayatkan Hadits)


Kisah Abu Hurairah Kabur saat Ditemui Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Abu Hurairah Kabur saat Ditemui Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Abu Hurairah Kabur saat Ditemui Rasulullah

Bagaimana bisa Abu Hurairah meriwayatkan demikian banyak hadits sementara ia hanya bersama Rasulullah kurang dari empat tahun? Selain kegigihan belajar yang luar biasa, salah satu rahasiannya adalah kesediaan Abu Hurairah membuntuti Nabi kemana pun beliau pergi.

Namun demikian, meski terkenal sangat dekat dengan Rasulullah, Abu Hurairah pernah justru buru-buru lari menghindar, begitu matanya melihat utusan Allah itu hendak menghampirinya. Kenapa?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pertanyaan itu pula yang barangkali terbesit di benak Nabi. Tapi akhirnya dalam beberapa saat Abu Hurairah menemui beliau.

“Di mana kau tadi Abu Hurairah?” Tanya Nabi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tadi aku dalam kondisi junub hingga membuatku tak enak duduk-duduk bersamamu,” jawab Abu Hurairah. Rupanya sahabat Nabi yang satu ini buru-buru kabur untuk menunaikan mandi jinabat, menghilangkan hadats besar yang ditanggungnya.

Rasulullah segera membalas, “Subhanallah, sesungguhnya orang mukmin (dalam riwayat lain memakai redaksi ‘muslim’) tidak najis.”

Demikianlah adab Abu Hurairah kepada Rasulullah sebagaimana diceritakan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Sikap Abu Hurairah ini mencerminkan akhlak dan niat penghormatan yang luar biasa. Ia tak hanya ingin tampil bersih tapi juga suci saat di hadapan Nabi. Padahal, kategori suci atau bebas dari hadats adalah hal yang tak tampak secara kasat mata.

Namun ada yang kurang dari niat baik Abu Hurairah ini. Dengan pernyataan “Orang mukmin tidak najis”, Rasulullah secara tersirat mengingatkan Abu Hurairah bahwa mandi jinabat boleh ditunda. Berhadats tidak sama dengan menanggung najis. Dan, tak sepatutnya ia mempersulit diri dengan buru-buru menghindar lalu mandi, apalagi Rasulullah yang hendak menemuinya sudah terlihat di depan mata. Hal ini adalah bagian dari penjelasan etika menghormati tamu. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Fragmen, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 24 November 2017

Tirakat

Kata tirakat adalah penjawaan dari kata Arab, thariqah  yang bermakna “jalan yang dilalui”. Bahasa Indonesia kemudian menyerap kata ini menjadi tirakat dan tirakatan. 

Tirakat berarti menjalani laku spiritual untuk mencapai sesuatu yang diiinginkan. Disebut pula oleh kalangan pesantren dengan riyadhah, yaitu menjalani laku mengendalikan dan mengekang hawa nafsu. 

Tirakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tirakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tirakat

Ketika disebut tirakatan maknanya adalah tradisi sebagian masyarakat untuk mengisi hari raya Idul Fithri dengan cara lek lekan (tidak tidur semalaman). 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tradisi tersebut diisi dengan berbagai kegiatan untuk mengasah kesadaran spiritual, tetapi kadang diawali dengan sambutan-sambutan dalam acara Syawalan. Waktu penyelenggaraannya  tidak sama antara satu kelompok masyarakat dengan masyarakat lain, tetapi tetap masih di bulan Syawal.

Dalam masyarakat pesantren, tirakat menggabungkan pengekangan dan pengendalian hawa nafsu (riyadhah)  dan  penempuhan jalan tertentu (thoriqat) untuk mencapai yang diinginkn.  

Berbagai jenis tirakat yang dikenal di kalangan pesantren adalah puasa Ndawud, puasa Senin Kamis, mutih, ngrowot, pusa Ndala’il, dan lain-lain, diiringi dengan pembacaan hizib, doa, ratib, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara ijazah dari guru. Cara detil dalam melakukan tirakat, bisa berbeda-beda antara di antara setiap pelaku, tergantung bagaimana ijazah yang diberikan oleh guru.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menjalani tirakat diyakini masyarakat NU bisa menjadikan kualitas spiritual semakin dekat dengan Allah dan hajat bisa dikabulkan, bila dilakukan dengan benar dan diselesaikan secara purna. 

Karena itulah, tidak jarang orang tua di kalangan masyarakat NU menjalani tirakat agar anaknya dikaruniai ilmu yang bermanfaat, menjadi `arifin, dan lain-lain; dan untuk kepentingan-kepentingan lain. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Santri, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 21 November 2017

Selamat Jalan, Kiai Nyentrik yang Inklusif

Oleh M.N. Harisudin

Kabar duka menyelimuti warga Nahdlatul Ulama khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. KH. Abd. Muchit Muzadi, seorang “kamus berjalan”, “laboratorium” atau bahkan “begawan” Nahdlatul Ulama meninggal dunia, pagi Ahad, 6 September 2015 di Malang. Meski meninggal di Malang, seperti wasiatnya ke keluarga, beliau ingin dimakamkan di Jember, bersebelahan dengan istri beliau, almarhumah Hj. Faridah, di pemakaman umum Jember. Kiai yang meninggal di usia hampir 90 tahun ini telah banyak memberikan andil baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah air tercinta. Kiai Muchit sendiri termasuk santri terakhir Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, seorang ulama yang sangat dihormati di kalangan Nahdlatul Ulama.

Dalam tulisannya di Majalah Tempo, pada 5 April 1980, dulu Gus Dur pernah menggambarkan sosok unik kiai Muchit ini dengan sangat menarik. “Orangnya peramah, tapi lucu. Raut wajahnya sepenuhnya membayangkan ke-kiai-an yang sudah mengalami akulturasi dengan “dunia luar”. Pandangan matanya penuh selidik, tetapi kewaspadaan itu dilembutkan oleh senyum yang khas. Gaya hidupnya juga begitu. Walaupun sudah tinggal di kompleks universitas negeri, masih bernafaskan moralitas keagamaan...”. Gus Dur menyebut Kiai Muchit dengan Kiai Nyentrik karena beliau berani menyuarakan kebenaran, meskipun harus dicaci maki oleh kaumnya sendiri. Gus Dur juga menyebutnya ulama-intelektual karena selain alim agama, juga karena Kiai Muchit mengajar di beberapa perguruan tinggi umum.      

Kiai Muchit memang tidak pernah tampil di muka. Kiai Muchit selalu menjadi tokoh di balik layar berbagai peristiwa penting. Misalnya ketika Nahdaltul Ulama memutuskan untuk kembali ke Khittah 1984, beliau adalah aktor yang sangat berperan menyusun rumusan naskah Khittah NU. Tanpa urun-rembug naskah tersebut, dapat dibayangkan betapa sulitnya memberikan pemahaman pada muktamirin di Situbondo tersebut. Demikian juga dengan rumusan penerimaan Pancasila, beliau juga ikut terlibat aktif di Muktamar NU 1984 yang berujung pada terpilihnya KH. Abdurrahman Wahid dan KH. Ahmad Shidiq sebagai Ketua Tanfidziyah dan Rois ‘Am Syuriyah PBNU masa bakti 1984-1989.

Selamat Jalan, Kiai Nyentrik yang Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat Jalan, Kiai Nyentrik yang Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat Jalan, Kiai Nyentrik yang Inklusif

“Kiai”-nya Anak Muda           

Kiai Muchit termasuk tokoh idola anak muda NU. Ketika arus pembaruan terjadi besar-besaran di tahun 80-an, bersama Gus Dur Kiai Muchit adalah kiai yang ada di garda terdepan membela pikiran anak-anak muda NU. Pikiran liar dan nakal anak-anak muda NU seperti tercermin dalam berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat seperti LKiS Yogyakarta, eLSAD Surabaya dan PP Lakpesdam NU di Jakarta ‘tetap diakomodasi’ oleh Kiai Muchit, meski kerapkali pikiran liberal anak-anak muda ini telah “memerahkan” telinga banyak para kiai NU. Kiai Muchit harus vis a vis menjelaskan pada para kiai bahwa anak-anak muda ini kelak juga akan “kembali baik” lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Muchit juga menunjukkan perhatian yang lebih terhadap anak muda di atas rata-rata umumnya kiai. Tak heran jika di usia yang sudah 70-an lebih, beliau masih bersemangat memberi “arahan” dengan berbagai pelatihan, halaqah, workshop, sekolah atau apalah namanya terhadap anak-anak muda NU. Seperti tidak kenal lelah, kalau yang mengundang anak-anak muda NU, Kiai Muchit siap hadir kapan saja dan dimana saja. Di level paling rendah pun tingkat desa, Kiai Muchit selalu menyatakan siap hadir menemani anak-anak muda itu. Sekalipun hanya duduk sebentar, Kiai Muchit selalu menyempatkan untuk hadir sebagai bentuk support terhadap berbagai aktivitas anak muda ini.

Menjadi sebuah kewajaran jika kemudian, diantara tokoh yang sering disebut-sebut namanya oleh anak muda NU, adalah Kiai Muchit. Di berbagai pertemuan, nama Kiai Muchit masih sering menjadi main of reference anak muda. Anak-anak muda NU yang kadang hanya ingin bersilaturrahim juga sangat mudah bertemu beliau di kediamannya di Jember ataupun Malang menerima wejangan-wejangannya yang teduh dan menyejukkan. Tidak salah, jika darah anak muda terkena energi positif Kiai Muchit. Kendati sering diidolakan anak muda, Kiai Muchit juga dikenal mudah diterima oleh semua kalangan: bapak-bapak, ibu-ibu muslimat, dan sebagainya karena komunikasi Kiai Muchit yang mengalir dan mengucur deras sesuai dengan alam pikir mereka.  

“Melampaui” NU-Muhammadiyah

Lebih dari itu, Kiai Muchit adalah tokoh NU yang bisa diterima oleh kalangan apapun, termasuk Muhammadiyah. Demikian ini karena beliau memiliki pemahaman yang utuh dan komprehensif tentang Muhammadiyah yang menyebabkan pemikiran beliau cenderung bersikap inklusif dan juga toleran. Dalam sebuah acara seminar dengan Prof. Amin Rais, MA di Surabaya, Kiai Muchit sembari gurau pernah berkelakar sedikit menantang Mantan Ketua MPR RI tersebut: “Pak Amien. Ayo, lebih banyak mana buku tentang Muhammadiyah yang saya miliki dengan buku tentang Nahdlatul Ulama yang bapak miliki”.  

Rohis Tegal - Rohani Islam

Memang, sepengetahuan penulis, kiai NU yang memiliki banyak buku Muhammadiyah adalah Kiai Muchit. Hampir semua buku tentang Muhammadiyah, beliau punya dan beliau baca. Buku-buku yang lain seperti Persis, al-Irsyad, Perti dan sebagainya juga beliau baca. Bahkan, ketika ada seorang kiai memprotes beliau karena buku Syiah yang dibacanya, dengan mudahnya beliau menjawab: “Bahkan komik Jepang pun saya baca. Anda tahu kan, kalau orang Jepang beragama Shinto yang menyembah matahari”. Walhasil, hampir semua buku, beliau baca karena bagi beliau, dengan membaca, kita akan terbuka cakrawala berpikir, serta menjadi luas, luwes dan juga memiliki kepribadian yang inklusif.      

Jauh sebelum KH. Ahmad Shidiq (Rais ‘Am PBNU 1984-1991) mengusulkan Trilogi Ukhuwah: Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariyah, Kiai Muchit sudah melaksanakan ‘ukhuwah Islamiyah’ itu sendiri. Tak pernah sedikit pun, Kiai Muchit secara ofensif  menyerang paham keagamaan yang kebetulan berbeda aliran dengan Kiai Muchit. Bahkan, khusus tentang Muhammadiyah, Kiai Muchit lebih sangat hati-hati karena beliau juga tidak mau “menyakiti” perasaan istri beliau yang berasal dari keluarga Muhammadiyah. Meskipun pada akhirnya, Ibu Hj. Faridah Muchit sendiri memilih menjadi bagian keluarga besar Nahdlatul Ulama dan bahkan pernah menjadi Pengurus Cabang Muslimat NU Jember.               

***

Kepergian Kiai Muchit adalah duka bagi bangsa ini. Bangsa ini kehilangan tokoh besar dan panutan yang kaya dengan keteladanan. Seorang kiai yang sangat berjasa dengan mempromosikan secara tidak langsung slogan “Menjadi NU, Menjadi Indonesia” ini. Di tengah-tengah koyakan NKRI dan Pancasila, NU hadir menjadi penguat dan juga pengokoh bagi Indonesia. Merobohkan Indonesia sama dengan menghancurkan NU. Nahdlatul Ulama, telah built in dalam diri dan kepribadian Kiai Muchit setara dengan Indonesia yang mendarah daging dalam tubuh beliau. NU dan Indonesia, tidak bisa dipisahkan dari dan dalam kepribadian beliau yang hidup penuh sederhana.   

Selamat jalan orang tua, guru, kiai dan bapak bangsa kami. Kami hanya bisa berdoa. Semoga arwah kiai, diterima di sisi Allah Swt. Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah. Irji’i ila raadliyatan mardliyatan. Fadkhuli fi ibaadi. Wadkhulii jannati. Semoga pula kami bisa meneruskan keteladanan-mu. Amien ya rabbal alamien**   

 

 

*) Penulis adalah Dosen Pascasarjana IAIN Jember, Katib Syuriyah PCNU Jember, dan Penulis Buku “Kiai Nyentrik Menggugat Feminisme”.

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 20 November 2017

Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Genderang kick off Liga Santri Nusantara (LSN) secara resmi membuka pertandingan di region-region. Zona Jawa Tengah terbagi menjadi tiga regional; region satu meliputi Banyumas Raya dan Pekalongan Raya. Region II terdiri dari Kendal, kota Semarang, Demak, Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora, Grobogan, kabupaten Semarang dan kota Salatiga. Sedangkan region III Solo Raya dan Kedu Raya. Pelaksanaan pertandingan akan dimulai awal September nanti.?

Sepak bola U-18 ini merupakan liga amatir yang diperuntukkan untuk kaum santri, dimana pesantren yang berasosiasi di bawah naungan Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). LSN ini merupakan tahun kedua digelar. Pesantren dengan berbagai potensinya termasuk sepakbola memiliki andil besar untuk menyumbangkan talenta yang selama ini terpendam.?

"Kompetisi ini akan dilaksanakan pada 1-4 September 2016," papar koordinator LSN regional II Jateng, Sukirman.?

Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September

Penyelenggara juga berkerjasama dengan Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (Awapi). Setidaknya terdapat 18 tim yang telah mendaftarkan diri kepada panpel.?

Pertandingan region II Jateng akan digelar di lapangan Arhanudse-15 Kodam IV Diponegoro, Semarang. Mekanisme pertandingan menggunakan sistem gugur, sampai akhirnya akan diambil satu tim untuk ditandingkan di tingkat nasional.?

Kirman menambahkan bahwa Kamis, (25/8) akan digelar technical meeting (TM) untuk peserta panitia pelaksana. Sebelum TM mulai akan diawali dengan diskusi dengan tema?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Revolusi Sepakbola Nasional dari Pesantren Pembinaan Usia Muda Tanggung jawab Siapa?" dengan menghadirkan Ketua PP RMI NU KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), pengasuh pondok pesantren API Tegalrejo Magelang dan juga Owner PPSM Magelang KH. Yusuf Chudlori (Gus Yus), Wakil Ketua DPRD Jateng dan Koordinator LSN Regional 2 Jateng 2016 Sukirman SS, Kepala Dinpora Provinsi Jateng Budi Santoso, dan pelatih usia muda yang juga mantan pelatih PPLP Jateng, Edi Prayitno. Diskusi ini akan dimulai pukul 11.00 WIB bertempat di gedung Berlian DPRD Jawa Tengah. (Zulfa/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Ulama, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 17 November 2017

Menteri Desa Ajak Fatayat NU Wujudkan Kemandirian Perempuan

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Fatayat NU diharapkan bisa mewujudkan kemandirian perempuan desa dan memberikan warna dan arah dalam perjalanan pembangunan desa. Apalagi, mayoritas warga NU tinggal di perdesaan bekerja sebagai petani, nelayan, usaha mikro kecil dan sektor ekonomi tradisional lainnya.

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar saat menjadi narasumber dalam kongres Fatayat NU ke XV Tahun 2015 di Surabaya, Sabtu (19/9).

Menteri Desa Ajak Fatayat NU Wujudkan Kemandirian Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa Ajak Fatayat NU Wujudkan Kemandirian Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa Ajak Fatayat NU Wujudkan Kemandirian Perempuan

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan mengingatkan bahwa hadirnya program pembangunan desa harus benar-benar dimanfaatkan positif oleh warga Fatayat NU untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya bersama dengan warga desa lainnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Untuk itu sangatlah tepat kiranya Fatayat NU menjadikan Penguatan Kemandirian Perempuan Desa sebagai program utama organisasi," tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Perempuan desa yang mandiri dan berdaya menurut Menteri Marwan merupakan elemen strategis suksesnya pembangunan desa. "Oleh karena itu upaya menguatkan kemandirian perempuan desa perlu didukung sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan desa, menjadi komitmen bersama yang didukung segenap stakeholder pembangunan desa," imbuhnya.

Menurut Menteri Marwan, penguatan kemandirian perempuan desa bisa terwujud melalui berbagai cara. Salah satu cara untuk penguatan kemandirian perempuan adalah aspek ekonomi.

"Dari berbagai pengalaman selama ini kita menemukan bahwa sangat sulit membangun kemandirian politik, sosial, budaya atau hukum jika kemandirian ekonomi belum tercapai. Oleh karena itu upaya membangun dan menguatkan kemandirian perempuan desa adalah dengan menguatkan kemandiriannya secara ekonomi," kata Menteri Marwan.

Menurut Menteri Marwan, upaya menguatkan kemandirian perempuan desa secara ekonomi sangat terbuka dilakukan. Perempuan desa, menurut Menteri Marwan, selama ini banyak yang menjalankan usaha desa secara mandiri, seperti industri rumahan dan perdagangan skala mikro kecil di pasar tradisional desa.

Namun dari fakta di lapangan, usaha-usaha yang dilakukan perempuan desa tersebut sulit berkembang maju, karena menghadapi berbagai kendala mulai dari kurangnya permodalan, teknik produksi yang masih tradisional, teknik pengemasan yang masih apa adanya, hingga akses pemasaran yang sangat terbatas.

"Beranjak dari realitas ini, solusi untuk mengatasi kendala-kendala diatas adalah dengan menguatkan akses dan peluang perempuan desa untuk memperoleh dukungan permodalan usaha dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan (skill) berwirausaha, teknik produksi, pengolahan dan pengemasan dengan peralatan berbasis teknologi modern, serta dukungan pemasaran seluas-luasnya melalui promosi dan jejaring e-commerce," imbuh Menteri Marwan.

Dalam hal ini, pemerintah akan memberikan dukungan yang bersifat stimulan dalam bentuk pelatihan,  pelatihan, sarana prasarana usaha, jejaring pemasaran, dan sebagainya.

"Jika kelompok perempuan mampu mengaktualisasikan potensinya menjadi karya nyata dalam wujud usaha produktif yang maju dan mensejahterakan, makin mandiri dan berdaya, maka posisi dan perannya juga akan semakin penting bagi suksesnya pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi. Inilah komitmen dan harapan untuk diwujudkan bersama," tutup Menteri Marwan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 11 November 2017

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong?

Assalamualaikum ustadz. Duh ribet nih mau darimana nyampeinya. Saya memang muslim tapi sering ninggalin shalat 5 waktu dan saat Ramadhan saya juga banyakan bolongnya. Pertanyaan saya gmn cara mengganti sholat fardu yang tertinggal ataupun puasa Ramadhan terhitung dari baligh sedang sekarang usia saya sudah seperempat abad lebih dikit. Apa ada kafaratnya juga. Mohon banget jawabanya ustadz.

?

Dido (Nama disamarkan)

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong?

---

?

Jawaban

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penanya yang budiman, semoga selalu mendapatkan rahmat dan hidayah Allah swt. Kami yakin bahwa pertanyaan yang Anda ajukan lahir dari kesadaran keimanan yang mendalam. Ada dua pertanyaan yang Anda ajukan di sini, dan kami akan memulai dengan menjawab dan menjelaskan pertanyaan yang pertama.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa shalat lima waktu adalah kewajiban bagi setiap orang muslim yang sudah mukallaf. Dan termasuk salah satu rukun Islam seperti halnya puasa.

Meninggalkan shalat sama halnya dengan merusak agama. Dalam sebuah hadits dikatakan: “Bahwa shalat adalah tiang agama, barang siapa yang menegakkannya sungguh ia telah menengakkan agama, dan barang siapa yang merusaknya sungguh ia telah merusak agama”. Karenanya kelak di akhirat amal pertama seorang hamba yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah swt adalah shalat.

Shalat lima waktu sebagai kewajiban seorang muslim yang mukallaf jika karena udzur seperti lupa atau ketiduran ditinggalkan maka harus diqadla. Namun bagaimana jika dengan sengaja meninggalkan shalat tanpa adanya alasan yang dapat dibenarkan secara syara` (‘udzur syar’i) dan itu dilakukan selama bertahun-tahun? Apakah wajib meng-qadla?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kasus seperti ini para ulama berbeda pendapat. Pendapat pertama dari kalangan madzhab hanafi menyatakan bahwa jika seseorang yang shalatnya banyak yang bolong dan tidak tahu secara pasti berapa jumlah shalat yang ditinggalkan maka ia tetap wajib meng-qadla`-nya sampai ia yakin bahwa bahwa ia telah terbebas dari tanggungjawabnya. Lantas ia wajib menentukan waktu yang pernah ditinggalkannya. Dan dimulai dengan men-qadla` shalat dhuhur yang pertama kali atau yang terakhir kali ditinggalkan. Hal ini untuk memberikan kemudahan.?

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405 ?/1985 ? ? 2? ?. 143)

“Para ulama dari kalangan madzhab hanafi berpendapat bahwa seseorang yang shalatnya banyak ditinggalkan hingga dia sendiri tidak tahu berapa jumlah yang ditinggalkannya wajib meng-qadla-nya sampai ia yakin terbebas dari kewajiban itu. Dan ia wajib menentukan waktunya (waktu yang selama itu tidak menjalankan shalat). Lantas ia berniat (meng-qadla`) shalat dhuhur yang pertama kali atau yang terakhir ia tinggalkan untuk memberi kemudahan baginya”. ? (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut-Dar al-Fikr, cet ke-3, 1405 H/1985 M. juz, 2, h. 143)

Sedang menurut kalangan madzhab Maliki, Syafii, dan Hanbali orang yang meninggalkan shalat dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga ia tidak ingat lagi berapa jumlah yang ditinggalkan maka ia wajib meng-qadla` sampai ia yakin ia terlepas dari kewajibannya dan tidak harus menentukan waktunya. Tetapi cukup baginya untuk menentukan shalat yang pernah ditinggalkan, seperti dhuhur atau ashar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405 ?/1985 ? ? 2? ?. 143)

“Ulama dari kalangan madzhab Maliki, Syafii, dan Hanbali berpendapat, wajib baginya untuk meng-qadla shalat yang pernah ditinggalkan sampai ia yakin bebas dari kewajibannya berupa shalat-shalat fardlu (yang pernah ditinggalkan), dan tidak harus menentukan waktunya, tetapi cukup dengan menentukan yang diniati (shalat yang pernah ditinggalkan) seperti dhuhur atau ashar”. (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut-Dar al-Fikr, cet ke-3, 1405 H/1985 M. juz, 2, h. 143)

Sedangkan menurut Ibnu Qudamah, peng-qadla`-an terhadap shalat yang pernah ditinggalkan dilakukan sesuai kemampuan pelakunya dan jangan sampai menimbulkan masaqqah atau memberatkan terhadap badan atau hartanya. Misalnya jangan sampai membuat ia sakit, atau menyebabkan kehilangan mata pencariannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405? ? 1? 681)

“Apabila banyak sekali shalat yang ditinggalkan maka ia (orang yang meninggalkan shalat) wajib menyibukkan dirinya dengan qadla` sepanjang hal itu tidak menimbulkan masyaqqah pada badan atau hartanya. Adapun masyaqqah badannya adalah menjadi lemah fisik atau khawatir sakit. Sedang masyaqqah harta adalah ia terhenti dari men-tasharruf-kan hartanya sekiranya ia terputus mata pencariannya”. (Ibnu Qudamah al-Maqdisi, al-Mughni, Bairut-Dar al-Fikr, cet ke-1, 1405 H, juz, 1, h. 681)

Dari kedua pendapat yang telah kami paparkan, maka dalam pandangan kami pendapat yang kedua terasa lebih mudah untuk dilakukan. Sebab untuk menentukankan waktu bukanlah perkara yang mudah karena biasanya orang lupa kapan waktu awal atau akhir meninggalkan shalat.

Namun dalam kasus ini juga sebenarnya ada pilihan pendapat yang ketiga yang dikemukakan oleh para ulama seperti Ibnu Taimiyyah. Menurutnya, orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tidak disyariatkan untuk meng-qadla’ shalat yang pernah ditinggalkan karenanya qadla-nya tidak sah. Tetapi sebaiknya ia memperbanyak shalat dan puasa sunnah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? ? ? 1408?/1987 ? ?. ? 5? ?. 320)

“Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja itu tidak disyariatkan untuk meng-qadla` shalat yang telah ia tinggalkan dan tidak sah pula qadla`-nya, tetapi sebaiknya ia memperbanyak shalat sunnah begitu juga memperbanyak puasa. Demikian ini adalah pandangan sekelompok dari para ulama salaf seperti Abi Abdirrahman seorang pengikut setia Imam Syafii dan Imam Dawud azh-Zhahiri beserta para pengikutnya. Dalam hal ini tidak ada satu pun dalil yang bertentangan dengan pandangan ini”. (Ibnu Taimiyyah, al-Fatawa al-Kubra, Beirut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1408 H/1987 M, juz, 5, h. 320) ? ? ?

Pandangan Ibnu Taimiyyah ini pada dasarnya bukanlah pandangan yang baru sebagaimana pengakuannya sendiri. Tetapi sudah dikemukakan oleh para ulama terdahulu seperti Imam Dawud azh-Zhahiri yang pandangannya fiqh didokumentasikan oleh muridnya yaitu Ibnu Hazm. Dalam kasus ini Ibnu Hazm lebih lanjut menyatakan bahwa orang tersebut sebaiknya memperbanyak perbuatan baik, shalat sunnah untuk memperberat timbangan amal kebajikannya kelak pada hari kiamat, taubat, dan istighfar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ? ? 1? ?. 196)

“Adapun orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat sampai keluar waktunya, maka ia selamanya ia tidak akan mampu meng-qadla`-nya selamanya. Karenanya, sebaiknya ia memperbanyak perbuatan baik dan shalat sunnah agar timbangan kebaikannya kelak pada hari kiamat menjadi berat, taubat, dan meminta ampun kepada Allah ‘azza wajalla”. (lihat as-Sayyid as-Sabiq, Fiqh as-Sunnah, Kairo-Fath al-I’lam al-‘Arabi, juz, 1, h. 196)?

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang meninggalkan shalat secara sengaja selama bertahun-tahun sampai ia tidak ingat berapa jumlah shalat yang pernah ditinggalkan maka ia harus meng-qadla` shalat menurut pendapat mayoritas ulama dan tidak ada kafarat baginya. Namun dengan mengacu kepada pandangan Ibnu Qudamah, maka qadla’ tersebut dilakukan sesuai dengan kemampuannya. Di samping itu juga orang tersebut agar memperbanyak kebajikan, shalat sunnah, bertaubat, dan memperbanyak istighfar. Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Ulama, Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 25 Oktober 2017

Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkesempatan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Kamis (26/5) di Gedung PBNU lantai 8 Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Menag mengimbau kepada seluruh umat Islam agar menghindari penyaluran zakat secara langsung, tidak melalui lembaga pengelola zakat. Karena selama ini, cara tersebut kerap memakan korban jiwa karena berdesak-desakkan.

Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung

Pernyataan tersebut Menag sampaikan menyambung apa yang telah disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang mengkritik sebagian warga yang lebih memilih menyalurkan zakat secara pribadi kepada para mustahiq. Dalam kegiatan bertajuk Gerakan NU Berzakat Menuju Kemandirian Umat ini, Menag juga mengapresiasi eksistensi dan perkembangan lembaga zakat yang terorganisir di lingkungan NU tersebut.

Menurut Lukman, perkembangan yang terjadi saat ini merupakan perubahan yang cukup revolusioner. Sebab, kalau selama ini muncul kesan bahwa tradisi zakat bagi warga NU adalah melalui kiai dan diakukan orang per orang, sekarang telah melalui proses modernisasi pengelolaan, yaitu melalui lembaga.?

“Namun demikian, modernisasi pengelolaan zakat harus tetap menjaga prinsip amanah, transparasni, dan akuntabilitas,” ujar salah satu putra KH Saifuddin Zuhri itu.

Menag juga berpesan tentang perlunya pengembangan gagasan, pemikiran dan pemahaman hukum agama yang berkenaan dengan zakat dalam perekonomian modern. LAZISNU, Lembaga Bahtsul Masail NU, dan banom lainnya di lingkungan NU, perlu menjalin kerja sama yang baik untuk saling mengisi dan memperkuat perzakatan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menag juga meminta LAZISNU untuk segera melakukan registrasi ulang perizinan lembaga zakat dan menjalin sinergi yang lebih erat dengan Baznas sebagai koordinator lembaga zakat secara nasional, serta proaktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama sebagai regulator, pembina, dan pengawas. Hal ini terkait dengan diresmikannya LAZISNU sebagai lembaga pengelola zakat oleh Kementerian Agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadir dalam pembukaan Rakornas LAZISNU ini, Wakil Ketua Umum PBNU HM Maksum Mahfudz, Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini, dan Anggota Dewan Syariah LAZISNU KH M Mujib Quyubi. Kegiatan Rakornas ini berlangsung, Kamis-Sabtu (26-28/5) di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock