Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Dukung Gaza, Muslim India Boikot Pepsi dan Coca Cola

Mumbai, Rohis Tegal - Rohani Islam. Marah dengan kematian setiap hari yang terjadi di Jalur Gaza Palestina oleh pasukan Israel, ratusan hotel dan restoran yang dimiliki oleh Muslim India memprotes serangan Israel dengan cara mereka sendiri, yaitu memboikot minuman ringan yang diproduksi di Amerika Serikat. 

Dukung Gaza, Muslim India Boikot Pepsi dan Coca Cola (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Gaza, Muslim India Boikot Pepsi dan Coca Cola (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Gaza, Muslim India Boikot Pepsi dan Coca Cola

"Kami di sini, di India bisa melakukan banyak hal. Dan tidak ada cara yang lebih baik daripada menyerang ekonomi mereka," kata Umar Sheikh, pemilik Shalimar Restaurant, kepada OnIslam.net. 

"Mereka harus tahu bahwa orang-orang menentangnya dan mereka juga harus menyadari bahwa apa pun yang mereka lakukan adalah salah." 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Muslim di Mumbai menunjukkan kebencian mereka terhadap Amerika Serikat melalui boikot minuman ringan Amerika karena percaya AS berdiri dengan Israel dalam agresi ini. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mereka mengatakan USA selalu mendukung Israel. 

Lebih dari seribu hotel dan restoran di Mumbai, ibukota komersial India, telah berhenti melayani merek seperti Pepsi dan Coca Cola untuk pelanggan. Mayoritas pemilik hotel adalah Muslim. 

"Kami mengikuti prinsip-prinsip Mahatma Gandhi yang mengajari kami prinsip non-kekerasan," kata Jawed Kotwal, pemilik Persia Darbar, sebuah hotel di Mumbai. 

"Kami tidak memaksa siapa pun; Kami hanya berhenti melayani produk-produk kepada pelanggan kami dan memberi mereka pengganti. Perlahan-lahan kita akan mengganti semua produk AS dengan produk India."

Ada hampir 2.000 hotel dan restoran di Mumbai yang pemiliknya adalah Muslim. Mayoritas dari mereka telah mulai menjual produk lokal untuk konsumen, bukan Pepsi dan Coke. 

Boikot Meluas

Seiring dengan Mumbai, pemilik hotel dari Mumbra, pinggiran Mumbai, juga mulai memboikot produk AS. 

Menurut pemilik hotel, boikot produk-produk Israel dan AS juga akan membantu produsen lokal menyimpan uang India pergi ke luar negeri. 

Di daerah yang didominasi Muslim, bahkan pelanggan mendukung keputusan ini. 

"Kami tidak ingin minuman ini. Kami ingin AS dan Israel menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tidak benar," kata Fahad Sheikh, seorang mahasiswa yang ingin setiap muslim memboikot produk-produk ini. 

"Sebagai warga negara India, kita tidak bisa berbuat apa-apa dari sini. Namun, melalui boikot ini kita mungkin dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan ini sampai batas tertentu. "

Pemilik restoran lain, Umar Sheikh mengatakan kepada Onislam.net, "Kami menawarkan pelanggan minuman ringan jus dan jalzeera (jintan dan mint rasa limun India) di tempat ini." 

Keputusan hotel disambut oleh pelanggan lokal. 

"Saya menghargai keputusan mereka. Saya tidak keberatan tidak minum produk ini," kata pelanggan Siraj Ahmed OnIslam.net. 

"Ini adalah dukungan kecil kami untuk rakyat Gaza. Bagaimana kita dapat mendukung perusahaan dari negara-negara yang membunuh warga Palestina yang tidak bersalah? "

Pemilik hotel dan restoran mengatakan bahwa protes mereka dilakukan secara damai terhadap negara-negara yang paling tidak peduli tentang kemanusiaan. 

"Boikot kami akan terus berlangsung sampai situasi membaik di Palestina. Kita tidak bisa membeli produk dari orang-orang yang membunuh saudara-saudara kita, saudara perempuan dan anak-anak," kata Omaer Sheikh OnIslam.net. 

Boikot serupa diselenggarakan oleh para pelaku bisnis perhotelan di India ketika AS membom Afghanistan pada tahun 2001. Produk AS Coca Cola dan Pepsi cukup populer di kalangan orang India. 

Kaum Muslim India juga mengungkapkan ketidaksenangan mereka terhadap pemerintah India yang mereka rasa tidak melakukan sesuatu yang cukup untuk melawan Israel. 

"Kita tahu bahwa pemerintah kita tidak mendukung perjuangan Palestina. Sebagai seorang Muslim, kita harus menunjukkan solidaritas kami dengan saudara-saudara kita di Gaza," kata Shakib Khan, warga Mumbai. 

Pemerintah India telah menolak resolusi mengutuk Israel di Parlemen. 

Hubungan antara India dan Israel telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, India mendukung resolusi Dewan Hak Asasi Manusia untuk penyelidikan kejahatan perang yang diduga dilakukan oleh Israel di Palestina. 

Muslim di India merupakan populasi 14 persen dari negara. 

Demonstrasi terhadap Israel telah diselenggarakan di sebagian besar kota-kota India oleh Muslim dan pekerja masyarakat sipil yang menuntut diakhirinya agresi Israel. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bulan depan, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kudus mengadakan seleksi pesilatnya di SMP NU Al-Ma’ruf Kudus Jum’at (7/2) kemarin. Sebanyak 120 pesilat Pagar Nusa dari berbagai madrasah mengikuti seleksi ini.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Pengurus bidang Seni dan Budaya Pagar Nusa Kudus Rozikin menjelaskan, seleksi dimaksudkan mencari bibit-bibit atlet pesilat yang siap diterjunkan dalam Popda tahun ini. Dalam seleksi itu, para pesilat dari tingkat MTs/SMP maupun MA/SMA berkompetisi pada kategori seni dan laga tanding di semua kelas.

“Mereka yang terbaik nanti dikirim menjadi peserta kontingen Pagar Nusa dalam Popda Kudus,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam Jum’at (7/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Popda tahun ini akan mempertandingkan 7 kelas tingkat SMP dan 8 kelas tingkat SMA. Masing-masing perguruan pencak silat hanya bisa mengirimkan 2 atletnya di kelas seni dan tanding.

“Kita berusaha keras sehingga Pagar Nusa mampu berprestasi lebih baik dari Popda sebelumnya. Bahkan kalau bisa, tahun ini kita bisa juara umum,” kata Rozikin penuh optimis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap Popda, kata Rozikin, Pagar Nusa selalu mengirimkan atletnya untuk bersaing dengan 7 perguruan pencak silat lainnya. Tujuannya, menambah jam terbang para pesilat Pagar Nusa serta mempererat silatrurahmi antarperguruan silat di kabupaten Kudus.

Rozikin menyatakan rasa syukurnya atas keikutsertaan Pagar Nusa setiap tahunnya dalam kejuaraan bergengsi di Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, AlaNu, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengutuk tindakan anarkis, represif, intimidatif dan kriminalisasi yang dilakukan oleh pemerintah maupun aparat keamanan kepada warga Desa Sukamulya, Majalengka, Jawa Barat.?

Seperti diberitakan sebelumnya telah terjadi situasi dan ketegangan di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka akibat pengukuran dan penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Penggusuran dilakukan terkait dengan rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembebasan Lahan Harus Utamakan Dialog

“PB PMII mendesak Pemprov Jabar tidak menggunakan jalan pintas untuk penggusuran dengan menurunkan aparat bersenjata. Segera hentikan upaya pengukuran tanah dan penggusuran dengan cara-cara yang tidak manusiawi,” ungkap Wasekjend PB PMII Athik Hidayatul Ummah melalui rilis yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (20/11).

Athik menyebutkan, PB PMII mendorong pemerintah untuk mengkaji kembali upaya ganti rugi dan relokasi untuk warga. Program pemerintah harus pro-rakyat dan membela kaum miskin.

“Selama ini dalam pengamatan kami, banyak program pembangunan yang hanya menguntungkan para pemilik modal dan elit penguasa. Pemerintah hendaknya memikirkan dampak-dampak yang akan ditanggung oleh warga, jangan biarkan rakta semakin menderita dan sengsara,” tambah Athik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karena itu, PB PMII mendesak Pemprov Jabar untuk bertanggungjawab atas trauma yang dialami oleh ibu-ibu, prempuan dan anak-anak akibat upaya penggusuran. PB PMMI mendorong pemerinta untuk segera menurunkan tim trauma healing untuk membantu mereka.

PB PMII juga mendesak baik kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk tidak melakukan tindakan semen-mena kepada warga dalam upaya pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur.?

“Warga akan menerima dengan lapang jika proses musyawarah, komunikasi, dan sosialiasi dilakukan derngan prosedur yang benar. Jadi pembebasan lahan harus mengedepankan dialog,” tegas Athik. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah, Nusantara, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka menyambut Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Probolinggo, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serentak menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Jum’at dan Sabtu (3-4/10).

Makesta yang diikuti peserta pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA perwakilan anak cabang dan komisariat se-Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh segenap jajaran pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo. Bahkan hadir pula perwakilan pengurus dari PCNU Kabupaten Probolinggo.

Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta

Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati mengungkapkan, selain untuk menyambut Konfercab NU Probolinggo, Makesta ini merupakan salah satu upaya IPNU-IPPNU untuk ikut serta dalam pembangunan karakter generasi muda bangsa di tengah-tengah banyaknya paham baru diluar NU yang sudah mulai menyerang generasi muda NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Intinya kami ingin mencetak kader muda NU yang professional dan militan yang mampu menjalankan roda organisasi dengan baik dengan harapan para kader NU tetap berpegang teguh pada tuntunan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan amaliah-amaliah ulama NU,” ujarnya.

Lika menjelaskan bahwa makesta ini digelar dengan tujuan agar dapat menjaring para kader NU dari kalangan pelajar baik putra maupun putri supaya mau belajar dan bertaqwa dalam sebuah organisasi yang tergabung dalam wadah ikatan IPNU-IPPNU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Melalui makesta ini diharapkan para kader muda NU dapat memperdalam dan memperkokoh kembali aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai langkah nyata dalam melakukan pengkaderan dalam organisasi NU. Inilah salah satu bentuk aplikasi organisasi yang dapat kami lakukan. Sebab suatu saat, mereka yang akan menggantikan kami dalam membesarkan IPNU-IPPNU di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Dalam Makesta, para kader muda NU ini diberikan beberapa materi mulai dari Aswaja, Kepemimpinan, Ke-NU-an, Ke-IPNU-an, Ke-IPPNU-an, Keorganisasian, Leadership, Management Diri dan Administrasi serta Organisasi. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, AlaNu, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 17 Januari 2018

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Kebijakan Sekolah Lima Hari yang dicanangkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai para ulama akan merusak budaya religi yang telah tertanam kuat di masyarakat Jateng.? Budaya religi masyarakat Jateng adalah bercorak pedesaan dan mayoritas masih peduli pada moralitas anak-anaknya.

Wujud peduli pada pendidikan moral itu, para orang tua yang prihatin atas minimnya pendidikan agama di sekolah formal, memasukkan anaknya ke madrasah diniyah atau Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di sore hari. Bahkan banyak yang mendorong anaknya mengaji di pesantren sejak sore hingga malam hari, meski tidak mondok 24 jam di pesantren.

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi

Jika kebijakan Gubernur Jateng yang sekarang dalam tahap uji coba itu benar-benar diberlakukan, maka para murid sekolah formal akan kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan agama dan moral. Padahal itu adalah hak konstitusional peserta didik yang selama ini tidak pernah bisa dipenuhi negara melalui sistem pendidikan nasionalnya.

Jika murid sekolah pulang sore, hingga jam 17 sampai rumah, kemungkinan besar sudah kelelahan. Itu artinya, hilang kesempatan untuk mengaji di malam ? hari. Terlebih malam hari harus belajar menggarap Pekerjaan Rumah (PR) dan sebagainya.

Hal itu mengemuka dalam Halaqoh Ulama bertema "Plus-minus Kebijakan 5 Hari Sekolah di Jawa Tengah" yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis (26/11).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para ulama menyatakan keberatan terhadap kebijakan Gubernur Jateng yang dituangkan dalam Surat Edaran nomor 420/006752/2015. Para utusan MUI daerah mendorong MUI Jateng agar bersikap tegas menolak kebijakan tersebut atas pertimbangan kemaslahatan umat.

Tegas Menolak

Narasumber dalam Halqoh Ulama, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah NU (RMI NU; asosisasi pesantren NU) Jateng KH Abdul Ghoffar Rozien tegas menolak kebijakan tersebut. Ia menyatakan, kepuitusan gubernur Jateng tersebut tidak didasari studi dan kajian yang? memadai sehingga tidak mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Jateng.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Disebutkannya, alasan Ganjar Pranowo yang mengatakan akan meningkatkan kualitas hubungan? orang tua dan anak di hari Sabtu dan Minggu, tidak bisa diterima nalar karena mayoritas orang tua di Jateng masih beraktivitas di hari Sabtu dan Minggu.? Justru kekosongan rumah di saat orang tua tidak ada di hari libur sekolah, menurut Gus Rozien, panggilan akrabnya, berpotensi menimbulkan perilaku negatif yang tidak terkontrol.

"Marilah jujur, para siswa sekolah kita itu semakin banyak yang rusak moralnya. Miris kita kalau mengetahui di setiap malam Valentine Day, semua apotek dan toko kehabisan stok kondom," tuturnya sedih.

Pernyataan Rozien didukung para peserta Halaqoh. Setiap Rozin memaparkan argumennya tentang penolakan itu, disambut tepuk tangan hadirin. Beberapa ketua MUI daerah yang mendapat kesempatan bicara, meminta agar MUI Jateng mengeluarkan sikap tegas menolak.

Argumen paling banyak disampaikan adalah pesantren, madrasah diniyah (Madin) dan taman pendidika al-Quran (TPQ) yang telah ada puluhan tahun, bahkan sudah ada sejak Islam masuk Indonesia, akan tutup karena tiada kesempatan anak-anak mengenyam pendidikan agama di sore hari di lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

"Madin dan TPQ akan gulung tikar. Bukan soal tutupnya yang menyedihkan, tapi tiadanya kesempatan anak-anak kita mendapat pendidikan moral agama. Mau jadi apa mereka nanti?" tutur Kasi Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng Mustasit yang juga anggota MUI itu.

Disebutkan Rozien, satu-satunya benteng moral masyarakat adalah pendidikan agama, dan itu didapat secara maksimal di Madin dan pesantren, yang umumnya diselenggarakan pada sore hari. Pemberlakukan surat edaran gubernut, jelas dia, telah mengancam keberlangsungan lebih dari 11 ribu madrasah diniyyah di Jateng dengan ratusan ribu santri.

Pengasuh Ponpes Maslakul Huda Kajen Pati ini menegaskan, libur sekolah di hari Sabtu dan Minggu, perlu ditimbang lagi manfaat dan mudharat (kerugian) nya. Jika tidak diisi dengan kegiatan produktif, maka tidak ada manfaatnya. Kebijakan? tersebut hanya cocok jika diterapkan di kota Metropolitan semisal Jakarta.

Dukungan penolakan disampaikan MUI Grobogan. Di forum tersebut, Sekretaris Umum MUI Grobogan HM Mahbub Ulil Albab meminta agar MUI Jateng tegas menolak kebijakan lima hari sekolah.

Ia mengaku prihatin mengapa pemerintah yang jelas-jelas telah melanggar konstitusi, tidak mampu memberi pendidikan agama? yang cukup sesuai amanah konstitusi, malah akan mematikan Madin? dan TPQ yang sudah puluhan tahun menutupi kesalahan dan kekurangan pemerintah tersebut.

"Pemerintah sudah tidak bisa memenuhi amanah konstitusi memberi pendidikan agama kepada anak sekolah. Buktinya pelajaran agama cuma dua jam seminggu. Jangan ditambah dengan menutup akses siswa ke madrasah diniyah," tuturnya.

Diminta Beradaptasi

Meski dinamika dalam Halaqoh cenderung menolak, namun dua narasumber menyatakan mendukung. Ketua Dewan Penasehat MUI Jateng Ali Mufiz mengajak masayrakat untuk mengambil hikmah atas kebijakan gubernur tersebut. Ia mengajak para guru Madin dan TPQ untuk menyesuaikan diri dengan membuka Sekolah Ahad, Sekolah Alternatif, Sekolah Tematik Agama, atau semacamnya.

Mantan Gubernur Jateng ini bahkan mempersilakan Gubernur Jateng menerapkan kebijakan tersebut untuk semua sekolah. Tidak hanya untuk SMA dan SMK, melainkan juga sekalian ke SMP dan SD. Agar semua anak pulang sore hari dengan masuk lima hari sekolah.

"Sekalian diterapkan untuk semua jenjang sekolah saja. Kita menyesuaikan diri dan mengambil hikmah dari kebijakan Pak Gubernur. Toh masyarakat akan memilih pendidikan untuk anak-anaknya," tuturnya seraya menyatakan bahwa Kabupaten Sragen meminta penerapan sekolah lima hari untuk SD sampai SLTA.

Narasumber lain, Rektor Unissula Anis Malik Toha menyatakan dukungannya dengan mengatakan bahwa kebijakan Gubernur Jateng membuka peluang bagi madrasah dan TPQ untuk berimprovisasi dan inovasi. Namun ia tidak merinci seperti apa wujud improvisasi dan inovasi tersebut bagi Madin dan TPQ.

Dalam makalahnya ia hanya menuliskan, perlunya diversifikasi pendidikan diniyah secara inovatif, lalu ada formalisasi pendidikan diniyah sebagai sistem pendidikan alternatif di semua level. Lalu ada reformulasi kurikulum.

Anis menyebut madrasah diniyah sebagai tempat pendidikan agama, itu terjebak pada hegemoni budaya asing yang mendikotomikan ilmu umum dan ilmu agama. Maka konsepsi seperti itu harus diubah.

Namun pernyataannya ini diprotes Mahbub dari Grobogan. Menurutnya, menyalahkan madrasah sebagai korban hegemoni asing itu kurang bijaksana. Ia menyebut perlunya formalisasi pendidikan diniyyah sebagai sistem pendidikan alternatif di semua level.

"Madrasah itu sudah ada sejak Islam masuk di Indonesia. Menyatakan Madin terjebak hegemoni asing itu kurang bijaksana," tutur Mahbub disambut tepuk tangan hadirin.

Ketua PP RMI NU Abdul Ghoffar Rozien sendiri dalam tanggapanya mengatakan, meminta madrasah menyesuaikan diri dari kebijakan gubernur Jateng itu ibarat ada orang sudah merebut rumah, lalu disuruh membuat rumah baru.

Hingga kini, kebijakan Gubernur tersebut telah ditolak oleh beberapa Pemda. Yakni Surakarta, Kendal, Pekalongan, dan Kabupaten Semarang Serta Boyolali, Temanggung, dan Batang dan Rembang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Nur Hadi Amiyanto yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, kebijakan tersebut baru sebatas uji coba di SMA dan SMK negeri. Setelah satu semester akan dievaluasi. Ia mempersilakan masyarakat termasuk ulama memberi masukan dan pihaknya akan membahasnya secara mendalam.

"Kebijakan ini masih uji coba. Akan kami evaluasi setelah satu semester," tuturnya.

Pemerintah Justru yang Ikut Asing

Menanggapi kebijakan Gubernur Jateng ini, seorang alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Dawam Muallim menguraikan, dulu pada zaman Wali Songo, pendidikan di Indonesia adalah pendidikan yang berbasis padepokan dan pondok pesantren. Pendidikan di padepokan biasanya menitikberatkan pada pengajaran ilmu silat dan bela diri serta ilmu budi pekerti, sedangkan pendidikan di pondok pesantren biasanya juga mengajarkan ilmu silat dan bela diri namun lebih dominan pada pengajaran ilmu-ilmu agama.

Ia melanjutkan, pendidikan model seperti itu berlanjut hingga zaman Belanda, dan kebanyakan laskar perebut kemerdekaan didominasi para pendekar dan para kiai yang dibantu oleh para santri.

Belanda pun selalu kewalahan menghadapi mereka, sehingga Belanda harus memeras otak untuk menghilangkan pendidikan berbasis pondok pesantren dan padepokan. Maka Belanda membuat pendidikan tandingan yang berbasis ilmu-ilmu duniawi, namun saat itu para kyai mengharamkan penduduk pribumi belajar di sekolah Belanda.

"Penduduk pribumi saat itu masih banyak yang taat kepada fatwa kiai, sehingga selama ratusan tahun sekolahan Belanda masih sepi dari penduduk pribumi," ujar ustadz yang kini mendirikan pesantren di Kalimantan ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika Belanda masih kalah sama fatwa kiai, akhirnya penjajah melarang para bupati dan wedana menerima pegawai selain dari lulusan sekolahan Belanda.? Hal itu dilawan lagi oleh kiai dengan mengeluarkan fatwa haram bagi santri dan anak cucu kiai menjadi pegawai.

"Namun lambat laun, sekolah Belanda itu akhirnya laku juga, yang pada akhirnya mampu mengalahkan pendidikan pesantren dan padepokan.? Dan sekarang guru yang dianggap sah oleh pemerintah Indonesia adalah para guru sekolah model Belanda, sungguh kenyataan yang sangat menyedihkan," pungkasnya. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaNu, Tegal Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 18 Desember 2017

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejumlah bhakti sosial telah disiapkan dalam rangkaian menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur awal Agustus mendatang. Di antaranya pemeriksaan mata yang dilanjutkan operasi mata secara gratis.

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis

"Operasi katarak akan digelar 23 hingga 26 April di RSUM," kata Direktur Rumah Sakit Unipdu Medika (RSUM), Zahrul Azhar Asumta, Ahad (5/4). Rumah sakit itu sendiri merupakan bagian dari Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang.

Kegiatan yang mampu menangani seribu pasien ini tidak hanya bisa diikuti warga Jombang dan kota-kota lain di Jawa Timur. "Dari luar Jawa Timur bahkan luar Jawa sekalipun juga bisa ikut," kata Gus Han, sapaan akrabnya. Hanya saja ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi bagi pasien dari luar, lanjutnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Salah satunya harus menyertakan surat keterangan kesehatan dari dokter di mana salah satu poinnya mengindikasikan bahwa gula darah yang bersangkutan normal," kata pimpinan di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso ini. 

Selain itu, panitia tidak menanggung akomodasi selama menjalani operasi. "Ongkos perjalanan menuju lokasi serta penginapan selama mengikuti operasi, diserahkan kepada peserta," tandas host program safar to di Rajawali Televisi (RTV) ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk bisa mengikuti acara yang tidak dipungut biaya sepeser pun ini sangatlah mudah. "Ada dua cara," kata Ketua PW Lembaga Kesehatan NU Jatim ini. Formulir bisa didownload di website RTV.co.id yang disediakan hingga 20 April, lanjutnya. Atau bisa langsung datang dengan mengisi data yang ada serta mengembalikannya ke RSUM secara langsung.

Kelebihan yang akan diterima pasien dari Jawa Timur adalah harus mengikuti proses screening kesehatan pada 10 hingga 11 April. "Seluruh rangkaian acara dilangsungkan sejak jam 8 pagi hingga selesai," katanya.

Tidak berhenti sampai di situ. Para pasien yang nantinya mengikuti kegiatan operasi katarak akan mendapatkan fasilitas kaca mata secara cuma-cuma. "Selain operasi mata katarak gratis, pasien juga diberi kacamata gratis," kata Pengasuh Asrama At-Tien di PP Darul Ulum ini.

Seluruh kegiatan dan fasilitas ini diberikan sebagai salah satu khidmat panitia Muktamar ke-33 NU yang diselenggarakan di Jombang. Kegiatan juga sebagai mata rangkai jelang temu alumni akbar Pondok Pesantren Darul Ulum, serta Hari UlangTahun (HUT) Rajawali Televisi yang pertama.

"Bila informasi yang disampaikan di sejumlah media termasuk pamflet atau selebaran dirasa kurang jelas, para pasien atau pihak keluarga dapat datang langsung ke RSUM, atau bisa menghubungi panitia di nomor telepon 0321 873699," katanya menyudahi perbincangan. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, AlaNu, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 26 November 2017

Ikhtiar GP Ansor Kota Bandung Ciptakan Umat Sauyunan

Sukabumi,Rohis Tegal - Rohani Islam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung berikhtiar melakukan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya persatuan runtut raut sauyunan (damai seiring sejalan) dengan memperkuat Islam rahmatan lil alamin. Khtiar tersebut dilakukan melalui Tabligh Akbar mulai Juni hingga Desember.

Menurut Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung Abdul Rozak, tabligh akbar tersebut dilakukan sekali tiap bulan di tempat yang berbeda.

Ikhtiar GP Ansor Kota Bandung Ciptakan Umat Sauyunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar GP Ansor Kota Bandung Ciptakan Umat Sauyunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar GP Ansor Kota Bandung Ciptakan Umat Sauyunan

“Tema besar kegiatan tersebut adalah Islam Rahmatan lil Alamin menuju Keadilan dan Perdamaian Dunia”. Dengan tema tersebut kita akan melakukan proses penyadaran terhadap umat bahwa sejatinya Islam itu adalah rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam). Bukan hanya sebatas rahmatan lil muslimin,” jelasnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (5/6).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ikhtiar tersebut dilakukan karena menurut dia, situasi sekarang banyak umat awam yang mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tak jelas.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Isu tersebut mengatasnamakan agama dan parahnya isu tersebut disinyalir akan menuju ke disintegrasi bangsa, perpecahan sesama warga.

Kita akan menjelaskan kepada umat bahwa menjadi muslim yang baik dan menjadi warga negara yang baik karena agama dan negara (nasionalisme) dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Masyarakat harus tahu jargon NU hubbul wathon minal iman, cinta negara adalah sebgian dari iman.

“Maka mari pelihara negara ini. Jangan sampai diadu domba? oleh kepentingan yang tak jelas yang selalu mengatsnamakan agama.”

Ia menambahkan pada Tabligh Akbar tersebut, GP Ansor akan mengundang penceramah kiai-kiai setempat, dari kader Ansor sendiri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Aswaja, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 20 November 2017

Kampus Bershawalat, Persembahan PMII Untirta Peringati Hari Santri

Serang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ratusan kader PMII mengikuti Kampus Bershalawat dengan Tema Meneguhkan Eksistensi Santri dalam Merawat Tradisi, di Masjid Syekh Nawawi Al-Bantani Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kota Serang, Banten, Senin (23/10).

Kampus Bershawalat, Persembahan PMII Untirta Peringati Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Bershawalat, Persembahan PMII Untirta Peringati Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Bershawalat, Persembahan PMII Untirta Peringati Hari Santri

Acara yang dimulai bakda isya hingga dini hari ini diisi dengan kegiatan shalawat bersama, pelantunan ayat Suci Al-Quran, tausiyah, dan doa bersama.

Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Syarkowi menyampaikan, kader PMII harus tuntas dalam karakter dan identitas ahlusunnah wal jamaah. Jangan sampai karena adanya gesekan kepentingan, kader PMII dan kader banom-banom NU lainnya terpengaruh Wahabi, apalagi HTI.

“Kader PMII melalui Hari Santri ini harus meneguhkan posisinya dalam perkembangan zaman dan mampu menjawab tantangan itu. Jangan sampai bajunya NU, tapi isinya Wahabi apalagi HTI. Ini harus tegas,” kata KH Matin Syarkowi yang juga Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII.

Ia menyatakan, banyak peristiwa krusial sejarah pendirian bangsa ini yang terjadi di Banten.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Para pendiri bangsa (founding fathers) kita tidak lepas dari ulama dan santri Banten dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Perjuangan Presiden Soekarno dan Jendral Soedirman tidak lepas dari peran para ulama dan santri Banten terdahulu,” urainya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Matin berharap bukti peran krusial perjuangan para ulama dan santri harus menjadi inspirasi dan semangat pergerakan para kader PMII Banten.

Agus Pramono dari PCINU Federasi Rusia menyampaikan, perkembangan peradaban pendidikan di Rusia hari ini merupakan manifestasi dari model pendidikan Jabal Ibn Hayan. 

“Model pendidikan ini mampu dicapai Rusia karena peristiwa sejarah ketika Kekaisaran Mongol menginvasi kekhalifahan Abbasiyah dan memindahkan pusat peradaban pendidikan dunia saat itu ke pusat Kekaisaran Mongol yaitu Rusia,” kata pria yang akrab disapa Gus Pram. 

Ketua PCNU Kediri 2001-2005 itu menyampaikan bahwa semangat intelektualitas kader PMII telah didukung H Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang juga merupakan ketua Umum PB PMII 1994-1997.

“Kader PMII yang memiliki kapasitas akan didukung penuh untuk melanjutkan studinya ke Rusia,” ujar Gus Pram. (Andra Imam Putra/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 16 November 2017

Pilkada Serentak, Ansor Lampung: Netral Harga Mati

Waykanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Komandan Satuan Provost Barisan Ansor Serbaguna (Dansat Provost Banser) PW GP Ansor Lampung Sumarnu di Banjit, Waykanan, Sabtu (14/11) mengingatkan organisasi pemuda Nahldatul Ulama (NU) itu untuk tidak dibisniskan dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015 mendatang.

"Netral itu harga mati. Kalau kita lari ke politik, saya khawatir nanti Ansor yang memiliki badan semi otonom Banser akan dibisniskan oleh sejumlah pihak," kata Sumarno.

Pilkada Serentak, Ansor Lampung: Netral Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Serentak, Ansor Lampung: Netral Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Serentak, Ansor Lampung: Netral Harga Mati

Warga Kampung Argo Mulyo Kecamatan Banjit itu menambahkan, netral dalam perhelatan Pilkada dimaksud merupakan prinsip. "Mendukung calon kepala daerah secara pribadi itu sah saja, tapi organisasi kita (Ansor) jangan pernah dikorbankan untuk urusan politik," ujar dia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Adapun Pilkada di Kabupaten Waykanan diikuti dua pasangan calon, nomor urut 1, Bustami Zainudin dan Adinata (Adin Bustami) diusung PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, Nasdem dan Golkar, serta nomor urut ? 2, Raden Adipati Surya dan Edward Anthony (Berani) diusung Demokrat, PAN, Hanura dan PKS.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berkaitan dengan itu, PC GP Ansor Waykanan dalam sejumlah kesempatan menegaskan bukan sebagai organisasi politik dan tidak memihak kepada kontestan Pilkada.?

"Saya ucapkan selamat kepada Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor yang konsisten untuk netral terkait pelaksanaan Pilkada. Saya sebut ini sebagai upaya menjaga keutuhan keluarga karena pasti ada perbedaan pilihan calon pada kader Ansor," tandas Sumarnu. (Disisi SF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 07 November 2017

JPPR Sarankan Muktamirin Bahas Soal Kampanye Hitam

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) melaporkan lonjakan penyebaran isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) di masa kampanye. Belakangan ini penggunaan isu SARA ini menampakkan peningkatan signifikan terutama dalam memengaruhi para pemilih. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, pihak JPPR mengusulkan, seyogianya membahas isu krusial ini di forum Muktamar ke-33 NU.

JPPR Sarankan Muktamirin Bahas Soal Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
JPPR Sarankan Muktamirin Bahas Soal Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

JPPR Sarankan Muktamirin Bahas Soal Kampanye Hitam

Demikian saran Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz kepada Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz di Jakarta, Selasa (26/5) sore.

Menurut Masykur, perundang-undangan sebenarnya sudah menyebutkan rinci soal penggunaan isu SARA seperti penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan pasangan cagub, pasangan cabup, pasangan cawalkot, dan partai politik tertentu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penggunaan isu SARA dalam konteks kampanye, kata Masykur, berwujud pada hasutan, penyebaran fitnah, adu domba parpol, perseorangan, atau kelompok masyarakat.

Ironinya, isu SARA tidak hanya untuk menjatuhkan pasangan calon lawan, tetapi juga untuk mengangkat citra pasangan calon itu sendiri. Dengan kata lain, praktik kampanye dengan segala bentuknya, berlaku dua arah yaitu secara negatif (menjatuhkan pihak lain) dan positif (meningkatkan citra sendiri).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masykur menilai cara kampanye begini tidak mendidik politik masyakarat, bahkan tidak bermutu. Setiap calon sibuk menanggapi isu yang dihembuskan lawan politiknya. Dalam kondisi seperti ini, subtansi kampanye berupa dialog visi, misi, dan program untuk kemajuan daerahnya menjadi terabaikan.

Apalagi pada 2015 KPU akan menyelenggarakan Pilkada serentak di 9 propinsi dan 269 kabupaten atau kota se-Indonesia. Keadaan kampanye yang sudah-sudah, perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan ke depan.?

“JPPR melihat pentingnya peran tokoh dan kiai setempat wa bil khusus di lingkungan NU untuk mengantisipasi isu SARA saat kampanye. Kalau isu ini dibahas di muktamar, NU secara langsung menciptakan kampanye damai, toleran, dan aman di masa-masa mendatang,” kata Masykur kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Jakarta, Selasa (26/5) sore.

Sementara H Imam Aziz mengatakan, sebenarnya ini merupakan keresahan bersama. “Kita tidak ingin cara-cara kotor begitu terjadi lagi di masa-masa kampanye ke depan. Yang jelas, kita akan bawa masukan ini ke dalam forum panitia,” kata Mas Imam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Cerita, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 04 November 2017

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam

Anak-anak adalah masa depan bangsa. Bagaimana gambaran masa depan Indonesia 30-an tahun ke depan, anak-anak saat ini adalah jawabannya. Karena itu, menanamkan kecintaan? mereka terhadap Al-Qur’an sesungguhnya merupakan bagian dari upaya menciptakan masa depan bangsa yang cerah.

Demikian disampaikan Buhari Ediyanto, Ketua Remaja Masjid (Remas) Al-Istiqomah, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Madrasah Ramadhan di Masjid Al-Istiqomah, kemarin (23/6).

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Menurutnya, anak-anak harus diajari mencintai Al-Qur’an sejak dini. Caranya dengan mengajari mereka mengaji. Baik belajar di masjid, mushala, ataupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).? “Jadi para orang tua harus selalu mendorong agar anaknya mau belajar mengaji. Jangan sampai orang tua kalah dengan pengaruh TV. Kalau waktunya ngaji, orang tua harus tegas kepada buah hatinya,” ujar Buhari.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Buhari menambahkan, bulan Ramadhan adalah merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat belajar mengaji di kalangan anak-anak. Selama ini, katanya, masyarakat cenderung membiarkan anak-anaknya vakum dari kegiatan mengaji dengan alasan kasihan karena waktu mereka banyak tersedot untuk kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan di luar sekolah. Padahal, mengaji itu teramat penting.

“Kalau dulu, anak-anak sampai lulus SD masih ke langgar (belajar ngaji). Tapi sekarang, sulit rasanya,” jelas Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Madarasah Ramadhan itu sendiri berlangsung satu hari, diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari TPQ Ar-Rahman, binaan Remas Al-Istiqomah dan masyarakat sekitarnya. Materi yang diberikan meliputi fadhilah Ramadhan, Nuzulul Qur’an dan game ketangkasan. Bagi peserta yang aktif dan berprestasi disediakan hadiah.

Selain Madrasah Ramadhan, Remas al-Istiqomah juga menyelenggarakan bagi-bagi takjil untuk dhu’afa dan musafir. Kegiatan ini dilaksanakan semingu tiga kali selama Ramadhan. Di samping itu, juga digelar acara Tabuh Sahur untuk membangunkan masyarakat dan jamaah masjid agar bersahur tepat waktu. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, AlaNu, Khutbah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 30 Oktober 2017

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang menggelar pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) Banser NU di Pondok Pesantren Al-Mamun Tanjungkerta Sumedang. Diklatsar ini diikuti oleh 60 peserta dan akan dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/9).

Ketua GP Ansor Tanjungkerta Syarif Hidayatullah mengatakan, Diklatsar Banser merupakan salah satu jenjang pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti setiap kader Ansor yang ingin menjadi anggota Banser. Tujuannya adalah merapatkan barisan dalam membentengi para ulama dan menjaga NKRI dari berbagai rongrongan yang ingin memecah belah Indonesia.

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU

Para peserta Diklatsar akan dibekali berbagai ilmu dan pelatihan mulai dari berbagai bentuk pelatihan fisik, mental, kemampuan beladiri, ilmu tenaga dalam, pendalaman ke-NUan, ke-Indonesiaan, bela negara, peraturan baris berbaris, kelalulintasan, dan tanggap darurat bencana.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Sekretaris PCNU Sumedang Jujun Juhanda mengatakan, jangan pernah keder menjadi seorang Banser. Ada tugas mulia membentang di hadapan sahabat-sahabat karena posisi dan kedudukan Banser berada sebagai pengawal ulama. Tugas dan tanggung jawab Banser juga yaitu menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan juga mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semoga setelah Diklatsar ini selesai, masing-masing peserta bisa memegang teguh ke-NUan dan ke-aswajaan. Bahkan, mereka harus siap menjadi garda terdepan menjaga ulama dan NKRI, tutup Jujun. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Daerah, Ahlussunnah, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 26 Oktober 2017

Setelah 20 Tahun Tak Terurus, Indonesia-Suriah Tanam Kembali Hutan Persahabatan

Damaskus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Suriah ke-69 dan peringatan Kemerdekaan RI ke-71, KBRI Damaskus pada hari Minggu, (14/8) menyelenggarakan penanaman kembali Hutan Persahabatan Indonesia-Suriah di Kota Dimas, Provinsi Damascus Countryside (DCS), Suriah. Acara dihadiri Duta Besar RI Suriah Djoko Harjanto, Gubernur Damascus Countryside (DCS) Ala Ibrahim, Wakil Gubernur DSC Ratib Adas, Walikota Dimas, dan diikuti sekitar 150 pemuda Indonesia dan Suriah.?

Dubes Djoko menegaskan hutan persahabatan ini pertama kali diresmikan tahun 1988 dan KBRI Damaskus terakhir kali menanam hutan persahabatan tahun 1996. Selama 20 tahun terbengkalai, hutan ini menjadi tidak terawat dan banyak pohonnya yang hilang atau mati.?

Setelah 20 Tahun Tak Terurus, Indonesia-Suriah Tanam Kembali Hutan Persahabatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah 20 Tahun Tak Terurus, Indonesia-Suriah Tanam Kembali Hutan Persahabatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah 20 Tahun Tak Terurus, Indonesia-Suriah Tanam Kembali Hutan Persahabatan

Dubes Djoko mengutip hadits Nabi bahwa “tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, ataupun hewan, maka dengan tanaman itu ia telah bersedekah.” Dubes Djoko juga menekankan dengan semangat meneguhkan kembali persahabatan di tengah krisis berkepanjangan, KBRI Damaskus mengabadikan simbol persahabatan Indonesia-Suriah dalam bentuk Prasasti Hutan Persahabatan Indonesia-Suriah.

Sementara itu, Gubernur Damascus Countryside menyambut baik acara penanaman kembali Hutan Persahabatan yang menjadi simbol persahabatan abadi kedua negara dan terus berkembang di masa mendatang.

Pada acara bersejarah itu, Dubes RI bersama Gubernur DCS menandatangani prasasi Hutan Persahabatan dan menanam pohon beringin dari Indonesia. Pohon beringin didatangkan khusus dari Indonesia sebagai simbol persatuan dalam Pancasila. Selanjutnya, sekitar 150 pemuda dari Indonesia dan Suriah menanam sebanyak 100 bibit pohon pinus di lahan Hutan Persahabatan Indonesia-Suriah.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu peserta asal Suriah, Nagham Meqari, mengutarakan antusiasmenya mengikuti penanaman hutan persahabatan ini. “Saya mewakili teman-teman salut dengan kegigihan KBRI Damaskus untuk terus menyambungkan persahabatan antara pemuda Suriah dengan Indonesia. Saya senang bisa bertemu dengan teman-teman baru Indonesia pada acara penanaman hutan ini,” ujarnya.

“Penanaman hutan ini betul-betul menjadi simbol persahabatan kedua negara,” ujar Wasim Ahmad, peserta asal Suriah. “Dengan kehadiran para pemuda Indonesia dan kita menanam pohon bersama, kami orang Suriah merasa tidak ditinggalkan di tengah konflik ini. Indonesia adalah sahabat sejati Suriah.”?

Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang masih tetap membuka misi diplomatiknya di tengah gejolak konflik Suriah dengan kepala perwakilan seorang duta besar. Dengan penanaman kembali hutan persahabatan ini semakin meneguhkan hubungan persahabatan kedua negara, mengingat Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki hutan persahabatan yang aktif dengan Suriah hingga saat ini.?

Pada acara ramah tamah, Dubes RI Djoko Harjanto menerima Gubernur DCS Ala Ibrahim dan Wakil Gubernur DSC Ratib Adas di Wisma Duta Yafour. Dalam pertemuan tersebut Gubernur DCS menyampaikan apresiasi terhadap sikap Indonesia yang konsisten mendukung rakyat dan pemerintah Suriah dalam perang melawan terorisme.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dubes Djoko Harjanto adalah salah seorang Dubes yang paling aktif dalam meningkatkan hubungan kedua negara walaupun dalam situasi krisis dan ia paham betul akan situasi yang diderita oleh rakyat Suriah,” ungkap Ala Ibrahim.

Gubernur Ala Ibrahim juga menyampaikan terima kasih atas upaya Dubes Djoko dalam menjembatani informasi yang sebenarnya terjadi di Suriah, melalui saling kunjung ulama Suriah ke Indonesia yang rutin baru-baru ini, seperti Syeikh Taufik Ramadhan al-Bouti (Ketua Persatuan Ulama Syam) dan Syeikh Adnan Afiyuni (Mufti Damaskus).

Menanggapi hal tersebut, Dubes Djoko menegaskan sikap politik Indonesia untuk senantiasa mendorong solusi politik dan demokrasi di Suriah. “Tidak ada konflik atau peperangan yang selesai tanpa perundingan,” ujar Dubes Djoko menekankan konflik di Suriah harus diselesaikan melalui jalur politik.

Dubes Djoko juga menyampaikan bahwa KBRI Damaskus telah dan terus memfasilitasi kunjungan ulama, jurnalis, akademisi, dan tokoh masyarakat Suriah untuk berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan hubungan kedua negara terutama di bidang keagamaan, budaya, pendidikan, jurnalis, dan bantuan kemanusiaan serta kerjasama menjaga lingkungan hidup dengan program penghijauan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, AlaNu, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 13 Oktober 2017

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Ketua PCNU Kudus H Fajar Nugroho mengatakan, semangat perjungan yang dilakukan para pendiri maupun tokoh Nahdlatu Ulama (NU) pendahulu masih relevan menjadi spirit bagi generasi penerus masa kini di tengah kondisi zaman yang serba materi.

“Meskipun zaman sudah berbeda, namun semangat atau sprit Perjuangan pendiri NU termasuk KHR Asnawi ini mampu menjadi inspirasi pengurus maupun kader NU menggerakkan roda organisasi pada masa sekarang,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam saat dimintai pandangannya terkait sosok KHR Asnawi yang diperingati haulnya ke 56, Jum’at (25/4) kemarin

Perjuangan Pendiri  NU, Spirit Bagi Generasi  Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

Fajar menyatakan Nahdlatul ulama lahir melalui proses pergulataan pemikiran dan perjuangan para Kiai-kiai NU pada masa lalu. Mereka berjuang secara kukuh mendirikan Nahdlatul Wathan terlebih dahulu  untuk menggelorakan cinta tanah Air dan Nahdlatut Tujjar guna menggerakkn ekonomi ummat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kiai-kiai mendirikan NU untuk memback up paham Aswaja dengan penuh kegigihan dan semangat berjuang secara  total.  Kita harus meneladani  dan melanjutkan perjuangan pendiri NU termasuk  KHR Asnawi,”tegasnya lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan, KHR Asnawi adalah figur ulama mempunyai kepiawian dalam membaca zaman.  Disamping pengasuh pesantren tetapi mash sempat memberi ceramah berdakwah di daerah dan masih menulis buku.

“Karya tulis berupa kitab sudah banyak yang dijadikan pedoman para santri berup  Kitab pendek  tapi mendasar yang mudah dipahami. Umur beliau betul-betul sangat barokah memberikan sesuatu sepanjang,”tandasnya Fajar.

Fajar mengakui belakangan ini kaum Nahdliyyin semangat berjuangnya mengalami kemunduran. Hal ini akibat dari pengaruh  kondisi zaman yang diukur berdasarkan materi atau uang. “NU akan tetap menjaga akhlakul karimah, tidak boleh terjerumus dan larut hal yang kurang baik terus,”ujarnya

Bagi PCNU Kudus, peringatan haul  KHR Asnawi memiliki arti menjaga hubungan emosional dan rohaniah. “Mbah Asnawi secara fisik sudah tidak ada di tengah kita, namun ruh dan spiritnya masih menyertai kita,”tandas Fajar lagi. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, AlaNu, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 02 September 2017

Nabi Muhammad Mataharinya Dunia

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Setelah mengikuti acara Maulid Nabi semalam, tiba-tiba di benak saya terngiang sebuah syair pemujaan atas Nabi dalam kitab Al-Barzanji: anta syamsun, anta badrun, anta nuurun fauqa nuuri (engkau Nabi laksana matahari, laksana rembulan purnama, engkau cahaya di atas cahaya).

Nabi Muhammad Mataharinya Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad Mataharinya Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad Mataharinya Dunia

Tak hanya di syair itu. Nasida Ria, grup musik legendaris asal Semarang, membuat lagu berjudul "Nabi Muhammad Mataharinya Dunia" sebaga berikut:

"Di langit ada matahari

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bersinar menerangi bumi

Di langit ada matahari

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bersinar menerangi bumi

Cahayanya yang tajam

Menembus kegelapan

Menerangi seluruh alam

Di bumi ada para Nabi

Utusan Robbul Izzati

Di bumi ada para Nabi

Utusan Robbul Izzati

Membawa kebenaran

Menjaga kedholiman

Petunjuk jalan keselamatan

Nabi Muhammad Nabi akhiruzzaman

Rahmat bagi umat di seluruh alam

Nabi Muhammad mataharinya dunia

Yang bersinar abadi sepanjang Zaman

Nabi Muhammad bagai purnama

Di tengah malam gelap gulita

Nabi Muhammad bagai pelita

Cahayanya di atas cahaya

Wahai Kaum Muslimin Muslimat

Sampaikan Shalawat Salam
"

Kemudian saya berpikir, terus menerus berpikir, bagaimana Nabi Muhammad SAW, pemimpin umat Islam itu "disamakan" dengan matahari. Dan perlahan, satu persatu ingatan dan gagasan tafsiran terkumpul dalam pikiran.

Ingatan saya pertama kali langsung kepada kata Guru Bangsa Emha Ainun Nadjib atau yang akrab dipanggil Cak Nun. Dalam situs caknun.com, ayah dari vokalis grup band Letto ini perbah menulis yang sedikit terkait matahari:

"Jangan terlalu membebani sekolahan, kampus, dosen-dosen dan skripsi atau keseluruhan dunia ilmu pengetahuan dengan harapan-harapan dan impian-impian. Jangan minta terlalu banyak kepada semua itu.

Kalau mencari ilmu, kearifan dan kemuliaan hidup, jangan andalkan itu semua. Lebih baik berharap kepada bagaimana caramu sendiri melihat dan memperlakukan matahari setiap pagi, dedaunan, tetangga, pasar atau impian-impian aneh setiap malam.

Mintalah ilmu kepada pemilikNya di setiap butiran udara
."

Kemudian, dalam buku Tuhan Pun Berpuasa, yang terbit pertama kali pada 1996 oleh Penerbit Zaituna, Yogyakarta yang kemudian disuguhkan kembali oleh Penerbit Buku Kompas pada tahun 2012, Cak Nun menulis:

"Dengan amat setia Allah menerbitkan matahari tanpa peduli apakah kita pernah mensyukuri terbitnya matahari atau tidak. Allah memancarkan cahaya matahari tanpa menghitungnya dengan penghianatan yang kita lakukan atas-Nya setiap hari."

Dari sini saya berpikir, bahwa peran Nabi Muhammad di hari ini – di alam modern ini -begitu nyata – seperti matahari – meski kadang kita semua tak menyadarinya, apalagi mensyukurinya.

Sebagai contoh, dalam sehari-hari, selain hal-hal yang ubudiyyah seperti shalat dan muamalah seperti dalam jual beli, kita juga diajari bagaimana beriman. Percaya bahwa yang menentukan rizki, pembuat sakit, sedih, kecewa, kalah, dan lain sebagainya, itu datang dari Allah SWT. Dengan demikian, sebenarnya, hati dan mental kita memiliki kekuatan dan kepasrahan kepada-Nya.

Dalam kitab Al-Hikam, Ibnu Athaillah As-Sakandari menjelaskan, bahwa himmah, kemauan dan cita-cita kita takkan mampu menembus benteng takdir. Hal ini, tak bisa dianggap sepele. Orang yang tidak meyakini dan menggunakan ini dalam kehidupan sehari-hari, bisa stres dalam menjalani dan menghadapi hidup yang penuh persoalan ini.

Inilah mungkin, yang tak kelihatan – seperti matahari – yang dimiliki oleh umat Islam, meski ia kuang mampu, hidup seadanya dan seba pas-pasan, sudah bisa bersyukur dan memiliki orentasi akhirat, sehingga perilaku hidupnya seimbang, tak mau menyakiti apalagi mendhalimi orang lain. Ini berbeda misalnya, dengan beberapa selebitis – baik papan atas nasional maupun intenasional – yang di puncak kariernya bunuh diri. Beberapa tokoh dan pablik figur di luar artis, juga banyak yang demikian, minimal strees dan yang paling parah putus asa: bunuh diri.

Iman dan keyakinan yang diajarkan Nabi ini, seakan menjadi lentera yang menerangi dada kau muslimin, agar tak gelap menghadapi dunia. Kehadiran Nabi Muhammad saw, laiknya matahari, menerangi umat manusia setiap pagi, dengan iman, ilmu berikut perkembangannya, spiritualismenya, dan yang lebih utama adalah akhlaknya.

Kemudian, ketika malam hari, dalam syair tersebut, dikatakan Nabi laiknya bulan purnama. Ia menerangi malam yang gelap gulita. Ia cahaya di atas cahaya, yang menerangi manusia dari kegelapan: kekejaman, kesadisan, kesewenang-wenangan, penindasan, eksploitasi alam, dan lain sebagainya. Kehadirannya di dunia melebihi cahaya apapun di dunia.

Dan, mungkin inilah mengapa Allah SWT – Tuhan Semesta Alam – tidak shalat ketika meyuruh orang beiman shalat, tidak haji ketika menyuruh umat Islam yang mampu naik haji, tidak berzakat ketika menyuruh umat Islam zakat. Selain karena shalat adalah doa, sedangkan Allah dzat yang dimintai doa, zakat adalah membersihkan sedangkan Allah Dzat yang Maha Bersih dan haji adalah bertamu sedangkan Allah adalah Tuan Rumahnya. Maka, ketika memerintahkan orang beriman bershalawat kepada Nabi, Allah sudah, sedang dan senantiasa bershalawat kepadanya (yushalluna alan Nabii) – redaksinya menggunakan fiil mudlari.

Artinya, betapa Allah tidak pernah berhenti bershalawat kepada kekasih-Nya, yang diibaratkan penyair sebagai mataharinya dunia.

Sedangkan kita, seperti kata Cak Nun, bahkan jarang sekali mensyukuri bagaimana matahari terbit di tiap pagi, apalagi mensyukuri nikmat-nikmat lain yang tak terhitung yang Allah beri.

Jika demikian, bisa dimisalkan bahwa matahari dunia kadang terjadi gerhana. Cahaya Nabi tertutup oleh kekuasaan, oleh jabatan, oleh nafsu, oleh kesenangan, oleh kecanggihan, oleh kemewahan, oleh permusuhan, oleh perbedaan dan oleh hal lain yang menutupi cahayanya sampai ke bumi. Ajaran, keteladanan, cinta dan sinar Nabi tertutupi, sehingga kita kadang berjalan di kegelapan, tanpa tahu arah dan tujuan, atau tahu tujuan tetapi berjalan tidak sesuai arah.

Di sini, kita menemukan signifikansi pembacaan sejarah Nabi, peringatan Maulid Nabi, mempelajari kembali sang Nabi, agar gerhana segera berakhir dan cahayanya menjadi terang kembali sampai ke bumi. Selain itu, kita juga percaya bahwa syafaat-nya – hak prerogatifnya – bisa menyelamatkan kita semua. Dan, bagi siapa yang menyenandungkan pujian kepadanya, akan menentramkan hati sehingga diliputi ketenangan, kebahagiaan dan cinta.

Shallu alan Nabii Muhammad!



Penulis adalah kader muda Nahdlatul Ulama.



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, pada tahun 2025-2035 Indonesia diperkirakan akan mengalami persoalan kependudukan dengan meningkatnya jumlah manusia karena usia produktif lebih besar daripada usia yang ditanggung.

Menurut dia, sebenarnya hal itu menggembirakan karena akan menambah produktivitas bangsa kita, tapi di sisi lain dihadapkan Pekerjaan Rumah yang cukup banyak. Misalnya kejahatan seksual terhadap anak mulai dari incest (hubungan seksual sesama saudara) maupun pedofilia (kejahatan seksual terhadap anak) dan penjualan anak.

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

“Jika asusmsinya anak-anak itu berusia 5 tahun sekarang ini, maka pada tahun 2025, mereka berumur 24 tahun,” katanya saat pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU di Aula Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/5).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Khofifah, dengan asumsi seperti itu mereka sudah sarjana, bahkan S2. Seyogyanya pada saat itu bangsa Inidonsia tengah memaknai kehidupan dengan berbagai prestasi dan keunggulan kompetitif.

Muslimat NU, kata Khofifah, mengajak melakukan perenungan bersama dan saksama dengan pertanyaan, berapa anak yang terganggu secara psikologis yang akan terbawa sampai dewasa? “Muslimat NU insya Allah siap membantu mencari solusi bersama elemen bangsa? yang lain,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Begitu pula dengan PR bangsa yang lainnya. Khofifah menyebutkan, saat ini mungkin ada 40 persen anak di bawah usia 19 tahun mengalami kehamilan di luar nikah. Kemudian persoalan aborsi (menggugurkan kandungan), makin lama makin menunjukkan peningkatan. “Menurut media, aborsi di salah satu kabupaten di Sumenep, harganya 15 ribu rupiah sampaia 20 ribu,” terangnya.

Maka, kata dia, apa yang akan dialami bangsa ini jika inputnya seperti itu. “Sekali lagi, Muslimat NU siap dengan elemen bangsa lain untuk mencari solusinya,” tegasnya, “saat ini Muslimat NU tengah melakukan Pelatihan Reproduksi untuk Remaja pesantren salaf di Jawa dan luar Jawa,” sambungnya.

Khofifah juga menyebutkan, ibu-ibu Muslimat NU senang mengaji, senang istighosah, tapi secar ekonomi, usaha mereka di pasar, misalnya sering tidak berjalan dengan baik karena tidak modal. Kalaupun ada modal usaha, mereka harus kepada rentenir yang “mencekik”.

Rakernas dan Mukernas Muslimat NU dibuka Wakil Presiden RI Boediono. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali, Ketua Umum PP GP Ansor, Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah.

Kegiatan bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Bermartabat" tersebut melibatkan sekitar 1500 Pengurus Muslimat NU se-Indonesia dan perwakilan luar negeri ini akan berlangsung sampai 1 Juni. (Abdullah Alawi)

(Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Internasional, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 11 Agustus 2017

Nabi Muhammad “Hadir” Saat Mahallul Qiyam?

Demak, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah KH Muhammad Hanif Muslih mengutip kalimat KH Muslih Abdurrahman Al-Maroqy dan Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawy bin Abbas Al-Maliky.

Nabi Muhammad “Hadir” Saat Mahallul Qiyam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad “Hadir” Saat Mahallul Qiyam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad “Hadir” Saat Mahallul Qiyam?

“Rasullullah Muhammad SAW akan selalu hadir, ruh dan jasadnya, saat mahallul qiyam pada pembacaan maulid,” kutipnya pada pembukaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak pada Jumat malam (16/1).

Peringatan tersebut merupakan Safari Maulid Majelis Al Muqorrobin pimpinan Habib Farid Abdillah bin Masyhur, Habib Fauzi bin Masyhur, dan Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur. Ketiganya merupakan penerus majelis ta’lim Muqorrobin yang dididirkan Habib Masyhur bin Toha Al Munawar.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ribuan santri dan masyarakat hadir pada kesempatan itu. juga para ulama, habaib, pejabat pemerintah dari sipil maupun kepolisian. Hadir pula Habib Ali bin Hasan Bafaqih dari Tarim Yaman. Beliau mengajak kepada masyarakat untuk selalu meneladani akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Diutusnya Baginda Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia adalah sebuah rahmat yang agung, maka menjadi sebuah keniscayaan bagi kita umat Islam untuk selalu meneladani akhlak mulia beliau,” katanya dalam mauidhoh berbahasa Arab yang diterjemahkan KH Helmi Wafa. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 04 Agustus 2017

PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Di antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang ditunjuk PBNU sebagai salah satu proyek percontohan program Kartu Anggota NU (Kartanu) adalah PCNU Subang, Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, PBNU sudah menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri.

Mengenai hal ini, PCNU Subang dan Bank Mandiri Cabang Subang melakukan rapat koordinasi untuk mensukseskan program Kartanu dalam Rapat Reboan di Kantor PCNU Rabu (14/9).

PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional

"PCNU Subang dan Bank Mandiri siap mensukseskan program Kartanu. Tadi sudah koordinasi dengan pimpinan Bank Mandiri Subang," ungkap Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah seusai rapat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bank Mandiri Subang, kata dia, siap memenuhi permintaan PCNU Subang pada gelombang pertama pembuatan Kartanu yang bisa dijadikan Kartu ATM Bank Mandiri. Kartu tersebut tercetak minimal 100 Kartanu sebelum tanggal 22 Oktober nanti karena rencananya pada tanggal tersebut PCNU Subang akan menggelar peringatan Hari Santri Nasional sekaligus peluncuran Kartanu.

"Insya Allah pada peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober nanti, Kartanu akan diluncurkan," tambahnya.

Saat ini, kata dia, pembuatan Kartanu melalui PCNU Subang masih terbatas karena baru menyentuh jajaran Pengurus PCNU, Lembaga dan Banom yang ada di lingkungan PCNU Subang serta MWCNU dan Ranting NU. Jika semua pengurus sudah memiliki Kartanu baru mulai menggarap ke jamaah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Supaya pengurus bisa menjelaskan ke masyarakat, seperti ini bentuk Kartanu, karena kalau belum punya Kartanu nanti dikhawatirkan pengurus akan kesulitan menjelaskan," pungkas Pengasuh Pesantren Attawazun ini. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaNu, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 07 Juli 2017

Sisi Politis dan Ideologis Susbanpim GP Ansor Digelar di Batam

Batam, Rohis Tegal - Rohani Islam

Satkorwil Banser Gerakan Pemuda Ansor propinsi Kepulauan Riau siap menjadi tuan rumah Susbanpim III. Terpilihnya Kepulauan Riau sebagai tian rumah, merupakan kehormatan tersendiri bagi GP Ansor Kepulauan Riau.

"Alhamdulillah persiapan sudah sangat matang. Terpilihnya Kepri sebagai tuan rumah merupakan kehormatan bagi kita semua" ujar Kasat Korwil Banser GP Ansor Kepulauan Riau Nuryanto saat membuka rapat evaluasi pelaksanaan Susbanpim III di Batam pada Ahad (20/11) malam.

Sisi Politis dan Ideologis Susbanpim GP Ansor Digelar di Batam (Sumber Gambar : Nu Online)
Sisi Politis dan Ideologis Susbanpim GP Ansor Digelar di Batam (Sumber Gambar : Nu Online)

Sisi Politis dan Ideologis Susbanpim GP Ansor Digelar di Batam

Nuryanto menambahkan, bahwa terpilihnya Kepulauan Riau sebagai tuan rumah, tidak terlepas dari posisi Batam yang berbatasan dengan negara luar. Secara politis sangat menaikkan citra GP Ansor di mata negara tetangga. Sementara secara ideologis dari pelaksanaan Susbanpim ini kita mengirim "pesan" bahwa GP Ansor selalu setia dengan NKRI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Secara politis dan ideologis tentu menjadi pertimbangan terpenting terkait pelaksanaannya di Batam. Dengan kejadian akhir-akhir ini kita mengirim pesan ke negara tetangga dan pihak yang ingin merongrong NKRI, bahwa kita keluarga GP Ansor masih setia dengan NKRI" lanjut Nuryanto yang juga ketua DPRD Kota Batam ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pelaksanaan Susbanpim III nantinya akan dilaksanakan di Asrama Haji pada tanggal 22 sampai dengan 28 November mendatang. Sedikitnya 150 peserta akan mengikuti kegiatan ini. Peserta merupakan kader Banser terbaik dari propinsi seluruh Indonesia. Peserta akan mulai tiba di Batam pada Senin (21/11) pagi.

Selain pejabat daerah seperti Gubernur Kepri, Walikota Batam, Kapolda Kepri maupun Danrem 033 Wira Pratama, pembukaan Susbanpim III nanti juga akan dihadiri Pimpinan Pusat GP Ansor dan Satkornas. (Sularno Menot/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 14 Juni 2017

Beda Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Nuzulul Qur’an adalah waktu turunya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5.

Namun begitu, Nuzulul Qur’an sering diperingati pada malam 17 Ramadhan, sementara umum diketahui bahwa malam Lailatul Qadar itu diperkirakan jatuh pada sepertiga malam yang terakhir bulan Ramadhan. Mengapa bisa berbeda? Berikut penjelasan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH A Nuril Huda dan Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU KH Arwani Faisal kepada Rohis Tegal - Rohani Islam.

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

Beda Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Beda Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Beda Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr 1-5).

Para ulama berbeda pendapat tentang dlamir “hu” atau kata ganti yang merujuk kepada Al-Qur’an dalam ayat pertama. Apakah Al-Qur’an yang dimaksud dalam ayat itu adalah keseluruhannya, artinya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sekaligus dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, ataukah sebagiannya, yaitu bahwa Allah SWT menurunkan pertama kali Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-‘Alaq Ayat 1-5 pada malam Lailatul Qadar?

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhnya; baru kemudian secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. (HR Ath-Thabrani).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu Nuzulul Qur’an sering diperingati pada tanggal 17 Ramadhan, dengan mengadakan pengajian atau tabligh akbar, dan bukan pada malam Lailatul Qadar. Hal ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan bahwa pada tanggal tersebut Rasulullah SAW pada umur 41 tahun mendapatkan wahyu pertama kali. Yaitu  surat Al-‘alaq ayat 1-5 ketika beliau berkonteplasi (berkhalwat) di gua Hira, Jabal Nur, kurang lebih 6 km dari Mekkah.

Menurut KH Arwani Faisal, Nuzulul Qur’an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan sebagai peringatan turunnya ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yakni ayat 1-5 Surat Al-Alaq:

? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia. Dikisahkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita, Tokoh, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock